Pemkab Gresik Berikan Apresiasi Insan Pariwisata dan Budaya Gresik 

GRESIK,1minute.id – Ratusan insan pariwisata, budayawan serta jurnalis berkumpul di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Jumat, 13 Maret 2026. Mereka bersilaturahmi untuk mengikuti Apresiasi Pariwisata, Budaya, dan Media Bercerita yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik.

Sebanyak 30 insan pariwisata dan budayawan yang dianggap memiliki peran positif dalam pemajuan pariwisata dan kebudayaan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mendapatkan apresiasi. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif didampingi oleh Kepala Dinas Parekrafbudpora yang menyerahkan apresiasi tersebut. Penyerahan disaksikan antara lain Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 Melati Tedja.

Melati Tedja, perempuan asal Surabaya itu menceritakan perjalanan karir hingga terpilih sebagai Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 . Ia mengaku terpesona dengan keindahan alam di Pulau Bawean. “Kalau ada kesempatan lagi, Saya pasti akan mengunjungi Bawean,” kata Melati Teja.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, stakeholder, dan media.

“Ini adalah wujud apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gresik kepada insan pariwisata dan budayawan yang telah berkomitmen terhadap pengembangan kearifan lokal,” ujar Wabup Alif.

Ia menyoroti potensi besar Pulau Bawean yang kini semakin dikenal luas. Ia menyebut, berdasarkan testimoni beberapa penyelam internasional, titik selam di Bawean dinilai memiliki kualitas yang sangat baik, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia setelah Raja Ampat.

Selain keindahan bawah laut, kawasan mangrove dan potensi alam Bawean juga diharapkan dapat terus dipromosikan. Hal ini agar semakin dikenal oleh wisatawan. Pemerintah berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh publik seperti Melati Tedja, dapat membantu memperkenalkan potensi tersebut.

Wabup Alif juga menyinggung rencana pembangunan daerah dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah Kabupaten Gresik akan memprioritaskan anggaran daerah untuk perbaikan infrastruktur jalan, terutama jalan poros desa dan jalan kabupaten. “Konsentrasi kami di tahun 2026, 2027, dan 2028 adalah perbaikan jalan. Kami ingin masalah infrastruktur ini tuntas,” tegasnya. 

Menurutnya, kondisi jalan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat di Kabupaten Gresik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Berikan Apresiasi Insan Pariwisata dan Budaya Gresik  Selengkapnya

Pos Pam Pelabuhan Gresik Dilengkapi CCTV dan Radar Pergerakan Kapal Real-Time

GRESIK,1minute.id – Arus mudik lebaran di jalur laut di Pelabuhan Gresik belum terasa. Diperkirakan puncak mudik tujuan Pulau Bawean terjadi pada 18 Maret 2026 bersama libur panjang Aparatur Sipil Negara maupun pegawai BUMN.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan Pos Pengamanan (Pos Pam) di kawasan Pelabuhan Gresik pada Jumat, 13 Maret 2026.

Ia didampingi Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik Capt. Herbert Elisa Paruntungan Marpaung, serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Gresik. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana pengamanan dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang memanfaatkan transportasi laut selama masa mudik.

Pelabuhan Gresik sendiri diperkuat oleh personel gabungan dari berbagai unsur, di antaranya Polri dan Kamladu, KSOP bersama petugas keamanan Pelindo, tim kesehatan, serta dukungan dari para cadet taruna dan anggota Pramuka. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan pelayanan maksimal, baik dari sisi pengamanan, kesehatan, maupun informasi kepada para pemudik.

Kepala KSOP Gresik Capt. Herbert Elisa Paruntungan Marpaung menjelaskan bahwa Pos Pam Pelabuhan kini telah dilengkapi dengan dukungan teknologi pemantauan modern. Fasilitas tersebut meliputi jaringan CCTV pelabuhan yang terintegrasi serta peta radar lalu lintas laut yang mampu memantau pergerakan kapal secara real-time.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan keamanan di titik-titik vital transportasi, khususnya pelabuhan yang menjadi salah satu jalur mobilitas masyarakat saat mudik.

