Aktivis PMII Atas Langit Daruttaqwa, Ketua DPRD Gresik Bersihkan Enceng Gondok yang Sumbat Saluran Irigasi

GRESIK,1minute.id – Puluhan aktivitas mahasiswa dari Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Atas Langit (AL) Daruttaqwa Gresik melakukan aksi bersih-bersih enceng gondok saluran irigasi di Desa Tebalo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Mei 2026.

Aksi peduli lingkungan ini diikuti oleh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Camat Manyar Hendriawan Susilo, perangkat desa dan masyarakat setempat. Serta, TNI dan peserta Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke-5  PK PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik. Sejak pukul 06.00 WIB peserta bersih-bersih enceng gondok sudah berkumpul di lokasi. 

Saat itu permukaan air di saluran Irigasi hanya tampak enceng gondok. Menjelang Duhur saluran irigasi sudah bersih. Enceng gondok kemudian diangkut menggunakan truk milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik. 

Ketua Pengurus Komisariat (PK) PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik M. Hadi Khoirur Roziqin mengatakan, aksi bersih-bersih saluran irigasi ini bukan sekadar agenda kerja bakti biasa. Tetapi juga manifestasi dari teologi lingkungan yang menuntut kader tidak hanya cakap berwacana di ruang diskusi, namun juga peka dan hadir memberikan solusi nyata atas problem ekologis di akar rumput.

‎”Memegang teguh salah satu pilar nilai dasar pergerakan yakni menjaga hubungan harmonis dengan alam (hablum minal ‘alam), kami bersama puluhan kader PMII Atas Langit Daruttaqwa mengajak peserta Pelatihan Kader Dasar Ke-5 turun langsung ke masyarakat menggelar aksi bersih-bersih saluran irigasi pertanian di Desa Tebalo,” kata Hadi pada Sabtu, 22 Mei 2026.

Selain bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi air terutama saat musim penghujan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir.

“Harapan kami aksi bersih-bersih saluran irigasi ini dapat menjadi edukasi bagi masyarakat untuk senantiasa menjaga lingkungan dan kebersihan. Agar kita semua bisa hidup sehat dan terhindar dari bencana alam,” jelasnya.

Sementara Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir menyampaikan apresiasi kepada kader-kader PMII Atas Langit Daruttaqwa yang telah menginisiasi gerakan peduli lingkungan khususnya aksi bersih-bersih eceng gondok di saluran irigasi Desa Tebalo, Kecamatan Manyar.

“Aksi bersih-bersih ini termasuk kritik yang membangun untuk pemerintahan di Kabupaten Gresik, saya berharap pandangan-pandangan terhadap kelestarian dan kebersihan lingkungan seperti ini tidak berhenti dan akan terus berlanjut,” ujar Syahrul.

Politisi muda itu menilai, kebersihan lingkungan merupakan tanggungjawab bersama. Tanpa perhatian dan peran aktif semua pihak, kelestarian lingkungan dan keberlangsungan ekosistem perairan sulit tercapai. “Kebersihan lingkungan bukan tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab kita sebagai makhluk produsen dan konsumen,” terangnya.

Sedangkan Camat Manyar Hendriawan Susilo menilai gerakan peduli lingkungan yang digagas kader-kader PMII Atas Langit ini merupakan solusi konkret untuk menyelesaikan sebuah permasalahan irigasi khususnya di Desa Tebalo, Kecamatan Manyar.

‎”Ini sebuah gerakan positif yang mendorong kita untuk peduli pada lingkungan, aksi ini bukan hanya sekedar kritikan biasa akan tetapi memberikan sebuah solusi konkret untuk menyelesaikan sebuah permasalahan irigasi di wilayah Kecamatan Manyar. Saya mendukung untuk kegiatan yang dilakukan oleh PK PMII Atas Langit Daruttaqwa pada kegiatan Pelatihan Kader Dasar ke-5 ini,” jelasnya.

Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Gresik M. Dafa Abie Almadhani berharap gerakan peduli lingkungan ini menjadi budaya bersama, Sehingga ekosistem lingkungan termasuk kebersihan saluran irigasi tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

“Kami gerakan peduli lingkungan ini menjadi budaya bersama, terutama di tengah meningkatnya persoalan ekologis di daerah industri seperti di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Aktivis PMII Atas Langit Daruttaqwa, Ketua DPRD Gresik Bersihkan Enceng Gondok yang Sumbat Saluran Irigasi Selengkapnya

Rusa Bawean yang Terancam Punah Jadi Perhatian Internasional, Dua NGO Lakukan Kegiatan Kampanye Penyelamatan Rusa Bawean

YAYASAN Alam Biodiversitas Indonesia (ABI) bersama Association for Nature and Biodiversity (ANB) merupakan Non-Governmental Organization (NGO) yang berbasis di Jerman pada 30 Maret 2026 hingga 19 April 2026 hadir di Pulau Bawean untuk melakukan kampanye terkait sosialisai Rusa Bawean yang terancam punah. 

Berikut oleh-oleh wartawan 1minute.id GUSLAN GUMILANG yang ikut dalam misi sosialisasi penyelamatan Rusa Bawean  (Axis kuhlii) dari ancaman kepunahan.


