Jadi Tuan Rumah Muswil IDI Jatim, Bupati Gresik Paparkan Program Beasiswa Dokter Spesialis untuk Penetapan Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik didapuk menjadi tuan rumah Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan yang dihelat di Hotel Aston Gresik ini dibuka langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gresik sebagai tuan rumah pelaksanaan Muswil IDI Jawa Timur. Ia menilai forum musyawarah tersebut menunjukkan kuatnya kultur demokrasi di tubuh organisasi profesi kedokteran.

“Melihat dinamika dalam forum ini, saya sangat terkesan. Organisasi sebesar IDI mampu menunjukkan proses demokrasi yang hidup, dinamis, namun tetap menjunjung tinggi etika dan profesionalitas,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Tampak hadir di Muswil IDI Jatim antara lain Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI Kolonel Laut (Purn) dr. Wiweka, MARS, Wakil Sekretaris Jenderal PB IDI dr. Suroso Agus Widodo, Sp.KFR., AIFO-K, serta Ketua IDI Wilayah Jawa Timur dr. Sutrisno, Sp.OG(K).

Turut hadir pula Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Dokter Umum Indonesia dr. dr. Rudy Sapoelete, S.H., M.H., MBA, Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran dr. Ario Djatmiko, Sp.B(K) Onk, FICS, Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian dr. Christrijogo Soemartono Waloejo, dr., Sp.An., KAR. 

Kemudian, Ketua Dewan Pertimbangan IDI . dr. Abdul Fatah, Sp.PD, FINASIM, Ketua MKEK dr. Poernomo Boedi Setiawan, SPPD-KGEH, FINASIM, serta seluruh peserta Muswil dari 34 cabang IDI se-Jawa Timur.

Menurutnya, IDI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun sistem layanan kesehatan yang semakin kuat dan merata. Ia menegaskan, Pemkab Gresik terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan, salah satunya melalui program pembiayaan pendidikan dokter spesialis melalui APBD.

Program tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis di wilayah yang masih mengalami keterbatasan layanan kesehatan, terutama di kawasan kepulauan seperti Bawean. “Kami menyiapkan pembiayaan pendidikan dokter spesialis secara gratis melalui APBD, dengan harapan setelah lulus para dokter ini kembali mengabdi di daerah yang membutuhkan, khususnya Bawean,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, persoalan distribusi dokter masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi seperti IDI menjadi sangat penting. Selain isu distribusi tenaga medis, Gus Yani juga menyoroti fenomena meningkatnya persoalan kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dan penanganan kolaboratif lintas sektor. “Fenomena gangguan kesehatan mental pada usia muda kini menjadi tantangan nyata. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi erat bersama IDI untuk menjawab persoalan ini,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Jawa Timur dr. dr. Sutrisno, Sp.OG(K) menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan Muswil.

Ia menilai Jawa Timur selama ini menjadi wilayah yang sangat solid dalam menjaga dinamika organisasi profesi. “Setiap agenda besar IDI, kabupaten dan kota di Jawa Timur selalu antusias menjadi tuan rumah. Ini menandakan kekuatan organisasi yang luar biasa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan bahwa saat ini Jawa Timur memiliki lebih dari 21 ribu dokter, terdiri atas sekitar 16 ribu dokter umum dan lebih dari 6 ribu dokter spesialis, dengan sekitar 450 rumah sakit yang tersebar di berbagai daerah.

Meski demikian, ia menegaskan distribusi dokter masih belum merata. Sejumlah wilayah masih membutuhkan tambahan tenaga kesehatan, sementara di sisi lain banyak dokter muda yang belum memperoleh penempatan kerja tetap. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat terus memperluas peluang penyerapan tenaga medis.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum PB IDI Kolonel Laut (Purn) dr. Wiweka, MARS menegaskan bahwa IDI merupakan mitra strategis pemerintah dalam penguatan sistem kesehatan nasional.

“IDI bukan oposisi pemerintah. Kami adalah mitra strategis yang hadir untuk bersama-sama mencari solusi bagi pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental tenaga kesehatan, perlindungan dokter muda, serta penguatan disiplin organisasi di tengah dinamika profesi kedokteran yang terus berkembang.

