Yuk, Rayakan Valentine Day di Kedai Ketan Punel, Ada Ketan Valentine 

SURABAYA,1minute.id – Valentine’s Day di peringati setiap 14 Februari. Arek Surabaya tidak perlu pusing bila mau merayakan Hari Kasih Sayang itu. Di Kedai Ketan Punel, ada menu spesial untuk merayakan Hari Kasih Sayang itu.  Menu spesial di Kedai berada di Jalan Raya Darmo, Surabaya itu yakni Ketan Valentine. “Sesuai dengan namanya Ketan Valentine, hanya ada pas di moment spesial. Yakni di Hari Kasih Sayang,”ujar Wahyu Darmawan, pemilik Kedai Ketan Punel pada Minggu, 13 Februari 2022. “Kami mencoba hadirkan menu ketan yang tidak ada di hari-hari biasanya,”imbuhnya.

Dijelaskan Wahyu, ketan valentine tersebut disajikan dengan ketannya berbentuk hati (Love,Red) plus ditaburi kelapa warnapink. Ketan Valentine ini identik dengan nuansa cinta. “Sengaja ketannya yang disajikan dalam bentuk love. Sama dengan lambang hati dan identik dengan ungkapan cinta. Sedangkan kelapanya berwarna pink, warna yang penuh cinta dan sayang,”jelasnya.

Lebih lanjut, bapak dua anak ini menuturkan bahwa tempat usahanya tersebut setiap tahun konsisten menghadirkan menu Ketan Valentine. Ini dilakukan agar pasangan yang merayakan Valentine’s Day bisa mendapatkan alternatif pilihan bila ingin memberi hadiah untuk pasangannya. “Ibaratnya Valentine tidak hanya identik dengan bunga atau coklat saja, seperti yang selama ini dilakukan. Bisa juga lho, Valentinan dengan ketan. Jadi ungkapkan sayang dan cinta dengan ketan,”kata mantan jurnalis media cetak di Kota Pahlawan ini. 

Ketan yang disuguhkan Kedai Ketan Punel mempunyai makna kasih sayang, sesuai dengan nuansa hari valentine. Bentuk ketan itu menyerupai bentuk hati, dan warna kelapanya merah muda yang berasal dari pewarna makanan. Adapun harga yang dibandrol untuk ketan valentine tersebut hanya  Rp 8 ribu per porsinya.

Wahyu mengatakan di moment Valentine Day ini, pihaknya juga menggratiskan seporsi ketan bubuk kedelai dan segelas teh hangat khusus bagi para lansia yang sudah menjalani suntikan ke tiga. “Kami ingin memberikan apreasi kepada para lansia yang sudah berani vaksin booster. Sekaligus ikut berpartisipasi mensukseskan program vaksin booster dari pemerintah, dengan cara kami,”tuturnya.

Sementara itu, Erna warga Kutisari, Surabaya mengaku senang bisa menikmati lezatnya ketan Valentine’s.  Sebab, tahun lalu, ia tidak bisa menikmati karena datang agak malam. ” Pas ke kedai ketan punel, kok ada ketan valentine. Langsung pesan saja, pengen tahu seperti apa rasanya. Ternyata enak, kelapanya manis dan ketannya gurih,”kata Erna sambil menyeruput kopi jahe sebagai sandingan ketan valentine. (yad)

Yuk, Rayakan Valentine Day di Kedai Ketan Punel, Ada Ketan Valentine  Selengkapnya

Sarapan Sego Londo, Sambal Pencit. Suegeeer…, Uenakkk.

SEGO Menir. Kuliner satu ini berbeda dengan kuliner lainnya. Disajikan dalam wadah pincuk (daun pisang). Menyantap sego menir paling enak untuk sarapan pagi. Karena sayur masih hangat. Heeemmmm. Sueger dan nikmat. 

Juga tidak bikin kantong bolong. Lalu apa sih Sego Menir itu. Yuk, sarapan Sego Menir bersama 1minute.id di Jalan Raden Santri, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Dekat SMA Nahdlatul Ulama 1 ( Smanusa) Gresik.

SUEGER : Sego Menir dengan lauk bali belut, tempe, tahu dan sambal terasi ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Sego Menir Buk Yanti. Lapaknya sederhana. Menggunakan satu meja lalu diberi tenda payung untuk penahan sinar matahari. Di pinggir jalan kampung. Sekitar 50 meter dari Kantor Kelurahan Bedilan atau 100 meter dari SMA Nahdlatul Ulama 1 (Smanusa) Gresik. 

