Pabrik Produksi Kasur Busa di Gresik Terbakar, Asap Hitam Terlihat hingga Radius 5 Kilometer 

GRESIK,1minute.id – Pabrik produksi kasur busa di Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik ludes terbakar pada Kamis, 11 Juli 2024. 

Asap hitam membumbung tinggi hingga terlihat hibgga radius 5 kilometer. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang penyebabnya masih dalam penyelidikan oleh kepolisian itu. Kerugian ditaksir sekitar Rp 4 miliar.

Kebakaran hebat UD Victory itu terjadi di tengah ratusan pekerja sedang beraktivitas. Sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah pekerja di ruang produksi kasur busa sedang aibuk. 

Tiba-tiba suhu udara dalam ruangan itu menghangat. Dalam hitung detik menjadi panas. Hawa panas yang berupa bara api itu muncul dari sebuah ventilasi di ruang produksi. Spontan, para pekerja berteriak histeris. “Kebakaran…kebakaran…kebakaran”. 

Para pekerja semburat keluar dari ruang produksi. Sebagai lainnya mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadaman ringan atau APAR. Api tidak padam. Bahkan, semakin membesar.  Karena dalam ruang itu banyak bahan untuk membuat kasur busa yang mudah terbakar sehingga pekerja kewalahan. 

“Kami mendapatkan laporan kebakaran itu sekitar pukul 09.30 WIB,” kata Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono pada Kamis, 11 Juli 2024. Bahan untuk membuat kasur busa yang mudah terbakar membuat amuk si jago merah cepat membesar. 

Warga sekitar pabrik pembuatan kasur busa di Dusun Randu Pukah, Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo panik. Apalagi asap hitam sangat tebal. Tim Damkar Pemkab Gresik pos Krikilan, Driyorejo dengan mengendarai dua unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai air meluncur ke tempat kejadian kebakaran (TKK).

Langkah pertama petugas Damkar Gresik lakukan adalah melokalisir api tidak merembet ke tempat lain. “Size up (lokasir) api agar tidak merembet dan masyarakat tidak panik,” ujar mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. 

Meskipun petugas dari Damkar Gresik, Damkar Kota Surabaya, Damkar sejumlah perusahaan sekitar lokasi kejadian telah melokalisir api tidak merembet ke tempat lainnya, namun tetap kesulitan memadamkan amuk si jago merah itu. Karena bahan busa dan lainnya yang mudah terbakar. Sekitar pukul 14.50 WIB, api bisa dipadamkan. “Kami butuh waktu 5 jam lebih memadamkan kebakaran pabrik produksi kasur busa ini,” katanya. (yad)

Pabrik Produksi Kasur Busa di Gresik Terbakar, Asap Hitam Terlihat hingga Radius 5 Kilometer  Selengkapnya

Lagi, TPA Ngipik Gresik Terbakar

GRESIK,1minute.id – Kebakaran hebat terjadi di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Ngipik pada Kamis malam, 20 Juni 2024. Api yang berkobar membakar puluhan bahkan ratusan meter kubik sampah menjadikan langit di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan / Kabupaten Gresik berwarna merah.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran kali kedua di kurun waktu sepekan terakhir ini. Kebakaran kali pertama terjadi pada Selasa, 18 Juni 2024 terjadi pukul 04.20 WIB. Petugas membutuhkan waktu 7 jam untuk menjinakkan si jago merah tersebut. Karena sampah yang terbakar luas. Sekitar separoh lapangan bola.

“Untuk kebakaran tadi malam (Kamis) terjadi di lokasi yang berbeda. Tumpukan sampah kering dan basah,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono pada Jumat, 21 Juni 2024.

Informasi yang dihimpun, amuk si jago merah terjadi mulai pukul 20.30 WIB. Lokasinya di sebelah timur TPA Ngipik. Tempat itu, terdapat tumpukan sampah kering dan basah. “Awal petugas TPA yang mencoba memadamkan sendiri. Tapi, tiupan angin membuat api semakin membesar,” kata Suyono. 

Karena bara api semakin membesar, imbuhnya, pihak TPA Ngipik meminta bantuan dari Damkar Gresik. “Kami menerima laporannya sekitar pukul 23.50 WIB,” terang mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu.

TPA Ngipik ini berada dalam kawasan industri di Jalan Prof Moh Yamin, Gresik ini adalah TPA terbesar di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Sampah berasal dari rumah tangga. Saban hari di perkirakan 250 meter kubik sampai 300 meter kubik sampah yang di buang ke TPA Ngipik. 

