Petrokimia Gresik Bagikan Hewan Kurban Senilai Rp 1,8 Miliar, SIG Salurkan 292 Hewan Kurban

GRESIK,1minute.id – Dua perusahaan pelat merah, PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyalurkan 187 hewan senilai Rp1,8 miliar untuk masyarakat sekitar perusahaan. Sementara itu, SIG menyalurkan 292 hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah/ 2026 Masehi. 

Ratusan hewan kurban dari perusahaan Solusi Agroindustri berkantor pusat di Jalan A.Yani, Gresik itu disalurkan untuk masyarakat sekitar perusahaan yakni Gresik, Lamongan dan Surabaya.  Sedangkan, hewan kurban dari PT Semen Indonesia disalurkan untuk masyarakat di 19 Provinsi di Indonesia. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa Pemerintah telah banyak melakukan perubahan sebagai upaya memberikan kemudahan akses petani terhadap pupuk bersubsidi. Ia bersyukur masyarakat sekitar perusahaan terus memberikan dukungan terbaik sehingga Petrokimia Gresik dapat mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut secara optimal.

“Momentum Idul Adha menjadi kesempatan bagi Petrokimia Gresik untuk berbagi sekaligus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini mendukung perusahaan. Berkat dukungan tersebut, Petrokimia Gresik mampu menjalankan amanah penyaluran pupuk bersubsidi dengan baik sesuai target,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 27 Mei 2026. 

Ia menambahkan, berbagai inovasi dan program yang dijalankan Petrokimia Gresik juga terbukti mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional. Karena itu, perusahaan terus berkomitmen menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi sektor pertanian tetapi juga masyarakat sekitar perusahaan.

Penyaluran hewan kurban untuk masyarakat ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Tahun ini Petrokimia Gresik menyalurkan hewan kurban sebanyak 40 ekor sapi dan 147 ekor kambing.

Ratusan hewan kurban tersebut disalurkan kepada masyarakat di wilayah Gresik, Lamongan, Surabaya dan sekitarnya melalui pengurus masjid dan musala, pondok pesantren, serta organisasi kemasyarakatan yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Harapannya, manfaat program ini dapat diterima secara merata oleh masyarakat.

Lebih lanjut Daconi memastikan, setiap hewan kurban yang disalurkan Petrokimia Gresik juga telah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan. Kesehatan menjadi perhatian utama karena merupakan salah satu syariat Islam yang harus dipenuhi pada hewan kurban. Sehingga hewan kurban yang disalurkan dan dikonsumsi memberikan dampak positif bagi masyarakat.

GM of CSR, SIG Edy Saraya (ketiga kiri) bersama penerima hewan kurban dari Kelurahan Gending, Singosari, Sidomoro, Segoromadu, Sidorukun, dan Kramatinggil, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 26 Mei 2026 (Foto : SIG untuk 1minute.id)

Sementara itu, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) pada Idul Adha 1447 H ini membagikan 292 hewan kurban yang terdiri dari 186 ekor sapi dan 106 ekor kambing. Pembagian hewan kurban dilaksanakan secara bertahap mulai 19 Mei 2026 hingga 26 Mei 2026 melalui masjid, yayasan, pondok pesantren, serta pemukiman masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Wilayah penyaluran hewan kurban dari SIG tersebar di 19 provinsi meliputi Aceh (Aceh Besar), Riau (Dumai), Sumatra Barat (Padang), Lampung (Bandar Lampung dan Lampung Selatan), Bengkulu, Sumatra Selatan (Palembang dan Ogan Komering Ulu). 

Kemudian,  DKI Jakarta, Banten (Cilegon), Jawa Barat (Bogor dan Karawang), Jawa Tengah (Kendal, Rembang, Blora, Demak, Banyumas dan Cilacap), Jawa Timur (Tuban, Gresik, Probolinggo dan Banyuwangi). Selanjutnya, Bali (Buleleng), Kalimantan Barat (Mempawah), Kalimantan Timur (Samarinda), Sulawesi Selatan (Pangkep, Makassar), Sulawesi Barat (Mamuju), Sulawesi Tenggara (Kendari), Maluku Utara (Tidore Kepulauan), hingga Papua Barat (Sorong).

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, Iduladha menjadi momentum untuk memperkuat nilai kepedulian dan semangat berbagi, khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan. Melalui penyaluran hewan kurban, SIG ingin menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus mempererat harmoni dengan para pemangku kepentingan.

”Sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal, SIG membeli hewan kurban dari UMKM di masing-masing wilayah operasi perusahaan, dan memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan telah melalui tes kesehatan sehingga aman dan layak untuk dikonsumsi. Harapan kami, kehadiran SIG tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Vita Mahreyni. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Bagikan Hewan Kurban Senilai Rp 1,8 Miliar, SIG Salurkan 292 Hewan Kurban Selengkapnya

Diduga Stres, Sapi Kurban di Manyar, Gresik Terpaksa Ditembak Bius

GRESIK,1minute.id – Jemaah masjid Al Ihsan di Jalan Kayu, Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik heboh. Pasalnya, salah satu sapi kurban ngamuk. Tali pengikat lepas, sapi pun ucul

Sapi itu ngamuk ditengarai mengalami stres. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menembak bius sapi stres tersebut. 

Berdasarkan keterangan dari Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik pada Selasa malam, 26 Mei 2026 alias malam Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi menerima pengadaan melalui callcenter AKAS 112 Gresik. Pelapor adalah Sining, warga Kompleks PPI meminta bantuan menangkap seekor sapi yang lepas dari pengikat talinya. 

“Tali pengikat sapi lepas sejak Selasa siang. Sampai malam hari warga kesulitan menangkapnya,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Rabu, 27 Mei 2026. Sapi itu dibeli dari peternak asal Lamongan. Pemilik ternak juga sudah didatangkan tapi tetap tidak bisa menjinakkan sapi tersebut. 

Hingga badal Salat Isya, sapi berwarna coklat itu belum bisa dijinakkan oleh jemaah maupun warga setempat. Warga akhirnya angkat tangan. Pada Selasa malam, sekitar pukul 19.19 WIB sebanyak tujuh personel Damkar melakukan upaya penyelamatan. Namun, gagal. Sapi terus ngamuk. Melihat kondisi itu, petugas rescue Damkarmat Gresik melakukan koordinasi dengan BKSDA untuk membantu menembak bius sapi tersebut. Sekitar pukul 21.30 WIB, obat bius hewan datang dari Dinas Peternakan Lamongan datang personil dan pihak BKSDA standby dilokasi. 

Proses penembakkan bius sapi diawasi langsung oleh dr Rajendra dari Dinas Peternakan Lamongan. “Proses penembakkan obat bius sampai beberapa kali ke sapi yang lepas dan alhamdulillah akhirnya sapi pun lemas dan berhasil ditangkap personil dan warga,” terang Suyono. Proses rescue kelar pada Rabu dini hari, pukul 00.27 WIB. Pagi hari sapi kurban itu bangun dan bugar akhirnya disembelih. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Diduga Stres, Sapi Kurban di Manyar, Gresik Terpaksa Ditembak Bius Selengkapnya

Kapolres Gresik Pimpin Sertijab PJU dan Kapolsek jajaran Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi, rotasi dan promosi di Polres Gresik kembali bergerak. Berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Jawa Timur tertanggal 19 Mei 2026. Rotasi jabatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Kapolda Jawa Timur Nomor: KEP/220/V/2026 dan Surat Telegram Nomor: ST/579/V/KEP./2026 tertanggal 19 Mei 2026 tentang pengukuhan, pemberhentian dari, serta pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Jawa Timur.

Sebanyak 13 personel masuk dalam daftar mutasi yang terdiri dari tiga personel mutasi masuk, tiga mutasi keluar, enam mutasi internal, serta satu personel yang memperoleh pengukuhan jabatan.

Sejumlah posisi strategis mengalami pergantian. Jabatan Kapolsek Kebomas kini resmi diemban AKP Tatak Sutrisno yang sebelumnya menjabat Kasubbagkerma Bagops Polres Gresik. Ia menggantikan Kompol Gatot Setyo Budi yang kini dipercaya memimpin Polsek Driyorejo.

Sementara itu, jabatan Kapolsek Driyorejo sebelumnya ditinggalkan Kompol Musihram yang mendapat amanah baru sebagai Kabagren Polres Mojokerto Kota.

