Petrokimia Gresik Salurkan Seribu Paket Sembako ke Korban Gempa Malang

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik bergerak cepat meringan penderitaan korban gempa bumi di Malang. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 1.000 paket sembako pada Minggu, 11 April 2021.

Koordinator Satgas Tanggap Bencana BUMN Jawa Timur (Jatim) itu membagikan ribuan paket sembako melalui Pemkab Malang.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, mengatakan gempa  berkekuatan magnitudp 6,1 ini telah menyebabkan aktivitas perekonomian warga terhenti, sehingga para korban bencana membutuhkan bantuan cepat. 

“Untuk itu melalui program CSR Petrokimia Gresik Peduli dan Berbagi ini, kami ingin membantu meringankan beban para korban sekaligus upaya pemulihan kondisi pasca bencana,”ujar Dwi Satriyo.

Paket sembako itu berupa, beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula 1 kilogram dan mie instan 3 bungkus). Bantuan CSR ini diserahkan melalui pemkab setempat untuk selanjutnya didistribusikan kepada korban di beberapa wilayah.

“Meskipun wilayah operasional perusahaan berada di Gresik, kami sangat prihatin dengan apa yang dialami korban bencana gempa bumi di Malang dan sekitarnya,”kata Dwi Satriyo.

“Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat meringankan beban para korban, dan kami berharap kondisi segera pulih,”tandasnya.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada Sabtu siang tadi, 10 April 2021. Gempa itu dirasakan di 16 kabupaten/kota hingga Jogjakarta, Bali dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). BNPB mencatat lebih dari 300 rumah rusak dan 8 orang meninggal dunia.  (yad)

Petrokimia Gresik Salurkan Seribu Paket Sembako ke Korban Gempa Malang Selengkapnya

Bangun TPST di Wilayah Gresik Selatan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik berencana membangun tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di Gresik Selatan. Pembangunan TPST itu akan mengangkut sampah warga rumah tangga di lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Menganti, Kedamean, Driyorejo dan Wringinanom.

Hal itu diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika menemui aktivis lingkungan di Ruang Dhurung, Bawean Kompleks Kantor Bupati pada Kamis, 8 April 2021. TPST ini akan mengurangi tumpukan sampah di TPA Ngipik yang sudah sangat penuh.

“TPST di wilayah selatan, mudah-mudahan pada tahun ini bisa kita lakukan kerjasama dengan pihak ketiga,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. Pihaknya dalam membangun Gresik Baru mengajak segala elemen untuk memberikan saran dan masukan.

Termasuk masyarakat maupun LSM pemerhati lingkungan yang menemukan tumpukan sampah di bahu jalan yang dibuang sembarangan. Cukup dilaporkan melalui melalui smartphone aplikasi Gresikpedia.

“Saya mengajak teman-teman pemerhati sampah, kami sudah melaunching aplikasi Gresikpedia, agar jarak komunikasi masyarakat dengan pemerintah dekat. Ada tumpukan sampah dilaporkan,”kata Bupati Gresik termuda itu.

Tidak hanya LSM, tambahnya, pemerhati sampah dan masyarakat saja yang melapor. Gus Yani meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini untuk lebih terbuka dalam menyampaikan informasi.

“DLH kita punya dua unit mobil sikat sampah liar kondisi sampah-sampah teratasi, yang selama ini ditumpuk orang tidak punya tangggung jawab. Ada komunikasi masyarakat dengan pemerintah, saya minta DLH memberi tahu masyarakat mobil itu ke daerah mana saja, ke selatan atau ke utara,”katanya.

Gus Bupati juga meminta DLH untuk menggelar audiensi virtual melalui zoom bersama kepala desa dan pemerhati lingkungan di Gresik. Tujuannya agar ada perubahan yang lebih responsif di tingkat desa. (yad)

Bangun TPST di Wilayah Gresik Selatan Selengkapnya

Warga Gulomantung Tolak Pabrik Baru, Khawatir Polusi

GRESIK,1minute.id – Rencana pembangunan pabrik PT Indo Metal Recycle di Kelurahan Gulomantung, Kecamatan Kebomss, Gresik ditolak warga setempat. Penolakan warga terungkap dalam sosialisasi digelar pendapa kelurahan setempat pada Selasa, 6 April 2021.

