Rapid Antigen Gratis untuk Santri Berlanjut, Syaratnya Mendaftar ke RMI


GRESIK,1minute.id – Pemeriksaan kesehatan santri asal Gresik bakal balik ke pondok pesantren berlanjut.  Pada Sabtu hari ini, memasuki gelombang ketiga. Giliran untuk 97 dari 174 santri Ponpes Lirboyo, Kediri yang menjalani  pemeriksaan rapid test Antigen gratis. Rapid Antigen dilakukan di Puskesmas Manyar.

Santri lainnya menjalani rapid di sejumlah puskesmas. Ratusan santri Ponpes Lirboyo ini menjalaji rapid Antigen karena berencana balik ke pondok pascaliburan pada Minggu besok, 23 Mei 2021. Mereka berangkat dari kantor PCNU Gresik. Sehari sebelumnya, puluhan santri asal Ponpes Modern Gontor yang menjalani rapid test Antigen. 

Berdasarkan data Rabitha Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Gresik lebih dari 2 ribu santri yang bakal balik ke ponpes secara bergelombang. Mereka nyantri di puluhan ponpes yang tersebar di Jawa Timur.

Pemeriksaan kesehatan untuk santri Ponpes Lirboyo ini dimulai pukul 07.00. Santri dan santriwati datang ke puskesmas Manyar secara bergelombang. Sekitar pukul 11.30, rapid Antigen kelar. Selama menjalani rapid antigen mereka didampingi Sekretaris RMI PCNU Gresik Imam Junaidi.

Kepala UPT Puskesmas Manyar dr Ovaldo Kurniawan mengatakan test rapid Antigen gratis ini untuk santri dari Lirboyo, Kediri. Data dari RMI ada 97 santri. “Tapi yang datang 85 santri. Mereka yang berhalangan hadir karena beberapa faktor,”ujar dr Ovaldo. 

Dalam tiga gelombang ini, tambah Ovaldo, puskesmas Manyar telah melakukan rapid Antigen sebanyak 345 santri. Bagaimana bila ada santri terindikasi reaktif, Ovaldo mengatakan pihaknya akan melaporkan RMI dulu sebelum dilakukan isolasi mandiri. 

Terkait adanya santri go show alias langsung daftar sendiri-sendiri, Ovaldo menyarankan mereka untuk mendaftar terlebih dulu kepada RMI melalui pengurus pondok masin-masing. Sebab, kuota harian alat kesehatan rapid terbatas.

“Mekanisme yang benar santri mendaftar ke RMI kemudian akan dikoordinasikan pengurus pondok masing untuk mendapatkan pelayanan rapid antigen gratis,”tegasnya. Pendaftaran ke RMI minimal H-3 sebelum balik ke pondok. Sehingga bisa dipersiapkan alokasi alat kesehatan untuk rapid antigen gratisnya.

Sementara itu, koordinator santri Ponpes Lirboyo Ahmad Muhdlor mengatakan santri asal Gresik yang balik ke pondok pada Minggu, 23 Mei 2021 berjumlah 174 santri. Mereka memeriksakan kesehatan di Puskesmas Manyar dan Mengganti. “Sedangkan asal Pulau Bawean menjalani rapid test di puskesmas Alun-alun Gresik,”kata Muhdlor.

Rapid test antigen ini dilakukan sebagai syarat wajib santri yang akan balik ke pondok. “Kalau ada yang positif tidak boleh berangkat. Santri yang positif itu harus menjalani isolasi lebih dulu. Semua ini dilakukan untuk menjaga keselsmatan yang lainnya,”kata santri tinggal di Desa Leran, Kecamatan Manyar ini. (yad)

Rapid Antigen Gratis untuk Santri Berlanjut, Syaratnya Mendaftar ke RMI Selengkapnya

Nyaman dan Judul Buku Lengkap, Perpustakaan Ruang Waktu Kandidat Jawara di Jatim

GRESIK,1minute.id – Buku tetap penting dan perlu. Pun, keberadaan perpustakaan masih dibutuhkan. Apalagi di pedesaan.  “Perpustaakan Ruang Waktu”, diantaranya.  Perpustakaan ini berada di Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme, Gresik tergolong ciamik sehingga masuk nominasi juara perpustakaan desa tingkat Jawa Timur.

