Polres Gresik Gelar Tradisi “Datang Tampak Muka, Pergi Tampak Punggung” AKBP Rovan kepada AKBP Ramadhan

GRESIK,1minute.id –  Polres Gresik menggelar Tradisi Farewell and Welcome Parade (Pisah Sambut) Kapolres Gresik kepada pejabat lama sekaligus penyambutan pejabat baru di Mapolres Gresik pada Selasa, 13 Januari 2026.

Tradisi Pisah Sambut ini dikenal dengan filosofi “Datang Tampak Muka, Pergi Tampak Punggung”, yang menjunjung tinggi etika, loyalitas, dan nilai-nilai kehormatan dalam organisasi Polri terasa khidmat 

Pisah Sambut dengan tradisi pedang pora dan diiringi alunan musik angklung yang dimainkan oleh siswa-siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Kemala Bhayangkara 2 Gresik serta persembahan hadrah sebagai wujud penghormatan dan kebanggaan terhadap budaya daerah semakin penuh haru. 

AKBP Rovan Richard Mahenu menjabat sebagai Kapolres Gresik selama setahun. Meski hanya “seumur jagung” memiliki ikat emosional yang cukup dalam dengan anggota. Capaian kinerja yang impresif di kesatuan Reserse Kriminal (Reskrim), Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) dan satuan lainnya seakan menimbulkan kesan mendalam. Rovan pun terlihat berkaca-kaca. 

Alumnus Akpol 2006 yang bakal menempati posisi baru sebagai Wakaden A Ropaminal Divpropam Mabes Polri  menyampaikan pesan perpisahan kepada seluruh anggota. Ia menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin terdapat kekhilafan, serta berpesan agar seluruh personel senantiasa menjaga kesehatan dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu, Kapolres Gresik yang baru, AKBP Ramadhan Nasution, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian AKBP Rovan Richard Mahenu selama memimpin Polres Gresik, sehingga situasi kamtibmas tetap terjaga aman dan kondusif.

Untuk terakhir kalinya, Kapolres lama AKBP Rovan Richard Mahenu melewati barisan pedang pora menuju gerbang Mapolres Gresik. Didampingi istri, ia berpamitan dengan menyalami seluruh personel, mulai dari perwira hingga bintara, sebagai wujud penghormatan, rasa terima kasih, serta permohonan maaf. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi