Pemkab Gresik Perkuat Sekolah Rakyat, Biayai Bimbel Ruangguru hingga Guru Ngaji dari APBD

GRESIK,1minute.id – Fasilitas Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Gresik semakin komplit. Tak hanya akses pendidikan formal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan dukungan bimbingan belajar bersama Ruangguru dan pendampingan mengaji yang dibiayai melalui APBD.

Dukungan tersebut merupakan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif, dalam memperluas kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik, Ummi Khoiroh, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat sebagai upaya penanggulangan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan kolaborasi pusat dan daerah.

“Pemkab Gresik sangat mendukung program luar biasa dari Presiden Prabowo, yaitu Sekolah Rakyat. Kami berharap keberadaannya dapat diterima luas karena ini salah satu upaya pemberantasan kemiskinan melalui jalur pendidikan,” ujar Ummi di Kantor Dinsos Gresik, Jumat, 9 Oktober 2026.

Siapkan Siswa Hadapi TKA dan SNBT

Salah satu dukungan diwujudkan melalui program Smart School bersama Ruangguru. Saat ini diikuti 75 siswa kelas XI untuk persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan penguatan akademik sebagai bekal melanjutkan pendidikan.

Siswa mengikuti sesi pembelajaran 90 menit bersama master teacher Ruangguru. Setiap sesi dilengkapi pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman.

Jadwal belajar setiap Selasa dan Rabu pukul 19.00-20.30 WIB serta Jumat pukul 10.00-11.30 WIB.

Selain itu, siswa memperoleh akses premium Ruang Belajar jenjang SMA dan materi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Fasilitasnya meliputi video pembelajaran, latihan soal beserta pembahasan, serta fitur ADAPTO.

Siswa juga mendapat akses tes minat dan bakat premium untuk mengenali potensi diri, minat terhadap mata pelajaran dalam Kurikulum Merdeka, serta pilihan program studi di perguruan tinggi.

Saat ini pendampingan masih untuk kelas XI. Ke depan, Pemkab mengupayakan perluasan ke kelas XII agar persiapan lebih terarah.

Ngaji 5 Kali Sepekan Dibiayai APBD

Dukungan Pemkab juga mencakup pendampingan keagamaan bagi seluruh siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Kegiatan mengaji dilaksanakan lima kali sepekan dengan dukungan guru mengaji, pengajar tahfiz Al-Qur’an, dan imam masjid. Pembiayaannya bersumber dari APBD Gresik. Dinsos juga menyediakan khatib salat Jumat yang kompeten.

Ummi menambahkan, komitmen Pemkab juga diwujudkan melalui penyediaan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Raci Tengah. Pemkab melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjangkau calon siswa dari keluarga desil 1 dan 2 melalui kunjungan door to door.

Tiga Bidang Pendidikan

Kepala Sekolah Rakyat Gresik, Rangga Pratama, mengatakan program pendidikan mencakup tiga bidang utama, yakni akademik, kesiswaan, dan keasramaan. Selain belajar bersama Ruangguru, siswa juga mengikuti ekstrakurikuler untuk pembinaan prestasi.

“Program bersama Ruangguru ini diinisiasi Pemkab Gresik untuk meningkatkan kompetensi siswa, mempersiapkan TKA, serta mendukung mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Kami harap potensi anak dapat dipetakan sejak dini,” ungkap Rangga.

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gresik dibangun dengan anggaran sekitar Rp 250 miliar. Tahun ajaran 2026/2027 menerima 270 siswa baru, terdiri 90 siswa SD, 90 SMP, dan 90 SMA. Total 405 siswa, termasuk 75 siswa lama dan 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan. Untuk jenjang SMA, pembelajaran saat ini baru untuk kelas X dan XI. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Perkuat Sekolah Rakyat, Biayai Bimbel Ruangguru hingga Guru Ngaji dari APBD Selengkapnya

Yuuuk Pulang Kampung, Reuni SMAN Gresik 79-80-81 Penuh Kehangatan dan Nostalgia

GRESIK, 1minute.id – Suasana penuh kebersamaan dan nostalgia mewarnai reuni temu kangen alumni SMAN Gresik angkatan 79-80-81 yang digelar Sabtu pagi, 3 Oktober 2026.

Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Jalan Kalimantan GKB, Gresik ini menjadi momen spesial bagi para peserta untuk menjalin tali silaturahmi setelah lebih dari empat dekade berpisah. 

Selain menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat persaudaraan antar alumni serta mengenang masa-masa saat bersekolah di SMAN Klorak, sebutan sekolah saat itu karena lingkungan sekolah masih berpagar tanaman klorak.

Dengan mengangkat tema “Yuuuk Pulang Kampung”, acara berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, apalagi saat guest star Farhan tampil energik, acara semakin meriah.

Hudi Soeyanto dalam sambutannya menyampaikan, terselenggaranya reuni ini adalah hasil kolaborasi dan kekompakan seluruh alumni yang tergabung dalam jejaring alumni 79-80-81. Dukungan moril dan materiil dari para alumni membuat acara bisa terselenggara dengan sukses dan meriah.

“Tingkat kehadiran alumni yang mencapai 85 persen membuktikan bahwa semangat silaturahmi dan kebersamaan di antara alumni masih sangat kuat,” ujar alumni 1979 ini.

