Air Bah Masuk Jalan Raya Cerme, JPD Tambak Beras Ditutup untuk Semua Kendaraan

Relawan mengoperasikan perahu karet di Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Gresik, Kamis 2020. (foto : chusnul cahyadi /1minute.id


GRESIK, 1minute.id –  Air bah luapan Kali Lamong terus mengalir jauh.  Sekitar pukul 08.00 air bah kiriman itu sudah menggenangi Raya Cerme.

Ketinggian air jalan nasional itu setinggi 20 centimeter.  Kendaraan masih bisa lalu lalang. Kondisi berbalik 180 derajat ketika memasuki Jalan Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik.

Jalan desa itu ditutup untuk semua jenis kendaraan bermotor. Mobil hingga motor. 
Berdasarkan data dari Posko Bencana Alam Kecamatan Cerme jalan poros desa (JPD) berubah bagai telaga dadakan sepanjang 2 kilometer.

Ketinggian air antara 10-50 centimeter. “Sebanyak 150 somah (rumah) tergenangi air setinggi 35 cm,”kata Camat Cerme Suyono.

Diantara ratusan rumah yang terendam air adalah milik Sudarsono. Lelaki 60 tahun itu, sekitar pukul 08.30 terlihat duduk di teras rumahnya.

Perkakas rumah tangga, seperti kursi ditempatkan di teras karena ketinggian air hanya semata kaki orang dewasa. 

“Teras ini sudah saya tinggikan setengah meter. Kalau bagian dalam rumah sangat dalam,”kata lelaki yang sudah 3 tahun terkena stroke itu ditemui 1minute.id, Kamis 31 Desember 2020.

Darsono hanya bisa pasrah menghadapi banjir tahunan ini. “Air bah mulai datang tadi malam (Rabu)  sekitar pukul 20.00,”katanya. 
Dalam pantauan 1minute.id , sejumlah akses jalan dipasang woro-woro kondisi jalan. “Jalan Morowudi di tutup karena banjir”. Pemberitahuan itu dipasang di simpang tiga Desa Morowudi, Kecamatan Cerme. 

Akan tetapi, masih banyak masyarakat dan pengguna jalan yang nekat menerobos meski harus menuntun sepeda motornya. 

Sementara itu,  Jalan Raya Boboh, Kecamatan Menganti juga ditutup oleh masyarakat. Sebab, ketinggian terus bertambah. Hanya sepeda motor yang boleh wira-wiri  melewati jalan akses menuju Benowo, Surabaya itu. 

Banjir Kali Lamong ini untuk kali ketiga di bulan Desember 2020. Dan,  banjir luapan Kal Lamong ini,  sudah berlangsung tahunan. Masyarakat hanya bisa berdoa semoga pihak yang berwewenang bisa segera menuntaskan problem menahun ini. 
“Wis soro, tambah soro (sudah susah semikin susah),”celetuk seorang warga. (*)

Air Bah Masuk Jalan Raya Cerme, JPD Tambak Beras Ditutup untuk Semua Kendaraan Selengkapnya

Terendam Luapan Kali Lamong, Akses Jalan Balongpanggang – Benjeng Dialihkan , Jembatan Klampok Dijaga untuk Halau Kendaraan Berat

Camat Balongpanggang Yusuf Anshori dan anggota Polsek Balonganggang memantau banjir luapan Kali Lamong, Senin 28 Desember 2020


GRESIK,1minute.id – “Alhamdulillah berangsur surut. Mohon doanya kasihan masyarakat,”kata Camat Benjeng, Gresik Suryo Wibowo dikonfirmasi Senin, 28 Desember 2020.

Senin dini hari, sekitar pukul 00.20 air bah Kali Lamong masuk ke Desa Sedapurklagen, Benjeng. Saat itu, masyarakat sedang terlelap tidur kembali terbangun karena Kali Lamong meluap untuk kali ketiga di bulan Desember ini. 

Sekitar pukul 06.00, air bah sudah merambah ke empat desa lainnya. Rumah, sawah, jalan poros desa berubah bagai telaga dadakan. Air luapan ke Jembatan Desa Klampok, Kecamatan Benjeng itu yang rawan ambruk kembali sangat deras. 

