Cuaca Buruk, 8 Anggota Paskibraka Gresik asal Bawean Tertahan di Gresik, Silaturahmi ke DPRD Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak delapan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik asal Pulau Bawean masih tertahan di Gresik daratan. 

Mereka belum bisa kembali karena moda transportasi laut ke pulau sejauh 180 mil laut terhenti. Transportasi laut lumpuh karena cuaca buruk. Para pelajar tersebut harus memperpanjang masa tinggal di Gresik hingga kondisi laut dinyatakan aman.

Untuk diketahui, delapan pelajar asal Pulau Putri, sebutan lain, Pulau Bawean tiba di Gresik sejak 2 Agustus 2026 atau 15 hari sebelum pelaksanaan pelaksanaan upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di Kantor Bupati Gresik. Mereka bergabung dengan anggota Paskibraka lain untuk menjalani persiapan hingga karantina sebelum bertugas di halaman Kantor Bupati Gresik.

Pelaksanaan upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung lancar dan sukses. Namun, setelah tugas pengibaran bendera selesai, anggota Paskibraka dari daerah lain telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara delapan pelajar asal Bawean masih harus menunggu kepastian keberangkatan kapal.

Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir memastikan kebutuhan para pelajar tersebut tetap terpenuhi selama berada di Gresik. Penginapan mereka masih ditanggung oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakebangpol) Gresik sedangkan kebutuhan makan sehari-hari turut di fasilitasi.

“Untuk penginapan masih ditanggung Kesbangpol Gresik. Sementara kebutuhan makan sehari-hari kami bantu fasilitasi sampai mereka bisa kembali ke Bawean,” kata Syahrul usai bertemu dengan delapan anggota Paskibraka Gresik kepada wartawan pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi modal bagi para pelajar untuk terus berkembang dan mengejar prestasi di masa depan. “Kalian sudah menunjukkan prestasi dengan terpilih sebagai anggota Paskibraka. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan berprestasi. Selama menunggu kepulangan, tetap jaga kesehatan dan diri,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi, Syahrul juga mengingatkan para pelajar agar bijak menyikapi derasnya informasi di media sosial. Mereka diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Informasi di era digital bergerak sangat cepat. Karena itu, jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pastikan kebenarannya sebelum mempercayai maupun membagikannya,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Gresik dari daerah pemilihan Bawean, Bustami Hazim, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memastikan kebutuhan delapan pelajar tersebut tetap terpenuhi selama berada di Gresik.

Pertemuan dengan Ketua DPRD Gresik juga dimanfaatkan para pelajar untuk menyampaikan sejumlah aspirasi, khususnya berkaitan dengan pendidikan dan kondisi generasi muda di Bawean. “Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan sejumlah aspirasi, terutama terkait pendidikan dan kondisi anak muda di Bawean. Aspirasi tersebut kami tampung untuk menjadi perhatian dan bahan tindak lanjut,” katanya. 

Bustami menjelaskan, selama menjalani karantina, kebutuhan para pelajar difasilitasi Kesbangpol Pemkab Gresik. Persoalan muncul setelah rangkaian tugas Paskibraka berakhir karena mereka harus menunggu kapal yang memungkinkan untuk menyeberangi Laut Jawa.

Pihaknya telah mencari verbagai alternatif untuk kepulangan mereka. Salah satunya melalui Pelabuhan Paciran, Lamongan. Para pelajar bahkan bersedia menggunakan jalur tersebut agar dapat lebih cepat kembali ke Bawean. Namun, upaya itu kembali terbentur kondisi cuaca. Kapal yang diharapkan membawa mereka pulang belum dapat berlayar dan masih tertahan di Bawean.

“Kami sempat mencari alternatif keberangkatan melalui Pelabuhan Paciran, Lamongan. Mereka juga bersedia menggunakan jalur tersebut agar bisa segera pulang. Namun, kapal belum dapat berlayar karena kondisi cuaca dan masih tertahan di Bawean,” tambahnya.

Kemudian mereka masih berada di Gresik dan menunggu Laut Jawa kembali bersahabat agar kapal dapat berlayar dan membawa mereka pulang. “Setelah menjalankan tugas sebagai Paskibraka dengan penuh kebanggaan, para pelajar itu masih harus bersabar menghadapi tantangan terakhir menunggu cuaca reda demi bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan melanjutkan aktivitas di sekolah,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Cuaca Buruk, 8 Anggota Paskibraka Gresik asal Bawean Tertahan di Gresik, Silaturahmi ke DPRD Gresik  Selengkapnya

Nila Yani, Anggota Komisi VII DPR RI Dorong Perguruan Tinggi di Bali Siapkan Generasi Muda Jadi Entrepreneur, Bukan Sekadar Pekerja Pariwisata

BALI,1minute.id – Nila Yani Hardiyanti, anggota Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Universitas Warmadewa, Bali. Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur X : Gresik-Lamongan ini ke Pulau Dewata, Bali untuk mendorong perguruan tinggi untuk mempersiapkan generasi muda tidak hanya sebagai tenaga kerja di sektor pariwisata, tetapi juga sebagai entrepreneur, pelaku ekonomi kreatif, dan inovator digital.

