Pemkab Gresik Gelontorkan Bansos Korban Konflik Sosial di Panceng

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak konflik sosial di Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng. Bantuan diserahkan secara simbolis di Balai Desa Banyutengah kepada 47 warga penerima pada Rabu,  11 Maret 2026.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkab Gresik untuk membantu meringankan kerugian masyarakat akibat konflik sosial yang terjadi di Desa Banyutengah dan Desa Campurrejo.

Penyaluran bantuan melibatkan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Sosial, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bantuan bersumber dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) 2026 dan disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku. “Bantuan ini kami berikan sesuai regulasi yang ada, berdasarkan laporan dan surat yang diajukan pemerintah desa kepada pemerintah daerah,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia mengakui kerugian yang dialami masyarakat akibat konflik tersebut tidak sedikit. “Kami menyadari bantuan ini belum sepenuhnya menutup seluruh kerugian yang dialami masyarakat. Namun pemerintah akan terus berupaya mencari solusi lain,” katanya.

Alif juga meminta masyarakat bersabar, khususnya terkait kerusakan yang penanganannya menjadi kewenangan pemerintah desa maupun kecamatan.

“Kami mohon kesabaran masyarakat, terutama untuk kerusakan yang menjadi kewenangan desa atau kecamatan. Pemerintah akan terus berupaya membantu sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya.

Bantuan sosial tersebut diberikan kepada sejumlah pihak terdampak, di antaranya guru ngaji, marbot, penjaga makam, serta warga individu. Besaran bantuan yang diterima berbeda-beda, menyesuaikan tingkat kerusakan yang dialami.

Menurut Alif, kondisi di kedua desa saat ini telah kembali kondusif. “Alhamdulillah, hingga hari ini kondisi di kedua desa, baik Banyutengah maupun Campurrejo, sudah kembali kondusif,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. “Kondisi kondusif ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan peran serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan harmonis,” jelasnya.

“Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan hari ini dapat bermanfaat dan membantu meringankan kerugian masyarakat yang terdampak konflik sosial,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Gelontorkan Bansos Korban Konflik Sosial di Panceng Selengkapnya

Hidayah Allah, Wen Chao asal Tiongkok Ikrar Mualaf di Kantor MUI Gresik

GRESIK,1minute.id – Wen Chao, pekerja asal Tiongkok memutuskan untuk mualaf  Pemuda 33 tahun itu mengucapkan ikrar masuk Islam di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik pada Rabu, 11 Maret 2026.

Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib yang memimpin ikrar mualaf karyawan PT. Xinyi Glass Factory, Kompleks Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (KEK-JIIPE) Manyar, Gresik itu. 

Wen Chao melakukan perjalanan spritual tentang Islam selama berbulan-bulan. Hidayah Allah datang tepat pada 21 Ramadan 1447 Hijriah. KH Ainur Rofiq Thoyyib menyampaikan sejumlah nasihat agar Wen Chao mulai belajar serta mempraktikkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan menekankan pentingnya memahami rukun Islam sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

“Setelah mengucap dua kalimat syahadat, hendaknya mulai belajar dan mempraktikkan ajaran Islam terutama rukun Islam setelah syahadat, yaitu sholat lima waktu, puasa, zakat dan haji bila mampu,” ujar Kiai Rofiq, sapaan, KH Ainur Rofiq Toyyib usai memimpin Syahadat.

Saksi ikrar mualaf ini antara lain, Sekretaris Umum Makmun ; Ketua Bidang Dakwah Nur Fakih ; Sekretaris Komisi Fatwa KH. Fathoni Muhammad, Lc., serta anggota Komisi Seni Didik Hendriyono.

Ia melanjutkan, bahwa memeluk Islam tidak hanya sebatas pengakuan secara lahiriah, tetapi harus diiringi dengan keyakinan yang kuat dalam hati. “Islam itu bukan sekadar agama yang diyakini secara dhohir (tampak), namun juga secara batin, yaitu iman harus yakin bahwa Islam adalah agama yang benar menurut dirinya,” tambahnya.

Kiai Rofiq juga mengingatkan bahwa perbedaan keyakinan dengan keluarga merupakan hal yang mungkin terjadi bagi seorang mualaf. Meski demikian, Kiai Rofiq menekankan bahwa hal tersebut merupakan hak pribadi setiap orang dalam menentukan keyakinan, dan juga berpesan agar hubungan baik dengan keluarga tetap dijaga meskipun terdapat perbedaan keyakinan.

