Menjembatani Pertumbuhan Industri dan Kelestarian Pesisir “Strategi Bisnis dan Ekologis Teknik Konstruksi Perkapalan UMG di Era Hilirisasi”

oleh : Ali Yusa 

KAWASAN pesisir Kabupaten Gresik yang saat ini berada pada fase transformasi ekonomi yang sangat penting. Sebagai salah satu pusat hilirisasi industri nasional di Jawa Timur, dan pintu gerbang Nusantara, Gresik menjadi magnet investasi di sektor manufaktur, pelabuhan, logistik, dan industri maritim. 

Kehadiran berbagai kawasan industri terpadu, termasuk Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), telah memperkuat posisi Gresik sebagai simpul ekonomi strategis yang mendukung visi Indonesia sebagai negara maritim dunia. Namun, di balik percepatan pertumbuhan tersebut, terdapat tantangan yang tidak dapat diabaikan. 

Dalam perspektif ekonomi lingkungan, ekspansi industri pesisir selalu membawa konsekuensi berupa tekanan terhadap ekosistem pantai, peningkatan risiko abrasi, degradasi habitat mangrove, serta perubahan dinamika hidrologi kawasan pesisir. Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul adalah: bagaimana memastikan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan?

Pertanyaan tersebut menemukan jawaban menarik melalui kegiatan penanaman 2.000 bibit mangrove yang diselenggarakan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik bersama berbagai pemangku kepentingan di kawasan Kalimireng, Desa Manyarsidomukti pada Sabtu, 13 Juni 2026 lalu. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut menjadi lebih menarik karena diprakarsai dan didukung secara aktif oleh Akademisi Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).

Bagi sebagian kalangan, keterlibatan program studi yang identik dengan desain kapal, struktur baja, hidrodinamika, dan konstruksi maritim dalam kegiatan restorasi mangrove mungkin tampak tidak lazim. Namun jika ditelaah melalui perspektif rekayasa modern, manajemen risiko, dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), langkah tersebut justru mencerminkan “strategi yang sangat visioner”.

Akademisi Teknik Kontruksi Perkapalan UMG, melihat bahwa inisiatif ini bukan sekadar kegiatan sosial atau agenda seremonial lingkungan. Sebaliknya, kegiatan tersebut merupakan bentuk rekayasa sinergi antara kepentingan akademik, industri, lingkungan, dan masyarakat yang patut dijadikan model pembangunan maritim berkelanjutan. 

Setidaknya ada 7 langkah yang dilakukan oleh Teknik Kontruksi Perkapalan dan PII Cabang Gresik yang mendukung pembangunan tersebut, yaitu:

Aktivis lingkungan memberikan briefing sebelum aksi penanaman mangrove di kawasan Kalimireng, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik yang diisiasi oleh mahasiswa UMG bersama Persatuan Insiyur Indonesia (PII) Cabang Kabupaten Gresik pada Sabtu, 13 Juni 2026 ( Foto : PII Cab Gresik untuk 1minute.id)

1. Mitigasi Risiko Aset Pesisir

Bagi dunia maritim, abrasi bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan ancaman ekonomi yang nyata. Infrastruktur pelabuhan, dermaga, kawasan industri pesisir, dan jalur pelayaran sangat bergantung pada stabilitas garis pantai. Aktivitas kapal yang semakin padat di wilayah perairan Manyar menghasilkan fenomena ship wake atau gelombang akibat lintasan kapal. 

Dalam jangka panjang, energi gelombang tersebut berkontribusi terhadap percepatan erosi pantai. Berbagai penelitian mengenai pesisir Gresik menunjukkan bahwa perubahan garis pantai terjadi secara dinamis akibat kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia.

Dalam konteks tersebut, mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang mampu meredam energi gelombang, menangkap sedimen, dan memperkuat struktur pantai. Berbagai studi menunjukkan bahwa hutan mangrove dapat mengurangi tinggi gelombang secara signifikan sebelum mencapai garis pantai. Oleh karena itu, penanaman mangrove di Kalimireng sesungguhnya merupakan investasi mitigasi risiko yang melindungi aset-aset maritim bernilai tinggi di masa depan.

Dari perspektif bisnis, biaya rehabilitasi pantai dan perbaikan infrastruktur akibat abrasi jauh lebih mahal dibandingkan biaya pencegahan melalui restorasi ekosistem. Dengan kata lain, konservasi mangrove merupakan bentuk investasi defensif yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

2. Integrasi ESG ke dalam Kurikulum Teknik

Dalam satu dekade terakhir, konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) telah berkembang dari sekadar tren menjadi standar global. Perusahaan-perusahaan multinasional kini menjadikan kepatuhan ESG sebagai indikator utama dalam investasi dan pengelolaan bisnis.

Perubahan ini turut memengaruhi dunia pendidikan teknik. Lembaga akreditasi internasional semakin menekankan pentingnya pendidikan keberlanjutan dalam kurikulum rekayasa.

Teknik Konstruksi Perkapalan UMG tampaknya memahami perubahan tersebut dengan sangat baik. Kegiatan di Kalimireng menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara teknologi maritim dan keberlanjutan lingkungan.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari cara merancang kapal yang kuat dan efisien, tetapi juga memahami bagaimana aktivitas maritim memengaruhi ekosistem pesisir. Mereka belajar bahwa keberhasilan pembangunan maritim tidak hanya diukur dari kapasitas pelabuhan atau jumlah kapal yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan ekologis. Melalui pendekatan ini, UMG sedang mempersiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan industri global yang semakin berorientasi pada prinsip ESG.

3. Kalimireng sebagai Living Laboratory kedua Teknik Kontruksi Perkapalan, setelah Pakelingan 

Salah satu tantangan terbesar perguruan tinggi adalah memastikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki relevansi terhadap persoalan nyata masyarakat.