“Belum bisa diperbaiki. Untuk antisipasi dijaga masyarakat. Kendaraan besar tidak boleh melintas,”tegas mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik itu. 
Kali Lamong kembali meluap pada Minggu malam.

Kondisi jalan desa di Kecamatan Balongpanggang yang tergerus luapan Kali Lamong, Senin 28 Desember 2020

Ada lima desa di Kecamatan Balongpanggang yang terendam air bermuara dari Mojokerto dan Lamongan itu. 
Lima desa itu adalah Desa Sekarputih , Wotansari, Banjaragung , Pucung dan Karangsemanding.

“Minggu sekitar jam 10 malam air luapan Kali Lamong sudah merenda sejumlah desa di Balongpanggang,”kata Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus, Senin 28 Desember 2020.

Mungkin banjir luapan Kali Lamong terbesar dari kejadian sebelumnya. “Tapi, alhamdulillah sekarang mulai berangsur surut karena air luapan hanya lewat,”tegas Tulus. 

Saat ini, pihaknya menutup akses jalan Balongpanggang ke arah Benjeng karena jalan kabupaten di depan kantor PLN Benjeng terendam air luapan Kali Lamong.

“Semua kendaraan dari Balongpanggang ke Benjeng dialihkan melewati Desa Metatu,”kata mantan Kapolsek Sangkapura, Pulau Bawean. (*)

Terendam Luapan Kali Lamong, Akses Jalan Balongpanggang – Benjeng Dialihkan , Jembatan Klampok Dijaga untuk Halau Kendaraan Berat Selengkapnya

Sulap Bukit Kapur Suci Jadi Bumper, Eduwisata hingga Wisata Religi


GRESIK, 1minute.id – Lahan bekas galian C di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik bakal disulap sebagai tempat bumi perkemahan (Bumper). 

Untuk mewujudkan program itu,  pemerintah desa (pemdes) setempat bersama Forum Komunikasi Warga Suci  (FKWS) serta sejumlah komunitas pecinta alam yang melakukan penghijauan, Minggu, 27 Desember 2020.  Ada 99 pohon yang ditanam sebagai langkah awal untuk manfaatkan bekas tambang itu. 

Ketua FKWS M Jauhan Farhad mengatakan  acara ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian alam, konservasi hutan kota, juga sebagai salah satu upaya dalam meminimalisir terjadinya perubahan iklim global yang berbahaya bagi Bumi kita.

“Kami terus berkomitmen untuk terus menghijaukan hutan kota ini, apalagi  Gresik sebagai kota industri yang menghasilkan banyak polusi udara, bagi kami satu pohon mempunyai manfaat besar bagi keberlangsungan hidup manusia,”ujar Farhad.

Bumper : Bukit Kapur Desa Suci, Kecamatan Manyar ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id)

Bukit kapur suci berlokasi di Jalan Brotonegoro, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik ini akan dipergunakan berbagai aktivitas untuk masyarakat. Dantaranya, bumi perkemahan (Bumper) Wisata Religi Kidang Kuning, Pembangunan Musala, Arena motor cross, spot foto dan UMKM.

Kepala Desa Suci Ahmad Rizal mengatakan Desa Suci, salah satu tempat strategis di tengah Kota Gresik. “Kami  berencana akan membuat Bumper. Rencana ini kami buat untuk memanfaatkan lahan yang selama ini tidak digunakan,”kata Rizal. 

Rencana itu, tambah Rizal, melihat perkembangan di era pendidikan, padatnya penduduk dan banyaknya sekolah di Kabupaten Gresik. “Bumper menjadi salah satu daya wisata yang menarik untuk masyarakat. Bumper bisa digunakan untuk pelatihan, pendidikan anak dan wisata alam bagi para wisatawan,”katanya. 

Selain itu diharapkan perkembangan bumper yang ada di desa suci ini nantinya bisa membangun disektor ekonomi bagi masyarakat. Disisi lain, pembangunan Langgar Kidang kuning menjadi salah satu bentuk keseriusan pemerintah desa dalam  membangun wisata religi Kidang Kuning.

Kidang kuning adalah salah satu makam seorang ulama yang berpengaruh besar dalam syiar agama Islam yang ada di Gresik yang makamnya berada di lokasi tambang di Desa Suci.