Penyegaran juga terjadi pada lini pembinaan masyarakat. AKP Alimuddin yang sebelumnya menjabat Kasatbinmas Polres Gresik mendapat promosi jabatan sebagai PS Kabaglog Polres Gresik. Posisi Kasatbinmas selanjutnya dipercayakan kepada Iptu Muhammad Nur Setyabudi yang sebelumnya menjabat KBO Satreskrim Polres Gresik.

Di wilayah kepulauan, jabatan Kapolsek Tambak kini diamanahkan kepada Iptu Ekwan Hudin yang sebelumnya menjabat PS Kapolsek Kedamean. Ia menggantikan Iptu Mustofah yang kini bertugas sebagai Bhayangkara Administrasi Penyelia Bidang Ren Polres Gresik.

Selain rotasi internal, Polres Gresik juga menerima sejumlah personel baru. Jabatan Kanitregident Satlantas Polres Gresik kini diemban Iptu Dovie Eudy Zhendy yang sebelumnya menjabat PS Kapolsek Lenteng Polres Sumenep. Ia menggantikan Iptu Anggit Ilham Pratama yang memperoleh promosi jabatan di Ditlantas Polda Jatim sebagai Kanit Sijemenopsrek Subditkamsel.

Polsek Kedamean turut memiliki nahkoda baru dengan hadirnya AKP Sulistio Bimantoro, perwira pindahan dari Polda Kepulauan Riau. Di sisi lain, Iptu Luthfi Hadi Nugroho yang sebelumnya menjabat Kanit 4 Satreskrim Polres Gresik dilepas untuk melaksanakan tugas belajar Program Pendidikan S-2 STIK Reguler Angkatan ke-16 Tahun 2026.

Upacara sertijab juga menjadi momentum pengukuhan jabatan Iptu Eriq Panca Nur Patria yang kini definitif menjabat sebagai Kasipropam Polres Gresik. Prosesi ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan pakta integritas di hadapan Kapolres Gresik beserta jajaran PJU.

Dalam sambutannya saat acara kenal pamit, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas. “Atas nama pimpinan dan keluarga besar Polres Gresik, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pejabat lama atas dedikasinya selama menjabat, sehingga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Gresik tetap kondusif,” ujarnya.

Kapolres juga menyampaikan penghargaan kepada para Bhayangkari yang selama ini mendampingi dan memberikan dukungan kepada suami dalam menjalankan tugas kepolisian.

Kepada para pejabat baru, Kapolres berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru, memahami karakteristik masyarakat, serta melanjutkan berbagai hal positif yang telah dirintis pejabat sebelumnya.

“Laksanakan tugas dengan penuh kearifan, bijaksana, penuh inisiatif, kreatif, inovatif serta berdedikasi. Saya yakin dengan pengalaman penugasan, kepemimpinan dan dedikasi yang dimiliki, saudara akan mampu dan sukses menjalankan jabatan yang baru,” tegasnya.

AKBP Ramadhan Nasution menegaskan, mutasi jabatan merupakan dinamika organisasi yang dijalankan secara konsisten di tubuh Polri sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan, penyegaran organisasi, peningkatan kinerja, inovasi pelayanan, serta pemerataan pengalaman tugas bagi personel. Melalui penyegaran ini, Polres Gresik diharapkan semakin solid dan adaptif dalam menghadirkan pelayanan, perlindungan, serta pengayoman terbaik bagi masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Pimpin Sertijab PJU dan Kapolsek jajaran Polres Gresik  Selengkapnya

Bupati Gresik : Rokok Ilegal Rampas Hak Pendidikan dan Layanan Kesehatan Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa peredaran rokok ilegal tidak hanya melanggar hukum. Namun juga berdampak langsung terhadap berkurangnya anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Rokok ilegal ini menjadi musuh bersama kita. Dampaknya bukan hanya kepada negara, tetapi juga merampas hak-hak masyarakat, termasuk anggaran beasiswa bagi adik-adik kita,” tegas Fandi Akhmad Yani saat membuka Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Cukai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Hotel Horison Gresik pada Selasa, 26 Mei 2026.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber di antaranya, Kepala Unit Intel Kejaksaan Negeri Gresik R.A. Nur Rizky, Kepala Seksi penyuluhan dan informasi Bea Cukai Gresik Eko Rudi Hartono, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Gresik Riyanto Hadi Saputro, serta Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu Polres Gresik Iptu Komang Andhika Haditya Prabu.

