Dahlan Iskan Apresiasi Job Fair Tematik 2026, Dorong Pemkab Gresik Perluas Kolaborasi Masifkan Program Magang

GRESIK,1minute.id – Job Fair Tematik 2026 dihelat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Iconmall terasa beda pada Jumat, 17 Juli 2026. Selain membuka 1.976 lowongan pekerjaan. Bursa kerja, juga dilaksanakan seminar bertajuk “Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri”. Narasumber tunggal. Dahlan Iskan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair Tematik 2026 bukan sekadar agenda seremonial ataupun gimmick. Kegiatan bagian dari strategi Pemkab Gresik dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan, akuntabel, sekaligus memastikan tenaga kerja lokal mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Dalam paparannya, Dahlan Iskan menilai program magang merupakan kunci utama untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, pendidikan membekali seseorang dengan pengetahuan (how to know), pelatihan mengajarkan keterampilan (how to do), sedangkan magang memberikan pengalaman nyata yang membentuk kesiapan seseorang memasuki dunia kerja.

“Kalau menurut saya, urutannya nomor satu adalah magang, nomor dua pelatihan, baru kemudian pendidikan. Magang menjadi kunci karena disanalah seseorang benar-benar belajar bekerja di lingkungan industri,” ujarnya.

Dahlan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperluas kolaborasi dengan dunia usaha agar program magang semakin masif dan terstruktur. Ia juga berharap Gresik dapat menjadi daerah percontohan dalam membangun link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Gresik melantik Jaga Migran Rangers (JMR), yakni para fasilitator lapangan yang menjadi garda terdepan dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik.

Sebanyak 12 JMR yang mewakili enam kecamatan kantong PMI, yakni Panceng, Dukun, Ujungpangkah, Sidayu, Tambak, dan Sangkapura, dikukuhkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan pendampingan calon pekerja migran, mendeteksi dini potensi penempatan nonprosedural, serta menjadi penghubung antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan Job Fair Tematik 2026. Ana, pencari kerja asal Kecamatan Kebomas, mengaku optimistis kegiatan tersebut membuka peluang lebih besar baginya untuk memperoleh pekerjaan karena diikuti banyak perusahaan besar di Gresik.

Pada Job Fair Tematik 2026, Disnaker Gresik memfasilitasi 1.976 lowongan pekerjaan. Jumlah tersebut melengkapi pelaksanaan mini job fair yang rutin digelar sepanjang Januari hingga Juni 2026 dengan 1.698 lowongan, sehingga total kebutuhan tenaga kerja yang telah difasilitasi hingga Juli 2026 mencapai 3.677 lowongan pekerjaan.

Raditya, salah satu pencari kerja mengapresiasi langkah Pemkab Gresik melalui Kadisnaker Gresik yang memfasilitasi bursa kerja ini. “Saya berharap bisa diterima di salah satu perusahaan yang ikut Job Fair tahun ini. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus diadakan dengan semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi sehingga peluang kerja bagi masyarakat Gresik juga semakin besar,” katanya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Dahlan Iskan Apresiasi Job Fair Tematik 2026, Dorong Pemkab Gresik Perluas Kolaborasi Masifkan Program Magang Selengkapnya

Industri di Gresik Buka Ribuan Lowongan Pekerjaan Pencari Kerja Serbu Job Fair Tematik 2026, Bupati Gresik : Bukan Gimmick

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menggelar Job Fair Tematik 2026 di atrium Iconmall Gresik pada Jumat, 17 Juli 2026. Sebanyak 1.976 lowongan pekerjaan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Job Fair bukan sekadar gimmick. Kegiatan bagian dari strategi Pemkab Gresik dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan, akuntabel, sekaligus memastikan tenaga kerja lokal mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

“Job fair ini bukan gimmick. Seluruh prosesnya bisa kita pertanggungjawabkan, mulai dari siapa yang mendaftar, mengikuti seleksi, sampai siapa yang akhirnya diterima bekerja. Semua tercatat dalam sistem sehingga hasilnya bisa diukur dan dievaluasi,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masuknya investasi berskala besar dengan teknologi yang semakin maju menuntut tersedianya tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

“UMK yang tinggi harus selaras dengan kualitas SDM yang tinggi. Pemerintah tidak cukup hanya membuka akses pekerjaan, tetapi juga harus memastikan masyarakat Gresik siap mengisi peluang tersebut,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Gresik terus memperkuat berbagai program pelatihan dan sertifikasi kompetensi melalui lintas perangkat daerah. Tidak hanya Dinas Tenaga Kerja, sejumlah organisasi perangkat daerah juga menyelenggarakan pelatihan berbasis kebutuhan industri agar masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dan siap bersaing di dunia kerja.

Ia juga mengajak seluruh perusahaan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dengan menyampaikan informasi kebutuhan tenaga kerja, termasuk apabila proses rekrutmen dilakukan secara daring. Dengan demikian, Dinas Tenaga Kerja dapat menjalankan fungsi sebagai jembatan antara dunia usaha dan masyarakat pencari kerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Gresik Zainul Arifin menjelaskan bahwa Job Fair Tematik merupakan implementasi Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal. Regulasi tersebut mengamanatkan pemerintah daerah tidak hanya membuka akses kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki daya saing dan mampu memenuhi kebutuhan industri di Kabupaten Gresik.

