Antisipasi Cuaca Ekstrem, Polres Gresik Gelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi

GRESIK, 1minute.id – Polres Gresik menggelar Apel Gelar Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolres Gresik pada Jumat, 6 November 2026.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektoral dalam mitigasi bencana.

Apel dipimpin langsung Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan melibatkan ratusan personel gabungan. Yakni Kodim 0817/Gresik, Satsamapta, Satlantas, Satpolair, Satintelkam, Satreskrim, dan Bhabinkamtibmas.

Kemudian personel dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik.

AKBP Ramadhan Nasution didampingi jajaran pimpinan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan bencana yang disiagakan.

Dalam amanatnya, Kapolres Gresik menekankan tiga poin utama yang harus dipedomani seluruh pihak dalam menghadapi potensi ancaman hidrometeorologi.

“Apel gelar pasukan ini bukan sekadar agenda rutin atau kesiapan teknis semata, melainkan ajang silaturahmi untuk memperkuat sinergi antar-instansi. Kebersamaan seluruh elemen menjadi modal paling vital saat kita dihadapkan pada situasi bencana,” tegas AKBP Ramadhan.

Ia juga menyoroti pentingnya penanganan bencana yang terukur melalui penyiapan sarana pendukung secara detail.

“Penanggulangan bencana menuntut kesiapan yang matang sejak awal, bukan hanya aksi mendadak saat kejadian. Pengecekan menyeluruh terhadap kondisi fisik peralatan maupun kesiapan personel sangat krusial. Hal-hal yang tampak kecil bisa berdampak besar saat bencana melanda,” lanjutnya.

Mengakhiri amanatnya, Kapolres mengapresiasi koordinasi lintas instansi di Kabupaten Gresik yang selama ini telah terjalin harmonis. Ia berpesan agar komando dan alur komunikasi antar-lembaga terus ditingkatkan agar respons di lapangan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Polres Gresik Gelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi Selengkapnya

Ribuan Jemaah Padati Puncak Haul ke-128 KH. M. Sholih Tsani di Ponpes Qomaruddin Bungah

GRESIK, 1minute.id – Ribuan jemaah memenuhi halaman Pondok Pesantren Qomaruddin, Sampurnan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Mereka datang untuk mengikuti puncak Haul ke-128 KH. M. Sholih Tsani, Kamis, 5 November 2026.

Sejak pagi hingga malam, jemaah tumplek blek. Hadir Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, keluarga besar Pondok Pesantren Qomaruddin, para alim ulama, masyayikh, habaib, pengurus yayasan, dewan asatidz, santri, alumni, serta masyarakat.

Haul ini menjadi momen untuk mengenang jasa, perjuangan, dan keteladanan KH. M. Sholih Tsani dalam mengembangkan dakwah dan pendidikan Islam di Kabupaten Gresik.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Asluchul Alif menyampaikan penghormatan dan apresiasi atas terselenggaranya haul tersebut.

Menurutnya, haul bukan sekadar mengenang wafatnya seorang ulama, tetapi juga momentum meneladani akhlak, meneruskan cita-cita, serta melanjutkan perjuangan para pendahulu.

“KH. M. Sholih Tsani merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan dakwah dan pendidikan Islam di Kabupaten Gresik. Melalui Pondok Pesantren Qomaruddin, beliau telah meletakkan fondasi pendidikan keagamaan yang terus berkembang dan memberi manfaat bagi umat hingga hari ini,” ujar dokter Alif, sapaan akrab Asluchul Alif.

Lebih lanjut, Wabup Alif mengajak masyarakat mengambil pelajaran dari perjuangan para ulama. Ada tiga nilai penting yang harus terus dijaga, yakni keikhlasan dalam berjuang, pentingnya ilmu dan akhlak, serta menjaga persatuan dan kerukunan.

Ia menegaskan, pesantren tidak hanya mendidik santri agar cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter, kesantunan, kedisiplinan, dan akhlakul karimah.

