Guru Mapel Bahasa Inggris SD Wadul ke Wabup, Ada apa?

GRESIK,1minute.id – Sejumlah guru bahasa Inggris di sekolah dasar mengadu ke Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Kamis, 15 April 2021.

Mereka adalah guru yang tergabung dalam kelompok Kerja Guru (KKG) mata pelajaran Bahasa Inggris. Mereja dipimpin oleh Ngatijan dan Kadek Ayu. Pembina dan Ketua KK itu diterima di ruang rapat Wakil Bupati Gresik. 

Dalam pertemuan dengan Wabup Aminatun Habibah mereka menumpahkan keluh kesah karena sebagian besar para guru Bahasa Inggris SD tidak bisa mengajar maksimal. 

Pembina KKG Mapel Bahasa Inggris Ngatijan mengatakan sejak berlakunya kurikulum 2013, pelajaran Bahasa Inggris untuk SD tidak lagi menjadi mata pelajaran di sekolah. Hanya beberapa sekolah yang memberlakukan mapel Bahasa Inggris sebagai muatan lokal (mulok).

“Bahkan beberapa SD di Gresik menjadikan Bahasa Inggris sebatas kegiatan ekstra kurikuler,”ujar Ngatijan. Mantan ketua KKG ini menambahkan, kebijakan para kepala sekolah tersebut akibatnya banyak guru mapel Bahasa Inggris tidak mendapatkan jam mengajar dan tidak bisa lagi mengajarkan Bahasa Inggris di sekolah.

“Memang ada solusi, yaitu para guru tersebut melimpah ke SMP. Tapi tidak semudah itu, mengingat SMP yang ada sekarang pelajaran Bahasa Inggrisnya telah dikurangi dan masing-masing SMP sudah ada guru Bahasa Inggrisnya,”imbuh Ngatijan.

Ketua KKG Kadek Ayu menambahkan akibat tidak dapatn jam mengajar, mereka saat ini tidak mendapat tunjangan sertifikasi. Peraturan Bupati yang lama kurang mendukung terhadap berlakunya kurikulum 2013.

“Kami mohon Pemkab Gresik membuat peraturan Bupati yang baru untuk menguatkan kami bisa mengajar kembali. Kami menganggap Pendidikan Bahasa Inggris masih sangat diperlukan di Gresik. setidaknya di perbup yang baru nanti, pelajaran Bahasa Inggris bisa menjadi muatan lokal yang diajarkan di seluruh SD di Kabupaten Gresik,”pinta Kadek Ayu.

Menanggapi keinginan para guru Bahasa Inggris tersebut, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berjanji akan mengkonsultasikan ke bagian hukum Pemkab Gresik. 

“Kami akan mempelajari semua aduan saudara-saudaraku semua, bagaimanapun saya dulu sebagai pengajar Bahasa Inggris. Tentu sangat tahu betul keinginan saudara. Namun demikian, saya tetap akan mengkonsultasikan dengan Dinas Pendidikan terutama dengan Bagian Hukum Pemkab Gresik,”kata Bu Min-sapaan akrab- Wabup Gresik  Aminatun Habibah. (yad)

Guru Mapel Bahasa Inggris SD Wadul ke Wabup, Ada apa? Selengkapnya

Sambut Ramadan, Rumah Anjal Gelar Lomba Azan, Pasang Mukena


GRESIK,1minute.id – Bulan Suci Ramadan kurang hitungan jari. Namun, suasana bulan suci yang dinantikan umat muslim itu sudah terasa rumah belajar anak jalanan di terminal Gubernur, Gresik pada Kamis, 8 April 2021.

Mereka menggelar perlombaan azan, pasang sarung, mukena, membaca doa salat , buka puasa hingga peragaan busana. Gelaran sederhana menyambut Ramadan dan Hari Kartini ini membuat para keluarga senyum-senyum. Mereka senang. 

Perlombaan yang bagi membikin orang dewasa dan anak yang biasa mengais rezeki di jalanan terlihat ceria. Menurut Iin Budiarti, perlombaan menjelang Ramadan bertujuan mengajak anak anak asuh untuk menyemarakkan, disamping membuat suasana gembira menyambut Ramadan.

