Yuuuk Pulang Kampung, Reuni SMAN Gresik 79-80-81 Penuh Kehangatan dan Nostalgia

GRESIK, 1minute.id – Suasana penuh kebersamaan dan nostalgia mewarnai reuni temu kangen alumni SMAN Gresik angkatan 79-80-81 yang digelar Sabtu pagi, 3 Oktober 2026.

Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Jalan Kalimantan GKB, Gresik ini menjadi momen spesial bagi para peserta untuk menjalin tali silaturahmi setelah lebih dari empat dekade berpisah. 

Selain menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat persaudaraan antar alumni serta mengenang masa-masa saat bersekolah di SMAN Klorak, sebutan sekolah saat itu karena lingkungan sekolah masih berpagar tanaman klorak.

Dengan mengangkat tema “Yuuuk Pulang Kampung”, acara berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, apalagi saat guest star Farhan tampil energik, acara semakin meriah.

Hudi Soeyanto dalam sambutannya menyampaikan, terselenggaranya reuni ini adalah hasil kolaborasi dan kekompakan seluruh alumni yang tergabung dalam jejaring alumni 79-80-81. Dukungan moril dan materiil dari para alumni membuat acara bisa terselenggara dengan sukses dan meriah.

“Tingkat kehadiran alumni yang mencapai 85 persen membuktikan bahwa semangat silaturahmi dan kebersamaan di antara alumni masih sangat kuat,” ujar alumni 1979 ini.

Udik Soetarto, salah satu panitia mengaku, reuni ini menjadi ajang untuk mengenang masa-masa indah saat masih berseragam putih coklat khaki, sekaligus mempererat hubungan antar alumni serta memberikan penghormatan kepada para guru yang telah berjasa membimbing hingga menjadi pribadi yang sukses.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh guru atas kesabaran, ketekunan dan dedikasi dalam mendidik kami hingga seperti ini,” kata Udik didampingi Humas Ari Wahjoedi yang alumni 1981.

Sementara itu salah satu guru yang hadir, Halimatus Sa’diyah menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para alumni yang mampu menyelenggarakan acara dengan penuh kekeluargaan dan nuansa kebersamaan.

“Melihat semangat dan solidaritas alumni, sungguh membanggakan. Apalagi kepedulian mereka terhadap almamater dan guru, menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur yang kami tanamkan dahulu masih melekat kuat,” ungkap Bu Halimah, sapaan akrabnya. 

Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menginspirasi angkatan lainnya untuk terus menjaga silaturahmi dan rasa cinta terhadap almamater serta para guru.

Aunur Rofiq, selaku penasihat panitia menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh alumni yang telah hadir. Ia juga menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada para guru.

“Setelah empat dekade, akhirnya kita bisa berkumpul kembali. Ini bukan hanya reuni biasa, tapi juga ajang penghargaan atas jasa guru-guru kita tercinta,” pungkas Cak Nung, panggilan akrabnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Yuuuk Pulang Kampung, Reuni SMAN Gresik 79-80-81 Penuh Kehangatan dan Nostalgia Selengkapnya

Banana Island Karya Riyanto, Pelukis Gresik Dikoleksi Titiek Soeharto di Art Jakarta

GRESIK, 1minute.id – Lukisan karya Mohammad Riyanto berjudul _Banana Island_ dikoleksi Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Ketua Komisi IV DPR RI itu kesengsem goresan tangan pelukis asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tersebut saat pameran di Art Jakarta Booth E.26 MTN Market, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pameran berlangsung 2-4 Oktober 2026. Riyanto, pelukis kaligrafi beraliran surealisme, menjadi salah satu peserta pameran tersebut.

“Bu Titiek Soeharto koleksi karya kulo mas. Barusan angsal info saking MAM studio dinding luar,” kata Riyanto melalui WhatsApp pada Ahad, 4 Oktober 2026.

“Banana Island” dilukis dengan media acrylic on canvas berukuran 50×40 sentimeter.  “Art Jakarta ini kelanjutan dari acara di Mini Art Malang kemarin, Founder Studio Dinding Luar,” imbuhnya.