RUSA Bawean (Axis kuhlii) merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Spesies ini dikategorikan dengan status terancam punah (Critically Endangered) oleh International Union for Conversation of Nature (IUCN) pada 2015 dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan Indonesia. 

Penelitian terbaru pada 2025 menggunakan kamera jebak menunjukan bahwa populasi Rusa Bawan yang tersisa diperkirakan kurang dari 250 individu dewasa, data tersebut diperbarui oleh peneliti Indonesia Agus Ariyanto yang merupakan bagian dari studi disertasi S3 di Kyungpook National Universtiy, Korea Selatan. 

Bahkan, tercatat spesies ini telah mengalami kepunahan lokal di bagian timur Pulau Bawean. Ancaman utama meliputi perburuan, gangguan anjing liar atau anjing peliharaan yang dilepasliarkan, serta tekanan dan degradasi habitat.

Dr. Frank Drygala, peneliti senior sekaligus Vice President dari Association for Nature and Biodiversity (ANB) Jerman ikut memberikan materi kepada ratusan siswa. (Foto : Guslan Gumilang/1minute.id)

Yayasan Alam Biodiversitas Indonesia (ABI) bersama Association for Nature and Biodiversity (ANB) merupakan NGO (Non-Governmental Organization) yang berbasis di Jerman pada 30 Maret 2026 hingga 19 April 2026 hadir di Pulau Bawean untuk melakukan kampanye terkait sosialisai Rusa Bawean yang terancam punah.

Selama 20 hari berada di Pulau Putri, sebutan lain, Pulau Bawean, dua NGO itu melakukan beberapa kegiatan sosialisasi. Diantaranya, memasang reklame berukuran 2×3 meter di sejumlah titik vital keramaian tempat berkumpulnya masyarakat, seperti Alun-alun Sangkapura, Pelabuhan Sangkapura, jalan utama serta beberapa desa yang masuk pada area konfilk satwa dan manusiannya sering terjadi. 

Publikasi melalui media reklame tersebut berlangsung selama satu tahun dimulai pada 1 April 2026 s.d 1 April 2027. Reklame ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga habitat serta mendukung upaya perlindungan Rusa Bawean sebagai satwa endemik yang dilindungi dan juga menjadi maskot kebanggaan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Selain reklame berukuran besar kegiatan ABI, ANB mendapat dukungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, diwakili oleh Resort Konservasi Wilayah (RKW) 10 Bawean yakni melakukan sosialisasi langsung ke pedalaman desa yang terlibat konflik satwa dengan manusianya tinggi. Diantaranya Desa Pudakit Barat, Pudakit Timur, Suwari, Kumalasa serta dusun-dusun kecilnya. Semuanya berada di Kecamatan Sangkapura. 

Pulau Bawean adalah pulau terluar di Kabupaten Gresik. Pulau seluas kurang lebih 200 kilometer persegi di Laut Jawa ini terbagi dua Kecamatan yakni Sangkapura dan Tambak. Perjalanan menuju Pulau Bawean ini bisa ditempuh dengan moda transportasi laut dan pesawat terbang. Moda laut menggunakan kapal cepat membutuhkan waktu 3-4 jam. Menggunakan kapal Roll on-Roll off (Ro-Ro) selama 9-11 jam. Sedangkan, perjalanan pesawat terbang waktu tempuh 45 menit dari Bandara International Juanda, Sidoarjo- Bandara Harun Thohir, Bawean.

Kegiatan mambagikan brosur dengan materi informasi terhadap penyelamatan rusa serta berbincang langsung dengan masyarakat dinilai lebih efktif. Adapula kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan ke Sekolah Dasar. Antara lain, UPT SD Negeri 338 Gresik di Desa Kumalasa, Kecamatan Sangakapura menjadi sekolah yang disinggahi untuk sosialisai ini. 

Ketua Pengawas Yayasan ABI Guslan Gumilang menjadi salah satu narasumber yang didampingi oleh Nurhayyan Jahansyah, anggota BBKSDA Jawa Timur menjelaskan tentang populasi Rusa dan beberapa satwa endemik lainnya, serta yang tak kalah menarik menjadi perhatian khusus para murid adalah dengan hadirnya WNA Jerman Dr. Frank Drygala, peneliti senior sekaligus Vice President dari Association for Nature and Biodiversity (ANB) ikut memberikan materi kepada ratusan siswa.

Nurhayyan menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi ini tidak hanya mengingatkan terancamnya satwa endemik jenis rusa saja, masih banyak jenis lain yang endemik dan dilindungi. Banyak tugas yang harus dilakukan agar populasi satwa khususnya di Bawean harus lebih diperhatikan agar tidak punah. “Penanaman sejak dini tentang kepedulian terhadap satwa khususnya Rusa Bawean adalah hal penting mengingat semakin sedikitnya satwa endemik yang terus berkurang jika tidak diawasi,” kata Nurhayyan.

SOSIALISASI penyelamatan Rusa Bawean di UPT SD Negeri 338 Gresik, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik (FOTO : Guslan Gumilang/1minute.id)

Kepala UPT SD Negeri 338 Gresik Nur’ain mengaku senang dengan kegiatan terebut. “Keberadaan Rusa Bawean kita titipkan kepada generasi muda sebagai pertanggungjawaban bahwa satwa endemik kebanggan Pulau Bawean tidak boleh punah. Kegiatan seperti ini harus sering dilakukan di sekolah-sekolah yang ada di Bawean,” harap Nur’ain.

Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Alam Biodiversitas Indonesia (ABI) masih merupakan langkah kecil yang bekelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan kampanye ini, masih ada program lainnya kedepan nanti. 

“Tahun ini kami fokus di Pulau Bawean untuk satwa rusa. Kondisi rusa Bawean menjadi perhatian internasional. Kami juga dibantu tim dari Jerman untuk melakukan kegiatan ini. Kita harus bergerak bersama demi keberlangsungan satwa kebanggan Indonesia ini khususnya Kabupaten Gresik Pulau Bawean,’ ucap Guslan.

Perlu diketahui bahwa Rusa Bawean pernah menjadi maskot even internasional olahraga Asian Games 2018 bersama dua satwa endemik Indionesia lainya yakni Burung Cendrawasih dan Badak Bercula Satu dan baru-baru ini, Rusa Bawean menjadi logo HUT ke-539 Kota Gresik yang diperingati setiap 9 Maret itu. (gus/yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Rusa Bawean yang Terancam Punah Jadi Perhatian Internasional, Dua NGO Lakukan Kegiatan Kampanye Penyelamatan Rusa Bawean Selengkapnya

Percepatan Zero Waste Energy 2026, Pemkab Gresik Siap Kolaborasi PSEL Aglomerasi Surabaya Raya

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima kunjungan kerja Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta rombongan untuk meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngipik pada Selasa, 7 April 2026.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Gresik Lamongan  untuk berkolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis Waste to Energy (WtE) atau sampah menjadi energi listrik.

Perlu diketahui, dua Kabupaten di Jawa Timur ini menjadi bagian dari 10 daerah yang ditunjuk Presiden RI Prabowo Subianto untuk berpartisipasi mensukseskan program Kementerian LH dalam mempercepat penanganan sampah dan mencapai Zero Waste Energy. Yakni melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) aglomerasi Surabaya Raya pada 2026.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani langsung njujug ke proses landfill mining, teknologi yang menjadi andalan TPA Ngipik dalam mereduksi sampah. Yuhronur Efendi memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemkab Gresik beserta seluruh jajaran Dinas Lingkungan Hidup terkait keberhasilannya dalam mengelola sampah secara modern dan efektif.

“Saya mengapresiasi Pemkab Gresik atas langkah-langkah dalam pengelolaan pemusnahan sampah yang dilakukan secara modern. Kami akan belajar banyak dari tempat ini terutama kelebihan dari landfill mining yang belum kita laksanakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain itu ada juga pembakaran RDF serta ada produk-produk inovatif yang terbaru. Seperti sisa-sisa makanan MBG yang dibuat beberapa varian produk makanan ternak, makanan burung ataupun makanan ikan. Tentu ini menjadi inspirasi untuk bagi Pemkab Lamongan dalam pengembangan TPA.

“Untuk menyelesaikan problem masalah sampah baik di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik nanti kita akan membuat kerja sama atau MoU. Pengelolaan sampah merupakan gerakan bersama demi masa depan lingkungan yang lebih baik,” tandasnya.

Di tempat sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik siap berkolaborasi dalam upaya penanganan sampah secara berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi modern. Kerja sama PSEL di kawasan Surabaya Raya melibatkan Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Lamongan.

“Ke depan kolaborasi penanganan sampah atau TPST terintegrasi sesuai petunjuk Presiden yang ditujukan kepada Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan untuk mendukung program Kementerian LH yaitu pengolahan sampah menjadi energi listrik,” ujarnya.

Dikatakan, dalam skema kerja sama tersebut, sampah yang telah diolah menjadi energi listrik nantinya akan dibeli oleh PLN sebagai bagian dari program nasional pengembangan energi baru terbarukan. “Untuk Kabupaten Gresik, potensi sampah yang akan dikirim ke lokasi PSEL mencapai sekitar 250 ton per hari. Kemudian untuk Kabupaten Lamongan 100 ton per hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui kolaborasi lintas pemerintah ini, diharapkan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. “Setelah ini kami juga akan berkunjung ke Kabupaten Lamongan untuk mencari titik pertemuan TPST Kabupaten Gresik dan Lamongan. Mudah-mudahan langkah baik ini segera terealisasi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah, menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program nasional tersebut. Ia menilai kolaborasi antar daerah menjadi kunci terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang modern dan terintegrasi.

Ia menjelaskan, capaian pengelolaan sampah di Provinsi Jawa Timur saat ini telah mencapai 52,7 persen, tertinggi secara nasional. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi Kabupaten Gresik untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan.

“Melalui kolaborasi lintas pemerintah ini, diharapkan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Percepatan Zero Waste Energy 2026, Pemkab Gresik Siap Kolaborasi PSEL Aglomerasi Surabaya Raya Selengkapnya

Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4, Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat

GRESIK,1minute.id – Leang (Gua) Bulu Sipong 4 di Bukit Bulu Sipong menjadi saksi peradaban, di mana terdapat seni cadas tertua di dunia berusia sekitar 44.000 tahun bergambar adegan perburuan binatang oleh manusia pada era prasejarah. Keberadaan Bulu Sipong 4 tersebut menjadi bukti komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan PT Semen Tonasa, dalam melindungi kelestarian warisan budaya dunia dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Cagar budaya Bulu Sipong 4 berada di lahan tambang tanah liat PT Semen Tonasa, tepatnya di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Pangkep, Sulawesi Selatan. Dikutip dari buku Cultural Heritage Management Plan oleh PT Semen Tonasa, Bulu Sipong 4 merupakan salah satu gua prasejarah di Bukit Bulu Sipong yang pertama kali ditemukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar pada 2016. 

