Bupati Gresik Bawa Model Perlindungan Anak PMI ke Forum Nasional di Jakarta, Menteri P2MI/BP2MI Anugerahi Penghargaan Kepala Daerah Inspiratif

GRESIK,1minute.id – Perlindungan anak pekerja migran Indonesia tidak boleh berhenti pada upaya memulangkan mereka ke tanah air. Lebih dari itu, anak-anak tersebut harus dipastikan memiliki identitas, memperoleh pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, serta memiliki kesempatan untuk tumbuh dan membangun masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menjadi salah satu narasumber utama dalam Diskusi Publik Nasional bertema “Anak Pekerja Migran Indonesia: Tantangan, Pelindungan, dan Masa Depan” di Aula K.H. Abdurrahman Wahid, Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Jakarta pada Senin, 27 Juli 2026. 

Dalam forum tersebut, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani, juga menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sebagai Kepala Daerah Inspiratif dalam Gerakan Peduli Anak Pekerja Migran Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi dan upaya Bupati Fandi Akhmad Yani dalam memberikan hak dan perlindungan, sekaligus menjamin masa depan anak-anak pekerja migran Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronika Tan, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Adi Leksono, Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI Muh. Fachri dan President IDN Global Nathalia Widjaja.

Kemudian, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah, Duta Besar RI untuk Malaysia periode 2020–2025 Dato’ Indera Hermono, serta Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi. Forum juga 

diikuti para rektor dan perwakilan rektor sejumlah universitas, para kepala sekolah Sanggar Belajar Malaysia, kepala dinas ketenagakerjaan kabupaten/kota, serta kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) secara daring melalui Zoom.

Dalam paparannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membagikan pengalaman Kabupaten Gresik membangun model perlindungan anak pekerja migran Indonesia, khususnya anak-anak yang lahir dari pekerja migran asal Gresik di Malaysia. “Menyelamatkan satu anak, sama saja menyelamatkan satu generasi. Anak-anak tidak boleh menjadi korban jarak dan migrasi,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Berdasarkan data yang dimiliki Pemkab Gresik, terdapat 8.348 pekerja migran asal Gresik yang tersebar di 10 kecamatan. Sementara itu, sebanyak 1.520 PMI tercatat atau telah terintegrasi dengan Dinas Tenaga Kerja pada periode 2022–2025. Malaysia menjadi negara tujuan utama. Sebanyak 70,9 persen PMI asal Gresik yang tercatat memilih negara tersebut sebagai tujuan bekerja.

Menurutnya, kedekatan geografis dan budaya serta jejaring keluarga dan komunitas membuat Malaysia menjadi tujuan utama PMI asal Gresik. Namun, data tersebut kemungkinan belum menggambarkan kondisi sebenarnya karena masih terdapat pekerja migran yang berangkat tanpa dokumen resmi.

Karena itu, perhatian terhadap isu migrasi tidak boleh hanya berfokus pada jumlah pekerja, sektor pekerjaan, maupun remitansi. Anak-anak yang lahir dan tumbuh dalam keluarga pekerja migran juga harus menjadi bagian dari sistem perlindungan. Salah satu kerentanan paling mendasar adalah persoalan identitas hukum. Sebagian anak PMI lahir dari situasi keluarga yang kompleks, termasuk perkawinan yang tidak tercatat maupun hubungan tanpa status hukum yang jelas.

“Ketika identitas tidak ada, maka hak-hak lain juga menjadi jauh. Hak pendidikan, hak kesehatan, hak keamanan, dan hak-hak dasar lainnya,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Kerentanan tersebut semakin kompleks karena sebagian anak PMI juga menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Berdasarkan hasil riset Pemkab Gresik, terdapat 76 sanggar belajar binaan KBRI di berbagai wilayah Malaysia yang menampung lebih dari 2.300 anak PMI.

Suami Nurul Haromaini Ali ini mengapresiasi peran KBRI Kuala Lumpur dalam menyediakan ruang pendidikan bagi anak-anak tersebut, termasuk melalui pelibatan universitas dalam program KKN internasional untuk mengatasi keterbatasan tenaga pengajar.

Namun, sebagian sanggar belum memiliki kurikulum resmi maupun guru tetap. Meski demikian, keberadaan sanggar belajar tetap menjadi upaya penting untuk memastikan anak-anak PMI memperoleh hak dasar pendidikan. Atas persoalan tersebut, Kabupaten Gresik membangun model perlindungan anak pekerja migran melalui tiga fase utama.

Fase pertama adalah pelacakan dan pemutakhiran data anak pekerja migran, sekaligus penjaminan identitas hukum. Pemkab Gresik berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur untuk memastikan asal-usul anak dan keterkaitannya dengan Kabupaten Gresik.

Proses tersebut dilanjutkan dengan validasi di tingkat desa dan pendekatan kepada keluarga yang berada di Gresik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data anak sekaligus kesiapan keluarga dalam menerima dan mendampingi anak ketika kembali ke Indonesia.

Dalam proses pemulangan, kolaborasi juga dilakukan bersama KBRI dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, termasuk dalam fasilitasi dokumen perjalanan sementara bagi anak-anak yang akan kembali ke Indonesia.