Berkolaborasi dengan kantor Bea Cukai dan Dinas Satpol PP Kabupaten Gresik, sosialisasi kali ini menggandeng Kelompok Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) dan Purna Paskibraka. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi kepada generasi muda terkait bahaya peredaran rokok ilegal.

Ia melanjutkan maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai, penggunaan pita cukai palsu, hingga pemanfaatan pita cukai bekas yang kini kian berani dilakukan secara terang-terangan.

Menurutnya, tingginya peredaran rokok ilegal akan berdampak pada berkurangnya penerimaan negara dan daerah. Padahal, penerimaan tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan publik.

Ia menjelaskan bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program pelayanan publik. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial.

Kepala Satpol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga menjelaskan bahwa sepanjang  2025, pihaknya bersama Bea Cukai Gresik telah memusnahkan 9,8 juta batang rokok ilegal. Total kerugian negara akibat temuan tersebut sebesar Rp 9,6 miliar. 

Pada 2026, total keseluruhan temuan pada periode April hingga Mei 2026, berjumlah hampir enam juta batang rokok ilegal. “Seluruh barang bukti tersebut saat ini diamankan oleh pihak Bea Cukai Gresik dengan pendampingan penuh dari Satpol PP,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Ia menambahkan, alokasi DBHCHT untuk penegakan hukum dibatasi maksimal 10 persen. Sebagian besar anggaran justru digunakan untuk kepentingan masyarakat, terutama sektor kesehatan dan bantuan sosial. “Dana DBHCHT banyak dimanfaatkan untuk pembiayaan program JKN, pengadaan alat kesehatan, bantuan sosial, hingga pelatihan kerja melalui Disnaker. Karena itu, pemberantasan rokok ilegal menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik : Rokok Ilegal Rampas Hak Pendidikan dan Layanan Kesehatan Masyarakat Selengkapnya

Presiden Prabowo Kurban Sapi 1,14 Ton di Gresik, Polres Gresik Salurkan Bantuan 15 Ekor Sapi, 76 Ekor Kambing

GRESIK,1minute.id –  Seekor sapi milik Presiden Prabowo Subianto bakal disembelih di Masjid Nusantara di Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Gresik. Sapi milik peternakan bernama Teguh Budi Slamet, warga Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik itu memiliki berat 1 ton,14 kilogram. 

Menurut Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindhito Putro, sapi kurban milik Presiden Prabowo masuk lima besar terberat di Indonesia. “Permintaan dari sekretariat Presiden, minimal berat sapi 800 kilogram, tapi sapi milik peternakan Wringinanom ini memiliki berat 1 ton, 140 kilogram. Kabar terberat nomor 3 di Indonesia,” kata Eko Anindhito Putro usai membuka Festival Qurban, Grissee 1K di kawasan Heritage, Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ditempat terpisah, Polres Gresik pada Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi menyalurkan sebanyak 15 ekor sapi dan 76 ekor kambing. Puluhan hewan kurban untuk didistribusikan kepada pondok pesantren, masjid, musala, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat hingga insan pers di Kabupaten Gresik. 

Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan upaya mempererat sinergi antara Polri dengan masyarakat. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan Polres Gresik menyalurkan hewan kurban kepada sejumlah lembaga, pondok pesantren, masjid, musholla, instansi, hingga kelompok masyarakat.

“Melalui momentum Idul Adha ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan manfaat kepada masyarakat. Kurban bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Momentum Idul Adha ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, namun juga sarana memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas antara Polri dengan masyarakat. Melalui penyaluran hewan kurban, Polres Gresik berharap keberkahan Idul Adha dapat dirasakan lebih luas serta semakin mempererat sinergitas dalam menjaga keamanan dan keharmonisan sosial di Kabupaten Gresik.

“Kami berharap keberkahan Idul Adha ini bisa dirasakan bersama dan semakin mempererat sinergitas dalam menjaga keamanan serta keharmonisan sosial di Kabupaten Gresik,” tambahnya.

Sementara, Ketua MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib, menyampaikan apresiasi dan doa atas penyaluran hewan kurban yang dilakukan Polres Gresik. Ia mengungkapkan rasa syukur serta berharap ibadah kurban tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang membawa keberkahan.

