Ribuan Jamaah Padati Tabligh Akbar Majelis Alya Gresik, Habib Abdullah Rifky Ingatkan Bahaya AI dan Pentingnya Jaga Anak dari Gawai

GRESIK,1minute.id – Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Baitul Ishlah, Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Jumat malam, 9 Oktober 2026. Mereka menghadiri Tabligh Akbar ke-2 Majelis Alya Gresik dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain, Habib Abdullah Rifky bin Hasan Alaydrus dari Kuningan, Imam masjid Jamik Gresik KH Umar Thoha, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib, Pengasuh Majelis SIJI Bersholawat (Majelis Silaturahmi Jumat Isuk) Gresik KH Mohammad Zainul Amin Ismail.

Serta, shohibul bait, Ketua Majelis Alya sekaligus Pengasuh Ponpes Darul Ilmi Wassuluk Gresik, KH Abdurrouf Sirojuddin dan para habaib, jajaran Forkopimcam Kebomas, serta masyarakat. 

Acara berlangsung khidmat, diawali kirab dari halaman depan Ponpes Darul Ilmi Wassuluk menuju lokasi acara Tabligh Akbar ke-2 di halaman masjid Baitul Ishlah ABR. Kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Maulid Diba’, dan lantunan selawat. 

KIRAB : (tiga dari kanan) Ketua Majelis Alya Gresik sekaligus Pengasuh Ponpes Darul Ilmi Wassuluk Gresik, KH Abdurrouf Sirojuddin bersama para habaib jalan kaki menuju acara Tabligh Akbar-2 Majelis Alya di halaman Masjid Baitul Ishlah ABR pada Jumat malam. 9 Oktober 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi / 1minute.id)

Ketua Majelis Alya Gresik sekaligus Pengasuh Ponpes Darul Ilmi Wassuluk Gresik, KH Abdurrouf Sirojuddin, dalam sambutannya mengajak jamaah menanamkan rasa mahabbah atau cinta kepada Allah SWT dan sesama manusia.

“Semoga orang yang memiliki rasa mahabbah akan berkumpul dengan orang yang dicintai,” tuturnya.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ribuan jamaah tumplek-blek mengikuti Tabligh Akbar ke-2 Majelis Alya. Panitia memperkirakan jamaah yang ngalab berkah mencapai 2.250 jamaah. Atau 2 kali lipat dibandingkan Tabligh Akbar pertama tahun lalu.  Dalam kegiatan ini, juga dilakukan launching air minum dalam kemasan.

Ingatkan Bijak Bermedsos di Zaman AI

Dalam tausiyahnya, Habib Abdullah Rifky bin Hasan Alaydrus menekankan pentingnya mengenang perjuangan Rasulullah SAW yang senantiasa mengutamakan umatnya.

Selain mengajak jamaah meneladani kesederhanaan Rasulullah, ia menyoroti tantangan orang tua dalam mendidik anak di era digital. Ia mengingatkan kebiasaan memberikan gawai kepada anak saat makan perlu mendapat perhatian serius.

“Penggunaan gawai tanpa pengawasan berpotensi memengaruhi perilaku anak dan mengurangi interaksi dengan orang tua,” ucapnya.

Habib Abdullah Rifky juga mengingatkan jamaah agar tidak mudah percaya informasi di media sosial, terlebih di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang rawan disalahgunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan.

“Zaman AI harus cerdas bermedsos karena banyak fitnah,” pesannya. Ia mengajak orang tua mengawasi penggunaan gawai anak serta menanamkan pendidikan agama sejak dini, terutama pembiasaan salat dan sikap hormat kepada orang tua.

Ajak Doakan Orang Tua

Menjelang akhir tausiyah, Habib Abdullah Rifky mengajak jamaah mendoakan orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Suasana haru menyelimuti lokasi saat doa dipanjatkan. Sejumlah jamaah tampak meneteskan air mata.

“Semoga orang tua kita dihapus dosa-dosanya. Amin,” pungkasnya.

