Reni Wulandari, Perempuan Pertama Jabat Direktur Operasi SIG, Ajak Para Srikandi Tunjukkan Kinerja dan Profesionalisme
GRESIK,1minute.id – Reni Wulandari, salah satu sosok Kartini Indonesia saat ini. Direktur Operasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sejak April 2023, menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut di perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terdepan di kawasan regional, menjangkau pasar Asia, Australia dan Oceania ini.
Perempuan kelahiran Tulungagung, 16 April 1974 sebagian besar perjalanan kariernya ditempuh di area operasi yang didominasi oleh laki-laki. Reni, yang merupakan lulusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro dan Magister Business Administration dari Swiss German University.
Profesional dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri semen pernah menempati berbagai posisi strategis di lingkungan SIG Group. Ia mengawali karier sebagai General Manager Pabrik Tuban dan Pabrik Narogong di PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), salah satu anak usaha SIG.
Selanjutnya, Reni dipercaya menjadi Direktur Operasi di PT Semen Gresik sebelum akhirnya diangkat sebagai Direktur Operasi SIG melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 18 April 2023.
“Sejak hari pertama mengemban amanah sebagai Direktur Operasi SIG, saya menerapkan pendekatan Visible-Felt Leadership. Kehadiran pemimpin dan interaksi langsung di lapangan sangat penting, terutama di area operasi yang didominasi karyawan laki-laki. Sebagai bagian dari minoritas gender, saya tidak mengalami kendala terkait bias gender dalam menjalankan perubahan untuk mendukung kinerja operasi SIG. Ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender di SIG bukan sekadar slogan, melainkan telah terimplementasi di seluruh lini,” ujar Reni dalam siaran pers yang diterima oleh 1minute.id pada Senin, 20 April 2026.
Sebagai penerima penghargaan The Most Extraordinary Women Business Leaders 2024 dari Majalah SWA, Reni menekankan bahwa peluang berkarier di sektor industri berat seperti semen menuntut kompetensi dan konsistensi tinggi.“Bukan melalui argumentasi atau perdebatan untuk memperoleh perlakuan setara, tetapi dengan menunjukkan bahwa kesetaraan gender mampu meningkatkan profitabilitas, inovasi, dan produktivitas melalui keberagaman perspektif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Reni menilai bahwa SIG dan BUMN lainnya telah memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk berkembang. Hal ini merupakan respons terhadap kebutuhan bisnis, di mana kesetaraan gender menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan kinerja organisasi.“Dalam lingkungan kerja berbasis merit, fokus pada kompetensi, kualifikasi, kinerja, dan profesionalisme akan menjadi keunggulan bagi organisasi,” jelasnya.
Direktur Human Capital SIG Hadi Setiadi, menambahkan bahwa perusahaan memiliki kebijakan Fair Employment Opportunity Policy yang menjamin kesempatan yang adil dan setara bagi seluruh karyawan. Kebijakan ini juga merupakan bentuk penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) serta dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Indonesia.
“Kami memastikan tidak ada diskriminasi dalam proses rekrutmen maupun seleksi untuk posisi manajemen dan senior. Seluruh proses dilakukan secara transparan berdasarkan kompetensi dan kinerja, bukan faktor gender,” ujar Hadi. SIG juga menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kebutuhan karyawan perempuan, seperti cuti melahirkan, ruang laktasi, dan dispensasi haid. Selain itu, SIG membentuk komunitas karyawan perempuan ‘Srikandi SIG’ sebagai wadah pemberdayaan dan pengembangan talenta melalui berbagai program pembelajaran.
“Sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, SIG juga menerapkan Respectful Workplace Policy untuk melindungi seluruh insan perusahaan dari segala bentuk pelecehan dan kekerasan. Dengan demikian, tercipta lingkungan kerja yang aman, kondusif, dan produktif,” tutup Hadi. (yad)
Editor : Chusnul Cahyadi
Reni Wulandari, Perempuan Pertama Jabat Direktur Operasi SIG, Ajak Para Srikandi Tunjukkan Kinerja dan Profesionalisme Selengkapnya