Fase kedua adalah pemulangan anak-anak pekerja migran ke Kabupaten Gresik. “Setelah kami tracing semuanya, kesimpulannya adalah paling tepat mereka kita bawa pulang ke Indonesia, pulang ke Gresik, agar mereka mendapatkan hak identitas, hak pendidikan yang layak, dan hak-hak lainnya,” ujar bapak dua anak ini.

Fase ketiga adalah penjaminan layanan dasar setelah anak tiba di Gresik. Pemkab Gresik memastikan anak-anak tersebut memperoleh akses pendidikan, pemenuhan dokumen kependudukan, layanan kesehatan fisik dan mental, pendampingan psikososial, perlindungan sosial, serta dukungan pengembangan diri dan keterampilan. Seluruh layanan tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya.

Dalam salah satu kasus, Pemkab Gresik menyiapkan akses pendidikan bagi seorang anak PMI berusia sekitar delapan tahun melalui program Sekolah Rakyat. Anak tersebut kini telah berada di Gresik dan mendapatkan pendampingan bersama keluarga yang menerimanya.

Komitmen tersebut telah diwujudkan melalui dua gelombang pemulangan anak pekerja migran. Pada 8–9 Februari 2026, tiga anak PMI asal Gresik dipulangkan ke Indonesia. Selanjutnya, pada 9–10 Juli 2026, enam anak asal Gresik kembali difasilitasi untuk pulang bersama tiga anak pekerja migran dari daerah lain.

Dengan demikian, sebanyak sembilan anak asal Gresik telah difasilitasi pulang melalui dua gelombang pemulangan. Pada gelombang kedua, Pemkab Gresik juga turut memfasilitasi kepulangan tiga anak pekerja migran dari daerah lain.

Bupati Yani menegaskan, pemulangan bukanlah akhir dari proses perlindungan. Kepulangan justru menjadi awal untuk memastikan anak-anak tersebut memiliki identitas, memperoleh pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, dan memiliki kesempatan membangun masa depan. “Satu hal yang kami harapkan adalah anak-anak bisa diterima di Indonesia, memiliki identitas, dan bisa sekolah tanpa kesulitan administrasi. Ini yang menjadi konsentrasi kami di Kabupaten Gresik,” tuturnya.

BUPATI INSPIRATIF: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sebagai Kepala Daerah Inspiratif dalam Gerakan Peduli Anak Pekerja Migran Indonesia di Jakarta pada Senin. 27 Juli 2026 ( Foto : Kominfo Gresik untuk 1minute.id)

Menurutmya, pengalaman Gresik menunjukkan bahwa perlindungan anak pekerja migran tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga atau satu daerah saja. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, perwakilan diplomatik, diaspora, organisasi masyarakat sipil, pemerintah desa, dan keluarga perlu bergerak dalam satu ekosistem perlindungan.

“Perlindungan anak pekerja migran bukan hanya soal memulangkan mereka. Ada proses panjang untuk memastikan mereka memiliki identitas, memperoleh hak pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, dan bisa kembali tumbuh bersama keluarga serta lingkungannya,” pungkas Bupati Yani.

Gagasan tersebut sejalan dengan agenda nasional yang disampaikan Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI Muh. Fachri saat mewakili Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dalam membuka forum. Ia mengatakan, perlindungan pekerja migran tidak boleh hanya berfokus pada aspek ketenagakerjaan, tetapi juga harus mencakup keluarga dan anak-anak pekerja migran.

“Keberhasilan migrasi bukan hanya diukur dari besarnya remitansi yang dikirimkan, tetapi juga dari kualitas kehidupan keluarga, termasuk anak-anak mereka,” ujarnya.

Fachri mengatakan, pada 2025 remitansi pekerja migran Indonesia mencapai sekitar Rp 28 triliun. Namun, manfaat ekonomi tersebut harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Migrasi, kata dia, harus menghasilkan kesejahteraan, bukan melahirkan persoalan antargenerasi. Ketika orang tua bekerja di luar negeri dalam waktu lama, anak dapat menghadapi tantangan pengasuhan, pendidikan, kesehatan mental, hingga risiko kekerasan dan eksploitasi.

Karena itu, perlindungan anak pekerja migran membutuhkan ekosistem yang bekerja dari tingkat desa hingga negara penempatan. Pemerintah memiliki kewenangan, kebijakan, dan data. Sementara diaspora memiliki jaringan, kedekatan dengan komunitas, serta kemampuan menjangkau wilayah yang tidak selalu dapat dijangkau negara.

“Ketika kedua kekuatan ini kita padukan, insyaallah akan menciptakan ekosistem perlindungan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Muh. Fachri.

Menurutnya, penguatan data anak pekerja migran juga menjadi bagian penting dari sistem perlindungan. Pendataan ke depan perlu dimulai dari tingkat desa untuk mengetahui warga yang bekerja di luar negeri, anak yang ditinggalkan, usia, akses pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan perlindungan lainnya. “Data anak ini bukan hanya sekadar informasi, tetapi sesungguhnya adalah amanah yang harus diintervensi oleh negara,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Bawa Model Perlindungan Anak PMI ke Forum Nasional di Jakarta, Menteri P2MI/BP2MI Anugerahi Penghargaan Kepala Daerah Inspiratif Selengkapnya

HAN 2026 : Pemkab Gresik Tegaskan Perlindungan Anak Adalah Investasi Masa Depan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik menyelenggarakan upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di halaman kantor Bupati Gresik pada Senin, 27 Juli 2026. Upacara dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. HAN yang diperingati setiap 23 Juli. 