“Alhamdulillah, semoga hewan kurban ini sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan menjadi wasilah bagi Kapolres Gresik untuk mendapatkan tambahan keberkahan serta kemudahan dalam mengemban amanah. Kami juga berharap Kabupaten Gresik semakin kondusif, aman, dan masyarakatnya senantiasa hidup rukun,” ujar KH Ainur Rofiq Thoyyib. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Presiden Prabowo Kurban Sapi 1,14 Ton di Gresik, Polres Gresik Salurkan Bantuan 15 Ekor Sapi, 76 Ekor Kambing Selengkapnya

Bupati Gresik Ajak Penyedia Jasa Jaga Integritas Pengadaan Barang dan Jasa

GRESIK1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengajak seluruh penyedia jasa dan pelaku pengadaan barang dan jasa untuk bersama-sama menjaga integritas serta membangun tata kelola pengadaan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi maupun gratifikasi.

Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Sektor Pengadaan Barang dan Jasa yang digelar di Hotel Saptanawa Gresik pada Selasa, 26 Mei 2026. 

Kegiatan yang dihadiri jajaran perangkat daerah, Inspektorat, asosiasi penyedia jasa konstruksi, serta mitra pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman yang juga memberikan materi terkait tata kelola pengadaan barang dan jasa.

Di hadapan para pelaku pengadaan, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa upaya menciptakan pemerintahan yang baik atau good governance membutuhkan dukungan dan komitmen bersama dari seluruh pihak, termasuk penyedia jasa.

“Pemerintahan yang transparan dan benar-benar bersih itu tidak mudah diwujudkan. Karena itu perlu kerja sama semua pihak, baik pemerintah, asosiasi, maupun penyedia jasa untuk menjaga Gresik bersama-sama dari praktik-praktik korupsi,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia mengingatkan agar praktik pengadaan yang tidak sehat tidak lagi dilakukan, termasuk pola pengadaan yang dinilai tidak wajar maupun penyedia jasa yang menangani berbagai jenis pekerjaan tanpa kompetensi yang jelas. “Kalau ada praktik-praktik yang merugikan pemerintahan, merugikan asosiasi, dan merugikan dunia usaha, hentikan. Jangan sampai sistem pengadaan ini rusak karena kepentingan sesaat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap prosedur pengadaan, termasuk transaksi melalui e-katalog. Menurutnya, pemerintah daerah kini melakukan pengawasan lebih ketat terhadap berbagai aktivitas pengadaan yang dinilai tidak wajar dalam sistem digital. “Kami monitor semuanya. Pengadaan barang dan jasa harus dijalankan dengan niat yang benar dan sesuai aturan. Kalau ada indikasi yang tidak benar, tentu akan kami tindaklanjuti,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani turut menjelaskan bahwa kondisi defisit anggaran daerah yang sempat terjadi merupakan bagian dari strategi pengelolaan fiskal pemerintah daerah, bukan akibat kesalahan tata kelola.

Ia memastikan seluruh kebijakan anggaran tetap dijalankan secara terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Defisit bukan berarti pemerintah tidak aman. Semua sudah dirancang dan diperhitungkan sesuai kebutuhan daerah. Yang penting tata kelolanya benar dan tidak ada intervensi dalam pengadaan barang dan jasa,” ujarnya.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Gresik Achmad Hadi menjelaskan bahwa pengawasan terhadap sektor pengadaan barang dan jasa saat ini semakin ketat. Regulasi yang terus berkembang menuntut seluruh pelaku pengadaan untuk mampu menyesuaikan diri agar tidak terjebak dalam potensi penyimpangan.

Menurutnya, pengawasan kini dilakukan mulai tahap perencanaan, penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), pelaksanaan pekerjaan, hingga serah terima pekerjaan. “Pengawasan terhadap pengadaan barang dan jasa sekarang semakin detail. Karena itu seluruh proses harus dijalankan sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelas Achmad Hadi.

Inspektorat Kabupaten Gresik, lanjutnya, juga memanfaatkan sistem e-audit yang terintegrasi dengan e-katalog untuk memantau berbagai anomali transaksi pengadaan secara digital. Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain transaksi dalam waktu tidak wajar, transaksi yang berlangsung terlalu cepat, hingga penyedia jasa yang menangani berbagai jenis pekerjaan di luar spesialisasinya.