Sosialisasi dihadiri Kapolsek Kebomas Kompol Yulianto, Danramil Kebomas Kapt Inf Pariono Sekretaris Kecamatan Kebomas Zainal Arifin dan Lurah Segoromadu Wiwit Indahyat serta tiga orang perwakilan perusahaan.

Dalam pertemuan itu, perwakilan perusahaan Rico Septiantono menegaskan perusahaan membeli aset dan bangunan perusahaan yang telah pailit. Rencananya akan kita gunakan proses produksi.

“Pabrik produksi logam dasar, tapi bukan besi. Tapi, pabrik peleburan kuningan dan perunggu,” ujar Rico didampingi manajer teknik PT Indo Metal Recycle Fathur Rohman. Pabrik peleburan kuningan dan tembaga, tambahnya, untuk pengembangan industri yang sudah berdiri di Pasuruan dan Nganjuk.

Pabrik sudah beroperasi selama 3 tahun. Bahkan hasil produknya sudah ekspor. “Selama ini aman-aman saja. Tidak ada polusi,”tegasnya. Sebab, kata Rico, pabrik yang akan berdiri ini menggunakan teknologi yang canggih. “Bagi manajemen semakin banyak waste akan semakin merugi,”tegas Rico.

Sementara itu,  Fuad, menegaskan masyarakat menolak pendirian pabrik baru itu. Sebab, warga khawatir operasional pabrik peleburan tembaga dan kuningan itu berpotensi memimbulkan persoalan lingkungan. “Polusi udara, suara dan air. “Tidak ada pabrik yang tidak memimbulkan polusi,”ujar Fuad.

Apalagi, pabrik peleburan tembaga dan kuningan itu berdiri di tengah-tengah permukiman warga. Ada sekitar seribu jiwa. “Sudah cukup polusi yang di hirup warga dari berdiri pabrik yang sudah ada selama ini. Kami menolak pendirian pabrik baru,”tegasnya.

Pabrik yang berjumlah puluhan disini sudah beroperasi puluhan tahun. Masyarakat seakan tidak pernah menikmati dari operasional pabrik tersebut. “Hanya menikmati polusi,”tegas Fuad.
Karena itulah, masyarakat menolak berdirinya pabrik baru itu. Apalagi, ada indikasi manajemen perusahaan tidak memiliki ikhtikad baik. Tidak pernah kulo nuwun

PT Indo Metal Recycle bakal berdiri bekas PT Bukit Baja Anugerah. Pabrik ini pailit sekitar Desember 2012. Pabrik itu kemudian pailit. Aset kemudian dibeli PT Indo Metal Recycle. Perusahaan anyar ini masih belum memiliki izin pemerintah. (yad)

Warga Gulomantung Tolak Pabrik Baru, Khawatir Polusi Selengkapnya

Ini 5 Fakta Mencengangkan tentang Siput


SEBUAH penelitian menyebutkan jika kamu memindahkan sejauh 20 meter dari kebun, mereka tidak kembali. Tapi, banyak orang yang menggunakan kimiawi. Terlepas dari semua itu, ada 5 fakta tentang siput. Simak yuk.

1. Hewan yang bisa berumur 25 tahun

Umur siput bergantung jenis spesies dan habitat tempat tinggalnya. Beberapa berumur 5 tahun. Ada yang bisa hidup 25 tahun

2. Siput punya 14 ribu gigi lho

Terbayang ngak, siput memiliki 14 ribu gigi. Gigi itu digunakan untuk mengerat serta memotong makanan. Andai siput sakit gigi, bayangkan sendiri bagaimana repotnya dokter merawatnya.
Mengutip idntimes.com gigi- gigi tersebut teratur secara baris-berbaris dalam bentuk radula.

Radula umumnya memiliki 120 baris dengan kumpulan 100 gigi masing-masingnya, untuk yang giginya berjumlah 12 ribu. Beberapa spesies bahkan memiliki 20 ribu gigi. Peletakan gigi dan bentuknya bervariasi tiap tipenya.


3. Siput binatang selaw

Siput memiliki lendir membuatnya bisa bergerak lebih cepat. Bukan rahasia bahwa siput adalah salah satu hewan terlambat di dunia. Mereka biasanya bergerak dalam kecepatan yang stabil tapi bisa mencapai kecepatan sekitar 46 m/jam atau sekitar 1,3 cm/detik.

SELEW : Siput, hewan pengerat tanaman ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

4. Daya penciuman sangat kuat

Siput nyaris tidak memiliki mata. Juga tidak punya indera pendengeran. Tapi, siput yang selaw itu memiliki daya cium makanan hingga beberapa meter. Daya ciumnya tajam untuk hewan seukuran itu.

