Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Cek Seluruh Randis

GRESIK,1minute.id – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin langsung apel pemeriksaan kendaraan dinas (randis) di halaman Mapolres Gresik pada Kamis,  12 Februari 2026.

Keandalan sarana dan prasarana menjadi fondasi utama dalam menjaga kondusivitas wilayah untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Satu per satu kendaraan operasional diperiksa secara detail.

Mulai dari sepeda motor Bhabinkamtibmas dan motor patroli, hingga kendaraan taktis seperti telehandler, water canon, dan truk pengangkut personel, seluruhnya tak luput dari pengecekan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya sekadar melihat kondisi fisik kendaraan.

Kapolres AKBP Ramadhan Nasution memastikan aspek mekanis seperti performa mesin dan sistem kelistrikan berfungsi dengan baik. Kebersihan kendaraan juga menjadi perhatian, sebagai cerminan profesionalisme dan kesiapan personel Polri di lapangan. Tak hanya itu, kelengkapan administrasi turut diperiksa, termasuk masa berlaku STNK dinas serta Surat Izin Mengemudi (SIM) anggota pemegang kendaraan.

“Pengecekan ini bertujuan untuk meminimalisir kendala teknis di lapangan. Kami ingin memastikan seluruh sarana prasarana pendukung dalam kondisi prima, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat,” tegas alumnus Akpol 2007 itu. 

Ia mengingatkan bahwa kendaraan dinas merupakan fasilitas negara yang bersumber dari anggaran rakyat. Karena itu, penggunaannya harus disertai rasa tanggung jawab dan perawatan yang baik. Perawatan rutin dinilai menjadi kunci utama agar kendaraan tetap awet dan siap diterjunkan kapan pun, terutama dalam situasi darurat. Ia juga menginstruksikan personel agar proaktif melaporkan setiap kerusakan, sekecil apa pun, untuk segera ditindaklanjuti sebelum mengganggu pelaksanaan tugas.

“Kendaraan ini adalah alat penunjang utama dalam patroli dan pengamanan wilayah. Jangan sampai saat dibutuhkan, kendaraan justru mogok atau bermasalah karena kurang perawatan,” tambahnya. Kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh kedisiplinan ini diharapkan semakin menumbuhkan rasa memiliki serta tanggung jawab personel terhadap inventaris negara.

Dengan dukungan sarana yang prima, Polres Gresik berkomitmen terus menghadirkan pelayanan terbaik demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Gresik. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Cek Seluruh Randis Selengkapnya

Terbukti Otak Pembunuhan Agen BRILink, Majelis Hakim PN Gresik Menvonis Midhol Hukuman 18 Tahun, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa 

GRESIK,1minute.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik yang diketuai Sri Hariyani melakukan terobosan hukum di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Dalam sidang putusan dengan terdakwa Ahmad Midhol warga Desa Ima’an, Kecamatan Dukun memvonis terdakwa Midhol hukuman selama 18 tahun. 

Vonis itu jauh lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik selama 14 tahun. Pada amar putusan menyatakan, bahwa terdakwa Midhol terbukti secara sah dan meyakinkan dengan sengaja melakukan pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat atau kematian, dilakukan bersama-sama dengan saksi Asrofin.

“Terdakwa terbukti melanggar pasal 479 ayat (4) KUHP. Menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama 18 tahun,” tegas Sri Hariyani saat membacakan putusan pada Kamis, 12 Februari 2026. Sidang pembacaan putusan yang mendapatkan penjagaan ketat aparat kepolisian dan pengamanan dalam (pamdal) ini karena ada ratusan warga dan keluarga korban yang ingin menyaksikan langsung sidang agenda pembacaan putusan ini. 

Diuraikan pada putusan, bahwa terdakwa Akhmad Midhol terbukti sebagai otak dari tindak pidana pencurian dan pemberatan yang mengakibatkan korban Wardatun Thoyibah meninggal dunia.

“Berdasarkan fakta dipersidangan dengan jelas bahwa yang memikiki inisiatif melakukan pencurian di rumah korban adalah terdakwa Akhmad Midhol. Terdakwa yang menyuruh Asrofin untuk mengecek kondisi rumah korban. Terdakwa juga yang menyiapkan linggis kecil (kubut) dan juga menyiapkan pisau untuk melakukan pencurian,” jelasnya.

