GRESIK, 1minute.id – Bersama cegah penularan Covid-19 di masa PPKM Darurat memasuki hari keenam pada Kamis, 8 Juli 2021. Sejumlah tempat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Gresik Jaman Now, jangan kemana-mana, nang omah wae (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
GRESIK,1minute.id – Memasuki hari kelima masa PPKM Darurat aparat semakin gencar melakukan operasi yustisi. Bahkan, kesatuan polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Gresik mulai melakukan penyekatan sejumlah protokol di Kota Santri pada Rabu, 7 Juli 2021.
Penyekatan dilakukan diantaranya di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas. Pengalihan arus di jalan nasional ini dimulai pukul 11.00 hingga 14.00. Semua kendaraan kecuali mobil ambulans dan kendaraan warga sekitar yang diperbokehkan masuk kawasan itu.
Selain Jalan Veteran, korp sabuk putih juga melakukan pengalihan arus lalu lintas Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Penutupan jalan kabupaten yang terdapat Alun-alun Gresik, masjid Jamik, Kantor DPRD Gresik dan Pendapa Bupati Gresik dimulai pukul 16.00 -04.00. Pada jam tersebut, kawasan Alun-alun di Gresik Kota Lama (GKL) kerap tempat berkumpul masyarakat.
Pengalihan arus di Jalan Veteran dan KH Wachid Hasyim, Gresik ini untuk kali pertama dilakukan aparat kepolisian Polres Gresik sejak wabah Covid-19 mulai awal Maret 2020. Pasalnya, perkembangan Covid-19 semakin mengkhawatirkan.
Pada PPKM sebelumnya hanya Jalan A.Yani dan Tridharma Petrokimia Gresik yang dilakukan penutupan. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Lantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan, penyekatan di sejumlah ruas jalan ini untuk membatasi pergerakan masyarakat selama PPKM Darurat Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021.
“Kalau tidak keperluan sangat penting, Jangan Kemana-mana, Nang Omah Wae,”kata Yanto Mulyanto pada Rabu, 7 Juli 2021. ( yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus baru harian Covid-19 dengan menaikkan kapasitas layanan medis. Menjamin pasokan oksigen dan obat. Lonjakan ini perlu ditekan bersama.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya mendapatkan jaminan dari pabrik penghasil oksigen. “Saya selalu memantau perkembangan di rumah sakit. Dan,Alhamdulillah ada perusahaan yang berkomitmen untuk menyuplai kebutuhan oksigen untuk rumah sakit,”kata Fandi Akhmad Yani.
Sementara itu, rumah sakit umum daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik melakukan sejumlah rekayasa ruangan untuk menambah kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19. Ada tiga ruangan untuk perawatan pasien umum yang telah dikosongkan untuk pelayanan pasien corona virus disease 2019 (Covid-19).
Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan kasus baru telah dilakukan. Diantaranya, mengosongkan tiga ruangan yang semula digunakan untuk pasien umum dialihkan menanangi pasien Covid-19.
Tiga ruangan di RSUD Ibnu Sina Gresik adalah ruang Edelweis, dan Cempaka. “Tiga ruangan ini bisa menampung 80 tempat tidur,”kata Ghozali disela memantau Serbuan Vaksin digelar Kodim 0817 Gresik pada Selasa, 6 Juli 2021.
Saat ini, tambahnya, sedang proses pengisian tempat tidur. Penambahan 80 tempat tidur ini tidak termasuk penamabahan 50 tempat tidur sebelumnya. Sehingga, di RSUD Ibnu Sina Gresik menambah 130 tempat tidur baru. “Saat ini, sebagian besar pasien yang dirawat di RSUD Ibnu Sina adalah pasien Covid-19,”kata Ghozali.
Selain menambah tampat tidur di RSUD Ibnu Sina Gresik, kata Ghozali, pemerintah akan menambah 50 tempat tidur baru di pondok rehabilitasi di Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos). Kondisi terkini keterisian pasien di stadion sepak bola berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas itu nyaris penuh.