Dalam kesempatan yang sama, panitia menyampaikan bahwa Muswil IDI Jawa Timur 2026 berlangsung mulai Jumat hingga Minggu dengan diikuti 156 peserta dari 34 cabang IDI se-Jawa Timur, serta 30 peserta dari 21 perhimpunan dokter spesialis. Forum ini diharapkan mampu melahirkan keputusan strategis sekaligus memperkuat regenerasi kepemimpinan organisasi. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Jadi Tuan Rumah Muswil IDI Jatim, Bupati Gresik Paparkan Program Beasiswa Dokter Spesialis untuk Penetapan Pulau Bawean  Selengkapnya

Bupati Gresik Ingatkan Kepala Puskesmas Tak Jadi “Raja Kecil” dalam Pengadaan Barang Jasa BLUD

GRESIK,1minute.id – Pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat khususnya pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). 

Pengelolaan pengadaan dituntut untuk tidak hanya taat terhadap regulasi, tetapi juga mengedepankan prinsip efisiensi, transparansi, akuntabilitas, serta profesionalisme.
Pesan ini disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengadaan Barang dan Jasa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik ini  digelar di Hotel Horison pada Selasa, 5 Mei 2026. 

“Kepala UPT Puskesmas tidak boleh menjadi raja kecil atau tidak boleh sembarangan terutama dalam pengadaan barang dan jasa. tetapi harus tetap melalui mekanisme dari Dinas Kesehatan sebagai tongkat komando yang harus melihat efektivitas dan efisiensi yang tidak mempengaruhi pelayanan,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah. 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kasi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gresik David Lafinson Sipayung dan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Gresik Raden Achmad Nur Rizki. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan, Bimtek pengadaan barang dan jasa BLUD bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi langkah awal untuk memastikan seluruh belanja direncanakan secara transparan, akuntabel, tepat waktu, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Diperlukan komitmen, integritas, dan kesungguhan para peserta. Jangan jadikan Bimtek ini sebagai beban administratif, melainkan sebagai sarana mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berpihak kepada masyarakat,” tuturnya. 

Ia melanjutkan seiring dengan dinamika regulasi dan perkembangan teknologi, aparatur pemerintah dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan pemahaman dalam melaksanakan proses pengadaan. Kegiatan ini menjadi sangat strategis sebagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia, agar mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Saya berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat memahami secara komprehensif tata kelola pengadaan barang dan jasa pada BLUD. Termasuk penerapan prinsip-prinsip Good Governance, manajemen risiko serta pemanfaatan sistem digital dalam proses pengadaan,” harap mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Di tempat yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Zam Zam Ikhwan dalam arahannya menyampaikan, Puskesmas sudah menjadi BLUD berarti harus bisa mengendalikan di mana kekurangan pelayanan yang kurang baik. Cepat dan tanggap demi melayani masyarakat, kalau inovasi untuk kebaikan layanan jangan ragu selama tidak keluar dari koridor aturan hukum yang berlaku.

“Saya berpesan agar pengelola BLUD, seperti RSUD atau Puskesmas, dapat berinovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan. Namun tetap berada dalam koridor hukum yang aman,” pesan Kajari Gresik Zam Zam Ikhwan kepada peserta Bimtek. Menurutnya, pola pengelolaan keuangan BLUD memberikan keleluasaan dalam pengadaan barang dan jasa guna menjamin ketersediaan sarana dan prasarana serta layanan kesehatan secara cepat dan tepat. Namun, fleksibilitas tersebut harus diimbangi dengan tata kelola pengadaan yang profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kesalahan dalam pengadaan BLUD tidak hanya berdampak pada administrasi keuangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko hukum dan menghambat pelayanan kepada masyarakat. Saya berharap Bimtek pengadaan barang dan jasa BLUD ini berjalan optimal agar mendukung terselenggaranya peningkatan mutu layanan kesehatan,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Ingatkan Kepala Puskesmas Tak Jadi “Raja Kecil” dalam Pengadaan Barang Jasa BLUD Selengkapnya

Wabup Gresik Tutup Pelatihan Teknis Penyusunan SPM dan Renstra BLUD, Komitmen Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

GRESIK,1minute.id –  Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Shinta Puspitasari menutup pelatihan teknis penyusunan Standar Minimal Pelayanan (SPM) dan Rencana Strategis (Renstra) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Hotel Aston Gresik pada Jumat, 24 April 2026. Pelatihan ini di buka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Dalam sambutannya, Wabup Alif menyampaikan, pelatihan penyusunan standar pelayanan minimal dan rencana strategis BLUD ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola, kinerja layanan, serta akuntabilitas institusi. 