Tidak hanya itu, yang masuk ke rumah korban dan mengambil uang serta melakukan pembunuhan sadis agen BRILink bernama Wardatun Toyyibah adalah terdakwa Akhmad Midhol. Pembunuhan itu dilakukan ketika terdakwa masuk ke kamar untuk mengambil uang sebesar Rp160 juta diketahui oleh korban Wardatun Thoyibah. Seketika terdakwa melakukan penusukan di leher sebanyak dua kali dan diperut dua kali dengan menggunakan pisau yang sudah dipersiapkan.

“Peran terdakwa dalam perkara ini yang berinisiatif melakukan pencurian dan mengajak saksi Asrofin untuk membantunya. Bahkan uang untuk top up dana juga milik terdakwa yang diberikan Asrofin untuk mengecek keberadaan uang di tempat Brilink milik korban,” jelasnya.

Atas putusan itu, baik terdakwa maupun Jaksa masih pikir-pikir, apakah mengajukan banding atau terima. Sementara itu, suami korban Mahfud mengapresiasi atas putusan 18 tahun penjara meskipun itu tidak sesuai dengan keinginannnya.

“Hakim sudah menvonis terdakwa, saya hargai putusan itu. Aspirasi sudah didengar oleh hakim dengan menaikkan putusan 18 tahun dari tuntutan Jaksa 14 tahun,” ungkapnya usai sidang. 

Masih menurut Mahfud, perjuangan untuk mencari keadilan dengan melakukan aksi di PN Gresik atas ringannya tuntutan jaksa didengar oleh Majelis Hakim. Aksi tersebut dilakukan untuk mencari rasa keadilan atas perkara ini. “Pada putusan terbukti, bahwa Midhol adalah otak dari kasus ini.” tegasnya.

Sementara itu, juru bicara PN Gresik Aninur Rofiq mengatakan bahwa Majelis hakim yang menyidangkan perkara ini telah menvonis terdakwa dengan hukuman 18 tahun penjara. “Majelis hakim sependapat dengan pasal 479 ayat (4) KUHP baru yang didakwakan Jaksa. Akan tetapi majelis hakim tidak sependapat lamanya pidana pada tuntutan. Majelis berpendapat tuntutan 14 tahun tersebut dinilai terlalu ringan. Sehingga Majelis hakim mengvonis terdakwa dengan hukuman 18 tahun,” jelasnya.

Ditambahkannya, perbuatan terdakwa dinilai oleh Majelis hakim sebagai perbuatan yang yang keji dan sadis. Atas pertimbangan itulah, Majelis hakim mengvonis terdakwa dengan hukuman lebih tinggi dari tuntutan Jaksa. “Sesuai fakta dalam persidangan, bahwa otak dari pencurian dan pemberaran yang mengakibatkan korban meninggal dunia adalah terdakwa Akhmad Midhol,” pungkas Aunur Rofiq. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Terbukti Otak Pembunuhan Agen BRILink, Majelis Hakim PN Gresik Menvonis Midhol Hukuman 18 Tahun, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa  Selengkapnya

Pertama, Wabup Asluchul Alif Resmikan Pompa Air Tenaga Surya untuk Jemaah Masjid As-Shalihin, Bawean 

GRESIK1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meresmikan pompa air tenaga surya (PATS) di Masjid As-Shalihin Dusun Pateken Timur, Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik pada Rabu, 11 Februari 2026. PATS tersebut merupakan hasil kerja sama Lazismu Jawa Timur dengan Kitabisa.org.

Wabup Asluchul Alif berharap, selain mendukung pengairan pertanian serta kebutuhan air Masjid As-Shalihin dan SD Muhammadiyah 1 Bawean, keberadaan sumur bor dan pemasangan pompa tenaga surya bisa mendukung ketahanan pangan. “Dengan adanya pompa air tenaga surya (PATS) ini bisa menjadi contoh bagi 30 desa yang ada di dua kecamatan, 17 desa di Kecamatan Sangkapura dan 13 desa di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean,” harap dokter Alif, sapaan akrab,  Asluchul Alif.

