Sosok Aiptu Bambang, Anggota Satlantas Polres Gresik, Jawara Safety Riding Hari Bhayangkara ke-80 Polda Jatim

GRESIK,1minute.id – Kepiawaian Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Bambang Kurniawan dalam kemampuan berkendara aman dan profesional terbaik di polres jajaran Polda Jatim. Dalam lomba Safety Riding Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Pondok Candra, Sidoarjo, personel Satlantas Polres Gresik ini berhasil menyabet juara pertama.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Safety Riding Ditlantas Polda Jawa Timur bersama Polres jajaran se-Jatim yang bertujuan meningkatkan kemampuan teknis personel dalam berkendara aman dan profesional. Acara dihadiri oleh Bapak Kasat PJR, Kanit PJR jajaran, serta Kanit Turjawali Polres jajaran.

Kompetisi berlangsung dengan sistem penilaian yang ketat dan objektif, mengacu pada kemampuan riil masing-masing peserta di lapangan. Setiap peserta dituntut menunjukkan keterampilan berkendara sesuai standar keselamatan, ketepatan jalur, serta kedisiplinan tinggi. 

Di tengah ketatnya persaingan, Aiptu Bambang Kurniawan mampu tampil konsisten dan menguasai seluruh tahapan lintasan dengan baik. Kemampuan teknik berkendara, ketenangan, serta disiplin dalam menjalankan setiap instruksi menjadi faktor utama yang mengantarkannya meraih posisi tertinggi.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, kemenangan ini bukan hanya prestasi individu, tetapi juga cerminan profesionalisme dan kualitas pembinaan personel Satlantas Polres Gresik.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Polres Gresik dan diharapkan dapat menjadi contoh serta penyemangat bagi personel lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan dedikasi dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kompetisi safety riding memiliki makna strategis karena tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, melainkan sarana pembinaan sumber daya manusia Polri agar semakin profesional dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 pun menjadi pengingat bahwa Polri terus berupaya meningkatkan kualitas personel melalui kompetisi positif dan pengembangan kemampuan di berbagai bidang.

Dengan raihan Juara 1 tersebut, Satlantas Polres Gresik kembali menegaskan komitmennya sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus membawa harum nama institusi di tingkat Jawa Timur. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sosok Aiptu Bambang, Anggota Satlantas Polres Gresik, Jawara Safety Riding Hari Bhayangkara ke-80 Polda Jatim Selengkapnya

Danrem 084/BJ Tutup TMMD ke-128 di Gresik. Ini Program Fisik dan Non Fisik yang Tuntas Dikerjakan 

GRESIK,1minute.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik resmi ditutup pada Kamis, 21 Mei 2026.

Program kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Polri serta masyarakat setempat ini berhasil menuntaskan seluruh sasaran fisik dan non fisik dengan capaian 100 persen. TMMD dilaksanakan selama 30 hari, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026.

Inspektur Upacara penutupan yakni Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir ini dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Forkopimda Gresik, jajaran Kodam V/Brawijaya, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, Kepala Desa, dan masyarakat Desa Slempit.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, disampaikan bahwa TMMD ke-128 melibatkan 150 personel gabungan yang terdiri dari TNI AD, AL, AU sebanyak 130 personel, Polri 6 personel, serta aparat pemerintah daerah sebanyak 14 personel.

Sasaran fisik berhasil dituntaskan di antaranya, pemeliharaan rutin jalan aspal, rehabilitasi dua unit pintu air Waduk Slempit, normalisasi saluran irigasi sepanjang 120 meter, pengecoran jalan poros Dusun Lingsir sepanjang 170 x 4 meter. Kemudian, pembangunan jalan usaha tani di Dusun Lingsit sepanjang 136 x 3,6 meter, hingga pembangunan TPT dan pengerasan jalan usaha tani (JUT) di Dusun Slempit.

Selain itu, program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) berupa TNI Manunggal Air juga direalisasikan melalui pembangunan satu unit irigasi perpompaan sumur bor di Dusun Slempit. TMMD ke-128 juga menghadirkan rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak enam unit, renovasi musala di Dusun Lingsir, serta pembangunan TPS desa.