Sementara itu, Wen Chao melalui bantuan temannya sebagai penerjemah menceritakan awal mula ketertarikannya terhadap Islam. Ia mengaku sebelum datang ke Indonesia tidak pernah terpikir sedikit pun untuk memeluk agama Islam. “Sebelum ke Indonesia tidak ada pikiran sama sekali untuk memeluk agama Islam,” ungkap Wen Chao.

Ia menambahkan bahwa ketertarikannya muncul ketika melihat rekan-rekan kerjanya yang beragama Islam menjalankan keyakinannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. “Cerita ini bermula ketika akhir tahun 2025, saya melihat banyak teman yang beragama Islam dan menjalankan keyakinannya, sehingga saya mulai tertarik untuk belajar tentang Islam,” ujarnya.

Menurut Wen Chao, proses tersebut tidak terjadi secara instan. Ia mulai mempelajari Islam secara perlahan dari lingkungan sekitarnya serta melalui interaksi dengan teman-teman muslim. Setelah melalui proses pembelajaran selama beberapa bulan, ia akhirnya merasa yakin untuk memeluk agama Islam. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hidayah Allah, Wen Chao asal Tiongkok Ikrar Mualaf di Kantor MUI Gresik Selengkapnya

Status jadi ASN, 148 Pendamping PKH akan Diterjunkan Bantu Identifikasi Calon Siswa Sekolah Rakyat di Gresik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik.

Acara dihadiri sebanyak 148 pendamping PKH Gresik, yang kini resmi menyandang status baru sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka diangkat dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di bawah Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial. Mereka pun semringah. 

Bupati Fandi Akhmad Yani  menyampaikan selamat kepada para pendamping PKH yang diangkat menjadi ASN. Menurutnya, perubahan status tersebut harus diiringi dengan peningkatan kinerja serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat.

“Dengan adanya status yang sudah melekat menjadi PPPK tersebut, otomatis beban kerja turut bertambah. Memang harus seperti itu,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menyinggung rencana pengembangan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik. Setelah sebelumnya berdiri Sekolah Rakyat jenjang SMA di Kecamatan Sidayu, pemerintah berencana memperluas program tersebut dengan membuka jenjang SD dan SMP.

Menurutnya, peran pendamping PKH sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan program tersebut, khususnya dalam mengidentifikasi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, tidak ada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Karena itu saya berharap para pendamping PKH dapat membantu mengidentifikasi calon siswa dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM), khususnya dari desil 1 berdasarkan penilaian di lapangan,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa para pendamping PKH tersebut kini memiliki beban tugas yang lebih kompleks. Hal ini seiring dengan perubahan status kepegawaian mereka. “Jika sebelumnya mereka hanya fokus pada pendampingan 56.000 lebih KPM, kini mereka diwajibkan melakukan fungsi pengawasan data yang lebih mendalam,” ujar dokter Ummi Khoiroh.

ia menjelaskan bahwa para pendamping PKH juga menjadi ujung tombak dalam memaksimalkan berbagai program prioritas Kementerian Sosial di lapangan. Program tersebut mulai dari Sekolah Rakyat hingga berbagai bantuan sosial lainnya yang menyasar kelompok masyarakat rentan.

“Kami berharap, dengan arahan Bapak Bupati, penambahan fungsi ini tetap dapat terlaksana dengan baik meskipun tantangan di lapangan sangat dinamis,” tambahnya.  (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Status jadi ASN, 148 Pendamping PKH akan Diterjunkan Bantu Identifikasi Calon Siswa Sekolah Rakyat di Gresik Selengkapnya

Bupati Gresik Lepas Kampanye Zakat Lewat Angkot

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas kampanye zakat melalui angkutan kota (angkot). Kegiatan ini dikemas dalam acara Gresik Peduli yang digelar bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik pada Selasa, 10 Maret 2026. Pada kesempatan itu, Fandi Akhmad Yani menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp400 ribu serta paket sembako kepada 50 sopir angkot.

