Catatan MURI di Gresik Bertambah, Terbaru Festival Tumpeng Nasi Krawu Setinggi 4,5 Meter

GRESIK,1minute.id – Catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bertambah satu pada Minggu, 28 Juni 2026. Rekor baru adalah Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang digelar Komunitas Wartawan Grissee di Gresik Universal Science (GUS) Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Pengakuan tersebut diberikan atas penyusunan gunungan setinggi sekitar 4,5 meter yang terdiri dari 3.000 bungkus nasi krawu.

Nasi atau sego krawu adalah warisan budaya tak benda (WBTB) Nasional oleh Kemendibudristek pada 2022 lalu. Rekor ini menambah panjang piagam MURI yang di koleksi di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Pada 17 Juli 2022, PT Petrokimia Gresik memecahkan rekor baru yakni 50 ribu jubung. Pemecahan rekor MURI dilakukan disela acara seremoni pembukaan PetroNite Fest 2022 di halaman Gedung Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik. 

Kemudian, 28 Oktober 2024, giliran Pengadilan Agama (PA) Gresik yang memecahkan rekor baru sebagai Pionir/Pengadilan Agama Tingkat Kabupaten Pertama yang menginisiasi kerja sama dengan perusahaan untuk komitmen bersama dalam pemenuhan hak perempuan dan anak pasca perceraian.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas pengenalan Gresik di tingkat nasional maupun internasional.

Didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Yani mengapresiasi konsistensi Komunitas Wartawan Grissee yang selama empat kali penyelenggaraan terus menghadirkan inovasi dalam mengangkat nasi krawu sebagai ikon kuliner khas Gresik. Menurutnya, upaya merawat budaya akan memberi dampak yang lebih luas ketika dilakukan secara kolaboratif dan dikemas menjadi kegiatan yang mampu menarik partisipasi masyarakat.

“Nasi krawu bukan sekadar makanan khas. Nasi krawu adalah identitas Kabupaten Gresik. Di mana pun orang mengenal Gresik, salah satu yang langsung diingat adalah nasi krawu. Karena itu, upaya melestarikan kuliner ini menjadi sangat penting,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menuturkan, Festival Nasi Krawu telah menunjukkan bahwa warisan budaya dapat berkembang menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan manfaat di berbagai sektor. Selain menjadi sarana memperkenalkan identitas daerah, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Berangkat dari budaya, kemudian tumbuh menjadi ruang wisata yang mempertemukan masyarakat. Orang datang bersama keluarga untuk menikmati festival, mengenal kuliner khas Gresik, dan pada saat yang sama kegiatan ini ikut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” tutur Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Mantan Ketua DPRD Gresik ini berharap keberhasilan meraih Rekor Dunia MURI menjadi penyemangat untuk terus melahirkan inovasi dalam mempromosikan potensi Kabupaten Gresik. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah titik akhir, melainkan awal dari berbagai gagasan baru yang dapat semakin memperkuat citra Gresik sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.

“Hari ini prestasinya telah mencapai Rekor Dunia MURI. Semoga ke depan lahir lebih banyak lagi ide-ide kreatif yang membawa nama Kabupaten Gresik semakin dikenal,” katanya. 

Sementara itu, Perwakilan MURI Ari Andriani menjelaskan bahwa pengukuhan Rekor Dunia diberikan tidak hanya karena jumlah sajian yang berhasil disusun, tetapi juga karena festival ini mengangkat nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Gresik.

“Sego krawu bukan sekadar nasi dengan suiran daging, serundeng, dan sambal. Sego krawu adalah identitas, warisan leluhur, sekaligus simbol kehangatan serta keramahan masyarakat Gresik,” jelas Ari.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil verifikasi, gunungan sego krawu yang terdiri atas 3.000 bungkus dengan tinggi sekitar 4,5 meter memenuhi seluruh persyaratan pencatatan rekor. Atas dasar itu, MURI menetapkan capaian tersebut sebagai rekor dunia karena dinilai berhasil mengangkat kuliner tradisional Indonesia melalui sebuah perhelatan budaya yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Usai prosesi penyerahan piagam Rekor Dunia MURI kepada KWGe, ribuan bungkus nasi krawu yang tersusun dalam gunungan dibagikan kepada masyarakat. Antusiasme warga yang memadati kawasan GUS menjadi penutup manis festival yang tidak hanya menorehkan prestasi, tetapi juga mempertegas bahwa budaya lokal dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebanggaan daerah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Catatan MURI di Gresik Bertambah, Terbaru Festival Tumpeng Nasi Krawu Setinggi 4,5 Meter Selengkapnya

