Petrokimia Gresik Istikamah Salurkan Bantuan Operasional sebesar Rp 723 Juta ke-146 Tempat Ibadah dan Lembaga Sosial agar Ibadah Ramadan Lebih Khusyuk

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, memberikan bantuan operasional untuk 146 masjid, musala, pondok pesantren (ponpes), dan panti asuhan yang ada di sekitar perusahaan. 

Bantuan senilai Rp 723,5 juta ini didistribusikan tepat di hari pertama puasa Ramadan di Gresik pada Kamis, 19 Februari 2026 untuk mendukung ibadah lebih khusyuk dan nyaman.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob usai penyerahan bantuan secara simbolis menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan secara istakamah setiap bulan Suci Ramadan. Ia berharap dukungan operasional tersebut dapat membantu pelaksanaan ibadah, seperti tarawih, tadarus, maupun salat berjamaah, berlangsung khusyuk dan penuh khidmat.

“Kami menyadari kegiatan di tempat ibadah, baik masjid maupun musala, termasuk di ponpes dan panti asuhan, semakin banyak di bulan puasa ini. Karena itu, Petrokimia Gresik berinisiatif memberikan dana operasional agar para jamaah bisa fokus menjalankan ibadah, dan momen Ramadan pun bisa berlangsung dengan lancar dan penuh keberkahan,” ujar Daconi.

Bantuan tersebut diberikan kepada 17 masjid dan 80 musala di sekitar perusahaan, yaitu di Desa Roomo, Kelurahan Karangpoh, Karangturi, Kroman, Lumpur, Ngipik, Sukorame, Tlogoojok, dan Kelurahan Sukodono. Setiap masjid menerima bantuan sebesar Rp 7,5 juta dan setiap musala sebesar Rp 5 juta. Bantuan juga disalurkan kepada 21 ponpes dan 28 panti asuhan dengan nilai masing-masing sebesar Rp 4 juta.

“Selain memberikan bantuan, melalui program Safari Ramadan kami juga akan mengikuti kegiatan buka puasa dan salat tarawih berjamaah secara bergiliran di masjid-masjid sekitar perusahaan. Tidak hanya melalui bantuan materi, kami juga secara langsung hadir membersamai masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan di sekitar perusahaan,” tandas Daconi.

Ia menambahkan, bantuan ini sekaligus menjadi bentuk terima kasih perusahaan atas dukungan dan doa masyarakat kepada Petrokimia Gresik, sehingga perusahaan dapat menjalankan tugas dari pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pupuk bagi jutaan petani di seluruh Indonesia. Dukungan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama melanjutkan swasembada pangan nasional.

“Petrokimia Gresik sejak berdiri memiliki komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Kemajuan perusahaan harus selaras dengan kebermanfaatannya bagi masyarakat. Saya berharap dukungan yang selama ini diberikan bisa terus ditingkatkan untuk ketahanan pangan nasional,” ujar Daconi.

Sementara itu, Didi, perwakilan Masjid Nurul Huda Kelurahan Karangturi, menyampaikan terima kasih atas bantuan operasional yang diberikan Petrokimia Gresik. Dengan dukungan tersebut, takmir masjid dapat menyelenggarakan kegiatan Ramadan lebih meriah dan jamaah beribadah dengan lebih nyaman.

“Terima kasih kepada Petrokimia Gresik yang senantiasa peduli terhadap masjid dan musala di sekitar perusahaan. Bantuan ini rutin diberikan setiap Ramadan. Semoga membawa keberkahan sehingga Petrokimia Gresik semakin tumbuh dan maju,” ujar Didi. (yad) 

Editor : Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Istikamah Salurkan Bantuan Operasional sebesar Rp 723 Juta ke-146 Tempat Ibadah dan Lembaga Sosial agar Ibadah Ramadan Lebih Khusyuk Selengkapnya

Polres Gresik Gagalkan Peredaran Sabu 51 Gram, 500 Remaja Gresik Terselamatkan jadi Budak Narkoba 

GRESIK,1minute.id – Abdus Somad untuk kali ketiga berurusan dengan polisi. Penyebabnya sama, yakni masalah  narkoba. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik kembali menangkap residivis pengedar dan pemakai narkoba berusia 35 tahun ini di depan kamar kosnya di Jalan Raya Meduran, Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Senin, 9 Februari 2026.