“Nanti kedepanya pasca tambang ini akan dipergunakan untuk kemanfaatan bagi seluruh masyarakat dan untuk membangun ekonomi terutama di sektor UMKM. Dan, kami butuh dukungan dari semua pihak khususnya masyarakat,”tegasnya.  (*)

Sulap Bukit Kapur Suci Jadi Bumper, Eduwisata hingga Wisata Religi Selengkapnya

Banjir Kali Lamong Menggenangi 4.547 Hektare Sawah, Dinas Pertanian Belum Berdampak Produksi Padi di Gresik

TERENDAM : Area pertanian di Desa Mungungianti, Kecamatan Benjeng, Minggu lalu ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id)
GRESIK,1minute.id –  Banjir Kali Lamong membuat ribuan petani kelimpungan. Padi yang mereka tanam terancam puso.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Gresik mencatat lahan pertanian yang terendam banjir tahun itu seluas 4.547 hektare. 

Ribuan hektare lahan pertanian itu tersebar di 42 Desa di lima kecamatan yakni Balongpanggang ; Benjeng ; Cerme ; Menganti dan Kedamean. Potensi kerugian di Gresik Selatan itu mencapai miliaran rupiah. 

Tanaman padi yang tergenangi air bah luapan Kali Lamong itu, varietas Ciherang,  Impari dan IR-46 yang usia tanamnya antara 30 hari – 35 hari. 

Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro mengatakan pihaknya sudah berupaya membantu akan tetapi masih belum maksimal.  “Kami hanya bisa berupaya membantu para petani dengan mengganti benih padi pada mereka,”ujar Eko Anindito Putro kepada wartawan , Kamis 24 Desember 2020.

“Selain bantuan benih kami juga memberikan bantuan menguras air di sawah dengan mesin pompa,”imbuhnya.   Eko menyebut tetap mempersiapkan sejumlah langkah antisipatif, salah satunya selalu mengkordinasikan dengan sejumlah pihak terkait.

Apakah bencana alam dan non alam seperti pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap produksi padi di Kota Santri, ini. Eko mengaku tidak terlalu mempengaruhi hasil panen. “Sejauh ini tidak berdampak terhadap produksi padi,”katanya. 

Eko menyebut tetap mempersiapkan sejumlah langkah antisipatif, salah satunya selalu mengkordinasikan dengan sejumlah pihak terkait.

Sementara banjir hingga pandemi Covid-19 tidak terlalu mempengaruhi hasil panen. “Sejauh ini tidak berdampak terhadap produksi padi,”katanya. 

Adapun lima Kecamatan tersebut adalah, Benjeng terdapat 13 Desa yang memiliki lahan persawahan seluas 1.863 hektare dengan kondisi padi tergenang air banjir sebanyak 611 hektar. Sementara, padi potensi mengalami puso (rusak) seluas 17,6 hektar, dengan kerugian mencapai Rp 2.245.001.300.

Kecamatan Balongpanggang terdapat enam Desa yang memiliki lahan persawahan seluas 713 hektar dengan kondisi padi tergenang air banjir seluas 257 hektar. Sementara padi mengalami puso (rusak) nihil, dengan kerugian mencapai Rp 333.136.250.

Kecamatan Cerme terdapat 17 Desa yang memiliki lahan persawahan seluas 1.442 hektare dengan kondisi padi tergenang air banjir sebanyak 790 hektare. Sementara padi mengalami puso (rusak) seluas 250 hektar, dengan kerugian mencapai Rp 3.000.300.250.

Kecamatan Kedamean terdapat satu Desa yang memiliki lahan persawahan seluas 78 hektar dengan kondisi padi tergenang air banjir seluas 20 hektare. Sementara padi mengalami puso (rusak) nihil dengan kerugian mencapai Rp 72.590.000.