Udik Soetarto, salah satu panitia mengaku, reuni ini menjadi ajang untuk mengenang masa-masa indah saat masih berseragam putih coklat khaki, sekaligus mempererat hubungan antar alumni serta memberikan penghormatan kepada para guru yang telah berjasa membimbing hingga menjadi pribadi yang sukses.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh guru atas kesabaran, ketekunan dan dedikasi dalam mendidik kami hingga seperti ini,” kata Udik didampingi Humas Ari Wahjoedi yang alumni 1981.

Sementara itu salah satu guru yang hadir, Halimatus Sa’diyah menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para alumni yang mampu menyelenggarakan acara dengan penuh kekeluargaan dan nuansa kebersamaan.

“Melihat semangat dan solidaritas alumni, sungguh membanggakan. Apalagi kepedulian mereka terhadap almamater dan guru, menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur yang kami tanamkan dahulu masih melekat kuat,” ungkap Bu Halimah, sapaan akrabnya. 

Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menginspirasi angkatan lainnya untuk terus menjaga silaturahmi dan rasa cinta terhadap almamater serta para guru.

Aunur Rofiq, selaku penasihat panitia menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh alumni yang telah hadir. Ia juga menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada para guru.

“Setelah empat dekade, akhirnya kita bisa berkumpul kembali. Ini bukan hanya reuni biasa, tapi juga ajang penghargaan atas jasa guru-guru kita tercinta,” pungkas Cak Nung, panggilan akrabnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Yuuuk Pulang Kampung, Reuni SMAN Gresik 79-80-81 Penuh Kehangatan dan Nostalgia Selengkapnya

Bupati Gresik Perkuat Pola Asuh Sekolah Rakyat, Dorong Kedisiplinan dan Pemberdayaan Keluarga

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong penguatan pola pengasuhan dan pendampingan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu.

Hal tersebut disampaikan saat membuka diskusi pembinaan dan penguatan kelembagaan bersama jajaran pengelola SRT 1 Gresik pada Selasa, 29 September 2026.

Diskusi tersebut membahas sejumlah aspek penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari penguatan pendidikan, pola pengasuhan, pendampingan peserta didik, hingga pemberdayaan keluarga. 

Bupati yang akrab disapa Gus Yani mengatakan, keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, tidak hanya sekolah, tetapi juga wali asuh, pengasuh asrama, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta keluarga peserta didik.

“Alhamdulillah kita bisa bertemu dalam rangka koordinasi segala urusan yang ada di Sekolah Rakyat, khususnya yang ada di Gresik. Kita diskusikan terkait manajemen, problem, dan persoalannya untuk kita carikan solusi segera agar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Yani.

Menurutnya,  proses adaptasi peserta didik terhadap lingkungan sekolah dan kehidupan berasrama membutuhkan pendekatan yang tepat karena setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan pendampingan berbeda.

“Kita upayakan bisa kembali dengan berbagai pendekatan. Kita coba pendekatan segera dan tetap menentukan batas waktu,” imbuh Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Selain pendidikan, Gus Yani  menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kedisiplinan melalui kebiasaan sehari-hari.  “Kedisiplinan yang bagus itu dimulai dari hal-hal sepele, seperti waktu makan, kerajinan dalam menjaga barangnya, dan kebiasaan sehari-hari. Pola asuh juga bisa disesuaikan, agar ada kedisiplinan yang baik,” ungkapnya. 

Ia meminta seluruh unsur pendamping memastikan lingkungan Sekolah Rakyat tetap aman,  nyaman dan mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik, Ummi Khoiroh menjelaskan, Sekolah Rakyat mengedepankan konsep kesetaraan dan pemberdayaan secara menyeluruh.

“Konsep Sekolah Rakyat ini adalah kesetaraan. Anak-anak kita sekolahkan, rumahnya kita berdayakan, dan orang tuanya juga kita berdayakan. Jadi, pendampingannya tidak hanya kepada anak, tetapi juga kepada keluarganya,” ujarnya.

Pendampingan dilakukan terpadu dengan melibatkan guru, pengasuh asrama, wali asuh, serta pendamping PKH. Pendampingan tidak berhenti pada peserta didik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan keluarga.

Dalam diskusi, pengelola asrama juga menyampaikan masukan terkait penguatan sumber daya pendamping, layanan kesehatan, serta sarana transportasi untuk peserta didik.

Di sisi lain, Pemkab Gresik mendorong pemberdayaan keluarga peserta didik melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pendamping PKH dapat mengusulkan keluarga peserta didik yang memenuhi kriteria untuk mendapat dukungan tersebut.

“Teman-teman pendamping PKH bisa mengusulkan dan merekomendasikan penerima RTLH dari keluarga siswa yang memang layak mendapatkan. Ini membuktikan Sekolah Rakyat juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Gus Yani. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Perkuat Pola Asuh Sekolah Rakyat, Dorong Kedisiplinan dan Pemberdayaan Keluarga Selengkapnya

Dikukuhkan Bupati, 11 Unsur di Dewan Pendidikan Gresik Siap Perkuat Mutu Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengukuhkan pengurus Dewan Pendidikan Gresik di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Senin, 28 September 2026.

