376 CJH Gresik Kloter 46 Berangkat ke Tanah Suci, Gus Yani Ingatkan Jemaah Berfokus Ibadah dan Jaga Kesehatan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas keberangkatan 376 jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Gresik di halaman Kantor Bupati Gresik pada Sabtu malam, 2 Mei 2026.

Mereka tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 46. Dirombongan haji reguler ini ada Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan istri, Shinta Puspitasari. Suasana haru dan penuh doa mengiringi momen keberangkatan para tamu Allah menuju Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berpesan agar seluruh jamaah menjaga kondisi fisik dan mental, serta memaksimalkan waktu untuk beribadah. “Panjenengan semua harus bahagia. Tidak perlu sedih atau galau. Fokuslah memperbanyak tasbih, sholawat, dan istighfar, terutama saat berada di Madinah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani di hadapan para jamaah.

Seremonial memberangkatkan tamu Allah SWT ini, tampak hadir antara lain, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadli Subur Karamaha dan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman. 

Bupati Yani juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai kunci utama dalam menjalankan rangkaian ibadah haji. Menurutnya, stamina yang terjaga akan membantu jamaah menjalankan seluruh rukun dan wajib haji dengan optimal.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah, Pemkab Gresik membekali para jamaah dengan paket obat-obatan dan vitamin yang telah disesuaikan untuk kebutuhan selama kurang lebih 40 hari. Selain itu, disediakan pula fasilitas kursi roda bagi jamaah lanjut usia.

Gus Yani menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dilatarbelakangi oleh pengalamannya saat menjadi petugas haji sebelumnya, sehingga memahami secara langsung kebutuhan para jamaah di lapangan. “Obat dan vitamin ini sudah dihitung kebutuhannya. Saya ingin jamaah tidak kesulitan mencari obat di sana, apalagi harganya relatif lebih mahal. Jadi bisa lebih tenang dan fokus beribadah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya manajemen energi selama menjalankan ibadah haji. Jamaah diimbau untuk tidak memaksakan diri dalam menjalankan ibadah sunnah secara berlebihan agar tetap prima saat puncak ibadah haji. Menutup sambutannya, Gus Yani menitipkan pesan khusus kepada jamaah yang lebih muda untuk peduli dan membantu jamaah lanjut usia.

“Saya titip yang muda-muda untuk membantu yang sepuh. Saling menjaga dan gotong royong agar semua bisa menjalankan ibadah dengan lancar,” pesannya. Pada kesempatan tersebut, Gus Yani juga memohon doa dari para jemaah agar Kabupaten Gresik senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, serta kemajuan di masa mendatang.

Usai seremoni pelepasan, rombongan jemaah Kloter 46 merupakan bagian dari total 2.674 jamaah calon haji asal Kabupaten Gresik yang diberangkatkan pada musim haji tahun 2026.dijadwalkan langsung menuju Asrama Haji Surabaya untuk menjalani proses administrasi dan persiapan akhir. Selanjutnya, para jamaah akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada keesokan harinya, Minggu, 3 Mei 2026 pukul 21.00 WIB. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

376 CJH Gresik Kloter 46 Berangkat ke Tanah Suci, Gus Yani Ingatkan Jemaah Berfokus Ibadah dan Jaga Kesehatan Selengkapnya

Hattrick Juara Umum, Kafilah Kecamatan Bungah Langsung Bersiap Diri Ikut MTQ Jawa Timur di Tulungagung 

GRESIK,1minute.id –  Perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXII Kabupaten Gresik 2026 di Islamic Center Balongpanggang resmi ditutup pada Minggu malam, 19 April 2026.

