Biang Macet dan Potensi Kecelakaan, Polisi Hentikan Pekerjaan Pemasangan Pipanisasi SPAM BGS


GRESIK,1minute.id – Polisi menghentikan proyek sistem penyedian air minum (SPAM) Bendung Gerak Sembayat (BGS) di Jalan Raya Manyar pada Selasa, 16 Maret 2021.

Pasalnya, proyek pipanisasi berdiameter 1.100 milimeter itu menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan Deandles di Pantai Utara (Pantura) itu. Selain menyebabkan kemacetan, proyek tersebut membahayakan pengguna jalan alias pengendara.

Sebab, tanah bekas galian berlumpur dan nyaris memenuhi badan jalan setelah diguyur hujan.
Sejumlah anggota Polsek Manyar dan Trantib Kecamatan Manyar mendatangi para pekerja pemasanngan pipanisasi yang sedang beraktivitas di jalan nasional itu. 

Sejumlah pekerja lain melakukan pengeboran bawah tanah yang menyeberangi ruas jalan Sukomulyo, Kecamatan Manyar itu. Anggota Polsek Manyar dengan didampingi petugas Trantib Kecamatan Manyar meminta para pekerja menghentika pengerjaan tersebut. 

Petugas menyarankan pekerjaan dilanjutkan malam hari untuk menghindari terjadinya kemacetan parah. 

Selain itu, petugas juga menghimbau menambah rambu-rambu agar tidak menimbulkan korban.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana membenarkan anggotanya telah mendatangi lokasi proyek PDAM tersebut.

“Pengerjaan proyek tersebut sudah dua sampai tiga hari dan perlu diketahui akibat proyek yang dikerjakan saat jam kerja sempat terjadi penumpukan kemacetan arus lalin di jalan raya sukomulyo hingga jalan raya manyar akibat pengerjaan proyek tersebut,”ujar Iptu Bima Sakti kepada wartawan pasa Selasa, 16 Maret 2021.

Alumni Akpol 2013 itu menghimbau, demi kepentingan masyarakat terutama pengguna jalan, proyek tersebut dikerjakannya malam hari saja. Dan lumpur yang tersisa segera dibersihkan agar tidak menjadi potensi penyebab Laka Lantas.

“Pihaknya mengupayakan dititik tersebut bisa dilalui dua arah lalu lintas agar tidak sampai terjadi kemacetan,”imbuh perwira dua balok di pundak itu. Lebih lanjut Bima Sakti mengatakan kalau bisa pekerjaan proyek dilakukan diatas jam 18.00 agar tidak terjadi kemacetan saat orang pergi dan pulang kerja. 

“Anggota kami menghimpau ke para pekerja proyek pipa PDAM tersebut untuk meminggirkan alat beratnya agar tidak terjadi kemacematan dan kalo di kerjakan malam pihak kami akan monitoring pengawasannya surat pemberitahuan pekerjaan proyek tersebut juga belum masuk di Polsek,”tandasnya.

Terpisah, Direktur Utama PDAM Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zahriyah dikonfirmasi 1minute.id mengatakan proyek SPAM BGS itu adalah proyek investasi. “Itu proyek milik PPKT bukan PDAM Giri Tirta,”katanya dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 16 Maret 2021. (*)

Biang Macet dan Potensi Kecelakaan, Polisi Hentikan Pekerjaan Pemasangan Pipanisasi SPAM BGS Selengkapnya

Tanggul Tambakberas Jebol, Warga Desa Dampaan Bangun Tanggul untuk Makamkan Tasmin

Warga Desa Dampaan, Kecamatan Cerme ketika memakamkan warga pada Selasa, 16 Maret 2021 ( foto : istimewa)

GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin sulit dikendalikan. Debit air yang tinggi membuat tanggul di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme jebol pada Selasa, 16  Maret 2021.

Akibatnya, banjir Kali Lamong semakin meluas di Kecamatan Cerme. Pada Senin malam, ketika Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani me datangi warga air bah masih merendam 12 desa di Kecamatan Cerme. Tadi pagi, Selasa, 16 Maret 2021, desa terdampak banjir tahunan berasal dari kabupaten tetangga itu bertambah empat desa. 

Empat desa susulan yang diduga imbas dari jebolnya tanggul di Desa Tambakberas itu adalah Dampaan ; Padeg ; Cerme Kidul dan Semampir. Ketinggian air di dalam rumah warga di empat desa antara 20 cm – 40 cm. 