Di bawah kepemimpinan Sururi sebagai ketua, dewan diisi 11 orang dari latar belakang beragam – mulai dari organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, PGRI, pengawas sekolah, dunia usaha dan industri, hingga tokoh perempuan. Keberagaman ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi dan menyerap aspirasi pendidikan.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menegaskan, tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks sehingga pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

“Dewan Pendidikan ini menjadi bagian penting dalam upaya kita meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik. Kita ingin guru-guru semakin berkualitas, begitu juga dengan anak-anak kita,” kata Gus Yani.

Ia menekankan, peningkatan mutu harus menyentuh akademik sekaligus pembentukan karakter. Anak-anak Gresik ditargetkan unggul dalam bahasa asing dan matematika tanpa tercerabut dari akar budaya.

“Gresik ini kota santri. Karena itu harus kokoh spiritualnya, tetapi juga tetap jago matematika, jago bahasa. Ini menjadi tantangan dan pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.

Ia berharap Dewan Pendidikan dapat menjadi mitra pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan (Dispendik) dalam membahas berbagai persoalan pendidikan. Komposisi anggota yang berasal dari sejumlah unsur dinilai dapat memperkaya sudut pandang dalam merumuskan solusi.

“Ini PR Dewan Pendidikan yang bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, DPRD dan berbagai pihak. Kita perlu duduk bersama untuk melihat apa yang paling dibutuhkan pendidikan Gresik,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Gus Yani berharap dewan menjadi mitra strategis Pemkab, Dinas Pendidikan, dan DPRD untuk merumuskan solusi. Salah satu fokusnya adalah memastikan tidak ada anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal melalui program Jaketku (Kejar Paketku).

Di tengah efisiensi fiskal Transfer ke Daerah (TKD), Pemkab Gresik memastikan program prioritas pendidikan tetap berjalan. Bantuan Operasional Daerah (BOSDA) dan insentif guru PAUD hingga TK diupayakan terjaga sampai 2027.

“Di tengah efisiensi, kita harus menentukan mana yang benar-benar super prioritas. Belanja yang bisa dikurangi kita kurangi, sehingga anggaran tetap bisa diarahkan ke hal-hal prioritas, termasuk pendidikan,” kata alumnus Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan dukungan sarana prasarana, baik untuk sekolah negeri yang ditopang APBD maupun sekolah swasta melalui pengelolaan hibah yang terukur dan transparan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Gresik Sururi menyatakan siap menjalankan amanah dengan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya.

“Keberagaman ini menjadi modal bagi kami untuk menampung aspirasi dan mencari solusi pendidikan,” kata Sururi.

Menurutnya, dialog tidak harus selalu formal. Ruang diskusi yang cair diyakini bisa melahirkan gagasan baru untuk kemajuan pendidikan Gresik.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter di tengah perkembangan teknologi. Sekolah, kata dia, tidak hanya menjadi ruang pengetahuan, tetapi juga tempat membangun kemampuan sosial, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.

Susunan Dewan Pendidikan Kabupaten Gresik 2026-2031:

Ketua: Sururi; Sekretaris: Saiful Kirom; Bendahara: A. Syifaul Qulub; Anggota: Mabrur Ajmain, Noor Amiruddin, Sutrisno, Sujiati, Fauzi, Nur Cholis, Suhartini, dan M. Arfan Muammar. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Dikukuhkan Bupati, 11 Unsur di Dewan Pendidikan Gresik Siap Perkuat Mutu Pendidikan Selengkapnya

Komitmen Rp1,77 Miliar hingga 2030, 17 Mahasiswa Gresik Terima Beasiswa BESTRO Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Gresik melalui program Beasiswa Petrokimia Gresik (BESTRO) jenjang S1/D4. 

Tahun ini, sebanyak 17 mahasiswa berprestasi terpilih sebagai penerima BESTRO setelah melalui proses seleksi yang semakin komprehensif.

Penandatanganan surat perjanjian BESTRO S1/D4 tahun penerimaan 2026 dilaksanakan di Gedung Diklat Petrokimia Gresik pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan dihadiri para penerima beasiswa beserta orang tua.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus mempersiapkan generasi unggul masa depan. Melalui BESTRO, Petrokimia Gresik tidak hanya memberikan dukungan biaya pendidikan, tetapi juga mendorong pengembangan generasi muda yang kompeten, berkarakter dan memiliki daya juang.

“BESTRO merupakan bagian dari komitmen Petrokimia Gresik untuk memperluas kesempatan generasi muda Gresik dalam mengenyam pendidikan tinggi. Kesempatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, ketangguhan, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Daconi.

Melalui program BESTRO, Petrokimia Gresik memberikan dukungan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku bulanan, serta program pengembangan soft skill. Untuk penerimaan tahun 2026, total komitmen bantuan BESTRO hingga para penerima menyelesaikan pendidikan pada 2030 mencapai Rp1,77 miliar atau Rp1.774.350.000.

Daconi menambahkan, tantangan generasi muda semakin kompleks sehingga pendidikan perlu diiringi dengan penguatan karakter dan kompetensi. Karena itu, seleksi BESTRO 2026 dilakukan secara lebih komprehensif melalui penyempurnaan persyaratan administrasi dan sistem pembobotan, serta pelibatan institusi kredibel dan independen dalam asesmen psikologi.

“Beasiswa ini diharapkan benar-benar menjadi jembatan bagi generasi muda Gresik untuk meraih masa depan yang lebih baik. Manfaatnya diharapkan tidak berhenti pada penerima beasiswa, tetapi juga dapat dirasakan oleh keluarga, masyarakat, bahkan bangsa,” jelasnya.

