Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk bayi berinisial A.I di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Selasa, 30 Desember 2025. Bayi berusia 1 tahun diduga mengidap atresia bilier.

Atresia bilier adalah kelainan langka pada bayi baru lahir dimana saluran empedu (di dalam atau luar hati) tersumbat atau tidak berkembang normal, menghambat empedu dari hati ke usus. 

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah beserta jajaran Puskesmas Kepatihan, serta Camat Menganti Bagus Arif Jauh Hari. Kunjungan ini sebagai wujud dukungan sekaligus komitmen pemerintah Kabupaten Gresik untuk memastikan proses pengobatan dan pendampingan terus berjalan.

Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, informasi awal yang diterima berkaitan dengan kendala layanan Universal Health Coverage (UHC). Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa KTP orang tua anak IA masih tercatat sebagai warga kabupaten/kota tetangga.

“Pelayanan UHC di Gresik memang berbasis NIK warga Gresik. Namun yang paling penting adalah memastikan anak ini mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Saat ini, anak IA sudah dalam perawatan dan perhatian khusus di RSUD Dr. Soetomo Surabaya,” ujarnya.

Kondisi kesehatan anak IA, imbuhnya, memerlukan penanganan khusus dengan proses yang panjang dan bertahap. Pemerintah Kabupaten Gresik pun memastikan tetap hadir melakukan pengawalan dan pendampingan, meskipun secara administrasi anak IA bukan warga Gresik. Saat ini, perhatian difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi sebagai fondasi awal sebelum tindakan medis lanjutan dilakukan.

“Kami terus berkomunikasi dengan RSUD Dr. Soetomo. Proses pengobatan ini tidak singkat, sehingga perlu kesiapan fisik dan pendampingan berkelanjutan. Apa pun arahan medis berikutnya, termasuk jika nantinya diperlukan rujukan lanjutan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, akan terus kami dukung,” tegas orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan anak IA dan memberikan dukungan moral kepada keluarga. Ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan anak adalah persoalan kemanusiaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

“Di hadapan seorang anak yang sedang berjuang untuk hidup, tidak ada sekat wilayah. Yang ada adalah kewajiban untuk saling menguatkan dan memastikan harapan tetap menyala,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan Selengkapnya

Tahun 2025 ; Eliminasi 664 Kasus, Tahun 2028, Dinas Kesehatan Targetkan Gresik Bebas TBC 

GRESIK,1minute.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik berhasil mengelimaniasi 664 kasus baru TBC. Pada akhir November 2025, tercatat sebanyak 2.740 kasus. Angka itu menunjukkan penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya, yakni 3.404 kasus baru yang disebabkan oleh virus tuberkulosis (TBC).

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin oleh dr Mukhibatul Khusnah ini menargetkan Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik bebas TBC pada 2028. “Target itu (Gresik Bebas dari TBC lebih cepat dua tahun dari target nasional bebas TBC pada tahun 2030,” ujar dr Mukhibatul Khusnah dalam Seminar Kesehatan yang mengusung tema “Jaga Diri, Jaga Lingkungan : Waspadai TBC Sebelum Menyebar” di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Selasa, 9 Desember 2025.

Seminar sehari hasil kolaborasi Dinas Kesehatan dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik ini menghadirkan dua narasumber yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah. Seminar ini dihadiri para Kepala Puskesmas se-Kab Gresik, perwakilan dari Pondok Pesantren (Ponpes) dan pengurus dan anggota PWI Gresik. Seminar dibuka oleh Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kegiatan seminar Kesehatan ini. “Peningkatan akses dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Gresik ini mendapat apresiasi dari Kemendagri. Terbaik di Indonesia. Terima kepada Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini mengatakan, penyakit TBC bisa disembuhkan. Virus tuberkulosis memang bisa menular. Akan tetapi, masyarakat tidak boleh melakukan tindakan diskriminasi terhadap para penderita TBC. “Yang perlu dilakukan saling jaga diri, dan jaga lingkungan,” tegasnya. 

