Bupati Gresik Turun Gunung, Warga Nurut Ajakan Mengungsi

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kepala DPKP Gresik Achmad Washil dan Kepala DLH Gresik Mokh Najikh melihat kondisi bagian dapur rumah keluarga Musa’adah lantainya mulai longsor (foto : chusnul cahyadi1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat mengantisipasi terjadinya korban jiwa akibat tanah longsor di kawasan Bukit Putri Cempo. Pemkab menyediakan rumah untuk keluarga Musa’adah, 70, yang semakin mengkhawatirkan. Apalagi, lantai dapur sudah bolong. Longsor. 

Rumah tinggal sementara tersebut tidak jauh dari rumah Musa’adah sebelumnya.  Jaraknya sekitar 100 meteran. Letaknya, dekat Makam Putri Cempo. Rumah berdinding tembok itu selama ini ditempati oleh Sulaiman, ASN di Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Gresik. Leman-sapaan-Sulaiman bertugas menjaga tower komunikasi milik Diskominfo tersebut.

Tower komunikasi ini sangat vital karena pusat pengendali jaringan internet semua kegiatan Pemkab Gresik. 

Tawaran Bupati Gresik termuda itu membuat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turun tangan. Pasca Gus Yani – panggilan akrab – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan. Ada tiga kepala OPD yang berusaha menyakinkan keluarga Musa’adah agar mau menerima tawaran Gus Yani itu.

Tiga kepala OPD itu adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh. Mereka didampingi Sekcam Kebomas Zainul Arifin dan Lurah Gending dan Ngargosari.

MENGUNGSI : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah untuk melihat rumah keluarga Musa’adah pada Rabu,3 Maret 2021 ( foto : ,chusnul cahyadi/1minute.id)

Musa’adah dan keluarganya luluh hatinya. Mereka menyatakan akan segera boyongan ke “rumah” barunya itu. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Lailatussa’diyah pun lega. Ida mengatakan, pemerintah mengantisipasi kondisi terjelek. “Bila longsor terus jadi, jangan sampai ada korban,”kata Ida Lailatussa’diyah.

Sebab, kondisi rumah kediaman keluarga Musa’adah sangat mengkhawatirkan. “Lantai dapur sebagian sudah longsor,”katanya.  Karena itulah, Pemkab Gresik menyediakan rumah pengungsian sementara. “Untuk kondisinya ya apa adanya,”katanya. 

Saifuddin, anak Musa’adah mengaku selama ini, bila hujan turun keluarga pindah ke tempat yang lebih aman. “Setelah hujan reda ya kembali lagi,”ujar pria yang berprofesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo itu. Namun, Syaifudin mengaku sesekali tinggal rumah.

Sebab, profesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo -ada menyebut-Putri Campa harus memberikan pelayan kepada masyarakat hendak berziarah ke Putri Cempo. Tamu, tambahnya, datang sewaktu-waktu. Kadang pagi, sore hingga malam hari. “Kalau Saya hampir tidak tidur malam. Semoga diparingi keselamatan semua,”katanya. (*)

Bupati Gresik Turun Gunung, Warga Nurut Ajakan Mengungsi Selengkapnya

Kawasan Bukit Putri Cempo Semakin Mengkhawatirkan, Begini Kondisinya

LONGSOR : Bangunan kafe di kawasan Putri Cempo mulai longsor (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Azan Asar baru selesai berkumandang, nenek Musa’adah mengambil wudu kemudian salat Asar. Setelah salat nenek 70 tahun itu menuju dapur rumahnya untuk memasak. 

Bangunan dapur ibunda juru kunci Makam Putri Cempo – ada yang menyebut – Putri Campa, Ahmad Syaifudin itu berdinding asbes gelombang. Lantai tanah liat. Namun, di bagian pojok timur lantai rumah nenek di kawasan Bukit Putri Cempo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik itu terlihat berlubang cukup besar. Diameternya sekitar 1 meteran. 

Begitu 1minute.id mencoba melonggo lubang itu terlihat dasar tebingnya. Cukup dalam. Sekitar 7-10 meteran. “Tanahnya longsor,”kata Musa’adah pada Rabu, 3 Maret 2021. 

