Tiga Desa di Ring Satu Kawasan JIIPE Manyar, Gresik Dicanangkan jadi Desa Cantik

GRESIK,1minute.id – Desa Cantik di Kabupaten Gresik terus bertambah. Pada 2024, Desa Masangan, Kecamatan Bungah. Pada 2025 Desa Leran, Kecamatan Manyar. Dan, tahun ini, Pemkab Gresik bersama BPS mencanangkan tiga desa yakni 

Desa Manyar Sidomukti, Desa Manyar Sidorukun, dan Desa Manyarejo, biasa dikenal, Manyar Kompleks sebagai desa sasaran Program Desa Cinta Statistik (Cantik) 2026.

Pencanangan tiga Desa Cantik di Kecamatan Manyar itu dilakukan oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik Indriya Purwaningsih di Ruang Rapat Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 15 April 2026. Acara itu, dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, tiga kepala desa dan operator desa.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemahaman bersama soal kebutuhan data yang sesuai kondisi masyarakat di tingkat desa. Menurutnya, dengan data yang akurat pemerintah lebih mudah merumuskan kebijakan dan menentukan langkah pembangunan yang tepat sasaran.

“Ketersediaan data yang akurat dan berkualitas menjadi kunci utama dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah. Terutama penguatan tata kelola data DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional), serta pengentasan angka kemiskinan dan pengangguran,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Dikatakan, program Desa Cantik merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa melalui pemanfaatan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Di era digital saat ini, data bukan lagi hanya sekadar angka. Tetapi menjadi landasan utama dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan,” ucap Wabup Alif.

Ia menambahkan, program Desa Cantik berperan menghadapi tantangan pengelolaan dan integrasi data yang belum optimal. Selain itu, harus selaras dengan salah satu intervensi arah kebijakan pemerintah, melalui penguatan tata kelola dan pendampingan desa adaptif dalam upaya pencapaian sasaran prioritas nasional.

“Dengan data yang baik, kita tidak hanya menyusun program yang tepat sasaran. Tetapi juga mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.

Di tempat sama, Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini sudah dilakukan mulai tahun 2022. Selain itu, Kabupaten Gresik pernah meraih Desa Cantik Award 7 terbaik secara nasional yaitu Desa Gumeng. Sedangkan Desa Leran masuk 4 besar nasional pada tahun 2025.

“Untuk tahun ini kami memilih 3 desa, yakni Desa Manyarsidorukun, Desa Manyarejo, dan Desa Manyarsidomukti. Sesuai ketentuan BPS RI kami harus menangkap kebutuhan stakeholder. Maka kami wujudkan melalui kolaborasi, baik bersama perguruan tinggi, kawasan industri JIIPE, maupun instansi pemerintah,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Indri, membangun sinergi lintas sektor juga diperlukan untuk memperkuat ekosistem data dan mengintegrasikan program Desa Cantik dengan inovasi teknologi atau sistem informasi yang ada di daerah untuk mempercepat digitalisasi data.

“Kami ingin selalu bisa hadir di pemerintah daerah. Salah satu peran BPS sebagai tindak lanjut dalam rangka pembinaan akan kami lakukan secara intens bersama-sama UMG maupun Dinas Tenaga Kerja. Baik mengenai cara pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data statistik yang akurat,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tiga Desa di Ring Satu Kawasan JIIPE Manyar, Gresik Dicanangkan jadi Desa Cantik Selengkapnya

Terduga Terlapor SK PNS dan PPPK Palsu Terciduk Pol PP Gresik Ngopi di Jam Kerja

GRESIK,1minute.id – Seorang ASN berinisial A.P terciduk sedang ngopi pada jam kerja oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Gresik pada Selasa, 14 April 2026. Tertangkapnya AP pun menjadi perbincangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. 

Pasalnya, Aparatur Negeri Sipil (ASN) bertugas di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik ini dikaitkan dengan dugaan satu dari dua orang terlibat SK pengangkatan PNS dan PPPK Pemkab Gresik palsu kepada Polres Gresik. Pelapornya adalah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo. 

Sumber 1minute.id menyebutkan terlapor AP telah dimintai keteranga sebagai saksi di Kepolisian Resor Gresik (Polres) Gresik dan Inspektorat Gresik. “Iya, ia sudah dimintai keterangan di Polres dan Inspektorat Gresik,” kata sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan pada Rabu, 15 April 2026. 

