Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Ulyatun Nikmah bersama Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Malang, Prof. Rosa Andrie Asmara dalam MoU pengembangan karier dan masa depan siswa setelah lulus sekolah di Polinema Malang, 13 Januari 2026 (Foto : smamio untuk 1minute.id)

SMAMIO Gresik Jalin Kerjasama dengan Polinema, Dukung Karier Lulusan

GRESIK,1minute.id – SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) menandatanganani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema). MoU dua institusi pendidikan ini sebagai upaya memperkuat dukungan terhadap pengembangan karier dan masa depan siswa setelah lulus sekolah dilakukan pada Selasa, 13 Januari 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis sekolah dalam memperluas jejaring pendidikan dan membuka wawasan siswa terhadap berbagai pilihan studi lanjutan, khususnya di bidang vokasi dan terapan. Melalui MoU ini, diharapkan terjalin sinergi yang saling menguatkan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Politeknik Negeri Malang, manajemen SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, serta guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan dialog terbuka mengenai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.

Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menyiapkan lulusan yang memiliki arah karier yang jelas. “Kerja sama dengan Politeknik Negeri Malang ini kami harapkan dapat membuka wawasan siswa tentang pendidikan vokasi dan dunia kerja, sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih konkret mengenai pilihan studi dan karier setelah lulus,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya bertugas mengantarkan siswa lulus, tetapi juga mendampingi mereka dalam merancang masa depan. “Kami ingin siswa mampu mengenali potensi diri, minat, dan bakatnya, serta mendapatkan pendampingan yang tepat sesuai dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Malang, Prof. Rosa Andrie Asmara, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik dalam membangun kolaborasi pendidikan yang berorientasi pada masa depan siswa.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk sinergi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi vokasi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap siswa mendapatkan pemahaman lebih awal mengenai dunia pendidikan terapan dan peluang karier yang dapat mereka tempuh,” ungkapnya.

Menurutnya, kerja sama ini juga menjadi bagian dari komitmen Politeknik Negeri Malang dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi dalam berbagai program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa, sekolah, dan dunia pendidikan secara luas,” tambahnya.

Melalui MoU ini, kedua institusi sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif, seperti pengenalan dunia perguruan tinggi vokasi, pendampingan karier siswa, kegiatan edukatif, serta penguatan kompetensi siswa yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dengan adanya kerja sama ini, SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik berharap dapat terus menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi pengembangan diri siswa, sekaligus memperkuat peran sekolah dalam membimbing peserta didik menuju masa depan yang lebih terarah dan berdaya saing. (*/yad)

Penulis : Dwanda Putra  Editor: Chusnul Cahyadi 

SMAMIO Gresik Jalin Kerjasama dengan Polinema, Dukung Karier Lulusan Selengkapnya

Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta para tenaga pendidik (Tendik) mengubah cara mengajar matematika agar lebih menyenangkan. Pelajaran matematika tidak menakutkan lagi bagi sebagian siswa.

“Yang sedang kita pikirkan adalah bagaimana matematika bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan. Saya hanya menitipkan satu pesan penting, yakni kejujuran,” ujar Wabup Asluchul Alif saat membuka pelatihan guru di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 12 Januari 2026.

Menurutnya, pembelajaran yang jujur, baik dalam proses mengajar maupun menilai, menjadi fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan. Tanpa itu, target peningkatan hasil belajar hanya akan menjadi angka di atas kertas.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan guru bertajuk Pembelajaran Diferensiasi dan Motivasi Siswa ala Jepang yang digelar pada selama 3 hari, 12–14 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti 321 guru SD dan SMP se-Kabupaten Gresik, serta dihadiri Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga  Prof. Biyanto.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mengajarkan konsep matematika secara inovatif dan menyenangkan. Guru didorong keluar dari pola pembelajaran yang kaku, menuju pendekatan yang lebih kontekstual dan ramah bagi siswa. “Pelatihan ini memperkuat numerasi guru sekaligus mensosialisasikan pembelajaran ala Jepang. Tujuannya jelas, menyiapkan peserta didik menghadapi TKA April 2026,” kata Hariyanto.