Ketua Dewan Juri Lomba Perpustakaan Jatim Hasto Hendarto melakukan penilaian perpustakaan Ruang Waktu itu pada Jumat, 21 Mei 2021. Tim juri lomba diterima Wakil Bupati Aminatun Habibah dan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Gresik Siti Jaiyaroh.

Perpustakaan Desa Sukoanyar kandidat juara perpustakaan Desa tingkat Propinsi Jawa Timur. Dan calon wakil Jawa Timur menuju lomba perpustakaan desa tingkat Nasional. 

Pustakaan Mesin Waktu ini cukup asri. Buku-buku yang berjumlah sekitar 3000 unit tertata rapi. Perpustakaan ni juga menyimpan ratusan ribu naskah buku digital.Ruang pengunjung tertata apik sehingga nyaman dan menyenangkan berada di dalam perpustakaan. Apalagi dalam ruang perpustakaan ini ada kolam ikan sehingga pengunjung pun betah berlama-lama membaca.

Menurut Wabup Aminatun Habibah demam gadget seperti saat ini seakan sudah mengubah budaya masyarakat dari yang berbudaya membaca menjadi budaya mendengar. 

“Namun buku tetap unggul dibanding media baca yang lain. Fisik buku akan menjadi bukti otentik bagi ilmu yang pernah kita dapat dari membaca. Selain untuk diri sendiri, buku juga bisa dibaca oleh pihak lain yang tentu saja jumlahnya lebih dari seorang,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah memberi keyakinan kepada para pengunjung perpustakaan yang menghadiri penilaian lomba perpus desa tersebut.

Ia optimistis kondisi perpustakaan yang nyaman akan lebih banyak masyarakat yang suka membaca buku. Untuk itu penataan perpustakaan desa yang ada di Sukoanyar Cerme ini bisa di replikasi ditempat yang lain di Gresik.

Ketua Dewan Juri Hasto Hendarto saat menyampaikan sambutan mengatakan, satu hal yang penting perpustakaan desa harus berbasis inklusi sosial, yaitu menjadi pusat pemberdayaan dengan menyimpan buku-buku kebudayaan. Pusat Ilmu pengetahuan dan Pusat Pemberdayaan.

“Intinya perpustakaan saat ini harus bisa melayani segala jenis dan bentuk kebutuhan masyarakat terkait informasi. Tentu saja hal ini harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas IT,”kata Hasto.

Kepala Dinas kearsipan dan Perpustakaan Gresik Siti Jaiyaroh bersama Camat Cerme Suyono selalu memantau keberadaan perpustakaan desa yang ada di wilayah Kecamatan Cerme tersebut. Suyono Camat Cerme melihat adanya kecenderungan masyarakat pelajar sekitar perpustakaan memanfaatkan tempat ini sebagai media untuk pembelajaran online.

“Selain sebagai sarana belajar daring dimasa pandemic ini, perpus desa juga bisa dipakai sebagai tempat pembelajaran dengan adanya kelengkapan buku-bukunya,”katanya. (yad)

Nyaman dan Judul Buku Lengkap, Perpustakaan Ruang Waktu Kandidat Jawara di Jatim Selengkapnya

Pemkab Siap Kalaborasi dengan Perguruan Tinggi Wujudkan Nawa Karsa Gresik Baru

GRESIK,1minute.id – Duet pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah akan menggandeng perguruan tinggi untuk mewujudkan Nawa Karsa Gresik Baru. 

