Perluas Akses Pendidikan, Pemkab Gresik Gandeng LKSA Jaring Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD

GRESIK,1minute.id -Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 di mulai 15 Juli 2026, Pemkab Gresik menggandeng Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-Kabupaten Gresik untuk mempercepat penjaringan calon peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) yang kuotanya masih belum terpenuhi.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi penjaringan calon peserta didik yang dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial (Kadinsos)Gresik Ummi Khoiroh serta para pengelola LKSA se-Kabupaten Gresik.

Pada proses penjaringan sebelumnya, kuota peserta didik jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi. Sementara itu, kuota jenjang SD masih menyisakan 30 kursi yang menjadi fokus percepatan. Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik menyediakan 270 kuota peserta didik baru. Setiap jenjang sebanyak 90 anak atau 3 rombongan belajar (rombel). Seluruh jenjang mulai SD, SMP, dan SMA yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2.

Untuk memastikan proses penjaringan berjalan tepat sasaran, Dinas Sosial Gresik membentuk tim verifikasi berlapis yang bertugas memvalidasi data calon peserta didik sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, keterlibatan LKSA memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap tidak ada anak yang memenuhi persyaratan namun terlewat dalam proses penjaringan.

“Kami berharap LKSA yang sudah terakreditasi dapat ikut aktif mengusulkan anak-anak asuh yang memenuhi persyaratan. Ini adalah ikhtiar bersama agar tidak ada kuota yang terlewat dan anak-anak kita segera mendapatkan kesempatan belajar,” ujarnya.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Program ini diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak sekaligus membuka peluang meraih masa depan yang lebih baik.

“Karena itu, kami berharap kuota jenjang SD dapat segera terpenuhi sehingga seluruh peserta didik bisa memulai kegiatan belajar mengajar tepat waktu pada 15 Juli mendatang,” imbuhnya.

Selain memastikan kesiapan penerimaan peserta didik tahun ajaran baru, Pemerintah Kabupaten Gresik juga tengah mempersiapkan pengembangan Sekolah Rakyat permanen. Bupati Yani menjelaskan, sekolah permanen tersebut akan berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, dengan layanan pendidikan yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kehadirannya akan melengkapi Sekolah Rakyat rintisan yang sebelumnya telah beroperasi untuk jenjang SMA di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh LKSA agar proses penjaringan calon peserta didik berlangsung cepat, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.

“Kami optimistis sinergi seluruh LKSA akan mempercepat terpenuhinya kuota peserta didik sebelum tahun ajaran baru dimulai, sehingga seluruh proses pembelajaran dapat berjalan sesuai jadwal,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Yani bersama Kepala Dinas Sosial mengajak seluruh pendiri dan pengelola LKSA meninjau langsung lokasi Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana sekaligus memberikan gambaran mengenai lingkungan belajar yang akan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya para peserta didik Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Perluas Akses Pendidikan, Pemkab Gresik Gandeng LKSA Jaring Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD Selengkapnya

79 Personel Polri dan 3 PNS Polres Gresik Naik Pangkat, Kapolres: Layani Masyarakat dengan Hati

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 79 personel Polri dan 3 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polres Gresik menerima kenaikan pangkat dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat periode 1 Juli 2026 untuk anggota Polri dan periode 1 April 2026 bagi PNS.

Upacara di halaman Mapolres Gresik dipimpin langsung Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution pada Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha, jajaran pejabat utama, para kapolsek, perwira, bintara, ASN, serta keluarga personel yang menerima kenaikan pangkat.

Dalam periode kali ini, kenaikan pangkat diberikan kepada satu personel dari AKP menjadi Kompol, enam personel dari Iptu menjadi AKP, satu personel Aiptu ke Ipda melalui penghargaan pengabdian, 19 personel Aipda ke Aiptu, 22 personel Bripka ke Aipda, dua personel Brigpol ke Bripka, 10 personel Briptu ke Brigpol, dan 18 personel Bripda ke Briptu. Sementara itu, tiga ASN Polres Gresik juga memperoleh kenaikan pangkat, terdiri atas dua orang dari Penata menjadi Penata Tingkat I dan satu orang dari Penata Muda Tingkat I menjadi Penata.

Dalam amanatnya, AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar rutinitas administratif maupun hak yang diterima secara otomatis, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, disiplin, dan kinerja yang telah ditunjukkan selama menjalankan tugas.

Ia mengajak seluruh personel untuk menjadikan momentum tersebut sebagai penyemangat dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada institusi, masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurutnya, keberhasilan meraih kenaikan pangkat juga tidak terlepas dari dukungan pimpinan, rekan kerja, serta keluarga yang selalu memberikan semangat dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kapolres turut menyampaikan apresiasi kepada para suami dan istri personel yang telah memberikan dukungan penuh, sehingga anggota Polri dapat menjalankan tugas dengan optimal.

