Polsek Cerme Gagalkan Perang Sarung, Dua Pelajar Diamankan

GRESIK,1minute.id – Perang sarung kumat lagi. Untungnya, polisi bergerak cepat sehingga menggagalkan rencana perang sarung yang melibatkan puluhan remaja di wilayah Cerme. Petugas mengamankan dua remaja beserta sejumlah barang bukti yang berpotensi membahayakan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 01.00 WIB di kawasan Perumahan Patra Raya Jalan Raya Dusun Karangan, Desa Kambingan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Puluhan anak belasan tahun terlibat dalam aksi saling serang menggunakan sarung yang telah dimodifikasi dengan cara diikat pada bagian ujungnya hingga menyerupai pecut yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Kapolsek Cerme AKP Taufan Arif Nugroho, memimpin langsung personel menuju lokasi setelah menerima laporan melalui call center Polri 110 dari masyarakat adanya kerumunan mencurigakan. Saat petugas tiba, para remaja tersebut langsung berhamburan melarikan diri. Sebagian kabur ke area persawahan, sementara lainnya tancap gas menggunakan sepeda motor.

“Kami bergerak cepat saat mendapati kerumunan yang melakukan penyerangan. Meski banyak yang melarikan diri, petugas berhasil mengamankan dua remaja di lokasi beserta kendaraan yang tertinggal,” ujar Kapolsek.

Dalam pembubaran tersebut, petugas berhasil mengamankan dua remaja berstatus pelajar yang diduga terlibat dalam aksi tawaran berinisial MSM dan DNS. Keduanya langsung dibawa ke Mapolsek Cerme untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Aerox dan sarung warna coklat yang telah dimodifikasi.

Pihak kepolisian berkoordinasi dengan perangkat desa serta memanggil orang tua dan pihak sekolah, dan selanjutnya memberikan pembinaan terhadap para remaja tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar aksi serupa tidak kembali terjadi, khususnya selama bulan Ramadan yang rawan aksi kenakalan remaja

Polres Gresik juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas melalui hotline “Lapor Cak Rama” di WhatsApp 0811-8800-2006 atau Call Center Polri 110. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polsek Cerme Gagalkan Perang Sarung, Dua Pelajar Diamankan Selengkapnya

Kementerian Kebudayaan Menetapkan Kupat Keteg, Rebowekasan, Malam Selawe, Pasar Bandeng hingga Pencak Macan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

GRESIK,1minute.id – Kementerian Kebudayaan menetapkan Ketupat Keteg ; Malem Selawe , Rebowekasan, Pasar Bandeng, hingga Pencak Macan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI).

Sertifikat WBTB diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif pada acara penyerahan apresiasi pelaku budaya, tambahan honorarium juru pelihara dan sertifikat WBTB yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disaprbud) Jawa Timur di Taman Krida Budaya Kota Malang pada Minggu, 22 Februari 2026.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam proses penetapan Kupat Keteg, Rebowekasan, Pasar Bandeng, Malem Selawe hingga Pencak Macan sebagai WBTBI.

Wabup  mengungkapkan, penetapan WBTB ini bukan hanya kebanggaan bagi kita, tetapi juga tanggung jawab besar. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat penting untuk memastikan warisan ini tetap hidup dan berkembang di tengah kemajuan zaman. “Penetapan ini juga menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya, maupun kuliner khas yang ada di Kabupaten Gresik,” ungkap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. Ia berharap dunia pendidikan dapat mengambil peran aktif dalam mengenalkan sejarah, makna, dan filosofi tradisi kepada generasi muda.

“Dengan ditetapkannya tradisi dan kuliner Gresik ini diharapkan semakin dikenal luas dan tetap lestari sebagai bagian penting dari identitas Gresik, Jawa Timur dan Indonesia,” pungkasnya.

Momentum tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Di hadapan kepala daerah, budayawan, seniman, dan tokoh masyarakat yang hadir, Gubernur Jatim Khofifah menegaskan bahwa status WBTBI merupakan amanah moral untuk menjaga keberlangsungan tradisi agar tidak tergerus zaman.