Penutupan event tahunan ini dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Kafilah Kecematan Bungah sukses  mempertahankan tropi juara umum tiga kali berturut-turut. Hattrick. Kafilah Bungah mendominasi sejumlah kategori mulai dari tilawah, Syarhil Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (KTIQ), serta cabang seni lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan MTQ, mulai dari Dewan Hakim, Panitia, hingga para kafilah dan camat pendamping. “Alhamdulillah seluruh rangkaian MTQ ke-32 Kabupaten Gresik tahun 2026 telah berjalan dengan baik. Terima kasih atas dedikasi dan partisipasi semua pihak,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan di masing-masing kecamatan dan mendorong sinergi antara pemerintah kecamatan dengan pondok pesantren, sekolah, madrasah, dan madrasah diniyah dalam menyiapkan kafilah yang unggul. “Kami yakin para santri Gresik memiliki kemampuan luar biasa. Dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, kita optimistis mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan para juara untuk segera mempersiapkan diri menghadapi MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur yang direncanakan digelar di Kabupaten Tulungagung. Ia berharap capaian di tingkat kabupaten menjadi modal penting untuk meraih prestasi di tingkat provinsi.

Sementara itu, Camat Bungah Muhammad Izul Muttaqin, menyampaikan rasa syukur atas capaian kafilahnya yang kembali meraih juara umum. Ia menyebut, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif para kafilah, pembina, serta dukungan penuh masyarakat.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan bangga. Ini adalah hasil dari kerja keras para kafilah, pembina, serta dukungan masyarakat Kecamatan Bungah,” ujarnya. Ia menambahkan, prestasi ini menjadi yang ketiga secara berturut-turut setelah sebelumnya diraih pada MTQ di Sangkapura, serta saat Bungah menjadi tuan rumah.

Ke depan, pihaknya akan segera melakukan langkah strategis untuk menjaga performa para juara. Koordinasi akan dilakukan bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Bungah dan seluruh pembina untuk memperkuat pembinaan serta melakukan verifikasi ulang peserta terbaik.

“Kami akan segera melakukan pembinaan lanjutan agar para juara bisa menjaga performanya. Termasuk membuka peluang bagi peserta lain yang berpotensi untuk dipersiapkan di tingkat provinsi,” jelasnya. Ia juga menegaskan kesiapan Bungah dalam menghadapi MTQ Jawa Timur di Tulungagung, sebagaimana pesan yang disampaikan Bupati Fandi Akhmad Yani agar kafilah tetap menjaga ritme, kemampuan, dan kualitas.

“Insyaallah kami siap menjaga performa dan mempersiapkan kafilah terbaik. Semoga Kabupaten Gresik kembali bisa meraih prestasi terbaik di tingkat provinsi,” pungkasnya. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Hattrick Juara Umum, Kafilah Kecamatan Bungah Langsung Bersiap Diri Ikut MTQ Jawa Timur di Tulungagung  Selengkapnya

Ziarah ke Makam Habib Abubakar Assegaf, Ketua MPR Ahmad Muzani Doa untuk Bangsa

GRESIK,1minute.id – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani melakukan ziarah ke makam Habib Abubakar Assegaf di Kompleks Masjid Jamik Gresik pada Sabtu, 18 April 2026.

Muzani tiba di makam ulama kharismatik yang memiliki ribuan jemaah ini, Muzani didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik juga Ketua DPC Gerindra Gresik badal Duhur. 

Turut hadir dalam penyambutan tersebut di antaranya Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anwar Sadad, Anggota Fraksi Gerindra DPR RI Bambang Harjo Soekartono (BHS), serta sejumlah fungsionaris Partai Gerindra

Rangkaian agenda ziarah diisi dengan doa bersama serta silaturahmi dengan keluarga besar dzuriyah Habib Abu Bakar di Jalam KH Zubair, Gresik. Kunjungan dengan agenda ziarah ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan keberkahan kepemimpinan nasional.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai agenda ziarah tersebut penting untuk memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai religius di tengah pembangunan daerah.

Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk mengembangkan kawasan makam sebagai destinasi wisata religi yang representatif. Pengembangan tersebut meliputi peningkatan akses jalan, penyediaan fasilitas pendukung, serta penataan lingkungan guna memberikan kenyamanan bagi para peziarah.

“Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Gresik Baru yang religius sekaligus berdaya saing,” ujar Fandi. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, selain berziarah di makam Habib Bakar, Ahmad Muzani yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Partai Gerindra turut melakukan silaturahmi ke dzuriyah Habib AbuBakar. “Ini merupakan kunjungan rutin Pak Muzani ke Gresik. Beliau selalu menyempatkan diri berziarah ke makam Habib Bakar,” ujar Asluchul Alif. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Ziarah ke Makam Habib Abubakar Assegaf, Ketua MPR Ahmad Muzani Doa untuk Bangsa Selengkapnya

Masjid KH Robbach Ma’sum Islamic Center jadi Venue MTQ XXXI Gresik, Bupati Gresik : MTQ Panggung Lahirnya Generasi Qurani


GRESIK,1minute.id – Masjid KH Robbach Ma’sum, Kompleks Islamic Center Balongpanggang menjadi venue Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Kabupaten Gresik. Perhelatan akbar yang diikuti oleh 18 kecamatan dengan total 725 orang kafilah ini dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Jumat malam, 17 April 2026.

Ajang ini tak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat tradisi keagamaan sekaligus menyiapkan kafilah terbaik menuju MTQ tingkat provinsi Jawa Timur.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan optimisme Gresik untuk kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi, sebagaimana capaian sebelumnya.
“Pada penyelenggaraan MTQ ke-31 tingkat provinsi Jawa Timur, Gresik berhasil meraih juara umum. Ini prestasi yang harus kita jaga dan kita tingkatkan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ XXXII di Kecamatan Balongpanggang memiliki makna strategis. Selain sebagai bentuk pemerataan kegiatan, lokasi ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan ikon baru Gresik kepada seluruh kafilah dari berbagai kecamatan.

“Pelaksanaan di Balongpanggang ini juga bertujuan mengenalkan Islamic Center Masjid KH Robbach Ma’sum dan wisata edukasi digital Gresik Universal Science (GUS). Selepas MTQ nanti bisa berkunjung lagi kesini,” harapnya. Bupati Yani menekankan bahwa MTQ bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga momentum memperkuat silaturahmi dan identitas religius masyarakat Gresik sebagai Kota Santri.

“Tradisi ini harus terus kita jaga. Gresik adalah tempatnya para santri dan para penghafal Al-Qur’an. Tidak hanya di wilayah utara, tetapi juga di wilayah selatan,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembinaan generasi Qurani, khususnya para guru dan pembina yang terus istiqomah mendidik peserta didik.

Lebih lanjut, Bupati Yani berharap MTQ XXXII mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an. “Mudah-mudahan MTQ ini berjalan sukses, penuh berkah, dan kembali mengantarkan Gresik meraih juara umum di tingkat Jawa Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam laporannya menyampaikan bahwa MTQ XXXII berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026, dengan pusat kegiatan di Kecamatan Balongpanggang. Pembukaan dan penutupan digelar di Islamic Center Balongpanggang, sedangkan perlombaan dilaksanakan di 10 venue yang tersebar di wilayah tersebut.

MTQ tahun ini diikuti oleh 18 kecamatan dengan total 725 orang kafilah, terdiri dari 545 peserta, 90 official, dan 90 pembina. Selain itu, sebanyak 110 orang dewan hakim dan panitera turut mendukung kelancaran pelaksanaan. Terdapat tujuh cabang yang dilombakan, yakni Tilawah Al-Qur’an, Hifdzil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khath Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Masjid KH Robbach Ma’sum Islamic Center jadi Venue MTQ XXXI Gresik, Bupati Gresik : MTQ Panggung Lahirnya Generasi Qurani Selengkapnya

17 Tahun Uswatun Khasanah,Ibu Single Parent 3 Anak asal Bawean Nabung di Galon Air Mineral Akhirnya bisa Haji 

GRESIK,1minute.id –  Uswatun Khasanah berulangkali mengucapkan rasa syukur. Keinginan puluhan tahun perempuan single parent berusia 51 tahun untuk ibadah haji akhirnya terkabul. Ibu tiga anak asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik ini menjadi jemaah calon haji (JCH) 2026 tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 46, gelombang 1 , rombongan 6.

Ia bergabung dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Babussalam Gresik. Menjadi tamu Allah SWT seringkali lahir dari ketulusan niat, kesabaran menabung puluhan tahun, dan keajaiban rezeki bagi mereka yang memiliki tekad kuat. 