Ia mengungkapkan, ke depan nantinya setiap desa bisa mewujudkan ketahanan air dan listrik. Jika keduanya dimiliki oleh seluruh desa di Pulau Bawean, insya Allah sangat bermanfaat dan berdampak pada masyarakat Bawean untuk keperluan persawahan, perkebunan, peternakan yang bisa dilakukan secara mandiri.

Wabup Gresik yang akrab disapa Dokter Alif mengucapkan selamat dan berterima kasih atas terlaksananya program intervensi antara Lazismu Jawa Timur dengan Kitabisa.org. “Mudah-mudahan keberadaan sumur bor bertenaga surya ini nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar Masjid. Selain itu bisa digunakan untuk pengairan sawah yang ada,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Daerah Muhammadiyah K.H. Muhammad Toha Mahsun dalam sambutannya menyampaikan syukur Alhamdulillah bahwa sumur bor yang dibuat telah mengeluarkan air tanpa menggunakan pompa. Ini bukti bahwa sumur tersebut banyak sumber air, dan nantinya bisa dimanfaatkan untuk pengairan sawah yang ada di sekitar masjid.

Ia berharap dengan sumur bor ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sekitar masjid. Selain untuk kebutuhan Masjid As-Shalihin dan sekolah yang ada, nantinya bisa mendukung program ketahanan pangan. “Selamat dan sukses buat PCM Sangkapura atas terlaksananya program Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Pulau Bawean,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Lazismu Jawa Timur Zaenal Abidin mengatakan bahwa Lazismu bekerja sama dengan Kitabisa.org untuk pengadaan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) berupa pembuatan sumur bor bertenaga surya yang berada di samping Masjid As-Shalihin.

“Awalnya Muhammadiyah mengajukan kerja sama program kepada Kitabisa.org untuk penawaran tiga titik di Gresik termasuk Bawean. Setelah disurvei, lokasi yang disetujui dan dipilih untuk menjadi intervensi program bersama-sama di Pulau Bawean,” terangnya.

Lebih lanjut, Zaenal Abidin menambahkan, penyelenggaraan program ini kita berharap tidak hanya untuk keperluan Masjid As-Shalihin, tetapi pemanfaatannya juga untuk masyarakat sekitar masjid. “Ke depan untuk pengairan sawah dan lebih jauh lagi akan digunakan untuk kebutuhan air minum serta kebutuhan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pertama, Wabup Asluchul Alif Resmikan Pompa Air Tenaga Surya untuk Jemaah Masjid As-Shalihin, Bawean  Selengkapnya

3 Perusahaan Buka 300 Lowongan Kerja, Gus Yani : Disnaker Gresik sebagai Hub Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan kunjungan ke kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik pada Selasa, 11 Februari 2026. Ia menyapa langsung para pencari kerja yang tengah mengikuti proses rekrutmen dan wawancara kerja.

Kunjungan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik, dalam memperkuat peran Disnaker sebagai pusat layanan ketenagakerjaan dan penghubung antara dunia usaha dengan tenaga kerja lokal. Ratusan pelamar antusias mengikuti tahapan seleksi dari tiga perusahaan yang membuka lowongan kerja melalui Disnaker Gresik. 

Ketiga perusahaan tersebut yakni PT Geabh Joint Technologi dengan 239 pelamar, PT Keramik Diamond Indonesia dengan 178 pelamar, serta Mitra Tata Kerja dengan 73 pelamar. Secara keseluruhan, tersedia sekitar 300 lowongan kerja dengan beragam posisi, mulai dari operator, teknisi, mekanik, hingga level pengawas dan kepala unit.

Seluruh pelamar yang hadir sebelumnya telah mendaftar secara daring melalui website Gresik Kerja, platform layanan ketenagakerjaan yang dikembangkan Disnaker Gresik untuk mempermudah akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat serta memastikan proses rekrutmen berjalan terbuka dan terfasilitasi dengan baik.

Fandi Akhmad Yani pada kesempatan itu memberikan semangat agar tetap optimistis dan percaya diri dalam mengikuti setiap tahapan seleksi.