Kawasan Kalimireng menawarkan peluang luar biasa sebagai laboratorium alam atau living laboratory. Berbeda dengan laboratorium tertutup yang memiliki kondisi terkendali, Kalimireng menyediakan data nyata yang sangat berharga untuk penelitian multidisiplin. Mahasiswa dan dosen dapat melakukan pengukuran mengenai pengaruh akar mangrove terhadap pola sedimentasi, karakteristik arus, distribusi gelombang, stabilitas garis pantai, hingga kapasitas penyimpanan karbon biru (blue carbon).

Penelitian mengenai ekosistem mangrove di wilayah Gresik menunjukkan adanya keragaman spesies yang cukup tinggi dengan karakteristik lingkungan yang kompleks. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi pengembangan riset hidrodinamika, rekayasa pantai, konservasi pesisir, dan teknologi mitigasi perubahan iklim.

Data yang dihasilkan dari kawasan ini berpotensi menjadi sumber publikasi ilmiah bereputasi internasional, meningkatkan indeks sitasi universitas, serta membuka peluang memperoleh hibah penelitian nasional maupun internasional.

Dengan demikian, kegiatan penanaman mangrove bukan hanya menghasilkan manfaat ekologis, tetapi juga menciptakan nilai tambah akademik yang sangat besar.selain membangun beberapa *sarana bangunan apung*  yang menunjang masyarakat.

4. Efisiensi melalui Kolaborasi Pentahelix

Keberhasilan sebuah proyek pembangunan sering kali ditentukan oleh kemampuan mengelola sumber daya secara efisien. Dalam konteks ini, kegiatan Kalimireng menunjukkan implementasi nyata model kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, komunitas, dan organisasi profesi.

“Teknik Kontruksi Perkapalan beserta PII Gresik” berperan sebagai penghubung berbagai pemangku kepentingan. Industri menyediakan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pemerintah memberikan dukungan regulasi dan data teknis, masyarakat berkontribusi sebagai pelaksana lapangan, sedangkan perguruan tinggi menyediakan keahlian ilmiah dan teknis.

Model seperti ini memungkinkan distribusi biaya, risiko, dan manfaat secara lebih merata. Tidak ada satu pihak yang menanggung seluruh beban kegiatan, tetapi seluruh pihak memperoleh manfaat sesuai kepentingannya masing-masing.

Dalam perspektif manajemen proyek modern, pendekatan ini merupakan contoh nyata efisiensi sumber daya yang patut direplikasi di berbagai daerah pesisir Indonesia.

5. Rekayasa Ekologis untuk Menjamin ROI Lingkungan

Banyak program rehabilitasi mangrove di Indonesia gagal karena dilakukan tanpa pendekatan ilmiah yang memadai. Penanaman sering dilakukan pada lokasi yang tidak sesuai dengan karakteristik ekologis mangrove sehingga tingkat kematian bibit sangat tinggi.

Di sinilah keunggulan keterlibatan tenaga ahli teknik perkapalan dan kelautan. Pendekatan yang digunakan tidak sekadar menanam, tetapi menerapkan prinsip ecological engineering atau rekayasa ekologis.

Faktor-faktor seperti elevasi lahan, karakteristik sedimen, salinitas, pola pasang surut, dan kecepatan arus dianalisis sebelum penanaman dilakukan. Pendekatan berbasis data tersebut meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi secara signifikan.

Dari sudut pandang ekonomi, keberhasilan hidup bibit mencerminkan Return on Investment (ROI) lingkungan yang tinggi. Setiap dana yang dikeluarkan menghasilkan manfaat nyata berupa perlindungan pantai, peningkatan biodiversitas, penyimpanan karbon, dan peningkatan produktivitas perikanan.

Penelitian mengenai karbon biru menunjukkan bahwa ekosistem mangrove mampu menyimpan karbon beberapa kali lebih besar dibandingkan hutan daratan. Oleh karena itu, keberhasilan rehabilitasi mangrove juga berkontribusi terhadap target mitigasi perubahan iklim nasional.

6. Menyiapkan Talenta Blue Economy

Dunia maritim sedang mengalami transformasi besar menuju ekonomi biru atau blue economy. Pelabuhan hijau (green port), galangan kapal hijau (green shipyard), dan teknologi maritim rendah emisi kini menjadi standar baru dalam industri global.

Perusahaan tidak lagi hanya mencari lulusan yang memiliki kemampuan teknis tinggi, tetapi juga individu yang memahami keberlanjutan dan tata kelola lingkungan.

Melalui keterlibatan langsung dalam rehabilitasi pesisir, mahasiswa Teknik Konstruksi Perkapalan UMG memperoleh pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya dari ruang kelas. 

Mereka memahami hubungan antara aktivitas pelayaran, kesehatan ekosistem pesisir, perubahan iklim, dan pembangunan ekonomi. Pengalaman tersebut membentuk generasi insinyur yang memiliki perspektif lebih luas dan siap memimpin transformasi industri maritim Indonesia menuju era ekonomi biru.

Dalam jangka panjang, langkah ini merupakan investasi sumber daya manusia yang sangat strategis bagi daerah maupun bangsa.

7. Penguatan Modal Reputasi Institusi

Dalam era ekonomi berbasis pengetahuan, reputasi merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi. Perguruan tinggi tidak lagi bersaing hanya melalui fasilitas pendidikan atau jumlah program studi, tetapi juga melalui kontribusinya terhadap penyelesaian masalah masyarakat.

Keterlibatan aktif Teknik Konstruksi Perkapalan UMG dalam rehabilitasi mangrove memberikan pesan kuat bahwa institusi ini tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan pembangunan pesisir.