Kegiatan dalam rangkaian peringatan HUT ke-52 Pemerintah Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kota Gresik, sekaligus upaya memperkuat gerakan zakat di tengah masyarakat pada momentum bulan suci Ramadan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Gresik kepada perwakilan sopir angkot.

Selain itu, Bupati bersama jajaran juga melakukan pemberangkatan kampanye zakat melalui kendaraan angkot yang telah ditempeli stiker ajakan berzakat pada kaca bagian belakang kendaraan.

Ajakan untuk menunaikan zakat diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui angkutan kota yang beroperasi di berbagai wilayah Kabupaten Gresik. Program Gresik Peduli merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gresik bersama BAZNAS kepada masyarakat, khususnya pekerja sektor transportasi yang setiap hari melayani mobilitas warga.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pengemudi angkutan kota menghadapi tantangan penurunan jumlah penumpang seiring perkembangan moda transportasi baru serta perubahan pola mobilitas masyarakat.

Karena itu, pada tahun ini bantuan difokuskan kepada sopir angkot. Sebelumnya, program serupa diberikan kepada pengemudi ojek daring sebagai bagian dari upaya BAZNAS membantu kelompok pekerja sektor informal.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS  Gresik atas komitmennya membantu masyarakat, khususnya para sopir angkot di bulan suci Ramadan.

“Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Gresik atas kepeduliannya kepada para sopir angkot, khususnya di bulan Ramadan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menambah semangat bapak-bapak dalam bekerja,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memahami tantangan yang dihadapi para pengemudi angkutan umum di tengah perubahan sistem transportasi saat ini.

“Perkembangan transportasi memang terus berubah. Namun kami tidak ingin para sopir angkot merasa ditinggalkan. Pemerintah tetap hadir untuk memberikan perhatian dan mencari solusi agar mereka tetap bisa bertahan dan menjalankan usaha,” tambahnya. (*)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Lepas Kampanye Zakat Lewat Angkot Selengkapnya

Polantas Gresik Goes to Pondok Pesantren, Edukasi Santri Tertib Berlalu Lintas 

GRESIK,1minute.id – Upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini terus digencarkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik. Caranya, di antaranya melalui program “Polantas Menyapa: Police Goes to Pondok Pesantren”. 

Anggota Satlantas menyambangi para santri di Pondok Pesantren Salafiyyah Nurul ‘Ulum, Kabupaten Gresik pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan yang digelar di aula utama pesantren tersebut diikuti ratusan santriwan dan santriwati yang tampak antusias menyimak materi edukasi keselamatan berlalu lintas.

Sosialisasi dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi Anggoro, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Dalam penyampaiannya, Ipda Andreas menekankan bahwa kesadaran akan keselamatan berkendara harus dibangun sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda. Para santri diberikan materi mengenai aturan dasar berlalu lintas, etika berkendara, hingga pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar nasional.

“Keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga kesadaran setiap pengguna jalan. Kami berharap para santri dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekitarnya,” ujar Ipda Andreas di sela kegiatan.

Menurutnya, langkah preventif melalui edukasi menjadi salah satu strategi penting untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih kerap melibatkan usia produktif, termasuk pelajar dan santri.

Selain memberikan edukasi, Satlantas Polres Gresik juga menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan keagamaan dengan menyerahkan bantuan sejumlah Al-Qur’an kepada pengurus Pondok Pesantren Salafiyyah Nurul ‘Ulum.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis kepolisian untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya kalangan pesantren.

“Melalui program ini kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai mitra masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui kegiatan Police Goes to Pondok Pesantren ini, para santri dapat menjadi duta keselamatan berlalu lintas yang mampu menularkan budaya disiplin berkendara di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dengan terjalinnya sinergi antara kepolisian dan kalangan pesantren, diharapkan tercipta kesadaran kolektif untuk mewujudkan wilayah Kabupaten Gresik yang aman, tertib, dan berkeselamatan di jalan raya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polantas Gresik Goes to Pondok Pesantren, Edukasi Santri Tertib Berlalu Lintas  Selengkapnya

Cerita Mahasiswa Luar Negeri Kuliah di UMG Jalani Puasa Ramadan

GRESIK,1minute.id – Puasa Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi memasuki sepuluh hari terakhir. Waktu yang paling istimewa bagi umat muslim, karena terdapat malam yang mulia, yaitu Lailatur Qodar. Malam seribu bulan.