Sementara itu, kepada perwakilan perusahaan yang hadir, Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepercayaan serta komitmennya membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Gresik melalui fasilitasi Disnaker. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus hadir dan berperan aktif dalam memfasilitasi penyerapan tenaga kerja lokal.

“Pemkab Gresik akan terus memfasilitasi masyarakat, mulai dari penyediaan informasi lowongan kerja yang transparan dan mudah diakses, hingga berbagai pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri. Harapannya, masyarakat Gresik semakin siap dan percaya diri menghadapi dunia kerja,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Yani juga menyerahkan Santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada dua ahli waris pekerja rentan Kabupaten Gresik yang dibiayai melalui APBD 2025. Santunan masing-masing sebesar Rp42.000.000 diserahkan kepada ahli waris almarhum Arif Widodo dan almarhumah Sri Indayani.

Penyerahan santunan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan, sekaligus menegaskan bahwa kebijakan ketenagakerjaan tidak hanya berfokus pada penyerapan kerja, tetapi juga pada jaminan perlindungan bagi masyarakat

Salah satu pelamar kerja, Ahmad Siroj At Tamami, 23, warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar mengaku baru pertama kali mengikuti proses wawancara kerja yang difasilitasi Disnaker Gresik. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap layanan digital yang disediakan.

“Saya pertama kali ikut interview di Disnaker. Daftarnya lewat website Gresik Kerja, sama sekali tidak ada kesulitan dan sangat usable,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

3 Perusahaan Buka 300 Lowongan Kerja, Gus Yani : Disnaker Gresik sebagai Hub Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Selengkapnya

Kejari Gresik Pasang Gelang Detection kit Kaki Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik memasang gelang detection kit kepada satu dari tiga tersangka dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren  Pemprov Jatim pada Rabu, 11 Februari 2026. Tersangka itu berinisial MR. 

Tersangka MR menjadi tahanan rumah karena sakit. Sekitar pukul 19.35 WIB  tersangka MR keluar dari kantor Kejari Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas. Tersangka digendong ke dalam mobil oleh penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik untuk pulang ke rumahnya di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifn N Wanda mengatakan,  tersangka MR tidak ditahan di rutan Gresik seperti dua tersangka lainnya. Sebab, tersangka berdasarkan resume dokter, pasien tidak bisa melakukan aktivitas normal, pasien hanya bisa beraktivitas diatas tempat tidur dan membutuhkan bantuan orang lain. 

“Selama ini kami melakukan pemeriksaan mendatangi ke rumah tersangka dan membawa peralatan laptop dan printer,” kata Alifin didampingi Kasi Intel Kejari Gresik Raden Achmad Nur Rizky di kantor Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu, 11 Februari 2026.

Dua tersangka lainnya yakni RKA dan FR digiring ke Rutan Gresik sekitar pukul 16.35 WIB. Sedangkan, tersangka MR baru keluar kejaksaan pukul 19.35 WIB ? Alifin mengatakan, pemasangan gelang detection kit sempat mengalami troubel. “Sehingga tadi kami harus melakukan restrat lagi,” katanya. 

Gelang gelang detection kit untuk tersangka MR ini dipasang di bagian kaki. Sumber di kejaksaan menyebutkan tersangka MR tidak bisa keluar dari rumah. “Ketika di luar rumah alarm gelang berbunyi,” katanya. 

Seperti diberitakan, menahan tiga orang tersangka dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) sebesar Rp 400 juta dari APBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur 2019. Tiga tersangka itu berinisial RKA, FR dan MR. Mereka adalah ketua dan pengasuh di Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi, Desa Manyarrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Modus operandi dana hibah yang seharusnya digunakan untuk membangun asrama santri digunakan oleh tersangka untuk membeli dua bidang tanah. Pembangunan asrama menggunakan iuran dari santri dan wali santri.

“SPJ (surat pertanggungjawaban) pembangunan 100 persen selesai. BPKP menyebut total loss,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifn N Wanda didampingi Kasi Intel Kejari Gresik Raden Achmad Nur Rizky di kantor Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu, 11 Februari 2026.