Saat dimintai keterangan dua institusi itu, ia melanjutkan, terlapor A.P mengakui ikut “mempromosikan” rekrutmen ASN tanpa tes kepada sejumlah orang, termasuk kepada keluarganya. Ada tiga kerabat AP yang ikut dalam “program” yang diduga kuat diotaki oleh terduga pelaku berinisial A (terlapor lainnya) yang pecatan PNS Pemkab Gresik itu. 

“Dalam kasus ini, AP itu juga korban. Anak dan dua keponakannya juga jadi korban SK palsu,” ujarnya.  Keterangan AP ini, katanya, telah disampaikan kepada penyidik kepolisian maupun penyidik PPNS Inspektorat Gresik. Mengapa AP juga “termakan” janji palsu koleganya berinisial A itu? “Versi AP, karena pria berinisial A ngaku punya ordal (orang dalam),” katanya. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hassan dikonfirmasi membenarkan bila A.P adalah staf di PMD Gresik. Saat ini, Ia pun masuk kerja seperti biasanya. “Ia masih aktif dan td pagi pun masih ketemu, komunitas desa menjadi tugas sehari-hari kami dg AP, ya mungkin itu yg menjadikan kepala desa akrab dg AP,” ujar Abu Hassan melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 15 April 2026.

Sebagai atasan langsung, Abu Hassan mengaku telah melakukan introgasi kepada A.P. Dalam interogasi itu, AP menceritakan terus terang termasuk terpedaya percaya kepada terlapor berinisial A bisa meloloskan adik dan dua keponakannya. 

“Saya selaku pimpinannya juga melakukan upaya pembinaan serta merespon terkait kemudahan akses ketika Itwilkab (Inspektorat) dan Polres utk menghadirkan dia,” tegasnya. 

Terbongkar SK PNS dan PPPK palsu pada Senin, 6 April 2026. Seorang perempuan berinisial ME memakai seragam pakaian dinas harian (PDH) berwarna keki mendatangi Kantor Prokopim Setda Gresik. Perempuan 26 tahun itu, datang membawa SK pengangkatan PNS dengan golongan III dan membawa Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT). Kedua surat itu, foto kopian dengan legalisir tanda tangan basah dan stempel.

Kabag Prokopim Setda Gresik Imam Basuki dan sejumlah anak buahnya melakukan verifikasi SK dan SPMT. Ada sejumlah kejanggalan, antara lain, format SK PNS dan SMPT tertanggal 23 Februari 2024. Korban ME mengaku baru menerima pada Kamis, 2 April 2026. Konon, SK pengangkatan palsu itu diserahkan oleh terduga pelaku di depan Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik yang tidak ada kamera pengintai, CCTV.

BKPSDM Gresik menerima sembilan korban SK PNS dan PPPK palsu itu dengan penempatan, antara lain, Kantor Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Kantor Organisasi dan Tata Laksana (Orta), Kantor Bagian Umum hingga Dinas Sosial. Di BKPSDM juga mereka “menyanyi” telah menyetorkan sejumlah uang muka kepada oknum pelaku.

Nominal bervariasi antara Rp 70 juta hingga Rp 150 juta, dengan iming-iming dapat diloloskan menjadi ASN tanpa melalui prosedur resmi. BKPSDM Gresik melaporkan dugaan penipuan ASN dan PPPK palsu ini ke Polres Gresik pada Jumat, 10 April 2026. Ada dua orang terduga yang dilaporkan. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Terduga Terlapor SK PNS dan PPPK Palsu Terciduk Pol PP Gresik Ngopi di Jam Kerja Selengkapnya

17 Tahun Uswatun Khasanah,Ibu Single Parent 3 Anak asal Bawean Nabung di Galon Air Mineral Akhirnya bisa Haji 

GRESIK,1minute.id –  Uswatun Khasanah berulangkali mengucapkan rasa syukur. Keinginan puluhan tahun perempuan single parent berusia 51 tahun untuk ibadah haji akhirnya terkabul. Ibu tiga anak asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik ini menjadi jemaah calon haji (JCH) 2026 tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 36. 

Ia bergabung dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Babussalam Gresik. Menjadi tamu Allah SWT seringkali lahir dari ketulusan niat, kesabaran menabung puluhan tahun, dan keajaiban rezeki bagi mereka yang memiliki tekad kuat. 

