Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024

GRESIK,1minute.id – Nawa Karsa Award Gresik Lestari menjadi penutup puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di helat Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Rabu, 10 Juli 2024.

Sejumlah kegiatan memeriahkan acara yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah itu. 

Diantara kegiatan untuk memeriahkan acara tersebut adalah kompotesi yel-yel bertemakan Lingkungan Hidup untuk kader lingkungan. Tim juri dari kompetesi itu menetapkan kader lingkungan dari UPT SMP Negeri 31 Gresik sebagai jawara. 

Di kompetesi Yel-yel, kader lingkungan yang semuanya siswa di sekolah yang dipimpin oleh Miko Dani Asmoro memakai kostum daur ulang. Mereka mendesain sendiri kostum itu.

Menurut guru pembina UPT SMP Negeri 31 Gresik Misri Astuti, siswa bersama semua guru harus lembur membuat kostum daur ulang tersebut.

“Anak-anak all out tampilnya. Busana yang ditampilkan juga kreasi daur ulang made in sendiri. Jadi bapak ibu guru semuanya terlibat dan anak-anak untuk mendaur ulang jadi kostumnya luar biasa,” ujar Misri Astuti pada Kamis, 11 Juli 2024.

FOTO BARENG : Siswa dan guru UPT SMP Negeri 31 Gresik foto bersama usai acara Nawa Karsa Award, Gresik Lestari di depan gedung WEP pada Rabu, 10 Juli 2024 ( Foto : istimewa)

Ia pun mengaku tidak menyangka, dalam kompetesi ini bisa meraih menjadi yang terbaik. “Pesertanya sangat banyak. Dan semuanya baik-baik. Saya tidak menyangka anak-anak bisa menjadi juara,” katanya. Raihan positif dalam kompetisi Yel-yel Lingkungan ini semakin melengkapi keberhasilan yang diraih sekolah berada di Dusun Dadelrejo, Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik itu.

Sebab, sebelumnya sekolah berada di ujung barat berbatasan antara Gresik-Lamongan dan Mojokerto itu telah meraih predikat sekolah Adiwiyata Mandiri pada 2022 lalu. “Kalau Adiwiyata itu mah nggak bisa sendiri..one man show. Ya, tahun nabung kegiatan l, nabung menciptakan lingkungan yang bersih ramah anak itu terbayar itu itu luar biasa,” tegas Misri Astuti berapi-api. 

Seperti diberitakan, Dinas Lingkungan Hidup Gresik menggelar Nawa Karsa Award 2024. Dalam gelaran itu, organisasi perangkat daerah atau OPD bertanggungjawab tentang menjaga kualitas dan kelestarian lingkungan di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini menggelar sejumlah kegiatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah mengajak semua stakeholder untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di kabupaten seluas 1.137 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa ini.

“Pelestarian lingkungan ini membutuhkan komitmen bersama, bagaimana langkah kita dalam menjaga kelestarian lingkungan di daerah. Melalui Nawa karsa Award: Gresik Lestari ini, mudah-mudahan menjadi spirit bersama dalam satu ekosistem (industri, masyarakat, pemerintah) untuk terus memperhatikan isu lingkungan yang ada di sekitar. Termasuk di lingkungan sekolah, kita ingin sekolah adiwiyata juga semakin banyak,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. (yad)

Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024 Selengkapnya

Mengorkestrasi Mitigasi Banjir Kali Lamong, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Raih Magister Manajemen Bencana dari Unair Surabaya 

GRESIK,1minute.id – Gelar Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik bertambah yakni Magister Manajemen Bencana atau M.MB. Gelar itu berasal Universitas Airlangga atau Unair Surabaya itu baru sematkan pada Sabtu, 14 Juni 2024.

Di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini, belum banyak pascasarjana menyandang gelar M.MB ini. Namun, Fandi Akhmad Yani memilih program studi yang tergolong langka tersebut. Butuh waktu tiga tahun, orang pertama di Kantri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini meraih gelar Magister Manajemen Bencana itu. Fandi Akhmad Yani tercatat di Prodi Manajemen Bencana angkatan 2020/2021.

Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani mengajukan penelitian untuk tesis program magister ini dengan judul “Model Kebijakan Mitigasi Bencana Secara Berkelanjutan: Banjir Kali Lamong Kabupaten Gresik”.

Banjir Kali Lamong di Gresik Selatan meliputi Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Kedamean, Menganti, hingga hilirnya di perbatasan Surabaya-Kebomas, Kabupaten Gresik menjadi objek penelitian karena sudah puluhan tahun selalu terjadi terutama musim hujan. Dalam kurun waktu 50 tahun lahirnya pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik dipimpin sebanyak sembilan Bupati dan tiga penjabat Bupati Gresik persoalan banjir Kali Lamong belum bisa teratasi.

Fandi Akhmad Yani sejak menjabat sebagai Bupati Gresik mulai 21 Februari 2021 memimpin langsung mitigasi bencana Kali Lamong itu. Ia membulatkan niat melakukan percepatan penanganan banjir Kali Lamong. Rencana dan aksi telah maktub dalam Rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD Kabupaten Gresik 2021-2026.

Sungai Kali Lamong memiliki luas Daerah Aliran Sungai atau DAS lebih kurang 720 kilometer persegi atau km² dengan panjang alur sungai lebih kurang 103 kilometer serta memiliki 7 anak sungai. Lebih kurang 58 kilometer dari 103 kilometer panjang alur

Sungai Kali Lamong itu melintas di Kabupaten Gresik. Panjang alur sungai Kali Lamong mengalir jauh mulai dari Kecamatan

Balongpanggang, Benjeng, Cerme, hingga Kecamatan Kebomas berbatasan dengan Kota Surabaya.

Selain itu letak geografis Gresik yang dataran rendah membuat air Kali Lamong sering meluap setiap tahun. Penyebab Kali Lamong meluap ditengarai curah hujan tinggi, ditambah kondisi badan sungai menyempit dan adanya pendangkalan. 

Dengan kata lain, penyebab yang utama adalah adanya kemerosotan kualitas lingkungan yang menyebabkan ancaman banjir. Hal tersebut terlihat dari permasalahan Daerah Pengaliran Sungai atau DPS Kali Lamong pada musim kemarau memiliki debit sebesar 250 meter kubik per detik, sedangkan debit di musim hujan sebesar 700 meter kubik per detik. 

Selain permasalahan DPS, luasan area penghijauan di DAS Kali Lamong berkurang akibat adanya pengembangan kawasan budidaya. Kali Lamong menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Bengawan Solo yang kantor di Pabelan, Surakarta, Jawa Tengah. 

Di era Fandi Akhmad Yani ini, BBWS Bengawan Solo mau berbagi peran dengan Pemkab Gresik. BBWS Bengawan Solo membangun tanggul dan parapet. Pemkab Gresik melakukan normalisasi dengan melebar dan memperdalam alur Kali Lamong.