Alifin mengatakan, dalam perkara dugaan korupsi ini, pihaknya menahan tiga orang tersangka. “Dua orang ditahan di rutan Gresik (RKA dan FR). Satu tersangka tahanan rumah karena sakit (MR),” tegas Alifin yang bakal menduduki posisi baru sebagai Kasi Intel Kejari Lampung ini. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Kejari Gresik Pasang Gelang Detection kit Kaki Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes di Gresik  Selengkapnya

Kejari Gresik Tahan Ketua dan Dua Pengasuh Ponpes di Manyar, Diduga Korupsi Dana Hibah Ponpes

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menahan tiga orang tersangka dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) sebesar Rp 400 juta dari APBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur 2019 

Tiga tersangka itu berinisial RKA, FR dan MR. Mereka adalah ketua dan pengasuh di Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi, Desa Manyarrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Modus operandi dana hibah yang seharusnya digunakan untuk membangun asrama santri digunakan oleh tersangka untuk membeli dua bidang tanah.  Pembangunan asrama menggunakan iuran dari santri dan wali santri.

“SPJ (surat pertanggungjawaban) pembangunan 100 persen selesai. BPKP menyebut total loss,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifn N Wanda didampingi Kasi Intel Kejari Gresik Raden Achmad Nur Rizky di kantor Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu, 11 Februari 2026.

Sekitar pukul 09.00 WIB, tiga orang memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka ke kantor Kejari Gresik di Jalan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan di ruang Seksi Pidana Khusus (Pidsus). Sekitar pukul 16.35 WIB, dua tersangka yakni RKA dan FR keluar memakai rombi warna pink bertuliskan Tahanan Kejaksaan. 

Alifin mengatakan, dalam perkara dugaan korupsi ini, pihaknya menahan tiga orang tersangka. “Dua orang ditahan di rutan Gresik (RKA dan FR). Satu tersangka tahanan rumah karena sakit (MR),” tegas Alifin yang bakal menduduki posisi baru sebagai Kasi Intel Kejari Lampung ini. 

Ia menjelaskan, Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi mendapatkan dana hibah pembangunan asrama santri sebesar Rp 400 juta dari Pemprov Jatim pada 2019. Dana ratusan juta seharusnya digunakan untuk membangun asrama santri. “Akan tetapi dana hibah itu digunakan oleh membeli dua bidang tanah atas nama pribadi,” kata Alifin.

Pembangunan asrama, mereka menggunakan iuran dari santri dan wali santri. Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negara sebesar Rp 400 juta. Dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren ini kali pertama mencuat pada Februari 2025. 

Kejaksaan kemudian melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi ini, kejaksaan meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan. Kejaksaan kemudian menetapkan tiga orang tersangka. 

Terpisah, tersangka RM Khoirul Atho’ atau Gus Atho’ menyatakan, pihaknya akan tuntut hingga ke akhirat. “Apa yang saya lakukan ini untuk kepentingan agama,” tegas Gus Atok sebelum masuk mobil tahanan kejaksaan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kejari Gresik Tahan Ketua dan Dua Pengasuh Ponpes di Manyar, Diduga Korupsi Dana Hibah Ponpes Selengkapnya

Pemkab Gresik Perkuat Transformasi Digital Pemerintah, Layanan Publik Semakin Mudah, Cepat dan Bermanfaat bagi Masyarakat 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat transformasi digital pemerintahan. Layanan publik yang semakin mudah, cepat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, menegaskan bahwa transformasi digital pemerintahan saat ini tidak lagi cukup diukur dari keberadaan aplikasi atau sistem semata, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat sebagai pengguna layanan.

“Transformasi digital pemerintahan telah memasuki fase yang lebih substansial. Kita tidak lagi berbicara tentang banyaknya sistem yang dimiliki, tetapi sejauh mana layanan digital tersebut memberi kemudahan, kepastian, dan kenyamanan bagi masyarakat,” tegasnya pada Selasa, 10 Februari 2026.

Sekda Washil menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik merasa bangga dan terhormat dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan strategis ini. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berbenah, seiring posisi Gresik sebagai Kota Wali, Kota Santri, sekaligus Kota Industri.