“Semua anomali itu termonitor dalam sistem. Memang belum tentu pelanggaran, tetapi perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan kecurigaan dan persoalan hukum di kemudian hari,” ujar mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik ini. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Ajak Penyedia Jasa Jaga Integritas Pengadaan Barang dan Jasa Selengkapnya

Meriah Festival Qurban, Grissee 1K di Kawasan Heritage, Bandar Grissee 

GRESIK,1minute.id – Festival Qurban, Grissee 1K berlangsung semarak pada Selasa, 26 Mei 2026. Sebanyak 200 ekor hewan kurban (kambing dan domba), dan 50 ekor yang dipamerkan ikut memeriahkan event kali pertama dipusatkan Bandar Grissee, Kawasan heritage kolonial di Jalan Basuki Rahmat, Gresik ini.

Festival Qurban, Grissee 1K “Peternak Gresik Baru, Lebih Maju” ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindhito Putro ini. Ribuan pasang mata tumplek-blek di kawasan Heritage, Bandar Grissee sejak badal Dhuhur. Arak-arakan ratusan ekor kambing dan domba di mulai badal Asar. 

Para pemilik kambing dan domba yang akan disembelih pada hari raya Idul Adha di dandani dengan apik. Bahkan, ada domba yang di rias memakai seragam anak sekolah dasar yakni baju putih, celana pendek warna merah plus topi berwarna merah dan putih. Anak-anak terlihat senang merayakan Festival Qurban, Grissee 1K ini.

Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindhito Putro mengatakan, Festival Qurban, Grissee 1K berkolaborasi dengan  Pecinta peternakan kambing dan domba Kabupaten Gresik. “Apresiasi (Festival Qurban) teman-teman kepada para pengorbanan. Sebelum di kurban hewan diarak supaya ada syiar secara agama juga ada promosi,” kata Eko usai acara kepada wartawan pada Selasa, 26 Mei 2026.

Hewan kurban diarak mengelilingi kawasan Heritage, Bandar Grissee dengan start Jalan Basuki Rahmat, Raden Santri, Setiabudi, AKS Tubun dan finish Tugu Suling Bandar Grissee yang jarak sekitar 1 kilometer. “Kita gabungkan kota santri, Kota Wali hewan korban kita bawa lari-lari kecil menggelilingi Bandar Grissee. Bentuk meneladani ibu Siti Hajar mencari sumber air untuk anaknya Ismail,” ujar Eko.

Saat hewan kurban diarak, masyarakat bisa menikmati puluhan ekor kambing yang dipamerkan. Kambing-kambing pilihan berada dalam kandang yang terbuat dari kayu jati. Jenis kambing aneka macam. Ada juga kambing dari Australia. “Yang dipamerkan ini hewan yang terbaik sehingga menggugah para peternakan untuk menghasilkan domba-domba terbaik,” tegas Eko. 

Ia berharap Festival Qurban, Grissee 1K ini bisa menjadi agenda rutinan setiap tahun sehingga bisa menarik wisatawan. “Harapan Greskk menjadi sentral Domba dan Kambing terbaik di Indonesia. Kalau mencari hewan kurban kambing silakan ke Gresik. Itu Harapan kami,” harap Eko.

Ketua IGB Kabupaten Gresik H. Yazid, menjelaskan bahwa meski baru pertama kali digelar di Gresik, festival ini mendapat sambutan positif dari peternak maupun masyarakat. “Untuk rangkaian kegiatannya ada pameran kambing, lelang kambing, hingga runner 1K,” ujar Yazid.

Menurutnya, kontes kambing runner menjadi salah satu daya tarik utama dalam festival tersebut. Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 150 peserta. “Yang sudah daftar kambing runner sekitar 150 peserta, tapi yang ikut kemungkinan lebih dari itu,” tambahnya.

Melalui festival berskala regional ini, pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi perkembangan dunia peternakan di Kabupaten Gresik. Ia juga berharap akan muncul peternak yang handal dan berkualitas, sehingga mampu mendukung program ketahanan pangan sekaligus menyuplai kebutuhan program Makan Bergizi Gratis. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Meriah Festival Qurban, Grissee 1K di Kawasan Heritage, Bandar Grissee  Selengkapnya

Kapolres Gresik-Formagam Perkuat Sinergi Jaga Toleransi dan Kamtibmas 

GRESIK1minute.id –  Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memperkuat sinergi bersama Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam) dalam menjaga toleransi, kerukunan, dan keamanan wilayah. 