Kini tumpukan sampah itu sudah menyerupai bukit yang menjulang ke angkasa. Upaya Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik untuk melakukan pengolahan sampah. Selain itu, juga membangun tempat pengolahan sampah terpadu atau TPST di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean untuk menampung sampah rumah wargq di Gresik Selatan, Kedamean, Wringinanom, dan Driyorejo.

Terik matahari membuat sampah mudah terbakar. Petugas Damkar membutuhkan waktu lebih 4 jam untuk memadamkan api. Sebab, petugas harus membongkar bagian bawah untuk memastikan api sudah padam. ” Personil baru tarik tadi pagi pukul 04.00 WIB,” ujarnya. Ia berpesan kepada warga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk tidak membakar sampah sembarangan. “Karena saat ini kondisi kemarau,” tegasnya. (yad)

Lagi, TPA Ngipik Gresik Terbakar Selengkapnya

Diduga Kelelahan, Pekerja Pemasang Iklan Rokok Semaput Di Atas Papan Reklame di Gresik

GRESIK,1minute.id – Tubuh Khoirul tiba-tiba ambruk. Pekerja borongan itu tidak sadarkan tatkala sedang memasang baliho reklame salah satu produk rokok depan Masjid Achmad Dahlan dekat terminal Bunder itu, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Rabu malam, 14 Juni 2024.

Diduga kuat lelaki yang tinggal di Jalan Dinoyo, Surabaya itu pingsan karena kelelahan setelah memanjat papan reklame berada di depan Masjid Achmad Dahlan dekat terminal Bunder itu.  

Ali Machfud, warga Simumulyo Baru, Surabaya, rekan kerja  Khoirul pun panik. Ali Machfud yang gemetaran itu kemudian meminta bantuan kepada petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik. “Pelapor menghubungi call center 112 Gresik,” kata Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Kamis, 20 Juni 2024.

Menurut Suyono, pada Rabu malam, sekitar pukul 21.34 WIB, korban Khoirul dan rekannya, Ali Machfud mendapatkan pekerjaan pemasangan reklame di depan Masjid Achmad Dahlan di sekitar Terminal Bunder, Gresik. Mereka memanjat papan reklame setinggi kurang lebih 3 meter. Ketika berada diatas papan reklame milik perusahaan reklame dengan produk rokok itu korban Khoirul semaput.

“Mungkin kelelahan,” kata mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. Kabar ada pekerja borongan pingsan, imbuhnya, sebanyak tujuh personel rescue Damkarmat menuju ke lokasi kejadian. Petugas membawa truk sky walker dan peralatan lainnya. 

Butuh waktu kurang lebih 35 menit untuk mengevakuasi korban yang berada di atas papan reklame itu. Ketika proses evakuasi, tim kesehatan dengan mobil ambulans stanby di bagian bawah. Setelah korban berhasil di evakuasi kemudian dilakukan pemeriksaan dan langsung dibawah menuju rumah sakit. “Alhamdulillah, korban bisa terselamatkan,” tegas Suyono lega. (yad)

Diduga Kelelahan, Pekerja Pemasang Iklan Rokok Semaput Di Atas Papan Reklame di Gresik Selengkapnya

Siang Hunting, Sore Buka Lapak Daging Kurban, Fenomena Idul Kurban di Kali Tutup Gresik

GRESIK,1minute.id – Suasana Kali Tutup di Jalan KH Hasyim Asy’Ari, Gresik riuh pada Senin, 17 Juni 2024. Ratusan warga silih berganti memasuki kawasan samping timur Pasar Kota Gresik itu. 

Mereka sengaja datang pasar untuk membeli daging kurban kepada para “penjual” daging dadakan itu. Semakin sore, suasana Kali Tutup semakin riuh. Karena penjual daging kurban terus bertambah. Mereka berjualan secara berpencar di sepanjang Kali Tutup itu.

Harga daging kurban tentu lebih murah dibandingkan dengan harga daging di pedagang pasar. Pasalnya, penjual daging kurban yang dipasarkan di kawasan Kali Tutup itu didapatkan oleh para penjual dengan cara melakukan hunting di sejumlah tempat penyembelihan hewan kurban yang di setiap Musala atau Langgar dan Masjid. 

