Hilang Keseimbangan, Pengguna Jasa Perahu Penyeberangan Tercebur bersama Motornya di Sungai Kalimas

GRESIK,1minute.id – Seorang calon pengguna jasa perahu penyeberangan tercebut aliran Kalimas di Desa/Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Minggu, 31 Januari 2021. Korban diduga bernama Hary Hermawan, 50, warga Desa/Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Tim SAR gabungan dari Polair Polres Gresik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik dan masyarakat sedang melakukan pencarian korban. Hingga pukul 15.15, korban belum ditemukan. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin dikonfirmasi mengatakan, pencarian masih terus dilakukan petugas gabungan. “Sampai saat ini belum ditemukan,”kata Kompol Wavek dikonfirmasi melalui Whatsapp pada Minggu, 31 Januari 2021.

Menurut Kapolsek Wavek berdasarkan keterangan sejumlah saksi menceritakan sekitar pukul 08.00 korban Hary Hermawan mengendarai sepeda hendak menyeberang ke desa sebelah, Desa Banjarpertapan, Kecamatan Taman, Sidoarjo. 

Hary lalu menggunakan jasa perahu penyeberangan yang ada di Desa/Kecamatan Driyorejo, Gresik itu. Operator perahu tambang adalah Ari Santoso, 57, warga Desa Pertapan Maduretno, Kecamatan Taman,  Sidoarjo.

Korban Hery menaiki sepeda motor naik perahu penyebrangan. Bagi Hery naik perahu penyeberangan sudah kerap dilakukan. Sehingga, tidak rasa kekhawatiran. Akan tetapi, entah mengapa pagi itu Hery seperti grogi. Sehingga tidak bisa menguasai kendaraannya. 

Akibatnya, Hery dan motornya kecebur ke aliran sungai Kali Mas itu.  Arus sungai yang kencang karena musim hujan ditengarai korban dan motornya hanyut. “Saat ini masih proses pencarian korban,”tegas Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin. (*)

Hilang Keseimbangan, Pengguna Jasa Perahu Penyeberangan Tercebur bersama Motornya di Sungai Kalimas Selengkapnya

Tiga Perahu Penangkap Ikan Gunakan Jaring Trawl Diamankan Polisi Air Polres Gresik

GRESIK, 1minute.id – Ratusan ekor ikan itu tertangkap jaring. Ikan besar hingga anak -anak ikan. Terumbuh karang pun “tersapu” jaring dari tiga perahu nelayan asal Desa Campurrejo, Kecamatan Panceng, Gresik. Setiap perahu memiliki tiga anak buah perahu. 

Maklum tiga perahu nelayan dikemudikan Sain, 43, Mustakim, 48, dan Enderik, 28, katerogi jaring trawl. Beruntung Polisi Air (Polair) Polres Gresik mendeteksi kegiatan nakal yang penangkap itu. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Polair Polres Gresik AKP Masyhur Ade mengatakan tiga perahu tersebut ditangkap sekitar pukul 08.00 alur pelayaran Barat Surabaya (APBS) wilayah Gresik. “Pagi itu anggota melakukan patroli di alur pelayaran barat Surabaya,”kata AKP Ade,  Sabtu 30 Januari 2021.

Anggota Polair Polres Gresik berpatroli dengan lambung kapal X-1029 itu melintas di perairan Mengare.  “Anggota melihat  tiga perahu nelayan menggunakan jaring trawl,”terangnya.

Penggunaan mata jaring trawl atawa pukat harimau, jelas Alumnus Akpol 2007 itu,  bisa menyebabkan rusaknya biota laut. “Biota laut yang masih kecil ikut tertangkap,”tegas perwira tiga balok di pundak itu. 

BARANG BUKTI : Ikan berbagai jenis dan ukuran yang ikut tertangkap jaring pukat harimau milik nelayan diamankan Satuan Polisi Air Gresik, Jumat 29 Januari 2021

Tatkala terpergok anggota, ketiga perahu nelayan menarik hasil tangkapannya. “Kapal Patroli langsung menghampiri dan mengamankan ketiga perahu itu,” tambahnya.