Kecamatan Menganti terdapat lima Desa yang memiliki lahan persawahan seluas 451 hektar dengan kondisi padi tergenang air banjir sebanyak 85 hektar. Sementara padi mengalami puso (rusak) nihil dengan kerugian mencapai Rp 175.512.250 (*)

Banjir Kali Lamong Menggenangi 4.547 Hektare Sawah, Dinas Pertanian Belum Berdampak Produksi Padi di Gresik Selengkapnya

Donasi Korban Banjir Mengalir, Delapan Desa di Kecamatan Cerme Masih Tergenangi Banjir Kali Lamong

Seorang warga Desa Mungungianti, Kecamatan Benjeng membersihkan bak menggunakan air banjir di depan rumahnya, Minggu 20 Desember 2020 ( foto : Chusnul Cahyadi)

GRESIK,1minute.id – Banjir Kali Lamong masih menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Cerme, Gresik, Senin 21 Desember 2020.

Masyarakat berada di aliran Kali Lamong masih dilanda kekhawatiran . Pasal, curah hujan di masih cukup tinggi. Kali Lamong berpotensi kembali meluap.  

Data dihimpun 1minute.id, ada delapan desa yang masih tergenangi air luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme. Delapan desa itu adalah Sukoanyar ; Dungus ; Guranganyar dan Iker-ikergeger. Kemudian,  Desa Pandu ; Jono ; Tambakberas dan Morowudi. 

Masih merujuk data tersebut, dari delapan desa yang tergenangi banjir Kali Lamong itu ada dua desa tergolong cukup parah. Dua desa itu adalah Desa Tambakberas dan Guranganyar.

Di Desa Tambakberas, tercatat ada 200 somah atawa rumah tergenangi air setinggi 30-50 centimeter. Kemudian,  Desa Guranganyar terdapat 150 rumah yang kebanjiran setinggi 30-70 centimeter. 

Camat Cerme Suyono ketika dikonfirmasi mengatakan, desa yang tergenangi banjir Kali Lamong terus berkurang. “Siang tadi tercatat hanya delapan desa yang terdampak,”katanya dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Senin 21 Desember 2020.

Sebagian besar air luapan Kali Lamong menggenangi jalan poros desa (JPD) , sawah dan tambak. Untuk JPD yang terparah adalah ruas jalan Tambakberas-Jono panjangnya sekitar 2 kilometer. “Tapi, ketinggian airnya antara 35 hingga 70 centimeter,”kata mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik itu. 

DISTRIBUSI SEMBAKO : H. R. M. Thohir memimpin langsung bakti sosial Keluarga Besar PT Hasil Bantuan Grup kepada masyarakat korban banjir Kali Lamong, Senin 21 Desember 2020 ( foto : ist)

Sementara itu, masyarakat yang peduli korban luapan Kali Lamong itu masih terus mengalir. Diantaranya, keluarga besar PT Hasil Bantuan Grup. 

Perusahaan yang dipimpin H.R. M.Thohir membagikan 600 paket sembako untuk masyarakat di dua desa di Kecamatan Cerme yakni Tambakberas dan Dungus. Serta Desa Deliksumber, Kecamatan Benjeng.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,”kata H Thohir, Senin 21 Desember 2020. (*)

Donasi Korban Banjir Mengalir, Delapan Desa di Kecamatan Cerme Masih Tergenangi Banjir Kali Lamong Selengkapnya

Air Luapan Kali Lamong mulai Surut, Bantuan Terus Mengalir ke Warga Terdampak


GRESIK,1minute.id – Memasuki pekan kedua, air luapan Kali Lamong di Gresik Selatan berangsur surut. Dalam pantauan 1minute.id, sejumlah jalan kampung, perkantoran dan fasilitas umum terlihat surut.

Di Kecamatan Benjeng, sekitar pukul 11.00 jalan Raya Benjeng -Balongpanggang hanya setinggi mata kaki orang dewasa. Sedangkan, perkantoran yang tergenangi air diantaranya Markas Koramil Benjeng.
Kemudian di Desa Munggungianti, Benjeng hanya beberapa jalan kampung yang terendam air dengan ketinggian 20 sentimeter.

AMBROL : Badan jalan desa Munggungianti, Kecamatan Benjeng tergerus air luapan Kali Lamong, Minggu 20 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

Bagaimana dengan di Kecamatan Cerme. Menurut Camat Cerme Suyono mengatakan, masih tersisa tujuh desa di kecamatan Cerme yang tergenangi air bah luapan Kali Lamong.