Beberapa ada orang bisa mendapatkan lebih dari 2 kilogram daging, bahkan ada mendapatkan 5 kilogram karena campuran jerohan seperti babat atau usus. Ada juga mendapatkan balungan atau kaki kambing maupun kaki sapi. Idul Adha atau Idul Kurban menjadi berkah warga kurang beruntung secara ekonomi. 

“Kalau kami makan, seminggu belum tentu habis. Mending saya jual untuk membeli beras dan kebutuhan lainnya,” ujar seorang ibu penjual daging kurban pada Senin sore, 17 Juni 2024.

Harga daging kurban tanpa lemak bisa laku seharga Rp 65 ribu sampai Rp 75 ribu per kilogram. Bahkan, ada menjual balungan sapi seharga Rp 10 ribu. “Balungan sepuluh ribuan,” kata penjual sambil menenteng tas kresek.

Penjual daging kurban di sepanjang Kali Tutup ini sudah menjadi fenomena tahunan. Sehingga, konsumen sangat menantikannya. Para konsumen ini diantaranya pedagang pentol dan warung makan. (yad)

Siang Hunting, Sore Buka Lapak Daging Kurban, Fenomena Idul Kurban di Kali Tutup Gresik Selengkapnya

Sapi Kurban Ngamuk, Warga Jegong, Gresik Panik

GRESIK,1minute.id – Seekor sapi kurban ngamuk pada Minggu, 16 Juni 2024. Tali yang mengikat sapi jenis limousin warna coklat itu pun terputus. Sapi itu pun kabur dan berhenti setelah tercebur sebuah parit Dusun Jegong di Jalan Ibrahim Zahir, Kelurahan Singosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Puluhan warga setempat mencoba melakukan evakuasi sapi yang memiliki berat diatas 500 kilogram itu. Akan tetapi, sapi mberot alias berontak membuat warga sekitar kesulitan melakukan evakuasi sapi nahas tersebut .

“Ada seorang warga bernama pak Budi yang meminta bantuan kami (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan),” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Minggu, 16 Juni 2024.

Sekitar pukul 13.35 WIB permintaan bantuan dari warga diterima oleh petugas. Dalam hitungan menit, tujuh petugas meluncur ke lokasi kejadian. Butuh waktu hampir 60 menit petugas melakukan evakuasi dengan dibantu oleh warga setempat. “Sekitar pukul 14.15 WIB evakuasi selesai,” terang mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. (yad)

Sapi Kurban Ngamuk, Warga Jegong, Gresik Panik Selengkapnya

Bakar Kotoran Hewan, Rumah di Ujungpangkah Terbakar

GRESIK,1minute.id – Dua kejadian kebakaran mewarnai Kabupaten Gresik. Di Desa Domas, Kecamatan Menganti  rumah milik M.Syafii terbakar. Kebakaran yang terjadi Jumat, 7 Juni 2024 pukul 21.00 WIB ini diduga dipicu pemilik rumah mematikan kompor gas.

Kebakaran berikutnya terjadi di rumah Suparlan, 60, di Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Sabtu dini hari, 8 Juni 2024. Rumah korban terbakar ditengarai pembakaran kotoran hewan yang tidak diawasi sehingga melahap rumah.

Dua kejadian itu, tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian ditaksir jutaan rupiah. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono meminta kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. 

Sebab, kondisi cuaca sedang kemarau. Sehingga rawan menimbulkan kebakaran. “Jangan bakar sampah sembarangan. Apalagi tidak diawasi karena rawan terjadinya kebakaran,” tegas Suyono pada Ahad, 8 Juni 2024.

Peringatan mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Gresik karena sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Gresik itu diduga karens human error alias kelalaian. Ia mencontohkan kebakaran di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Kejadian yang mengakibatkan 10 ekor kambing terpanggang dan tempat jemur ikan ludes diduga berawal pembakaran sampah untuk mengusir nyamuk. Karena lokasi di dekat pesisir pantai, hembusan angin merembet ke kandang kambing dan tempat menjemur ikan. 

“Dan, tadi pagi di Ujungpangkah, rumah warga terbakar karena ada membakar kotoran hewan tidak diawasi merembet rumah warga,” ujarnya. Kejadian kebakaran itu menambah panjang jumlah kebakaran di Kabupaten Gresik. “Sampai hari ini (Sabtu) ada 8 kejadian kebakaran,” ujarnya. (yad)

Bakar Kotoran Hewan, Rumah di Ujungpangkah Terbakar Selengkapnya

Bakar Sampah, 10 Ekor Kambing Kurban Mati Terpanggang di Pesisir Lumpur, Gresik 

GRESIK,1minute.id – Eko syok. Penjual kambing kurban di Jalan R.E Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan / Kabupaten Gresik itu kehilangan 10 ekor kambing pada Rabu dini hari, 5 Juni 2024.