Musa’adah seakan tidak terlihat risau. Apalagi,  waswas dan khawatir dapur rumah dan bangunan rumah yang berada di depan makam Syeh Sayyid Abdurrahmah, Paman Sunan Giri (Maulana Ainul Yaqin) akan ikut tergerus air hujan dan ke dalam jurang kawasan Bukit Putri Cempo (Puncem) itu.

Apalagi  bagian lantai tanah liat rumah Musa’adah sudah mulai retak-retak. Sehingga, salah satu blandar rumah disanggah kayu balok. “Untuk menahan atap biar tidak ambruk,”sela Syaifuddin, anak Musa’adah yang berprofesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo itu.

Ada tiga bangunan rumah di sekitar makam Syeh Sayyid Abdurahman itu. Semuanya keluarga Musa’adah berjumlah empat orang. Yakni, Musa’adah, Syaifudin dan anaknya. Serta, Samsul Arif, adik Musa’adah. 

Bukit Puncem mengalami longsor sejak 2018. Kondisi tanah kapur yang labil membuat longsoran di kawasan yang terdapat situs religi Makam Putri Cempo dan Syeh Sayyid Abdurahman, paman Sunan Giri itu semakin parah. Dan, kali terakhir, tanah longsor pada Selasa,  2 Maret 2021.

Akses jalan alternatif Gending-Ngargosari terputus. Sejumlah bangunan rumah dan kafe di sekitar Bukit Puncem itu rawan longsor.   

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika berkunjung ke rumah Musa’adah pada Rabu, 3 Maret 2021 merasa khawatir terkait kondisi rumah Musa’adah itu. Bupati Gresik milinial itu telah meminta keluarga Musa’adah untuk mau pindah rumah.

Pasalnya, kondisi rumah mengkhawatirkan. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah menyediakan rumah sebagai tempat pengungsian sementara. (*)

Kawasan Bukit Putri Cempo Semakin Mengkhawatirkan, Begini Kondisinya Selengkapnya

Bupati Gresik Sidak Bukit Putri Cempo, Longsor Semakin Mengkhawatirkan

GRESIK,1minute.id – Kondisi Jalan Bukit Putri Campa semakin mengkhawatirkan. Longsor semakin parah. Bahkan, bagian dapur rumah juri kunci Makam Putri Campa dan salah satu kafe tanahnya mulai tergerus.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) kawasan bukit yang sekarang banyak berdiri bangunan untuk kafe itu pada Rabu, 3 Maret 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji.  “Jadi, sepulang dari Stadion G-JOS, saya pun langsung meninjau lokasi longsor di Putri Cempo,” ujar Bupati Gus Yani pada Rabu , 3 Maret 2021.

Menurut Gus Yani, sidak ini dilakukan sebagai tindak lanjut banyaknya pengaduan masyarakat di media sosial (medsos) terkait kondisi Bukit Pucem. “Jadi, ketika sampai di lokasi (Putri Cempo), saya langsung menelepon Pak Kadis PU untuk mendampingi saya meninjau lokasi,”ungkapnya

Gus Yani berjanji longsornya Bukit Putri Cempo akan menjadi perhatiannya. Ia mengatakan akan membahas penanganan Bukit Putri Cempo dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Dalam pengamatan 1minute.id selama musim hujan sudah beberapa kawasan bukit Putri Campa-ada menyebut-Putri Cempo mengalami longsor. Jalan alternatif menghubungkan kelurahan Gending dan Ngargosari sudah terputus total. “Kemarin (Selasa) pagi longsor cukup parah,”ujar Ny Musa’ada ditemui 1minute.id dirumahnya pada Rabu sore, 3 Maret 2021.

Menurut nenek 70 tahun itu, tanah longsor di sisi selatan di dekat deretan berdirinya kafe di kawasan itu. Untuk saat ini, akses jalan menuju selebar 1 meter dibangun masyarakat sekitar ke makam Putri Campa dan makam Syeh Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri sudah hilang. Longsor. Bahkan, bangunan gapura ke  makam Paman Sunan Giri juga hilang. 