Sedangkan, program non fisik yang mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Mulai dari sosialisasi Bangga Kencana, pelayanan administrasi kependudukan, kampanye Germas untuk ibu hamil dan balita, pembinaan posyandu, screening tuberkulosis, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian benih ikan nila, sosialisasi pengelolaan sampah, hingga wawasan kebangsaan dan bela negara.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang telah menyukseskan program TMMD ke-128. Menurutnya, TMMD bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“TMMD bukan sekadar membangun jalan atau rumah. Lebih dari itu, TMMD membangun semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan optimisme masyarakat desa untuk terus maju bersama,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menambahkan, pembangunan desa membutuhkan kerja bersama dan keberlanjutan. Karena itu, dirinya berharap seluruh hasil pembangunan TMMD dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

“Yang dibangun hari ini bukan hanya infrastruktur, tetapi juga harapan. Semoga hasil TMMD ini menjadi pengungkit aktivitas ekonomi warga dan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Slempit,” imbuhnya.

Sementara itu, Brigjen TNI Kohir dalam amanatnya menegaskan bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral antara TNI, kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat yang telah berjalan sejak tahun 1980 sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan dan pemberdayaan wilayah.

“TMMD menjadi bukti nyata keseriusan TNI bersama pemerintah dalam mengatasi berbagai kesulitan masyarakat di daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan mempercepat pembangunan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh hasil pembangunan TMMD telah melalui proses pengawasan dan evaluasi dari tim pusat dengan hasil pelaksanaan yang dinilai baik serta kualitas pembangunan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Baik kegiatan fisik maupun nonfisik semuanya telah selesai 100 persen. Hasil evaluasi dari tim pusat juga menunjukkan pelaksanaan berjalan baik dan kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya usai penutupan kegiatan.

Danrem juga menyoroti kuatnya semangat kebersamaan yang terbangun selama 30 hari pelaksanaan TMMD. Menurutnya, keterlibatan masyarakat bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Selama 30 hari mereka bekerja bersama, saling mengenal, saling memahami, dan memiliki tujuan yang sama untuk membangun daerah menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Meski dihadapkan pada tantangan cuaca dan keterbatasan waktu masyarakat yang mayoritas bekerja di sektor industri, pelaksanaan TMMD tetap berjalan optimal berkat pengaturan jadwal yang baik dan tingginya antusiasme warga.

Pada kesempatan tersebut, Danrem juga berpesan agar seluruh hasil pembangunan dapat dirawat bersama oleh masyarakat dan pemerintah desa agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Yang dibangun hari ini bukan hanya infrastruktur, tetapi juga semangat gotong royong dan kebersamaan. Kami berharap hasil TMMD ini terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan bersama masyarakat,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Danrem 084/BJ Tutup TMMD ke-128 di Gresik. Ini Program Fisik dan Non Fisik yang Tuntas Dikerjakan  Selengkapnya

Kolaborasi Pemkab Gresik dan PT SMF Bangun 35 Unit Rumah Layak Huni Senilai Rp 1,25 Miliar, Bonai Subiyakto : Tolong Dijaga, Dirawat, Semoga Barokah

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkolaborasi dengan PT  Sarana Multiguna Finansial (Persero) membangun puluhan rumah layak huni (RLH) di Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Peresmian dan Serah Terima Pembangunan Rumah Layak Huni “Program Peningkatan Kawasan Permukiman Kolaborasi PT Sarana Multiguna Finansial” dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026. Pembangunan rumah layak huni wujud nyata dukungan Pemkab Gresik terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam penyediaan hunian aman dan nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Peresmian dan penyerahan kunci rumah secara simbolis dilakukan oleh Direktur Keuangan dan Risiko SMF Bonai Subiyakto kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman dengan disaksikan oleh Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa IV Enfy Diana Dewi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) Gresik Edy Hadisiswoyo serta Kepala Bidang (Kabid) Bina Jasa Konstruksi pada Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik Ahmad Muzakki yang mewakili Kepala Dinas CKPKP Gresik Ida Lailatus Sa’diyah.

TINJAU RUMAH LAYAK HUNI: Direktur Keuangan dan Risiko SMF Bonai Subiyakto bersama Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa IV Enfy Diana Dewi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) Gresik Edy Hadisiswoyo serta Kepala Bidang (Kabid) Bina Jasa Konstruksi pada Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik Ahmad Muzakki melihat dari dekat RHL di Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Kamis, 21 Mei 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, program pembangunan rumah layak huni (RLH) sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, diantaranya program pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah layak hunin (RLH). 