Penemuan ini lalu dilanjutkan dengan penelitian berupa pengambilan sampel pertanggalan pada gambar cadas dan kemudian ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama antara PT Semen Tonasa dan Dirjen Kebudayaan dalam rangka perlindungan gua prasejarah tersebut.

Atas rekomendasi SIG sebagai induk perusahaan, PT Semen Tonasa bergerak cepat menetapkan kawasan Bulu Sipong seluas 31,64 hektare atau 11,3% dari total lahan tambang seluas 280 hektare sebagai kawasan konservasi. Tepatnya pada 18 Mei 2018, PT Semen Tonasa meresmikan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Geopark Bulu Sipong guna melindungi keanekaragaman hayati di sekitar area tambang serta kawasan Geopark dan Purbakala. 

Bulu Sipong 4 sebagai salah satu geosite di Geopark Maros Pangkep kemudian resmi masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark berdasarkan keputusan Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, Prancis pada 2023.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, penetapan kawasan Bulu Sipong sebagai kawasan konservasi menjadi bukti komitmen SIG dan PT Semen Tonasa terhadap pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan industri dengan lingkungan dan nilai budaya. Bulu Sipong diharapkan menjadi sarana edukasi dan membantu mempromosikan sejarah dan budaya peradaban kepada masyarakat luas.

”Perusahaan juga berkolaborasi dengan LPPM Universitas Hasanuddin dalam merilis Cultural Heritage Management Plan atas situs prasejarah Bulu Sipong 4. Dokumen tersebut berfungsi sebagai panduan pengelolaan warisan budaya yang dimiliki oleh Perusahaan, termasuk Bulu Sipong yang merupakan situs cagar budaya, sehingga dapat dikelola dengan baik secara berkelanjutan untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada,” kata Vita Mahreyni.

Selain itu, dalam pengelolaan Bulu Sipong, PT Semen Tonasa bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX, antara lain untuk pemantauan getaran dan udara ambien secara berkala, pengecoran jalan sepanjang 1.800 meter dan penyiraman jalan tambang secara berkala untuk mengurangi debu.

Perusahaan juga mengedukasi karyawan dan masyarakat sekitar tentang pentingnya pelestarian situs prasejarah, memasang rambu dan pembatasan akses dengan pemasangan pagar sepanjang 1.900 meter, serta revegetasi di kawasan konservasi.

Habitat Alami Bagi Beragam Flora dan Fauna

Selain seni cadas purbakala, Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong juga menjadi habitat bagi beragam jenis flora dan fauna dengan Indeks Kehati yang terus meningkat. Hingga 2025, terdapat 25 jenis flora dengan total jumlah tanaman sebanyak 2.898 pohon, di antaranya eboni (diospyros celebica), kayu kuku (pericopsis mooniana), dan bitti (vitex cofassus) yang merupakan tanaman endemik lokal.

Selain flora, Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong juga menjadi habitat alami bagi 41 jenis satwa liar yang terdiri dari 37 jenis burung, 2 jenis primata, serta 1 unggas dan 1 reptil. Adapun total jumlah satwa yang berhasil terpantau hingga 2025 sebanyak 869 ekor, termasuk monyet dare (macaca maura) dan tarsius yang merupakan primata endemik lokal yang dilindungi.

Vita Mahreyni menambahkan, Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong menjadi pelindung bagi keanekaragaman hayati yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam. Pada 2025, Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong mencatatkan nilai Indeks Kehati Flora sebesar 1,54, atau naik dari periode 2020 sebesar 1,38. Indeks Kehati Fauna juga tercatat naik menjadi 2,85 dari sebelumnya 2,51 pada 2020.

”Kenaikan nilai Indeks Kehati Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong menunjukkan lingkungan kawasan Bulu Sipong yang semakin asri dan menjadi benteng pelindung bagi kelestarian keanekaragaman hayati dan warisan arkeologi di dalamnya. Atas inisiatif strategis ini, SIG dan PT Semen Tonasa mendapat apresiasi dan kehormatan sebagai narasumber pada forum internasional SPAFA International Conference on Southeast Asian Archaeology and Fine Arts (SPAFACON) 2024 dan Indonesia Geopark Leader Forum 2025 untuk memaparkan program perlindungan situs Bulu Sipong serta program perlindungan Kehati,” ujar Vita Mahreyni. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4, Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat Selengkapnya

Gresik Menuju Kabupaten Bersih di Indonesia, Bupati Gresik Berikan Apresiasi pada Petugas Kebersihan

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah – Sertifikat menuju Kabupaten Bersih 2025. Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih itu diterima langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Jakarta. Kepulangan orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik disambut meriah pada Jumat, 27 Februari 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Forkopimda diarak keliling kota dengan becak listrik, mobil listrik karya siswa SMK PGRI 1 Gresik serta kendaraan lainnya. 

