Bupati Gresik Buka Festival Menjadi Gresik, Nguri-uri Budaya hingga Kuliner

GRESIK,1minute.id – Gresik tidak hanya dibentuk oleh sejarah besar, bangunan tua, perkembangan industri, atau catatan resmi. Di balik semua itu, kehidupan sehari-hari warganya menyimpan pengetahuan yang tak kalah penting: ingatan, cerita, makanan, benda, kebiasaan, serta praktik sosial yang diwariskan dan terus berubah dari waktu ke waktu.

Gresik sebagai Kota memasuki usia 539 tahun dan sebagai Kabupaten “baru” berusia 52 tahun pada 2026 ini memiliki banyak cerita yang tumbuh dari perjalanan sejarah, budaya, hingga tradisi kulinernya. Nguri-uri tersebut kembali dihadirkan dalam Festival Menjadi Gresik yang digagas Yayasan Gang Sebelah di Kampung Kemasan Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026.

Festival yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026 ini dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.  Rangkaian pembukaan diawali dengan fine dining bertajuk “Menjadi Gresik” melalui program Dapur Saji. Bupati Yani bersama tamu undangan diajak menikmati tiga kuliner yang memiliki keterkaitan dengan identitas dan sejarah Gresik, yakni bubur romoo, bandeng keropok, dan jenang jubung.

Ketiganya disajikan dengan pendekatan berbeda. Bubur romoo dipincuk menggunakan daun api-api atau mangrove. Bandeng keropok menggunakan bandeng tanpa duri yang di-grill dengan daun pisang. Sementara jenang jubung dihadirkan sebagai isian pia.

Penyajian tersebut menjadi cara untuk memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Gresik melalui pendekatan yang lebih kreatif. Di balik setiap sajian, terdapat cerita mengenai tradisi, kebiasaan, dan perjalanan masyarakat Gresik yang terus diwariskan hingga hari ini.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengapresiasi inisiatif Yayasan Gang Sebelah yang menghadirkan sejarah Gresik melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. “Alhamdulillah, malam ini kita bisa melihat langsung sejarah yang telah dikumpulkan oleh teman-teman komunitas seni dari Yayasan Gang Sebelah. Kita bisa bernostalgia melihat masa lalu Gresik, sejarah Gresik yang begitu luar biasa,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, memahami sejarah penting bagi generasi muda agar mereka tidak kehilangan akar dalam melihat perkembangan Gresik ke depan. Terlebih, perjalanan Gresik sebagai kota pelabuhan telah membentuk masyarakat dengan keragaman budaya, etnis, kuliner, dan tradisi.

“Sejarah adalah masa depan kita. Kita bisa melihat Gresik tempo dulu, Gresik yang begitu luar biasa. Gresik sebagai kota pelabuhan tentu memiliki perpaduan budaya, etnis, kuliner, dan macam-macam kekayaan yang bisa kita lihat,” katanya.

Ia menilai kuliner menjadi salah satu bagian penting dari kekayaan tersebut. Bubur roomo, bandeng keropok, dan jenang jubung bukan hanya makanan yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi karena hingga kini masih menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Makanan-makanan ini usianya mungkin sudah berpuluh tahun, bahkan bisa lebih tua daripada saya. Tetapi sampai hari ini masih bisa memberikan dampak dan manfaat. Masih banyak masyarakat Gresik yang hidup dari proses kuliner tadi,” ujar Bupati.

Karena itu, ia mendorong agar warisan budaya dan kuliner Gresik tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Pelestarian perlu dilakukan dengan cara yang membuatnya tetap dikenal, dinikmati, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita semua terus melestarikan apa yang menjadi warisan budaya yang sampai hari ini bisa kita lihat, bisa kita rasakan, punya dampak, punya manfaat untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gresik,” tuturnya.

Usai mengikuti fine dining, Bupati Yani meninjau pameran seni yang menampilkan berbagai karya dan cerita mengenai Gresik.

Direktur Festival Menjadi Gresik Hidayatun Hikmah mengatakan, gagasan festival telah dibicarakan selama sekitar dua hingga tiga tahun sebelum akhirnya dapat terlaksana tahun ini.

Festival tersebut, katanya, lahir dari keinginan untuk mengajak masyarakat mencintai Gresik melalui berbagai cara dan perspektif. “Kami ingin mengajak teman-teman lebih mencintai Gresik melalui caranya masing-masing, melalui bidang keilmuannya masing-masing, melalui apa yang dirasakan masing-masing,” ujarnya.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah riset gastronomi. Makanan dipilih karena menjadi bagian yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. “Bagi kami, Gresik adalah dapur, tempat segalanya dimulai kemudian disajikan. Makanya kami memilih tema Dapur Saji,” katanya.

