Komitmen Rp1,77 Miliar hingga 2030, 17 Mahasiswa Gresik Terima Beasiswa BESTRO Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Gresik melalui program Beasiswa Petrokimia Gresik (BESTRO) jenjang S1/D4. 

Tahun ini, sebanyak 17 mahasiswa berprestasi terpilih sebagai penerima BESTRO setelah melalui proses seleksi yang semakin komprehensif.

Penandatanganan surat perjanjian BESTRO S1/D4 tahun penerimaan 2026 dilaksanakan di Gedung Diklat Petrokimia Gresik pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan dihadiri para penerima beasiswa beserta orang tua.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus mempersiapkan generasi unggul masa depan. Melalui BESTRO, Petrokimia Gresik tidak hanya memberikan dukungan biaya pendidikan, tetapi juga mendorong pengembangan generasi muda yang kompeten, berkarakter dan memiliki daya juang.

“BESTRO merupakan bagian dari komitmen Petrokimia Gresik untuk memperluas kesempatan generasi muda Gresik dalam mengenyam pendidikan tinggi. Kesempatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, ketangguhan, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Daconi.

Melalui program BESTRO, Petrokimia Gresik memberikan dukungan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku bulanan, serta program pengembangan soft skill. Untuk penerimaan tahun 2026, total komitmen bantuan BESTRO hingga para penerima menyelesaikan pendidikan pada 2030 mencapai Rp1,77 miliar atau Rp1.774.350.000.

Daconi menambahkan, tantangan generasi muda semakin kompleks sehingga pendidikan perlu diiringi dengan penguatan karakter dan kompetensi. Karena itu, seleksi BESTRO 2026 dilakukan secara lebih komprehensif melalui penyempurnaan persyaratan administrasi dan sistem pembobotan, serta pelibatan institusi kredibel dan independen dalam asesmen psikologi.

“Beasiswa ini diharapkan benar-benar menjadi jembatan bagi generasi muda Gresik untuk meraih masa depan yang lebih baik. Manfaatnya diharapkan tidak berhenti pada penerima beasiswa, tetapi juga dapat dirasakan oleh keluarga, masyarakat, bahkan bangsa,” jelasnya.

Hingga 2026, total penerima BESTRO S1/D4 telah mencapai 214 mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 152 penerima telah menyelesaikan pendidikan, meraih gelar sarjana, dan mulai meniti karier maupun berkarya di tengah masyarakat.

Menurut Daconi, keberlanjutan BESTRO menjadi bagian dari investasi jangka panjang Petrokimia Gresik dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat sekitar perusahaan.

“Para penerima BESTRO diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk terus meningkatkan prestasi, menjaga integritas, dan mengembangkan kemampuan agar nantinya mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu penerima BESTRO S1 tahun 2026, Syela Priscilla Krisdiansih, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengaku antusias karena program tersebut tidak hanya memberikan dukungan biaya pendidikan, tetapi juga membekali penerima dengan program pengembangan soft skill.

“Beasiswa ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan membuktikan diri melalui berbagai prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Kami berharap Petrokimia Gresik semakin maju sehingga semakin banyak generasi muda yang mendapatkan manfaat dari BESTRO pada tahun-tahun mendatang,” ujar Syela. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Komitmen Rp1,77 Miliar hingga 2030, 17 Mahasiswa Gresik Terima Beasiswa BESTRO Petrokimia Gresik Selengkapnya

Gresik Teratas di Jatim! Progres Verval Kopdes Merah Putih, 158 Gerai Telah Diobservasi

GRESIK,1minute.id –  Kabupaten Gresik mencatat progres sementara verifikasi dan validasi (verval) Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terbanyak di Jawa Timur. Hingga Jumat, 25 September 2026, sebanyak 158 dari 190 gerai telah menjalani observasi lapangan. Hasilnya, Layak dengan catatan.

Berdasarkan rekapitulasi sementara pada periode yang sama, capaian Gresik berada di atas lima kabupaten/ kota lainnya di Jawa Timur, yakni Kabupaten Blitar 102 gerai, Ponorogo 97 gerai, Jember 94 gerai, Jombang 75 gerai, dan Pamekasan 74 gerai.

Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat terus berubah mengikuti perkembangan verval serta proses input hasil di masing-masing daerah.

Percepatan verval di Gresik diawali melalui kick-off yang dipimpin Wakil Bupati Gresik bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa

pada Selasa pekan lalu. Setelah itu, lima tim diterjunkan secara paralel untuk menjangkau gerai yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Gresik.

Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik (Diskoperindag) dengan melibatkan Inspektorat, Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kegiatan di lapangan difokuskan pada observasi ketersediaan dan kondisi faktual gerai, pergudangan, utilitas, serta sarana-prasarana pendukung. Tim mencatat dan mendokumentasikan kondisi yang ditemukan sebagai bahan penilaian pada tahapan berikutnya.

Pendekatan tersebut untuk membedakan dari audit teknis konstruksi. Pedoman Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2026 menegaskan bahwa hasil verval bersifat administratif dan faktual berdasarkan kondisi pada saat pelaksanaan.  Bukan merupakan audit teknis konstruksi, pemeriksaan struktur bangunan, pengujian mutu material maupun sertifikasi kelaikan bangunan. 

Lalu apa objek verval ? Objek verval antara lain mencakup keberadaan dan fungsi instalasi listrik, air bersih, drainase, sanitasi dan jaringan internet, sekaligus kelengkapan sarana-prasarana operasional. Pedoman mencantumkan 27 kategori kelengkapan, termasuk rak display, perangkat kasir, internet, CCTV, AC, APAR, komputer, genset dan berbagai perangkat pendukung lainnya. 

Dari hasil observasi sementara, sebagian besar KMP di Kabupaten Gresik mengarah pada kategori layak dengan catatan. Catatan yang muncul terutama berkaitan dengan kelengkapan sarana-prasarana, utilitas maupun bagian pendukung operasional yang masih membutuhkan tindak lanjut.

Namun demikian, hasil tersebut belum merupakan penetapan final kelayakan. Status akhir setiap gerai akan ditentukan setelah seluruh hasil observasi lima tim dikonsolidasikan dan dibahas bersama Tim Ahli Koperasi Merah Putih serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.

Pedoman Menteri Koperasi mengatur tiga status hasil verval, yakni : Layak Digunakan dan Siap Operasional, Layak Digunakan dengan Catatan Perbaikan, serta Belum Layak. Untuk kategori layak dengan catatan, kekurangan tertentu masih dapat diperbaiki atau dilengkapi paling lambat tiga bulan sepanjang tidak mengganggu fungsi utama dan operasional koperasi. 

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik Darmawan, mengatakan kerja lintas perangkat daerah dilakukan untuk mempercepat proses sekaligus menjaga akuntabilitas hasil verval.

“Lima tim lintas-OPD kami terjunkan secara paralel untuk mengobservasi ketersediaan dan kondisi faktual gerai serta sarana-prasarana Koperasi Merah Putih. Seluruh hasil observasi nantinya akan dikonsolidasikan bersama Tim Ahli Koperasi Merah Putih dan para kepala OPD teknis terkait sebelum dilanjutkan untuk reviu BPKP,” ujar Darmawan.

Sementara Plt. Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Diskoperindag Kabupaten Gresik, Rian Pramana Suwanda, menekankan bahwa percepatan tersebut diarahkan pada kesiapan operasional koperasi.

“Percepatan verval bukan semata-mata mengejar jumlah gerai yang dikunjungi. Tim melakukan observing terhadap ketersediaan dan kondisi faktual, kemudian setiap temuan dicatat dan didokumentasikan sebagai bahan pembahasan selanjutnya,” ujar Rian. 

“Tujuan akhirnya adalah mengoptimalkan operasional dan kebermanfaatan Koperasi Merah Putih bagi masyarakat Gresik,” imbuh Rian yang juga Rektor Universitas Gresik (Unigres) ini.

