GRESIK,1minute.id -Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 di mulai 15 Juli 2026, Pemkab Gresik menggandeng Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-Kabupaten Gresik untuk mempercepat penjaringan calon peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) yang kuotanya masih belum terpenuhi.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi penjaringan calon peserta didik yang dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial (Kadinsos)Gresik Ummi Khoiroh serta para pengelola LKSA se-Kabupaten Gresik.
Pada proses penjaringan sebelumnya, kuota peserta didik jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi. Sementara itu, kuota jenjang SD masih menyisakan 30 kursi yang menjadi fokus percepatan. Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik menyediakan 270 kuota peserta didik baru. Setiap jenjang sebanyak 90 anak atau 3 rombongan belajar (rombel). Seluruh jenjang mulai SD, SMP, dan SMA yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2.
Untuk memastikan proses penjaringan berjalan tepat sasaran, Dinas Sosial Gresik membentuk tim verifikasi berlapis yang bertugas memvalidasi data calon peserta didik sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, keterlibatan LKSA memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap tidak ada anak yang memenuhi persyaratan namun terlewat dalam proses penjaringan.
“Kami berharap LKSA yang sudah terakreditasi dapat ikut aktif mengusulkan anak-anak asuh yang memenuhi persyaratan. Ini adalah ikhtiar bersama agar tidak ada kuota yang terlewat dan anak-anak kita segera mendapatkan kesempatan belajar,” ujarnya.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Program ini diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak sekaligus membuka peluang meraih masa depan yang lebih baik.
“Karena itu, kami berharap kuota jenjang SD dapat segera terpenuhi sehingga seluruh peserta didik bisa memulai kegiatan belajar mengajar tepat waktu pada 15 Juli mendatang,” imbuhnya.
Selain memastikan kesiapan penerimaan peserta didik tahun ajaran baru, Pemerintah Kabupaten Gresik juga tengah mempersiapkan pengembangan Sekolah Rakyat permanen. Bupati Yani menjelaskan, sekolah permanen tersebut akan berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, dengan layanan pendidikan yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kehadirannya akan melengkapi Sekolah Rakyat rintisan yang sebelumnya telah beroperasi untuk jenjang SMA di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh LKSA agar proses penjaringan calon peserta didik berlangsung cepat, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.
“Kami optimistis sinergi seluruh LKSA akan mempercepat terpenuhinya kuota peserta didik sebelum tahun ajaran baru dimulai, sehingga seluruh proses pembelajaran dapat berjalan sesuai jadwal,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Yani bersama Kepala Dinas Sosial mengajak seluruh pendiri dan pengelola LKSA meninjau langsung lokasi Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana sekaligus memberikan gambaran mengenai lingkungan belajar yang akan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya para peserta didik Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan Aksi Bersih Pantai di Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Aksi peduli lingkungan kolaboratif ini melibatkan sekitar 400 peserta.
Ratusan peserta itu berasal dari unsur pemerintah daerah, masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, serta karyawan dan mitra perusahaan untuk memperkuat pelestarian lingkungan.
Mengangkat tema “Be the Solution, Not the Pollution: Recycle and Conserve”, rangkaian kegiatan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mendorong keberlanjutan lingkungan. Serta, mendukung pengelolaan sampah pesisir sekaligus memperkuat program berbasis masyarakat melalui inisiatif Waste for Waste.
Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi mengatakan keberhasilan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. “Bagi kami, komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian integral dari keberlanjutan operasional serta tanggung jawab kepada pemerintah dan masyarakat,” kata Jenpino.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata. “Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga lingkungan. Mulai dari Aksi Bersih Pantai hingga penanaman mangrove, langkah-langkah ini sangat menginspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memulai dari hal-hal yang terdekat,” katanya.
Pantai Kemukem dipilih karena merupakan bagian dari ekosistem pesisir dan mangrove yang memiliki nilai ekologis tinggi, namun juga menjadi lokasi penumpukan sampah kiriman dari aliran sungai. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1,6 ton sampah berhasil dikumpulkan dari area seluas sekitar 500 meter persegi. Seluruh sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang, sampah organik diolah menjadi kompos, sementara residu dikelola sesuai ketentuan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.
Afandi, nelayan warga Desa Kramat, mengatakan program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Harapan kami program ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi lingkungan. Nilai manfaatnya banyak, warga diberdayakan dan lingkungan kami jadi bersih. Sekarang lingkungannya juga lebih enak dipandang, pasir-pasirnya mulai terlihat, dan insyaallah ikan-ikan datang,” katanya
Selain aksi bersih pantai, PTFI juga menggelar penanaman mangrove di Desa Karangrejo yang melibatkan sekitar 350 peserta dari berbagai kalangan. Penanaman dilakukan dengan pendekatan silvofishery yang mengintegrasikan konservasi mangrove dengan budidaya tambak sehingga memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari target penanaman 50.000 bibit mangrove di kawasan konservasi yang dikelola PTFI. Rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup PTFI juga mencakup Environmental Awareness Workshop dan Student Exhibition yang mendorong edukasi serta partisipasi publik melalui pendekatan kolaboratif, termasuk konservasi sungai dan penguatan peran pelajar melalui karya berbasis Citizen Science.
Di lingkungan internal perusahaan, PTFI menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan karyawan dan kontraktor, antara lain donor darah, program housekeeping dan pemilahan sampah, Environmental Smart Quiz, seminar Lunch & Learn, serta Monthly Contractor Meeting. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan memperkuat budaya keselamatan, kepatuhan, dan keberlanjutan dalam operasional perusahaan.