Tidak berhenti pada gastronomi, Festival Menjadi Gresik juga menghadirkan studi kultural yang melibatkan kelompok lintas disiplin. Sebanyak delapan kelompok dari kalangan seniman, sekolah, perguruan tinggi, hingga duta wisata akan mempresentasikan hasil riset dan karya mereka selama festival berlangsung.

Menurut Hidayatun, keterlibatan berbagai kelompok tersebut menunjukkan bahwa Gresik memiliki sejarah dan kebudayaan yang dapat dibaca dari banyak perspektif. 

“Literasi di sini tumbuh dengan baik. Kita punya banyak sejarah, kaya akan kebudayaan yang sangat beragam dan sangat bisa kita sajikan dengan berbagai macam cara,” ujarnya.

Melalui Festival Menjadi Gresik, Yayasan Gang Sebelah berharap berbagai cerita tentang Gresik dapat kembali hadir di tengah masyarakat. Bukan sekadar untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk menemukan cara baru memahami dan mencintai Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Buka Festival Menjadi Gresik, Nguri-uri Budaya hingga Kuliner Selengkapnya

Pengedar Sabu-sabu Menganti Dibekuk, Satresnarkoba Polres Gresik Amankan BB 81 Gram

GRESIK,1minute.id – Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 memasuki hari ketiga. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik menangkap seorang pengedar sabu-sabu berinisial AD. Pemuda 28 tahun ini di tangkap di depan rumah kos di Dusun Pengampon, Desa Setro, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Barang bukti yang diamankan dari pengedar juga pemakai barang haram itu sebanyak 81,46 gram atau senilai Rp 146 juta.  Pemuda asal Kecamatan Menganti yang hanya tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini menekuni bisnis ilegal baru 2 bulan. Namun, omzet penjualan sangat besar. 

“Seminggu bisa mengedarkan 20 sampai 100 gram,” kata Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution didampingi Kasatnarkoba AKP Ahmad Yani dan Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza dalam konferensi pers di Mapolres Gresik pada Jumat, 14 Agustus 2026. 

Bila di rata-rata 50 gram per pekan, dalam waktu sebulan atau 4 pekan bisa mengedarkan 200 gram. Bila harga kristal bening sebesar Rp 1,5 juta/gram, omzet bisnis haram yang dilakukan tersangka AD sebesar Rp 340 juta/bulan. 

Tersangka AD, jelas Kapolres AKBP Ramadhan, mendapatkan barang haram dari seorang pemasok besar asal Sememi,  Surabaya. Barang haram kemudian dijual secara eceran atau paket hemat (PaHe) dengan harga antara Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu per paket. 

“Sabu-sabu itu diedarkan sistem ranjau di Kecamatan Menganti. Karena tersangka memang orang Kecamatan Menganti,” tegas alumnus Akpol 2007 itu. Tersangka nekat menjadi pengedar sabu-sabu untuk wilayah Kecamatan Menganti itu karena tergiur upah dari bandar gede (BD).

Kepada penyidik, AD mengaku tergiur menjalankan bisnis haram tersebut karena mendapatkan imbalan Rp 1 juta serta dijanjikan sabu sebanyak lima gram.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dan Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan, Polres Gresik akan terus melakukan pemberantasan terhadap jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Gresik. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika, segera laporkan kepada kepolisian,” tegasnya.

Masyarakat dapat melaporkan informasi terkait tindak pidana melalui Call Centre 110. Selain itu, laporan juga dapat disampaikan melalui Hotline khusus Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006. Polres Gresik mengimbau masyarakat tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian demi menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari peredaran narkotika. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pengedar Sabu-sabu Menganti Dibekuk, Satresnarkoba Polres Gresik Amankan BB 81 Gram Selengkapnya

Kondisi Pasar Tradisional Memprihatinkan, DPRD Gresik Dorong Lakukan Revitalisasi

GRESIK,1minute.id –  Komisi II DPRD Kabupaten Gresik menyoroti kondisi sejumlah pasar di Kabupaten Gresik. Komisi II yang membidangi sektor perekonomian, keuangan, pendapatan daerah, serta pembangunan ekonomi kerakyatan ini meminta program perbaikan dan revitalisasi pasar mendapat perhatian serius, mengingat sejumlah fasilitas pasar tradisional dinilai sudah memprihatinkan. 

Hal itu mengemuka dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2027 bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Anggota Komisi II DPRD Gresik Muhammad Kurdi, mengatakan terdapat tujuh pasar yang menjadi perhatian dalam program revitalisasi, yakni Pasar Sidayu, Pasar Dukun, Pasar Kota, Pasar Baru, Pasar Sidomoro, Pasar Giri, dan Pasar Petiken Driyorejo.

“Untuk Pasar Sidayu sudah dilakukan revitalisasi. Jadi anggaran ini difokuskan untuk enam pasar lainnya,” kata Kurdi kepada wartawan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Menurutnya, salah satu pasar yang membutuhkan perhatian khusus adalah Pasar Dukun. Pasar tersebut kerap terdampak banjir sehingga diperlukan penanganan yang lebih serius.