Barang bukti yang diamankan oleh anak buah AKP Ahmad Yani, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Gresik sebanyak 51,15 gram sabu-sabu. Barang bukti terbesar dari kurung waktu 5 tahun terakhir. Barang bukti lainnya antara lain, Honda Jazz, uang tunai Rp 2, 04 juta ; smartphone,  satu timbangan elektrik, sekrop dari sedotan, plastik klip kosong, dan dua tas selempang.

“Tersangka adalah residivis narkoba, tahun 2015 , dan 2020 pernah masuk penjara. Dan, ini untuk ketiga kalinya karena mengedarkan dan memakai narkoba,” ujar Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam Konferensi Pers di Mapolres Gresik pada Kamis, 19 Februari 2026.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di wilayah Gresik Kota. Berbekal informasi tersebut, Satresnarkoba Polres Gresik melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil mengamankan AS.

Saat hendak keluar untuk melakukan transaksi sistem ranjau, tersangka lebih dulu disergap petugas. Dari penggeledahan di lokasi, polisi menemukan 15 plastik klip sabu di dalam tas selempang warna merah hati yang dikenakan tersangka. Penggeledahan dilanjutkan ke kamar kos pelaku. Hasilnya, petugas kembali menemukan 9 plastik klip sabu yang disimpan dalam tas selempang Eiger warna abu-abu.

“Total ada 24 paket sabu siap edar dengan berat keseluruhan kurang lebih 51,11 gram kami amankan,” tegas alumnus Akpol 2007 itu didampingi Kasat Resnarkoba Gresik AKP Ahmad Yani, dan Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza. 

Kapolres Gresik mengungkapkan, AS bukan pemain baru. Ia tercatat sebagai residivis kasus narkotika yang pernah dipenjara pada tahun 2015 dan 2020.

Sejak Oktober 2025, tersangka mengaku rutin membeli sabu dua hingga tiga kali dalam sebulan dengan jumlah 5–10 gram per transaksi. Sabu tersebut diedarkan di wilayah Gresik Kota meliputi Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. 

Sasaran adalah anak-anak remaja dan pekerja pabrik. Tersangka AS menjual sabu-sabu dengan paket hemat (PaHe) yakni seharga Rp 200 ribu – Rp 300 ribu per paket. Dalam satu gram kristal bening tersangka AS membagi 10-15 PaHe. Bila 51,15 gram SS berati ada 500 lebih anak-anak remaja asal Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang menjadi target AS yang menjadi budak narkoba.

Beruntung aparat kepolisian Resor Gresik berhasil menggagalkan niat jahat tersangka AS ini. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika junto UU Nomor 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun penjara serta denda maksimal Rp 2 miliar ditambah sepertiga. Ia juga dijerat Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP junto UU Nomor 1 Tahun 2026.

Saat ini, Satresnarkoba Polres Gresik masih melakukan pengembangan guna memburu jaringan pemasok yang belum tertangkap. “Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika di lingkungannya,” ujar AKBP Ramadhan Nasution. 

Sebagai bentuk komitmen, masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan tindak pidana di wilayah Kabupaten Gresik melalui Hotline Call Center 110 atau WhatsApp Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006 yang terhubung langsung dengan Kapolres Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polres Gresik Gagalkan Peredaran Sabu 51 Gram, 500 Remaja Gresik Terselamatkan jadi Budak Narkoba  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelar “Pestani”, Dorong Produkvitas Petani Semangka saat Cuaca Ekstrem

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar  “Pestani Semangka Tapal Kuda”. Lomba ini sebagai upaya Petrokimia Gresik untuk mendorong peningkatan produktivitas semangka meski di tengah cuaca ekstrem atau musim hujan serta memperkuat budidaya semangka petani Tapal Kuda, Jawa Timur melalui lomba budidaya semangka.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik,Adityo Wibowo menyampaikan bahwa selama puasa Ramadan permintaan buah semangka sangat tinggi. Namun, momen tersebut bertepatan dengan musim hujan sehingga banyak petani semangka di berbagai daerah mengalami gagal panen. Karena itu, lomba ini menjadi bentuk dorongan dan motivasi dari Petrokimia Gresik agar petani semangka tetap optimis dalam berbudidaya meskipun menghadapi tantangan musim hujan.