MENGKHAWATIRKAN : Bangunan dapur rumah nenek Musa’ada, ibunda Juru Kunci Makam Putri Cempo yang semakin mengkhawatirkan. Pemkab Gresik telah menyiapkan sebuah rumah untuk pengungsian sementara. (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Petugas memasang pita garis plastik di dekat makam aman Sunan Giri itu. Sekitar pukul 14.00, tiga kepala organisasi perangkat daerah mendatangi rumah nenek Musa’ada yang tidak lain ibunda juru kunci Makam Putri Campa, Syaifuddin. 

Mereka adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh. Mereka didampingi Sekcam Kebomas Zainul Arifin dan Kades Gending dan Ngargosari.

Tujuannya, mereka meminta kepada Musa’ada dan keluarganya mengungsi. Pemkab Gresik telah menyiapkan rumah sementara di dekat Makam Putri Campa. “Mohon untuk sementara jangan tidur disini karena kondisi mengkhawatirkan,”ujar Ida Lailatussa’diyah. (*)

Bupati Gresik Sidak Bukit Putri Cempo, Longsor Semakin Mengkhawatirkan Selengkapnya

Peringati HPSN, Bhayangkari Polres Gresik Bagikan Sembako dan Alat Kebersihan di TPA Ngipik


GRESIK,1minute.id – Pagebluk  Covid-19 masih belum berakhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro.

Kondisi itu membuat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dilakukan secara berbeda oleh Pengurus Bhayangkari Cabang Gresik pada 21 Februari 2021. Ibu-ibu anggota Polres Gresik itu menggelar bakti sosial (Baksos) dengan membagikan masing-masing seratus paket sembako dan alat kebersihan kepada petugas kebersihan di tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik.

Baksos dipimpin Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto. Baksos diawali penyerahan paket sembako dari ketua Bhayangkari Polres Gresik Ny Inanda kepada salah satu polisi wanita (Polwan) kemudian diteruskan kepada petugas kebersihan di TPA Ngipik.

BAKSOS HPSN : Anggota Polwan Polres Gresik menyerahkan bantuan alat kebersihan dari Pengurus Bhayangkari Cabang Gresik kepada pemulung di TPA Ngipik Gresik. Baksos ini memperingati HPSN diperingati setiap 21 Februari.

Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto mengatakan bakti sosial sebagai wujud kepedulian para istri Polri di Polres Gresik untuk membantu masyarakat terhadap kesulitan yang dihadapi di masa  Pandemi Covid-19 ini.

“Bhayangkari Cabang Gresik, mencoba meringankan beban mereka dalam bentuk baksos dengan membagikan paket sembako dan paket alat kebersihan,”kata istri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ini.

Pada kesempatan itu, Inanda Arief Fitrianto  mengajak kepada seluruh masyarakat melakukan berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Mari kita peduli dengan menjaga kebersihan lingkungan, sehingga dapat menciptakan bangsa yang sehat dan berprestasi,”pungkasnya. (*)

Peringati HPSN, Bhayangkari Polres Gresik Bagikan Sembako dan Alat Kebersihan di TPA Ngipik Selengkapnya

Momentum HPSN, Asbag dan Istri Bupati Prakarsai Punguti Sampah, DLH Menggelar Pedas


GRESIK,1minute.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh menghimbau kepada masyarakat untuk berprilaku hidip bersih dan sehat (PHBS). Caranya, kata Najikh,tidak membuang sampah sembarangan, melaksanakan pemilahan sampah di sumber-sumber sampah yang secara berkelanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengurangan sampah.

Momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari ini, Najikh akan menggelar Pekan Sedekah Sampah (Pedas). 
Pedas selain memeriahkan HPSN juga menyemarakkan Bulan Rajab, Syakban, dan menyonsong bulan suci, Ramadan.

“Kami menghimpun sedekah dalam bentuk pengumpulah barang bekas tidak terpakai. Sampah yang masih ada nilai ekonomisnya,”kata mantan Sekretaris DPRD Gresik ini pada Sabtu, 20 Februari 2021.  Hasil yang didapat dari Pedas itu dilaporkan ke Baznas Gresik.