Bagi Azzam Hesham, puasa Ramadan tahun ini berbeda. Pemuda asal Yaman, satu dari 19 mahasiswa luar negeri yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Mahasiswa Teknik Industri semester II ini untuk kali pertama menjalankan ibadah puasa di Gresik yang dikenal dengan julukan Kota Santri. 

“Awalnya memang sedih karena berpuasa tidak bersama keluarga. Tapi, setelah menjalani ibadah disini terasa sangat nyaman,” ujar Azzam ditemui di Kampus UMG Jalan Sumatera, Gresik Kota Baru (GKB) pada Senin, 9 Maret 2026. Azzam bersama dua sahabatnya, yakni Abdul Rahman Isiya asal Nigiria dan Hozifa Ismail Ali Adam asal Sudan. Mereka didampingi oleh Moh Agung Surianto, Direktur Humas, Protokol dan Kerjasama Nasional UMG. 

Bagi Azzam, berpuasa di Gresik, Indonesia hampir sama dengan di Yaman, rerata 14 jam per hari. Durasi puasa Ramadan di Yaman, salah satu yang terpendek di kawasan Timur Tengah. Cuaca juga nyaris sama berkisar antara 15 sampai 40 derajat celcius. “Badal tarawih juga sama banyak orang baca Alquran (tadarus). Ini yang membuat Saya nyaman,” katanya. 

Ia menceritakan, tiga tahun terakhir ini pemerintah Yaman tidak lagi menerapkan libur sekolah selama Ramadan. “Sama juga disini (Indonesia) selama Ramadan tetap kuliah,” katanya sambil tersenyum. 

Abdul Rahman Isiya asal Nigiria mengaku merasa nyaman belajar di UMG ini. Bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi Akuntansi semester II ini, puasa Ramadan 2026 adalah pengalaman pertamanya. Ia mengaku tidak merasa kendala. Termasuk menu Sahur. Rahman mengatakan, bisa belajar di Indonesia sangat menyenangkan. 

“Di negeri kami, Indonesia itu sangat terkenal, apalagi kalau musim haji banyak kita temui jamaah asal Indonesia. Saya suka belajar di kampus ini karena silaturahmi dan persaudaraan yang ditunjukkan warga di sini sangat. Ini saya lihat kalau ketemu, baik di masjid atau di tempat lain,” ujar pemuda penggemar olah rada basket ini.

Mimpi besar Rahman saat ini, adalah bisa mengabdikan keilmuannya yang diraih di Indonesia untuk negerinya. Rahman setelah meraih gelar sarjana Ekonomi dari UMG berkeinginan melanjut studi magister hingga doktoralnya di Indonesia. “Saya ingin menjadi dosen di negara Saya,” katanya. Untuk meraih mimpi itu, Rahman, Azzam maupun Hozifa Ismail Ali Adam berfokus untuk belajar. “Belum punya berpikiran untuk berpacaran,” ujar mereka. 

(Searah jarum jam) Abdul Rahman Isiya asal Nigiria ; Azzam Hesham (Yaman) , Hozifa Ismail Ali Adam (Nigeria), Direktur Humas, Protokol dan kerjasama nasional UMG Moh Agung Surianto, dan Rektor UMG Prof Khoirul Anwar berdialog bersama 3 dari 19 luar negeri yang kuliah di UMG pada Senin, 9 Maret 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Rektor UMG Prof Khoirul Anwar menegaskan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) memberikan ruang seluas-luasnya kepada mahasiswa asal luar negeri untuk menempuh pendidikan di UMG ini.

Kesempatan ini terutama diberikan kepada mahasiswa asal kawasan Timur Tengah dan Afrika yang banyak didera konflik atau perang saudara, sehingga membuat para kawula mudanya mendambakan suasan yang tenang dan nyaman untuk belajar.

“Di negara asalnya, umumnya terjadi konflik sesama warga negara atau perang saudara, sehingga para kawula muda yang masih ingin menempuh Pendidikan tinggi, memilih Indonesia sebagai tempat belajar, termasuk di UMG ini. Untuk itu, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mereka yang ingin meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkap Prof Khoirul Anwar pada Senin, 9 Maret 2026.