“Kami ingin memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat benar-benar terjamin. Personel gabungan harus selalu siaga, baik dalam pengamanan maupun pelayanan kesehatan serta penyediaan informasi bagi para pemudik,” tegasnya.

Hingga peninjauan selesai dilaksanakan, situasi di kawasan Pelabuhan Gresik terpantau aman dan kondusif. Koordinasi antarpetugas dari berbagai instansi juga berjalan dengan baik, sehingga diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik laut tahun 2026. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pos Pam Pelabuhan Gresik Dilengkapi CCTV dan Radar Pergerakan Kapal Real-Time Selengkapnya

Bupati Gresik dan Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp 7,6 Miliar untuk Warga Gresik 

GRESIK,1minute.id –  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyalurkan bantuan sosial dan bantuan pemberdayaan senilai Rp 7,60 miliar kepada masyarakat di Kabupaten Gresik. 

Penyaluran ini dilakukan dalam kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 H di Pendapa Alun-Alun Gresik pada Jumat, 13 Maret 2026. Usai penyerahan bantuan, agenda dilanjutkan dengan meninjau pasar murah di Pudak Galeri Gresik.

Berdasarkan rekapitulasi alokasi bantuan sosial, BOP/tali asih pilar sosial, dan bantuan lainnya tahun 2026 untuk Kabupaten Gresik, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp7.607.800.000. Yakni, BUMD Jatim sebesar Rp 25 jut ; Dinas PMD Jatim Rp 736,9 juta serta Bantuan Keuangan Desa sebesar Rp 3,4 miliar.

Kemudian, bantuan dari Dinas Sosial Jatim Rp 3,44 miliar diperuntukkan antara lain, PKH Plus bagi 1.202 keluarga senilai Rp 2,40 miliar ; bantuan sosial kemiskinan ekstrem untuk 116 jiwa  Rp 174 juta ; bantuan sosial penyandang disabilitas (ASPD) bagi 136 jiwa Rp 489,6 juta. 

Selain itu, terdapat pula Bansos KIP PPKS Jawara sebesar Rp 3 juta ; Bansos Permakanan LKS LU sebesar Rp 128,1 juta untuk 28 jiwa, serta BOP dan tali asih bagi pilar sosial  Rp 247,2 juta untuk 118 penerima.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat Gresik, terlebih bantuan tersebut disalurkan di bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Di bulan yang penuh berkah ini, alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi bersama Ibu Gubernur Jawa Timur. Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik dan masyarakat Kabupaten Gresik, kami menerima program-program bantuan ini dengan penuh rasa syukur dan bahagia,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan bukan hanya memberi manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memperkuat program yang lebih dekat dengan kebutuhan warga hingga tingkat desa.

“Kami meyakini bantuan sosial ini akan membawa dampak nyata bagi masyarakat. Skema seperti ini juga sangat baik dan bisa kami adaptasi menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Gresik, misalnya melalui kunjungan ke desa-desa dengan membawa stimulan dan intervensi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambah mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Usai penyerahan bantuan sosial, rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur di Pudak Galeri Gresik. Kegiatan ini digelar dalam rangka pengendalian inflasi sekaligus menjaga ketahanan pangan Jawa Timur Tahun 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Yani bersama Gubernur Khofifah menyapa masyarakat yang sedang berbelanja. Gubernur Jawa Timur juga menyerahkan bantuan berupa beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada para lanjut usia serta telur ayam kepada masyarakat yang datang bersama anak kecil.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah digelar untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan terjangkau, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kita ingin memastikan stabilisasi harga, pengendalian inflasi, dan memastikan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat, baik dari sisi ketersediaan pasokan maupun harganya,” ujar Khofifah.