Setelah pembahasan bersama Tim Ahli dan kepala OPD teknis, hasil verval akan dilanjutkan untuk reviu Badan Pengawas  Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Selanjutnya, hasil tersebut menjadi dasar tindak lanjut terhadap gerai yang masih membutuhkan pemenuhan maupun penyempurnaan.

Dengan 158 gerai telah diobservasi, fokus Pemkab Gresik berikutnya tidak hanya menyelesaikan gerai yang tersisa, 32 gerai. Juga, memastikan berbagai catatan dapat segera ditindaklanjuti sehingga Koperasi Merah Putih dapat bergerak menuju operasional yang optimal dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat desa dan kelurahan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Gresik Teratas di Jatim! Progres Verval Kopdes Merah Putih, 158 Gerai Telah Diobservasi Selengkapnya

2 Tahun Terhenti, Gerbong Mutasi di Pemkab Gresik Bergerak lagi

GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai bergerak pada Jumat, 25 September 2026. Kali terakhir, mutasi dilakukan Pemkab Gresik pada 2024. 

Mutasi kali pertama masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif, Bupati dan Wakil Bupati Gresik dipusatkan di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik. Ada 25 pejabat yang dimutasi, rotasi dan promosi. Meteka pejabat eselon III  dan IV. “Mutasi kami lakukan secara bertahap,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo usai acara. 

25 pejabat yang dilantik oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini, terdiri dari 22 orang jabatan administrator eselon III A, dan B, dan 3 pejabat pengawas eselon IV. Ada sejumlah kriteria dalam penempatan pejabat baru. “Penilaian Kinerja, diantaranya,” kata Agung. 

Puluhan pejabat yang ikut gerbong pertama mutasi ini, diantaranya, Meista Dedy Hartadi. Jabatan sebelumnya Camat Duduksampeyan kini dipercaya menjadi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). “Saya sekarang bakal lebih banyak ke desa-desa,” kata Dedi, sapaan, Meista Dedy Hartadi. 

Hendrawan Susilo menempati posisi Inspektur Pembantu III Inspektorat. Ia sebelumnya menjabat sebagai Camat Manyar. Sedangkan, Nur Samsi, diangkat sebagai Sekretaris BKPSDM Gresik sebelumnya menjabat Kepala Bidang Mutasi dan Kepangkatan BKPSDM Gresik. 

Mutasi kali pertama ini, belum bisa mengisi jabatan di eselon III dan IV Pemkab Gresik. Sehingga, ada sejumlah kursi yang masih lowong dan ada yang diisi oleh pelaksana tugas atau Plt. 

Agung menegaskan, mutasi, rotasi dan promosi menjadi bagian dari penataan birokrasi Pemkab Gresik untuk memastikan jabatan yang kosong maupun yang membutuhkan penguatan dapat segera diisi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

2 Tahun Terhenti, Gerbong Mutasi di Pemkab Gresik Bergerak lagi Selengkapnya

Bos Petrokimia Gresik Jadi Satu-satunya Dirut Indonesia di Forum PBB New York

GRESIK, 1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), membawa pengalaman transformasi industri dan pertanian berkelanjutan Indonesia ke panggung global di New York, Amerika Serikat.

Kehadiran Petrokimia Gresik merupakan kelanjutan dari inovasi keberlanjutan perusahaan, salah satunya GladiAgro: Next-Gen Soil Revival, solusi pemulihan kesehatan tanah yang meraih penghargaan tertinggi dalam SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, pada Minggu (20/9) waktu New York atau Senin (21/9) waktu Indonesia, menghadiri 2026 UN Private Sector Forum di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Forum undangan khusus ini mempertemukan sekitar 150 pemimpin senior dunia usaha, pemerintah, dan PBB untuk membahas percepatan transisi energi yang bersih, adil, dan aman.

Dalam forum tersebut, Daconi menjadi satu-satunya direktur utama dari Indonesia yang berkesempatan hadir.

