Freeport Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT Senilai Rp 2,5 Miliar

KUPANG,1minute.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 2,5 miliar untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas bersama perwakilan karyawan PTFI asal NTT membawa langsung sebagian bantuan kemanusiaan menggunakan pesawat dengan total berat 1,5 ton.  Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Tony Wenas kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kantor Gubernur, Kecamatan Kota Raja, Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 1 September 2026.

Selanjutnya distribusi bantuan akan menjangkau sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. “Kami datang dengan niat yang tulus untuk membawa bantuan bagi saudara-saudara kita 

yang terkena musibah. NTT merupakan tetangga dekat, kekerabatan yang mendorong kami untuk berbuat lebih banyak. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara saudara kita di NTT, serta langkah ini dapat memicu semangat berbagi dari lebih banyak pihak lain,” kata Tony Wenas dalam siaran pers yang diterima  1minute.id pada Rabu, 2 September 2026.

Ia menjelaskan PTFI bergerak cepat merespons bencana gempa bumi di NTT dengan menurunkan tim tanggap darurat, menyalurkan bantuan, serta menggalang donasi karyawan yang dilipatgandakan dua kali lipat oleh perusahaan sebagai simbol kolaborasi nyata seluruh insan PTFI (Timika, Nabire, Gresik, Jakarta) bagi pemulihan NTT.

Bantuan PTFI yang disalurkan melalui Human Initiative tersebut mencakup 700 paket yang terdiri atas Bedding Kit, Personal Hygiene Kit, dan Shelter Kit. Selain itu, PTFI juga mendukung pembangunan lima hunian sementara (Huntara) dan empat sekolah darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat.

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi dukungan PTFI dalam membantu pemerintah menangani dampak bencana gempa. “Terima kasih kepada PT Freeport Indonesia. Bantuan ini bukan sekadar angka dan barang, melainkan bukti nyata gotong royong. Kami tidak bisa berjuang sendirian, dukungan dunia usaha, lembaga, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan agar pemulihan berjalan lebih cepat,” kata Melki.

Selain kontribusi perusahaan, karyawan PTFI dari berbagai lokasi, termasuk Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik dan Jakarta, turut menggalang donasi melalui gerakan #PTFIPeduliNTT. “Gerakan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas wilayah. Dari Mimika, Nabire, Gresik hingga Jakarta, keluarga besar PTFI bersama-sama menunjukkan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat NTT,” kata Tony

Respons PTFI terhadap bencana gempa NTT telah dimulai sejak fase awal bencana. PTFI mengirimkan tim tanggap darurat Emergency Preparedness & Response (EP&R), dokter dan paramedis dari Timika untuk bergabung bersama tim ESDM Siaga Bencana dalam memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak.

Tim PTFI memberikan dukungan medis dan tanggap darurat di sejumlah lokasi terdampak di Flores, termasuk Kampung Wae Malang, Haju Wangi, Liang Dalo, Golo Wontong dan Waso.

“Sejak pertengahan Agustus, PTFI telah mengirimkan enam personel yang terdiri atas tim rescue dan tenaga medis ke NTT. Tim tiba pada 22 Agustus dan bertugas hingga 31 Agustus untuk membantu upaya penyelamatan serta memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak. Selama bertugas, tim medis PTFI telah memberikan layanan kepada hampir 500 pasien. Seluruh kegiatan tersebut dikoordinasikan bersama Kementerian ESDM melalui posko tanggap darurat,” kata Tony.

Selain melalui HI, PTFI juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Bantuan tersebut terdiri atas 300 Hygiene Kit, 300 paket sembako, 300 Shelter Kit dan 300 Bedding Kit. PTFI juga memfasilitasi pengiriman bantuan dari Dana Kemanusiaan Kompas berupa sekitar 70 boks makanan kaleng dan obat-obatan dengan total berat sekitar 1 ton.

Dukungan PTFI kepada masyarakat terdampak gempa NTT merupakan bagian dari wujud nyata perusahaan untuk hadir dalam situasi bencana dan mendukung masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Pada Januari 2026, PTFI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi penyintas banjir dan longsor di Sumatera melalui Human Initiative dan PMI. Sebelumnya, PTFI juga mengerahkan tim tanggap darurat untuk mendukung operasi penyelamatan korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo pada 2025. 

PTFI juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana banjir, longsor dan kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia. Melalui berbagai respons tersebut, PTFI terus berupaya menjalankan semangat gotong royong dengan pemerintah, masyarakat dan berbagai mitra kemanusiaan untuk memberikan  manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Freeport Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT Senilai Rp 2,5 Miliar Selengkapnya

Berhasil Integrasikan Smart Farming dan Smart Marketing, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Dinobatkan sebagai Best CMO 2026

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali meraih apresiasi atas inovasi strategi bisnisnya. Direktur Keuangan & Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo, meraih penghargaan “Best Chief Marketing Officer 2026 in Delivering Customer Centric Growth through Innovative Marketing Strategies” karena dinilai berhasil mendorong pertumbuhan melalui strategi pemasaran inovatif dan berorientasi pada pelanggan. 

Penghargaan diterima langsung oleh Adit, sapaan, Adityo Wibowo dalam ajang Indonesia Best CMO Awards 2026 di Jakarta pada Senin malam, 31 Agustus 2026.

Menurut Aditya Wibowo, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi seluruh Insan Petrokimia Gresik dalam mengintegrasikan smart farming dan smart marketing sebagai strategi yang saling terhubung untuk memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.

“Smart farming bukan hanya tentang penggunaan teknologi di lahan. Lebih dari itu, kami membangun ekosistem pertanian yang mampu memberikan nilai bagi petani sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi perusahaan,” ujar Adit.

Melalui smart farming, Petrokimia Gresik mendampingi petani meningkatkan produktivitas dan menerapkan praktik budidaya yang lebih modern, presisi, dan efisien. Interaksi serta kebutuhan petani yang diperoleh melalui pendampingan tersebut selanjutnya menjadi bagian penting dalam pengembangan smart marketing, sehingga perusahaan dapat menghadirkan produk dan solusi yang semakin relevan bagi pelanggan.