Dalam upacara itu, Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, membacakan pidato tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi. Peringatan HAN tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Momen ini menegaskan kembali bahwa anak bukan sekadar objek, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak suara dan partisipasi sesuai tingkat kematangannya.

Wabup Alif menyatakan, investasi bangsa ini bukan semata-mata pada pembangunan infrastruktur, melainkan pada setiap anak Indonesia. “Ketika seluruh pihak bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan,” ucap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Guna memperkuat upaya perlindungan anak, pemerintah telah meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas #RANA). Gerakan ini mengintegrasikan pencegahan kekerasan, penguatan keluarga, keamanan ruang digital, hingga respons cepat atas kasus yang terjadi pada anak.

Semangat tersebut kemudian diperluas melalui kampanye Berlian (Bersama Lindungi Anak) sebagai upaya mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

Sejalan dengan itu, ditetapkan pula tagline resmi “Sayang Anak Sayang Indonesia” dengan tagar pendukung #HariAnakNasional2026 dan #SayangAnakSayangIndonesia untuk menggemakan pesan perlindungan anak di ruang digital. Peringatan HAN 2026 mengedepankan 8 nilai utama, yakni berakhlak mulia, bahagia, peduli, berani, cerdas, solidaritas, aman, dan bertanggung jawab sebagai karakter yang diharapkan tertanam pada setiap anak Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, peringatan Hari Anak Nasional berpedoman pada 5 prinsip, yaitu ramah anak, desentralisasi, apresiatif, partisipatif dan kolaboratif, serta berdampak, sehingga seluruh kegiatan benar-benar memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak.

Pada kesempatan itu, disampaikan pula ajakan kepada seluruh anak-anak di Indonesia agar tidak ragu bersuara jika menghadapi kekerasan. “Kalian berhak untuk aman dan bahagia di rumah, sekolah, ruang publik, maupun di dunia digital. Berbeda itu biasa, dan berteman itu luar biasa. Jika kalian merasa tidak nyaman atau mengalami kekerasan, jangan diam. Ceritakan kepada orang dewasa yang kalian percaya, atau hubungi layanan SAPA 129. Negara akan selalu hadir untuk kalian,” kata Asluchul Alif. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

HAN 2026 : Pemkab Gresik Tegaskan Perlindungan Anak Adalah Investasi Masa Depan Selengkapnya

Puncak Harkopnas, Wabup Gresik : Koperasi Merah Putih Bukan Gantikan Toko Kelontong 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar Senam dan Jalan Sehat di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Minggu, 26 Juli 2026. Ribuan warga tumplek-blek di sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik untuk mengikuti puncak Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 berhadiah umrah itu. Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Diskoperindag Gresik Darmawan, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Saifudin Ghozali, serta undangan lainnya.

Harkopnas tahun ini mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa Hari Koperasi Nasional bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat di tengah tantangan ekonomi global.

“Di tengah tantangan ekonomi global saat ini, koperasi harus semakin modern, profesional, transparan, serta mampu memanfaatkan teknologi digital agar memiliki daya saing yang tinggi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Gresik Asluchul Alif juga mengajak masyarakat memahami secara utuh tujuan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurutnya, gerai koperasi di desa dibentuk untuk memperluas akses masyarakat terhadap berbagai barang bersubsidi sekaligus menjadi sarana pemasaran hasil pertanian warga dengan harga yang layak.

Ia menegaskan, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih bukan untuk menggantikan usaha toko kelontong milik warga, melainkan saling melengkapi dalam memperkuat perekonomian desa.

“Keberadaan gerai Koperasi Desa Merah Putih tidak akan mematikan toko-toko kelontong milik warga yang sudah ada di desa. Kehadirannya justru saling melengkapi. Karena itu, saya mengajak masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak benar atau hoaks,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan terus mendorong pertumbuhan koperasi yang sehat, produktif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Mari kita jadikan koperasi sebagai wadah gotong royong yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan mendukung terwujudnya Gresik yang maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya. 

Ketua Dekopinda Kabupaten Gresik, Achwan Hariyanto, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam memeriahkan Harkopnas tahun ini. Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi semangat bersama untuk terus memperkuat peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga koperasi di Kabupaten Gresik semakin kuat, semakin memberi manfaat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, perwakilan Dekopinwil Jawa Timur Maarif, mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Gresik dalam merayakan Hari Koperasi Nasional. Menurutnya, semangat tersebut menunjukkan bahwa koperasi tetap menjadi kekuatan penting dalam membangun ekonomi kerakyatan.

“Hati saya bergetar melihat antusiasme masyarakat. Momentum ini menjadi ajang untuk memperkuat koperasi, mendukung UMKM, serta mendorong penguatan permodalan dan pemasaran digital,” tuturnya.

Selain menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan ini juga menghadirkan puluhan stan UMKM yang memberikan ruang promosi bagi produk-produk lokal sekaligus memperkuat sinergi antara koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. 

