Cemburu, Perempuan Muda Diduga Habisi Bos Toko Bangunan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Satreskrim Polres Gresik menetapkan perempuan berinisial IR sebagai tersangka dugaan pembunuhan. Perempuan muda berusia 22 tahun diamankan polisi di lokasi kejadian di sebuah toko bangunan di Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Tersangka IR pun telah dijebloskan di rumah tahanan (Rutan) Polres Gresik. Kini, penyidik Satreskrim Polres Gresik sedang motif pembunuhan bos toko bangunan berinisial MF, 23 tahun adalah cemburu.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo mengatakan, penyidik hingga kini masih terus mengembangkan perkara tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian serta motif di balik aksi kekerasan tersebut.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pengembangan penyidikan. Untuk sementara, pelaku kami duga masih satu orang,” kata AKP Mohammad Prasetyo di Mapolres Gresik pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Selain itu, petugas telah memeriksa enam saksi, penyidik juga telah menerima hasil visum terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan medis tersebut ditemukan sejumlah luka akibat kekerasan menggunakan benda tajam.

“Hasil visum terhadap korban yaitu beberapa luka kekerasan benda tajam, di antaranya tiga buah luka iris di kepala dan satu luka bacok,” jelasnya.

Terkait motif, penyidik menduga perkara tersebut dipicu persoalan kecemburuan. Dugaan tersebut masih terus didalami dengan mencocokkan keterangan para saksi, hasil visum, barang bukti, serta fakta-fakta yang ditemukan selama proses penyidikan.

Sebelumnya, kasus tersebut terungkap setelah terduga pelaku menghubungi layanan darurat kepolisian 110 dan melaporkan kejadian yang dialaminya. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan penanganan bersama Tim Inafis serta Satreskrim Polres Gresik.

Dari informasi yang dihimpun sebelumnya, hubungan korban dan terduga pelaku menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik. Polisi juga menduga persoalan kecemburuan berkaitan dengan hubungan keduanya.

AKP Mohammad Prasetyo menegaskan, proses penyidikan masih berjalan. Polisi akan terus mengembangkan keterangan yang diperoleh untuk mengungkap perkara tersebut secara utuh.

“Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan penyidikan,” tegasnya.

Polres Gresik mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan tindak pidana untuk segera melaporkannya kepada kepolisian melalui layanan Call Center 110.

Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan Lapor Cak Rama Polres Gresik melalui WhatsApp di nomor 0811-8800-2006. Layanan tersebut menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun laporan terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Cemburu, Perempuan Muda Diduga Habisi Bos Toko Bangunan di Gresik Selengkapnya

Wabup Alif: Jangan Stigma ODHA, Bangun Lingkungan Peduli di Gresik

GRESIK, 1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif membuka Sosialisasi HIV/AIDS dan Pengenalan Warga Peduli AIDS (WPA) se-Kabupaten Gresik, Selasa, 6 Oktober 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik ini diikuti Ketua TP PKK dari 16 kecamatan dan digelar di Ruang Retno Suwari, Kantor Bupati Gresik. Dua kecamatan yang absen adalah Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai HIV/AIDS, mulai dari upaya pencegahan, penanganan, hingga peran masyarakat dalam mendukung penanggulangan di wilayah masing-masing.

Wabup Alif menekankan, penanganan HIV/AIDS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lingkungan keluarga. Dukungan bersama bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi kunci.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan dukungan kepada masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS agar tetap mendapatkan hak untuk hidup sehat, layanan kesehatan, dan menjalani kehidupan secara baik. Dukungan harus diberikan dengan cara yang tepat, tanpa stigma maupun perlakuan diskriminatif,” ujarnya.

Ia juga meminta kolaborasi dan koordinasi diperkuat dalam menyosialisasikan informasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat.

“Kolaborasi dan koordinasi harus terus kita perkuat. Informasi HIV/AIDS harus disampaikan secara benar dan mudah dipahami, sehingga pencegahan dapat dilakukan bersama tanpa menimbulkan kesalahpahaman,” ungkapnya.

Menurut Wabup Alif, stigma negatif justru menjadi hambatan. Stigma membuat seseorang enggan mengakses layanan kesehatan maupun terbuka mengenai kondisinya.