Adit menjelaskan, hubungan dengan pelanggan saat ini tidak lagi cukup dibangun melalui pendekatan penjualan konvensional. Perusahaan perlu memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam, kemudian menerjemahkannya menjadi solusi yang tepat, mudah diakses, serta memberikan dampak nyata.

“Pendekatan ini sekaligus memperluas jangkauan pasar Petrokimia Gresik. Perusahaan telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia serta mulai mengembangkan pasar baru, termasuk segmen pelaku urban farming,” ujarnya.

Salah satu implementasi strategi tersebut adalah PETROSPRING: Smart Precision Farming Service, layanan pertanian presisi yang mengintegrasikan pendampingan agronomis dengan pemanfaatan teknologi drone. Program ini membantu petani menerapkan pemupukan secara lebih cepat, tepat, dan efisien. Sepanjang periode 2024 hingga 2026, PETROSPRING telah mencakup lahan seluas 5.683 hektare, melayani 458 pelanggan, serta melibatkan 29 mitra korporasi.

Petrokimia Gresik juga mengembangkan Pestani, platform community-based marketing yang mengintegrasikan product trial, farmer engagement, dan commercial activation dalam satu model aktivasi yang terukur. Melalui pendekatan mini demplot, petani memperoleh pengalaman langsung menggunakan produk, membuktikan hasilnya di lapangan, membangun interaksi dalam komunitas, sekaligus membuka peluang pembelian lanjutan.

Hingga saat ini, Pestani telah melibatkan 982 petani dari 19 daerah di Pulau Jawa untuk lima komoditas, yaitu melon, semangka, cabai rawit, kentang, dan bawang merah. Program ini juga telah membentuk 25 komunitas petani baru dengan peningkatan produktivitas hingga 18 persen.

Menurut Adit, capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi pemasaran harus berjalan beriringan dengan penciptaan nilai bagi pelanggan. Karena itu, Petrokimia Gresik akan terus memperkuat pendekatan berbasis data, teknologi, serta kebutuhan pasar untuk menciptakan hubungan pelanggan yang berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat integrasi smart farming dan smart marketing. Tujuannya bukan hanya meningkatkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan solusi yang kami hadirkan benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” tandasnya.

Indonesia Best CMO Awards 2026 merupakan ajang apresiasi bagi para pemimpin pemasaran yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan bisnis melalui inovasi dan transformasi digital. Penghargaan ini sekaligus memperkuat komitmen Petrokimia Gresik untuk terus mengintegrasikan inovasi pertanian dan strategi pemasaran berbasis pelanggan sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan serta kontribusi bagi kemajuan agroindustri nasional. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Berhasil Integrasikan Smart Farming dan Smart Marketing, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Dinobatkan sebagai Best CMO 2026 Selengkapnya

Kapolres Gresik Pimpin Sertijab PJU, mulai Waka Polres dan Kapolsek, 14 Personel Bergeser 

GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi, rotasi dan promosi di markas Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali bergerak. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama (PJU) dan Kapolsek jajaran di Ruang Rupatama SAR Polres Gresik pada Rabu, 2 September 2026.

Rotasi jabatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolda Jawa Timur tertanggal 31 Juli 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Jatim. Pergeseran ini juga menjadi bagian dari penataan organisasi seiring adanya peningkatan tipe Polres Sumenep dan Polres Tuban menjadi Polresta.

Dalam mutasi kali ini, sebanyak 14 personel mengalami pergeseran, terdiri dari delapan personel mutasi masuk, empat personel mutasi keluar, dan dua personel yang mengalami pergeseran internal di lingkungan Polres Gresik.

Sejumlah pejabat baru yang bergabung di Polres Gresik antara lain Kompol Rizki Santoso, yang dipercaya mengemban tugas sebagai Wakapolres Gresik setelah sebelumnya menjabat Wakapolres Ngawi.

Kemudian AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie, dipercaya sebagai Kasatlantas Polres Gresik, serta AKP Mohammad Prasetyo, sebagai Kasatreskrim Polres Gresik. Keduanya sebelumnya bertugas sebagai Kasatlantas Polres Tuban dan Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Sementara itu, posisi Kapolsek Bungah kini dijabat Iptu Masdar Auzan, sedangkan Kapolsek Gresik Kota dipercayakan kepada Iptu Muhammad Syahrir Husain, Keduanya sebelumnya merupakan Pama Polda Jatim dan lulusan STIK PTIK ke-83.

Selain itu, Ipda Muhammad Khalifah Nasif, Iptu Adi Atmaja Mahardika dan Iptu Gavra Pedra Gianyar, mendapat penugasan sebagai Pama Polres Gresik setelah sebelumnya berdinas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Di sisi lain, empat personel meninggalkan Polres Gresik untuk mengemban tugas baru. Mereka yakni Kompol Shabda Purusha Putra, yang dipercaya sebagai Kabagbinopsnal Ditressiber Polda Jatim, AKP Nur Arifin, sebagai Ps. Kasigar Subditgakkum Ditlantas Polda Jatim, AKP Arya Widjaya, sebagai Ps. Kasatreskrim Polresta Tuban, serta AKP Muhamad Kevin Ramadhan, sebagai Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota.

Untuk pergeseran internal, Kompol Slamet Priyono, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Dukun, kini dipercaya sebagai Analis Kebijakan Pertama Bidang SDM Polres Gresik. Sementara AKP Suhari, bergeser dari Kapolsek Bungah menjadi Kapolsek Dukun.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Selain sebagai penyegaran, kebijakan tersebut juga menjadi sarana pembinaan karier personel sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Mutasi merupakan hal yang biasa dan dinamis dalam organisasi Polri. Ini bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Kapolres juga berpesan kepada para pejabat yang baru agar segera beradaptasi dengan lingkungan dan tanggung jawab yang baru. Setiap pejabat diharapkan mampu melanjutkan program yang telah berjalan serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis dan responsif.