Menurut Riyanto, makna “Banana Island” adalah di dalam air yang jernih, sebatang pisang menjadi sebuah pulau kecil, dikelilingi manusia yang menyelam mencari kehidupan. Air adalah simbol kehidupan, sementara pisang melambangkan kesederhanaan dan sumber kehidupan.

Manusia terus menyelam mengejar dunia, hingga terkadang lupa untuk berhenti dan melihat apa yang telah Tuhan berikan. 

“Banana Island” mengajak kita merenung bahwa kehidupan hanyalah titipan. Di balik kesibukan dan pencarian, ada Tuhan yang selalu hadir, mengingatkan kita untuk kembali kepada kesederhanaan dan bersyukur.

Wadah kaca menjadi batas yang tak selalu disadari. Dari luar, dunia tampak luas. Dari dalam, manusia merasa bebas bergerak ke mana saja. Tetapi sebenarnya ia berada dalam sebuah ruang yang telah ditentukan.

“Mungkin menarik ada barcodenya mas. Bisa gerak,” terang lelaki 49 tahun itu.

Riyanto adalah pelukis kaligrafi yang sedang naik daun. Sejumlah karyanya menjadi koleksi tokoh nasional dan internasional.

Tokoh nasional yang mengoleksi karya Riyanto di antaranya, lukisan berjudul Ikan Bandeng yang menjadi koleksi Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ada juga yang dikoleksi mantan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, KH. Afifuddin Dimyati, putra KH. Dimyati Romli sekaligus pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Peterongan Jombang, dan KH. Muammar ZA, qori internasional asal Indonesia.

Riyanto mengaku belajar kaligrafi dari Ustadz Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Banana Island Karya Riyanto, Pelukis Gresik Dikoleksi Titiek Soeharto di Art Jakarta Selengkapnya

Bos Toko Bangunan di Gresik Ditemukan Tewas, Polisi Amankan Perempuan 22 Tahun, Dalami Motif

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menangkap seorang perempuan di Jalan Raya Beji, Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 3 Oktober 2026. 

Perempuan muda berusia 22 tahun itu diduga pelaku pembunuhan bos toko bangunan di desa itu. Pemuda berinisial MF, 23 tahun itu ditemukan tewas di tokonya pukul 08.00 WIB. 

Kini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku. Motif juga dialaminya. Bos toko bangunan itu ditemukan tewas dari laporan call center Polri 110. 

Anggota reskrim Polsek Menganti bersama Satreskrim Polres Gresik kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan perempuan berinisial IR  Warga sudah berjubel di lokasi. 

Dalam penanganan awal tersebut, polisi juga mengamankan seorang perempuan berinisial IR, 22 tahun yang berada di lokasi kejadian.

Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gresik selanjutnya melakukan olah TKP, dokumentasi, serta mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut.

“Seorang perempuan sudah kami amankan. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik untuk mendalami peristiwa yang terjadi,” kata Prasetyo pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Polisi juga masih meminta keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti yang telah diamankan dari TKP. Sejumlah barang bukti turut diamankan, diantaranya pakaian korban dan terduga pelaku.

Prasetyo menegaskan, penyidik masih melakukan pendalaman dan belum menyampaikan kesimpulan terkait motif maupun rangkaian lengkap perkara tersebut.

“Untuk motif dan rangkaian kejadian secara keseluruhan masih kami dalami. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun barang bukti yang ada,” ujarnya.

Peristiwa tersebut bermula dari laporan yang diterima melalui layanan Call Center Polri 110. Layanan 110 merupakan kanal resmi Polri yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan atau pengaduan terkait kejadian darurat maupun tindak kejahatan.

Selain 110, masyarakat di wilayah Gresik juga dapat menyampaikan laporan melalui layanan Lapor Kapolres Gresik (Cak Rama) melalui WhatsApp di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bos Toko Bangunan di Gresik Ditemukan Tewas, Polisi Amankan Perempuan 22 Tahun, Dalami Motif Selengkapnya

Audit Blackspot Krikilan, Polres Gresik Gandeng ITS dan Polda Jatim

GRESIK, 1minute.id – Satlantas Polres Gresik mengaudit Jalan Raya Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik yang masuk kategori rawan kecelakaan atau blackspot.