“Jangan memberikan stigma negatif kepada ODHA. Mari bangun lingkungan yang lebih peduli, sehingga penanggulangan HIV/AIDS dari tingkat paling dasar dapat berjalan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Gresik Nur Chakim mengatakan kegiatan ini menjadi momentum menyamakan persepsi dan menyatukan visi seluruh pihak.

“Kita berkumpul untuk menyamakan persepsi dan menyatukan visi bagaimana bersama-sama menangani kasus HIV/AIDS di Gresik. Penanggulangan membutuhkan keterlibatan dan kepedulian berbagai unsur masyarakat,” jelasnya.

Nur Chakim menambahkan, sosialisasi merupakan bagian dari program Warga Peduli AIDS (WPA). “Kami berharap peserta dapat menjadi bagian dari penyebarluasan informasi yang benar tentang HIV/AIDS,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan pemaparan materi pencegahan penularan HIV/AIDS oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Puspita Wardani. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Wabup Alif: Jangan Stigma ODHA, Bangun Lingkungan Peduli di Gresik Selengkapnya

Pol PP Gresik dan Tim Gabungan Bongkar Bangli dan Makam Buatan di Cerme

GRESIK,1minute.id – Tim gabungan dibawah komando Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik membongkar bangunan dan makam buatan di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Senin, 5 Oktober 2026.

Bangunan dan makam itu berada diatas lahan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Tidak perlawanan dalam penertiban bangunan liar itu. Kepala Satpol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga, mengatakan, pembongkaran melibatkan ratusan personil dari berbagai instansi, organisasi keagamaan, TNI dan Polri.

“Pembongkaran dilakukan karena bangunan dan makam buatan melanggar peraturan daerah,” katanya. Ia menyebut, bangunan dan makam buatan berdiri diatas lahan aset Pemkab Gresik. 

Selain keberadaan makam buatan juga telah menimbulkan keresahan masyarakat. ” Selama pelaksanaan kegiatan penertiban dan pembongkaran bangunan serta makam buatan kegiatan berjalan aman, tertib, lancar, dan terkendali,” katanya. 

Pembongkaran bangli alias bangunan liar dan makam buatan di mulai pukul 14.00 WIB. Tim gabungan secara persuasif meminta penghuni untuk mengeluarkan secara barang. Selang 45 menit kemudian petugas melakukan pembongkaran bangli dan makam buatan. “Pembongkaran selesai pukul 16.15. Suasana kondusif,” tegasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pol PP Gresik dan Tim Gabungan Bongkar Bangli dan Makam Buatan di Cerme Selengkapnya

Yuuuk Pulang Kampung, Reuni SMAN Gresik 79-80-81 Penuh Kehangatan dan Nostalgia

GRESIK, 1minute.id – Suasana penuh kebersamaan dan nostalgia mewarnai reuni temu kangen alumni SMAN Gresik angkatan 79-80-81 yang digelar Sabtu pagi, 3 Oktober 2026.

Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Jalan Kalimantan GKB, Gresik ini menjadi momen spesial bagi para peserta untuk menjalin tali silaturahmi setelah lebih dari empat dekade berpisah. 

Selain menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat persaudaraan antar alumni serta mengenang masa-masa saat bersekolah di SMAN Klorak, sebutan sekolah saat itu karena lingkungan sekolah masih berpagar tanaman klorak.

Dengan mengangkat tema “Yuuuk Pulang Kampung”, acara berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, apalagi saat guest star Farhan tampil energik, acara semakin meriah.

Hudi Soeyanto dalam sambutannya menyampaikan, terselenggaranya reuni ini adalah hasil kolaborasi dan kekompakan seluruh alumni yang tergabung dalam jejaring alumni 79-80-81. Dukungan moril dan materiil dari para alumni membuat acara bisa terselenggara dengan sukses dan meriah.

“Tingkat kehadiran alumni yang mencapai 85 persen membuktikan bahwa semangat silaturahmi dan kebersamaan di antara alumni masih sangat kuat,” ujar alumni 1979 ini.