Sementara kepada pejabat yang meninggalkan Polres Gresik, AKBP Ramadhan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas di wilayah hukum Polres Gresik.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polres Gresik. Semoga sukses di tempat penugasan yang baru dan terus memberikan pengabdian terbaik kepada institusi dan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan adanya rotasi tersebut, Polres Gresik diharapkan semakin solid dan mampu meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kabupaten Gresik. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Pimpin Sertijab PJU, mulai Waka Polres dan Kapolsek, 14 Personel Bergeser  Selengkapnya

Pengurus IWAPI Gresik Dilantik, Bupati Gresik Dorong IWAPI Ciptakan Ekosistem Usaha dan Penggerak Ekonomi Daerah

GRESIK,1minute.id – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Wanita (IWAPI) Gresik memiliki ketua baru. Ia bernama Hajjah Riana. Kabinet baru DPC IWAPI Gresik periode 2026-2031 dikukuhkan di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa,1 September 2026.

Pengukuhan dihadiri antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan Ketua DPD IWAPI Jawa Timur Timur Susmiati  berlangsung khidmat dengan mengusung tema “IWAPI Berdaya, Wanita Pengusaha Penggerak Indonesia Emas”.

Serta, Ketua GOW Gresik dr. Shinta Puspitasari, Ketua Persit Kartika Candra Kirana Gresik Yuristy Fadly Subur Karamaha, General Manager Aston Gresik Paminta Nugraha, General Manager Gressmall Gresik Erich Pramono Bangun serta Ketua DPC IWAPI kabupaten/kota se Jawa Timur.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak pengurus DPC IWAPI Gresik yang baru dilantik untuk berperan aktif dalam mendorong perekonomian daerah, baik melalui pemberdayaan UMKM dan perempuan maupun wirausaha.

Ia juga mengajak seluruh pengurus DPD dan DPC IWAPI untuk meneladani rekam jejak sejarah Nyai Ageng Pinatih, ibu angkat Sunan Giri atau Maulana Ainul Yaqin. Nyai Ageng Pinatih, sosok perempuan tangguh ini terbukti mampu mengendalikan roda perdagangan internasional di masa lampau, dengan menjadikan Pelabuhan Gresik sebagai pintu gerbang utama ekonomi kawasan.

“Nyai Ageng Pinatih bukan sekadar tokoh sejarah biasa. Beliau adalah representasi nyata dari kepemimpinan perempuan yang visioner, mandiri, dan memiliki kemampuan manajerial luar biasa dalam mengelola pelabuhan dan armada dagang besar pada eranya,” tutur Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Lebih lanjut, mantan Ketua DPRD Gresik ini, berharap nilai-nilai perjuangan dan kegigihan Nyai Ageng Pinatih dapat menjadi inspirasi bagi generasi masa kini. Perempuan Gresik modern diharapkan mampu mengambil peran strategis di berbagai sektor pembangunan, sekaligus melanjutkan warisan kejayaan maritim dan ekonomi yang pernah diukir di tanah Gresik. 

Isu strategis berikutnya yaitu isu ekonomi berbasis gender yang mempengaruhi ekonomi suatu bangsa. Maka kaderisasi organisasi perempuan IWAPI ini harus terus jalan agar sukses dalam menjalankan strukur organisasi. Pemerintah Kabupaten Gresik siap mensuport, mendukung dan terbuka baik dalam pemberdayaan UMKM maupun kegiatan lainnya. 

“Oleh karena itu, penguatan sektor UMKM yang dikelola oleh perempuan menjadi salah satu prioritas pembangunan. Hubungan sinergis antara pemerintah dan organisasi perempuan diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

Di tempat sama, Ketua DPD IWAPI Jawa Timur, Susmiati Rahmawati, menyampaikan bahwa IWAPI berkomitmen menjalankan berbagai program unggulan yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif. Sinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci utama untuk mempercepat kebangkitan ekonomi dan penguatan pelaku usaha perempuan di seluruh wilayah Jawa Timur.

Dikatakan, IWAPI secara aktif terlibat dalam menyukseskan salah satu program strategis nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui keterlibatan ini, IWAPI tidak hanya berkontribusi pada peningkatan gizi anak-anak untuk mencetak generasi Indonesia Emas 2045. Juga mendorong roda perekonomian dari tingkat paling bawah.

“Program MBG tidak hanya menjawab kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi. Petani, peternak, hingga pelaku UMKM ikut terlibat dalam penyediaan bahan pangan,” ungkapnya. 

Selain itu, lanjut Susmiati, IWAPI juga aktif menjalin kolaborasi dalam program aksi lingkungan, termasuk mendapatkan dukungan bibit pohon melalui Kementerian Kehutanan. “IWAPI juga aktif dalam berbagai aksi hijau seperti penanaman pohon di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) maupun kolaborasi di tingkat daerah. IWAPI bekerja sama dengan pihak kehutanan untuk mendukung pelestarian lingkungan hidup dan program penghijauan nasional,” tuturnya.

Sementara, Ketua DPC IWAPI Gresik Riana, dalam sambutannya menyampaikan, fokus utama memperkuat kapasitas anggota melalui digitalisasi usaha perluasan jejaring bisnis serta peningkatan akses permodalan dan pelatihan keterampilan. Kami berkomitmen menjadi organisasi yang inklusif, adaptif dan berdaya saing tinggi. Sehingga pelaku UMKM maupun perempuan pelaku usaha di Gresik dapat naik kelas dan bersaing di pasar. 