Audit dilakukan bersama Tim Audit dan Inspeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jawa Timur, pakar transportasi ITS Surabaya, serta lintas instansi pada Jumat 2 Oktober 2026.

Audit dipimpin Ketua Tim Audit dan Inspeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim Kompol Heru Sudjio Budi Santoso, bersama pakar transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Dr. Anak Agung Gde Kartika.

Turut mendampingi Kanit Gakkum dan Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik mewakili Kasat Lantas AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie.

Survei lapangan dilakukan langsung di Jalan Raya Krikilan. Tim mengecek kondisi jalan, arus lalu lintas, penerangan, marka, hingga perilaku pengendara.

Kegiatan melibatkan Dishub Provinsi Jatim, Dishub Gresik, Dinas PUTR Gresik, dan Jasa Raharja. Setelah survei, dilanjutkan pemaparan dan analisis kecelakaan di Aula Nuvo Wingsurya, Driyorejo.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie mengatakan, hasil audit menjadi bahan evaluasi bersama penanganan blackspot.

“Hasil supervisi ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk menangani titik rawan kecelakaan di Jalan Raya Krikilan. Tidak hanya dari sisi penegakan hukum, tetapi juga bagaimana kondisi jalan, penerangan, marka, hingga perilaku pengguna jalan bisa kita perbaiki secara bersama-sama,” kata Syakhranie.

Menurut dia, penanganan titik rawan tidak bisa dilakukan sepihak. Butuh kolaborasi kepolisian, pemerintah daerah, pengelola jalan, dan ahli transportasi agar langkah yang diambil terukur dan tepat sasaran. Audit berjalan aman, lancar, dan terkendali. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Audit Blackspot Krikilan, Polres Gresik Gandeng ITS dan Polda Jatim Selengkapnya

Satu Dekade Berdiri, Batik Bangsawan Legowo Go Internasional Berkat Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – Dari sebuah gang sempit di Desa Legowo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Batik Bangsawan kini menembus pasar global hingga Thailand dan New York.

Capaian itu tak lepas dari pendampingan berkelanjutan  PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia. 

Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, Petrokimia Gresik mengisahkan perjalanan satu dekade Batik Bangsawan yang dirintis sejak 2016.

Usaha milik Midhiatul Fitriyah ini berawal dari nol. Bersama almarhum suaminya, perempuan yang akrab disapa Fitri itu merintis usaha di tengah keterbatasan modal, pengetahuan produksi, hingga pemasaran.

“Saya ini didampingi dari nol. Dulu saya hanya berdagang. Alhamdulillah sekarang bisa seperti ini,” ujar Fitri.

Kini hasilnya terlihat. Batik Bangsawan mampu mencatat omzet sekitar Rp70 juta per bulan dan membuka lapangan kerja bagi sembilan orang di lingkungan sekitarnya.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda, menegaskan pendampingan tersebut bertujuan membangun fondasi usaha yang kuat.

“Yang ingin kami dorong adalah bagaimana UMKM terus meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya, kemudian tumbuh menjadi usaha yang semakin kuat dan memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Batik Bangsawan menjadi gambaran bagaimana pendampingan berkelanjutan dapat membuka lebih banyak peluang,” ujar Nuril.

Salah satu tonggak penting adalah diraihnya sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) pada 2025 dengan dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik.

Penguatan kualitas itu membuka pintu ke panggung yang lebih luas. Pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, Batik Bangsawan bersama Gula Aren Temon difasilitasi Petrokimia Gresik untuk bertemu calon pembeli mancanegara.

Langkah itu berlanjut di INACRAFT 2026. Bersama OG Jewelry dan Deweluxe, Batik Bangsawan menjadi bagian dari 20 UMKM binaan Pupuk Indonesia Group yang tampil. Booth UMKM binaan Pupuk Indonesia bahkan dikunjungi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat pembukaan.