Seperti yang dilakukan Uswatun Khasanah. Ibu single parent ini berjuang ekstrakeras untuk menghidupi tiga anaknya dengan membuka toko klontong. Berjualan jajanan khas Bawean serta makanan kecil lainnya untuk menyambung hidup. “Saya daftar haji 2012. Waktu itu, ya anak-anak masih kecil,” kata Uswatun ketika dihubungi 1minute.id pada Rabu, 14 April 2026.

Tekad yang kuat, ketulusan niat, kesabaran menabung puluhan tahun. Ia menyisihkan hasil jualan antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu setiap hari. Uang recehan itu dimasukkan dalam galon air mineral. Selama hampir 17 tahun. “Kalau jualan ramai ya saya tabung. Kadang sepi ya tidak nabung,” ujarnya. 

Uswatun menaruh uang recehan itu ke dalam galon air mineral tujuan mudah untuk di tukar dengan uang kertas. “Kadang saya tukar untuk uang kembalian orang yang beli jajan,” katanya. Uang tabungan itu, kemudian digunakan untuk mendaftar haji hingga lunas. Bahkan masih ada sisa lebih. “Ini uang sisanya,” katanya sambil menunjukkan uang logam di dalam galon air mineral. “Mohon doanya ya. Semoga lancar,” ujarnya.

Kegigihan dan ketekunan ibu single dengan tiga anak layak dijadikan teladan. Setelah 17 tahun menabung akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

Koordinator Perwakilan Pengurus Babussalam Bawean H. Subaidi,  pengusaha dan pemilik Hotel Miranda menerangkan bahwa jemaah asal Bawean akan berlayar ke Gresik dengan kapal cepat, Express Bahari pada 27 April 2026. “Nanti seremonial upacara keberangkatan di depan Hotel Miranda Bawean,” ujar Mohammad Salim, Plt Ketua KBIHU Babussalam Gresik menirukan ucapan Subaidi.

“Ada 30 orang jemaah asal Bawean tahun ini semua bergabung dengan KBIHU Babussalam Gresik,” imbuh Salim yang juga Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik ini. “Merasa bersyukur tahun 2026 ini seluruh jemaah sehat semoga diberikan kemudahan kelancaran dalam menjalankan seluruh ibadah haji. Berangkat pulang sehat lengkap kompak dan menjadi haji mabrur,” imbuhnya. 

Sementara itu, data Kementerian Agama (Kemenag) Gresik per Februari 2026, jumlah calon jemaah haji (CJH) Gresik berjumlah 2.671 orang. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

17 Tahun Uswatun Khasanah,Ibu Single Parent 3 Anak asal Bawean Nabung di Galon Air Mineral Akhirnya bisa Haji  Selengkapnya

Pol PP Gresik Razia “Sayang” Pegawai, Jaring 16 PNS dan Desa Ngopi di Jam Kerja

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Gresik menggelar operasi “sayang” aparatur negeri sipil (ASN) pada Selasa, 14 April 2026. Razia penegakan disiplin pegawai ini dilakukan di sejumlah warung kopi dilakukan mulai pukul 09.30 WIB alias jam kerja.

Ada sejumlah tempat nongkrong yang disisir oleh aparat penegak peraturan daerah itu. Antara lain, Warkop Baznas Gresik di Kompleks Kantor Bupati Gresik;  Food Court sisi Timur Pemda, Icon Mall dan Gress Mall. 

Dalam razia yang dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga ini berhasil menciduk 16 pegawai. Mereka berasal dari sejumlah organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga pemerintahan desa. 

Menurut Kasat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga, sidak penegakan disiplin pegawai yang berada diluar kantor pada saat jam kerja untuk meningkatkan kedisiplinan ASN Pemkab Gresik. “Diharapkan dengan kegiatan sidak penegakan disiplin pegawai yang dilakukan dapat meningkatkan tingkat kedisiplinan ASN Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik,” kata Sinaga. Puluhan ASN yang terjaring operasi ini dilakukan pendataan untuk kemudian dilakukan pembinaan. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Pol PP Gresik Razia “Sayang” Pegawai, Jaring 16 PNS dan Desa Ngopi di Jam Kerja Selengkapnya

Tok !!! Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: 2026 Tidak Ada Rekrutmen CPNS

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menegaskan tidak ada pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2026. Kepastian ini disampaikan untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat sekaligus mencegah maraknya hoaks terkait surat keputusan (SK) palsu serta penipuan berkedok rekrutmen PNS dan PPPK berbayar.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menegaskan kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Gresik. “Kami ingin masyarakat tidak bingung dan tidak menjadi korban. Tahun 2026 tidak ada rekrutmen CPNS di Pemkab Gresik. Informasi resmi hanya akan disampaikan melalui kanal pemerintah,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 14 April 2026.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo, menambahkan pihaknya segera menerbitkan surat edaran sebagai bentuk penegasan kepada masyarakat. 