“Kenaikan pangkat adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Jadilah anggota Polri yang bisa merasa, bukan merasa bisa. Layani masyarakat dengan hati, tetap rendah hati, bersyukur, ikhlas dalam bekerja, serta terus berikhtiar dan berdoa,” pesan Kapolres.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi penyiraman air kembang yang dipimpin langsung Kapolres Gresik. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus pengingat akan tanggung jawab baru yang harus diemban oleh setiap personel yang menerima kenaikan pangkat.

Suasana haru dan penuh kebanggaan tampak saat Kapolres bersama pejabat utama dan Bhayangkari memberikan ucapan selamat kepada seluruh personel yang naik pangkat, didampingi pasangan masing-masing. Rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan, menjadi momentum yang semakin memperkuat semangat pengabdian seluruh personel Polres Gresik dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

79 Personel Polri dan 3 PNS Polres Gresik Naik Pangkat, Kapolres: Layani Masyarakat dengan Hati Selengkapnya

Hari Lingkungan Hidup 2026, Freeport Perkuat Kolaborasi dengan Aksi Bersih Pantai hingga Penanaman Mangrove

GRESIK,1minute.id –  PT Freeport Indonesia (PTFI) menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan Aksi Bersih Pantai di Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Aksi peduli lingkungan kolaboratif ini melibatkan sekitar 400 peserta.

Ratusan peserta itu berasal dari unsur pemerintah daerah, masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, serta karyawan dan mitra perusahaan untuk memperkuat pelestarian lingkungan. 

Mengangkat tema “Be the Solution, Not the Pollution: Recycle and Conserve”, rangkaian kegiatan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mendorong keberlanjutan lingkungan. Serta, mendukung pengelolaan sampah pesisir sekaligus memperkuat program berbasis masyarakat melalui inisiatif Waste for Waste.

Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi mengatakan keberhasilan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. “Bagi kami, komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian integral dari keberlanjutan operasional serta tanggung jawab kepada pemerintah dan masyarakat,” kata Jenpino.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata. “Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga lingkungan. Mulai dari Aksi Bersih Pantai hingga penanaman mangrove, langkah-langkah ini sangat menginspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memulai dari hal-hal yang terdekat,” katanya.

Pantai Kemukem dipilih karena merupakan bagian dari ekosistem pesisir dan mangrove yang memiliki nilai ekologis tinggi, namun juga menjadi lokasi penumpukan sampah kiriman dari aliran sungai. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1,6 ton sampah berhasil dikumpulkan dari area seluas sekitar 500 meter persegi. Seluruh sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang, sampah organik diolah menjadi kompos, sementara residu dikelola sesuai ketentuan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.

Afandi, nelayan warga Desa Kramat, mengatakan program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.  “Harapan kami program ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi lingkungan. Nilai manfaatnya banyak, warga diberdayakan dan lingkungan kami jadi bersih. Sekarang lingkungannya juga lebih enak dipandang, pasir-pasirnya mulai terlihat, dan insyaallah ikan-ikan datang,” katanya

Selain aksi bersih pantai, PTFI juga menggelar penanaman mangrove di Desa Karangrejo yang melibatkan sekitar 350 peserta dari berbagai kalangan. Penanaman dilakukan dengan pendekatan silvofishery yang mengintegrasikan konservasi mangrove dengan budidaya tambak sehingga memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari target penanaman 50.000 bibit mangrove di kawasan konservasi yang dikelola PTFI. Rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup PTFI juga mencakup Environmental Awareness Workshop dan Student Exhibition yang mendorong edukasi serta partisipasi publik melalui pendekatan kolaboratif, termasuk konservasi sungai dan penguatan peran pelajar melalui karya berbasis Citizen Science.

Di lingkungan internal perusahaan, PTFI menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan karyawan dan kontraktor, antara lain donor darah, program housekeeping dan pemilahan sampah, Environmental Smart Quiz, seminar Lunch & Learn, serta Monthly Contractor Meeting. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan memperkuat budaya keselamatan, kepatuhan, dan keberlanjutan dalam operasional perusahaan.

Melalui rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup 2026, PTFI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan mendorong aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Pendekatan yang terintegrasi, mulai dari konservasi hingga pengelolaan sampah, diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hari Lingkungan Hidup 2026, Freeport Perkuat Kolaborasi dengan Aksi Bersih Pantai hingga Penanaman Mangrove Selengkapnya

Sensus Ekonomi 2026, Wabup Gresik Dorong BPS Lakukan Pendataan Digital untuk Percepat Capaian

GRESIK,1minute.id – Sensus Ekonomi 2026 memasuki pertengahan bulan pertama pada akhir Juni 2026. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik untuk melakukan percepatan pendataan melalui sistem digital agar target sensus dapat segera tercapai.