Dampaknya, pemasaran yang semula hanya di Gresik kini merambah pasar nasional dan internasional, termasuk melalui platform digital. Batik Bangsawan juga meraih penghargaan Platinum pada Bina Mitra UMKM Award 2025.

“Di forum pameran itu kami tidak hanya bisa promosi, tetapi juga belajar. Kami jadi tahu bagaimana memperkenalkan produk dan mendapatkan pengalaman baru,” tutur Fitri.

Dukungan nyata juga dirasakan dari kepercayaan Petrokimia Gresik yang menggunakan produk Batik Bangsawan untuk kebutuhan suvenir perusahaan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Petrokimia Gresik. Tidak hanya diberikan pelatihan, kami juga dibantu dalam penjualan. Berkat pendampingan dan bimbingannya, UMKM batik saya sampai saat ini masih eksis dan terus diminati,” katanya.

Nuril menambahkan, pengembangan UMKM batik memiliki dampak ganda.

“Ketika UMKM batik tumbuh, ada lapangan pekerjaan yang tercipta, ekonomi masyarakat yang ikut bergerak, sekaligus warisan budaya yang terus hidup dan semakin dikenal. Inilah dampak yang ingin terus kami dorong,” tandas Nuril.

Fitri pun berharap usahanya terus berkembang. “Dulu saya mulai dari kecil sekali. Sekarang Alhamdulillah bisa memberikan pekerjaan untuk orang lain. Saya berharap Batik Bangsawan bisa terus berkembang, semakin dikenal, dan membawa nama Gresik lebih jauh,” pungkasnya.

Pendampingan Petrokimia Gresik dilakukan secara komprehensif, mulai dari akses permodalan, peningkatan kapasitas melalui pelatihan, dukungan standardisasi produk, hingga fasilitasi promosi dan pemasaran. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Satu Dekade Berdiri, Batik Bangsawan Legowo Go Internasional Berkat Petrokimia Gresik Selengkapnya

Atasi Kekeringan, Pemkab Gresik dan FOZ Droping 36 Ribu Liter Air Bersih di Balongpanggang

GRESIK,1minute.id – Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih terjadi di Gresik.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Kali ini, penyaluran dilakukan di Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang pada Rabu, 30 September 2026. Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Gresik, bantuan tersebut menyasar 315 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut.

Bantuan yang disalurkan sebanyak 7 tangki. Rinciannya, dua tangki dari BPBD Gresik dengan dua ritase dan kapasitas 11.000 liter dan lima tangki dari Forum Zakat (FOZ) Gresik dengan total kapasitas 25.000 liter. Total air bersih yang didroping mencapai 36.000 liter.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang akrab disapa Gus Yani hadir langsung dalam penyaluran tersebut. Ia bahkan ikut membantu mengisikan air ke wadah yang telah disiapkan warga.

“Saya Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik, mengucapkan syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada semua pihak yang berperan, termasuk Forum Zakat,” ujar Gus Yani.

Bantuan ini disambut lega warga. Selama hampir dua bulan, mereka kesulitan air bersih karena sumber air yang ada terasa asin dan keruh. “Alhamdulillah senang, persediaan air sudah menipis. Sudah hampir dua bulan di sini kekeringan. Terima kasih bantuannya,” ungkap Aji, salah satu warga.

Hal senada disampaikan Sarni, 65. “Terima kasih Bapak Yani, kami dikirimi air. Semoga sehat semuanya,” ucapnya.

Selain Desa Ganggang, droping air bersih juga dilakukan sejumlah wilayah terdampak kekeringan lainnya, yakni Desa Tenggor, dan Desa Dohoagung. Keduanya di Kecamatan Balongpanggang. Kemudian, Desa Deliksumber, Kecamatan Benjeng dan Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Atasi Kekeringan, Pemkab Gresik dan FOZ Droping 36 Ribu Liter Air Bersih di Balongpanggang Selengkapnya

Bahayakan Pengendara, Truk Tanpa Terpal di Pantura Gresik Ditilang Polisi

GRESIK, 1minute.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menindak tegas truk angkutan barang yang nekat melintas tanpa terpal penutup di sepanjang Jalur Pantura, Kabupaten Gresik.