“Pelatihan penyusunan SPM dan rencana strategis BLUD yang dilaksanakan ini memiliki arti yang sangat penting dan strategis dalam mendukung peningkatan tata kelola organisasi yang profesional, transparan dan akuntabel,” ungkap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Menurutnya, rencana strategis bukan sekadar dokumen administratif. Disamping itu juga, menjadi arah dan pedoman dalam memberikan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. 

“Melalui kegiatan ini peserta telah memperoleh berbagai pemahaman, wawasan, serta keterampilan teknis dalam menyusun dokumen standar pelayanan minimal dan rencana strategis yang tidak hanya memenuhi aspek administratif. Tetapi juga mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pelayanan publik secara berkelanjutan,” harapnya.

Wabup Alif berharap, seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan ini secara optimal di unit kerja masing masing. Sehingga dokumen standar pelayanan minimal dan rencana strategis BLUD yang dihasilkan benar benar berkualitas, terukur dan selaras dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Gresik dan Dinas Kesehatan

“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi tingginya kepada narasumber dan fasilitator atas dedikasi serta kontribusi pemikiran yang telah diberikan. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh peserta atas kesungguhan, kedisiplinan dan partisipasi aktif selama mengikuti pelatihan ini,” ujarnya. 

“Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Terutama bagi tim pengajar dari LPPSP Fisip Universitas Indonesia. Semoga seluruh pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh memberikan manfaat yang besar dan berdampak positif bagi peningkatan kinerja BLUD di Kabupaten Gresik serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Wabup Alif juga berpesan kepada semua BLUD bidang kesehatan Kabupaten Gresik agar terus berinovasi meningkatkan kompetensi SDM dan menjaga tata kelola yang baik. Dikatakan, pemerintah daerah akan terus mendukung upaya peningkatan fasilitas kesehatan di semua wilayah pelayanan Puskesmas maupun RSUD. 

“Saya titip jangan sampai ada layanan yang tidak baik, jangan dipersulit terutama kepada masyarakat yang membutuhkan perawatan dengan menggunakan BPJS. Karena itu adalah hak dasar yang juga harus ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Gresik,” tegasnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, dalam laporannya menyampaikan, progres pelaksanaan pelatihan penyusunan SPM dan Renstra BLUD ini dilaksanakan dari tanggal 22 hingga 24 April tahun 2026.  Total peserta sebanyak 147 orang berasal dari 3 RSUD, 32 Puskesmas dan UPT Labkesda

“Pelaksanaan kegiatan pada hari pertama telah dilakukan penyusunan Renstra BLUD, kemudian hari kedua penyusunan SPM BLUD, dan hari ketiga rencana tindak lanjut dan evaluasi. Tidak hanya itu, rencana setelah pelatihan ini akan dilakukan Zoom tiap minggu bersama LPPSP UI dan target penyelesaian dokumen SPM dan Renstra dalam 2 bulan,” ungkapnya.

“Untuk itu, pelatihan ini harus berdampak dan selaras dengan visi dan misi Dinas Kesehatan maupun RPJMD Pemerintah Kabupaten Gresik,” tandasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Tutup Pelatihan Teknis Penyusunan SPM dan Renstra BLUD, Komitmen Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan Selengkapnya

Pertama, Pemkab Gresik Sediakan Obat dan Kursi Roda untuk Lansia untuk Calon Jemaah Haji 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melaksanakan sosialisasi dan koordinasi program fasilitasi kesehatan dan alat bantu mobilitas bagi calon jemaah haji (CJH) di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 22 April 2026.