Ratusan ekor jenis ikan berbagai ukuran, tiga perahu dan tiga set jaring trawl (pukat harimau) juga ikut di sita sebagai barang bukti. “Barang bukti itu kami serahkan ke Dinas Perikanan Gresik,”jelasnya. 

Penyidik Sat Polair Polres Gresik menjerat mereka Pasal 86 Jo pasal 9 Jo pasal 100 huruf (b) UU No 45/2009 tentang Perikanan. (*)

Tiga Perahu Penangkap Ikan Gunakan Jaring Trawl Diamankan Polisi Air Polres Gresik Selengkapnya

SIG Prioritaskan Bantuan Medis untuk Korban Gempa di Mamuju, Sulawesi Barat

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni (kedua dari kanan berhijab hitam) menyaksikan penanganan korban gempa yang dilakukan oleh tim dokter.
GRESIK,1minute.id –  Duka yang dialami korban gemba bumi dengan kekuatan Magnitudo 6,2 di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat menggerakkan empati masyarakat Indonesia. Diantaranya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

SIG melalui program Corporate Social Responbility (CSR) memberikan bantuan peralatan medis serta logistik untuk para pengungsi yang menjadi korban bencana gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 6,2 di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat lalu 15 Januari 2021.

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso menyampaikan, melalui program SIG Peduli, perseroan bergerak cepat membantu para korban gempa bumi dengan menerjunkan tim tanggap darurat yang terdiri dari Sekretaris Perusahaan beserta tim CSR SIG.

Tim tanggap darurat dari SIG berangkat Jumat dan Sabtu, 15 -16 Januari 2021 atau beberapa jam pasca terjadinya gempa bumi. Tim tanggap darurat SIG membawa bantuan kebutuhan logistik. Kebutuhan pokok diantaranya bahan makanan, pakaian, tenda, terpal, perlengkapan bayi, perlengkapan mandi, selimut, peralatan medis, serta obat-obatan. 

Selain itu, SIG juga memberikan genset sebagai kebutuhan elektrifikasi penanganan korban atau operasi yang sifatnya emergency untuk kebutuhan tim dokter dalam menangani pasien. 

”Prioritas utama kami adalah penanganan medis untuk para korban serta bahan makanan, tenda dan terpal untuk pengungsian,”ujar Hendi Prio Santoso.  Selain menerjunkan tim tanggap darurat bencana, Hendi melanjutkan, PT Semen Tonasa (SIG Group) juga mendirikan posko “Semen Tonasa Peduli” di Hotel Meganita, Mamuju.

Posko tersebut digunakan untuk memberikan layanan kesehatan dan pusat distribusi bantuan. “Kami turut prihatin dan peduli atas bencana yang menimpa warga di sejumlah titik wilayah Kabupaten Mamuju. Diharapkan bantuan ini dapat bermanfaat untuk meringankan beban para korban serta mempercepat pemulihan pasca bencana,”kata  Hendi Prio Santoso.

SIG juga bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang dipimpin oleh Guru besar FK Unhas Prof. Dr. Idrus Paturusi bersama beberapa dokter spesialis untuk memantau lokasi serta membantu korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulawesi Barat. 

Dalam penyaluran bantuan, Perseroan bekerjasama dengan Pemerintah setempat, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perusahaan BUMN lain yang terlibat dalam gerakan kepedulian bencana gempa Mamuju. (*)

SIG Prioritaskan Bantuan Medis untuk Korban Gempa di Mamuju, Sulawesi Barat Selengkapnya

Genangan Air Luapan Kali Lamong Surut, DPUTR Perbaiki Tanggul Jebol


GRESIK,1minute.id – Curah hujan meredah. Genangan air banjir berasal dari luapan Kali Lamong di sejumlah desa di Kecamatan Cerme berangsur surut. 