Hal tersebut disampaikan Wabup Alif saat menghadiri kegiatan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Putri Mijil, Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik pada Selasa, 30 Juni 2026. Dalam arahannya, Wabup Gresik Asluchul Alif menyebut capaian sensus saat ini masih sekitar 17 persen, sementara pelaksanaan akan berakhir pada 31 Agustus 2026. Untuk mempercepat pendataan, ia mengusulkan pemanfaatan data pegawai di lingkungan Pemkab Gresik yang berjumlah sekitar 12.000 orang.

“Kalau petugas BPS harus mendatangi satu per satu dari total 12.000 pegawai kita di lingkungan Pemkab hingga guru-guru sekolah, tentu BPS bisa pusing sendiri dan waktu akan habis. Saya instruksikan lewat Pak Sekda untuk membuat surat resmi. Kumpulkan data email dan nomor telepon, lalu lakukan blasting kuesioner digital terintegrasi via WhatsApp dan Gmail,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Selain Wabup Alif, kegiatan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala BPS Kabupaten Gresik Indriya Purwaningsih, jajaran Forkopimda, serta perwakilan OPD di lingkungan Pemkab Gresik.

Menurutnya, proses tersebut juga akan disertai pemantauan secara berkala. BPS akan menyampaikan daftar instansi atau pegawai yang belum mengisi kuesioner, sehingga masing-masing kepala OPD dapat segera melakukan tindak lanjut. Dengan cara ini, petugas BPS bisa lebih fokus melakukan pendataan terhadap pelaku usaha dan perusahaan yang masih menghadapi kendala di lapangan.

Wabup Alif menegaskan, data Sensus Ekonomi sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Sebagai daerah industri yang terus berkembang, Gresik membutuhkan data ekonomi yang akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan, investasi, serta pengembangan UMKM.

Wabup Alif menerangkan bahwa data Sensus Ekonomi 10 tahunan ini sangat krusial bagi masa depan Kabupaten Gresik yang kini menjadi kawasan industri raksasa. Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Kawasan Industri Gresik (KIG), Kawasan Maspion, hingga 90.000 UMKM membutuhkan basis data yang berkualitas agar arah kebijakan pembangunan daerah ke depan tepat sasaran.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha, baik perusahaan maupun usaha perorangan, untuk memberikan data yang benar kepada petugas sensus. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena data sensus tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan.

“Saya sendiri sudah di sensus oleh teman-teman BPS dan menyampaikan data apa adanya yang formal di atas kertas. Masyarakat dan pelaku usaha tidak perlu takut akan masalah pajak atau lainnya. Berikan data yang jujur mengenai tenaga kerja, omzet, dan jenis produksi,” tambahnya.

Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi sumber data penting bagi pemerintah maupun pelaku usaha. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk melihat kondisi dunia usaha, mengidentifikasi peluang investasi, meningkatkan daya saing, sekaligus menjadi dasar penyusunan program pembangunan daerah, termasuk RPJMD.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menyatakan kesiapan seluruh perangkat daerah untuk mendukung percepatan pendataan digital. Ia berharap langkah tersebut dapat membantu mewujudkan target 100 persen pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sensus Ekonomi 2026, Wabup Gresik Dorong BPS Lakukan Pendataan Digital untuk Percepat Capaian Selengkapnya

Satreskirim Polres Gresik Bekuk Pelaku Pembobol Kartu ATM sebesar Rp 30,6 Juta

GRESIK,1minute.id – Para penjahat semakin canggih. Bahkan, seorang pencuri dengan pemberatan (curat) pun bisa membobol kartu anjugan tunai mandiri (ATM) sebesar Rp 30,65 juta. Unit Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Gresik turun tangan menangkap pelaku yang diketahui berinisial NBR, 25 tahun. Ia warga Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. 

Menurut Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya, pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan korban yang kehilangan dompet berisi identitas diri dan kartu ATM. “Begitu laporan kami terima, anggota Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik langsung melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku,” ujarnya di Mapolres Gresik pada Selasa, 30 Juni 2026.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan polisi di SPKT Polres Gresik. Korban bernama Muhammad Jamil, warga Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kronologi kejadian  Selasa, 23 Juni 2026 sekitar pukul 19.00 WIB korban baru turun dari bus TransJatim di Terminal Bunder, Gresik. Tanpa disadari, dompet yang disimpan di saku belakang celana hilang. Di dalam dompet tersebut terdapat KTP, kartu BPJS, kartu ATM BCA, ATM BNI serta dokumen pribadi lainnya.

Korban baru menyadari dompetnya hilang setelah tiba di rumah sekitar pukul 20.00 WIB. Keesokan harinya, Rabu, 24 Juni 2026

korban berusaha mencari dompet tersebut namun tidak ditemukan. Karena khawatir kartu ATM disalahgunakan, korban kemudian memeriksa saldo melalui aplikasi mobile banking. Saat itulah korban mengetahui saldo rekening BCA miliknya berkurang drastis. Korban kemudian mendatangi kantor Bank BCA di kawasan GKB, Gresik untuk mencetak rekening koran. Hasil pemeriksaan rekening koran menunjukkan uang sebesar Rp30.650.000 telah ditarik oleh orang yang tidak dikenal tanpa seizin korban.