“Warisan budaya tak benda adalah roh dari peradaban kita. Ia membentuk karakter, memperkuat identitas, dan menjadi penuntun arah pembangunan,” tegasnya. Pihaknya mendorong agar sektor kebudayaan ditempatkan sebagai bagian strategis dalam pembangunan daerah. Menurut Khofifah, Potensinya tidak hanya pada aspek pelestarian, tetapi juga dalam mendorong pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif. Hingga memperluas diplomasi budaya di tingkat nasional dan internasional.

“Pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan generasi muda agar pelestarian budaya tidak berhenti pada simbol, melainkan terus berkembang melalui inovasi kreatif yang tetap berakar pada nilai tradisi,” tandasnya. 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga mengumumkan kenaikan signifikan pada tunjangan kehormatan bagi para juru pelihara cagar budaya di Jawa Timur. Apresiasi yang diberikan tahun ini oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkat dua kali lipat dibanding sebelumnya. 

Seniman dan pelaku budaya yang semula menerima Rp 500 ribu kini mendapatkan Rp1 jutq. Kenaikan lebih besar menyasar tunjangan operasional juru pelihara cagar budaya, yang melonjak dari Rp550 ribu menjadi Rp 1,5 juta. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kementerian Kebudayaan Menetapkan Kupat Keteg, Rebowekasan, Malam Selawe, Pasar Bandeng hingga Pencak Macan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Selengkapnya

PJU hingga Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Jalani Tes Urine. Ini Hasilnya !

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar pemeriksaan narkoba melalui tes urine terhadap Pejabat Utama (PJU) pada Jumat, 21 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, bersama sebanyak 19 Pejabat Utama lainnya. Pemeriksaan dilaksanakan sebagai bentuk komitmen internal dalam memastikan seluruh jajaran kepolisian terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata Polres Gresik dalam memastikan bahwa seluruh jajaran kepolisian bersih dari penyalahgunaan narkoba serta memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Kapolres Gresik menegaskan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin menunjukkan komitmen menjaga integritas dan profesionalisme institusi. “Kami ingin memastikan bahwa Polres Gresik benar-benar bersih dari narkoba dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam upaya pemberantasan narkotika,” tegasnya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara acak dan terus menerus sebagai upaya pengawasan internal sekaligus penguatan disiplin personel. Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

Tes urine dilakukan oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Siedokkes) Polres Gresik secara menyeluruh dan transparan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya indikasi penggunaan narkoba di kalangan PJU.

Sementara itu, Kepala Seksi Dokkes Polres Gresik Iptu Sugioto menyampaikan bahwa seluruh peserta dinyatakan negatif. “Alhamdulillah, hasil pemeriksaan seluruh PJU Polres Gresik menunjukkan hasil negatif,” ungkapnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

PJU hingga Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Jalani Tes Urine. Ini Hasilnya ! Selengkapnya

Safari Ramadan di Masjid Ahmad Dahlan, Kapolres Gresik Ingatkan Jemaah Jaga Kamtibmas hingga Layanan Pengaduan 110

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan safari Ramadan. Pada Jumat pertama, bulan Suci Ramadan, AKBP Ramadhan Nasution melakukan silaturahmi dan salat Jumat di Masjid Ahmad Dahlan di Jalan Amien Rais, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Di hadapan para jemaah, Kapolres AKBP Ramadhan menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan Ramadan. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas putra-putrinya, khususnya pada malam hari menjelang waktu sahur.

Menurutnya, pengawasan tersebut diperlukan guna mencegah aktivitas negatif yang dapat mengganggu ketertiban maupun kekhusyukan ibadah masyarakat lainnya. “Kami mengimbau agar para orang tua dapat mengawasi putra-putrinya untuk tetap melakukan kegiatan positif serta menjauhi aktivitas yang tidak bermanfaat atau berpotensi mengganggu jalannya ibadah,” ujar AKBP Ramadhan didampingi  antara lain, Kasat Binmas AKP Alimudin Nasution, Kasat Lantas AKP Nur Arifin, Kapolsek Cerme AKP Taufan Arif Nugroho, serta Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza. Bertindak sebagai khatib dalam Salat Jumat itu adalah KH. Abdul Hamid Muhanan, Lc. 

