Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta para tenaga pendidik (Tendik) mengubah cara mengajar matematika agar lebih menyenangkan. Pelajaran matematika tidak menakutkan lagi bagi sebagian siswa.

“Yang sedang kita pikirkan adalah bagaimana matematika bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan. Saya hanya menitipkan satu pesan penting, yakni kejujuran,” ujar Wabup Asluchul Alif saat membuka pelatihan guru di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 12 Januari 2026.

Menurutnya, pembelajaran yang jujur, baik dalam proses mengajar maupun menilai, menjadi fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan. Tanpa itu, target peningkatan hasil belajar hanya akan menjadi angka di atas kertas.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan guru bertajuk Pembelajaran Diferensiasi dan Motivasi Siswa ala Jepang yang digelar pada selama 3 hari, 12–14 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti 321 guru SD dan SMP se-Kabupaten Gresik, serta dihadiri Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga  Prof. Biyanto.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mengajarkan konsep matematika secara inovatif dan menyenangkan. Guru didorong keluar dari pola pembelajaran yang kaku, menuju pendekatan yang lebih kontekstual dan ramah bagi siswa. “Pelatihan ini memperkuat numerasi guru sekaligus mensosialisasikan pembelajaran ala Jepang. Tujuannya jelas, menyiapkan peserta didik menghadapi TKA April 2026,” kata Hariyanto.

Ia menyebutkan, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA sederajat tahun 2025 secara nasional menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia tercatat 57,39, Matematika 37,23, dan Bahasa Inggris 26,71. “Angka ini menjadi peringatan serius. Karena itu, kami berharap di Gresik tidak ada lagi nilai TKA di bawah 5 untuk SD dan SMP pada April mendatang. Target minimal Matematika 6,00 dan Bahasa Indonesia 7,00,” tegasnya.

Sejumlah langkah antisipatif telah dijalankan. Untuk penguatan Bahasa Inggris, Pemkab Gresik bekerja sama dengan Kampung Inggris Pare melalui pilot project di SDN 4 Petrokimia Gresik dan SMP Plus Jauharul Maknuun Sidayu. Di sekolah tersebut, ekosistem Bahasa Inggris telah dibangun, melibatkan tenaga tata usaha, siswa, hingga petugas kebersihan.

Sementara untuk matematika, pendekatan pembelajaran ala Jepang dipilih agar siswa terbiasa bernalar, memahami konsep, dan menikmati proses belajar. Pemkab Gresik menargetkan peningkatan nilai TKA berjalan konsisten dan mampu menembus 10 besar tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pelatihan ini terlaksana melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Gresik dengan dukungan program CSR dari PT Petrokimia Gresik sebagai bagian dari komitmen memperkuat kualitas pendidikan daerah. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan Selengkapnya

Membangun Sinergi, Menyatukan Aksi  Raker Foskam SMA-MA Jatim

PACITAN,1minute.id – Forum Silaturahmi dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) SMA dan MA Muhammadiyah se-Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) di MA Muhammadiyah 1 Pacitan. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, 6 – 7 Januari 2026 mengusung tema “Building Synergy for Outstanding Muhammadiyah Education”.

Rapat kerja ini diikuti oleh 30 pengurus Foskam yang terdiri dari para kepala sekolah Muhammadiyah jenjang SMA dan MA dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarpimpinan sekolah serta merumuskan program kerja strategis guna meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan Muhammadiyah. 

Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai agenda penting, antara lain, penguatan kolaborasi antarsekolah, peningkatan kualitas manajemen sekolah, serta pengembangan program unggulan yang selaras dengan visi pendidikan Muhammadiyah. Diskusi berlangsung secara aktif dan konstruktif, mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur.

Melalui Rapat Kerja ini, Foskam diharapkan mampu menghasilkan rumusan program yang aplikatif dan berkelanjutan, sehingga dapat mendorong terwujudnya pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

Kegiatan kali ini berlangsung dalam suasana yang berbeda dan menyenangkan. Bertempat di lingkungan sekolah yang asri di pinggir sungai, kegiatan raker terasa lebih sejuk, nyaman, dan kondusif untuk berdiskusi serta merumuskan program kerja.