Ia juga memastikan stok pangan dalam kondisi aman menjelang Lebaran. “Kita memiliki stok yang aman untuk persiapan menjelang Idulfitri. Sekarang yang perlu dipastikan adalah distribusinya dapat berjalan lancar,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik dan Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp 7,6 Miliar untuk Warga Gresik  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelar Bazar Ramadan LONTAR, UMKM Masyarakat sekitar Bertumbuh

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali menggelar “Bazar Ramadan LONTAR (Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar)” sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. 

Kegiatan ini dibuka oleh Vice President (VP) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik Kadek Ardhika Widya Kresna, baru-baru ini mewakili Direksi. 

“Kita memanfaatkan tradisi masyarakat berburu takjil selama Ramadan. Kita fasilitasi ibu-ibu yang mempunyai usaha jajanan sekitar perusahaan untuk meningkatkan pendapatan mereka. Bazar ini digelar di halaman Kantor Pusat Petrokimia Gresik selama dua hari. Ada ribuan karyawan dan masyarakat yang siap berburu takjil di bazar ini,” demikian disampaikan Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, terpisah.

Bazar Ramadan LONTAR merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Petrokimia Gresik sejak 2023. Seluruh stan yang hadir dalam bazar ini merupakan kelompok binaan perusahaan yang tergabung dalam LONTAR, yaitu kelompok UMKM yang bergerak di bidang kuliner dan jajanan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah penjualan mereka dalam program bazar tahunan ini terus meningkat. Kegiatan ini membawa berkah dan senyuman bagi UMKM yang menjadi peserta. Apalagi saat ini menyambut Lebaran, mereka senang karena pendapatannya bertambah melalui keikutsertaannya di bazar,” tandasnya.

Daconi pun berharap LONTAR dapat terus berkembang menjadi kelompok usaha yang berdaya saing, serta mampu menjadi wadah peningkatan ekonomi bagi warga di sekitar perusahaan. Selain membuka peluang pemasaran bagi pelaku UMKM, bazar ini juga menjadi ruang interaksi antara masyarakat, pemerintah desa/kelurahan, dan insan perusahaan.

Program LONTAR, jelasnya, lahir dari pelatihan pembuatan kue kering dan basah yang diadakan Petrokimia Gresik dengan menghadirkan pemateri kompeten. Dari pelatihan tersebut, ibu-ibu perwakilan dari tujuh kelurahan dan satu desa mulai membentuk kelompok usaha kecil yang kemudian berkembang menjadi LONTAR, yaitu Kelurahan Kroman, Karangturi, Karangpoh, Lumpur, Tlogopojok, Ngipik, Sukorame, serta Desa Roomo.

“Kami berharap ke depannya, LONTAR dapat terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program ini. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, insya Allah kita bisa mewujudkan ekonomi kerakyatan yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi,” pungkas Daconi. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Gelar Bazar Ramadan LONTAR, UMKM Masyarakat sekitar Bertumbuh Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Bantuan Vokasional Usaha untuk ODHIV Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 16 orang dengan HIV di Kabupaten Gresik menerima bantuan vokasional usaha dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Margo Laras. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang menyerahkan bantuan itu secara simbolis pada Kamis, 12 Maret 2026.

Asluchul Alif menegaskan bantuan usaha bagi ODHIV harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kemandirian ekonomi penerima manfaat. Ia mengingatkan agar bantuan yang diberikan tidak dijual, melainkan digunakan untuk bekerja dan mengembangkan usaha.

Menurutnya, bantuan tersebut harus menjadi penguat agar penerima manfaat lebih mandiri, lebih sejahtera, dan mampu menopang kebutuhan keluarga. “Bantuan ini untuk usaha, untuk bekerja, bukan untuk dijual,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan setelah bantuan disalurkan. Menurutnya, penerima manfaat tidak cukup hanya dibantu dengan peralatan usaha, tetapi juga perlu didampingi, dilatih, hingga dibantu mengembangkan usahanya. “Jangan habis dibantu lalu dilepas. Harus tetap didampingi, dilatih, dan dibantu berkembang,” katanya. 