Meriah : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kiri) dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif (kanan) mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat dan pelajar dalam Kirab Adipura, Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih pada Jumat, 27 Februari 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Rute arak-arakan sepanjang 5 kilometer mulai dari Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) jalan Veteran – Jalan Panglima Sudirman dan finish di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Jalan Jaksa Agung Suprapto. Sepanjang rute tersebut ribu pasang mata berjajar di pinggir jalan menyambut Kirab Adipura. 

Penghargaan bidang lingkungan itu menjadi kado istimewa bagi masyarakat Gresik yang sedang merayakan HUT ke-52 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kota Gresik. HUT Pemkab diperingati setiap 27 Februari sedangkan Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. 

“Ini bukan sekadar penghargaan. Ini adalah pengingat bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan masing-masing. TPA sudah kita benahi, formatnya sudah ada. Sekarang kita mulai dari sekolah, minimal 30 menit sebelum masuk kelas untuk bersih-bersih lingkungan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menegaskan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan semua elemen. Misalnya, lembaga pendidikan didorong menjadi pusat edukasi pengolahan sampah, masyarakat diminta aktif memilah sampah dari rumah, dan perusahaan diajak turut mendukung

Dalam sektor perizinan perumahan, ia melanjutkan, Pemkab Gresik juga akan mewajibkan penyediaan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).

Ia meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik untuk mulai masuk ke pesantren. “Pengelolaan sampah di lingkungan pesantren mulai dianggarkan agar sampah dapat dipilah disana,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia mencontohkan Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu yang dinilai berhasil dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk gerakan satu rumah satu biopori. Desa tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi desa lain. Hal serupa juga dilakukan Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik melalui program kampung proklim. 

“Kedua desa dan kelurahan itu jadi percontohan, dan hari ini kami beri kado dan mendapat bantuan motor pengangkut sampah roda tiga,” ungkapnya.

Kabupaten Gresik, satu dari 35 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil meraih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup. Capaian ini menempatkan Gresik dalam jajaran daerah yang dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

APRESIASI PETUGAS KEBERSIHAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah mendampingi seorang petugas kebersihan mengangkat Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam Kirab Adipura di WEP Gresik pada Jumat, 27 Februari 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ia menjelaskan bahwa salah satu alasan utama Gresik memperoleh penghargaan adalah keberhasilan mengelola sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni energi terbarukan pengganti fosil batu bara yang disinergikan dengan PT Semen Indonesia sebagai off taker. Skema ini menjadikan sampah sebagai sumber daya sekaligus mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, terutama dedikasi para petugas kebersihan dan pertamanan yang ada lapangan. “Hari ini kita tidak sekadar membawa penghargaan. Kita membawa penghormatan untuk panjenengan semua yang setiap hari memastikan Gresik tetap bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, menuturkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. “Ini bukan hanya keberhasilan DLH, tetapi hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, penghargaan tahun ini diraih melalui proses penilaian ketat. Dari 420 kabupaten/kota se-Indonesia yang dinilai, tidak ada satu pun daerah yang meraih predikat Pengelolaan Sangat Bersih maupun Pengelolaan Bersih.

“Hanya 35 daerah secara nasional yang meraih predikat Kabupaten/Kota Bersertifikat atau Menuju Kabupaten/Kota Bersih, dan Kabupaten Gresik menjadi salah satunya,” jelas Sri. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi

Gresik Menuju Kabupaten Bersih di Indonesia, Bupati Gresik Berikan Apresiasi pada Petugas Kebersihan Selengkapnya

Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Bupati dan Forkopimda Gresik Gelar Aksi Bersih Pantai Delegan dari Sampah Plastik 

GRESIK1minute.id –  Pantai Delegan menjadi center poin aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik pada Jumat, 6 Februari 2026.

Bersih-bersih pantai dari.sampah plastik dan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari salah satu destinasi wisata alam favorit di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Zam Zam Ikhwan, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dan ratusan peserta lainnya membuat wisata alam dengan pasir putih berada di Desa Delegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik ini lebih riuh. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang kemudian direspon melalui komitmen bersama Forkopimda dan seluruh perangkat daerah di Kabupaten Gresik. 

“Ini menegaskan bahwa isu kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir dan laut bukan lagi hal kecil. Melainkan prioritas nasional yang harus kita dukung secara nyata di daerah,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga menekankan, bahwa kebersihan lingkungan wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pengelola, melainkan tanggung jawab bersama. “Lingkungan yang bersih akan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisata secara berkelanjutan,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Pihaknya menambahkan, Pantai Dalegan merupakan merupakan salah satu ikon wisata Kabupaten Gresik. Menurut dirinya, tempat ini bukan hanya destinasi rekreasi, tetapi juga sumber penghidupan masyarakat serta wajah daerah yang dilihat oleh pengunjung.  “2Jika lingkungannya bersih, masyarakat sehat, wisata berkembang dan ekonomi bergerak. Sebaliknya, jika kita abai dampaknya akan kembali kepada kita semua,” tuturnya. 

