Gandeng Wartawan, Cargill Indonesia Gelar Diskusi Industri Hijau dan Tanam Pohon di Prigen

PASURUAN1minute.id – Cargill Indonesia menggelar Media Gathering sekaligus aksi penanaman pohon bersama puluhan wartawan lintas daerah di area konservasi Kafe Hutan Cempaka, Prigen, Kabupaten Pasuruan pada Rabu, 23 September 2026. 

Kegiatan bertajuk “Jurnalisme Ramah Industri Hijau” ini diikuti jurnalis dari Gresik, Surabaya, dan Pasuruan. Agenda ini bertujuan memperkuat literasi publik tentang isu industri dan lingkungan.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan penyerapan emisi karbon. Aksi dilakukan bersama perwakilan Cargill Plant Gresik dan Pandaan, PWI Jawa Timur, PWI Gresik, Komunitas Wartawan Grisse  (KWGe), dan AW Media.

Sesi dialog menghadirkan tiga narasumber: Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Gresik M. Jauzi yang mewakili Kadis DLH Sri Subaidah, serta perwakilan Cargill Indonesia Adi Suprayitno.

Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, menegaskan media memiliki peran strategis menjembatani informasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat.

“Pemberitaan isu lingkungan dan industri harus akurat, berimbang, dan konstruktif agar publik mendapat informasi yang utuh dan terpercaya,” ujar Lutfil.

Ia mengingatkan pentingnya verifikasi dan data lapangan agar tidak terjebak narasi bias dan sensasional.

Sementara itu, M. Jauzi memaparkan tantangan pengelolaan lingkungan di kawasan industri Gresik. Menurutnya, pertumbuhan industri harus selaras dengan efisiensi sumber daya dan kepatuhan regulasi.

“Media berperan penting meningkatkan kesadaran lingkungan. Informasi berbasis data membantu masyarakat memahami bagaimana industri mengelola lingkungannya,” kata Jauzi.

Dari sisi industri, Adi Suprayitno menjelaskan praktik keberlanjutan yang dijalankan Cargill, mulai dari efisiensi energi hingga pengelolaan limbah terpadu.

“Keberlanjutan adalah bagian penting dari perjalanan Cargill. Kami menjalankan operasional dengan memperhatikan efisiensi sumber daya, pengelolaan lingkungan, dan tanggung jawab sosial,” ujar Adi.

Melalui kegiatan ini, Cargill berharap sinergi dengan insan pers dapat terus terjalin secara transparan untuk mendukung pembangunan industri berwawasan lingkungan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Gandeng Wartawan, Cargill Indonesia Gelar Diskusi Industri Hijau dan Tanam Pohon di Prigen Selengkapnya

Gresik Jadi Lokus VKN PKN II, Bahas Kolaborasi Perlindungan Data Pribadi

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik menjadi lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIX Tahun 2026 Pusdikmin Lemdiklat Polri, Rabu, 23 September 2026.

Sebanyak 15 peserta VKN mengangkat tema “Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mewujudkan Perlindungan Keamanan Data Pribadi”.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, mengatakan tema tersebut sangat relevan dengan tantangan transformasi digital saat ini.

“Perlindungan data pribadi membutuhkan keterpaduan antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Sekda Washil saat menerima rombongan di Kantor Bupati Gresik.

Washil menjelaskan, Pemkab Gresik telah mengembangkan Integrated Operating Platform (IOP) sebagai data warehouse untuk integrasi data lintas perangkat daerah. Meski terintegrasi, data pribadi tetap dilindungi dengan akses terbatas sesuai kewenangan dan regulasi.

Penguatan tata kelola itu diperkuat dengan penerapan standar keamanan informasi ISO 27001. “Salah satu contohnya di Disdukcapil. Setelah ada putusan cerai dari Pengadilan Agama, pembaruan KTP dan Kartu Keluarga bisa langsung dilakukan,” jelasnya.

Selain itu, Disdukcapil juga gencar melakukan jemput bola hingga ke Pulau Bawean untuk memastikan data kependudukan akurat, termasuk data Pekerja Migran Indonesia.