Melalui Tabligh Akbar ke-2 ini, Majelis Alya Gresik berharap peringatan Maulid Nabi dapat memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, menjaga bakti kepada orang tua, serta membekali anak dengan nilai agama di tengah perkembangan zaman. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ribuan Jamaah Padati Tabligh Akbar Majelis Alya Gresik, Habib Abdullah Rifky Ingatkan Bahaya AI dan Pentingnya Jaga Anak dari Gawai Selengkapnya

Pemkab Gresik Perkuat Sekolah Rakyat, Biayai Bimbel Ruangguru hingga Guru Ngaji dari APBD

GRESIK,1minute.id – Fasilitas Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Gresik semakin komplit. Tak hanya akses pendidikan formal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan dukungan bimbingan belajar bersama Ruangguru dan pendampingan mengaji yang dibiayai melalui APBD.

Dukungan tersebut merupakan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif, dalam memperluas kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik, Ummi Khoiroh, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat sebagai upaya penanggulangan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan kolaborasi pusat dan daerah.

“Pemkab Gresik sangat mendukung program luar biasa dari Presiden Prabowo, yaitu Sekolah Rakyat. Kami berharap keberadaannya dapat diterima luas karena ini salah satu upaya pemberantasan kemiskinan melalui jalur pendidikan,” ujar Ummi di Kantor Dinsos Gresik, Jumat, 9 Oktober 2026.

Siapkan Siswa Hadapi TKA dan SNBT

Salah satu dukungan diwujudkan melalui program Smart School bersama Ruangguru. Saat ini diikuti 75 siswa kelas XI untuk persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan penguatan akademik sebagai bekal melanjutkan pendidikan.

Siswa mengikuti sesi pembelajaran 90 menit bersama master teacher Ruangguru. Setiap sesi dilengkapi pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman.

Jadwal belajar setiap Selasa dan Rabu pukul 19.00-20.30 WIB serta Jumat pukul 10.00-11.30 WIB.

Selain itu, siswa memperoleh akses premium Ruang Belajar jenjang SMA dan materi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Fasilitasnya meliputi video pembelajaran, latihan soal beserta pembahasan, serta fitur ADAPTO.

Siswa juga mendapat akses tes minat dan bakat premium untuk mengenali potensi diri, minat terhadap mata pelajaran dalam Kurikulum Merdeka, serta pilihan program studi di perguruan tinggi.

Saat ini pendampingan masih untuk kelas XI. Ke depan, Pemkab mengupayakan perluasan ke kelas XII agar persiapan lebih terarah.

Ngaji 5 Kali Sepekan Dibiayai APBD

Dukungan Pemkab juga mencakup pendampingan keagamaan bagi seluruh siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Kegiatan mengaji dilaksanakan lima kali sepekan dengan dukungan guru mengaji, pengajar tahfiz Al-Qur’an, dan imam masjid. Pembiayaannya bersumber dari APBD Gresik. Dinsos juga menyediakan khatib salat Jumat yang kompeten.

Ummi menambahkan, komitmen Pemkab juga diwujudkan melalui penyediaan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Raci Tengah. Pemkab melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjangkau calon siswa dari keluarga desil 1 dan 2 melalui kunjungan door to door.

Tiga Bidang Pendidikan

Kepala Sekolah Rakyat Gresik, Rangga Pratama, mengatakan program pendidikan mencakup tiga bidang utama, yakni akademik, kesiswaan, dan keasramaan. Selain belajar bersama Ruangguru, siswa juga mengikuti ekstrakurikuler untuk pembinaan prestasi.

“Program bersama Ruangguru ini diinisiasi Pemkab Gresik untuk meningkatkan kompetensi siswa, mempersiapkan TKA, serta mendukung mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Kami harap potensi anak dapat dipetakan sejak dini,” ungkap Rangga.

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gresik dibangun dengan anggaran sekitar Rp 250 miliar. Tahun ajaran 2026/2027 menerima 270 siswa baru, terdiri 90 siswa SD, 90 SMP, dan 90 SMA. Total 405 siswa, termasuk 75 siswa lama dan 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan. Untuk jenjang SMA, pembelajaran saat ini baru untuk kelas X dan XI. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Perkuat Sekolah Rakyat, Biayai Bimbel Ruangguru hingga Guru Ngaji dari APBD Selengkapnya

Cegah Diskriminasi Usia, Nila Yani Dorong Disnaker Jadi Filter Rekrutmen

JAKARTA,1minute.id – Anggota DPR RI Dapil X Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, menegaskan tidak ada aturan yang membenarkan diskriminasi usia dalam rekrutmen kerja.