Ia memastikan pengelolaan sampah laut yang terbawa ke pesisir tetap terkendali agar kawasan wisata tetap asri. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan. “Saya berharap, gerakan seperti ini terus berlanjut, dan menjadi kebiasaan rutin. Sehingga Gresik benar benar dikenal sebagai kabupaten yang bersih, sehat dan nyaman,” harap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Lebih lanjut, Gus Yani mengungkapkan selain tempat wisata, agenda ini juga sebagai silaturahmi dan aksi mulia yang bisa diagendakan secara rutin. Bisa dilaksanakan di wisata religi, Alun-alun maupun tempat ibadah dan tempat umum lainnya dalam menjaga kelestarian yang banyak dampaknya terhadap masyarakat. 

“Pariwisata bukan hanya soal keindahan alam, tapi juga soal kenyamanan, keamanan, dan kebersihan lingkungan. Aksi hari ini harus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah budaya dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, aksi bersih pantai ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga ikon pariwisata Kabupaten Gresik agar tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi pengunjung.

“Fokus kami hari ini adalah menjaga kebersihan Pantai Delegan sebagai salah satu destinasi unggulan Gresik. Lingkungan yang bersih bukan hanya soal kenyamanan wisatawan, tetapi juga tentang menjaga ekosistem pesisir agar tetap lestari,” ujarnya di sela kegiatan.

Selain membersihkan sampah plastik, petugas gabungan juga mengangkat limbah domestik yang berpotensi merusak ekosistem laut dan mempercepat abrasi pantai. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke laut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Bupati dan Forkopimda Gresik Gelar Aksi Bersih Pantai Delegan dari Sampah Plastik  Selengkapnya

Tradisi Jelang HPN, PWI Gresik Kolaborasi Lintas Sektor Lakukan Penghijauan di Bantaran Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik melakukan penanaman ratusan pohon produktif di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Senin, 2 Februari 2026. Aksi nyata pelestarian lingkungan hasil kolaborasi lintas sektor dari instansi pemerintah dan perusahaan di Kota Industri, sebutan lain, KabupatenGresik.

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono mengatakan, kegiatan penanaman pohon bertajuk “Satu Pohon Sejuta Manfaat” ini rutin digelar PWI Gresik setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Pihaknya berkomitmen menjadi bagian dari solusi konkret dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan.

Pada kegiatan tahun ini, sebanyak 400 pohon produktif ditanam. Terdiri dari mangga, nangka, jambu air, jambu kristal, dan alpukat. Pemilihan pohon produktif tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat mitigasi bencana alam di kawasan rawan banjir, tetapi juga sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah.

“Penanaman pohon ini menjadi agenda rutin PWI Gresik setiap tahun, sebagai rangkaian peringatan Hari Pers Nasional dan HUT PWI. Tidak hanya menulis saja, kita juga turut andil dalam langkah kecil menjaga lingkungan. Mudah-mudahan bermanfaat untuk lingkungan,” kata Deni.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak. PWI Gresik menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh, antara lain Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Kecamatan Cerme, Desa Jono.

Juga kepada.manajemen perusahaan, PT Freeport Indonesia, SKK Migas Jabanusa, PGN Saka, Petronas, Prima Energi Baweran, PT Smelting, Bank Jatim, PT Petrokimia Gresik, PT Indospring Tbk, PT PLN Nusantara Power UP Gresik, PT Cargill Indonesia, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT BKMS/JIIPE Gresik, serta Aston Gresik.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, langkah nyata PWI Gresik ini selaras dengan program prioritas pemerintah daerah dalam Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam penanggulangan banjir Kali Lamong sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Tentu yang pertama, kami menyampaikan apresiasi atas inisiasi penanaman pohon yang rutin dilakukan PWI Gresik setiap tahun. Tahun lalu di Ngargosari, sebelumnya di daerah lain juga. Artinya PWI Gresik istiqomah, mendukung kesinambungan dalam menjaga lingkungan dengan penanaman pohon. Setiap pohon yang ditanam akan men-support oksigen di Gresik,” tandasnya.

Washil menyebut, 5 ribu hektar di wilayah perkotaan sudah menjadi kawasan industri. Untuk itu, penanaman pohon ini menjadi sangat penting untuk mendukung kebutuhan oksigen bagi Kota Gresik. “Sekali lagi saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PWI Gresik, perusahaan dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Jono Asrun menyampaikan terima kasih karena penanaman pohon PWI Gresik tahun 2026 ini dipusatkan di Desa Jono. Daerah yang berada di bantaran Sungai Kali Lamong dan berada di bayang-bayang banjir setiap tahun.

“Untuk diketahui, 3/4 wilayah kami dikelilingi Kali Lamong. Dengan adanya penanaman pohon ini, mudah-mudahan bermanfaat khususnya untuk penguatan tanggul Desa Jono, meminimalisir tanggul jebol akibat luapan Kali Lamong,” tukas Asrun.

Asrun bercerita, tanggul Desa Jono pernah jebol dan mengakibatkan permukiman warga tergenang 2 minggu. “Itu bukan waktu yang sebentar, efeknya banyak. Warga banyak yang sakit dan mobilitas terganggu,” tandasnya. “Untuk itu, saya atas nama warga Desa Jono menghaturkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak dalam penanaman pohon di desa kami,” sambung Asrun memungkasi.