Melalui rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup 2026, PTFI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan mendorong aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Pendekatan yang terintegrasi, mulai dari konservasi hingga pengelolaan sampah, diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bertambah satu pada Minggu, 28 Juni 2026. Rekor baru adalah Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang digelar Komunitas Wartawan Grissee di Gresik Universal Science (GUS) Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Pengakuan tersebut diberikan atas penyusunan gunungan setinggi sekitar 4,5 meter yang terdiri dari 3.000 bungkus nasi krawu.
Nasi atau sego krawu adalah warisan budaya tak benda (WBTB) Nasional oleh Kemendibudristek pada 2022 lalu. Rekor ini menambah panjang piagam MURI yang di koleksi di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.
Pada 17 Juli 2022, PT Petrokimia Gresik memecahkan rekor baru yakni 50 ribu jubung. Pemecahan rekor MURI dilakukan disela acara seremoni pembukaan PetroNite Fest 2022 di halaman Gedung Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik.
Kemudian, 28 Oktober 2024, giliran Pengadilan Agama (PA) Gresik yang memecahkan rekor baru sebagai Pionir/Pengadilan Agama Tingkat Kabupaten Pertama yang menginisiasi kerja sama dengan perusahaan untuk komitmen bersama dalam pemenuhan hak perempuan dan anak pasca perceraian.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas pengenalan Gresik di tingkat nasional maupun internasional.
Didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Yani mengapresiasi konsistensi Komunitas Wartawan Grissee yang selama empat kali penyelenggaraan terus menghadirkan inovasi dalam mengangkat nasi krawu sebagai ikon kuliner khas Gresik. Menurutnya, upaya merawat budaya akan memberi dampak yang lebih luas ketika dilakukan secara kolaboratif dan dikemas menjadi kegiatan yang mampu menarik partisipasi masyarakat.
“Nasi krawu bukan sekadar makanan khas. Nasi krawu adalah identitas Kabupaten Gresik. Di mana pun orang mengenal Gresik, salah satu yang langsung diingat adalah nasi krawu. Karena itu, upaya melestarikan kuliner ini menjadi sangat penting,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.
Ia menuturkan, Festival Nasi Krawu telah menunjukkan bahwa warisan budaya dapat berkembang menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan manfaat di berbagai sektor. Selain menjadi sarana memperkenalkan identitas daerah, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Berangkat dari budaya, kemudian tumbuh menjadi ruang wisata yang mempertemukan masyarakat. Orang datang bersama keluarga untuk menikmati festival, mengenal kuliner khas Gresik, dan pada saat yang sama kegiatan ini ikut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” tutur Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.
Mantan Ketua DPRD Gresik ini berharap keberhasilan meraih Rekor Dunia MURI menjadi penyemangat untuk terus melahirkan inovasi dalam mempromosikan potensi Kabupaten Gresik. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah titik akhir, melainkan awal dari berbagai gagasan baru yang dapat semakin memperkuat citra Gresik sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.
“Hari ini prestasinya telah mencapai Rekor Dunia MURI. Semoga ke depan lahir lebih banyak lagi ide-ide kreatif yang membawa nama Kabupaten Gresik semakin dikenal,” katanya.
Sementara itu, Perwakilan MURI Ari Andriani menjelaskan bahwa pengukuhan Rekor Dunia diberikan tidak hanya karena jumlah sajian yang berhasil disusun, tetapi juga karena festival ini mengangkat nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Gresik.
“Sego krawu bukan sekadar nasi dengan suiran daging, serundeng, dan sambal. Sego krawu adalah identitas, warisan leluhur, sekaligus simbol kehangatan serta keramahan masyarakat Gresik,” jelas Ari.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil verifikasi, gunungan sego krawu yang terdiri atas 3.000 bungkus dengan tinggi sekitar 4,5 meter memenuhi seluruh persyaratan pencatatan rekor. Atas dasar itu, MURI menetapkan capaian tersebut sebagai rekor dunia karena dinilai berhasil mengangkat kuliner tradisional Indonesia melalui sebuah perhelatan budaya yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.
Usai prosesi penyerahan piagam Rekor Dunia MURI kepada KWGe, ribuan bungkus nasi krawu yang tersusun dalam gunungan dibagikan kepada masyarakat. Antusiasme warga yang memadati kawasan GUS menjadi penutup manis festival yang tidak hanya menorehkan prestasi, tetapi juga mempertegas bahwa budaya lokal dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebanggaan daerah. (yad)
GRESIK,1minute.id – Damarkurung telah bertransformasi. Lukisan bercerita yang dipopulerkan oleh maestro Damarkurung Masmundari ini telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional. Kini, Damarkurung memiliki “rumah” sendiri. Namanya, rumah kreasi Damarkurung di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson Kecamatan Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan langsung rumah kreasi sekaligus membuka pameran lukisan bertajuk “Damarkurung Melintas Waktu” pada Sabtu malam, 27 Juni 2026. Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kabupaten Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota industri atau kota santri, tetapi juga sebuah kota yang kaya akan warisan sejarah dan seni budaya yang adiluhung.
Salah satunya permata budaya yang paling berharga, yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, adalah damar kurung. Ia berharap rumah kreatif damar kurung dapat menjadi ruang episentrum generasi muda dalam menjaga identitas budaya.
Kehadiran rumah kreasi dan pameran lukisan ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi seni, tetapi juga mampu terintegrasi secara kuat dengan sektor pariwisata daerah. Melalui integrasi tersebut, ruang kreatif ini diproyeksikan dapat menarik kunjungan wisatawan yang lebih luas, sehingga sektor kesenian mampu memberikan dampak nyata dan bertransformasi menjadi nilai ekonomi yang menyejahterakan para pelaku seni serta masyarakat lokal.