Reputasi sebagai kampus yang peduli lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan akan meningkatkan daya tarik bagi calon mahasiswa, mitra industri, investor, serta lembaga pendanaan penelitian. Bagi Teknik kontruksi Perkapalan UMG dan PII Gresik, keberhasilan menginisiasi kolaborasi ini juga memperkuat posisi organisasi sebagai katalisator pembangunan daerah yang mampu menjembatani kepentingan profesi, industri, dan masyarakat.

Melampaui Eksploitasi Menuju Simbiosis Maritim

Apa yang dilakukan oleh Teknik Konstruksi Perkapalan UMG bersama PII Gresik di Kalimireng sesungguhnya merupakan sebuah blueprint pembangunan maritim berkelanjutan yang layak dijadikan contoh nasional. Mereka berhasil membuktikan bahwa konservasi lingkungan tidak harus dipandang sebagai beban biaya atau cost center. 

Sebaliknya, konservasi dapat menjadi investasi strategis yang menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis secara simultan. Di tengah derasnya arus hilirisasi industri, Gresik menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan tidak harus saling bertentangan. Dengan pendekatan rekayasa yang tepat, galangan kapal yang modern dapat berdiri berdampingan dengan hutan mangrove yang sehat. Pelabuhan yang produktif dapat berkembang tanpa mengorbankan keberlanjutan pesisir.

J⁶ika model sinergi seperti yang diterapkan di Kalimireng dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia, maka manfaat yang diperoleh tidak hanya berupa perlindungan garis pantai atau peningkatan tutupan mangrove. Lebih jauh lagi, Indonesia akan memiliki fondasi ekonomi maritim yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah bangsa maritim bukanlah seberapa besar kapal yang mampu dibangun atau seberapa luas pelabuhan yang dimiliki. Ukuran sejatinya adalah kemampuan menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kelestarian alam. Sinergi biru di Kalimireng telah menunjukkan bahwa insinyur Indonesia tidak hanya mampu membangun kapal untuk mengarungi samudra, tetapi juga mampu merancang masa depan pesisir yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.

* Ali Yusa , Wakil Ketua PII Cab. Gresik – Dewan Pakar IKA ITS Jawa Timur

Menjembatani Pertumbuhan Industri dan Kelestarian Pesisir “Strategi Bisnis dan Ekologis Teknik Konstruksi Perkapalan UMG di Era Hilirisasi” Selengkapnya

Jelang Libur Sekolah dan Rayakan Tahun Baru Islam 1448 H, Spenda Gresik Berikan Motivasi untuk Jaga Akhlak 

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik melakukan doa bersama di halaman sekolah di Jalan KH Kholil, Gresik. Mereka berdoa untuk merayakan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Acara siraman rohani ini menghadirkan pengeceramah Imam Hanafih, penyuluh di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. 

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, acara ini dikemas oleh kesiswaan sekaligus peringatan tahun baru Islam 1448 H untuk memberikan pembekalan dan motivasi kepada para murid menjelang liburan semester genap tahun ajaran 2025/2026 diikuti oleh seluruh murid kls VII dan VIII.

“Liburan bukan berarti berhenti melakukan kebaikan. Justru di rumah, anak-anak dapat terus meningkatkan ibadah, membantu orang tua, serta menjaga akhlak yang baik sebagai murid hebat Spenda,” pesan Mohammad Salim kepada para murid.

Ia berharap kegiatan pembekalan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para murid agar tetap menjaga semangat belajar, meningkatkan ibadah, serta kembali ke sekolah setelah liburan dengan semangat yang lebih baik. “Penerimaan rapor kenaikan kelas akan dilaksanakan besok (Jumat),” imbuh Salim.

Sementara itu, Imam Hanafih dalam kesempatan itu mengajak kepada seluruh siswa agar dapat memanfaatkan waktu liburan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat, seperti membantu orang tua di rumah, tetap menjaga ibadah, serta terus membaca AlQuran selama liburan. 

Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik ini  juga mengingatkan para murid untuk menjaga sikap dan perilaku selama liburan agar tetap mencerminkan akhlak yang baik sebagai murid Spenda yang berkarakter. ” Tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalani masa liburan bersama keluarga,” kata Imam Hanafih. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jelang Libur Sekolah dan Rayakan Tahun Baru Islam 1448 H, Spenda Gresik Berikan Motivasi untuk Jaga Akhlak  Selengkapnya

Viral Anak Yatim Atlet Voli Gagal Masuk SPMB,  Dispendik Gresik Tegaskan Pelaksanaan SPMB 2026 Sesuai Juknis dan Prinsip Objektivitas

GRESIK,1minute.id – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 jenjang SMP Negeri di Gresik memasuki tahap III (Tes Potensi Akademik/TPA). Pendaftaran untuk jalur TPA dijadwalkan pada 15–17 Juni 2026, dengan pelaksanaan tes pada 24 Juni 2026. 

Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik mengklaim pelaksanaan SPMB tahap I dan II berlangsung lancar dan tertib. Dispendik menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, mengacu pada Peraturan Bupati Gresik dan Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB Tahun 2026.

Namun, riak-riak ketidakpuasan tetap mencuat. Bahkan viral di media sosial TikTok. Seorang anak asal Menganti bercerita gagal masuk UPT SMP Negeri 18 Gresik berlokasi di Desa Domas, Kecamatan Menganti. Anak berinisial Ar inj mendaftar lewat jalur prestasi non akademik. Anak yatim juara 1 voli Kabupaten. “Rata-rata nilai 82. Adik saya rata-rata nilai 86,” katanya di unggahan medsos yang telah ditonton 9.524, dibagikan 708 kali. 

Dinas Pendidikan Gresik akhirnya angkat bicara. Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, menyampaikan bahwa seluruh tahapan SPMB dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan bagi seluruh peserta didik.