“Kami akan segera menerbitkan surat edaran untuk menegaskan bahwa pada 2026 tidak ada penerimaan CPNS di lingkungan Pemkab Gresik. Jika ada pihak yang menawarkan bantuan masuk CPNS, apalagi dengan meminta sejumlah uang, dipastikan itu tidak benar. Kami meminta masyarakat tidak mudah percaya,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati serta melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BKPSDM.

“Jika menemukan informasi mencurigakan atau ada pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan menjadi CPNS dengan cara berbayar, segera laporkan melalui Call Center 112, pesan langsung Instagram @bkpsdmgresikkab, atau WhatsApp resmi BKPSDM Gresik di 0812-3219-5181. Kami siap menindaklanjuti,” tambah mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu PintuPerizinan (DPMPTSP) Gresik itu.

Agung juga menegaskan bahwa BKPSDM membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan maupun menemukan modus serupa. “Kami membuka kanal pengaduan seluas-luasnya. Jika ada warga yang merasa tertipu atau menemukan modus serupa, segera laporkan ke BKPSDM agar dapat kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Pemkab Gresik berharap masyarakat lebih waspada dan saling mengingatkan agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban penipuan dengan modus rekrutmen aparatur sipil negara (ASN). 

Heboh munculnya SK PNS dan PPPK palsu terbongkar pada Senin, 6 April 2026. Seorang perempuan berinisial ME memakai seragam pakaian dinas harian (PDH) berwarna keki mendatangi Kantor Prokopim Setda Gresik. Perempuan 26 tahun itu, datang membawa SK pengangkatan PNS dengan golongan III dan membawa Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT). Kedua surat itu, foto kopian dengan legalisir tanda tangan basah dan stempel.

Kabag Prokopim Setda Gresik Imam Basuki dan sejumlah anak buahnya melakukan verifikasi SK dan SPMT. Ada sejumlah kejanggalan, antara lain, format SK PNS dan SMPT tertanggal 23 Februari 2024. Korban ME mengaku baru menerima pada Kamis, 2 April 2026. Konon, SK pengangkatan itu diserahkan oleh terduga pelaku di depan Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik. 

Pemkab Gresik melalui inspektorat melakukan pendalaman. Sebab, lantai IV itu tidak dilengkapi kamera pengintai, CCTV.  BKPSDM Gresik menerima sembilan korban SK PNS dan PPPK palsu itu dengan penempatan, antara lain, Kantor Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Kantor Organisasi dan Tata Laksana (Orta), Kantor Bagian Umum hingga Dinas Sosial. 

Di BKPSDM juga mereka “menyanyi” telah menyetorkan sejumlah uang kepada oknum pelaku. Nominal bervariasi antara Rp 70 juta hingga Rp 150 juta, dengan iming-iming dapat diloloskan menjadi ASN tanpa melalui prosedur resmi. Uang puluhan hingga ratusan juta konon hanya uang muka. 

BKPSDM Gresik melaporkan dugaan penipuan  ASN dan PPPK palsu ini ke Polres Gresik pada Jumat, 10 April 2026. Ada dua orang terduga yang dilaporkan. Mereka ada pecatan ASN. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tok !!! Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: 2026 Tidak Ada Rekrutmen CPNS Selengkapnya

Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah hingga Desa, Berfokus Mendesak dan Berdampak bagi Masyarakat 

GRESIK1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik memperketat verifikasi hibah daerah hingga tingkat desa untuk menutup celah salah sasaran dalam penyaluran bantuan. Pembenahan ini dilakukan menyusul evaluasi tata kelola anggaran, sekaligus memastikan setiap hibah benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa hibah tidak boleh lagi sekadar menjadi formalitas penganggaran, tetapi harus tepat sasaran dan terukur manfaatnya. “Hibah harus menjawab kebutuhan riil masyarakat. Tidak boleh ada kesalahan, karena kalau sudah salah, tidak bisa diperbaiki di tengah jalan,” tegasnya saat membuka Sosialisasi Kebijakan Hibah Daerah Tahun Anggaran 2026 di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 14 April 2026.

