Bupati Ziarah ke Makam Wali Songo, Jelang Hari Jadi Gresik

GRESIK,1minute.id –  Sehari menjelang peringatan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik, Bupati dan Wakil Bupati Gresik melakukan ziarah ke Makam Sunan Giri, Sunan Prapen di Bukit Giri di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas dan Maulana Malik Ibrahim di Jalan Malik Ibrahim, Gresik pada Senin. 8 Maret 2021.

Selain makam waliyullah, penyebar agama Islam itu, Bupati dan Wabup, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah , Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto , Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Ridwan berziarah ke makam Bupati Gresik pertama K.R.T Poesponegoro.

BUPATI GRESIK Fandi Akhmad Yani ketika berziarah ke Makan Sunan Giri menyambut Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Senin, 8 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Ziarah ke makam Wali Sanga ini, tradisi bagi pemerintah untuk menguri-uri perjuangan para penyebar agama Islam itu. Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. Penetapan hari jadi bertepatan dengan penobatan Sunan Giri sebagai kepala pemerintahan di Bukit Giri dengan gelar Prabu Satmata. Penobatan Joko Samudro-sebutan lain-Raden Pakoe Ainoel Jakin atau Sunan Giri dilakukan di Giri Kedaton.

“Selain menjalankan ajaran agama, juga mengenalkan sejarah dari tokoh masyarakat , agama dan pendiri kabupaten,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. (*)

Bupati Ziarah ke Makam Wali Songo, Jelang Hari Jadi Gresik Selengkapnya

Kota Pusaka di Gresik Kota Lama, Berkonsep Kota Modern

GRESIK,1minute.id – Sebuah video beredar di laman sosial media, instagram. Video kiriman dari sahabat 1minute.id berdurasi 3 menit, 7 detik itu berupa rencana aksi dari organisasi perangkat daerah (OPD) Gresik. 

Video tu berjudul Rencana Aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau di Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik yang tahun ini bakal merayakan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik itu.

HUT Pemkab Gresik diperingati setiap 27 Februari. Sedangkan, Hari Jadi Kota Gresik dirayakan setiap 9 Maret. Pemkab Gresik biasanya mengabungkan dua perayaan itu pada 9 Maret. Video itu dibuat pada 2019. “Kemungkinan baru bisa direalisasikan tahun ini,”ujar seorang staf di lingkungan Pemkab Gresik yang enggan disebutkan identitasnya itu.

GARLING : Gardu Suling di Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Minggu,7 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Dalam video rencana itu, wajah Gresik Kota Lama (GKL) akan di make over lebih elok. Enak di padang mata atawa eye cathing. Mirip kota modern. Tidak ada kabel listrik, telepon semrawut, pedestrian atau trotoar jalan untuk pejalan kaki lebar, bersih dan di keramik. Serta, rindang. 

Di dalam video itu, kekhasan kawasan Gresik Kota Lama (GKL) dengan bangunan cagar budaya, kampung dan tempat religi tetap dipertahankan. Bila teralisasi tahun ini, kawasan GKL ini menjadi daya tarik destinasi bagi wisatawan ini menjadi kado istimewa bagi pemerintahan Bupati – Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah.

Revitalisasi itu rencananya dibiayai oleh pemerintah pusat. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik Hermanto T.H. Sianturi membenarkan video rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau itu digagas Pemkab Gresik.

“Rencana detailnya di Pak Washil,”kata Herman ditemui disela acara Gerakan Sang Mantan Menjadi Pahlawan (Gerbang Pahlawan) di Pendapa Bupati pada Selasa, 2 Maret 2021.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik Achmad Miftachul Rochman mengatakan, dalam skala kawasan yang ada di kota lama ada 7 jalan yakni Jalah Syeh Maulana Malik Ibrahim, Jalan Agus Salim Jalan KH Zubair,  Jalan Kramatlangon, AKS Tubun, Jalan Setiabugi sama lanjutan untuk yang Basuki Rahmat. 

Integrasi dengan Jalan Basuki Rahmat, kata Washil, konsepnya bagian bawah terkait dengan saluran yang selama ini sering banjir karena dimensinya kecil. Kedua banyak sedimentasi itu akan diperbaiki secara keseluruhan. 