Ketua Foskam Mukhlasin menegaskan bahwa Rapat Kerja ini menjadi wadah strategis untuk membangun sinergi antarsekolah Muhammadiyah.

“Tema membangun sinergi sekolah Muhammadiyah bukan sekadar slogan, tetapi komitmen bersama untuk saling menguatkan, berbagi praktik baik, dan bergerak searah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan sinergi yang solid, sekolah Muhammadiyah akan semakin unggul dan berdaya saing,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Ahad, 11 Januari 2026.

Panitia penyelenggara kegiatan Raker menyampaikan bahwa persiapan dan pelaksanaan berjalan lancar berkat kerja sama seluruh tim.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Kami berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif agar seluruh peserta dapat fokus berdiskusi dan merumuskan program kerja. Selain itu, lokasi yang asri di pinggir sungai memberikan energi positif bagi peserta sehingga rapat kerja dapat berlangsung produktif dan penuh inspirasi,” jelas Sekretaris Foskam Jatim Ulyatun Nikmah.

Kegiatan Raker ini menjadi momentum memperkuat sinergi dan ukhuwah antar kepala sekolah Muhammadiyah. Semoga seluruh program Foskam periode tahun 2026-2027 yang telah dirumuskan membawa keberkahan, kemajuan pendidikan, dan manfaat sinergitas bagi civitas akademika. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Membangun Sinergi, Menyatukan Aksi  Raker Foskam SMA-MA Jatim Selengkapnya

Delapan Warga SMP Muhammadiyah 12 GKB Lolos Seleksi Nasional, SUMM akan Jalani Pembinaan Sekolah Unggulan 

GRESIK,1minute.id – Delapan warga SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik lolos seleksi nasional, Guru dan Siswa Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM). Seleksi diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor, sebuah lembaga nasional yang konsisten melahirkan inovasi pendidikan sains dan matematika di Indonesia.

Pengumuman kelulusan disampaikan pada 28 Desember 2025 melalui laman resmi  https://www.read1kpmseikhlasnya.com/. Keberhasilan ini menegaskan komitmen SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik dalam mengembangkan pendidikan berbasis keunggulan MIPA, karakter, dan prestasi akademik berdaya saing nasional.

Seleksi SUMM jenjang SMP tahun ini, diikuti ratusan guru dan siswa SMP dari berbagai daerah di Indonesia. Proses seleksi yang ketat. Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 22 guru SMP dinyatakan lolos secara nasional. Sementara pada kategori siswa, tercatat 112 siswa SMP berhasil lolos seleksi dan terpilih sebagai peserta program Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah.

Pada 27 Januari 2026 guru dan siswa terpilih dari SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik dijadwalkan akan berangkat ke Bogor untuk mengikuti rangkaian program pembinaan, pendampingan intensif, serta penguatan kompetensi dalam ekosistem Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah.

Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik Yugo Triawanto menyampaikan bahwa capaian ini bukan hanya prestasi, tetapi juga amanah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. “Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara guru, siswa, dan dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi tingkat nasional. Kami ingin menjadi sekolah yang unggul dalam sains, namun tetap kuat dalam karakter dan nilai keislaman,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima 1minute.id pada Jumat, 9 Januari 2026.

Program SUMM dikenal sebagai ajang seleksi dan pembinaan bergengsi di lingkungan Muhammadiyah yang bertujuan menyiapkan guru inspiratif dan siswa berprestasi agar mampu bersaing di level nasional hingga global. Dalam seleksi tersebut, dua guru terbaik SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik yang  dinyatakan lolos, yakni Khotimatul Khusnah dan Nur Wahyu Bagus Saputra. Keduanya akan mengikuti rangkaian program penguatan kompetensi guru unggulan MIPA Muhammadiyah bersama guru-guru terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.