“Nilai-nilai inilah yang sangat relevan untuk kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan Kabupaten Gresik. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah belah. Justru persaudaraan, toleransi, dan gotong royong harus menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial juga menjadi bagian penting.

Dalam hal ini, pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun SDM sekaligus menyiapkan generasi masa depan.

“Kami berharap Pondok Pesantren Qomaruddin terus menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat, sekaligus melahirkan generasi yang menguasai ilmu agama, mampu menghadapi perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Melalui Haul ke-128 ini, Wabup Alif mengajak masyarakat tidak hanya mengenang jasa para ulama, tetapi juga melanjutkan perjuangan dan mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi berikutnya.

“Jasanya ulama tidak cukup hanya dikenang, ilmunya tidak cukup hanya didengarkan, nasihatnya tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perjuangannya harus kita teruskan,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Alif juga menyerahkan secara simbolis Sertifikat Registrasi Nasional Naskah Kuno dari Perpustakaan Nasional RI kepada Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Ribuan Jemaah Padati Puncak Haul ke-128 KH. M. Sholih Tsani di Ponpes Qomaruddin Bungah Selengkapnya

PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim Berkat Tanam 87.800 Mangrove

PROBOLINGGO, 1minute.id – PT Smelting menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas kontribusinya dalam pelestarian ekosistem mangrove melalui penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gresik.

Penghargaan diserahkan langsung kepada Direktur PT Smelting Harry Pancasakti dalam Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 di BeeJay Bakau Resort, Probolinggo.

Festival ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dengan tema “Mangrove Lestari, Masyarakat Sejahtera”.

Festival Mangrove ini diisi penanaman 8.100 bibit mangrove yang digagas Pemprov Jatim melalui Dinas Kehutanan. Jawa Timur diketahui sebagai salah satu provinsi dengan kawasan mangrove terluas di Pulau Jawa, dengan cakupan hampir 50 persen dari total kawasan mangrove di Pulau Jawa.

“Saya mendorong sinergi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat, termasuk generasi muda untuk terus memperkuat rehabilitasi mangrove dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Gubernur Khofifah.

Festival Mangrove ini juga mendapatkan pengakuan MURI atas penyelenggaraan Festival Mangrove secara seri terbanyak dalam waktu 5 tahun.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, turut digelar pameran dari para pemangku kepentingan yang berkontribusi untuk konservasi mangrove. PT Smelting turut berpartisipasi dan membagikan inovasi serta perjalanan konservasi mangrove yang telah dilakukan.

“Kami sharing tentang inovasi pengurangan sampah polybag dengan menggantinya menjadi daun pisang. Kami juga melakukan pemberdayaan UMKM untuk produk olahan mangrove dan menginisiasi ekowisata untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” jelas Harry.

PT Smelting memulai konservasi mangrove sejak 2014 di Ujung Pangkah, Pangkah Kulon. Tahun ini, perusahaan mulai mereplikasi program di wilayah baru Randuboto dengan komitmen 3 tahun untuk 30.000 mangrove. Per 2026, total mangrove yang sudah ditanam PT Smelting sebanyak 87.800 pohon.

Tidak hanya menanam, perusahaan juga menginisiasi ekowisata berupa bantuan kapal dan tracking path, pendidikan lingkungan berupa greenhouse dan sekolah mangrove, serta pemberdayaan UMKM berupa cafe apung untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir. Hal itu sejalan dengan pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru di Jawa Timur.

Bagi PT Smelting, penghargaan ini merupakan buah konsistensi perusahaan dalam mengimplementasikan program konservasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis mangrove di Kabupaten Gresik.