Sejalan dengan arah kebijakan nasional, Pemkab Gresik terus mendorong transformasi menuju pemerintahan digital melalui integrasi dan inovasi layanan. Pada 2024, nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)  Gresik mencapai 4,32 dari skala 5 dan masuk kategori memuaskan. Pada 2026 mendatang, penilaian akan diarahkan pada model pemerintah digital yang lebih menekankan pengalaman dan kepuasan pengguna layanan.

Salah satu fondasi transformasi tersebut adalah pengembangan Integrated Smart System yang didukung oleh Gresik Intelligent Operation Platform (Gresik IOP). Platform internal ini mengintegrasikan data strategis lintas perangkat daerah sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis data.

“Dengan integrasi data, kebijakan dapat diambil secara cepat, tepat, dan terukur. Salah satu dampaknya adalah peningkatan pendapatan daerah yang kini berada pada kisaran Rp1,7 triliun,” jelasnya.

Integrasi data juga dimanfaatkan untuk penguatan pencegahan korupsi, optimalisasi perizinan dan pajak daerah, hingga penanganan persoalan sosial. Saat ini, angka kemiskinan Kabupaten Gresik telah berada pada satu digit, yakni 9,95 persen atau sekitar 132 ribu penduduk, dan ditargetkan terus ditekan hingga di bawah 100 ribu penduduk.

Pada sektor kepegawaian, Pemkab Gresik mengembangkan platform Kedaton sebagai sistem terintegrasi layanan ASN, mulai dari absensi, pengelolaan kinerja, hingga manajemen talenta. Sistem ini memungkinkan pengambilan keputusan mutasi dan promosi dilakukan secara objektif berbasis data. 

Sementara itu, pada layanan publik yang langsung dirasakan masyarakat, Pemkab Gresik menghadirkan berbagai inovasi, di antaranya layanan administrasi kependudukan jemput bola melalui aplikasi Pudak, layanan ketenagakerjaan Gresik Kerja, serta integrasi layanan kedaruratan melalui Call Center 112 dan Lapor Gus. Setiap bulannya, kanal pengaduan masyarakat ini dapat menampung laporan yang seluruhnya termonitor secara digital.

Dari sisi ketenagakerjaan, pemanfaatan layanan digital berdampak pada penurunan tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Gresik pada tahun 2025, dari 6,45 persen menjadi 5,47 persen. Capaian ini menjadi penurunan tertinggi di Jawa Timur.

“Seluruh inovasi tersebut perlu diiringi dengan evaluasi yang objektif dan berkelanjutan. Karena itu, implementasi pengukuran kepuasan pengguna layanan digital menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa transformasi digital benar-benar berorientasi pada masyarakat,” tandas Sekda Washil.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah Kementerian Pendayagunasn Aparatur Negera, Reformasi Birokrasi (PANRB) aMohammad Averrouce, menyampaikan apresiasi atas langkah Kabupaten Gresik yang telah mengonsolidasikan berbagai sistem pemerintahan dalam satu ekosistem terintegrasi.

Ia menegaskan bahwa transformasi dari SPBE menuju pemerintah digital menempatkan kepuasan pengguna sebagai indikator kunci keberhasilan. Menurutnya, integrasi sistem administrasi dan pelayanan publik harus berujung pada pengalaman layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pengukuran kepuasan pengguna layanan digital menjadi instrumen penting dalam evaluasi pemerintah digital. Bukan untuk menambah beban daerah, tetapi justru memastikan bahwa digitalisasi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Perkuat Transformasi Digital Pemerintah, Layanan Publik Semakin Mudah, Cepat dan Bermanfaat bagi Masyarakat  Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Mengunjungi Puskesmas Sangkapura, Pulau Bawean, Pastikan Pelayanan KB Maksimal 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul didampingi Anggota DPRD Lutfi Dhawam dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Shinta Puspitasari meninjau pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Sangkapura pada Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan upaya mendukung program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) dan penanganan stunting.  Wabup Asluchul Alif menyaksikan langsung pemasangan implant kepada 10 akseptor sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan kesehatan ibu dan keluarga berencana di wilayah kepulauan.