Kalau ada warga yang terkena TBC, kata Bupati Fandi Akhmad Yani, jangan dikucilkan. “Ngak apa-apa. Kita hadapi saja. Langkah selanjutnya, kita melaporkan ke Puskesmas untuk melakukan pengobatan secara gratis. Kemudian dilakukan tracing dan skrening dan seterusnya. Untuk pengobatannya mulai dari pemeriksaan, pendampingan sampai dengan pengobatannya gratis,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan, sebanyak 10 puskesmas kini menyandang status one stop services. 

Di sepuluh puskesmas ini sudah ada PCM TBC sehingga tidak perlu lagi dirujuk RSUD Ibnu Sina Gresik. “Dulu hanya ada di RSUD Ibnu Sina Gresik. Kalau ada yang dicurigai TBC untuk cek dahak. PCM TBC itu di Ibnu Sina. Sekarang tersebar di 10 Puskesmas. Di Gresik bagian Selatan, Gresik Tengah dan Gresik Utara,” ujar dr Khusnah. 

PCM TBC adalah tes cepat molekuler untuk diagnosis tuberkulosis dengan metode laboratorium yang menggunakan GeneXpert untuk menganalisis sampel, seperti dahak, bilasan lambung dan lainnya secara otomatis.  Selain metode laboratorium, PCM TBC menggunakan teknologi PCR alias Polymerase Chain Reacction untuk mendeteksi materi genetik mikrobateri tuberkulosis. Keunggulan PCM TBC adalah  akurat dan hasil cepat sekitar 2 jam. 

“Untuk warga dicurigai TBC bisa ke seluruh puskesmas. Nanti sampel akan dikirim ke puskesmas yang memiliki PCM TBC. Puskesmas kita sudah terkoneksi,” ujarnya. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono membuka acara dengan menegaskan pentingnya keterlibatan pers dalam edukasi publik. Menurutnya, TBC merupakan penyakit yang tampak tidak mencolok namun berbahaya, sehingga perlu terus digaungkan kepada masyarakat.

“Kita ketahui TBC ini penyakit yang smooth tapi membahayakan. Tidak hanya Dinas Kesehatan, ini juga salah satu tugas pers untuk mengedukasi dan memberikan informasi yang positif kepada masyarakat,” ujarnya.

Deni menambahkan, kerja sama PWI dan Dinkes Gresik telah terjalin sejak lama dan kembali dikuatkan lewat diskusi ini. “Harapannya dari diskusi ini menjadi kontribusi dalam percepatan penanganan TBC di Kabupaten Gresik. Apalagi berdasarkan data ada 2.740 kasus TBC sepanjang tahun 2025 di Gresik, dan tahun 2028 kita menuntaskan zero TBC,” harapnya. (yad)

Tahun 2025 ; Eliminasi 664 Kasus, Tahun 2028, Dinas Kesehatan Targetkan Gresik Bebas TBC  Selengkapnya

90 Persen Puskesmas di Gresik Melayani Rawat Inap, Wabup Gresik: Punya KTP Gresik Kesehatan Terjamin

GRESIK,1minute.id – Layanan kesehatan di Kabupaten Gresik semakin merata. Kini, pasien rawat semakin tidak harus ke rumah sakit. Sebab, 29 dari 31 puskesmas atau 90 persen di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik bisa melayani rawat inap.

“Dulu masyarakat harus ke rumah sakit hanya untuk mendapatkan perawatan dasar. Sekarang 90 persen puskesmas sudah siap rawat inap. Target kita jelas, tinggal tiga puskesmas lagi dan kita targetkan 99% siap melayani rawat inap,” ujar Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat melaunching 8 puskesmas yang siap melayani rawat inap pada puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Selasa, 2 Desember 2025.

Sebelumnya, sudah ada 21 puskesmas yang melayani rawat inap. Kini, tersisa tiga puskesmas yang belum melayani rawat inap dikarenakan luas lahan sempit dan persoalan lainnya. Tiga puskesmas itu, yakni Puskesmas Nelayan berada di Jalan Gubernur Suryo, Gresik ; Puskesmas Industri berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik ; dan Puskesmas Dadapkuning, Kecamatan Cerme.