“Pasar Dukun itu sering kebanjiran, sehingga memang harus menjadi prioritas,” ucapnya. Lebih lanjut, Ia menyebut untuk anggaran sekitar Rp 1,1 miliar disiapkan untuk perbaikan sejumlah pasar. Namun, khusus Pasar Dukun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 600 juta, sedangkan sisanya diperuntukkan bagi lima pasar lainnya, yakni Pasar Kota, Pasar Baru, Pasar Sidomoro, Pasar Giri, dan Pasar Petiken Driyorejo.

Komisi II yang membidangi sektor perekonomian, keuangan, pendapatan daerah, serta pembangunan ekonomi kerakyatan ini sebelumnya juga telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar untuk melihat langsung kondisi fasilitas di lapangan. Dari hasil sidak, kondisi Pasar Baru menjadi salah satu yang cukup memprihatinkan.

“Pasar Gresik ini banyak yang bocor, ada yang jebol dan kurang terawat. Kondisinya memang sangat memprihatinkan,” tegasnya. Kurdi menilai kondisi pasar harus menjadi perhatian karena pasar, khususnya yang berada di kawasan perkotaan, merupakan salah satu wajah Kabupaten Gresik. Karena itu, pembenahan tidak hanya menyangkut bangunan, tetapi juga kenyamanan pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di dalamnya.

“Ini kan wajah kita di kota. Harusnya Pasar Gresik juga diperhatikan. Jangan sampai kondisinya dibiarkan seperti itu,” jelasnya. Ia berharap anggaran yang tersedia benar-benar diarahkan pada kebutuhan paling mendesak, sehingga perbaikan dapat memberikan dampak langsung bagi pedagang maupun masyarakat.

“Memang anggarannya terbatas, sehingga harus dibagi. Tapi yang paling penting, pasar-pasar yang kondisinya sudah rusak dan membutuhkan penanganan segera harus menjadi prioritas,” tutupnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kondisi Pasar Tradisional Memprihatinkan, DPRD Gresik Dorong Lakukan Revitalisasi Selengkapnya

Bupati Gresik Kukuhkan 75 Anggota Paskibraka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 3 Siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengukuhkan 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik 2026 di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Pengukuhan berlangsung khidmat dan  haru ketika memasuki prosesi mencium bendara Merah Putih sebagai simbol kesetiaan kepada NKRI.. Pengukuhan ini menandai kesiapan mental dan fisik para pelajar terpilih untuk mengemban tugas bersejarah mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Gresik.

Sebanyak 75 anggota yang dikukuhkan merupakan pelajar SMA/SMK/MA sederajat dan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik yang melewati seleksi ketat sejak awal tahun. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat para anggota Paskibraka mengucapkan Ikrar Putra Indonesia. Mereka kemudian mencium bendera Merah Putih satu per satu sebagai simbol kesetiaan kepada NKRI.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam amanatnya memberikan motivasi dan semangat kepada putra-putri terbaik Gresik. Pihaknya juga mendoakan kepada seluruh anggota Paskibraka bisa mewujudkan cita-citanya dan diberikan kelancaran dalam bertugas nanti saat upacara HUT ke-81 RI yang dilaksanakan di halaman Kantor Pemkab Gresik.

“Kalian adalah putra-putri pilihan terbaik. Tugas mengibarkan bendera pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI bukan sekadar tugas seremonial, melainkan bentuk pengabdian nyata serta wujud kehormatan yang luar biasa kepada daerah, bangsa, dan negara,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Bupati Yani menambahkan, pengalaman menjadi Paskibraka hendaknya menjadi modal penting bagi para anggota untuk terus berkembang, berprestasi, dan mengambil peran positif di tengah masyarakat. “Saya berharap, hasil pendidikan, latihan maupun saat masa karantina yang telah dilaksanakan selama ini benar-benar menjiwai sikap dan perilaku kalian. Jadilah contoh dan teladan yang baik bagi pelajar serta generasi muda lainnya,” tutup Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani ini.

Tiga siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik tidak dapat menyembunyikan rasa bangga mereka setelah terpilih menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Proses seleksi yang ketat dan kompetitif berhasil mereka lalui dengan disiplin tinggi dan kerja keras selama berbulan-bulan. Prestasi gemilang ini menjadi catatan sejarah baru bagi Sekolah Rakyat Terintegrasi yang baru saja diresmikan secara permanen.