Berdasarkan data yang dihimpun 1minute.id di Kecamatan Cerme, ada rumah 2.036 unit , sawah 404 hektar , dan tambak 771 hektar. Selain, ribuan infrastruktur jalan yang terendam air, bagai sebuah telaga dadakan. Belum diketahui secara pasti berapa kerugian yang harus di tanggung akibat banjir kiriman itu.

Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan ada tanggul di Desa Tambakberas yang jebol karena tekanan volume air yang sangat kuat. “Iya benar, ada tanggul yang jebol di Desa Tambakberas,”kata Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan itu. 

Tanggul yang jebol cukup panjang. Lebih dari 3 meteran. Air bah itu menerobos begitu deras. Jebolnya tanggul di Desa Tambakberas ini semakin penderitaan masyarakat. Apalagi, banjir Kali Lamong sudah bertahun-tahun dialami masyarakat di kawasan Gresik Selatan.

Sementara itu, warga Desa Dampaan harus kerja ekstra untuk memakamkan Tasmin. Kakek 82 tahun meninggal pada Senin, 15 Maret 2021 pukul 23.00. Area pemakaman terendam air bah. Masyarakat lalu membangun tanggul setinggi 50 centimeter untuk menahan air agar tidak masuk liang lahat. Tasmin di makamkan tadi siang. (*)

Tanggul Tambakberas Jebol, Warga Desa Dampaan Bangun Tanggul untuk Makamkan Tasmin Selengkapnya

Gus Yani : Normalisasi Kali Lamong Dimulai Musim Kemarau Tahun Ini, Alokasi Anggaran Rp 100 Miliar dari Pusat

GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dalam waktu dekat akan memulai normalisasi Kali Lamong. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta doa restu ketika menemui warga terdampak banjir Kali Lamong pada Senin malam, 15 Maret 2021.

Kapan dan bagaimana cara Pemkab Gresik melakukan normalisasi Kali Lamong yang menjadi problem bertahun-tahun bagi masyarakat di Gresik Selatan itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, normalisasi Kali Lamong akan dimulai pada musim kemarau tahun. Diperkirakan sekitar bulan depan, April 2021.

“Kita akan mengawali pengerjaan normalisasi Kali Lamong pada bulan depan, April 2021,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani kepada wartawan pada Senin malam, 15 Maret 2021.

Tahap awal ini,  tambahnya, berupa pekerjaan pembuatan tanggul dan parapet. Parapet adalah sebuah tembok pembatas penghalang yang merupakan perluasan dari dinding di tepi. 

“Pengerjaan akan dimulai dari Desa Jono dan Tambakberas, Kecamatan Cerme,”ujar Gus YaniKementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk normalisasi. 

“Sedangkan untuk pembebasan lahan menggunakan dana APBD sekitar Rp 3,8 miliar,”kata Gus Yani. Karena itulah, Gus Yani memohon doa restu kepada masyarakat agar pengerjaan normalisasi bisa lancar. Sehingga banjir luapan Kali Lamong segera teratasi.

SIDAK BANJIR : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui korban banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme pada Senin malam, 15 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bahkan, untuk akselerasi pekerjaan agar lebih cepat lagi dalam melakukan normalisasi, Gus Yani berinisiatif menyurati Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. “Agar kita tidak disalahkan dalam normalisasinya, kita minta MoU (Memorandum of understanding) dengan BBWSnya. Bahwasannya, ini boleh diberikan kewenangan oleb BBWS ke daerah, maka musim kemarau kedepan akan kami terjunkan alat-alat berat mengatur anak sungai Kali Lamong,”kata Gus Yani.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji membenarkan rencana normalisasi Kali Lamong itu. “Nanti diperkirakan bulan April akan dilakukan normalisasi. Pembangunan parapet dan sejumlah tanggul,”kata Gunawan kepada wartawan. (*)

Gus Yani : Normalisasi Kali Lamong Dimulai Musim Kemarau Tahun Ini, Alokasi Anggaran Rp 100 Miliar dari Pusat Selengkapnya

Bupati Gresik Temui Warga Terdampak Banjir hingga Larut Malam. Minta Doa Normalisasi Kali Lamong


GRESIK,1minute.id – Curah hujan masih tinggi. Banjir Kali Lamong berpontesi semakin meluas. Kondisi itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani harus turun gunung bertemu masyarakat terdampak hingga larut malam pada Senin, 15 Maret 2021.