Data Dinas CKPKP Gresik RTLH desil 1 dan 2 berjumlah hampir 5 ribu unit. Pada 2026, 246 unit dari 647 unit RTLH akan dilaksanakan renovasi atau pembangunan menjadi rumah layak huni yang dibiayai oleh APBD Gresik 2026. “Sebanyak 400 unit lainnya akan dibangun dengan anggaran APBD 2027. Kita doakan program ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Washil saat memberikan sambutan pada Kamis, 21 Mei 2026.

Terkait program bedah rumah atau pembangunan rumah layak huni (RLH) di Desa Pulopancikan ada 35 unit rumah yang telah selesai pembangunannya dengan anggaran sebesar Rp 1.257.993.000 atau Rp 1,25 juta. Puluhan rumah ini dibangun selama 4 bulan menggunakan anggaran tanggungjawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Sarana Multiguna Finansial (SMF). Anggaran bedah rumah setiap penerima manfaat bervariasi sesuai dengan luasan dan kerusakan. “Bicara rata-rata sekitar Rp 35,9 juta per unit,” jelasnya.

Rampungnya pekerjaan make over , puluhan warga penerima manfaat pun semringah. Mereka pun kini tidur bisa nyenyak karena tidak lagi khawatir genteng bocor dan rumah kebanjiran. “Yang biasanya kebanjiran sekarang tidak kebanjiran. Biasanya rumah bocor. Alhamdulillah sekarang tidak bocor lagi. Saya lihat bapak dan ibu-ibu sekarang bahagia sekali.  ujarnya. Mari kita doakan PT SMF untuk bisa terus membantu saudara kita se-Indonesia yang rumahnya RTLH menjadi RLH,” ujar Washil. 

Ia pun bercerita tentang Desa Pulopancikan yang sebelumnya masuk kategori Desa Kumuh di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Melalui berbagai program kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan Pemkab Gresik kini tidak lagi mendapatkan stempel status Desa Kumuh. “Tentunya kami berharap, PT SMF bisa melanjutkan program pembangunan rumah layak huni di Kabupaten Gresik,” harap Washil. 

RUMAH LAYAK HUNI : Direktur Keuangan dan Risiko SMF Bonai Subiyakto , Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa IV Enfy Diana Dewi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) Gresik Edy Hadisiswoyo melihat bagian dalam rumah Titik Hartiningsih, penerima manfaat rumah layak huni di Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Kamis, 21 Mei 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Direktur Keuangan dan Risiko SMF Bonai Subiyakto menyampaikan kebahagiaannya bisa mewujudkan perumahan yang layak, aman dan nyaman bagi masyarakat di Desa Pulopancikan. “Ini adalah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) khusus untuk pengembangan rumah tidak layak huni atau peningkatan RTLH menjadi RLH.  “Ini bukan kali pertama, ini sudah 37 di Kabupaten/kota di Indonesia mulai 2018,” kata Bonai.

Ia menegaskan Sarana Multiguna Finansial (SMF) hadir untuk pembangunan rumah layak huni. “Ini bentuk tanggung jawab Sosial dan lingkungan SMF kepada masyarakat MBR.  Program ini bertujuan mendukung pemerintah untuk lebih banyak keluarga di Indonesia memiliki hidup lebih baik,” kata Bonai. 

Karena apa ? Sebab, kata Bonai, dalam sebuah rumah sebuah kehidupan diawali. Ketika rumah layak huni diharapkan penghuninya bisa lebih sejahtera sesuai dari program Asta Cita. Kami juga mendukung program 3 juta. “Alhamdulillah program peningkatan kualitas rumah layak huni ada 35 unit yang lebih kokoh, lebih layak lebih sehat, aman dan nyaman untuk ditinggali,” ungkapnya. 

Ia mengatakan, program pembangunan RLH di Desa Pulopancikan dapat wujud karena ada kolaborasi PT SMF sebagai korporasi dengan Kementerian PKP sejak 2018 total 499 unit sudah dibangun. Ia melanjutkan dalam penentuan masyarakat penerima manfaat pembangunan TLH berasal Pemkab Gresik. “Kami tinggal approve dan menyiapkan anggaran untuk pembangunan,” tegasnya. Sebelum mengakhiri sambutan, Bonai Subiyakto mewanti-wanti kepada penerima manfaat untuk menjaga, merawat rumah dengan baik. 