“Mudah-mudahan langkah strategis ini mampu mengubah potensi kreativitas seniman lokal, menjadi sebuah ekosistem yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani yang didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaiduddin Ghozali.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, damarkurung bukan sekadar lampion kayu berhias kertas lukis. Di balik pendar cahayanya, ada narasi kehidupan, tradisi, nilai-nilai sosial, dan spiritualitas masyarakat muslim pesisir Gresik yang terekam dengan sangat jujur. “Melalui goresan tangan maestro kita, Mbah Masmundari, Damar Kurung telah berkelana jauh, memperkenalkan wajah Gresik ke panggung seni rupa dunia,” ucapnya.
Untuk itu, lanjut Bupati, peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar api kreativitas ini tidak padam. Tempat ini kita dedikasikan sebagai pusat pembelajaran, wadah inkubasi kreatif bagi generasi muda, sekaligus ruang bertemunya para seniman untuk terus menghidupkan ikon kebanggaan Gresik. “Kita ingin memastikan bahwa anak cucu kita ke depan tidak hanya mendengar nama damar kurung dari buku sejarah. Tetapi mampu melukis dan memaknainya secara langsung,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.
Bupati Gresik mengapresiasi dibukanya rumah kreasi dan pameran lukisan yang bertajuk “Damar Kurung Melintas Waktu”. Menurut bupati, tema tersebut membawa pesan yang sangat kuat.”Melintas Waktu” mengingatkan bahwa seni tradisional harus terus relevan dengan perkembangan zaman.
“Damar kurung harus mampu melintasi sekat-sekat generasi dari masa lalu Mbah Masmundari, masa kini di tangan para perupa modern, hingga masa depan di era digital. Pameran ini adalah bukti bahwa damar kurung adalah seni yang hidup, dinamis, dan terus menginspirasi,” tuturnya.
Bupati Yani juga, mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, dinas terkait, para seniman, budayawan, dan komunitas kreatif yang telah bekerja keras mewujudkan ruang dan pameran tersebut. Pihaknya berharap, kolaborasi seperti ini dibutuhkan dalam membangun ekosistem kebudayaan Gresik yang maju dan berkelanjutan.
“Semoga tempat ini membawa berkah, menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya, dan pemantik semangat kita semua untuk terus melestarikan warisan leluhur. Selamat menikmati pameran, mari kita jaga kekayaan budaya Gresik,” tandasnya.
Di tempat sama, Ketua Panitia pembukaan rumah kreasi dan pembukaan pameran lukisan Damar Kurung Melintas Waktu, Muhammad Anhar menyampaikan, Rumah Kreasi Damar Kurung diharapkan menjadi episentrum kreatif yang mampu mendorong generasi muda untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memajukan ekonomi kreatif berbasis budaya.
“Saya berharap, tempat ini menginspirasi anak muda di Gresik untuk terus berkarya, menghargai, dan meneruskan jejak perjuangan para maestro seni daerah. Selain itu, wadah kolaborasi anak muda untuk belajar, berbagi, dan menghidupkan seni tanpa harus berbayar atau gratis,” singkatnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sebanyak seratus siswa baru SMK PGRI 1 Gresik mengikuti wisata industri di pabrik III PT Indospring Tbk di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Ratusan anak fresh graduate dari berbagai sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu terlihat antusias mengikuti kegiatan wisata industri. Sebab, mereka baru kali pertama bisa melihat langsung proses produksi di perusahaan pegas terbesar di Asia Tenggara tersebut. “Ini jadi pengalaman baru, menambah wawasan bagi Saya dan juga teman-teman lainnya,” ujar Revan Al Rasyid P.S., lulusan UPT SMP Negeri 22 Gresik disela acara pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Sebelum mengikuti plant tour alias wisata industri, ratusan anak-anak yang memiliki tinggi badan minimal 170 centimeter dan memakai seragam pramuka ini mendapatkan pembekalan dari manajemen PT Indospring Tbk.
Industrial Relations & General Affairs (IR&GA) Manajer PT.Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy mengatakan, wisata industri ini untuk memberikan wawasan kepada siswa tentang bagaimana persaingan di dunia usaha atau industri. “Kami harus banyak menginspirasi mereka, karena dunia kerja akan semakin kompetitif,” kata Dias Pipit Chusairy. Wisata industri ini, bukan kali pertama dilaksanakan oleh PT Indospring Tbk.
Tahun-tahun sebelumnya, Indospring Tbk telah “membuka” pintu lebar-lebar bagi siswa di jenjang SMA dan SMK untuk wisata industri. Nah, tahun ini wisata industri diperuntukkan siswa yang baru lulus SMP. “Dulu, kami memberikan hal serupa kepada para siswa SMA/SMK, tapi tahun ini, kami menyasar siswa SMP, karena bagi kami sangat penting bagaimana industri itu,” ujarnya. “Kami ingin memberikan wawasan kepada siswa (SMP) tentang kedepan bagaimana persaingan di dunia usaha atau industri,” ia melanjutkan.
Peserta wisata industri ini adalah siswa baru di SMK PGRI 1 Gresik. Mereka berasal dari berbagai SMP Negeri dan swasta di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Tahun ajaran 2026/2027, sekolah berlokasi di Jalan Dr Soetomo, Gresik ini menerima 769 siswa. Nah, dari 769 siswa baru dipilih sebanyak 100 siswa yang memiliki tinggi badan minimal 170 centimeter dan sehat.