Capaian ini semakin menegaskan posisi,  SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik  sebagai sekolah Islam unggulan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, inovatif dalam pembelajaran, dan konsisten mencetak generasi berprestasi berlandaskan ilmu dan iman. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Delapan Warga SMP Muhammadiyah 12 GKB Lolos Seleksi Nasional, SUMM akan Jalani Pembinaan Sekolah Unggulan  Selengkapnya

Kerja Keras dan Kedisiplinan Pocil Mugeb Berbuah Penghargaan dari Polres Gresik

GRESIK,1minute.id – Kallea Almaira Farisha, berdiri di tengah upacara kehormatan bersama delegasi Polisi Cilik (Pocil) Polsek jajaran Polres Gresik di halaman Mapolres Gresik pada Jumat, 9 Januari 2026.

Komandan pleton Pocil SD Muhammadiyah GKB (Mugeb) Gresik itu mengikuti apel pagi untuk mewakili Polisi Cilik (Pocil) SD Muhammadiyah GKB Gresik (Mugeb Primary School) menerima penghargaan dari Polres Gresik. Pocil Mugeb menerima penghargaan Juara 1 Lomba Polisi Cilik Kapolres Cup, mewakili Pocil Polsek Kebomas.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. Momen ini menjadi pengakuan atas kerja keras dan kedisiplinan Pocil Mugeb yang mampu tampil unggul di ajang Kapolres Cup.

Kepala SD Muhammadiyah GKB Gresik, Fony Libriastuti, menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diterima dalam upacara tersebut. “Diterimanya penghargaan ini dalam upacara resmi bersama anggota Polres dan warga berprestasi adalah kehormatan besar bagi anak-anak kami. Ini membuktikan bahwa pembinaan karakter sejak dini memiliki nilai yang luar biasa.” ujar Fony, sapaan akrab, Fony Libriastuti.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Pocil Mugeb merupakan hasil kolaborasi banyak pihak dan berharap momen hari ini menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus menanamkan disiplin dan tanggung jawab. 

Penghargaan itu bukan sekadar simbol kemenangan lomba. Ia menjadi cerita tentang anak-anak yang belajar nilai disiplin dan tanggung jawab di ruang yang sama dengan para aparat dan warga berprestasi. Dari halaman Polres Gresik, Pocil Mugeb pulang membawa piala, pengalaman, dan kenangan tentang hari ketika langkah kecil mereka dihargai dalam upacara penuh kehormatan.

Sementara itu, Kallea Almaira Farisha mengaku berdiri di tengah upacara kehormatan bersama delegasi Pocil Polsek lain pada hari ini menjadi pengalaman yang membekas. “Saya bangga dan terharu bisa menerima penghargaan mewakili teman-teman Pocil Mugeb. Ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk semua teman Pocil Mugeb yang sudah berlatih bersama,” tutur Kallea.

Ia menyampaikan bahwa kekompakan dan disiplin adalah kunci utama hingga akhirnya mereka bisa berdiri di tengah upacara penghargaan hari ini. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Kerja Keras dan Kedisiplinan Pocil Mugeb Berbuah Penghargaan dari Polres Gresik Selengkapnya

PWI Gresik Gelar Pelatihan Publik Speaking dan Lomba Voice Over untuk Pelajar SMA se-Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Ratusan pelajar SMA sederajat mengikuti Pelatihan Public Speaking dan Lomba Voice Over di Aula Ainul Yaqin Kantor Dinas Pendidikan Gresik pada Rabu, 7 Januari 2026.  Antusiasme peserta pelatihan sehari itu dihelat oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik dan PT Freeport Indonesia (PTFI) sangat tinggi. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiyono mengatakan, pelatihan dan lomba digelar dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI 2026. “Lomba ini sengaja digelar juga karena kami melihat potensi pelajar di Gresik sangat bagus dalam publik speaking sehingga PWI Gresik mendukung potensi itu,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mengeksplorasi potensi yang dimiliki dalam diri pelajar, sehingga dapat dikembangkan di kemudian hari secara pribadi maupun secara kelembagaan atau sekolah. “Pelatihan dan lomba ini diharapkan bisa mendapatkan manfaat, karena kita ingin mengedukasi. Karena fungsi pers tak hanya soal berita, tapi juga soal edukasi,” tegasnya.