Hal itu disampaikan Bupati Fandi Akhmad Yani  saat silaturrahim dengan civitas akademika Universitas Qomaruddin (UQ) Kecamatan Bungah, Gresik pada Kamis, 6 Mei 2021. Bupati Fandi Ahmad Yani mengatakan, sejak awal dirinya ingin mewujudkan Nawa Karsa dengan pola kolaborasi dengan semua pihak, salah satunya di bidang pendidikan dan SDM dengan menggandeng perguruan tinggi.

“Saya menyampaikan terimakasih atas komitmen Universitas Qomaruddin dalam rangka mendukung program Nawa Karsa, dan kedepan bisa berbentuk kerjasama bidang pendidikan, ekonomi, dan lainnya, kebetulan di kampus ini ada jurusan yang membidangi itu,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Wabup Aminatun Habibah menambahkan, bentuk keseriusan komitmen perguruan tinggi akan ditindaklanjuti dengan MoU atau kerjasama dengan Pemkab Gresik. 

Namun sebelum kerjasama itu dilakukan, tambahnya, perguruan tinggi terlebih dahulu menentukan bidang kerjasamanya sehingga lebih fokus. “Seperti kampus UISI yang telah bekerjasama dengan kita terkait pendampingan di dunia pendidikan, ada lagi terkait pendampingan lingkungan dari Universitas Muhammadiyah Gresik,”jelas Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.

Sementara itu. Wakil Rektor Universitas Qomaruddin Moh Maghfur menyatakan, lembaganya komitmen mendukung dan mensukseskan pemerintahan Gresik Baru. 

Bukti komitmen itu, dikatakan Maghfur akan melakukan kerjasama dalam rangka pembangunan dalam segala aspek kebijakan yang ada di Pemkab Gresik.

“Jadi, kegiatan ini sebagai upaya yayasan Qomaruddin dan seluruh lembaga naungannya melakukan kerjasama dalam rangka pembangunan di seluruh aspek kebijakan,” terangnya.

Ia mencontohkan bentuk kerjasama itu berbentuk keterlibatan dan pendampingan program, seperti pada saat penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), vaksinasi, dan program lainnya.

“Kami yang ada di perguruan tinggi ini berada di luar legislasi, eksekusi, dan stakeholder lainnya, untuk itu kami siap mengawal seluruh program Nawa Karsa yang digagas Bupati Gresik dengan berkolaborasi dengan perguruan tinggi,”tegasnya. (yad)

Pemkab Siap Kalaborasi dengan Perguruan Tinggi Wujudkan Nawa Karsa Gresik Baru Selengkapnya

Pantau PTM, Satgas Covid Balongpanggang Blusukan ke Sekolah

GRESIK,1minute.id – Petugas dari TNI, Polri dan Linmas blusukan ke sekolah. Satgas Covid-19 Kecamatan Balongpanggang itu mendatangi SMA Negeri 1 Balongpanggang untuk memantau protokol kesehatan Pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah itu.

Terlihat hadir diantara Camat Balongpanggang M Jusuf Ansyori, Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus, bersama Personil dan Koramil Balongpanggang. Mereka ditemui Kepala SMAN 1 Balongpanggang dan Kepala UPT Puskesmas Dapet Kecamatan Balongpanggang dr Masrizal Khilda Taba. Puluhan siswa kelas XI yang masuk sekolah. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus mengatakan kehadiran Satgas Covid-19 masuk sekolah itu selain memantau prokes juga memberikan sosialisasi kepada guru dan siswa untuk disiplin mematuhi prokes Covid-19.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan pencegahan Covid-19 di Kecamatan Balongpanggang khususnya di lingkungan SMA Negeri Balongpanggang. Sehingga dengan pemberlakuan pembelajaran tatap muka dapat berjalan dengan aman dan lancar dimasa Pandemi Covid- 19,”kata AKP Tulus pada Jumat, 30 April 2021.

Sementara itu, update data Covid-19 per 30 April 2021 terjadi penambahan 4 kasus konfirmasi terakumulasi menjadi 5.542 kasus. Sembuh tambah dua kasus menjadi 5.137 kasus.