“Bali merupakan wilayah dengan sektor pariwisata yang sangat kuat, tetapi tantangannya ke depan bukan lagi sekadar bagaimana mendatangkan wisatawan. Kami mendorong generasi muda Bali menjadi bagian dari value chain pariwisata, bukan hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai entrepreneur, pelaku ekonomi kreatif, membangun UMKM, atau inovator digital,” ujar anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI ini.

Menurutnya, kesiapan tersebut perlu dibangun sejak dari bangku perguruan tinggi, mengingat perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), tengah mengubah struktur dunia kerja secara signifikan. “Hal ini menurut saya perlu dipersiapkan sejak dari perguruan tinggi. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi, khususnya AI, sedang mengubah struktur dunia kerja. Dalam dunia kerja banyak posisi manusia yang digantikan oleh teknologi,” kata Mbak Nila, sapaan akrab, Nila Yani Hardiyanti. 

Ia menilai perguruan tinggi di Bali memiliki posisi strategis untuk menjembatani dunia pendidikan dengan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, teknologi, dan kebutuhan industri, sehingga lulusan tidak hanya menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai pelaku yang menciptakan pertumbuhan dan membuka peluang bagi masyarakat.

“Dalam konteks Bali, saya melihat perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis untuk menghubungkan pendidikan dengan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, teknologi, dan kebutuhan industri. Sehingga anak muda yang belajar di Bali tidak hanya menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Bali sebagai tenaga kerja, tetapi juga dapat menjadi pelaku yang menciptakan pertumbuhan dan membuka peluang bagi masyarakat lainnya,” tegasnya.

Secara khusus, Nila Yani memberikan masukan kepada Universitas Warmadewa sebagai salah satu perguruan tinggi di Bali agar mempertimbangkan pengembangan program studi yang lebih spesifik di bidang hospitality, guna menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap berwirausaha.

“Saya kira ada peluang untuk mempertimbangkan program studi yang lebih spesifik di bidang hospitality. Karena kebutuhan kita ke depan bukan hanya mencetak SDM yang siap bekerja di sektor pariwisata, tetapi juga generasi muda yang memahami bisnis hospitality, teknologi, sustainability, dan memiliki keberanian untuk menciptakan usaha serta lapangan kerja baru,” ujarnya.

Ia berharap kampus tidak hanya berperan sebagai pemasok tenaga kerja bagi industri pariwisata Bali, tetapi juga menjadi pencetak entrepreneur yang akan membangun industri pariwisata Bali ke depan. “Jadi kampus tidak hanya menjadi pemasok tenaga kerja bagi industri pariwisata Bali, tetapi juga menjadi pencetak entrepreneur yang akan membangun industri pariwisata Bali ke depan,” pungkas Nila Yani Hardiyanti. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Nila Yani, Anggota Komisi VII DPR RI Dorong Perguruan Tinggi di Bali Siapkan Generasi Muda Jadi Entrepreneur, Bukan Sekadar Pekerja Pariwisata Selengkapnya

Kondisi Pasar Tradisional Memprihatinkan, DPRD Gresik Dorong Lakukan Revitalisasi

GRESIK,1minute.id –  Komisi II DPRD Kabupaten Gresik menyoroti kondisi sejumlah pasar di Kabupaten Gresik. Komisi II yang membidangi sektor perekonomian, keuangan, pendapatan daerah, serta pembangunan ekonomi kerakyatan ini meminta program perbaikan dan revitalisasi pasar mendapat perhatian serius, mengingat sejumlah fasilitas pasar tradisional dinilai sudah memprihatinkan. 

Hal itu mengemuka dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2027 bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Anggota Komisi II DPRD Gresik Muhammad Kurdi, mengatakan terdapat tujuh pasar yang menjadi perhatian dalam program revitalisasi, yakni Pasar Sidayu, Pasar Dukun, Pasar Kota, Pasar Baru, Pasar Sidomoro, Pasar Giri, dan Pasar Petiken Driyorejo.

“Untuk Pasar Sidayu sudah dilakukan revitalisasi. Jadi anggaran ini difokuskan untuk enam pasar lainnya,” kata Kurdi kepada wartawan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Menurutnya, salah satu pasar yang membutuhkan perhatian khusus adalah Pasar Dukun. Pasar tersebut kerap terdampak banjir sehingga diperlukan penanganan yang lebih serius.