“Apresiasi dari Ibu Gubernur memacu kami untuk terus memperluas dampak positif terhadap lingkungan, sejalan dengan komitmen kami untuk selalu tumbuh bersama masyarakat, memberdayakan komunitas, dan merawat bumi demi generasi mendatang,” tegas Harry. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim Berkat Tanam 87.800 Mangrove Selengkapnya

Pemkab Gresik Dukung Penuh SMP Negeri 2 Gresik Ikuti Penilaian SRC Kemenag Jatim

GRESIK, 1minute.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur melakukan penilaian program School Religious Culture (SRC) di UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) pada Kamis, 5 November 2026.

Penilaian ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter dan budaya religius di sekolah.

Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, dan perwakilan Kanwil Kemenag Jatim Syamsul Arifin.

Program SRC merupakan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Implementasinya melalui pembiasaan ibadah berjamaah, pembinaan akhlak, kedisiplinan, literasi keagamaan, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menjunjung moderasi beragama.

Wabup Alif menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemkab Gresik atas partisipasi SMP Negeri 2 Gresik dalam program SRC.

“Pemkab Gresik sangat mendukung dan mengapresiasi SMP Negeri 2 Gresik yang berpartisipasi dalam School Religious Culture. Saat ini, pendidikan agama Islam telah menjadi bagian penting dalam kehidupan seluruh siswa SMP Negeri 2 Gresik,” ujar dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif. 

Ia berharap lulusan SMP Negeri 2 Gresik tidak hanya unggul akademik, tapi juga dibekali pemahaman agama dan karakter yang kuat. Hal itu sejalan dengan identitas Gresik yang dikenal religius.

Ia menegaskan SRC jangan hanya menjadi ajang penilaian, tapi harus jadi role model bagi sekolah lain di Gresik.

“Harapannya program ini dapat diterapkan di seluruh sekolah, sehingga pendidikan agama Islam di sekolah negeri benar-benar dirasakan seluruh peserta didik. Akan terbentuk generasi yang tidak hanya unggul akademik, tapi juga memiliki jiwa dan akhlak karimah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim berterima kasih atas dukungan Pemkab Gresik dalam pelaksanaan program SRC, khususnya dalam mengikuti penilaian Kanwil Kemenag Jatim.

“Dukungan ini menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan dan memperkuat budaya religius dalam aktivitas sehari-hari. Kami optimistis meraih hasil terbaik,” kata Salim.

Melalui SRC, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat mengembangkan akademik, tapi juga ruang pembentukan karakter peserta didik yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Dukung Penuh SMP Negeri 2 Gresik Ikuti Penilaian SRC Kemenag Jatim Selengkapnya

Wabup Gresik dr. Alif Raih ATM Award 2026 di Bandung

GRESIK, 1minute.id – Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif menerima penghargaan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) Award 2026 dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES).

Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto pada pembukaan Lokakarya Nasional ADINKES 2026 di Harris Hotel & Convention Festlink Bandung pada Selasa, 3 November 2026.

ATM Award 2026 diberikan kepada 20 kepala daerah yang dinilai berkomitmen kuat dalam mendukung program pengendalian AIDS, TBC, dan malaria. Apresiasi ini diharapkan mendorong penguatan kebijakan dan pelaksanaan program kesehatan berkelanjutan di daerah.

Wabup Alif mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Gresik untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya pencegahan dan pengendalian penyakit menular.

“Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, tapi pengingat bahwa upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat harus terus diperkuat. Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria butuh keterlibatan semua pihak, mulai pemerintah, tenaga kesehatan, hingga partisipasi aktif masyarakat,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Menurutnya, pengendalian penyakit menular tidak cukup dengan pengobatan, tetapi harus diimbangi pencegahan, edukasi, penemuan kasus sejak dini, serta kemudahan akses layanan kesehatan.

“Ke depan kami akan terus dorong penguatan pelayanan kesehatan primer dan kolaborasi lintas sektor. Harapannya masyarakat semakin mudah mendapat layanan, sadar untuk periksa sejak dini, dan mendapat penanganan tepat,” katanya.