Pemkab Gresik berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah SWT itu. Program fasilitasi kesehatan dan alat bantu mobilitas seperti kursi roda ini untuk memastikan CJH, khususnya lansia, dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan nyaman.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari evaluasi kebutuhan riil jemaah di lapangan. Menurutnya, bantuan tidak lagi berorientasi pada pemberian uang, melainkan diarahkan pada dukungan yang lebih tepat sasaran. 

“Yang dibutuhkan jemaah itu kesehatan dan mobilitas. Di sana aktivitasnya fisik, berjalan jauh, cuaca panas. Kalau tidak disiapkan, biaya untuk obat bisa menghabiskan bekal jemaah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Sebagai bentuk perhatian tersebut, Pemkab Gresik menyiapkan paket obat untuk seluruh CJH tahun 2026. Paket tersebut meliputi vitamin harian untuk daya tahan tubuh selama 40 hari, obat flu dan batuk, vitamin B kompleks untuk mengatasi kelelahan, serta obat pereda nyeri. Selain itu, juga menyediakan fasilitas kursi roda bagi jemaah lansia melalui skema pinjam pakai. Kebijakan ini diambil untuk memastikan ketepatan penggunaan sekaligus memenuhi aspek akuntabilitas pengelolaan barang daerah.

Langkah ini menjadi semakin relevan mengingat profil jemaah haji Gresik didominasi usia lanjut. Berdasarkan analisa risiko CJH tahun ini, tercatat sedikitnya 101 jemaah membutuhkan dukungan kursi roda selama pelaksanaan ibadah.

Bupati Yani menegaskan bahwa program ini merupakan langkah awal yang akan terus disempurnakan ke depan. “Kita masih belajar, tapi yang terpenting adalah program ini benar-benar menjawab kebutuhan jemaah. Ke depan akan kita evaluasi dan perkuat melalui koordinasi yang lebih intens,” tegasnya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gresik Lulus, menyampaikan bahwa jemaah lansia memang terus meningkat setiap tahun, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak. “Mayoritas jemaah kita berada pada kategori usia yang memerlukan pendampingan, baik dari sisi kesehatan maupun mobilitas. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian, dan KBIHU menjadi sangat penting agar pelayanan kepada jemaah bisa optimal,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kesiapan jemaah tidak hanya soal administrasi keberangkatan, tetapi juga kesiapan fisik dan dukungan fasilitas selama di Tanah Suci. Program fasilitasi ini turut diperkuat melalui sinergi lintas sektor, termasuk Dinas Sosial yang menyalurkan kursi roda bagi jemaah lansia melalui KBIHU dengan mekanisme pinjam pakai. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pertama, Pemkab Gresik Sediakan Obat dan Kursi Roda untuk Lansia untuk Calon Jemaah Haji  Selengkapnya

Yayasan Jantung Indonesia Gresik & Sidoarjo Kampanyekan Senam Jantung Sehat di Gresik 

GRESIK,1minute.id – “Sehat Diimulai dari Saya” adalah kampanye kesadaran diri untuk hidup sehat yang berfokus pada tindakan preventif individu. Pola hidup sehat ini, salah satunya dikampanyekan oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mencegah penyakit jantung sejak dini.

Hal itu dikemukakan oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat membuka “Wisata dan Seminar Olahraga Yang Baik dan Benar” Kolaborasi Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kabupaten Gresik bersama YJI Kabupaten Sidoarjo di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 18 April 2026.

“YJI Sidoarjo sangat menginspirasi kita semua, maka dari itu, mari kita kampanyekan ke masyarakat secara luas. Penyakit jantung ini tidak semua dipahami orang, hal seperti ini akan membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Wabup Alif berharap, kegiatan ini menjadi energi positif untuk bersama sama meningkatkan gerakan masyarakat hidup sehat melalui aktifitas fisik dan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular. Ini adalah peningkatan prevalensi penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, hipertensi dan diabetes melitus. 