Festival Sate Kerang Meriahkan Peresmian Koperasi Desa Merah Putih Desa Randuboto, Sidayu

GRESIK,1minute.id –  Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif menghadiri Festival Sate Kerang yang dirangkai dengan peresmian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Sebanyak 2.025 tusuk sate kerang disusun membentuk tumpeng setinggi 1,5 meter lalu dibagikan gratis kepada masyarakat. Momen ini menjadi daya tarik utama karena turut mengangkat potensi kuliner khas pesisir.

Kegiatan yang digelar di Dermaga Minapolitan Desa Randuboto tersebut turut dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Thoriq Majiddanor, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Kepala Dinas PMD Abu Hassan, Kepala Dinas Perikanan Arif Wicaksono, serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik dr. Shinta Puspitasari.

Dalam sambutannya, Wabup Asluchul Alif mengapresiasi kreativitas dan kolaborasi yang dilakukan pemerintah desa (Pemdes) Randuboto dan karang taruna. Menurutnya, festival ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. “Kolaborasi ini sangat bagus dan kreatif, festival seperti ini bukan hanya sekadar hiburan tapi juga mendorong perekonomian masyarakat pesisir,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Sementara itu, peresmian Koperasi Desa Merah Putih Desa Randuboto berlangsung meriah. Menurut Wabup, KDMP juga menjadi instrumen penting dalam menopang sektor ekonomi utama di Desa Randuboto, khususnya dalam memenuhi kebutuhan warga.

“Saya mengapresiasi KDMP Desa Randuboto yang telah menyediakan juga kebutuhan untuk perikanan, pertanian, dan peternakan. Koperasi ini dapat menjadi solusi pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, sejalan dengan potensi sektor perikanan, pertanian, dan peternakan di Desa Randuboto,” ungkapnya.

Rencana Pemerintah Desa dalam mengembangkan Koperasi Merah Putih bekerja sama dengan Koperasi Sunan Drajad yang akan segera membuka gerai. “Saat ini di Kabupaten Gresik yang membuka gerai sudah 86 KDMP, jika gerai yang dibangun KDMP Desa Randuboto selesai maka bertambah menjadi 87,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir juga mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, pemuda desa, dan media akan memberikan dampak positif dalam membangun citra dan branding desa.

“Kolaborasi dengan media itu penting. Berita-berita positif seperti ini bisa memperkuat citra desa dan menginspirasi daerah lain,” katanya. 

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Randuboto Andhi Sulandra menjelaskan bahwa festival ini juga dirangkai dengan peresmian Kopdes Merah Putih (KDMP) dan panen perdana udang vaname sebagai wujud ketahanan ekonomi desa. “Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Tak sampai lima menit, 2.025 tusuk sate kerang langsung habis dibagikan,” ujar dia.

Pihaknya menambahkan, potensi kerang di Randuboto memang sangat besar karena wilayahnya memiliki garis pantai berlumpur yang subur. Selain kerang, nelayan juga banyak menghasilkan ikan sembilang dan komoditas perikanan lainnya. “Melalui festival ini, kita ingin memperkenalkan produk unggulan nelayan dan UMKM pesisir. Semoga tahun depan bisa lebih besar dan menarik lebih banyak pengunjung,” harapnya.

Sebagai wujud dukungan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan, Wabup Alif juga berkesempatan melakukan panen udang vaname di tambak yang dikelola BUMDes Randuboto di Dusun Ujung Timur atau Brangwetan bersama jajaran Muspika Sidayu menggunakan mini ferry. (yad)

Festival Sate Kerang Meriahkan Peresmian Koperasi Desa Merah Putih Desa Randuboto, Sidayu Selengkapnya

Ajang Pesona Rasa dan Budaya Nusantara,  UMKM Gresik Bangkit dengan Cita Rasa dan Kreativitas

GRESIK,1minute.id – Aroma kuliner khas nusantara membuat para pengunjung Gressmall di ajang Pesona Rasa dan Budaya Nusantara “ngiler”. Ada puluhan jenis makanan khas nusantara racikan para UMKM disajikan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Akselerasi Produsen Makanan Minuman Jawa Timur (APMMJ Korwil Gresik) dengan dukungan penuh dari Gressmall itu dihelat pada 23-24 Oktober 2025.