Seperti yang dilakukan Uswatun Khasanah. Ibu single parent ini berjuang ekstrakeras untuk menghidupi tiga anaknya dengan membuka toko klontong. Berjualan jajanan khas Bawean serta makanan kecil lainnya untuk menyambung hidup. “Saya daftar haji 2012. Waktu itu, ya anak-anak masih kecil,” kata Uswatun ketika dihubungi 1minute.id pada Rabu, 14 April 2026.

Tekad yang kuat, ketulusan niat, kesabaran menabung puluhan tahun. Ia menyisihkan hasil jualan antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu setiap hari. Uang recehan itu dimasukkan dalam galon air mineral. Selama hampir 17 tahun. “Kalau jualan ramai ya saya tabung. Kadang sepi ya tidak nabung,” ujarnya. 

Uswatun menaruh uang recehan itu ke dalam galon air mineral tujuan mudah untuk di tukar dengan uang kertas. “Kadang saya tukar untuk uang kembalian orang yang beli jajan,” katanya. Uang tabungan itu, kemudian digunakan untuk mendaftar haji hingga lunas. Bahkan masih ada sisa lebih. “Ini uang sisanya,” katanya sambil menunjukkan uang logam di dalam galon air mineral. “Mohon doanya ya. Semoga lancar,” ujarnya.

Kegigihan dan ketekunan ibu single dengan tiga anak layak dijadikan teladan. Setelah 17 tahun menabung akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

Koordinator Perwakilan Pengurus Babussalam Bawean H. Subaidi,  pengusaha dan pemilik Hotel Miranda menerangkan bahwa jemaah asal Bawean akan berlayar ke Gresik dengan kapal cepat, Express Bahari pada 27 April 2026. “Nanti seremonial upacara keberangkatan di depan Hotel Miranda Bawean,” ujar Mohammad Salim, Plt Ketua KBIHU Babussalam Gresik menirukan ucapan Subaidi.

“Ada 30 orang jemaah asal Bawean tahun ini semua bergabung dengan KBIHU Babussalam Gresik,” imbuh Salim yang juga Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik ini. “Merasa bersyukur tahun 2026 ini seluruh jemaah sehat semoga diberikan kemudahan kelancaran dalam menjalankan seluruh ibadah haji. Berangkat pulang sehat lengkap kompak dan menjadi haji mabrur,” imbuhnya. 

Sementara itu, data Kementerian Agama (Kemenag) Gresik per Februari 2026, jumlah calon jemaah haji (CJH) Gresik berjumlah 2.671 orang. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

17 Tahun Uswatun Khasanah,Ibu Single Parent 3 Anak asal Bawean Nabung di Galon Air Mineral Akhirnya bisa Haji  Selengkapnya

Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia & Gubernur Samarkand Ziarah ke Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, Bupati Gresik : Gresik jadi Tujuan Ziarah Religi Dunia

GRESIK,1minute.id – Duta Besar Uzbekistan di Indonesia Oybek Eshonov melakukan ziarah ke makan waliyullah, Syekh Maulana Malik Ibrahim pada Ahad, 5 April 2026. Bupati Gresik Fandi Akhmad mendampingi langsung rombongan kedubes itu.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan sejarah, budaya, dan spiritual antara Indonesia-Uzbekistan. Ini sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang ziarah religi, pertukaran keilmuan Islam, serta pengembangan ekonomi. 

“Kami menyambut baik kunjungan ini dan berharap Gresik semakin dikenal sebagai tujuan ziarah religi dunia,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani  memperkenalkan kuliner khas daerah, di antaranya nasi krawu, pudak, serta minuman tradisional legen, sebagai bagian dari promosi kekayaan budaya lokal kepada rombongan Uzbekistan.

Rofi Eka Shanty, perwakilan International Relations Imam Bukhari Center yang menjembatani kerja sama Indonesia-Uzbekistan menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menyambungkan kembali sanad atau hubungan keluarga para tokoh besar Islam.