Meninggal dunia 353 orang. Berdasarkan data sebaran Covid-19 di Balongpanggang terakumulasi 151 kasus. Selain itu, Balongpanggang tercatat menjadi salah satu munculnya klaster di Gresik yakni  Pasar Balongpanggang. (yad)

Pantau PTM, Satgas Covid Balongpanggang Blusukan ke Sekolah Selengkapnya

SIG Peduli Salurkan Bantuan untuk Ponpes Tahfidz Alquran

GRESIK,1minute.id –  Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Ibnu Mas’ud terus menambah fasilitas untuk para santri. Pembangunan gedung dan sarana prasarana ponpes berlokasi di Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur mendapatkan kuncuran bantuan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui program SIG-Peduli.

Bantuan senilai Rp 225 juta itu diserahkan oleh General Manager of CSR SIG Edy Saraya kepada Ketua Yayasan Bukit Shafa Marwah (YBSM), Misbahul Huda di lokasi pembangunan Ponpes Tahfidz Al-Quran Ibnu Mas’ud pada Selasa, 20 April 2021.

General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan, bantuan ini merupakan kepedulian perusahaan terhadap pendidikan dalam membentuk generasi muda yang Qurani. Ponpes ini diharapkan bisa mencetak para penghafal Al-Quran yang mumpuni dan berjiwa leadership tinggi.

“Menjadi kebanggan bagi kami karena bisa berkontribusi dalam pembangunan Ponpes Tahfidz Al-Quran ini,”kata Edy Saraya. “Sungguh niat baik, dan ini sejalan dengan visi perusahaan maupun Kementerian BUMN  dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia,”imbuhnya.

Lebih lanjut, Edy Saraya mengatakan kurikulum pendidikan di Ponpes bermuara pada penciptaan generasi Qurani yang unggul dan berdaya saing tinggi. “Bukan hanya dari sisi skill, tapi juga menyangkut nilai-nilai dasar kemanusian,”katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bukit Shafa Marwah Misbahul Huda mengatakan, jumlah Ponpes Tahfidz Al-Quran sudah banyak. Namun apa yang diajarkan di Ponpes Ibnu Mas’ud sedikit berbeda. 

“Di sini santri tidak hanya dibentuk menjadi penghafal Al-Qur’an, melainkan juga dibekali dengan wawasan leadership dan entrepreneurship. Sehingga nanti kalau mereka lulus tidak harus kembali ke pondok menjadi pengajar,”jelasnya.  Terima kasih atas bantuan dari SIG, semoga bermanfaat bagi para santri dan masyarakat sekitar. (yad)

SIG Peduli Salurkan Bantuan untuk Ponpes Tahfidz Alquran Selengkapnya

Terapkan Prokes Ketat, Bupati Gresik Optimistis PTM Aman

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 80 persen peserta didik mengingingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Antusiasme itu terlihat di PTM hari pertama pada Senin, 19 April 2021.

Seluruh lembaga pendidikan negeri dan swasta jenjang SD dan SMP melakukan PTM. Ada 112 lembaga jenjang sekolah menegah pertama (SMP) dan 452 sekolah dasar (SD) melakukan PTM. 

Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak di SMP Negeri 2 Gresik dan SMP Negeri 4 Gresik. Di dua sekolah negeri itu, peserta didik kelas IX sedang menjalani ujian sekolah. Ini US offline kali pertama sejak pandemi Covid-19 merebak Maret tahun lalu.

Di SMP Negeri 4 Gresik ujian sekolah menggunakan komputer. Sedangkan, di SMP Negeri 2 Gresik ujian menggunakan papertest. Di SMP Negeri 2 Gresik, misalnya. 

Rombongan belajar (Rombel) kelas IX berjumlah 254 siswa. Peserta PTM sebanyak 250 siswa. Empat siswa sisanya memilih ujian sekolah dalam jaringan. Sedangkan, di SMP Negeri 4 Gresik, siswa kelas IX memilih ujian offline “hanya” 3 siswa.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, semua itu putusan demokratis wali murid, peserta didik, komite sekolah dan satgas Covid sekolah.