Sementara di sektor investasi, DPMPTSP telah menerapkan Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA). Integrasi data perizinan, site plan, hingga block plan bisa dimanfaatkan lintas OPD untuk mendukung pembangunan daerah.

“Data tidak berhenti di satu OPD saja, tapi bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan kewenangan,” imbuhnya.

Ketua Rombongan VKN PKN II Angkatan XXIX, Rachmat, mengatakan Gresik dipilih karena inovasi layanan digitalnya, khususnya di Disdukcapil dan DPMPTSP.

Menurutnya, digitalisasi tidak cukup hanya soal kecepatan layanan, tetapi harus dibarengi keamanan dan tata kelola data. “Disdukcapil Gresik punya praktik baik dalam digitalisasi layanan. Ini relevan untuk pembelajaran kami,” kata Rachmat.

Melalui visitasi ini, peserta diharapkan belajar tiga hal utama: kepemimpinan kolaboratif, kepemimpinan digital, dan kepemimpinan berintegritas dalam menjaga keseimbangan antara kemudahan layanan dan keamanan data pribadi. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Gresik Jadi Lokus VKN PKN II, Bahas Kolaborasi Perlindungan Data Pribadi Selengkapnya

271 Unit Manyar Riverside Diserahterimakan, Pembangunan Tahap 1 Dikebut

GRESIK,1minute.id –  PT Graha Keluarga Sejahtera, pengembang perumahan Manyar Riverside menyerahterimakan 271 unit kepada konsumen. Kini, perusahaan menargetkan menyelesaikan pembangunan Tahap 1. Tetap menjaga kualitas pembangunan dan pelayanan kepada konsumen.

Direktur Keluarga Sejahtera Grup, Wahyu Ali Azhar mengatakan capaian serah terima tersebut menjadi indikator progres pembangunan sekaligus bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan kepastian kepada konsumen.

“Sampai saat ini sudah 271 unit yang kami serahterimakan kepada konsumen. Ini merupakan progres yang terus kami dorong dan menjadi bagian dari komitmen kami untuk menyelesaikan pembangunan Tahap 1 sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Wahyu.

Menurutnya, target penyelesaian pembangunan tidak hanya diukur dari kecepatan pengerjaan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga kualitas setiap unit yang diserahkan kepada konsumen.

“Kami tentu ingin pembangunan selesai sesuai target. Namun, kecepatan harus berjalan beriringan dengan kualitas. Kami tidak ingin sekadar mengejar penyelesaian pembangunan, tetapi memastikan rumah yang diterima konsumen memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar yang kami tetapkan,” tegas Wahyu.

Bagi Keluarga Sejahtera Grup, pembangunan perumahan juga merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan jangka panjang dengan konsumen. Rumah tidak hanya dipandang sebagai produk properti, tetapi sebagai tempat masyarakat membangun kehidupan dan masa depan bersama keluarga.

“Bagi kami, membangun perumahan bukan hanya membangun bangunan. Kami juga membangun kepercayaan. Konsumen membeli rumah dengan harapan mendapatkan tempat tinggal yang layak, nyaman dan berkualitas bagi keluarganya. Itu yang menjadi tanggung jawab kami sebagai pengembang,” kata Wahyu.

Sejalan dengan proses pembangunan, perusahaan terus melakukan serah terima unit secara bertahap. Unit-unit yang telah memasuki tahapan penyelesaian akan melalui proses pemeriksaan sebelum diserahterimakan kepada konsumen. Wahyu mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan pengendalian kualitas.

“Setiap tahapan memiliki prosesnya masing-masing. Kami ingin progres pembangunan berjalan cepat, tetapi tetap prudent. Ada proses pembangunan, pemeriksaan, penyelesaian apabila terdapat catatan, kemudian serah terima kepada konsumen. Semua harus berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Wahyu, perkembangan Gresik sebagai salah satu kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur juga membuka peluang bagi sektor properti untuk terus berkembang. Pertumbuhan aktivitas industri dan ekonomi menciptakan kebutuhan terhadap hunian yang semakin beragam, baik bagi masyarakat lokal maupun pekerja yang beraktivitas di kawasan industri Gresik dan sekitarnya.