“Keberhasilan ini tentu membutuhkan sinergi dan kolaborasi. Kami siap bermitra strategia dengan pemerintah daerah, dunia industri, maupun perbankan dan seluruh pemangku kepentingan. Mari kita rapatkan barisan bekerja dengan gotong royong dan komitmen dalam pemberdayaan perempuan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata perempuan yang aktif dalam pembinaan produk lokal dan kerajinan, seperti mendukung pelatihan kriya dan pengembangan usaha mikro perempuan di Gresik ini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pengurus IWAPI Gresik Dilantik, Bupati Gresik Dorong IWAPI Ciptakan Ekosistem Usaha dan Penggerak Ekonomi Daerah Selengkapnya

Kinerja SIG Tumbuh Solid pada Semester I/ 2026, Bukukan Pendapatan Rp 17,65 Triliun 

JAKARTA,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menunjukkan kemampuannya dalam menjaga momentum pertumbuhan dengan mencatatkan kinerja positif di sepanjang paruh pertama 2026. Perusahaan melaporkan kinerja keuangan konsolidasi semester I / 2026 yang telah ditelaah secara terbatas (limited review) dengan ringkasan sebagai berikut:

·        Volume penjualan sebanyak 18,28 juta ton.

·        Pendapatan sebesar Rp 17,65 triliun.

·        Beban pokok pendapatan sebesar Rp 13,85 triliun.

·        EBITDA sebesar Rp 2,15 triliun.

·        Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 228 miliar.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, permintaan semen nasional yang mengalami peningkatan pada semester I/2026 berhasil dimaksimalkan oleh SIG dengan mencatatkan volume penjualan total sebanyak 18,28 juta ton, atau naik 5,6% yoy dari periode sebelumnya sebanyak 17,31 juta ton. Pencapaian tersebut didorong oleh penjualan domestik yang naik 9,7% yoy, utamanya dikontribusikan dari segmen semen kantong yang naik signifikan sebesar 11,2% yoy.

”Kinerja penjualan yang positif pada semester I tahun 2026 adalah buah transformasi strategi penjualan pasar mikro yang dijalankan melalui penguatan retail sales dengan mempertajam pola bisnis hingga menjangkau toko-toko bangunan. Kami juga melakukan penguatan brand presence dan product knowledge di tingkat toko untuk mengedukasi dan memperkuat loyalitas konsumen. Melalui program Akademi Jago Bangunan, SIG juga menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan untuk meningkatkan engagement dengan para tenaga konstruksi,” kata Vita Mahreyni.

Sejalan dengan peningkatan volume penjualan serta konsistensi dalam menjaga disiplin harga, SIG mampu membukukan kenaikan pendapatan sebesar 13,1% yoy menjadi Rp 17,65 triliun dari periode sebelumnya sebesar Rp 15,61 triliun.

Dari sisi biaya, SIG menerapkan efisiensi ketat yang dijalankan secara disiplin dan konsisten. Hasilnya, beban pokok pendapatan terkendali di angka 11,1% yoy, seiring dengan peningkatan volume penjualan serta kenaikan biaya bahan bakar dan energi. Sementara beban operasional (termasuk pendapatan dan beban operasional lainnya) sebesar 20,7% yoy, terutama disebabkan oleh kenaikan biaya promosi dan distribusi sejalan dengan peningkatan volume penjualan.

Di samping efisiensi, SIG juga melakukan pengelolaan arus kas dan permodalan yang maksimal untuk menjaga likuiditas Perusahaan tetap kuat dengan solvabilitas yang baik. Upaya tersebut membuat SIG mampu menjaga ketahanan keuangan dengan mencatatkan arus kas dari operasi yang positif, sehingga mampu terus menurunkan saldo hutang. Hasilnya, beban keuangan bersih pada semester I tahun 2026 turun sebesar 34,5% yoy karena penurunan utang berbunga.

Sejumlah inisiatif strategis yang telah dijalankan berkontribusi pada peningkatan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 471,0% yoy menjadi Rp228 miliar. EBITDA juga tercatat naik 2,6% yoy menjadi Rp2,15 triliun. Kinerja positif ini merupakan bukti ketahanan SIG mengatasi berbagai tantangan berkat strategi transformasi yang dijalankan. Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara untuk memastikan transformasi BUMN membuahkan hasil nyata dan menciptakan nilai untuk memberikan manfaat bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan.

Vita Mahreyni menambahkan, SIG melihat prospek penjualan pada semester II tahun 2026 tetap positif, sejalan dengan perbaikan permintaan semen domestik. Pertumbuhan diharapkan ditopang oleh segmen semen kantong, sementara bulk (curah) mulai menunjukkan pemulihan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, serta investasi industri dan hilirisasi.

Sebagai bagian dari penguatan pasar, SIG kembali membangkitkan Semen Kujang yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat dan telah menjadi bagian dalam pembangunan di Jawa Barat. Kehadiran kembali Semen Kujang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konstruksi sekaligus memperkuat posisi SIG melalui pendekatan brand yang lebih dekat dengan karakteristik dan potensi pasar Jawa Barat.

Selain semen yang merupakan core business Perusahaan, perjalanan transformasi telah membawa SIG kepada sejumlah pencapaian untuk menjadi Total Building Solution. Peran SIG kini telah berkembang lebih luas dari produsen semen. SIG bergerak ke arah bisnis yang lebih customer-centric dan value-driven dengan melahirkan banyak produk turunan yang inovatif dan berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan konstruksi modern dan berorientasi masa depan.

Langkah strategis ini ditempuh untuk memaksimalkan potensi industri bahan bangunan di Indonesia yang memiliki ekosistem sangat besar. Di mana industri semen baru berkontribusi sekitar 11% dari total biaya material konstruksi bangunan, dan masih terdapat 89% potensi dari bahan bangunan lainnya yang bisa digarap.

“Dengan pengalaman satu abad lebih di industri bahan banngunan, SIG berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan solusi konstruksi terintegrasi agar lebih berdaya saing dan mampu mengatasi dinamika industri yang menantang, sehingga terus dapat mencatatkan profitabilitas dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Vita Mahreyni. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kinerja SIG Tumbuh Solid pada Semester I/ 2026, Bukukan Pendapatan Rp 17,65 Triliun  Selengkapnya

Wabup Gresik Warning OPD, Cepat Respons Aduan Warga, Jangan Tunggu Viral

GRESIK1minute.id –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mem-warning seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lebih proaktif menangani pengaduan masyarakat. Setiap aduan harus segera diverifikasi, direspons, dan ditindaklanjuti tanpa menunggu persoalan berkembang menjadi keluhan yang viral di media sosial.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat membuka Workshop Penguatan Pengelolaan Pengaduan dan Transformasi Aduan Menjadi Konten Publik di Ruang Rapat Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 1 September 2026.