Ia menambahkan, keberadaan layanan ini sangat krusial mengingat hampir seluruh masyarakat Gresik telah tercakup dalam kepesertaan BPJS. Dengan Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 100 persen, seluruh pembiayaan ditanggung BPJS sesuai regulasi.

“Bisa dikatakan, kalau punya KTP Gresik maka kesehatannya terjamin. Tidak semua orang mudah mendapatkan uang untuk berobat, apalagi tindakan medis besar. Karena itu pemerintah memastikan seluruh masyarakat memegang BPJS dan layanan kesehatan harus dekat, murah, dan mudah,” terang dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Capaian ini menjadi puncak dari berbagai program strategis sektor kesehatan selama 2025. Berdasarkan laporan resmi Dinas Kesehatan Gresik, selain telah melaksanakan integrasi layanan primer di seluruh 32 puskesmas, serta peningkatan 8 puskesmas menjadi rawat inap, Dinkes Gresik juga melakukan penguatan 1.512 posyandu.

Dinkes juga telah melaksanakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk 244.118 sasaran, sistem e-rekam medis di seluruh puskesmas, penguatan Labkesmas, serta layanan ambulans dilengkapi GPS tracking. Layanan RSUD Gresik Sehati juga telah berjalan dan menjangkau masyarakat Gresik di wilayah selatan. Terkait TBC, Dinkes juga telah menemukan 2.935 kasus TBC dari 23.454 suspek sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit. (yad)

90 Persen Puskesmas di Gresik Melayani Rawat Inap, Wabup Gresik: Punya KTP Gresik Kesehatan Terjamin Selengkapnya

Hari Kesehatan Nasional, Kolaborasi IIDI-Dinkes Gresik Gelar Gelar Lomba Kader Kesehatan Remaja 

GRESIK,1minute.id – Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik bersama Dinas Kesehatan Gresik menggelar Lomba Kader Kesehatan Remaja (KKR) di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 22 November 2025.

Lomba KKR diikuti pelajar dari jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas  sederajat se-Kabupaten Gresik untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025. HKN yang diperingati setiap 12 November, memasuki 61 tahun ini mengusung tema besar “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.

Kader KKR adalah peserta didik yang dipilih untuk membantu meningkatkan kesehatan di lingkungan sekolah dan sekitarnya, dengan menjadi promotor, motivator, dan pelaksana upaya kesehatan. 

Seperti di ketahui, KKR dilatih untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar kesehatan, seperti penyuluhan, konseling sebaya, serta pemecahan masalah kesehatan pada teman sebayanya, keluarga, dan lingkungan sekolah. Program ini bertujuan untuk mengembangkan generasi muda yang peduli dan berperilaku hidup sehat. 

Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik dr. Titin Ekowati mengatakan bahwa peran IIDI dalam lomba Kader Kesehatan Remaja (KKR) ini untuk mendukung penuh giat dalam rangka memperingati hari kesehatan Nasional ke-61. Peran lainnya, dikarenakan anggota IIDI juga ada yang ahli dalam bidang nutrisi, sehingga masing-masing anggota berperan juga sebagai juri.

“Kebetulan anggota IIDI juga ada yang seorang dokter, ahli nutrisi, mereka sebagai juri UKS dan juri untuk presentasi anak-anak,” ucap Titin yang juga Ketua Biro Hukum, Pembinaan, dan Pembelaan Anggota (BHP2A) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik ini. 

Lomba KKR ini, ia melanjutkan IIDI berkolaborasi dengan Dinkes Gresik agar berjalan dengan baik, sehingga bisa menjadi kader kesehatan yang benar-benar kompeten di masa depan. Jadi KKR ini adalah mewujudkan generasi muda yang bisa menolong diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar dalam menanamkan hidup sehat. Mereka agen perubahan untuk generasi yang sehat dan lebih baik.

“Peran kami mensupport anak-anak yang sudah di tunjuk sebagai kader kesehatan remaja di daerahnya di 18 kecamatan yang mengikuti lomba. Namun, lomba kali ini yang datang 14 kecamatan, dikarenakan 2 kecamatan di wilayah Bawean tak bisa hadir terkendala cuaca,” terang Titin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menerangkan pada lomba ini, para kader kesehatan menjalani berbagai macam ujian pengetahuan tentang kesehatan, mulai dari tes tulis, wawancara dan presentasi yang semuanya berkaitan dengan kesehatan.