Puluhan kambing jenis Etawa milik Eko itu mati mengenaskan. Mati terpanggang karena kandangnya terbakar. Eko mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Padahal sejak bukalapak kambing di dekat pesisir pantai Lumpur pada awal Juni 2024, itu belum satu ekor pun terjual.

Apalagi musibah ini, bukan karena keteledoran Eko. “Ada orang membakar sampah dan tidak diawasi kemudian merembet dan membakar tempat pengeringan ikan dan  kandang kambing,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono pada Rabu, 5 Juni 2024.

Pada Rabu, 5 Juni 2024 sekitar pukul 00.58 WIB call cemter 112 Damkarmat berdering. Nova, petugas sekuriti SPBU Lumpur dengan nada gemetar meminta bantuan. Sebab, kobaran api di tempat pengeringan ikan dan kandang kambing semakin membesar. 

Nova khawatir api terus merembet. Sebab, lokasi SPBU Lumpur dengan pusat kebakaran dipisahkan jalan paving selebar 1,5 meter. Satu tim regu Damkar Kota Gresik berjumlah 7 otang dengan membawa satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai air menuju tempat kejadian kebakaran atau TKK. 

Ditambah mobil damkar milik Pelabuhan Indonesia atau Pelindo Gresik mempercepat proses pemadaman api. Amuk si jago merah pun bisa dikuasai. Novi lega. Namun, Eko, pemilik kambing lemas. Semoga pascakebaran ini, dagangan Eko berjualan kambing kurban bisa laris manis. (yad)

Bakar Sampah, 10 Ekor Kambing Kurban Mati Terpanggang di Pesisir Lumpur, Gresik  Selengkapnya

Ancam Kebebasan Berekspresi, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Tolak RUU Penyiaran

SURABAYA,1minute.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat dan Pers (Kompres) Tolak RUU Penyiaran Surabaya melakukan aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Selasa, 28 Mei 2024.

Massa dari berbagai organisasi profesi yaitu, Perwarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya ;  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya ; dan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Jatim. Kemudian, KontraS Surabaya ; LBH Lentera ; LBH Surabaya ; Aksi Kamisan Surabaya ; PPMI DK Surabaya serta Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA).

Tuntutan mereka menolak semua pasal pembungkam kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di RUU Penyiaran. Aksi damai dengan menutup mulut memakai masker warna hitam dengan tanda silang warna merah sehingga menarik perhatian warga yang sedang melintas di depan Gedung Negara Grahadi.

Seperti diketahui, DPR RI akan membahas revisi RUU Penyiaran pada Rabu besok, 29 Mei 2024. Pasal-pasal tersebut akan membungkam kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia, yang merupakan pilar utama dalam sistem demokrasi.

“Revisi Undang-undang Penyiaran ini mengandung sejumlah ketentuan yang dapat digunakan untuk mengontrol dan menghambat kerja jurnalistik,” ujar Suryanto, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya.

“Beberapa pasal bahkan mengandung ancaman pidana bagi jurnalis dan media yang memberitakan hal-hal yang dianggap bertentangan dengan kepentingan pihak tertentu. Ini jelas bertentangan dengan semangat reformasi dan demokrasi yang telah kita perjuangkan bersama,” imbuhnya. 

Pasal-pasal bermasalah dalam revisi ini, jelas Suryanto, memberikan wewenang berlebihan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengatur konten media, yang dapat mengarah pada penyensoran dan pembungkaman kritik terhadap pemerintah dan pihak-pihak berkepentingan, seperti termuat pada draf pasal 8A huruf q, pasal 50B huruf c dan pasal 42 ayat 2.

Ketentuan yang mengatur tentang pengawasan konten tidak hanya membatasi ruang gerak media, tetapi juga mengancam kebebasan berekspresi warga negara, melalui rancangan sejumlah pasal yang berpotensi mengekang kebebasan berekspresi.

Disamping itu adanya ancaman pidana bagi jurnalis yang melaporkan berita yang dianggap kontroversial merupakan bentuk kriminalisasi terhadap profesi jurnalis.