Hingga 2026, total penerima BESTRO S1/D4 telah mencapai 214 mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 152 penerima telah menyelesaikan pendidikan, meraih gelar sarjana, dan mulai meniti karier maupun berkarya di tengah masyarakat.

Menurut Daconi, keberlanjutan BESTRO menjadi bagian dari investasi jangka panjang Petrokimia Gresik dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat sekitar perusahaan.

“Para penerima BESTRO diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk terus meningkatkan prestasi, menjaga integritas, dan mengembangkan kemampuan agar nantinya mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu penerima BESTRO S1 tahun 2026, Syela Priscilla Krisdiansih, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengaku antusias karena program tersebut tidak hanya memberikan dukungan biaya pendidikan, tetapi juga membekali penerima dengan program pengembangan soft skill.

“Beasiswa ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan membuktikan diri melalui berbagai prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Kami berharap Petrokimia Gresik semakin maju sehingga semakin banyak generasi muda yang mendapatkan manfaat dari BESTRO pada tahun-tahun mendatang,” ujar Syela. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Komitmen Rp1,77 Miliar hingga 2030, 17 Mahasiswa Gresik Terima Beasiswa BESTRO Petrokimia Gresik Selengkapnya

“Kesiapsiagaan Itu Keren”, BPBD Gresik Ajari Siswa Spenda Gresik Hadapi Bencana

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) mengikuti penyuluhan Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Alam pada Senin, 14 September 2026. 

Pematerinya, FX Driatmiko Herlambang, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Seluruh civitas akademika, mulai guru dan sisw kelas VII sampai kelas IX terlihat antusias mengikuti pembelajaran tentang Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Alam untuk Siswa yang dipusatkan di halaman sekolah di Jalan KH Kholil Gresik ini.

Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik rawan bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi ada bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca, air atau iklim ekstrem seperti curah hujan tinggi, banjir dan angin puting beliung. Bencana alam seperti gempa bumi, kali terakhir terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024. Gempa magnitudo hingga 6,5 mengguncang wilayah Tuban-Pulau Bawean.

FX Driatmiko Herlambang mengatakan, Kabupaten Gresik dan Jawa Timur tergolong rawan bencana seperti gempa bumi, banjir dan rob, angin puting beliung , kebakaran dan tsunami. Mitigasi bencana sangat penting dilakukan. 

Ada tiga tahapan yang dijelentrehkan oleh Miko, panggilan akrab, F.X Driatmiko Herlambang, tanggap bencana ini. Pertama, sebelum bencana yakni kenali bahaya seperti jalur evakuasi di sekolah atau rumah, titik kumpul aman seperti lapangan, jauh dari gedung dan pohon. Kemudian, siapkan tas siaga bencana di sekolah & rumah.

“Isinya: Air mineral, makanan ringan, obat pribadi, senter, peluit, masker, jas hujan, powerbank, fotokopi KTP/KK, uang tunai,” katanya. Berikutnya, latihan seperti simulasi gempa, evakuasi kebakaran dan Hafalkan nomor penting yakni 112, 119, 110.

Saat terjadi bencana atau tanggap, katanya, tetap tenang, lindungi diri dan cari tempat aman. Ia mencontohkan bencana gempa : jongkok, berlindung di bawah meja dan pegang kaki meja. Bencana banjir : naik ke tempat tinggi, matikan arus listrik dan jangan lewat jembatan. Bagaimana dengan bencana kebakaran: Merangkak, tutup hidung pakai kain basah ; cari jalur evakuasi, jangan pakai lift dan kumpul di titik kumpul.

Tahapan sesudah bencana yakni pemulihan. Apa yang harus dilakukan. Pertama, Cek diri sendiri dan teman. Apakah ada yang luka? ; Jangan langsung pulang. Tunggu informasi resmi dari BPBD/Guru ; Waspada bahaya susulan* – Gempa susulan, kabel listrik putus,  bangunan roboh, berikutnya bantu sesuai kemampuan. “Bisa jadi relawan kecil: bagi air, hibur teman,” ujarnya. 

Pada kesempatan itu, Miko memberikan apresiasi kepada sekolah karena berinisiatif membentengi diri dengan ilmu pengetahuan bencana ini modal dasar untuk usaha awal dalam menghadapi bencana yang kita tidak tau kapan itu terjadi. “Ilmu yang diterima hari ini hendaknya disampaikan pada keluarga dirumah, tetangga maupun teman agar bermanfaat untuk sesama,” ujarnya. 

Mengapa? Sebab, kita tidak  bisa cegah bencana, tapi kita bisa cegah jadi korban.  