“Kalau itu sudah diperbaiki sekalian saja karena anggaran dari pusat itu cukup besar utilitas yang bagian atas itu turun ke bawah. Semua sesuai dengan koridor untuk wilayah perkotaan,”kata Washil ditemui disela memantau longsor di Bukit Putri Cempo pada Kamis, 4 Maret 2021.

Untuk utilitas, tambahnya, kalau bisa dibawah semua sehingga penataan kota itu jadi lebih baik. “Nanti aja penghijauan yang tumbuh baik disesuaikan dengan kondisi yang ada. Nah itu tujuannya cuman itu aja dengan konsep seperti itu diharapkan untuk wilayah wilayah tersebut itu bebas dari banjir kemudian penataan pedestrian sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan,”harapnya. (*)

Kota Pusaka di Gresik Kota Lama, Berkonsep Kota Modern Selengkapnya

Bupati Gresik :Sekarang Berubah atau Orangnya Saya Ganti, tentang Sampah Berserakan di Pasar

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kanan) ketika di Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Jumat, 5 Maret 2021 (foto : ist)

GRESIK,1minute.id – Sampah berserakan. Bau menyengat menusuk hidung. Kondisi pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik yang jorok itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani muntap.

Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani kemudian menyemprot pengelola pasar berlokasi di Desa Petiken, Kecamatam Driyorejo, Gresik itu pada Jumat, 5 Maret 2021. Jumat pagi itu, Bupati Fandi Akhmad Yani memantau program vaksinasi untuk pedagang pasar setempat.

Ada 200 lebih pedagang yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 buatan Sinovac, Tiongkok itu. Bupati Gresik termuda itu bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Gresik. Antara lain, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir menyempatkan menyapa para pedagang pasar setempat.

Gus Yani, begitu sapaannya, Fandi Akhmad Yani mendapatkan sambutan hangat pedagang dan memberikan apresiasi karena memberikan kesempatan ratusan pedagang setempat mendapatkan vaksinasi Covid-19 yang telah lama dinantikan itu.

Nah, ketika blusukan di dalam pasar tradisional itu melihat banyak tumpukan sampah berserakan. Gus Yani sekita menghentikan langkahnya melihat dua bak sampah terbuat dari kayu penuh hingga berserekan di grill (besi) saringan selokan yang berada di dalam pasar tersumbat sampah.

MURKA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika menyemprot penggelola Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Jumat, 5 Maret 2021 ( foto : ist)

“Jangan terima retribusi saja tapi tidak mau dibersihkan. Besok saya cek tidak bersih awas kamu,” tegas Gus Yani dengan nada tinggi. Pihak pengelola pasar hanya menunduk di depan Bupati yang kecewa dengan kebersihan pasar. 

Gus Yani kembali menegaskan pengelola pasar jangan hanya menerima uang retribusi dari pedagang saja, tapi tidak mau bekerja menjaga kebersihan pasar. “Pemerintah melalui vaksinasi membantu para pedagang sehat, tugasmu membuat pasar ini bersih. Pasar itu aman, jangan sampai ada copet nanti kalau ada copet saya pastikan tidak ada yang mau kesini,”kata Gus Yani.

Dia kembali berjalan menyisir pasar di area depan. Raut wajahnya langsung berubah menjadi murah senyum menyapa para pedagang. Sembari menanyakan vaksinasi yang diterima oleh para pedagang hari ini.

Sebelum meninggalkan pasar, Gus Yani kembali memanggil pengelola pasar dan Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono. “Pasar harus bersih, sehat dan aman. Tidak boleh santai-santai begitu kerjanya.  Sampeyan harus punya tanggungjawab, kebersihan itu tanggungjawabmu. Harus berubah! Kalau tidak siap berubah, Saya merubah orangnya,”tegasnya. (*)

Bupati Gresik :Sekarang Berubah atau Orangnya Saya Ganti, tentang Sampah Berserakan di Pasar Selengkapnya

Lunasi Kerugian Negara, Jaksa Alihkan Penahanan Kades Dooro


GRESIK,1minute.id – Mat Ja’i bisa menghirup udara di luar tahanan. Pasalnya, pengajuan pengalihan penahanan tersangka dugaan korupsi anggaran dana desa (ADD) Dooro, Kecamatan Cerme, Gresik itu dikabulkan penyidik seksi pidana khusus (Pidsus) Kejari Gresik.