Masih mengenakan seragam dinas, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mendatangi sejumlah warga desa terdampak banjir Kali Lamong di tiga kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme.

Mulai dari Desa Sambiroto, Kecamatan Balongpanggang. Desa Karangankidul, Kecamatan Benjeng dan desa Guranganyar, Kecamatan Cerme. Menggunakan sepatu boots, Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani membagikan bantuan kepada warga.

Bantuan berupa sembako itu diberikan bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso Sagito, Camat dan kepala desa setempat.

Selain membagikan sembako, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambangi para korban banjir luapan Kali Lamong memohon doa restu kepada masyarakat terkait rencana normalisasi Kali Lamong. 

“Mohon doa, normalisasi Kali Lamong akan kita mulai musim kemarau nanti,”katanya kepada warga yang ditemui pada Senin malam, 15 Maret 2021. 

SEMBAKO : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membagikan sembako kepada warga terdampak luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme, Gresik pada Senin malam. 15 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam apel pagi di kantor Bupati Gresik memberikan perhatian serius banjir luapan Kali Lamong ini. Sebab, kurun waktu Januari hingga 15 Maret 2021, air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu sudah kali keempat menerjang puluhan desa di empat kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng, Kedamean dan Cerme.

Bupati Gus Yani mengajak ASN bekerja lebih keras lagi membantu masyarakat agar terbebas dari banjir rutin. “Ini merupakan suatu bencana tahunan dan bencana kita semua. Untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat terutama ASN untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,” jelas Gus Yani. (*)

Bupati Gresik Temui Warga Terdampak Banjir hingga Larut Malam. Minta Doa Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Banjir Kali Lamong Meluas, Merambah 19 Desa di Benjeng dan Cerme, Bupati Ajak ASN Peduli

GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin meluas. Sebanyak 19 desa tersebar di dua kecamatan yakni Benjeng dan Cerme. Rincianya, tujuh desa di kecamatan Benjeng dan 12 desa di Kecamatan Cerme. 

Ratusan rumah tergenangi air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu. Ratusan hektare sawah dan tambak tenggelam. Kondisi yang dialami ribuan jiwa masyarakat terdampak banjir Kali Lamong ini membuat Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah prihatin.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati mengajak seluruh aparat sipil negara (ASN) untuk berubah. Bekerja lebih keras lagi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

“Kita harus punya strategi, inovasi dan kreatifitas.Kita tidak boleh santai dan selalu mengulang-ulang hal yang sama,”tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. Gus Yani lalu menyinggung tentang banjir Kali Lamong yang melanda masyarakat di Gresik Selatan.

Yakni, di Kecamatan Cerme, Benjeng, Kedamean dan Balongpanggang. Bupati yang baru dilantik 26 Februari 2021 itu, menyatakan keprihatinannya.  Bupati Gresik termuda, 35 tahun itu kembali mengajak ASN di Gresik bekerja keras lagi, memiliki rasa empati membantu masyarakat di Gresik Selatan agar terbebas dari banjir rutin itu.

“Ini merupakan suatu bencana tahunan dan bencana kita semua. Untuk itu Saya berharap kepada seluruh masyarakat terutama ASN untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,”kata Gus Yani. Keprihatinan Gus Yani beralasan. Pasalnya, kurun waktu 2,5 bulan sudah kali keempat Kali Lamong meluap. 

Sementara itu, Camat Benjeng Suryo Wibowo melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan sejak Minggu hingga Senin, hari ini ada tujuh desa terdampak banjir. Tujuh desa itu, adalah Sedapurklagen ;  Karangankidul ; Munggugebang dan Klampok. Berikutnya, Desa Deliksumber ; Bengkelolor  dan Gluranploso.

“Camat bersama  muspika yang lain sudah mendatangi wilayah yang terdampak banjir dan terus memantau perkembangan debet air, dan selalu berkoordinasi dengan beberapa Instansi terkait,”kata Reza Pahlavi.