“Pada tahap awal lomba, dilakukan tes tulis pengetahuan kesehatan untuk semua peserta, yang kemudian naik ke tahap berikutnya yakni tes wawancara, setelah itu tahap terakhir yakni para kader mengikuti tahap presentasi. Hingga KKR mana yang di nilai layak menjadi juara oleh juri,” katanya. 

Selain itu, Khusnah menambahkan tugas dan peran utama KKR yakni menjadi promotor kesehatan, menjadi penggerak dan motivator dalam meningkatkan kesadaran akan kesehatan di kalangan teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekolah. “Kader KKR bisa memberi penyuluhan, memberikan informasi tentang kebersihan, gizi, bahaya narkoba, dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Juga bisa menjadi konseling sebaya, membantu teman-temannya untuk menghadapi masalah kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, dan memberikan rujukan ke pelayanan kesehatan jika diperlukan,” ucapnya. 

Setelah melalui serangkaian kegiatan, panitia Lomba KKR hasil kolaborasi IIDI Gresik dan Dinkes Gresik ini menetapkan KKR Kecamatan Panceng menjadi juara 1 tingkat SD/MI dengan skor 154,6, tingkat SMP/MTs diraih Kecamatan Benjeng dengan skor 140,5 dan tingkat SMA/MA di raih Kecamatan Cerme yang mengumpulkan skor 142. (yad)

Hari Kesehatan Nasional, Kolaborasi IIDI-Dinkes Gresik Gelar Gelar Lomba Kader Kesehatan Remaja  Selengkapnya

PMI Gresik Anugerahi Pendonor 50 & 75 Kali, Bupati Gresik: Donor Darah untuk Kemanusiaan, dan Menyehatkan 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka acara penganugerahan bagi pendonor darah sukarela sebanyak 50 kali dan 75 kali di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Kamis, 20 November 2025.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pendonor sukarela yang selama puluhan tahun menjaga ketersediaan darah untuk masyarakat. Selain memberikan anugerah kepada para pendonor, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani juga  menyerahkan penghargaan prestasi Pasukan Palang Merah Remaja (PMR) pada Jumbara (Jumpa Bakti Gembira) X Provinsi Jawa Timur 2025.

Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa donor darah bukan hanya tindakan kemanusiaan, tetapi juga membawa manfaat kesehatan yang nyata bagi pendonornya. “Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan terima kasih bagi semua pendonor, bahkan yang sudah 50 kali, 75 kali donor. Tolong sampaikan kepada masyarakat bahwa donor darah ini juga membuat badan sehat,” ujarnya.

Sedangkan, kepada para anggota PMR yang hadir, ia berpesan agar terus menjaga semangat dalam PMI. “Adik-adik PMR, teruslah bersemangat. Mudah-mudahan kalian bisa terus ikut berjuang di PMI,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Di hadapan jajaran PMI dan para relawan, magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu, memberikan dorongan khusus kepada PMI  Gresik untuk terus bergerak maju pada tahun 2026. Ia mengingatkan bahwa tahun depan akan terjadi penyesuaian besaran dana hibah akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), namun ia berharap PMI tetap bisa menjaga kinerjanya dan memperkuat profesionalisme.

“Tahun depan ada penyesuaian anggaran akibat pemotongan TKD. Tetapi saya berharap PMI tetap kuat, tetap tumbuh, tetap melayani. Kita hadapi bersama, dan pemerintah daerah akan tetap mendukung semampunya,” tegasnya.

Ketua PMI Kabupaten Gresik Achmad Nadlir menjelaskan, bahwa kegiatan apresiasi ini merupakan penghargaan bagi mereka yang telah berulang kali berdonor dan menjadi tulang punggung ketersediaan darah di Gresik. “Ini bentuk penghargaan kepada mereka yang selalu berdonor untuk kemanusiaan di Kabupaten Gresik,” ucapnya.