Didampingi Dr Moh. Agung Surianto,  Direktur Humas, Protokol, dan Kerja Sama Nasional UMG, Prof Khoirul mengatakan, kampus yang dipimpinnya menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa asing sejak lima tahun terakhir. Tahun ini, sebanyak 19 mahasiswa asing kini mempah pendidikan tinggi di UMG. 

Merka di antaranya berasal dari, Yaman, Pakistan, Sudan, Nigeria, Komoro, juga Thailand. “Kami juga memberikan kesempatan kepada adik-adik di Palestina untuk belajar di kampus ini dengan skema beasiswa. Ini bagian dari aspek kemanusiaan yang kami kembangkan,” tambah Prof Khoirul.     

Sementara Agung menambahkan, banyaknya mahasiswa asal luar negeri ini menguatkan stigma, bahwa UMG tidak saja menjadi kampus pilihan bagi mahasiswa dalam negeri dari berbagai daerah. Lebih dari itu, UMG mendapat kepercayaan dari warga dunia.

“Kami terus kembangkan dan membuka ruang bagi adik-adik calon mahasiswa di luar negeri untuk belajar di kampus ini,” ujar Agung. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Cerita Mahasiswa Luar Negeri Kuliah di UMG Jalani Puasa Ramadan Selengkapnya

Duet Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif, Bupati-Wabup Gresik Berikan Kado Diskon PBB dan Pemutihan Denda Pajak

“Hari Jadi Kota Gresik harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat”


GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik kembali memberikan diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pemutihan denda pajak daerah lain. Kebijakan itu diberikan oleh duet Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif, Bupati dan Wakil Bupati Gresik sebagai kado Hari Jadi ke-539 Kota Gresik dan HUT ke-52 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. 

Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. Sedangkan, HUT Pemkab diperingati setiap 28 Februari. Diskon PBB tahun ini sebesar 25 persen. Program keringanan pajak tersebut diumumkan dalam kegiatan doa bersama peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim pada Senin, 9 Maret 2026.

Acara ini dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Asluchul Alif, Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rachman, jajaran Forkopimda, para ulama, tokoh masyarakat. Hadir pula Wakil Bupati Gresik periode 2020-2024 Aminatun Habibah dan Wabup dua periode 2010 – 2020 Mohammad Qosim.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa peringatan Hari Jadi Kota Gresik harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Di usia 539 tahun ini, kita bukan hanya merayakan sejarah. Kita merangkul satu sama lain sebagai keluarga besar. Gresik adalah rumah kita bersama,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Melalui program tersebut, ia melanjutkan, Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan pemutihan 100 persen denda administratif pajak daerah yang mencakup beberapa jenis pajak, antara lain Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) seperti restoran, hotel, parkir, hiburan, dan listrik, serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kemudian, Pajak Air Tanah, Pajak Reklame, dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Program pemutihan denda ini berlaku mulai 9 Maret hingga 9 April 2026.

Selain itu, katanya, Pemkab Gresik juga memberikan diskon pokok PBB-P2 sebesar 25 persen dengan nilai potongan maksimal Rp 539 ribu, sebagai simbol usia Kabupaten Gresik yang ke-539 tahun. Pemerintah Kabupaten Gresik juga memberikan diskon 50 persen Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk transaksi waris serta hibah dari orang tua kepada anak. Diskon PBB-P2 berlaku hingga 9 April 2026, sedangkan diskon BPHTB berlaku hingga 9 Mei 2026.

Selain kebijakan fiskal, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menegaskan komitmennya pada sektor kesehatan. Bupati Yani menyampaikan bahwa layanan kesehatan tetap menjadi prioritas melalui program Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat Gresik memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan.

Menurutnya, pemerintah daerah juga telah memastikan kembali aktivasi data kepesertaan BPJS yang sebelumnya sempat mengalami kendala. “Layanan kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Data BPJS yang sempat bermasalah telah kami reaktivasi kembali agar seluruh masyarakat Gresik dapat memperoleh pelayanan kesehatan,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Gresik juga menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat, di antaranya santunan kepada 1.000 anak yatim dan duafa, bantuan sosial kepada 443 anak yatim, serta insentif bagi 1.000 hafidz Al-Qur’an.

Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan apresiasi kepada para pemenang lomba sayembara logo Hari Jadi Kabupaten Gresik. Juara pertama diraih Mohammad Arif dari Kecamatan Sidayu, disusul Mohammad Amar Shidiq dari Kecamatan Menganti sebagai juara kedua dan Ahmad Bahtiar dari Kecamatan Sidayu sebagai juara ketiga. Sementara itu, Muhammad Afiful Andriyanto dari Kecamatan Bungah terpilih sebagai juara favorit. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Duet Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif, Bupati-Wabup Gresik Berikan Kado Diskon PBB dan Pemutihan Denda Pajak Selengkapnya

Kapolres Gresik Sidak Kesiapan Senpi Dinas Anggota, Jaga Kamtibmas Kondusif Jelang Idul Fitri

GRESIK,1minute.id – Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah memasuki malam 20 Ramadan pada Senin, 9 Maret 2026. Lebaran Idul Fitri tinggal hitungan jari. Polres Gresik memperketat pengawasan internal dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap kesiapan senjata api (senpi) dinas milik personel.

Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan operasional aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Gresik seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri.  

Pemeriksaan yang dipimpin oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan jajaran Seksi Profesi Pengamanan (Sipropam) bersama Bagian Logistik Polres Gresik tersebut menyasar puluhan senjata api dinas, baik laras pendek maupun laras panjang, yang dipegang oleh personel Polres hingga jajaran Polsek.

Dalam kegiatan ini, setiap anggota yang memegang senjata api diwajibkan menunjukkan senpi dinas beserta kelengkapan administrasinya untuk dilakukan pengecekan secara menyeluruh.

Pengecekan dilakukan secara detail dan menyentuh berbagai aspek penting guna memastikan senjata api berada dalam kondisi siap pakai serta digunakan sesuai prosedur. Beberapa komponen yang diperiksa antara lain kondisi fisik senjata, kelengkapan amunisi, serta legalitas administrasi kepemilikan.

Petugas memeriksa kebersihan senjata serta memastikan seluruh mekanisme berfungsi dengan baik agar tidak menimbulkan kendala saat digunakan. Selain itu, jumlah dan kelayakan amunisi turut dihitung dan dicocokkan dengan data inventaris.

Tidak kalah penting, masa berlaku Surat Izin Memegang Senjata Api (SIMSA) juga diperiksa guna memastikan setiap personel yang memegang senjata telah memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan internal yang rutin dilakukan guna menjaga profesionalisme anggota di lapangan.

“Pengecekan ini adalah bentuk pengawasan internal yang ketat. Kami ingin memastikan seluruh senjata api dalam kondisi baik serta personel yang memegangnya tertib secara administrasi,” ujarnya di sela kegiatan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, operasi kepolisian terpusat yang digelar setiap tahun untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri.

Melalui pemeriksaan ini, Polres Gresik tidak hanya memastikan kesiapan alat material (almat), tetapi juga menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab personel dalam penggunaan senjata api dinas.

Pengawasan tersebut diharapkan mampu meminimalisir potensi pelanggaran, mencegah penyalahgunaan senjata api, serta memastikan penggunaan kekuatan oleh aparat tetap terukur dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dengan kondisi senjata yang terawat dan personel yang disiplin, Polres Gresik menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat sehingga perayaan Idulfitri di Kabupaten Gresik dapat berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.(*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Sidak Kesiapan Senpi Dinas Anggota, Jaga Kamtibmas Kondusif Jelang Idul Fitri Selengkapnya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Resmikan Revitalisasi Lab IPA SMAMIO dan 50 Sekolah di Gresik dan Lamongan 

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan 51 revitalisasi dan rehabilitasi 51 satuan pendidikan di Gresik dan Lamongan. Program revitalisasi dan rehabilitasi di wilayah kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik ini pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengalokasikan anggaran Rp 69,70 miliar.

Rinciaannya, untuk satuan pendidikan jenjang SMA, SMK dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten Lamongan sebanyak 31 sekolah dengan anggaran Rp 42,29 miliar. Sedangkan untuk satuan pendidikan di Kabupaten Gresik sebanyak 19 sekolah sebesar Rp 27,4 miliar. Rinciannya, SMA 10 sekolah anggaran Rp 8,6 miliar dan SMK.9 sekolah Rp 19,33 miliar.