“Gresik berkembang sangat dinamis. Pertumbuhan industri dan ekonomi tentu menciptakan kebutuhan terhadap hunian. Kami ingin mengambil bagian dalam pertumbuhan tersebut dengan menghadirkan rumah yang berkualitas dan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat Gresik,” tutur Wahyu.

Ia menambahkan, Keluarga Sejahtera Grup ingin menjadikan pengembangan Manyar Riverside sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan kawasan Gresik. Penyediaan hunian yang berkualitas dinilai dapat berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi dan peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal.

“Komitmen kami adalah menghadirkan rumah-rumah yang berkualitas di Gresik. Kami ingin setiap konsumen yang menerima unit bukan hanya mendapatkan sebuah bangunan, tetapi mendapatkan rumah yang bisa menjadi tempat tumbuh dan membangun kehidupan bersama keluarganya,” tegasnya.

Dengan 271 unit yang telah diserahterimakan, perusahaan optimistis pembangunan Manyar Riverside dapat terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Target penyelesaian pembangunan Tahap 1 dalam satu tahun akan menjadi salah satu fokus utama perusahaan ke depan.

Wahyu menegaskan, capaian serah terima tersebut bukan menjadi titik akhir, melainkan bagian dari perjalanan perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada konsumen.

“271 unit yang sudah diserahterimakan bukanlah titik akhir. Ini bagian dari perjalanan kami untuk menyelesaikan pembangunan Tahap 1 dan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Kami akan terus menjaga komitmen tersebut,” pungkas Wahyu. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

271 Unit Manyar Riverside Diserahterimakan, Pembangunan Tahap 1 Dikebut Selengkapnya

Sehari, 2 Rumah Terbakar di Gresik, Penyababnya Diduga Obat Antinyamuk dan Korek Api

GRESIK,1minute.id – Dua rumah terbakar di Kabupaten Gresik pada Selasa, 22 September 2026. Penyebabnya, diduga human error. Musibah kebakaran kali pertama terjadi di rumah Sutini, warga Desa Sunggonlegowo, Kecamatan Bungah.

Kebakaran terjadi pada pukul 09.47 WIB. Penyebabnya, diduga berasal dari obat antinyamuk. Selang 2 jam kemudian, tepatnya pukul 12.29 WIB rumah Panji Gombloh Saputro di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo. Pemicunya, diduga berasal dari korek api. 

Untungnya, dua kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik mencatat duq kejadian ke-105 dan 109. Kebakaran ke-106 sampai 108 kebakaran alang-alang. 

Menurut keterangan Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik Suyono, pihaknya menerima laporan kebakaran di rumah Ny Sutini terjadi pukul 09.47 WIB. Pelapornya, Arif Rahman, perangkat Desa Sungonlegowo. 

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, pagi korban Sutini sedang tidur. Ia terbangun karena hawa panas dalam rumah. “Korban melihat api yang sudah membakar rumah bagian kamar belakang dan dapur,” kata Suyono pada Selasa, 22 September 2026.

Melihat amuk si jago merah, sebagaian warga membantu memadamkan. Sebagian lagi melaporkan call center 112. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kebakaran terjadi karena pemilik rumah lupa mematikan obat antinyamuk. “Tidak ada korban,” tegasnya. 

Kejadian kedua, di rumah milik Panji Gombloh Saputro di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo. Kejadian sekitar pukul 12.15 WIB. Pelapor yakni Ny Nindy, tetangga korban.  Siang itu melihat ada asap dari lantai 2 rumah yang dihuni oleh Ny Yani itu. 

