Empat Sekolah di Gresik Sabet Penghargaan Adiwiyata Jawa Timur

GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat sekolah di Gresik meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jatim. Saat, ini jumlah sekolah adiwiyata mandiri atau nasional berjumlah 29 sekolah.

Empat sekolah peraih Adiwiyata Provinsi Jatim itu adalah UPT SDN 2 Gresik (Karangturi-Gresik) ; UPT SDN 24 Gresik (Kembangan-Kebomas) ; UPT SMPN 10 Gresik (Bungah) dan UPT SMPN 21 Gresik (Panceng).

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Plt Bupati Gresik Moh Qosim pada saat  apel pagi ASN dan para Kepala OPD Pemkab Gresik di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 8 Februari 2021. Piagam penghargaan diserahkan langsung kepada kepala sekolah masing-masing.

Plt Bupati Gresik Moh Qosim menyampaikan selamat kepada para Kepala Sekolah yang telah berjuang sehingga dapat meraih penghargaan lingkungan sekolah sehat tertinggi di Jawa Timur.

“Semoga penghargaan ini dapat memberikan semangat yang nantinya akan melecut kinerja masyarakat sekolah untuk lebih giat lagi dalam membangun sekolah sehat. kalau sudah meraih penghargaan di tingkat propinsi, agar diperbaiki lagi untuk maju ke tingkat nasional,”kata Qosim.

Lebih jauh, Qosim mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan ini amat penting untuk membentuk kesehatan lingkungan untuk masyarakat sekolah dan sekitarnya. Apalagi dimasa pandemi covid-19 saat ini. “Anda semua telah berjasa untuk meningkatkan lingkungan masyarakat yang sehat,”kata Qosim.

Dimasa pandemik ini, imbuhnya, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan lingkungan terutama lingkungan sekolah. Kesehatan dapat mendukung masyarakat untuk sehat. Sesuai penelitian, ternyata 45 persen kesakitan diakibatkan oleh lingkungan yang kurang baik. “Tingkatkan terus dan terus untuk ikut menggalakkan disiplin protokol kesehatan di masa pamdemi ini,”pesan Qosim. 

Sementara itu, Kepala Sekolah UPT SMPN 21 Matokan menyatakan, menciptakan kondisi sekolah Adiwiyata tidak mudah. Mulai dari penyiapan lingkungan yang tertata rapi dan asri sampai menyiapkan dokumen lingkungan.

“Seluruh komponen sekolah serta siswa harus bisa bekerjasama. Mereka mengerjakan semua keperluan termasuk mengajak masyarakat di sekitar sekolah untuk sadar lingkungan hijau adalah lingkungan sehat sekolah,”katanya kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi.(*)

Empat Sekolah di Gresik Sabet Penghargaan Adiwiyata Jawa Timur Selengkapnya

Tumbuhkan Kecintaan pada Polisi, Bhabinkamtimas Bagikan Buku kepada Anak

GRESIK,1minute.id – Suasana Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Ujungpangkah berbeda. Sejumlah anak pelajar sekolah dasar terlihat keluar masuk markas polisi berlokasi di Jalan Pendidikan, Banyulegi, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu. 

Mereka terlihat semringah ketika keluar mapolsek sambil menenteng dua buku. Buku itu berjudul “Mengenal Polri” dan “Polisi Sahabat Dan Pelindung Kita”. Buku itu dibagikan oleh bhabinkamtimas Polsek setempat. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, melalui Kapolsek Ujungpangkah AKP Sujito menjelaskan, buku-buku tersebut menjadi sarana mengenalkan tugas Polisi kepada para anak, serta untuk menumbuhkan kecintaan pada Polisi.
“Jadi polisi itu bukan untuk ditakuti, namun polisi pun bisa jadi sahabat anak, yang mengayomi dan melindungi,” ujarnya. 
Masa pandemi Covid-19, kegiatan belajar dilakukan secara daring atawa dalam jaringan. “Meski di masa pandemi seperti ini, Saya harap semangat untuk belajar tidak turun,”katanya.