Ia menyebutkan, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA sederajat tahun 2025 secara nasional menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia tercatat 57,39, Matematika 37,23, dan Bahasa Inggris 26,71. “Angka ini menjadi peringatan serius. Karena itu, kami berharap di Gresik tidak ada lagi nilai TKA di bawah 5 untuk SD dan SMP pada April mendatang. Target minimal Matematika 6,00 dan Bahasa Indonesia 7,00,” tegasnya.

Sejumlah langkah antisipatif telah dijalankan. Untuk penguatan Bahasa Inggris, Pemkab Gresik bekerja sama dengan Kampung Inggris Pare melalui pilot project di SDN 4 Petrokimia Gresik dan SMP Plus Jauharul Maknuun Sidayu. Di sekolah tersebut, ekosistem Bahasa Inggris telah dibangun, melibatkan tenaga tata usaha, siswa, hingga petugas kebersihan.

Sementara untuk matematika, pendekatan pembelajaran ala Jepang dipilih agar siswa terbiasa bernalar, memahami konsep, dan menikmati proses belajar. Pemkab Gresik menargetkan peningkatan nilai TKA berjalan konsisten dan mampu menembus 10 besar tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pelatihan ini terlaksana melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Gresik dengan dukungan program CSR dari PT Petrokimia Gresik sebagai bagian dari komitmen memperkuat kualitas pendidikan daerah. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan Selengkapnya

Membangun Sinergi, Menyatukan Aksi  Raker Foskam SMA-MA Jatim

PACITAN,1minute.id – Forum Silaturahmi dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) SMA dan MA Muhammadiyah se-Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) di MA Muhammadiyah 1 Pacitan. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, 6 – 7 Januari 2026 mengusung tema “Building Synergy for Outstanding Muhammadiyah Education”.

Rapat kerja ini diikuti oleh 30 pengurus Foskam yang terdiri dari para kepala sekolah Muhammadiyah jenjang SMA dan MA dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarpimpinan sekolah serta merumuskan program kerja strategis guna meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan Muhammadiyah. 

Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai agenda penting, antara lain, penguatan kolaborasi antarsekolah, peningkatan kualitas manajemen sekolah, serta pengembangan program unggulan yang selaras dengan visi pendidikan Muhammadiyah. Diskusi berlangsung secara aktif dan konstruktif, mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur.

Melalui Rapat Kerja ini, Foskam diharapkan mampu menghasilkan rumusan program yang aplikatif dan berkelanjutan, sehingga dapat mendorong terwujudnya pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

Kegiatan kali ini berlangsung dalam suasana yang berbeda dan menyenangkan. Bertempat di lingkungan sekolah yang asri di pinggir sungai, kegiatan raker terasa lebih sejuk, nyaman, dan kondusif untuk berdiskusi serta merumuskan program kerja.

Ketua Foskam Mukhlasin menegaskan bahwa Rapat Kerja ini menjadi wadah strategis untuk membangun sinergi antarsekolah Muhammadiyah.

“Tema membangun sinergi sekolah Muhammadiyah bukan sekadar slogan, tetapi komitmen bersama untuk saling menguatkan, berbagi praktik baik, dan bergerak searah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan sinergi yang solid, sekolah Muhammadiyah akan semakin unggul dan berdaya saing,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Ahad, 11 Januari 2026.

Panitia penyelenggara kegiatan Raker menyampaikan bahwa persiapan dan pelaksanaan berjalan lancar berkat kerja sama seluruh tim.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Kami berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif agar seluruh peserta dapat fokus berdiskusi dan merumuskan program kerja. Selain itu, lokasi yang asri di pinggir sungai memberikan energi positif bagi peserta sehingga rapat kerja dapat berlangsung produktif dan penuh inspirasi,” jelas Sekretaris Foskam Jatim Ulyatun Nikmah.