Nadlir juga menyampaikan rencana besar PMI Gresik yang pada tahun mendatang ditargetkan sudah memenuhi Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), sehingga pengelolaan darah bisa dilakukan secara mandiri dan berdampak lebih luas bagi masyarakat. Ia turut menyampaikan kebanggaan atas capaian kontingen PMR Gresik pada Jumbara PMI Jawa Timur, di mana Gresik berhasil meraih peringkat 4, sebuah pencapaian membanggakan mengingat ini adalah keikutsertaan pertama di ajang tersebut.

Prestasi itu hadir melalui rangkaian kontribusi para anggota PMR. Di antara mereka, Jauharotun Nazilah berhasil meraih peringkat utama. Natta Andromeda Devaranandha keluar sebagai juara pertama bidang kepemimpinan tingkat mula. sementara Muhammad Kaysi Asyfaq Jazmiy meraih peringkat dua simulasi pertolongan pertama tingkat mula.

Di jenjang yang lebih tinggi, Aisyah Rasika Allyandra meraih peringkat dua bidang pertolongan pertama tingkat madya, dan Musmita meraih peringkat dua bidang donor darah siswa tingkat madya. Kreativitas PMR Gresik juga diakui melalui prestasi Gadiza Ananda Septiana yang memperoleh peringkat tiga bidang media sosial.

Selain itu, Tsania Mei Naura Albaity berhasil masuk enam besar bidang sanitasi kesehatan tingkat wira, dan Muchammad Tajuddin, meraih peringkat empat pada bidang wahana kepalangmerahan.

Testimoni juga diberikan oleh Sumanto, pendonor asal Kedanyang yang telah mendonorkan darahnya 75 kali sejak 1981. Dalam testimoninya, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan hidup. “Ayo kita donorkan darah kita. Selain menyehatkan, ini juga perbuatan mulia,” ujarnya. (yad)

PMI Gresik Anugerahi Pendonor 50 & 75 Kali, Bupati Gresik: Donor Darah untuk Kemanusiaan, dan Menyehatkan  Selengkapnya

Pertama, Posyandu ILP Sedap Malam Duduksampeyan Berikan Layanan Semua Siklus Kehidupan

GRESIK,1minute.id – Angka stunting di Kabupaten Gresik menunjukkan tren menurun. Pemkab Gresik terus berupaya menurunkan angka stunting hingga satu digit. Sejumlah kegiatan dilaksanakan untuk mencapai target itu. Diantaranya, melakukan Pembinaan Posyandu dan Pelacakan Stunting di Balai Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Kegiatan itu dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gresik yang juga Ketua Pembina Posyandu Nurul Haromaini Ali ; Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dr. Shinta Puspitasari, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah serta para istri Forkopimda Kabupaten Gresik. Rombongan kali pertama meninjau kegiatan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Sedap Malam yang menerapkan sistem lima meja posyandu.

Mereka meninjau tempat pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan, pelayanan kesehatan, serta penyuluhan.  Di posyandu  ILP Sedap Malam ini memberikan layanan kesehatan terpadu bagi seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, usia sekolah, remaja, hingga lansia.

Berikutnya, dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah balita dengan diagnosis stunting. Dalam kunjungan tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus penjemputan menuju posyandu untuk mendapatkan layanan lanjutan. Rangkaian kegiatan ini juga disertai dengan pemberian sembako dan makanan tambahan bagi keluarga sasaran.

Ketua Pembina Posyandu Kecamatan Duduksampeyan dr. Syifa menjelaskan, bahwa di wilayahnya terdapat 58 posyandu dengan 360 kader aktif. Sementara di Desa Samirplapan ada tiga posyandu dengan 20 kader. Ia juga menyampaikan posisi angka stunting Kecamatan Duduksampeyan di Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Pembina Posyandu Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali menegaskan bahwa Posyandu ILP merupakan wujud inovasi layanan yang menyentuh seluruh siklus kehidupan. “Posyandu ILP ini artinya posyandu digunakan untuk semua siklus kehidupan, tidak hanya untuk ibu dan bayi saja, tetapi semuanya terintegrasi mulai dari bayi, ibu hamil, balita, remaja hingga lansia,” jelas Nung Nurul, sapaan akrab, Nurul Haromaini Ali ini.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rencana penguatan posyandu lintas sektor di tahun mendatang. “Tahun depan kita memiliki PR yang cukup besar. Pada tahun 2026, kita akan bergerak terkait Posyandu 6 SMP, yang artinya posyandu bukan milik teman-teman kesehatan saja, tetapi juga melibatkan enam bidang lainnya, yaitu Kesehatan, Sosial, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, serta Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas),” ungkap istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu.