“Pasar Dukun itu sering kebanjiran, sehingga memang harus menjadi prioritas,” ucapnya. Lebih lanjut, Ia menyebut untuk anggaran sekitar Rp 1,1 miliar disiapkan untuk perbaikan sejumlah pasar. Namun, khusus Pasar Dukun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 600 juta, sedangkan sisanya diperuntukkan bagi lima pasar lainnya, yakni Pasar Kota, Pasar Baru, Pasar Sidomoro, Pasar Giri, dan Pasar Petiken Driyorejo.

Komisi II yang membidangi sektor perekonomian, keuangan, pendapatan daerah, serta pembangunan ekonomi kerakyatan ini sebelumnya juga telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar untuk melihat langsung kondisi fasilitas di lapangan. Dari hasil sidak, kondisi Pasar Baru menjadi salah satu yang cukup memprihatinkan.

“Pasar Gresik ini banyak yang bocor, ada yang jebol dan kurang terawat. Kondisinya memang sangat memprihatinkan,” tegasnya. Kurdi menilai kondisi pasar harus menjadi perhatian karena pasar, khususnya yang berada di kawasan perkotaan, merupakan salah satu wajah Kabupaten Gresik. Karena itu, pembenahan tidak hanya menyangkut bangunan, tetapi juga kenyamanan pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di dalamnya.

“Ini kan wajah kita di kota. Harusnya Pasar Gresik juga diperhatikan. Jangan sampai kondisinya dibiarkan seperti itu,” jelasnya. Ia berharap anggaran yang tersedia benar-benar diarahkan pada kebutuhan paling mendesak, sehingga perbaikan dapat memberikan dampak langsung bagi pedagang maupun masyarakat.

“Memang anggarannya terbatas, sehingga harus dibagi. Tapi yang paling penting, pasar-pasar yang kondisinya sudah rusak dan membutuhkan penanganan segera harus menjadi prioritas,” tutupnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kondisi Pasar Tradisional Memprihatinkan, DPRD Gresik Dorong Lakukan Revitalisasi Selengkapnya

PWI Gresik Sinergi DPRD Gresik Gelar Giri Pancasuar Awards 2026, Ajang Apresiasi Tokoh Inspiratif 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik sinergi dengan DPRD Gresik kembali menggelar Giri Pancasuar Awards (GPA) di Hotel Aston, Gresik pada Rabu, 5 Agustus 2026. Awarding yang mengusung tema “Pers Bersinergi, Masyarakat Berkreasi, Gresik Berprestasi” menjadi ajang apresiasi kepada tokoh, pejabat, dan lembaga inspiratif yang berjasa dalam pembangunan daerah, pendidikan, politik, ekonomi hingga tata kelola industri di Kabupaten Gresik ini.

Puncak kegiatan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari ini berlangsung meriah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir didampingi dua Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Mujid Riduan dan Lutfi Dhawam.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Siari, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Raden Achmad Nur Rizky. Serta, anggota DPR RI Nila Yani Hardiyanti, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim dan shohibul bait, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiyono dan jajaran pengurus PWI Gresik lainnya. 

Pada GPA 2026, anugerah diberikan kepada lima tokoh dan pelaku usaha yang dinilai memberikan kontribusi di berbagai bidang. Kategori Pelopor Inovasi Bisnis dan Ekonomi Kreatif dianugerahkan kepada Irene Yandri Sandrika, pengusaha Sop Buah Irine. Kategori Tokoh Penggerak Penyerapan Tenaga Kerja Lokal diberikan kepada Alfan Wahyuddin, CEO juga Presiden Direktur PT Asuka Engineering.

Sementara itu, kategori Tokoh Penggerak UMKM Gresik dianugerahkan kepada Nila Yani Hardiyanti, anggota DPR RI dari Komisi VII yang membidangi sektor perindustrian, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, pariwisata, serta sarana publikasi.

Penghargaan sebagai Penggerak Industri Kreatif dan Fashion Lokal diberikan kepada Ramli Collection, brand fasyen muslim Gresik. Adapun kategori Pelopor Usaha dan Pariwisata Gresik diberikan kepada PT Dharma Graha Utama, pengelola Gressmall dan Hotel Aston Gresik.

AWARDING : Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir menyerahkan anugerah GPA 2026 Kepada Nila Yani Hardiyanti, anggota DPR RI dalam kategori Tokoh Penggerak UMKM Gresik pada Rabu, 5 Agustus 2026 ( Foto : PWI Gresik untuk 1minute.id)

Selain anugerah kepada para tokoh dan pelaku usaha, GPA 2026 juga memberikan apresiasi kepada sejumlah lembaga dan perusahaan atas kontribusinya bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Gresik.

Yakni, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Tunggal Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan kepada masyarakat; PT Petrokimia Gresik atas konsistensinya menghadirkan Program Petrokimia Media Award (PMA) sebagai bentuk sinergi dengan insan pers; serta PT Cargill Cocoa & Chocolate Gresik atas kontribusinya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Gresik. 