Kegiatan Raker ini menjadi momentum memperkuat sinergi dan ukhuwah antar kepala sekolah Muhammadiyah. Semoga seluruh program Foskam periode tahun 2026-2027 yang telah dirumuskan membawa keberkahan, kemajuan pendidikan, dan manfaat sinergitas bagi civitas akademika. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Membangun Sinergi, Menyatukan Aksi  Raker Foskam SMA-MA Jatim Selengkapnya

Delapan Warga SMP Muhammadiyah 12 GKB Lolos Seleksi Nasional, SUMM akan Jalani Pembinaan Sekolah Unggulan 

GRESIK,1minute.id – Delapan warga SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik lolos seleksi nasional, Guru dan Siswa Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM). Seleksi diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor, sebuah lembaga nasional yang konsisten melahirkan inovasi pendidikan sains dan matematika di Indonesia.

Pengumuman kelulusan disampaikan pada 28 Desember 2025 melalui laman resmi  https://www.read1kpmseikhlasnya.com/. Keberhasilan ini menegaskan komitmen SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik dalam mengembangkan pendidikan berbasis keunggulan MIPA, karakter, dan prestasi akademik berdaya saing nasional.

Seleksi SUMM jenjang SMP tahun ini, diikuti ratusan guru dan siswa SMP dari berbagai daerah di Indonesia. Proses seleksi yang ketat. Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 22 guru SMP dinyatakan lolos secara nasional. Sementara pada kategori siswa, tercatat 112 siswa SMP berhasil lolos seleksi dan terpilih sebagai peserta program Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah.

Pada 27 Januari 2026 guru dan siswa terpilih dari SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik dijadwalkan akan berangkat ke Bogor untuk mengikuti rangkaian program pembinaan, pendampingan intensif, serta penguatan kompetensi dalam ekosistem Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah.

Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik Yugo Triawanto menyampaikan bahwa capaian ini bukan hanya prestasi, tetapi juga amanah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. “Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara guru, siswa, dan dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi tingkat nasional. Kami ingin menjadi sekolah yang unggul dalam sains, namun tetap kuat dalam karakter dan nilai keislaman,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima 1minute.id pada Jumat, 9 Januari 2026.

Program SUMM dikenal sebagai ajang seleksi dan pembinaan bergengsi di lingkungan Muhammadiyah yang bertujuan menyiapkan guru inspiratif dan siswa berprestasi agar mampu bersaing di level nasional hingga global. Dalam seleksi tersebut, dua guru terbaik SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik yang  dinyatakan lolos, yakni Khotimatul Khusnah dan Nur Wahyu Bagus Saputra. Keduanya akan mengikuti rangkaian program penguatan kompetensi guru unggulan MIPA Muhammadiyah bersama guru-guru terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.

Capaian ini semakin menegaskan posisi,  SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik  sebagai sekolah Islam unggulan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, inovatif dalam pembelajaran, dan konsisten mencetak generasi berprestasi berlandaskan ilmu dan iman. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Delapan Warga SMP Muhammadiyah 12 GKB Lolos Seleksi Nasional, SUMM akan Jalani Pembinaan Sekolah Unggulan  Selengkapnya

Kerja Keras dan Kedisiplinan Pocil Mugeb Berbuah Penghargaan dari Polres Gresik

GRESIK,1minute.id – Kallea Almaira Farisha, berdiri di tengah upacara kehormatan bersama delegasi Polisi Cilik (Pocil) Polsek jajaran Polres Gresik di halaman Mapolres Gresik pada Jumat, 9 Januari 2026.