Peran aktif masyarakat dan sinergi lintas sektor dapat semakin memperkuat Pemkab Gresik mewujudkan generasi bebas stunting, menuju Gresik yang lebih sehat dan sejahtera.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SDGI), prevelensi stunting secara nasional turun. Pada 2023, angka 21,5 persen menjadi 19,8 persen pada 2024. Sedangkan, angka stunting di Jawa Timur juga menunjukkan tren menurun menjadi 14,7 persen pada 2024. Sementara di Kabupaten Gresik mengalami penurunan dari 15,4 persen pada 2023 menjadi 15,2 persen pada 2024. (yad)

Pertama, Posyandu ILP Sedap Malam Duduksampeyan Berikan Layanan Semua Siklus Kehidupan Selengkapnya

Jaga Kualitas MBG, Dokkes Polres Gresik Lakukan Periksaan Rutin Dapur SPPG

GRESIK,1minute.id – Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Gresik melakukan pemantauan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari di Kantor SPPG Kemala Bhayangkari, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Pemantauan dilakukan untuk menjaga kualitas serta keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program prioritas Presiden Prabowo Subianto. 

Pemantauan dilakukan oleh seksi yang dipimpin oleh Iptu dr. Sugioto, Kepala Seksi Dokkes Polres Gresik ini saban hari. Tujuannya memastikan seluruh makanan yang didistribusikan benar-benar layak konsumsi dan aman bagi penerima manfaat.

Menggunakan alat Food Security, tim melakukan uji organoleptik dan kimiawi pada sejumlah menu MBG, mulai dari nasi putih, ayam suwir, kentang goreng, kubis, tomat, tempe gimbal, kuah soto, hingga air isi ulang dan buah jeruk.

Hasil uji organoleptik menyimpulkan semua sampel makanan dalam kondisi normal dari segi bentuk, warna, bau, maupun rasa. Sementara itu, hasil uji kimiawi juga memberikan kepastian antara lain Formalin, Arsenik, Sianida Nitrat dinyatakan Negatif.

Kesimpulannya, seluruh makanan dan minuman yang diperiksa layak disajikan dan aman dikonsumsi. Kasidokkes Polres Gresik Iptu Sugioto, yang memimpin tim pemeriksaan, menegaskan bahwa pengawasan kualitas gizi dan keamanan makanan merupakan prioritas utama. Ia berharap makanan dari program MBG ini benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat, meningkatkan kesehatan, dan bebas risiko kontaminasi bahan berbahaya.

“Pengawasan kualitas gizi dan keamanan makanan ini bukan sekadar rutinitas, tapi wujud kepedulian Polres Gresik agar masyarakat benar-benar mendapat sajian bergizi yang aman untuk dikonsumsi,” ujar Kasidokkes Polres Gresik Iptu Sugioto.

Hal senada disampaikan Armyati Permana, S.Gz, penanggung jawab makanan dan minuman SPPG Kemala Bhayangkari. Ia memastikan standar kebersihan dan pengolahan selalu diterapkan secara ketat demi menjaga kualitas sajian.

“Kami ingin memastikan setiap piring makanan yang diterima masyarakat tidak hanya bergizi, tetapi juga terjamin kebersihannya, bebas dari bahan berbahaya, dan menyehatkan,” tutur Armyati Permana, S.Gz, penanggung jawab makanan SPPG.