Acara penanaman pohon dihadiri Wakapolres Gresik Kompol Sabdha Purusha, Kasdim 0817 Mayor Inf. Siari, Forkopimcam Cerme, PKDI Cerme, dan perwakilan dari perusahaan-perusahaan. Hal ini menunjukkan aksi nyata penghijauan lingkungan berbasis kolaborasi.

Mengutip Meta AI, sebatang pohon dapat menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis, yang menggunakan energi dari sinar matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.

Jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebatang pohon dapat bervariasi tergantung pada jenis pohon, ukuran, dan kondisi lingkungan. Namun, berikut adalah beberapa perkiraan tentang jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon:

– Sebatang pohon yang berusia 1 tahun dapat menghasilkan sekitar 10-20 kilogram oksigen per tahun.

– Sebatang pohon yang berusia 10 tahun dapat menghasilkan sekitar 100-200 kilogram oksigen per tahun.

– Sebuah pohon yang berusia 50 tahun dapat menghasilkan sekitar 1.000-2.000 kilogram oksigen per tahun.

Dalam satu hari, sebatang pohon dapat menghasilkan sekitar 2-5 kilogram oksigen. Jadi, jika kita asumsikan bahwa sebatang pohon dapat menghasilkan 3 kilogram oksigen per hari, maka dalam satu tahun, pohon tersebut dapat menghasilkan sekitar 1.095 kilogram oksigen.

Namun, perlu diingat bahwa jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebatang pohon juga tergantung pada faktor-faktor lain seperti intensitas sinar matahari, suhu, kelembaban, dan ketersediaan nutrisi. Oleh karena itu, angka-angka di atas hanya merupakan perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan.

Dalam konteks ini, sebatang pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari, tergantung pada jumlah oksigen yang dihasilkan dan kebutuhan oksigen manusia. Namun, perlu diingat bahwa pohon tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga memiliki banyak manfaat lain seperti menyediakan makanan, tempat tinggal, dan perlindungan dari erosi.

Bila PWI Gresik menanam 400 pohon dan semua hidup, telah menyediakan oksigen  sekitar 1.600 orang. Karena setiap pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari. Yuk kita tanam pohon. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Tradisi Jelang HPN, PWI Gresik Kolaborasi Lintas Sektor Lakukan Penghijauan di Bantaran Kali Lamong Selengkapnya

KCL UPT SMP Negeri 2 Gresik bersama DLH Jatim dan Gresik Melakukan Bersih-bersih Pesisir Pantai Lumpur 

GRESIK,1minute.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim dan Gresik melakukan aksi bersih-bersih pesisir pantai Lumpur, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Jumat, 12 Desember 2025. Aksi peduli lingkungan pesisir yang menindaklanjuti Peraturan Pemerintah nomor 27/2020 tentang pengelolaan sampah spesifik, wabil khusus sampah di pesisir laut dipimpin oleh Plt DLH Jatim Nurkholis ini diikuti ratusan pegiat lingkungan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Antara lain, masyarakat sekitar, dan Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. Sebanyak 40 siswa didampingi oleh guru pembina Sumiarsih dan Kesiswaan Titien Harfutien. “Spenda satu-satunya sekolah yang diundang sebagai perserta aksi ini. Siswa didampingi Guru pembina Tegar Okta dan Anas dan Saya,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Jumat, 12 Desember 2025.

Aksi bersih-bersih sampah pesisir ini dengan apel yang dipusatkan terminal busa wisata religi Maulana Malik Ibrahim di Jalan R.E Martadinata, Kelurahan Lumpur sekitar pukul 06.30 WIB. Pimpinan apel adalah Plt DLH Jawa Timur Nurkholis.

Setelah apel peserta kemudian disebar di sejumlah lokasi. Ada yang bersih-bersih di terminal Maulana Malik Ibrahim,  ada pesisir pantai Lumpur. Dalam hitungan tidak lebih 2 jam, sampah yang terkumpul mencapai dua truk. 

Mohammad Salim menyatakan, puluhan siswa yang tergabung dalam KCL Spenda Gresik sangat antusias dalam mengikuti aksi bersih-bersih pesisir pantai Lumpur ini. ” Kegiatan membersihkan pantai dari sampah dan polusi untuk melestarikan ekosistem laut dan menjaga keindahan alam,” katanya. 

Spenda Gresik, adalah salah satu sekolah Adiwiyata di Gresik. Lembaga pendidikan berada di Jalan KH Kholil, Gresik adalah sekolah percontohan zero waste di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. Sebagai sekolah Zero Waste, Spenda Gresik memiliki Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) sebagai kader model dan duta penyuluh lingkungan.

KCL Spenda Gresik antusias karena aksi bersih-bersih ini memiliki banyak manfaat. Yakni, mengurangi polusi laut dan melindungi ekosistem; Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan meningkatkan keindahan pantai dan mendukung pariwisata. 