Penertiban dilakukan dalam patroli rutin di Jalan Deandles (Jalur Pantura). Sejumlah sopir kedapatan membiarkan muatan terbuka sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie, menegaskan penggunaan terpal bukan sekadar aturan administratif, melainkan menyangkut keselamatan.

“Penggunaan terpal pada kendaraan angkutan barang merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan. Muatan yang tidak ditutup berpotensi berjatuhan ke badan jalan dan membahayakan pengendara lain,” kata Hariyazie, pada Selasa, 29 September 2026.

Menurutnya, penindakan ini bukan hanya soal pelanggaran lalu lintas, tetapi upaya pencegahan kecelakaan.

“Kami tindak tegas kendaraan angkutan barang yang membawa muatan tanpa menggunakan terpal. Ini bukan semata-mata soal pelanggaran, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Selain penindakan berupa tilang sesuai ketentuan, petugas di lapangan juga memberikan edukasi kepada para sopir untuk memastikan muatan tertutup rapat dan terikat kuat sebelum melanjutkan perjalanan.

“Jangan sampai muatan berjatuhan di jalan dan kemudian menyebabkan pengendara lain celaka. Kami imbau para sopir untuk selalu memperhatikan keamanan muatan sebelum berkendara,” ujarnya.

Hariyazie menambahkan, pengawasan dan penertiban akan terus digencarkan demi mewujudkan Kamseltibcarlantas di wilayah Kabupaten Gresik.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan angkutan barang yang tidak memenuhi ketentuan. Harapannya, para pengusaha maupun sopir truk semakin tertib dan mengutamakan keselamatan,” pungkasnya. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Bahayakan Pengendara, Truk Tanpa Terpal di Pantura Gresik Ditilang Polisi Selengkapnya

Bupati Gresik Perkuat Pola Asuh Sekolah Rakyat, Dorong Kedisiplinan dan Pemberdayaan Keluarga

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong penguatan pola pengasuhan dan pendampingan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu.

Hal tersebut disampaikan saat membuka diskusi pembinaan dan penguatan kelembagaan bersama jajaran pengelola SRT 1 Gresik pada Selasa, 29 September 2026.

Diskusi tersebut membahas sejumlah aspek penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari penguatan pendidikan, pola pengasuhan, pendampingan peserta didik, hingga pemberdayaan keluarga. 

Bupati yang akrab disapa Gus Yani mengatakan, keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, tidak hanya sekolah, tetapi juga wali asuh, pengasuh asrama, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta keluarga peserta didik.

“Alhamdulillah kita bisa bertemu dalam rangka koordinasi segala urusan yang ada di Sekolah Rakyat, khususnya yang ada di Gresik. Kita diskusikan terkait manajemen, problem, dan persoalannya untuk kita carikan solusi segera agar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Yani.

Menurutnya,  proses adaptasi peserta didik terhadap lingkungan sekolah dan kehidupan berasrama membutuhkan pendekatan yang tepat karena setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan pendampingan berbeda.

“Kita upayakan bisa kembali dengan berbagai pendekatan. Kita coba pendekatan segera dan tetap menentukan batas waktu,” imbuh Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Selain pendidikan, Gus Yani  menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kedisiplinan melalui kebiasaan sehari-hari.  “Kedisiplinan yang bagus itu dimulai dari hal-hal sepele, seperti waktu makan, kerajinan dalam menjaga barangnya, dan kebiasaan sehari-hari. Pola asuh juga bisa disesuaikan, agar ada kedisiplinan yang baik,” ungkapnya. 

Ia meminta seluruh unsur pendamping memastikan lingkungan Sekolah Rakyat tetap aman,  nyaman dan mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik, Ummi Khoiroh menjelaskan, Sekolah Rakyat mengedepankan konsep kesetaraan dan pemberdayaan secara menyeluruh.

“Konsep Sekolah Rakyat ini adalah kesetaraan. Anak-anak kita sekolahkan, rumahnya kita berdayakan, dan orang tuanya juga kita berdayakan. Jadi, pendampingannya tidak hanya kepada anak, tetapi juga kepada keluarganya,” ujarnya.