Berikutnya, PT Smelting atas kepeduliannya melalui program pendampingan pasien tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Gresik, serta RS Wates Husada atas kontribusinya dalam menghadirkan program rehabilitasi medis dan sosial bagi masyarakat. GPA 2026 terasa meriah dengan menghadirkan orkestra SMA Nahdlatul Ulama (NU) 2 Gresik. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono, mengatakan Giri Pancasuar Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada mereka yang telah menjadi inspirasi sekaligus teladan bagi masyarakat. “Penghargaan ini diharapkan tidak berhenti sebagai simbol apresiasi, tetapi mendorong semakin banyak masyarakat untuk berdaya, berprestasi, dan memberikan manfaat,” kata Deni Ali dalam sambutannya. 

INOVASI : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan anugerah GPA 2026 kepada Irene Yandri Sandrika, pengusaha Sop Buah Irine dalam Kategori Pelopor Inovasi Bisnis dan Ekonomi Kreatif di Hotel Aston Gresik pada Rabu, 5 Agustus 2026 ( Foto : Prokopim Gresik untuk 1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi para peraih penghargaan dan menyebut mereka sebagai tokoh yang telah memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat melalui bidang masing-masing. “Siang hari ini kita berkumpul bersama tokoh-tokoh hebat yang memiliki dedikasi dan kontribusi, sekecil apa pun, tetapi memberikan dampak dan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat Kabupaten Gresik,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Senada, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, mengapresiasi konsistensi PWI Gresik dalam mengawal iklim demokrasi dan pembangunan daerah. Ia berharap cakupan kategori penghargaan di masa mendatang dapat semakin diperluas ke berbagai sektor strategis lainnya seperti kesehatan, sosial, dan keamanan.

“Di era disrupsi informasi ini memang menjadi tantangan bagi kita semua sebagai penyelenggara pemerintahan untuk menyajikan informasi yang faktual. Semoga kebijakan pemerintah dapat disampaikan dengan baik, dirasakan manfaatnya, serta dievaluasi di kemudian hari. Konsep seimbang ini agar suasana demokrasi dan pembangunan di Gresik bersifat timbal balik, dengan media sebagai jembatannya,” tuturnya.

Selain penyerahan penganugerahan GPA, acara ini turut dimeriahkan dengan penyerahan hadiah kepada 10 pemenang Lomba Voice Over dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN), yang terdiri atas Juara 1, 2, dan 3, tiga Juara Harapan, serta empat Juara Favorit.

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengapresiasi penyelenggaraan Giri Pancasuar Awards 2026. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi para penerima untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi bagi daerah.

Lutfil juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara UMKM dan korporasi besar dalam memperkuat ekosistem perekonomian Gresik. Menurutnya, keberadaan industri besar perlu diikuti dengan semakin terbukanya ruang bagi UMKM lokal untuk masuk dalam rantai pasok industri, mulai dari penyediaan katering, seragam, konveksi, hingga kebutuhan operasional lainnya.

“Bagaimana kemudian ekonomi kerakyatan, ekonomi UMKM ini bisa menjadi penyangga, menjadi vendor daripada usaha-usaha korporasi besar,” ujarnya. Dalam konteks tersebut, Lutfil menilai pers juga dapat mengambil peran dengan memprofilkan potensi UMKM dan mempertemukannya dengan korporasi besar. “PWI bisa menjadi jembatan informasi bagaimana yang besar bisa melihat potensi yang kecil,” katanya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

PWI Gresik Sinergi DPRD Gresik Gelar Giri Pancasuar Awards 2026, Ajang Apresiasi Tokoh Inspiratif  Selengkapnya

Ning Nila, Anggota Komisi VII DPR RI Dorong UMKM di Gresik Gunakan Fotografi dan Medsos untuk Gaet Gen Z

GRESIK,1minute.id – Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti mendorong UMKM, wabil khusus pelaku usaha kuliner di Kabupaten Gresik, untuk memanfaatkan fotografi dan media sosial sebagai strategi pemasaran agar mampu menjangkau generasi muda, khususnya Gen Z.

Menurut Ning Nila, sapaan, Nila Yani Hardiyanti, banyak kuliner khas Gresik, memiliki cita rasa dan resep yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, tidak sedikit pelaku usaha yang masih kesulitan menarik perhatian pasar generasi muda karena belum mampu menyajikan tampilan visual yang menarik di media digital.

“Selama ini banyak kuliner yang rasanya luar biasa, tetapi belum mampu menyapa Gen Z. Padahal mereka sangat aktif menggunakan media sosial. Karena itu, foto makanan bukan sekadar gambar, tetapi harus mampu bercerita dan membangun ketertarikan calon pembeli,” kata Ning Nila ketika menjadi pembicara dalam workshop bertajuk “Through the Lens: Culinary Storytelling with Photography” di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Selasa, 28 Juli 2026. 