“Tapi, kami mohon kembali untuk disalurkan ke rekan-rekan pasukan kuning, pasukan taman, pasukan TPA dan anak yatim,”kata mantan Plt (Sekretaris Daerah) dan Plt Bupati Gresik menggantikan berakhirnya masa kepemimpinan periode dua almarhum KH Robbach Ma’sum pada 1 September 2010 itu.

Untuk diketahui sampah perkotaan masih menjadi problem pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Volume sampah terus bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk. Saat ini, diperkirakan jumlah penduduk Gresik sekitar 1,3 juta jiwa. Sementara, tempat pembuangan akhir (TPA) hanya satu. TPA Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik. 

Edukasi Sampah : Istri Bupati Gresik terpilih, Nurul Haromaini (dua dari kanan) bersama Ketua Asbag Siti Fitriah saat memperingati HPSN di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu, 20 Februari 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pemerintah sedang berupaya membangun tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di tiga wilayah. Yakni, Wilayah Selatan di Kecamatan Kedamean, Wilayah Utara diusulkan di Kecamatan Ujungpangkah. Satu lagi, di Pulau Bawean diusulkan di Kecamatan Sangkapura.

Problem sampah rumah tangga itu akan bisa teratasi bila masyarakat peran aktif melakukan tindakan mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle) mulai dari awal yaitu rumah, warung atau kafe masing-masing. 

Tadi pagi, Sabtu. 20 Februari 2021, Nurul Haromain Yani bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) melakukan kegiatan peduli lingkungan. Kegiatan dihelat di sekitar bangunan pendapa Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik itu mengawali rangkaian Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari itu.

Istri Bupati Gresik terpilih, Fandi Akhmad Yani itu secara simbolis menanam pohon kehidupan jenis kedondong, mengedukasi para pemilik kafe di sekitar Desa Ngargosari-kini menjadi-salah satu sentral kafe di Gresik itu. 

Bahkan, ibu dua anak berusia 28 tahun itu, ikut membantu relawan Asbag memunguti sampah plastik, botol air mineral di sekitar lokasi HPSN. Alumnus Ilmu Komunikasi Unair Surabaya tidak terlihat canggung. Puluhan karung berisi botol mineral berhasil dikumpulkan dalam aksi peduli lingkungan itu. (*)

Momentum HPSN, Asbag dan Istri Bupati Prakarsai Punguti Sampah, DLH Menggelar Pedas Selengkapnya
Ning Nurul membantu menaikkan sampah plastik dalam memeriahkan HPSN yang digelar DLH Gresik dan Asbag di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 20 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Peringati HPSN, Ning Nurul Ajak Pilah Pilih Sampah dari Sumber Awal, Rumah atau Kafe


GRESIK,1minute.id – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap 21 Februari. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik bersama Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) Gresik menggelar bakti sosial menanam pohon kehidupan, edukasi memilah sampah dan bersih-bersih lingkungan pada Sabtu, 20 Februari 2021.

Bakti sosial HPSN bertemakan “Sampah sebagai Bahan Baku Ekonomi Masa Depan” ini dilakukan di pendapa Balai Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas ini di hadiri Nurul Haromaini, istri Bupati Gresik terpilih, Fandi Akhmad Yani. 
Kegiatan diawali senam lingkungan, kemudian penanaman pohon produktif di depan balai desa yang berada di kawasan perbukitan Ngargosari itu. Kemudian dilanjutkan menanam pohon kehidupan dan edukasi kepada masyarakat dan pemilik kafe di sekitar lokasi. 

Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini menanam pohon kendondong. Alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya itu didampingi ketua Asbag Gresik Siti Fitria.  Usai menanam pohon dilanjutkan mendatangi sejumlah kafe di sekitar lokasi memeriahkan HPSN ini. Tujuannya, sosialisasi memilah dan memilih sampah dari sumber awal.

TANAM POHON : Ning Nurul menanam pohon kehidupan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu. 20 Februari 2021. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Nurul Haromaini mengatakan aksi peduli lingkungan ini patut mendapatkan apresiasi. Apalagi kegiatan melibatkan semua gender. Laki-laki dan perempuan. Bapak, ibu hingga anak-anak. Sebab, kegiatan ini sangat berdampak sekali dengan lingkungan. “Lingkungan bisa bersih. Karena tiap bulan ada penimbangan sampah,”kata Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini ini. 