Nantinya, seratus anak “istimewa” ini akan diambil sebanyak 36 siswa untuk masuk kelas Spring School. Sekolah kolaborasi antara SMK PGRI 1 Gresik dengan PT Indospring Tbk. Di Spring School PT Indospring ini, siswa akan mendapatkan pembelajaran budaya kerja di industri hingga penggunaan teknologi yang up to date di industri pegas ini selama 3 tahun sejak di kelas X.
Selama 3 tahun siswa di Spring School akan mendapatkan pendidikan hard skill dan soft skill. Termasuk budaya kerja di lingkungan industri serta teknologi robotik dan mekatronik. Selain itu, Dias , sapaan akrab, Dias Pipit Chusairy, siswa Spring School juga digembleng kedisiplinan dari TNI dan ngegym untuk menjaga kebugaran tubuhnya.
“Mereka (siswa) ini kebanyakan dari latar belakang keluarga yang kurang mampu. Kami ingin setelah selesai sekolah, para siswa ini bisa bekerja di Indospring atau di tempat lain,” ujarnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik menggelar Uji Emisi Kendaraan Bermotor gratis di Halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 24 Juni 2026. Aksi nyata untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 ini mengusung tema “Sayangi Bumi : Saatnya Bekerja untuk Iklim, Mulai dari Uji Emisi Kendaraanmu” di buka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.
Sebanyak seratus unit kendaraan roda empat dan lebih yang menjalani pemeriksaan uji emisi yang bekerjasama dengan Envilab dan PT Smelting ini. Ratusan unit kendaraan bermotor (ranmor) terdiri dari 50 unit kendaraan dinas ; kendaraan operasional kebersihan dan pertamanan, masing-masing 10 unit, eksternal atau umum 30 unit kendaraan.
Dalam uji emisi gas buang ini, kendaraan dinas Wakil Bupati Gresik dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subseti ikut menjalani uji emisi. Hasilnya? Kendaraan dinas sesuai standar dan ditempeli stiker berbentuk bulat dan warna dasar hijau dengan tulisan berbunyi “Lulus Uji Emisi Kendaraan” berwarna putih.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, uji emisi kendaraan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup ini karena Pemkab Gresik berkomitmen untuk menjaga kualitas udara di Gresik baik. “Kita ingin udara yang kita hirup lebih baik,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif dalam sambutannya pada Rabu, 24 Juni 2026.
RATUSAN Kendaraan Bermotor berjajar rapi untuk antri menjalani uji emisi kendaraan di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 24 Juni 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Kabupaten Gresik, imbuhnya, dikenal sebagai Kota Industri dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta. Pada pagi dan sore jumlah penduduk diperkirakan bertambah kali lipat. Berkisar antara 3 juta sampai 4 juta jiwa. Sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan. “Jadi banyak orang yang datang ke Kabupaten Gresik mungkin dari Surabaya di Lamongan dari Sidoarjo maupun dari kabupaten-kabupaten lainnya. Mereka tidak mungkin jalan. Merena pasti menbawa kendaraan bermotor. Berdasarkan aturan yang ada semua kendaraan harus lolos uji emisi,” tegas Asluchul Alif.
Dinas LH Gresik, ia melanjutkan, bergerak melakukan uji emisi kendaraan, seluruh kendaraan bermotor yakni mobil, motor maupun kendaraan berat lolos uji emisi. Uji emisi kendaraan ini bukan tujuan utama. Pemkab Gresik ingin merubah kedisiplinan dari seluruh masyarakat yang masuk ke kabupaten Gresik. “Kalau kita tanam pohon yang bisa mengeluarkan oksigen itu sebagai pahala bagi kita. Sebaliknya kendaraan kita yang bikin tercemar udara yang ada di Kabupaten Gresik ini juga jika ada yang sakit gara-gara udara yang kita keluarkan punya risiko dan tanggung jawab. Apakah itu sebuah dosa atau kembali ke dirinya sendiri untuk sakit karena menghirup udara yang tidak itu. yang mungkin bisa kita sosialisasikan kepada masyarakat,” kata Wabup Alif bertamsil.
Kenapa kita harus peduli dengan lingkungan? “Semoga kegiatan dinilai sebagai ibadah untuk anak, cucu kita menjaga lingkungan Gresik lebih baik, lebih baik, lebih bersih dan lebih bersih lagi,” katanya.
STIKER LULUS UJI EMIS KENDARAAN: Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif didampingi (kiri) Manajer Teknis Envilab Muhammad Suhar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaida dan External Affairs PT Smelting Gresik Erika Silva menempelkan stiker di kendaraan yang lulus uji emisi di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 24 Juni 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Selain Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, kegiatan uji emisi kendaraan ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Gresik Misbahul Munir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaida, VP Governmental/ External Affairs PT Smelting Gresik Erika Silva dan Manajer Teknis Envilab Muhammad Suhar dimulai pukul 08.30 WIB. Ratusan kendaraan yang akan mengikuti uji emisi berjajar rapi di bagi timur kantor Bupati Gresik.
Kali pertama yang menjalani uji emisi adalah mobil dinas Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yakni Toyota Zenix Hybrit kemudian Mobil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subaida. Kedua mobil dinas itu lulus uji emisi.
Ditempat sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaida mengatakan, ada tiga tujuan yang ingin capai dalam uji emisi kendaraan ini. Diantaranya, data hasil uji selanjutnya dijadikan sebagai data aktual tingkat emisi kendaraan di wilayah kabupaten sebagai bahan evaluasi dan perumusan kebijakan lingkungan kedepan.