Puluhan tempat tidur baru itu pinjaman dari Satgas Covid-19 PT Petrokimia Gresik. “Sehingga G-Jos nanti akan menampung 190 an pasien,”imbuhnya. Upaya pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan kasus baru harian Covid-19 dengan menaikkan kapasitas layanan medis. Menjamin pasokan oksigen dan obat harus dibarengi sikap masyarakat.
Pasalnya, tanda kepedulian masyarakat untuk ikut mencegah penularan pagebluk yang memasuki tahun kedua ini akan sia-sia. Ghozali memohon kepada masyarakat untuk mematuhi peraturan pemerintah dengan melaksanakan protokol kesehatan. Apalagi, dimasa PPKM Darurat Jawa-Bali mulai 3 Juli 2021 ini.
“Mari bersama-sama mencegah penularan dengan melakukan prokes. Karena upaya nakes (tenaga kesehatan) sudah sangat maksimal,”tegas Ghozali dengan nada bergetar. (yad)
GRESIK,1minute.id – Warga Kota Santri kembali berduka. Satu lagi tenaga kesehatan (nakes) gugur. Ia adalah dr Maksum, Sp.OG. Dokter spesialis kandungan di Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG) ini meninggal akibat terpapar Covid-19. Sehari sebelumnya, dr Zaynul Arifin Sp.OG. Dokter di RSUD Ibnu Sina Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ikut memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal sebagai sederhana, dan senang berbagi ilmu itu.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mewakili masyarakat Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum atas jasa dan kebaikannya selama ini.
“Saya sebagai saksi bahwa beliau adalah orang baik. Semoga kebaikan yang telah diberikan kepada masyarakat selama ini menjadikan amal jariyah bagi almarhum, dan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kesabaran,”kata Gus Yani dengan nada lirih.
Meninggalnya dua dokter spesialis menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifuddi Ghozali kembali mengajak masyarakat Kota Santri untum bersama-sama membendung persebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu. Sebab, mencegah penyebaran virus tidak bisa dilakukan sendiri oleh tenaga kesehatan.
“Saya sekali lagi menghimbau kepada masyarakat, ini (Covid-19) tidak bisa diselesaikan sendiri oleh nakes. harus diselesaikan bersama-sama oleh masyarakat untuk membuntu bagian hulu,”kata Ghozali disela acara Serbuan Vaksin digelar Kodim 0817 Gresik di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Selasa, 6 Juli 2021.
Ia bertekad sistem kesehatan di Gresik jangan sampai kolaps. Artinya kolaps, terjadi banyak nakes yang terpapar Covid-19 sehingga nakes tidak berdaya menangani Covid.
Pagebluk Covid-19 telah mengakibatkan banyak nakes terpapar. Ghozali menganalogikan nakes sebuah aliran sungai ada di bagian hilir, menerima di akhir. Bila bagian hulu tetap mengalir. Berbagai upaya dilakukan nakes akan sia-sia.
“Kita siapkan 2000 tempat tidur pun tidak ada gunanya karena hulu tetap mengalir. Karena itu bagian hulu ayo kita buntuh bersama-sama, cegah bersama-sama. Karena bagian hilir kita sudah maksimal melakukan berbagai upaya,”kata Ghozali. (yad)
GRESIK ,1minute.id – Lonjakan kasua Covid-19 membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melakukan percepatan vaksinasi. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menargetkan 300 ribu vaksinasi saban hari di Jatim.
Hal itu diungkapkan Gubernur Khofifah ketika meninjau progran Serbuan Vaksinasi Covid-19 di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik pada Selasa, 6 Juli 2021. Vaksinasi masal dengan target 3 ribu dosis dilakukan dengan kurun waktu tiga hari itu dihelat oleh Kodim 0817 Gresik.
“Vaksinasi di Gresik harus menjadi model untuk kabupaten/kota di Jatim,”ujar mantan Menteri Sosisl itu. Ia mengatakan serbuan vaksinasi diselenggarakan Kodim 0817 Gresik ini patut diapresiasi. Sebab, pelayanan vaksinasi kepada masyarakat tanpa melihat asal usul berdasarkan kartu tanda penduduk.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menyempatkan ngobrol dengan masyarakat yang menunggu giliran vaksinasi. Mereka mengaku berasal dari Pacitan, Ponorogo , Lamongan dan seterusnya.