Ia merujuk Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan yang melarang diskriminasi berbasis usia, kecuali ada alasan teknis khusus yang relevan dengan beban kerja.

Berdasarkan temuan di berbagai daerah, anggota Komisi VII DPR RI itu menyebut masih marak lowongan yang membatasi usia pelamar, misalnya maksimal 22 hingga 23 tahun.

“Faktanya tidak ada aturan yang membenarkan diskriminasi usia. Kehadiran kawasan industri ini diharapkan bisa menyerap tenaga kerja setinggi-tingginya dan mengurangi angka pengangguran serendah-rendahnya,” tegas Nila Yani dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Nila secara khusus meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kabupaten/kota lebih proaktif menyaring dan mengevaluasi lowongan yang diserahkan perusahaan atau pengelola kawasan industri.

Ia menegaskan, jika penyaluran tenaga kerja dilakukan melalui satu pintu Disnaker, maka pemerintah daerah wajib mengintervensi dan memastikan tidak ada lagi praktik diskriminasi usia yang merugikan angkatan kerja lokal.

Di sisi lain, politisi berhijab itu juga mendorong pengelola kawasan industri dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat untuk duduk bersama menata pedagang dan pelaku UMKM di luar area pabrik. Penataan dinilai krusial untuk mengurai kemacetan sekaligus memaksimalkan multiplier effect bagi ekonomi warga sekitar.

“Ada kegiatan ekonomi yang timbul di luar kawasan sehingga menimbulkan kemacetan di jam-jam tertentu. Bukankah itu dampak ekonomi positif? Saya mendorong pengelola kawasan, Forkopimda, dan dinas terkait untuk duduk bersama menertibkan para pedagang,” papar Nila dalam Kunjungan Kerja Panitia Kerja RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI di Kawasan Industri Mitra, Karawang, Jawa Barat.

Ia menilai, komunikasi yang baik dan penataan ruang yang layak bagi pedagang lokal justru dapat meminimalisasi potensi gangguan keamanan, termasuk meredam gesekan dengan organisasi masyarakat (ormas) yang kerap dikeluhkan berdampak pada iklim investasi. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Cegah Diskriminasi Usia, Nila Yani Dorong Disnaker Jadi Filter Rekrutmen Selengkapnya

9,1 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Gresik, Negara Selamatkan Rp 6,85 Miliar

GRESIK, 1minute.id – Kantor Bea dan Cukai Gresik musnahkan 9.116.492 batang rokok ilegal dan 45 liter minuman beralkohol (MMEA). Barang sitaan senilai Rp 13,61 miliar itu dimusnahkan di PT Tri Surya Plastik, Lawang, Malang pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Gresik, Raden Muhamad Agus Ekawidjaja, mengatakan pemusnahan ini komitmen Bea Cukai menekan peredaran barang kena cukai ilegal.

“Melalui penindakan yang konsisten, kami berharap peredaran rokok ilegal dapat ditekan sehingga pasar diisi oleh produk yang legal dan penerimaan negara dapat dioptimalkan,” ujar Agus.

Barang tersebut merupakan hasil penindakan yang pelakunya tidak diketahui identitasnya. Statusnya kemudian menjadi Barang yang Dikuasai Negara (BDN) dan Barang Milik Negara (BMMN). Pemusnahan sudah mengantongi persetujuan Menteri Keuangan melalui Surat Nomor S-363/MK/KN/2026 tertanggal 13 Agustus 2026.

Potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari penindakan ini mencapai Rp 6,85 miliar. “Pemusnahan dilakukan agar barang hasil penindakan benar-benar tidak dapat digunakan atau diedarkan kembali. Ini sekaligus melindungi masyarakat dan menciptakan persaingan usaha yang sehat,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJKN Jatim, Arik Haryono, menyebut sepanjang 2026 Kemenkeu Satu Jatim telah melakukan ribuan penindakan dengan sitaan ratusan juta batang rokok ilegal.