Data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik mencatat, hingga Agustus 2026 terdapat 2.345 pengaduan masyarakat yang masuk. Dari jumlah tersebut, 2.285 pengaduan telah diselesaikan.

Menurut Wabup Asluchul Alif  meningkatnya jumlah pengaduan tidak otomatis menunjukkan memburuknya pelayanan. Sebaliknya, hal itu dapat menandakan masyarakat semakin mengetahui kanal untuk menyampaikan persoalan. Salah satunya melalui Lapor Gus di nomor WA 0812-3225-4001, yang dinilai memudahkan masyarakat menyampaikan pengaduan kepada pemerintah.

“Kalau pengaduan semakin banyak, bukan berarti pelayanan kita semakin buruk. Bisa jadi masyarakat semakin tahu harus mengadu ke mana,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Karena itu, ia meminta perangkat daerah tidak melihat pengaduan sebatas laporan yang harus ditutup. Setiap aduan perlu dibaca sebagai sumber informasi sekaligus early warning system untuk menemukan titik lemah pelayanan, baik yang berkaitan dengan petugas, sistem, aplikasi, akses layanan maupun prosedur.

“Dulu pengaduan dianggap sebagai beban. Sekarang pengaduan harus kita lihat sebagai aset untuk memperbaiki pelayanan. Dulu complaint handling, sekarang harus menjadi service improvement,” ujarnya.

Iq mendorong perangkat daerah mengubah pola kerja dari reaktif menjadi proaktif. Ketika aduan masuk, petugas diminta melakukan verifikasi dan melihat kondisi di lapangan sebelum memberikan respons. “Jangan terlalu reaktif. Kita datang, cek, lihat kenyataannya. Kalau memang kita salah, katakan salah dan segera perbaiki,” tuturnya.

Menurutnya, kecepatan merespons pengaduan juga berkaitan dengan reputasi pemerintah. Persoalan yang sebenarnya dapat segera diselesaikan bisa berkembang menjadi isu lebih besar ketika pemerintah terlambat merespons, terlebih di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial.

Karena itu, setelah persoalan ditangani, perangkat daerah perlu mengomunikasikan hasil perbaikannya melalui kanal resmi pemerintah. Masyarakat tidak cukup hanya diberi jawaban, tetapi perlu melihat bahwa pemerintah benar-benar mengambil tindakan. “Jangan hanya dijawab secara formalitas. Tunjukkan melalui media sosial bahwa perbaikan benar-benar sudah dilakukan,” katanya. 

Alif mencontohkan penanganan jalan rusak. Menurutnya, informasi kepada publik dapat menunjukkan persoalan yang ditemukan, respons pemerintah, proses perbaikan, hingga hasilnya. Dengan begitu, komunikasi publik tidak sekadar menjadi promosi, tetapi menunjukkan bahwa pemerintah mendengar dan bekerja.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Gresik Kiki Nuriyadi mengatakan pengaduan merupakan sumber informasi langsung mengenai apa yang dirasakan, dibutuhkan, dan menjadi perhatian masyarakat.

Karena itu, pengelolaan pengaduan harus dilakukan secara cepat, tepat, transparan, dan responsif. Selain menjadi sarana penyelesaian persoalan masyarakat, pengaduan juga menjadi bahan evaluasi perangkat daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja pemerintah daerah. “Kami berharap setiap pengaduan tidak hanya ditindaklanjuti secara internal, tetapi juga menjadi sumber informasi dan bahan komunikasi publik yang tepat,” kata Kiki.

Kiki menjelaskan, workshop tersebut digelar sebagai forum penguatan kapasitas dan koordinasi bagi pengelola pengaduan serta pengelola media sosial perangkat daerah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan pengaduan, mengevaluasi tindak lanjut aduan, mendorong respons yang cepat dan berorientasi pada penyelesaian, serta memperkuat sinergi antara pengelola pengaduan dan komunikasi publik.

Workshop mengangkat tema “Complaint Is the New Oil: Dari Aduan Menjadi Konten, dari Respons Menjadi Reputasi”. Kegiatan diikuti 120 peserta dari unsur pengelola pengaduan dan pengelola media sosial perangkat daerah serta unit pelayanan di lingkungan Pemkab Gresik.

Peserta juga berasal dari unsur kecamatan, rumah sakit daerah, Perumda Giri Tirta, petugas Call Center 112, Radio Suara Gresik, serta kru kreator konten pimpinan. Kegiatan menghadirkan Jalaluddin Mahally dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebagai narasumber. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Warning OPD, Cepat Respons Aduan Warga, Jangan Tunggu Viral Selengkapnya

Tim Gress One U-13 dan U-15 Laga di Piala Soeratin, Bupati Gresik: Tidak ada Atlet Sukses secara Instan

GRESIK1minute.id – Dua tim sepak bola Kabupaten Gresik, Gress One U-13 dan U-15 bakal berlaga di Piala Soeratin di Kabupaten Jember. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas talenta-talenta muda hasil seleksi kompetisi antardesa maupun kelompok umur itu di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 1 September 2026. Mereka akan mengawali laga perdana pada Rabu besok, 2 September 2026.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan keikutsertaan para pemain muda Gresik di Piala Soeratin merupakan capaian yang patut diapresiasi. Mereka tidak hanya mendapatkan kesempatan berkompetisi, tetapi juga pengalaman untuk membangun mental dan karakter sebagai atlet.