Wabup Alif berharap seluruh penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin sehingga program serupa ke depan dapat diperluas. Ia juga mengapresiasi sinergi Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) dalam mendukung pendampingan bagi para penerima manfaat.

Di akhir kegiatan, Wabup Alif mengingatkan para penerima manfaat agar tetap disiplin menjaga kesehatan dan rutin menjalani pengobatan sebagai modal utama untuk tetap produktif dan menjalankan usaha.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Sosial melalui Sentra Margo Laras Pati, Sudarono, mengatakan program tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat yang bersumber dari APBN bagi penerima manfaat di Kabupaten Gresik.

“Kegiatan ini terselenggara melalui dukungan APBN yang disalurkan melalui Sentra Margo Laras untuk 16 penerima manfaat di Kabupaten Gresik. Kami berharap sinergi dengan pemerintah daerah terus terjaga agar program-program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Sudarono.

Bantuan yang disalurkan menyasar berbagai jenis usaha produktif. Dari total 16 paket bantuan, lima paket diperuntukkan bagi usaha warung kelontong, tiga paket untuk jualan gorengan dan aneka minuman, serta masing-masing satu paket untuk usaha bakso keliling, tahu tek, dimsum, perjahitan, tata rias, sosis bakar, seblak, dan jualan es serta olahan pangan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Bantuan Vokasional Usaha untuk ODHIV Gresik  Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sebut,  Sanggring Kolak Ayam, Identitas Sosial dan Religi Masyarakat Gresik

GRESIK1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung proses pengolahan Kolak Ayam (Sanggring) di area Masjid Jami’ Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Kamis, 12 Maret 2026.

Tradisi setiap malam 23 Ramadan, tahun ini memasuki ke 501 tahun. Kementerian Kebudayaan tradisi yang telah berlangsung lebih dari 5 abad ini sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI).

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, tradisi ini bukan sekadar acara makan bersama, melainkan simbol kepatuhan spiritual dan penghormatan terhadap perjuangan dakwah Sunan Dalem, putra Sunan Giri.

Ia juga menegaskan bahwa Sanggring Kolak Ayam merupakan tradisi berusia ratusan tahun yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai kuliner warisan leluhur, hidangan ini juga diyakini memiliki khasiat sebagai obat.

“Sejarah kolak ayam berawal dari kebiasaan Sunan Dalem yang membuat masakan ini sebagai obat untuk mengobati sakitnya saat membuat Masjid di Desa Gumeno dalam menyebarkan Islam. Resep tersebut ternyata mujarab karena bisa menyembuhkan sakitnya Sunan Dalem termasuk warga sekitar,” tutur Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

“Tradisi kolak ayam sebagai wujud apresiasi serta melestarikan budaya peninggalan Sunan Dalem. Salah satu tokoh penyebar agama islam di pesisir utara Gresik sekitar 1541 masehi,” terang mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini mengajak generasi muda yang ada di Desa Gumeno untuk diberikan wawasan seputar tradisi kolak ayam. Sehingga menjadi suatu tradisi yang diharapkan bakal terus bertahan di tengah gerusan kemajuan Gresik sebagai kota industri.

“Tahun 2019 tradisi ini telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak benda Indonesia (WBTbI) oleh pemerintah, yang memperkuat identitas sosial dan religi masyarakat Gresik,” tandas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Tradisi pembuatan Kolak Ayam tiap malam ke-23 di bulan Ramadan tahun ini menghabiskan 240 ekor ayam, 225 kg bawang daun, 525 butir kelapa, 650 kg gula merah, 50 kg jinten bubuk akan disajikan sebanyak 3000 untuk porsi tamu. 

