RUPST 2025, SIG Tambah Lini Usaha Baru hingga Perombakan Komisaris dan Direksi

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“SIG/Perseroan”) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST 2025 (Rapat) di Jakarta pada Jumat, 23 Mei 2025.

Rapat mengesahkan beberapa keputusan. Antara lain, menyetujui penetapan penggunaan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2024 sebesar Rp 719.763.332.429 sebagai berikut: Sebesar-besarnya 90,13% atau sebesar-besarnya Rp 648,75 miliar ditetapkan sebagai dividen tunai ; Sekurang-kurangnya 9,87% atau sekurang-kurangnya Rp 71,02 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

Selain itu, rapat menyetui perombakan jajaran komisaris dan direksi.  Komisaris utama merangkap komisaris independen dijabat oleh Sigit Widyawan menggantikan Budi Waseso alias Buwas. Kemudian Direktur Utama atau Dirut dari Donny Arsal kepada Indrieffouny Indra.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, SIG berhasil melalui tahun 2024 dengan mempertahankan kinerja di tengah situasi industri semen domestik yang menantang akibat kondisi kelebihan pasokan, serta ketatnya persaingan yang diiringi dengan melemahnya daya beli masyarakat dan melambatnya proyek infrastruktur.

Dengan strategi pendekatan mikro-market untuk mempertahankan dominasi di pasar retail dan kepemimpinan di proyek infrastruktur, serta diperkuat dengan program efisiensi dan peningkatan aspek keberlanjutan, SIG mampu menjaga profitabilitas dan mempertahankan posisi sebagai industri semen terbesar di tanah air dengan pangsa pasar 48,2% pada akhir 2024.

“SIG berkomitmen untuk mengoptimalkan nilai bagi para pemegang saham melalui pembagian dividen secara rutin. Pembagian dividen atas laba tahun buku 2024 dilakukan melalui kebijakan yang terukur dengan tidak mengabaikan kondisi keuangan Perseroan dan kondisi ekonomi serta industri ke depannya,” kata Vita Mahreyni.

“Penetapan sebagian laba bersih tahun 2024 sebagai cadangan lainnya akan memperkuat struktur permodalan SIG untuk memastikan operasional dapat berjalan dengan baik di tengah risiko yang membayangi sepanjang tahun ini,” imbuh Vita Mahreyni.

Lebih lanjut, Vita Mahreyni menambahkan, Rapat juga menyetujui Perseroan untuk menjalankan kegiatan usaha baru yang telah tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan, dalam rangka optimalisasi komersialisasi solusi bata interlock presisi, yang merupakan produk turunan semen hijau SIG untuk solusi pembangunan rumah yang efisien, lebih cepat dibangun, tahan gempa dan lebih rendah karbon. Bata interlock presisi juga ditawarkan sebagai solusi dalam program 3 juta rumah yang diharapkan juga  akan menjadi stimulan pemulihan kinerja industri bahan bangunan. 

“Kegiatan usaha baru ini telah dinyatakan Layak melalui studi kelayakan bisnis yang diterbitkan oleh penilai independen yang telah ditunjuk oleh Perseroan. SIG menyakini, pelaksanaan kegiatan usaha baru ini akan meningkatkan daya saing usaha dan kinerja Perseroan sehingga memperkuat posisi Perseroan dalam jangka panjang untuk dapat terus memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan para pemegang saham,” ujar Vita Mahreyni.

Rapat mengesahkan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan. Berikut pengurus baru SIG.  Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Sigit Widyawan ; Komisaris Christina Aryani ; Komisaris Lydia Silvanna Djaman ; Komisaris Satya Bhakti Parikesit ; Komisaris Independen Agung Budi Mulyanto ; Komisaris Independen Saor Siagian dan Komisaris Independen Ratna Irsana.