“Kesiapsiagaan itu keren,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, ilmu tentang siaga bencana diajarkan kepada siswa Spenda sangat berguna untuk anak-anak dan keluarga mereka yang nantinya akan menjadi bagian dari ikhtiar jika terjadi bencana. “terima kasih BPBD Gresik yang telah merespon cepat kebutuhan sekokah ditengah maraknya isu bencana gempa, sunami dan gunung meletus akhir akhir ini,” kata Salim (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

“Kesiapsiagaan Itu Keren”, BPBD Gresik Ajari Siswa Spenda Gresik Hadapi Bencana Selengkapnya

Wabup Gresik Lepas Tim Robotik Bawah Air, Siti Busyro UMG, Finalis Kontes Kapal Indonesia Nasional ke Bengkalis, Riau

GRESIK,1minute.id – Tim Siti Busyro, Finalis Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berangkat menuju Bengkalis, Riau pada Kamis, 10 September 2026. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melepas Tim Siti Busyro dari Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan, Fakultas Teknik UMG ini dari kantor Bupati Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

KKI Nasional ke-12 ini  diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dit Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek)

Wabup Asluchul Alif mengapresiasi Tim Siti Busyro UMG yang berhasil menembus babak final Kontes Kapal Indonesia. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa kualitas pemuda dan iklim akademis di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mampu bersaing di kancah nasional, khususnya dalam penguasaan teknologi maritim dan robotika bawah air. 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya berharap prestasi ini dapat menjadi pemantik motivasi bagi generasi muda lainnya di Gresik untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama daerah,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Wabup Alif berpesan kepada Tim Siti Busyro untuk selalu menjaga kekompakan tim dan saling mendukung satu sama lain di sepanjang jalannya kompetisi. Menurutnya, harmoni dan soliditas antar anggota adalah kunci utama dalam menghadapi tekanan kompetisi tingkat nasional. 

“Keberhasilan menembus babak final ini memiliki nilai tersendiri buat adik-adik karena nantinya akan bersaing langsung dengan jajaran universitas bonafit dan ternama di Indonesia. Saya berharap agar seluruh anggota tim tetap semangat, tidak merasa minder, dan selalu menjaga fokus demi membawa pulang hasil terbaik,” tuturnya.

“Selain itu, jaga sportifitas karena kalian membawa nama almamater Universitas Muhammadiyah Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik di kancah Nasional,” Ia melanjutkan.

Di tempat sama, Rektor UMG Khoirul Anwar mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Dikatakan pelepasan ini menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap inovasi teknologi maritim oleh generasi muda Gresik. Selain itu, mendorong untuk menjadi program unggulan dalam produk salah satunya robotik bawah air yang saat ini akan mengikuti kontes di Kabupaten Bengkalis Riau. 

“Tim Siti Busyro akan bertanding pada kategori Remotely Operated Vehicle (ROV). ROV ini merupakan teknologi bagaimana kapal bisa menyelam dengan keseimbangan dan kembali ke permukaan,” terangnya. 

Pihaknya menambahkan, kompetitor dalam babak final nanti dinilai cukup berat. Hal itu karena di antara para finalis itu ada kompetitor dari 18 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 5 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). PTN di antaranya, Institut Teknologi 10 Nopember  Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

Sedangkan, PTS antara lain, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). “Ini merupakan mailstone penting dalam mewujudkan Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan UM Gresik sebagai pusat pengembangan robotik bawah air,” ungkap Khoirul Anwar.

Tim Siti Busyro UMG berangkat ke ajang nasional ini melalui jalur darat. Rombongan berjumlah 13 orang. Rinciannya, 10 mahasiswa, 2 dosen pendamping dan 1 orang tua mahasiswa Politeknik Bengkalis asal Surabaya. Mereka naik mobil niaga serta kendaraan angkutan serba guna Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. 

Turut menyaksikan pemberangkatan anak-anak muda ke Bengkalis, Riau yakni Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik Awang Djohan Bachtiar, Kepada Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan selaku Ketua Tim Hadi Suroso, Dekan Fakultas Teknik UMG Misbah serta Tim ROV Siti Busyro UM Gresik.

Koordinator Lapangan (korlap) Yusa Ali mengatakan, perjalanan bakal ditempuh selama 3 hari. ” Mohon doanya semua lancar, selamat dan bisa mengharumkan nama UMG dan Kabupaten Gresik,” kata Yusa Ali yang juga Dosen Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan UMG ini ketika dikonfirmasi wartawan 1minute.id pada Kamis, 10 September 2026. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Lepas Tim Robotik Bawah Air, Siti Busyro UMG, Finalis Kontes Kapal Indonesia Nasional ke Bengkalis, Riau Selengkapnya

Kemenag Gresik Launching UPT SMP Negeri 2 Gresik jadi Duta SRC Gresik di Jawa Timur

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) ditetapkan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik sebagai School Religious Culture (SRC). Sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim ini menjadi sekolah menengah pertama negeri yang menjadi duta di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik menuju tingkat Provinsi Jawa Timur. 

Launching SRC dilakukan oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik M.Ali Faiq di halaman sekolah di Jalan KH. Kholil, Gresik pada Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam launching itu, Kepala Kemenag Gresik didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Islam (PAIS) Ahmad Yahya dan Kasi Pendidikan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Budi Prasetyo.

Peserta launching SRC perwakilan pengurus kelas, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Kelompok Cinta Lingkungan (KCL), Pramuka Garuda, Duta Lingkungan, Duta Literasi, Duta Moderasi, Duta Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Duta Sekolah Ramah Anak (SRA), Duta Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), dan Suporter. Mereka ini yang nantinya  bertugas menjadi motor penggerak program SRC di Spenda.

School Religious Culture (Sekolah Religius Culture/SRC) adalah program pembiasaan nilai-nilai agama yang dijadikan bagian dari kebijakan, kurikulum, dan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Program ini diinisiasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik demi membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia.