“Kami ucap terima kasih, kita awali (pembangunan) tahun lalu. Dan baru diresmikan sekarang.  Kami berharap penerima manfaat tolong di jaga dan dirawat, jangan sampai itu nanti di jual. Kami berharap kami hadir nanti ini menjadi cerita baik bagi masyarakat Gresik,” harap Bonai. 

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa IV Enfy Diana Dewi mengatakan, upaya pembangunan rumah hunian sehat dan layak bagi masyarakat Indonesia. Ia berharap tidak fokus pada pembangunan rumahnya saja tetapi bagian dari peningkatan kualitas kesehatan dan kenyamanan warga

Diketahui, arah kebijakan nasional menuju Indonesia Emas 2035 Asta Cita adalah program 3 juta rumah sebagai PSN. Tidak mungkin dikerjakan pemerintah, butuh sinergi dan kolaborasi semua pihak termasuk pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat. “Apresiasi setinggi-tingginya semua pihak yang mendukung program ini yakni pt smf luar biasa,” puji Enfy Diana Dewi.

Bagaimana tanggapan penerima manfaat pembangunan rumah layak huni? Titik Hartiningsih, mengaku sangat senang menjadi salah satu dari 35 warga penerima manfaat pembangunan RLH. “Saya sekarang tidak lagi cemas saat hujan. Karena rumah tidak bocor dan kebanjiran lagi,” ujar Titik yang tinggal di Jalan KH Zubair gang XXXIII, Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik pada Kamis, 21 Mei 2026.

Rumah Titik memiliki luas 55 meter persegi sebelumnya semi permanen. Rumah dengan cat warna kuning berdinding  tembok, genteng asbes, lantai keramik dengan teras rumah setinggi 50 centimeter diatas jalan kampung. Anggaran renovasi rumah Titik sebesar Rp 45,7 juta. (yad/adv)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kolaborasi Pemkab Gresik dan PT SMF Bangun 35 Unit Rumah Layak Huni Senilai Rp 1,25 Miliar, Bonai Subiyakto : Tolong Dijaga, Dirawat, Semoga Barokah Selengkapnya

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Gresik, Juni 2026 Konstruksi Tuntas

GRESIK,1minute.id – Semangat peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 menjadi momentum Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mempercepat pembangunan sektor pendidikan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha  serta forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik lainnya meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Racitengah, Kecamatan Siday pada Rabu, 20 Mei 2026. 

Kunjungan kerja Forkopimda Gresik ke Sekolah Rakyat (SR) ini mengusung tema “Dengan Semangat Kebangkitan Nasional ke-118 Segera Kita Wujudkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.”

Agenda diawali dengan pemaparan progres pembangunan oleh perwakilan kontraktor pelaksana dari PT Waskita, Yan. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa proyek Sekolah Rakyat yang dibangun di atas lahan sekitar enam hektar menunjukkan perkembangan signifikan.

“Hingga pertengahan Mei 2026, progres pembangunan fisik telah mencapai 55 persen. Kami optimistis konstruksi utama dapat diselesaikan sesuai target pada Juni 2026,” ujarnya di hadapan Forkopimda Gresik.

Usai menerima pemaparan, rombongan melanjutkan peninjauan lapangan guna memastikan kualitas pembangunan sekaligus melihat secara langsung fungsi dan peruntukan setiap gedung yang tengah dikerjakan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat sebagai program strategis pendidikan dan jaring pengaman sosial bagi masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik diharapkan menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas. “Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengenyam pendidikan di sekolah yang bagus, representatif, dan memiliki kualitas bertaraf internasional. Jika tidak ada kendala, Juli 2026 kegiatan belajar mengajar sudah bisa dimulai,” tegas Gus Yani.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan komitmen Polri dalam mengawal setiap program strategis pemerintah, khususnya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul. “Pendidikan merupakan instrumen strategis pembangunan bangsa. Kehadiran Sekolah Rakyat membuka akses dan kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memperkuat fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ujar AKBP Ramadhan Nasution. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Gresik, Juni 2026 Konstruksi Tuntas Selengkapnya

JDIH Gresik Berbasis Kecerdasan Buatan Berbuah Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menghadirkan lompatan baru melalui pengembangan ekosistem hukum digital berbasis kecerdasan buatan dalam portal JDIH Gresik.