Komandan pleton Pocil SD Muhammadiyah GKB (Mugeb) Gresik itu mengikuti apel pagi untuk mewakili Polisi Cilik (Pocil) SD Muhammadiyah GKB Gresik (Mugeb Primary School) menerima penghargaan dari Polres Gresik. Pocil Mugeb menerima penghargaan Juara 1 Lomba Polisi Cilik Kapolres Cup, mewakili Pocil Polsek Kebomas.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. Momen ini menjadi pengakuan atas kerja keras dan kedisiplinan Pocil Mugeb yang mampu tampil unggul di ajang Kapolres Cup.

Kepala SD Muhammadiyah GKB Gresik, Fony Libriastuti, menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diterima dalam upacara tersebut. “Diterimanya penghargaan ini dalam upacara resmi bersama anggota Polres dan warga berprestasi adalah kehormatan besar bagi anak-anak kami. Ini membuktikan bahwa pembinaan karakter sejak dini memiliki nilai yang luar biasa.” ujar Fony, sapaan akrab, Fony Libriastuti.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Pocil Mugeb merupakan hasil kolaborasi banyak pihak dan berharap momen hari ini menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus menanamkan disiplin dan tanggung jawab. 

Penghargaan itu bukan sekadar simbol kemenangan lomba. Ia menjadi cerita tentang anak-anak yang belajar nilai disiplin dan tanggung jawab di ruang yang sama dengan para aparat dan warga berprestasi. Dari halaman Polres Gresik, Pocil Mugeb pulang membawa piala, pengalaman, dan kenangan tentang hari ketika langkah kecil mereka dihargai dalam upacara penuh kehormatan.

Sementara itu, Kallea Almaira Farisha mengaku berdiri di tengah upacara kehormatan bersama delegasi Pocil Polsek lain pada hari ini menjadi pengalaman yang membekas. “Saya bangga dan terharu bisa menerima penghargaan mewakili teman-teman Pocil Mugeb. Ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk semua teman Pocil Mugeb yang sudah berlatih bersama,” tutur Kallea.

Ia menyampaikan bahwa kekompakan dan disiplin adalah kunci utama hingga akhirnya mereka bisa berdiri di tengah upacara penghargaan hari ini. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Kerja Keras dan Kedisiplinan Pocil Mugeb Berbuah Penghargaan dari Polres Gresik Selengkapnya

PWI Gresik Gelar Pelatihan Publik Speaking dan Lomba Voice Over untuk Pelajar SMA se-Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Ratusan pelajar SMA sederajat mengikuti Pelatihan Public Speaking dan Lomba Voice Over di Aula Ainul Yaqin Kantor Dinas Pendidikan Gresik pada Rabu, 7 Januari 2026.  Antusiasme peserta pelatihan sehari itu dihelat oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik dan PT Freeport Indonesia (PTFI) sangat tinggi. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiyono mengatakan, pelatihan dan lomba digelar dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI 2026. “Lomba ini sengaja digelar juga karena kami melihat potensi pelajar di Gresik sangat bagus dalam publik speaking sehingga PWI Gresik mendukung potensi itu,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mengeksplorasi potensi yang dimiliki dalam diri pelajar, sehingga dapat dikembangkan di kemudian hari secara pribadi maupun secara kelembagaan atau sekolah. “Pelatihan dan lomba ini diharapkan bisa mendapatkan manfaat, karena kita ingin mengedukasi. Karena fungsi pers tak hanya soal berita, tapi juga soal edukasi,” tegasnya.

Plt Dinas Kominfo Gresik Johar Gunawan mengapresiasi pelatihan dan lomba yang diinisiasi oleh PWI Gresik itu. “Kegiatan yang bagus ini diharapkan ada tindak lanjutnya, agar ada progress dan kita semua bisa memantaunya,” jelasnya.

Ia juga mendorong adanya ekstrakulikuler di sekolah di bidang public speaking atau pelatihan conten creator. “Bisa memanfaatkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), di tingkat kabupaten bisa mendidik seperti tingkat SMP. Dan untuk pematerinya bisa diisi oleh PWI Gresik,” ungkapnya.