Menjelang arus mudik yang diprediksi dimulai dalam dua hingga tiga minggu ke depan, Kapolres juga mengingatkan warga agar memastikan keamanan rumah sebelum bepergian. Selain berkoordinasi dengan RT/RW maupun kepala desa setempat, pihak kepolisian membuka layanan penitipan kendaraan di Mapolres maupun Polsek jajaran.

“Bagi masyarakat yang hendak mudik, pastikan rumah dalam keadaan aman. Kami juga membuka fasilitas penitipan kendaraan di Polres maupun Polsek sebagai langkah antisipasi,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat didorong untuk proaktif melaporkan setiap kejadian melalui layanan Lapor 110, media sosial resmi, maupun call center “Lapor Cak Rama” yang disiagakan untuk merespons cepat berbagai aduan masyarakat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kapolres Gresik bersama jajaran melaksanakan aksi sosial dengan membagikan paket sembako kepada para jamaah masjid, sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan di bulan penuh berkah. 

Editor : Chusnul Cahyadi 

Safari Ramadan di Masjid Ahmad Dahlan, Kapolres Gresik Ingatkan Jemaah Jaga Kamtibmas hingga Layanan Pengaduan 110 Selengkapnya

Petrokimia Gresik Istikamah Salurkan Bantuan Operasional sebesar Rp 723 Juta ke-146 Tempat Ibadah dan Lembaga Sosial agar Ibadah Ramadan Lebih Khusyuk

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, memberikan bantuan operasional untuk 146 masjid, musala, pondok pesantren (ponpes), dan panti asuhan yang ada di sekitar perusahaan. 

Bantuan senilai Rp 723,5 juta ini didistribusikan tepat di hari pertama puasa Ramadan di Gresik pada Kamis, 19 Februari 2026 untuk mendukung ibadah lebih khusyuk dan nyaman.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob usai penyerahan bantuan secara simbolis menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan secara istakamah setiap bulan Suci Ramadan. Ia berharap dukungan operasional tersebut dapat membantu pelaksanaan ibadah, seperti tarawih, tadarus, maupun salat berjamaah, berlangsung khusyuk dan penuh khidmat.

“Kami menyadari kegiatan di tempat ibadah, baik masjid maupun musala, termasuk di ponpes dan panti asuhan, semakin banyak di bulan puasa ini. Karena itu, Petrokimia Gresik berinisiatif memberikan dana operasional agar para jamaah bisa fokus menjalankan ibadah, dan momen Ramadan pun bisa berlangsung dengan lancar dan penuh keberkahan,” ujar Daconi.

Bantuan tersebut diberikan kepada 17 masjid dan 80 musala di sekitar perusahaan, yaitu di Desa Roomo, Kelurahan Karangpoh, Karangturi, Kroman, Lumpur, Ngipik, Sukorame, Tlogoojok, dan Kelurahan Sukodono. Setiap masjid menerima bantuan sebesar Rp 7,5 juta dan setiap musala sebesar Rp 5 juta. Bantuan juga disalurkan kepada 21 ponpes dan 28 panti asuhan dengan nilai masing-masing sebesar Rp 4 juta.

“Selain memberikan bantuan, melalui program Safari Ramadan kami juga akan mengikuti kegiatan buka puasa dan salat tarawih berjamaah secara bergiliran di masjid-masjid sekitar perusahaan. Tidak hanya melalui bantuan materi, kami juga secara langsung hadir membersamai masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan di sekitar perusahaan,” tandas Daconi.

Ia menambahkan, bantuan ini sekaligus menjadi bentuk terima kasih perusahaan atas dukungan dan doa masyarakat kepada Petrokimia Gresik, sehingga perusahaan dapat menjalankan tugas dari pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pupuk bagi jutaan petani di seluruh Indonesia. Dukungan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama melanjutkan swasembada pangan nasional.

“Petrokimia Gresik sejak berdiri memiliki komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Kemajuan perusahaan harus selaras dengan kebermanfaatannya bagi masyarakat. Saya berharap dukungan yang selama ini diberikan bisa terus ditingkatkan untuk ketahanan pangan nasional,” ujar Daconi.