Wabup Asluchul Alif mengatakan, peninjauan ini bertujuan untuk memastikan pelayanan KB berjalan maksimal, meningkatkan kepesertaan KB terutama MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), dan mendukung percepatan penurunan stunting. “Pemerintah daerah terus memperkuat komitmen terhadap program Bangga Kencana, serta percepatan penurunan stunting melalui peninjauan langsung pelayanan KB, khususnya jenis implan,” ucap dokter Alif, sapaan akrab, Wabup Asluchul Alif. 

Menurutnya, penggunaan MKJP seperti implan dianggap sangat efektif untuk mengatur jarak kelahiran, yang secara langsung berkontribusi pada pencegahan stunting pada anak. “Bangga Kencana merupakan salah satu program strategis dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang mendukung percepatan penurunan angka stunting, khususnya di Kabupaten Gresik,” tegasnya. 

Wakil Bupati juga memberikan motivasi kepada para kader KB dan tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. “Saya memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan serta kader di Bawean atas komitmennya dalam melayani masyarakat,” ungkapnya. 

Di tempat sama, Kepala Puskesmas Sangkapura Syaiful Umami mengaku bangga atas kehadiran Wakil Bupati saat memantau langsung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya program pemasangan alat kontrasepsi implant di Puskesmas Sangkapura. “Program implant ini sangat strategis untuk memberdayakan perempuan usia subur dengan akses KB yang aman dan terjangkau,” ujarnya. 

Syaiful Umami menegaskan komitmen Puskesmas Sangkapura untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Ia berharap dukungan pemerintah terhadap pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan terus berlanjut. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Wabup Gresik Asluchul Alif Mengunjungi Puskesmas Sangkapura, Pulau Bawean, Pastikan Pelayanan KB Maksimal  Selengkapnya

Gus Yani Ajak Perempuan Gresik Ikut Menentukan Arah Kebijakan Lebih Peka Gender

GRESIK,1minute.id – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perempuan Tahun 2026 di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 10 Februari 2026.

Forum ini menjadi wadah bagi kaum perempuan untuk menentukan arah kebijakan daerah yang lebih peka gender dan berkelanjutan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang membuka kegiatan ini menegaskan bahwa suara perempuan adalah fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang adil.

Menurutnya, perempuan seringkali menghadapi tantangan harian yang unik, sehingga aspirasi mereka sangat dibutuhkan agar kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan, mulai dari sektor pendidikan hingga ekonomi.

“Musrenbang Perempuan ini merupakan ruang bagi ibu-ibu untuk menyampaikan gagasan nyata. Saya ingin perempuan Gresik berdaya secara ekonomi dan memiliki pola pikir yang cerdas, karena dari ibu yang hebat akan lahir generasi masa depan yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Yani berharap forum ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan aksi nyata yang dapat segera dirasakan manfaatnya. “Pemerintah ingin membangun Gresik secara inklusif, di mana perempuan, anak, dan penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.

Ditempat sama, Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati, menambahkan bahwa Musrenbang tahun ini secara khusus menggodok sepuluh isu strategis yang mendesak. Isu-isu tersebut meliputi penguatan literasi keuangan keluarga untuk membentengi masyarakat dari bahaya judi online, percepatan penurunan angka stunting, hingga pemenuhan fasilitas publik yang aman dan ramah bagi perempuan serta kelompok rentan.

Selama dua hari pelaksanaan, Selasa hingga Rabu, 10-11 Februari 2026 para peserta yang terdiri dari organisasi perempuan, akademisi, dan praktisi akan merumuskan solusi atas berbagai tantangan tersebut. Hasil musyawarah ini nantinya akan diformulasikan menjadi usulan prioritas yang akan dibawa ke tingkat kabupaten guna memastikan pembangunan infrastruktur sosial di Gresik tetap inklusif. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Gus Yani Ajak Perempuan Gresik Ikut Menentukan Arah Kebijakan Lebih Peka Gender Selengkapnya

Polres Gresik Bongkar Kawanan Pencuri Truk, 2 Truk Disita, Tiga Pelaku Amankan

GRESIK,1minute.id –  Kepolisian Resor (Polres) Gresik membongkar komplotan dugaan kasus pencurian truk. Dua unit truk berhasil disita dan tiga orang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berinisial AP, 29, otak pencurian ; AS, 19, dan AF, 41. Keduanya adalah eksekutor. Mereka ditangkap oleh Unit Reserse Mobile (Resmob) di tempat berbeda.