“Selama perlombaan, Petrokimia Gresik memberikan pendampingan kepada para petani. Dengan penerapan teknologi yang tepat dan penggunaan pupuk berkualitas, komoditas semangka menjadi lebih tahan terhadap curah hujan tinggi, sehingga produktivitas petani dapat ditingkatkan di momen Ramadan tahun ini,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo, dalam acara “Panen Raya dan Apresiasi Juara Lomba Pestani Tapal Kuda” di Jember, Jawa Timur pada Selasa, 17 Februari 2026.

Adit menambahkan, lomba ini melibatkan petani dari Jember, Lumajang, dan Banyuwangi sejak tahap penanaman, perawatan, hingga panen. Penilaian lomba didasarkan pada tiga aspek utama, yaitu berat buah, tingkat kemanisan (Brix), serta dokumentasi proses budidaya. Seluruh peserta juga mendapatkan paket tanam dari Petrokimia Gresik sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap keberhasilan budidaya.

Selain menggelar lomba, Petrokimia Gresik juga melaksanakan demonstration plot (demplot) sebagai percontohan budidaya dengan metode dan teknologi yang telah terbukti mampu menghasilkan produktivitas tinggi. 

Adit menjelaskan, pada demplot di Banyuwangi, tingkat kemanisan semangka mencapai 12 Brix, lebih tinggi dari standar manis semangka yang umumnya berada di angka 10 Brix. Masa polinasi juga lebih cepat, yakni 2–5 hari lebih singkat dari biasanya, serta menghasilkan buah yang lebih padat dan tidak kopong.

Selain menghasilkan kualitas buah yang lebih baik, produktivitas semangka juga mengalami peningkatan hingga 34%. Hal tersebut dibuktikan melalui uji demplot semangka di wilayah Tapal Kuda, di mana hasil panen mencapai 63 ton/ha, meningkat signifikan dibandingkan panen sebelumnya yang sebesar 47 ton/ha ditengah cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi.

“Para petani Tapal Kuda ini umumnya menjual semangkanya ke daerah penjualan Surabaya, Semarang, Jakarta, Lampung. Sementara untuk semangka ukuran kecil, kisaran berat 2 sampai 3 kilogram dijual ke Bali. Dengan hasil yang maksimal, pendapatan petani di momen Ramadan ini tentu semakin besar lagi,” ujar Adit 

Sementara itu, dalam budidaya demplot ini Petrokimia Gresik menggunakan sejumlah produk berkualitas yang sudah teruji meningkatkan produktivitas semangka, termasuk di musim hujan. Diantaranya Phonska Lite, K-Plus, ZA Plus, Petro Biofertil, Phonska Cair, dan lainnya.

“Kami berharap keberhasilan demplot ini dapat diduplikasi oleh petani semangka di wilayah Tapal Kuda. Dengan demikian, petani dapat merasakan langsung manfaat produk unggulan Petrokimia Gresik dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujar Adit. 

Sementara itu, Egal salah satu petani Jember yang mengikuti lomba menyampaikan terima kasih kepada Petrokimia Gresik atas program Pestani Semangka Tapal Kuda. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi merupakan pendampingan komprehensif yang diberikan Petrokimia Gresik untuk solusi petani dalam menghadapi tantangan budidaya di musim hujan.

“Bukan hanya produktivitas yang meningkat, tapi pendapatan kami juga semakin bertambah. Lebih-lebih permintaan buah semangka di momen Ramadan cukup tinggi. Pestani bagi kami adalah solusi,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Gelar “Pestani”, Dorong Produkvitas Petani Semangka saat Cuaca Ekstrem Selengkapnya

Tim Rukyat LFNU Gresik di Bukit Condrodipo Hilal Ramadan 1447 H Tak Terlihat

GRESIK,1minute.id – Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik menyatakan bahwa hilal tidak terlihat dalam pemantauan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah. Rukyatul hilal yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini dilaksanakan di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas pada Selasa sore, 17 Februari 2026.