Penghargaan pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Gedung Negara Gedung Negara Grahadi pada Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam ajang tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik berhasil meraih penghargaan Terbaik II kategori Pemerintah Daerah. Sementara itu, DPRD Kabupaten Gresik turut menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Terbaik I kategori DPRD Kabupaten/Kota.

Kabupaten Gresik menjadi episentrum baru dalam tata kelola layanan hukum digital terbaik di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menyerahkan langsung penghargaan untuk DPRD Gresik kepada Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir. Sedangkan, penghargaan untuk Pemkab Gresik diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mewakili Bupati Gresik. 

Capaian tersebut menjadi penanda konsistensi Gresik dalam membangun layanan hukum yang tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, transformasi JDIH Gresik kini bergerak lebih jauh dari sekadar pusat dokumentasi produk hukum. Melalui inovasi bertajuk JDIH LexPedia, masyarakat kini dapat mengakses layanan konsultasi hukum, pencarian regulasi, hingga penjelasan pasal pidana langsung dari telepon genggam mereka.

Salah satu fitur utama dalam LexPedia adalah LexA-Gresik, asisten hukum berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan WhatsApp. Kehadiran fitur ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa masyarakat lebih akrab menggunakan aplikasi percakapan dibanding harus membuka dokumen hukum yang panjang dan kaku.

Kini, warga cukup mengetik pertanyaan sederhana melalui WhatsApp untuk mencari informasi terkait peraturan daerah, peraturan bupati, maupun kebijakan lain di Kabupaten Gresik. Sistem akan menelusuri database produk hukum daerah dan memberikan jawaban yang relevan dalam bahasa yang lebih mudah dipahami.

Pendekatan ini membuat layanan hukum menjadi lebih dekat dengan masyarakat, mulai dari kepala desa, pelaku UMKM, mahasiswa, hingga warga umum yang membutuhkan kepastian regulasi tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.

Tidak berhenti pada pelayanan publik, JDIH LexPedia juga menghadirkan fitur Policy Brief AI, alat bantu penyusunan rumusan kebijakan daerah berbasis kecerdasan buatan. Fitur ini dirancang untuk membantu perangkat daerah menyusun analisis kebijakan secara lebih cepat, sistematis, dan berbasis regulasi yang sahih.

Melalui fitur tersebut, aparatur pemerintah dapat memperoleh draft awal policy brief lengkap dengan identifikasi masalah, landasan hukum, hingga rekomendasi kebijakan. Inovasi ini sekaligus memperkuat arah reformasi birokrasi Pemkab Gresik menuju tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berbasis data.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan layanan hukum yang semakin mudah diakses masyarakat.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi pengingat bahwa pelayanan hukum harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. Kami ingin JDIH benar-benar menjadi ruang pelayanan publik yang terbuka, inklusif, dan mudah dijangkau siapa saja,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi dalam JDIH LexPedia juga menjadi bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi dan transparansi pemerintahan di Kabupaten Gresik. “JDIH hari ini bukan lagi sekadar ruang arsip regulasi. Kami ingin JDIH menjadi pusat pengetahuan hukum sekaligus instrumen pendukung pengambilan kebijakan yang lebih modern dan responsif,” tambahnya.

Fitur lainnya yang turut diluncurkan adalah KUHP-Assistance, asisten AI yang dirancang khusus untuk membantu masyarakat memahami Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru. Pengguna dapat mencari pasal tertentu, meminta penjelasan sederhana, hingga membaca anotasi hukum yang membantu memahami konteks suatu ketentuan pidana.

Kehadiran fitur ini dinilai penting di tengah masih banyaknya masyarakat yang belum memahami perubahan dalam KUHP baru. Bahkan, tidak sedikit aparat maupun perangkat desa yang masih membutuhkan penjelasan praktis terkait implementasi pasal-pasal baru tersebut.