“Kita tidak menghilangkan banjirnya. Tapi yang kita lakukan mengurangi dampak banjir bagi warga terdampak,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani pada suatu kesempatan. (yad)

Mengorkestrasi Mitigasi Banjir Kali Lamong, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Raih Magister Manajemen Bencana dari Unair Surabaya  Selengkapnya

Lulus 100 Persen, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Dapat Pembekalan Akhir untuk Membahagiakan Ortu. Begini Caranya!

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik itu semringah. Sebab, mereka telah dinyatakan lulus. Pengumuman kelulusan dilakukan secara online melalui website sekolah pada Senin, 10 Juni 2024 sekitar pukul 10.00 WIB.Mereka pun bersyukur. 

Sehari pascapengemumuman kelulusan, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu, mengumpulkan mereka di halaman sekolah di Jalan KH Kholil Gresik itu pada Selasa, 11 Juni 2024.

Sebanyak 252 siswa kelas IX yang baru lulus  berkumpul untuk mendapatkan pembekalan akhir dari sekolah dengan menghadirkan Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Kota Gresik Iptu Suharto.

Pada kesempatan itu, Iptu Suharto, memberikan wejangan kepada siswa yang baru lulus itu. Suharto mengatakan siswa wajib bisa membahagiakan orang tuanya dengan cara fokus untuk mencapai cita-cita dan menjaga diri dari pergaulan yang negatif. “Perbanyak ibadah dan doa guna mendukung tercapainya sukses kelak,” kata polisi dengan dua balok di pundak itu.

Polisi berpenampilan santun itu pun mengingatkan kembali terkait himbauan sekolah kepada siswa yang baru lulus tersebut bila menginginkan orang tua bahagia. “Menjaga kamtibmas.Bila siswa melanggar maka akan di proses sesuai peraturan dan tata tertib yang berlaku,” katanya meningkatkan. 

Lalu, apa himbauan dari sekolah kepada siswa yang baru lulus itu? Yaitu, siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret ;  Siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi konvoi ; Siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan serta mengganggu ketertiban umum.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menyatakan rasa terima kasihnya kepada Kepolisian Sektor Kota Gresik. “Alhamdulillah terima kasih kepada pak Kapolsek Gresik kota Iptu Suharto atas kesediaanya hadir memberikan pengarahan kepada siswa ini wujud kerja sama yang baik terjalin antara sekolah dan kepolisian,” kata Salim.

Ia melanjutkan tahun ini seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 252 siswa lulus seratus persen. “Semoga mereka diterima dan berprestasi di sekolah SMA atau SMK yang diinginkan,” lanjut Salim dan disambut ucapan amin secara serentak oleh seluruh siswa. (yad)

Lulus 100 Persen, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Dapat Pembekalan Akhir untuk Membahagiakan Ortu. Begini Caranya! Selengkapnya

Bullying Verbal yang Dialami oleh Remaja

Oleh : Audina Absari *

KASUS bullying yang terjadi akhir-akhir ini sangat menghawatirkan. Tidak hanya dikalangan orang dewasa, tetapi sudah masuk pada ranah remaja. Menurut Komnas HAM (Hak Asasi Manusia) menyatakan bahwa bullying adalah sebagai suatu bentuk kekerasan fisik dan psikologis berjangka Panjang yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri dalam situasi ada hasrat untuk melukai atau menakuti orang atau membuat orang tertekan, trauma atau depresi dan tidak berdaya. 

Kebiasaan pengeroyokan sebagai bentuk main hakim sendiri dalam menyelesaikan pertikaian atau konflik juga tampak sangat kuat di kalangan pelajar. Salah satu jenis bullying yang sering kali dilakukan yaitu bullying verbal. Bullying verbal yang sering terjadi di kalangan remaja saat ini menjadi fenomena sosial yang sangat meresahkan. 

Bullying verbal adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh suatu individu kepada individu tertentu dengan menggunakan kata-kata kasar, ancaman, celaan, ataupun ejekan secara sengaja dan berulang. Hal ini menyebabkan kebanyakan dari korban bullying verbal cenderung mengalami dampak psikologis dan perlu adanya penanganan yang serius kepada korban agar korban tidak mengalami trauma yang akan menyebabkan terjadinya hal yang tidak diinginkan kedepannya.

Perlu sekali adanya arahan-arahan baik nantinya yang akan merubah sikap remaja tersebut. Pentingnya pendidikan yang diberikan oleh para guru yang ada di sekolah, karena sekolah merupakan ladang ilmu bagi siswa sebagai tempat belajar. 

Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 yang menyatakan bahwa “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. 

Akan tetapi, terkadang sekolah menjadi tempat yang menakutkan bagi peserta didik disebabkan karena penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh temannya sendiri yaitu tindakan bullying.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Wibowo (2021), bullying tidak juga hanya dilakukan dengan kekerasan, melainkan bisa juga dilakukan dengan mengejek, memaki, menghakimi dan menggosipi orang lain. Beberapa korban bullying memiliki karakter yang berbeda dengan yang lainnya, seperti selalu cemas, tidak percaya diri, dan memiliki kemampuan bersosialisasi yang kurang. 

Siswa mempunyai hak untuk mendapat pendidikan dalam lingkungan yang aman dan bebas dari rasa takut. Pengelola Sekolah dan pihak lain yang bertanggung jawab dalam penyelengaraan pendidikan mempunyai tugas untuk melindungi siswa dari intimidasi, penyerangan, kekerasan atau gangguan. Tindakan bullying mengakibatkan konsentrasi siswa berkurang, kehilangan percaya diri, stres dan sakit hati, trauma berkepanjangan, membalas bullying, merasa tidak berguna, kasar dan dendam, berbohong dan takut kesekolah.

Menurut Komnas HAM menyatakan bahwa bullying adalah sebagai suatu bentuk kekerasan fisik dan psikologis berjangka panjang yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri dalam situasi ada hasrat untuk melukai atau menakuti orang atau membuat orang tertekan, trauma atau depresi dan tidak berdaya. Kebiasaan pengeroyokan sebagai bentuk main hakim sendiri dalam menyelesaikan pertikaian atau konflik juga tampak sangat kuat di kalangan pelajar.

Dari data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Oktober 2023, kasus kekerasan terhadap anak adalah sebanyak 1.478 kasus, dengan rincian kasus terbanyak adalah anak korban kejahatan seksual sebanyak 615 kasus, anak korban kekerasan fisik/psikis sebanyak 303 kasus, anak berkonflik hukum sebanyak 126 kasus, dan anak korban eksploitasi ekonomi/seksual sebanyak 55 kasus.

Sedangkan sepanjang Januari sampai dengan Desember 2022, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatatkan jumlah perempuan korban kekerasan yang melaporkan kasusnya dan ditangani adalah sebesar 32.687 dengan rincian 25.053 korban.