Sosialisasi ini dihadiri antara lain, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir ini, Wabup Alif menjelaskan, penguatan verifikasi dimulai dari hulu perencanaan. Setiap usulan wajib melalui tahapan ketat, mulai dari Musrenbang desa dan kecamatan, forum perangkat daerah, hingga penginputan dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang kini berjalan dengan jadwal dan peran yang terstruktur.

Menurutnya, sistem tersebut sekaligus menutup ruang perubahan usulan di luar mekanisme, sebagaimana menjadi catatan dalam evaluasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada akhir 2025. Tak hanya administratif, seluruh usulan juga harus lolos penyelarasan dengan arah pembangunan daerah melalui Nawakarsa serta visi dan misi kepala daerah 2025–2030.

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Gresik juga melakukan penyaringan ketat terhadap prioritas pembangunan. Usulan yang dinilai tidak mendesak atau minim dampak mulai dieliminasi. “Kita harus berani memilih. Dengan anggaran yang terbatas, kita fokus pada yang paling mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Penajaman tersebut, lanjut Wabup Alif, salah satunya terlihat pada sektor jalan lingkungan. Pemerintah mulai mengesampingkan pekerjaan dengan tingkat kerusakan rendah maupun yang tidak berdampak langsung terhadap aktivitas warga.

Meski demikian, komitmen jangka menengah tetap dijaga. Pemkab Gresik menargetkan penyelesaian bertahap jalan poros desa dan jalan lingkungan melalui program betonisasi. “Kami ingin ke depan akses jalan di Kabupaten Gresik semakin baik dan merata. Ini target bertahap yang terus kami kejar,” imbuhnya.

Sementara itu, laporan kegiatan disampaikan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik Suprapto, yang menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi hingga level pelaksana di lapangan.

Sebanyak 16 Kasi Kesra kecamatan dan 330 Kasi Kesra desa terlibat dalam kegiatan ini, sekaligus menjadi garda terdepan dalam memastikan proses verifikasi dan pengelolaan hibah berjalan sesuai ketentuan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah hingga Desa, Berfokus Mendesak dan Berdampak bagi Masyarakat  Selengkapnya

Konon Korban Ngaku Terima SK Pengangkatan PNS dan PPPK Palsu di Lantai IV Ruang Mandala Bhakti Praja yang Tanpa CCTV

GRESIK,1minute.id –  Laporan dugaan pemalsuan SK PNS dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memasuki hari ketiga pada Senin, 13 April 2026. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik masih harus bekerja ekstrakeras untuk mengungkap dan menangkap dua orang terduga pelaku penipuan yang menghebohkan Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Pemkab Gresik mulai berbenah untuk memperkuat keamanan kantor Bupati Gresik berada di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu. 

Diantaranya, mengaktifkan kamera pengintai alias closed circuit television (CCTV). Pasalnya, kemera pengintai yang terpasang di sejumlah sudut dalam gedung berlantai IV lama tidak aktif. Seorang pegawai mengungkapkan lebih dari setahun kamera CCTV mati. “Wis suwe mati,” ujar seorang pegawai yang enggan disebutkan identitasnya itu pada Senin, 13 April 2026.

Usulan mengaktifkan kembali kamera pengintai di dalam kantor Bupati Gresik ini sempat mencuat saat rapat one week. Rapat para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian, dan Kepala Badan bersama kepala daerah yang dilaksanakan setiap Senin. Pemkab Gresik tidak mau kecolongan untuk kali kedua. 

Untuk diketahui sembilan orang korban dugaan penipuan rekrutmen ASN, konon menerima SK pengangkatan PNS dan PPPK dilakukan di depan Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik. Ruang Mandala Bhakti Praja adalah ruang pertemuan biasa digunakan acara seremonial yang bisa menampung lebih dari 300-an undangan. “Di lantai IV ini tidak ada kamera CCTV,” ujar pegawai lainnya. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Gresik Agustin Halomoan Sinaga ketika konfirmasi membenarkan rencana pemasangan dan pergaktifan kamera CCTV di Kantor Bupati Gresik. “Sudah kami usulkan. Semoga segera teralisasi,” kata Sinaga pada Senin, 13 April 2026. Ia mengatakan, pengamanan kantor Bupati Gresik dilakukan selama 24 jam nonstop. Untuk pengamanan pagi hingga sore, kata Sinaga, pihaknya menempatkan 10 hingga 12 personil. 