Pada Job Fair Tematik 2026, Disnaker Gresik memfasilitasi 1.976 lowongan pekerjaan. Jumlah tersebut melengkapi pelaksanaan mini job fair yang rutin digelar sepanjang Januari hingga Juni 2026 dengan 1.698 lowongan, sehingga total kebutuhan tenaga kerja yang telah difasilitasi hingga Juli 2026 mencapai 3.677 lowongan pekerjaan.

Zainul mengungkapkan, evaluasi penyelenggaraan Job Fair 2025 menjadi pijakan penting dalam penyempurnaan sistem penempatan tenaga kerja. Dari 2.968 kebutuhan tenaga kerja yang difasilitasi melalui Gresikerja, sebanyak 1.058 tenaga kerja berhasil ditempatkan di dalam negeri, sementara 391 pekerja migran Indonesia (PMI) di sejumlah negara.

Meski demikian, masih terdapat 396 lowongan dalam negeri yang belum terisi, terutama pada posisi yang membutuhkan kompetensi khusus seperti crew store, sales, pengemudi, dan tenaga keamanan bersertifikat.

“Karena itu, tahun ini kami mewajibkan seluruh perusahaan peserta Job Fair melaporkan hasil rekrutmen paling lambat tiga bulan setelah kegiatan. Evaluasi ini penting agar kami mengetahui sejauh mana efektivitas penempatan tenaga kerja dan dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujar Zainul.

Ia menambahkan, kebutuhan industri di Gresik hingga Juli 2026 masih didominasi lulusan SMK/SLTA dengan 3.145 lowongan. Selain itu, tersedia 377 lowongan untuk lulusan S1, 111 lowongan D3, 20 lowongan D1/D2, 14 lowongan SMP, dan 20 lowongan bagi lulusan SD. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dunia usaha tidak semata-mata melihat jenjang pendidikan, tetapi juga mempertimbangkan kompetensi dan keterampilan yang dimiliki pencari kerja.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sepanjang 2025 Disnaker Gresik telah menyelenggarakan pelatihan bagi 756 calon tenaga kerja, yang terdiri atas 466 pencari kerja dan 290 peserta program pendamping ijazah SMK. Dari peserta pelatihan tersebut, sekitar 85 persen telah berhasil terserap ke dunia kerja, sedangkan sisanya masih dalam proses pendataan.

Selain bursa kerja, Job Fair Tematik 2026 juga menghadirkan seminar bertajuk “Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri” dengan narasumber Dahlan Iskan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Industri di Gresik Buka Ribuan Lowongan Pekerjaan Pencari Kerja Serbu Job Fair Tematik 2026, Bupati Gresik : Bukan Gimmick Selengkapnya

Mitigasi Perubahan Iklim, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Perkuat Pertanian melalui Modernisasi Irigasi

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkanan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), irigasi perpompaan, dan irigasi perpipaan kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 17 Juli 2026.

Bantuan bersumber dari Kementerian Pertanian RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah.

Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian RI tersebut meliputi dua unit traktor roda empat, satu unit traktor roda dua, satu unit pompa air, bantuan irigasi perpompaan kepada 27 kelompok tani/gapoktan, serta bantuan irigasi perpipaan kepada tiga kelompok tani/gapoktan. Sebagai informasi, program irigasi perpompaan senilai Rp 155,7 juta per unit. Sedangkan irigasi perpipaan masing-masing sebesar Rp 97 juta.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bantuan tersebut bukan sekadar penyaluran sarana produksi, melainkan bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan melalui modernisasi sektor pertanian. Menurutnya, produktivitas pertanian di Kabupaten Gresik terus menunjukkan tren positif sehingga perlu didukung dengan teknologi serta infrastruktur pengairan yang memadai.

“Alhamdulillah produktivitas pertanian Gresik sampai hari ini terus meningkat. Bantuan dari Kementerian Pertanian ini menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas petani di Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar sektor pertanian saat ini adalah perubahan iklim. Karena itu, bupati berpesan agar terus diperkuat kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk memetakan potensi lahan sekaligus memperluas layanan irigasi melalui pompanisasi dan perpipaan, terutama di wilayah yang masih memiliki peluang peningkatan luas tanam seperti Benjeng dan Balongpanggang.

“Ini adalah inovasi pemerintah untuk menjawab tantangan perubahan iklim. Ketika Dinas Pertanian dan Dinas PU berkolaborasi dengan baik, persoalan air bisa dijawab melalui irigasi perpompaan maupun irigasi perpipaan sehingga lahan yang sebelumnya bergantung pada hujan dapat kembali produktif,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah pusat juga semakin memberikan optimisme bagi petani. Stabilnya harga hasil panen selama hampir dua tahun terakhir, disertai semakin mudahnya akses terhadap pupuk bersubsidi, menjadi dorongan bagi petani untuk terus meningkatkan produksi pangan.