Rabu malam 13 Januari 2021 lima desa yang terlihat genangan air di rumah warga terdampak banjir Kali Lamong itu. Genangan air di rumah terdampak itu, diantara di Desa Jono ada 43 somah atawa rumah. Lalu, di Desa Tambak Beras sebanyak 100-an rumah,  Desa Dungus ada 20 unit rumah dan Desa Guranganyar tercatat 150 rumah. 

Sedangkan, Desa Banjarsari air kiriman dari hulu Kali Lamong yang berada antara Mojokerto dan Lamongan itu hanya jalan poros desa dan area tambak. Luasnya 265 hektare.  Sejauh mata memandang yang terlihat hamparan air. Tidak terlihat lagi batasan tambak satu dengan lainnya.

Kondisi genangan mulai surut itu, digunakan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik untuk memperbaiki sejumlah tanggul yang ambrol. Tanggul jebol akibat gerusan air bah Kali Lamong itu terdapat di Desa Jono dan Tambakberas. 

Menurut Camat Cerme Suyono, tanggul yang jebol di dua desa diperbaiki dengan cara menutup menggunakan urukan tanah. “Pengurukan menggunakan ekskavator,”tegas Suyono,  Rabu 13 Januari 2020.

Alat berat itu dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR ) Gresik.  “Perbaikan sementara,”imbuh mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik ini. 
Ketika pekerjaan perbaikan tanggul dilakukan jalan poros desa di Desa Jono masih setinggi 20 centimeran.

Dalam pantauan 1minute.id, tanggul Desa Jono di dekat rumah penduduk. Akibatnya, selama kurun waktu tiga pekan terakhir, kawasan permukiman penduduk itu tergenangi air banjir Kali Lamong. Bahkan, pondok kesehatan desa (Ponkesdes) setampat kebanjiran.  (*)

Genangan Air Luapan Kali Lamong Surut, DPUTR Perbaiki Tanggul Jebol Selengkapnya

Surut Semalam, Kali Lamong Meluap Lagi, Ratusan Rumah Terendam

GRESIK,1minute.id – “Air (banjir) datang lagi,”kata Sutrisno, warga Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik, Minggu malam, 11 Januari 2021.

Nada bicara lelaki 59 tahun itu terasa lirih. Sedih dan prihatin. Sebab, banjir luapan Kali Lamong itu hampir tiga minggu. Sempat surut sehari,  air bah kiriman itu kembali menggenangi desa dan ratusan rumah warga setempat.

Data Posko Bencana Alam di Kecamatan Cerme pukul 12.00 hari ini, Senin 11 Januari 2021 ada delapan desa yang kembali kebanjiran. Delapan desa itu, adalah Jono,  Tambak Beras, Dungus dan Banjarsari. Kemudian,  Desa Iker-ikergeger,  Guranganyar, Morowudi serta Pandu.

Ratusan rumah tergenangi banjir setinggi 25-40 centimeter. Banjir susulan untuk kali ketiga periode Desember 2020 hingga 11 Januari 2021 ini diperkirakan akan semakin besar.

Karena curah hujan berdasarkan perkiraan badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) Surabaya masih cukup tinggi hingga akhir Januari 2021.

Masyarakat berada di aliran Kali Lamong tidak bisa banjir kiriman itu. Apalagi, sejumlah tanggul di daerah aliran Kali Lamong panjangnya puluhan kilometer yang ambrol dan belum sempat mendapatkan perbaikan.

“Berdasarkan pantauan kami, saat ini banjir Kali Lamong menggenangi delapan desa,”kata Camat Cerme Suyono, Senin 11 Januari 2021. (*)

Surut Semalam, Kali Lamong Meluap Lagi, Ratusan Rumah Terendam Selengkapnya

Berangsur Surut, Warga Tetap Waswas Banjir Susulan

GRESIK,1minute.id – Banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme berangsur surut. Siang hari ini menyisakan tujuh desa yang masih tergenangi air bah Kali Lamong itu.

Tujuh desa itu, Guranganyar ; Iker-ikergeger; Pandu dan Jono. Berikutnya, Desa Tambak Beras ; Banjarsari dan Dungus. Sudah dua pekan lebih air bah kiriman itu menggenangi tujuh desa itu.