Bullying verbal pada remaja rata-rata dialami dalam bentuk cemooh yang dilontarkan oleh temannya. Pelaku yang melakukan tindakan bullying ini mungkin saja hanya menganggap hal itu sepele hanya untuk bercanda dan bersenang-senang saja. Tetapi bagi korban yang menerima perlakuan ini tidak bisa dijadikan candaan. 

Karena setiap orang memiliki pemikiran yang tidak sama dan kondisi mental yang berbeda-beda pula. Hal ini bisa saja menimbulkan dampak yang serius bagi korban. 

Dengan cemoohan yang diterimanya itu, korban akan susah untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan menjadi orang yang cenderung pendiam. Korban akan merasa selalu salah saat melakukan sesuatu. Sehingga hal tersebut akan menjadi beban pikiran bagi korban.

Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan tindakan bullying verbal :

1.  Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang yang menyebabkan tindakan bullying itu bisa terjadi. Lingkungan keluarga yang buruk misalnya orang tua yang sering bertengkar dan melakukan tindakan agresif didepan anak akan mendorong anak mereka untuk melakukan tindakan bullying kepada orang-orang yang ada disekitarnya. 

Selain itu, adanya komunikasi atau hubungan yang buruk antara orang tua dan anak juga menjadi faktor perlakuan bullying dapat terjadi. Hal tersebut dikarenakan anak akan merasa kurang kasih sayang yang didapat dari orang tuanya sehingga dia akan menjadi anak yang selalu ingin diperhatikan dan ingin dimengerti oleh orang yang ada disekitarnya, dan jika keinginaannya itu tidak diperhatiakan/ tidak dituruti, maka anak tersebut bisa saja melakukan tindakan bullying tersebut.

2.  Pengaruh Teman Sebaya

Adanya mengaruh dari teman sebaya menjadi faktor yang sering kali terjadi kepada seseorang untuk melakukan tindakan bullying. Dorongan atau ajakan dari teman sebaya terutama teman yang tidak baik menjadikan seseorang tersebut berani karena mereka merasa kuat yang tentunya akan membentuk suatu kelompok, dimana mereka akan bersama-sama merasa berkuasa pada suatu lingkungan. Tentunya mereka bisa saja melakukan tindakan bullying kepada teman yang dianggap posisinya dibawah mereka.

3.  Pengalaman Kekerasan

Dengan adaya riwayat/ pengalaman kekerasan yang pernah dirasakan oleh seseorang akan menjadikan orang tersebut melakukan tindakan bullying kepada orang lainnya karena dia merasa orang lain harus merasakan apa yang dia rasakan juga. (*)

Artikel Ditulis Oleh :

Audina Absari, Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Antropologi. 

Bullying Verbal yang Dialami oleh Remaja Selengkapnya

Dampak Nilai Indeks Prestasti Terhadap Mental Mahasiswa

Oleh :  Muhammad Nawfal Haqqani*

PENDAHULUAN

Nilai indeks prestasi merupakan hal yang sangat penting bagi mahasiswa karena nilai indeks mewakili proses yang dilakukan mahasiswa tersebut. Pendidikan tinggi dianggap sebagai langkah penting dalam pengembangan pribadi dan sosial. 

Dalam konteks pendidikan tinggi, indikator yang biasa digunakan untuk mengukur keberhasilan akademik seorang mahasiswa adalah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Nilai indeks prestasi mencerminkan tingkat keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan mata kuliah dan program yang diikutinya.

Selain itu, nilai indeks prestasi juga berperan penting dalam menentukan apakah seorang mahasiswa dapat menerima beasiswa, magang, bekerja, atau melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Namun, selain berdampak praktis terhadap pengambilan keputusan, nilai indeks prestasi juga mempunyai dampak besar terhadap aspek mental dan kesehatan mahasiswa. Di era persaingan yang semakin ketat, mahasiswa seringkali merasa tertekan untuk mencapai hasil yang tinggi dalam studinya. 

Hal ini dapat menimbulkan tekanan psikologis yang signifikan sehingga dapat membahayakan kesehatan mental siswa. Perasaan stres, cemas, depresi bahkan rendah diri bisa muncul ketika mahasiswa merasa terlalu fokus pada nilai indeks prestasinya. 

Dampak mental dari stres ini dapat mempengaruhi kemampuan belajar, kesehatan fisik, bahkan dapat berujung pada putus kuliah. Oleh karena itu, penting untuk memahami lebih dalam bagaimana nilai indeks preastasi dapat mempengaruhi kesehatan mental siswa.

Penelitian lebih lanjut mengenai topik ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak nilai indeks prestasi terhadap kesehatan mental mahasiswa. Dengan pemahaman yang lebih baik ini, institusi pendidikan, pelajar, dan pemangku kepentingan lainnya dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi stres tidak sehat terkait kinerja akademik, sekaligus meningkatkan dukungan. Dukungan dan sumber daya tersedia untuk menjaga kesehatan mental siswa.

PEMBAHASAN

Indeks prestasi atau yang biasa dikenal dengan IP atau IPK sangat penting bagi siswa karena memiliki dampak yang signifikan terhadap karir dan perkembangan akademik mereka. Nilai indeks adalah cara utama untuk mengukur tingkat pembelajaran siswa. Ini mencerminkan tingkat pemahaman siswa, penyerapan materi, dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan ini pada ujian dan tugas. 

Banyak institusi pendidikan yang mempunyai persyaratan nilai indeks minimum yang harus dipenuhi siswanya untuk lulus. Oleh karena itu, nilai indeks yang buruk dapat menghambat kemampuan mahasiswa untuk lulus. Selain itu, banyak beasiswa perguruan tinggi bergantung pada nilai indeks siswa. Siswa dengan nilai indeks tinggi lebih mungkin menerima bantuan keuangan dalam bentuk beasiswa yang dapat membantu meringankan beban biaya kuliah. 

Banyak juga perusahaan dan organisasi mempertimbangkan masalah kekayaan intelektual ketika merekrut calon karyawan, nilai indeks yang baik dapat membantu mahasiswa memenangkan persaingan di dunia kerja. IPK yang baik dapat membantu siswa maju dalam karir mereka. 

Dalam beberapa kasus, untuk dapat diterima di program magister atau doktoral, nilai indeks yang tinggi diperlukan. Untuk mencapai nilai indeks yang tinggi, diperlukan kedisiplinan, manajemen waktu, dan kemampuan belajar yang baik; mempertahankan nilai indeks yang tinggi dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan penting ini, dan membangun kepercayaan diri. 

Namun, tekanan untuk mempertahankan IPK yang tinggi juga bisa menimbulkan stres yang berlebihan. Nilai indeks adalah rata-rata dari semua nilai dalam mata kuliah yang kita pilih; mempertahankan nilai indeks yang baik dapat membantu kita mencapai tujuan akademik kita. Kita harus menghindari menunda pekerjaan jika kita ingin mendapatkan nilai indeks terbaik. 