Ibu dua anak berusia 28 tahun ini menambahkan, organisasi seperti Asbag ini patut melebarkan sayapnya. Terutama di desa-desa yang belum terbentuk organisasi. Ning Nurul berharap masa kepemimpinan Gus Yani (Fandi Akhmad Yani) bisa menaungi organisasi yang peduli terhadap lingkungan ini. “Biasa organisasi seperti ini terkendala biaya bisa dibantu,”harapnya.

Ketua Asbag Gresik Siti Fitria mengatakan hampir 70 persen sampah di kawasan Desa Ngargosari ini berupa sampah plastik dan kertas. “Kami melakukan edukasi kepada pengurus kafe untuk mengumpulkan sesuai jenis. Memilih dan memilih sampah dari sumber awalnya,”kata Fitri. “Sampah plastik atau kardus, kertas ini bisa menjadi sumber kehidupan,”tegasnya. Sampah yang terkumpul ini bisa ditukar dengan uang atau emas.  (*)

Peringati HPSN, Ning Nurul Ajak Pilah Pilih Sampah dari Sumber Awal, Rumah atau Kafe Selengkapnya

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan

GRESIK,1minute.id – Iin Budiarti dan Fatimah tidak bisa menahan air mata. Mereka terharu,  senang melihat anak jalanan dan orang tuanya mau belajar mengaji, salat bahkan olah raga. Mereka yang biasanya mendapat stigma kumuh,  lecek, kotor,  jorok serta stempel lainnya berkeinginan hidup bersih dan sehat.

Bagi Bunda Iin dan Fatimah, dua perempuan pembimbing di kawasan anak jalanan di terminal Gubernur Suryo, Gresik, keinginan anjal dan orang tuanya itu bagai sebuah hidayah. Saban Ahad pagi, Iin Budiarti mendatangi kawasan terminal Gubernur Suryo, Gresik. 

Mereka ngobrol bareng sambil mendengarkan harapan mereka. Mendengarkan keinginan anak-anak anjal dan orang tua. Selama ini, kehidupan mereka seakan tidak ada yang mempedulikan.  “Dengan pendekatan hati, dan juga contoh perilaku secara langsung, sehingga kebiasaan baik akan biasa dilakukan bagi penghuni kawasan terminal,”ujar Bunda Iin Budiarti pada Minggu, 14 Februari 2021.

Dalam ngobrol santai itu, keta Guru PAUD itu, mereka memiliki mimpi bisa menjalani kehidupan layaknya masyarakat lainnya. Hidup di lingkungan sehat. “Kita begitu bergaul dengan anak-anak dan juga orang tuanya, ternyata mereka butuh bimbingan dalam senam dan mengaji bahkan bacaan dalam salat,”terang Bunda Iin menirukan permintaan warga penghuni terminal.

Bunda Fatimah menambahkan, saat mendampingi ibu-ibu membaca alquran masih banyak menjumpai mereka belum hafal bacaan bahkan gerakan salat. “Baca surat Al Fatihah saja, ibu-ibu yang usianya 40-an tahun ke atas tidak hafal,”kata Fatimah. Fatimah bertekad bisa membimbing, melatih dan mengajarkan ilmu agama, terutama dalam bacaan salat kepada mereka.

“Semoga saya bisa ikut mendampingi dalam pembelajaran ilmu agama, baik pada ibu ibu, juga pada anak anak, karena ini sangat penting bagi kehidupan mereka saat ini dan buat yang akan datang,”paparnya. 
Rencananya, bimbingan agama untuk anak anjal dan orang tuanya itu akan memulai memberikan pembelajaran membaca alquran pada Senin, 15 Februari 2021. (*)

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan Selengkapnya

Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani terus blusukan ke desa-desa. Menyerap aspirasi pagi hari disela Ngowes Berdesa. Kegiatan rutin setiap Sabtu pagi Bupati yang bakal dilantik 17 Februari 2021 itu.

Bupati kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun ini ngowes dari Desa Sumari menuju Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Sabtu, 13 Februari 2021.
Gus Yani-begitu sapaan-Fandi Akhmad Yani menyusuri jalan poros desa.