KOLAK AYAM atau Sanggring Kolak Ayam tradisi malam 23 Ramadan yang memasuki 501 tahun di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ( Foto Dokumen Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mengutip dari buku “Grissee Kota Bandar” Kolak ayam atau Sanggring, tradisi ratusan tahun ini telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2019. Kolak ayam Desa Gumeno rasanya gurih legit dengan isian ayam kampung di dalamnya. Makanan inilah yang menjadi ikon tradisi ini. Awalnya, kolak ayam berfungsi sebagai obat. 

Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem bernama lengkap Syekh Maulana Zaenal Abidin, berdakwah di Desa Gumeno pada 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri (Sunan Maulana Ainul Yaqin) ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit.

Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit). Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem. 

Dalam mimpi itu beliau mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.

Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00 WIB. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya. (chusnul cahyadi/*)

Editor: Chusnul Cahyadi

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sebut,  Sanggring Kolak Ayam, Identitas Sosial dan Religi Masyarakat Gresik Selengkapnya

12 Hari Operasi Pekat, Polres Gresik Amankan 85 Tersangka, Ini Hasilnya!

GRESIK,1minute.id – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Semeru 2026 berakhir 8 Maret 2026 lalu. Selama 12 hari, mulai 25 Februari sampai dengan 8 Maret 2026. Selama dua pekan itu, Kepolisian Resor Gresik dan jajaran telah berhasil mengamankan 85 tersangka. 

“Selama 12 hari Operasi Penyakit Masyarakat, kami menangani sebanyak 78 kasus dengan 85 tersangka,” tegas Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat Konferensi Pers di Mapolres Gresik pada Kamis, 12 Maret 2026.

Barang bukti yang diamankan, antara lain, 2 kilogram bahan peledak (handak) alias serbuk  petasan ; 12,73 gram sabu-sabu, 521 botol minuman keras (miras) atau minuman beralkohol (mihol) ; 462 botol arak serta uang tunai Rp 2,8 juta. Kemudian, 3.211 butir obat keras pil warna putih berlogo LL alias Pil Koplo.

Polres Gresik berkomitmen untuk terus menindak tegas berbagai bentuk penyakit masyarakat guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah Kabupaten Gresik.

“Operasi ini merupakan upaya kami menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya menjaga kesucian bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” tegas alumnus Akpol 2007 itu.

Dari sejumlah pengungkapan tersebut, polisi juga menyita berbagai barang bukti yang cukup signifikan. Pada kasus perjudian dan kejahatan umum, petugas mengamankan 25 unit telepon seluler, uang tunai sebesar Rp2.888.000, satu bilah parang, serta akses ke empat akun situs judi online.

Selain itu, dalam penindakan terhadap peredaran bahan peledak ilegal, polisi menyita 2 kilogram serbuk petasan yang diduga akan diedarkan menjelang Ramadan.

Sementara dari pengungkapan kasus narkotika, aparat mengamankan 12,732 gram sabu, 4,86 gram ganja, serta 3.211 butir pil koplo berlogo “LL”. Petugas juga menemukan sejumlah alat hisap berupa bong dan pipet kaca yang digunakan oleh para pelaku.

Tak hanya itu, dalam operasi yang sama, polisi juga menertibkan peredaran minuman keras ilegal dengan menyita 462 botol arak dan 521 botol miras berbagai merek yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Diakhir kegiatan dilakukan pemusnahan ratusan botol miras hasil operasi pekat semeru 2026. Polres Gresik menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk penyakit masyarakat guna menjaga ketertiban wilayah, terutama selama bulan Ramadan.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian. “Masyarakat dapat segera melapor melalui Call Center 110 atau melalui layanan Lapor Kapolres Gresik (Cak Rama) di nomor 0811-8800-2006,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

12 Hari Operasi Pekat, Polres Gresik Amankan 85 Tersangka, Ini Hasilnya! Selengkapnya

Pemkab Gresik Gelontorkan Bansos Korban Konflik Sosial di Panceng

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak konflik sosial di Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng. Bantuan diserahkan secara simbolis di Balai Desa Banyutengah kepada 47 warga penerima pada Rabu,  11 Maret 2026.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkab Gresik untuk membantu meringankan kerugian masyarakat akibat konflik sosial yang terjadi di Desa Banyutengah dan Desa Campurrejo.