Selain Ning Nila, workshop yang diinisiasi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia juga menghadirkan fotografer dokumenter, pengajar foto jurnalistik, dan pendiri Matanesia asal Surabaya, Mamuk Ismuntoro ini diikuti seratus pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Mereka ada yang berbisnis makanan dan minuman, hingga event organizer. 

Ia menilai daya saing sebuah produk kuliner saat ini tidak hanya ditentukan oleh cita rasa, tetapi juga bagaimana produk tersebut dikemas secara visual.

“Sering kali pelaku usaha kalah bersaing bukan karena rasanya, tetapi karena visual produknya kurang menarik. Lewat storytelling dalam fotografi, makanan akan memiliki cerita yang mampu mengundang orang untuk membeli,” kata politisi perempuan dari daerah pemilihan (dapil) Gresik dan Lamongan ini. 

Nila menambahkan, penguatan sektor ekonomi kreatif, termasuk kuliner, diharapkan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, kegiatan workshop tidak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan menjadi instrumen peningkatan kapasitas pelaku usaha.

“Kami ingin workshop ini benar-benar menjadi bekal bagi para pelaku bisnis kuliner agar mampu memanfaatkan kekuatan visual dalam memasarkan produknya,” harapnya. Ia menegaskan, workshop akan dilakukan secara berkelanjutan. 

Perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, Iman Santoso, turut mengapresiasi penyelenggaraan workshop tersebut. Kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan fotografi dan storytelling menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah produk kuliner sekaligus memperluas jangkauan pemasaran di era digital.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik, Ghozali, berharap kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas promosi produk.

Menurutnya, Kabupaten Gresik memiliki sejumlah warisan budaya tak benda (WBTB) seperti nasi krawu dan kupat ketek yang memiliki potensi besar untuk dipromosikan melalui konten visual yang menarik. “Kami berharap para pelaku usaha dapat memanfaatkan ilmu fotografi storytelling ini agar kuliner khas Gresik semakin dikenal luas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ning Nila, Anggota Komisi VII DPR RI Dorong UMKM di Gresik Gunakan Fotografi dan Medsos untuk Gaet Gen Z Selengkapnya

Kawal Pemulangan Anak PMI, Nila Yani Hardiyanti Tegaskan Komitmen Diplomasi Parlemen BKSAP DPR RI untuk Perlindungan WNI

GRESIK,1minute.id – Program pemulangan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang diinisiasi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendapatkan perhatian serius dari anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti. 

Anggota Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKASAP) DPR RI ini ikut menyambut pemulangan dan penyerahan anak PMI di Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik pada Jumat, 10 Jumat 2026. Pada tahap kedua ini, ada sembilan anak PMI dari Malaysia. Rinciannya, enam anak asal Kabupaten Gresik dan tiga anak dari Jawa Tengah. 

Mereka diantar oleh Soheh, perwakilan KBRI Kuala Lumpur. Tahap pertama, pada Februari 2026 ada tiga anak PMI yang dipulangkan ke Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang menyambut langsung pemulangan dan penyerahan anak PMI kepada keluarga di Gresik.

Nila Yani Hardiyanti mengatakan kehadirannya dalam acara pemulangan anak PMI dari Malaysia ini bagian dari Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI ini. Sebagai anggota BKSAP, ia menegaskan komitmen kuat legislatif dalam memastikan perlindungan, pemenuhan hak, dan integrasi sosial yang layak bagi para Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali dari luar negeri.

Ia menyampaikan bahwa pemantauan pemulangan migran asal Kabupaten Gresik khususnya yang berasal dari beberapa kecamatan seperti Panceng, Bungah, dan Ujung Pangkah bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan bentuk nyata dari kehadiran negara. 

Sebagai anggota BKSAP, politisi dari PDI-Perjuangan inj menyoroti pentingnya sinergi antara diplomasi internasional yang dijalankan parlemen dengan perlindungan riil di tingkat akar rumput (grassroots).

“Melalui BKSAP DPR RI, kami terus mendorong penguatan kerja sama bilateral maupun multilateral dengan negara-negara penempatan guna memastikan perlindungan hukum dan kesejahteraan pekerja migran kita sejak sebelum keberangkatan hingga kepulangan mereka ke tanah air. Hari ini, di Pendopo Gresik, kita menyaksikan langsung buah dari koordinasi lintas sektoral tersebut,” ujar Nila Yani.

Lebih lanjut, legislator muda dari Komisi VII DPR RI ini mengapresiasi kerja sama taktis pemerintah daerah Kabupaten Gresik beserta seluruh jajaran penegak hukum dan ketenagakerjaan yang tanggap dalam mengawal kepulangan para migran. 