Penyidik Pidsus Kejari Gresik mengabulkan permohan kepala Desa Dooro itu dengan beberapa pertimbangan. Antara lain, tersangka telah mambayar kerugian negara sebesar Rp 253 juta, kooperatif, ada jaminan dari keluargan dan kuasa hukumnya. 

Akan tetapi perkara korupsi yang menyeret Mat Ja’i ini terus berlanjut sampai tingkat penuntutan.  Kejaksaan tidak akan memberhentikan perkara ini bahkan dalam waktu dekat perkara ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya. 

“Kami hanya melakukan pengalihan status penahanan tersangka Mat Ja’i dari tahanan rutan ke tahanan kota. Tersangka juga diwajibkan untuk wajib lapor seminggu sekali,”ujar Kasi Pidsus Kejari Gresik Dymas Adji Wibowo pada Kamis, 4 Maret 2021.

Dimas melanjutkan,  perkara ini tetap dilanjutkan dan dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk disidangkan. 
“Kami mengabulkan permohonan pengalihan status penahanan tersangka salah satu pertimbangannya,  tersangka telah membayar klerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 253 juta,”terang Dymas. 

“Tersangka kooperatif dan ada jaminan dari keluarga dan kuasa hukumnya. Tapi harus dipertegas perkara korupsi ini tetap berlanjut,”imbuhnya. 

Seperti diberitakan, tersangka Kades Dooro Mat Ja’i ditahan oleh kejaksaan negeri (Kejari) Gresik atas dugaan tindak pidana korupsi ADD selama tiga tahun, 2015 – 2017. Hasil audit ada kerugian negara sebesar Rp 253 juta. (*)

Lunasi Kerugian Negara, Jaksa Alihkan Penahanan Kades Dooro Selengkapnya

Kawasan Bukit Putri Cempo Semakin Mengkhawatirkan, Begini Kondisinya

LONGSOR : Bangunan kafe di kawasan Putri Cempo mulai longsor (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Azan Asar baru selesai berkumandang, nenek Musa’adah mengambil wudu kemudian salat Asar. Setelah salat nenek 70 tahun itu menuju dapur rumahnya untuk memasak. 

Bangunan dapur ibunda juru kunci Makam Putri Cempo – ada yang menyebut – Putri Campa, Ahmad Syaifudin itu berdinding asbes gelombang. Lantai tanah liat. Namun, di bagian pojok timur lantai rumah nenek di kawasan Bukit Putri Cempo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik itu terlihat berlubang cukup besar. Diameternya sekitar 1 meteran. 

Begitu 1minute.id mencoba melonggo lubang itu terlihat dasar tebingnya. Cukup dalam. Sekitar 7-10 meteran. “Tanahnya longsor,”kata Musa’adah pada Rabu, 3 Maret 2021. 

Musa’adah seakan tidak terlihat risau. Apalagi,  waswas dan khawatir dapur rumah dan bangunan rumah yang berada di depan makam Syeh Sayyid Abdurrahmah, Paman Sunan Giri (Maulana Ainul Yaqin) akan ikut tergerus air hujan dan ke dalam jurang kawasan Bukit Putri Cempo (Puncem) itu.

Apalagi  bagian lantai tanah liat rumah Musa’adah sudah mulai retak-retak. Sehingga, salah satu blandar rumah disanggah kayu balok. “Untuk menahan atap biar tidak ambruk,”sela Syaifuddin, anak Musa’adah yang berprofesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo itu.

Ada tiga bangunan rumah di sekitar makam Syeh Sayyid Abdurahman itu. Semuanya keluarga Musa’adah berjumlah empat orang. Yakni, Musa’adah, Syaifudin dan anaknya. Serta, Samsul Arif, adik Musa’adah. 

Bukit Puncem mengalami longsor sejak 2018. Kondisi tanah kapur yang labil membuat longsoran di kawasan yang terdapat situs religi Makam Putri Cempo dan Syeh Sayyid Abdurahman, paman Sunan Giri itu semakin parah. Dan, kali terakhir, tanah longsor pada Selasa,  2 Maret 2021.

Akses jalan alternatif Gending-Ngargosari terputus. Sejumlah bangunan rumah dan kafe di sekitar Bukit Puncem itu rawan longsor.   