Ketua LFNU Gresik Muchyiddin Hasan mengatakan hilal tidak terlihat disebabkan karena secara astronomis posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. “Tim kami sebelumnya sudah melakukan hisab, kemudian sore ini melakukan rukyatul hilal, tetapi hilal memang tidak terlihat karena posisinya masih minus,” ujar Muchyiddin Hasan.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil hisab kontemporer (metode Al-Durru Al-Anieq), matahari terbenam di Bukit Condrodipo pada pukul 17:54:23 WIB. Pada saat itu, ketinggian hilal (irtifak mar’i) berada pada posisi minus 2 derajat 8 menit 8 detik dengan elongasi 01 derajat 12 menit 38 detik.

​Muchyiddin menjelaskan bahwa data tersebut belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU). “Berdasarkan kriteria IRNU, tinggi hilal minimal harus 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat,” katanya. 

“Dengan posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk dan umur hilal yang tercatat minus 1 jam 7 menit 39 detik, maka hilal mustahil untuk dapat terlihat saat dirukyat,” ia melanjutkan.

​Laporan hasil pemantauan ini akan segera diteruskan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat bersama Kementerian Agama RI.

​Terkait kepastian jatuhnya 1 Ramadan 1447 Hijriah, pihak LFNU Gresik mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi (ikhbar) dari PBNU dan pengumuman Menteri Agama RI selaku pimpinan sidang isbat. “Kami di sini adalah pelaksana yang melakukan pemantauan dan melaporkan hasil secara saintifik. Untuk keputusan akhirnya, kami serahkan sepenuhnya kepada Menteri Agama,” tambahnya.

​Kegiatan rukyatul hilal ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh dan pejabat setempat, di antaranya Bupati Gresik, Wakil Ketua PCNU Gresik, Plt Kepala Kantor Kemenag Gresik, Pengadilan Agama Gresik, serta unsur Forkopimcam Kebomas Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tim Rukyat LFNU Gresik di Bukit Condrodipo Hilal Ramadan 1447 H Tak Terlihat Selengkapnya

Ratusan Umat Tridharma Rayakan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kelenteng Kiem Hien Kiong, Gresik Aman dan Khidmat 

GRESIK,1minute.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Gresik berlangsung kondusif dan khidmat. Ratusan umat Tionghoa melakukan doa bersama di TITD Tridharma Kiem Hien Kiong mulai Senin sore hingga Selasa dini hari,  16 -17 Februari 2026.

Menjelang pergantian tahun pukul 12 malam semakin banyak umat tridharma yang mendatangi kelenteng berada di Jalan Setiabudi, Gresik itu. Mereka datang bersembayang dan betdoa bersama di tempat ibadat yang di klaim berdiri sejak 1 Agustus 1153 masehi atau 873 tahun itu. 

Umat yang datang tidak hanya warga Tionghoa di Kota Santri-sebutan lain, Kabupaten Gresik. Akan tetapi, mereka dari berbagai daerah. Surabaya, Semarang bahkan Jakarta. Sebab, di Kelenteng Kiem Hien Kiong ini, selain dianggap tertua. Ada ratusan rupang para dewa yang mereka hormati. Rupang dewa yang paling dihormati diantaranya, Mak Co Thian Sang Sing Bo atau Dewi dan Dewi Kwan in. Rupang Dewa Mak Co Thian Sang Sing Bo diletakkan di bagian tengah altar. Mak Co Thian Sang Sing Bo adalah Dewi Laut.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengunjungi kelenteng itu pada Senin malam, 16 Februari 2026. AKBP Ramadhan disambut oleh Ketua TITD Tridharma Kiem Hien Kiong Tan Sutanto dan pengurus lainnya. 

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian ibadah umat Tionghoa di Kabupaten Gresik berjalan aman, nyaman, dan khidmat. Sejumlah personel tampak disiagakan di area klenteng guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

AKBP Ramadhan Nasution menegaskan, kehadiran Polri bukan sekadar memastikan aspek teknis pengamanan, melainkan juga memperkuat silaturahmi dan komunikasi dengan tokoh agama serta pengurus rumah ibadah.

“Kunjungan ini untuk memastikan pengamanan Tahun Baru Imlek berjalan optimal. Lebih dari itu, kami ingin menjalin komunikasi yang baik dengan para tokoh agama dan pengurus tempat ibadah demi menjaga harmoni serta toleransi di Kabupaten Gresik,” ujar Kapolres di sela peninjauan.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung, sehingga suasana damai dan penuh kebersamaan dapat terus terpelihara.