Lokakarya Nasional ADINKES 2026 mengusung tema “Kolaborasi Menuju Layanan Primer Kuat”. Forum ini menjadi wadah koordinasi pemerintah daerah dengan pemangku kepentingan untuk memperkuat layanan primer dan menjawab tantangan pembangunan kesehatan nasional.

Dalam forum tersebut, Wamendagri Bima Arya juga menyampaikan materi tentang kepemimpinan pemda dalam implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) untuk mendukung pengendalian stunting dan TBC.

Rangkaian lokakarya diisi penandatanganan MoU antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dengan ADINKES, serta kerja sama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan ADINKES.

Selain kepala daerah, PT Smelting yang merupakan perusahaan peleburan dan pemurnian tembaga di Gresik turut menerima penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) bersama 24 perusahaan lainnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik dr. Alif Raih ATM Award 2026 di Bandung Selengkapnya

Residivis Manyar Jadi Bandar Sabu, Polres Gresik Sita 57,96 Gram

GRESIK, 1minute.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik meringkus bandar narkoba indekos di  Desa Suci, Kecamatan Manyar. Pelaku berinisial GN 28, ditangkap di sebuah bengkel motor di Jalan Raya Roomo, Desa Roomo, Kecamatan Manyar, pada Rabu, 14 Oktober 2026, sekitar pukul 17.10 WIB.

Dari tangan GN, polisi menyita 18 paket sabu dengan berat bersih 57,96 gram. Polisi kini masih memburu pemasoknya berinisial WW, warga Driyorejo yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, pengungkapan berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya peredaran narkotika di wilayah Manyar.

“Saat digeledah, ditemukan satu paket sabu di saku celana tersangka. Kami kembangkan ke kos tersangka di Desa Suci, ditemukan 17 paket sabu lainnya yang sudah dikemas dalam plastik klip,” kata AKBP Ramadhan Nasution didampingi Kasat Narkoba AKP Ahmad Yani dan Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza di Mapolres Gresik pada Rabu, 4 November 2026.

Selain sabu, polisi juga menyita barang bukti lain berupa tiga timbangan digital, plastik klip kosong, buku catatan penjualan, sedotan, tas selempang, satu unit ponsel, uang tunai Rp 850 ribu, dan satu unit sepeda motor.

Kapolres mengungkapkan, tersangka GN merupakan residivis kasus narkoba pada 2022. Ia mengaku mengedarkan sabu sejak Agustus 2026 dengan omzet mencapai ratusan gram per bulan.

“Tersangka mengedarkan sekitar 300 gram setiap bulan,” tegasnya.  Sumber dikepolisian menyebutkan dalam dua minggu tersangk bisa hampir 200 gram. Jika harga sabu Rp 1,5 juta hingga Rp 1,8 juta per gram, omzetnya bisa mencapai Rp 0,5 miliar per bulan. 

Dari hasil pemeriksaan, GN berperan sebagai kurir yang mengambil dan meletakkan paket sabu di sejumlah titik sesuai instruksi WW. Dari perannya itu, GN mendapat upah Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta.

“Jaringannya mengedarkan di wilayah Gresik, Kebomas, Menganti, Kedamean, Wringinanom, hingga Driyorejo. Sasarannya mulai remaja hingga usia 50 tahunan,” tegas Ramadhan.

GN juga diduga memiliki pembeli sendiri di luar jaringan WW untuk mendapat keuntungan lebih besar.

Polres Gresik mengimbau masyarakat aktif melapor jika mengetahui peredaran narkoba melalui Call Center 110 atau Hotline Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Residivis Manyar Jadi Bandar Sabu, Polres Gresik Sita 57,96 Gram Selengkapnya

Kepala KSOP Sunda Kelapa Sidak Pantai Mutiara dan Muara Baru, Tekankan Keselamatan Pelayaran

JAKARTA, 1minute.id – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sunda Kelapa, Hotman Siagian, melakukan kunjungan kerja perdana ke wilayah kerja (Wilker) Pantai Mutiara dan Muara Baru, Jakarta pada Selasa, 3 November 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Hotman didampingi Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal, Muhammad Nuryadin beserta jajaran. Kunjungan juga dilanjutkan ke Kantor Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Direktorat Jenderal PSDKP.

Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi dan memastikan pelaksanaan tugas pengawasan serta pelayanan publik di wilayah kerja berjalan sesuai aturan, humanis dan lancar.

Tekankan Integritas dan Keselamatan

Di hadapan petugas Wilker Pantai Mutiara dan Muara Baru, Hotman memberikan pengarahan langsung. Ia menekankan pentingnya integritas, kolaborasi, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Ia mengingatkan setiap petugas agar bekerja dengan hati nurani. Budaya keselamatan, kata dia, tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus meresap di setiap tindakan operasional, mulai perencanaan, pengawasan, pelaksanaan hingga evaluasi.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Setiap kapal yang berlayar wajib mentaati aturan dan SOP serta membawa harapan, bukan ancaman, membawa kesejahteraan, bukan risiko. Jangan pernah berkompromi dengan keselamatan,” tegas Hotman.

Kepala Wilker Pantai Mutiara, Tolani dan Kepala Wilker Muara Baru, Deddy, mengapresiasi gerak cepat pimpinan yang turun langsung ke lapangan (check on the spot) untuk memberikan arahan.

Siapkan Rampcheck Kapal Nataru

Hotman juga menginstruksikan kepada Marine Inspector untuk melaksanakan Instruksi Dirjen Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 6 Tahun 2026 tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026/2027.

Sesuai instruksi tersebut, rampcheck akan dilaksanakan pada November 2026 terhadap kapal penumpang yang beroperasi di wilayah kerja Pelabuhan Sunda Kelapa.

Selain itu, KSOP Kelas III Sunda Kelapa berkomitmen meningkatkan pelayanan prima melalui pengukuran dan penerbitan E-Pas Kecil bagi kapal di bawah GT 7 yang beroperasi di Pantai Mutiara dan Muara Baru.

Sinergi dengan PSDKP

Dalam kunjungan ke Pangkalan PSDKP, Hotman bertemu dengan Kepala Pangkalan PSDKP, Erwin. Kedua pihak sepakat memperkuat sinergi dan kolaborasi serta menyamakan persepsi dalam tugas pengawasan di lapangan.

Kunjungan perdana ini menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi wilayah kerja dan mendengar masukan petugas. Diharapkan sinergi antara pimpinan, petugas lapangan, dan instansi terkait semakin baik guna mewujudkan transportasi laut yang aman, tertib, dan berkeselamatan. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Kepala KSOP Sunda Kelapa Sidak Pantai Mutiara dan Muara Baru, Tekankan Keselamatan Pelayaran Selengkapnya

Lansia Tunggal di Ujungpangkah Dapat Makanan Gratis Tiap Hari dari Pemkab Gresik Lewat Program PIRINGKU

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik menguji coba Program Pemberian Makanan Khusus pada Lansia (PIRINGKU) bagi lansia tunggal kurang mampu. Pilot project ini dipusatkan di Kecamatan Ujungpangkah.

Selama 60 hari, Pemkab menyalurkan makanan siap konsumsi setiap hari kepada 40 lansia yang hidup sendiri tanpa pendamping perawatan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, menegaskan bantuan ini diberikan dalam bentuk makanan, bukan uang tunai atau sembako.

“Ini bentuk kepedulian Pemkab Gresik kepada lansia tunggal. Kami berikan makanan siap konsumsi untuk siang hari karena mereka sudah memiliki keterbatasan tenaga untuk memasak sendiri,” jelas Ummi.

Sebelum menerima bantuan, 40 lansia penerima manfaat menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas. Pemeriksaan untuk memetakan penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes.

Menu disusun berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan dan ahli gizi. Komposisinya terdiri dari karbohidrat, sayur, dan lauk-pauk yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing lansia.