Merasa dirugikan, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gresik. Menindaklanjuti laporan itu, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik yang dipimpin Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan melakukan penyelidikan intensif. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang terduga pelaku.

Pada Senin, 29 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, tim memperoleh informasi mengenai keberadaan pelaku di wilayah Kabupaten Gresik. Beberapa anggota Resmob bergerak melakukan penyisiran di lokasi yang dicurigai. Sekitar pukul 14.40 WIB, petugas akhirnya berhasil mengamankan pelaku di sebuah rumah makan Bakso di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Gresik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam penangkapan tersebut, Satreskrim Polres Gresik turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit telepon seluler, KTP milik korban, kartu ATM BCA dan ATM BNI milik korban, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna putih beserta STNK dan kunci kendaraan, surat gadai telepon seluler iPhone, surat gadai BPKB sepeda motor, sepasang sandal, serta uang tunai sebesar Rp 1.472.000.

Saat ini penyidik Satreskrim Polres Gresik masih terus melengkapi proses penyidikan dan pemberkasan perkara guna proses hukum lebih lanjut. Pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat apabila masyarakat mengetahui atau mengalami tindak pidana, segera laporkan ke kantor kepolisian terdekat atau melalui Call Center 110. Selain itu, warga Gresik juga dapat memanfaatkan layanan pengaduan 24 jam LAPOR Cak Rama (Lapor Kapolres Gresik) melalui nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Satreskirim Polres Gresik Bekuk Pelaku Pembobol Kartu ATM sebesar Rp 30,6 Juta Selengkapnya

Lindungi Hak Anak, Kejari Gresik Ajukan Hak Asuh Bagi Anak-anak di Pengadilan Negeri Agama 

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menjalin kerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) Gresik dalam penanganan penetapan perwalian bagi anak di bawah umur dan anak terlantar. Langkah tersebut untuk memastikan anak yatim, anak terlantar, dan anak kurang mampu memperoleh perlindungan hukum serta hak-haknya secara sah.

Kerjasama tersebut melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun)  Kejari Gresik dengan mendaftar permohonan penetapan perwalian anak di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Agama Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Senin, 29 Juni 2026.

Kepala Seksi Datun Kejari Gresik Alfiah Yustiningrum melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Raden Achmad Nur Rizky mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan hukum kepada anak yang tidak mampu.

Selain itu, Kejaksaan dalam mengajukan permohonan pengangkatan wali diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya Pasal 30C huruf (f), yang memberikan kewenangan kepada Kejaksaan menjalankan fungsi di bidang keperdataan dan kepentingan publik, termasuk perkara yang berkaitan dengan hukum keluarga dan perwalian anak.

Dasar hukum lainnya yaitu, Jaksa Pengacara Negara juga memiliki dasar hukum untuk mengajukan permohonan pengangkatan wali sebagaimana diatur dalam Pasal 360 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), serta diperkuat dengan Peraturan Jaksa Agung Nomor 7 Tahun 2021 yang mengatur bahwa pengangkatan wali bagi anak di bawah umur harus diajukan melalui Pengadilan Agama.

“Intinya, negara hadir untuk memenuhi hak-hak anak melalui Kejaksaan Negeri Gresik. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 34 mengenai pemeliharaan fakir miskin dan anak terlantar,” kata Achmad Nur Rizky.

Lebih lanjut Achmad Nur Rizky menambahkan, melalui penetapan perwalian di Pengadilan Agama, nantinya anak-anak yang selama ini belum memiliki wali sah diharapkan memperoleh kepastian hukum, sehingga hak-haknya. “Baik mulai dari pendidikan, administrasi kependudukan hingga berbagai bentuk bantuan sosial dan layanan negara lainnya, dapat dipenuhi secara optimal,” katanya.

Sementara Panitera Pengadilan Agama Gresik Koes Admaja Utama, mengatakan, penetapan asuh anak diperlukan untuk memberi kepastian hukum kepada pihak yang ditunjuk sebagai wali anak yang belum cakup melakukan perbuatan hukum.

“Perwalian ini dibutuhkan agar ada wali anak yang sah untuk mewakili anak dalam memperoleh hak-haknya. Misalnya di bidang pendidikan ketika kedua orang tuanya sudah tidak ada. Ketua yayasan yang menjadi wali, nantinya dapat mendampingi anak memperoleh hak seperti beasiswa melalui Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Gresik,” kata  Koes Admaja. 

Lebih lanjut Koes Admaja menambahkan, Bidang Datun memiliki kewenangan sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN), sehingga dapat memberi pendampingan hukum dalam pemenuhan hak-hak anak.