Sementara itu, Didi, perwakilan Masjid Nurul Huda Kelurahan Karangturi, menyampaikan terima kasih atas bantuan operasional yang diberikan Petrokimia Gresik. Dengan dukungan tersebut, takmir masjid dapat menyelenggarakan kegiatan Ramadan lebih meriah dan jamaah beribadah dengan lebih nyaman.

“Terima kasih kepada Petrokimia Gresik yang senantiasa peduli terhadap masjid dan musala di sekitar perusahaan. Bantuan ini rutin diberikan setiap Ramadan. Semoga membawa keberkahan sehingga Petrokimia Gresik semakin tumbuh dan maju,” ujar Didi. (yad) 

Editor : Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Istikamah Salurkan Bantuan Operasional sebesar Rp 723 Juta ke-146 Tempat Ibadah dan Lembaga Sosial agar Ibadah Ramadan Lebih Khusyuk Selengkapnya

Polres Gresik Gagalkan Peredaran Sabu 51 Gram, 500 Remaja Gresik Terselamatkan jadi Budak Narkoba 

GRESIK,1minute.id – Abdus Somad untuk kali ketiga berurusan dengan polisi. Penyebabnya sama, yakni masalah  narkoba. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik kembali menangkap residivis pengedar dan pemakai narkoba berusia 35 tahun ini di depan kamar kosnya di Jalan Raya Meduran, Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Senin, 9 Februari 2026.

Barang bukti yang diamankan oleh anak buah AKP Ahmad Yani, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Gresik sebanyak 51,15 gram sabu-sabu. Barang bukti terbesar dari kurung waktu 5 tahun terakhir. Barang bukti lainnya antara lain, Honda Jazz, uang tunai Rp 2, 04 juta ; smartphone,  satu timbangan elektrik, sekrop dari sedotan, plastik klip kosong, dan dua tas selempang.

“Tersangka adalah residivis narkoba, tahun 2015 , dan 2020 pernah masuk penjara. Dan, ini untuk ketiga kalinya karena mengedarkan dan memakai narkoba,” ujar Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam Konferensi Pers di Mapolres Gresik pada Kamis, 19 Februari 2026.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di wilayah Gresik Kota. Berbekal informasi tersebut, Satresnarkoba Polres Gresik melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil mengamankan AS.

Saat hendak keluar untuk melakukan transaksi sistem ranjau, tersangka lebih dulu disergap petugas. Dari penggeledahan di lokasi, polisi menemukan 15 plastik klip sabu di dalam tas selempang warna merah hati yang dikenakan tersangka. Penggeledahan dilanjutkan ke kamar kos pelaku. Hasilnya, petugas kembali menemukan 9 plastik klip sabu yang disimpan dalam tas selempang Eiger warna abu-abu.

“Total ada 24 paket sabu siap edar dengan berat keseluruhan kurang lebih 51,11 gram kami amankan,” tegas alumnus Akpol 2007 itu didampingi Kasat Resnarkoba Gresik AKP Ahmad Yani, dan Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza. 

Kapolres Gresik mengungkapkan, AS bukan pemain baru. Ia tercatat sebagai residivis kasus narkotika yang pernah dipenjara pada tahun 2015 dan 2020.

Sejak Oktober 2025, tersangka mengaku rutin membeli sabu dua hingga tiga kali dalam sebulan dengan jumlah 5–10 gram per transaksi. Sabu tersebut diedarkan di wilayah Gresik Kota meliputi Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. 

Sasaran adalah anak-anak remaja dan pekerja pabrik. Tersangka AS menjual sabu-sabu dengan paket hemat (PaHe) yakni seharga Rp 200 ribu – Rp 300 ribu per paket. Dalam satu gram kristal bening tersangka AS membagi 10-15 PaHe. Bila 51,15 gram SS berati ada 500 lebih anak-anak remaja asal Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang menjadi target AS yang menjadi budak narkoba.