Kegiatan ini juga melibatkan Paguyuban Prima Lestari, binaan Pertamina Lubricants yang beranggotakan kader-kader UMKM dari berbagai kelurahan di Kecamatan Gresik, antara lain, Kebungson, Pekauman, Sukorame, Kemuteran, dan Sidokumpul.

Acara ini bukan sekedar pameran produk. Di dalamnya terdapat beragam kegiatan menarik seperti pameran supplier kebutuhan usaha kuliner dan UMKM, demo baking dan cooking, pelatihan digital marketing berbasis AI, hingga lomba senam kreasi yang menambah semarak suasana.

Menurut  Roro Fitri, kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu (trigger) bagi para pelaku UMKM agar terus berkembang dan mampu naik kelas. “Kami ingin UMKM Gresik tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh berkelanjutan dengan semangat inovasi dan kolaborasi,” ujar pelaku UMKM asal Kelurahan Kebungson itu.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik M. Fither Kuntajaya, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap ajang ini.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membuka wawasan dan jejaring bagi pelaku UMKM lokal. Kami berharap para kader UMKM binaan Kebungson dapat terus berkreasi dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya. Melalui gelaran ini, Pesona Rasa dan Budaya Nusantara menjadi bukti nyata bahwa kekayaan kuliner dan budaya lokal bisa menjadi jembatan menuju kemajuan ekonomi kreatif di Gresik. (yad)

Ajang Pesona Rasa dan Budaya Nusantara,  UMKM Gresik Bangkit dengan Cita Rasa dan Kreativitas Selengkapnya

KWG Gelar Festival Nasi Krawu Vol.3 di Wagos

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Nasi Krawu Vol. 3 yang diselenggarakan oleh Komunitas Wartawan Gresik (KWG). Acara rutin tahunan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional dipusatkan di  kawasan Wisata Alam Gosari (Wagos), Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik pada Ahad, 1 Juni 2025.

Sebanyak 1.000 bungkus nasi krawu disiapkan dan disusun membentuk tumpeng setinggi tiga meter, sebagai simbol kekayaan kuliner khas Gresik. Pada Desember 2020, Nasi Krawu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau WBTB oleh Kemenristek RI.

Plt Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tahunan ini. Ia mendorong agar ke depan Festival Nasi Krawu dapat diselenggarakan di berbagai destinasi wisata desa lainnya di Gresik, sebagai upaya mengenalkan potensi lokal ke tingkat regional hingga nasional.

“Ini adalah kali ketiga KWG mengadakan Festival Nasi Krawu, dan kali ini dilaksanakan di Wagos. Pemkab Gresik sangat mengapresiasi semangat teman-teman wartawan. Semoga tahun depan, festival ini bisa digelar di lokasi wisata desa lainnya di Kabupaten Gresik, agar potensi daerah kita semakin dikenal luas,” jelasnya.

Senada dengan Plt Bupati, Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, turut mengapresiasi inisiatif KWG. Ia menilai kegiatan ini mampu memperkuat identitas budaya lokal dan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Gresik yang semakin maju dan berperadaban.

“KWG telah menjalankan peran penting dalam menyajikan informasi yang valid dan faktual. Festival ini adalah bentuk nyata upaya merawat tradisi di Kabupaten Gresik, yang menjadi fondasi menuju Gresik yang lebih maju dan berperadaban,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KWG, Miftahul Arif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini merupakan bentuk kontribusi wartawan tidak hanya dalam pemberitaan, tetapi juga dalam menyampaikan ide-ide kreatif yang mampu mengangkat potensi lokal.