“Hari ini kami mendampingi Gubernur Samarkand, untuk bertemu dengan Bupati Gresik dalam rangka menyambungkan sanad antara Maulana Malik Ibrahim dengan Bahauddin Sogarji (Shaghir), yang makamnya berada di Samarkand,” ujarnya.

Ia menambahkan, kunjungan ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya terdapat pengakuan internasional terhadap silsilah dan sejarah Maulana Malik Ibrahim. Tidak hanya itu, keterkaitan tersebut juga mencakup tokoh-tokoh besar lainnya seperti Sunan Ampel, Syekh Jumadil Kubro, serta Ibrahim As-Samarqandi, yang memiliki hubungan langsung dengan Syekh As-Sogarji (Shaghir) di Uzbekistan.

Sebagai bentuk penguatan kajian sejarah, rombongan Uzbekistan juga menyerahkan sebuah buku yang memuat silsilah tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. Buku tersebut saat ini tersedia dalam bahasa Uzbek dan tengah dalam proses penerjemahan ke bahasa Inggris dan Indonesia.

“Harapannya, dengan adanya hubungan saudara ini, masyarakat Gresik dapat berkunjung ke Uzbekistan. Begitu juga sebaliknya, Uzbekistan dapat turut berkontribusi dalam revitalisasi serta memperkaya khazanah keilmuan dan pemahaman sejarah para Wali,” tambah Rofi.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, juga dibahas potensi kerja sama ekonomi antara Gresik dan Samarkand. Gubernur Samarkand Adiz Muzafarovich Boboyev, menunjukkan ketertarikan terhadap potensi manufaktur Gresik, khususnya dalam pengolahan tembaga dan emas yang selama ini menjadi komoditas ekspor.

Gubernur Samarkand bahkan mengundang Bupati Gresik untuk berkunjung ke Samarkand. Tidak hanya dalam rangka ziarah ke leluhur Maulana Malik Ibrahim, tetapi juga untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Kunjungan tersebut diharapkan dapat melibatkan para pelaku usaha dan industri dari Gresik guna menjajaki kolaborasi serta pertukaran informasi terkait potensi kedua wilayah.

Rombongan yang hadir dalam kunjungan ini terdiri dari Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Muzafarovich Boboyev, Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov, serta pengelola Makam Rukhabad di Samarkand, yang merupakan lokasi dimakamkannya ayah Maulana Malik Ibrahim.

Turut hadir pula sejumlah perwakilan travel agency dari Uzbekistan yang tengah menjajaki peluang kerja sama dengan operator umrah dan pariwisata di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka jalur kunjungan dua arah antara kedua negara.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol penguatan hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang besar dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran keilmuan antara Gresik dan Samarkand. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia & Gubernur Samarkand Ziarah ke Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, Bupati Gresik : Gresik jadi Tujuan Ziarah Religi Dunia Selengkapnya

Surat Al Ikhlas Berkumandang 1000 Kali, Malam Selawe Ramadan di Bukit Giri Khidmat dan Kondusif

GRESIK,1minute.id – Ribuan warga tumplek-blek ngalab berkah di malam selawe Ramadan 1447 hijiar. Jalan Sunan Giri mulai simpang lima Kebomas hingga makam Sunan Giri ditutup untuk semua kendaraan. 

Masyarakat yang akan melaksanakan tradisi malam 25 Ramadan itu harus jalan kaki. Cuaca Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang cerah menjadi tradisi yang konon sejak zaman Sunan Giri, Wali Sanga, penyebar agama Islam juga Kepala Pemerintahan di Bukit Giri Kedaton bergelar Prabu Satmata begitu riuh. 

Di Jalan Sunan Giri bagaian lautan manusia. Sesak. Mereka ada berbelanja kuliner atau perlengkapan untuk kebutuhan Idul Fitri. Sedangkan, warga lainnya memadati Masjid Jamik dan makam  Sunan Giri. Berikhtikaf, berzikir dan bersalawat. Serta Mahalul Qiyam.

