Pemerintah Dikabarkan akan Melanjutkan Pembangunan Tanggul Parapet Kali Lamong di Desa Jono
GRESIK,1minute.id – Pemerintah akan melanjutkan pembangunan bangunan tanggul parapet di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Rencana pembangunan tanggul itu diungkapkan oleh Asrun, Kepala Desa Jono.
Menurut Asrun, warga sangat senang mendapatkan kabar pembangunan tanggul parapet di Desa Jono akan dilanjutkan pada 2026. “Saat ini, yang belum di tanggul panjang sekitar 600 meteran. Saya dapat kabar pembangunan akan dilanjutkan tahun ini. Semoga terealisasi,” kata Asrun ditemui usai aksi penanaman pohon kolaborasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik, Pemkab Gresik dan perusahaan di bantaran Kali Lamong pada Senin, 2 Februari 2026 lalu.
Desa Jono, satu dari puluhan desa yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Lamong menjadi langganan banjir yang sudah puluhan tahun. Setiap musim rendeng warga dikhawatirkan Kali Lamong meluap. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan akan berlangsung hingga Maret 2026. Pada April – September 2026 memasuki musim kemarau. Fonomena global seperti El Nino dan La Nina 2026 diperkirakan tidak aktif hingga akhir 2026 sehingga pola musim relatif stabil.
Asrun, memperkirakan musim akan memasuki masa puncak sekitar Maret 2026 nanti. “Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, bulan Maret biasanya intensitas hujan tinggi,” ujarnya. Ia bersama warga selalu waspada adanya bencana banjir tahunan itu. Apalagi, saat ini belum semua tanggul permanen. “Kabar yang saya terima Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo akan melanjutkan pembangunan tanggul parapet tahun ini. Semoga bisa teraliasasi,” ujarnya.
Penuntasan pembangunan tanggul akan membuat warga Desa Jono tidak khawatir di saat musim hujan. Puluhan tahun terdampak banjir Kali Lamong. Sejak 2021, Pemerintah pusat dan Pemkab Gresik normalisasi Kali Lamong menjadi salah satu prioritas. BBWS Bengawan Solo berfokus membangun tanggul parapet daerah aliran sungai (DAS) Kali Lamong, antara lain, Desa Jono, Kecamatan Cerme.
Sedangkan, Pemkab Gresik berfokus melakukan normalisasi Kali Lamong. Pengerukan akibat sendimentasi membuat Kali Lamong dangkal dan menyempit. Normalisasi dilakukan sepanjang sekitar 58 kilometer. Selain normalisasi, Pemkab Gresik juga membangun kolam retensi alias retarding basing di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme. Kali Lamong tetap meluber, tapi, intensitas waktu lebih cepat daripada sebelum adanya normalisasi.
Asrun bercerita suka dan duka warganya. Ia mengatakan sebelum dilakukan normalisasi tanggul Kali Lamong di Desa Jono pernah jebol. Akibatnya, Desa Tambakberas “tenggelam” cukup lama. Ikan bandeng dan udang hanyut. “Warga Saya bisa milih ikan untuk di masak. Karena ikan hanyut masuk ke perkampungan,” cerita Nasrun sambil tersenyum.
Ia melanjutkan, suatu hari, di bulan Puasa, ada tanggul di Desa Jono rawan jebol. Warga sudah melakukan kerjabakti seharian sehingga tenaga terkuras habis. Warga Desa Tambakberas yang membantu penguatan tanggul. Kalau tanggul jebol, warga Desa Tambakberas akan terdampak parah. (yad)
Editor : Chusnul Cahyadi
Pemerintah Dikabarkan akan Melanjutkan Pembangunan Tanggul Parapet Kali Lamong di Desa Jono Selengkapnya