Ketua Tempat Ibadat Tridharma (TITD) Kiem Hien Kiong Tan Sutanto menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan jajaran kepolisian. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian besar dari Bapak Kapolres dan jajaran. Dukungan ini membuat kami merasa tenang dalam menjalankan ibadah dan merayakan tahun baru,” ungkapnya.

Dengan pengamanan yang terencana dan koordinasi solid antara kepolisian dan pihak internal klenteng, diharapkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Gresik dapat berlangsung aman, tertib, serta semakin memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ratusan Umat Tridharma Rayakan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kelenteng Kiem Hien Kiong, Gresik Aman dan Khidmat  Selengkapnya

8 Personel Damkamat Gresik Lakukan Rescue Cincin Kaki Burung Murai Batu Kekecilan

GRESIK,1minute.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik melakukan penyelamatan seekor burung Murai Batu pada Senin, 16 Februari 2026.

Pemilik burung M. Hadi Sholihin risau karena beberapa hari ini mulai “enggan” berkicau. Usut punya usut diduga karena cicin di kaki burung milik warga Jalan Raya Kemuning, Desa Menunggal, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik terlalu sempit. Hadi berusaha melepas. Tapi, ia kesulitan sehingga meminta bantuan kepada Dinas Damkamat Gresik.

Sebanyak delapan personel rescue di terjunkan untuk melakukan penyelamatan Burung Murai. “Operasi” pelepasan cicin kaki burung mulai dilakukan pada pukul 16.16 WIB. Selama 10 menit, cincin kaki Murai Batu bisa dilepas. Hadi pun semringah. Ia berharap burung bisa kembali berkicau.

Kepala Dinas Pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono mengatakan, rescue cincin kaki burung Murai Batu ini kali pertama dilakukan. “Kami bersyukur rescue bisa dilakukan. Butuh waktu 10 menitan untuk memotong cincin di kaki burung Murai itu,” kata Suyono. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

8 Personel Damkamat Gresik Lakukan Rescue Cincin Kaki Burung Murai Batu Kekecilan Selengkapnya

Resmi ! S.Hariyanto & Aminatun Habibah, Jabat Ketua dan Dewan Pembina IKA Unesa Cabang Gresik 

GRESIK,1minute.id – Amanah S.Hariyanto bertambah satu. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik ini kini resmi menjadi sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Negeri Surabaya (IKA UNESA) Cabang Gresik. Dewan Pembina adalah Aminatun Habibah, Wakil Bupati Gresik periode 2020-2024. 

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IKA Unesa Bambang DH bersama 14 pengurus Cabang IKA Unesa periode 2026–2031 di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kampus I Ketintang, Universitas Negeri Surabaya pada Sabtu, 14 Februari 2026.

14 Cabang yakni Malang Raya, Jombang, Sidoarjo, Surabaya, Trenggalek, Jember, Bojonegoro, Tuban, Kediri, Blitar Raya, Yogyakarta, Gresik, Sampang, dan Madiun.

Ketua Umum PP IKA Unesa Bambang DH, menegaskan bahwa keberadaan organisasi alumni harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi almamater, bukan justru menjadi beban. “Saya selalu menekankan kepada seluruh pengurus, terutama di tingkat cabang, bagaimana IKA ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi almamater. Jangan sampai justru menjadi beban,” ujar Bambang usai pelantikan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas atas dukungan terhadap keberlanjutan organisasi alumni, sekaligus kepada para alumni yang bersedia melanjutkan pengabdian melalui kepengurusan IKA.

Menurutnya, potensi sumber daya Unesa sangat besar. Saat ini jumlah mahasiswa mencapai sekitar 70 ribu orang, sedangkan alumninya telah menembus sekitar 140 ribu orang. Potensi tersebut, lanjutnya, harus diterjemahkan ke dalam program-program konkret yang berdampak langsung bagi kemajuan universitas.

“Yang penting sekarang adalah tindak lanjutnya. Apa yang bisa kita lakukan bersama dan kita pakai untuk kemajuan universitas ke depan,” tegasnya. Ia juga menyoroti keberagaman latar belakang alumni Unesa. Meski dikenal sebagai perguruan tinggi keguruan, banyak alumni yang kini berkiprah sebagai pengusaha hingga pejabat publik.