“Untuk itu kami menuntut DPR RI segera menghentikan pembahasan Revisi Undang-undang Penyiaran yang mengandung pasal-pasal bermasalah ini. Serta harus melibatkan organisasi pers, akademisi, dan masyarakat sipil dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan kebebasan pers dan kebebasan berekspresi,” tegas pria berkacamata ini.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya Eben Haezer Panca, juga mengungkapkan, dalam RUU Penyiaran ini independensi media terancam.  “Revisi ini dapat digunakan untuk menekan media agar berpihak kepada pihak-pihak tertentu, yang merusak independensi media dan keberimbangan pemberitaan, seperti termuat dalam draf pasal 51E,” jelas Eben.

Munculnya pasal bermasalah yang mengekang kebebasan berekspresi berpotensi akan menghilangkan lapangan kerja pekerja kreatif. Seperti tim konten Youtube, podcast, pegiat media sosial dan lain sebagainya.

“Kami menuntut dan menyerukan memastikan bahwa setiap regulasi yang dibuat harus sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan pers. Menyerukan agar seluruh insan pers, pekerja kreatif dan pegiat media sosial di Surabaya khususnya, untuk turut serta menolak RUU Penyiaran ini. Kami percaya bahwa kebebasan pers dan kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia yang harus dijaga dan dilindungi. Untuk itu, kami akan terus mengawal proses legislasi ini dan siap melakukan aksi massa lanjutan jika tuntutan kami tidak dipenuhi,” pungkas Eben.

Lebih lanjut, Koordinator Kontras Surabaya, Fatkhul Khoir mengatakan, pihaknya menduga RUU Penyiaran ini bakal jadi alat pemerintah untuk melemahkan praktik demokrasi di Indonesia. 

“Revisi UU Penyiaran ini kami menduga bahwa ini adalah upaya dari rezim Jokowi di akhir periodenya sengaja memberikan kado buruk untuk membungkam praktik demokrasi di Indonesia,” kata Fatkhul.

RUU Penyiaran, kata dia, patut diduga menjadi  upaya pemerintah untuk membangkitkan semangat Orde Baru. Misalnya dengan pasal yang dengan jelas melarang penayangan eksklusif jurnalisme investigasi dan sejumlah pasal lainnya.

“Kalau dulu Orde Baru menggunakan militer dan aparatus keamanan sebagai alat untuk membungkam, nah hari ini metode berubah dengan kemudian membatasi ruang gerak melalui undang-undang,” ucap dia.

Ia juga menduga RUU Penyiaran bakal jadi alat penguasa untuk melanggengkan upaya-upaya impunitas terhadap pelaku pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu.

“Jadi dengan adanya revisi UU Penyiaran ini yang kemudian isinya melarang jurnalisme investigasi dan sebagainya, ini kan upaya-upaya agar masyarakat tidak kritis terhadap pemerintah,” pungkasnya.

Maka itu, kami Koalisi Masyarakat dan Pers (KOMPERS) Tolak RUU Penyiaran menyatakan sikap:

1. Tolak pembahasan RUU Penyiaran yang berlangsung saat ini karena dinilai cacat prosedur dan merugikan publik;

2. Mendesak DPR untuk menghentikan pembahasan RUU Penyiaran yang substansinya bertentangan dengan nilai demokrasi, upaya pemberantasan korupsi dan penegakan hak asasi manusia;

3. Mendesak DPR untuk melibatkan partisipasi publik yang bermakna, dalam penyusunan revisi UU Penyiaran untuk memastikan tidak ada pasal-pasal multitafsir yang dapat dipakai untuk mengebiri kemerdekaan pers, memberangus kebebasan berpendapat, serta menjamin keadilan dan kesetaraan dalam masyarakat;

4. Membuka ruang ruang partisipasi bermakna dalam proses penyusunan RUU Penyiaran dengan melibatkan organisasi masyarakat sipil dan kelompok masyarakat terdampak lainnya. Penyusunan dan pembahasan RUU Penyiaran harus melibatkan Dewan Pers dan seluruh konstituennya agar tidak terjadi pembiasan nilai-nilai kemerdekaan pers;

5. Mendorong jurnalis untuk bekerja secara profesional dan menjalankan fungsinya sesuai kode etik, untuk memenuhi hak-hak publik atas informasi;

6. Menggunakan UU Pers sebagai pertimbangan dalam pembuatan regulasi yang mengatur soal pers. Agar tidak ada pengaturan yang tumpang tindih terkait kemerdekaan pers. (yad)

Ancam Kebebasan Berekspresi, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Tolak RUU Penyiaran Selengkapnya