“Tidak memaksakan wali murid dan memberatkan sekolah. Ini bentuk musyawarah yang baik dan mengikuti PTM atau daring,”kata Fandi Akhmad Yani yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik itu. Akan tetapi, untuk siswa kelas VII dan VIII, tambah Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, banyak wali murid yang menginginkan PTM.

Data dari kepala SMP Negeri 4 Gresik Arif Abd Rohman menyebutkan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Gresik berjumlah 287 siswa memilih PTM 264 siswa. Sedangkan, siswa kelas VIII berjumlah 280 siswa meninginkan PTM 256 siswa. “Mayoritas menghendaki PTM,”ujar Gus Yani.

Putusan PTM diambil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani setelah rapat koordinasi bersama forkopimda terkait perkembangan virus covid-19. Pagebluk mengalami tren menurun dari zona merah menjadi kuning.

Selain itu hasil polling Dispendik mayoritas atau sekitar 80 persen wali murid menginginkan PTM. Meski begitu, Gus Yani akam melakukan evaluasi PTM. Gus Yani berharap PTM tidak menimbulkan klaster baru. 

Dalam sidak di dua sekolah negeri itu, Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat puas tindakan sekolah yang menerapkan protokol kesehatan ketat untuk siswa dan guru. Bahkan, Gus Yani yang menjadi Komandan Satgas Covid-19 Gresik tetap menjalani prokes yakni masuk bilik sanitizer, cuci tangan dan tes suhu badan. (yad)

Terapkan Prokes Ketat, Bupati Gresik Optimistis PTM Aman Selengkapnya

80 Persen Peserta Didik Inginkan PTM

 GRESIK,1minute.id – Pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai serentak di Kota Santri pada Senin hari ini, 19 April 2021. Ada 112 lembaga jenjang sekolah menegah pertama (SMP) dan 452 sekolah dasar (SD) negeri dan swasta melakukan PTM kali pertama sejak pandemi Covid-19 merebak Maret tahun lalu.

Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua sekolah yakni SMP Negeri 2 Gresik dan SMPN 4 Gresik. Di dua lembaga pendidikan itu, dilakukan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Seluruh siswa wajib memakai masker, face shild, cuci tangan, tes suhu badan menggunakan thermo gun. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) di mulai sesuai hasil evaluasi bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) perkembangan corona virus disease 2019 di Gresik menunjukkan tren menurun. 

“Dari semula zona merah, sekarang zona kuning,”ujar Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 19 April 2021. PTM, tambahnya, dilakukan sesuai prokes. “Dalsm seminggu pertama kami akan melakukan evaluasi. Semoga PTM tidak menimbulkan klaster baru,”kata Gus Yani didampingi Wabup Aminatun Habibah, dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin usai sidak di SMPN 4 Gresik.

Gus Yani terlihat puas kesiapan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, Komandan Satgas Covid-19 ini menjalani pemeriksaan suhu badan. 

Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin mengatakan, hasil polling dengan cara pengisian angket mayoritas peserta didik menginginkan untuk PTM. “Lebih dari 80 persen peserta didik menginginkan PTM,”kata Mahin. (yad)

80 Persen Peserta Didik Inginkan PTM Selengkapnya

Senin Besok, Awali PTM, Langsung Ujian Sekolah

GRESIK,1minute.id – Pembelajaran tatap muka (TPM) siswa di Kota Santri dimulai Senin besok, 19 April 2021. PTM kali pertama sejak pagebluk corona virus disease 2019 ini dikhususkan untuk siswa sekolah dasar negeri (SDN) kelas VI dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) kelas IX.

Mereka bakal mengikuti ujian sekolah secara offline. Peserta ujian sekolah ini adalah siswa yang telah mengisi angket kesediaan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Angket  itu ditandatangani wali murid. 