“Seluruh tahapan SPMB telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak ada perlakuan khusus terhadap peserta manapun,” ujar Hariyanto. Menurutnya, Dinas Pendidikan terus melakukan penyempurnaan pelaksanaan penerimaan murid baru dari tahun ke tahun guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lancar tanpa kendala server. Berbagai masukan dari masyarakat juga menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan pelaksanaan di masa mendatang,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dalam proses seleksi jalur prestasi akademik, nonakademik, maupun tahfidz, Dispendik melibatkan tim independen guna memastikan proses penilaian berlangsung secara objektif dan profesional. “Penilaian dilakukan oleh tim yang kompeten berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Gresik Herawan Eka Kusuma, menjelaskan bahwa pada jalur Prestasi Non Akademik, mekanisme penilaian mengacu pada komposisi 60 persen nilai rapor dan 40 persen nilai prestasi yang dibuktikan melalui piagam atau sertifikat sesuai ketentuan dalam juknis.

Ia menambahkan bahwa setiap satuan pendidikan memiliki kuota penerimaan yang telah ditetapkan, sehingga proses seleksi dilakukan berdasarkan pemeringkatan nilai akhir seluruh peserta yang mendaftar pada jalur tersebut.

“Hasil seleksi ditentukan berdasarkan nilai dan peringkat peserta sesuai kuota yang tersedia. Seluruh data dan proses penilaian dapat ditelusuri serta diverifikasi,” jelas Herawan.

Pada kesempatan yang sama, Dandik Suwandi selaku Tim Penilai SPMB Jalur Prestasi menjelaskan bahwa proses verifikasi dan penilaian dilakukan berdasarkan dokumen yang diunggah peserta ke dalam sistem dan mengacu penuh pada petunjuk teknis yang berlaku.

“Tim penilai bekerja berdasarkan dokumen yang masuk ke sistem. Penilaian dilakukan berdasarkan bukti prestasi yang diunggah dan ketentuan yang tercantum dalam juknis,” ujarnya. Menurutnya, penilaian prestasi mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain penyelenggara kegiatan, jenjang kompetisi, legalitas sertifikat, kategori prestasi, serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang telah diatur dalam petunjuk teknis.

Terdapat perbedaan bobot nilai antara prestasi yang diselenggarakan oleh pemerintah dan prestasi yang diselenggarakan oleh pihak non-pemerintah. Nilai prestasi tersebut kemudian diakumulasikan dengan nilai rapor sesuai formula penilaian yang berlaku pada jalur Prestasi Non Akademik.

“Kami juga memperhatikan legalitas dokumen yang diunggah. Seluruh peserta dinilai menggunakan indikator yang sama sehingga proses seleksi berlangsung secara adil dan objektif,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menegaskan bahwa seluruh ketentuan terkait jalur Prestasi Non Akademik telah disosialisasikan kepada satuan pendidikan dan masyarakat sebelum pelaksanaan SPMB dimulai. Informasi tersebut dapat diakses melalui laman resmi SPMB Kabupaten Gresik dan telah dituangkan dalam regulasi serta petunjuk teknis yang menjadi dasar pelaksanaan seleksi.

Melalui pelaksanaan SPMB Tahun 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus memberikan layanan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan bagi seluruh calon peserta didik. “Seluruh proses SPMB dilaksanakan berdasarkan regulasi yang berlaku dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan bagi seluruh peserta didik,” pungkas S. Hariyanto. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Viral Anak Yatim Atlet Voli Gagal Masuk SPMB,  Dispendik Gresik Tegaskan Pelaksanaan SPMB 2026 Sesuai Juknis dan Prinsip Objektivitas Selengkapnya

Hafal 11 Juz, Aisyah Shidqiyah Peraih Golden Tiket SPMB 2026, Pilih SMPN 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Golden Tiket masuk sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kabupaten Gresik telah dikantongi oleh Aisyah Shidqiyah. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran baru 2026/2027. Siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Sukodono bisa memilih SMP Negeri di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik tanpa tes. 

Putri pasangan Muhammad Khoir dan Faizahtur Rahma berusia 12 tahun tinggal di Kelurahan Kemuteran, Kabupaten/ Kabupaten Gresik ini bisa meraih Golden Tiket karena telah hafal 11 juz Al-Qur’an. Generasi unggul nan sholehah yang dinantikan setiap sekolah. Lalu kemana Aisyah Shidqiyah menjatuhkan pilihan sekolah di SPMB SMP Negeri di Gresik ?

“Kami sangat terharu dan senang. Aisyah Shidqiyah memilih UPT SMP Negeri 2 Gresik sebagai pilihan utama SPMB jalur tahfidz,” ujar Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Ahad, 24 Mei 2026. 

Pada SPMB 2026 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dilakukan secara online. Terdapat empat jalur pendaftaran: domisili (zonasi), afirmasi, mutasi, dan prestasi. Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmen pelaksanaan SPMB yang objektif, transparan, dan berkeadilan 

Menurut Salim, Tahun Ajaran baru 2026/2027 ini pagu UPT SMP Negeri 2 Gresik sebanyak 256 siswa. Informasi dari panitia SPMB tahun ajaran 2026-2027 ini sudah ada sekitar 261 yang sudah registrasi termasuk program tahfidz.

Ia mengatakan, kelas Tahfidz di UPT SMP Negeri 2 Gresik unggul karena memadukan pendidikan agama dan pengembangan karakter dengan fasilitas studio Al-Qur’an khusus. “Program ini menawarkan pembinaan berkelanjutan, evaluasi tasmi’ rutin, dan uji petik langsung dengan penguji ahli dari Masjid Agung Gresik maupun pondok pesantren,” kata Salim.

Berikut adalah rincian keunggulan program kelas tahfidz di sekolah tersebut:

Pembinaan Intensif dan Berkelanjutan: Dirancang sebagai wadah bagi siswa yang memiliki potensi menghafal Al-Qur’an sejak awal masuk sekolah hingga lulus.