“Kalian sudah sangat membanggakan. Bisa mengikuti Piala Soeratin dan mewakili Kabupaten Gresik di tingkat Jawa Timur saja sudah merupakan sesuatu yang membanggakan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Dengan kompetisi yang berlangsung sekitar satu pekan dan jadwal pertandingan setiap dua hari sekali, mantan Ketua DPRD Gresik itu, meminta para pemain menjaga kondisi fisik dan disiplin selama berada di Jember. Istirahat yang cukup, asupan makanan yang terjaga, serta kepatuhan terhadap arahan pelatih dan manajemen menjadi bagian penting untuk menghadapi padatnya pertandingan.

Menurutnya, prestasi tidak lahir secara instan. Kemampuan seorang atlet dibentuk melalui kedisiplinan dan kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. “Tidak ada atlet yang sukses secara instan. Atlet yang sukses itu karena kedisiplinan. Kedisiplinan yang panjang,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sepak bola merupakan olahraga tim. Karena itu, kemampuan individu harus berjalan bersama dengan kerja sama dan strategi permainan yang telah disiapkan pelatih. “Kalian harus bisa bekerja sama, saling mendukung, dan menjalankan apa yang diarahkan pelatih,” ujarnya.

Bupati Yani juga berharap pengalaman di Piala Soeratin dapat menjadi bekal bagi para pemain untuk berkembang, baik sebagai atlet maupun sebagai pribadi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya mengucapkan terima kasih karena kalian telah membawa nama Kabupaten Gresik ke tingkat Jawa Timur. Saya doakan U-13 dan U-15 sukses di Piala Soeratin 2026. Semoga diberikan kesehatan, kelancaran, dan hasil terbaik,” katanya.

Pembinaan talenta muda membutuhkan ruang yang memungkinkan anak-anak mengenal dan mengembangkan sepak bola sejak dini. Dalam konteks tersebut, keberadaan lapangan sepak bola di desa-desa menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem olahraga di Kabupaten Gresik.

Lapangan yang tersedia di tingkat desa memberi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk bermain dan berlatih. Dari sana, potensi mereka dapat berkembang melalui sekolah sepak bola, klub, kompetisi usia dini, hingga jenjang kompetisi yang lebih tinggi seperti Piala Soeratin.

Rantai pembinaan tersebut menjadi penting agar sepak bola tidak hanya menghasilkan prestasi dalam satu kompetisi, tetapi juga melahirkan regenerasi pemain secara berkelanjutan.

Manajer Gress One Khoriri, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap tim yang akan berlaga di Jember. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi pemain untuk memberikan kemampuan terbaik.

“Atas nama manajemen dan seluruh tim, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas dukungan dan perhatian yang diberikan selama ini. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk berjuang membawa nama baik Kabupaten Gresik di tingkat Jawa Timur,” ujar Khoriri. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tim Gress One U-13 dan U-15 Laga di Piala Soeratin, Bupati Gresik: Tidak ada Atlet Sukses secara Instan Selengkapnya

Satresnarkoba Polres Gresik Gagalkan Peredaran 1 Pikap Berisi 439 Botol Arak Bali, 2 Orang Diamankan 

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik menggagalkan peredaran minuman keras (miras) di kawasan Sawah Dalam, Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Miras jenis arak Bali berjumlah 439 botol diangkut menggunakan mobil pikap. Dua orang turut diamankan dalam pengungkapan tersebut. Keduanya berinisial ES, 48, warga Sidoarjo yang berperan sebagai sopir, serta YAS, 18, yang merupakan kernet.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melalui Kasatresnaroba AKP Ahmad Yani menyampaikan pengungkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan maraknya peredaran minuman keras di wilayah Kabupaten Gresik. Pihaknya melakukan penyelidikan dan mendapati sebuah kendaraan yang dicurigai sedang mengangkut minuman keras. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan enam kardus berisi ratusan botol minuman keras jenis arak Bali.

“Kedua orang tersebut bersama barang bukti diamankan ke Polres Gresik untuk dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya, penanganan perkara diserahkan kepada Sat Samapta Polres Gresik untuk dilakukan proses penindakan lebih lanjut melalui sidang tindak pidana ringan atau Tipiring sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar AKP Yani di Mapolres Gresik pada Senin, 31 Agustus 2026.

Dari tangan kedua terlapor, polisi mengamankan barang bukti berupa enam kardus berisi 439 botol minuman keras jenis arak Bali. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit mobil pikap Suzuki Carry warna putih bernomor polisi W-8935-PF serta satu unit telepon seluler Samsung M22 warna putih.

Selanjutnya, kedua terlapor beserta seluruh barang bukti dibawa ke Mapolres Gresik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kejadian mencurigakan kepada kepolisian sehingga dapat segera ditindaklanjuti. Silakan segera melaporkan ke Polsek terdekat, memanfaatkan layanan bebas pulsa Call Center110, atau melalui hotline Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006 agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Satresnarkoba Polres Gresik Gagalkan Peredaran 1 Pikap Berisi 439 Botol Arak Bali, 2 Orang Diamankan  Selengkapnya

Kemenag Gresik Launching UPT SMP Negeri 2 Gresik jadi Duta SRC Gresik di Jawa Timur

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) ditetapkan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik sebagai School Religious Culture (SRC). Sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim ini menjadi sekolah menengah pertama negeri yang menjadi duta di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik menuju tingkat Provinsi Jawa Timur. 

Launching SRC dilakukan oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik M.Ali Faiq di halaman sekolah di Jalan KH. Kholil, Gresik pada Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam launching itu, Kepala Kemenag Gresik didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Islam (PAIS) Ahmad Yahya dan Kasi Pendidikan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Budi Prasetyo.

Peserta launching SRC perwakilan pengurus kelas, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Kelompok Cinta Lingkungan (KCL), Pramuka Garuda, Duta Lingkungan, Duta Literasi, Duta Moderasi, Duta Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Duta Sekolah Ramah Anak (SRA), Duta Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), dan Suporter. Mereka ini yang nantinya  bertugas menjadi motor penggerak program SRC di Spenda.