Pemkab berharap program percontohan ini dapat berlanjut dan diperluas pada 2027. “Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan diperluas. Semoga para pengambil kebijakan, legislatif, serta tim anggaran dapat melihat manfaatnya,” ungkapnya.

Selain bantuan sosial, PIRINGKU juga mendorong pemberdayaan masyarakat. Pengolahan dan distribusi makanan melibatkan Kelompok Masyarakat (Pokmas) setempat.

Ketua Pokmas Mangrove Ujungpangkah, Husnul Hatimah, mengatakan pihaknya memberdayakan warga dari beberapa desa. Tiga orang bertugas memasak dengan menu berbeda setiap hari, sementara yang lain membantu distribusi.

Distribusi dilakukan mulai pukul 05.30 WIB hingga 09.00 WIB dengan mempertimbangkan jarak rumah penerima yang tersebar di Ujungpangkah.

Salah satu penerima, Ndukurfiah, 100, warga Desa Pangkahkulon, mengaku senang mendapat bantuan. Lansia yang tinggal seorang diri di rumah kontrakan ini, anaknya merantau ke luar negeri. “Saya senang, Bu. Maturnuwun, sudah diberi makanan. Alhamdulillah,” kata Ndukurfiah.

Melalui pilot project ini, Pemkab Gresik akan melakukan evaluasi untuk keberlanjutan program perlindungan sosial bagi lansia tunggal. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Lansia Tunggal di Ujungpangkah Dapat Makanan Gratis Tiap Hari dari Pemkab Gresik Lewat Program PIRINGKU Selengkapnya

Gresik Bikin Film Dimulai, 5 Komunitas Siap Angkat Cerita Lokal ke Layar Film

GRESIK, 1minute.id – Lima komunitas film terpilih akan berkolaborasi menggali kekayaan cerita dan merekam keberagaman kehidupan di Gresik untuk diangkat ke layar sinema.

Kelima komunitas yang lolos kurasi program Gresik Bikin Film ini bertemu pertama kali dalam Kemah Sinema di Bumi Perkemahan Lembah Kidang Kuning, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik pada 31 Oktober – 1 November 2026.

Program yang diinisiasi Gresik Movie ini mempertemukan Visit M2G, Lumens Cineart, Movie MANSAGRES, EBnG Studio, dan Klayar Studio. Kelima kelompok dari berbagai wilayah dengan latar belakang beragam itu akan menjalani pembinaan dan pendampingan selama beberapa bulan hingga menghasilkan sebuah film.

Melalui Gresik Bikin Film, Gresik Movie membuka ruang belajar dan kolaborasi bagi sineas lokal. Peserta difasilitasi lokakarya, kelas materi, hingga dukungan produksi mulai praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi.

Materi yang diberikan meliputi kelas produser, pengembangan ide cerita, penyutradaraan, keaktoran, tata suara, sinematografi (DOP), dan ekshibisi. Seluruh materi disampaikan narasumber berpengalaman. Setelah pembekalan, setiap kelompok akan mengembangkan dan memproduksi film, lalu memperkenalkannya kepada publik melalui kegiatan ekshibisi.

“Melalui program ini, kami ingin teman-teman mampu melihat Gresik lebih dekat, menggali potensi cerita, dan mengolah pengetahuan menjadi arsip dalam bentuk film. Sekaligus, kami ingin memperkuat kolaborasi melalui pendampingan serta membuka berbagai kemungkinan untuk menunjang ekosistem film di Gresik agar terus tumbuh,” ujar Ananda Shandy, Direktur Festival pada Minggu, 1 November 2026.

Gresik memiliki keberagaman kultur, budaya, dan lanskap kehidupan. Wilayah utara lekat dengan budaya pesisir, perkotaan tumbuh berdampingan dengan industrialisasi, sementara wilayah lain masih mempertahankan kehidupan agraris. Di sisi lain, kawasan kepulauan menyimpan cerita dan pengetahuan lokal dengan keunikannya sendiri.