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika berkunjung ke rumah Musa’adah pada Rabu, 3 Maret 2021 merasa khawatir terkait kondisi rumah Musa’adah itu. Bupati Gresik milinial itu telah meminta keluarga Musa’adah untuk mau pindah rumah.

Pasalnya, kondisi rumah mengkhawatirkan. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah menyediakan rumah sebagai tempat pengungsian sementara. (*)

Kawasan Bukit Putri Cempo Semakin Mengkhawatirkan, Begini Kondisinya Selengkapnya

Gepal Desak Kejari Usut Tuntas Perkara Korupsi di Gresik


GRESIK,1minute.id – Ratusan aktivis Gepal turun jalan pada Selasa,2 Maret 2021. Aktivis Gerakan Penolak Lupa (Gepal) Gresik itu mendesak kejaksaan negeri (Kejari) Gresik menuntaskan perkara korupsi di Gresik.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu mendatangi dua institusi yakni Kantor Bupati Gresik dan Kejari Gresik. Di kantor Bupati Gresik, aktivis Gepal dibawah komando Syafi’uddin itu ditemui Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Sedangkan, di kantor Adhyaksa mereka ditemui Kasi Intel Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah.

Dalam aksinya, mereka menyoroti kejanggalan terkait penangan korupsi selama ini terjadi di Gresik. Menurut Koordinator lapangan (korlap) Syafi’uddin selama ini  sejumlah kasus korupsi yang ditangani aparat penegak hukum terkesan hanya berdiri sendiri dan seolah-olah memutus mata rantai, bahkan ada juga yang terkesan mandek.

“Yang namanya korupsi pasti ada yang memberi dan menerima, maka dari dari itu tidak ada korupsi yang berdiri sendiri, kami meminta untuk mengusut tuntas seluruh kasus korupsi yang ada di Kabupaten Gresik ini,” kata Udin. 

Ia mencontohkan, dua kasus korupsi yang cukup menyita perhatian publik di Gresik pada 2019 lalu. Dua kasus itu, Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik atas  dugaan pemotongan dana insentif pegawai di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik dan OTT di Inspektorat Kabupaten Gresik oleh pihak kepolisian yang sampai saat ini belum ada pengembangan tersangkanya.

Kasus OTT dilakukan Kejari Gresik di BPPKAD Gresik, fakta dalam proses sidang di pengadilan tindak pidana korupsi, nama-nama dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Gresik tidak tidak diusut tuntas. “Sedangkan OTT di inspektorat yang dilakukan pihak kepolisian belum ada tersangkanya,”ujar Udin.

Usai berorasi menggunakan pengeras suara diatas mobil komando, para aktivis itu ditemui Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani dihadapan para aktivis memberikan apresiasi kepada aktivis Gepal itu.

“Saya menyampaikan terimakasih karena para aktivis selama ini selalu menjadi alarm, dan saya setuju kedepan Gresik kita jadikan pemerintahan yang bersih dari korupsi,”ujar Gus Yani. Usai bertemu Bupati Gresik itu, mereka bergeser menuju kantor Kejari Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas.

Kasi Intel Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah menyatakan kejaksaan siap mendukung para aktivis dalam pemberantasan korupsi di Gresik. “Mari kita jadikan Gresik lebih baik, bebas dari korupsi,”kata Dimaz yang juga Humas Kejari Gresik itu.

Dimaz menegaskan, terkait tuntutan untuk masalah penangguhan penahan Camat Duduksampeyan tidak ada penangguhan tahanan.”Untuk perkara korupsi tidak ada yang di peti es kan semua masih dalam proses,”tegasnya. (*)

Gepal Desak Kejari Usut Tuntas Perkara Korupsi di Gresik Selengkapnya

Bersatu Melawan Pandemi, Karya Ariel , Remaja Disleksia Terpajang di RSUD Ibnu Sina Gresik


GRESIK,1minute.id – Koleksi lukisan RSUD Ibnu Sina Gresik bertambah pada Selasa, 2 Maret 2021. Lukisan terbaru itu karya Ariel Ramadhan. Lukisan berjudul “Bersatu Melawan Pandemi” itu dihadiahkan kepada rumah sakit rujukan Covid-19 milik Pemkab Gresik bertepatan 1 tahun Pagebluk Corona di Indonesia.