Tujuh desa itu adalah Desa Sukoanyar, Dungus, Guranganyar dan Iker-ikergeger. Berikutnya, Desa Pandu, Jono dan Tambakberas.

“Di Desa Tambakberas ada 300-an unit rumah yang tergenangi air,”kata Suyono dikonfirmasi melalui Whatsapp, Minggu 20 Desember 2020.

Warga Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) , Kecamatan Manyar mendistribusikan sembako korban banjir Kali Lamong, Minggu 20 Desember 2020. ( foto : ist)

Disisi lain, penderitaan yang dialami ribuan jiwa warga di Gresik Selatan ini mematik rasa empati elemen masyarakat. Mereka pun berbondong-bondong menyalurkan bantuan untuk korban banjir Kali Lamong. Selain, Bupati dan Wakil Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.

Organisasi kemasyarakatan hingga perorangan berusaha meringankan beban masyarakat terdampak Kali Lamong. Diantaranya, warga Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) , Kecamatan Manyar. Mereka mendistribusikan ratusan paket sembako di tiga desa di kecamatan Benjeng. (*)

Air Luapan Kali Lamong mulai Surut, Bantuan Terus Mengalir ke Warga Terdampak Selengkapnya

Gerimis, Mancing Dikubangan Bekas Galian C, Bocah 8 Tahun Terpeleset, Tenggelam

Jalan akses menuju rumah penduduk di Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Gresik
GRESIK,1minute.id – Curah hujan tinggi membuat sejumlah kubangan bekas galian C tergenangi air. Orang tua tetap harus memperhatikan anak ketika bermainnya. 

Jangan sampai kejadian menimpah Adi Yusuf Maulana, 8 tahun, terulang lagi. Adi,  bocah kelas III Sekolah Dasar tinggal Desa Betiting Kecamatan Cerme ini ditemukan meninggal dunia, Sabtu 19 Desember 2020 menjelang Maghrib. 

Informasi yang dihimpun Sabtu, 19 Desember 2020 pukul 16.00 itu cuaca gerimis. Adi, 8 tahun itu kemudian memancing bersama lima temannya  di sebuah kubangan di belakang SDN  Betiting dalam kompleks Perumahan Cerme Indah, tempat tinggalnya. 

Awalnya bocah-bocah kompleks perumahan itu senang. Riang karena bisa hujan-hujanan. Mereka juga bisa memancing bersama dengan teman-temannya. Mereka semakin riang. 

Bocah rata-rata berumur 8 tahun itu tidak menyadari bahaya bila berkain di dekat kubangan bekas galian C ketika gerimis. Sebab, sekitar lokasi kubangan bekas galian C itu licin. 

Tiba-tiba Adi terpeleset. Sejumlah temannya dikabarkan panik kabur pulang memberitahukan kepada orang tuanya masing-masing. “Adi tetenggelam,”teriak mereka. 

Sekejap, penduduk di kompleks perumahan itu riuh.  Mereka bergegas menuju kubangan di belakang SDN Betiting itu. Kubangan diubek-ubek. Selama 1,5 jam Adi ditemukan di dasar kubangan. Namun, nyawa Adi tidak tertolong. Bocah 8 tahun itu meninggal dunia. 

Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan ada kejadian siswa tenggelam di sebuah kubangan di belakang SDN Betiting, Kecamatan Cerme itu. “Iya tadi (Sabtu)  malam pukul 21.00 korban dimakamkan di TPU dalam kompleks perumahan,”ujar Suyono dikonfirmasi melalui Whatsapp, Minggu 20 Desember 2020. 

Sementara itu, air bah luapan Kali Lamong kembali menggenani rumah warga di tiga kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme. (*)

Gerimis, Mancing Dikubangan Bekas Galian C, Bocah 8 Tahun Terpeleset, Tenggelam Selengkapnya

Kali Lamong Meluap, Teras Rumah jadi Balai Pengobatan, Kamar Tidur hingga Dapur

GRESIK, 1minute.id – Kali Lamong kembali meluap, Jumat 18 Desember 2020. Sekitar pukul 22.00. Air luapan dari kabupaten tetangga itu mengalir begitu cepat.