Buku-buku itu juga dibagikan dibagikan kepada anak yang dijumpai oleh anggota bhabinkamtibmas di kampung-kampung. Pasalnya,  sampai saat ini kegiatan belajar mengajar di sekolah belum aktif seperti biasanya dikarenakan Covid-19. (*)

Tumbuhkan Kecintaan pada Polisi, Bhabinkamtimas Bagikan Buku kepada Anak Selengkapnya

Kasus Covid-19 Meningkat, Rencana Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka Dipending


GRESIK, 1minute.id –  Perkembangan kasus corona virus disease 2019 semakin mengkhawatirkan. Jumlah pasien terpapar virus dari Wuhan, Tiongkok itu menunjukkan peningkatan.

Termasuk di Kota Santri, Gresik ini. .Kondisi itu membuat Pemkab Gresik mengkaji ulang rencana ujicoba pembelajaran tatap muka. Semula pemerintah mewacanakan ujicoba pembelajaran tatap muka mulai Senin, 4 Januari 2021.

“Sehubungan meningkatkannya kembali kasus covid nasional maupun regional termasuk dilingkungan pendidikan dihimbau sementara rencana ujicoba pembelajaran tatap muka ditunda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,”kata Wabup Qosim dalam suratnya tertanggal 30 Desember 2020.

Sementara itu, pantau 1minute.id, sejumlah sekolah jenjang SD hingga SMA sederajat di Gresik telah siap melaksanakan ujicoba tatap muka.  “Tapi, karena anjuran begitu kami hanya bisa nunggu kabar selanjutnya,”kata seorang guru enggan disebut identitasnya itu. 

Disisi lain,  Satgas Covid-19 Gresik meliris perkembangan kasus hari ini,  Rabu 30 Desember 2020. Data Satgas Covid-19, hari ini ada penambahan kasus baru berjumlah 20 orang. Sedangkan, pasien sembuh “hanya” 9 kasus. Sedangkan, meninggal dunia dua orang. 

“Dua orang yang meninggal dunia itu dari Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan dan Padangbandung,  Kecamatan Dukun,”ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Kesehatan Pemkab Gresik Reza Pahlevi, Rabu 30 Desember 2020. (*)

Kasus Covid-19 Meningkat, Rencana Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka Dipending Selengkapnya

Wanda, Anak Buruh Tani Jawara Tahfidz Alquran, Keterbatasan Penglihatan Bukan Penghalang Remaja Bercita-cita menjadi Dosen


GRESIK, 1minute.id – Bagi Wanda Nur Nabilah keterbatasan penglihatan bukan suatu halangan menjadi seorang tahfidz alquran. Ketekunan belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Gresik itu bisa menjadi jawara dalam lomba tahfidz alquran dihelat Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim belum lama ini. 

Wanda menyisihkan ratusan peserta lainnya se-Indonesia dalam lomba virtual tersebut.  Wanda, anak pasangan Sajib Iswandi, 42 dan Nursiyanah, 37, memiliki keterbatasan melihat. 

Sajib, buruh tani asal Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean, Gresik mengajari Wanda mengaji setelah menggarap sawah. Kecerdasan Wanda dengan mudah menghafalkannya. “Saya tidak menyangka Wanda bisa menjadi juara,”kata Sajib kepada wartawan, Selasa 29 Desember 2020.

Ibunda Wanda, Nursiyanah menambahkan hampir setiap hari mengajari Wanda mengaji. Karena keterbatasan penglihatan, ibu rumah tangga berusia 37 tahun mengajari Wanda mengaji dengan cara dibacakan. 

“Wanda kemudian menirukannya,”kata perempuan yang hanya sempat mengenyam pendidikan jenjang madrasah Tsanawiyah atau setingkat SMP itu. 

Wanda yang tergolong siswa cerdas itu akhirnya bisa menamatkan SMP di Kecamatan Kedamean. Wanda memiliki impian menjadi dosen itu kemudian melanjutkan SMA Muhammadiyah 1 Gresik. 