“Kami juga melatih dan membiasakan dan memasang perlengkapan serta mengajari doa-doa dalam salat,”terang ustadzah Iin Budiarti.
Sebab, anak anak jalanan yang biasanya  ngamen dan ngemis juga perlu sentuhan budaya dan kebiasaan yang Islami. Dalam peombaan busana dewasa Ny Sutinah, 45, terpilih sebagai pertama. 

LOMBA AZAN : Agung, peserta lomba azan di rumah anak jalanan di terminal Gubernur Suryo, Gresik pada Kamis, 8 April 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sedangkan, Agung terpilih sebagai juara pertama azan. Agung keseharian ngamen di simpang empat Sidomoro, Gresik. “Sudah sangat lama tidak pernah azan. Sempat sedikit grogi,”ujar Agung sambil tersenyum.

Hj Fatimah, salah seorang pengajar di rumah belajar anjal  berharap kepada peserta lomba untuk tetap giat dan istiqomah dalam melaksanakan kehidupan yang Islami.

“Untuk pemenang lomba kali ini, jangan dilihat hadiahnya, namun semangat dalam menyongsong bulan Ramadan dan sekaligus membiasakan budaya Islami,”harap pengasuh di Ponpes Kholidiyah ini. (yad)

Sambut Ramadan, Rumah Anjal Gelar Lomba Azan, Pasang Mukena Selengkapnya

Bupati Berharap Kadispendik Beri Kado Terindah untuk Guru Honorer

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bertemu dengan perwakilan guru honorer dalam saturahmi dan Sarasehan Pendidikan Forkom GTK – PTK non K-2 se-Kabupaten Gresik pada Selasa, 6 April 2021.
Bupati memberi target kepada Dinas Pendidikan Gresik agar guru honorer di Gresik menerima surat keputusan (SK) pada tahun ini.

Menurut Gus Yani-panggilan akrab- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, pertemuan dengan tenaga pendidik non ASN ini tidak hanya sekadar sarasehan biasa. Gus Yani berharap pertemuan di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati  ini, menghasilkan manfaat khusus bagi guru honorer.

Pertemuan ini adalah bagian dari rembuk akur mendengar harapan dari para guru honorer selama ini kurang mendapat perhatian. Dikatakannya, mulai dari program PPPK, insentif guru dan surat keputusan (SK) yang bisa digunakan oleh guru untuk bisa mendapatkan sertifikasi. 

“Sebelum kepala dinas pendidikan pensiun, saya minta untuk dilakukan kajian hukum sehingga guru honorer bisa mendapatkan sertifikasi,”kata Gus Yani. “Mudah-mudahan ini bisa terlaksana karena kesejahteraan guru merupakan tanggungjawab kami berdua,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin.

Gus Yani berharap kajian bisa cepat kelar sehingga bisa menjadi kado terindah bagi Kadispendik sebelum purna tugas. “Beri kado terindah untuk para guru honorer ini,”seloroh Gus Yani.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, guru di sekolah negeri tidak bisa mendapat sertifikasi karena tidak pernah dapat SK dari Bupati.

“Selama ini tidak menyalahi aturan dan hukum yang berlaku, bupati siap menerbitkan SK bagi teman-teman yang menjadi honorer di sekolah negeri,”tegas Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah itu.

Guru honorer yang mendapat SK dari kepala daerah berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi sebesar Rp 1,5 juta setiap bulan jika lolos program pendidikan dan pelatihan guru (PPG). Tunjangan sertifikasi ini bersumber dari APBN.

Ketua PGRI Gresik Arief Susanto mengakui pengabdian guru honorer tidak diragukan lagi. “Meskipun gaji dibawah rata-rata, tetap mengabdi,”terang Arief. (yad)

Bupati Berharap Kadispendik Beri Kado Terindah untuk Guru Honorer Selengkapnya

Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April

GRESIK,1minute.id – Hore…! Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik akhirnya memberikan izin pembelajaran tatap muka (PTM) di gelar di Gresik. Izin PTM diberikan setelah melakukan pengkajian perkembangan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) menunjukkan tren mereda.

Status Kota Santri yang semula masuk zona merah berubah menjadi zona kuning. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, hasil rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) Gresik , Komisi IV DPRD Gresik di Ruang Graita Eka Praja lantai II Kantor Bupati semua sepakat dan menyetujui PTM bisa dilakukan di Gresik.