Salah satu sekolah yang mendapatkan fasilitas revitalisasi tersebut di Kabupaten Gresik adalah SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik atau yang dikenal sebagai Smamio. Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menandatangani prasasti peresmian sebagai simbol diresmikannya Laboratorium IPA sebagai Research Center serta ruang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai Student Center di sekolah tersebut.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti secara simbolis yang nantinya akan dipasang di masing-masing sekolah penerima program. Khofifah menegaskan bahwa prasasti tersebut tidak sekadar menandai selesainya pembangunan, tetapi juga menjadi pengingat agar seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat bersama.

Penandatanganan prasasti tersebut disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, MBA, serta Kepala Smamio Ulyatun Nikmah. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya pemanfaatan fasilitas baru yang diharapkan mampu mendukung penguatan budaya riset sekaligus pengembangan kepemimpinan pelajar di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan peresmian ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan guna mendukung pembelajaran yang lebih inovatif dan berbasis riset. Dengan adanya fasilitas laboratorium yang representatif, diharapkan siswa dapat lebih aktif melakukan eksperimen dan penelitian ilmiah.

“Laboratorium menjadi ruang tumbuhnya semangat penelitian siswa. Kita berharap fasilitas ini mampu mendorong lahirnya kreativitas, inovasi, serta kemampuan berpikir kritis di kalangan pelajar,” ujar Khofifah.

Terpisah, Kepala Smamio Ulyatun Nikmah, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di sekolahnya. Menurutnya, kehadiran Laboratorium IPA sebagai Research Center dan ruang IPM sebagai Student Center akan memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk berkembang.

“Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pengembangan riset sekaligus ruang pembinaan kepemimpinan pelajar sehingga siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan kolaborasi yang kuat,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Melalui peresmian ini, Smamio Gresik semakin memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, inspiratif, serta mendukung lahirnya generasi muda yang unggul dan berdaya saing. (*)

Penulis : Ulyatun Nikmah | Editor : Chusnul Cahyadi 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Resmikan Revitalisasi Lab IPA SMAMIO dan 50 Sekolah di Gresik dan Lamongan  Selengkapnya

Satlantas Polres Gresik Gelar Layanan SIM Keliling Ramadan, Ngabuburit Takjil, Pulang Bawa Surat Izin Mengemudi

GRESIK,1minute.id – Ada suasana berbeda di pelataran Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik menjelang buka puasa. Ratusan warga dari berbagai Kecamatan ngabuburit layanan SIM Keliling Ramadan yang digelar oleh Satlantas Polres Gresik.

Program bertajuk “SIM Keliling Ramadhan dan Bagi Takjil” ini menghadirkan pelayanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi warga yang tengah menjalani aktivitas ngabuburit. Layanan tersebut berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak sempat mengurus SIM pada jam kerja pagi hari.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inovasi pelayanan kepolisian yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan. “Kami ingin memastikan kewajiban administrasi berkendara masyarakat tetap terpenuhi dengan cara yang lebih santai dan bernuansa ibadah. Selama Ramadan, layanan SIM Keliling kami geser ke sore hari berbarengan dengan waktu ngabuburit,” ujarnya pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Menurutnya, selain memudahkan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana mendekatkan Polri dengan warga melalui pelayanan yang humanis. Tak hanya menghadirkan layanan administrasi, personel Satlantas Polres Gresik juga membagikan paket takjil gratis kepada para pemohon SIM serta pengendara yang melintas di sekitar area masjid.

Aksi berbagi ini menambah kehangatan suasana Ramadan, sekaligus mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Kehadiran bus SIM Keliling tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Banyak yang merasa terbantu karena dapat mengurus perpanjangan SIM sambil menunggu waktu berbuka puasa.

“Sangat membantu sekali. Tidak perlu izin kantor pagi-pagi, sambil menunggu buka puasa bisa sekalian mengurus SIM dan bahkan mendapat takjil. Terima kasih Polres Gresik,” ungkap salah seorang warga yang memanfaatkan layanan tersebut.

Satlantas Polres Gresik juga mengimbau masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini untuk memantau jadwal operasional SIM Keliling Ramadan melalui akun media sosial resmi mereka, sehingga dapat mengetahui lokasi dan waktu pelayanan berikutnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Satlantas Polres Gresik Gelar Layanan SIM Keliling Ramadan, Ngabuburit Takjil, Pulang Bawa Surat Izin Mengemudi Selengkapnya