Dengan adanya pelatihan public speaking dan lomba voice over ini, pihaknya berharap ada kegiatan lanjutan dari PWI Gresik dengan dinas terkait untuk menggelar pelatihan-pelatihan lainnya dalam hal mendidik pelajar. “Nanti bisa komunikasi dengan Dispendik atau Cabang Dinas seperti menggelar pelatihan jurnalistik, sehingga potensi-potensi bisa dimanfaatkan oleh pelajar dan juga pihak sekolah,” tandasnya.

Pelatihan ini dimentori oleh Dr. Herma Retno Prabayanti, seorang ahli public speaking yang telah memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam melatih public speaking, mantan jurnalis dan sekarang merupakan salah satu dosen di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan teknik-teknik berbicara di depan publik, termasuk bagaimana mengatasi rasa takut, mengatur suara, dan membuat presentasi yang efektif. (yad)

PWI Gresik Gelar Pelatihan Publik Speaking dan Lomba Voice Over untuk Pelajar SMA se-Kabupaten Gresik Selengkapnya

718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 718 mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya melakukan program Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-7 di Kabupaten Gresik. 

Program KKN-BBK UNAIR 2026 mengusung tema Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama hampir satu bulan, mulai 6 Januari hingga 2 Februari 2026, di empat kecamatan, yakni Bungah, Sidayu, Kebomas, dan Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap program KKN-BBK mampu mendorong kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial mahasiswa di tengah masyarakat. “Kami berharap program-program KKN-BBK selaras dengan isu strategis dan prioritas pembangunan Kabupaten Gresik tahun 2026, sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 6 Januari 2026

Sementara itu, Ketua Badan Penjamin Mutu Universitas Airlangga Surabaya Nurul Barizah, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik yang secara konsisten memberikan ruang bagi UNAIR untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kami optimistis mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Gresik,” ungkapnya.

Nurul Barizah juga berpesan kepada seluruh peserta KKN-BBK agar memanfaatkan waktu pengabdian dengan sebaik-baiknya, menghormati norma dan nilai masyarakat setempat, serta menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater. “Tiga hal utama yang perlu dipegang mahasiswa adalah belajar dan berbaur dengan masyarakat, berkontribusi secara aktif, serta menaati seluruh aturan dan norma yang berlaku,” pungkasnya. (yad)

718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengambil sumpah dan melantik 55 kepala sekolah serta 21 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Januari 2026.

Puluha kepala sekolah yang dilantik, terdiri dari 53 kepala Sekolah Dasar (SD) dan 2 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan kepala sekolah ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025, yang menggantikan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Penerapan regulasi tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang terjadi di sejumlah satuan pendidikan. Kondisi kekosongan kepala sekolah ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga diperlukan percepatan pengisian jabatan melalui mekanisme berbasis merit.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa seluruh kepala sekolah dan pejabat fungsional yang dilantik telah melalui proses seleksi yang komprehensif, mulai dari manajemen talenta, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak. Selain itu, aspek jarak tempat tinggal dengan lokasi kerja juga menjadi pertimbangan dalam penempatan.

“Panjenengan semua terpilih sesuai dengan hasil manajemen talenta dan nilai uji kompetensi yang sudah memenuhi syarat. Tapi saya juga melihat latar belakang pendidikan serta jarak rumah dengan tempat tugas. Kami tidak ingin jarak penempatan menjadi alasan menurunnya integritas dan kinerja,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Ia berpesan agar mengelola sekolah secara profesional dan akuntabel, baik dalam pengelolaan administrasi maupun pengelolaan anggaran pendidikan, seperti bantuan operasional sekolah daerah maupun nasional (BOSDAdan BOSNAS). Selain itu, juga mengistruksikan membangun kerja sama yang solid antara kepala sekolah dan para guru guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Titip sekolah ini menjadi sekolah ramah anak. Tidak ada bullying, tidak ada radikalisme. Mudah-mudahan Bapak-Ibu menjadi guru yang terus dicintai oleh murid-muridnya,” pesan Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak lima peserta dari Pulau Bawean turut dilantik secara daring sebagai bentuk pemerataan pelayanan serta efisiensi pelaksanaan pemerintahan.