Forum diselenggarakan oleh UN Global Compact yang dipimpin Sanda Ojiambo, Assistant Secretary-General PBB sekaligus CEO dan Executive Director UN Global Compact, dan dihadiri Sekretaris Jenderal PBB António Guterres. Agenda forum membahas tantangan transisi energi global, mulai dari investasi, infrastruktur, kebijakan, hingga kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

Dorong Talenta Global untuk Green Jobs

Pada Senin (21/9) waktu New York atau Selasa (22/9) WIB, Daconi kembali menjadi pembicara dalam forum Global Talent for Sustainable Development di KJRI New York. Forum ini mempertemukan diaspora Indonesia, mahasiswa, pemimpin bisnis, dan praktisi keberlanjutan.

Dalam kesempatan itu, Daconi menekankan bahwa transformasi hijau adalah transformasi tenaga kerja.

“Transformasi menuju ekonomi hijau pada dasarnya juga merupakan transformasi tenaga kerja. Investasi pada teknologi harus berjalan bersama dengan investasi pada manusia. Teknologi hijau hanya akan memberikan manfaat apabila didukung talenta yang mampu merancang, mengoperasikan, dan mengembangkannya,” ujar Daconi.

Ia mendorong talenta Indonesia di New York untuk membawa pengetahuan, pengalaman, dan jejaring global untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

“Kami berharap talenta-talenta terbaik Indonesia yang saat ini belajar maupun berkarya di luar negeri dapat membawa kembali pengetahuan dan pengalamannya. Transformasi ke depan membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, perspektif global, dan kemampuan menjawab perubahan industri,” tambahnya.

Transformasi Tidak Berhenti di Gerbang Pabrik

Menurut Daconi, Petrokimia Gresik memiliki posisi unik karena berada di dua sisi transformasi sekaligus. Di hulu, sebagai industri pupuk dan kimia yang terus meningkatkan efisiensi dan menurunkan intensitas karbon. Di hilir, produk dan inovasinya bersentuhan langsung dengan produktivitas petani dan keberlanjutan pertanian.

Salah satunya melalui GladiAgro yang dikembangkan untuk menjawab tantangan menurunnya kesehatan tanah. Berdasarkan pengujian Petrokimia Gresik terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016, sebanyak 91,9 persen menunjukkan kandungan karbon organik yang rendah.

Dalam implementasinya, GladiAgro memanfaatkan Petro Gladiator sebagai dekomposer berbasis mikroba unggul untuk mempercepat dekomposisi limbah pertanian menjadi nutrisi organik. Nutrisi tersebut selanjutnya dikembalikan ke lahan untuk meningkatkan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, dan mendukung pemulihan kesehatan tanah.

“Transformasi hijau kami tidak berhenti di gerbang pabrik, tetapi berlanjut sampai ke lahan pertanian. Di industri, kami harus membuat proses produksi semakin efisien dan rendah karbon. Di sektor pertanian, kami juga harus membantu petani menjaga kesehatan tanah, menggunakan input secara lebih tepat, dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bos Petrokimia Gresik Jadi Satu-satunya Dirut Indonesia di Forum PBB New York Selengkapnya

Pemkab Gresik Ajak Warga Cek dan Perbarui Data DTSEN

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik gencar menyosialisasikan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Upaya ini dilakukan untuk memastikan data sosial ekonomi warga Gresik sesuai kondisi terkini, sehingga program bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan kualitas data adalah kunci kebijakan.

“Data yang tidak akurat akan menghasilkan kebijakan yang tidak tepat. Sebaliknya, data yang akurat akan membuat penanganan pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten, menjadi lebih tepat sasaran,” ujar Sekda Washil dalam sosialisasi di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 24 September 2026.

Ia menjelaskan kondisi sosial ekonomi warga bersifat dinamis. Perubahan pekerjaan, kondisi usaha, jumlah anggota keluarga, hingga dampak bencana bisa mengubah kondisi rumah tangga. Karena itu, DTSEN tidak bisa diperlakukan sebagai data statis.

“DTSEN merupakan basis data tunggal yang memuat kondisi sosial, ekonomi, dan peringkat kesejahteraan keluarga. Data ini hasil penggabungan berbagai sumber resmi yang dipadankan dengan data kependudukan dan dimutakhirkan secara berkala,” jelasnya.