“Datun memiliki legitimasi sebagai Jaksa Pengacara Negara untuk membantu pemenuhan hak-hak anak, terutama anak kurang mampu maupun anak terlantar yang tidak jelas keberadaan orang tuanya,” katanya.

Menurut Koes Admaja, program tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Gresik sebagai tindak lanjut program serentak yang diinisiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

“Dari pihak Datun Kejari Gresik telah mengajukan permohonan kepada kami. Selanjutnya Pengadilan Agama akan menjadwalkan persidangan untuk memeriksa alat bukti dan saksi sebelum mengeluarkan penetapan perwalian,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bidang Datun Kejari Gresik mengajukan sejumlah permohonan penetapan perwalian. Salah satunya diajukan oleh Exell Yudistira Budiman Sismedy terhadap tiga anak, yakni berinisial DFS, FA, dan CES. 

Selain itu, juga diajukan permohonan perwalian atas dua anak terlantar, berinisial MTB dan DS, berdasarkan surat permohonan dari Dinas Sosial Kabupaten Gresik.

“Seluruh permohonan tersebut diajukan berdasarkan surat permohonan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik terkait penetapan perwalian anak terlantar,” katanya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Lindungi Hak Anak, Kejari Gresik Ajukan Hak Asuh Bagi Anak-anak di Pengadilan Negeri Agama  Selengkapnya

Hari Ketiga, Antusiasme Warga Nikmati PetroNite Fest 2026 Libatkan 670 Tenant Tetap Tinggi 

GRESIK,1minute.id – PetroNite Fest 2026 memasuki hari ketiga pada Senin malam, 29 Juni 2026. Event tahunan yang digelar oleh Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero) dipusatkan kompleks Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik. 

PetroNite Fest 2026 yang dibuka oleh Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo untuk merayakan HUT ke-54 Petrokimia Gresik ini melibatkan 670 tenant yang didominasi pelaku UMKM.

Keterlibatan UMKM ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses promosi, memperkuat ekosistem UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia GresiknAdityo Wibowo, usai pembukaan menyampaikan bahwa event ini merupakan kontribusi nyata perusahaan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat daya saing UMKM lokal dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 Petrokimia Gresik.

“PetroNite Fest menjadi ruang bagi UMKM untuk berkembang, memperluas pasar, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

Ia menjelaskan, tahun ini PetroNite Fest diikuti 670 tenant yang terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL), 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP yang akan beroperasi hingga 5 Juli 2026. Seluruh tenant juga didorong menggunakan QRIS sebagai bentuk penguatan ekosistem usaha berbasis digital sehingga transaksi menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan nyaman.

Selain itu, Petrokimia Gresik melibatkan 12 tenant mitra binaan CSR serta Karang Taruna di sekitar perusahaan yang dipercaya mengelola area parkir selama kegiatan berlangsung. Pada penyelenggaraan tahun lalu, PetroNite Fest mencatatkan perputaran ekonomi sekitar Rp10 miliar dengan total pengunjung mencapai 319 ribu orang.

“Kami ingin UMKM tidak hanya bertambah dari sisi jumlah, tetapi juga naik kelas dari sisi ekosistem bisnisnya. Karena itu, tahun ini seluruh tenant kami dorong menggunakan QRIS agar transaksi menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung percepatan ekonomi digital di Kabupaten Gresik,” kata Adit.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, mengapresiasi komitmen Petrokimia Gresik yang secara konsisten mendukung pengembangan UMKM dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Selama ini Petrokimia Gresik juga banyak memberikan dukungan bagi kemajuan UMKM, termasuk mendukung berbagai program Pemerintah Kabupaten Gresik yang berkaitan dengan pengembangan UMKM,” tandasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan PetroNite Fest dengan membeli dan menggunakan produk-produk UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Wabup juga berharap Petrokimia Gresik terus berkembang sehingga kontribusinya terhadap pengembangan UMKM dan kesejahteraan masyarakat Gresik semakin besar.

“Lebih dari lima dekade Petrokimia Gresik telah menjadi kebanggaan masyarakat Gresik. Tidak hanya berperan sebagai perusahaan strategis nasional yang mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi mitra penting Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam membangun perekonomian daerah, khususnya UMKM,” tutupnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hari Ketiga, Antusiasme Warga Nikmati PetroNite Fest 2026 Libatkan 670 Tenant Tetap Tinggi  Selengkapnya

Bupati Gresik dan Wamen Transmigrasi Lepas Ekspor Rajungan ke Amerika Serikat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, melepas ekspor rajungan ke Amerika Serikat di CV Kudatama Mas, Kawasan Industri Gresik (KIG) pada Senin, 29 Juni 2026.

Pelepasan ekspor ini menjadi simbol kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam memperkuat hilirisasi produk unggulan kawasan transmigrasi, sekaligus menegaskan peran Gresik sebagai simpul industri pengolahan komoditas perikanan berorientasi ekspor.