Sehari Dua Laka Di Perlintasan KA Di Gresik, 3 Korban Selamat

GRESIK,1minute.id – Seorang paroh baya ditemukan tergeletak di perlintasan rel kereta api di Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Ahad, 12 Mei 2024 sekitar pukul 16.15 WIB. Tubuh perempuan berinisial S.K, warga Sumberejo, Pakal, Surabaya itu penuh luka. Perempuan itu diduga tertabrak kereta api. Ada yang menduga, korban adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

Korban yang mengalami luka di bagian kaki, dan kepala itu kemudian dibawah aparat Polsek Menganti ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan perawatan. “Korban meski luka-luka masih sadar. Dan, bisa ngomong,” ujar seorang warga. 

Sebelumnya, sekitar pukul 14.50 WIB di perlintasan kereta api di Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik dua petani tersambar Kereta Api (KA) 506 Commuter Line Arjonegoro) 506. Dua korban ini bernama Srionoh, 52, dan Misdi, 52. Mereka berboncengan sepeda motor Supra 125 dengan nopol W 5889 DE.

Untungnya, dua petani desa setempat itu selamat. Sedangkan, sepeda motor Supra yang dikendarai Srionoh rusak berat. Perlintasan kereta api di Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik itu dijaga oleh petugas dari Dinas Perhubungan Gresik. Penjagaan dibagi 3 sif. Setiap sif dijaga seorang petugas dari Dishub Gresik dan petugas swadaya. Saat kejadian dua petani di sambar kereta komuter itu, hanya ada petugas swadaya. 

Siang itu, sekitar pukul 14:50 WIB saat penjaga swadaya palang pintu perlintasan tidak ditutup dan tidak mendengar informasi bahwa ada kereta api sedang melintas. Korban yang mengendarai motor berboncengan hendak pulang ke rumahnya di Desa Sumari. Karena palang pintu tidak tertutup dan tidak tanpa lampu kereta lewat, Srionoh, pengemudi Honda Supra 125 langsung menerobos perlintasan jalur KA itu.

Saat bersama kereta komuter lewat, sehingga motor mereka terserempet bodi kereta api itu. Kedua petani itu terpental dan selamat. Sedangkan, motor rusak berat. “Korban sudah dievakuasi dan di larikan ke RSUD Ibnu Sina. Korban atas nama Srionoh mengalami luka patah tangan sebelah kanan dan Misdi mengalami luka patah tangan sebelah kiri,” terang Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Iptu Tita Puspita kepada wartawan. (yad)

Sehari Dua Laka Di Perlintasan KA Di Gresik, 3 Korban Selamat Selengkapnya

Mobil Box Muat Air Mineral Galon Ludes Terbakar di Lamongan, Damkarmat Gresik Turun Tangan 

GRESIK,1minute.id – Mobil box muat air mineral wadah gelas dan galon terbakar di Raya Karangbinangun,  Kabupaten Lamongan pada Jumat, 10 Mei 2024. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.50 WIB itu. Akan tetapi, api menghanguskan mobil beserta ratusan galon air.

Informasi yang dihimpun, mobil box memuat air minum galon itu tiba-tiba mogok di Jalan Raya Karangbinangun tepatnya di Dusun Monolelo, Desa/Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan. 

Azrul Muhsinin, sopir mobil itu mencoba menghidupkan mesin dengan menstarter berulang kali. Namun, bukan mesin mobil yang menyala melain bau asap yang keluar. Azrul lalu membuka pintu mobil box sudah penuh asap. Dalam hitungan detik, asap berubah menjadi bara api. 

Azrul panik. Afif, salah seorang warga yang melihat kejadian itu kemudian mendatangi pos pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Mendapatkan laporan adanya kebakaran di wilayah Lamongan, petugas Damkarmat Gresik sempat ragu. Sebab, lokasi kejadian kebakaran berada di luar wilayah Gresik. 

Karena tugas kemanusiaan melakukan penyelamatan mereka tetap berangkat menuju lokasi mobil box yang terbakar dan melakukan penyemprotan hingga api padam. “Kami izinkan melakukan pemadaman karena kemanusiaan,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Jumat, 10 Mei 2024. 

Kecepatan petugas Damkarmat Gresik di pos Kecamatan Dukun itu berhasil memadamkan api sehingga meminimalisir besar kerugian. (yad)

Mobil Box Muat Air Mineral Galon Ludes Terbakar di Lamongan, Damkarmat Gresik Turun Tangan  Selengkapnya