Untuk menghindari stres saat pelajaran selesai, mulailah mengerjakan pekerjaan rumah dan belajar dalam waktu yang cukup. Luangkan waktu untuk membaca dan memahami materi pelajaran; jika Anda perlu, buat catatan, garis bawahi, atau rangkum untuk membantu Anda memahami lebih baik informasi. 

Belajar kelompok, yang melibatkan kolaborasi dan diskusi dengan teman, dapat membantu orang yang tidak dapat belajar secara mandiri. Jangan sungkan untuk bertanya jika Anda mengalami kesulitan dalam suatu mata pelajaran. Mengatur waktu dengan baik dapat membantu mengurangi stres dan kelelahan karena mahasiswa sering memiliki banyak tuntutan, seperti kuliah, tugas, pekerjaan paruh waktu, kegiatan ekstrakurikuler, dan kehidupan sosial. Siswa dapat memperbaiki kebiasaan menunda-nunda dengan mengatur waktu mereka. 

Dengan memiliki jadwal yang jelas, siswa dapat mengalokasikan waktu tertentu untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan menghindari pola pikir “saya akan mengerjakannya nanti”. Dengan merencanakan kegiatannya secara matang, mahasiswa dapat meningkatkan produktivitasnya. Mereka dapat menentukan waktu terbaik untuk berkonsentrasi dan belajar, sehingga dapat bekerja lebih efektif. 

Manajemen waktu juga membantu siswa merencanakan tujuan jangka panjang mereka. Dengan menentukan apa yang perlu mereka capai dalam jangka waktu tertentu, mereka dapat mengambil langkah-langkah spesifik untuk mencapai tujuan tersebut. 

Dengan mengatur waktu dengan baik, siswa dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan kualitas tidur, dan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan aktivitas favoritnya di luar kampus. Untuk mengatur waktu secara efektif, siswa dapat menggunakan alat seperti kalender, aplikasi perencanaan, atau daftar tugas. 

Dengan mengatur waktu mereka dengan baik, siswa dapat meningkatkan prestasi akademik dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Siswa dapat menurunkan stres, tidur lebih baik, dan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan aktivitas di luar kampus yang mereka sukai dengan mengatur waktu dengan baik. 

Mereka dapat menggunakan alat seperti kalender, aplikasi perencanaan, atau daftar tugas untuk membantu mereka mengatur waktu dengan baik, dan ini dapat meningkatkan prestasi akademik mereka dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. 

Selain itu, organisasi mahasiswa sangat memengaruhi pendidikan siswa. Organisasi memberi siswa berbagai manfaat penting dalam pertumbuhan pribadi, akademik, dan sosial mereka. Organisasi memberi mereka kesempatan untuk belajar berbagai keterampilan, seperti kolaborasi, komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu. Ini dapat membantu mereka menjadi lebih mahir dan siap menghadapi tantangan di dunia nyata. 

Mahasiswa dan anggota kelompoknya memiliki kesempatan untuk menerapkan apa yang mereka pelajari dalam lingkungan akademik dalam lingkungan yang nyata. 

Hal ini membantu membangun jaringan sosial yang dapat membantu dalam karier, memberikan dukungan, dan peluang kerja sama. Banyak organisasi kemahasiswaan menawarkan peluang kepemimpinan, seperti menjadi presiden klub atau koordinator acara. 

Peluang ini membantu siswa belajar keterampilan kepemimpinan dan mempersiapkan mereka untuk peran kepemimpinan di masa depan. Siswa mendapat manfaat dari bergabung dengan organisasi kemahasiswaan karena membantu mereka menemukan keseimbangan antara pendidikan dan kehidupan sosial. 

Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup siswa dan mengurangi stres mereka. Organisasi kemahasiswaan seringkali menyediakan berbagai klub, komite, dan kegiatan yang memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi minat dan keahlian mereka di luar kelas. 

Berpartisipasi dalam organisasi kemahasiswaan dapat memberikan rasa puas dan pencapaian. Banyak lembaga mahasiswa mengambil bagian dalam kegiatan amal atau kesadaran sosial, yang dapat membantu siswa menjadi warga negara yang lebih sadar diri dan bertanggung jawab. 

Aktivitas dan pencapaian siswa dalam organisasi kemahasiswaan dapat meningkatkan profil dan resume mereka di LinkedIn, membuat mereka lebih menarik bagi calon pemberi kerja. Selain itu, koneksi yang dibuat dalam organisasi dapat membantu mereka menemukan peluang karir di masa depan. (*)

Artikel Ditulis Oleh :

Muhammad Nawfal Haqqani, Mahasiswa  Universitas Airlangga Surabaya, Jurusan  Antropologi, Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 

Dampak Nilai Indeks Prestasti Terhadap Mental Mahasiswa Selengkapnya

Pergaulan Bebas Pada Remaja

Oleh : Nerina Khulud*

MASA remaja merupakan periode yang sangat vital, penuh tantangan, dan rawan, karena jika seseorang tidak melewati masa remajanya dengan baik, dapat berakibat pada kesulitan dalam perjalanan hidup di masa yang akan datang.

Sebaliknya, apabila masa remaja dijalani dengan penuh prestasi, melibatkan kegiatan yang produktif dan berhasil, sebagai persiapan untuk tahapan kehidupan selanjutnya, maka ada peluang besar untuk meraih kesuksesan dalam perjalanan hidupnya. 

Pada fase ini, emosi remaja seringkali tidak stabil dan mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Untuk itu, keberadaan dukungan dan arahan dari orang tua menjadi sangat esensial agar mereka dapat melalui fase pencarian identitas dengan orientasi yang lebih positif. 

Secara lebih luas, pergaulan bebas juga dapat dijelaskan sebagai tindakan perbuatan yang melanggar norma-norma sosial dan syariat. Di Indonesia, nilai dan norma-norma ini didasarkan pada budaya, suku, agama, dan jenis gender, yang membatasi perilaku dan sikap sesuai dengan norma aturan yang berlaku dalam kehidupan disekitar atau sosial. 

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Irwan pada tahun 2018, pergaulan bebas dapat disebut sebagai tindakan interaksi antarindividu atau antarkelompok yang melampaui batasan-batasan yang diharapkan, kewajiban, prasyarat, aturan, dan hati nurani.

Pergaulan bebas pun dapat diinterpretasikan  dengan suatu tindakan menyeleweng yang kerap kali berseberangan norma-norma syariat maupun norma kesopanan. Pergaulan bebas seringkali dikaitkan dengan aktivitas ‘‘dugem‘‘ (Dunia Gemerlap), yang secara umum dikenal sebagai tempat di mana penggunaan narkoba sering terjadi. Fenomena ini juga sering terkait dengan praktik seks bebas, yang dapat menyebabkan penyebaran HIV/AIDS. 