Dikatakan, Yayasan Jantung Indonesia memiliki peran penting untuk menggalakkan gaya hidup yang lebih sehat dan menjadi mitra pemerintah dalam mengkampanyekan kebiasaan hidup sehat melalui aktifitas fisik. “Saya berharap kegiatan ini dapat terus digalakkan dan disebarluaskan sehingga masyarakat dapat ikut berperan bersama untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya,” tutur Alif yang juga Pembina Senam Jantung Sehat Kabupaten Gresik ini.

Menurutnya,  kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan jantung. Selain itu, dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan olahraga yang medukung kesehatan jantung, sambil memperluas wawasan tentang pentingnya hidup sehat.

“Saya berharap kolaborasi YJI Kabupaten Gresik dan YJI Sidoarjo dapat mengenalkan senam jantung kepada masyarakat. Dengan begitu upaya mencegah masyarakat terhindar dari penyakit jantung dapat dilakukan,” imbuhnya. 

Di tempat sama, Sekretaris YJI Sidoarjo Suwignyo menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Gresik yang sudah menerima rombongan YJI Sidoarjo. Menurut dirinya, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kebersamaan, kerukunan dan kekompakan selain itu untuk menggerakkan masyarakat hidup sehat. 

“Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Sidoarjo menjalankan misi promotif dan preventif untuk pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah di masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan dengan membentuk Klub Jantung Sehat (KJS) Lokasi Desa se-Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Sebelum seminar, kegiatan gerakan senam jantung juga dilakukan YJI Kabupaten Gresik dan YJI Kabupaten Sidoarjo di halaman Kantor Bupati Gresik. Selain itu juga ada pemeriksaan kesehatan kesehatan Gratis yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Yayasan Jantung Indonesia Gresik & Sidoarjo Kampanyekan Senam Jantung Sehat di Gresik  Selengkapnya

Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi dengan  Perusahaan Percepat Penurunan Stunting di Desa 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Gresik bersama PT Cargill Indonesia menutup Program Promosi dan Pencegahan Stunting Fase 2 di enam desa di Kecamatan Manyar pada Senin, 30 Maret 2026.

Kegiatan dikemas dalam Halal Bihalal ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi percepatan penurunan stunting di tingkat desa di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial. “Penurunan stunting ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Tidak bisa hanya pemerintah daerah, tidak cukup Dinas Kesehatan, tidak cukup KBPPPA, dan tidak bisa hanya perusahaan. Ini harus kolaboratif,” tegas dr Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Sebanyak 42 laskar cegah stunting telah dilatih dalam komunikasi perubahan perilaku untuk mendukung edukasi di masyarakat. Intervensi juga menyasar kelompok strategis. Sebanyak 452 ibu menyusui mendapatkan edukasi dan dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta 440 orang tua balita PAUD memperoleh pengetahuan kesehatan melalui parenting cegah stunting. 

Selain itu, 300 remaja putri telah mendapatkan edukasi melalui program Youth Speak Up Cegah Stunting. Dari sisi pelaksanaan kegiatan, tercatat 300 paket PMT edukasi telah didistribusikan dan 10 kali pertemuan sosialisasi telah dilaksanakan. 

Program ini juga menghasilkan resolusi tindakan yang diterapkan di tingkat keluarga, sekolah, dan desa. Penguatan komunikasi dilakukan melalui produksi dan pemasangan 500 lembar stiker edukasi terkait penyebab stunting yang menjangkau sedikitnya 100 keluarga sasaran. 

Media ini dimanfaatkan untuk mendukung kader dalam menyampaikan pesan pencegahan stunting secara lebih efektif. Wabup Alif menekankan bahwa keberhasilan program harus diukur dari dampak nyata terhadap penurunan angka stunting. “Target utama kita adalah penurunan stunting. Program boleh banyak, relawan boleh banyak, tapi kalau tidak berdampak, itu yang harus kita evaluasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan di Kecamatan Manyar sebagai kawasan industri dengan mobilitas penduduk yang tinggi, serta masih ditemukannya pernikahan usia muda yang berdampak pada pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Menurutnya, edukasi menjadi kunci dalam pencegahan stunting, terutama dalam membangun kesadaran orang tua terkait pentingnya pemenuhan gizi anak.