“Empat anggota berada di dalam gedung. Enam bahkan delapan personel mengamankan bagian luar,” terangnya. Terpisah, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Gresik Khoirul Anwar mengatakan, membenarkan rencana pergaktifan kamera CCTV di Kantor Bupati. “Segera akan kami lakukan maintenance,” ujarnya di konfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Senin, 13 April 2026.

Khoirul tidak merinci berapa titik kamera CCTV yang akan dilakukan perbaikan dan berapa titik pemasangan baru. Terkait pemasangan kamera CCTV baru, seperti di lantai IV dan Ruang Mandala Bhakti akan mempelajari dulu alokasi anggaran. “Maaf, Saya ini sedang rapat di BKD (kini BKPSDM) sehingga tidak hafal,” ujarnya. 

Dugaan penipuan rekrutmen ASN ini terbongkar setelah seorang perempuan berinisial ME mendatangi Kantor Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Gresik pada Senin, 6 April 2026.

Perempuan kelahiran 2000 atau 26 tahun ini memakai seragam, Pakaian Dinas Harian (PDH) berwarna keki itu membawa SK pengangkatan PNS dengan golongan III dan membawa Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT). Kedua surat itu, foto kopian dengan legalisir tanda tangan basah dan stempel.

Kabag Prokopim Setda Gresik Imam Basuki dan sejumlah anak buahnya melakukan verifikasi SK dan SPMT. Ada sejumlah kejanggalan, antara lain, format SK PNS dan SMPT tertanggal 23 Februari 2024. Korban ME mengaku baru menerima awal pada Jumat, 3 April 2026 kemudian ralat pada Kamis, 2 April 2026.

Ketika ditanya jabatan fungsional umum (JFU) sebelumnya, perempuan berhijab itu gelagapan. Sejumlah kecurigaan itu, akhirnya Kabag Prokopim Setda Gresik Imbas meminta staf mengantar ME ke BKPSDM. Ternyata, di bagian ruang tunggu sudah ada ME..ME..lainnya. Mereka ada yang sempat mengikuti upacara Senin pagi, ada juga yang diantar orang tuanya. 

Di kantor BKPSDM Gresik, sembilan korban dilakukan pendataan. Mereka mendapatkan SK PNS dan PPPK dengan penempatan, antara lain, Kantor Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Kantor Organisasi dan Tata Laksana (Orta), Kantor Bagian Umum hingga Dinas Sosial. 

Di BKPSDM juga mereka “menyanyi” telah menyetorkan sejumlah uang kepada oknum pelaku. Nominal bervariasi antara Rp 70 juta hingga Rp 150 juta, dengan iming-iming dapat diloloskan menjadi ASN tanpa melalui prosedur resmi. Uang puluhan hingga ratusan juta konon hanya uang muka. 

Pada Jumat, 10 April 2026 Kepala BKPSDM Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo melaporkan dugaan pemalsuan SK dan SPMT ke Polres Gresik. “Yang kami laporkan dari sisi pemalsuan dokumennya. Para korban yang melapor ke kami ada sembilan orang, namun yang memiliki dokumen palsu sebanyak enam orang,” ujarnya kepada wartawan pada Jumat, 10 April 2026. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Konon Korban Ngaku Terima SK Pengangkatan PNS dan PPPK Palsu di Lantai IV Ruang Mandala Bhakti Praja yang Tanpa CCTV Selengkapnya

Chandra Ari & Serry Satya Terpilih Duta Genre Gresik 2026, Wabup Gresik : Pemkab Dorong Terwujudnya Generasi Muda Berkualitas 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, wabil khusus generasi muda. Salah satunya, Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Gresik Tahun 2026.

Grand final Apresiasi Duta Genre Gresik dihelat di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif pada Minggu malam, 12 April 2026 menetapkan pasangan Serry Satya dan Chandra Ari berhasil meraih Juara I. Juara II diraih oleh Shesa Nayla dan Raditya Moreno, serta Juara III diraih oleh Fahri Zaidan dan Syirilla syila. 

Sedangkan, Juara Favorit diberikan kepada Alexandria Azzahra dan Billy Ardo, Juara Advokasi diraih oleh Adi Bachtiar dan Siti Aisyah, serta Juara Berbakat diraih oleh Vito Dwi dan Inggrit Sally. Kegiatan strategis pemerintah daerah dalam membentuk remaja yang sehat, berkarakter, serta memiliki daya saing di tengah dinamika perkembangan zaman.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya difokuskan pada aspek infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia sebagai fondasi utama kemajuan daerah.