“Ini sebenarnya modal besar. Banyak alumni yang menjadi pengusaha, banyak juga yang menjadi pejabat. Ini bisa memberikan wawasan dan kontribusi nyata bagi almamater,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PP IKA Unesa Lukman Surya, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus cabang yang dilantik. Ia berharap kepengurusan daerah mampu memperkuat jejaring alumni dan berperan aktif mendukung program organisasi.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Unesa Muhammad Sholeh, menambahkan bahwa alumni diharapkan dapat memberi kontribusi yang berdampak, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi, serta ikut membantu mahasiswa aktif Unesa, termasuk dalam akses beasiswa di daerah masing-masing.

Di tempat yang sama, Ketua IKA Unesa Cabang Gresik S. Hariyanto menyatakan kesiapannya untuk memimpin IKA Unesa Cabang Gresik. Dirinya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pengurus Pusat IKA Unesa. “Secepatnya kami akan melengkapi kepengurusan sekaligus menggelar Pelantikan IKA Unesa Cabang Gresik,” tandasnya penuh semangat.

Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Pembina IKA Unesa Cabang Gresik, Aminatun Habibah.  Beliau mengucapkan Selamat dan Sukses untuk Pengurus IKA Unesa Cabang Gresik. “Semoga bisa sinergi untuk pembangunan dan pendidikan di Kabupaten Gresik,” tandasnya. 

Berikut Pengurus IKA UNESA CABANG GRESIK 

A . Pembina :

1. Dr. Aminatun Habibah

2. Suhartoko

3. Didik Hendriyono

B. Pengurus 

1. Ketua : Dr. S. Hariyanto

2. Wakil ketua : Mulyono

3. Sekretaris : Dr. Nur Hamidah

4. Bendahara : Nurul Wafiyah (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Resmi ! S.Hariyanto & Aminatun Habibah, Jabat Ketua dan Dewan Pembina IKA Unesa Cabang Gresik  Selengkapnya

Anak 14 Tahun asal Surabaya Diduga Setubuhi  Anak Diamankan Satreskrim Polres Gresik 

GRESIK1minute.id – Usia GBA masih 14 tahun. Akan tetapi, perbuatan bocah cilik (bocil) asal Surabaya seperti anak yang sudah dewasa. Anak berhadapan hukum (ABH) ini  kini menjalani pemeriksaan intensif di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik karena diduga telah menyetubuhi anak 14 tahun.

Dugaan persetubuhan anak terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025 sekitar pukul 15.00 WIB di rumah ABH pelaku di wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Sore itu, ABH korban yang masih berusia 14 tahun diajak jalan-jalan oleh ABH pelaku. Di tengah perjalanan, korban dibawa ke rumah ABH pelaku dalam kondisi rumah sedang sepi. Saat berada di dalam kamar, ABH pelaku diduga melakukan persetubuhan dengan korban.

Korban sempat menolak, namun ABH pelaku mengancam tidak akan mengantarkan korban pulang apabila menolak. Korban baru dipulangkan keesokan harinya pada Minggu, 28 Desember 2026 sekitar pukul 06.00 WIB.

Atas kejadian tersebut, ibu korban melaporkan peristiwa ini ke Polres Gresik. Modus yang dilakukan ABH pelaku adalah memanfaatkan situasi rumah yang sepi serta kondisi hujan saat itu dan  mengancam korban agar menuruti keinginannya.

“Tersangka sudah kami amankan,” tegas Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya di Mapolres Gresik pada Minggu, 15 Februari 2026. Motif sementara, ABH pelaku diduga dilatarbelakangi nafsu terhadap korban. Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang digunakan korban dan ABH pelaku saat kejadian.

Dalam penanganan kasus ini, Polres Gresik tidak hanya fokus pada proses hukum terhadap tersangka, tetapi juga memastikan pemulihan kondisi korban.

Sejumlah langkah telah dilakukan mulai dari melakukan visum et repertum, pemeriksaan psikologis terhadap korban, pemeriksaan saksi-saksi, penyitaan barang bukti. “Kami memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis. Proses pemeriksaan dilakukan dengan pendekatan humanis agar korban tidak mengalami trauma tambahan,” ujar.

Korban mendapatkan pendampingan psikologis guna memastikan kondisi mentalnya tetap terjaga pascakejadian.