Udik Soetarto, salah satu panitia mengaku, reuni ini menjadi ajang untuk mengenang masa-masa indah saat masih berseragam putih coklat khaki, sekaligus mempererat hubungan antar alumni serta memberikan penghormatan kepada para guru yang telah berjasa membimbing hingga menjadi pribadi yang sukses.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh guru atas kesabaran, ketekunan dan dedikasi dalam mendidik kami hingga seperti ini,” kata Udik didampingi Humas Ari Wahjoedi yang alumni 1981.

Sementara itu salah satu guru yang hadir, Halimatus Sa’diyah menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para alumni yang mampu menyelenggarakan acara dengan penuh kekeluargaan dan nuansa kebersamaan.

“Melihat semangat dan solidaritas alumni, sungguh membanggakan. Apalagi kepedulian mereka terhadap almamater dan guru, menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur yang kami tanamkan dahulu masih melekat kuat,” ungkap Bu Halimah, sapaan akrabnya. 

Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menginspirasi angkatan lainnya untuk terus menjaga silaturahmi dan rasa cinta terhadap almamater serta para guru.

Aunur Rofiq, selaku penasihat panitia menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh alumni yang telah hadir. Ia juga menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada para guru.

“Setelah empat dekade, akhirnya kita bisa berkumpul kembali. Ini bukan hanya reuni biasa, tapi juga ajang penghargaan atas jasa guru-guru kita tercinta,” pungkas Cak Nung, panggilan akrabnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Yuuuk Pulang Kampung, Reuni SMAN Gresik 79-80-81 Penuh Kehangatan dan Nostalgia Selengkapnya

Banana Island Karya Riyanto, Pelukis Gresik Dikoleksi Titiek Soeharto di Art Jakarta

GRESIK, 1minute.id – Lukisan karya Mohammad Riyanto berjudul _Banana Island_ dikoleksi Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Ketua Komisi IV DPR RI itu kesengsem goresan tangan pelukis asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tersebut saat pameran di Art Jakarta Booth E.26 MTN Market, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pameran berlangsung 2-4 Oktober 2026. Riyanto, pelukis kaligrafi beraliran surealisme, menjadi salah satu peserta pameran tersebut.

“Bu Titiek Soeharto koleksi karya kulo mas. Barusan angsal info saking MAM studio dinding luar,” kata Riyanto melalui WhatsApp pada Ahad, 4 Oktober 2026.

“Banana Island” dilukis dengan media acrylic on canvas berukuran 50×40 sentimeter.  “Art Jakarta ini kelanjutan dari acara di Mini Art Malang kemarin, Founder Studio Dinding Luar,” imbuhnya.

Menurut Riyanto, makna “Banana Island” adalah di dalam air yang jernih, sebatang pisang menjadi sebuah pulau kecil, dikelilingi manusia yang menyelam mencari kehidupan. Air adalah simbol kehidupan, sementara pisang melambangkan kesederhanaan dan sumber kehidupan.

Manusia terus menyelam mengejar dunia, hingga terkadang lupa untuk berhenti dan melihat apa yang telah Tuhan berikan. 

“Banana Island” mengajak kita merenung bahwa kehidupan hanyalah titipan. Di balik kesibukan dan pencarian, ada Tuhan yang selalu hadir, mengingatkan kita untuk kembali kepada kesederhanaan dan bersyukur.

Wadah kaca menjadi batas yang tak selalu disadari. Dari luar, dunia tampak luas. Dari dalam, manusia merasa bebas bergerak ke mana saja. Tetapi sebenarnya ia berada dalam sebuah ruang yang telah ditentukan.

“Mungkin menarik ada barcodenya mas. Bisa gerak,” terang lelaki 49 tahun itu.

Riyanto adalah pelukis kaligrafi yang sedang naik daun. Sejumlah karyanya menjadi koleksi tokoh nasional dan internasional.

Tokoh nasional yang mengoleksi karya Riyanto di antaranya, lukisan berjudul Ikan Bandeng yang menjadi koleksi Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ada juga yang dikoleksi mantan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, KH. Afifuddin Dimyati, putra KH. Dimyati Romli sekaligus pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Peterongan Jombang, dan KH. Muammar ZA, qori internasional asal Indonesia.