Penyaluran bantuan melibatkan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Sosial, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bantuan bersumber dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) 2026 dan disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku. “Bantuan ini kami berikan sesuai regulasi yang ada, berdasarkan laporan dan surat yang diajukan pemerintah desa kepada pemerintah daerah,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia mengakui kerugian yang dialami masyarakat akibat konflik tersebut tidak sedikit. “Kami menyadari bantuan ini belum sepenuhnya menutup seluruh kerugian yang dialami masyarakat. Namun pemerintah akan terus berupaya mencari solusi lain,” katanya.

Alif juga meminta masyarakat bersabar, khususnya terkait kerusakan yang penanganannya menjadi kewenangan pemerintah desa maupun kecamatan.

“Kami mohon kesabaran masyarakat, terutama untuk kerusakan yang menjadi kewenangan desa atau kecamatan. Pemerintah akan terus berupaya membantu sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya.

Bantuan sosial tersebut diberikan kepada sejumlah pihak terdampak, di antaranya guru ngaji, marbot, penjaga makam, serta warga individu. Besaran bantuan yang diterima berbeda-beda, menyesuaikan tingkat kerusakan yang dialami.

Menurut Alif, kondisi di kedua desa saat ini telah kembali kondusif. “Alhamdulillah, hingga hari ini kondisi di kedua desa, baik Banyutengah maupun Campurrejo, sudah kembali kondusif,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. “Kondisi kondusif ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan peran serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan harmonis,” jelasnya.

“Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan hari ini dapat bermanfaat dan membantu meringankan kerugian masyarakat yang terdampak konflik sosial,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Gelontorkan Bansos Korban Konflik Sosial di Panceng Selengkapnya

Hidayah Allah, Wen Chao asal Tiongkok Ikrar Mualaf di Kantor MUI Gresik

GRESIK,1minute.id – Wen Chao, pekerja asal Tiongkok memutuskan untuk mualaf  Pemuda 33 tahun itu mengucapkan ikrar masuk Islam di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik pada Rabu, 11 Maret 2026.

Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib yang memimpin ikrar mualaf karyawan PT. Xinyi Glass Factory, Kompleks Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (KEK-JIIPE) Manyar, Gresik itu. 

Wen Chao melakukan perjalanan spritual tentang Islam selama berbulan-bulan. Hidayah Allah datang tepat pada 21 Ramadan 1447 Hijriah. KH Ainur Rofiq Thoyyib menyampaikan sejumlah nasihat agar Wen Chao mulai belajar serta mempraktikkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan menekankan pentingnya memahami rukun Islam sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

“Setelah mengucap dua kalimat syahadat, hendaknya mulai belajar dan mempraktikkan ajaran Islam terutama rukun Islam setelah syahadat, yaitu sholat lima waktu, puasa, zakat dan haji bila mampu,” ujar Kiai Rofiq, sapaan, KH Ainur Rofiq Toyyib usai memimpin Syahadat.

Saksi ikrar mualaf ini antara lain, Sekretaris Umum Makmun ; Ketua Bidang Dakwah Nur Fakih ; Sekretaris Komisi Fatwa KH. Fathoni Muhammad, Lc., serta anggota Komisi Seni Didik Hendriyono.

Ia melanjutkan, bahwa memeluk Islam tidak hanya sebatas pengakuan secara lahiriah, tetapi harus diiringi dengan keyakinan yang kuat dalam hati. “Islam itu bukan sekadar agama yang diyakini secara dhohir (tampak), namun juga secara batin, yaitu iman harus yakin bahwa Islam adalah agama yang benar menurut dirinya,” tambahnya.