Lukisan berukuran 80 x 100 cm menggunakan cat air dan arklik diatas kanvas itu diterima oleh Wakil Direktur Medik RSUD Ibnu Sina Gresik Maftuhan dan Ketua Tim Pinere RSUD Ibnu Sina Gresik dr Wiwik Kurnia Ilahi. 

Ariel, penyandang disleksia itu terlihat semringah.  Disleksia adalah gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Penderita disleksia akan kesulitan dalam mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan, dan mengubahnya menjadi huruf atau kalimat.

Ariel yang didampingi ayahnya, Eko Sumargo dan kurator lukis,Arik S Wartono itu mengaku senang bisa berkontribusi dalam upaya memerangi pagebluk corona melalui karyanya. “Covid ini berdampak semua sektor, termasuk seniman lukis,”kata Ariel dengan nada lirih.

Pagebluk corona membuat sejumlah agenda pameran tertunda. Antara lain, keliling pantai utara Jawa, Singapura dan Australia. Namun, Ariel mengambil hikmah dari pandemi berawal dari Wuhan, Tiongkok itu bisa menyelesaikan sejumlah lukisan. “Lukisan Bersatu Melawan Pandemi bisa saya selesaikan dua bulan,”katanya.

Ariel mengungkapkan lukisan tentang sejumlah wajah dari berbagai profesi memakai masker menunjukkan covid menyerang semua lapisan masyarakat. “Semua warga harus bersatu untuk bisa melawan penyebaran pandemi ini,”ujarnya. Tentang kapal pinisi berbendera palang merah, mahasiswa ITS Surabaya mengaku dibesarkan di kawasan pesisir Kota Santri. 

Sementara itu, dr Wiwik Karunia Ilahi mengatakan rumah sakit sangat senang menerima lukisan Bersatu Melawan Pandemi ini. Lukisan ini, tambahnya,akan dipasang di depan lobi masuk rumah sakit untuk menginspirasi masyarakat yang berkunjung di RSUD Ibnu Sina Gresik. 

“Lukisan ini membuat kita, para nakes bangga. Memerangi Covid -19 bukan tugas nakes saja. Tapi, tugas kita semua dengan cara mematuhi protokol kesehatan,”ujar ketua Tim Pinere (Penyakit infeksi emerging dan remerging) RSUD Ibnu Sina Gresik ini.

Terkait kembangan Covid-19 di RSUD Ibnu Sina Gresik dalam dua pekan ini cenderung menurun. Di ruang ICU tersisa 3 pasien. Di dua ruang lainnya sekitar 10 pasien. Rumah sakit menyediakan 110 bad untuk pasien covid kategori sedang dan berat. “Dibandingkan bulan November dan Desember tahun lalu semua ruang nyaris penuh. Semoga Covid segera berakhir,”harapnya. (*)

Bersatu Melawan Pandemi, Karya Ariel , Remaja Disleksia Terpajang di RSUD Ibnu Sina Gresik Selengkapnya

Gus Yani, Pidato Kerakyatan Jlentrehkan Program Nawa Karsa

GRESIK,1minute.id – Program 99 Hari Nawa Karsa di hari kedua masa kepemimpinan duet Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah di depan Pendapa Bupati Gresik pada Selasa, 2 Maret 2021. 

Pidato kerakyatan dengan protokol kesehatan diawali santunan anak yatim itu dihadiri pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, ulama, forkopimda dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik.

Menurut Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani, Nawa Karsa menuju Gresik Baru berisi sembilan visi dan misi. “Misi utama untuk mewujudkan Gresik Baru yang Mandiri, Sejahtera, Berdaya Saing dan Berkemajuan berlandaskan Akhlakul Karimah,”kata Gus Yani didampingi Wabup Aminatun Habibah.

Program 99 Hari kerja pertama, Gus Yani–Bu Min untuk menciptakan tata kelola yang dinamis dan transparan menuju good and clean government. Bupati akan membangun Gresikpedia.

“Kami akan berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan yang dapat diakses oleh seluruh warga kabupaten Gresik ( One data, One Portal, and Open Access ),”kata Bupati Gresik termuda itu.

Untuk menjaga identitas kota religius, tambahnya, sebagai apresiasi memberikan santunan kehormatan kepada 1.000 hafidz. Selanjutnya, berkembang untuk menjangkau guru ngaji, marboth masjid dan musala, penjaga makam, situs religi, dan situs budaya.