Pada periode ini, peran orang tua memiliki signifikansi yang besar dalam upaya mencegah anak-anak dari terlibat dalam lingkungan sosial yang tidak positif. Periode remaja menandai transisi dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan, di mana individu secara aktif mengeksplorasi dan mencari identitas diri, seringkali mengikuti perilaku orang yang mereka kagumi, mengikuti tren terkini, dan dipengaruhi oleh apa yang mereka alami sehari-hari. 

Oleh karena itu, bagi dosen/guru, orang tua, dan kawasan sekitar kita memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengaruh positif dalam kehidupan mereka. Dengan memberikan dukungan yang positif, kita dapat membantu mereka menjadi remaja yang bisa menjadi kebanggaan orang tua, bahkan menjadi generasi bangsa yang unggul, dengan dampak positif yang berkelanjutan dalam kehidupan mereka di masa depan.

Remaja mengakui bahwa tujuan utama mereka dalam mencari hiburan adalah untuk mengatasi stres, meredakan kecemasan, dan menghilangkan perasaan yang mengganggu ketenangan batin mereka. Ini menunjukkan bahwa kegiatan hiburan menjadi cara mereka untuk mencari keseimbangan dan ketenangan di tengah-tengah tekanan dan tuntutan kehidupan sehari-hari. 

Berbagai elemen yang dapat memicu pergaulan bebas pada remaja, sebagaimana ditegaskan oleh Anwar, Martunis, Fajriani (2019), melibatkan sejumlah faktor.

Redupnya taraf pendidikan dalam lingkungan keluarga, adanya keadaan keluarga yang terpecah (broken home), situasi ekonomi keluarga yang kurang menguntungkan, kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai agama, penyalahgunaan internet, pengaruh dari lingkungan sekitar, kurangnya kontrol diri, dan gaya hidup, merupakan elemen-elemen utama yang mampu memicu pergaulan bebas di tengah remaja. 

Semua faktor ini memiliki keterkaitan yang erat dan dapat memberikan sumbangan terhadap munculnya perilaku pergaulan bebas pada remaja.

A. Faktor Internal

Faktor internal merupakan elemen yang timbul dari dorongan dan aspirasi individu itu sendiri. Kepribadian seseorang dapat dipengaruhi oleh beragam faktor, menekankan pentingnya pembentukan karakter, watak, dan pendidikan karakter.

1) Aspek perkembangan alat seksual (biologis)

Modifikasi pada organ seksual (biologis) menjadi salah satu petunjuk perubahan pada remaja yang dapat diamati secara eksternal, sehingga transformasi ini dapat terlihat secara visual oleh orang lain.

Konsep ini sejalan dengan pandangan Purwoko yang menekankan bahwa perilaku menyimpang pada remaja dapat dipengaruhi oleh kualitas pribadi remaja, masuk kepada ketidakseimbangan dalam perkembangan emosional, hambatan dalam pembentukan hati nurani, dan kekurangan dalam mengelola waktu luang.

2) Aspek Motivasi Fase Remaja

Merupakan segmen waktu di mana suatu individu menghadapi realitas kehidupan dan mengalami transisi dari fase anak-anak menuju remaja, yang kemudian berlanjut hingga kedewasaan.

B. Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah elemen yang berasal dari lingkungan eksternal individu dan memiliki potensi mendorong remaja untuk terlibat dalam pergaulan bebas. Dua aspek yang memengaruhi hal ini melibatkan:

1) Aspek Keluarga

Komunikasi dalam lingkup keluarga sangatlah penting, terutama antara orang tua dan anak remaja. Melalui komunikasi, orang tua dapat memahami keinginan dan harapan anak remaja, menciptakan saling pengertian, serta memberikan dukungan dalam menghadapi berbagai persoalan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membuka jalur komunikasi dengan anak remaja agar dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan.

2) Aspek Pergaulan Bagi remaja

Adanya sahabat memiliki peran yang sangat penting dan kerap dianggap sebagai suatu kebutuhan esensial. Dorongan untuk membina hubungan persahabatan dan membentuk kelompok teman sebaya bisa diartikan sebagai usaha untuk tidak sepenuhnya tergantung pada orang dewasa atau sebagai bentuk interaksi sosial yang dinamis. Jika remaja terlibat dalam kelompok teman sebaya yang berpengaruh buruk, hal tersebut dapat mendorong mereka keperilaku yang tidak diinginkan. 

Media massa, melibatkan tv, koran, telepon genggam, dan web internet, sering kali diartikan secara keliru oleh kelompok remaja dalam rutinitas keseharian mereka pergaulan remaja pada masa kini menimbulkan keprihatinan, terutama dengan meningkatnya pergaulan bebas yang berpengaruh pada perilaku hubungan seks bebas. (*)

Artikel Ditulis Oleh :

Nerina Khulud, Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prodi Antropologi

Pergaulan Bebas Pada Remaja Selengkapnya

Muncul Tren Kebaya Korean Style Memicu Keresahan Warganet

BELAKANGAN ini, dunia fashion di Indoensia kembali di gemparkan dengan kemunculan tren baru yang disebut “Kebaya Korean Style”. Tren tersebut muncul di platform TikTok Shop, di mana beberapa penjual mencoba menjual kebaya modern dengan menyebutnya sebagai “Kebaya Korean Style” untuk menarik minat penggemar budaya Korea Selatan yang semakin banyak di Indonesia. 

Namun, sebutan ini memicu keresahan di kalangan warganet yang mempertanyakan keaslian dan relevansi nama tersebut. TikTok Shop telah menjadi platform populer untuk berbagai jenis produk, karena memiliki banyak penawaran seperti diskon yang besar-besaran, sistem pembelian buy one get one untuk beberapa produk tertentu dan masih banyak lagi. 

Melihat peluang besar tersebut penjual berusaha menarik perhatian mereka dengan menawarkan kebaya modern yang diberi label “Kebaya Korean Style”. Meskipun secara desain kebaya ini adalah kebaya modern yang menggabungkan elemen tradisional dengan sentuhan masa kini, penjual menambahkan embel- embel “Korean” untuk meningkatkan daya tarik fans K-pop dan drama korea.

Penggunaan nama “Kebaya Korean Style” ini memicu reaksi beragam dari warganet. Sebagaian menyambut postif inovasi ini, menganggapnya sebagai upaya kreatif untuk membuat kebaya lebih populer di kalangan generasi muda yang mengidolakan budaya korea. 

Mereka berpendapat bahwa penambahan unsur korea pada kebaya modern dapat membuatnya lebih menarik dengan tren fashion saat ini. Namun, kritik keras juga datang dari banyak warganet yang merasa bahwa penamaan tersebut tidak tepat dan menyesatkan. Mereka berpendapat bahwa kebaya adalah pakaian tradisional Indonesia yang sudah memiliki nilai dan identitas yang kuat. 