Kiai Rofiq juga mengingatkan bahwa perbedaan keyakinan dengan keluarga merupakan hal yang mungkin terjadi bagi seorang mualaf. Meski demikian, Kiai Rofiq menekankan bahwa hal tersebut merupakan hak pribadi setiap orang dalam menentukan keyakinan, dan juga berpesan agar hubungan baik dengan keluarga tetap dijaga meskipun terdapat perbedaan keyakinan.

Sementara itu, Wen Chao melalui bantuan temannya sebagai penerjemah menceritakan awal mula ketertarikannya terhadap Islam. Ia mengaku sebelum datang ke Indonesia tidak pernah terpikir sedikit pun untuk memeluk agama Islam. “Sebelum ke Indonesia tidak ada pikiran sama sekali untuk memeluk agama Islam,” ungkap Wen Chao.

Ia menambahkan bahwa ketertarikannya muncul ketika melihat rekan-rekan kerjanya yang beragama Islam menjalankan keyakinannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. “Cerita ini bermula ketika akhir tahun 2025, saya melihat banyak teman yang beragama Islam dan menjalankan keyakinannya, sehingga saya mulai tertarik untuk belajar tentang Islam,” ujarnya.

Menurut Wen Chao, proses tersebut tidak terjadi secara instan. Ia mulai mempelajari Islam secara perlahan dari lingkungan sekitarnya serta melalui interaksi dengan teman-teman muslim. Setelah melalui proses pembelajaran selama beberapa bulan, ia akhirnya merasa yakin untuk memeluk agama Islam. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hidayah Allah, Wen Chao asal Tiongkok Ikrar Mualaf di Kantor MUI Gresik Selengkapnya

Status jadi ASN, 148 Pendamping PKH akan Diterjunkan Bantu Identifikasi Calon Siswa Sekolah Rakyat di Gresik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik.

Acara dihadiri sebanyak 148 pendamping PKH Gresik, yang kini resmi menyandang status baru sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka diangkat dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di bawah Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial. Mereka pun semringah. 

Bupati Fandi Akhmad Yani  menyampaikan selamat kepada para pendamping PKH yang diangkat menjadi ASN. Menurutnya, perubahan status tersebut harus diiringi dengan peningkatan kinerja serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat.

“Dengan adanya status yang sudah melekat menjadi PPPK tersebut, otomatis beban kerja turut bertambah. Memang harus seperti itu,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menyinggung rencana pengembangan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik. Setelah sebelumnya berdiri Sekolah Rakyat jenjang SMA di Kecamatan Sidayu, pemerintah berencana memperluas program tersebut dengan membuka jenjang SD dan SMP.

Menurutnya, peran pendamping PKH sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan program tersebut, khususnya dalam mengidentifikasi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, tidak ada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Karena itu saya berharap para pendamping PKH dapat membantu mengidentifikasi calon siswa dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM), khususnya dari desil 1 berdasarkan penilaian di lapangan,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa para pendamping PKH tersebut kini memiliki beban tugas yang lebih kompleks. Hal ini seiring dengan perubahan status kepegawaian mereka. “Jika sebelumnya mereka hanya fokus pada pendampingan 56.000 lebih KPM, kini mereka diwajibkan melakukan fungsi pengawasan data yang lebih mendalam,” ujar dokter Ummi Khoiroh.

ia menjelaskan bahwa para pendamping PKH juga menjadi ujung tombak dalam memaksimalkan berbagai program prioritas Kementerian Sosial di lapangan. Program tersebut mulai dari Sekolah Rakyat hingga berbagai bantuan sosial lainnya yang menyasar kelompok masyarakat rentan.

“Kami berharap, dengan arahan Bapak Bupati, penambahan fungsi ini tetap dapat terlaksana dengan baik meskipun tantangan di lapangan sangat dinamis,” tambahnya.  (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Status jadi ASN, 148 Pendamping PKH akan Diterjunkan Bantu Identifikasi Calon Siswa Sekolah Rakyat di Gresik Selengkapnya