Menurut Washil, DTSEN tidak hanya untuk mendata warga miskin, tapi juga untuk menjawab siapa penerima program, bagaimana kondisinya, dan apakah bantuan sudah sampai kepada yang membutuhkan. Ke depan, DTSEN akan diintegrasikan dengan data kemiskinan daerah Gresik SOYA.

“Siapa saja penerima program harus valid. Jangan sampai ada yang dapat program berulang, sementara yang seharusnya menerima justru tidak dapat. Tentu dengan tetap memperhatikan perlindungan data pribadi,” tegasnya.

Soal Perubahan Desil

Kepala Dinsos (Kadinsos) Gresik Ummi Khoiroh, mengakui perubahan desil dalam DTSEN banyak dipertanyakan warga karena berdampak pada status penerima bansos.

“Keputusan penetapan desil bukan di Dinas Sosial. Kami bertugas membantu verifikasi dan ground checking agar penetapan desil sesuai kondisi riil di lapangan,” kata Ummi.

Warga yang mengalami perubahan kondisi atau menemukan data tidak sesuai, bisa mengajukan pemutakhiran melalui kanal resmi dengan dukungan pemerintah desa/kelurahan dan Dinsos.

Hal senada disampaikan Kepala BPS Kabupaten Gresik Indriya Purwaningsih. Ia menjelaskan, DTSEN bersifat dinamis karena memuat informasi keluarga, tempat tinggal, aset, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan.

“Perubahan desil tidak serta-merta berarti datanya salah. Desil adalah pemeringkatan relatif. Posisi sebuah keluarga bisa berubah ketika kondisinya sendiri atau kondisi masyarakat di sekitarnya berubah,” tutup Indriya. BPS mengimbau warga proaktif mengecek data melalui kanal cek DTSEN yang tersedia. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Ajak Warga Cek dan Perbarui Data DTSEN Selengkapnya

Gandeng Wartawan, Cargill Indonesia Gelar Diskusi Industri Hijau dan Tanam Pohon di Prigen

PASURUAN, 1minute.id – Cargill Indonesia menggelar Media Gathering sekaligus aksi penanaman pohon bersama puluhan wartawan lintas daerah di area konservasi Kafe Hutan Cempaka, Prigen, Kabupaten Pasuruan pada Rabu, 23 September 2026. 

Kegiatan bertajuk “Jurnalisme Ramah Industri Hijau” ini diikuti jurnalis dari Gresik, Surabaya, dan Pasuruan. Agenda ini bertujuan memperkuat literasi publik tentang isu industri dan lingkungan.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan penyerapan emisi karbon. Aksi dilakukan bersama perwakilan Cargill Plant Gresik dan Pandaan, PWI Jawa Timur, PWI Gresik, Komunitas Wartawan Grisse  (KWGe), dan AW Media.

Sesi dialog menghadirkan tiga narasumber: Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Gresik M. Jauzi yang mewakili Kadis DLH Sri Subaidah, serta perwakilan Cargill Indonesia Adi Suprayitno.

Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, menegaskan media memiliki peran strategis menjembatani informasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat.

“Pemberitaan isu lingkungan dan industri harus akurat, berimbang, dan konstruktif agar publik mendapat informasi yang utuh dan terpercaya,” ujar Lutfil.

Ia mengingatkan pentingnya verifikasi dan data lapangan agar tidak terjebak narasi bias dan sensasional.

Sementara itu, M. Jauzi memaparkan tantangan pengelolaan lingkungan di kawasan industri Gresik. Menurutnya, pertumbuhan industri harus selaras dengan efisiensi sumber daya dan kepatuhan regulasi.

“Media berperan penting meningkatkan kesadaran lingkungan. Informasi berbasis data membantu masyarakat memahami bagaimana industri mengelola lingkungannya,” kata Jauzi.

Dari sisi industri, Adi Suprayitno menjelaskan praktik keberlanjutan yang dijalankan Cargill, mulai dari efisiensi energi hingga pengelolaan limbah terpadu.