“Mereka ditangkap tidak lebih dari sepekan setelah kami menerima laporan dari dua korban,” ujar Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam konferensi pers di Mapolres Gresik pada Selasa, 10 Februari 2026.

AKBP Ramadhan didampingi antara lain Waka Polres Gresik Kompol Sabdha Purusha, Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza, Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik melanjutkan kedua truk itu sempat ditawarkan oleh pelaku melalui media sosial (medsos) dengan harga miring. Dump truk Hino, misalnya, ditawarkan seharga Rp 150 jutaan. 

“Motif dari pencurian ini adalah faktor ekonomi. Tersangka terbelit hutang,” tegas alumnus Akpol 2007 itu. Pencurian dua unit truk di dua tempat ini, diotaki oleh tersangka A.P,  29 tahun. Pencurian kali pertama dilakukan pada 26 Januari 2026. Korban adalah Debi Afani, warga Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Pelaku menggasak truk engkel yang kaca depannya bertuliskan “Koko Eddy Die”. Ia bersama dua rekan yakni AS, 19, dan AF, 41. 

“Tersangka AS berperan eksekutor, sedangkan tersangka AF bertindak sebagai perantara penjualan,” katanya. “Sukses” menggasak truk di Desa Tebuwung, tiga kawanan pencuri dengan pemberatan (curat) “ketagihan”. Mereka beraksi di Kecamatan Panceng pada 2 Februari 2026. Pelaku menggasak truk Hino warna hijau milik Edi Murtadho.

Satu unit truk Hino warna hijau milik korban ED, yang rencananya akan dijual kepada seorang penadah di Bangkalan, Madura, yang saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), melalui perantara tersangka AF. “Motif para pelaku adalah faktor ekonomi untuk melunasi utang. Berkat kerja cepat Tim Resmob Macan Giri, para tersangka berhasil diamankan di lokasi berbeda pada 6 Februari 2026,” ungkap AKBP Ramadhan Nasution.

Sebagai wujud pelayanan prima, Kapolres Gresik secara langsung menyerahkan kunci kendaraan kepada para korban yang hadir dalam konferensi pers tersebut, yakni

Debi Anafi warga Kecamatan Dukun, pemilik dump truk, Edi Murtadho warga Kecamatan Panceng, pemilik truk Hino warna hijau

“Terima kasih kepada Polres Gresik karena kendaraan saya bisa ditemukan dan dikembalikan dengan cepat,” ungkap Edi Murtadho. Ia mengatakan, tersangka pencurian pernah bekerja pada dirinya menjadi sopir. 

Selain membongkar kawanan pencuri truk, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik juga mengamankan pelaku penipuan dan penggelapan sepeda motor Yamaha Mio milik korban Aldo, warga Surabaya. Korban menawarkan motor matik warna hitam itu melalui media sosial. Pelaku lalu menghubungi korban untuk membeli lewat cash on dilevery (COD). Korban dan pelaku janjian bertemu di di sebuah warung kopi di Jalan Dr. Soetomo, Gresik pada 27 Januari 2026, tersangka berpura-pura meyakinkan korban dengan meninggalkan tas dan dompet di atas meja.

Kapolres Gresik mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, khususnya dalam transaksi jual beli secara daring dengan sistem COD. “Pastikan bertemu di tempat ramai, jangan mudah percaya dengan barang jaminan yang ditinggalkan pelaku, serta pastikan identitas calon pembeli benar-benar jelas,” tegas AKBP Ramadhan Nasution.

Masyarakat juga diminta tidak ragu melapor apabila menemukan indikasi tindak pidana melalui 110 atau layanan Lapor Kapolres (LaporCakRama) di nomor 0811-8800-2006. Atas perbuatannya, para tersangka kasus curat dijerat Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara, sementara tersangka penipuan dan penggelapan dijerat Pasal 486 dan Pasal 492 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Polres Gresik Bongkar Kawanan Pencuri Truk, 2 Truk Disita, Tiga Pelaku Amankan Selengkapnya