5. Hama pertanian, gimana ya cara memusnahkannya 

Ada fakta unik tentang siput di Florida dalam pembasmian siput besar sebagai hama, yaitu dengan menggunakan bantuan anjing labrador. Sebanyak 128 ribu siput tertangkap dalam program tersebut. Menurut Richard Gaskalla, kepala industri pertanian dalam Florida Agriculture Department, Labrador sangat jago dalam berburu siput Afrika raksasa. (yad)

Ini 5 Fakta Mencengangkan tentang Siput Selengkapnya

Melongok Aktivitas Parasandi Gresik, Pontensi PAD yang Belum Tergarap

GRESIK,1minute.id – Sejumlah pekerja sedang memperbaiki kapal. Suara mesin las dan “gempuran” palu menimbulkan suara dok.. dok.. dok saling bersahutan. 

Air laut di kawasan pesisir Kelurahan Pekelingan,  Kecamatan/Kabupaten Gresik sedang pasang. Masiadi, 51, Suratno, 41, pekerja doking tradisional itu bisa melakukan aktivitas perbaikan kapal. Karena pekerjaan di bagian dak kapal. 

“Kalau pekerjaan bagian bawah, ya menunggu air surut,”Suratno pada Rabu, 31 Maret 2021. Doking kapal dan perahu di kawasan pesisir Pekelingan, Kroman dan Lumpur, Kecamatan Gresik ini sudah bertahun-tahun.Bahkan, turun temurun. 

Mereka berkerja mandiri. Tanpa sertifikat keahlian. Pemasaran juga dilakukan secara getok-tular atau dari mulut ke mulut. “Selama ini, pekerjaan tidak pernah ada komplain dari pemilik kapal atau perahu,”imbuhnya.

Kondisi pesisir Pekelingan, Kecamatan Gresik terlihat kumuh. Padahal penataan pesisir berpotensi menambah PAD Gresik (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pembina persatuan penyelam tradisional pelestari kawasan pantai (Parasandi) Andi Sarjono Sucipto mengatakan sarana dan prasarana (sarpras) konvensional menjadikan pekerjaan doking tidak bisa selesai tetap waktu. “Karena bergantung pasang surut air laut,”kata Andi.

Akibatnya, antrian perbaikkan kapal atau perahu cukup panjang. Andi memimpikan ada doking terapung. Akan tetapi, investasinya cukup besar. “Satu peralatan doking terapung sederhana berkisar Rp 300 – 400 jutaan,”katanya.
Bila peralatan itu sudah teralisasi, waktu penyelesaian pekerjaan bisa sesuai sekedul.

“Penataan kawasan pantai akan bisa lebih maksimal,”ujar Andi. Selain, keahlian perbaikan kapal dan perahu, anggota Parasadi berjumlah 60-an memiliki banyak keahlian. Antara lain, nyelam tradisional.

Keahlian mereka menyelam dengan peralatan tradisional sudah banyak diakui. “Meski mereka belum memiliki serifikasi penyelam,”ungkapnya.

Kajur Perkapalan UMG Ali Yusa bersama anggota Parasandi di pesisir Pekelingan, Gresik pada Rabu, 31 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Terpisah, Kepala jurusan perkapalan fakultas teknik industri Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Ali Yusa mengatakan kawasan pesisir laut Gresik bila digarap serius berpotensi mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD) Gresik sekitar Rp 1,5 miliar. 

“Selain PAD, perdayaan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja,”katanya. Yusa mencontohkan, ojek laut. Ada puluhan perahu nelayan yang selama ini melayani kebutuhan anak buah kapal atau masyarakat.

“Mereka melakukan antarjemput awak kapal. Suplai kebutuhan air bersih untuk awak kapal. Juga, bisa antarmasyarakat susur laut,”katanya.
Akan tetapi, kata Yusa, banyak perahu nelayan yang belum memiliki Pas kecil dan SKK 30.

“Pas kecil seperti STNK. Sedangkan, SKK 30 fungsinya seperti SIM (surat izin mengemudi),”kata pria yang gemar memelihara jenggot itu. Dia menegaskan, sebenarnya banyak sisi maritim yang bisa di tata. Caranya, sinergitas antara akademi, pemerintah dan masyarakat. (yad)

Melongok Aktivitas Parasandi Gresik, Pontensi PAD yang Belum Tergarap Selengkapnya

Temukan Gua Manten di Kawasan Pucem

GRESIK,1minute.id – Upaya penanganan tanah longsor di kawasan Putri Cempo (Pucem)  menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik.