Plt Dinas Kominfo Gresik Johar Gunawan mengapresiasi pelatihan dan lomba yang diinisiasi oleh PWI Gresik itu. “Kegiatan yang bagus ini diharapkan ada tindak lanjutnya, agar ada progress dan kita semua bisa memantaunya,” jelasnya.

Ia juga mendorong adanya ekstrakulikuler di sekolah di bidang public speaking atau pelatihan conten creator. “Bisa memanfaatkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), di tingkat kabupaten bisa mendidik seperti tingkat SMP. Dan untuk pematerinya bisa diisi oleh PWI Gresik,” ungkapnya.

Dengan adanya pelatihan public speaking dan lomba voice over ini, pihaknya berharap ada kegiatan lanjutan dari PWI Gresik dengan dinas terkait untuk menggelar pelatihan-pelatihan lainnya dalam hal mendidik pelajar. “Nanti bisa komunikasi dengan Dispendik atau Cabang Dinas seperti menggelar pelatihan jurnalistik, sehingga potensi-potensi bisa dimanfaatkan oleh pelajar dan juga pihak sekolah,” tandasnya.

Pelatihan ini dimentori oleh Dr. Herma Retno Prabayanti, seorang ahli public speaking yang telah memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam melatih public speaking, mantan jurnalis dan sekarang merupakan salah satu dosen di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan teknik-teknik berbicara di depan publik, termasuk bagaimana mengatasi rasa takut, mengatur suara, dan membuat presentasi yang efektif. (yad)

PWI Gresik Gelar Pelatihan Publik Speaking dan Lomba Voice Over untuk Pelajar SMA se-Kabupaten Gresik Selengkapnya

718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 718 mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya melakukan program Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-7 di Kabupaten Gresik. 

Program KKN-BBK UNAIR 2026 mengusung tema Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama hampir satu bulan, mulai 6 Januari hingga 2 Februari 2026, di empat kecamatan, yakni Bungah, Sidayu, Kebomas, dan Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap program KKN-BBK mampu mendorong kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial mahasiswa di tengah masyarakat. “Kami berharap program-program KKN-BBK selaras dengan isu strategis dan prioritas pembangunan Kabupaten Gresik tahun 2026, sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 6 Januari 2026

Sementara itu, Ketua Badan Penjamin Mutu Universitas Airlangga Surabaya Nurul Barizah, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik yang secara konsisten memberikan ruang bagi UNAIR untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kami optimistis mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Gresik,” ungkapnya.

Nurul Barizah juga berpesan kepada seluruh peserta KKN-BBK agar memanfaatkan waktu pengabdian dengan sebaik-baiknya, menghormati norma dan nilai masyarakat setempat, serta menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater. “Tiga hal utama yang perlu dipegang mahasiswa adalah belajar dan berbaur dengan masyarakat, berkontribusi secara aktif, serta menaati seluruh aturan dan norma yang berlaku,” pungkasnya. (yad)

718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengambil sumpah dan melantik 55 kepala sekolah serta 21 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Januari 2026.

Puluha kepala sekolah yang dilantik, terdiri dari 53 kepala Sekolah Dasar (SD) dan 2 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan kepala sekolah ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025, yang menggantikan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Penerapan regulasi tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang terjadi di sejumlah satuan pendidikan. Kondisi kekosongan kepala sekolah ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga diperlukan percepatan pengisian jabatan melalui mekanisme berbasis merit.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa seluruh kepala sekolah dan pejabat fungsional yang dilantik telah melalui proses seleksi yang komprehensif, mulai dari manajemen talenta, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak. Selain itu, aspek jarak tempat tinggal dengan lokasi kerja juga menjadi pertimbangan dalam penempatan.