“Untuk membentuk hert immunity atau kekebalan kelompok, semua diberikan pelayanan sama. Seperti di Gresik ini,”puji Gubernur Khofifah. Sebab, terbentuknya hert imminity semua yang ada di komunitas Gresik harus tervaksin minimal 70 persen,”tegasnya.
ANTUSIASME : Masyarakat menyambut antusias Serbuan Vaksin digelar Kodim 0817 Gresik di Gedung WEP pada Selasa, 6 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
“Saya apresiasi dan terima kasih layanan vaksinasi diberikan kepada seluruh warga tanpa dipersyaratkan TKP Gresik. Karena herd immunity harus terbangun untuk mereka yang beraktivitas disini atau sering membangun koneksitas dengan Gresik,”ungkapnya.
Selain pelayanan vakrinasi tanpa disyaratkan KTP Gresik. Khofifah berharap pelayanan vaksinasi sistem all in one. Artinya, penyelenggaran vaksinasi bisa dilakukan TNI, Polri, Pemkab, atau perusahaan dengan menggunakan satu basis data.
“Pencapaian dan kemungkinan ekspansi titik mana akan lebih mudah.Satu data itu nanti dikoordinasi oleh bupati atau yg ditunjuk sehingga vaksin menjadi kesatuan keselamatan nyawa, jiwa kesehatan bagi masyarakat,”tegasnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Gedung WEP akan dijadikan pusat vaksinasi di Gresik. “Sehingga setiap hari, ada kegiatan vaksinasi,”ujar Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani. Mantan ketua DPRD Gresik itu menambahkan kabupaten Gresik dianggap paling cepat melakukan vaksinasi. “Sampai hari ini lebih dari 230 ribu masyarakat mendapatkan vaksinasi,”tegasnya.
Sementara itu, antusiasme masyarakat untuk vaksinasi cukup tinggi. Hingga pukul 11.30 sudah tercatat 900-an dari kuota seribu orang dihari pertama vaksinasi. “Kami tetap sesuai skedul, 3 ribu dosis vaksinasi selama 3 hari,”kata Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. (yad)
GRESIK,1minute.id – Eko Prihantono, alap-alap smartphone kos-kosan putri meringis kesakitan. Lelaki 49 tahun itu dibekuk setelah menggerayangi kamar kos yang ditempati oleh Dina Purnamasari, 33, di Desa Semambung, Kecamatan Driyorejo, Gresik.
Dua gawai milik korban disita polisi sebagai barang bukti. Korban Dina lega. Sebab, perjuangan super women berhasil. Meski, sebagian anggota tubuhnya memar akibat terseret motor pelaku asal Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Malang sejauh 5 meter.
Ceritanya, sekitar pukul 12.00, tersangka Eko Prihantono mengendap-endap masuk kamar kos korban Dina Purnamasari di Desa Semambung, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Siang itu, korban sedang berada di kamar kakaknya. Tatkala, Dina balik ke kamar melihat seorang lelaki misterius keluar kamar kosnya. “Koen sopo (kamu siapa),”tegur Dina.
Lelaki yang belakangan diketahui bernama Eko Prihantono, 49, asal Bululawang, Malang itu memilih kabur dan menstarter motornya. Dina, super women lalu menggandoli bagian belakang motor pelaku. Eko malah tancap gas. Tubuh Dina pun terseret hingga 5 meter.
Dina pun teriak maling…! Teriakan perempuan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) bagai sebuah komando. Massa yang berada di sekitar lokasi kejadian melakukan pengejaran. Sebagian lainnya menghubungi polisi. Kanitreskrim Polsek Driyorejo Ipda Suhari bersama anggota dibantu massa memblokade akses pelarian pelaku dengan sebatang bambu. Eko pun menyerah.
Massa yang geram lalu menghajar pelaku. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Driyorejo Kompol Zunaedi memgatakan, dalam pemeriksaan tersangka Eko mengaku berulangkali mencuri. “Sasarannya tempat kos-kosan putri memanfaatkan keteledoran penghuninya,”kata Kompol Zunaedi pada Senin, 5 Juli 2021.