“Prioritas kami dalam 99 hari pertama, dalam rangka membangun Gresik Baru adalah dengan melakukan perbaikan kualitas air PDAM,”katanya.

Caranya, mengeliminasi kebocoran, peremajaan pipa untuk mendukung mata air Umbulan, serta pengawasan kejernihan air. Selanjutnya, keberlanjutan pemantaban infrastruktur daerah, untuk kelayakan hunian dan ketangguhan daerah menghadapi bencana.

“Gresik Baru memprioritaskan kota bebas banjir, oleh sebab itu pemerintah daerah akan melakukan normalisasi kali lamong, kami akan menyiapkan lahan secara progresif untuk pembangunan tanggul dan dengan ditambah kolam retensi untuk menampung luapan kali lamong,”terangnya.

Bupati menyebut perbaikan Infrastruktur desa melalui program gerbang dusun. Gresik Baru bergerak mempercepat pembangunan desa dengan melakukan alokasi pembangunan infrastruktur sebesar Rp. 178,8 miliar yang ditujukan untuk pembangunan jalan, infrastruktur pertanian, perekonomian dan pelayanan publik.

PROGRAM NAWA KARSA : Sembilan program Bupati – Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Program ini, 99 hari pertama, kami berupaya menciptakan warga desa yang ayem tentrem dan dapat menerima manfaat pembangunan secara langsung. Kami juga akan menghadirkan kartu Go Tani. Kartu ini memiliki kebermanfaatan yang luas bagi petani dan nelayan untuk mengakses dana bantuan berupa alat produksi, permodalan, asuransi, akses terhadap gudang tani, serta kemudahan dalam distribusi dan penjualan,”urainya.

Pada bidang Pendidikan, Bupati dan Wakil Bupati, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah, akan menghadirkan beasiswa Gresik Cerdas, melalui Nawa Karsa Gresik cerdas.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan murah berkualitas untuk seluruh masyarakat Gresik. Peningkatan infrastruktur dan suprastruktur pelayanan pendidikan akan menjadi prioritas pembangunan Gresik Baru untuk menguatkan kualitas sumber daya manusia Gresik guna bersaing dalam era disruptif,”tandasnya.

Kemudahan layanan kependudukan. Melalui Nawa Karsa Gresik sehati, kami menjamin seluruh anak Gresik yang baru lahir akan mendapatkan akta kelahiran. “Lahir, pulang bawa akta. Secara serentak akan kami mulai di 12 rumah sakit bersalin dan 32 puskesmas.

Di akhir sambutannya, mengajak seluruh masyarakat mendukung visi-misi-program. Gus Yani mengakui, warisan Sambari-Qosim adalah capaian yang sangat penting dan menjadi kerja yang akan kami apresiasi untuk kami rawat dan lanjutkan pada fase yang lebih baik.

“Mulai hari ini sudah tidak ada lagi kubu Gus Yani dan Bu Min serta Pak Qosim- Alif, Wahai Warga Gresik apabila kita semua ditanya, berapa jumlahmu? Jawablah jumlah kita adalah satu sebagai warga Gresik yang berjuang bersama untuk kemajuan melalui jalan perubahan,”pungkasnya. (*)

Gus Yani, Pidato Kerakyatan Jlentrehkan Program Nawa Karsa Selengkapnya

49 Unit Senpi Anggota Polres Gresik Ditarik, Ini Penyebabnya


GRESIK,1minute.id – Puluhan senjata api anggota Polres Gresik menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan untuk mengantisipasi penyalagunaan senpi itu dipimpin Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar. Pemeriksaan puluhan senpi dilakukan di Mapolres Gresik pada Senin, 1 Maret 2021.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, meminta kepada seluruh personil yang membawa senjata api (senpi) bisa menggunakannya secara profesional dan sesuai SOP (Standar Opersional Prosedur).  Alumnus Akpol 2001 itu, kembali menegaskannanggota yang memegang senpi selalu waspada dan tidak ceroboh saat membawa maupun menggunakan senpi.

“Gunakan senjata api sebaik mungkin dan pedomani Standar Opersional Prosedur yang berlaku, dan jangan dipergunakan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan kesatuan,”ujar AKBP Arief Fitrianto.