Kepala Kemenag Gresik M.Ali Faiq memberikan apresiasi inisiatif UPT SMP Negeri 2 Gresik melaunching SRC. “Saya bangga kepada UPT SMPN 2 Gresik yang berinisiatif melaunching SRC semoga diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam menciptakan sekolah Aman Nyaman dan religius dan semoga sukses mewakili Kabupaten Gresik di Tingkat Jawa Timur,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik menirukan ucapan dari Kepala Kemenag Gresik M.Ali Faiq.

Mohammad Salim mengatakan, SRC ini program yang terbaru dari sekian program sekolah yang penting untuk satu sama lain saling mendukung menciptakan lingkungan belajar yang unggul berdasarkan nilai agama. 

Sementara itu, Ketua OSIS UPT SMP Negeri 2 Gresik Nabila berharap program SRC mampu meningkatkan kualitas dan kesadaran semua murid untuk membiasakan hidup yang agamis di sekolah dan di rumah. 

Launching SRC ini, menambah panjang predikat yang diraih UPT SMP Negeri 2 Gresik. Sekolah yang menempati gedung heritage di Jalan KH Kholil, Gresik ini telah ditetapkan pioner sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (SKRG) ; Sekolah Kantin Halal dari Kemenag ; Sekolah Zero Waste dan Februari 2026 UPT SMP Negeri 2 Gresik meraih predikat sebagai Sekolah Siaga Kependudukan atau SKK Klasifikasi Paripurna Nasional. Capaian itu, UPT SMP Negeri 2 Gresik menjadikannya sekolah pertama di Kabupaten Gresik yang mencapai prestasi tersebut. Pada 17 Agustus 2026, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan penghargaan kepada Mohammad Salim pada momen upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kemenag Gresik Launching UPT SMP Negeri 2 Gresik jadi Duta SRC Gresik di Jawa Timur Selengkapnya

Menjadi Gresik, Membaca Sejarah Kota dari Ingatan Warganya

GRESIK,1minute.id— Lembar-lembar kain menggantung di sepanjang jalan Kampung Kemasan. Di atasnya tersimpan potongan ingatan warga tentang Gresik: cerita tentang kampung, makanan, keluarga, kebiasaan, dan hal-hal kecil yang selama ini hidup dalam keseharian.

Di antara bangunan-bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun lalu, lembaran kain itu menjadi semacam arsip terbuka. Pengunjung berjalan menyusuri kampung, membaca cerita, memasuki bangunan lama yang kini diaktivasi menjadi ruang pamer, sekaligus berjumpa dengan warga dan aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya.

Pengalaman itu menjadi salah satu cara Festival Menjadi Gresik mengajak publik membaca kembali sebuah kota. Selama ini, kerap ditemukan dalam arsip, bangunan bersejarah, catatan perdagangan, kisah kerajaan, tokoh-tokoh besar, atau peristiwa politik. Semua itu penting untuk memahami perjalanan sebuah daerah. Namun, ada bagian lain dari sejarah yang tidak selalu tersimpan dalam dokumen resmi. Ia hidup dalam ingatan warga.

Dalam makanan yang dimasak secara turun-temurun. Dalam pakaian yang dikenakan dalam keseharian. Dalam tradisi kampung, cerita keluarga, bahasa, kebiasaan, dan pengetahuan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Gagasan itulah yang menjadi titik berangkat Festival Menjadi Gresik, program yang digagas Yayasan Gang Sebelah dan berlangsung pada 15–30 Agustus 2026 di Kampung Kemasan, Gresik.

Festival ini mencoba menghadirkan cara lain untuk membaca kota, dengan menempatkan pengalaman, ingatan, dan pengetahuan warga sebagai bagian penting dari sumber kebudayaan.

“Menjadi Gresik berangkat dari kegelisahan bahwa sejarah kota sering kali diceritakan melalui narasi besar, sementara pengetahuan yang hidup dalam keseharian warga justru luput dicatat. Padahal, dari dapur, pakaian, makanan, kampung, hingga cerita yang diwariskan antargenerasi, kita bisa melihat bagaimana sebuah masyarakat membentuk identitas kotanya,” ujar Hidayatun Nikmah, Direktur Festival Menjadi Gresik.

Membaca Kota dari Hal-Hal yang Dekat

Menjadi Gresik tidak berangkat dari upaya mencari satu definisi tunggal mengenai Gresik. Sebaliknya, festival ini mencoba membuka berbagai pintu untuk memahami kota melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dapur, pasar, kampung, makanan, pakaian, ruang bersejarah, hingga ingatan personal menjadi medium untuk melihat hubungan antara sejarah, identitas, dan kehidupan sosial.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah gastronomi. Makanan tidak hanya dipahami sebagai hidangan atau produk kuliner, tetapi sebagai pengetahuan yang memiliki hubungan dengan lingkungan, ekonomi, keluarga, sejarah, dan kehidupan sosial masyarakat.

Melalui Seri Gastronomi, Yayasan Gang Sebelah melakukan riset dan dokumentasi terhadap sejumlah makanan khas Gresik, antara lain bandeng keropok, jubung, dan bubur roomo.

Proses tersebut tidak berhenti pada pencatatan resep. Penelusuran dilakukan terhadap bahan baku, teknik pengolahan, cara penyajian, pelaku yang mempertahankan tradisi, hingga cerita dan ingatan yang menyertai perjalanan makanan tersebut.

Hasil riset kemudian dikembangkan dalam berbagai bentuk, termasuk film dokumenter yang mempertemukan pengetahuan para pelaku dengan masyarakat yang mungkin selama ini mengenal makanan tersebut hanya sebagai bagian dari keseharian.