Suasana religius semakin terasa saat ribuan jamaah secara serentak melantunkan Surat Al-Ikhlas hingga 1.000 kali. Tradisi tersebut menjadi bentuk munajat kepada Allah SWT dalam menjemput keberkahan malam Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memimpin langsung tradisi itu didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif, Ketua DPRD Muhammad Syahrul Munir, serta Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, Kasdim 0817/Gresik Mayor Siari.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur atas terjaganya tradisi Malam Selawe yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

“Ini adalah tahun kedua kegiatan Malam Selawe kita selenggarakan secara lebih terorganisir. Dampaknya luar biasa, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga ekonomi. Pasar UMKM di Kebomas sangat ramai, membuktikan bahwa warisan para pendahulu membawa berkah nyata bagi masyarakat,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Momentum bersejarah juga ditandai dengan penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia(WBTbI) dari kementerian Kebudayaan untuk kategori Malam Selawe Kupat Ketheg. Sebagai bentuk syukur, panitia menyediakan sekitar 2.000 porsi nasi kebuli dan 500 porsi kupat ketheg yang dibagikan kepada jamaah.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, skema pengamanan terpadu diterapkan di bawah koordinasi Kabag Ops Polres Gresik Kompol Yusis Budi Krismanto. Sebanyak 123 personel gabungan diterjunkan yang terdiri dari unsur TNI–Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, tenaga medis dari Dinas Kesehatan, serta unsur organisasi kemasyarakatan seperti Banser dan Pemuda Pancasila.

Berkat koordinasi yang solid antara petugas dan kesadaran masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan yang berakhir sekitar pukul 23.10 WIB berjalan aman, tertib, dan kondusif. Malam Selawe 2026 pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Gresik KH Ainur Rofiq.

Sementara itu, Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang turut membantu menjaga keamanan serta seluruh personel pengamanan yang telah menjalankan tugas dengan baik sehingga kegiatan Malam Selawe dapat berlangsung aman dan lancar,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Surat Al Ikhlas Berkumandang 1000 Kali, Malam Selawe Ramadan di Bukit Giri Khidmat dan Kondusif Selengkapnya

Pupuk Indonesia Gelar Safari Ramadan,  Petrokimia Gresik Saluran Santunan Rp 1,5 Miliar 

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik menjadi tuan rumah Safari Ramadan yang digelar PT Pupuk Indonesia (Persero). Dalam kegiatan ini, Pupuk Indonesia bersama Petrokimia Gresik menyalurkan santunan kepada ribuan masyarakat. Total bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri di bulan suci Ramadan tembus Rp 1,52 miliar.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Gresik sehingga Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik mampu menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia dengan baik. Tugas ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Ini adalah Safari Ramadan yang ketiga Pupuk Indonesia. Dengan Safari Ramadan ini kita bisa membangun silaturahmi, membangun kekompakan, dan berbagi keberkahan. Banyak sekali keberkahan yang diberikan kepada masyarakat. Tolong Petrokimia Gresik dijaga dengan baik. Dengan gejolak dunia seperti saat ini, Indonesia bisa tetap menjaga ketahanan pangannya. Ini karena kita mempunyai industri (pupuk, Red) yang besar,” ujar Rahmad.

Adapun keberkahan yang disalurkan dalam Safari Ramadan kali ini antara lain santunan untuk 1.455 guru Taman Pendidikan Quran (TPQ) yang ada di Gresik dengan total Rp 218,3 juta; kemudian santunan untuk 73 Imam Rawatib masjid dan musala sebesar Rp 109,5 juta; santunan 80 anak yatim dan 15 anak didik dari Perkumpulan Istri Karyawan Petrokimia Gresik (PIKA-PG) sebesar Rp 23,8 juta.

Berikutnya, Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia juga menyerahkan 500 paket sembako kepada abang becak dan masyarakat sekitar perusahaan. Setiap paket berisi 1 liter minyak goreng, 3 kilogram beras, dan 1 kilogram gula. 

Selain itu, perusahaan juga memberikan 270 Alquran untuk 27 musala di sekitar perusahaan. Bantuan ini juga merupakan kolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Petrokimia Gresik dan Serikat Karyawan Petrokimia Gresik (SKPG).