Ekspor tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Transmigrasi, Pemerintah Kabupaten Gresik, Aruna Indonesia, dan CV Kudatama Mas. Bahan baku rajungan dipasok dari kawasan transmigrasi di Sorong (Papua), Maluku, Maluku Utara, Kabupaten Pasangkayu (Sulawesi Barat), serta kawasan pesisir Gresik dan Lamongan. Seluruh hasil tangkapan kemudian diolah di Gresik sebelum diberangkatkan menuju pasar Amerika Serikat.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Pemerintah Kabupaten Gresik menyambut baik sinergi yang terbangun antara kawasan transmigrasi dengan industri pengolahan di Gresik. Menurutnya, letak strategis Gresik sebagai kawasan industri menjadi modal penting untuk menghubungkan potensi sumber daya dari berbagai daerah dengan pasar ekspor.

“Di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan, kita patut bersyukur karena produk unggulan daerah, termasuk dari kawasan transmigrasi, mampu menembus pasar dunia. Hari ini kita melepas satu kontainer. Mudah-mudahan ke depan jumlahnya terus meningkat menjadi lima kontainer atau bahkan lebih,” ujar Gus Yani.

Ia menjelaskan, keberhasilan ekspor rajungan ditopang oleh dua kekuatan utama. Pertama, ketersediaan bahan baku yang melimpah dari kawasan pesisir dan kawasan transmigrasi di Indonesia Timur. Kedua, industri pengolahan rajungan merupakan sektor padat karya yang mengandalkan keterampilan sumber daya manusia, khususnya para pekerja perempuan yang mampu menghasilkan produk sesuai standar ekspor.

“Nilai utama industri ini bukan teknologi yang tinggi, melainkan keterampilan tenaga kerjanya. Karena itu kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Gresik membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Kami membuka seluas-luasnya dukungan terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja. Apabila perusahaan membutuhkan pelatihan bagi para pekerjanya, Pemerintah Kabupaten Gresik siap memfasilitasi pelatihan yang tersertifikasi sehingga peningkatan kapasitas SDM menjadi investasi bersama antara pemerintah dan dunia usaha,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Dalam sesi doorstop, Gus Yani menambahkan bahwa kerja sama tersebut membuka peluang hilirisasi bagi komoditas unggulan lainnya dari kawasan transmigrasi. “Posisi Gresik sangat strategis karena memiliki industri pengolahan yang sudah berkembang. Hari ini rajungan menjadi contoh sukses. Ke depan bukan tidak mungkin komoditas lain seperti kakao maupun kopra dari kawasan transmigrasi juga dapat diolah di Gresik. Kami berharap dukungan Kementerian Transmigrasi terus diperkuat agar semakin banyak produk unggulan kawasan transmigrasi yang memiliki nilai tambah melalui industri di Gresik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan pelepasan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa kawasan transmigrasi kini tidak hanya dikenal sebagai sentra produksi tanaman pangan, tetapi juga mampu menghasilkan komoditas perikanan yang memiliki daya saing di pasar internasional.

“Rajungan menjadi salah satu produk unggulan kawasan transmigrasi. Bahan bakunya berasal dari Sorong, Maluku, Maluku Utara, Pasangkayu, hingga kawasan pesisir Gresik dan Lamongan. Melalui kemitraan dengan Aruna, hasil tangkapan nelayan dapat masuk ke pasar ekspor dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Viva Yoga, arah baru pembangunan transmigrasi saat ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal dan hilirisasi produk unggulan.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Transmigrasi memiliki empat misi utama, yakni memperkuat persatuan bangsa, mengentaskan kemiskinan, mendukung swasembada pangan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Setiap kawasan transmigrasi memiliki produk unggulan yang berbeda. Karena itu pengembangannya juga harus spesifik, termasuk melalui hilirisasi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Viva Yoga mengungkapkan, permintaan rajungan dari Amerika Serikat masih sangat tinggi. Saat ini ekspor dilakukan secara rutin dua kali setiap bulan dengan volume sekitar 16 ton per kontainer dan nilai mencapai sekitar Rp14 miliar hingga Rp15 miliar.

Ia juga mengapresiasi proses pengolahan rajungan di CV Kudatama Mas yang telah memenuhi standar internasional. Menurutnya, hampir seluruh proses produksi masih dilakukan secara manual sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Industri ini bukan hanya menghasilkan devisa, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan yang luas. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak nelayan di kawasan transmigrasi yang memperoleh manfaat dari rantai nilai ekspor ini,” ujarnya.

Selain memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha, Kementerian Transmigrasi juga terus membangun sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan produktivitas kawasan pesisir transmigrasi melalui pemberdayaan nelayan, penguatan rantai pasok, dan pengembangan hilirisasi sesuai potensi masing-masing daerah.