Dengan cara itu, makanan dapat dibaca lebih jauh: sebagai jejak hubungan manusia dengan lingkungan tempat tinggalnya, sebagai penanda perubahan ekonomi, sekaligus sebagai medium yang menyimpan ingatan keluarga dan masyarakat.

Pendekatan serupa digunakan untuk membaca pakaian. Sarung, kebaya, songkok, dan berbagai bentuk busana yang dikenakan masyarakat Gresik tidak hanya diperlakukan sebagai benda atau atribut identitas. Pakaian dibaca melalui hubungan antara tubuh, kebiasaan, ruang sosial, serta perubahan cara masyarakat membangun dan menampilkan identitasnya.

Irfan Akbar, Direktur Program mengaku bahwa Festival ini ditujukan untuk memperkaya narasi tentang ke-Gresik-an, “Kami tidak sedang mencari satu definisi tentang Gresik. Justru kami ingin membuka ruang agar warga dapat menceritakan Gresik dari pengalaman mereka sendiri. Festival ini adalah salah satu cara untuk mempertemukan kembali ingatan yang tersebar itu, mendokumentasikannya, lalu membawanya kembali kepada publik.”

Kampung sebagai Arsip

Kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik menjadi salah satu ruang penting dalam cara festival ini bekerja. Kawasan bersejarah tersebut tidak hanya digunakan sebagai latar penyelenggaraan acara. Jalan-jalan kampung, bangunan lama, rumah warga, hingga ruang-ruang yang sebelumnya kosong ikut menjadi bagian dari pengalaman festival.

Beberapa bangunan tua di sepanjang Kampung Kemasan diaktivasi sebagai ruang pamer dan presentasi. Jalan kampung menjadi ruang berjalan dan membaca. Warga terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk membuka usaha mikro dan kuliner selama festival berlangsung.

Dengan demikian, ruang bersejarah tidak diperlakukan sebagai sesuatu yang beku dan hanya dapat dipandang dari kejauhan. Ia kembali digunakan sekaligus menjadi ruang pertemuan antara masa lalu dan kehidupan hari ini.

Di satu sisi, pengunjung dapat melihat jejak arsitektur dan sejarah kawasan. Di sisi lain, mereka berhadapan dengan cerita-cerita baru, hasil riset, makanan, aktivitas warga, dan berbagai bentuk ekspresi kebudayaan yang sedang berlangsung. Kampung dan gang, dalam konteks ini, tidak hanya menjadi lokasi, namun menjadi arsip yang masih hidup.

Belajar Membaca dari Warga

Festival Menjadi Gresik juga merupakan bagian dari proses yang lebih panjang, melalui Besali Studi Kultural, sebuah ruang belajar kolektif yang mendorong riset berbasis pengalaman, ingatan kolektif, tradisi lisan, dan praktik kehidupan warga.

Melalui proses panggilan terbuka dan kurasi, delapan kelompok dari berbagai latar belakang terpilih untuk melakukan pengamatan, wawancara, dokumentasi, pengarsipan, dan pengembangan pengetahuan kebudayaan.

Kelompok tersebut berasal dari berbagai komunitas dan institusi, antara lain DKV Universitas Internasional Semen Indonesia, CYG Team, Kronika SMAN 1 Gresik, Power Art SMAN 1 Gresik, Gresik Book Party, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Sunan Gresik, dan Niti Narasi.

Selama prosesnya, mereka mendapatkan fasilitasi kelas, pendampingan, hingga kesempatan mempresentasikan hasil riset kepada publik. Beragam objek menjadi pintu masuk penelitian, seperti pakaian adat, percampuran budaya masyarakat Tionghoa dan Arab, arsitektur Kampung Kemasan, Pasar Pahing, songkok dan tas besali, gulat okol, aksara Gresik, hingga laban di kawasan Pangkah.

Pilihan objek tersebut memperlihatkan bahwa kebudayaan tidak hanya berada dalam bentuk kesenian yang telah dikenal secara luas. Ia juga dapat ditemukan dalam benda sehari-hari, ruang, bahasa, tubuh, permainan, pekerjaan, dan pengetahuan yang tumbuh dari pengalaman masyarakat.

Bagi Yayasan Gang Sebelah, proses tersebut penting karena banyak pengetahuan lokal masih bertahan secara lisan dan bergantung pada orang-orang yang menguasainya. Ketika pengetahuan tidak dicatat atau diteruskan, ia berisiko hilang bersama perubahan generasi. Karena itu, riset dalam program ini tidak semata-mata ditujukan untuk menghasilkan karya.

Sejarah yang Belum Selesai

Pameran, film, E-Magazine, dokumentasi gastronomi, dan presentasi hasil riset dalam Festival Menjadi Gresik tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir. Seluruhnya merupakan bagian dari upaya membangun arsip pengetahuan yang dapat terus dikembangkan, dibaca kembali, diperdebatkan, bahkan dilengkapi oleh generasi berikutnya.

“Bagi kami, merawat kebudayaan bukan hanya menyelamatkan sesuatu dari masa lalu. Yang lebih penting adalah menjaga pengetahuan agar tetap bisa digunakan, dibicarakan, dan dimaknai oleh generasi hari ini. Karena itu, Menjadi Gresik bukan tentang mengulang masa lalu, melainkan tentang memahami apa yang membuat kita menjadi Gresik hari ini,” ujar Hidayatun Nikmah.