Sementara itu, hadiah utama berupa satu paket umrah persembahan KSPPS BMT Mandiri Amanah Sejahtera berhasil diraih Muhammad Salim, 44, warga Kecamatan Gresik. “Alhamdulillah saya bersyukur. Terima kasih atas hadiah satu paket umrah ini. Semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan dengan lebih baik,” ungkapnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Puncak Harkopnas, Wabup Gresik : Koperasi Merah Putih Bukan Gantikan Toko Kelontong  Selengkapnya

PAE 2026 Petrokimia Gresik, Rasa Family Harvest Day, Momentum Orang Tua Edukasi Anak Petik Sayur dan Buah

GRESIK,1minute.id – Kebun Percobaan (Buncob) Departemen Riset PT Petrokimia Gresik riuh pada Minggu, 26 Juli 2026. Ratusan orang menyerbu Buncob berada di Jalan Noto Prayitno, Kecamatan Kebomas itu untuk memanen sayur dan memetik buah pada ajang Petro Agrifood Expo (PAE) 2026 rangkaian memeriahkan HUT Ke-54 Petrokimia Gresik ini di buka pukul 07.00 WIB.

Bagi warga Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik bisa memetik buah dan memanen sayuran segar momen tahunan yang paling ditunggu. Banyak orang tua yang mengajak keluarga, anak bahkan nenek ikut panen buah dan sayuran di PAE 2026. Mereka seperti merayakan Family Harvest Day. 

Di ajang PAE 2026, orang tua melakukan edukasi kepada anak bagaimana cara memanen sayuran dan buah yang baik. “Saya ajak keluarga sekalian untuk edukasi anak-anak bagaimana cara panen yang baik,” kata Darmaji, warga Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

Sella, pengunjung Petik Buah PAE 2026 lainny menyebut petik sayur dan buah menjadi pengalaman tersendiri karena harus berebut memetik bersama ratusan warga yang lain. 

“Waktu datang ternyata banyak warga yang datang lebih dulu. Untungnya saya kebagian sayur dan buah yang langsung saya petik sendiri. Untuk kualitas sayur dan buahnya sangat bagus dan harganya relatif murah,” katanya. 

Ketua Panitia PAE 2026 Tri Utami menjelaskan, panen bersama ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan di hari ketiga, PAE 2026. Kegiatan ini dibuka untuk masyarakat umum yang ingin merasakan keseruan memetik buah dan sayur secara langsung di lahan buncob Petrokimia Gresik.

“Dari kegiatan panen bersama ini, harapan kami masyarakat yang datang mampu menularkan semangat pertanian. Sehingga nantinya akan menghasilkan penerus pertanian atau regenerasi petani di masa depan,” ujar Tri Utami di sela acara pada Minggu, 26 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pada momen panen bersama ini menyediakan berbagai varian buah seperti melon golden, semangka, sayuran seperti sawi, terong, jagung dan aneka labu serta ikan gurame dan nila di kolam terpal yang siap panen.

Berdasarkan data yang didapat 1minute.id , PAE 2026 ada 20 item buah dan sayuran yang bisa di panen oleh masyarakat. Yakni, Melon Golden 3.400 buah ; Semangka (1000 buah); Jagung Pulut (1.200 buah/tongkol) ; Jagung Manis (2.100 buah/tongkol) ; Labuh Kabocha dan Labuh Butternut. Kemudian, Brokoli ; Bunga Kol ; Bawang Prei ; Pare ; Wortel dan Terong. 

Berikutnya, Bayam merah ; bayam hijau ; Kangkung ; Sawi Express ; Sawi Packchoy; Sawi Packchoy White ; Sawi Caisim dan Sawi Pagoda.  “Buah dan sayur yang kami tanam di lahan ini memiliki kualitas premium dan ada pula yang jarang ditemukan di pasaran seperti jagung pulut. Ada juga ikan nila dan gurame yang dibudidayakan dengan menggunakan aplikasi produk petrofish,” jelas Tri Utami. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

PAE 2026 Petrokimia Gresik, Rasa Family Harvest Day, Momentum Orang Tua Edukasi Anak Petik Sayur dan Buah Selengkapnya

Satpol PP Gresik Razia Warung, Puluhan Pramusaji dan Pengelola Jalani Tes Narkoba dan HIV

GRESIK1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik menggelar razia warung kopi pada Sabtu hingga Minggu, 25-26 Juli 2026. Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) melibatkan 100 personel sebagai upaya upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum. 

Razia gabungan yang melibatkan Pol PP ; Polres Gresik; Kodim 0817/Gresik ; Garnisun ; Subdenpom / CPM, BNNK Gresik dan  Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik ini dipimpin oleh Kepala Satpol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga. Puluhan pengelola kafe, warung kopi (warkop) dan warung pangku alias warung remang-remang yang terjaring razia langsung menjalani tes narkoba dan HIV. 

Razia  di mulai Sabtu, 25 Juli 2026 dan berakibat pada Minggu, 26 Juli 2026 pukul 01.30 WIB menyasar lima titik, yakni Jalan Noto Prayitno; Jalan Siti Fatimah binti Maimun ; Jalan. Karangkiring, Kecamatan Kebomas; Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme dan sepanjang Jalan nasional Jalan Raya Duduksampeyan, Kecamatan Duduksampeyan. 