“Alhamdulillah semua menyetujui PTM diberlakukan,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah usai rakor pada Senin, 5 April 2021.

Bu Min menambahkan, berdasarkan hasil rapat, PTM disetujui digelar pada Senin, 19 April 2021 mendatang. “Secara prinsip, 98 sekolah di Gresik sudah siap,”kata Wabup perempuan pertama di Gresik itu.

Meski demikian, Bu Min mengingatkan PTM nanti lembaga pendidikan harus memenuhi syarat dan ketentuan sesuai Perbup 50/2020.
“Secara teknis, Dispendik dan Kemenag serta Satgas Covid-19 kecamatan yang mempersiapkan semuanya,”katanya.

“Terutama berapa sekolah yang siap melaksanakan PTM di masing-masing kecamatan,”sambungnya. Demi kelancaran PTM, kata Bu Min, nantinya akan melibatkan Dinas Kesehatan dan Polres Gresik untuk mengawasi protokol kesehatan (prokes). “Supaya PTM berjalan sesuai yang diharapkan,”pungkas Wabup perempuan pertama di Gresik tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah mengatakan, sinyal lampu hijau tentu menggembirakan. “PTM akan dimulai 19 April 2021. Untuk detailnya kami masih harus berkoordinasi dengan sekolah,”ujarnya. (yad)

Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April Selengkapnya

Pemkab Gresik Serius Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka

GRESIK,1minute.id – Rencana Pembelajaran tatap muka terus dimatangkan. Rencananya, Wakil Bupati Gresik Aminatun akan bertemu dengan semua stakeholder untuk membahas rencana pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin nanti, 5 April 2021.

Pembelajaran tatap muka mulai serius dibahas, seiring perkembangan coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik menunjukkan tren berkurang. Gresik yang semula zona merah kini masuk zona kuning. 

Selain itu, sudah ada Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19. Dalam panduan PTM antara lain, jarak antarsiswa dalam kelas 1,5 meter, maksimal 18 siswa dalam kelas atau 50 persen dari kapasitas kelas.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Anwar Makarim membebas sekolah untuk memecahan rombel di kelas. Bisa dua kali atau tiga rombel.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab terus mematangkan rencana PTM. “Senin depan , Bu Min akan melakukan pertemuan membahas PTM,”kata Gus Yani dan dibenarkan Aminatun Habibah pada Kamis, 1 April 2021. “Kita akan fokus pendidikan dulu,”kata Gus Yani. (yad)

Pemkab Gresik Serius Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka Selengkapnya

Simulasi PTM di SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik Lancar Dihadiri Ketua Bhayangkari Jatim

GRESIK,1minute.id – SimulasI pembelajaran tatap muka dilakukan SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. Simulasi disaksikan langsung Ketua Bhayangkari Jatim Ny Ulli Nico Afinta pada Selasa, 30 Maret 2021.

Dalam sosialisasi siswa sekolah luar biasa berlokasi di Jalan Randuagung, Kompleks Perumahan Randuagung, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik itu wajib melewati bilik sanitizer, cuci tangan, memakai masker dan melepas sepatu untuk ganti sandal yang disediakan oleh sekolah dalam naungan Bhayangkari Polres Gresik itu.

Setelah itu, siswa masuk ke kelas. Jumlah siswa dalam satu kelas ada dua hingga empat siswa. Selain, kegiatan belajar mengajar, siswa juga mengikuti belajar mengaji di musala dalam kompleks SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik itu.

Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Jatim Ully Nico Afinta dan Ketua Bhayangkari Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto dalam simulasi PTM di SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik pada Selasa, 30 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Simulasi PTM ini dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani.

Sehari sebelumnya, Senin 29 Maret 2021, Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Inanda Arief Fitrianto mengatakan sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk menyambut PTM di lembaga pendidikan yang dinaunginya itu.

Nantinya, proses pembelajaran akan mendapatkan pengawasan dan pengawalan, serta memfasilitasi pengobatan bagi tenaga pendidik dan peserta didik yang terdampak Covid-19. “Kami juga membentuk Tim Satgas Covid-19 sekolah,”ujarnya pada Senin, 29 Maret 2021.