Ada dua mata pelajaran di hari pertama ujian sekolah jenjang SD dan SMP. Pukul 08.00-09.30 mapel PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Jam kedua, pukul 09.45 – 11.15 mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) kali pertama sejak wabah corona dimulai bertepatan dengan ujian sekolah untuk kelas VI SD dan Kelas IX SMP. 

Di Gresik, ada 33 lembaga sekolah negeri jenjang SMP dan 389 lembaga sekolah jenjang sekolah dasar yang siap untuk PTM. Sosialiasi PTM ini, maksimal 50 persen dari pagu sekolah. “Pagu setiap sekolah berbeda-beda,”ujar Mahin.

Dia mencontohkan bila pagu kelas berjumlah 28 siswa. “Separohnya atau 14 siswa yang mengikuti PTM,”ujar Mahin. Bila pagu kurang dari 20 siswa bisa semuanya mengikuti ujian sekolah.

Terpisah, Kepala UPT SDN 372 Gresik di Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean Ahmad Firdaus mengatakan ujian sekolah hanya diikuti 3 siswa. “Dan, kami sudah siap melaksanakan ujian sekolah dengan protokol kesehatan,”kata Ahmad Firdaus dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Minggu petang.

Seperti diberitakan Bupati Gresik yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik Fandi Akhmad Yani usai rapat koordinasi dengan forkopimda memutuskan PTM dimulai Senin besok, 19 April 2021. PTM mencermati tren kasus Covud-19 menunjukkan tren menurun. Selain itu, pengajar juga telah menjalani vaksinasi.

PTM tetap mematuhi protokol kesehatan. Antara lain, jumlah siswa dalam kelas maksimal 50 persen. Siswa memakai masker, mencuci tangan dan tidak bergerombol. (yad)

Senin Besok, Awali PTM, Langsung Ujian Sekolah Selengkapnya

Ujian Sekolah Siswa SD dan SMP Secara PTM mulai Senin Depan

GRESIK,1minute.id – Pembelajaran tetap muka (PTM) untuk siswa SD dan SMP sederajat dimulai Senin, 19 April 2021. PTM kali pertama sejak pagebluk corona Maret 2020 itu. Tahap awal PTM untuk siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) dan siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan mengikuti ujian sekolah. Ujian sekolah utama ini dilakukan secara bergelombang. Maksimal kapasitas siswa dalam kelas 50 persen.

Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik juga komandan Satgas Covid-19 Gresik menggelar rapat evaluas i di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 16 April 2021.

Rapat evaluasi dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini, Bupati Fandi Akhmad Yani berharap PTM tidak hanya siswa SD dan SMP. Bila, memungkin  juga disegerakan PTM untuk jenjang taman kanak-kanak dan pendidikan usia dini (TK-PAUD).

“Diknas lakukan kajian agar mensegerakan juga pemberlakukan PTM untuk TK dan PAUD,”ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani diamini Wabup Aminatun Habibah pada Jumat, 16 April 2021.

Selain evaluasi persiapan PTM, Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani meminta kepada peserta rakor untuk mengevaluasi kembali Peraturan Bupati (Perbup) Gresik nomor 50/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di masa Transisi Menuju Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Gresik. Perbup itu ditetapkan pada 3 Desember 2020.

“Saya harap Perbup 50/2020 tersebut disesuaikan dengan keadaan saat ini yang sedang berlaku di Kabupaten Gresik. Misalnya tentang larangan yang ada di perbup tersebut bahwa siswa dilarang naik kendaraan umum, guru luar Gresik dilarang mengajar,”kata Gus Yani yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik ini.

Bupati meminta agar semua yang hadir memberikan solusi yang paling aman dan tidak beresiko. Pengaturan jam belajar, kapasitas murid serta durasi pembelajaran setiap minggu juga dipastikan. Selain itu yang tak kalah pentingnya ijin pernyataan tertulis dari orang tua murid maupun dari pihak komite sekolah.