“Harga pascapanen sekarang stabil sehingga petani tidak dirugikan. Persoalan pupuk juga semakin baik, akses pupuk subsidi semakin mudah dengan harga yang terjangkau. Ini memberikan semangat bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas pangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi sektor pertanian melalui modernisasi. Pemanfaatan alsintan dan penguatan infrastruktur irigasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, menekan biaya produksi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

Pemerintah juga mengajak seluruh kepala desa, penyuluh pertanian, petugas teknis, serta kelompok tani untuk menjaga dan memanfaatkan seluruh bantuan tersebut secara optimal agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Mitigasi Perubahan Iklim, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Perkuat Pertanian melalui Modernisasi Irigasi Selengkapnya

Bupati Gresik Matangkan Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri Perkuat Konektivitas Gresik bagian Selatan dengan Kota Surabaya

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mematangkan rencana pelebaran Jalan Raya Menganti, Gresik – Lakarsantri, Surabaya sebagai salah satu proyek strategis untuk memperkuat konektivitas Gresik bagian selatan dengan Kota Surabaya. 

Memasuki tahapan pengadaan tanah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak masyarakat berpartisipasi aktif melalui Sosialisasi dan Konsultasi Publik Pengadaan Tanah untuk Pembangunan bagi Kepentingan Umum yang digelar di Kantor Desa Menganti, Kecamatan Menganti pada Kamis, 16 Juli 2026. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengadaan tanah berjalan secara transparan, akuntabel, dan mengedepankan musyawarah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti, perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik, perwakilan Kejaksaan Negeri Gresik, perwakilan DPRD Gresik, Forkopimcam Menganti, Pemerintah Desa Menganti, serta masyarakat pemilik lahan yang terdampak rencana pembangunan.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Kecamatan Menganti kini berkembang menjadi kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya. Perkembangan tersebut harus diimbangi dengan infrastruktur jalan yang memadai agar mobilitas masyarakat semakin lancar sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru.

“Menganti lima tahun lalu dengan sekarang sudah sangat berbeda. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Surabaya bagian barat, sementara perkembangan Kota Surabaya juga terus bergerak ke arah barat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik ingin mengintegrasikan konektivitas wilayah selatan agar Menganti benar-benar menjadi kota satelit Kabupaten Gresik,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Jalan yang saat ini terdiri dari dua lajur akan diperlebar menjadi empat lajur sehingga mampu meningkatkan kapasitas lalu lintas sekaligus memperlancar konektivitas antarwilayah.

Ia mengungkapkan bahwa proyek tersebut berawal dari keberanian pemerintah memulai pembangunan secara bertahap beberapa tahun lalu. Saat itu, pengadaan tanah diawali dari ruas di Desa Setro, Kecamatan Menganti. Dukungan masyarakat yang terus menguat menjadi modal penting bagi pemerintah untuk melanjutkan pembangunan hingga memasuki tahapan pengadaan tanah saat ini.

“Dulu saya sempat ragu memulai. Tetapi saya berpikir, kalau tidak dimulai kapan lagi? Saat hujan banjir lalu macet, pagi dan sore juga macet. Akhirnya kami mulai bertahap dari Setro. Alhamdulillah, respons masyarakat luar biasa. Dukungan itulah yang membuat kami yakin untuk melanjutkan pembangunan ini,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan tanah akan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan pendampingan Kejaksaan Negeri Gresik dan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik sehingga hak-hak masyarakat tetap terlindungi.

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan baik, transparan, dan masyarakat tidak dirugikan. Yang terpenting adalah kepentingan bersama. Infrastruktur yang dibangun ini nantinya kembali untuk masyarakat Gresik sendiri,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Lebih jauh, Bupati Yani berharap koridor Menganti-Lakarsantri nantinya tidak hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga mampu mendukung pengembangan transportasi massal yang menghubungkan Kabupaten Gresik dengan Kota Surabaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti, menjelaskan bahwa konsultasi publik merupakan tahapan wajib dalam proses pengadaan tanah guna membangun kesepahaman antara pemerintah dan masyarakat sebelum proyek dilaksanakan.

“Kalau jaringan jalan terbuka, investasi pasti akan masuk. Ketika investasi tumbuh, kesempatan kerja dan peluang usaha masyarakat juga ikut meningkat. Karena itu, pengadaan tanah ini menjadi bagian penting agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan,” jelas Dhiannita.

Ia menegaskan, proses pengadaan tanah mengedepankan prinsip musyawarah, transparansi, dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku. “Seluruh mekanisme dilakukan sesuai aturan. Pembayaran ganti kerugian nantinya langsung ditransfer ke rekening masing-masing pemilik tanah, bukan secara tunai. Kami ingin seluruh proses berlangsung akuntabel dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujarnya.