“Panjenengan semua terpilih sesuai dengan hasil manajemen talenta dan nilai uji kompetensi yang sudah memenuhi syarat. Tapi saya juga melihat latar belakang pendidikan serta jarak rumah dengan tempat tugas. Kami tidak ingin jarak penempatan menjadi alasan menurunnya integritas dan kinerja,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Ia berpesan agar mengelola sekolah secara profesional dan akuntabel, baik dalam pengelolaan administrasi maupun pengelolaan anggaran pendidikan, seperti bantuan operasional sekolah daerah maupun nasional (BOSDAdan BOSNAS). Selain itu, juga mengistruksikan membangun kerja sama yang solid antara kepala sekolah dan para guru guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Titip sekolah ini menjadi sekolah ramah anak. Tidak ada bullying, tidak ada radikalisme. Mudah-mudahan Bapak-Ibu menjadi guru yang terus dicintai oleh murid-muridnya,” pesan Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak lima peserta dari Pulau Bawean turut dilantik secara daring sebagai bentuk pemerataan pelayanan serta efisiensi pelaksanaan pemerintahan.

Sebagai penutup, Bupati Yani menyampaikan bahwa kepala sekolah yang telah menjabat selama dua periode atau kurang lebih delapan tahun akan segera didorong untuk mengikuti uji sertifikasi pengawas. Kebijakan ini bertujuan untuk membuka ruang regenerasi dan pengembangan karier di bidang pendidikan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme Selengkapnya

Gubernur Jatim Khofifah bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Naik TransJatim Nikmati Eduwisata Berbasis Literasi Digital

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi Gresik Universal Science (GUS) pada Minggu, 4 Januari 2026.

Kunjungan di hari libur ini, Khofifah bersama cucu didampingi Fandi Akhmad Yani naik TransJatim. Rombongan berangkat dari Terminal Bunder, Gresik.  Perjalanan menuju destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital, Gresik Universal Science yang berada di Kompleks Islamic Center berlokasi di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang selama lebih kurang 45 menit.

Kunjungan ini menjadi simbol dukungan terhadap transportasi publik, sekaligus penguatan destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital di Kabupaten Gresik. Gresik Universal Science sendiri telah di soft launching secara oleh Bupati Gresik pada 24 Desember 2025, bertepatan dengan libur panjang pelajar. Sejak dibuka untuk publik, GUS tercatat telah dikunjungi ribuan masyarakat dari berbagai daerah, terutama pelajar dan keluarga.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas hadirnya GUS sebagai wisata literasi digital yang menampilkan kekayaan daerah secara komprehensif. Ia menilai GUS tidak hanya menyuguhkan budaya, tetapi juga potensi tiap kecamatan, mulai dari kuliner hingga mata pencaharian masyarakatnya.

“Potensi yang ditampilkan di sini sangat lengkap. Bukan hanya budaya, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya. Ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain untuk memperkenalkan jejak sejarah dan budayanya masing-masing,” puji Khofifah.

Gubernur Khofifah juga berpesan kepada masyarakat yang berkunjung agar ikut menjaga fasilitas GUS. Menurutnya, keberadaan GUS sangat strategis dalam memperkuat literasi masyarakat dengan pendekatan yang relevan dengan kebiasaan generasi saat ini.

“Yang menarik, GUS mengintegrasikan literasi dengan audio visual. Kita tahu masyarakat belakangan lebih suka mendengar daripada membaca. Dengan strategi ini, masyarakat tetap memperoleh pengetahuan sekaligus meningkatkan taraf literasi,” tambahnya.

Salah satu ruang yang mendapat perhatian khusus dari Gubernur Khofifah adalah Ruang Damarkurung, yang menampilkan instalasi karya maestro seni Damarkurung, almarhumah Masmundari. Instalasi tersebut dinilai tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat nilai sejarah dan budaya lokal.

“Ruang Damarkurung ini luar biasa. Dengan instalasi yang kuat dan menarik, saya berharap bisa memantik ketertarikan generasi muda dan melahirkan talenta-talenta baru penerus Mbah Masmundari,” ujarnya. Terkait aksesibilitas, Gubernur Khofifah menilai lokasi GUS sangat mudah dijangkau karena terintegrasi dengan rute Bus TransJatim. Konektivitas ini dinilai mendukung GUS sebagai destinasi edukasi yang inklusif dan ramah bagi masyarakat luas

Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa GUS dirancang sebagai wisata edukasi dan literasi digital yang mendorong pengunjung untuk menikmati setiap ruang secara perlahan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru saat berkunjung, sehingga pesan sejarah dan budaya Gresik dapat terserap secara utuh.