“Festival Nasi Krawu ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pers Nasional. Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan juga bisa berkontribusi dalam promosi budaya dan pariwisata. Dengan semangat kolaborasi dan cinta terhadap budaya lokal, Festival Nasi Krawu menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara media dan pemerintah dapat melahirkan kegiatan yang bermanfaat, edukatif, dan menghibur masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Festival Nasi Krawu ini, KWG juga bekerja sama dengan sejumlah pihak. Di antaranya Dispendukcapil yang memberikan layanan pembuatan akta kelahiran serta rekam dan cetak KTP/KIA, Polres Gresik yang menggelar sosialisasi SIM Internasional, PMI yang menyediakan layanan cek kesehatan gratis, serta Yayasan Fajar Trilaksana, sebuah lembaga bantuan hukum. (yad)

KWG Gelar Festival Nasi Krawu Vol.3 di Wagos Selengkapnya

Festival Jajanan Kampoeng Londo, Bisa Nikmati Putri Mandi 

GRESIK,1minute.id – Festival Jajanan Kampoeng Londo terasa meriah pada Sabtu, 4 Februari 2023. Puluhan penjual menyajikan jajanan aneka ragam khas Indonesia di sepanjang Jalan Raden Santri, Gresik itu. Kawasan perkampungan warga pribumi yang masuk dalam kawasan Bandar Grissee pun riuh. 

Kawasan Bandar Grissee terdapat Kampoeng Kolonial di Jalan Basuki Rahmat, Kampoeng Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik dan Kampoeng Arab  di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurosukolilo, Gresik. Serta, Kampoeng pribumi, diantaranya Kampoeng Bedilan, Kampoeng Kemasan. Kawasan ini, sentra destinasi wisata di Gresik Kota Lama (GKL), kini ditetapkan sebagai Bandar Grissee itu.

Pembeli berjubel. Bahkan, sebelum Festival Jajanan Kampoeng Londo itu dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaifudin Ghozali sekitar pukul 14.30 WIB itu. Pembeli yang beruntung bisa menikmati Putri Mandi di Pasar Jajan yang bakal menjadi agenda tahunan bagi warga di Kelurahan Bedilan, Kecamatan/ Kabupaten Gresik itu. 

PUTRI MANDI: Jajanan yang diserbu pembeli dalam
Festival Jajanan Kampoeng Londo di sepanjang Jalan Raden Santri Gresik pada Sabtu, 4 Februari 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Putri Mandi, salah satu jajanan khas Indonesia ini berbentuk bola-bola warna hijau berisi parutan kelapa kemudian disiram dengan kuah seperti bubur sumsum. Nah, bola hijaunya dianggap putri yang terendam santan. “Rasanya, heemmm eunek seru!” kata Ratna, salah pengunjung Festival Jajanan Kampoeng Londo itu.

Cuaca gerimis tidak menyurutkan warga untuk berburu kuliner yang mulai langka di pasaran. Selain , Putri Mandi ada Icak-icak Cetot , Masin, Karak Bali Welut hingga opak dan endog Bader. Menurut Kepala Disparekrafbudpora Gresik Syaifudin Ghozali, kawasan Kampung Bedilan atau Kampung Londo itu telah menjadi perhatian bagi traveler. 

“Dalam waktu dekat ini, ada rencana kunjungan dari Swiss yang akan mampir ke Kampung Bedilan ini,” kata Ghozali saat membuka Festival Jajanan Kampoeng Londo yang dihadiri oleh Camat Gresik Arif Wicaksono, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Gresik Choirul Rizal, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Gresik Imam Basuki serta lurah dan kepala desa se-Kecamatan Gresik itu. 

Camat Gresik Arip Wicaksono mengatakan, Festival Jajanan Kampoeng Londo, salah satu ikhtiar untuk meningkatkan ekonomi warga melalui UMKM. “Kami berharap Festival ini bisa menjadi agenda rutin tahunan,” kata Wicaksono. (yad)

Festival Jajanan Kampoeng Londo, Bisa Nikmati Putri Mandi  Selengkapnya

Vakum 2 Tahun, Festival Badhogan Digelar Lagi ; Jajanan Cethot dan Arang-arang Kambang Diserbu Pembeli

GRESIK,1minute.id – Festival Badhogan & Budaya Gresik kembali digelar oleh warga Kelurahan Kroman, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 31 Desember 2022. Festival Badhogan atau makanan ketiga di buka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman meriah.

Massa menyemut di sepanjang Kali Tutup di Jalan KH Hasyim Asy’ari itu. Puluhan UMKM menuai berkah. Jualan mereka diserbu pembeli merasa kangen menikmati makanan khas Gresik yang langka di pasaran. Seperti, Cethot dan Arang-arang kambang. Serta, pangan khas warga pesisir Kroman berbahan dasar dari hasil laut. Endhog bader, misalnya. 