“Memberikan asupan gizi kepada anak itu tidak mudah. Butuh kesabaran, waktu, dan pemahaman. Di sinilah peran edukasi menjadi sangat penting,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya fokus intervensi agar hasil yang dicapai lebih optimal. “Kita tidak harus langsung menjangkau semua desa. Cukup fokus di enam desa ini, tapi hasilnya harus signifikan. Kalau ini berhasil, akan sangat membantu pemerintah daerah,” tambahnya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong penguatan intervensi berbasis desa melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui forum rembuk stunting desa, keterlibatan kader, serta dukungan dunia usaha.

Wabup Alif juga mengapresiasi peran laskar cegah stunting yang dinilai menjadi ujung tombak dalam pendampingan masyarakat di tingkat desa. “Laskar ini harus kita kuatkan bersama. Harus terhubung dengan program pemerintah, dengan tenaga kesehatan, agar bergerak dalam satu tujuan yang sama,” tuturnya.

Ke depan, enam desa dampingan di Kecamatan Manyar diharapkan dapat menjadi model dengan capaian penurunan stunting yang signifikan dan berkelanjutan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi dengan  Perusahaan Percepat Penurunan Stunting di Desa  Selengkapnya

Memasuki Tahun Kedua Operasional RSGS, BOR 83 Persen, 51 Tindakan Operasi 

GRESIK,1minute.id – Operasional Rumah Sakit Umum Daerah Gresik Sehati atau RSGS memasuki tahun kedua pada 2026. Pada tahun pertama beroperasi rumah sakit yang berada di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik itu menunjukkan tren pertumbuhan layanan yang konsisten.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meninjau progres rumah sakit tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes)  Gresik dr. Mukhibatul Khusnah pada  Selasa, 24 Februari 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi sekaligus penguatan layanan kesehatan daerah.

Dalam arahannya, Wabup Asluchul Alif menegaskan bahwa capaian satu tahun ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan RSUD Gresik Sehati ke depan. “Setahun ini kita melihat progres yang nyata. Dari fase awal dengan jumlah pasien yang masih sangat terbatas, sekarang grafik kunjungan terus meningkat. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat mulai tumbuh. Tugas kita memastikan penguatan dilakukan secara terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa peningkatan jumlah pasien harus diikuti dengan perencanaan SDM yang matang, penguatan fasilitas, serta tata kelola keuangan yang sehat, terutama setelah rumah sakit resmi menerapkan pola pengelolaan BLUD pada 2026. 

Menurutnya, beberapa langkah penguatan yang akan dilakukan meliputi penambahan tenaga kesehatan secara bertahap berbasis proyeksi kenaikan pasien, percepatan pengisian tenaga penunjang medis seperti radiografer dan dokter spesialis radiologi, optimalisasi ruang rawat inap, serta penguatan sistem informasi rumah sakit melalui pembaruan SIMGOS dan penambahan kapasitas server.

“Rumah sakit ini harus tumbuh dengan perencanaan yang benar. SDM ditambah sesuai kebutuhan riil. Fasilitas diperkuat bertahap. Yang terpenting, kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Sementara itu, Direktur RSUD Gresik Sehati dr. Riyan Charlie Milyantono, memaparkan bahwa sepanjang 2025 layanan rawat jalan telah melayani 370 kunjungan pasien dari berbagai poli, meliputi Klinik Gigi, Klinik Kandungan, Klinik Spesialis Anak, Klinik Spesialis Bedah, Klinik Penyakit Dalam, dan Klinik Umum. 

Memasuki Januari–Februari 2026, capaian kunjungan meningkat lebih dari 100 persen dibanding fase awal operasional. Pada layanan rawat inap di lantai dua, yang pada awal Januari 2025 belum menerima pasien, saat ini tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) sekitar 83 persen.

Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), peningkatan signifikan juga terlihat. Dari tiga pasien pada Januari 2025, jumlahnya melonjak menjadi 109 pasien pada Januari 2026. Total pasien IGD yang telah dilayani sejak awal operasional mencapai 179 pasien.

Layanan kamar operasi pun menunjukkan perkembangan positif. Sejak mulai aktif melayani tindakan, khususnya pasien BPJS pada Agustus 2025, jumlah operasi meningkat hingga mencapai 15 tindakan pada Desember. Total pasien yang telah menjalani tindakan operasi sebanyak 51 pasien.