Melalui kegiatan ini, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan perannya bukan hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam mendukung program kesehatan masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi yang terjamin aman. “Polres Gresik hadir bukan hanya menjaga keamanan saja, tapi juga ikut menjaga kesehatan masyarakat melalui pangan yang aman dan bergizi,” tegas Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. (yad)

Jaga Kualitas MBG, Dokkes Polres Gresik Lakukan Periksaan Rutin Dapur SPPG Selengkapnya

AKI & AKB di Gresik Tren Menurun, Driyorejo Penyumbang AKI Terbanyak, AKB Terbanyak Kebomas 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif membuka Workshop Verifikasi dan Analisis Kematian Ibu dan Bayi di Hotel Aston pada Kamis, 25 September 2025. Salah program prioritas Pemkab Gresik untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Wabup Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa isu kematian ibu dan bayi bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial, kemanusiaan, sekaligus masa depan generasi bangsa.

“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut nyawa manusia. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen penuh untuk memastikan setiap ibu dan bayi di Gresik mendapatkan pelayanan terbaik, terjamin keselamatannya, dan terlindungi,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi yang dapat menjadi dasar kebijakan Pemkab Gresik ke depan, sehingga upaya penurunan AKI dan AKB lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus bersinergi, tenaga kesehatan, pemerintah, masyarakat, bahkan keluarga. Karena keselamatan ibu dan bayi adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Wabup Alif.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr. Mukhibatul Khusna, menyampaikan perkembangan positif dalam penurunan AKI dan AKB. Pada 2023, AKI tercatat 99,38 per 100.000 kelahiran hidup, sementara pada 2024 turun menjadi 77,59. Untuk AKB, dari 4,82 per 100.000 kelahiran hidup pada 2023, turun menjadi 4.38 di tahun 2024.

“Ini pencapaian yang patut diapresiasi, tetapi belum cukup. Kita harus bekerja lebih keras dan berkolaborasi lintas sektor agar penurunan ini berlanjut secara signifikan,” ujarnya. Berdasarkan analisis data, kasus kematian ibu terbanyak tercatat di Kecamatan Driyorejo, Kedamean, dan Tambak. Sementara kasus kematian bayi paling banyak terjadi di Kecamatan Kebomas, Manyar, dan Sangkapura. Selain itu, kasus ibu hamil berisiko tinggi terbanyak ditemukan di Kecamatan Manyar, Menganti, dan Kebomas.

Workshop hari ini dihadiri oleh para dokter, bidan, perawat, dan petugas kesehatan dari puskesmas serta rumah sakit se-Kabupaten Gresik. Mereka diajak untuk melakukan diskusi interaktif, mengidentifikasi akar masalah, serta mencari solusi komprehensif dalam penanganan kasus. (yad)

AKI & AKB di Gresik Tren Menurun, Driyorejo Penyumbang AKI Terbanyak, AKB Terbanyak Kebomas  Selengkapnya

Gedung Rawat Jalan & Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina Resmi Beroperasi, Bupati Gresik : Percepat  Layanan Kesehatan, Kurungi Waktu Tunggu Pasien

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina pada Senin, 22 September 2025. Masyarakat menyambut positif ikhtiar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam meningkatkan layanan kesehatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih modern, cepat, nyaman dan profesional. Sehingga masyarakat Gresik dapat merasakan manfaat langsung dari kemajuan di bidang kesehatan.

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani melanjutkan, gedung baru ini diharapkan adanya peningkatan cakupan rawat jalan yang semakin profesional. Begitu juga dengan kualitas dan pelayanan, begitu juga SDM nya harus baik agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

“Gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu ini bertujuan untuk mempercepat penanganan penyakit, mengurangi waktu tunggu pasien, dan meningkatkan efisiensi pelayanan medis,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Dikatakan, pembangunan gedung baru ini merupakan satu inovasi yang tidak mudah ditengah isu efisiensi secara nasional. Di mana tidak mudah dalam membangun infrastruktur baik jalan maupun kesehatan. Tapi kita lihat salah satu prioritas yang lebih utama dari masyarakat yaitu layanan kesehatan. 