Selain itu, JDIH Gresik juga membuka Ruang Partisipasi, kanal digital bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap rancangan peraturan bupati sebelum ditetapkan. Kanal ini menjadi upaya memperluas partisipasi publik dalam proses pembentukan regulasi daerah.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak lagi diposisikan hanya sebagai penerima kebijakan, melainkan ikut terlibat dalam proses pembentukannya.Seluruh layanan dalam ekosistem JDIH LexPedia dapat diakses secara gratis melalui JDIH Gresik tanpa perlu membuat akun. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

JDIH Gresik Berbasis Kecerdasan Buatan Berbuah Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur  Selengkapnya

Pokja Bunda PAUD Dikukuhkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Teladan Orang Tua Sangat Penting untuk Pembentukan Karakter Anak

GRESIK,1minute.id – Bunda PAUD Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali mengukuhkan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Kabupaten Gresik periode 2025–2029 di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 20 Mei 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani langsung pengukuhan tim Pokja menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas dan berkarakter.

“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas. Masa emas ini sangat menentukan perkembangan anak. Karena itu, peran Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD sangat strategis dalam memastikan anak-anak mendapatkan stimulasi dan pendidikan terbaik sejak dini,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia pun mengingatkan pentingnya peran orang tua sebagai teladan bagi anak di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gadget yang semakin masif.

“Anak-anak sekarang melihat apa yang dilakukan orang tuanya. Kalau orang tua terus bermain handphone, anak juga akan mengikuti. Karena itu, orang tua harus memberi contoh yang baik, termasuk dalam penggunaan gadget,” imbuh Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Pendidikan karakter, katanya, tidak hanya dibentuk di lingkungan sekolah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, nilai sopan santun, etika, disiplin, dan kepedulian sosial perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan berakhlak baik.

“Percuma anak pintar kalau tidak memiliki etika dan sopan santun. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak baik,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Melalui pengukuhan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gresik periode 2025–2029 ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan keluarga semakin kuat dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, etika, dan akhlak generasi penerus sejak usia dini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pokja Bunda PAUD Dikukuhkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Teladan Orang Tua Sangat Penting untuk Pembentukan Karakter Anak Selengkapnya

Polres Gresik Sabet Juara 1 kategori Video Terbaik Rampcheck Polres Jajaran Polda Jatim

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik sabet juara 1 kategori Video Terbaik dalam kegiatan inspeksi keselamatan angkutan umum dan pariwisata (Rampcheck) tingkat Polres jajaran Jawa Timur. Pengumuman sang juara dilakukan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Blackspot dan Troublespot serta Kajian Kecelakaan Lalu Lintas Tahun 2026 yang digelar di Hotel Novotel Samator Surabaya pada Selasa, 19 Mei 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Iwan Saktiadi. Dalam kesempatan itu, piagam penghargaan diterima oleh Ipda Andreas yang mewakili Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin.

Polres Gresik dalam Giat Rampcheck pada Operasi Lilin, Operasi Ketupat, dan Operasi Keselamatan 2026 dengan nilai tertinggi 84,00, mengungguli Polres Malang yang memperoleh nilai 82,90 serta Polres Tulungagung dengan nilai 79,43.

Penilaian kategori tersebut dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, meliputi kelengkapan tahapan pengecekan, ketepatan prosedur, inovasi dan kreativitas, kualitas visual dan audio, kejelasan narasi atau informasi, keterlibatan tim dan stakeholder, ketertiban serta profesionalisme, hingga ketepatan format penyajian video.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dan dedikasi seluruh personel Satlantas bersama instansi terkait dalam memastikan keselamatan transportasi umum dan pariwisata di wilayah Kabupaten Gresik.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta pengawasan terhadap keselamatan kendaraan angkutan umum maupun pariwisata. Rampcheck bukan sekadar pemeriksaan administrasi dan teknis kendaraan, tetapi bagian dari upaya mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan masyarakat,” ujar AKP Nur Arifin.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam kegiatan inspeksi keselamatan, sehingga pelaksanaan rampcheck dapat berjalan sesuai prosedur dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan berlalu lintas.

Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Polres Gresik dalam mendukung program keselamatan lalu lintas serta menghadirkan pelayanan yang profesional dan humanis kepada masyarakat. Dengan prestasi tersebut, Polres Gresik diharapkan terus menjadi contoh dalam pelaksanaan inspeksi keselamatan kendaraan angkutan umum dan pariwisata di Jawa Timur. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Polres Gresik Sabet Juara 1 kategori Video Terbaik Rampcheck Polres Jajaran Polda Jatim Selengkapnya

Melawan, Dua dari Tiga Pelaku Pencurian Dihadiahi Timah Panas Resmob Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Kerja keras Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik patut mendapatkan apresiasi. Ada tiga perkara pencurian yang berhasil diungkap oleh kesatuan yang dipimpin oleh AKP Arya Widjaya, Kasatreskrim Polres Gresik. 

Tiga tindak pidana pencurian yakni pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan pemberatan (curat) dan penipuan dengan penggelapan sepeda motor. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang merilis langsung hasil ungkap tersebut di Mapolres Gresik dengan menghadirkan sejumlah korbannya. 

Di antaranya, korban curanmor Eko Wahyudi, mengaku lega setelah kasus yang menimpanya berhasil diungkap. “Terima kasih kepada Polres Gresik. Saya mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kendaraannya dan menggunakan kunci ganda,” ujarnya di Mapolres Gresik pada Senin, 18 Mei 2026.

Hal serupa disampaikan Farhan, korban penipuan dan penggelapan sepeda motor. Ia mengapresiasi gerak cepat petugas yang berhasil menangkap pelaku dan mengembalikan motornya. “Terima kasih kepada Polres Gresik, semoga semakin sukses. Untuk masyarakat jangan mudah percaya kepada orang lain. Alhamdulillah motor saya sudah kembali,” katanya.

Sementara itu, Urifan, korban pencurian rumah di wilayah Sidayu, juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan polisi mengungkap kasus tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Gresik. Saya juga berpesan kepada masyarakat agar menjaga barang berharganya dan selalu berhati-hati,” ungkapnya.

Urifan, warga Desa Golokan, Kecamatan Sidayu adalah korban pencurian dengan pemberatan pada Jumat, 15 Mei 2026 lalu. Pelakunya, berinisial WN, warga Tulungagung, ditangkap Tim Resmob Macan Giri Polres Gresik di sebuah rumah kos di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, pada Minggu, 18 Mei 2026. Polisi turut mengamankan S yang diduga berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan.

Modus pelaku yakni mengincar rumah dalam keadaan sepi. Pelaku mengambil tangga aluminium milik korban, memanjat atap, lalu memecahkan kaca jendela lantai dua menggunakan batu sebelum masuk dan menggasak tiga unit telepon genggam serta uang tunai Rp 1,5 juta. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 8 juta.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit HP Redmi Note 13, tas selempang hitam, dan celana yang dipakai saat beraksi. Kepada penyidik, pelaku mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi dan utang.

Tersangka WN diketahui merupakan residivis kasus serupa pada 2019 dan diduga pernah beraksi di sejumlah daerah lain seperti Jember, Tulungagung, dan Kediri. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara. Sedangkan penadah dijerat Pasal 591 KUHP tentang penadahan dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

Kasus berikutnya ialah pencurian sepeda motor di Dusun Geger Wetan, Desa Iker-Iker Geger, Kecamatan Cerme. Pelaku berinisial MS alias Zazuli, warga Surabaya, ditangkap Unit Resmob pada Kamis, 14 Mei 2026 di wilayah Menganti. Saat penangkapan, pelaku melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur. Satu pelaku lain berinisial S masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Peristiwa bermula saat korban memarkir sepeda motor Honda Scoopy merah hitam nomor polisi W 5096 FG di halaman rumah dengan kunci masih tertinggal di dashboard. Beberapa menit kemudian kendaraan diketahui hilang dengan kerugian sekitar Rp 17 juta.

Modus pelaku ialah berjalan kaki mencari sasaran kendaraan yang lengah, memantau situasi, lalu membawa kabur motor yang kuncinya masih tertancap. Polisi turut menyita barang bukti berupa Honda Beat, kunci T, tas, topi, dan pakaian yang digunakan pelaku.

MS diketahui merupakan residivis kasus curanmor dan diduga terlibat aksi serupa di beberapa lokasi di Gresik dan Surabaya. Tersangka dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara, sementara kendaraan korban masih dalam proses pencarian.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen menjaga keamanan wilayah dan meminta masyarakat lebih waspada terhadap berbagai bentuk tindak kejahatan.