“Ini wujud peran negara melindungi masyarakat sekaligus mengamankan penerimaan negara,” ujar Arik. Bea Cukai Gresik menegaskan pengawasan peredaran rokok ilegal akan terus diperketat di wilayah kerjanya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

9,1 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Gresik, Negara Selamatkan Rp 6,85 Miliar Selengkapnya

Gus Yani Bersama Baznas Gelontorkan Rp 2,79 Miliar untuk Pendidikan dan Usaha Warga Gresik

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Baznas Kabupaten Gresik, Baznas Jatim, dan Baznas RI menyalurkan bantuan pendidikan dan pemberdayaan senilai Rp 2,79 miliar. Penyaluran dipusatkan di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Kamis, 8 Oktober 2026.

Bantuan tersebut disalurkan melalui tiga program utama, yakni Gresik Cerdas, Gresik Peduli, dan Gresik Berdaya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi sinergi Baznas yang terus hadir membantu masyarakat. Ia juga berterima kasih kepada ASN Gresik yang telah menunaikan zakat melalui Baznas.

“Saya atas nama Pemkab Gresik berterima kasih kepada Baznas Gresik, Baznas Jatim, dan Baznas RI. Kami mohon arahan dan bimbingan. Kami juga terus mendistribusikan bantuan kepada masyarakat Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrabnya.

Rincian Bantuan:

1. Baznas Gresik (Rp 673 Juta):

– Beasiswa untuk 996 siswa dan mahasiswa (560 SD/MI, 200 SMP/MTs, 75 SMA/SMK/MA, 77 beasiswa mahasiswa internal, 84 eksternal)

– 1 kursi roda, 2 bantuan Z-Tea (rombong, modal, dan alat usaha), serta subsidi listrik untuk 50 veteran.

2. Baznas Jatim (Rp 138,4 Juta): 

– Beasiswa SKSS 6 mahasiswa Rp 10,2 juta

– Perbaikan 5 rumah tidak layak huni Rp 100 juta

– 6 rombong dorong Rp 21 juta

– Bantuan air bersih Rp 7,2 juta.

3. Baznas RI (Rp 1,978 Miliar): 

– 50 Z-Mart untuk toko kelontong Rp 400 juta

– 3 Z-Auto untuk bengkel Rp 60 juta

– Balai Ternak untuk 20 peternak Rp 518,194 juta

– Baznas Microfinance Desa (BMD) Rp 1 miliar.

“Pemerintah hadir melalui Baznas agar anak-anak Gresik semakin semangat belajar dan bisa meraih cita-citanya. Jangan sampai ada anak Gresik yang tidak bisa sekolah atau kuliah karena ekonomi,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gus Yani juga menyoroti inovasi Program Z-Tea untuk disabilitas sebagai terobosan baru pemberdayaan.

Sementara itu, Ketua Baznas Jatim Muhammad Ghofirin menyebut kegiatan di Gresik luar biasa dan berharap sinergi semakin kuat.

Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Perencanaan dan Inovasi, H. Syarifudin, menambahkan, keberhasilan zakat tidak hanya diukur dari besarnya dana, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan. Ia menyebut Baznas menyiapkan program baru yang selaras dengan program prioritas daerah pada 2027.

“Indikator dampak itu penting, bukan sekadar banyaknya dana masuk dan didistribusikan, tetapi dampaknya baik, seperti meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Gus Yani Bersama Baznas Gelontorkan Rp 2,79 Miliar untuk Pendidikan dan Usaha Warga Gresik Selengkapnya

Bupati Yani Buka Pelatihan Bunda Puspa, Tekankan Alumni Jangan Ditinggal Usai Pelatihan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Pelatihan Usaha untuk Pemberdayaan Ekonomi Program Bunda Puspa di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Oktober 2026.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Gresik memperkuat kemandirian ekonomi perempuan. Kegiatan diikuti kader Bunda Puspa dengan melibatkan perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi perempuan, hingga pemerintah kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Yani menegaskan Bunda Puspa tidak boleh berhenti hanya pada pelatihan. Program harus berlanjut dengan pendampingan hingga memberikan dampak nyata bagi perekonomian.