Riyanto mengaku belajar kaligrafi dari Ustadz Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Banana Island Karya Riyanto, Pelukis Gresik Dikoleksi Titiek Soeharto di Art Jakarta Selengkapnya

Bos Toko Bangunan di Gresik Ditemukan Tewas, Polisi Amankan Perempuan 22 Tahun, Dalami Motif

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menangkap seorang perempuan di Jalan Raya Beji, Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 3 Oktober 2026. 

Perempuan muda berusia 22 tahun itu diduga pelaku pembunuhan bos toko bangunan di desa itu. Pemuda berinisial MF, 23 tahun itu ditemukan tewas di tokonya pukul 08.00 WIB. 

Kini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku. Motif juga dialaminya. Bos toko bangunan itu ditemukan tewas dari laporan call center Polri 110. 

Anggota reskrim Polsek Menganti bersama Satreskrim Polres Gresik kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan perempuan berinisial IR  Warga sudah berjubel di lokasi. 

Dalam penanganan awal tersebut, polisi juga mengamankan seorang perempuan berinisial IR, 22 tahun yang berada di lokasi kejadian.

Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gresik selanjutnya melakukan olah TKP, dokumentasi, serta mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut.

“Seorang perempuan sudah kami amankan. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik untuk mendalami peristiwa yang terjadi,” kata Prasetyo pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Polisi juga masih meminta keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti yang telah diamankan dari TKP. Sejumlah barang bukti turut diamankan, diantaranya pakaian korban dan terduga pelaku.

Prasetyo menegaskan, penyidik masih melakukan pendalaman dan belum menyampaikan kesimpulan terkait motif maupun rangkaian lengkap perkara tersebut.

“Untuk motif dan rangkaian kejadian secara keseluruhan masih kami dalami. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun barang bukti yang ada,” ujarnya.

Peristiwa tersebut bermula dari laporan yang diterima melalui layanan Call Center Polri 110. Layanan 110 merupakan kanal resmi Polri yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan atau pengaduan terkait kejadian darurat maupun tindak kejahatan.

Selain 110, masyarakat di wilayah Gresik juga dapat menyampaikan laporan melalui layanan Lapor Kapolres Gresik (Cak Rama) melalui WhatsApp di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bos Toko Bangunan di Gresik Ditemukan Tewas, Polisi Amankan Perempuan 22 Tahun, Dalami Motif Selengkapnya

Audit Blackspot Krikilan, Polres Gresik Gandeng ITS dan Polda Jatim

GRESIK, 1minute.id – Satlantas Polres Gresik mengaudit Jalan Raya Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik yang masuk kategori rawan kecelakaan atau blackspot.

Audit dilakukan bersama Tim Audit dan Inspeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jawa Timur, pakar transportasi ITS Surabaya, serta lintas instansi pada Jumat 2 Oktober 2026.

Audit dipimpin Ketua Tim Audit dan Inspeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim Kompol Heru Sudjio Budi Santoso, bersama pakar transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Dr. Anak Agung Gde Kartika.

Turut mendampingi Kanit Gakkum dan Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik mewakili Kasat Lantas AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie.

Survei lapangan dilakukan langsung di Jalan Raya Krikilan. Tim mengecek kondisi jalan, arus lalu lintas, penerangan, marka, hingga perilaku pengendara.

Kegiatan melibatkan Dishub Provinsi Jatim, Dishub Gresik, Dinas PUTR Gresik, dan Jasa Raharja. Setelah survei, dilanjutkan pemaparan dan analisis kecelakaan di Aula Nuvo Wingsurya, Driyorejo.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie mengatakan, hasil audit menjadi bahan evaluasi bersama penanganan blackspot.

“Hasil supervisi ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk menangani titik rawan kecelakaan di Jalan Raya Krikilan. Tidak hanya dari sisi penegakan hukum, tetapi juga bagaimana kondisi jalan, penerangan, marka, hingga perilaku pengguna jalan bisa kita perbaiki secara bersama-sama,” kata Syakhranie.