Protokol kesehatan ditrerapkan ketat, mulai dari memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Melewati bilik sterilisasi dan membawa peralatan ibadah pribadi. Dan sejumlah standar operasional prosedur (SOP) lainnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Ketua Ketua Bhayangkari Gresik Inanda Arief Fitrianto dengan siswa SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik sedang mengaji di TPQ sekolah pada Selasa, 30 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan persiapan pembukaan sekolah tatap muka SLB Kemala Bhayangkari 2 di Aula Mapolres Gresik. Bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Pasiter Kodim 0817/Gresik, Kapten Inf Siari beberapa kesiapan protokol kesehatan dipaparkan.

“Kami melaporkan kesiapan protokol kesehatan pembelajaran tatap muka kepada Bupati. Namun pelaksanaan dimulai kapan menunggu satgas covid. Kami hanya memaparkan kesiapan, bahwa kami sudah siap,” ucapnya.

Alumnus Akpol 2001 ini menerangkan sudah ada surat persetujan pelaksanaan PTM. Mulai dari guru, wali murid, SOP telah disiapkan. Mulai dari tempat mencuci tangan, thermo gun dan protokol kesehatan lainnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, sebelum pelaksanaan PTM, akan dilaksanakan simulasi terlebih dahulu. “Simulasi persiapan pembelajaran tatap muka, diawali oleh SLB Kemala Bhayangkari 2, mudah-mudahan besok itu persiapan lancar. Besok simulasi di SLB, berikutnya di  sekolah-sekolah yang lain,” paparnya.

Gus Yani sapaan akrabnya menjelaskan, perkembangan pelaksanaan PTM di Gresik memang terus dikebut. Terbaru Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Jawa Timur sudah bertemu dengan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah.

“Mudah-mudahan bulan Juni sudah bisa, tetapi bulan Juni itu paling lama. Awal tahun ajaran baru,”katanya. (*)

Simulasi PTM di SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik Lancar Dihadiri Ketua Bhayangkari Jatim Selengkapnya

Finalis Baca Berita PWI Kunjungi Kantor DPRD Gresik

GRESIK,1minute.id – Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Hampir setahun pula proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Para pelajar seakan mulai jenuh dan kangen dengan pembelajaran tatap muka (PTM). 

Finalis lomba baca berita PWI Gresik mengadu ke wakil rakyat berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik agar bisa sekolah lagi. Mereka ditemui langsung Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. Para finalis lomba baca berita PWI Gresik seakan tidak melewatkan kesempatan langka itu. Mereka mengungkapkan uneg-unegnya kepada Abdul Qodir. 

Irsyad Maulana, diantaranya. Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kebomas itu menyampaikan keluh kesah para siswa soal pembelajaran daring.

Menurut Irsyad, pembelajaran daring tidak begitu efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Sebab, ketika PTM ada interaksi sesama siswa hingga guru secara langsung. 

Terutama yang Irsyad keluhkan yakni, sudah kangen suasana di sekolah. “Kangen ketemu dengan teman-teman. Kangen hal-hal di sekolah pokoknya,”ucapnya dengan nada lirih.

KETUA DPRD Gresik Abdul Qodir ketika berdialog bersama finalis baca berita PWI Gresik do kantor DPRD Gresik ( foto : PWI Gresik for 1minute.id)

Atas keluhan itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir bisa memaklumi keinginan para pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 
Legislator dari Fraksi PKB itu menjelaskan  Pemkab Gresik sebetulnya sudah siap melaksanakan PTM.

Bahkan peraturan bupati (Perbup) sudah diteken. Bahkan, saat akan diterapkan pada 4 Januari 2021 lalu, muncul kebijakan PPKM. Sehingga terpaksa PTM ditunda.

“Kita sudah siap dan kami pun pengennya PTM segera dilakukan. Bahkan teknis PTM pun sudah rinci dalam perbup itu. Misalnya hanya beberapa mata pelajaran saja yang di PTM-kan. Yang jelas PTM itu terbatas, ya jumlah siswanya, jamnya, hingga pelaksanaan secara bergantian,”jelasnya.