Sedangkan, banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme semakin parah. Bila siang hari tadi masih sembilan desa yang tergenangi luapan Kali Lamong. Berdasarkan data diperoleh 1minute.id pada Senin. 15 Maret 2021 pukul 20.00 , air bah meluas ke tiga desa lainnya.

“Debit air malam ini semakin tinggi, sudah 12 desa yang tergenangi banjir Kali Lamong,”ujar Camat Cerme Suyono dikonfirmasi Senin malam. Belasan desa yang kebanjiran itu yaitu Dadapkuning ; Ngembung ; Sukoanyar dan Guranganyar. Kemudian, Desa Dungus ;  Morowudi ; Pandu ; Betiting dan Iker-ikergeger.Tiga desa terendam susulan yakni Tambakberas ; Lengkong dan Jono. (*)

Banjir Kali Lamong Meluas, Merambah 19 Desa di Benjeng dan Cerme, Bupati Ajak ASN Peduli Selengkapnya

Sembilan Desa di Cerme Terendam Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin meluas. Kini, kecamatan Cerme sudah sembilan desa yang terendam air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu.

DataSatgas Bencana Kecamatan Cerme sembilan desa yang tergenangi banjir tahunan itu adalah Dadapkuning ; Ngembung ; Sukoanyar dan Guranganyar. Kemudian, Desa Dungus ;  Morowudi ; Pandu ; Betiting dan Iker-ikergeger.

Di sembilan desa yang terdampak banjir Kali Lomong itu, ada 286 rumah yang tergenangi air bah dengan ketinggian antara 20 cm hingga 80 cm. Kondisi terparah dialami warga Kompleks Perumahan Cerme Prisma Land (CPL).

Ada 210 unit rumah kompleks perumahan berlokasi Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme, Gresik.Ketinggian antara 60 cm – 80 cm. Selain, ratusan rumah penduduk, air itu menerjang ratusan hektare sawah dan tambak. Akibat ini, masyarakat mengalami kerugian puluhan hingga ratusan juta.

Camat Cerme Suyono, air bah mulai masuk Cerme pada Sabtu malam. Namun, curah hujan yang tinggi membuat air bah cepat meluas. “Tadi pagi, sudah sembilan desa yang tergenangi banjir Kali Lamong,”ujar Suyono pada Senin, 15 Maret 2021. 

Untuk kawasan perumahan, kondisi terparah di Desa Guranganyar. “Di Kompleks perumahan CPL ada 210 rumah yang tergenangi air. Ketinggian air sekitar 80 centimeter,”ujar Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan itu.

Sedangkan, untuk infrastruktur jalan yang terendam banjir Kali Lamong paling parah di Desa Sukoanyar sepanjang 1,5 kilometer. (*)

Sembilan Desa di Cerme Terendam Kali Lamong Selengkapnya

Kuasa Hukum KMB : Warga Tidak Berhak Memasang Portal

GRESIK,1minute.id  – Kuasa hukum PT Kohir Mustika Berkah (KMB) Moch Toha angkat bicara terkait pemasangan portal jalan yang dilakukan warga Kompleks Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) pada Minggu pagi, 14 Maret 2021.

Dia mengatakan, masyarakat tidak memiliki hak memasang portal  jalan tersebut. Pasalnya, jalan tersebut adalah aset klien, PT KMB. Berdasarkan eigendom verponding lahan yang dimiliki KMB seluas 25 hektare atau 25 ribu meter persegi.

“Jalan yang dipasang portal itu bagian dari aset klien kami,”kata Toha pada Minggu, 14 Maret 2021. PT KMB , tambahnya, selama ini tidak mempermasalahkan aset klien digunakan untuk jalan dan taman, sebagai fasilitas umum atau fasilitas sosial. Meski, klien tambah Cak To-sapaan-Moch Toha belum melakukan transaksi penjualan kepada masyarakat.

Selama ini, dia mengklaim penjualan di aset KMB dilakukan oleh pengembang sebelumnya. “Tapi fakta hukumnya pengembang sebelumnya itu tidak pernah bisa menunjukkan hak kepemilikan lahannya kepada user (pembelinya),”katanya. 

Sehingga, katanya, warga yang merasa tidak puas menimpahkan kekesalannya kepada PT Kohir. “Seolah-olah kesalahan ditimpahkan klien. Padahal, kesalahan itu dilakukan pengembang sebelumnya yang tidak bisa menunjukkan legalitas kepemilikan lahannya,”katanya.