Menurut dia, penanganan titik rawan tidak bisa dilakukan sepihak. Butuh kolaborasi kepolisian, pemerintah daerah, pengelola jalan, dan ahli transportasi agar langkah yang diambil terukur dan tepat sasaran. Audit berjalan aman, lancar, dan terkendali. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Audit Blackspot Krikilan, Polres Gresik Gandeng ITS dan Polda Jatim Selengkapnya

Satu Dekade Berdiri, Batik Bangsawan Legowo Go Internasional Berkat Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – Dari sebuah gang sempit di Desa Legowo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Batik Bangsawan kini menembus pasar global hingga Thailand dan New York.

Capaian itu tak lepas dari pendampingan berkelanjutan  PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia. 

Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, Petrokimia Gresik mengisahkan perjalanan satu dekade Batik Bangsawan yang dirintis sejak 2016.

Usaha milik Midhiatul Fitriyah ini berawal dari nol. Bersama almarhum suaminya, perempuan yang akrab disapa Fitri itu merintis usaha di tengah keterbatasan modal, pengetahuan produksi, hingga pemasaran.

“Saya ini didampingi dari nol. Dulu saya hanya berdagang. Alhamdulillah sekarang bisa seperti ini,” ujar Fitri.

Kini hasilnya terlihat. Batik Bangsawan mampu mencatat omzet sekitar Rp70 juta per bulan dan membuka lapangan kerja bagi sembilan orang di lingkungan sekitarnya.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda, menegaskan pendampingan tersebut bertujuan membangun fondasi usaha yang kuat.

“Yang ingin kami dorong adalah bagaimana UMKM terus meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya, kemudian tumbuh menjadi usaha yang semakin kuat dan memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Batik Bangsawan menjadi gambaran bagaimana pendampingan berkelanjutan dapat membuka lebih banyak peluang,” ujar Nuril.

Salah satu tonggak penting adalah diraihnya sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) pada 2025 dengan dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik.

Penguatan kualitas itu membuka pintu ke panggung yang lebih luas. Pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, Batik Bangsawan bersama Gula Aren Temon difasilitasi Petrokimia Gresik untuk bertemu calon pembeli mancanegara.

Langkah itu berlanjut di INACRAFT 2026. Bersama OG Jewelry dan Deweluxe, Batik Bangsawan menjadi bagian dari 20 UMKM binaan Pupuk Indonesia Group yang tampil. Booth UMKM binaan Pupuk Indonesia bahkan dikunjungi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat pembukaan.

Dampaknya, pemasaran yang semula hanya di Gresik kini merambah pasar nasional dan internasional, termasuk melalui platform digital. Batik Bangsawan juga meraih penghargaan Platinum pada Bina Mitra UMKM Award 2025.

“Di forum pameran itu kami tidak hanya bisa promosi, tetapi juga belajar. Kami jadi tahu bagaimana memperkenalkan produk dan mendapatkan pengalaman baru,” tutur Fitri.

Dukungan nyata juga dirasakan dari kepercayaan Petrokimia Gresik yang menggunakan produk Batik Bangsawan untuk kebutuhan suvenir perusahaan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Petrokimia Gresik. Tidak hanya diberikan pelatihan, kami juga dibantu dalam penjualan. Berkat pendampingan dan bimbingannya, UMKM batik saya sampai saat ini masih eksis dan terus diminati,” katanya.

Nuril menambahkan, pengembangan UMKM batik memiliki dampak ganda.

“Ketika UMKM batik tumbuh, ada lapangan pekerjaan yang tercipta, ekonomi masyarakat yang ikut bergerak, sekaligus warisan budaya yang terus hidup dan semakin dikenal. Inilah dampak yang ingin terus kami dorong,” tandas Nuril.

Fitri pun berharap usahanya terus berkembang. “Dulu saya mulai dari kecil sekali. Sekarang Alhamdulillah bisa memberikan pekerjaan untuk orang lain. Saya berharap Batik Bangsawan bisa terus berkembang, semakin dikenal, dan membawa nama Gresik lebih jauh,” pungkasnya.