Viva Yoga menambahkan, apabila pasokan rajungan dari kawasan transmigrasi semakin besar dan berkelanjutan, peluang pembangunan fasilitas pengolahan di kawasan transmigrasi juga semakin terbuka. Dengan demikian, nilai tambah industri tidak hanya dinikmati di daerah pengolahan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik dan Wamen Transmigrasi Lepas Ekspor Rajungan ke Amerika Serikat Selengkapnya

Catatan MURI di Gresik Bertambah, Terbaru Festival Tumpeng Nasi Krawu Setinggi 4,5 Meter

GRESIK,1minute.id – Catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bertambah satu pada Minggu, 28 Juni 2026. Rekor baru adalah Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang digelar Komunitas Wartawan Grissee di Gresik Universal Science (GUS) Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Pengakuan tersebut diberikan atas penyusunan gunungan setinggi sekitar 4,5 meter yang terdiri dari 3.000 bungkus nasi krawu.

Nasi atau sego krawu adalah warisan budaya tak benda (WBTB) Nasional oleh Kemendibudristek pada 2022 lalu. Rekor ini menambah panjang piagam MURI yang di koleksi di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Pada 17 Juli 2022, PT Petrokimia Gresik memecahkan rekor baru yakni 50 ribu jubung. Pemecahan rekor MURI dilakukan disela acara seremoni pembukaan PetroNite Fest 2022 di halaman Gedung Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik. 

Kemudian, 28 Oktober 2024, giliran Pengadilan Agama (PA) Gresik yang memecahkan rekor baru sebagai Pionir/Pengadilan Agama Tingkat Kabupaten Pertama yang menginisiasi kerja sama dengan perusahaan untuk komitmen bersama dalam pemenuhan hak perempuan dan anak pasca perceraian.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas pengenalan Gresik di tingkat nasional maupun internasional.

Didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Yani mengapresiasi konsistensi Komunitas Wartawan Grissee yang selama empat kali penyelenggaraan terus menghadirkan inovasi dalam mengangkat nasi krawu sebagai ikon kuliner khas Gresik. Menurutnya, upaya merawat budaya akan memberi dampak yang lebih luas ketika dilakukan secara kolaboratif dan dikemas menjadi kegiatan yang mampu menarik partisipasi masyarakat.

“Nasi krawu bukan sekadar makanan khas. Nasi krawu adalah identitas Kabupaten Gresik. Di mana pun orang mengenal Gresik, salah satu yang langsung diingat adalah nasi krawu. Karena itu, upaya melestarikan kuliner ini menjadi sangat penting,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menuturkan, Festival Nasi Krawu telah menunjukkan bahwa warisan budaya dapat berkembang menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan manfaat di berbagai sektor. Selain menjadi sarana memperkenalkan identitas daerah, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Berangkat dari budaya, kemudian tumbuh menjadi ruang wisata yang mempertemukan masyarakat. Orang datang bersama keluarga untuk menikmati festival, mengenal kuliner khas Gresik, dan pada saat yang sama kegiatan ini ikut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” tutur Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Mantan Ketua DPRD Gresik ini berharap keberhasilan meraih Rekor Dunia MURI menjadi penyemangat untuk terus melahirkan inovasi dalam mempromosikan potensi Kabupaten Gresik. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah titik akhir, melainkan awal dari berbagai gagasan baru yang dapat semakin memperkuat citra Gresik sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.

“Hari ini prestasinya telah mencapai Rekor Dunia MURI. Semoga ke depan lahir lebih banyak lagi ide-ide kreatif yang membawa nama Kabupaten Gresik semakin dikenal,” katanya. 

Sementara itu, Perwakilan MURI Ari Andriani menjelaskan bahwa pengukuhan Rekor Dunia diberikan tidak hanya karena jumlah sajian yang berhasil disusun, tetapi juga karena festival ini mengangkat nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Gresik.

“Sego krawu bukan sekadar nasi dengan suiran daging, serundeng, dan sambal. Sego krawu adalah identitas, warisan leluhur, sekaligus simbol kehangatan serta keramahan masyarakat Gresik,” jelas Ari.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil verifikasi, gunungan sego krawu yang terdiri atas 3.000 bungkus dengan tinggi sekitar 4,5 meter memenuhi seluruh persyaratan pencatatan rekor. Atas dasar itu, MURI menetapkan capaian tersebut sebagai rekor dunia karena dinilai berhasil mengangkat kuliner tradisional Indonesia melalui sebuah perhelatan budaya yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Usai prosesi penyerahan piagam Rekor Dunia MURI kepada KWGe, ribuan bungkus nasi krawu yang tersusun dalam gunungan dibagikan kepada masyarakat. Antusiasme warga yang memadati kawasan GUS menjadi penutup manis festival yang tidak hanya menorehkan prestasi, tetapi juga mempertegas bahwa budaya lokal dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebanggaan daerah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Catatan MURI di Gresik Bertambah, Terbaru Festival Tumpeng Nasi Krawu Setinggi 4,5 Meter Selengkapnya