Ujian Tasmi’ Berkala: Terdapat ujian tasmi’ (memperdengarkan hafalan di satu duduk) yang dilangsungkan di Studio Al-Qur’an UPT SMPN 2 Gresik, sangat efektif untuk melatih mental, disiplin, dan menjaga kualitas bacaan siswa.

Didampingi Penguji Ahli: Evaluasi akhir semester (uji petik) melibatkan pembina tahfidz profesional dari lembaga terkemuka seperti Masjid Agung Gresik dan pondok pesantren.

Penguatan Karakter Religius: Pembelajaran berbasis Islam terbukti melahirkan siswa berprestasi yang mampu tampil memukau dalam berbagai acara keagamaan tingkat daerah.

Didukung Tenaga Pendidik Kompeten: Dibimbing langsung oleh ustadz dan ustadzah yang ahli di bidangnya untuk memastikan standar hafalan (mutqin) tercapai dengan baik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hafal 11 Juz, Aisyah Shidqiyah Peraih Golden Tiket SPMB 2026, Pilih SMPN 2 Gresik Selengkapnya

Dr Rian, Rektor baru Unigres, Bupati Gresik Apresiasi Akreditasi Unggul pada Fakultas Ilmu Kesehatan 

GRESIK,1minute.id – Civitas Akademik Universitas Gresik (Unigres) memiliki Rektor baru. Nakhoda baru itu adalah Dr. Rian Pramana Suwanda. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri pelantikan Rian sebagai Rektor Unigres periode 2026-2030 di Graha Kartini Gresik  pada Rabu, 6 Mei 2026.

Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi atas terpilihnya Rektor baru Unigres tersebut. Gus Yani menyoroti tantangan ekonomi global seperti dinamika nilai tukar rupiah dan pentingnya investasi, merupakan suatu tantangan yang harus disikapi oleh dunia akademik melalui penyiapan sumber daya manusia yang terampil. 

“Keberadaan Universitas Gresik sangat strategis. Ke depan, tantangan kita adalah memastikan anak-anak muda yang lulus memiliki skill di tengah situasi yang cukup berat. Kami berharap sinergi antara pemerintah dan Unigres terus diperkuat,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Lebih lanjut, Gus Yani mengapresiasi capaian Universitas Gresik yang kini telah memiliki akreditasi unggul pada Fakultas Ilmu Kesehatan. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan langkah awal yang baik untuk bersinergi dengan visi pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga kerja ahli yang kompeten. 

Sementara itu, Ketua Yayasan Usman Sadar Gresik Suyanto, menjelaskan bahwa terpilihnya Dr. Rian merupakan hasil proses seleksi ketat yang menyisihkan lima kandidat lainnya. Ia menegaskan pentingnya kepemimpinan visioner untuk membawa Unigres bersaing di tingkat nasional.

“Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang membutuhkan kepemimpinan kuat dan penuh integritas. Kami menargetkan peningkatan mutu, reputasi, serta pembukaan program studi baru yang relevan, termasuk Magister Ilmu Hukum yang akan segera hadir,” ujar Suyanto.

Dalam pidato perdananya, Rektor Unigres yang baru dilantik, Dr. Rian Pramana Swanda, menyampaikan komitmennya untuk mengatasi gap antara dunia akademik dan dunia kerja. Ia bertekad menjadikan Unigres sebagai mitra strategis pemerintah dan sektor swasta.

“Unigres adalah kampus dengan nama besar, namun harus diakui kita sempat ‘tertidur’ cukup lama. Ke depan, kami siap berkolaborasi agar hasil riset dan inovasi dari kampus dapat diimplementasikan secara nyata bagi masyarakat,” tegas Rian.

Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Gresik dua periode, 2010-2020 Sambari Halim Radianto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, serta perwakilan dari berbagai sektor industri. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Dr Rian, Rektor baru Unigres, Bupati Gresik Apresiasi Akreditasi Unggul pada Fakultas Ilmu Kesehatan  Selengkapnya

Deklarasi SPMB 2026/2027, Bupati Gresik Tegaskan Komitmen Penerimaan Murid Baru yang Bersih dan Transparan

GRESIK,1minute.id – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) segera dibuka. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai melakukan Sosialisasi dan Deklarasi SPMB Jenjang TK, SD, dan SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 5 Mei 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik ini dihadiri antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, perwakilan DPRD, kepala perangkat daerah terkait, pengawas sekolah, kepala sekolah negeri dan swasta, serta pemangku kepentingan pendidikan. 

Pada kesempatan itu, Pemkab Gresik meneguhkan komitmennya mewujudkanSPMB yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi ditandai dengan penandatanganan deklarasi bersama. 
Deklarasi ini merupakan bentuk komitmen seluruh pihak untuk mengawal pelaksanaan penerimaan murid baru yang bersih dari praktik suap, gratifikasi, maupun pungutan liar.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan pintu awal dalam membangun kualitas pendidikan yang berintegritas di Kabupaten Gresik.

“Kalau kita ingin memperbaiki kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik, maka perbaikannya harus dimulai dari pintu masuknya. Penerimaan murid baru harus berjalan fair, transparan, dan tidak boleh ada intervensi dalam bentuk apa pun,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas dalam tata kelola pendidikan, termasuk pengelolaan anggaran sekolah.Menurutnya, seluruh kepala sekolah harus memahami bahwa administrasi yang tertib merupakan benteng utama agar tidak muncul persoalan hukum di kemudian hari.