“Keberlanjutan adalah bagian penting dari perjalanan Cargill. Kami menjalankan operasional dengan memperhatikan efisiensi sumber daya, pengelolaan lingkungan, dan tanggung jawab sosial,” ujar Adi.

Melalui kegiatan ini, Cargill berharap sinergi dengan insan pers dapat terus terjalin secara transparan untuk mendukung pembangunan industri berwawasan lingkungan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Gandeng Wartawan, Cargill Indonesia Gelar Diskusi Industri Hijau dan Tanam Pohon di Prigen Selengkapnya

Gresik Jadi Lokus VKN PKN II, Bahas Kolaborasi Perlindungan Data Pribadi

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik menjadi lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIX Tahun 2026 Pusdikmin Lemdiklat Polri, Rabu, 23 September 2026.

Sebanyak 15 peserta VKN mengangkat tema “Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mewujudkan Perlindungan Keamanan Data Pribadi”.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, mengatakan tema tersebut sangat relevan dengan tantangan transformasi digital saat ini.

“Perlindungan data pribadi membutuhkan keterpaduan antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Sekda Washil saat menerima rombongan di Kantor Bupati Gresik.

Washil menjelaskan, Pemkab Gresik telah mengembangkan Integrated Operating Platform (IOP) sebagai data warehouse untuk integrasi data lintas perangkat daerah. Meski terintegrasi, data pribadi tetap dilindungi dengan akses terbatas sesuai kewenangan dan regulasi.

Penguatan tata kelola itu diperkuat dengan penerapan standar keamanan informasi ISO 27001. “Salah satu contohnya di Disdukcapil. Setelah ada putusan cerai dari Pengadilan Agama, pembaruan KTP dan Kartu Keluarga bisa langsung dilakukan,” jelasnya.

Selain itu, Disdukcapil juga gencar melakukan jemput bola hingga ke Pulau Bawean untuk memastikan data kependudukan akurat, termasuk data Pekerja Migran Indonesia.

Sementara di sektor investasi, DPMPTSP telah menerapkan Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA). Integrasi data perizinan, site plan, hingga block plan bisa dimanfaatkan lintas OPD untuk mendukung pembangunan daerah.

“Data tidak berhenti di satu OPD saja, tapi bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan kewenangan,” imbuhnya.

Ketua Rombongan VKN PKN II Angkatan XXIX, Rachmat, mengatakan Gresik dipilih karena inovasi layanan digitalnya, khususnya di Disdukcapil dan DPMPTSP.

Menurutnya, digitalisasi tidak cukup hanya soal kecepatan layanan, tetapi harus dibarengi keamanan dan tata kelola data. “Disdukcapil Gresik punya praktik baik dalam digitalisasi layanan. Ini relevan untuk pembelajaran kami,” kata Rachmat.

Melalui visitasi ini, peserta diharapkan belajar tiga hal utama: kepemimpinan kolaboratif, kepemimpinan digital, dan kepemimpinan berintegritas dalam menjaga keseimbangan antara kemudahan layanan dan keamanan data pribadi. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Gresik Jadi Lokus VKN PKN II, Bahas Kolaborasi Perlindungan Data Pribadi Selengkapnya

271 Unit Manyar Riverside Diserahterimakan, Pembangunan Tahap 1 Dikebut

GRESIK,1minute.id –  PT Graha Keluarga Sejahtera, pengembang perumahan Manyar Riverside menyerahterimakan 271 unit kepada konsumen. Kini, perusahaan menargetkan menyelesaikan pembangunan Tahap 1. Tetap menjaga kualitas pembangunan dan pelayanan kepada konsumen.

Direktur Keluarga Sejahtera Grup, Wahyu Ali Azhar mengatakan capaian serah terima tersebut menjadi indikator progres pembangunan sekaligus bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan kepastian kepada konsumen.

“Sampai saat ini sudah 271 unit yang kami serahterimakan kepada konsumen. Ini merupakan progres yang terus kami dorong dan menjadi bagian dari komitmen kami untuk menyelesaikan pembangunan Tahap 1 sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Wahyu.