“Tenang saja, tidak usah buru-buru saat berkunjung di GUS. Masyarakat bisa benar-benar menikmati literasi yang ada. Setiap ruangan idealnya sekitar 10 menit, supaya suguhan tentang sejarah dan budaya Gresik bisa dinikmati dengan maksimal,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Gubernur Jatim Khofifah bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Naik TransJatim Nikmati Eduwisata Berbasis Literasi Digital Selengkapnya

Pesona Pantai Tanjung Gaang, Pulau Bawean, Air Bening & Batu Cadasnya Menyerupai Dinosaurus 

EMPAT wisatawan domestik (wisdom) tersesat di Pantai Tanjung Ghe’eng atau Gaang di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Kamis, 1 Januari 2026. Tim gabungan dari Polsek Sangkapura, Koramil dan Perangkat Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura berhasil melakukan evakuasi warga  Kompleks Perumahan Surya Regency, Gedangan, Sidoarjo itu.

Seperti apa Pantai Tanjung Gaang itu? Wartawan 1minute.id sempat mengunjungi pantai Tanjung Ghe’eng pada 29 Juli 2021. Saat itu, bersama dengan tujuh orang termasuk pemandu wisata pemuda setempat. Kami menyewa Jhukong (perahu bersayap khas Bawean). 

Pantai Tanjung Gaang, destinasi wisata ini belum tersentuh modernisasi. Masih “perawan”. Lokasinya di Dusun Somor-somor, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Kami tertarik mengunjungi destinasi ini karena mendapatkan informasi menjadi salah satu spot terbaik Sunset di Pulau Putri, sebutan lain, Pulau Bawean. 

Rombongan tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Perjalanan menggunakan Jhukong lebih kurang 45 menit. Benar juga. Destinasi satu ini menyajikan pemandangan alam yang eksotis. Biota laut bisa diintip dari atas perahu. Berbagai jenis ikan warna-warna bisa dinikmati dengan mata telanjang. Beberapa teman juga sempat menikmati rumput laut disana. 

Bagi penghobi snorkeling atau diving akan sangat dimanjakan dengan kekayaan laut hasil ciptaan Sang Kholiq iniq. Tapi, harus membawa peralatan sendiri karena belum ada tempat persewaan alat untuk menyelam. Karena Tanjung Gaang, Bawean bukan seperti destinasi Bangsring Underwater di Banyuwangi. Sebab, pantai Tanjung Gaang, masih perawan. “Apik seru!” seru seorang teman. 

EKSOTIS: Batu karang di Pantai Tanjung Gaang di Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean yang menyerupai Dinosaurus (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Batu karang yang melindungi kami dari sengatan matahari itu seperti marmer. Bentuknya, sangat eksotis. Bentuknya pun aneka ragam. Bahkan, ada yang menyerupai dinosaurus. Foto-foto Tanjung Gaang bisa dinikmati di buku berjudul Grissee Kota Bandar cetakan ke-2 karya Chusnul Cahyadi yang juga wartawan media online, 1minute.id ini.

Setelah berendam dan menikmati biota laut. Kami kemudian kembali naik Jhukong menuju sebuah pantai masih di Desa Kumalasa. Pantai itu salah satu akses menuju puncak batu karang untuk menikmati Sunset yang menurut warga setempat salah satu spot terindah Sunset di Pulau Bawean itu. Akses jalan menuju puncak batu karang tidak mudah. Sebab, Beberapa batu karang ujungnya juga runcing. Sehingga harus ekstrahati-hati. Semua perjalanan itu, terbayar lunas karena pemandangan membuat mata seakan enggan berkedip karena begitu memesona. (Chusnul Cahyadi)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pesona Pantai Tanjung Gaang, Pulau Bawean, Air Bening & Batu Cadasnya Menyerupai Dinosaurus  Selengkapnya

Tim Gabungan Selamatkan Empat Wisatawan Domestik asal Sidoarjo Tersesat Pantai Tanjung Ghe’eng, Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat wisatawan asal Sidoarjo yang tersesat di jalur hutan dan perbukitan dari objek wisata Tanjung Ghe’en, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik berhasil diselamatkan.