“Kami menerima laporan pukul 12.29. Petugas kami tiba pukul 12.44. Api kami padamkam pukul 13.28,” terang Suyono. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kebakaran diduga berasal dari korek api. “Anak mainan korek api dan membakar kertas. Lalu merembet,” ungkap mantan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemkab Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sehari, 2 Rumah Terbakar di Gresik, Penyababnya Diduga Obat Antinyamuk dan Korek Api Selengkapnya

Tekan Emisi, SIG Pabrik Tuban Serap 400 Ton Sekam Padi Per Hari

TUBAN1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengoptimalkan biomassa sebagai bahan bakar alternatif di Pabrik Tuban, Jawa Timur. Langkah ini untuk menekan ketergantungan energi fosil sekaligus menurunkan emisi karbon.

Jenis biomassa yang digunakan beragam, mulai dari sekam padi, cocopeat, bonggol jagung, serbuk gergaji, hingga ampas tebu. Dari semuanya, sekam padi menjadi penyumbang terbesar.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan penggunaan biomassa sejalan dengan Sustainability Roadmap SIG 2030 menuju industri hijau dan target Net Zero Emission.

“Penggunaan biomassa membantu kami mendapatkan energi alternatif untuk keandalan operasi dan memperkuat inisiatif semen hijau yang rendah emisi. Di saat bersamaan, ini juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi petani dan penggilingan padi,” ujar Indrieffouny.

Di Pabrik Tuban, konsumsi sekam padi mencapai 400 ton per hari. Pasokan berasal dari petani dan 10 perusahaan penggilingan padi di Tuban, Lamongan, Bojonegoro, hingga Rembang.

Salah satu pemasoknya adalah PT Pionir Nusantara Sukses. Direktur Pionir Nusantara Sukses, Irsan Yanuardi, menyebut pihaknya memasok 2.500 hingga 3.000 ton sekam padi per bulan ke SIG Tuban. Sejak awal 2025, total pasokan sudah mencapai sekitar 20.000 ton.

Limbah itu dikumpulkan dari pengepul dan petani di Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro. “Pendapatan dari usaha ini rata-rata meningkat, meski sempat fluktuatif karena cuaca yang memengaruhi kualitas dan ketersediaan sekam,” kata Irsan.

Ia mengaku sejauh ini hanya memasok ke SIG Pabrik Tuban karena koordinasi yang baik, mulai dari penerimaan hingga pembayaran yang lancar. “Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut,” ujarnya. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Tekan Emisi, SIG Pabrik Tuban Serap 400 Ton Sekam Padi Per Hari Selengkapnya

Sulap Limbah Jadi Berkah, Petrokimia Gresik Kantongi Paten Inovasi Silika

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik berhasil mengubah produk samping menjadi solusi bernilai guna. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini mengembangkan silika sisa produksi sebagai bahan penyaring belerang cair di pabrik asam sulfat.

Inovasi tersebut telah mengantongi Sertifikat Paten Sederhana dari Kementerian Hukum RI. Sertifikat diserahkan Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, kepada SVP Operasi III Petrokimia Gresik, Bambang Ariwibowo, dalam acara What’s Up Campus Calls Out (WCCO) di Airlangga Convention Center Surabaya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan selama ini penyaringan belerang cair menggunakan diatomaceous earth dari pihak ketiga.

“Melalui inovasi ini, kami tidak hanya menemukan solusi atas produk samping silika, tetapi juga menghadirkan alternatif bahan penyaring yang mendukung efisiensi produksi,” ujar Daconi pada Senin, 21 September 2026. 

Silika sendiri merupakan produk samping dari produksi aluminium fluorida (AlF3). Tiap bulan, unit tersebut menghasilkan sekitar 990 ton silika padat yang membutuhkan pengelolaan dan tempat penyimpanan khusus.

Asam sulfat merupakan bahan baku pupuk yang dalam prosesnya butuh penyaringan belerang cair agar mutunya terjaga. Silika hasil riset Petrokimia Gresik kini mampu menggantikan fungsi tersebut.

Dari sisi ekonomi, inovasi ini diproyeksikan menghemat biaya hingga Rp259,6 juta per tahun dari pengurangan pembelian diatomaceous earth.