Menurut M. Kholil, festival Badhogan sempat vakum dua tahun. Tahun 2020 dan 2021. “Karena ada wabah pandemi. Dan, tahun ini bisa diadakan karena pemerintah telah mencabut PPKM,” ujar Kholil, yang juga Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) Kroman ini. Kholil didampingi Ketua Festival Irwan dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kroman Leckho M. Samsul. 

Dalam festival ketiga ini, tidak ada festival Badhogan saja. Panitia menggelar perlombaan Latto-latto (etek-etek). Permainan lawas yang lagi viral.  Perlombaan ini diikuti 130 peserta. Mayoritas anak belasan tahun. Perlombaan semakin heboh karena peserta memainkan permainan ketangkasan itu dibawah guyuran hujan. Mereka tetap bahagia. Selain lomba etek-etek itu, pengunjung festival mendapatkan suguhan kesenian Pencak Macan.

Kholil melanjutkan, festival Badhogan menjadi agenda tahunan warga Kroman. Festival digelar setiap akhir tahun karena  bertepatan libur sekolah.  “Saat ini, festival Badhogan tidak hanya karena menu makanan saja. Festival Badhogan sebagai ajang silaturahmi. Orang Kroman yang berada di luar datang untuk menikmati makanan juga silaturahmi kepada kerabat,” ujar Kholil yang juga guru ekstrakurikuler robotik di sejumlah sekolah dasar ini. (yad)

Vakum 2 Tahun, Festival Badhogan Digelar Lagi ; Jajanan Cethot dan Arang-arang Kambang Diserbu Pembeli Selengkapnya

Musim Hujan, Mencicipi Happy Suki, Menu Baru Persembahan ASTON Inn Gresik Uenak Seru

GRESIK,1minute.id – Musim hujan tiba. Salah satu kuliner berkuah yang sering diburu saat musim hujan adalah suki. Sebab, menikmati kuliner yang hangat dan berkuah, tak hanya bisa membuat kenyang tapi juga bisa menghangatkan tubuh. 

Suki pada dasarnya merupakan makanan berkuah yang dimasak di atas panci khusus dengan beragam isian di dalamnya. Suki merupakan makanan sehat karena kaya akan berbagai macam sayuran, daging, hingga aneka seafood yang disajikan mentah di atas meja, lengkap dengan kompor gas mininya sehingga para tamu diajak untuk merasakan sensasi masak sendiri.

“Kami menghadirkan Happy Suki dengan 3 paket mulai dari 150.000 nett,”kata Haris Zestya, Executive Chef ASTON Inn Gresik dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Minggu, 31 Oktober 2022. Paket Happy Suki berisikan daging sapi slice, bakso ikan, bakso sapi, otak-otak, chikuwa, kepiting serta mie dan nasi untuk pelengkap karbohidrat.

Penyajian menu suki tersebut dapat dinikmati para tamu dengan dua pilihan kuah, yaitu kuah collagen dan kuah tomyam untuk para penikmat makanan berkuah pedas.

Executive Chef Haris Zestya mengatakan “menu ini sangat cocok untuk menghangatkan suasana dan dapat dinikmati beramai-ramai bersama keluarga maupun teman. Happy Suki berlaku setiap hari pukul 17.00 – 21.00 WIB di NIRA Restaurant ASTON Inn Gresik”.

Tamu pun bisa menikmati suki ditemani dengan pemandangan malam kota Gresik dari ketinggian yang penuh gemerlap lampu nan cantik. (yad)

 

Musim Hujan, Mencicipi Happy Suki, Menu Baru Persembahan ASTON Inn Gresik Uenak Seru Selengkapnya

Kuliner Lawas Khas Grissee, Kini Hadir di Gressmall 

GRESIK,1minute.id – Penggemar jajanan lawas khas Gresik kini bisa ditemui di Gressmall. Ada Arang-arang Kambang, Karak, Kupat Keteg, Bubur Campur, Sego Krawu, Masin, Endok Bader dan Dukang. Kuliner nostalgia diberi label Pasar Djadoel Grissee itu dihelat oleh Omah Dhuafa. Foundernya Syaikhu Busiri yang juga anggota DPRD Gresik. 