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk rasa syukur dan terima kasih perusahaan kepada masyarakat Gresik. Petrokimia Gresik sebagai bagian dari Pupuk Indonesia menyadari bahwa keberadaan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di sekitarnya.

“Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata, sekaligus menjaga hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar sebagai bagian dari keberlanjutan perusahaan,” katanya.

Daconi menambahkan, bantuan dalam Safari Ramadan ini melengkapi program kepedulian yang sebelumnya telah dijalankan Petrokimia Gresik selama bulan Ramadan. 

Sebelumnya, Petrokimia Gresik telah menyalurkan bantuan kepada 16 masjid dan 77 musala di sekitar perusahaan, serta 23 pondok pesantren dan 27 panti asuhan di Kabupaten Gresik. Adapun total bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik selama bulan puasa ini mencapai Rp1,52 miliar.

“Kami juga menggelar silaturahmi Safari Ramadan dengan buka bersama dan tarawih di masjid-masjid sekitar perusahaan. Kami hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan bantuan operasional sehingga masjid-masjid tersebut semakin semarak di momen Ramadan,” tandas Daconi.

Terakhir, ia berharap masyarakat dapat terus memberikan doa dan dukungan kepada perusahaan sehingga Petrokimia Gresik dapat terus menjalankan amanah dalam memajukan pertanian Indonesia.

“Kami berharap setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini dapat menjadi benih kebaikan yang kelak tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan serta generasi yang akan datang. Setiap kepedulian yang kita tanam hari ini akan tumbuh menjadi kebaikan yang menguatkan kebersamaan dan menghadirkan harapan,” tutupnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pupuk Indonesia Gelar Safari Ramadan,  Petrokimia Gresik Saluran Santunan Rp 1,5 Miliar  Selengkapnya

Malam Ini, Pemkab Gresik Siapkan 2.000 Nasi Kebuli untuk Jemaah Malam Selawe Ramadan di Masjid Sunan Giri

GRESIK,1minute.id – Menyambut malam 25 Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan menggelar Pembacaan Seribu Surat Al Ikhlas di Masjid Besar Ainul Yaqin pada Sabtu malam, 14 Maret 2026.

Panitia telah menyiapkan 2.000 porsi Nasi Kebuli yang akan dibagikan gratis kepada para jemaah dan 500 Kupat Ketheg yaitu kuliner khas Giri yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI). “Pembagian Kupat Ketheg ini adalah bentuk apresiasi atas penetapan tradisi Malam Selawe dan Kupat Ketheg sebagai warisan budaya asli Gresik,” kata Camat Kebomas Tri Joko Efendi kepada wartawan. 

Tradisi Malam Selawe 

Malem Selawe atau malam 25 Ramadan adalah tradisi “berburu” Lailatul Qadar atawa malam seribu bulan. Tradisi ini dikatakan sebagai malam puncak Ramadan, banyak peziarah berdatangan baik dari dalam maupun luar kota Gresik. Selain beriktikaf dan ziarah ke makam, ibadah yang dilakukan dalam tradisi Malam Selawe diantaranya yakni melaksanakan Salat Sunnah, berzikir dan membaca Al-Quran di Masjid Besar Sunan Giri dengan tujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT.

Tradisi ini sudah ada sejak zaman Sunan Giri (Syekh Maulana Ainur Yaqin, Wali Sanga atau penyebar agama Islam yang juga Kepala Pemerintahan di Bukit Kedaton bergelar Prabu Satmata)  mengajak para santrinya untuk beribadah Iktikaf di masjid Giri dengan harapan mendapatkan berkah malam Lailatulqadar. 

Tradisi malam selawe ini masih dilestarikan oleh Masyarakat sekitar hingga sekarang. Ramainya peziarah yang datang, banyak juga pedagang yang datang untuk menawarkan dagangannya. Tidak sedikit masyarakat yang menyalahartikan dan beranggapan bahwa tradisi Malam Selawe hanya berupa pasar malam dan acara perlombaan saja, tanpa memahami makna inti diadakannya tradisi Malam Selawe sebenarnya. 