Pagi itu, jarum jam menunjukkan pukul 09.00. Sinar matahari terasa terik. Lapak Buk Yanti masih terasa dingin karena terhalang bangunan di dekatnya. Pembeli juga tidak terlalu ramai pembeli. Mengalir, silih berganti. Karena mereka hanya membungkus alias disantap di rumah.

WADAH SENDIRI : Rempeyek kacang sebagai pelengkap kuliner khas Gresik, Sego Menir ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Saya memilih makan di lokasi. Sego Menir dengan lauk bali belut, tahu, tempe, dan peyek kacang. Semuanya dalam wadah satu pincuk (takir daun pisang istilah lainnya). Kecuali rempeyek. “Sambal pencet atau iring (sambal terasi),”tanya Buk Yanti dan saya jawab sambal terasi. Sambal pencit berwarna keputih-putihan. Karena bahannya mangga muda. Rasa pedas campur asam.

Buk Yanti memberi kuah cukup banyak. Nyaris meluber dari wadah takir. Mungkin kondisi udara panas. Dalam hitungan menit, satu takir Sego Menir langsung ludes. “Sueger…lezat…campur jadi satu”.  Sego Menir, kedengarannya aneh bagi masyarakat luar Kota Santri. “Opo sih Sego Menir itu,”tanya seorang teman yang kepo.

Sego artinya nasi. Sedangkan, Menir adalah sejenis sayur bening. Bedanya, sayur Menir menggunakan rajangan kangkung. Ada yang ditambahi labu. Bumbunya terdiri atas kunci, bawang merah dan putih dan gerusan menir.

Sebagian orang menyebut Sego Menir, dengan istilah Sego Londo (Belanda). Karena sebutan Menir pada masa penjajahan identik dengan orang Belanda. Tidak ada literatur yang menyebut Sego Menir ada sejak pendudukan Hindia Belanda. Kalau makam Belanda ada di dekat kantor Kelurahan Bedilan itu. (*)

Sarapan Sego Londo, Sambal Pencit. Suegeeer…, Uenakkk. Selengkapnya

Sego Menir, Kuliner Khas Gresik Bikin Lidah Bergoyang.

Penjual Sego Menir di kampung Bedilan Jalan Raden Santri, Gresik, Selasa 8 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

SINAR matahari begitu terik. Padahal baru pukul 09.00. Perut terasa keroncongan. Lapar. “Siang gini sarapan sego menir enak,”gumam Saya dalam hati. Saya meluncur makam Londo (Belanda). Sekitar 100 meter SMA NU 1 dan SMP NU 2 Gresik. Di Jalan Raden Santri, Gresik untuk sarapan sego menir.

Sego (bahasa Jawa berarti Nasi). Sedangkan, Menir sendiri adalah sejenis sayur. Kuah bening. Meski dicampur dengan menir, kuahnya tidak terlalu keruh. Justru terlihat bening seperti sayur bayam.

Bumbunya terdiri atas kunci, bawang merah dan putih dan gerusan menir. Bedanya kuah menir ini menggunakan rajangan Kangkung. Terkadang ditambahkan dengan labu.

Sego menir di Kelurahan Bedilan ini langganan saya. Warung kaki lima. Sebelum, pandemi korona sego menir Makam Londo ini cukup ramai. Apalagi, waktu istirahat sekolah. Tapi, Selasa 8 September 2020 lengang.

Saya langsung dilayaninya. Menggunakan wadah takir ( wadah daun pisang) penjual mengambil nasi yang punel lalu memberinya kuah menir. “Sambel terasi apa pencit (mangga muda),”tanya penjual.

“Iwak opo?”tanya bakul sego menir itu lagi. Perempuan asal Madura itu membuka tutup wadah dari godong yang warna hijau segar itu. Ada tiga wadah. Wadah lauk jerohan, Otak dan hati. Lalu daging untuk nasi krawu. Dan, satu lagi wadah berisi bali belut, tahu, tempe dan telur.

Ada juga aneka lauk yang di goreng ditempatkan bagian depan dekat dandang sayur menir. “Bali welut (belut), bali tempe dan bali tahu,”jawab Saya. Semua lauk dimasukkan ke wadah takir yang sudah isi sego , sayur menir dan sambal pencit. Sedangkan rempeyek kacang di beri wadah daun pisang.

Saya lalu santap di teras sebuah warung kopi di pinggir jalan kampung . Heeemmm. Rasa terasa nikmat. Ada pedas, dan masam sambal pencitnya. (*)

Sego Menir, Kuliner Khas Gresik Bikin Lidah Bergoyang. Selengkapnya