“Saya ingin memastikan seluruh sistem pendidikan di Gresik berjalan dengan integritas. Jangan pernah menganggap remeh administrasi. Niat baik saja tidak cukup, semuanya harus tertib, tercatat, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia pun secara khusus meminta seluruh jajaran pendidikan untuk tidak memberi ruang terhadap praktik titipan maupun intervensi dalam proses penerimaan murid baru. Mekanisme seleksi yang telah ditetapkan harus dijalankan secara konsisten demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 mengacu pada sejumlah regulasi terbaru, di antaranya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025, Peraturan Bupati Gresik Nomor 15 Tahun 2026, serta petunjuk teknis yang telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Gresik.

Hariyanto menjelaskan, evaluasi dan inovasi terus dilakukan guna menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang semakin baik dari tahun ke tahun. “Tahun ini terdapat sejumlah pembaruan penting, salah satunya penerapan Personal Identification Number atau PIN bagi calon murid jenjang SMP negeri sebagai instrumen validasi data pendaftar,” jelasnya.

Selain itu, pelaksanaan SPMB tahun ini juga mulai memanfaatkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu komponen seleksi pada jalur prestasi. Adapun jalur penerimaan tetap terdiri atas domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi. 

Untuk jenjang SD, kuota penerimaan terdiri atas 75 persen jalur domisili, 20 persen afirmasi, dan 5 persen mutasi. Sedangkan jenjang SMP meliputi 40 persen domisili, 20 persen afirmasi, 5 persen mutasi, dan 35 persen jalur prestasi.
Khusus jalur prestasi SMP, kuota dibagi dalam kategori nilai TKA, Tes Potensi Akademik (TPA), prestasi akademik, non-akademik, serta tahfidz Al-Qur’an.

Seluruh proses pendaftaran dilaksanakan secara daring melalui laman resmi spmb-kabgresik.id, dengan tahapan verifikasi yang diperketat untuk memastikan validitas data calon murid. Dalam kesempatan tersebut, seluruh unsur yang hadir turut menandatangani deklarasi bersama pelaksanaan SPMB Kabupaten Gresik Tahun Ajaran 2026/2027.

Deklarasi tersebut memuat komitmen bersama untuk menjalankan sistem penerimaan murid baru secara objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, tanpa diskriminasi, serta menjunjung tinggi prinsip anti suap, anti gratifikasi, dan anti pungli. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Deklarasi SPMB 2026/2027, Bupati Gresik Tegaskan Komitmen Penerimaan Murid Baru yang Bersih dan Transparan Selengkapnya

Rusa Bawean yang Terancam Punah Jadi Perhatian Internasional, Dua NGO Lakukan Kegiatan Kampanye Penyelamatan Rusa Bawean

YAYASAN Alam Biodiversitas Indonesia (ABI) bersama Association for Nature and Biodiversity (ANB) merupakan Non-Governmental Organization (NGO) yang berbasis di Jerman pada 30 Maret 2026 hingga 19 April 2026 hadir di Pulau Bawean untuk melakukan kampanye terkait sosialisai Rusa Bawean yang terancam punah. 

Berikut oleh-oleh wartawan 1minute.id GUSLAN GUMILANG yang ikut dalam misi sosialisasi penyelamatan Rusa Bawean  (Axis kuhlii) dari ancaman kepunahan.


RUSA Bawean (Axis kuhlii) merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Spesies ini dikategorikan dengan status terancam punah (Critically Endangered) oleh International Union for Conversation of Nature (IUCN) pada 2015 dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan Indonesia. 

Penelitian terbaru pada 2025 menggunakan kamera jebak menunjukan bahwa populasi Rusa Bawan yang tersisa diperkirakan kurang dari 250 individu dewasa, data tersebut diperbarui oleh peneliti Indonesia Agus Ariyanto yang merupakan bagian dari studi disertasi S3 di Kyungpook National Universtiy, Korea Selatan. 

Bahkan, tercatat spesies ini telah mengalami kepunahan lokal di bagian timur Pulau Bawean. Ancaman utama meliputi perburuan, gangguan anjing liar atau anjing peliharaan yang dilepasliarkan, serta tekanan dan degradasi habitat.

Dr. Frank Drygala, peneliti senior sekaligus Vice President dari Association for Nature and Biodiversity (ANB) Jerman ikut memberikan materi kepada ratusan siswa. (Foto : Guslan Gumilang/1minute.id)

Yayasan Alam Biodiversitas Indonesia (ABI) bersama Association for Nature and Biodiversity (ANB) merupakan NGO (Non-Governmental Organization) yang berbasis di Jerman pada 30 Maret 2026 hingga 19 April 2026 hadir di Pulau Bawean untuk melakukan kampanye terkait sosialisai Rusa Bawean yang terancam punah.

Selama 20 hari berada di Pulau Putri, sebutan lain, Pulau Bawean, dua NGO itu melakukan beberapa kegiatan sosialisasi. Diantaranya, memasang reklame berukuran 2×3 meter di sejumlah titik vital keramaian tempat berkumpulnya masyarakat, seperti Alun-alun Sangkapura, Pelabuhan Sangkapura, jalan utama serta beberapa desa yang masuk pada area konfilk satwa dan manusiannya sering terjadi. 

Publikasi melalui media reklame tersebut berlangsung selama satu tahun dimulai pada 1 April 2026 s.d 1 April 2027. Reklame ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga habitat serta mendukung upaya perlindungan Rusa Bawean sebagai satwa endemik yang dilindungi dan juga menjadi maskot kebanggaan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Selain reklame berukuran besar kegiatan ABI, ANB mendapat dukungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, diwakili oleh Resort Konservasi Wilayah (RKW) 10 Bawean yakni melakukan sosialisasi langsung ke pedalaman desa yang terlibat konflik satwa dengan manusianya tinggi. Diantaranya Desa Pudakit Barat, Pudakit Timur, Suwari, Kumalasa serta dusun-dusun kecilnya. Semuanya berada di Kecamatan Sangkapura. 