Pasar Djadoel Grissee berlangsung mulai Senin hari ini, 15 Agustus hingga 20 Agustus 2022 mendatang itu dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Menurut Fandi Akhmad Yani, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), salah satu penggerak kebangkitan ekonomi nasional. Karena itu sejumlah hambatan di sektor ini harus segera diatasi agar peluang pertumbuhan ekonomi pascapandemi bisa di realisasikan. 

“Dengan adanya Pasar Djadoel seperti ini secara tidak langsung kita telah membuat pasar baru dimana kita mengenalkan jajanan Gresik, Jajanan Djadoel di kalangan yang berbeda atau menengah kebawah sehingga dapat membuka peluang baru bagi UMKM,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad. 

Ia berharap  kepada pedagang dapat menyesuaikan pemasaran modern. Seperti digitalisasi melalui sosial media maupun e-Commerce. Karena tranformasi ekonomi digital menjadi hal yang penting untuk segera dilakukan.

“Yang lokal jangan sampai ditinggalkan termasuk jajanan tradisional ini harus kita kenalkan melalui pameran kali ini dijadikan sebuah pengenalan. Selanjutnya kita dorong melalui sarana modern untuk masuk kedalam marketplace,”harap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Pembuatan Pasar Djadoel Grissee ini, dihadiri oleh Founder Omah Dhuafa Syaikhu Busiri, 

Plt Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag (Diskoperindag) Gresik Malahatul Fardah, Kadis Kominfo Gresik Ninik Asrukin, General Manager Gressmall Eric P Bangun dan Manager PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Sugeng Wahyudi, dan SPV Operasional Gressmall Dedi.

Fandi Akhmad Yani mengapresiasi langkah Omah Dhuafa bisa menumbuhkan traffic pengunjung di mal serta upaya dalam meningkatkan UMKM Gresik bisa berkembang dengan baik sesuai harapan Pemkab Gresik.

“UMKM harus segera masuk e-katalog LKPP tujuannya agar dapat lebih fokus, terarah dan berkelanjutan,”harapnya. 

Sementara itu, Founder Omah Dhuafa Syaikhu Busiri mengatakan langkah penataan UMKM masuk ditengah pasar modern merupakan momen satu-satunya dengan mengajak pedagang kaki lima bisa berjualan di dalam mal.

“Sebuah kegiatan untuk membantu UMKM di Gresik untuk lebih eksis dan maju melalui kemajuan teknologi digitalisasi saat ini,”kata Syaikhu yang juga anggota DPRD Gresik itu. 

Pada kesempatan, General Manager Gressmall Erik P. Bangun menambahkan, Pasar Djadoel Grissee, merupakan event yang unik dimana menyuguhkan jajanan tradisional ditengah era modern. “(Pasar Djadoel) selain menjaga sejarah dan budaya, juga masih merawat makanan tradisionalnya atau jajanan lawas daerahnya,”puji Erik. (yad)

Kuliner Lawas Khas Grissee, Kini Hadir di Gressmall  Selengkapnya

Membuat Gula Aren yang Kaya Khasiat Butuh Waktu Sehari

Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.

GULA Aren memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Penasaran bagaimana cara membuat gula aren atau gula merah atau gula jemblok itu. Wartawan 1minute.id mendatangi salah satu pembuat gula aren di Pulau Bawean pada Rabu, 1 Juni 2022.

Sekitar pukul 11.00 wartawan 1minute.id tiba disebuah bangunan sederhana di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Bangunan berdinding anyaman bambu atau gedhek.  Sinar matahari pun bisa menerobos masuk dalam dapur berukuran 5 × 7 meter persegi itu.

Siang itu, seorang perempuan bernama Saminah, 30, sedang membuat gula aren menggunakan tungku dengan bahan bakar dari kayu. Perempuan itu terus mengaduk nira. “Butuh waktu 12 jam untuk membuat gula aren,”kata ibu dua anak itu. Dalam dapur yang banyak tumbuhan  diatas bukit masih terasa panas. Keringat sebesar biji jagung bercucuran. 

Saminah, beberapa kali menyeka keringatnya. Saminah sudah sebelas tahun membuat gula aren. Sebelum ia menjadi tenaga kerja Indonesia di Serawak, Malaysia. Saminah memilih pulang untuk melanjutkan tradisi yang turun temurun. Membuat gula aren. Pagi dan sore, suami Saminah menderes pohon nira. Nira diwadahi bumbung kayu. Sebagai dikonsumsi untuk di minum. Rasanya mirip legen. 