Selain itu, tambahnya, klien juga ikut membantu pembuatan jalan tersebut. “Saat itu, klien membantu pembangunan jalan itu sekitar Rp 240 jutaan,”kata Cak To. Atas dasar itu, jelasnya, masyarakat tidak berhak untuk memasang portal jalan. 

“Kami akan lakukan pendekatan kepada pengurus RW dan masyarakat lainnya,”ujarnya. Sebab, pihak KMB akan melakukan upaya hukum bila portal jalan itu tidak di buka. “Klien memiliki bukti, berupa eigendom vorponding atas nama keluarga A.Kohir,”jelasnya. 

Surat Eigendom verponding yang diklaim dimiliki oleh PT Kohir Mustika Berkah di area Kompleks Perumahan ABR ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Seperti diberitakan, ratusan warga Kompleks Perumaham Alam Bukit Raya (ABR) menggelar unjukrasa di dalam kompleks perumahan pada Minggu, 14 Maret 2021.

Mereka berasal dua desa yakni Kembangan, Kecamatan Kebomas dan Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik itu merasa resah aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh salah satu perusahaan yang melakukan aktivitas pembangunan di dalam kompleks perumahan itu.

Aktivitas pembangunan itu tanpa kulo nuwun kepada masyarakat. Menggunakan fasilitas jalan swadaya masyarakat. Selain itu, aktivitas pembangunan itu menutup saluran air sehingga berpotensi menimbulkan banjir ketika hujan. 

Massa berasal dari dua rukun warga (RW) 09 Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas dan RW 20 Desa Suci, Kecamatan Manyar itu pun akhirnya kehilangan kesabaran. Sebab, manajemen perusahaan yang mengklaim sebagai pengembang perumahan di kompleks perumahan ABR itu ditengarai tidak memiliki iktikad baik.

“Tiga kali diundang untuk pertemuan tidak pernah datang,”ujar Ketua RW 09 Rudi Winarto pada Minggu, 14 Maret 2021. Masyarakat  akhirnya menutup akses jalan keluar ABR dengan memasang portal jalan.

Akses jalan itu yang di portal itu adalah yang pembangunannya dilakukan secara swadaya warga perumahan. Sehingga, saat inu aktivitas keluar-masuk warga menggunakan on gate system. (*)

Kuasa Hukum KMB : Warga Tidak Berhak Memasang Portal Selengkapnya

Warga ABR Portal Jalan Keluar Perumahan, Menolak Penggunaan Fasum tanpa Izin

GRESIK,1minute.id – Ratusan warga Kompleks Perumaham Alam Bukit Raya (ABR) menggelar unjukrasa di dalam kompleks perumahan pada Minggu, 14 Maret 2021.

Warga di dua desa yakni Kembangan, Kecamatan Kebomas dan Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik merasa resah aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh salah satu perusahaan yang melakukan aktivitas pembangunan di dalam kompleks perumahan itu.

Aktivitas pembangunan itu tanpa kulo nuwun kepada masyarakat. Selain itu, aktivitas pembangunan itu menutup saluran air sehingga berpotensi menimbulkan banjir ketika hujan. 
Ratusan penghuni di dua rukun warga (RW) 09 Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas dan RW 20 Desa Suci, Kecamatan Manyar itu pun akhirnya kehilangan kesabaran.

Sebab, manajemen perusahaan yang mengklaim sebagai pengembang perumahan di kompleks perumahan ABR itu ditengarai tidak memiliki ikhtikad baik. “Tiga kali diundang untuk pertemuan tidak pernah datang,”ujar Ketua RW 09 Rudi Winarto pada Minggu, 14 Maret 2021.

Masyarakat di dua desa itu akhirnya menutup akses jalan keluar ABR dengan memasang portal jalan. Jalan itu hasil swadaya masyarakat. Sehingga, aktivitas keluar-masuk warga menggunakan on gate system

“Kalau mereka merusak portal atau taman yang dibangun warga sepakat akan melapor ke polisi,”tegas Rudi Winarto. Penutupan satu akses jalan keluar itu untuk mengantisipasi perusahaan melakukan aktivitas pembangunan.

“Warga tidak menolak pembangunan. Tapi, gunakan akses jalan lain. Karena mereka selama ini tidak bisa menunjukkan legalitas kepemilikan lahannya,”tegas Rudi dan diamini ratusan warga lainnya.