Dari sisi tata kelola, sejak Januari 2026 RSUD Gresik Sehati resmi menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Realisasi pendapatan Januari 2026 tercatat Rp 121.205.794,26 dan hingga 23 Februari 2026 sebesar Rp 18.821.292,97, dengan klaim BPJS, pelayanan Januari 2026 sebesar Rp 78.946.700 yang masih dalam proses pencairan.

Pada aspek digitalisasi, rumah sakit telah menggunakan SIMGOS sejak Januari 2026 dan tengah mengajukan pembaruan sistem dari Kementerian Kesehatan. Penambahan server juga telah dianggarkan Dinas Kesehatan tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan infrastruktur layanan.

Memasuki tahun kedua, RSUD Gresik Sehati tidak lagi berada pada fase perintisan, melainkan memasuki fase penguatan dan ekspansi layanan. Dengan tren pasien yang terus meningkat serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Gresik, RSGS diarahkan menjadi rumah sakit daerah yang semakin kokoh, profesional, dan dipercaya masyarakat utamanya di wilayah Gresik Selatan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Memasuki Tahun Kedua Operasional RSGS, BOR 83 Persen, 51 Tindakan Operasi  Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Mengunjungi Puskesmas Sangkapura, Pulau Bawean, Pastikan Pelayanan KB Maksimal 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul didampingi Anggota DPRD Lutfi Dhawam dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Shinta Puspitasari meninjau pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Sangkapura pada Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan upaya mendukung program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) dan penanganan stunting.  Wabup Asluchul Alif menyaksikan langsung pemasangan implant kepada 10 akseptor sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan kesehatan ibu dan keluarga berencana di wilayah kepulauan.

Wabup Asluchul Alif mengatakan, peninjauan ini bertujuan untuk memastikan pelayanan KB berjalan maksimal, meningkatkan kepesertaan KB terutama MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), dan mendukung percepatan penurunan stunting. “Pemerintah daerah terus memperkuat komitmen terhadap program Bangga Kencana, serta percepatan penurunan stunting melalui peninjauan langsung pelayanan KB, khususnya jenis implan,” ucap dokter Alif, sapaan akrab, Wabup Asluchul Alif. 

Menurutnya, penggunaan MKJP seperti implan dianggap sangat efektif untuk mengatur jarak kelahiran, yang secara langsung berkontribusi pada pencegahan stunting pada anak. “Bangga Kencana merupakan salah satu program strategis dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang mendukung percepatan penurunan angka stunting, khususnya di Kabupaten Gresik,” tegasnya. 

Wakil Bupati juga memberikan motivasi kepada para kader KB dan tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. “Saya memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan serta kader di Bawean atas komitmennya dalam melayani masyarakat,” ungkapnya. 

Di tempat sama, Kepala Puskesmas Sangkapura Syaiful Umami mengaku bangga atas kehadiran Wakil Bupati saat memantau langsung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya program pemasangan alat kontrasepsi implant di Puskesmas Sangkapura. “Program implant ini sangat strategis untuk memberdayakan perempuan usia subur dengan akses KB yang aman dan terjangkau,” ujarnya. 

Syaiful Umami menegaskan komitmen Puskesmas Sangkapura untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Ia berharap dukungan pemerintah terhadap pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan terus berlanjut. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Wabup Gresik Asluchul Alif Mengunjungi Puskesmas Sangkapura, Pulau Bawean, Pastikan Pelayanan KB Maksimal  Selengkapnya
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif (tengah) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah (dua dari kiri) dalam acara Penghargaan UHC Award 2026 di Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026 ( Foto : Istimewa)

Pemkab Gresik Raih UHC Award 2026 Kategori Madya, Wabup Gresik Bukti Nyata Jamin Hak Dasar Masyarakat 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik meraih penghargaan kategori Madya dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, yang mewakili Bupati Gresik, pada acara penganugerahan di Jakarta International Expo (JIEXPO) pada Selasa, 27 Januari 2026.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memperluas akses layanan kesehatan serta memastikan seluruh warga memperoleh perlindungan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan capaian Universal Health Coverage melalui penguatan kolaborasi lintas sektor serta peningkatan kualitas layanan kesehatan yang mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam Nawakarsa, khususnya program Gresik Sehati.