Sebab, tanah longsor yang menjadi jalan alternatif menuju Pesarehan Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri dan Putri Cempo berpotensi semakin parah. Bila tidak segera tertangani bisa mengancam keberadaan makam Sayyid Abdurahman, salah situs sejarah itu.

Nah di tengah upaya menuntaskan tanah longsor itu, musyawarah pimpinan kecamatan melakukan blusukan di kawasan tersebut. Dalam gerilya itu, petugas gabungan dari trantib, koramil dan polsek Kebomas menemukan sebuah gua. Sejumlah warga setempat menyebut “Gua Manten”.

Alas lantai ditemukan petugas gabungan ketika melakukan penyisiran kawasan Putri Cempo di Kecamatan Kebomas, Gresik ( foto : ist )

Sekretaris Kecamatan Kebomas Zainul Arifin dikonfirmasi membenarkan adanya temuan Gua Manten di Kawasan Pucem itu. “Waktu itu, ada seorang pertapa. Sudah kami minta untuk pulang,”ujar Zainul dikonfirmasi selulernya pada Jumat, 26 Maret 2021.

Sebab, kondisi Pucem mengkhawatirkan. Selain itu, muspika khawatir Gua itu menjadi tempat persembunyian orang. “Pelaku terorisme, diantaranya,”katanya. Gua Manten ini cukup besar. Bisa untuk 3 – 5 orang. Di tempat itu terdapat alas lantai. (*)

Temukan Gua Manten di Kawasan Pucem Selengkapnya

Sosok Fatkhur Rohman, 12 Tahun Menjabat Kades, Belum Memiliki Rumah

GRESIK,1minute.id – Selama 12 tahun Fatkhur Rohman menjabat Kepala Desa (Kades) Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Namun, bapak dua anak berusia 44 tahun itu mengaku belum memiliki rumah untuk keluarga.

Sejak 2008 dilantik sebagai kepala desa, Fatkhur-panggilan akrabnya-memilih tinggal di rumah dinas kepala desa. Lokasi rumah dinas, kepala desa dua periode itu tidak jauh dari balai desa. “Jaraknya sekitar 50-an meter dari balai desa,”kata Fatkhur pada Kamis, 25 Maret 2021.

Kesederhaan gaya kepemimpinan, gelem  melayani dan berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu menjadikan lelaki bertubuh ramping itu disukai warganya.

“Saya hanya ingin menjalankan amanah sesuai aturan. Konsekuensinya ya tidak punya apa-apa,”katanya. Meski, Fatkhur memiliki peluang bisa hidup lebih tercukupi. Namun, Fatkhur tidak mau mencederai amanah yang diembannya.

Selama 12 tahun atau dua periode mengabdi, banyak kemajuan terasa di desa, hasil bedhol  Desa Tepen, Kecamatan Gresik itu.  Apalagi, Fatkhur seorang pekerja keras dan ulet. 

Eduwisata Mangrove Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi salah satu destinasi masyarakat dan pelajar ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Dia bersama masyarakat mengubah kawasan hilir Kali Lamong yang berbatasan dengan Surabaya kumuh tumpukan sampah menjadi tempat rindang dengan tanaman mangrove.

Kawasan bau sampah itu kini berubah menjadi kawasan eduwisata. “Dulu abrasi luar biasa. Sampah berserakan. Sekarang sudah bisa teratasi karena adanya tanaman mangrove ini. Eduwisata ditangani BUMDes,”ujar Fatkhur suatu hari. 

Kepedulian lingkungan itu membuat Fatkhur  risih bila melihat sampah berserakan. Dia pun membersihkan sendiri sampah tercecer itu. 
Kastowo, petugas angkut sampah menceritakan setiap pagi dan sore, kades Fatkhur ikut menyapu halaman balai desa. “Nyapu dewe nek onok sampah keleleran,”kata Kastowo. (*)

Sosok Fatkhur Rohman, 12 Tahun Menjabat Kades, Belum Memiliki Rumah Selengkapnya

Melongok Kawasan Bukit Pucem yang Longsor, Pemilik Kafe Seakan Berlomba Tawarkan View Gresik Kota Bandar

GRESIK,1minute.id – Puluhan kafe berdiri di kawasan Bukit Putri Cempo (Pucem). Sebelum tahun 2000-an kawasan berada di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi tempat wisata religi ke makam Putri Cempo dan Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri. Kawasan itu hanya ramai hari tertentu.