Wisatawan domestik yakni Rudianto ; Djoko Priantoro; Mikhael Brave dan Gavriel Bright. Mereka diduga satu keluarga yang tinggal di Perum Surya Regency, Gedangan, Sidoarjo itu bisa diselamatkan oleh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Sangkapura dan Perangkat Desa Kumalasa.

Petugas membutuhkan waktu lebih dari 2 jam untuk proses evakuasi wisdom. Sebab, medan lokasi hutan dan perbukitan batu padas. Tim harus menyusuri jalur perbukitan dan hutan dengan berjalan kaki. Karena jalu menuju Tanjung Ghe’eng tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Tidak penerangan lampu serta sinyal komunikasi juga tidak bisa menjangkau lokasi kejadian.

“Medannya cukup berat dan gelap. Akhirnya empat wisatawan itu berhasil kami temukan di pinggir pantai,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza pada Jumat, 2 Januari 2026. 

Menurut Iptu Hepi, keempat wisatawan yang seluruhnya laki-laki, terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak. Mereka dilaporkan tersesat saat perjalanan pulang menjelang malam. Dari keterangan para wisatawan, mereka tersesat karena kemalaman dan salah mengambil jalur, yang justru membawa mereka kembali ke arah pantai. 

Salah seorang wisatawan kemudian meminta pertolongan melalui layanan darurat 110 Polres Gresik. Laporan Masuk sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Desa Kumalasa Idham Cholik, mengungkapkan bahwa informasi awal diterimanya dari Polsek Sangkapura setelah adanya laporan masuk melalui call center 110 Polres Gresik. “Sekitar pukul 18.00 WIB saya mendapat laporan dari kepolisian bersama Koramil. Kami langsung bergerak bersama warga untuk melakukan pencarian,” ujar Cholik.

“Mereka mengira jalur itu jalan pulang, tapi justru kembali ke pantai. Akhirnya salah satu dari mereka berteriak minta tolong, dan suaranya terdengar oleh tim pencari,” jelas Kholik. Setelah sumber suara diketahui, tim langsung mengarah ke lokasi dan menemukan keempat wisatawan dalam keadaan selamat tanpa luka serius.  Selanjutnya mereka dievakuasi dan diistirahatkan di sekitar wilayah Kecamatan Sangkapura.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sangkapura Aipda Wijiono membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut salah satu wisatawan sempat menghubungi layanan darurat 110 Polres Gresik untuk meminta pertolongan. “Benar, ada laporan masuk melalui 110. Alhamdulillah, seluruh wisatawan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Wijiono.

Diketahui, Tanjung Ghe’eng berjarak sekitar lima kilometer dari permukiman warga, dengan akses berupa jalan naik turun, medan terjal, dikelilingi hutan lindung, serta kondisi sinyal komunikasi yang tidak stabil, sehingga rawan bagi wisatawan yang berkunjung tanpa pendamping atau penerangan memadai.

Wartawan 1minute.id mengunjungi Tanjung Ghe’eng pada 29 Juli 2021 sempat mengunjungi destinasi wisata Tanjung Ghe’eng. Saat itu, bersama enam orang termasuk pemandu wisata asal Bawean dengan naik Jhukong (perahu bersayap khas Bawean). Selama hampir 45 menit perjalanan. 

Tanjung Ghe’eng, destinasi wisata yang masih perawan. Air jernih sehingga biota laut bisa dilihat dari atas perahu. Selain itu, batu cadas yang menjulang diatas permukaan laut beberapa mirip hewan zaman purba, Dinosaurus. Atas bukit batu cadas itu, salah satu spot terbaik untuk menikmati Sunset di Pulau Putri. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Tim Gabungan Selamatkan Empat Wisatawan Domestik asal Sidoarjo Tersesat Pantai Tanjung Ghe’eng, Pulau Bawean  Selengkapnya