Kondisi jalan rusak, berlubang dan tergenangi air hujan. Rombongan ngowes harus ekstrahati-hati agar terhindar dari jeglongan jalan rusak. Suami Nurul Haromaini ini sesakali turun untuk menyapa masyarakatan.

Memasuki Desa Gredek, mantan Ketua DPRD Gresik itu, menyempatkan mampir ke tokoh-tokoh masyarakat, melongok aktivìtas pengelolaan bank sampah yang sebulannya menghasilkan Rp 9 juta itu. Gowes Berdesa finish di tanggul telaga Desa Gredek.

Saat itulah puncak gowes. Gus Yani mendengarkan semua keluh kesah warga. Mulai pengelolaan sampah hingga jalan rusak.  Diantaranya JPD antara di Sumari ada SMK Negeri. Sehingga jadi jalur alternatif.

“Jalannya itu rusak Pak Bupati. Apalagi yang jalur Gedang Kulut di Cerme, parah,”ujar Kepala Desa Gredek Bahrul Ghofar. Menyikapi itu, Bupati termuda, kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun itu menyampaikan beberapa konsep Gresik Baru. Diantaranya konsep konektivitas antarkecamatan. Sebagai upaya menumbuhkan ekonomi lokal. 

“Ada perbaikan dan penguatan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai jalur alternatif. Seumpama menghubungkan Kecamatan Duduksampeyan, Benjeng dan Cerme,”ujarnya.Khusus insfrastruktur jalan dan jembatan, pihaknya punya harapan bisa dituntaskan secepat-cepatnya. Sehingga tidak ada lagi keluhan jalan kabupaten maupun pedukuhan yang rusak.

“Kayak saat ini jalan poros Desa Sumari ke Gredek rusak parah,” katanya.Bila sudah terhubung beberapa kecamatan, lanjut Gus Yani, akan ada infrastruktur pendukung. Diantaranya, tempat pengolaan sampah terpadu (TPST).

“Saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak pengelola sampah modern. Selain untuk upaya zero sampah plastik, juga menyerap tenaga kerja lokal,”katanya. Ditambahkan, bila pihaknya, punya konsep membangun TPA di kecamatan. Atau terkoneksi beberapa kecamatan. Sehingga, sampah tidak lagi terkonsentrasi di TPA Ngipik yang lahannya sewa. (*)

Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST Selengkapnya

SIG Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, #MulaiBerubahDariRumah


GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) peduli lingkungan. BUMN penghasil semen ini mengajak masyarakat untuk ikut menyelamatkan lingkungan bertajuk #MulaiBerubahDariRumah.

Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, gerakan ini merupakan rangkaian perayaan 8 tahun transformasi perusahaan. Seperti namanya, gerakan ini dirancang untuk bisa dilakukan dari rumah. Pasalnya,  pemerintah masih memasuki masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). 

SIG ikut ambil peran dengan membuat gerakan tentang lingkungan, keberlanjutan dan pemberdayaan yang mungkin banyak tertunda karena pandemi. “Kami ingin melibatkan komunitas dan masyarakat yang selama ini juga peduli dan cukup dimulai dari rumah,”ujar Hendi Prio Santoso.

Gerakan ini dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas. Caranya, buat foto atau video yang disertai cerita perubahan yang mereka lakukan untuk lingkungan. 

Foto atau video dan cerita tersebut kemudian diunggah di Instagram sesuai dengan misi perubahan yang telah ditentukan. Pastikan akun Instagram tidak di private. Sebelum diunggah, mention @sig.id dan 3 akun instagram teman untuk ikut serta. Kemudian, beri tagar #MulaiBerubahDariRumah dan tagar tambahan sesuai dengan misi yang peserta pilih pada periode 8 Februari – 7 Maret 2021.

Hendi mengatakan, perubahan yang dilakukan tak perlu berskala besar. Langkah kecil yang bisa di lakukan di rumah sudah cukup untuk mengikuti gerakan ini. “Karena tujuannya adalah membangun kesadaran tentang lingkungan hidup dan semangat berkelanjutan,”kata Hendi Prio.

Pada pelaksanaannya nanti, peserta akan diberikan misi mingguan terkait kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial yang bisa dilihat pada akun instagram @sig.id . Foto/video dan cerita dari misi mingguan ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk saling menginspirasi antarpeserta.