ABH pelaku dijerat Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 76D Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 473 ayat (2) huruf B Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.

Polres Gresik menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan maksimal kepada anak sebagai korban serta menindak tegas pelaku kejahatan terhadap anak.

Sebagai bentuk komitmen pelayanan Polres Gresik, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan tindak pidana atau pelanggaran hukum di wilayah Kabupaten Gresik melalui Hotline Call Center 110 atau WhatsApp “Lapor Cak Rama” di nomor 0811-8800-2006 yang terhubung langsung dengan Kapolres Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Anak 14 Tahun asal Surabaya Diduga Setubuhi  Anak Diamankan Satreskrim Polres Gresik  Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Dorong PKDI Sinergi Bangun Daerah dari Desa

GRESIK,1minute.id – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPW PKDI) Jatim Syaifullah Mahdi mengukuhkan pengurus DPC PKDI Gresik masa bakti 2025 – 2030.

Pengukuhan pengurus yang diketuai oleh Nurul Yatim, Kepala Desa Baron, Kecamatan Dukun ini dihadiri antara lain  Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ini digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Wabup Alif menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua DPC PKDI terpilih, Nurul Yatim beserta jajaran pengurusnya. Wabup Alif berharap kepengurusan baru ini mampu membawa semangat baru dalam memperkuat solidaritas antarkepala desa.

Dengan semangat baru dari pengurus DPC PKDI yang baru dikukuhkan, Wabup Alif optimis sinergi antar kepala desa akan semakin kuat. “Mari kita bangun Kabupaten Gresik bersama sama dari desa untuk kemajuan daerah,” ujarnya.

Ia pun menitipkan beberpa pesan penting untuk pengurus PKDI yang baru. Pertama solidaritas, di era transformasi digital dan dinamika politik saat ini kepala desa tidak boleh berjalan sendiri sendiri. Melainkan harus mengedepankan solidaritas dan kerjasama yang baik. 

Kedua, wadah berbagi, jadikan PKDI sebagai ruang untuk saling bertukar inovasi. Jika satu desa berhasil dalam ketahanan pangan, desa lain harus belajar dari desa tersebut. Ketiga, yaitu Harmonisasi, persaudaraan berarti menghilangkan sekat dan kompetisi yang tidak sehat, berganti menjadi kolaborasi yang kuat. 

“Selain itu, yang terpenting adalah selaras dengan visi misi pemerintah pusat, sinergi dengan pemerintah daerah, akuntabilitas dan tata kelola kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan. Mari kita jadikan desa bukan lagi sebagai objek pembangunan. Melainkan subjek sekaligus ujung tombak kemajuan bangsa,” tuturnya

Di tempat yang sama, Ketua Umum DPP PKDI Sujiono menyampaikan, PKDI lahir dari rahim kepala desa. Ia menegaskan bahwa PKDI adalah organisasi murni kepala desa tanpa campur tangan politisi maupun partai politik.

“Dua hal yang dibutuhkan pertama loyalitas dan kedua komitmen mari kita jaga. Tugas kami hanya mengakomodir aspirasi kepala desa, namun aspirasi itu harus bisa kita sampaikan hingga Kementrian,” ungkap Sujiono. 

Ia juga menekankan pentingnya prinsip kolektif-kolegial dalam pengambilan keputusan organisasi. “Apapun keputusan yang diambil, harus berdasarkan musyawarah bersama dan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Tidak boleh diputuskan sepihak. Semua pengurus harus terlibat. Ini yang paling penting,” tegasnya. 

Sementara itu, Ketua DPW PKDI Jawa Timur, Syaifullah Mahdi, mengajak agar PKDI dapat menjadi wadah sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah, demi mempercepat pembangunan desa-desa di Kabupaten Gresik. 

“Yang lebih penting, PKDI harus mendukung program pemerintah. Saya harap para pengurus yang telah dilantik segera melakukan audiensi dengan Bupati dan seluruh Forkopimda Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, PKDI Gresik harus membantu menyukseskan Nawakarsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Menurut dirinya meskipun TKD dikurangi hingga menjadi fenomena di kepala desa saat ini yang luar biasa. Kita harus tetap berusaha memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

“Selain itu PKDI juga ikut memberikan donasi bencana alam sebagai bentuk kepedulian. Pesan saya membangun Gresik tidak cukup Bupati dan Wakil Bupati namun butuh kebersamaan,” tandasnya. 