Komitmen itu ditegaskan saat audiensi dan silaturahmi bersama tokoh lintas agama dan elemen masyarakat Kabupaten Gresik yang digelar di Ruang Kerja Kapolres Gresik pada Senin, 25 Mei 2026. Dalam silaturahmi itu, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution atau Cak Rama didampingi para pejabat utama (PJU) Polres Gresik.

Sedangkan, delegasi Formagam dipimpin langsung oleh Ketua Formagam Gresik Djoko Pratomo bersama 12 perwakilan tokoh lintas elemen dan agama, seperti Eko Putranto, Ustadz Maftuh, Made Sri Wedari, hingga Tjien.

​Pertemuan ini diinisiasi sebagai ajang perkenalan resmi sekaligus memperkuat jembatan komunikasi antara kepolisian dengan para tokoh perawat toleransi di Gresik. Kehadiran Formagam menjadi simbol corak masyarakat Gresik yang heterogen namun tetap satu frekuensi dalam menjaga kedamaian.

​Ketua Formagam Gresik, Djoko Pratomo, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal yang krusial untuk menyamakan persepsi dalam menjaga kondusivitas daerah. “Agenda kami ke sini adalah silaturahmi, pengenalan, dan membangun komunikasi. Kami berharap sinergi ini terus terjalin dengan baik demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di Kabupaten Gresik,” ujar Djoko.

​Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyambut baik dan mengapresiasi komitmen Formagam. Menurutnya, Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tanpa dukungan dari komunitas yang fokus pada isu-isu keberagaman.

​Kapolres menegaskan bahwa pihak kepolisian siap membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya demi menyelesaikan berbagai potensi riak sosial melalui jalan musyawarah. “Polri akan terus menjalin kolaborasi dengan Formagam Kabupaten Gresik dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat toleransi, mendukung penyelesaian berbagai persoalan sosial secara dialogis, serta menjaga Kabupaten Gresik tetap aman, rukun, dan harmonis,” tegas AKBP Ramadhan.

​Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban, dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk saling mendukung dalam setiap kegiatan sosial keagamaan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik-Formagam Perkuat Sinergi Jaga Toleransi dan Kamtibmas  Selengkapnya

Lagi, Penjahat Jalanan Keok saat Beraksi di Gresik

GRESIK,1minute.id – Lagi, penjahat jalanan keok di wilayah hukum Polres Gresik. Penjahat spesial pencurian kendaraan bermotor (curanmor) Heri Setiawan, 28, warga Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, ditangkap aparat dan massa di simpang empat Jalan Raya Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas pada Minggu, 24 Mei 2026.

Sebelumnya, seorang begal driver ojek online (ojol) berinisial RHN, 33, warga Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, di wilayah Semampir, Tanjung Perak, Surabaya dibekuk di wilayah Semampir, Tanjung Perak, Surabaya oleh tim Reserse Kriminal Polsek Menganti. 

Tersangka Heri Setiawan diburu polisi setelah menggasak Honda Scoopy, milik korban bernama Muhammad Ilyas, 31, warga Kelurahan Karang Turi, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 08.00 WIB. 

Menurut keterangan polisi, peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat korban, Muhammad Ilyas, 31, tiba dirumah  Jalan Akim Kayat, Kelurahan Karang Turi. Korban memarkir sepeda motor Honda Scoopy bernopol W-26xx-CQ di depan rumah dengan posisi menghadap ke dalam.

Namun diduga karena terburu-buru, korban meninggalkan kendaraan dalam keadaan kunci kontak masih menempel pada motor. Kelengahan tersebut dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. Sekitar satu jam kemudian, istri korban mendapati sepeda motor tersebut tengah dibawa kabur oleh pria tak dikenal. 

Mengetahui motornya dicuri, Muhammad Ilyas segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Gresik Kota sekaligus melakukan pengejaran bersama dua saksi, yakni Sahrul Hidayar, 32, dan Frisko Yoga Prabowo, 31.

Pengejaran cukup menegangkan dengan rute pelarian pelaku melintasi Jalan MH Thamrin, Jalan Pahlawan, Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Veteran menuju arah Surabaya.