Sebagai dimasak untuk gula merah. Satu wajah besar dengan diameter 60 sentimeter dan tinggi 20 sentimeter bisa menghasilkan 100 biji guna aren. Harganya sekitar Rp 25 ribu per bungkus (berisi 10 biji gula aren) di tingkat produsen. Harga pasaran bervariasi. Pasti lebih mahal. Bila laku semuanya, Saminah pendapatan yang diraup sebesar Rp 250 ribu perhari. “Tapi, sekarang kondisi masih sepi,”katanya. 

Menurut Nurul Jannah, gula aren asli Bawean sudah dikenal ke mancanegara. Karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. “Kalau di Malaysia, gula aren dari sini sudah sangat dikenal. Karena bahan asli,”katanya. (yad)

Membuat Gula Aren yang Kaya Khasiat Butuh Waktu Sehari Selengkapnya

Yuk, Rayakan Valentine Day di Kedai Ketan Punel, Ada Ketan Valentine 

SURABAYA,1minute.id – Valentine’s Day di peringati setiap 14 Februari. Arek Surabaya tidak perlu pusing bila mau merayakan Hari Kasih Sayang itu. Di Kedai Ketan Punel, ada menu spesial untuk merayakan Hari Kasih Sayang itu.  Menu spesial di Kedai berada di Jalan Raya Darmo, Surabaya itu yakni Ketan Valentine. “Sesuai dengan namanya Ketan Valentine, hanya ada pas di moment spesial. Yakni di Hari Kasih Sayang,”ujar Wahyu Darmawan, pemilik Kedai Ketan Punel pada Minggu, 13 Februari 2022. “Kami mencoba hadirkan menu ketan yang tidak ada di hari-hari biasanya,”imbuhnya.

Dijelaskan Wahyu, ketan valentine tersebut disajikan dengan ketannya berbentuk hati (Love,Red) plus ditaburi kelapa warnapink. Ketan Valentine ini identik dengan nuansa cinta. “Sengaja ketannya yang disajikan dalam bentuk love. Sama dengan lambang hati dan identik dengan ungkapan cinta. Sedangkan kelapanya berwarna pink, warna yang penuh cinta dan sayang,”jelasnya.

Lebih lanjut, bapak dua anak ini menuturkan bahwa tempat usahanya tersebut setiap tahun konsisten menghadirkan menu Ketan Valentine. Ini dilakukan agar pasangan yang merayakan Valentine’s Day bisa mendapatkan alternatif pilihan bila ingin memberi hadiah untuk pasangannya. “Ibaratnya Valentine tidak hanya identik dengan bunga atau coklat saja, seperti yang selama ini dilakukan. Bisa juga lho, Valentinan dengan ketan. Jadi ungkapkan sayang dan cinta dengan ketan,”kata mantan jurnalis media cetak di Kota Pahlawan ini. 

Ketan yang disuguhkan Kedai Ketan Punel mempunyai makna kasih sayang, sesuai dengan nuansa hari valentine. Bentuk ketan itu menyerupai bentuk hati, dan warna kelapanya merah muda yang berasal dari pewarna makanan. Adapun harga yang dibandrol untuk ketan valentine tersebut hanya  Rp 8 ribu per porsinya.

Wahyu mengatakan di moment Valentine Day ini, pihaknya juga menggratiskan seporsi ketan bubuk kedelai dan segelas teh hangat khusus bagi para lansia yang sudah menjalani suntikan ke tiga. “Kami ingin memberikan apreasi kepada para lansia yang sudah berani vaksin booster. Sekaligus ikut berpartisipasi mensukseskan program vaksin booster dari pemerintah, dengan cara kami,”tuturnya.

Sementara itu, Erna warga Kutisari, Surabaya mengaku senang bisa menikmati lezatnya ketan Valentine’s.  Sebab, tahun lalu, ia tidak bisa menikmati karena datang agak malam. ” Pas ke kedai ketan punel, kok ada ketan valentine. Langsung pesan saja, pengen tahu seperti apa rasanya. Ternyata enak, kelapanya manis dan ketannya gurih,”kata Erna sambil menyeruput kopi jahe sebagai sandingan ketan valentine. (yad)

Yuk, Rayakan Valentine Day di Kedai Ketan Punel, Ada Ketan Valentine  Selengkapnya