Menurutnya, target penyelesaian pembangunan tidak hanya diukur dari kecepatan pengerjaan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga kualitas setiap unit yang diserahkan kepada konsumen.

“Kami tentu ingin pembangunan selesai sesuai target. Namun, kecepatan harus berjalan beriringan dengan kualitas. Kami tidak ingin sekadar mengejar penyelesaian pembangunan, tetapi memastikan rumah yang diterima konsumen memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar yang kami tetapkan,” tegas Wahyu.

Bagi Keluarga Sejahtera Grup, pembangunan perumahan juga merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan jangka panjang dengan konsumen. Rumah tidak hanya dipandang sebagai produk properti, tetapi sebagai tempat masyarakat membangun kehidupan dan masa depan bersama keluarga.

“Bagi kami, membangun perumahan bukan hanya membangun bangunan. Kami juga membangun kepercayaan. Konsumen membeli rumah dengan harapan mendapatkan tempat tinggal yang layak, nyaman dan berkualitas bagi keluarganya. Itu yang menjadi tanggung jawab kami sebagai pengembang,” kata Wahyu.

Sejalan dengan proses pembangunan, perusahaan terus melakukan serah terima unit secara bertahap. Unit-unit yang telah memasuki tahapan penyelesaian akan melalui proses pemeriksaan sebelum diserahterimakan kepada konsumen. Wahyu mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan pengendalian kualitas.

“Setiap tahapan memiliki prosesnya masing-masing. Kami ingin progres pembangunan berjalan cepat, tetapi tetap prudent. Ada proses pembangunan, pemeriksaan, penyelesaian apabila terdapat catatan, kemudian serah terima kepada konsumen. Semua harus berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Wahyu, perkembangan Gresik sebagai salah satu kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur juga membuka peluang bagi sektor properti untuk terus berkembang. Pertumbuhan aktivitas industri dan ekonomi menciptakan kebutuhan terhadap hunian yang semakin beragam, baik bagi masyarakat lokal maupun pekerja yang beraktivitas di kawasan industri Gresik dan sekitarnya.

“Gresik berkembang sangat dinamis. Pertumbuhan industri dan ekonomi tentu menciptakan kebutuhan terhadap hunian. Kami ingin mengambil bagian dalam pertumbuhan tersebut dengan menghadirkan rumah yang berkualitas dan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat Gresik,” tutur Wahyu.

Ia menambahkan, Keluarga Sejahtera Grup ingin menjadikan pengembangan Manyar Riverside sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan kawasan Gresik. Penyediaan hunian yang berkualitas dinilai dapat berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi dan peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal.

“Komitmen kami adalah menghadirkan rumah-rumah yang berkualitas di Gresik. Kami ingin setiap konsumen yang menerima unit bukan hanya mendapatkan sebuah bangunan, tetapi mendapatkan rumah yang bisa menjadi tempat tumbuh dan membangun kehidupan bersama keluarganya,” tegasnya.

Dengan 271 unit yang telah diserahterimakan, perusahaan optimistis pembangunan Manyar Riverside dapat terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Target penyelesaian pembangunan Tahap 1 dalam satu tahun akan menjadi salah satu fokus utama perusahaan ke depan.

Wahyu menegaskan, capaian serah terima tersebut bukan menjadi titik akhir, melainkan bagian dari perjalanan perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada konsumen.

“271 unit yang sudah diserahterimakan bukanlah titik akhir. Ini bagian dari perjalanan kami untuk menyelesaikan pembangunan Tahap 1 dan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Kami akan terus menjaga komitmen tersebut,” pungkas Wahyu. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

271 Unit Manyar Riverside Diserahterimakan, Pembangunan Tahap 1 Dikebut Selengkapnya

Sehari, 2 Rumah Terbakar di Gresik, Penyababnya Diduga Obat Antinyamuk dan Korek Api

GRESIK,1minute.id – Dua rumah terbakar di Kabupaten Gresik pada Selasa, 22 September 2026. Penyebabnya, diduga human error. Musibah kebakaran kali pertama terjadi di rumah Sutini, warga Desa Sunggonlegowo, Kecamatan Bungah.