Ketua DPC PKDI GresikNurul Yatim menegaskan, PKDI siap membantu program Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam satu komando sampai akhir. “Kami siap menjadi jembatan antara kepala desa dengan pemerintah, memperjuangkan aspirasi dari bawah agar menjadi kebijakan strategis yang berpihak pada kemajuan desa,” singkatnya. 

Mengusung tema “Satu Komando Bersama Sampai Akhir”, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan soliditas antar kepala desa di wilayah Kabupaten Gresik. Pelantikan ini tidak hanya menandai dimulainya kepengurusan baru, tetapi juga menjadi simbol komitmen dalam memperjuangkan aspirasi desa dan masyarakat. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Asluchul Alif Dorong PKDI Sinergi Bangun Daerah dari Desa Selengkapnya

MUI Gresik Gelar Ijtimak Sanawi, KH Ainur Rofiq Toyyib : MUI harus Menghadirkan Program yang Menyentuh Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik menggelar Ijtimak Sanawi 2026 di Kantor MUI di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Pertemuan tahunan strategis yang bertujuan menyatukan langkah, mengevaluasi program dan merumuskan arah kebijakan kedepan ini oleh Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib. Ijtimak ini mengusung tema “Resolusi Trisula 2026: Pelayanan, Enterprising dan Academic Ecosystem”.

KH Ainur Rofiq Toyyib menyampaikan, program yang konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik harus benar-benar hadir secara nyata untuk umat. Selain itu, Kiai Ainur juga menegaskan MUI untuk bersinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung program-program strategis pemerintah.

Kiai Ainur Rofiq menyampaikan, bahwa seluruh program yang dirancang tidak boleh lepas dari fungsi utama MUI sebagai Khodimul Umat, Ri’ayatul Ummah, dan Shodiqul Hukumah.

“Sebagai Khodimul Umat, MUI harus menghadirkan program yang menyentuh masyarakat secara konkret, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial kemasyarakatan lainnya. Dalam peran Ri’ayatul Ummah, MUI dituntut memberikan pedoman keagamaan yang jelas melalui fatwa, tausiyah, serta rekomendasi keagamaan,” kata Kiai Rofiq.

Sementara sebagai Shodiqul Hukumah, ia melanjutkan, MUI harus terus bersinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung program-program strategis pemerintah. “Apapun program yang kita buat, jangan sampai melepas dari inti fungsi MUI, terutama sebagai khodimul umat maupun shodiqul hukumah,” ujar Kiai Rofiq.

Pada kesempatan itu juga, Kiai Ainur Rofiq memaparkan capaian yang dilakukan selama tahun 2025. Kiai Rofiq mengungkapkan rasa syukur karena MUI Kabupaten Gresik kembali mampu mempertahankan prestasi sebagai MUI terbaik se-Jawa Timur.

“Kami berharap MUI Kabupaten Gresik bisa terus mengembangkan programnya. Meskipun sudah kita susun dalam rencana strategis, namun harus terus kita kembangkan setiap tahunnya. Maka dari itu kita melaksanakan Ijtima Sanawi,” ujar Kiai Rofiq.

Ijtima Sanawi 2026, juga dirangkaikan dengan pemberian Penghargaan Mitra Dakwah Kontributif kepada Baznas Kabupaten Gresik, Kopsyah MUI, Yayasan Nurul Hayat, PT. Qowafil Travel & Tour Gresik dan PT Permata Zain.

Selain itu, penghargaan Komisi Produktif dan Inovatif diberikan kepada Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga; Komisi Seni, Budaya Islam dan Remaja; serta Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat.

Pada kesempatan tersebut turut dilakukan launching Jurnal Internasional J-CILES sebagai bagian dari penguatan academic ecosystem, serta penyerahan berbagai produk kelembagaan MUI Kabupaten Gresik selama tahun 2025, di antaranya Buku ‘Aku Ingin Segera Menikah’, Buku Renstra, Panduan Kinerja, Profil MUI dan Buku Kumpulan SOP. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

MUI Gresik Gelar Ijtimak Sanawi, KH Ainur Rofiq Toyyib : MUI harus Menghadirkan Program yang Menyentuh Masyarakat Selengkapnya