Berdasarkan data manifest kepulangan per Juni 2026, tercatat pemulangan sejumlah warga beserta anak-anak mereka yang kini dapat berkumpul kembali bersama keluarga dengan aman. Ia juga menekankan pentingnya program pemberdayaan pasca kepulangan bagi para mantan pekerja migran dan keluarganya agar mereka mampu membangun kemandirian ekonomi di daerah asal. 

“Tugas kita tidak selesai saat mereka menginjakkan kaki di Pendopo ini. DPR RI bersama pemerintah akan terus memastikan adanya program pendampingan, pemantauan aspek pendidikan bagi anak-anak migran, serta fasilitasi wirausaha lokal agar para pahlawan devisa ini dapat berdaya seutuhnya di kampung halaman sendiri,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kawal Pemulangan Anak PMI, Nila Yani Hardiyanti Tegaskan Komitmen Diplomasi Parlemen BKSAP DPR RI untuk Perlindungan WNI Selengkapnya

Nila Yani Hardiyanti Dorong Transformasi Ekonomi Kreatif dari Ekspor Produk Menuju Ekspor IP dan Budaya

GRESIK,1minute.id – Nila Yani Hardiyanti, anggota Komisi VII DPR RI mendorong Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memperkuat strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) dan budaya.

Hal tersebut disampaikannya oleh Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif saat menyoroti arah pengembangan ekonomi kreatif nasional yang masih berfokus pada ekspor produk.

“Dari paparan yang disampaikan, saya melihat orientasi kementerian saat ini masih cukup kuat pada peningkatan ekspor produk. Tentu ini baik. Namun kalau kita melihat tren ekonomi kreatif global, negara-negara yang paling berhasil justru tidak berfokus pada penjualan produknya, tetapi menjual intellectual property dan budayanya,” ujar Nila, sapaan akrab, Nila Yani Hardiyanti.

Menurut Politisi Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan (Dapil) Jatim X Gresik-Lamongan tersebut, dominasi ekspor ekonomi kreatif Indonesia pada subsektor fesyen, kriya, dan kuliner perlu menjadi momentum untuk mulai melakukan transformasi menuju ekonomi kreatif berbasis IP yang memiliki nilai tambah lebih besar.

“Dalam paparan dijelaskan saat ini ekspor ekonomi kreatif kita masih didominasi oleh fesyen, kriya, dan kuliner. Saya tidak mengatakan itu salah. Tetapi pertanyaannya, apakah Indonesia ingin terus menjadi eksportir produk kreatif saja, atau mau mulai bertransformasi menjadi eksportir kekayaan intelektual dan budaya?” tegas Magister Ilmu Politik Unair Surabaya itu. 

Nila menilai, keunggulan utama IP terletak pada kemampuannya menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan dan terus berkembang melalui berbagai bentuk pemanfaatan komersial. “Karena kalau mengekspor produk, nilai ekonominya ya berhenti pada transaksi barang. Tetapi ketika kita berhasil membangun IP, nilai ekonominya bisa berkembang menjadi lisensi, merchandise, film, serial, game, kolaborasi brand internasional, dan berbagai turunan ekonomi lainnya dalam jangka waktu bertahun-tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nila menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal budaya yang sangat besar untuk menjadi kekuatan ekonomi kreatif dunia. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya dikembangkan menjadi aset ekonomi yang mampu bersaing secara global.

Nila berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat menyusun roadmap yang terukur untuk memperkuat ekosistem IP nasional, sehingga kekayaan budaya Indonesia tidak hanya terlindungi sebagai warisan bangsa, tetapi juga mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

“Karena Indonesia memiliki modal kekayaan budaya yang luar biasa besar. Namun sebagian besar masih berhenti sebagai warisan budaya, belum bisa menjadi aset ekonomi global. Karena itu saya ingin mengetahui apakah kementerian memiliki roadmap yang jelas untuk mendorong transformasi dari ekspor berbasis produk menuju ekspor berbasis IP dan budaya,” kata perempuan berhijab itu. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Nila Yani Hardiyanti Dorong Transformasi Ekonomi Kreatif dari Ekspor Produk Menuju Ekspor IP dan Budaya Selengkapnya

Pemkab dan DPRD Gresik Sepakat Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur JPD, Anggarkan Rp 2,8 Triliun 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan Jalan Poros Desa (JPD) di Kabupaten Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pembangunan jalan poros desa kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah, terutama setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan yang memperkuat peran pemerintah daerah dalam penyelenggaraan dan pembinaan jalan desa.

“Kalau dulu pemerintah desa masih dimungkinkan melakukan perawatan melalui dana desa maupun bantuan keuangan desa, sekarang pemerintah kabupaten memiliki peran yang lebih besar dalam penanganan jalan poros desa,” jelas Bupati Fandi Akhmad Yani dalam Dialog Publik bertema Sinergi DPRD Gresik dan Komunitas Wartawan Grissee dalam Mengawal Jalan Poros Desa  di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Selasa,  2 Juni 2026.