Sepuluh finalis lomba baca berita PWI mengunjungi kantor DPRD Gresik pada Selasa, 23 Maret 2021.  Pada kesempatan itu, banyak pertanyaan yang dilontarkan para siswa kepada anggota dewan. Termasuk Ketua DPRD Abdul Qodir dan Sekertaris Komisi II Lilik Hidayati.

Rombongan pelajar itu juga diajak untuk melihat aktifitas para anggota dewan di masing-masing ruang fraksi. Mereka terlihat antusias saat berjumpa Lilik Hidayati di ruang fraksi Amanat Pembangunan DPRD Gresik. Lilik sendiri merupakan salah satu dari sepuluh perempuan yang menjadi anggota legislatif Gresik periode 2019-2024.

Salah satu finalis Sharim Dezhneva Denalis pun terinspirasi untuk mengikuti jejaknya. “Apa sih bu hal yang harus dimiliki untuk menjadi anggota dewan?” tanya siswi kelas IX SMPN 1 Gresik itu. Lilik pun menjawab bahwa modal sosial menjadi hal yang paling penting.

“Berbuat baik dan berpikir positif kepada siapapun. Sikap itu wajib dimiliki agar kita bisa mewakili berbagai aspirasi masyarakat untuk dituangkan dalam kerja-kerja legislatif,” terangnya.

Sekretaris Komisi II itu juga menceritakan sepenggal pengalamannya selama dua periode terkahir menjadi anggota dewan. “Tentunya, wajib juga memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni,”ujarnya. 

Fiinalis Baca Berita PWI Gresik bersama Ketua Ketua Komisi II DPRD Gresik Lilik Hidayati di kantor DPRD Gresik (foto : PWI Gresik for 1minute.id)

Agar bisa melaksanakan tugas dan fungsi anggota dewan dengan baik dan penuh amanah. Antara lain fungsi anggaran, pengawasan dan regulasi. “Jangan putus asa meraih mimpi. Tetap semangat dan berdoa untuk mewujudkan mimpi kalian sebagai generasi penerus,”pesannya.

Perlu diketahui, untuk menyambut PTM ini, vaksinasi covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan kepada para tenaga pendidik juga mulai dilakukan. Setidaknya terdapat 45 ribu guru yang masuk sasaran vaksinasi. Vaksinasi itu dimulai dari guru SMA dan selanjutnya SMP pada minggu depan.

Tidak hanya vaksin, tahun 2021 ini kebijakan alokasi dana BOS berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika di tahun lalu, semua daerah mendapat alokasi yang sama. Kali ini, dana disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. 

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik ) Gresik Mahin mengatakan, untuk dana BOS  Gresik bagi jenjang pendidikan SD dan SMP terdapat kenaikan. Kenaikan itu tidak lain agar digunakan sekolah untuk mempersiapkan PTM.

Pada 2020, setiap siswa SD mendapat jatah Rp 900 ribu. Tahun ini, siswa SD Gresik akan mendapat jatah sebesar Rp. 1,12 juta. Sedangkan untuk jenjang SMP ada peningkatan senilai Rp 290 ribu dari besaran dana sebelumnya yakni Rp 1,1 juta kini menjadi Rp 1,39 juta.

Mahin mengaku tidak bisa menyebutkan besaran anggaran BOS 2021 secara pasti, sebab Dispendik Gresik belum menerima keputusan. Terkait pengggunaan alokasi dana tersebut, sesuai dengan Permendikbud nomor 6/2021.

Penggunaan dana BOS tahun ini bisa dipakai lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing, utamanya untuk persiapan PTM.
“Ya amanatnya regulasi pusat kan fleksibel. Tapi saat ini kebutuhannya kan untuk PTM, ya digunakan saja untuk persiapan PTM. Untuk PTM akan dilaksanakan setelah ada intruksi bupati. Perkiraan setelah vaksin atau sekitar bulan Juni-Juli,”ujarnya.