Akmalindo Kurniawansah, salah satu siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi asal Bawean yang berhasil lolos menjadi anggota Paskibraka, mengaku bangga bisa terpilih menjadi bagian dari pengibar bendera Merah Putih pada upacara HUT ke-81 RI di Kabupaten Gresik. “Mudah-mudahan prestasi ini dapat menjadi motivasi teman-teman yang lain untuk membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk meraih mimpi menyambut masa depan,” singkatnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Kukuhkan 75 Anggota Paskibraka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 3 Siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik Selengkapnya

Gerai belum Buka, Semester I/2026 KDMP Kedungpring, Balongpanggang Bukukan Omzet Rp 1,33 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Kinerja Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik menunjukkan tren positif. Semester I/2026 koperasi yang dipimpin oleh Budi Agustiawan mencatatkan omzet sebesar Rp 1,33 miliar tepatnya Rp 1.338.692.000. Bila di rata-rata omzet sebesar Rp 200 juta/bulan.

Uniknya lagi, penjualan mencapai miliar rupiah itu bisa tercapai gerai KDMP belum buka secara resmi. “Omzet berasal dari penjualan sembako dan lainnya. Semua barang adalah produk KDMP Kedungpring,” kata Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Merah Putih Kabupaten Gresik Rian Pramana Suwanda menirukan ucapan Ketua KDMP Kedungpring Budi Agustiawan pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Rian, sapaan akrab, Rian Pramana Suwanda,, mengapresiasi kebijakan yang dilakukan oleh pengurus KDMP Kedungpring ini. Ia berharap koperasi lain di Kabupaten Gresik bisa mencontoh strategi yang dilakukan oleh pengurus KDMP Kedungpring ini. “Pak Bupati Gresik (Fandi Akhmad Yani, Red) mengharapkan KDMP selain berjualan produk bersubsidi juga menjual produk sesuai potensi desa,” kata Rian yang juga Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gresik ini. 

Dalam waktu dekat gerai KDMP Kedungpring akan secara resmi dibuka. Saat ini, pengurus sedang melakukan pembangunan lahan kuliner UMKM. Sebab, selama ini, halaman depan gerai KDMP dimanfaatkan oleh masyarakat desa setempat untuk berjualan kuliner setiap sore hingga malam hari. 

Pasar kuliner yang semua pedagangnya warga desa setempat ini telah berhasil menggerakkan ekonomi warga. Sehingga, pengurus koperasi tetap memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk berjualan di kompleks KDMP Kedungpring.

Berdasarkan data yang didapat 1minute.id jumlah koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Gresik sebanyak 365 koperasi. Semuanya telah memiliki legalitas. Dalam pembentukan ratusan koperasi ini, Pemkab Gresik melalui APBD Gresik memberikan dukungan anggaran lebih kurang Rp 1 miliar. 

Pada Agustus 2026, membangun 356 gerai di Kabupaten Gresik. Rinciannya, 202 gerai telah selesai dibangun termasuk gerai KDMP Kedungpring; 63 gerai proses pembangunan dan 91 gerai yang belum terbangun. Selain dukungan anggaran dari Pemkab Gresik, sebanyak sepuluh perguruan tinggi memberikan bimbingan penyusunan proposal bisnis (probis).

Sepuluh perguruan tinggi itu, yakni ; Universitas Gresik (Unigres) ; Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) ; Universitas Qomaruddin dan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI). Kemudian, Universitas Negeri Surabaya  (Unesa) ; Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang ; Poltek Batu ; Universitas Ciputra ; dan Universitas Surabaya (Ubaya). “Pendampingan dari Universitas ini, diharapkan semua KDMP di Kabupaten Gresik bisa menyusun proposal bisnis yang sesuai dengan potensi desa masing-masing,” tegas Rian yang juga Rektor Universitas Gresik ini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Gerai belum Buka, Semester I/2026 KDMP Kedungpring, Balongpanggang Bukukan Omzet Rp 1,33 Miliar  Selengkapnya

Jadikan Hidup Sehat, Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat bersama Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – Hidup Sehat sudah menjadi gaya hidup bagi insan PT Petrokimia Gresik dan masyarakat Gresik. Ini terlihat dari antusiasme masyarakat mengikuti jalan sehat bersama PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-54 Petrokimia Gresik dan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini digelar di tiga wilayah, yakni Gresik pada 12 Juli, Babat, Lamongan pada 2 Agustus, serta Gunungsari, Surabaya, Minggu, 9 Agustus 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa jalan sehat atau fun walk yang rutin digelar setiap tahun merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam mendorong penerapan pola hidup sehat. Menurutnya, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menjaga produktivitas dan meningkatkan kualitas hidup.

“Melalui jalan sehat ini, Petrokimia Gresik mengajak peserta untuk membiasakan hidup aktif dan sehat. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan berolahraga secara rutin sekaligus menjaga kebugaran tubuh,” ujar Daconi.

Rangkaian jalan sehat tersebut diikuti oleh karyawan Petrokimia Gresik bersama keluarga serta masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Di Gresik, kegiatan menjadi bagian dari aktivitas kebersamaan karyawan dan keluarga, sementara di Babat dan Gunungsari, masyarakat sekitar turut berpartisipasi. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia.