Mantan Kasat Binmas Polres Gresik itu mengimbau masyarakat agar jangan teledor. Tetap waspada akan situasi lingkungan sekitar. Jangan memberi kesempatan pada pelaku tindak pidana.”Tersangka dikenakan pasal 365 KUHP, diancam hukuman 7 tahun mendekam didalam penjara”. (yad)
GRESIK,1minute.id – Rumah sakit umum daerah Ibnu Sina Gresik mendapatkan gelontoran 65 tempat tidur baru. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan langsung bantuan puluhan tempat tidur dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik dr Rudyanto Dwi Agustomo Sp.PD pada Senin malam, 5 Juli 2021.
Bantuan tempat tidur itu sebagai antisipasi terjadi lonjakan pasien terpapar corona virua disease 2019. Karena Gus Yani berharap pagebluk meredah sehingga tempat tidur baru tidak terpakai.
Sekitar pukul 20.00, truk yang membawa puluhan tempat tidur baru tiba di halaman RSUD Ibnu Sina Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik dr Rudyanto Dwi Agustomo Sp.PD baru selesai memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum dr Zainul Arifin Sp.OG yang meninggal karena terpapar Covid-19.
TEMPAT TIDUR BARU : Petugas menurunkan tempat tidur baru untuk RSUD Ibnu Sina Gresik pada Senin malam, 6 Juli 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Bupati Fandi Akhmad Yani ikut menyalati jenazah almarhum di halaman rumah sakit berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas itu. Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, tempat tidur baru sebagai antisipasi lonjakan pasien Covid-19. Tempat tidur terus kita tambah untuk antisipasi. “Semoga wabah cepat mereda,”ujar Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin malam, 5 Juli 2021.
Gus Yani mengatakan, keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) mencapai sekitar 90 persen. “Kita tambah bed terus, baik ruang isolasi maupun ICU di RSUD Ibnu Sina Gresik ini,”katanya. Dengan tambahan tempat tidur anyar, kesulitan masyarakat mendapatkan tempat tidur di rumah sakit teratasi.
“Kita berdoa lonjakan bisa terkendi dan wabah Covid berakhir,”kata bupati berusia 35 tahun ini. Selain 65 tempat tidur, Pemkab Gresik mendapatkan bantuan 175 pcs alat pelindung diri, masker medis dan tenda. (yad)
GRESIK,1minute.id – Suasana duka menyelimuti RSUD Ibnu Sina Gresik. dr Zainul Arifin Sp.OG wafat pada Senin, 5 Juli 2021. Dokter spesiliasi kandungan itu meninggal karena terpapar corona virus disease 2019.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani serta puluhan dokter dan perawat di rumah sakit milik Pemkab Gresik itu memberikan penghormatan terakhir kepada dokter yang dikenal berjiwa sosial itu.
Bupati Fandi Akhmad Yani, Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr Rudyanto Dwi Agustomo Sp.PDterlihat ikut menyalatkan jenazah di halaman rumah sakit berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohurodo, Kecamatan Kebomas, Gresik itu.
Usai salat jenazah, puluhan tenaga medis dan peramedis terlihat tidak bisa menahan air mata ketika mobil ambulan yang membawa jenazah dr Zainul Arifin meninggalkan halaman rumah sakit milik Pemkab Gresik. Wafatnya dokter Zainul Arifin menambah panjang jumlah tenaga kesehatan yang meninggal akibat terpapar wabah yang berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pemkab Gresik kehilangan sosok dokter yang berjiwa sosial tinggi itu. “Secara pribadi dan atas nama Pemkab Gresik turut berduka cita sedalam-dalamnya, mudah-mudahan amal baik almarhun diterima oleh Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,”kata Gus Yani-panggilan-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin malam, 5 Juli 2021.
Direktur RSUD Ibnu Sina dr Rudyanto Dwi Agustomo Sp.PD menuturkan, dirinya juga kehilangan dengan sosok dr Zainul Arifin Sp.OG yang mendahului dirinya. “Dokter Zainul Arifin adalah dokter kedua yang meninggal terpapar Covid-19,”kata Rudydnto dengan suara lirih.