Dalam aksi usai kerja bakti pembersihan tamanan itu ada empat yang dituntut warga yakni menolak PT Kohir Mustika Berkah (KMB) di Perumahan ABR, menolak segela bentuk premanisme masuk wilayah ABR, Menolak semua Pekerja PT Kohir Mustika Berkah masuk wilayah ABR dan Menolak PT Kohir Mustika Berkah memakai tanah fasum/fasos tanpa seizin warga perumahan ABR. (*)

Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.

Warga ABR Portal Jalan Keluar Perumahan, Menolak Penggunaan Fasum tanpa Izin Selengkapnya

Kali Lamong Meluap, Anggota Polisi dan Koramil Benjeng Bantu Dorong Motor Mogok

GRESIK,1minute.id –  Curah hujan yang tinggi membuat Kali Lamong meluap pada Sabtu, 13 Maret 2021. Air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu merambah jalan raya Benjeng-Balongpanggang. Ketinggian air sekitar 50 centimeter.

Sejumlah pengendara motor terlihat menuntun kendaraan karena mogok. Akibatnya, lalu lintas terganggu. Sejumlah personel dari Koramil dan Polsek Benjeng dikerahkan untuk membantu masyarakat dan pengendara yang terjebak banjir Kali Lamong itu. 

Sambil melakukan pengaturan arus lalu lintas, anggota Koramil maupun Polsek Benjeng terlihat membantu mendorong kendaraan yang mogok.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto  melalui Kapolsek Benjeng AKP Sholeh Lukman Hadi mengatakan, banjir yang terjadi kali ini merupakan dampak dari luapan aliran sungai Kali Lamong dan ini sudah terjadi kesekian kalinya awal 2021 ini.

Pihaknya bersama personel Koramil Benjeng turun ke lokasi banjir untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan kemacetan akibat genangan air.  “Semoga keberadaan anggota di sepanjang ruas jalan raya tersebut bisa membantu warga utamanya bagi pengguna jalan yang melintasi area banjir,”kata AKP Sholeh Lukman.

Selain mengantisipasi kemacetan, tambah mantan Kapolsek Panceng itu, penempatan personil juga mengantisipasi timbulnya korban jiwa maupun kerugian harta benda pengguna jalan akibat meluapnya air anak Kali Lamong. (*)

Kali Lamong Meluap, Anggota Polisi dan Koramil Benjeng Bantu Dorong Motor Mogok Selengkapnya

Kodim 0817 Gresik bersama Masyarakat Buat Akses Jalan ke Makam Putri Cempo

GRESIK,1minute.id – Kawasan Bukit Cempo longsor semakin parah. Akses jalan menghubungkan Kelurahan Gending dan Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik terputus.

Akibat longsor di kawasan perbukitan terdapat dua tempat wisata religi, yakni Pesarean Putri Cempo dan Syeh Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri sudah tidak bisa dikunjungi oleh para peziarah. Sebab, akses jalan selebar 1 meter dengan panjang 100 meter selama ini digunakan lalu lalang masyarakat maupun para peziarah sudah hilang sejak Rabu, 3 Maret 2021. 

JALAN Alternatif : Kondisi jalan alternatif menuju makam Putri Cempo masih bisa dilewati pengendara motor pada 27 September 2020. Kini, jalan itu sudah hilang akibat bukit di kawasan Bukit Putri Cempo longsor pada Rabu,3 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kondisi itu membuat anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0817 Gresik turun tangan pada Jumat, 5 Maret 2021. Sejak pagi hari, puluhan anak buah Letkol Inf Taufik Ismail, Komandan Kodim 0817 Gresik kerya bakti bersama masyarakat setempat membuat akses jalan menuju masjid, maupun makam Putri Cempo dan Syeh Sayyid Abdurahman itu. 

Pembukaan jalan baru ini menggunakan peralatan  konvensional, yakni cangkul, sabit dan lainnya. 
“Karya bakti Kodim 0817 Gresik bersama masyarakat untuk membuat akses jalan alternatif,”kata Sersan Satu (K) Iza Elmi, anggota Komando Wanita Angkatan Darat (Kowad) Kodim 0817 Gresik. (*)

Kodim 0817 Gresik bersama Masyarakat Buat Akses Jalan ke Makam Putri Cempo Selengkapnya