Pendampingan dilakukan terpadu dengan melibatkan guru, pengasuh asrama, wali asuh, serta pendamping PKH. Pendampingan tidak berhenti pada peserta didik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan keluarga.

Dalam diskusi, pengelola asrama juga menyampaikan masukan terkait penguatan sumber daya pendamping, layanan kesehatan, serta sarana transportasi untuk peserta didik.

Di sisi lain, Pemkab Gresik mendorong pemberdayaan keluarga peserta didik melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pendamping PKH dapat mengusulkan keluarga peserta didik yang memenuhi kriteria untuk mendapat dukungan tersebut.

“Teman-teman pendamping PKH bisa mengusulkan dan merekomendasikan penerima RTLH dari keluarga siswa yang memang layak mendapatkan. Ini membuktikan Sekolah Rakyat juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Gus Yani. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Perkuat Pola Asuh Sekolah Rakyat, Dorong Kedisiplinan dan Pemberdayaan Keluarga Selengkapnya

Kapolres Gresik Kembalikan Motor Curian ke Korban Gratis, Residivis Curanmor Ditembak

GRESIK,1minute.id – Sepak terjang duo residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial SH, 24 tahun dan MP, 23, tahun terhenti sementara waktu. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik memberikan hadiah timah kepada terduga pelaku curanmor yang beraksi di enam tempat kejadian perkara (TKP) itu. Semuanya di wilayah hukum Polres Gresik.

“Mereka ketika ditangkap melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur,” kata Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat konferensi pers di Mapolres Gresik pada Selasa, 29 September 2026.

Kedua pelaku curanmor asal Surabaya itu ditangkap di Jalan Usman Sadar, Gresik pukul 13.30 WIB. Mereka beraksi di sebuah minimarket waralaba di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas pukul 10.30 WIB. 3 jam pascaberaksi.

“Penangkapan terhadap kedua terduga pelaku tidak lebih dari 24 jam,” imbuh AKBP Ramadhan didampingi Kasatreskrim AKP Mohammad Prasetyo dan Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza.

Barang bukti yang diamankan, yakni : delapan mata kunci, dua kunci L, satu magnet, satu kunci pas ring, tiga kunci motor yang diduga palsu, satu unit Honda Beat milik Amelia, satu unit Honda Beat Street yang digunakan sebagai sarana, dua telepon seluler, jaket, topi, helm, serta rekaman CCTV.

Hasil pengembangan, keduanya mengaku beraksi di enam tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Gresik, yakni:

1. Minimarket Randuagung – Honda Beat hitam

2. Minimarket depan Kecamatan Kebomas – Honda Scoopy abu-abu

3. Toko di Jalan Sunan Giri, Kebomas – Honda Scoopy putih

4. Minimarket Jalan Jawa, GKB – Honda Beat merah-hitam

5. Toko elektronik Jalan Panglima Sudirman – Honda Beat abu-abu

6. Toko roti GKB – Honda Vario hitam

Lima dari enam motor hasil curian diduga telah dijual. “Kami terus melakukan pengembangan untuk mencari motor para korban tersebut,” tegas AKBP Ramadhan Nasution. 

Satu motor milik korban Amelia berhasil diamankan dan langsung dikembalikan.

Amelia menceritakan motornya raib saat belanja di minimarket Jalan Wahidin pada Jumat, 26 September 2026, sekitar pukul 10.50 WIB. Padahal stang sudah terkunci dan lubang kunci tertutup. Hanya 20 menit ditinggal, motornya hilang.

“Saya tidak menyangka polisi bisa cepat menangkap pelakunya dan menemukan motor saya. Terima kasih Polres Gresik,” ujar Amelia.

Ia pun mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepolisian. “Terimakasih Polres Gresik sudah berhasil dengan cepat menangkap pelaku dan menemukan motor saya dan mohon hati hati dalam parkir ganda Karena saya juga saya kunci tapi masih berhasil dicuri, semoga Polres Gresik dalam keadaan kesehatan,” tegasnya.