Dhiannita menjelaskan, sosialisasi dan konsultasi publik dilaksanakan secara bertahap di seluruh desa yang terdampak. Sebelum Desa Menganti, kegiatan telah digelar di Desa Hulaan pada 3 Juli 2026, Desa Setro pada 9 Juli 2026, dan Desa Laban pada 10 Juli 2026. Setelah Desa Menganti, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di Desa Sidowungu pada 17 Juli 2026. 

Hasil konsultasi publik tersebut akan menjadi bagian dari proses pengajuan Penetapan Lokasi (Penlok) kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik sebagai dasar pelaksanaan tahapan pengadaan tanah berikutnya.

Khusus di Desa Menganti, ruas yang akan ditangani memiliki panjang sekitar 580 meter, termasuk kawasan Simpang Empat Menganti. Berdasarkan identifikasi awal, terdapat 119 bidang tanah yang berpotensi terdampak. Seluruh proses pengadaan tanah akan dilaksanakan melalui mekanisme Penetapan Lokasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan layout penanganan Simpang Empat Menganti, pekerjaan mencakup penataan sepanjang 525 meter yang terbagi dalam lima ruas, yaitu Ruas Menganti-Bringkang dengan lebar 11 meter, Ruas Menganti-Lakarsantri selebar 11 meter, Ruas Menganti-Kepatihan selebar 8,5 meter, Ruas Menganti-Banjaran selebar 7 meter, serta Jalan Pasar Menganti selebar 5 meter.

Selain pelebaran jalan menjadi empat lajur, kawasan Simpang Empat Menganti juga akan ditata menjadi koridor perkotaan yang lebih representatif melalui pembangunan trotoar di kedua sisi jalan, sistem drainase yang lebih baik, median jalan, serta utilitas bawah tanah sehingga kabel-kabel udara tidak lagi semrawut. Penataan tersebut diharapkan mampu mengurangi titik kemacetan, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus menghadirkan wajah baru Kecamatan Menganti sebagai kawasan perkotaan yang modern.

Dalam kegiatan tersebut juga digelar public hearing sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai masukan disampaikan warga sebagai bagian dari penyempurnaan rencana pembangunan.

Salah satu warga Desa Menganti, Miftahul Huda, menyatakan dukungannya terhadap rencana pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri. “Mudah-mudahan apa yang direncanakan ini berjalan lancar. Saya mendukung dengan apa yang sudah direncanakan ini,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap pemerintah turut melengkapi hasil pembangunan dengan fasilitas keselamatan bagi pejalan kaki, seperti pelican crossing, agar masyarakat dapat menyeberang jalan dengan lebih aman. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Matangkan Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri Perkuat Konektivitas Gresik bagian Selatan dengan Kota Surabaya Selengkapnya

SMA Negeri 1 Kebomas Gandeng LFNU Gresik Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat Masjid Sekolah 

GRESIK,1minute.id – Civitas Akademika SMA Negeri 1 Kebomas (SMABOM) Kabupaten Gresik menggandeng Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik melakukan kalibrasi arah Kiblat Masjid  Al Akbar SMA Negeri 1 Kebomas pada Kamis, 16 Juli 2026.

Kalibrasi menggunakan Metode Bayangan Matahari (Rashdul Qiblah) dipimpin oleh Ketua LFNU Gresik Muchyiddin Hasan. Tim LFNU Gresik berjumlah enam disambut oleh Kepala SMA Negeri 1 Kebomas Komari bin Jainuri, Ketua Komite SMA Negeri 1 Kebomas Achmad Effendi serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Kebomas, Bagus Sasmito.

Sekitar pukul 16.00 WIB tim LFNU Gresik tiba di SMABOM yang berada di Kompleks Perumahan Alam Bukit (ABR) Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Mereka langsung menuju masjid dan melakukan persiapan kalibrasi menggunakan Metode Bayangan Matahari (Rashdul Qiblah). Sekitar pukul 16.27 WIB, Muchyiddin melakukan kalibrasi.

Rashdul Qiblah merupakan metode verifikasi arah kiblat menggunakan bayangan benda saat posisi Matahari berada tepat di atas Kakbah. Fenomena alam ini terjadi secara reguler setiap 15 dan 16 Juli. Pada kalibrasi kali ini, pengujian mencapai titik puncaknya tepat pukul 16.27 WIB dimana Matahari berada tepat di atas Kakbah.

Berdasarkan hasil pengukuran ilmiah tersebut, ditemukan adanya pergeseran minor pada arah kiblat Masjid Al Akbar. ” Sudah mendekati benar. Pergeserannya sekitar 0.5 derajat,” ujar Muchyiddin Hasan pada Kamis, 16 Juli 2026.