Pada Sabtu 19 Desember 2020 sekitar pukul 05.00 air bah itu sudah menggenangi jalan, rumah, sawah sejumlah desa di Kecamatan Benjeng. Ketinggian air di Jalan Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng antara 30-50 sentimeter.

Ruang perawatan Ponkesdes Jono digenangi air, pemeriksaan kesehatan lesehan di teras ( foto : chusnul cahyadi)

Pekan lalu air bah menggenangi Desa Sedapurklagen ini mengakibatkan korban jiwa. Seorang siswi kelas VII hanyut dan sehari kemudian, Senin 14 Desember 2020 ditemukan kondisi meminggal dunia.

Kini, air bah itu datang lagi. Padahal masyarakat terdampak luapan Kali Lamong belum sepenuhnya fit karena kecapekan bersih-bersih rumah pascaterendam air Kali Lamong. Penyakit seperti gatal-gatal, pusing, hingga kaki terserang kutu air (rangen) belum hilang.

Keluarga Jono, mendirikan kamar tidur dan memasak di teras rumahnya di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik (

“Ngeluh (pusing) dan tekanan darah tinggi,”kata Rodiyah, 61, salah satu warga ditemui di Poskesdes Jono, Jumat 18 Desember 2020.

Konstruksi rumah di Desa Jono ini sebagai tinggi di bagian teras. Sedangkan di bagian dalam lebih rendah. Mulai ruang tamu, kamar tidur hingga dapur. Karena genangan air tinggi akibat jebolnya tanggul membuat sebagian “ngungsi” tidur.

Mereka membuat kamar tidur hingga dapur darurat di teras rumahnya. Jono, salah satunya. W arga Desa Jono, ini memilih membangun kamar tidur dan dapur di teras rumah. Sedangkan bagian dalam rumah genangan air tetap dibiarkan .

Masyarakat Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik, menjemur tempat tidur di depan rumahnya yang kondisi jalan tergenangi air banjir Kali Lamong ( foto : chusnul cahyadi)

“Ini air sudah sejak Rabu belum sat (surut),”katanya. Dalam pantauan 1minute.id, sebagian penduduk menjemur kasur. Sebagian penduduk lainnya melakukan kontrol kesehatan di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes).

Karena kamar tempat pemeriksaan masih tergenangi air, pemeriksaan kesehatan dilakukan di teras ponkesdes. Bidan Desa Ny Saropah dibantu para medis memeriksa kondisi kesehatan warga terdampak banjir luapan Kali Lamong itu.

Mayoritas kaum hawa. Lalu apa keluhan mereka? “Rata-rata terkena gatal-gatal, rangen, badan pegal-pegal hingga tekanan darah tinggi,”kata Bidan Saropah sambil menulis diagnosis pasien secara lesehan itu.

Mereka para lansia itu hanya bisa berdoa agar banjir tidak datang lagi. “Pegel rasane kebanjiran terus,”ujar seorang lansia ngereneng. (*)

Kali Lamong Meluap, Teras Rumah jadi Balai Pengobatan, Kamar Tidur hingga Dapur Selengkapnya

Tanggul di Dua Titik Desa Jono Jebol, SMK Karya Bhakti Gelontor Bantuan


GRESIK,1minute.id – Dua tanggul di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik jebol. Puluhan rumah di desa itu tergenangi air bah luapan Kali Lamong. 

Kondisi itu, membuat sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan di Kota Santri, Gresik turun tangan untuk membantu korban terdampak. 

Diantaranya, SMK Karya Bhakti Gresik dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Gresik. 
SMK Karya Bhakti membawa puluhan dus mi instan. Sedangkan, Tagana mendistribusikan nasi bungkus.

Sekitar pukul 09.30, bantuan SMK Karya Bhakti tiba di Balai Desa Jono.  Bantuan dibawa mobil pikap dipimpin langsung Kepala SMK Karya Bhakti Gresik Lina Surjawati. 

Sebagian bantuan diturunkan di balai desa dan diterima Kepala Desa Jono Asrun. Sebagian lainnya secara simbolis diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak. 
Pagi itu, jalan kampung desa setempat genangan air setinggi 20 sentimeter. Air juga masih terlihat mengenangi bagian ruang tamu masyarakat.