“Polres Gresik akan terus berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami mengimbau warga agar lebih waspada, tidak meninggalkan kunci kendaraan, tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, serta segera melapor apabila mengetahui adanya tindak pidana,” tegasnya. Anda dapat menghubungi hotline dan layanan pengaduan Polres Gresik melalui nomor Call Center 110 atau Lapor Kapolres (Cak Rama) di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Melawan, Dua dari Tiga Pelaku Pencurian Dihadiahi Timah Panas Resmob Polres Gresik  Selengkapnya

Elang Jawa yang menjadi Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila Ditemukan Terluka di Gresik

GRESIK,1minute.id – Seekor burung Elang Jawa terkapar di area persawahan di Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Senin, 18 Mei 2026.

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang menjadi lambang negara Indonesia,  Garuda Pancasila pada bagian sayapnya mengalami luka-luka. Belum diketahui secara pasti penyebab, burung langka yang dilindungi itu terluka sehingga tidak kuat untuk terbang dan terjatuh dari angkasa.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik pun turun tangan untuk melakukan penyelamatan burung Elang yang menjadi lambang negara Republik Indonesia itu. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono, pihaknya menerima laporan seorang warga bernama Sucipto, warga Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti menemukan seekor burung Elang yang jatuh karena terluka pada Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 18.10 WIB. 

Melihat burung Elang itu terluka bagian sayap, pelapor kemudian membawa pulang selanjutnya melaporkan ke Pos Damkar di Kecamatan Menganti. Sebanyak empat petugas piket menuju rumah Cipto. Elang Jawa itu terlihat sangat kesulitan bergerak. Di bagian sayap masih terlihat ada bercak warna merah yang diduga darah. 

Meski, burung Elang tidak bisa terbang. Petugas rescue Damkar membutuhkan waktu lebih dari 20 menit untuk proses evakuasi. “Karena Elang Jawa, burung yang dilindungi kami sangat hati-hati,” kata Suyono. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Elang Jawa yang menjadi Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila Ditemukan Terluka di Gresik Selengkapnya

Diduga Melakukan Pengeroyokan Pelajar, Delapan Pemuda Gresik “Dijemput” Polisi Dirumahnya

GRESIK,1minute.id – Delapan oknum suporter diciduk oleh tim Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Gresik di rumahnya masing-masing. Semuanya warga Kabupaten Gresik. Polisi membutuhkan waktu dua hari yakni Sabtu dan Minggu, 16-17 Mei 2026 untuk “menjemput” mereka.

Mereka ditangkap oleh anak buah AKP Arya Widjaya, Kasatreskrim Polres Gresik karena diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang pelajar asal Surabaya di salah satu minimarket waralaba di Jalan Veteran, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Minggu, 3 Mei 2026 lalu.

Menurut keterangan polisi, kejadian pengeroyokan terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban berinisial A.R, pelajar asal Surabaya bersama tiga rekannya hendak nongkrong dan membeli rokok. Namun mereka tiba-tiba didatangi sekitar belasan orang tak dikenal. Tiga rekan korban berhasil menyelamatkan diri ke dalam minimarket.

Sedangkan korban menjadi sasaran pengeroyokan hingga mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis. Para tersangka diduga merupakan oknum suporter sepak bola yang mengira korban berasal dari kelompok suporter lawan yang sebelumnya diduga melakukan pelemparan bondet.

Masih menurut polisi, masing-masing pelaku memiliki peran berbeda, mulai dari memukul, menendang, menyeret korban, memukul menggunakan helm serta papan parkir hingga merusak kendaraan. Polisi mengamankan barang bukti berupa delapan telepon genggam, tiga helm, jaket, buff, serta rekaman CCTV.

Para tersangka dijerat Pasal 262 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait kekerasan secara bersama-sama di muka umum dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara atau denda kategori V.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen menjaga keamanan wilayah dan meminta masyarakat lebih waspada terhadap berbagai bentuk tindak kejahatan. Anda dapat menghubungi hotline dan layanan pengaduan Polres Gresik melalui nomor Call Center 110 atau Lapor Kapolres (Cak Rama) di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Diduga Melakukan Pengeroyokan Pelajar, Delapan Pemuda Gresik “Dijemput” Polisi Dirumahnya Selengkapnya