Dialog ini dihadiri oleh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti, para camat, kepala desa, serta insan media di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.

Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan  tantangan pembangunan JPD cukup besar di tengah keterbatasan fiskal daerah. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama DPRD telah menyatukan visi untuk menjadikan pembangunan jalan poros desa sebagai prioritas pembangunan pada 2026 hingga 2027.

“Alhamdulillah, kami dan DPRD memiliki pandangan yang sama. Fokus pembangunan diarahkan pada jalan poros desa. Setelah dipetakan bersama Dinas PU, hampir seluruh kecamatan memang membutuhkan penanganan prioritas,” katanya.

Ia menegaskan pembangunan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan yang paling mendesak, terutama pada ruas jalan dengan mobilitas tinggi. “Kami tidak bisa menghitung satu ruas jalan secara keseluruhan tanpa melihat kondisi detail di lapangan. Mana yang rusak berat dan mana yang rusak sedang harus dipetakan agar kemampuan fiskal daerah benar-benar efektif,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Yani juga mencontohkan pembangunan Jalan Menganti yang sebelumnya dianggap sulit direalisasikan, tetapi kini mulai menunjukkan hasil nyata.

“Kadang kita takut dengan bayang-bayang sendiri. Kalau dulu Jalan Menganti tidak mulai dibangun, mungkin sampai hari ini hasilnya belum terlihat. Namun, ketika dicicil dan dimulai sedikit demi sedikit, ternyata manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Ia berharap pembangunan jalan poros desa dapat terus berjalan hingga tuntas pada akhir masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Gresik Syahrul Munir menegaskan bahwa DPRD dan pemerintah daerah telah menyelaraskan arah pembangunan agar fokus pada persoalan prioritas, termasuk jalan poros desa.

“Kami berharap media dapat terus menghadirkan informasi yang faktual dan objektif sehingga masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh terkait pembangunan daerah,” ujar Syahrul.

Menurutnya, tantangan terbesar pembangunan JPD adalah keterbatasan anggaran dan besarnya kebutuhan penanganan di lapangan. “Total kebutuhan penanganan jalan poros desa diperkirakan mencapai Rp2,8 triliun. Karena itu, yang paling penting adalah menentukan prioritas pembangunan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti perlunya menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat desa. “Dulu masyarakat desa terbiasa bergotong royong memperbaiki jalan. Sekarang, ketika ada jalan rusak, langsung direkam dan diviralkan. Semangat gotong royong ini harus mulai kita hidupkan kembali,” katanya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab dan DPRD Gresik Sepakat Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur JPD, Anggarkan Rp 2,8 Triliun  Selengkapnya

DPC PDI-Perjuangan Gresik Gelar Diskusi Perkuat Ideologi Pancasila di Bulan Bung Karno

GRESIK,1minute.id – Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik menggelar diskusi publik bersama puluhan mahasiswa di Kantor DPC PDI Perjuangan Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Senin, 1 Juni 2026.

Diskusi dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila bertujuan menumbuhkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda ini dibuka oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Gresik Toriqi Fajerin. Ada dua 

pemateri yang hadir yakni anggota KPU Jawa Timur Eka Wisnu Wardhana dan anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi PDI Perjuangan Elvita Yulianti.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik Toriqi Fajerin mengatakan, kegiatan diskusi publik dengan tema memperkuat Ideologi Pancasila sebagai Dasar Negera kepada para mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, menurut Kaji Riki, sapaan akrabnya, dalam momentum Hari Lahir Pancasila yang dikenal dengan Bulan Bung Karno, sebab banyak gagasan Presiden Pertama Indonesia Ir. Sukarno yang ada dalam nilai-nilai Pancasila. “Kita ingin generasi muda Kabupaten Gresik lebih memahami nilai-nilai Pancasila di hari besar Hari Lahir Pancasila 1 Juni ini. Terutama para mahasiswa,” kata Kaji Riki penuh semangat.

Ia menambahkan, diskusi publik ini merupakan awal rangkaian Bulan Bung Karno di mana DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik mempunyai banyak kegiatan. Diantaranya, Lomba Catur Sukarno Cup, mobile lagend, ziarah makam Bung Karno dan Doa Bersama dalam rangka Haul Bung Karno.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi PDI Perjuangan Elvita Yulianti mengatakan, diharapkan generasi muda tidak menghafal Pancasila, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Mbak Vetty sapaan akrabnya, dalam kebijakan yang berpihak kepada rakyat, menjaga persatuan, menjunjung kemanusiaan dan menghadirkan keadilan, maka sesungguhnya Pancasila sedang bekerja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila itu bukan hanya dihafalkan, tetapi diwujudkan dalam setiap keputusan, setiap pengawasan anggaran dan setiap perjuangan aspirasi masyarakat,” tandas Vetty, perempuan tangguh yang pernah menjadi jurnalis, komisioner Panwaskab dan KPU Gresik ini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

DPC PDI-Perjuangan Gresik Gelar Diskusi Perkuat Ideologi Pancasila di Bulan Bung Karno Selengkapnya

JDIH Gresik Berbasis Kecerdasan Buatan Berbuah Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menghadirkan lompatan baru melalui pengembangan ekosistem hukum digital berbasis kecerdasan buatan dalam portal JDIH Gresik.