Pihaknya, akan terus berupaya memberikan pelayanan yang maksimal di bidang kesehatan medis kepada masyarakat. Tidak hanya itu, Pemkab Gresik juga akan terus memperbaiki manajemen administrasi layanan kesehatan. “Kehadiran gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu RSUD Ibnu Sina siap memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi bagi masyarakat Kabupaten Gresik, ” tandasnya didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Di tempat sama, Direktur Utama (Dirut) RSUD Ibnu Sina Gresik dr. Soni, dalam laporannya menyampaikan, latar belakang pembangunan gedung baru ini mempercepat pelayanan kepada masyarakat, agar lebih mudah baik dan terjangkau. 

Selain itu, dr Soni menjlentrehkan dengan adanya gedung baru ini diharapkan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik, sesuai yang diharapkan. Ia juga berharap naiknya kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD Ibnu Sina. 

“Pembangunan ini merupakan salah satu proyek strategis Pemkab Gresik, dibangun di lahan 1.200 meter persegi dengan anggaran Rp 64,8 milliar. Bangunan ini diwujudkan dalam 2 tahap dengan 7 lantai. Terdapat juga gedung perkantoran, pendidikan dan pelatihan, sebagai salah satu peningkatan SDM,” pungkasnya. Pada kesempatan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga membagikan paket hampers kepada keluarga pasien. (yad)

Gedung Rawat Jalan & Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina Resmi Beroperasi, Bupati Gresik : Percepat  Layanan Kesehatan, Kurungi Waktu Tunggu Pasien Selengkapnya

Pemkab Gresik Wujudkan Mimpi RSUD Ibnu Sina Gresik jadi Rumah Sakit Pendidikan 

GRESIK,1minute.id – RSUD Ibnu Sina sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Itu tema Forum Group Discussion (FGD) yang dihelat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama RSUD Ibnu Sina Gresik pada Kamis, 18 September 2025.

Wacana itu muncul sebagai ikhtiar memperkuat fungsi RSUD Ibnu Sina sebagai pusat pelayanan kesehatan sekaligus wahana pendidikan dan penelitian bagi berbagai perguruan tinggi.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam pengelolaan rumah sakit pendidikan. “SOP harus jelas, agar tidak ada kekeliruan. Serta jangan lupa, adab dan soft skill juga wajib dijaga,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif dalam sambutannya.

Menurutnya, mahasiswa yang menempuh pendidikan di RSUD Ibnu Sina tidak hanya dituntut cakap secara teknis, tetapi juga harus memiliki empati dan etika dalam melayani pasien.

Ditempat sama, Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr. Soni menjelaskan, bahwa hingga saat ini terdapat 45 institusi pendidikan yang telah menjalin kerja sama dengan RSUD Ibnu Sina. “RSUD Ibnu Sina kini menjadi rumah sakit tipe B pendidikan dengan akreditasi paripurna. Selain pelayanan, pendidikan juga menjadi komitmen besar kami,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Gresik Jumanto dan Imam Syaifudin, mengingatkan agar status rumah sakit pendidikan tidak mengurangi mutu layanan kepada masyarakat. “Integritas pelayanan harus tetap nomor satu. Ini juga harus ditanamkan kepada mahasiswa yang magang, bahwa pasien adalah prioritas utama,” tandasnya.

Forum ini juga membahas gagasan pengembangan program ke depan, diantaranya, peluang beasiswa kedokteran bagi keluarga tidak mampu melalui skema kerja sama dengan universitas mitra. Langkah tersebut diharapkan sejalan dengan visi Pemkab Gresik untuk menurunkan angka kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan.

Untuk diketahui, RSUD Ibnu Sina Gresik, merupakan rumah sakit milik Pemerintah Daerah dengan kelas Tipe B Pendidikan dan berstatus akreditasi paripurna. Berlokasi di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 234B, Kecamatan Kebomas. Rumah sakit ini memiliki 347 tempat tidur.

Hingga September 2025, tercatat ada 148 peserta didik dari berbagai institusi yang sedang menempuh pendidikan klinik di RSUD Ibnu Sina. Mereka terdiri dari dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya, residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga Surabaya, serta mahasiswa keperawatan, gizi, farmasi, dan kebidanan dari berbagai perguruan tinggi. (yad)

Pemkab Gresik Wujudkan Mimpi RSUD Ibnu Sina Gresik jadi Rumah Sakit Pendidikan  Selengkapnya