Kini, berubah 180 derajat celsius. Kawasan itu, ramai setiap hari. Siang hingga malam hari. Mereka yang datang mayoritas bukan lagi untuk berselancar rohani, bermunajat kepada sang Khaliq.  Tapi, berselancar dunia maya dan berswafoto. Pengunjung lainnya bisa menikmati pemandangan Kota Gresik dari atas bukit itu.

Sekitar 23 kafe berdiri di kawasan Pucem itu. Rata-rata bangunan kafenya menjulang. Pemilik kafe seakan berlomba menawarkan view Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang ciamik.

Pada Siang hari terlihat hamparan lautan dengan kapal berderet seperti sedang menunggu giliran labuh atau sandar di kawasan Gresik Kota Bandar (Pelabuhan). Bila malam hari, gemerlap lampu dan asap cerobong pabrik seakan menambah suasana berbeda.

Bukit Pucem menjadi tempat alternatif bagi para milenial hingga emak-emak untuk melepas penat setelah seharian berkutat dengan aktivitas rutin.

“Suasana mirip di Batu, Malang,”ujar Zainuri, salah seorang pengunjung kafe di kawasan Pucem ditemui 1minute.id pada Minggu, 21 Maret 2021. Remaja 18 tahun itu bersama tiga orang temannya. Langit Gresik juga sedang mendung. “Lagi, santai saja karena hari libur,”imbuh remaja asal Kecamatan Bungah, Gresik itu.

Kondisi Bukit Pucem yang mengalami longsor cukup parah tidak membuat pengunjung waswas. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun gunung ikut merayu masyarakat antara lain keluarga juru kunci makam Putri Cempo mau mengungsi. Pasalnya, bagian dapur rumah telah longsor sehingga mengkhawatirkan keselamatan jiwa para penghuninya.

Sementara perangkat desa hingga kecamatan telah mengeluarkan himbauan kepada pemilik kafe untuk meningkatkan kewaspadaan bencana tanah longsor. Pada Minggu, 21 Maret 2021, tansh longsor di Bukit Pucem semakin mengkhawatirkan.

Akses jalan ke kawasan Bukit Pucem hanya dari Jalan Sunan Giri atau Desa Ngargosari. Sebab, alternatif dari Kelurahan Gending ke Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas terputus.

Sebagian masyarakat ada yang mengaitkan salah satu penyebab terjadi tanah longsor di kawasan Bukit Pucem akibat bermunculan bangunan kafe itu. Sebab, sebelumnya kawasan Pucem itu cukup sakral karena tempat makam orang-orang alim keturunan maupun santri Sunan Giri, Wali Songo.

Apalagi, belalakangan muncul duga pembangunan sejumlah kafe di kawasan itu tidak mengindahkan faktor lingkungan. Selain itu, bangunan permanen ditengarai tidak memiliki izin mendirikan bangunan. (*/bersambung)

Melongok Kawasan Bukit Pucem yang Longsor, Pemilik Kafe Seakan Berlomba Tawarkan View Gresik Kota Bandar Selengkapnya

Masih 10 Desa Kebanjiran, Akibat Luapan Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Debit air Kali Lamong di Kecamatan Cerme semakin turun. Berdasarkan data di Posko Bencana Alam Kecamatan Cerme pada Kamis 18 Maret 2021 pukul 20.00 tersisa sepuluh yang tergenangi air luapan Kali Lamong itu.  

Sehari sebelumnya, masih tercatat 16 desa. Artinya, enam desa telah terbebas dari genangan banjir tahunan itu. Namun, masyarakat tetap waspada karena musim hujan belum berakhir.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya masih akan turun hujan dengan intensitas ringan.
Kondisi cuaca nyaris sama dengan kabupaten Lamongan maupun Mojokerto atau bagian hulu Kali Lamong.

Selama ini, banjir Kali Lamong ditengarai  disebabkan curah hujan bagian hulu tinggi. Sehingga air mengalir ke bagian hilir mulai Balongpanggang, Benjeng, Kedamean, Cerme, Menganti hingga Kebomas.

Parahnya lagi, Kali Lamong di Gresik Selatan sepanjang 58 kilometer terjadi penyempitan dan pendangkalan. Akibatnya, air meluap ke puluhan desa. Rumah, sawah, tambak hingga infrastruktur jalan terendam air bah. 