School Religious Culture (Sekolah Religius Culture/SRC) adalah program pembiasaan nilai-nilai agama yang dijadikan bagian dari kebijakan, kurikulum, dan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Program ini diinisiasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik demi membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia.

Kepala Kemenag Gresik M.Ali Faiq memberikan apresiasi inisiatif UPT SMP Negeri 2 Gresik melaunching SRC. “Saya bangga kepada UPT SMPN 2 Gresik yang berinisiatif melaunching SRC semoga diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam menciptakan sekolah Aman Nyaman dan religius dan semoga sukses mewakili Kabupaten Gresik di Tingkat Jawa Timur,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik menirukan ucapan dari Kepala Kemenag Gresik M.Ali Faiq.

Mohammad Salim mengatakan, SRC ini program yang terbaru dari sekian program sekolah yang penting untuk satu sama lain saling mendukung menciptakan lingkungan belajar yang unggul berdasarkan nilai agama. 

Sementara itu, Ketua OSIS UPT SMP Negeri 2 Gresik Nabila berharap program SRC mampu meningkatkan kualitas dan kesadaran semua murid untuk membiasakan hidup yang agamis di sekolah dan di rumah. 

Launching SRC ini, menambah panjang predikat yang diraih UPT SMP Negeri 2 Gresik. Sekolah yang menempati gedung heritage di Jalan KH Kholil, Gresik ini telah ditetapkan pioner sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (SKRG) ; Sekolah Kantin Halal dari Kemenag ; Sekolah Zero Waste dan Februari 2026 UPT SMP Negeri 2 Gresik meraih predikat sebagai Sekolah Siaga Kependudukan atau SKK Klasifikasi Paripurna Nasional. Capaian itu, UPT SMP Negeri 2 Gresik menjadikannya sekolah pertama di Kabupaten Gresik yang mencapai prestasi tersebut. Pada 17 Agustus 2026, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan penghargaan kepada Mohammad Salim pada momen upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kemenag Gresik Launching UPT SMP Negeri 2 Gresik jadi Duta SRC Gresik di Jawa Timur Selengkapnya

Menjadi Gresik, Membaca Sejarah Kota dari Ingatan Warganya

GRESIK,1minute.id— Lembar-lembar kain menggantung di sepanjang jalan Kampung Kemasan. Di atasnya tersimpan potongan ingatan warga tentang Gresik: cerita tentang kampung, makanan, keluarga, kebiasaan, dan hal-hal kecil yang selama ini hidup dalam keseharian.

Di antara bangunan-bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun lalu, lembaran kain itu menjadi semacam arsip terbuka. Pengunjung berjalan menyusuri kampung, membaca cerita, memasuki bangunan lama yang kini diaktivasi menjadi ruang pamer, sekaligus berjumpa dengan warga dan aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya.

Pengalaman itu menjadi salah satu cara Festival Menjadi Gresik mengajak publik membaca kembali sebuah kota. Selama ini, kerap ditemukan dalam arsip, bangunan bersejarah, catatan perdagangan, kisah kerajaan, tokoh-tokoh besar, atau peristiwa politik. Semua itu penting untuk memahami perjalanan sebuah daerah. Namun, ada bagian lain dari sejarah yang tidak selalu tersimpan dalam dokumen resmi. Ia hidup dalam ingatan warga.

Dalam makanan yang dimasak secara turun-temurun. Dalam pakaian yang dikenakan dalam keseharian. Dalam tradisi kampung, cerita keluarga, bahasa, kebiasaan, dan pengetahuan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Gagasan itulah yang menjadi titik berangkat Festival Menjadi Gresik, program yang digagas Yayasan Gang Sebelah dan berlangsung pada 15–30 Agustus 2026 di Kampung Kemasan, Gresik.

Festival ini mencoba menghadirkan cara lain untuk membaca kota, dengan menempatkan pengalaman, ingatan, dan pengetahuan warga sebagai bagian penting dari sumber kebudayaan.

“Menjadi Gresik berangkat dari kegelisahan bahwa sejarah kota sering kali diceritakan melalui narasi besar, sementara pengetahuan yang hidup dalam keseharian warga justru luput dicatat. Padahal, dari dapur, pakaian, makanan, kampung, hingga cerita yang diwariskan antargenerasi, kita bisa melihat bagaimana sebuah masyarakat membentuk identitas kotanya,” ujar Hidayatun Nikmah, Direktur Festival Menjadi Gresik.

Membaca Kota dari Hal-Hal yang Dekat

Menjadi Gresik tidak berangkat dari upaya mencari satu definisi tunggal mengenai Gresik. Sebaliknya, festival ini mencoba membuka berbagai pintu untuk memahami kota melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dapur, pasar, kampung, makanan, pakaian, ruang bersejarah, hingga ingatan personal menjadi medium untuk melihat hubungan antara sejarah, identitas, dan kehidupan sosial.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah gastronomi. Makanan tidak hanya dipahami sebagai hidangan atau produk kuliner, tetapi sebagai pengetahuan yang memiliki hubungan dengan lingkungan, ekonomi, keluarga, sejarah, dan kehidupan sosial masyarakat.

Melalui Seri Gastronomi, Yayasan Gang Sebelah melakukan riset dan dokumentasi terhadap sejumlah makanan khas Gresik, antara lain bandeng keropok, jubung, dan bubur roomo.

Proses tersebut tidak berhenti pada pencatatan resep. Penelusuran dilakukan terhadap bahan baku, teknik pengolahan, cara penyajian, pelaku yang mempertahankan tradisi, hingga cerita dan ingatan yang menyertai perjalanan makanan tersebut.

Hasil riset kemudian dikembangkan dalam berbagai bentuk, termasuk film dokumenter yang mempertemukan pengetahuan para pelaku dengan masyarakat yang mungkin selama ini mengenal makanan tersebut hanya sebagai bagian dari keseharian.