Saat ini, kata Sri Subaida, kualitas udara di Kabupaten Gresik masih tergolong dibawah ambang batas baku mutu alias aman. Ia mengutip hasil Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) masih dibawah target dari 90. “Kita masih di angka 89,8. Gresik perlu berbenah, dengan melakukan penanaman pohon, uji kualitas udara baik yang bergerak maupun tidak bergerak seperti dari perusahaan,” tegas perempuan berhijab itu.
Ia mengatakan, uji emisi kendaraan ini adalah program rutin tahunan. Untuk tahun 2026, katanya, di Kantor Bupati Gresik diikuti 100 unit kendaraan yakni kendaraan dinas Pemkab Gresik 50 unit, kendaraan operasional kebersihan dan pertamanan, masing-masing 10 unit dan eksternal atau umum 30 kendaraan. (adv/yad)
GRESIK,1minute.id – Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Atas Langit Daruttaqwa melaunching buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasaq Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’.
Peluncuran buku antologi karya mahasiswa ini ditandai dengan acara ‘Ngaji Sejarah’ dengan menghadirkan para tokoh budayawan dan sejarawan di Kabupaten Gresik sebagai narasumber yaitu, Prof. Menachem Ali (Ahli Filologi) ; Nurul Yaqin (Ketua Umum MAPSINU), Kris Adji AW (Budayawan Gresik) serta dihadiri Himpunan Dzuriyah Sunan Giri, Pengurus MAPSINU, Akhmad Khoiri, owner Batik Gajah Mungkur.
Launching digelar di kawasan Heritage Kampung Kemasan di Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik.
Secara singkat, buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ ini awalnya merupakan kumpulan materi yang disampaikan dalam agenda Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Atas Langit Daruttaqwa beberapa waktu lalu.
Buku ini memuat tentang sejarah Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai tokoh penyebar agama Islam Wali Songo yang kemudian dijadikan rujukan sebagai teladan dalam menggugah spirit pergerakan.
Ketua Pengurus Komisariat (PK) PK PMII Atas Langit Daruttaqwa M. Hadi Khoirur Roziqin mengatakan, buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ hadir dengan tujuan untuk menggugah spirit pergerakan sekaligus instrumen kaderisasi bagi kalangan mahasiswa khususnya kader PMII melalui penguatan literasi dan kajian sejarah lokal Gresik.
“Buku Futuhus sama’ (tersingkapnya cakrawala pemikiran kader PMII) merupakan hasil dari proses belajar kader pada pelatihan kader dasar v kemarin, dengan harapan dapat menjadi instrument untuk proses kaderisasi, sekaligus memperdalam literasi kader PMII Atas Langit tentang sejarah lokal Gresik,” ujarnya.
Menurutnya, sejarah perjalanan Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai tokoh penyebar agama Islam Wali Songo patut dijadikan rujukan. Sehingga perjuangan para tokoh Islam dapat menjadi inspirasi dan spirit pergerakan bagi aktivis mahasiswa khususnya di Kabupaten Gresik. “Karena itu perlu sangat penting memperdalam literasi tentang sejarah lokal Gresik,” tegasnya.
Sementara Ketua Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PK PMII Atas Langit Daruttaqwa M. Gus Maulana Yasin menuturkan bahwa buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk berbenah dan memperdalam sejarah lokal Gresik. Sehingga dapat terus bergerak dan berkarya sesuai tuntutan zaman.
“Jika Futuhus Sama’ (Isra’ Mi’raj) Nabi Muhammad SAW sebagai perjalanan vertikal dan Hijrahnya sebagai implementasi horizontal untuk membangun peradaban, maka buku Futuhus Sama’ diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk berbenah dan peringatan tahun baru Hijriyah sebagai momentum untuk terus bergerak dan berkarya sesuai tuntutan zaman,” terangnya.
Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Gresik M. Dafa Abie Almadhani menegaskan, launching buku Futuhus Sama’ oleh PK PMII Atas Langit Darurttaqwa ini merupakan bentuk komitmen kader dalam mengembangkan tradisi literasi dan intelektual di lingkungan PMII. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi pemantik semangat membaca, menulis, dan berpikir kritis bagi seluruh kader.
“Melalui buku Futuhus Sama’, diharapkan kualitas kader PMII semakin meningkat, tidak hanya dalam aspek literasi dan keilmuan, tetapi juga dalam menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, rangkaian kegiatan Ngaji Sejarah menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran historis kader. Sebagai representasi pemuda dan mahasiswa, kader PMII diharapkan mampu memahami sejarah kedaerahan, menjaga nilai-nilai lokal, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan berlandaskan pemahaman sejarah yang kuat. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pembukaan Kapolres Gresik Esports Competition 2026 di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik meriah pada Jumat malam, 19 Juni 2026. Ratusan peserta mayoritas generasi Z (Gen-Z) berlaga untuk menjadi yang terbaik dalam ajang memperingati Hari Bhayangkara ke-80 ini.
Kompetesi sekaligus wadah pembinaan talenta digital di Kabupaten Gresik menjadi pembuka jalan atlet asal Gresik untuk berlaga di Esports Kapolri Cup 2026 ini dibuka oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution.
Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik yakni, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Achmad Rifai, Ketua Pengadilan Agama Gresik Rusdiansyah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kadis Parekrafbudpora Saifudin Ghozali hadir dan berkumpul bersama ratusan peserta.
Dalam sambutannya, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen, mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, komunitas esports, hingga para peserta.
Menurutnya, Kapolres Gresik Esports Competition 2026 bukan hanya sekadar kompetisi permainan digital, melainkan menjadi sarana positif untuk membangun karakter generasi muda yang kreatif, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Pada saat ini, esports telah berkembang menjadi olahraga yang diminati berbagai kalangan. Melalui kolaborasi Polres Gresik bersama Disparekrafbudpora dan ESI Kabupaten Gresik, kami ingin menghadirkan wadah yang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan prestasinya,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.