Sementara itu, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar mengatakan pemeriksaan senpi anggota Polres dan polsek jajaran Polres Gresik antara lain pengecekan surat-surat dan kebersihan senpi. “Tujuannya untuk memastikan senpi dinas atau yang dipegang anggota siap pakai dan digunakan,”ujar Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar didampingi Kasi Propam Polres Gresik Ipda Suharto dan Kasubag Sarpras Bag Sumda M. Zainudin pada Senin, 1 Maret 2021.

Ia menambahkan, jika surat-surat dalam kondisi mati maka senpi tersebut akan diambil. “Jika surat maupun kebersihan tidak diperhatikan, maka senpi tersebut akan ditarik. Itu sudah menjadi sanksi bagi anggota,”katanya. Kompol Eko Iskandar melanjutkan tidak semua anggota memegang senpi. Sebab, anggota yang memegang senpi harus memenuhi syarat. Seperti lulus ujian psikotes atau psikologi kemudian uji praktek menembak.

“Itu syarat yang harus dilalui oleh anggota. Nantinya pemeriksaan senpi ini juga akan terus dilakukan secara berkala,”kata perwira satu mawar di pundak itu. “Pemeriksaan senpi juga untuk mengantisipasi penyalahgunaan senpi oleh anggota,”tegas mantan Kasatlantas Polresta Sidoarjo itu.

Kasi Propam Polres Gresik Ipda Suharto menyatakan, ada 49 senpi yang di tarik karena masa berlaku habis. “Selain memeriksa kondisi fisik senjata, pihaknya juga mengecek administrasi penggunaan senjata api para anggotanya. Hal itu agar kepemilikan senjata ini jelas dan terdata,”katanya. (*)

49 Unit Senpi Anggota Polres Gresik Ditarik, Ini Penyebabnya Selengkapnya

BKD Pemkab Gresik Berhentikan Camat Duduksampeyan


GRESIK,1minute.id – Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gresik menghentikan sementara Suropadi sebagai Camat Duduksampeyan dan menunjukan Suyono sebagai Plt merangkap Camat Cerme.

Kepala BKD Gresik Nadlif mengatakan, dengan status sebagai tersangka dan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik melakukan penahanan membuat Suropadi tidak bisa melaksanakan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Karena itu lah, Suropadi untuk sementara diberhentikan sebagai camat,”kata Nadlif ditemui usai salat Duhur di Masjid Al Inabah Kompleks Kantor Bupati Gresik pada Senin, 1 Maret 2021. 

BKD, tambahnya, telah menunjuk Camat Cerme Suyono sebagai pelaksana harian (Plh) Camat Duduksampeyan. ” Harapannya pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik,”kata mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik itu. 

Suyono, imbuhnya, memiliki kapasitas untuk merangkap jabatan sebagai camat. “Selain itu, lokasi Kecamatan Cerme dengan Duduksampeyan juga dekat,”ujarnya. 

Terpisah, keinginan Suropadi menghidup udara bebas dengan status tahanan rumah bakal sulit dikabulkan oleh penyidik kejaksaan. Kuasa hukum Suropadi, Fajar Trilaksana Yulianto dikonfirmasi mengatakan, penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik belum memberikan jawaban terkait surat permohonan pengalihan penahanan  dari rumah tahanan (Rutan) Gresik menjadi tahanan rumah.

“Tapi, Saya mendapatkan surat pemberitahuan perpanjangan masa penahanan hingga 15 April mendatang,”ujar Fajar dikonfirmasi selulernya pada Senin, 1 Maret 2021. Masa penahanan 20 hari pertama Suropadi berakhir 6 Maret 2021. “Tapi, Saya menghormati putusan penyidik kejari,”kata Fajar.

Seperti diberitakan, tersangka Camat Duduksampeyan Suropadi ditahan oleh Kejari Gresik atas dugaan tindak pidana korupsi anggaran Kecamatan selama tiga tahun sejak tahun 2017-2019. Suropadi ditahan sejak 15 Februari 2021. Hasil audit yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Gresik, selama kurun waktu  3 tahun, negara dirugikan sekitar 1,041 Miliar.  (*)

BKD Pemkab Gresik Berhentikan Camat Duduksampeyan Selengkapnya