Masjid Al Akbar SMAN 1 Kebomas  dibangun pada 2007 dengan konsep awal menyerupai Pendapa Joglo untuk ruang pertemuan, sebelum akhirnya dialihfungsikan menjadi sarana ibadah dan diperluas pada 2012. Karena penyesuaian fungsi tersebut, orientasi awal bangunan masjid memang dibuat searah dan mengikuti tata letak gedung sekolah yang sudah ada.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Kebomas Bagus Sasmito, menjelaskan bahwa pihak sekolah sengaja bersurat resmi ke LFNU karena besarnya keingintahuan serta komitmen sekolah untuk menyempurnakan syarat sah ibadah. Langkah pengujian ulang ini juga didasari oleh kekhawatiran adanya pergeseran lempeng bumi yang berpotensi mengubah akurasi arah kiblat dari pengukuran beberapa tahun silam.

“Besok pagi akan langsung kami tata ulang seluruh garis safnya. Kami tidak sekadar mencari keakurasian bangunan, tetapi berikhtiar menyesuaikan dengan ketentuan fiqih ibadah yang menganjurkan salat tepat menghadap kiblat,” ujar Bagus didampingi Kepala SMA Negeri 1 Kebomas Komari Bin Jainuri.

Keberadaan Masjid Al Akbar memiliki peran sangat vital bagi pembentukan karakter dan spiritualitas siswa. Selain digunakan untuk salat fardu berjamaah dan salat Jumat. Masjid Al Akbar, ia melanjutkan aktif dipakai untuk memfasilitasi salat Dhuha berjamaah yang diikuti oleh enam kelas setiap harinya dengan sistem imam bergilir.

Di samping itu, masjid sekolah ini menjadi pusat kegiatan program bulanan “Jumat Religi” yang diintegrasikan dengan program Jumat Sehat dan Jumat Bersih. Khusus pada agenda Jumat Religi, aktivitas siswa diisi dengan penyampaian kultum oleh guru agama, doa bersama, serta penyampaian informasi perkembangan sekolah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

SMA Negeri 1 Kebomas Gandeng LFNU Gresik Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat Masjid Sekolah  Selengkapnya

Menteri Lingkungan Hidup Apresiasi SMANSA Gresik, Program SIKAP Layak Jadi Contoh Nasional 

GRESIK,1minute.id – Menteri Lingkungan Hidup Moch Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Adiwiyata SMA Negeri 1 Gresik pada Rabu, 15 Juli 2026.  Menteri Jumhur didampingi diantaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melihat dari dekat inovasi sekolah di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik dalam memanfaatkan lahan sempit yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Pengelolaan sampah dan penghijauan. 

Jumhur yang juga Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menilai sekolah yang dipimpin oleh Irfan ini layak menjadi contoh nasional berkat inovasi pengelolaan sampah dan pengembangan ketahanan pangan di lingkungan sekolah.

SMAN 1 Gresik dipilih sebagai lokasi kunjungan karena mengembangkan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Sekitar pukul 10.45 WIB, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat tiba di SMA Negeri 1 Gresik. Menteri Jumhur didampingi Gubernur Khofifah Indar, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif langsung menuju taman hidroponik yang berada di sisi utara gedung sekolah. 

Di lahan berukuran sekitar 20 meter persegi itu, penuh tanaman sawi organik. Tanaman tumbuh subur dan segar. Mereka pun menyempatkan memanen sayuran. Kunjungan dilanjutkan ke tanaman tomat dan dilanjutkan penanaman pohon di media pot di halaman sekolah. 

Pada kesempatan itu, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidaya mengapresiasi inovasi pengelolaan sampah dan penghijauan yang diterapkan SMA Negeri 1 (Smansa) Gresik. 

Menurutnya, langkah yang dilakukan sekolah tersebut tidak hanya mampu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan. Ia mengatakan, program Adiwiyata tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan peserta didik melalui penilaian bertahap hingga kategori tertinggi, yakni Adiwiyata Mandiri.

“Di SMAN 1 Gresik ini, dalam penilaian kami masuk kategori tertinggi, yaitu Adiwiyata Mandiri. Mereka mampu menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan dan menjadi contoh bagi institusi pendidikan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan kunjungannya ke Jawa Timur juga didasarkan pada capaian provinsi tersebut dalam pengelolaan lingkungan, khususnya penanganan sampah. Menurutnya, berdasarkan penilaian Kementerian Lingkungan Hidup, Jawa Timur menjadi provinsi dengan kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah sehingga layak menjadi rujukan bagi daerah lain.

“Saya memberikan apresiasi karena Jawa Timur mampu memberikan contoh terbaik. Ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lain yang masih kurang serius dalam pengelolaan lingkungan, terutama sampah,” ujarnya.

Sementara itu,  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan keberhasilan sekolah meraih predikat Adiwiyata Mandiri juga diiringi pengembangan program sekolah inovatif berbasis ketahanan pangan. Khofifah menjelaskan, lahan sekolah yang terbatas tidak menjadi kendala untuk mengembangkan pertanian, peternakan, maupun perikanan skala edukatif yang melibatkan para siswa.