Beruntung aparat kepolisian Resor Gresik berhasil menggagalkan niat jahat tersangka AS ini. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika junto UU Nomor 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun penjara serta denda maksimal Rp 2 miliar ditambah sepertiga. Ia juga dijerat Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP junto UU Nomor 1 Tahun 2026.

Saat ini, Satresnarkoba Polres Gresik masih melakukan pengembangan guna memburu jaringan pemasok yang belum tertangkap. “Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika di lingkungannya,” ujar AKBP Ramadhan Nasution. 

Sebagai bentuk komitmen, masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan tindak pidana di wilayah Kabupaten Gresik melalui Hotline Call Center 110 atau WhatsApp Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006 yang terhubung langsung dengan Kapolres Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polres Gresik Gagalkan Peredaran Sabu 51 Gram, 500 Remaja Gresik Terselamatkan jadi Budak Narkoba  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelar “Pestani”, Dorong Produkvitas Petani Semangka saat Cuaca Ekstrem

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar  “Pestani Semangka Tapal Kuda”. Lomba ini sebagai upaya Petrokimia Gresik untuk mendorong peningkatan produktivitas semangka meski di tengah cuaca ekstrem atau musim hujan serta memperkuat budidaya semangka petani Tapal Kuda, Jawa Timur melalui lomba budidaya semangka.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik,Adityo Wibowo menyampaikan bahwa selama puasa Ramadan permintaan buah semangka sangat tinggi. Namun, momen tersebut bertepatan dengan musim hujan sehingga banyak petani semangka di berbagai daerah mengalami gagal panen. Karena itu, lomba ini menjadi bentuk dorongan dan motivasi dari Petrokimia Gresik agar petani semangka tetap optimis dalam berbudidaya meskipun menghadapi tantangan musim hujan.

“Selama perlombaan, Petrokimia Gresik memberikan pendampingan kepada para petani. Dengan penerapan teknologi yang tepat dan penggunaan pupuk berkualitas, komoditas semangka menjadi lebih tahan terhadap curah hujan tinggi, sehingga produktivitas petani dapat ditingkatkan di momen Ramadan tahun ini,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo, dalam acara “Panen Raya dan Apresiasi Juara Lomba Pestani Tapal Kuda” di Jember, Jawa Timur pada Selasa, 17 Februari 2026.

Adit menambahkan, lomba ini melibatkan petani dari Jember, Lumajang, dan Banyuwangi sejak tahap penanaman, perawatan, hingga panen. Penilaian lomba didasarkan pada tiga aspek utama, yaitu berat buah, tingkat kemanisan (Brix), serta dokumentasi proses budidaya. Seluruh peserta juga mendapatkan paket tanam dari Petrokimia Gresik sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap keberhasilan budidaya.

Selain menggelar lomba, Petrokimia Gresik juga melaksanakan demonstration plot (demplot) sebagai percontohan budidaya dengan metode dan teknologi yang telah terbukti mampu menghasilkan produktivitas tinggi. 

Adit menjelaskan, pada demplot di Banyuwangi, tingkat kemanisan semangka mencapai 12 Brix, lebih tinggi dari standar manis semangka yang umumnya berada di angka 10 Brix. Masa polinasi juga lebih cepat, yakni 2–5 hari lebih singkat dari biasanya, serta menghasilkan buah yang lebih padat dan tidak kopong.

Selain menghasilkan kualitas buah yang lebih baik, produktivitas semangka juga mengalami peningkatan hingga 34%. Hal tersebut dibuktikan melalui uji demplot semangka di wilayah Tapal Kuda, di mana hasil panen mencapai 63 ton/ha, meningkat signifikan dibandingkan panen sebelumnya yang sebesar 47 ton/ha ditengah cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi.

“Para petani Tapal Kuda ini umumnya menjual semangkanya ke daerah penjualan Surabaya, Semarang, Jakarta, Lampung. Sementara untuk semangka ukuran kecil, kisaran berat 2 sampai 3 kilogram dijual ke Bali. Dengan hasil yang maksimal, pendapatan petani di momen Ramadan ini tentu semakin besar lagi,” ujar Adit 

Sementara itu, dalam budidaya demplot ini Petrokimia Gresik menggunakan sejumlah produk berkualitas yang sudah teruji meningkatkan produktivitas semangka, termasuk di musim hujan. Diantaranya Phonska Lite, K-Plus, ZA Plus, Petro Biofertil, Phonska Cair, dan lainnya.