Sebagai penutup, Bupati Yani menyampaikan bahwa kepala sekolah yang telah menjabat selama dua periode atau kurang lebih delapan tahun akan segera didorong untuk mengikuti uji sertifikasi pengawas. Kebijakan ini bertujuan untuk membuka ruang regenerasi dan pengembangan karier di bidang pendidikan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme Selengkapnya

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag

GRESIK,1minute.id – Menjelang akhir tahun 2025, civitas UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik mendapatkan kado istimewa dari Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. Mohammad Salim dinobatkan sebagai Juara Pertama Kepala Sekolah Imlementator Pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025. 

Salim berhak mendapatkan Anugerah PAIS LOVE 2025. Penganugerahan akan diserahkan pada Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama 2026 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Jalan Raya Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 3 Januari 2026 mendatang. 

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja cerdas Guru PAI Spenda yang luar biasa,  Ustad Bambang Sujianto, Ustad Humaidi dan Bu Ning Choiriyah dengan konsisten dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kegiatan PAI dan tanpa lelah membuat inovasi terbaik untuk murid kami dan saya selaku kepala Sekolah mengapresiasinya,” kata Salim melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 30 Desember 2025.

UPT SMP Negeri 2 Gresik, satu-satunya lembaga pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Juara kedua, diraih Sholahiyah dari Kepala SMP Alkarimi, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun dan juara tiga yakni Moh Ghozali, Kepala UPT SDN 296 Gresik.

Menurut Salim, ada beberapa penilaian program pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAIS) yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Gresik. “Spenda terpilih menjadi Terbaik Program sekolah berbasis Agama,” kata Salim.

Ada sepuluh program berbasis PAIS yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dibawah Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik selama 2025. Salim menyebutkan, 

Pengajaran Al-Quran, TBTQ (Tuntas Baca, Tulis Quran) Kelas Tahfid adalah Literasi Al Quran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran ;  Pelajaran Fiqih Nisa’: Keputrian.  Program ini mengajarkan siswa tentang hukum-hukum Islam, seperti ibadah, muamalah, dan akhlak ; Pelajaran Akhlak: Program ini mengajarkan siswa tentang akhlak yang baik, seperti sopan santun, kejujuran, dan empati.

Berikutnya, Kegiatan Keagamaan :  Program ini meliputi kegiatan seperti salat berjamaah, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya ; Pembinaan Karakter: Program ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang beriman, berakhlak mulia, dan berwawasan luas ; Pengembangan Spiritual: Program ini mengajarkan siswa tentang pentingnya spiritualitas dan bagaimana meningkatkan kualitas spiritual.

Selanjutnya, Kegiatan Sosial: Program ini meliputi kegiatan seperti bakti sosial, pengumpulan dana untuk kegiatan keagamaan, dan lain-lain ; Pembinaan Guru : Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar pendidikan agama Islam ; Pengembangan Kurikulum*: Program ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam yang lebih efektif dan relevan dan Evaluasi dan Monitoring: Program ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi kualitas pendidikan agama Islam di sekolah.

Selain sepuluh program tersebut, Spendagres juga melakukan kegiatan penunjang, antara lain, Salat Dhuha, Duhur berjamaah ;  Pengajian rutin ; Kegiatan bakti sosial dan santunan; Lomba-lomba keagamaan dan  Seminar keagamaan. Kemudian, kegiatan outbound keagamaan Brus ( Bimbingan Remaja Usia Sekolah) kerjasama dengan KUA (Kantor Urusan Agama).Gresik ; Hotmil dan tadarus jam ke Nol ; Duta Keberagaman Pembinaan Kerukunan kerjasama dengan FTK Gresik ; Kantin Halal Binaan Kemenag ; Love Romadhon dan Jumat Religi berbagi dan Peduli. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag Selengkapnya

4 Siswa MTs Tarbiyatul Wathon, Campurejo Boyong 4 Medali di Ajang IISRO 2025, Kompetisi Robotik Internasional

GRESIK,1minute.id – International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang berakhir pada Rabu, 24 Desember 2025. Sebanyak empat siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Wathon, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik berhasil merebut empat medali di ajang kompetisi internasional robot terbesar untuk siswa muslim ini. 