“Kebiasaan hidup sehat dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Kami melihat antusiasme peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga lansia. Semoga kegiatan yang rutin kami laksanakan ini dapat mendorong keluarga untuk semakin aktif berolahraga dan menjaga kesehatan,” kata Daconi

Tidak hanya jalan sehat, Petrokimia Gresik juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung untuk memberikan manfaat lebih luas. Peserta dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara anak-anak dapat menikmati fasilitas permainan yang tersedia di lokasi kegiatan.

Petrokimia Gresik juga menyediakan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membuka stan dan memasarkan produknya. Kehadiran UMKM tersebut menjadikan kegiatan jalan sehat tidak hanya sebagai sarana olahraga dan silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Lebih lanjut, Daconi mengatakan kegiatan jalan sehat juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara perusahaan dengan insan perusahaan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, hubungan yang harmonis menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Jalan sehat ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang membangun kebersamaan. Di sini masyarakat, karyawan, dan keluarga dapat berbaur dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting bagi Petrokimia Gresik dalam menjalankan amanah, termasuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan optimal untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jadikan Hidup Sehat, Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat bersama Petrokimia Gresik Selengkapnya

Rebo Wekasan di Telaga Sumber, Peninggalan Sunan Giri, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Rawat Tradisi dan Perkuat Kerukunan

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri rangkaian tradisi Rebo Wekasan yang digelar masyarakat Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Tradisi Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan (terakhir) di bulan Safar 1448 Hijriah dipusatkan di kawasan Telaga Sumber ( salah satu telaga peninggalan Sunan Giri atau Muhammad Ainul Yaqin) di Dusun Sumber, Desa Kembangan tersebut diikuti ratusan warga. Warga tumplek-blek untuk doa bersama untuk memohon kesehatan, keselamatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan. 

Selain Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani,  kegiatan rutin tahunan sebagai wujud wujud rasa syukur kepada sang Khaliq dihadiri Kepala Desa Kembangan Ngadimin, Forkopimcam Kebomas, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kiai, serta sejumlah unsur masyarakat. Salah satu ulama yang hadir sekaligus memberikan tausiah adalah KH Ahmad Zakaria Al-Anshori.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hingga kini konsisten menjaga tradisi Rebo Wekasan secara turun-temurun. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta meningkatkan kerukunan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Pagi ini kita semua diberikan kesehatan sehingga dapat hadir bersama dalam majelis Rebo Wekasan, Rabu terakhir,” ujar Bupati Gresik.

Bupati menjelaskan bahwa pelestarian tradisi dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan karakter dan kearifan lokal masing-masing wilayah. Di Dusun Sumber, rangkaian Rebo Wekasan diisi dengan Mahalul Qiyam, doa bersama, serta kegiatan keagamaan lainnya.

“Macam-macam cara merawat tradisi. Di Sumber tadi ada Mahalul Qiyam bersama panitia dan adik-adik. Di Suci juga macam-macam. Alhamdulillah, tujuannya satu, mudah-mudahan kita semua mendapatkan rida Allah SWT,” tutur Gus Yani. 

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa doa  dan selamatan dalam tradisi Rebo Wekasan dapat menjadi momentum untuk bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta mendoakan keluarga dan seluruh masyarakat. “Yang sakit mudah-mudahan mendapatkan kesembuhan. Yang rezekinya mampet, mudah-mudahan dibukakan oleh Allah rezeki yang barokah,” katanya.

Selain pelestarian budaya, Bupati Gresik juga mengajak masyarakat Desa Kembangan untuk terus menjaga kerukunan, saling mendukung, dan memperkuat semangat gotong royong.

Menurutnya, semangat kebersamaan perlu terus dibangun melalui berbagai kegiatan masyarakat, termasuk rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang biasanya diisi dengan berbagai kegiatan dan perlombaan.

“Mudah-mudahan Desa Kembangan rukun semuanya, saling support dan gotong royong. Biasanya kalau 17-an banyak lomba. Mudah-mudahan lomba-lomba dan kegiatan seperti ini bisa mengguyubkan semangat gotong royong,” ungkapnya.

Sementara itu, Telaga Sumber yang menjadi lokasi pelaksanaan Rebo Wekasan memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal bagi masyarakat setempat. Telaga yang berada di kawasan Dusun Sumber tersebut secara turun-temurun dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan air hingga mendukung pengairan pertanian masyarakat sekitar.

Rangkaian kegiatan Rebo Wekasan juga diisi dengan tausiah oleh KH Ahmad Zakaria Al-Anshori. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pesan keagamaan mengenai pentingnya ikhtiar dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, sekaligus mengajak masyarakat memperbanyak doa dan selawat.