Hasilnya? Sebanyak 10 pemilik atau pengelola dan 40 pramusaji terjaring razia skala besar ini. “Dalam kegiatan ini, petugas melakukan pemeriksaan sekaligus pembinaan kepada para pengelola dan penjaga kafe agar senantiasa mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk jam operasional serta menjaga ketenteraman lingkungan sekitar,” ujar Kepala Satpol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Minggu, 26 Juli 2026.

Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif pemerintah daerah untuk menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan daerah. Dalam kegiatan ini, tim gabungan menyasar lima titik yang menjadi lokasi aktivitas kafe, yakni di Jalan Noto Prayitno, Jalan Siti Fatimah Binti Maimun, Jalan Karangkiring, kawasan Betiring, dan Jalan Raya Duduksampeyan.

Selama operasi berlangsung, petugas melakukan tes narkoba dan tes HIV terhadap 10 pemilik warung serta 40 penjaga warung atau kafe. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini sekaligus mendukung terciptanya lingkungan usaha yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Para pengelola maupun penjaga kafe diberikan edukasi mengenai pentingnya menaati peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, serta menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Apabila ditemukan adanya pelanggaran, petugas memberikan teguran sesuai prosedur dan melakukan tindakan penertiban berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, operasi cipta kondisi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, terutama pada malam hari. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan sekaligus menciptakan iklim usaha yang tertib dan bertanggung jawab.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap terwujud lingkungan yang semakin aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Kami juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga ketenteraman umum dengan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” tegasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Satpol PP Gresik Razia Warung, Puluhan Pramusaji dan Pengelola Jalani Tes Narkoba dan HIV Selengkapnya

PAE 2026 Dibuka, Ekosistem Pertanian Bertransformasi Modern, Bupati Gresik : Dorong Generasi Muda Tekuni Usaha Pertanian

GRESIK,1minute.id – Petro Agrifood Expo (PAE) 2026 : Heritage of Agriculture yang resmi dibuka di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik pada Jumat, 24 Juli 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Petro Agrifood Expo menjadi ruang untuk memperlihatkan luasnya peluang di sektor pertanian. Menurutnya, pertanian saat ini didukung ekosistem yang semakin baik, mulai dari akses pupuk yang semakin mudah dan terjangkau hingga kepastian pasar melalui offtaker.

“Sekarang negara lebih terlihat keberpihakannya terhadap para petani kita, khususnya pengusaha tani. Pupuk semakin mudah didapatkan, harganya semakin terjangkau, kemudian offtaker-nya semakin jelas,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 24 Juli 2026 

Menurutnya, kondisi tersebut perlu dilihat sebagai peluang, terutama oleh generasi muda. Apalagi, sektor pertanian kini terus bertransformasi melalui pemanfaatan teknologi sehingga tidak lagi harus dikelola dengan cara-cara konvensional.

“Anak muda kita harus melihat sektor pertanian menjadi sektor yang untung. Ketika SDM-nya bertransformasi dari konvensional menjadi pertanian berbasis teknologi, maka ini akan semakin menarik,” ujarnya. Ia pun menyoroti potensi pengembangan komoditas jeruk di Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah. Di wilayah tersebut, terdapat sekitar 400 hektare lahan jeruk yang mulai dilihat masyarakat sebagai peluang pengembangan ekonomi, termasuk bagi UMKM. “Alhamdulillah, masyarakat di sana sudah mulai melihat ini menjadi sebuah peluang UMKM,” kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pertanian tidak berhenti pada aktivitas produksi di lahan. Sektor ini juga membuka peluang usaha di berbagai rantai, mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.

Karena itu, Ia mengajak generasi muda untuk melihat sektor pertanian dengan perspektif yang lebih luas dan tidak ragu menjadikannya sebagai pilihan usaha. “Petani muda, terjun ke sektor pertanian. Anda pasti untung,” ujar Bupati.

Sementara itu, Direktur Pupuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI Syamsuddin mengatakan, regenerasi petani menjadi salah satu tantangan penting dalam pembangunan sektor pertanian.

Menurutnya, generasi muda akan tertarik masuk ke sektor pertanian apabila melihatnya sebagai usaha yang mampu memberikan keuntungan. Karena itu, cara pandang terhadap profesi petani juga perlu berubah.

“Kita tidak boleh lagi melihat petani dengan bahasa petani masa lalu. Petani itu harus menjadi pengusaha tani,” ujarnya.

Syamsuddin mengatakan, modernisasi pertanian menjadi salah satu upaya penting untuk menarik minat generasi muda. Penggunaan traktor, combine harvester, alat tanam, hingga teknologi pengendalian hama dan penyakit membuat proses pertanian menjadi semakin efisien.

Transformasi tersebut penting dilakukan karena sebagian besar petani saat ini berada pada kelompok usia yang relatif tua. Dari sekitar 29 juta lebih petani atau pengusaha tani perorangan, sekitar 67 persen di antaranya berusia 45 tahun ke atas. “Ini warning. Kalau pemerintah tidak menyiapkan regenerasi petani dengan baik, nanti petani kita tinggal yang umur-umur tua,” katanya.