“Wanda ini cita-citanya menjadi dosen dan penghafal Alquran,”kata Nursiyanah. Akan tetapi, Nursiyanah sempat ragu. Sebab, ekonomi keluarga sangat sederhana. 

Jarak rumah Wanda di Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean ke sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik cukup jauh. Sekitar 35 kilometer. Bila harus pergi-pulang akan kerepotan. Sedangkan, indekos tentu membutuhkan biaya tambahan lagi bagi keluarga Wanda membayar uang kos. 

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik  Ainul Muttaqin mendengar kabar ada calon siswa memiliki keistimewaan menghafal Alquran langsung menerimanya. 

Wanda kemudian ditempatkan di Pondok Madinatul Ilmi, pondok pesantren (Ponpes) dibawah naungan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Kemampuan Wanda dalam menghafal Alquran semakin terasa. Karena setiap hari Wanda wajib setoran hafalan ayat Alquran.

Wanda (kiri) ketika belajar mengaji bersama ustad dan temannya. (foto : istimewa)

“Padahal, peserta lomba hafidz adalah siswa-siswa yang tergolong sempurna. Wanda bisa mengalahkan peserta yang tanpa kekurangan dalam panca inderanya,”kata Ainul Muttaqin bangga.

Sejak diterima di SMA Muhammadiyah 1 Gresik, para guru di sekolah belum pernah bertemu secara langsung. Karena pembelajaran dalam jaringan (daring). Tapi, Wanda bisa mengukir prestasi.

Dia mengatakan melihat kondisi keluarga Wanda,  beberapa guru di sekolah menawarkan menjadi bapak angkat, juga menjadi pembimbing di dalam pondok. “Kami sebagai pendidik dan pengasuh layak bangga, pasalnya ada kekurangan dipenglihatan, namun bisa mengalahkan yang penglihatannya normal,”ujar Ainul Muttaqin. (*)

Wanda, Anak Buruh Tani Jawara Tahfidz Alquran, Keterbatasan Penglihatan Bukan Penghalang Remaja Bercita-cita menjadi Dosen Selengkapnya

Ketua PGRI Gresik Arief Susanto : Segera Audiesi Pemkab untuk Agenda Solusi Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer


GRESIK, 1minute.id – Arief Susanto terpilih kembali sebagai Ketua PGRI Gresik.  Kepala SMK PGRI 1 Gresik meraih suara mayoritas dari tiga kandidat lainnya dalam Konferensi Kabupaten (Konkab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gresik, Sabtu , 26 Desember 2020.

Konfercab di Gedung PGRI Gresik ini rencana dibuka Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Akan tetapi, bupati berhalangan diwakilkan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin.

Ada empat kandidat yang maju dalam bursa calon ketua  PGRI Gresik periode 2020-2025 ini.  Mereka adalah Arief Susanto ; A. Fathoni  ; Sutrisno dan Suryanto ini. Mereka memperebutkan 771 suara.  Masa pagebluk corona virus disease 2019,  konkab dilakukan secara daring. Pemungutan suara dilakukan di dua tempat pemungutan suara (TPS) 

Dalam peoses demokrasi ini,  patahana Arief Susanto kembali terpilih dengan perolehan suara mutlak. Arief mendapatkan 765 suara. Sedangkan, tiga kandidat lainnya yakni A. Fathoni,  Sutrisno dan Suryanto, masing-masing mengantongi 2 suara. 

Konkab dihadiri Kadispendik Gresik Mahin, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Gresik  Puji Astuti dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Markus itu berlangsung cukup demokratis. 

Ketua PGRI Gresik terpilih Arief Susanto (kanan)

Ketua PGRI Gresik terpilih Arief Susanto mengatakan, sesuai dengan visi dan misi PGRI serta Tema konfrensi kabupaten (Konkab) kali ini, “Mewujudkan PGRI sebagai Organisasi Profesi dan Perannya dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Abad 21”. 

Maka, tambah Arief,  PGRI selalu berupaya memperjuangkan kesejahteraan guru guna meningkatkan mutu pendidikan.