Salah satu rangkaian yang dilakukan adalah pembacaan Sholawat Tibbil Qulub sebagai bagian dari ikhtiar dan doa untuk kesehatan serta kebaikan bersama.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan santunan dan makan bersama. Momentum tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat Desa Kembangan.

Selain rangkaian doa dan selamatan, Panitia Sedekah Bumi Dusun Sumber, Desa Kembangan, juga menghadirkan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Jimat Layang Kalimosodo” di halaman Telaga Sumber. Pagelaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Sedekah Bumi sekaligus bentuk upaya masyarakat dalam melestarikan seni dan kebudayaan lokal.

Melalui pelaksanaan Rebo Wekasan dan Sedekah Bumi, masyarakat Desa Kembangan menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dan kebudayaan lokal dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai keagamaan. Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong agar kearifan lokal tetap terjaga sebagai bagian dari identitas masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kerukunan, dan semangat gotong royong. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Rebo Wekasan di Telaga Sumber, Peninggalan Sunan Giri, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Rawat Tradisi dan Perkuat Kerukunan Selengkapnya

Mentan Amran Sulaiman Blusukan ke  Sawah Terdampak Kekeringan di Gresik, Siapkan Pengairan dan Alsintan 

GRESIK,1minute.id – Menteri Pertanian Amran Sulaiman blusukan ke Desa Munggungianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Selasa, 11 Agustus 2026. Mentan Amran turun langsung melihat kondisi lahan pertanian terdampak kekeringan dengan didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Lahan pertanian yang terdampak kekeringan di desa itu luasnya lebih dari 200 hektare. Dalam kunjungan itu, Mentan Amran mengalokasikan sejumlah dukungan sarana dan prasarana pengairan bagi petani Kabupaten Gresik. Bantuan tersebut terdiri atas 54 unit irigasi perpompaan, 9 unit irigasi perpipaan, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 12 unit. 

Mentan Amran juga menyerahkan dua unit traktor roda dua kepada buruh tani. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses petani dan buruh tani terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan). Bagi Pemkab Gresik, dukungan tersebut tidak hanya menjadi solusi menghadapi kondisi kekeringan saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas pertanian dalam jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional. 

Mentan Amran mengatakan penanganan kekeringan akan dilakukan melalui dua pendekatan. Untuk lahan yang memiliki sumber air di sekitar area persawahan, pemerintah akan memberikan bantuan pompa. Sedangkan lahan yang tidak memiliki sumber air akan ditangani melalui pembangunan sumur dangkal.

“Kita bagi dua solusinya. Yang pertama, yang ada sumber air dekat dari sawah yang kekeringan, kita berikan pompa langsung. Tidak ada basa-basi, tidak birokrasi panjang. Yang kedua, yang tidak ada sumber air, kita siapkan sumur dangkal,” kata Mentan Amran.

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin ancaman kekeringan mengganggu produktivitas pertanian. Menurutnya, kondisi perberasan Jawa Timur saat ini relatif aman dengan produksi sekitar 1,3 juta ton, namun pemerintah tetap perlu melakukan mitigasi untuk menghadapi risiko kekeringan.

“Kita tenang, tetapi kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap berusaha keras untuk memitigasi risiko kekeringan yang terjadi tahun ini,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menyampaikan rencana perubahan regulasi agar buruh tani dapat memperoleh bantuan alsintan secara lebih mudah. Menurutnya, buruh tani selama ini masih menghadapi keterbatasan akses karena regulasi yang berlaku.

Ke depan, bantuan seperti traktor, combine harvester, alat tanam, dan alsintan lainnya akan dibuka lebih luas bagi buruh tani. Mekanisme pengusulannya juga akan disederhanakan dengan memperkuat peran penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Tanda tangannya tidak usah ribet. Cukup PPL kami terima. PPL tanda tangan, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya kepada yang membutuhkan,” kata Mentan Amran.

Terkait kebutuhan tersebut, Amran menyatakan pemerintah pusat siap melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian ATR/BPN apabila terdapat persoalan pertanahan yang perlu diselesaikan. Ia meminta kebutuhan tersebut disampaikan secara tertulis agar dapat segera dikoordinasikan.

“Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan layani. Tidak usah basa-basi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang turun langsung melihat kondisi lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para petani di Kabupaten Gresik. Bantuan ini tentu sangat berarti, terutama untuk menjaga ketersediaan air dan produktivitas lahan pertanian di tengah musim kemarau,” ujar Wabup Alif.

Wabup mengatakan dukungan pemerintah pusat menjadi dorongan bagi Gresik untuk semakin memperkuat berbagai upaya menjaga produktivitas pertanian. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi penting untuk memastikan petani tetap dapat berproduksi di tengah tantangan perubahan cuaca.

“Gresik siap bersinergi dan mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kami akan terus memperkuat infrastruktur pertanian, memastikan bantuan tepat sasaran, serta mendorong petani agar semakin produktif dan sejahtera,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Wabup Alif menambahkan, target swasembada pangan membutuhkan keterlibatan seluruh tingkatan pemerintahan, termasuk pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Gresik akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah pusat, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.