Kabid Managemen Pendidikan Suwono menambahkan, besaran anggaran dana BOS bisa dihitung dari jumlah siswa yang terdaftar di Dapodik dengan alokasi dana per siswa yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

Anggaran dana BOS dari APBN 2021 mengacu pada Dapodik di bulan Agustus 2020. Yakni ada 900 siswa SD dan 1 juta siswa SMP. Sedangkan terkait anggaran BOS reguler 2020, Dispendik Gresik menerima dana sebesar Rp 103 miliar. Ia juga menambahkan jumlah siswa didik di Gresik untuk jenjang SD dan SMP selalu meningkat di tahun sebelumnya. (*)

Finalis Baca Berita PWI Kunjungi Kantor DPRD Gresik Selengkapnya

Peserta Didik Kangen Sekolah, Besok Pemkab Vaksinasi Seribu Guru

GRESIK,1minute.id – M.Rizal Umam terlihat serius mengerjakan soal di sebuah warung kopi (warkop) di Kawasan Sunan Giri. Siswa kelas VIII Madrasah Ibtidaiyah (MI) 272 Ahsani di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu mengerjakan tema 8.

Rizal mengerjakan soal dalam pembelajaran dalam jaringan (daring). “Soal UTS (ujian tengah semester),”ujar Rizal. Sejak naik kelas VI, Rizal belum pernah bertemu dengan temannya. Pagebluk coronavirus disease pembelajaran dilakukan secara daring. “Kapan bisa masuk sekolah,”kata Rizal.

Rizal sebuah fonomena gunung es yang diduga merasa jenuh belajar di rumah. Sudah setahun, pembelajaran tatap muka ditiadakan karena pandemi covid belum berakhir.

Kini, tren penularan virus corona menurun. Vaksin Covid-19 sudah disuntikkan kepada ribuan orang di Kota Gresik. Pemkab Gresik rencananya akan melakukan vaksinasi 1.000 tenaga pendidik pada Rabu besok, 10 Maret 2021.

Vaksinasi dipusatkan di Kecamatan Ujungpangkah, Gresik rencananya akan dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik.

UTS : M Rizal Umam mengerjakan UTS di warkop Kompleks Sunan Giri pada Senin, 8 Maret 2021 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap Covid-19 segera berakhir. “Sehingga bisa kembali beraktivitas lagi,”ujar Gus Yani di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Maret 2021.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin mengatakan, vaksin Sinovac akan disuntikkan kepada 1.000 guru, mulai PAUD, TK, SD dan SMP Negeri dan Swasta. 

Setelah vaksinasi, tambahnya, pihaknya akan mengusulkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan protokol kesehatan. “Tentu saja, PTM nanti berdasarkan zona yang sesuai dengan peraturan bupati (perbup),”kata Mahin dikonfirmasi 1minute.id melalui telepon genggamnya pada Selaasa, 9 Maret 2021.

Namun, Mahin belum bisa memastikan kapan rencana PTM dimulai. “Kami harap pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga pendidikan ini berjalan lancar, sehingga PTM bisa segera dilaksanakan,” ujarnya. (*)

Peserta Didik Kangen Sekolah, Besok Pemkab Vaksinasi Seribu Guru Selengkapnya

Lulus Pascasarjana 15 Calon Wisudawan Siap Mengabdi

Rektor UMG Prof Dr Ir Setyo Budi M.Si dan 15 Calon Wisudawan Pascasarjana Prodi Magister Manajemen dan Bahasa Inggris di Hall Sang Pencerah Lantai 8 Kampus UMG pada Selasa, 8 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 15 calon wisudawan  melangsungkan Yudisium Pascasarjana ke-3 Wisuda XXXVIII UMG pada Senin, 8 Maret 2021. Rinciannya, 13 mahasiswa program studi (Prodi) Magister Manajemen dan 2 mahasiswa Prodi Magister Bahasa Inggris.

Yudisium Pascasarjana ke-3 yang akan di wisuda pada 20 Maret 2021 itu dihelat di Hall Sang Pencerah lantai 8 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). 

Rektor UMG Prof Dr Ir Setyo Budi MSi dan wisudawan Pascasarjana Prodi Magister Management UMG pada Senin, 8 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Rektor UMG Prof. Dr. Ir Setyo Budi, M.Si menyampaikan pesan kepada calon wisudawan untuk menjaga nama baik almamater. Caranya, berprilaku jujur sesuai kompetensi sehingga bermanfaat bagi bangsa dan negara. “Jujur lah dalam berbuat, dan berkarya, semoga menjadi insan yang sukses dan berakhlak mulia,”ujarnya. 