Karena itu, menurut Syamsuddin, sektor pertanian harus terus didorong menjadi bidang usaha yang modern dan menguntungkan. Dengan dukungan teknologi dan peralatan yang memadai, generasi muda memiliki peluang untuk mengelola usaha tani secara lebih efisien dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

PAE 2026 Dibuka, Ekosistem Pertanian Bertransformasi Modern, Bupati Gresik : Dorong Generasi Muda Tekuni Usaha Pertanian Selengkapnya

Jaringan Pengedar Sabu-sabu di Gresik Selatan Digerebek, Transaksi Rp 360 Juta/Bulan

GRESIK1minute.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik menggerebek rumah kos di Desa Pasinan Lemahputih, Kecamatan Wringinanom. Dalam penggerebekan itu, anak buah AKP Ahmad Yani, Kasatreskoba Polres Gresik mengamankan dua orang pengedar berinisial DE alias Bedun, 32, residivis kasus narkotika yang pernah divonis enam tahun penjara pada 2018 dan MWF, 30. 

Selain dua tersangka itu, polisi mengamankan barang bukti diduga sabu-sabu seberat 38,066 gram. Kini, polisi lagi memburu bandar besar alias BeDe atau penyuplai barang haram itu. “Kedua tersangka adalah residivis kasus sama (narkotika),” kata Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam Konferensi Pers di Mapolres Gresik pada Kamis, 23 Juli 2026.

Kapolres AKBP Ramadhan Nasution didampingi Kasatreskoba AKP Ahmad Yani dan Kasi Humas Iptu Hepi Riza Muslih mengatkan pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai maraknya peredaran narkotika di wilayah Gresik bagian selatan. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Gresik melakukan penyelidikan hingga akhirnya menggerebek kamar kos yang ditempati para tersangka. “Dalam penggeledahan, petugas menemukan 17 paket sabu dengan berat total sekitar 38,066 gram yang telah dipisahkan ke dalam plastik klip dan siap diedarkan,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sabu – sabu tersebut diperoleh DE dari seseorang berinisial MJ yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO). Barang haram seberat sekitar 40 gram itu diambil menggunakan metode ranjau di area persawahan Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo pada Minggu, 19 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Selanjutnya, sabu dibawa ke kamar kos di Wringinanom untuk dipecah menjadi paket-paket kecil sebelum diedarkan sesuai pesanan. Kedua tersangka menjalankan peredaran sabu menggunakan sistem ranjau, yakni meletakkan paket narkotika di lokasi tertentu yang telah disepakati dengan pembeli. Titik penempatan ranjau berada di sepanjang jalur Legundi, Wringinanom, Karangandong hingga Sumput, Kecamatan Driyorejo.

“Setiap titik, tersangka mengaku mendapatkan jasa Rp 25 ribu,” kata Cak Rama, sapaan akrab, AKBP Ramadhan Nasution. Dalam sehari, ia melanjutkan, bisa memasang “ranjau” hingga 20 titik. Artinya, kedua tersangka selain mendapatkan keuntungan dari pengedaran narkotika juga mendapatkan uang jasa antar sekitar Rp 500 ribu per hari. Untuk transaksi narkoba kedua tersangka bisa menjual seberat 40 gram. Bila harga sabu-sabu sebesar Rp 1,5 juta per gram, perputaran uang sebesar Rp 60 juta per pekan atau sekitar Rp 360 juta per bulan.

“Kedua tersangka sudah menjalankan profesinya selama 4 bulan,” tegas AKBP Ramadhan. Kapolres menambahkan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap pemasok utama yang kini telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba, melaporkan melalui Call Centre 110 dan selain itu Masyarakat juga bisa menghubungi melalui Hotline khusus ‘Lapor Cak Rama’ di nomor 0811-8800-2006,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah disesuaikan, dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jaringan Pengedar Sabu-sabu di Gresik Selatan Digerebek, Transaksi Rp 360 Juta/Bulan Selengkapnya

Kopsyah MUI Gresik Dinobatkan sebagai  Koperasi Pembiayaan Terbaik Jawa Timur 2026

GRESIK,1minute.id – Koperasi Syariah Mitra Usaha Ideal (Kopsyah MUI) dinobatkan sebagai Juara I Lomba Koperasi Berprestasi Tahun 2026 kategori Koperasi Sektor Pembiayaan tingkat Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Provinsi Jawa Timur bertema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” di Pamekasan, Madura pada Selasa, 21 Juli 2026.

Direktur Kopsyah MUI Abd.Muhith, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh keluarga besar Kopsyah MUI yang selama ini terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, tata kelola, dan profesionalisme lembaga.

“Alhamdulillah kita bersyukur. Ini hasil kerja keras seluruh keluarga besar Kopsyah MUI,” ujar pria yang juga Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Syariah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik ini.

Muchit berharap, penghargaan tersebut tidak membuat seluruh jajaran cepat berpuas diri. Sebaliknya, prestasi ini harus menjadi pemacu semangat untuk terus berbenah agar Kopsyah MUI semakin maju dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas.