“Generasi muda merupakan investasi strategis bagi masa depan daerah. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan menjadi generasi yang berkualitas, berdaya saing, serta mampu menjaga diri dari berbagai perilaku berisiko,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Kabupaten Gresik masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pembangunan generasi muda, antara lain tingginya risiko perkawinan usia dini, pergaulan berisiko, dampak negatif perkembangan digital, serta isu kesehatan mental remaja.

Berdasarkan data, angka dispensasi pernikahan di Kabupaten Gresik menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir, yakni dari 211 kasus pada 2023, menjadi 193 kasus pada 2024, dan kembali menurun menjadi 176 kasus pada 2025. Penurunan tersebut didukung oleh kebijakan Peraturan Bupati Gresik Nomor 23 Tahun 2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak.

Namun demikian, kasus perlindungan anak pada tahun 2025 masih tercatat sebanyak 638 kasus, dengan 321 kasus melibatkan anak. Sementara itu, prevalensi stunting pada tahun 2024 berada pada angka 15,2 persen, menurun dari 15,4 persen pada tahun sebelumnya.

Dalam rangka menjawab berbagai tantangan tersebut, Pemkab Gresik terus memperkuat sinergi lintas sektor melalui program-program pembinaan remaja, di antaranya edukasi kesehatan reproduksi, pengembangan sekolah ramah anak, serta penguatan peran keluarga melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR).

Ketua TP PKK Kabupaten Gresik sekaligus Bunda Genre Nurul Haromaini Ali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya peran remaja dalam menyikapi arus informasi di era digital secara bijak. “Duta Genre diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan generasi muda, serta menjadi motivator bagi teman sebayanya,” tutur Ning Nurul, sapaan akrab, Nurul Haromaini Ali.

Sementara itu, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik dr. Titik Ernawati, menambahkan bahwa Duta Genre merupakan bagian dari implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

“Duta Genre berperan sebagai edukator, konselor, dan influencer dalam menyosialisasikan program kepada masyarakat, khususnya remaja,” jelasnya. Program Genre sendiri berfokus pada Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), meliputi pencegahan perkawinan usia dini, pergaulan berisiko, serta penyalahgunaan narkoba.

Grand Final Pemilihan Duta Genre 2026 diikuti 20 pasangan yang telah melalui proses seleksi ketat dari total 109 pendaftar. Dewan juri pada ajang ini terdiri dari Haidar Iskandar, drg. Hilmy Irsyadi Hanif, dan Asti Candrasasi yang merupakan psikolog dari Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik.

Juri memutuskan pasangan Serry Satya dan Chandra Ari berhasil meraih Juara I. Juara II diraih oleh Shesa Nayla dan Raditya Moreno, serta Juara III diraih oleh Fahri Zaidan dan Syirilla syila. Sedangkan penghargaan Juara Favorit diberikan kepada Alexandria Azzahra dan Billy Ardo, Juara Advokasi diraih oleh Adi Bachtiar dan Siti Aisyah, serta Juara Berbakat diraih oleh Vito Dwi dan Inggrit Sally.

Pemerintah berharap para finalis mampu menjadi agen perubahan (agent of change) dan teladan bagi generasi muda di Kabupaten Gresik. Dan, mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, sehat, dan berkarakter dalam rangka mewujudkan visi pembangunan daerah serta menyongsong Indonesia Emas. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Chandra Ari & Serry Satya Terpilih Duta Genre Gresik 2026, Wabup Gresik : Pemkab Dorong Terwujudnya Generasi Muda Berkualitas  Selengkapnya

Melongok “Galeri” Lukis di Ruang Tamu Achmad Feri, Pelukis Gresik 

GRESIK,1minute.id – Ruang tamu di Kompleks Perumahan Alam Bukit Blok E.7 nomor 2 , Desa Suci Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik bagai sebuah galeri lukis. Ada puluhan lukisan terpajang di ruang tamu berukuran 5 meter x 6,5 meter itu. Ukurannya bervariasi. 

Ada lukisan abstrak yang berukuran separuh triplek. Ada juga goresan tangan yang seukuran korek api. Saking kecilnya lukisan itu, penikmat lukisan harus menggunakan kaca pembesar alias srikonto atawa suryakanta atau lup. 

Wartawan 1minute.id menyempatkan memoloti lukisan bertema Damarkurung berukuran 8×10 mm itu. Untuk melukis karya itu, Feri membutuhkan waktu “hanya” tiga hari.