Tanggul Desa Jono, Kecamatan Cerme yang jebol akibat terjangan arus luapan Kali Lamong

Camat Cerme Suyono mengatakan, kondisi terkini genangan air masih terlihat di sebelas desa. “Tapi, ketinggian air sudah berkurang,”ujar Suyono ditemui  di Desa Jono, Jumat 18 Desember 2020.

Sementara itu, Kades Jono Nasrun mengatakan, sejak Rabu 16 Desember 2020 dua tanggul di dua titik jebol. “Ada puluhan rumah yang tergenangi,”kata Nasrun, Jumat 18 Desember 2020.

Saat ini, masyarakat hanya berharap hujan tidak turun lagi. “Sebab, perbaikan tanggul akan dilakukan setelah air surut,”kata Nasrun. Pihak desa melalui Kecaamat Cerme telah melaporkan tanggul yang jebol itu kepada Pemkab Gresik. 

Terpisah, Kepala SMK Karya Bhakti Gresik Lina Surjawati mengatakan bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat terdampak banjir. “Semoga masyarakat terdampak diberikan kesehatan dan kesabaran,”harap Lina didampingi pengurus Yayasan Karya Bhakti Andhyk Mardi Utomo (*)

Tanggul di Dua Titik Desa Jono Jebol, SMK Karya Bhakti Gelontor Bantuan Selengkapnya

Tagana dan Cabup Niat Buka Dapur Umum di Cerme

GRESIK, 1minute.id – Kesibukan masih terasa di dapur umum Selter Cerme, Gresik, Kamis 17 Desember 2020. Sejumlah relawan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) dan anggota taruna siaga bencana (Tagana) Gresik masih terus menyiapkan bekal makanan kepada masyarakat terdampak luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme. 

Data didapat 1minute.id hingga pukul 12.00 ada dua belas desa yang masih terendam air Kali Lamong itu. Desa yang masih tergenangi air luapan Kali Lamong itu adalah Desa Lengkong, Sukoanyar, Dungus,  Dampaan,  dan Guranganyar. 

Kemudian, Desa Morowudi, Iker-ikergeger,  Betiting, Pandu,  Cerme Kidul,  Jono dan Tambakberas. Desa Iker-ikergeger terparah. Data di Kecamatan Cerme, ada 350 rumah yang tergenangi air dengan ketinggian antara 20 – 50 sentimeter. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid membagikan nasi bungkus kepada masyarakat terdampak luapan Kali Lamong di Desa Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme, Gresik

Menurut Camat Cerme Suyono, dibandingkan, sehari sebelumnya, Rabu 16 Desember 2020 ketinggian air cenderung surut. “Semoga air terus surut,”ujarnya, Kamis 17 Desember 2020.

Kini, masyarakat di wilayah aliran Kali Lamong mulai Balongpanggang, Benjeng, Cerme,  Kedamean dan Menganti hanya bisa berdoa hujan tidak terjadi di wilayah  hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan. Bila kedua kabupaten dilanda hujan lebat air akan kembali tinggi. 

Sementara itu, belum surutnya genangan air di sejumlah desa di Kecamatan Cerme membuat organisasi sosial seperti Tagana Gresik masih terlihat sibuk. Sebab, mereka  harus menyiapkan makanan untuk masyarakat terdampak banjir Kali Lamong itu. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid mengatakan, pihaknya setiap hari harus menyiapkan sekitar 9 ribu  nasi  bungkus. “Nasi  bungkus untuk masyarakat terdampak yang kami bagikan tiga kali sehari,”kata Mukhid,  Kamis 17 Desember 2020.

Selain menyiapkan nasi bungkus, tambahnya, pihaknya juga membagikan kepada masyarakat terdampak. “Distribusi makanan kami angkut dengan perahu karet milik BPBD Gresik,”katanya.

Disisi lain, calon bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan istrinya, Ning Nurul membuka dapur umum di Desa Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme. 

Cabup terpilih itu memberikan bantuan perahu karet untuk moda transportasi warga yang terdampak banjir. “Selain dapur umum dan perahu karet, Gus Yani dan istrinya, Ning Nurul juga memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir,” kata Ketua Tim Pemenangan Niat Khoirul Huda. (*)

Tagana dan Cabup Niat Buka Dapur Umum di Cerme Selengkapnya