“Kami berharap keberhasilan demplot ini dapat diduplikasi oleh petani semangka di wilayah Tapal Kuda. Dengan demikian, petani dapat merasakan langsung manfaat produk unggulan Petrokimia Gresik dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujar Adit. 

Sementara itu, Egal salah satu petani Jember yang mengikuti lomba menyampaikan terima kasih kepada Petrokimia Gresik atas program Pestani Semangka Tapal Kuda. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi merupakan pendampingan komprehensif yang diberikan Petrokimia Gresik untuk solusi petani dalam menghadapi tantangan budidaya di musim hujan.

“Bukan hanya produktivitas yang meningkat, tapi pendapatan kami juga semakin bertambah. Lebih-lebih permintaan buah semangka di momen Ramadan cukup tinggi. Pestani bagi kami adalah solusi,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Gelar “Pestani”, Dorong Produkvitas Petani Semangka saat Cuaca Ekstrem Selengkapnya

Tim Rukyat LFNU Gresik di Bukit Condrodipo Hilal Ramadan 1447 H Tak Terlihat

GRESIK,1minute.id – Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik menyatakan bahwa hilal tidak terlihat dalam pemantauan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah. Rukyatul hilal yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini dilaksanakan di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas pada Selasa sore, 17 Februari 2026.

Ketua LFNU Gresik Muchyiddin Hasan mengatakan hilal tidak terlihat disebabkan karena secara astronomis posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. “Tim kami sebelumnya sudah melakukan hisab, kemudian sore ini melakukan rukyatul hilal, tetapi hilal memang tidak terlihat karena posisinya masih minus,” ujar Muchyiddin Hasan.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil hisab kontemporer (metode Al-Durru Al-Anieq), matahari terbenam di Bukit Condrodipo pada pukul 17:54:23 WIB. Pada saat itu, ketinggian hilal (irtifak mar’i) berada pada posisi minus 2 derajat 8 menit 8 detik dengan elongasi 01 derajat 12 menit 38 detik.

​Muchyiddin menjelaskan bahwa data tersebut belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU). “Berdasarkan kriteria IRNU, tinggi hilal minimal harus 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat,” katanya. 

“Dengan posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk dan umur hilal yang tercatat minus 1 jam 7 menit 39 detik, maka hilal mustahil untuk dapat terlihat saat dirukyat,” ia melanjutkan.

​Laporan hasil pemantauan ini akan segera diteruskan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat bersama Kementerian Agama RI.

​Terkait kepastian jatuhnya 1 Ramadan 1447 Hijriah, pihak LFNU Gresik mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi (ikhbar) dari PBNU dan pengumuman Menteri Agama RI selaku pimpinan sidang isbat. “Kami di sini adalah pelaksana yang melakukan pemantauan dan melaporkan hasil secara saintifik. Untuk keputusan akhirnya, kami serahkan sepenuhnya kepada Menteri Agama,” tambahnya.

​Kegiatan rukyatul hilal ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh dan pejabat setempat, di antaranya Bupati Gresik, Wakil Ketua PCNU Gresik, Plt Kepala Kantor Kemenag Gresik, Pengadilan Agama Gresik, serta unsur Forkopimcam Kebomas Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tim Rukyat LFNU Gresik di Bukit Condrodipo Hilal Ramadan 1447 H Tak Terlihat Selengkapnya

Ratusan Umat Tridharma Rayakan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kelenteng Kiem Hien Kiong, Gresik Aman dan Khidmat 

GRESIK,1minute.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Gresik berlangsung kondusif dan khidmat. Ratusan umat Tionghoa melakukan doa bersama di TITD Tridharma Kiem Hien Kiong mulai Senin sore hingga Selasa dini hari,  16 -17 Februari 2026.