“Yang saya inginkan, kesejahteraan kader-kader Bunda Puspa semakin naik. Ketika pelatihan ini berdampak pada ekonomi masyarakat, peran Dinas KBPPPA sangat penting untuk mengoordinasikan seluruh elemen, baik internal maupun eksternal,” ujar Bupati Yani.

Ia menekankan, keberhasilan program tidak diukur dari jumlah peserta, melainkan sejauh mana keterampilan yang diperoleh bisa tumbuh menjadi kegiatan ekonomi.

Untuk itu, ia mendorong sinergi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan. Alumni Bunda Puspa didorong menjadi pelaku usaha melalui fasilitasi legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), akses permodalan, hingga pengembangan usaha.

“Bunda Puspa ini didampingi, dilatih, kemudian dilepas ke masyarakat. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, selesai juga programnya. Harus ada pendampingan sampai mereka benar-benar bisa menjadi pelaku usaha,” tegasnya.

Bupati Yani juga berharap alumni Bunda Puspa menjadi penggerak pemberdayaan di lingkungannya masing-masing. Mereka diharapkan bisa berbagi pengalaman kepada perempuan lain di tingkat dusun, desa, hingga RT/RW.

“Minimal alumni Bunda Puspa bisa menjadi alumni yang hebat. Bisa mengajar di lingkungan terkecil. Punya pengalaman dan mampu mendampingi perempuan-perempuan lain agar semakin hebat,” katanya.

Menurut Bupati Yani, Program Bunda Puspa yang berjalan sejak 2022 ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Ia mendorong kolaborasi program tersebut dengan program pemberdayaan lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

“Sejak 2022 kita pertama kali menjalankan Bunda Puspa. Sekarang kita harus melihat, apakah lulusan atau alumni Bunda Puspa sudah memberikan dampak di tengah masyarakat. Itu yang harus kita kawal bersama,” tandasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, tim pelaksana Bunda Puspa, Universitas Airlangga, para camat dan kader Bunda Puspa, serta organisasi perempuan seperti Fatayat, Aisyiyah, GOW dan Puspa Pinatih. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Bupati Yani Buka Pelatihan Bunda Puspa, Tekankan Alumni Jangan Ditinggal Usai Pelatihan Selengkapnya

Cemburu, Perempuan Muda Diduga Habisi Bos Toko Bangunan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Satreskrim Polres Gresik menetapkan perempuan berinisial IR sebagai tersangka dugaan pembunuhan. Perempuan muda berusia 22 tahun diamankan polisi di lokasi kejadian di sebuah toko bangunan di Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Tersangka IR pun telah dijebloskan di rumah tahanan (Rutan) Polres Gresik. Kini, penyidik Satreskrim Polres Gresik sedang motif pembunuhan bos toko bangunan berinisial MF, 23 tahun adalah cemburu.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo mengatakan, penyidik hingga kini masih terus mengembangkan perkara tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian serta motif di balik aksi kekerasan tersebut.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pengembangan penyidikan. Untuk sementara, pelaku kami duga masih satu orang,” kata AKP Mohammad Prasetyo di Mapolres Gresik pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Selain itu, petugas telah memeriksa enam saksi, penyidik juga telah menerima hasil visum terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan medis tersebut ditemukan sejumlah luka akibat kekerasan menggunakan benda tajam.

“Hasil visum terhadap korban yaitu beberapa luka kekerasan benda tajam, di antaranya tiga buah luka iris di kepala dan satu luka bacok,” jelasnya.

Terkait motif, penyidik menduga perkara tersebut dipicu persoalan kecemburuan. Dugaan tersebut masih terus didalami dengan mencocokkan keterangan para saksi, hasil visum, barang bukti, serta fakta-fakta yang ditemukan selama proses penyidikan.

Sebelumnya, kasus tersebut terungkap setelah terduga pelaku menghubungi layanan darurat kepolisian 110 dan melaporkan kejadian yang dialaminya. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan penanganan bersama Tim Inafis serta Satreskrim Polres Gresik.