Pulau Bawean adalah pulau terluar di Kabupaten Gresik. Pulau seluas kurang lebih 200 kilometer persegi di Laut Jawa ini terbagi dua Kecamatan yakni Sangkapura dan Tambak. Perjalanan menuju Pulau Bawean ini bisa ditempuh dengan moda transportasi laut dan pesawat terbang. Moda laut menggunakan kapal cepat membutuhkan waktu 3-4 jam. Menggunakan kapal Roll on-Roll off (Ro-Ro) selama 9-11 jam. Sedangkan, perjalanan pesawat terbang waktu tempuh 45 menit dari Bandara International Juanda, Sidoarjo- Bandara Harun Thohir, Bawean.

Kegiatan mambagikan brosur dengan materi informasi terhadap penyelamatan rusa serta berbincang langsung dengan masyarakat dinilai lebih efktif. Adapula kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan ke Sekolah Dasar. Antara lain, UPT SD Negeri 338 Gresik di Desa Kumalasa, Kecamatan Sangakapura menjadi sekolah yang disinggahi untuk sosialisai ini. 

Ketua Pengawas Yayasan ABI Guslan Gumilang menjadi salah satu narasumber yang didampingi oleh Nurhayyan Jahansyah, anggota BBKSDA Jawa Timur menjelaskan tentang populasi Rusa dan beberapa satwa endemik lainnya, serta yang tak kalah menarik menjadi perhatian khusus para murid adalah dengan hadirnya WNA Jerman Dr. Frank Drygala, peneliti senior sekaligus Vice President dari Association for Nature and Biodiversity (ANB) ikut memberikan materi kepada ratusan siswa.

Nurhayyan menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi ini tidak hanya mengingatkan terancamnya satwa endemik jenis rusa saja, masih banyak jenis lain yang endemik dan dilindungi. Banyak tugas yang harus dilakukan agar populasi satwa khususnya di Bawean harus lebih diperhatikan agar tidak punah. “Penanaman sejak dini tentang kepedulian terhadap satwa khususnya Rusa Bawean adalah hal penting mengingat semakin sedikitnya satwa endemik yang terus berkurang jika tidak diawasi,” kata Nurhayyan.

SOSIALISASI penyelamatan Rusa Bawean di UPT SD Negeri 338 Gresik, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik (FOTO : Guslan Gumilang/1minute.id)

Kepala UPT SD Negeri 338 Gresik Nur’ain mengaku senang dengan kegiatan terebut. “Keberadaan Rusa Bawean kita titipkan kepada generasi muda sebagai pertanggungjawaban bahwa satwa endemik kebanggan Pulau Bawean tidak boleh punah. Kegiatan seperti ini harus sering dilakukan di sekolah-sekolah yang ada di Bawean,” harap Nur’ain.

Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Alam Biodiversitas Indonesia (ABI) masih merupakan langkah kecil yang bekelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan kampanye ini, masih ada program lainnya kedepan nanti. 

“Tahun ini kami fokus di Pulau Bawean untuk satwa rusa. Kondisi rusa Bawean menjadi perhatian internasional. Kami juga dibantu tim dari Jerman untuk melakukan kegiatan ini. Kita harus bergerak bersama demi keberlangsungan satwa kebanggan Indonesia ini khususnya Kabupaten Gresik Pulau Bawean,’ ucap Guslan.

Perlu diketahui bahwa Rusa Bawean pernah menjadi maskot even internasional olahraga Asian Games 2018 bersama dua satwa endemik Indionesia lainya yakni Burung Cendrawasih dan Badak Bercula Satu dan baru-baru ini, Rusa Bawean menjadi logo HUT ke-539 Kota Gresik yang diperingati setiap 9 Maret itu. (gus/yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Rusa Bawean yang Terancam Punah Jadi Perhatian Internasional, Dua NGO Lakukan Kegiatan Kampanye Penyelamatan Rusa Bawean Selengkapnya

Kapolres Gresik Kunjungi SLB Kemala Bhayangkari, Tumbuhkan Semangat Belajar Anak Berkebutuhan Khusus 

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengunjungi SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik pada Kamis, 9 April 2026. Kunjungan tersebut menjadi momen berkesan yang tak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga menumbuhkan semangat baru bagi anak-anak istimewa dalam menempuh pendidikan.

Kehadiran Kapolres AKBP Ramadhan Nasution sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan inklusif. Dengan penuh perhatian, ia meninjau langsung proses belajar mengajar guna memastikan para siswa mendapatkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang mereka.

Dalam rangkaian kegiatan, alumnus Akpol 2007 ini menyisir sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari kantin, ruang kelas, hingga ruang kreativitas yang menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat dan kemampuan. Ia juga menyempatkan diri melihat berbagai hasil karya siswa yang dipamerkan di toko sekolah.

“Kami ingin memastikan anak-anak belajar di lingkungan yang layak dan mendukung. Fasilitas yang baik akan membantu mereka mengembangkan potensi secara optimal,” ujar AKBP Ramadhan.

Momen paling menyentuh terjadi saat Kapolres berinteraksi langsung dengan para siswa. Dengan pendekatan humanis, ia bercengkerama, berbagi senyum, hingga memberikan pelukan hangat kepada salah satu siswa. Gestur sederhana tersebut mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus memupuk rasa percaya diri anak-anak untuk terus berkarya.

Tak hanya kepada siswa, apresiasi juga disampaikan kepada para guru dan tenaga pendidik. Menurutnya, dedikasi dan kesabaran yang ditunjukkan para pengajar merupakan bentuk pengabdian luar biasa dalam mendidik generasi penerus bangsa. “Mengajar dengan hati adalah tugas mulia. Para guru di sini adalah sosok luar biasa yang patut diapresiasi,” ungkap perwira dua melati di pundak itu.