“Bukan  hanya untuk anggota PGRI, namun untuk seluruh guru di semua jenjang dan lapisan, utamanya guru honorer agar benar-benar mendapat perhatian dari pemerintah dengan penghasilan yang layak,”ujar Arief, Minggu malam,  27 Desember 2020. 

Agenda utama PGRI Gresik itu segera dikomunikasikan dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

“Selama ini para guru honorer sudah mendapat perhatian dari Pemkab namun masih sangat perlu ditingkatkan perhatiannya,”tegas Arief. (*)

Susunan Pengurus PGRI Gresik hasil konferensi kabupaten Gresik Periode 2020-2025

Ketua PGRI Gresik Arief Susanto : Segera Audiesi Pemkab untuk Agenda Solusi Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer Selengkapnya

Temukan Ekstrak Daun Mimba, Obat Potensial Corona, Dua Siswa SMAM10 Raih Medali Silver, Olimpiade Sains Internasional

 
GRESIK,1minute.id  – Pagebluk corona virus disease 2019 kapan berakhir. Vaksin untuk menangkal virus dari Wuhan, Tiongkok belum bisa dipastikan kemujarabannya. 
Ditengah kondisi pandemi Covid-19, dua siswa SMA Muhammadiyah 10 (SMA10) Gresik menemukan obat potensial untuk Covid-19. Obat itu berasal dari Daun Mimba. 

Hasil temuan dua siswa bernama Yoraisa Ghany Setyawan dan Salsabila Meutia itu menarik perhatian dewan juri dalam lomba sains internasional digelar secara daring atawa dalam jaringan. 

Lomba sains internasional dihelat oleh Indonesia Scientific Society (ISS) bertajuk World Innovatife Science Project Olympiade (WISPO) itu, inovasi dua siswa SMAM10 Gresik meraih medali silver. Lomba ini diikuti ratusan peserta berasal dari 13 negara termasuk Indonesia. 

Menurut Yoraisa Ghany Setyawan , penelitian setelah membaca sejumlah jurnal tentang manfaat daun Mimba. Tanaman ini telah terbukti mempunyai aktivitas anti virus. Daun mimba atau Intara (neem tree) ini dikenal tanaman berjuta manfaat.

Yoraisa dan temannya, Salsabilah melakukan penelitian dengan di fasilitasi pihak sekolah. “Awalnya daun Mimba di cuci bersih, lalu dikeringkan. Selanjutnya diblender kemudian di campur dengan ethanol nanti ada ekstrak dari daun tersebut. Selanjutnya bisa dijadikan kapsul,” ujarnya kepada wartawan, Rabu 23 Desember 2020.

Dengan dibimbing guru, pelajar Kelas IX ini, melakukan penelitian lebih lanjut dan hasilnya bahwa daun Mimba bisa menjadi obat potensial SARS CoV-2 merupakan virus munculnya Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini.

“Protein penting yang terlibat dalam siklus hidup SARS CoV 2 dalam manusia antara lain chymotrypsin-like protease (3CLpro), papain-like protease (PLpro), helicase, RNA-dependent RNA polymerase (RdRp), serta Angiotensin converting enzyme 2 (ACE 2) dari manusia yang berperan sebagai pintu masuk virus,”jelasnya.

Pada penelitian ini, lanjut Yoraisa, metabolit sekunder daun Mimba yang digunakan adalah Gedunin, Analisis in silico dilakukan untuk mengetahui mekanisme kerja dari senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan virus dalam tubuh manusia. 

Kemudian, analisis in silico ini untuk melakukan persiapan dan analisis molekulnya. Analisis in silicio suatu istilah untuk percobaan atau ujicoba yang dilakukan dengan simulasi komputer.

Uji in silico telah menjadi metode yang digunakan untuk mengawali penemuan senyawa obat baru dan untuk meningkatkan efisiensi dalam optimasi aktivitas senyawa induk.

“Dari riset ini kita menemukan ada enzim yang bisa menghambat virus Corona itu dalam tubuh manusia. Tentu ini masih penelitian awal yang butuh riset lanjutan,”katanya.