“Melalui inovasi ini, kami ingin membangun cara pandang bahwa produk samping tidak selalu menjadi beban. Dengan riset yang tepat, material itu bisa menjadi solusi yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan,” jelas Daconi.

Perolehan paten ini menjadi pengakuan atas inovasi Petrokimia Gresik dan membuka peluang pemanfaatan silika untuk industri lain dengan karakteristik serupa. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sulap Limbah Jadi Berkah, Petrokimia Gresik Kantongi Paten Inovasi Silika Selengkapnya

Pengedar Sabu-sabu Driyorejo Dibekuk, Ngaku Pernah Edarkan 200 Gram 

GRESIK,1minute.id –  Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik menangkap seorang pengedar sabu-sabu wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Ia berinisial MAAM, 24 tahun. Asal Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Ia ditangkap di kos-kosan di Jalan Mastrip VIIIB, Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karangpilang, Surabaya. Polisi menyita 7,35 gram. Diduga sabu-sabu itu, sisa dari pengiriman 200 gram

Di kemas 15 klip. Penangkapan MAAM hasil dari pengembangan penyidikan terhadap tersangka RAN, 28, yang ditangkap pinggir Jalan Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo pada Agustus 2026. Tersangka menyanyi barang bukti sabu-sabu berasal dari MAAM. 

Selain kristal bening yang diduga sabu-sabu, polisi juga mengamankan dua plastik foil warna merah, sebuah skrop dari potongan sedotan plastik, timbangan elektrik, uang tunai Rp 750 ribu, satu unit handphone warna hitam, serta sepeda motor Honda Scoopy beserta STNK.

Dari pemeriksaan terhadap MAAM, tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang berinisial L yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ia juga mengaku sebelumnya menerima titipan sabu sebanyak 200 gram pada Minggu, 2 Agustus 2026 melalui sistem ranjau di Jalan Kapas Krampung, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Sebagian besar sabu tersebut, menurut  keterangan tersangka, telah diedarkan melalui sistem ranjau di wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. 

“Motifnya tersangka mengaku tergiur dengan upah yang diperoleh dari aktivitas tersebut. Ia mendapatkan bayaran sebesar Rp25 ribu untuk setiap titik ranjauan,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani di Mapolres Gresik pada Senin, 21 September 2026.

Satresnarkoba Polres Gresik terus mendalami keterangan tersangka untuk mengungkap jaringan di atasnya, termasuk memburu keberadaan L yang saat ini masih dalam pengejaran.

Atas perbuatannya, MAAM dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dan Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

“Satresnarkoba Polres Gresik juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui Call Centre 110 atau Hotline Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006,” tukasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pengedar Sabu-sabu Driyorejo Dibekuk, Ngaku Pernah Edarkan 200 Gram  Selengkapnya

Ini Sosok Rayyan, Pelukis Kaligrafi Cilik, Karyanya Raih Apresiasi Khattat Internasional 

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik memiliki pelukis cilik. Pelukis kaligrafi. Ia bernama M.Rayyan Rabbani. Baru-baru ini, karya siswa SD Nahdlatul Ulama (SD NU) 1 Trate Gresik ini bahkan lolos seleksi pameran Kaligrafi 50 negara. 

Karya siswa kelas 5 ICP ( International Class Program) ini mendapatkan banyak apresiasi dari pelukis kaligrafi internasional. Yakni, kurator yang juga Khattat asal India Mr Gori Yusuf Husain, Ustad Isep Misbah, Dewan Hakim MKQ Nasional 2026 serta Dipo, Direktur pameran Lukisan Kaligrafi dalam rangka MTQ Nasional ke-XXXI di Kota Semarang yang berlangsung 12-18 September 2026 di Ciputra Mall Semarang.

Pameran 50 Negara itu dibuka Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Menurut Muhammad Riyanto, pada 2026 karya anaknya, M. Rayyan Rabbani, ini sudah memperoleh penghargaan dua kali. “Awards dari Ourdream pallet dengan judul karya Sun and Water dan karya unik Kebagiaanmu membuatku tersenyum yang berbentuk palet lukis,” kata Riyanto melalui pesan WhatsApp pada Ahad, 20 September 2026. 