“Kami ingin ini menjadi pilot project. Ketahanan pangan tidak harus dilakukan di lahan yang luas, tetapi bisa dimulai dari seluruh lahan yang tersedia di institusi pendidikan, kemudian hasilnya dapat diolah hingga memiliki nilai tambah,” katanya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Menteri Lingkungan Hidup Apresiasi SMANSA Gresik, Program SIKAP Layak Jadi Contoh Nasional  Selengkapnya

Menko Pangan Zulhas dan 6 Menteri Hadiri Puncak HAJATAN 2026, Bupati Gresik : Kabupaten Gresik Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

GRESIK,1minute.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menghadiri Puncak Hari Jaminan Ketahanan Pangan (HAJATAN) 2026 di Gedung Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik pada Rabu, 15 Juli 2026. 

Kegiatan ink menjadi simbol kuat kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.

Puncak HAJATAN 2026 menjadikan Kabupaten Gresik kembali menjadi pusat. Kota Industri, sebutanlain, Kabupaten Gresik. Selain dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, ada enam Kabinet Merah Putih yang turut hadir. Yakni, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. 

Berikutnya, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat., serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. Kemudian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Daconi Khotob dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Pada kesempatan itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyerahkan secara simbolis ribuan paket sembako kepada masyarakat sekitar kawasan industri, nelayan, pengemudi ojek online, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan.

BUPATI GRESIK Fandi Akhmad Yani (dua dari kanan) bersama Eko Patrio, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Puncak HAJATAN 2026 di GOR Tridharma Petrokimia Gresik pada Rabu, 15 Juli 2026 (Foto : Prokopim Gresik untuk 1minute.id)

Menurut Zulhas, program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah bersama dunia industri terhadap masyarakat yang menjadi bagian penting dalam roda perekonomian nasional.

“Hari ini ada pembagian sembako untuk para ojek online, masyarakat sekitar, nelayan, dan kelompok lainnya. Kami sangat mengapresiasi langkah direksi yang terus memperhatikan dan peduli secara sungguh-sungguh terhadap keberadaan masyarakat di sekitar lingkungan industri,” ujar Zulhas, sapaan, Zulkifli Hasan kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan pangan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki akses terhadap kebutuhan pokok. Karena itu, keterlibatan sektor industri dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung program pemerintah.

HAJATAN 2026 yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan menjadi bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus mendukung agenda besar pemerintah menuju swasembada pangan nasional. 

Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pekerja sektor informal yang selama ini berkontribusi besar terhadap perekonomian.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang kembali menjadikan Gresik sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan nasional di bidang pangan. 

Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa Gresik memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga industri sekaligus kawasan yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan logistik.

BUPATI GRESIK Fandi Akhmad Yani secara simbolis menyerahkan bantuan kepada nelayan Gresik di Puncak HAJATAN 2026 di GOR Tridharma Petrokimia Gresik pada Rabu, 15 Juli 2026 ( Foto : Prokopim Gresik untuk 1minute.id)

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan sektor pertanian, pemberdayaan nelayan, pengembangan UMKM pangan, hingga menjaga stabilitas distribusi bahan pokok di daerah.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat terus terjalin sehingga berbagai program sosial maupun pemberdayaan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebagai daerah industri nasional yang juga memiliki sektor pertanian dan perikanan yang berkembang, Gresik dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. 

Kehadiran perusahaan-perusahaan besar seperti Petrokimia Gresik selama ini turut memperkuat ekosistem pangan melalui penyediaan pupuk, pendampingan petani, hingga berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan.

Melalui momentum HAJATAN 2026, pemerintah berharap semangat gotong royong dalam membangun ketahanan pangan semakin kuat. Sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia. (yad/adv)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Menko Pangan Zulhas dan 6 Menteri Hadiri Puncak HAJATAN 2026, Bupati Gresik : Kabupaten Gresik Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia Selengkapnya

Pelabuhan Petrokimia Gresik Raih Anugerah Pelabuhan Terbaik Nasional 

GRESIK,1minute.id – Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero), meraih predikat pelabuhan terbaik nasional dalam asesmen Green and Smart Port pada ajang Green and Smart Port Initiatives (GSPI) Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Menko Zulhas), dalam puncak acara GSPI ASRI 2026 di Dermaga C Petrokimia Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 15 Juli 2026.

Dalam kegiatan itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan didampingi enam Menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. 

Berikutnya,  Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat., serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Berdasarkan hasil asesmen Green and Smart Port (GSP), TUKS Petrokimia Gresik berhasil meraih predikat pelabuhan terbaik nasional. Penilaian dilakukan secara komprehensif berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.

Predikat pelabuhan terbaik nasional tersebut diraih setelah TUKS Petrokimia Gresik mencatatkan nilai akhir 94 persen pada asesmen Green and Smart Port (GSP), meningkat dibandingkan capaian 82 persen pada 2022. Pencapaian tersebut merupakan hasil penerapan prinsip Green and Smart Port secara konsisten melalui penguatan tata kelola kepelabuhanan, efisiensi energi, sistem operasional berbasis digital yang terintegrasi, serta inovasi berkelanjutan untuk mendukung kelancaran pasokan bahan baku bagi proses produksi serta distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Menko Zulhas mengatakan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil produksi. Sistem logistik yang andal juga menjadi kunci agar pangan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara efektif dan efisien.

“Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan,” ujar Menko Zulhas.

Ia menambahkan, GSPI ASRI bukan sekadar ajang penghargaan. Program ini menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pelabuhan yang berdaya saing, mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, pemerintah juga akan terus menyempurnakan pelaksanaan GSPI ASRI melalui penguatan instrumen penilaian, peningkatan aspek ASRI, serta perluasan partisipasi pelabuhan di berbagai daerah agar transformasi sektor kepelabuhanan berjalan semakin cepat.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Zulhas bersama jajaran kementerian meninjau sejumlah fasilitas di TUKS Petrokimia Gresik yang menunjukkan implementasi aspek keberlanjutan, keselamatan, efisiensi operasional, dan digitalisasi dalam pengelolaan kepelabuhanan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mengembangkan pengelolaan kepelabuhanan yang tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, inovasi, dan digitalisasi.

“Bagi kami, kepelabuhanan merupakan infrastruktur strategis yang memastikan kelancaran pasokan bahan baku bagi proses produksi serta distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia guna mendukung kedaulatan pangan nasional. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh insan Petrokimia Gresik dan dukungan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan pengelolaan kepelabuhanan yang semakin hijau, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Daconi.

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus melakukan transformasi secara berkelanjutan. “Kami tidak akan berhenti pada penghargaan ini. Ke depan, transformasi kepelabuhanan akan terus kami maksimalkan melalui penguatan digitalisasi, peningkatan standar keselamatan, efisiensi layanan, serta inovasi berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung sistem logistik pangan nasional,” kata Daconi.

Penghargaan GSPI ASRI 2026 menjadi tonggak penting bagi Petrokimia Gresik dalam memperkuat transformasi kepelabuhanan berbasis Green and Smart Port. Komitmen tersebut diharapkan semakin memperkuat peran perusahaan dalam mendukung sistem logistik nasional yang efisien, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan Indonesia. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pelabuhan Petrokimia Gresik Raih Anugerah Pelabuhan Terbaik Nasional  Selengkapnya

Inspiration Day, 49 Insan Petrokimia Gresik Terjun Sekolah Menginspirasi 1.300 Pelajar

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero), menggelar PG Inspiration Day bagi sekitar 1.300 pelajar di Kabupaten Gresik. Kegiatan itu dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik mengusung bertema Growing the Future.

Sebanyak 49 Insan Petrokimia Gresik turun langsung sebagai pemateri, pengajar, dan fasilitator untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta inspirasi agar para pelajar berani mengembangkan potensi, membangun kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

PG Inspiration Day tahun ini digelar di dua sekolah, yaitu SMK Assa’adah pada Selasa, 14 Juli 2026 diikuti 580 siswa dan SMAN 1 Kedamean pada Rabu besok, 15 Juli 2026 akan diikuti 720 siswa SMAN 1 Kedamean melalui seminar umum dan sesi classroom yang terbagi dalam 18 kelas.

Puluhan Insan Petrokimia Gresik tersebut berasal dari berbagai fungsi perusahaan, mulai dari operasional pabrik, riset, laboratorium, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengembangan SDM, hingga fungsi korporat. Berbekal pengalaman profesional di bidangnya masing-masing, mereka berbagi wawasan mengenai dunia industri, budaya keselamatan, pengembangan diri, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja. Keterlibatan para relawan ini menjadi wujud komitmen Petrokimia Gresik dalam menghadirkan pengalaman nyata dari dunia industri ke lingkungan sekolah.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Yang dibutuhkan bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga keberanian untuk bermimpi, kemauan belajar, serta semangat untuk terus berkembang.

“Growing the Future bukan hanya tentang menumbuhkan sektor agroindustri, tetapi juga tentang menumbuhkan manusia. Masa depan Indonesia ditentukan oleh generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, dan keberanian untuk terus berkembang. Karena itu, kami ingin hadir mendampingi mereka sejak di bangku sekolah,” ujar Daconi.

Melalui seminar dan sesi classroom, para pelajar berdialog langsung dengan Insan Petrokimia Gresik mengenai pengembangan diri, budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dunia kerja, hingga pentingnya membangun kompetensi sejak dini. Berbekal pengalaman nyata para narasumber di dunia industri, para pelajar memperoleh wawasan mengenai keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja sekaligus motivasi untuk terus belajar, beradaptasi, dan mempersiapkan masa depan sejak di bangku sekolah.

Menurut Daconi, pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun Indonesia. Karena itu, dunia industri memiliki tanggung jawab untuk mendukung dunia pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, budaya keselamatan, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi perubahan.

“Kami tidak hanya datang untuk memberikan motivasi, tetapi juga berbagi pengalaman nyata dari dunia industri. Kami ingin para pelajar mengetahui kompetensi apa yang dibutuhkan, tantangan yang akan mereka hadapi, dan bagaimana mempersiapkan diri agar mampu bersaing di masa depan. Dengan kemauan belajar, disiplin, dan kerja keras, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mewujudkan cita-citanya,” tambah Daconi.

Komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung pendidikan juga diwujudkan melalui berbagai program berkelanjutan, salah satunya Beasiswa Petro (BESTRO) yang turut diperkenalkan kepada para pelajar dalam kegiatan ini. BESTRO memberikan kesempatan kepada pelajar berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain bantuan biaya pendidikan, penerima beasiswa juga memperoleh pembinaan kepemimpinan, pengembangan soft skill, kewirausahaan, kesehatan mental, serta pembekalan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, Petrokimia Gresik juga menyerahkan bantuan dana pendidikan kepada kedua sekolah. Kedua sekolah menerima total bantuan sebesar Rp 27 juta untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

“Semangat Growing the Future kami wujudkan melalui berbagai program yang membuka akses pendidikan sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda, termasuk melalui BESTRO. Kami ingin Petrokimia Gresik tidak hanya hadir memberikan inspirasi, tetapi juga membuka kesempatan agar semakin banyak generasi muda dapat berkembang dan meraih cita-citanya,” tutup Daconi.

Kepala SMK Assa’adah Bungah Ainur Rofiq menyampaikan terima kasih atas kepedulian Insan Petrokimia Gresik yang datang menginpirasi bagi para siswa di sekolahnya. Materi dan pengalaman yang disampaikan, tambahnya, memberikan wawasan lebih luas lagi bagi siswa SMK Assa’adah.

“Petrokimia Gresik banyak memberikan kontribusi bagi peserta didik SMK Assa’adah. Sinergi yang sekarang ini dibangun antara dunia industri dalam hal ini Petrokimia Gresik dengan lembaga pendidikan akan menumbuhkan motivasi bagi siswa untuk terus berkembang,” ujarnya.

PG Inspiration Day merupakan agenda tahunan dalam rangkaian HUT Petrokimia Gresik. Sejalan dengan tema HUT ke-54, Growing the Future, program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, berbudaya keselamatan, dan siap menghadapi tantangan masa depan melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Inspiration Day, 49 Insan Petrokimia Gresik Terjun Sekolah Menginspirasi 1.300 Pelajar Selengkapnya

Siswa SD Kebingungan Pulang, Satlantas Polres Gresik Antar Anak  ke Rumah, Ortu pun Lega

GRESIK,1minute.id – Azraqi Raffan celingukan. Siswa UPT SDN 29 Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik seperti kebingungan ketika mau pulang ke rumahnya di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas. 

Azraqi yang masih memakai seragam baju berwarna putih, celana dan topi warna merah terus berjalan kaki sambil “menggendong” tas rangselnya. Sekitar pukul 10.30 WIB. Berulang kali, ia mengusap tahinya karena terkena sengatan sinar matahari. Saat ia melintas di depan Pos Polisi GKB, ada seorang polisi yang baik. 

Petugas segera menghampiri dan mengajak anak tersebut berbincang secara persuasif. Dari hasil komunikasi, diketahui anak itu bernama Azraqi Raffan, siswa UPT SDN 29 Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Kepada petugas, Azraqi mengaku hendak berjalan kaki pulang ke rumah. Namun karena tidak mengetahui arah, ia akhirnya tersesat dan kebingungan di jalan. Personel kemudian berupaya menenangkan Azraqi sekaligus menggali informasi mengenai alamat rumahnya. Setelah memperoleh petunjuk yang cukup, diketahui rumahnya berada di belakang gang masuk  RS Denisa, Kebomas atau Dusun Singorejo, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas. 

Tanpa menunda waktu, petugas langsung mengantarkan Azraqi menggunakan kendaraan dinas menuju kediamannya demi memastikan keselamatannya.

Sesampainya di rumah, petugas mendapati rumah hanya ada saudaranya. Belakangan diketahui orang tuanya sedang panik mencari Azraqi ke sekolah karena saat dijemput, sang anak sudah tidak berada di lokasi.

Rasa cemas keluarga pun akhirnya berubah menjadi lega setelah mengetahui Azraqi telah diantarkan pulang oleh personel Satlantas Polres Gresik dalam kondisi sehat dan selamat.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melalui Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, mengatakan tindakan cepat anggotanya merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam melindungi keselamatan anak-anak.

“Respons cepat kepolisian untuk langsung mengantarkan Adik Azraqi ke rumahnya merupakan bagian dari pelayanan prima kami kepada masyarakat. Keselamatan warga, terutama anak-anak, adalah prioritas kami,” ujar AKP Nur Arifin.

Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama saat jam pulang sekolah, serta memastikan koordinasi penjemputan berjalan dengan baik. “Kami mengimbau kepada para orang tua agar selalu berhati-hati dan memastikan anak-anak dijemput tepat waktu. Komunikasi dengan pihak sekolah juga harus terus dijaga demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran polisi tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, tetapi juga hadir memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat melalui aksi-aksi kemanusiaan yang cepat, sigap, dan humanis. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Siswa SD Kebingungan Pulang, Satlantas Polres Gresik Antar Anak  ke Rumah, Ortu pun Lega Selengkapnya