Sementara, Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Hari Widianto mengungkapkan, riset yang dilakukan anak didiknya ini baru tahap awal sehingga masih dibutuhkan penelitian lanjutan di laboratorium lebih lengkap. Seperti di laboratorium Universitas Airlangga.

Hari menambahkan, ia sangat bangga atas prestasi tingkat Internasional, melalui pengembangan siswa bidang riset ini, sekolahnya meraih medali silver.

“Kami akan tindaklanjuti dengan uji coba laboratorium yang memiliki riset bagus bidang biologi. Sekolah kami memang terus berinovasi sehingga bisa dikenal sekolah berbasis riset,”tegas Hari. (*)

Temukan Ekstrak Daun Mimba, Obat Potensial Corona, Dua Siswa SMAM10 Raih Medali Silver, Olimpiade Sains Internasional Selengkapnya

Jaga Kelestarian SDA, Pencinta Alam dan BKSDA Bawean Tanam Ribuan Bibit Pohon

Mahasiswa pecinta alam, Mapala STAI Hasan Jufri Bawean ketika menanam pohon di area Danau Kastoba


GRESIK, 1minute.id – Pulau Bawean memiliki alam yang eksotis. Biota laut maupun hutan. Masih asri.

Untuk menjaga keseimbangan alam dan lingkungan di Pulau Bawean itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) RKW 11 Pulau Bawean bersama mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) STAI Hasan Jufri Bawean dan masyarakat melakukan penanaman ratusan bibit pohon.

Bakti sosial reboisasi itu pemulihan hutan di area blok Danau Kastoba di Desa Paromaan, Kecamatan Sangkapaura, Pulau Bawean. 

Selain di danau kastoba kegiatan reboisasi juga dilakukan di Beto celeng Dusun Padeleman, Desa Kelompanggubug, Kecamatan Tambak. 

Reboisasi ini  sebagai sarana menjaga keseimbangan alam dan memperbaiki hidrologi hutan untuk mencegah terjadinya tanah longsor serta melestarikan sumber daya air untuk masyarakat sekitar.

Mohammad Rawi mengatakan kegiatan reboisasi tersebut akan berlanjut ke blok Teneden ; blok hutan Pamegetan ; blok Tarip-tarip, dan blok Cemedak. “Totalnya ada seribu bibit pohon,”kata Rawi, salah satu anggota Mapala STAI Hasan Jufri Bawean itu. 

Ribuan pohon yang ditanam diantanya pohon Gondang, Mahoni, Binong, dan Nyamplung. “Semua pohon itu mampu menghasilkan air dikemudian hari,”imbuhnya. Reboisasi, salah satu cara untuk menjaga sumber daya air di Pulau berjarak 80 mil laut dari Gresik itu.

Rawi mengatakan dalam waktu tiga tahun terakhir ini para petani sangat kekurangan air untuk bercocok tanam. ” Kalau dulu mereka mampu untuk menanam padi hingga tiga kali dalam satu tahun, sekarang mereka hanya mampu menanam satu kali dalam satu tahun.”ujarnya.

Rawi bersyukur kegiatan reboisasi mendapatkan respons cukup baik dari masyarakat. Mereka pun turut serta ikut menanam bibit pohon untuk reboisasi. 
“Masyarakat sangat khawatir ladang-ladang yang mereka tanami saat ini menjadi tandus nantinya.”katanya . 

Sementara itu,  Ketua BKSDA RKW 11 Pulau Bawean Nur Syamsi mengatakan sekitar 400 bibit pohon telah ditanam, Senin 14 Desember 2020. “Tujuannya untuk menjaga ekosistem kawasan sekitar daerah konservasi Danau Kastoba,”katanya. (*)

Jaga Kelestarian SDA, Pencinta Alam dan BKSDA Bawean Tanam Ribuan Bibit Pohon Selengkapnya

Kelas Industri mulai Pembelajaran, Kuliah Perdana Menghadirkan Direktur Human Capital Indospring

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 24 siswa kelas industri Indospring SMK PGRI 1 Gresik memulai pembelajaran, Sabtu 12 Desember 2020. Kuliah perdana angkatan VII ini dibimbing langsung Human Capital Director PT Indospring Bob Budiono.