“Target swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Daerah juga memiliki peran penting. Karena itu, kami siap bergerak bersama, memastikan setiap dukungan yang diberikan pemerintah dapat benar-benar dirasakan dan berdampak bagi petani Gresik,” ujarnya.

Selain penanganan kekeringan jangka pendek, Pemkab Gresik juga terus mendorong penguatan infrastruktur sumber daya air, termasuk rencana pembangunan kolam retensi di wilayah selatan Gresik yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan berulang. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Mentan Amran Sulaiman Blusukan ke  Sawah Terdampak Kekeringan di Gresik, Siapkan Pengairan dan Alsintan  Selengkapnya

Spesial Curanmor di Gresik Dibekuk usai Gasak Motor Petani Balongpanggang 

GRESIK,1minute.id – Sepak terjang lelaki berinisial FH, terhenti sementara waktu. Lelaki 43 tahun itu ditangkap anggota Polsek Balongpanggang karena diduga telah mencuri sepeda motor milik Lambar, 52, petani Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan korban, Lambar, 52, warga Dusun Bangle, Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Gresik pada Kamis, 6 Agustus 2026 pukul 15.30 WIB.

Saat itu, korban datang ke sawah untuk memanen tanaman kangkung. Sepeda motor Honda Supra Fit bernopol L 3372 XQ miliknya diparkir di tepi jalan area persawahan dengan kondisi kunci kontak masih menempel. Ketika sedang berada di sawah, korban mendengar suara sepeda motornya dibawa seseorang ke arah selatan. Korban kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pengejaran.

Pengejaran berlanjut hingga ke sekitar Waduk Dusun Gadel, Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang. Korban akhirnya menemukan sepeda motornya, sementara orang yang membawa kendaraan tersebut berusaha melarikan diri. “Warga sekitar kemudian membantu melakukan pengejaran hingga terduga pelaku berhasil diamankan di belakang sebuah warung kopi,” kata Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit Mariyanto.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Supra warna hitam dengan nomor polisi L 3372 XQ. Polisi kemudian melakukan pengembangan. Hasilnya, tersangka diduga tidak hanya melakukan pencurian di wilayah Balongpanggang.

Tersangka juga diduga melakukan aksi serupa di sejumlah lokasi lain di Kabupaten Gresik. Tiga lokasi yang turut didalami polisi yakni Perumahan BP Kulon, Jalan Ikan Krapu Selatan No. 02, Sidokumpul, Kecamatan Gresik, pada 5 Agustus 2026. Jalan Ibrahim Zahier II Gang 3A/2B, Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, pada 15 Juli 2026. Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, dalam perkara percobaan pencurian yang terjadi sekitar Juli 2026.

“Untuk perkara dan lokasi lainnya masih dilakukan pendalaman dan koordinasi dengan Satreskrim Polres Gresik,” ujarnya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp2 juta. Tersangka dijerat Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kapolres Gresik juga mengimbau perusahaan maupun masyarakat agar tidak ragu melaporkan kejadian mencurigakan kepada kepolisian sehingga dapat segera ditindaklanjuti. Selain melalui layanan darurat 110, masyarakat juga dapat menyampaikan laporan melalui Hotline Lapor Cak Rama di 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Spesial Curanmor di Gresik Dibekuk usai Gasak Motor Petani Balongpanggang  Selengkapnya

Pemkab Gresik dan PT Smelting Kick Off Program Pesisir Lestari Tanam 10.000 Mangrove 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkolaborasi dengan PT Smelting memperkuat sinergi penyelamatan lingkungan pesisir melalui Kick Off Program Konservasi Mangrove dengan penanaman 10.000 bibit mangrove di Dusun Ujung Timur (Brang Wetan), Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Langkah strategis mengusung tema “Pesisir Lestari – Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga ekosistem pesisir dari ancaman abrasi sekaligus mengamankan ruang hidup generasi masa depan di wilayah pesisir. 

Acara kick off ini dihadiri langsung oleh Bupati Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah beserta jajaran manajemen PT Smelting, perangkat desa, dan komunitas peduli lingkungan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memitigasi dampak perubahan iklim. Dikatakan, pemilihan Desa Randuboto sebagai pusat gerakan dinilai sangat tepat karena kawasan ini memiliki potensi ekologis besar yang perlu dilindungi secara berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih  kepada PT Smelting yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan di Kabupaten Gresik,” ujarnya. 