Kapolres menegaskan bahwa olahraga, termasuk esports, mengajarkan nilai-nilai penting seperti kerja sama tim, kekompakan, strategi, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan upaya membangun generasi muda yang produktif dan berdaya saing.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Kapolres Gresik Esports Competition 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para undangan dan peserta.
Kapolres juga berpesan kepada seluruh peserta agar bertanding dengan penuh semangat, menjaga etika, serta menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung. Ia berharap kompetisi yang digelar selama dua hari tersebut dapat melahirkan atlet-atlet esports berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Gresik di tingkat yang lebih tinggi.
Melalui penyelenggaraan Kapolres Gresik Esports Competition 2026, Polres Gresik tidak hanya memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan olahraga digital yang semakin diminati generasi muda.
Kapolres Gresik Esports Competition 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya bibit-bibit atlet esports potensial sekaligus mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi langkah Polres Gresik yang menghadirkan kompetisi esports sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarkomunitas esports dan generasi muda di Kabupaten Gresik.
“Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi bagi komunitas esports. Mudah-mudahan seluruh peserta merasa senang dan kompetisi ini berjalan sukses hingga akhir,” ujarnya.
Ia menilai Kabupaten Gresik memiliki banyak talenta muda di bidang esports yang berpotensi meraih prestasi lebih tinggi di tingkat regional maupun nasional. “Kami melihat banyak bakat esports di Gresik. Turnamen ini bisa menjadi langkah awal untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah,” pungkasnya. (yad)
KAWASAN pesisir Kabupaten Gresik yang saat ini berada pada fase transformasi ekonomi yang sangat penting. Sebagai salah satu pusat hilirisasi industri nasional di Jawa Timur, dan pintu gerbang Nusantara, Gresik menjadi magnet investasi di sektor manufaktur, pelabuhan, logistik, dan industri maritim.
Kehadiran berbagai kawasan industri terpadu, termasuk Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), telah memperkuat posisi Gresik sebagai simpul ekonomi strategis yang mendukung visi Indonesia sebagai negara maritim dunia. Namun, di balik percepatan pertumbuhan tersebut, terdapat tantangan yang tidak dapat diabaikan.
Dalam perspektif ekonomi lingkungan, ekspansi industri pesisir selalu membawa konsekuensi berupa tekanan terhadap ekosistem pantai, peningkatan risiko abrasi, degradasi habitat mangrove, serta perubahan dinamika hidrologi kawasan pesisir. Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul adalah: bagaimana memastikan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan?
Pertanyaan tersebut menemukan jawaban menarik melalui kegiatan penanaman 2.000 bibit mangrove yang diselenggarakan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik bersama berbagai pemangku kepentingan di kawasan Kalimireng, Desa Manyarsidomukti pada Sabtu, 13 Juni 2026 lalu. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut menjadi lebih menarik karena diprakarsai dan didukung secara aktif oleh Akademisi Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Bagi sebagian kalangan, keterlibatan program studi yang identik dengan desain kapal, struktur baja, hidrodinamika, dan konstruksi maritim dalam kegiatan restorasi mangrove mungkin tampak tidak lazim. Namun jika ditelaah melalui perspektif rekayasa modern, manajemen risiko, dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), langkah tersebut justru mencerminkan “strategi yang sangat visioner”.
Akademisi Teknik Kontruksi Perkapalan UMG, melihat bahwa inisiatif ini bukan sekadar kegiatan sosial atau agenda seremonial lingkungan. Sebaliknya, kegiatan tersebut merupakan bentuk rekayasa sinergi antara kepentingan akademik, industri, lingkungan, dan masyarakat yang patut dijadikan model pembangunan maritim berkelanjutan.
Setidaknya ada 7 langkah yang dilakukan oleh Teknik Kontruksi Perkapalan dan PII Cabang Gresik yang mendukung pembangunan tersebut, yaitu:
Aktivis lingkungan memberikan briefing sebelum aksi penanaman mangrove di kawasan Kalimireng, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik yang diisiasi oleh mahasiswa UMG bersama Persatuan Insiyur Indonesia (PII) Cabang Kabupaten Gresik pada Sabtu, 13 Juni 2026 ( Foto : PII Cab Gresik untuk 1minute.id)
1. Mitigasi Risiko Aset Pesisir
Bagi dunia maritim, abrasi bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan ancaman ekonomi yang nyata. Infrastruktur pelabuhan, dermaga, kawasan industri pesisir, dan jalur pelayaran sangat bergantung pada stabilitas garis pantai. Aktivitas kapal yang semakin padat di wilayah perairan Manyar menghasilkan fenomena ship wake atau gelombang akibat lintasan kapal.
Dalam jangka panjang, energi gelombang tersebut berkontribusi terhadap percepatan erosi pantai. Berbagai penelitian mengenai pesisir Gresik menunjukkan bahwa perubahan garis pantai terjadi secara dinamis akibat kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia.
Dalam konteks tersebut, mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang mampu meredam energi gelombang, menangkap sedimen, dan memperkuat struktur pantai. Berbagai studi menunjukkan bahwa hutan mangrove dapat mengurangi tinggi gelombang secara signifikan sebelum mencapai garis pantai. Oleh karena itu, penanaman mangrove di Kalimireng sesungguhnya merupakan investasi mitigasi risiko yang melindungi aset-aset maritim bernilai tinggi di masa depan.