“Dengan penghargaan ini, kami mengajak seluruh keluarga besar Kopsyah MUI untuk terus berbenah ke arah yang lebih baik dan lebih maju. Jika dulu mungkin cara kerjanya hanya asal kerja dan pulang, dengan penghargaan ini mari kita tingkatkan kinerja. Semua itu demi meningkatkan kesejahteraan karyawan, anggota, sekaligus semakin mampu menebar kemaslahatan umat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, proses penilaian Lomba Koperasi Berprestasi telah berlangsung sekitar dua bulan. Selama proses tersebut, Kopsyah MUI mempersiapkan berbagai aspek penilaian, mulai dari kelengkapan administrasi, sistem manajemen dan tata kelola, hingga presentasi di hadapan tim penilai. “Alhamdulillah kami bisa mendapatkan penghargaan ini. Semoga Kopsyah MUI terus berkembang dan semakin bermanfaat bagi kemaslahatan umat,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Koperasi ke-79 menjadi momentum untuk memperkuat kembali posisi koperasi sebagai fondasi perekonomian nasional yang dibangun di atas semangat gotong royong, kekeluargaan, dan kemandirian.

Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, memberdayakan pelaku UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Karena itu, koperasi harus terus berinovasi, bertransformasi secara digital, serta menerapkan tata kelola yang profesional dan berdaya saing.

“Dengan semangat ini, diharapkan koperasi dapat berkontribusi untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. Koperasi diharapkan menjadi kekuatan yang mampu mendukung kemajuan ekonomi nasional,” kata Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Hari Koperasi ke-79. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan Undang-Undang Perkoperasian yang baru agar mampu menjawab kebutuhan perkembangan koperasi modern. “Pemerintah tengah menyiapkan Undang-Undang Perkoperasian yang baru untuk menyesuaikan kebutuhan perkembangan koperasi modern,” ujar Ferry. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kopsyah MUI Gresik Dinobatkan sebagai  Koperasi Pembiayaan Terbaik Jawa Timur 2026 Selengkapnya

Pemkab Gresik Berikan Bantuan Stimulan Material RTLH di 3 Desa, 3 Kecamatan 

GRESIK,1minute.id –  Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan bantuan stimulan berupa material bangunan kepada tiga penerima manfaat di Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Desa Lebanisuko, Kecamatan Wringinanom, dan Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang pada Selasa, 21 Juli 2026.

Bantuan stimulan material rumah tidak layak huni (RTLH) berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gresik. Di Desa Mojowuku, nilai bantuan yang disalurkan sebesar Rp 9.870.000, sedangkan di Desa Lebanisuko sebesar Rp 8.475.000. Bantuan diberikan dalam bentuk material bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan perbaikan masing-masing rumah, meliputi pasir, semen, kayu, bata ringan, perekat bata, asbes, kloset, paku, bak mandi, dan material pendukung lainnya.

Bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program RTLH. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa Program RTLH merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan hunian yang layak.

“Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya bantuan stimulan Rumah Tidak Layak Huni. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak sehingga kualitas hidup mereka juga meningkat,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia juga mengimbau agar bantuan yang diterima dimanfaatkan secara optimal sesuai peruntukannya sehingga proses perbaikan rumah dapat berjalan dengan baik. “Kami berharap bantuan ini digunakan sebaik-baiknya untuk memperbaiki rumah sesuai kebutuhan. Mari kita manfaatkan dengan penuh tanggung jawab agar rumah menjadi lebih aman, nyaman, dan sehat untuk ditempati,” tambahnya.

Pemkab Gresik berkomitmen untuk terus memperluas cakupan Program RTLH agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat. “Semoga program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, kita optimistis kesejahteraan masyarakat Gresik akan semakin meningkat,” tuturnya.

Salah satu penerima bantuan, Sarpi, warga Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku selama ini mengalami kesulitan memperbaiki rumah karena keterbatasan ekonomi. “Saya sangat senang dan bersyukur menerima bantuan ini. Selama ini saya memang kesulitan memperbaiki rumah karena keterbatasan biaya. Bantuan ini sangat berarti bagi saya,” ungkapnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Berikan Bantuan Stimulan Material RTLH di 3 Desa, 3 Kecamatan  Selengkapnya

Bupati Gresik Resmikan Sentra IKM Logam Gresik, Jadi Fasilitas Produksi Bersama dan Tempat Magang Siswa SMK

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam Kabupaten Gresik di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti pada Selasa, 21 Juli 2026. 

Sentra ini menjadi fasilitas produksi bersama yang dapat dimanfaatkan para pelaku IKM untuk mengakses peralatan dan teknologi permesinan, sekaligus disiapkan sebagai tempat magang bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Peresmian sentra IKM logam pertama ini, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Zam Zam Ikhwan, Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan serta Wongso Negoro.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, pembangunan Sentra IKM Logam merupakan bentuk perhatian terhadap potensi industri kecil dan menengah yang tumbuh di tengah masyarakat. “Alhamdulillah, pada 21 Juli 2026 ini Sentra IKM Logam di Kabupaten Gresik, Kecamatan Menganti, Desa Hulaan, resmi kita buka,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perindustrian, atas dukungan pembangunan Sentra IKM Logam di Kabupaten Gresik. Menurutnya, Kabupaten Gresik tidak hanya memiliki kawasan industri besar. Di sisi lain, terdapat kekuatan manufaktur skala mikro yang berkembang dari rumah-rumah warga, seperti di Desa Pelemwatu, dan Desa Laban Kecamatan Menganti.