Polisi Kembalikan 4 Motor Korban Lain

Selain kasus tersebut, Kapolres juga mengembalikan empat sepeda motor hasil ungkap kasus curanmor lain di wilayah Balongpanggang, Kedamean, Panceng, dan Kebomas kepada pemiliknya secara gratis.

“Kami Asnan, Khoirul, Masyidul, Mohamad Shodiq mengucapkan terimakasih jajaran kepolisian resor Gresik sudah berhasil dan sukses menangkap pelaku serta mengembalikan motor kami. Alhamdulillah kendaraan kami bisa digunakan untuk kerja, sepeda motor dikembalikan secara gratis,” katanya. 

Kapolres mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat parkir di tempat umum. “Masyarakat yang memarkirkan kendaraan di tempat umum diharapkan memastikan kendaraan telah dikunci dengan baik dan tidak meninggalkan barang berharga,” kata alumnus Akpol 2006 itu.

Jika menjadi korban atau mengetahui tindak curanmor, warga diminta segera melapor ke hotline 110 atau Lapor Kapolres Gresik (Cak Rama) di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Kembalikan Motor Curian ke Korban Gratis, Residivis Curanmor Ditembak Selengkapnya

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Petrokimia Gresik Dorong Ketahanan Pangan Lewat Program GEMBALA

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), mengembangkan program Gerakan Masyarakat Budidaya Ayam dan Ikan Lele Asri (GEMBALA) Lestari Bumi bagi masyarakat di delapan kelurahan/desa sekitar perusahaan. 

Implementasi program ditandai dengan penyerahan bantuan untuk mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penerapan ekonomi sirkular secara simbolis di Kelurahan Kroman, Kabupaten Gresik, beberapa waktu lalu.

Masing-masing desa mendapatkan 12 ekor ayam petelur dan berpeluang ditingkatkan menjadi 24 ekor berdasarkan hasil penilaian. Produksi telur diperkirakan mencapai 220–290 butir per ekor per tahun. Potensi tambahan pendapatan sekitar Rp 489 ribu hingga Rp 1 juta per bulan.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda, mengatakan seluruh bantuan GEMBALA telah didistribusikan kepada delapan desa penerima dengan total nilai dukungan sekitar Rp102 juta.

“Program GEMBALA kami rancang bukan sekadar memberikan sarana budidaya, tetapi membangun ekosistem yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan pangan sekaligus membuka potensi pendapatan,” ujar Nuril.

Dukungan tersebut meliputi kandang ayam petelur, kandang maggot, kolam ikan dan hidroponik, biopori, planter bag untuk budidaya cabai dan tomat, serta dukungan operasional Rp2,5 juta per desa. Para pengelola juga mendapat pelatihan, mentoring, dan pendampingan.

Konsep ekonomi sirkular diterapkan melalui pengolahan sekitar 50 kilogram limbah organik per bulan dengan bantuan Petro Gladiator, serta pengembangan sekitar 500 gram maggot yang dimanfaatkan dalam ekosistem budidaya ayam, lele, dan tanaman.

“Pemberdayaan dapat dimulai dari skala sederhana. Yang terpenting adalah masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola serta mengembangkan kegiatan tersebut secara mandiri,” jelas Nuril.

Ke depan, sejumlah lokasi GEMBALA direncanakan berkembang menjadi sarana edukasi bagi anak TK dan SD untuk mengenalkan praktik budidaya, pengelolaan lingkungan, serta konsep ekonomi sirkular sejak dini. 

Pengembangan fungsi edukasi itu juga berpotensi memberikan nilai tambah melalui kegiatan kunjungan atau study tour.

“GEMBALA kami harapkan dapat menjadi contoh bahwa pemberdayaan masyarakat bisa berjalan beriringan dengan prinsip ekonomi sirkular. Dari limbah kita olah, dari lahan yang tersedia kita hasilkan pangan, dan dari proses tersebut kita ciptakan peluang ekonomi,” pungkas Nuril.  (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Petrokimia Gresik Dorong Ketahanan Pangan Lewat Program GEMBALA Selengkapnya