Menambahkan label “Korean” dianggap merendahkan dan merusak esensi kebaya itu sendiri. Banyak yang beranggapan bahwa tidak perlu menambah unsur asing untuk membuat kebaya terlihat modern dan menarik.Berikut beberapa tanggapan yang muncul pada kolom komentar konten TikTok

1. “Tapi orang sini nyebutnya pake unsur “kebaya” jadi kesannya mengubah bentuk kebaya”

2. “Malah bagus kebaya aslinya gaksih daripada yang di model-model gitu”

3. “Apalah ada kebaya Korea juga” (Tanggapan tersebut menegaskan mengapa harus ada unsur penamaan dalam kebaya tersebut”

4. “Ihhh lucu bangettt pengen beli”

5. “Menyala kakk!!” (Tanggapan tersebut bermaksud menyukai dengan adanya Kebaya Korean Style)

Pada dasarnya, kebaya modern adalah hasil evolusi dari kebaya tradisional yang disesuaikan dengan tren fashion masa kini. Kebaya modern biasanya memiliki desain yang sederhana, menggunakan bahan yang lebih ringan, dan sering kali memiliki warna-warna pastel yang lembut. 

Sebutan-sebutan “Kebaya Korean Style” sebenarnya hanya strategi pemasaran yang bertujuan menarik perhatian penggemar budaya Korea. Tidak ada elemen spesifik dari pakaian tradisioanal Korea. Beberapa sebutan lainya yang muncul seperti kebaya crop top, yang sebenarnya adalah pakain adat tradisonal Myanmar. 

Sebutan tersebut semata-mata digunakan untuk menciptakan asosiasi dengan suatu yang sedang populer dan digemari banyak orang. Hal inilah yang memicu keresahan di kalangan warganet. Karena sebutan tersebut tidak sesuai dan hanya digunakan untuk kepentingan komersial.

Kemunculan, “Kebaya Korean Style” di TikTok Shop telah memicu berbagai reaksi warganet. Meskipun upaya ini mungkin bertujuan untuk menarik pasar yang lebih luas, banyak yang meresa penamaan tersebut tidak tepat dan merusak esensi kebaya sebagi pakaian tradisoanal Indonesia. Kritik ini menunjukan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian budaya.

Pada akhirnya, kebaya baik dalam bentuk tradisional dan modern, adalah simbol identitas budaya Indonesia yang harus dijaga dan dihormati. Dengan tetap menghormati nilai- nilai budaya asli dan mempromosikan kebaya dengan cara yang tepat, kita dapat memastikan bahwa kebaya tetap menjadi bagian seluruh dari warisan budaya Indonesia yang kuat dan berkelanjutan. (*)

Artikel Ditulis Oleh: 

Shakila Nailarahma Nuravananda, mahasiswa  Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Antropologi 

Muncul Tren Kebaya Korean Style Memicu Keresahan Warganet Selengkapnya

Pentingnya Aware Terhadap Stres Bagi Anak Rantau

DI era globalisasi, banyak pelajar yang meninggalkan kampung halamannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga mengharuskan mereka untuk tinggal di luar kampung halaman atau daerah dalam jangka waktu tertentu untuk menyelesaikan pendidikannya. 

Banyak pelajar Indonesia di luar Pulau Jawa yang memilih melanjutkan studi di beberapa universitas di Pulau Jawa. Hal ini disebabkan adanya anggapan dari berbagai kalangan bahwa perguruan tinggi di Pulau Jawa memiliki kualitas yang cukup dibandingkan dengan perguruan tinggi di luar Pulau Jawa. 

Salah satu faktor mendasar yang mempengaruhi kualitas suatu perguruan tinggi adalah sarana dan prasarana yang dimilikinya. Contoh perubahan yang mungkin terjadi adalah peningkatan interaksi individu dengan teman sebaya dari latar belakang berbeda. Perubahan tersebut antara lain perpisahan dengan orang tua, tuntutan hidup mandiri, dan penyesuaian diri dengan teman baru yang berbeda latar belakang. 

Stres adalah emosi yang biasa kita rasakan ketika kita berada di bawah tekanan, kewalahan, atau kesulitan menghadapi suatu situasi. Dalam batas tertentu, stres dapat memberikan efek positif dan memotivasi Anda untuk mencapai tujuan seperti ujian atau berbicara di depan umum. Stres adalah emosi yang biasa Anda rasakan ketika Anda berada di bawah tekanan, kewalahan, atau kesulitan menghadapi suatu situasi. 

Dalam batas tertentu, stres dapat memberikan efek positif dan memotivasi Anda untuk mencapai tujuan. Banyak pelajar Indonesia di luar Pulau Jawa yang memilih kuliah di beberapa universitas di Pulau Jawa. Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa perguruan tinggi di Pulau Jawa mempunyai kualitas yang cukup dibandingkan dengan perguruan tinggi di luar Pulau Jawa. 

Contoh perubahan yang mungkin terjadi adalah individu mengalami lebih banyak interaksi dengan teman sebaya dari latar belakang berbeda. Mahasiswa yang merantau dan juga jauh dari orang tua ataupun keluarga dekat cenderung akan menghadapi tekanan psikologis. Dan permasalahan yang terjadi pada mahasiswa rantau tentunya akan jauh lebih berat dari mahasiswa bukan rantau. 

Hal ini dikarenakan mahasiswa rantau dihadapkan pada berbagai perbedaan dalam segala aspek kehidupan, seperti perbedaan gaya hidup, adat istiadat, dan bahasa yang tentunya tidak sama dengan tempat asal mahasiswa rantau dan juga permasalahan – permasalahan lain yang terjadi baik faktor akademik maupun non akademik yang mana dapat menyebabkan tekanan psikologis pada mahasiswa rantau.

Perbedaan mendasar yang terjadi ketika mahasiswa rantau yang berasal dari pulau Jawa saat ia mengalami stres yaitu ada beberapa dari individu yang mengambil jalan pintas untuk pulang kerumah apabila jarak ke daerah asal masih dapat dijangkau, sedangkan mahasiswa rantau yang berasal dari luar pulau Jawa kesulitan untuk pulang ke tempat tinggal asalnya karena jarak yang jauh sehingga hal tersebut membuat mahasiswa rantau yang berasal dari luar pulau Jawa harus menghadapi segala problematika yang terjadi di lingkungan tempat tinggal barunya. 

Demi terciptanya kesehatan jiwa pada mahasiswa rantau mereka harus menjaga komunikasi yang baik kepada orangtua, karena komunikasi yang baik akan menimbulkan hubungan yang baik dengan orangtua, dan dukungan dari orangtualah yang akan menjadikan mental dan jiwa kita sehat sehingga kita dapat terhindar dari stres.

Karena sesungguhnya dukungan dari orangtua lebih baik daripada dukungan dari teman dekat. Dengan demikian terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi atau mencegah terjadinya stres, yaitu:

1. Aware terhadap Stres

Aware terhadap stres berarti mampu mengenali tanda-tanda dari keberadaan situasi stres. Bagi sebagian orang tanda-tanda tersebut dapat berupa perasaan sangat lelah, lekas marah atau perasaan gelisah. Pada sebagian orang yang muncul adalah sikap cepat menyerang atau menarik diri dari orang lain. Itu sebabnya kita harus lebih peka. Ketika mental kita mulai memberi alarm bahwa ia sedang tidak baik-baik, sebaiknya kita segera mengambil tindakan karena stres akan menyebabkan penurunan kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh akan rawan terserang berbagai penyakit.