“Ini hanya sebagai kecil saja. Karena ruang tidak muat,” kata pelukis Achmad Feri ketika wartawan 1minute.id bertandang ke rumahnya beberapa waktu lalu. Achmad Feri, sarjana Jurusan Seni Rupa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Surabaya, kini Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 1996. 

Bapak dua anak berusia 44 tahun ini mengaku mulai senang melukis sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Trate Putra. “Waktu itu, Saya melukis Superman. Tapi, guru saya tidak percaya karena dianggap terlalu apik,” kenang Feri sambil tersenyum. Feri lulus sekolah dasar pada 1986. 

Akan tetapi, Feri tidak mutung. Ia bahkan semakin aktif melukis. “SD melukis bahkan jual hasil karya. Triplek Saya gambar Mickey Mouse saat Pasar Bandeng,” katanya. Lulus SD, Feri melanjutkan ke SMP NU 1 Gresik, kemudian SMA Negeri 2 Gresik, kini, SMA Negeri 1 Manyar atau Smanema.

Sejak di sekolah dasar itu, Feri terus mengasah keahlian corat-coret di atas kertas maupun kanvas. Ia pun kerap mengikuti berbagai perlombaan dan pameran tingkat lokal (Kabupaten), Provinsi hingga nasional. Aliran lukisan pun tidak saklek. 

Aliran lukis anggotaGaleri Seni Rupa Gresik (Gasruk) ini bisa absatrak-ekspresionis maupun Realis. Termasuk kalikatur dan kaligrafi. Keahlian Feri semakin terasa saat kuliah di jurusan Seni Rupa IKIP Surabaya, kini Unesa. Pada 2019, Feri menggelar pameran tunggal di Iconmall Gresik. “Pameran tunggal ini paling terkesan. Saya memamerkan 24 karya,” kata Feri. 

Pada Mei 2025, Feri bersama puluhan pelukis Gresik yang tergabung dalam Sanggar Lentera menggelar pameran di Lobi Gedung DPRD Gresik. 

Art Exhebition 2025 di Lobi Gedung DPRD Gresik. Pameran diinisiasi oleh Sanggar Lentera Gresik yang dibuka okeh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir ini memamerkan 50 karya berlangsung mulai 14-16 Mei 2025. Di event Art Exhebition itu, Feri memamerkan dua karya abstraks yakni “5 Waktu dan Naluri”. 

Naluri, lukisan berukuran 120 x 155 centimeter ini dipajang di teras depan bersebelahan dengan Dzikir. “Naluri tidak hanya dimiliki manusia. Hewan pun memiliki Naluri,” kata Feri ketika ditemui pada Rabu malam, 14 Mei 2025. Ia menceritakan, ada induk burung memberikan makan anaknya. Sementara ada anak burung kelaparan karena ditinggal induknya, burung lainnya tergerak untuk memberikan makan anak burung. “Begitu lah kehidupan. Coba sampeyan lihat agak jauh. Akan terlihat burungnya,” katanya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Melongok “Galeri” Lukis di Ruang Tamu Achmad Feri, Pelukis Gresik  Selengkapnya

Mobil Pengangkut Sampah Warga Wadeng, Sidayu Terbakar

GRESIK,1minute.id  – Mobil pikap pengangkut sampah warga Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik terbakar pada Sabtu, 11 April 2026. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran yang terjadi di perbatasan Jalan Desa Wadeng dan Lasem itu. Masyarakat desa setempat kini khawatir pengagkutan sampah rumah tidak bisa ajek setiap hari.

Mobil pikap pengangkut sampah milik pemerintahan desa (Pemdes) Wadeng ini setiap hari beroperasi untuk mengangkut sampah rumah tangga. Mobil ini beroperasi sejak pagi. Sekitar pukul 09.30 WIB, mobil pikap yang bagian bak telah  dimodifikasi nyaris penuh.

Asap menyembul dari bagian pengemudi. Asap putih berubah menjadi bara api. Munir, warga setempat yang melihat Mobil pengangkut sampah terbakar bergegas lari ke pos Damkar Kecamatan Dukun. Tiga personel jaga, yakni Lutfil, Heri dan Rudi bergegas menuju tempat kejadian kebakaran (TKK). 

“Dugaan awal, ada sampah yang masuk ke bagian mesin dan menimbulkan api,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Sabtu, 11 April 2026. “Tidak ada korban jiwa, korban meteriil berkisar Rp 100 jutaan,” tambah Suyono. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Mobil Pengangkut Sampah Warga Wadeng, Sidayu Terbakar Selengkapnya