Penghargaan pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Gedung Negara Gedung Negara Grahadi pada Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam ajang tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik berhasil meraih penghargaan Terbaik II kategori Pemerintah Daerah. Sementara itu, DPRD Kabupaten Gresik turut menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Terbaik I kategori DPRD Kabupaten/Kota.

Kabupaten Gresik menjadi episentrum baru dalam tata kelola layanan hukum digital terbaik di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menyerahkan langsung penghargaan untuk DPRD Gresik kepada Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir. Sedangkan, penghargaan untuk Pemkab Gresik diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mewakili Bupati Gresik. 

Capaian tersebut menjadi penanda konsistensi Gresik dalam membangun layanan hukum yang tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, transformasi JDIH Gresik kini bergerak lebih jauh dari sekadar pusat dokumentasi produk hukum. Melalui inovasi bertajuk JDIH LexPedia, masyarakat kini dapat mengakses layanan konsultasi hukum, pencarian regulasi, hingga penjelasan pasal pidana langsung dari telepon genggam mereka.

Salah satu fitur utama dalam LexPedia adalah LexA-Gresik, asisten hukum berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan WhatsApp. Kehadiran fitur ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa masyarakat lebih akrab menggunakan aplikasi percakapan dibanding harus membuka dokumen hukum yang panjang dan kaku.

Kini, warga cukup mengetik pertanyaan sederhana melalui WhatsApp untuk mencari informasi terkait peraturan daerah, peraturan bupati, maupun kebijakan lain di Kabupaten Gresik. Sistem akan menelusuri database produk hukum daerah dan memberikan jawaban yang relevan dalam bahasa yang lebih mudah dipahami.

Pendekatan ini membuat layanan hukum menjadi lebih dekat dengan masyarakat, mulai dari kepala desa, pelaku UMKM, mahasiswa, hingga warga umum yang membutuhkan kepastian regulasi tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.

Tidak berhenti pada pelayanan publik, JDIH LexPedia juga menghadirkan fitur Policy Brief AI, alat bantu penyusunan rumusan kebijakan daerah berbasis kecerdasan buatan. Fitur ini dirancang untuk membantu perangkat daerah menyusun analisis kebijakan secara lebih cepat, sistematis, dan berbasis regulasi yang sahih.

Melalui fitur tersebut, aparatur pemerintah dapat memperoleh draft awal policy brief lengkap dengan identifikasi masalah, landasan hukum, hingga rekomendasi kebijakan. Inovasi ini sekaligus memperkuat arah reformasi birokrasi Pemkab Gresik menuju tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berbasis data.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan layanan hukum yang semakin mudah diakses masyarakat.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi pengingat bahwa pelayanan hukum harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. Kami ingin JDIH benar-benar menjadi ruang pelayanan publik yang terbuka, inklusif, dan mudah dijangkau siapa saja,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi dalam JDIH LexPedia juga menjadi bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi dan transparansi pemerintahan di Kabupaten Gresik. “JDIH hari ini bukan lagi sekadar ruang arsip regulasi. Kami ingin JDIH menjadi pusat pengetahuan hukum sekaligus instrumen pendukung pengambilan kebijakan yang lebih modern dan responsif,” tambahnya.

Fitur lainnya yang turut diluncurkan adalah KUHP-Assistance, asisten AI yang dirancang khusus untuk membantu masyarakat memahami Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru. Pengguna dapat mencari pasal tertentu, meminta penjelasan sederhana, hingga membaca anotasi hukum yang membantu memahami konteks suatu ketentuan pidana.

Kehadiran fitur ini dinilai penting di tengah masih banyaknya masyarakat yang belum memahami perubahan dalam KUHP baru. Bahkan, tidak sedikit aparat maupun perangkat desa yang masih membutuhkan penjelasan praktis terkait implementasi pasal-pasal baru tersebut.

Selain itu, JDIH Gresik juga membuka Ruang Partisipasi, kanal digital bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap rancangan peraturan bupati sebelum ditetapkan. Kanal ini menjadi upaya memperluas partisipasi publik dalam proses pembentukan regulasi daerah.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak lagi diposisikan hanya sebagai penerima kebijakan, melainkan ikut terlibat dalam proses pembentukannya.Seluruh layanan dalam ekosistem JDIH LexPedia dapat diakses secara gratis melalui JDIH Gresik tanpa perlu membuat akun. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

JDIH Gresik Berbasis Kecerdasan Buatan Berbuah Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur  Selengkapnya