Ia berharap sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan semakin erat, khususnya dalam mendukung pendidikan inklusif. Polres Gresik pun berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan bagi terciptanya generasi yang tangguh, mandiri, dan berkarakter. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Kunjungi SLB Kemala Bhayangkari, Tumbuhkan Semangat Belajar Anak Berkebutuhan Khusus  Selengkapnya

Bupati Fandi Akhmad Yani Hidupkan Semangat Kompetisi Pelajar, Cerdas Cermat & Tahfidz se-Jatim

GRESIK,1minute.id – Ratusan pelajar jenjang TK hingga SMP se-Jatim memenuhi hall Gressmall Gresik pada Kamis, 9 April 2026. Mereka berkumpul untuk mengikuti ajang Gress of Champion Vol. II dan Gebyar Tahfidz Quran.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang membuka gelar anak-anak berotak encer juga hafal alquran itu.  Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik ini berlangsung hingga Jumat besok, 10 April 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan pentingnya menghadirkan kembali ruang-ruang kompetisi intelektual seperti cerdas cermat di tengah perkembangan zaman.

“Kita rindu momentum seperti ini. Anak-anakku sekalian, terus belajar. Jangan takut mencoba. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang harus memiliki mental kuat dan semangat untuk terus berkembang,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga menyinggung tantangan yang dihadapi pelajar saat ini, terutama di era digital. Menurutnya, penggunaan game online dan media sosial perlu mendapat perhatian agar tidak mengganggu proses belajar. “Kami sebagai orang tua tentu punya kekhawatiran. Saat ini juga sedang dibahas aturan terkait pembatasan game online dan media sosial. Harapannya, ini bisa membantu anak-anak tetap fokus belajar,” tambah Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu menjelaskan, pelaksanaan tahun ini terasa lebih meriah karena peserta tidak hanya berasal dari Gresik, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ia juga memastikan, pemerintah daerah akan terus mendampingi para peserta yang berprestasi agar bisa melangkah ke ajang yang lebih tinggi.

“Anak-anak yang juara nanti akan kita dampingi untuk ikut kompetisi lain. Ini bagian dari proses mereka untuk berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk mendorong semangat belajar sekaligus membentuk karakter siswa. “Kami ingin kegiatan ini bisa memotivasi anak-anak untuk lebih semangat belajar, berpikir kritis, dan juga membangun karakter yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kompetisi ini tidak hanya soal menang atau kalah, tetapi juga melatih kepercayaan diri, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir cepat dan tepat.

Antusiasme peserta pun terlihat sangat tinggi. Gress of Champion diikuti oleh 140 tim dari berbagai daerah seperti Lamongan, Surabaya, Mojokerto, Pamekasan, Malang, dan Sidoarjo. Sementara itu, Gebyar Tahfidz Quran diikuti oleh 228 peserta dari jenjang TK hingga SMP se-Jawa Timur. 

“Pesertanya sangat banyak, bahkan pendaftaran harus kami tutup lebih awal karena terus bertambah,” jelas Hariyanto.

Di sisi lain, General Manager Gressmall Gresik Eric Pramono Bangun, menyampaikan bahwa pihaknya senang bisa terus mendukung kegiatan positif seperti ini.

“Kami bangga bisa terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik, khususnya Dinas Pendidikan. Harapannya, Gressmall tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi muda yang berprestasi,” ujarnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Bupati Fandi Akhmad Yani Hidupkan Semangat Kompetisi Pelajar, Cerdas Cermat & Tahfidz se-Jatim Selengkapnya

Wabup Gresik Dorong Lulusan UMG Jadi Wirausahawan, Ciptakan Peluang Kerja

GRESIK,1minute.id –  Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, mengajak para lulusan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) untuk berani menjadi wirausahawan dan mengambil peran di tengah tantangan global yang semakin dinamis. 

Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Wisuda ke-48 UMG di Gedung Graha Kartini Gresik pada Rabu, 2 April 2026. Sebanyak 593 wisudawan dari jenjang Diploma 3 hingga Strata 2 atau magister resmi dikukuhkan. 

Menurut Wabup Alif, momen ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk menentukan arah hidup dan memberi manfaat bagi sekitar. “Wisuda bukan garis akhir, tetapi awal untuk melangkah lebih berani dan berdampak,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia mengingatkan, dunia saat ini sedang menghadapi banyak tantangan mulai dari ketidakpastian ekonomi global hingga perubahan teknologi yang sangat cepat. Namun di balik itu, menurutnya selalu ada peluang bagi mereka yang mau melihat dan berani mengambil langkah.

Karena itu, ia mendorong para lulusan untuk tidak hanya berpikir mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang. Ia menyebut Gresik memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, mulai dari sektor industri, perikanan, UMKM, hingga usaha berbasis digital.

“Gresik ini bukan hanya tempat tinggal, tapi juga ladang peluang. Tinggal bagaimana kita mau melihat dan memanfaatkannya,” ungkapnya.

Selain peluang, ia juga menekankan pentingnya karakter dalam menjalani dunia usaha. Menurutnya, sikap pantang menyerah, disiplin, dan empati menjadi bekal utama agar bisa bertahan dan berkembang. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berupaya membuka ruang bagi tumbuhnya wirausaha muda. Bentuk dukungan tersebut mulai dari pelatihan, akses permodalan, hingga kemudahan perizinan usaha. “Kami ingin lulusan UMG bisa menjadi penggerak ekonomi di Gresik,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik Khoirul Anwar, menyampaikan bahwa wisuda ke-48 ini merupakan momentum penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap kerja. Ia menambahkan, para lulusan juga diharapkan mampu berkontribusi dan beradaptasi di tengah perubahan zaman.

“UMG berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja maupun wirausaha,” ujarnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Dorong Lulusan UMG Jadi Wirausahawan, Ciptakan Peluang Kerja Selengkapnya