Empat siswa yang menorehkan tinta emas bagi dunia pendidikan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu, yakni, Muhammad Rabi Fawaid, Kelas VIII A meraih The Second Place of Maze Transporter Katagori Robot Transporter Senior ; Muhammad Fatihul Fajril Irham (Kelas VIII A) meraih The second place of Sumo RC 1 Kg ; Hishan Fatihuddin Fawwas Arrahman (Kelas VIII B) meraih The Second Place of Maze Transporter dan Muhammad Uffair Nayaka Untara (Kelas VII A) meraih The Third place of Sumo RC 1 Kg. Mereka tergabung dalam robotika sekolah.

Bagaimana perasaan mereka karena mengharumkan nama sekolah dan pendidikan di Kabupaten Gresik ? “Saya merasa terharu bisa ikut lomba Robot tingkat international, karena selama ini saya ingin masuk ekstrakurikuler robotik di MTs Tarbiyatul Wathon, hal itu yang mendorong saya harus masuk di Lembaga MTs. Tarbiyatul Wathon,” kata Hishan Fatihuddin Fawwas Arrahman, programer Transporter di tim Robotik MTs Tarbiyatul Wathon, Campurejo, Panceng itu. 

Muhammad Fatihul Fajril Irham, mengaku masih belum percaya bisa meraih prestasi di ajang robotika internasional ini. Sebab, Fajril mengaku  baru belajar robotika semenjak September sampai November 2025. Kecerdasan dan ketekunan siswa kelas VIII itu akhirnya ditunjuk untuk mewakili teman-temannya ikut ajang IISRO di Semarang pada Desember 2025. “Hati dan perasaan saya masih tidak percaya kalau saya bisa jadi juara Robotika,” kata Fajril. 

Kompetisi robot tahunan yang diikuti ribuan siswa mulai jenjang Sekolah Dasar dan Madrasah Tsanawiyah (SD dan MTs) sederajat yang diselenggarakan International Muslim Association for Robotics atau Asosiasi Muslim Internasional untuk Robotika (IMARO), sebagai persiapan sekolah Islam untuk berpartisipasi dalam kompetisi robotika dunia. Kompetisi berlangsung selama 3 hari, 22-24 Desember 2025. Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Jawa Tengah. 

Kepala Mts Tarbiyatul Wathon, Campurejo, Emy Fitriyatun Nisa’ mengucapkan rasa syukur. “Syukur Alhamdulillah, Prestasi di tingkat International yang diraih anak-anak Robotik sangat menggembirakan dan kebanggaan bagi seluruh civitas MTs. Tarbiyatul Wathon, kami berharap prestasi tim robotic dapat di tiru oleh teman temanya demi mengharumkan nama MTs. Tarbiyatul Wathon,” kata Emy Fitriyatun Nisa’. 

Sementara itu, Waka Kesiswaan Alfi mengaku bangga prestasi yang diraih tim robotic sekolah. “Kami sangat bangga dan terharu yang notabenya anak-anak kami dari pinggiran desa dengan pencapaian di kanca internasional ini, selain itu kita bisa membuktikan bahwa madrasah mampu bersaing dan berinovasi di Tengah perkembangan zaman. Ajang ini bukan sekedar lomba, tapi juga buat pengalaman belajar anak kami dan untuk memotivasi siswa-siswi yang lain,” ujarnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

4 Siswa MTs Tarbiyatul Wathon, Campurejo Boyong 4 Medali di Ajang IISRO 2025, Kompetisi Robotik Internasional Selengkapnya