Kebakaran terjadi pada pukul 09.47 WIB. Penyebabnya, diduga berasal dari obat antinyamuk. Selang 2 jam kemudian, tepatnya pukul 12.29 WIB rumah Panji Gombloh Saputro di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo. Pemicunya, diduga berasal dari korek api. 

Untungnya, dua kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik mencatat duq kejadian ke-105 dan 109. Kebakaran ke-106 sampai 108 kebakaran alang-alang. 

Menurut keterangan Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik Suyono, pihaknya menerima laporan kebakaran di rumah Ny Sutini terjadi pukul 09.47 WIB. Pelapornya, Arif Rahman, perangkat Desa Sungonlegowo. 

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, pagi korban Sutini sedang tidur. Ia terbangun karena hawa panas dalam rumah. “Korban melihat api yang sudah membakar rumah bagian kamar belakang dan dapur,” kata Suyono pada Selasa, 22 September 2026.

Melihat amuk si jago merah, sebagaian warga membantu memadamkan. Sebagian lagi melaporkan call center 112. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kebakaran terjadi karena pemilik rumah lupa mematikan obat antinyamuk. “Tidak ada korban,” tegasnya. 

Kejadian kedua, di rumah milik Panji Gombloh Saputro di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo. Kejadian sekitar pukul 12.15 WIB. Pelapor yakni Ny Nindy, tetangga korban.  Siang itu melihat ada asap dari lantai 2 rumah yang dihuni oleh Ny Yani itu. 

“Kami menerima laporan pukul 12.29. Petugas kami tiba pukul 12.44. Api kami padamkam pukul 13.28,” terang Suyono. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kebakaran diduga berasal dari korek api. “Anak mainan korek api dan membakar kertas. Lalu merembet,” ungkap mantan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemkab Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sehari, 2 Rumah Terbakar di Gresik, Penyababnya Diduga Obat Antinyamuk dan Korek Api Selengkapnya

Tekan Emisi, SIG Pabrik Tuban Serap 400 Ton Sekam Padi Per Hari

TUBAN, 1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengoptimalkan biomassa sebagai bahan bakar alternatif di Pabrik Tuban, Jawa Timur. Langkah ini untuk menekan ketergantungan energi fosil sekaligus menurunkan emisi karbon.

Jenis biomassa yang digunakan beragam, mulai dari sekam padi, cocopeat, bonggol jagung, serbuk gergaji, hingga ampas tebu. Dari semuanya, sekam padi menjadi penyumbang terbesar.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan penggunaan biomassa sejalan dengan Sustainability Roadmap SIG 2030 menuju industri hijau dan target Net Zero Emission.

“Penggunaan biomassa membantu kami mendapatkan energi alternatif untuk keandalan operasi dan memperkuat inisiatif semen hijau yang rendah emisi. Di saat bersamaan, ini juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi petani dan penggilingan padi,” ujar Indrieffouny.

Di Pabrik Tuban, konsumsi sekam padi mencapai 400 ton per hari. Pasokan berasal dari petani dan 10 perusahaan penggilingan padi di Tuban, Lamongan, Bojonegoro, hingga Rembang.

Salah satu pemasoknya adalah PT Pionir Nusantara Sukses. Direktur Pionir Nusantara Sukses, Irsan Yanuardi, menyebut pihaknya memasok 2.500 hingga 3.000 ton sekam padi per bulan ke SIG Tuban. Sejak awal 2025, total pasokan sudah mencapai sekitar 20.000 ton.

Limbah itu dikumpulkan dari pengepul dan petani di Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro. “Pendapatan dari usaha ini rata-rata meningkat, meski sempat fluktuatif karena cuaca yang memengaruhi kualitas dan ketersediaan sekam,” kata Irsan.

Ia mengaku sejauh ini hanya memasok ke SIG Pabrik Tuban karena koordinasi yang baik, mulai dari penerimaan hingga pembayaran yang lancar. “Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut,” ujarnya. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Tekan Emisi, SIG Pabrik Tuban Serap 400 Ton Sekam Padi Per Hari Selengkapnya