“Fokus kami ke depan bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui layanan kesehatan yang berkualitas,” ujar Wabup Gresik.

Universal Health Coverage (UHC) Awards merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil menjamin penduduknya memperoleh akses layanan kesehatan yang adil, merata, dan terjangkau melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Penghargaan ini terdiri atas beberapa kategori, dengan kategori utama sebagai tingkat tertinggi yang diberikan kepada daerah dengan tingkat kepesertaan dan keaktifan JKN yang tinggi serta didukung oleh kebijakan daerah yang berkelanjutan. 

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa capaian Universal Health Coverage tidak boleh berhenti pada status atau kategori semata.

“Tahun depan, daerah yang berada pada kategori Madya harus naik menjadi Utama. Bagi daerah yang telah mencapai kategori Utama, tidak ada pilihan lain selain terus meningkatkan kualitas layanan kesehatannya,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan daerah dalam mencapai UHC harus diiringi dengan peningkatan mutu layanan kesehatan agar manfaat jaminan kesehatan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibatul Khusnah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan serta arahan pimpinan daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah, terima kasih atas arahan dan bimbingan bapak bupati, wakil bupati, dan  sekretaris daerah, serta peran aktif seluruh kepala perangkat daerah dan masyarakat. Capaian Penghargaan UHC Awards ini dapat kita pertahankan. Mari terus memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Sehatnya rakyat adalah tujuan utama,” tuturnya. (yad) 

Editor : Chusnul Cahyadi

Pemkab Gresik Raih UHC Award 2026 Kategori Madya, Wabup Gresik Bukti Nyata Jamin Hak Dasar Masyarakat  Selengkapnya

Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk bayi berinisial A.I di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Selasa, 30 Desember 2025. Bayi berusia 1 tahun diduga mengidap atresia bilier.

Atresia bilier adalah kelainan langka pada bayi baru lahir dimana saluran empedu (di dalam atau luar hati) tersumbat atau tidak berkembang normal, menghambat empedu dari hati ke usus. 

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah beserta jajaran Puskesmas Kepatihan, serta Camat Menganti Bagus Arif Jauh Hari. Kunjungan ini sebagai wujud dukungan sekaligus komitmen pemerintah Kabupaten Gresik untuk memastikan proses pengobatan dan pendampingan terus berjalan.

Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, informasi awal yang diterima berkaitan dengan kendala layanan Universal Health Coverage (UHC). Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa KTP orang tua anak IA masih tercatat sebagai warga kabupaten/kota tetangga.

“Pelayanan UHC di Gresik memang berbasis NIK warga Gresik. Namun yang paling penting adalah memastikan anak ini mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Saat ini, anak IA sudah dalam perawatan dan perhatian khusus di RSUD Dr. Soetomo Surabaya,” ujarnya.

Kondisi kesehatan anak IA, imbuhnya, memerlukan penanganan khusus dengan proses yang panjang dan bertahap. Pemerintah Kabupaten Gresik pun memastikan tetap hadir melakukan pengawalan dan pendampingan, meskipun secara administrasi anak IA bukan warga Gresik. Saat ini, perhatian difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi sebagai fondasi awal sebelum tindakan medis lanjutan dilakukan.

“Kami terus berkomunikasi dengan RSUD Dr. Soetomo. Proses pengobatan ini tidak singkat, sehingga perlu kesiapan fisik dan pendampingan berkelanjutan. Apa pun arahan medis berikutnya, termasuk jika nantinya diperlukan rujukan lanjutan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, akan terus kami dukung,” tegas orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan anak IA dan memberikan dukungan moral kepada keluarga. Ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan anak adalah persoalan kemanusiaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

“Di hadapan seorang anak yang sedang berjuang untuk hidup, tidak ada sekat wilayah. Yang ada adalah kewajiban untuk saling menguatkan dan memastikan harapan tetap menyala,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan Selengkapnya