Rayyan, sapaan akrab, M.Rayyan Rabbani adalah siswa kelas 5 ICP SDNU 1 Trate Gresik sekaligus santri Ponpes Roudlotut Tholibin Islamiyah asuhan KH.Chotib Hambari.

Rayyan mengikuti jejak orang tuanya, Muhammad Riyanto juga pelukis kaligrafi Indonesia yang juga lolos kurasi pada pameran Lukisan Kaligrafi dalam rangka MTQ Nasional ke-XXXI DI Kota Semarang.

Dua bulan terakhir ini, aktivitas Rayyan cukup sibuk. Sebab, ia mengikuti sejumlah event pameran lukisan di beberapa kota di Indonesia. Pada Agustus 2026, Rayyan mengikuti pameran di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Jakarta. Pameran dibuka Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. 

Kemudian di event ArtJog karya Rayyan berjudul My Truck menarik minat pencinta kaligrafi. “Alhamdulillah setelah lukisanku terjual aku langsung beli peralatan cat dan kanvas buat karyaku ke depan,” kata Riyanto menirukan ucapan Rayyan. 

Rayyan terus berproses. Pencinta kaligrafi menunggu ide-ide goresan tangan dari siswa kelas 5 ICP SDNU 1 Trate Gresik ini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ini Sosok Rayyan, Pelukis Kaligrafi Cilik, Karyanya Raih Apresiasi Khattat Internasional  Selengkapnya

Sebulan Tak Bisa Narik, Driver Ojol di Gresik Dapat Kursi Roda dan Warung dari Kapolres

GRESIK,1minute.id – Kepedulian itu datang pada Rabu, 16 September 2026.  Menjelang HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyambangi rumah Hasim, 54, pengemudi ojek online yang sebulan terakhir tak bisa bekerja.

Hasim mengalami kecelakaan hebat pada 12 Agustus 2026 di simpang empat Exit Tol Dahanrejo, Kebomas. Benturan itu melukai berat tangan dan kaki kanannya. Hampir sebulan, ia harus kontrol medis dua kali seminggu. Dokter memprediksi ia baru bisa berjalan lagi tiga bulan ke depan.

Selama ini ia beraktivitas dengan kursi roda sewaan.

Sebagai tulang punggung tunggal, musibah itu melumpuhkan ekonomi keluarganya. Istrinya tidak bekerja, anak sulungnya baru lulus kuliah dan masih menganggur, sementara si bungsu masih di pondok pesantren.

Kisah Hasim sampai ke telinga Kapolres dari dua rekannya sesama driver, Rifai dan Rasyid, dalam acara silaturahmi ojol.

Merespons cepat, AKBP Ramadhan Nasution bersama Kasat Lantas AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie langsung turun ke rumah Hasim.

Di sana, Kapolres melihat toko kelontong kecil di depan rumah Hasim kosong melompong. Tak ada modal untuk mengisinya.

Tak hanya memberikan kursi roda baru, Kapolres juga mengerahkan satu mobil van berisi penuh barang dagangan untuk mengisi rak-rak toko yang kosong.

“Selain kursi roda, kami bantu modal jualan dalam bentuk barang. Harapannya selama masa pemulihan, Pak Hasim tetap punya usaha produktif dari rumah untuk kebutuhan keluarga,” tegas AKBP Ramadhan Nasution.

Bagi Hasim, bantuan itu bukan sekadar barang. Itu adalah napas baru untuk tetap menghidupi keluarga di tengah kaki yang belum bisa menapak.(yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sebulan Tak Bisa Narik, Driver Ojol di Gresik Dapat Kursi Roda dan Warung dari Kapolres Selengkapnya

Jargas 7.363 SR di Menganti, Gresik Siap Layani Warga

GRESIK,1minute.id – Pembangunan jaringan gas bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik rampung. 100 persen. Ada 7.363 Sambungan Rumah (SR) tersebar di enam desa, yakni Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu, dan Sidojangkung, dan kini menunggu pengoperasian.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas dukungan program sambungan Jargas gratis bagi masyarakat Menganti. Menurutnya, program tersebut diusulkan Pemkab Gresik karena kebutuhan energi masyarakat dan aktivitas UMKM di wilayah tersebut cukup besar.