Pendampingan Petrokimia Gresik dilakukan secara komprehensif, mulai dari akses permodalan, peningkatan kapasitas melalui pelatihan, dukungan standardisasi produk, hingga fasilitasi promosi dan pemasaran. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Satu Dekade Berdiri, Batik Bangsawan Legowo Go Internasional Berkat Petrokimia Gresik Selengkapnya

Atasi Kekeringan, Pemkab Gresik dan FOZ Droping 36 Ribu Liter Air Bersih di Balongpanggang

GRESIK,1minute.id – Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih terjadi di Gresik.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Kali ini, penyaluran dilakukan di Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang pada Rabu, 30 September 2026. Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Gresik, bantuan tersebut menyasar 315 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut.

Bantuan yang disalurkan sebanyak 7 tangki. Rinciannya, dua tangki dari BPBD Gresik dengan dua ritase dan kapasitas 11.000 liter dan lima tangki dari Forum Zakat (FOZ) Gresik dengan total kapasitas 25.000 liter. Total air bersih yang didroping mencapai 36.000 liter.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang akrab disapa Gus Yani hadir langsung dalam penyaluran tersebut. Ia bahkan ikut membantu mengisikan air ke wadah yang telah disiapkan warga.

“Saya Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik, mengucapkan syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada semua pihak yang berperan, termasuk Forum Zakat,” ujar Gus Yani.

Bantuan ini disambut lega warga. Selama hampir dua bulan, mereka kesulitan air bersih karena sumber air yang ada terasa asin dan keruh. “Alhamdulillah senang, persediaan air sudah menipis. Sudah hampir dua bulan di sini kekeringan. Terima kasih bantuannya,” ungkap Aji, salah satu warga.

Hal senada disampaikan Sarni, 65. “Terima kasih Bapak Yani, kami dikirimi air. Semoga sehat semuanya,” ucapnya.

Selain Desa Ganggang, droping air bersih juga dilakukan sejumlah wilayah terdampak kekeringan lainnya, yakni Desa Tenggor, dan Desa Dohoagung. Keduanya di Kecamatan Balongpanggang. Kemudian, Desa Deliksumber, Kecamatan Benjeng dan Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Atasi Kekeringan, Pemkab Gresik dan FOZ Droping 36 Ribu Liter Air Bersih di Balongpanggang Selengkapnya

Bahayakan Pengendara, Truk Tanpa Terpal di Pantura Gresik Ditilang Polisi

GRESIK, 1minute.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menindak tegas truk angkutan barang yang nekat melintas tanpa terpal penutup di sepanjang Jalur Pantura, Kabupaten Gresik.

Penertiban dilakukan dalam patroli rutin di Jalan Deandles (Jalur Pantura). Sejumlah sopir kedapatan membiarkan muatan terbuka sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie, menegaskan penggunaan terpal bukan sekadar aturan administratif, melainkan menyangkut keselamatan.

“Penggunaan terpal pada kendaraan angkutan barang merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan. Muatan yang tidak ditutup berpotensi berjatuhan ke badan jalan dan membahayakan pengendara lain,” kata Hariyazie, pada Selasa, 29 September 2026.

Menurutnya, penindakan ini bukan hanya soal pelanggaran lalu lintas, tetapi upaya pencegahan kecelakaan.

“Kami tindak tegas kendaraan angkutan barang yang membawa muatan tanpa menggunakan terpal. Ini bukan semata-mata soal pelanggaran, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Selain penindakan berupa tilang sesuai ketentuan, petugas di lapangan juga memberikan edukasi kepada para sopir untuk memastikan muatan tertutup rapat dan terikat kuat sebelum melanjutkan perjalanan.

“Jangan sampai muatan berjatuhan di jalan dan kemudian menyebabkan pengendara lain celaka. Kami imbau para sopir untuk selalu memperhatikan keamanan muatan sebelum berkendara,” ujarnya.

Hariyazie menambahkan, pengawasan dan penertiban akan terus digencarkan demi mewujudkan Kamseltibcarlantas di wilayah Kabupaten Gresik.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan angkutan barang yang tidak memenuhi ketentuan. Harapannya, para pengusaha maupun sopir truk semakin tertib dan mengutamakan keselamatan,” pungkasnya. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Bahayakan Pengendara, Truk Tanpa Terpal di Pantura Gresik Ditilang Polisi Selengkapnya