Dari perspektif bisnis, biaya rehabilitasi pantai dan perbaikan infrastruktur akibat abrasi jauh lebih mahal dibandingkan biaya pencegahan melalui restorasi ekosistem. Dengan kata lain, konservasi mangrove merupakan bentuk investasi defensif yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
2. Integrasi ESG ke dalam Kurikulum Teknik
Dalam satu dekade terakhir, konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) telah berkembang dari sekadar tren menjadi standar global. Perusahaan-perusahaan multinasional kini menjadikan kepatuhan ESG sebagai indikator utama dalam investasi dan pengelolaan bisnis.
Perubahan ini turut memengaruhi dunia pendidikan teknik. Lembaga akreditasi internasional semakin menekankan pentingnya pendidikan keberlanjutan dalam kurikulum rekayasa.
Teknik Konstruksi Perkapalan UMG tampaknya memahami perubahan tersebut dengan sangat baik. Kegiatan di Kalimireng menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara teknologi maritim dan keberlanjutan lingkungan.
Mahasiswa tidak hanya mempelajari cara merancang kapal yang kuat dan efisien, tetapi juga memahami bagaimana aktivitas maritim memengaruhi ekosistem pesisir. Mereka belajar bahwa keberhasilan pembangunan maritim tidak hanya diukur dari kapasitas pelabuhan atau jumlah kapal yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan ekologis. Melalui pendekatan ini, UMG sedang mempersiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan industri global yang semakin berorientasi pada prinsip ESG.
3. Kalimireng sebagai Living Laboratory kedua Teknik Kontruksi Perkapalan, setelah Pakelingan
Salah satu tantangan terbesar perguruan tinggi adalah memastikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki relevansi terhadap persoalan nyata masyarakat.
Kawasan Kalimireng menawarkan peluang luar biasa sebagai laboratorium alam atau living laboratory. Berbeda dengan laboratorium tertutup yang memiliki kondisi terkendali, Kalimireng menyediakan data nyata yang sangat berharga untuk penelitian multidisiplin. Mahasiswa dan dosen dapat melakukan pengukuran mengenai pengaruh akar mangrove terhadap pola sedimentasi, karakteristik arus, distribusi gelombang, stabilitas garis pantai, hingga kapasitas penyimpanan karbon biru (blue carbon).
Penelitian mengenai ekosistem mangrove di wilayah Gresik menunjukkan adanya keragaman spesies yang cukup tinggi dengan karakteristik lingkungan yang kompleks. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi pengembangan riset hidrodinamika, rekayasa pantai, konservasi pesisir, dan teknologi mitigasi perubahan iklim.
Data yang dihasilkan dari kawasan ini berpotensi menjadi sumber publikasi ilmiah bereputasi internasional, meningkatkan indeks sitasi universitas, serta membuka peluang memperoleh hibah penelitian nasional maupun internasional.
Dengan demikian, kegiatan penanaman mangrove bukan hanya menghasilkan manfaat ekologis, tetapi juga menciptakan nilai tambah akademik yang sangat besar.selain membangun beberapa *sarana bangunan apung* yang menunjang masyarakat.
4. Efisiensi melalui Kolaborasi Pentahelix
Keberhasilan sebuah proyek pembangunan sering kali ditentukan oleh kemampuan mengelola sumber daya secara efisien. Dalam konteks ini, kegiatan Kalimireng menunjukkan implementasi nyata model kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, komunitas, dan organisasi profesi.
“Teknik Kontruksi Perkapalan beserta PII Gresik” berperan sebagai penghubung berbagai pemangku kepentingan. Industri menyediakan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pemerintah memberikan dukungan regulasi dan data teknis, masyarakat berkontribusi sebagai pelaksana lapangan, sedangkan perguruan tinggi menyediakan keahlian ilmiah dan teknis.
Model seperti ini memungkinkan distribusi biaya, risiko, dan manfaat secara lebih merata. Tidak ada satu pihak yang menanggung seluruh beban kegiatan, tetapi seluruh pihak memperoleh manfaat sesuai kepentingannya masing-masing.
Dalam perspektif manajemen proyek modern, pendekatan ini merupakan contoh nyata efisiensi sumber daya yang patut direplikasi di berbagai daerah pesisir Indonesia.
5. Rekayasa Ekologis untuk Menjamin ROI Lingkungan
Banyak program rehabilitasi mangrove di Indonesia gagal karena dilakukan tanpa pendekatan ilmiah yang memadai. Penanaman sering dilakukan pada lokasi yang tidak sesuai dengan karakteristik ekologis mangrove sehingga tingkat kematian bibit sangat tinggi.
Di sinilah keunggulan keterlibatan tenaga ahli teknik perkapalan dan kelautan. Pendekatan yang digunakan tidak sekadar menanam, tetapi menerapkan prinsip ecological engineering atau rekayasa ekologis.
Faktor-faktor seperti elevasi lahan, karakteristik sedimen, salinitas, pola pasang surut, dan kecepatan arus dianalisis sebelum penanaman dilakukan. Pendekatan berbasis data tersebut meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi secara signifikan.
Dari sudut pandang ekonomi, keberhasilan hidup bibit mencerminkan Return on Investment (ROI) lingkungan yang tinggi. Setiap dana yang dikeluarkan menghasilkan manfaat nyata berupa perlindungan pantai, peningkatan biodiversitas, penyimpanan karbon, dan peningkatan produktivitas perikanan.
Penelitian mengenai karbon biru menunjukkan bahwa ekosistem mangrove mampu menyimpan karbon beberapa kali lebih besar dibandingkan hutan daratan. Oleh karena itu, keberhasilan rehabilitasi mangrove juga berkontribusi terhadap target mitigasi perubahan iklim nasional.