“Kita mengusulkan ini karena ingin menghemat biaya masyarakat. Penggunaan LPG tabung dikonversi menjadi gas alam yang tarifnya lebih murah,” ujar Fandi Akhmad Yani saat mendampingi Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman dmengecek kesiapan Jargas di Desa Domas pada Jumat, 18 September 2026.

Menganti, kata Bupati Yani, memiliki banyak UMKM yang membutuhkan energi untuk produksi, mulai dari usaha kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Desa Mboro, hingga industri logam di Laban.

“Terutama bagi UMKM. Mereka sangat membutuhkan gas untuk kegiatan produksi. Lebih efektif dan lebih murah menggunakan jaringan gas ini,” kata mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Ia berharap Jargas segera dioperasikan dengan tarif yang terjangkau dan disosialisasikan secara jelas kepada masyarakat. Pemkab Gresik juga mendorong agar pengembangan jaringan dapat dilanjutkan ke desa-desa lainnya.

“Dua atau tiga tahun lalu kita membangun di Kecamatan Cerme, sekarang bergeser ke Menganti. Mudah-mudahan kita bisa mengajukan lagi untuk desa yang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan Pemkab Gresik telah diberikan sejak proses pembangunan, termasuk perizinan karena jaringan melintasi jalan kabupaten, dukungan sarana prasarana, serta sosialisasi bersama pemerintah desa. “Ini sudah kita lakukan, tinggal operasionalnya,” tutur Bupati Yani.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawalan program prioritas nasional, khususnya dalam mendorong kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Secara nasional, pembangunan Jargas 2025-2026 ditargetkan mencapai 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten/kota. Untuk Gresik, jaringan yang dibangun mencapai 7.363 SR.

Dudung mengatakan sejumlah persyaratan yang sebelumnya menjadi bagian dari proses menuju pengoperasian telah diselesaikan, termasuk persetujuan lingkungan dan rekomendasi teknis. Ia mendorong percepatan penetapan badan usaha pengelola, perizinan niaga gas, kepastian alokasi gas, serta penyiapan tarif yang terjangkau.

“Pembangunan adalah separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan jaringan ini melayani masyarakat setiap hari,” ujarnya.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM Agung Kuswandono mengapresiasi dukungan Pemkab Gresik dalam pembangunan Jargas, khususnya dalam perizinan dan aspek sosial di masyarakat.

Menurut Agung, Gresik memiliki peluang untuk terus mengembangkan Jargas karena merupakan wilayah penghasil gas dan memenuhi kriteria pengembangan jaringan gas.

“Memungkinkan untuk kita kembangkan lagi. Selain dukungan Pemerintah Daerah yang bagus, Gresik ini penghasil gas dan memenuhi kriteria untuk pengembangan Jargas,” ujarnya.

Sebelum pembangunan tahap ini, jaringan gas di Kabupaten Gresik telah mencapai 10.895 SR yang tersebar di Kecamatan Cerme, Gresik, Manyar dan Kebomas. Pemkab Gresik juga telah mengusulkan perluasan potensi pelanggan Jargas di Kecamatan Menganti hingga 14.823 SR kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi pada Januari 2026.

Bagi warga, kehadiran Jargas diharapkan memberikan kemudahan sekaligus kepastian akses energi. Salah seorang warga Desa Domas berharap tarif Jargas tetap terjangkau dan infrastruktur mendapat perawatan secara berkelanjutan.

“Dengan adanya gas ini kita merasa lebih ringan. Harapan warga, harganya tetap murah, bukan hanya di awal tetapi seterusnya,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jargas 7.363 SR di Menganti, Gresik Siap Layani Warga Selengkapnya