Untuk diketahui, terminal bus Maulana Malik Ibrahim di Jalan R.E Martadinata Gresik sebagai tempat pemberhentian bagi wisatawan religi Maulana Malik Ibrahim, salah satu penyebar agama Islam yang makamnya berada di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurasukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Wisatawan religi setelah turun di terminal kemudian naik damri. Berdasarkan keterangan juru kunci makam wisatawan religi yang mengunjungi makam Maulana Malik Ibrahim sekitar 1,2 juta wisatawan setiap tahunnya. Kebersihan terminal bus harus terjaga sebab menjadi wajah Kota Santri. (yad)

KCL UPT SMP Negeri 2 Gresik bersama DLH Jatim dan Gresik Melakukan Bersih-bersih Pesisir Pantai Lumpur  Selengkapnya

2 Jam Tim Pecinta Alam MTs Ma’arif Sidomukti & EH Gresik Beraksi Cabut 7 Kilogram Paku di Batang Pohon

GRESIK,1minute.id – Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif Sidomukti bersama komunitas Earth & Human (EH) Gresik melakukan aksi razia paku yang menancap pada batang pohon di sepanjang Jalan Sunan Giri pada Ahad, 23 November 2025.

Aksi peduli lingkungan dengan cara mencabut paku, staples maupun tali tampar yang “menyiksa” puluhan batang pohon itu dilakukan untuk memperingati Hari Pohon Sedunia yang diperingati setiap 21 November itu.

Sejak pagi puluhan relawan yang mayoritas kaum hawa itu berkeliling menyusuri jalur Jalan Sunan Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik tersebut. Mereka sambil membawa tang, sarung tangan, dan kantong sampah. Mereka mencabut satu per satu paku, staples, dan benda-benda logam lain yang tertancap di batang pohon.

Ketua EH Gresik M.Zubaidi menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa pohon adalah makhluk hidup yang perlu dijaga. “Memaku pohon akan berdampak terhadap keseimbangan lingkungan. Seperti membuat Kambium pohon rusak, pohon rentan terserang penyakit, bahkan akhirnya mati. Pohon dapat lebih cepat keropos dan yang paling parah berpotensi rapuh dan bisa sewaktu-waktu tumbang, itu bisa membahayakan pengguna jalan,” ujarnya pada Ahad, 23 November 2025.

Hanya dalam waktu dua jam, puluhan relawan peduli lingkungan itu mendapatkan paku sebesar 7 kilogram paku. “Semua paku itu  menancap di pohon-pohon,’’ kata Adrian, salah seorang pembina Pecinta Alam MTs Ma’arif Sidomukti, Gresik.

“Seluruh paku dan benda logam yang berhasil dicabut kemudian dikumpulkan lalu dijual, selanjutnya uangnya dibelikan bibit pohon yang akan dibagikan ke masyarakat sekitar. Sebagai bentuk kampanye tentang cinta lingkungan, Kami ingin menanamkan kepedulian sejak dini. Anak-anak tidak hanya tahu teori, tetapi juga terjun langsung melakukan aksi nyata,” jelasnya.

Aksi cabut paku ini juga bertujuan menjaga kualitas udara di wilayah Gresik. Pohon yang rusak akibat paku memiliki kemampuan lebih rendah dalam memproduksi oksigen. Jika kondisi ini dibiarkan, keseimbangan lingkungan pun terancam.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar. Pohon bukan papan reklame. Ia pancarkan jauh lebih penting yaitu oksigen yang kita hirup setiap hari daripada sinyal wifi. Oksigen menberi manfaat besar bagi kehidupan kita,” tutup Caramel, salah satu relawan EH Gresik.

Melalui kegiatan ini, MTs Ma’arif Sidomukti dan EH Gresik kembali menegaskan komitmen mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat pohon sebagai penyangga kehidupan. (yad)

2 Jam Tim Pecinta Alam MTs Ma’arif Sidomukti & EH Gresik Beraksi Cabut 7 Kilogram Paku di Batang Pohon Selengkapnya

Berkebaya, Bawaslu dan KPI Gresik Gelar Apel Hari Kesaktian Pancasila di Pulau Cisiu

GRESIK,1minute.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) bersama Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Gresik menggelar Apel Pemantau Pemilu memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Apel yang mengusung tema “Kesaktian Perempuan sebagai Pemantau Pemilu di Akar Rumput Menuju Zero Money Politik dalam Mewujudkan Pemilu yang Bersih dan Berwibawa” ini pusatkan Hutan Mangrove, Pulau Cisiu, Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. 

Peserta apel semua perempuan dan memakai kebaya. Ratusan anggota KPI Gresik yang berasal dari kelompok disabilitas, istri nelayan, lansia, petani, lansia hingga perempuan lintas profesi sangat antusias dalam apel Hari Kesaktian Pancasila ini.

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen perempuan dalam mengawal proses demokrasi, khususnya dalam pencegahan praktik politik uang yang berpotensi merusak integritas pemilu. Rofaatul Hidayah, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Gresik menegaskan pentingnya peran perempuan di akar rumput sebagai garda terdepan pengawasan partisipatif.

“Perempuan memiliki kesaktian dalam menjaga nilai kejujuran dan integritas. Dengan keterlibatan aktif perempuan, kita berharap lahirnya pemilu yang lebih bersih, bermartabat, dan bebas dari praktik politik uang,” ujar Rofaatul.

Melalui apel ini, KPI Gresik bersama Bawaslu berkomitmen memperkuat kolaborasi untuk mendorong pengawasan partisipatif yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga cita-cita pemilu yang jujur, adil, dan berwibawa dapat terwujud. (yad)

Berkebaya, Bawaslu dan KPI Gresik Gelar Apel Hari Kesaktian Pancasila di Pulau Cisiu Selengkapnya