6. Menyiapkan Talenta Blue Economy
Dunia maritim sedang mengalami transformasi besar menuju ekonomi biru atau blue economy. Pelabuhan hijau (green port), galangan kapal hijau (green shipyard), dan teknologi maritim rendah emisi kini menjadi standar baru dalam industri global.
Perusahaan tidak lagi hanya mencari lulusan yang memiliki kemampuan teknis tinggi, tetapi juga individu yang memahami keberlanjutan dan tata kelola lingkungan.
Melalui keterlibatan langsung dalam rehabilitasi pesisir, mahasiswa Teknik Konstruksi Perkapalan UMG memperoleh pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya dari ruang kelas.
Mereka memahami hubungan antara aktivitas pelayaran, kesehatan ekosistem pesisir, perubahan iklim, dan pembangunan ekonomi. Pengalaman tersebut membentuk generasi insinyur yang memiliki perspektif lebih luas dan siap memimpin transformasi industri maritim Indonesia menuju era ekonomi biru.
Dalam jangka panjang, langkah ini merupakan investasi sumber daya manusia yang sangat strategis bagi daerah maupun bangsa.
7. Penguatan Modal Reputasi Institusi
Dalam era ekonomi berbasis pengetahuan, reputasi merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi. Perguruan tinggi tidak lagi bersaing hanya melalui fasilitas pendidikan atau jumlah program studi, tetapi juga melalui kontribusinya terhadap penyelesaian masalah masyarakat.
Keterlibatan aktif Teknik Konstruksi Perkapalan UMG dalam rehabilitasi mangrove memberikan pesan kuat bahwa institusi ini tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan pembangunan pesisir.
Reputasi sebagai kampus yang peduli lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan akan meningkatkan daya tarik bagi calon mahasiswa, mitra industri, investor, serta lembaga pendanaan penelitian. Bagi Teknik kontruksi Perkapalan UMG dan PII Gresik, keberhasilan menginisiasi kolaborasi ini juga memperkuat posisi organisasi sebagai katalisator pembangunan daerah yang mampu menjembatani kepentingan profesi, industri, dan masyarakat.
Melampaui Eksploitasi Menuju Simbiosis Maritim
Apa yang dilakukan oleh Teknik Konstruksi Perkapalan UMG bersama PII Gresik di Kalimireng sesungguhnya merupakan sebuah blueprint pembangunan maritim berkelanjutan yang layak dijadikan contoh nasional. Mereka berhasil membuktikan bahwa konservasi lingkungan tidak harus dipandang sebagai beban biaya atau cost center.
Sebaliknya, konservasi dapat menjadi investasi strategis yang menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis secara simultan. Di tengah derasnya arus hilirisasi industri, Gresik menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan tidak harus saling bertentangan. Dengan pendekatan rekayasa yang tepat, galangan kapal yang modern dapat berdiri berdampingan dengan hutan mangrove yang sehat. Pelabuhan yang produktif dapat berkembang tanpa mengorbankan keberlanjutan pesisir.
J⁶ika model sinergi seperti yang diterapkan di Kalimireng dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia, maka manfaat yang diperoleh tidak hanya berupa perlindungan garis pantai atau peningkatan tutupan mangrove. Lebih jauh lagi, Indonesia akan memiliki fondasi ekonomi maritim yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah bangsa maritim bukanlah seberapa besar kapal yang mampu dibangun atau seberapa luas pelabuhan yang dimiliki. Ukuran sejatinya adalah kemampuan menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kelestarian alam. Sinergi biru di Kalimireng telah menunjukkan bahwa insinyur Indonesia tidak hanya mampu membangun kapal untuk mengarungi samudra, tetapi juga mampu merancang masa depan pesisir yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.
* Ali Yusa , Wakil Ketua PII Cab. Gresik – Dewan Pakar IKA ITS Jawa Timur
GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik melakukan doa bersama di halaman sekolah di Jalan KH Kholil, Gresik. Mereka berdoa untuk merayakan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Acara siraman rohani ini menghadirkan pengeceramah Imam Hanafih, penyuluh di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik.
Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, acara ini dikemas oleh kesiswaan sekaligus peringatan tahun baru Islam 1448 H untuk memberikan pembekalan dan motivasi kepada para murid menjelang liburan semester genap tahun ajaran 2025/2026 diikuti oleh seluruh murid kls VII dan VIII.
“Liburan bukan berarti berhenti melakukan kebaikan. Justru di rumah, anak-anak dapat terus meningkatkan ibadah, membantu orang tua, serta menjaga akhlak yang baik sebagai murid hebat Spenda,” pesan Mohammad Salim kepada para murid.
Ia berharap kegiatan pembekalan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para murid agar tetap menjaga semangat belajar, meningkatkan ibadah, serta kembali ke sekolah setelah liburan dengan semangat yang lebih baik. “Penerimaan rapor kenaikan kelas akan dilaksanakan besok (Jumat),” imbuh Salim.
Sementara itu, Imam Hanafih dalam kesempatan itu mengajak kepada seluruh siswa agar dapat memanfaatkan waktu liburan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat, seperti membantu orang tua di rumah, tetap menjaga ibadah, serta terus membaca AlQuran selama liburan.
Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik ini juga mengingatkan para murid untuk menjaga sikap dan perilaku selama liburan agar tetap mencerminkan akhlak yang baik sebagai murid Spenda yang berkarakter. ” Tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalani masa liburan bersama keluarga,” kata Imam Hanafih. (yad)