Perlombaan yang pernah dilakukan diantaranya, Lomba Hadrah hingga Giri Expo, yang memamerkan berbagai produk warisan Budaya yang berasal dari kabupaten Gresik.

Tahun ini, malem Selawe ada nuansa berbeda. Pemerintah memfasilitasi puluhan stan UMKM yang khusus menyajikan jajanan tradisional Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Jumlah 50 hingga 60 stan. Lokasinya di depan Kantor Kecamatan Kebomas. 

Tri Joko Efendi menyatakan, tujuan kegiatan ini menurutnya bukan sekadar meramaikan, tapi kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi melalui jajanan tradisional dan harapannya, generasi masa depan kita tumbuh sehat. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Malam Ini, Pemkab Gresik Siapkan 2.000 Nasi Kebuli untuk Jemaah Malam Selawe Ramadan di Masjid Sunan Giri Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sebut,  Sanggring Kolak Ayam, Identitas Sosial dan Religi Masyarakat Gresik

GRESIK1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung proses pengolahan Kolak Ayam (Sanggring) di area Masjid Jami’ Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Kamis, 12 Maret 2026.

Tradisi setiap malam 23 Ramadan, tahun ini memasuki ke 501 tahun. Kementerian Kebudayaan tradisi yang telah berlangsung lebih dari 5 abad ini sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI).

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, tradisi ini bukan sekadar acara makan bersama, melainkan simbol kepatuhan spiritual dan penghormatan terhadap perjuangan dakwah Sunan Dalem, putra Sunan Giri.

Ia juga menegaskan bahwa Sanggring Kolak Ayam merupakan tradisi berusia ratusan tahun yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai kuliner warisan leluhur, hidangan ini juga diyakini memiliki khasiat sebagai obat.

“Sejarah kolak ayam berawal dari kebiasaan Sunan Dalem yang membuat masakan ini sebagai obat untuk mengobati sakitnya saat membuat Masjid di Desa Gumeno dalam menyebarkan Islam. Resep tersebut ternyata mujarab karena bisa menyembuhkan sakitnya Sunan Dalem termasuk warga sekitar,” tutur Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

“Tradisi kolak ayam sebagai wujud apresiasi serta melestarikan budaya peninggalan Sunan Dalem. Salah satu tokoh penyebar agama islam di pesisir utara Gresik sekitar 1541 masehi,” terang mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini mengajak generasi muda yang ada di Desa Gumeno untuk diberikan wawasan seputar tradisi kolak ayam. Sehingga menjadi suatu tradisi yang diharapkan bakal terus bertahan di tengah gerusan kemajuan Gresik sebagai kota industri.

“Tahun 2019 tradisi ini telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak benda Indonesia (WBTbI) oleh pemerintah, yang memperkuat identitas sosial dan religi masyarakat Gresik,” tandas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Tradisi pembuatan Kolak Ayam tiap malam ke-23 di bulan Ramadan tahun ini menghabiskan 240 ekor ayam, 225 kg bawang daun, 525 butir kelapa, 650 kg gula merah, 50 kg jinten bubuk akan disajikan sebanyak 3000 untuk porsi tamu. 

KOLAK AYAM atau Sanggring Kolak Ayam tradisi malam 23 Ramadan yang memasuki 501 tahun di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ( Foto Dokumen Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mengutip dari buku “Grissee Kota Bandar” Kolak ayam atau Sanggring, tradisi ratusan tahun ini telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2019. Kolak ayam Desa Gumeno rasanya gurih legit dengan isian ayam kampung di dalamnya. Makanan inilah yang menjadi ikon tradisi ini. Awalnya, kolak ayam berfungsi sebagai obat. 

Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem bernama lengkap Syekh Maulana Zaenal Abidin, berdakwah di Desa Gumeno pada 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri (Sunan Maulana Ainul Yaqin) ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit.

Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit). Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem. 

Dalam mimpi itu beliau mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.

Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00 WIB. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya. (chusnul cahyadi/*)

Editor: Chusnul Cahyadi

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sebut,  Sanggring Kolak Ayam, Identitas Sosial dan Religi Masyarakat Gresik Selengkapnya