Menurut Camat Cerme, berdasarkan pantauan di lapangan masih ada sepuluh desa yang tergenangi banjir Kali Lamong pada Kamis malam ini. Sepuluh desa yang terdampak itu adalah Desa Guranganyar ;  Dungus ; Morowudi ; Pandu dan Tambakberas.

Kemudian, Desa Jono ; Padeg ; Cerme Kidul ; Semampir serta Banjarsari. “Ada 290 unit rumah. Kondisi terparah di Desa Guranganyar ada 160 unit rumah dengan ketinggian air antara 20-40 centimeter,”terang Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan itu.

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani prihatin kondisi yang dialami masyarakat terdampak banjir Kali Lamong. Banjir terjadi setiap tahun. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, merencanakan normalisasi Kali Lamong akan dimulai pada musim kemarau tahun.

Diperkirakan sekitar bulan depan, April 2021.
“Kita akan mengawali pengerjaan normalisasi Kali Lamong pada bulan depan, April 2021,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani kepada wartawan pada Senin malam, 15 Maret 2021.

Tahap awal ini,  tambahnya, berupa pekerjaan pembuatan tanggul dan parapet. Parapet adalah sebuah tembok pembatas penghalang yang merupakan perluasan dari dinding di tepi. 

“Pengerjaan akan dimulai dari Desa Jono dan Tambakberas, Kecamatan Cerme,”ujar Gus YaniKementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk normalisasi. “Sedangkan untuk pembebasan lahan menggunakan dana APBD,”imbuh Bupati Gresik yang belum genap sebulan dilantik itu. (*)

Masih 10 Desa Kebanjiran, Akibat Luapan Kali Lamong Selengkapnya

Curah Hujan Menurun, Banjir Kali Lamong mulai Surut


GRESIK,1minute.id – Curah hujan sedikit mereda. Luapan Kali Lamong mulai surut. Jalan Raya Cerme sudah tidak terlihat ada genangan air. Akan tetapi, air luapan Kali Lamong masih terlihat di 16 desa di Kecamatan Cerme.

Jalan Raya Morowudi, Cerme masih dipasang papan pengalihan jalan. Akan tetapi, sejumlah kendaraan roda dua, empat maupun kendaraat berat masih terlihat berlalu lalang di jalan kabupaten itu.

Puluhan anak terlihat bermain air di jalan raya jurusan Cerme-Balongpangang itu. Ada berenang, diantaranya. Munculnya ombak dari lalu lalang kendaraan yang lewat membuat mereka tambah riang. Sementara orang tua mereka mengamati anaknya berenang bagai sebuah danau dadakan itu.

Camat Cerme Suyono mengatakan, banjir Kali Lamong masih menggenangi 16 desa di Kecamatan Cerme. Sebanyak 1.701 rumah tergenangi air banjir. Dibandingkan, sehari sebelum berkurang 288 unit. “Jumlah desa yang tergenangi berkurang satu desa. Siang ini, masih 16 desa yang terdampak Kali Lamong,”kata Suyono pada Rabu. 17 Maret 2021. 

Terparah, genangan air di rumah warga di Desa Morowudi 700 unit, Dungus 500 unit, Iker-ikergeger 350 unit, Guranganyar 310 unit dan Cermekidul 82 unit. Ketinggian airnya antara 20 cm hingga 90 cm.

Dalam pantauan 1minute.id, akses jalan yang masih terputus antara lain ke Desa Pandu. Ketinggian air di jalan poros desa masih setinggi paha orang dewasa. Puluhan sepeda motor milik warga setempat diparkir di depan gerbang masuk ke rumah penduduk.

Masyarakat yang hendak beraktivitas di luar rumah naik perahu karet sejauh 200 meteran kemudian jalan kaki sejauh 100 meter. “Kalau malam hari, kami berjaga bergantian,”kata seorang warga ditemui 1minute.id pada Rabu, 17 Maret 2021.

Sedangkan, kondis nyaris sama dialami warga Kompleks Cerme Prisma Land (CPL) di Desa Guranganyar. Pasalnya, ketinggian air nyaris mencapai 1 meteran. 
Sehingga, kendaraan milik warga dititipkan di dekat gerbang masuk kompleks perumahan itu. (*)

Curah Hujan Menurun, Banjir Kali Lamong mulai Surut Selengkapnya