2. Melakukan Time Out

Saat keadaan memanas, time out akan memberi kesempatan untuk melakukan cooling down. Langkah ini juga berguna untuk mencegah melakukan tindakan yang dapat disesali kemudian. Istirahat dapat meningkatkan kemampuan untuk berpikir logis, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. 

Istirahat memberi waktu pada otak untuk memproses, mengkonsolidasikan, dan menyimpan informasi yang telah dipelajari. Meluangkan waktu untuk merenung dapat menginspirasi diri untuk melihat melampaui kebutuhan sendiri. Istirahat dapat mendorong untuk mencoba aktivitas bermakna yang melampaui kehidupan sendiri.

3. Mencari Dukungan

Dukungan sosial sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Secara keseluruhan, tampak bahwa dukungan sosial yang positif dan berkualitas tinggi dapat meningkatkan ketahanan terhadap stres, dan dapat membantu melindungi terhadap perkembangan psikopatologi terkait trauma. 

Dukungan bisa berasal dari keluarga, pasangan, maupun teman terdekat, maka dari itu mulailah bangun hubungan yang baik dengan sekitar kita karena mereka pasti akan penjadi mendukung kita saat mengatasi stres.

4. Menangis

Mungkin bagi beberapa orang menangis bukanlah hal yang tepat dilakukan untuk mengurangi stres. Tetapi nyatanya dengan mengekspresikan emosi melalui tangisan, tekanan dan frustrasi yang mengganggu dapat mereda secara perlahan, dan tubuh menjadi lebih santai, dan dengan menangis, seseorang dapat merasa lega dan perasaannya menjadi lebih baik.

5. Berkonsultasi kepada Psikiater

Apabila 4 langkah diatas telah dilakukan tetapi stres tidak kunjung mereda, maka tingkatan stresnya sudah diatas rata-rata, jadi perlu penanganan khusus yang bisa dilakukan dengan berkonsultasi kepada psikiater. Depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, dan lain sebagainya bisa membuatmu kualahan sendiri jika tidak tertangani. 

Dengan berkonsultasi kepada psikiater maka permasalahan stress dapat ditangani dengan baik. Jadi tidak menutup kemungkinan bahwa semua orang mungkin saja sekarang sedang dalam keadaan stres, maka dari itu segera kenalilah gejala stres sebelum stres tersebut menjadi semakin parah. 

Perlu ditekankan disini, stres tidak selamanya membuat orang menjadi tidak waras sehingga terpaksa harus berada di rumah sakit jiwa. karena stres mempunyai beberapa tingkatan. Jadi jangan merasa putus asa saat mengalami stres karena berbagai tingkatan stres pasti ada solusi terbaik dalam mengatasinya asalkan kita mau berusaha. (*)

Artikel Ditulis oleh:

Egydea Amanda Mauluna, Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (FISIP), Jurusan Antropologi

Pentingnya Aware Terhadap Stres Bagi Anak Rantau Selengkapnya

Kehidupan Di Era Globalisasi

Pendahuluan

DARI banyaknya kalangan, yang paling banyak mengikuti arus globalisasi adalah kalangan remaja dan generasi Z. Prensky (2001) mengemukakan bahwa Generasi Z adalah kelompok yang tumbuh sebagai digital native, sangat akrab dengan penggunaan teknologi, seolah-olah telah menjadi bagian bawaan sejak lahir. 

Generasi Z menunjukkan sifat-sifat  inovatif, terbiasa terhadap teknologi, konservatif, dan memiliki kemampuan yang bertanggung jawab, sehingga mereka tidak pernah terlepas dari keterkaitan dengan internet. 

Perbedaan yang paling mencolok dalam karakteristik generasi X, Y, dan Z termanifestasi pada penguasaan mereka terhadap informasi dan teknologi. 

Generasi Z, yang lahir di era di mana akses internet telah menjadi unsur kultural global, memandang informasi dan teknologi sebagai bagian esensial dari kehidupan mereka. Krisis moral dan identitas yang masih berlanjut hingga saat ini tak dapat dilepaskan dari praktik kekuasaan pada masa lampau yang mengabaikan pentingnya pengembangan moralitas dan karakter bangsa secara holistik. 

Contoh dari krisis moral dan identitas itu sendiri dapat di lihat dari banyaknya pelajar–pelajar di Indonesia yang melakukan tawuran, balapan liar, mabuk–mabukan dan kurangnya rasa toleransi sesama hingga mereka melakukan tindakan kriminal seperti mereka melakukan bullying, mencuri bahkan tidak sedikit dari mereka sampai melakukan tindakan pembunuhan. 

Oleh karena itu, implementasi pendidikan karakter sebagai langkah untuk membentuk  karakteristik dan identitas menjadi suatu keharusan yang perlu diadopsi di tengah dinamika globalisasi. 

Anak-anak usia sekolah, yang sering disebut sebagai generasi ‘‘kids zaman now,‘‘ yang lahir dan tumbuh di tengah suatu era globalisasi, memerlukan pendekatan yang lebih mendalam dalam pengelolaannya. 

Hal ini disebabkan oleh kemudahan generasi ini dalam menerima pengaruh dari teman sebaya dan lingkungan sekitar, ditambah dengan keterbukaan informasi yang tidak terbatas di era ini. Oleh karena itu, tidak tepat apabila pola asuh yang diterapkan hanya mengikuti tradisi turun temurun dari orang tua.

Pentingnya bagi konselor atau guru BK untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan baik hardware maupun software yang digunakan dalam pelaksanaan konseling daring. 

Oleh karena itu, diharapkan konselor memiliki pemahaman yang komprehensif, nilai-nilai yang sesuai, dan sikap yang menjadi pedoman dalam menangani konseli yang menghadapi berbagai isu terkait dengan dampak teknologi informasi. 

Tidak hanya itu kita juga perlu diupayakan Pemantapan Karakter Generasi Milenial melalui Pembinaan Karakter untuk Mengantisipasi Dampak Era Globalisasi. 

Supaya menyiapkan generasi muda yang milenial untuk menghadapi perubahan global, langkah serius dari pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan ukuran sektor pendidikan sangat krusial, agar hasilnya dapat terasa dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negeri. 

Kesiapan yang disiapkan negara bagi generasi milenial menghadang dan menjamak era globalisasi dapat dilakukan melalui pelaksanaan program pendidikan karakter yang terstruktur dan terukur.

Pembahasan 

Banyak sekali anak muda yang putus sekolah akibat dari beberapa dampak yang mereka alami, namun dengan adanya kemajuan teknologi ini membuat anak muda semakin mudah dalam mengakses berbagai macam informasi. Salah satu aspek positifnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang menjadi kunci daya saing di era globalisasi ini. 