Dari informasi yang dihimpun sebelumnya, hubungan korban dan terduga pelaku menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik. Polisi juga menduga persoalan kecemburuan berkaitan dengan hubungan keduanya.

AKP Mohammad Prasetyo menegaskan, proses penyidikan masih berjalan. Polisi akan terus mengembangkan keterangan yang diperoleh untuk mengungkap perkara tersebut secara utuh.

“Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan penyidikan,” tegasnya.

Polres Gresik mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan tindak pidana untuk segera melaporkannya kepada kepolisian melalui layanan Call Center 110.

Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan Lapor Cak Rama Polres Gresik melalui WhatsApp di nomor 0811-8800-2006. Layanan tersebut menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun laporan terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Cemburu, Perempuan Muda Diduga Habisi Bos Toko Bangunan di Gresik Selengkapnya

Wabup Alif: Jangan Stigma ODHA, Bangun Lingkungan Peduli di Gresik

GRESIK, 1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif membuka Sosialisasi HIV/AIDS dan Pengenalan Warga Peduli AIDS (WPA) se-Kabupaten Gresik, Selasa, 6 Oktober 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik ini diikuti Ketua TP PKK dari 16 kecamatan dan digelar di Ruang Retno Suwari, Kantor Bupati Gresik. Dua kecamatan yang absen adalah Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai HIV/AIDS, mulai dari upaya pencegahan, penanganan, hingga peran masyarakat dalam mendukung penanggulangan di wilayah masing-masing.

Wabup Alif menekankan, penanganan HIV/AIDS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lingkungan keluarga. Dukungan bersama bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi kunci.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan dukungan kepada masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS agar tetap mendapatkan hak untuk hidup sehat, layanan kesehatan, dan menjalani kehidupan secara baik. Dukungan harus diberikan dengan cara yang tepat, tanpa stigma maupun perlakuan diskriminatif,” ujarnya.

Ia juga meminta kolaborasi dan koordinasi diperkuat dalam menyosialisasikan informasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat.

“Kolaborasi dan koordinasi harus terus kita perkuat. Informasi HIV/AIDS harus disampaikan secara benar dan mudah dipahami, sehingga pencegahan dapat dilakukan bersama tanpa menimbulkan kesalahpahaman,” ungkapnya.

Menurut Wabup Alif, stigma negatif justru menjadi hambatan. Stigma membuat seseorang enggan mengakses layanan kesehatan maupun terbuka mengenai kondisinya.

“Jangan memberikan stigma negatif kepada ODHA. Mari bangun lingkungan yang lebih peduli, sehingga penanggulangan HIV/AIDS dari tingkat paling dasar dapat berjalan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Gresik Nur Chakim mengatakan kegiatan ini menjadi momentum menyamakan persepsi dan menyatukan visi seluruh pihak.

“Kita berkumpul untuk menyamakan persepsi dan menyatukan visi bagaimana bersama-sama menangani kasus HIV/AIDS di Gresik. Penanggulangan membutuhkan keterlibatan dan kepedulian berbagai unsur masyarakat,” jelasnya.

Nur Chakim menambahkan, sosialisasi merupakan bagian dari program Warga Peduli AIDS (WPA). “Kami berharap peserta dapat menjadi bagian dari penyebarluasan informasi yang benar tentang HIV/AIDS,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan pemaparan materi pencegahan penularan HIV/AIDS oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Puspita Wardani. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Wabup Alif: Jangan Stigma ODHA, Bangun Lingkungan Peduli di Gresik Selengkapnya

Pol PP Gresik dan Tim Gabungan Bongkar Bangli dan Makam Buatan di Cerme

GRESIK,1minute.id – Tim gabungan dibawah komando Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik membongkar bangunan dan makam buatan di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Senin, 5 Oktober 2026.

Bangunan dan makam itu berada diatas lahan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Tidak perlawanan dalam penertiban bangunan liar itu. Kepala Satpol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga, mengatakan, pembongkaran melibatkan ratusan personil dari berbagai instansi, organisasi keagamaan, TNI dan Polri.