Menjelang pergantian tahun pukul 12 malam semakin banyak umat tridharma yang mendatangi kelenteng berada di Jalan Setiabudi, Gresik itu. Mereka datang bersembayang dan betdoa bersama di tempat ibadat yang di klaim berdiri sejak 1 Agustus 1153 masehi atau 873 tahun itu. 

Umat yang datang tidak hanya warga Tionghoa di Kota Santri-sebutan lain, Kabupaten Gresik. Akan tetapi, mereka dari berbagai daerah. Surabaya, Semarang bahkan Jakarta. Sebab, di Kelenteng Kiem Hien Kiong ini, selain dianggap tertua. Ada ratusan rupang para dewa yang mereka hormati. Rupang dewa yang paling dihormati diantaranya, Mak Co Thian Sang Sing Bo atau Dewi dan Dewi Kwan in. Rupang Dewa Mak Co Thian Sang Sing Bo diletakkan di bagian tengah altar. Mak Co Thian Sang Sing Bo adalah Dewi Laut.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengunjungi kelenteng itu pada Senin malam, 16 Februari 2026. AKBP Ramadhan disambut oleh Ketua TITD Tridharma Kiem Hien Kiong Tan Sutanto dan pengurus lainnya. 

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian ibadah umat Tionghoa di Kabupaten Gresik berjalan aman, nyaman, dan khidmat. Sejumlah personel tampak disiagakan di area klenteng guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

AKBP Ramadhan Nasution menegaskan, kehadiran Polri bukan sekadar memastikan aspek teknis pengamanan, melainkan juga memperkuat silaturahmi dan komunikasi dengan tokoh agama serta pengurus rumah ibadah.

“Kunjungan ini untuk memastikan pengamanan Tahun Baru Imlek berjalan optimal. Lebih dari itu, kami ingin menjalin komunikasi yang baik dengan para tokoh agama dan pengurus tempat ibadah demi menjaga harmoni serta toleransi di Kabupaten Gresik,” ujar Kapolres di sela peninjauan.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung, sehingga suasana damai dan penuh kebersamaan dapat terus terpelihara.

Ketua Tempat Ibadat Tridharma (TITD) Kiem Hien Kiong Tan Sutanto menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan jajaran kepolisian. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian besar dari Bapak Kapolres dan jajaran. Dukungan ini membuat kami merasa tenang dalam menjalankan ibadah dan merayakan tahun baru,” ungkapnya.

Dengan pengamanan yang terencana dan koordinasi solid antara kepolisian dan pihak internal klenteng, diharapkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Gresik dapat berlangsung aman, tertib, serta semakin memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ratusan Umat Tridharma Rayakan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kelenteng Kiem Hien Kiong, Gresik Aman dan Khidmat  Selengkapnya

8 Personel Damkamat Gresik Lakukan Rescue Cincin Kaki Burung Murai Batu Kekecilan

GRESIK,1minute.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik melakukan penyelamatan seekor burung Murai Batu pada Senin, 16 Februari 2026.

Pemilik burung M. Hadi Sholihin risau karena beberapa hari ini mulai “enggan” berkicau. Usut punya usut diduga karena cicin di kaki burung milik warga Jalan Raya Kemuning, Desa Menunggal, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik terlalu sempit. Hadi berusaha melepas. Tapi, ia kesulitan sehingga meminta bantuan kepada Dinas Damkamat Gresik.

Sebanyak delapan personel rescue di terjunkan untuk melakukan penyelamatan Burung Murai. “Operasi” pelepasan cicin kaki burung mulai dilakukan pada pukul 16.16 WIB. Selama 10 menit, cincin kaki Murai Batu bisa dilepas. Hadi pun semringah. Ia berharap burung bisa kembali berkicau.

Kepala Dinas Pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono mengatakan, rescue cincin kaki burung Murai Batu ini kali pertama dilakukan. “Kami bersyukur rescue bisa dilakukan. Butuh waktu 10 menitan untuk memotong cincin di kaki burung Murai itu,” kata Suyono. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

8 Personel Damkamat Gresik Lakukan Rescue Cincin Kaki Burung Murai Batu Kekecilan Selengkapnya