Dengan cara itu, makanan dapat dibaca lebih jauh: sebagai jejak hubungan manusia dengan lingkungan tempat tinggalnya, sebagai penanda perubahan ekonomi, sekaligus sebagai medium yang menyimpan ingatan keluarga dan masyarakat.

Pendekatan serupa digunakan untuk membaca pakaian. Sarung, kebaya, songkok, dan berbagai bentuk busana yang dikenakan masyarakat Gresik tidak hanya diperlakukan sebagai benda atau atribut identitas. Pakaian dibaca melalui hubungan antara tubuh, kebiasaan, ruang sosial, serta perubahan cara masyarakat membangun dan menampilkan identitasnya.

Irfan Akbar, Direktur Program mengaku bahwa Festival ini ditujukan untuk memperkaya narasi tentang ke-Gresik-an, “Kami tidak sedang mencari satu definisi tentang Gresik. Justru kami ingin membuka ruang agar warga dapat menceritakan Gresik dari pengalaman mereka sendiri. Festival ini adalah salah satu cara untuk mempertemukan kembali ingatan yang tersebar itu, mendokumentasikannya, lalu membawanya kembali kepada publik.”

Kampung sebagai Arsip

Kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik menjadi salah satu ruang penting dalam cara festival ini bekerja. Kawasan bersejarah tersebut tidak hanya digunakan sebagai latar penyelenggaraan acara. Jalan-jalan kampung, bangunan lama, rumah warga, hingga ruang-ruang yang sebelumnya kosong ikut menjadi bagian dari pengalaman festival.

Beberapa bangunan tua di sepanjang Kampung Kemasan diaktivasi sebagai ruang pamer dan presentasi. Jalan kampung menjadi ruang berjalan dan membaca. Warga terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk membuka usaha mikro dan kuliner selama festival berlangsung.

Dengan demikian, ruang bersejarah tidak diperlakukan sebagai sesuatu yang beku dan hanya dapat dipandang dari kejauhan. Ia kembali digunakan sekaligus menjadi ruang pertemuan antara masa lalu dan kehidupan hari ini.

Di satu sisi, pengunjung dapat melihat jejak arsitektur dan sejarah kawasan. Di sisi lain, mereka berhadapan dengan cerita-cerita baru, hasil riset, makanan, aktivitas warga, dan berbagai bentuk ekspresi kebudayaan yang sedang berlangsung. Kampung dan gang, dalam konteks ini, tidak hanya menjadi lokasi, namun menjadi arsip yang masih hidup.

Belajar Membaca dari Warga

Festival Menjadi Gresik juga merupakan bagian dari proses yang lebih panjang, melalui Besali Studi Kultural, sebuah ruang belajar kolektif yang mendorong riset berbasis pengalaman, ingatan kolektif, tradisi lisan, dan praktik kehidupan warga.

Melalui proses panggilan terbuka dan kurasi, delapan kelompok dari berbagai latar belakang terpilih untuk melakukan pengamatan, wawancara, dokumentasi, pengarsipan, dan pengembangan pengetahuan kebudayaan.

Kelompok tersebut berasal dari berbagai komunitas dan institusi, antara lain DKV Universitas Internasional Semen Indonesia, CYG Team, Kronika SMAN 1 Gresik, Power Art SMAN 1 Gresik, Gresik Book Party, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Sunan Gresik, dan Niti Narasi.

Selama prosesnya, mereka mendapatkan fasilitasi kelas, pendampingan, hingga kesempatan mempresentasikan hasil riset kepada publik. Beragam objek menjadi pintu masuk penelitian, seperti pakaian adat, percampuran budaya masyarakat Tionghoa dan Arab, arsitektur Kampung Kemasan, Pasar Pahing, songkok dan tas besali, gulat okol, aksara Gresik, hingga laban di kawasan Pangkah.

Pilihan objek tersebut memperlihatkan bahwa kebudayaan tidak hanya berada dalam bentuk kesenian yang telah dikenal secara luas. Ia juga dapat ditemukan dalam benda sehari-hari, ruang, bahasa, tubuh, permainan, pekerjaan, dan pengetahuan yang tumbuh dari pengalaman masyarakat.

Bagi Yayasan Gang Sebelah, proses tersebut penting karena banyak pengetahuan lokal masih bertahan secara lisan dan bergantung pada orang-orang yang menguasainya. Ketika pengetahuan tidak dicatat atau diteruskan, ia berisiko hilang bersama perubahan generasi. Karena itu, riset dalam program ini tidak semata-mata ditujukan untuk menghasilkan karya.

Sejarah yang Belum Selesai

Pameran, film, E-Magazine, dokumentasi gastronomi, dan presentasi hasil riset dalam Festival Menjadi Gresik tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir. Seluruhnya merupakan bagian dari upaya membangun arsip pengetahuan yang dapat terus dikembangkan, dibaca kembali, diperdebatkan, bahkan dilengkapi oleh generasi berikutnya.

“Bagi kami, merawat kebudayaan bukan hanya menyelamatkan sesuatu dari masa lalu. Yang lebih penting adalah menjaga pengetahuan agar tetap bisa digunakan, dibicarakan, dan dimaknai oleh generasi hari ini. Karena itu, Menjadi Gresik bukan tentang mengulang masa lalu, melainkan tentang memahami apa yang membuat kita menjadi Gresik hari ini,” ujar Hidayatun Nikmah.

Menjadi Gresik mencoba memulai pembacaan dari tempat dan hal-hal yang sering kali tampak sederhana. Makanan yang dimasak di rumah, pakaian yang dikenakan, cerita yang disampaikan orang tua, tradisi yang dijalankan bersama, dan ingatan tentang tempat-tempat yang pernah menjadi bagian dari kehidupan. Melalui festival ini, warga tidak hanya ditempatkan sebagai penonton sejarah kotanya sendiri. Dan dalam ingatan yang mereka simpan, sebuah kota terus menemukan cara untuk menjadi dirinya sendiri. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Menjadi Gresik, Membaca Sejarah Kota dari Ingatan Warganya Selengkapnya