PENGHORMATAN TERAKHIR : Seorang nakes sambil membawa kenangan foto almarhum berjalan di depan mobil jenazah dr Zainul Arifin Sp.OG di halaman RSUD Ibnu Sina Gresik pada Senin, 5 Juli 2021. (Foto : Chusnul Cahyadi/1,minute.id)
Sedangkan, secara keseluruhan tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 cukup banyak.
Ia pun berpesan kepada masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk bersatu padu untuk menjalankan protokol kesehatan. “Kondisi saat ini tidak bida dianggap remeh. Ayo bersatu padu menjalankan prokes. Gresik Jaman Now (Jangan Kemana-mana, Nang Omah Wae),”kata dokter spesialis penyakit dalam ini.
Sementara rekan almarhum, dr Bambang Priadi SpOG menyatakan dirinya mengenal almarhum hampir 10 tahun dan selalu mengutamakan pelayanan terhadap pasien sewaktu bertugas sebagai dokter. “Selain menjalankan profesi sebagai dokter. Almarhum juga aktif di organisasi profesi kedokteran dan sosial. Sebagai sahabat dan mitra merasa kehilangan utamanya terhadap dokter kandungan,” katanya. Selamat jalan dokter. Semoga husnul khotimah. (yad)
GRESIK,1minute.id – Komando Distrik Militer 0817 Gresik akan menyerbu warga Kota Santri dengan vaksin. Sebanyak 3 ribu dosis sudah disiapkan untuk memberondong peningkatan imun masyarakat Gresik. Vaksinasi masal dilakukan mulai Selasa sampai Kamis, 6 – 8 Juli 2021.
Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail mengatakan rencana penyerbuan 3 ribu dosis vaksin dilakukan selama 3 hari. Di mulai Selasa besok, 6 Juli 2021 di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik.
“Setiap hari kami alokasikan seribu dosis. Selama tiga,”kata Letkol Inf Taufik Ismail usai menghadiri Launching Gresik Jaman Now di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Juli 2021. Letkol Inf Taufik Ismail didampingi Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Kasat Pol PP Gresik Abu Hasan.
Gresik Jaman Now adalah kependekan dari Jangan Kemana-mana, Nang Omah Wae. Gerakan anyar ini menyusul penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa – Bali mulai 3-20 Juli 2021. Letkol Inf Taufik Ismail melanjutkan, serbuan vaksinasi ini kerja bareng dengan Pemkab Gresik dan Polres Gresik. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Lonjakan jumlah kasus corona virus disease 2019 membuat permintaan kebutuhan oksigen di rumah sakit meningkat. Polres Gresik turun tangan. Sejumlah anggota Polres Gresik dikerahkan untuk membantu melakukan distribusi oksigen pada Minggu malam, 4 Juli 2021.
Pasalnya, oksigen bagi pasien Covid-19 menjadi kebutuhan vital. Bantuan distribusi oksigen dilakukan korp baju coklat diantaranya ke RS PKU Muhammadiyah di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.
DISTRIBUSI OKSIGEN : Truk Sat Sabhara Polres Gresik ketika membantu distribusi tabung oksigen ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah di Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah pada Minggu malam, 4 Juli 2021 ( foto : humas Polres Gresik for 1minute.id)
Sebanyak delapan anggota Sat Sabhara Polres Gresik menggunakan truk kesatuan mengangkut 25 tabung ukuran 6 meter kubik (m³) mengambil dari pabrik Samator di Gresik. Sekitar pukul 21.00 puluhan tabung oksigen itu tiba di Puskesmas berlokasi di Desa Sekapuk,Kecamatan Ujungpangkah.
Saat bersamaan sekitar 5 tabung persedian di puskesmas habis. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pengawalan dilakukan untuk memperlancar proses distribusi oksigen ke rumah sakit. “Setiap kali ada distribusi tabung oksigen akan kami kawal,”kata AKBP Arief Fitrianto pada Senin, 5 Juli 2021.
Pihaknya mengaku bertekad mengawal pengeluaran maupun pendistribusian oksigen seperti halnya pengawalan pendistribusian vaksin Covid-19. “Saat ini penggunaan oksigen diutamakan untuk kepentingan medis. Ini tugas kemanusiaan,”tegas alumnus Akpol 2001 ini. (yad)