Bupati Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damarkurung “Melintasi Waktu”, Dorong Terintegrasi Pariwisata, Dongkrak Ekonomi Warga

GRESIK,1minute.id – Damarkurung telah bertransformasi. Lukisan bercerita yang dipopulerkan oleh maestro Damarkurung Masmundari ini telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional. Kini, Damarkurung memiliki “rumah” sendiri. Namanya, rumah kreasi Damarkurung di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson Kecamatan Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan langsung rumah kreasi sekaligus membuka pameran lukisan bertajuk “Damarkurung Melintas Waktu” pada Sabtu malam, 27 Juni 2026. Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kabupaten Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota industri atau kota santri, tetapi juga sebuah kota yang kaya akan warisan sejarah dan seni budaya yang adiluhung. 

Salah satunya permata budaya yang paling berharga, yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, adalah damar kurung. Ia berharap rumah kreatif damar kurung dapat menjadi ruang episentrum generasi muda dalam menjaga identitas budaya. 

Kehadiran rumah kreasi dan pameran lukisan ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi seni, tetapi juga mampu terintegrasi secara kuat dengan sektor pariwisata daerah. Melalui integrasi tersebut, ruang kreatif ini diproyeksikan dapat menarik kunjungan wisatawan yang lebih luas, sehingga sektor kesenian mampu memberikan dampak nyata dan bertransformasi menjadi nilai ekonomi yang menyejahterakan para pelaku seni serta masyarakat lokal.

“Mudah-mudahan langkah strategis ini mampu mengubah potensi kreativitas seniman lokal, menjadi sebuah ekosistem yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani yang didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaiduddin Ghozali.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, damarkurung bukan sekadar lampion kayu berhias kertas lukis. Di balik pendar cahayanya, ada narasi kehidupan, tradisi, nilai-nilai sosial, dan spiritualitas masyarakat muslim pesisir Gresik yang terekam dengan sangat jujur. “Melalui goresan tangan maestro kita, Mbah Masmundari, Damar Kurung telah berkelana jauh, memperkenalkan wajah Gresik ke panggung seni rupa dunia,” ucapnya. 

Untuk itu, lanjut Bupati, peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar api kreativitas ini tidak padam. Tempat ini kita dedikasikan sebagai pusat pembelajaran, wadah inkubasi kreatif bagi generasi muda, sekaligus ruang bertemunya para seniman untuk terus menghidupkan ikon kebanggaan Gresik.  “Kita ingin memastikan bahwa anak cucu kita ke depan tidak hanya mendengar nama damar kurung dari buku sejarah. Tetapi mampu melukis dan memaknainya secara langsung,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Bupati Gresik mengapresiasi dibukanya rumah kreasi dan pameran lukisan yang bertajuk “Damar Kurung Melintas Waktu”. Menurut bupati, tema tersebut membawa pesan yang sangat kuat.”Melintas Waktu” mengingatkan bahwa seni tradisional harus terus relevan dengan perkembangan zaman. 

“Damar kurung harus mampu melintasi sekat-sekat generasi dari masa lalu Mbah Masmundari, masa kini di tangan para perupa modern, hingga masa depan di era digital. Pameran ini adalah bukti bahwa damar kurung adalah seni yang hidup, dinamis, dan terus menginspirasi,” tuturnya.

Bupati Yani juga, mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, dinas terkait, para seniman, budayawan, dan komunitas kreatif yang telah bekerja keras mewujudkan ruang dan pameran tersebut. Pihaknya berharap, kolaborasi seperti ini dibutuhkan dalam membangun ekosistem kebudayaan Gresik yang maju dan berkelanjutan.

“Semoga tempat ini membawa berkah, menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya, dan pemantik semangat kita semua untuk terus melestarikan warisan leluhur. Selamat menikmati pameran, mari kita jaga kekayaan budaya Gresik,” tandasnya.

Di tempat sama, Ketua Panitia pembukaan rumah kreasi dan pembukaan pameran lukisan Damar Kurung Melintas Waktu, Muhammad Anhar menyampaikan, Rumah Kreasi Damar Kurung diharapkan menjadi episentrum kreatif yang mampu mendorong generasi muda untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memajukan ekonomi kreatif berbasis budaya. 

“Saya berharap, tempat ini menginspirasi anak muda di Gresik untuk terus berkarya, menghargai, dan meneruskan jejak perjuangan para maestro seni daerah. Selain itu, wadah kolaborasi anak muda untuk belajar, berbagi, dan menghidupkan seni tanpa harus berbayar atau gratis,” singkatnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damarkurung “Melintasi Waktu”, Dorong Terintegrasi Pariwisata, Dongkrak Ekonomi Warga Selengkapnya