Berdasar evaluasi Dinas Pendidikan (Dispendik) masih ada sekolah yang belum melengkapi sarana dan prasarana PTM, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah meminta Dispendik untuk melakukan pendampingan. “Jadi sekolah yang belum siap tersebut tetap memulai pembelajaran tatap muka didampingi oleh pihak Diknas,”kata Bupati Gus Yani.  

Wakil Bupati Aminatun Habibah berharap semua pihak membantu agar semua sekolah SD dan SMP bisa semuanya memulai PTM pada Senin besok. “Bila ada sekolah yang masih belum siap dan belum memenuhi syarat agar dibantu seoptimal mungkin,”harap Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah. (yad)

Ujian Sekolah Siswa SD dan SMP Secara PTM mulai Senin Depan Selengkapnya

Guru Mapel Bahasa Inggris SD Wadul ke Wabup, Ada apa?

GRESIK,1minute.id – Sejumlah guru bahasa Inggris di sekolah dasar mengadu ke Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Kamis, 15 April 2021.

Mereka adalah guru yang tergabung dalam kelompok Kerja Guru (KKG) mata pelajaran Bahasa Inggris. Mereja dipimpin oleh Ngatijan dan Kadek Ayu. Pembina dan Ketua KK itu diterima di ruang rapat Wakil Bupati Gresik. 

Dalam pertemuan dengan Wabup Aminatun Habibah mereka menumpahkan keluh kesah karena sebagian besar para guru Bahasa Inggris SD tidak bisa mengajar maksimal. 

Pembina KKG Mapel Bahasa Inggris Ngatijan mengatakan sejak berlakunya kurikulum 2013, pelajaran Bahasa Inggris untuk SD tidak lagi menjadi mata pelajaran di sekolah. Hanya beberapa sekolah yang memberlakukan mapel Bahasa Inggris sebagai muatan lokal (mulok).

“Bahkan beberapa SD di Gresik menjadikan Bahasa Inggris sebatas kegiatan ekstra kurikuler,”ujar Ngatijan. Mantan ketua KKG ini menambahkan, kebijakan para kepala sekolah tersebut akibatnya banyak guru mapel Bahasa Inggris tidak mendapatkan jam mengajar dan tidak bisa lagi mengajarkan Bahasa Inggris di sekolah.

“Memang ada solusi, yaitu para guru tersebut melimpah ke SMP. Tapi tidak semudah itu, mengingat SMP yang ada sekarang pelajaran Bahasa Inggrisnya telah dikurangi dan masing-masing SMP sudah ada guru Bahasa Inggrisnya,”imbuh Ngatijan.

Ketua KKG Kadek Ayu menambahkan akibat tidak dapatn jam mengajar, mereka saat ini tidak mendapat tunjangan sertifikasi. Peraturan Bupati yang lama kurang mendukung terhadap berlakunya kurikulum 2013.

“Kami mohon Pemkab Gresik membuat peraturan Bupati yang baru untuk menguatkan kami bisa mengajar kembali. Kami menganggap Pendidikan Bahasa Inggris masih sangat diperlukan di Gresik. setidaknya di perbup yang baru nanti, pelajaran Bahasa Inggris bisa menjadi muatan lokal yang diajarkan di seluruh SD di Kabupaten Gresik,”pinta Kadek Ayu.

Menanggapi keinginan para guru Bahasa Inggris tersebut, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berjanji akan mengkonsultasikan ke bagian hukum Pemkab Gresik. 

“Kami akan mempelajari semua aduan saudara-saudaraku semua, bagaimanapun saya dulu sebagai pengajar Bahasa Inggris. Tentu sangat tahu betul keinginan saudara. Namun demikian, saya tetap akan mengkonsultasikan dengan Dinas Pendidikan terutama dengan Bagian Hukum Pemkab Gresik,”kata Bu Min-sapaan akrab- Wabup Gresik  Aminatun Habibah. (yad)

Guru Mapel Bahasa Inggris SD Wadul ke Wabup, Ada apa? Selengkapnya