“Kebaikan itu menular dan perubahan tak boleh berujung. Melalui gerakan ini, hanya dari rumah, Bumi bisa terselamatkan dan kesejahteraan masyarakat sekitar dapat terbant,”imbuh Hendi Prio.

Di Indonesia sendiri, sebenarnya banyak komunitas yang sudah bergerak ke arah tersebut. Ada komunitas Zero Waste yang mencanangkan gaya hidup ramah lingkungan seperti diet kantong plastik. Ada juga gerakan Lyfe With Less yang mengajak masyarakat bergaya hidup minimalis dengan decluttering.

Ada pula komunitas yang mengolah sampah menjadi kompos, komunitas yang mengajak orang untuk tie die baju lama, hingga gerakan sosial beli di tetangga yang memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Namun banyak dari gerakan ini terhambat seiring pandemi Covid-19 yang merebak. Tapi, toh Bumi tak bisa menunggu lagi. Kerusakan di planet biru ini sudah semakin parah. Sementara kebutuhan mendorong kesejahteraan yang setara juga semakin mendesak.

Karena itulah SIG tergerak untuk menginisiasi gerakan peduli lingkungan. Ayo #MulaiBerubahDariRumah bersama SIG. (*)

SIG Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, #MulaiBerubahDariRumah Selengkapnya

Empat Sekolah di Gresik Sabet Penghargaan Adiwiyata Jawa Timur

GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat sekolah di Gresik meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jatim. Saat, ini jumlah sekolah adiwiyata mandiri atau nasional berjumlah 29 sekolah.

Empat sekolah peraih Adiwiyata Provinsi Jatim itu adalah UPT SDN 2 Gresik (Karangturi-Gresik) ; UPT SDN 24 Gresik (Kembangan-Kebomas) ; UPT SMPN 10 Gresik (Bungah) dan UPT SMPN 21 Gresik (Panceng).

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Plt Bupati Gresik Moh Qosim pada saat  apel pagi ASN dan para Kepala OPD Pemkab Gresik di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 8 Februari 2021. Piagam penghargaan diserahkan langsung kepada kepala sekolah masing-masing.

Plt Bupati Gresik Moh Qosim menyampaikan selamat kepada para Kepala Sekolah yang telah berjuang sehingga dapat meraih penghargaan lingkungan sekolah sehat tertinggi di Jawa Timur.

“Semoga penghargaan ini dapat memberikan semangat yang nantinya akan melecut kinerja masyarakat sekolah untuk lebih giat lagi dalam membangun sekolah sehat. kalau sudah meraih penghargaan di tingkat propinsi, agar diperbaiki lagi untuk maju ke tingkat nasional,”kata Qosim.

Lebih jauh, Qosim mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan ini amat penting untuk membentuk kesehatan lingkungan untuk masyarakat sekolah dan sekitarnya. Apalagi dimasa pandemi covid-19 saat ini. “Anda semua telah berjasa untuk meningkatkan lingkungan masyarakat yang sehat,”kata Qosim.

Dimasa pandemik ini, imbuhnya, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan lingkungan terutama lingkungan sekolah. Kesehatan dapat mendukung masyarakat untuk sehat. Sesuai penelitian, ternyata 45 persen kesakitan diakibatkan oleh lingkungan yang kurang baik. “Tingkatkan terus dan terus untuk ikut menggalakkan disiplin protokol kesehatan di masa pamdemi ini,”pesan Qosim. 

Sementara itu, Kepala Sekolah UPT SMPN 21 Matokan menyatakan, menciptakan kondisi sekolah Adiwiyata tidak mudah. Mulai dari penyiapan lingkungan yang tertata rapi dan asri sampai menyiapkan dokumen lingkungan.

“Seluruh komponen sekolah serta siswa harus bisa bekerjasama. Mereka mengerjakan semua keperluan termasuk mengajak masyarakat di sekitar sekolah untuk sadar lingkungan hijau adalah lingkungan sehat sekolah,”katanya kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi.(*)

Empat Sekolah di Gresik Sabet Penghargaan Adiwiyata Jawa Timur Selengkapnya