Pelarian HS akhirnya terhenti saat ia terjebak lampu merah di kawasan Nippon Paint. Korban yang mengenali sepeda motornya langsung berteriak “maling”, sehingga menarik perhatian warga dan petugas kepolisian di sekitar lokasi. Berkat respons cepat warga dan polisi, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Kasus tersebut tercatat dalam Laporan Polisi ke SPKT Polsek Gresik Kota Polres Gresik. Dengan Pasal yang disangkakan terhadap pelaku 476 KUHP

Kapolsek Gresik Kota Iptu M. Kevin Ramadhan, mengingatkan masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan. “Kami berpesan kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada. Pastikan kendaraan selalu dikunci ganda saat di parkir, dan jangan sekali-kali meninggalkan kunci kontak menempel pada motor meskipun hanya ditinggal sebentar,” ujarnya.

Polres Gresik juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila melihat maupun mengalami tindak kriminalitas melalui layanan Call Center 110 yang aktif 24, maupun hotline “Lapor Cak Rama” di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lagi, Penjahat Jalanan Keok saat Beraksi di Gresik Selengkapnya

Hafal 11 Juz, Aisyah Shidqiyah Peraih Golden Tiket SPMB 2026, Pilih SMPN 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Golden Tiket masuk sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kabupaten Gresik telah dikantongi oleh Aisyah Shidqiyah. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran baru 2026/2027. Siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Sukodono bisa memilih SMP Negeri di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik tanpa tes. 

Putri pasangan Muhammad Khoir dan Faizahtur Rahma berusia 12 tahun tinggal di Kelurahan Kemuteran, Kabupaten/ Kabupaten Gresik ini bisa meraih Golden Tiket karena telah hafal 11 juz Al-Qur’an. Generasi unggul nan sholehah yang dinantikan setiap sekolah. Lalu kemana Aisyah Shidqiyah menjatuhkan pilihan sekolah di SPMB SMP Negeri di Gresik ?

“Kami sangat terharu dan senang. Aisyah Shidqiyah memilih UPT SMP Negeri 2 Gresik sebagai pilihan utama SPMB jalur tahfidz,” ujar Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Ahad, 24 Mei 2026. 

Pada SPMB 2026 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dilakukan secara online. Terdapat empat jalur pendaftaran: domisili (zonasi), afirmasi, mutasi, dan prestasi. Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmen pelaksanaan SPMB yang objektif, transparan, dan berkeadilan 

Menurut Salim, Tahun Ajaran baru 2026/2027 ini pagu UPT SMP Negeri 2 Gresik sebanyak 256 siswa. Informasi dari panitia SPMB tahun ajaran 2026-2027 ini sudah ada sekitar 261 yang sudah registrasi termasuk program tahfidz.

Ia mengatakan, kelas Tahfidz di UPT SMP Negeri 2 Gresik unggul karena memadukan pendidikan agama dan pengembangan karakter dengan fasilitas studio Al-Qur’an khusus. “Program ini menawarkan pembinaan berkelanjutan, evaluasi tasmi’ rutin, dan uji petik langsung dengan penguji ahli dari Masjid Agung Gresik maupun pondok pesantren,” kata Salim.

Berikut adalah rincian keunggulan program kelas tahfidz di sekolah tersebut:

Pembinaan Intensif dan Berkelanjutan: Dirancang sebagai wadah bagi siswa yang memiliki potensi menghafal Al-Qur’an sejak awal masuk sekolah hingga lulus.

Ujian Tasmi’ Berkala: Terdapat ujian tasmi’ (memperdengarkan hafalan di satu duduk) yang dilangsungkan di Studio Al-Qur’an UPT SMPN 2 Gresik, sangat efektif untuk melatih mental, disiplin, dan menjaga kualitas bacaan siswa.

Didampingi Penguji Ahli: Evaluasi akhir semester (uji petik) melibatkan pembina tahfidz profesional dari lembaga terkemuka seperti Masjid Agung Gresik dan pondok pesantren.

Penguatan Karakter Religius: Pembelajaran berbasis Islam terbukti melahirkan siswa berprestasi yang mampu tampil memukau dalam berbagai acara keagamaan tingkat daerah.

Didukung Tenaga Pendidik Kompeten: Dibimbing langsung oleh ustadz dan ustadzah yang ahli di bidangnya untuk memastikan standar hafalan (mutqin) tercapai dengan baik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hafal 11 Juz, Aisyah Shidqiyah Peraih Golden Tiket SPMB 2026, Pilih SMPN 2 Gresik Selengkapnya