Masa pandemi Covid-19 Bob Budiono lebih banyak memotivasi siswa untuk disiplin protokol kesehatan dan budaya kerja. Sebab, virus corona tidak terlihat oleh mata.

Sehingga disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan dengan sabun harus dilakukan. “Vaksin sesungguhnya adalah memenuhi prokes,”tegas Bob Budiono dihadapan 24 siswa dan perwakilan wali murid di lantai 2 Gedung SMK PGRI 1 Gresik, Sabtu 12 Desember 2020. 

Dia melanjutkan masa pandemi semua industri terdampak. Pabrik pegas daun maupun pegas keong (pegas ulir) terdampak virus berawal dari Wulan, Tiongkok itu sempat terdampak. 

“Terpuruk di bulan Mei.Beruntung pencipta alam sangat baik dengan Indospring. Dan, kemudian merangkak naik terutama ekspor,”katanya. “Dan, hari ini Indospring akan melakukan ekspor perdana ke Taman,”imbuhnya. 

Kuncinya, disiplin dan inovasi. Bob berharap 24 dari 380 siswa lolos seleksi ini dari segi kemampuan hampir sama. Lalu apa pembedanya? “Harus memiliki agile (tangkas),”kata Bob Budiono. 

Selain itu, siswa harus berbakti kepada orang tua. “Nanti bila di terima di Indospring jangan lupa berikan perhatian kepada orang tua,”pesannya.

Biasanya, Bob Budiono memberikan kuliah perdana bisa lebih 60 menit. Namun, masa pandemi Bob hanya memberikan kuliah perdana selama 30 menit. Bob mempersilakan siswa untuk mengcopi materi di flasdisk. “Silakan di copi untuk dipelajari,”ujarnya. 

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto mengatakan, mengapresisi kepedulian Bob Budiono dan Indospring atas kepedulian kepada dunia pendidikan.

Selain itu, Arief juga meminta kepada 24 siswa kelas industri untuk selalu bersyukur karena terpilih menjadi siswa Indospring Class. 

“Dan utamakan budaya kerja,  seperti tempat waktu, menggunakan APD dan K3,”tegas Arief. (*)

Kelas Industri mulai Pembelajaran, Kuliah Perdana Menghadirkan Direktur Human Capital Indospring Selengkapnya

SMK PGRI Gresik Gelar Job Matching Online, 3 Jam Pasca Pembukaan 300 Pelamar Mendaftar

GRESIK ,1minute.id – Masa pademi Covid-19 memasuki new normal life. Sejumlah perusahaan mulai menggenjot produksi. Mereka pun membutuhkan tenaga kerja.  

SMK PGRI 1 Gresik menggelar Job Matching, untuk memfasilitasi perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi ini, Senin 30 November 2020. 

Job Matching dipusatkan di SMK PGRI Gresik dan diikuti lima sekolah imbas yakni SMK YPI Darussalam 1 Cerme ;SMK Semen Gresik ; SMK YASMU Manyar Gresik ; SMK Islamic Qon Gresikdan SMK PGRI 2 Gresik itu dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Gresik Puji Astuti. 

Karena masih masa pandemi korona , calon tenaga kerja (naker) yang lulusan SMK se-kabupaten Gresik itu tidak langsung bertemu dengan pihak perusahaan peserta job matching. 

Delapan perusahaan peserta job matching itu adalah PT Indoprima Gemilang ; PT Indospring ; PT Rollent Indonesia dan PT Kawung. Kemudian, PT Swabina Gatra;  CV Kend Teknik; CV Panorama dan CV Alat Ukur Berkah. 

Menurut Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto mengatakan, job matching ini peserta bisa memilih industri atau perusahaan yang mereka minati sesuai dengan background dan kompetensi masing-masing. 

Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Gresik Puji Astuti memberikan pembekalan kepada peserta Job Matching dengan protokol kesehatan di SMK PGRI Gresik, Senin 30 November 2020 (foto : chusnul cahyadi)

“Perusahaan menyeleksi secara online,” ujar Arief Susanto didampingi Eko Purwanto, penyelenggara Job Matching,  Senin 30 November 2020. SMK PGRI 1 Gresik sebagai penyelenggara berdasarkan instruksi Direktorat SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Kami mempertemukan lulusan SMK dengan dunia industri atau perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Job matching ini diawasi Satgas Covid-19 wilayah Timur,”katanya. 

Dalam pantauan1minute.id, sekitar pukul 10.30 atau tiga jam pascapembukaan sudah ada 305 pelamar yang masuk. 

Terpisah, Human Capital PT Indospring Andi Mohtar mengatakan, sekitar pukul 10.30 pelamar yang sudah masuk sebanyak 172 orang. “Kami akan lakukan tahapan seleksi secara virtual,”kata Andi ditemui di sela Job Matching di SMK PGRI Gresik. (*)

SMK PGRI Gresik Gelar Job Matching Online, 3 Jam Pasca Pembukaan 300 Pelamar Mendaftar Selengkapnya

Kelas Indospring Kembali Dibuka, Dibutuhkan 24 Siswa, Seleksi Diikuti 360 Siswa

GRESIK,1minute.id – Program vokasi kelas industri di SMK PGRI Gresik kembali bergulir. Kelas industri bekerjasama dengan PT Indospring itu memasuki tahun ketujuh. 

Tahun ini, pabrikan otomotif berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas itu membutuhkan 24 siswa untuk didik menjadi tenaga siap kerja.

Antusiasme siswa cukup tinggi. Sebanyak 360 siswa kelas XI di sekolah yang dipimpin oleh Arif Susanto mengikuti seleksi kelas industri itu. Sekolah berlokasi di Jalan DR Soetomo, Gresik telah menjaring 178 siswa untuk seleksi tahap berikutnya, yakni wawancara dan spikotes. 

“Untuk tes wawancara dan psikotes dilakukan manajamen Indospring,”ujar Waka Humas SMK PGRI Gresik Robby A. Y,  Sabtu 28 November 2020.

Seleksi digelar di aula lantai 4 sekolah tetap menjalankan protokol kesehatan, yakni physical distancing dan memakai face shield atau masker. “Seleksi dilakukan dua tahap untuk menjaga prokes,”tambah Robby. 

Sementara itu,  Industrial Relation Manager PT.Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy menambahkan dari 178 siswa kelas XI jurusan Teknik Mesin dan Listrik akan diambil 24 siswa. 

“Sebanyak 24 siswa yang lolos seleksi akan menjalani pembelajaran selama setahun,”ujar Dias disela memimpin seleksi di SMK PGRI Gresik ini, Sabtu 28 November 2020.

PSIKOTES : ratusan siswa SMK PGRI Gresik menjalani psikotes untuk seleksi kelas Indospring di Aula Sekolah, Sabtu 28 November 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

Selama setahun, puluhan siswa kelas Indospring ini mendapatkan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di Indospring. Yakni,  6 bulan pertama kelas teori.

“Di kelas teori ini nanti selain guru dari SMK PGRI,  jajaran manajemen juga memberikan pembelajaran di kelas. Kurikulumnya sesuai kebutuhan industri,”katanya.  Diantaranya, pembelajaran tentang budaya kerja, Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) hingga quality control (QC).

“Kemudian, 6 bulan berikutnya siswa menjalani praktik di Indospring. Mereka yang lulus bisa langsung kerja di Indospring,”ujarnya. Dias mengatakan program kelas Indospring memasuki tahun ketujuh. “Kami mulai lakukan sejak 2014,”katanya. 

Manajemen bekerjasama dengan SMK PGRI Gresik ini, bertujuan kontribusi menyiapkan generasi muda siap bekerja. (*)

Kelas Indospring Kembali Dibuka, Dibutuhkan 24 Siswa, Seleksi Diikuti 360 Siswa Selengkapnya