Menjadi Gresik mencoba memulai pembacaan dari tempat dan hal-hal yang sering kali tampak sederhana. Makanan yang dimasak di rumah, pakaian yang dikenakan, cerita yang disampaikan orang tua, tradisi yang dijalankan bersama, dan ingatan tentang tempat-tempat yang pernah menjadi bagian dari kehidupan. Melalui festival ini, warga tidak hanya ditempatkan sebagai penonton sejarah kotanya sendiri. Dan dalam ingatan yang mereka simpan, sebuah kota terus menemukan cara untuk menjadi dirinya sendiri. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Menjadi Gresik, Membaca Sejarah Kota dari Ingatan Warganya Selengkapnya

Cuaca Buruk, 8 Anggota Paskibraka Gresik asal Bawean Tertahan di Gresik, Silaturahmi ke DPRD Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak delapan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik asal Pulau Bawean masih tertahan di Gresik daratan. 

Mereka belum bisa kembali karena moda transportasi laut ke pulau sejauh 180 mil laut terhenti. Transportasi laut lumpuh karena cuaca buruk. Para pelajar tersebut harus memperpanjang masa tinggal di Gresik hingga kondisi laut dinyatakan aman.

Untuk diketahui, delapan pelajar asal Pulau Putri, sebutan lain, Pulau Bawean tiba di Gresik sejak 2 Agustus 2026 atau 15 hari sebelum pelaksanaan pelaksanaan upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di Kantor Bupati Gresik. Mereka bergabung dengan anggota Paskibraka lain untuk menjalani persiapan hingga karantina sebelum bertugas di halaman Kantor Bupati Gresik.

Pelaksanaan upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung lancar dan sukses. Namun, setelah tugas pengibaran bendera selesai, anggota Paskibraka dari daerah lain telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara delapan pelajar asal Bawean masih harus menunggu kepastian keberangkatan kapal.

Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir memastikan kebutuhan para pelajar tersebut tetap terpenuhi selama berada di Gresik. Penginapan mereka masih ditanggung oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakebangpol) Gresik sedangkan kebutuhan makan sehari-hari turut di fasilitasi.

“Untuk penginapan masih ditanggung Kesbangpol Gresik. Sementara kebutuhan makan sehari-hari kami bantu fasilitasi sampai mereka bisa kembali ke Bawean,” kata Syahrul usai bertemu dengan delapan anggota Paskibraka Gresik kepada wartawan pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi modal bagi para pelajar untuk terus berkembang dan mengejar prestasi di masa depan. “Kalian sudah menunjukkan prestasi dengan terpilih sebagai anggota Paskibraka. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan berprestasi. Selama menunggu kepulangan, tetap jaga kesehatan dan diri,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi, Syahrul juga mengingatkan para pelajar agar bijak menyikapi derasnya informasi di media sosial. Mereka diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Informasi di era digital bergerak sangat cepat. Karena itu, jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pastikan kebenarannya sebelum mempercayai maupun membagikannya,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Gresik dari daerah pemilihan Bawean, Bustami Hazim, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memastikan kebutuhan delapan pelajar tersebut tetap terpenuhi selama berada di Gresik.

Pertemuan dengan Ketua DPRD Gresik juga dimanfaatkan para pelajar untuk menyampaikan sejumlah aspirasi, khususnya berkaitan dengan pendidikan dan kondisi generasi muda di Bawean. “Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan sejumlah aspirasi, terutama terkait pendidikan dan kondisi anak muda di Bawean. Aspirasi tersebut kami tampung untuk menjadi perhatian dan bahan tindak lanjut,” katanya. 

Bustami menjelaskan, selama menjalani karantina, kebutuhan para pelajar difasilitasi Kesbangpol Pemkab Gresik. Persoalan muncul setelah rangkaian tugas Paskibraka berakhir karena mereka harus menunggu kapal yang memungkinkan untuk menyeberangi Laut Jawa.

Pihaknya telah mencari verbagai alternatif untuk kepulangan mereka. Salah satunya melalui Pelabuhan Paciran, Lamongan. Para pelajar bahkan bersedia menggunakan jalur tersebut agar dapat lebih cepat kembali ke Bawean. Namun, upaya itu kembali terbentur kondisi cuaca. Kapal yang diharapkan membawa mereka pulang belum dapat berlayar dan masih tertahan di Bawean.

“Kami sempat mencari alternatif keberangkatan melalui Pelabuhan Paciran, Lamongan. Mereka juga bersedia menggunakan jalur tersebut agar bisa segera pulang. Namun, kapal belum dapat berlayar karena kondisi cuaca dan masih tertahan di Bawean,” tambahnya.

Kemudian mereka masih berada di Gresik dan menunggu Laut Jawa kembali bersahabat agar kapal dapat berlayar dan membawa mereka pulang. “Setelah menjalankan tugas sebagai Paskibraka dengan penuh kebanggaan, para pelajar itu masih harus bersabar menghadapi tantangan terakhir menunggu cuaca reda demi bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan melanjutkan aktivitas di sekolah,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Cuaca Buruk, 8 Anggota Paskibraka Gresik asal Bawean Tertahan di Gresik, Silaturahmi ke DPRD Gresik  Selengkapnya