Direktur Pascasarjana UMG Dr Yudhi Irfani  berharap keilmuan yang telah diterima bisa bermafaat bagi keluarga, bangsa dan negara. Manfaat keilmuan pascasarjana tidak bisa langsung instan dirasakan. “Tapi, berproses satu, dua atau tiga tahun. Keilmuan akan bisa membawa nama baik almamater setelah kembali ke masyarakat,”katanya.

Ketua Program Studi Pascasarjana Prodi Magister Manajemen UMG Eva Desembri Anita menjelaskan, sejak pandemi pembelajaran melalui daring, mahasiswa tidak datang ke kampus dan belajar dari rumah maupun kantor.

“Model perkuliahan dalam kondisi pandemi tidak mengurangi jam kuliah, selain itu UMG membuka program pembelajaran cepat yang dulunya 24 bulan menjadi 18 bulan, dengan harapan wisudawan memiliki kompetensinya mampu memberikan solusi dalam manajemem bisnis berbasis entrepreneur Islami sesuai visi misi UMG,”imbuhnya. 

Sementara itu, calon wisudawan Surya Yetni berharap ilmu yang diterima bisa bermanfaat baik ditempat kerja maupun masyarakat. “Saya akan lebih produktif, menjadi inspirasi maupun motivasi terutama bagi anak saya,”kata ibu tiga anak ini. Surya Yetni tetap melanjutkan mengajar dan mengurus usaha online shop yang ditekuninya. (*)

Lulus Pascasarjana 15 Calon Wisudawan Siap Mengabdi Selengkapnya

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan

GRESIK,1minute.id – Iin Budiarti dan Fatimah tidak bisa menahan air mata. Mereka terharu,  senang melihat anak jalanan dan orang tuanya mau belajar mengaji, salat bahkan olah raga. Mereka yang biasanya mendapat stigma kumuh,  lecek, kotor,  jorok serta stempel lainnya berkeinginan hidup bersih dan sehat.

Bagi Bunda Iin dan Fatimah, dua perempuan pembimbing di kawasan anak jalanan di terminal Gubernur Suryo, Gresik, keinginan anjal dan orang tuanya itu bagai sebuah hidayah. Saban Ahad pagi, Iin Budiarti mendatangi kawasan terminal Gubernur Suryo, Gresik. 

Mereka ngobrol bareng sambil mendengarkan harapan mereka. Mendengarkan keinginan anak-anak anjal dan orang tua. Selama ini, kehidupan mereka seakan tidak ada yang mempedulikan.  “Dengan pendekatan hati, dan juga contoh perilaku secara langsung, sehingga kebiasaan baik akan biasa dilakukan bagi penghuni kawasan terminal,”ujar Bunda Iin Budiarti pada Minggu, 14 Februari 2021.

Dalam ngobrol santai itu, keta Guru PAUD itu, mereka memiliki mimpi bisa menjalani kehidupan layaknya masyarakat lainnya. Hidup di lingkungan sehat. “Kita begitu bergaul dengan anak-anak dan juga orang tuanya, ternyata mereka butuh bimbingan dalam senam dan mengaji bahkan bacaan dalam salat,”terang Bunda Iin menirukan permintaan warga penghuni terminal.

Bunda Fatimah menambahkan, saat mendampingi ibu-ibu membaca alquran masih banyak menjumpai mereka belum hafal bacaan bahkan gerakan salat. “Baca surat Al Fatihah saja, ibu-ibu yang usianya 40-an tahun ke atas tidak hafal,”kata Fatimah. Fatimah bertekad bisa membimbing, melatih dan mengajarkan ilmu agama, terutama dalam bacaan salat kepada mereka.

“Semoga saya bisa ikut mendampingi dalam pembelajaran ilmu agama, baik pada ibu ibu, juga pada anak anak, karena ini sangat penting bagi kehidupan mereka saat ini dan buat yang akan datang,”paparnya. 
Rencananya, bimbingan agama untuk anak anjal dan orang tuanya itu akan memulai memberikan pembelajaran membaca alquran pada Senin, 15 Februari 2021. (*)

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan Selengkapnya