“Di dua desa ini, masyarakatnya bergerak di home industry manufacturing. Masing-masing di rumah membuat karya yang berkaitan dengan manufaktur, khususnya logam,” kata mantan Ketua DPRD Gresik ini. Berbagai produk dihasilkan oleh pelaku IKM di dua desa tersebut, mulai dari alat-alat pertanian, peralatan konstruksi, hingga peralatan penunjang kebutuhan peternakan.

Bupati Yani mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi pelaku IKM adalah keterbatasan mesin dan peralatan produksi. Sejumlah proses produksi membutuhkan mesin dengan spesifikasi tertentu yang belum mampu dimiliki secara mandiri oleh pelaku usaha. “Banyak mesin besar yang mungkin tidak terjangkau oleh para pelaku usaha IKM di dua desa tersebut. Sekarang, fasilitas itu bisa dimanfaatkan melalui Sentra IKM ini,” jelasnya.

Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara pelaku IKM dengan industri besar yang ada di Kabupaten Gresik. Ia menyebut kawasan industri seperti Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) dan Kawasan Industri Gresik (KIG) memiliki potensi untuk ikut memperkuat ekosistem IKM lokal. “Kami berupaya berkoordinasi dengan kawasan-kawasan industri yang ada di Kabupaten Gresik, khususnya JIIPE dan KIG, untuk ikut berperan serta dalam menyukseskan usaha mikro dan IKM di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Menurut Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini, kolaborasi tersebut dapat dibangun melalui berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan bahan baku, pemanfaatan material yang masih dapat digunakan, hingga pemasaran produk IKM.

“Bisa jadi ada bahan baku yang dibutuhkan oleh teman-teman IKM. Atau ada produk yang bisa dipasarkan. Banyak hal yang bisa dikolaborasikan,” katanya.

Produk yang dihasilkan pelaku IKM juga cukup beragam. Selain berbagai peralatan berbasis logam, terdapat produk untuk kebutuhan pertanian dan konstruksi, termasuk mesin molen manual. “Produk pertanian ada, produk pembangunan ada, mesin molen manual ada, dan macam-macam. Bisa langsung dilihat di Sentra IKM di Hulaan, Kecamatan Menganti,” ujarnya. 

Selain untuk mendukung pelaku usaha, Sentra IKM Logam juga disiapkan sebagai tempat magang bagi siswa SMK. “Sentra IKM ini juga akan menjadi tempat magang bagi anak-anak SMK kita,” kata orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Gresik ini. 

Menurutnya, kegiatan magang tersebut dapat mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri secara lebih nyata. Siswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga dapat mengenal proses produksi, penggunaan peralatan, standar kerja, hingga proses menghasilkan produk manufaktur secara langsung.

“Mudah-mudahan Sentra IKM Logam ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pelaku usaha, masyarakat, dan anak-anak kita yang sedang menyiapkan diri memasuki dunia industri,” pungkasnya.  

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, pembangunan sentra ini dilatarbelakangi potensi IKM logam dan permesinan yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik, terutama Kecamatan Menganti dan sekitarnya.

Namun, potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan sarana produksi, akses teknologi, mutu produk, hingga keterhubungan dengan industri besar. “Sentra IKM Logam ini diharapkan menjadi pusat layanan bersama, pusat produksi, sekaligus pusat pembinaan yang mampu meningkatkan daya saing IKM logam secara signifikan,” ujar Sekda Washil.

Pembangunan sentra tersebut dilaksanakan di Desa Hulaan dengan mempertimbangkan ketersediaan lahan, potensi IKM logam setempat dan wilayah sekitarnya, serta aksesibilitas yang mendukung pengembangan industri lokal.

Fasilitas yang dibangun mencakup ruang workshop atau permesinan, ruang maintenance, kamar mandi, instalasi listrik, CCTV, penerangan, drainase, sanitasi, akses jalan lingkungan, serta area parkir. Pembangunan berlangsung selama 150 hari sesuai kontrak dan jadwal DAK Tahun Anggaran 2025. Seluruh pekerjaan telah selesai 100 persen sesuai spesifikasi teknis.

Selain pembangunan fisik, dukungan DAK Perindustrian Tahun Anggaran 2025 juga digunakan untuk pengadaan peralatan sesuai alokasi anggaran yang ditetapkan Kementerian Perindustrian.

Peralatan tersebut dapat dimanfaatkan secara bersama oleh pelaku IKM untuk meningkatkan kemampuan produksi dan kualitas produk. Kehadiran fasilitas bersama juga diharapkan dapat menekan biaya produksi serta membuka akses teknologi bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum memiliki peralatan modern.

Sentra IKM Logam juga diharapkan menjadi bagian dari ekosistem industri Kabupaten Gresik melalui kemitraan dengan industri besar, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Bagi pelaku usaha, sentra ini membuka akses terhadap fasilitas produksi dan teknologi. Bagi siswa SMK, sentra ini menjadi ruang untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung. 

Sementara bagi industri besar, keberadaan sentra ini membuka peluang kemitraan dengan IKM lokal sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Resmikan Sentra IKM Logam Gresik, Jadi Fasilitas Produksi Bersama dan Tempat Magang Siswa SMK Selengkapnya