Menurutnya,  wilayah pesisir memiliki arti yang sangat penting, karena pesisir bukan hanya ruang ekologis, tetapi juga menjadi ruang kehidupan dan sumber penghidupan bagi masyarakat. Untuk itu, menjaga ekosistem pesisir merupakan tanggung jawab kita bersama, mangrove memiliki peran yang sangat strategis, membantu melindungi pantai dari abrasi, menjadi tempat hidup berbagai jenis biota, menjaga  kualitas ekosistem pesisir, serta berperan dalam  menyerap karbon dan menghadapi dampak perubahan iklim. 

“Kegiatan yang kita lakukan hari ini bukan  sekadar menanam 10.000  bibit mangrove. Kita sedang menanam perlindungan bagi pesisir Gresik, menanam kepedulian terhadap lingkungan, dan menanam harapan untuk generasi yang akan datang,” ungkap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menilai, kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih besar karena melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, pemerintah desa, masyarakat, komunitas, hingga anak-anak dan generasi muda. Inilah semangat yang harus terus kita bangun di Kabupaten Gresik, yaitu kolaborasi dan gotong royong dalam menjaga lingkungan.

Ia menambahkan pemerintah tidak mungkin  bekerja sendiri, dunia usaha memiliki peran, masyarakat memiliki peran, komunitas memiliki peran, dan generasi muda juga memiliki peran. Karena itu, saya berharap program “Pesisir Lestari” ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman hari ini. Yang  lebih penting adalah  bagaimana setelah  ditanam, mangrove ini kita rawat dan kita jaga bersama. 

“Saya berharap Pemerintah Desa Randuboto bersama masyarakat dan kelompok pengawas dapat terus melakukan pemeliharaan dan pengawasan. Sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ucap mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Ia mengharapkan ke depan, kawasan mangrove ini juga dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi lingkungan, kawasan konservasi, dan potensi ekowisata berbasis masyarakat. Sehingga kelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Target kita harus berdampak kepada keberlanjutan di masyarakat terutama menurunkan kemiskinan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir,” harapnya.

Pihaknya mengajak untuk menjadikan momentum hari ini sebagai langkah bersama untuk memperkuat komitmen dalam menjaga lingkungan di Kabupaten Gresik. Mari tanam mangrove, rawat, dan jaga bersama. Karena apa yang kita tanam hari ini, manfaatnya mungkin bukan hanya untuk kita, tetapi terutama untuk anak cucu kita di masa yang akan datang. 

“Karena kita tidak ingin mewariskan hanya  pembangunan kepada generasi mendatang. Kita  juga harus mewariskan lingkungan yang sehat,  pesisir yang terlindungi, dan alam yang tetap lestari,” tambahnya. 

“Semoga  program “Pesisir Lestari-Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta masyarakat Kabupaten Gresik,” tutupnya. 

Di tempat sama, Presiden Direktur PT Smelting Darma Djojonegoro, mengatakan bahwa kontribusi penanaman 10.000 bibit mangrove ini bukan sekadar pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan investasi lingkungan jangka panjang. Selain berfungsi sebagai benteng alami penahan gelombang laut, hutan mangrove yang lestari nantinya diharapkan dapat menjadi pusat edukasi lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis ekowisata bagi warga Sidayu.

Pihaknya, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. Ia menambahkan, tahun ini PT Smelting memperingati HUT ke 30 dimana ini tidak dapat dipisahkan dengan Pemkab Gresik dalam tumbuh dan berkembang. Dalam menjaga lingkungan di masyarakat pihaknya bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup sebagai salah satu wujud nyata atas keberlanjutan lingkungan. 

“Mangrove mempunyai peran penting dalam menjaga lingkungan dan masyarakat sesuai tagline “Menjaga Mangrove Mengamankan Generasi Mendatang”. Keberhasilan ini tidak dapat dicapai sendiri tanpa kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Desa Randuboto, Andhi Sulandra menambahkan, Pemerintah Desa Randuboto, terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan pesisir di wilayahnya. Upaya nyata ini dibuktikan dengan perlindungan kawasan hutan mangrove seluas 200 hektare secara utuh dan berkelanjutan sejak lebih dari satu dekade lalu. “Desa Randuboto mempunyai kawasan mangrove seluas 200 hektare, dan ini sudah kita jaga utuh mulai dari tahun 2013,” ujarnya. 

Menurut Andhi, langkah konsisten sejak tahun 2013 tersebut berhasil mempertahankan fungsi utama mangrove sebagai benteng alami dari abrasi pantai. Selain berdampak positif bagi lingkungan, kelestarian mangrove juga menjadi modal berharga bagi desa dalam mengembangkan potensi ekowisata berbasis lingkungan serta menjaga produktivitas biota laut yang menjadi sumber penghasilan nelayan lokal.

“Komitmen menjaga ekosistem pesisir ini bukan hal baru bagi warga kami. Seluruh elemen masyarakat telah bergerak bersama untuk memastikan agar mangrove tetap tumbuh lestari,” singkatnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik dan PT Smelting Kick Off Program Pesisir Lestari Tanam 10.000 Mangrove  Selengkapnya