“Pembongkaran dilakukan karena bangunan dan makam buatan melanggar peraturan daerah,” katanya. Ia menyebut, bangunan dan makam buatan berdiri diatas lahan aset Pemkab Gresik. 

Selain keberadaan makam buatan juga telah menimbulkan keresahan masyarakat. ” Selama pelaksanaan kegiatan penertiban dan pembongkaran bangunan serta makam buatan kegiatan berjalan aman, tertib, lancar, dan terkendali,” katanya. 

Pembongkaran bangli alias bangunan liar dan makam buatan di mulai pukul 14.00 WIB. Tim gabungan secara persuasif meminta penghuni untuk mengeluarkan secara barang. Selang 45 menit kemudian petugas melakukan pembongkaran bangli dan makam buatan. “Pembongkaran selesai pukul 16.15. Suasana kondusif,” tegasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pol PP Gresik dan Tim Gabungan Bongkar Bangli dan Makam Buatan di Cerme Selengkapnya

Yuuuk Pulang Kampung, Reuni SMAN Gresik 79-80-81 Penuh Kehangatan dan Nostalgia

GRESIK, 1minute.id – Suasana penuh kebersamaan dan nostalgia mewarnai reuni temu kangen alumni SMAN Gresik angkatan 79-80-81 yang digelar Sabtu pagi, 3 Oktober 2026.

Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Jalan Kalimantan GKB, Gresik ini menjadi momen spesial bagi para peserta untuk menjalin tali silaturahmi setelah lebih dari empat dekade berpisah. 

Selain menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat persaudaraan antar alumni serta mengenang masa-masa saat bersekolah di SMAN Klorak, sebutan sekolah saat itu karena lingkungan sekolah masih berpagar tanaman klorak.

Dengan mengangkat tema “Yuuuk Pulang Kampung”, acara berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, apalagi saat guest star Farhan tampil energik, acara semakin meriah.

Hudi Soeyanto dalam sambutannya menyampaikan, terselenggaranya reuni ini adalah hasil kolaborasi dan kekompakan seluruh alumni yang tergabung dalam jejaring alumni 79-80-81. Dukungan moril dan materiil dari para alumni membuat acara bisa terselenggara dengan sukses dan meriah.

“Tingkat kehadiran alumni yang mencapai 85 persen membuktikan bahwa semangat silaturahmi dan kebersamaan di antara alumni masih sangat kuat,” ujar alumni 1979 ini.

Udik Soetarto, salah satu panitia mengaku, reuni ini menjadi ajang untuk mengenang masa-masa indah saat masih berseragam putih coklat khaki, sekaligus mempererat hubungan antar alumni serta memberikan penghormatan kepada para guru yang telah berjasa membimbing hingga menjadi pribadi yang sukses.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh guru atas kesabaran, ketekunan dan dedikasi dalam mendidik kami hingga seperti ini,” kata Udik didampingi Humas Ari Wahjoedi yang alumni 1981.

Sementara itu salah satu guru yang hadir, Halimatus Sa’diyah menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para alumni yang mampu menyelenggarakan acara dengan penuh kekeluargaan dan nuansa kebersamaan.

“Melihat semangat dan solidaritas alumni, sungguh membanggakan. Apalagi kepedulian mereka terhadap almamater dan guru, menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur yang kami tanamkan dahulu masih melekat kuat,” ungkap Bu Halimah, sapaan akrabnya. 

Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menginspirasi angkatan lainnya untuk terus menjaga silaturahmi dan rasa cinta terhadap almamater serta para guru.

Aunur Rofiq, selaku penasihat panitia menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh alumni yang telah hadir. Ia juga menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada para guru.

“Setelah empat dekade, akhirnya kita bisa berkumpul kembali. Ini bukan hanya reuni biasa, tapi juga ajang penghargaan atas jasa guru-guru kita tercinta,” pungkas Cak Nung, panggilan akrabnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Yuuuk Pulang Kampung, Reuni SMAN Gresik 79-80-81 Penuh Kehangatan dan Nostalgia Selengkapnya