Keberagaman tersebut menghadirkan kekayaan cerita yang dapat diangkat ke layar sinema. Tidak hanya tentang manusia dan kehidupan sosialnya, tetapi juga peristiwa alam, ruang hidup, tradisi, serta pengetahuan lokal yang diwariskan antar generasi.

Berangkat dari kekayaan itu, Gresik Movie mendorong sineas menggali cerita melalui keterlibatan warga dan lingkungan sekitar. Setiap kelompok diajak mengenali lebih dekat wilayah yang mereka tinggali, menemukan hal yang selama ini mungkin luput, lalu mengolahnya menjadi karya film berdasarkan perspektif masing-masing.

Lebih dari sekadar menghasilkan film, upaya ini merupakan kerja jangka panjang membangun ekosistem perfilman di Gresik. Melalui kolaborasi antarkomunitas dan lintas sektor, karya yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi produk audiovisual, tetapi juga membawa perspektif pembuatnya serta merekam pengetahuan dan pengalaman masyarakat. 

Gresik Bikin Film berlangsung mulai Oktober 2026 hingga awal Januari 2027. Rangkaiannya meliputi Kemah Sinema, lokakarya, pendampingan produksi, hingga ekshibisi. Melalui proses ini, Gresik Movie berharap tumbuh lebih banyak sineas lokal yang saling terhubung, berkolaborasi, dan menghadirkan beragam cerita Gresik ke layar sinema. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Gresik Bikin Film Dimulai, 5 Komunitas Siap Angkat Cerita Lokal ke Layar Film Selengkapnya

Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Gresik Edukasi Etika Sirine ke Driver Ambulans

GRESIK, 1minute.id – Satlantas Polres Gresik memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada puluhan pengemudi ambulans yang tergabung dalam Paguyuban Driver Ambulance (PDA) Jawa-Madura-Bali.

Kegiatan dengan pendekatan humanis dalam Operasi Patuh Semeru 2026 ini dipusatkan di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) Gresik pada Minggu, 1 November 2026.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi Anggoro bersama anggota memberikan edukasi langsung. Tidak hanya kelengkapan administrasi dan kepatuhan rambu, petugas juga menekankan pemahaman penggunaan sirine dan lampu rotator sesuai aturan perundang-undangan.

Hal itu penting karena ambulans mengemban tugas kemanusiaan membawa pasien yang butuh penanganan medis segera. Namun, keselamatan pengemudi, pasien, dan pengguna jalan lain tetap menjadi prioritas utama.

Kasatlantas Polres Gresik, AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie mengatakan, sosialisasi ini adalah bagian dari upaya membangun kesadaran tertib lalu lintas melalui pendekatan edukatif.

“Teman-teman driver ambulans memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penggunaan sirine dan rotator bukan berarti bisa mengabaikan keselamatan. Pemahaman aturan dan etika berkendara sangat diperlukan agar perjalanan membawa pasien tetap aman.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para driver ambulans semakin memahami aturan lalu lintas,” tambahnya.

Acara berlangsung penuh kebersamaan. Selain sosialisasi dan tanya jawab, kegiatan diisi potong tumpeng, parade sirine, santunan anak yatim, hingga simulasi Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan patient safety dari RS Semen Gresik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli BGN Kabupaten Gresik Imron Rosyadi, Kabag Humas RS Semen Gresik dr. Habibur Rahman, dan Ketua PDA RSUD Pamekasan Rudi Hartono, serta puluhan driver ambulans dari berbagai daerah.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Gresik berharap terbangun sinergi dengan komunitas pengemudi ambulans dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

Satlantas juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan gangguan kamtibmas dan situasi darurat dapat menghubungi Call Center Polri 110 atau layanan pengaduan Lapor Cak Rama di 0811-8800-2006. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Gresik Edukasi Etika Sirine ke Driver Ambulans Selengkapnya