Desa Tambak Beras dan Jono, kondisinya paling parah. Sebab, banjir telah menggenangi ratusan rumah warga di dua desa itu. Di Desa Tambak Beras ada 300 somah atawa rumah. Sedangkan, Jono ada 160 rumah.

Banyaknya rumah yang kemasukkan air bah itu karena sejumlah tanggul jebol di Desa Jono. Pemerintah belum bisa melakukan perbaikan karena air Kali Lamong belum surut.

“Untuk perbaikan tanggul menunggu air surut,”kata Camat Cerme Suyono, Rabu 6 Januari 2021. Sejumlah alat berat sudah digeser ke desa.

Meski air mulai surut. Namun, masyarakat di sekitar daerah aliran Kali Lamong masih dilanda waswas. Sebab, berdasarkan perkiraan badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) Surabaya curah hujan masih tinggi. Terutama di bagian hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan. Merujuk perkiraan BMKG itu, hampir setiap hari wilayah Mojokerto turun hujan selama sepekan kedepan. (*)

Berangsur Surut, Warga Tetap Waswas Banjir Susulan Selengkapnya

Mengais Rezeki dari Luberan Tambak akibat Luapan Kali Lamong

GRESIK, 1minute.id – Dua pekan ratusan hektare tambak di sejumlah desa di tiga kecamatan di Gresik Selatan meluap.

Sejauh mata memandang hampar tambak terlihat tanpa batas. Hilang karena terendam banjir Kali Lamong. Petambak menangis. Karena ikan dan udang yang mereka peliharaan hanyut.

Ratusan bahkan miliaran rupiah investasi yang mereka tanam ikut melayang. Disisi lain, para penggemar memancing alias mancing maniak dari sejumlah kabupaten / kota di Jatim beradu nasib.

Diantaranya, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan dan penggemar memancing asal Kota Santri-sebutan lain-kabupaten Gresik mengais rezeki dengan melempar kail di aliran Kali Lamong itu.

“Lumayan bisa mendapatkan 4 kilogram,”kata Zubaidi, pemancing asal Lamongan ditemui di aliran Kali Lamong di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik, Senin 4 Januari 2021.

Butuh waktu 3-4 jam, lelaki 31 tahun itu bisa membawa pulang aneka jenis ikan seperti mujair dan bandeng. “Untuk konsumsi sendiri,”dalihnya.

Sejak dua pekan ini, puluhan hektare tambak tenggelam akibat luapan Kali Lamong. Berdasarkan data Satgas Bencana Alam Kecamatan Cerme pada Senin malam, 4 Januari 2020 ada sepuluh desa yang terendam Kali Lamong. Luas area tambak yang terendam banjir tahunan itu seluas 1.149 hektare.

Area tambak yang paling luas terendam banjir itu di Desa Tambak Beras seluas 400 hektare ; Banjarsari ( 250 ha) ; Jono (150 ha) ; Iker-iketgeger (104 ha) dan Semampir ( 90 ha).

Berikutnya, Desa Pandu (80 ha) ; Guranganyar (40 ha) ; Morowudi (25 ha) dan Dungus (10 ha). Untuk Desa Sukoanyar tidak tambak yang terendam banjir Kali Lamong (*)

Mengais Rezeki dari Luberan Tambak akibat Luapan Kali Lamong Selengkapnya

Terendam Banjir Kali Lamong, Jalan Raya Cerme Rusak


GRESIK,1minute.id – Hampir dua pekan terendam banjir luapan Kali Lamong. Sejumlah jalan desa hingga nasional mulai rusak. Pengendara harus ekstrawaspada.

Kondisi Jalan desa Raya Cerme, diantaranya. Puluhan lubang menganga dengan diameter 20 hingga 40  centimeter dengan kedalaman 10-30 centimeter mencapai panjang sekitar 300 meter. Jenglongan terparah terasa di dekat kantor Waskita Precast di Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Cerme. 