Melalui akses lebih luas terhadap informasi, teknologi, dan budaya dari berbagai belahan dunia, manusia dapat mengasah keterampilan, pengetahuan, dan wawasan mereka secara lebih holistik. 

Dengan demikian, individu dapat lebih siap dan mampu beradaptasi serta bersaing dalam dunia yang terus berubah ini. Di sisi positif, globalisasi mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memungkinkan pertukaran pengetahuan dan keahlian yang mendukung daya saing di era global. 

Namun, tidak dapat diabaikan bahwa dampak negatif juga muncul seiring dengan interaksi dan arus globalisasi yang pesat. Dalam sektor pendidikan, globalisasi bisa memberikan akses lebih luas terhadap informasi dan metode pembelajaran baru, tetapi sekaligus menimbulkan tantangan terkait keberlanjutan budaya lokal dan identitas nasional. 

Dalam dimensi sosial dan budaya, interaksi lintas budaya dapat memperkaya keragaman, namun juga menimbulkan ketidakpastian dan pergeseran nilai-nilai tradisional. 

Transportasi yang semakin terhubung dan perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan akses, namun juga membawa tantangan terhadap privasi dan keamanan data. 

Terakhir, dalam konteks pertahanan dan keamanan, globalisasi dapat meningkatkan kerjasama untuk mengatasi tantangan bersama, tetapi juga membawa risiko terhadap stabilitas global.

Oleh karena itu, manajemen dampak globalisasi menjadi kunci untuk memastikan bahwa keuntungan yang diperoleh dapat diseimbangkan dengan risiko yang muncul.

Globalisasi juga memberikan dampak positif di bidang agama dengan meningkatnya pemahaman dan kualitas beribadah. Oleh karena itu, manajemen dampak globalisasi yang cermat menjadi kunci untuk memastikan bahwa manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan.

Dampak negatif globalisasi mencakup peningkatan ketergantungan terhadap perusahaan multinasional, yang dapat memunculkan kesenjangan sosial dalam sektor ekonomi. 

Selain itu, fenomena peniruan budaya atau gaya hidup dari negara lain, bahkan jika tidak sesuai dengan norma lokal, dapat menimbulkan ketidakharmonisan di masyarakat dalam konteks sosial dan budaya. 

Peningkatan jumlah kecelakaan, terutama disebabkan oleh penggunaan yang lebih banyak dari alat transportasi, menjadi salah satu dampak negatif dalam sektor transportasi. 

Peningkatan tuntutan masyarakat terhadap pemerintah, bahkan dengan cara yang anarkis, dapat mengancam stabilitas negara dalam konteks pertahanan dan keamanan. Kemajuan yang dicapai oleh para pemuda dalam mendukung pembangunan negara menjadi suatu harapan yang besar. 

Dalam konteks memperkuat dan mengukuhkan progres era globalisasi, generasi muda perlu membangun dan mengasah jiwa kepemimpinan mereka agar dapat menghadapi dinamika yang terus berkembang. 

“Oleh karena itu, pembangunan kepemimpinan yang kokoh di kalangan generasi muda menjadi suatu keharusan dalam menyongsong perubahan globalisasi yang kompleks.”

Sebagai penerus bangsa, generasi muda diharapkan dapat merealisasikan cita-cita dan tujuan negara dengan menjadi agen perubahan dan agen pengawasan sosial, menjaga kestabilan dan kemajuan masyarakat. 

Untuk menjaga ketahanan dalam perubahan zaman, generasi muda perlu dibina agar dapat mempertahankan jiwa kepemimpinan, kecerdasan, semangat, keterampilan, dan kemampuan yang diperlukan. Generasi muda masa kini, terdampak oleh gelombang globalisasi, tampaknya menghadapi dampak negatif, termasuk kesulitan memfilter budaya yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila. 

Saat ini, jarang terlihat generasi muda menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bahkan ada yang acuh tak acuh terhadap aturan yang terkandung di dalamnya. Di tengah kemajuan era ini, Pancasila nampaknya kehilangan peran sebagai landasan bertindak dalam berbagai aspek kehidupan.

Fakta ini menandakan bahwa remaja membutuhkan upaya serius untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi dalam mencari identitas diri. Pancasila, sebagai ideologi, memegang peranan strategis dalam membangun kesejahteraan bangsa Indonesia. 

Menghadapi perubahan zaman, perlunya kembali mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai pilar utama untuk memandu perilaku dan pengambilan keputusan dalam bingkai nilai kebangsaan. (*)

Artikel Ditulis Oleh :

Andhini Hanza Azzahra, Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas: Ilmu sosial dan Ilmu Politik, Jurusan : Antropologi 

Kehidupan Di Era Globalisasi Selengkapnya

Cegah dan Tangkal Narkoba Di Lingkungan Sekolah, Bupati Gresik: Wajib Jauhi Narkoba, Tidak Ada Negosiasi

GRESIK,1minute.id – Ratusan pelajar setingkat sekolah menengah atas atau SMA sederajat berkumpul di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Selasa, 21 Mei 2024.

Mereka berasal dari sepuluh kota/kabupaten di Jawa Timur. Mereka datang ke kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini untuk menghindari Sosialisasi Membangun Daya Cegah dan Daya Tangkal Penyalagunaan Narkoba Di Lingkungan Sekolah dan Pesantren. Acara itu diselenggarakan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnakoba) Polda Jatim di bawah komando Kombes Pol Robert Da Costa itu.

Kegiatan itu bertujuan untuk mengajak pelajar dan masyarakat agar hidup sehat serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Selain itu juga waspada terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Dalam kesempatan ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani wanti-wanti meminta kepada generasi (gen) Z untuk menjauhi narkoba agar tidak salah jalan.

“Jauhi narkoba itu wajib tidak ada negosiasi apa pun itu jenis narkobanya,” tegas Gus Yani. Orang nomor satu di Kota Santri ini  juga menginginkan supaya diadakan tes urine berkala di lingkungan sekolah. 

Hal ini dilakukan agar bisa mengetahui apakah di sekeliling lingkungan sekolah terdapat penyalahgunaan narkoba, agar kemudian bisa diselematkan.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Aditya Panji Anom menginstruksikan jajarannya untuk menggencarkan program lawan narkoba. Baik pencegahan maupun penegakan hukum. Kapolres juga mendukung penuh melalui anggaran khusus sebagai wujud tanggung jawab dan kasih sayang bagi generasi emas muda Jawa Timur.

“Kegiatan ini semoga bisa menyelamatkan generasi muda kita generasi bangsa kita menuju generasi emas dengan generasi muda dan prestasi tanpa narkoba,” ujarnya. (yad)

Cegah dan Tangkal Narkoba Di Lingkungan Sekolah, Bupati Gresik: Wajib Jauhi Narkoba, Tidak Ada Negosiasi Selengkapnya