Sejumlah pemuda mengatur jalan dan memasang rambu untuk menghindari pengendara motor celaka. Terjatuh. Sebab,  jalan berlubang itu tidak terlihat karena masih tergenangi luapan Kali Lamong. 

Dalam pantauan 1minute.id sekitar pukul 09.00 ketinggian jalan raya nasional itu setinggi 40 centimeter. “Kemarin (Minggu,Red) ada pengendara terjatuh karena tidak mengetahui jalan berlubang,”kata Joni, warga Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik ditemui Senin 4 Januari 2021.

Kondisi jalan berlubang membuat pengendara motor maupun mobil pribadi harus mengurangi kecepatan untuk mencari sela jalan mulus. Arus lalu lintas tersendat. Sebab, kendaraan yang lalu lalang di jalan nasional itu, tidak pengendara motor dan mobil pribadi. Akan tetapi, banyak kendaraan berat.

WASPADA : Pengendara motor ekstra hati-hati ketika melintas di Jalan Raya Cerme, Senin 4 Januari 2021 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setijadi melalui Kasubag Humas dan Dokumentasi Bagian Protokol dan Humas Pemkab Gresik Suudin mengatakan, Jalan Raya Cerme, menjadi kewenangan Balai Besar Jalan Nasional (BBJN). “Pemkab tidak mempunyai kewenangan untuk memperbaiki,”kata Suudin ditemui Senin 4 Januari 2021.

Akan tetapi, tambahbya,  DPUTR Gresik telah bersurat kepada BBJN terkait kerusakan jalan itu. “Tim BBJN bahkan sudah survei dilokasi,”imbuh Suudin.  

Sementara itu, debit air Kali Lamong kembali tinggi. Genangan air meluas. Pada Minggu malam masih sembilan desa.  Senin 4 Januari 2020 bertambah satu desa menjadi sepuluh desa di Kecamatan Cerme yang terendam banjir Kali Lamong. 

“Desa Morowudi . Air menggenangi sawah seluas 50 ha, tambak 25 ha serta jln raya sepanjang 100 meter dengan ketingggian air 5 cm,”ujar Camat Cerme Suyono, Senin siang. (*)

Terendam Banjir Kali Lamong, Jalan Raya Cerme Rusak Selengkapnya

Jalan Kampung Terendam, Warga Tambak Beras Jalan Kaki Pergi-Pulang ke Rumah

Search

SUASANA Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik, Minggu 3 Januari 2021. Air bah Kali Lomong sudah ada sejak Selasa 29 Desember 2020. Belum ada tanda-tanda surut.

Jalan Kampung Terendam, Warga Tambak Beras Jalan Kaki Pergi-Pulang ke Rumah Selengkapnya

2020 Berlalu, Memasuki 2021 Berharap Kali Lamong Tertangani

GRESIK,1minute.id – Ratusan rumah di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik masih terendam banjir Kali Lamong, Jumat 1 Januari 2021.

Diantaranya, Sudarsono. Lelaki 60 tahun itu, terlihat duduk di teras rumahnya. Perkakas rumah tangga, seperti kursi ditempatkan di teras karena ketinggian air hanya semata kaki orang dewasa. 

“Teras ini sudah saya tinggikan setengah meter. Kalau bagian dalam rumah sangat dalam,”kata lelaki yang sudah 3 tahun terkena stroke itu ditemui 1minute.id , Kamis 31 Desember 2020.

Luapan Kali Lamong belum surut. Bahkan, cenderung semakin meluasnya. Kini,  masyarakat berada di aliran Kali Lamong hanya bisa berharap kepada pemerintah untuk bisa menyelesaikan problem banjir tahunan ini. 

Begini kondisi luapan banjir Kali Lamong itu pada Kamis 31 Desember 2020. Memasuki awal tahun masyarakat  hanya berharap Kali Lamong bisa tertangani secepatnya.  (*) 

2020 Berlalu, Memasuki 2021 Berharap Kali Lamong Tertangani Selengkapnya