Sedangkan,  Direktur Utama Indrieffouny Indra ; Wakil Direktur Utama Andriano Hosny Panangian ; Direktur Sales dan Marketing Dicky Saelan ; Direktur Pengembangan Bisnis dan Strategy Dennis Pratistha ; Direktur Keuangan dan Risk Management Sigit Prastowo ; Direktur Human Capital Hadi Setiadi dan Direktur Operasi Reni Wulandari. (yad) 

RUPST 2025, SIG Tambah Lini Usaha Baru hingga Perombakan Komisaris dan Direksi Selengkapnya

Refleksi 73 Tahun, PII Gresik Dukung Visi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk Mewujudkan “Gresik Mendunia 2045”

Oleh : Ali Yusa, Wakil Ketua UMUM PII Gresik

PERSATUAN Insinyur Indonesia atau PII Genap berusia 73 tahun. “PII Gresik menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam pembangunan daerah,” kata Wakil Ketua UMUM PII Gresik Ali Yusa.

Ulang tahun Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang ke-73 menjadi momentum penting bagi seluruh insinyur Indonesia untuk merefleksikan peran strategis mereka dalam pembangunan nasional.

Dengan tema “Insinyur untuk Indonesia Maju dan Berkelanjutan”, peringatan ini tidak hanya menjadi ajang syukur atas capaian selama ini, tetapi juga sebagai titik tolak memperkuat kontribusi PII dalam menjawab tantangan masa depan bangsa.

Di tengah dinamika global dan perkembangan teknologi yang pesat, peran insinyur sebagai agen perubahan semakin krusial.

PII Gresik sebagai bagian dari organisasi profesi yang solid dan progresif, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung visi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mewujudkan “Gresik Mendunia 2045”. Visi ini bukan hanya slogan, tetapi sebuah panggilan bagi semua elemen masyarakat, termasuk komunitas insinyur, untuk bersama-sama membangun daerah yang maju, inklusif, dan berkelanjutan. PII Gresik hadir sebagai mitra strategis yang siap berkontribusi melalui keahlian teknis, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam konteks global, pembangunan berkelanjutan menjadi kerangka utama yang harus diadopsi dalam setiap program pembangunan daerah. Sustainable Development Goals (SDGs) yang terdiri dari 17 tujuan menjadi panduan penting, dan PII Gresik berkomitmen mengintegrasikan prinsip-prinsip SDGs dalam setiap langkah strategisnya. Mulai dari infrastruktur berkelanjutan (SDG 9), energi bersih (SDG 7), hingga kota dan komunitas berkelanjutan (SDG 11), semua menjadi fokus kerja nyata PII di Gresik.

Sebagai daerah industri yang tumbuh pesat, Gresik menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, dan pembangunan infrastruktur hijau. PII Gresik siap memberikan solusi melalui pendekatan berbasis teknologi dan rekayasa yang ramah lingkungan. 

RAPAT PENGURUS CABANG Persatuan Insinyur Indonesia Kabupaten Gresik ( Foto : Dok Ali Yusa)

Insinyur-insinyur yang tergabung dalam PII memiliki kompetensi untuk merancang dan mengimplementasikan proyek-proyek yang mendukung pencapaian SDG 13 (penanganan perubahan iklim) dan SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab).

Selain aspek teknis, PII Gresik juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, sertifikasi profesi, dan kerja sama dengan dunia pendidikan. Hal ini sejalan dengan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Dengan membangun ekosistem insinyur yang unggul dan kompeten, Gresik dapat mengakselerasi transformasi industri yang inklusif dan berdaya saing global.

Kolaborasi antara PII Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik menjadi kunci sukses dalam mewujudkan Gresik Mendunia 2045. Dukungan terhadap perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur digital, hingga pengembangan kawasan industri berbasis teknologi tinggi merupakan bagian dari kontribusi nyata insinyur. Keterlibatan aktif PII dalam perumusan kebijakan publik berbasis data dan sains juga menjamin bahwa pembangunan dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

Dengan semangat ulang tahun ke-73 PII, PII Gresik menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam pembangunan daerah. Melalui sinergi antara kompetensi insinyur dan arah kebijakan pemerintah daerah, cita-cita Gresik Mendunia 2045 bukanlah impian kosong, melainkan visi yang dapat dicapai bersama. Dengan berlandaskan nilai-nilai SDGs, PII Gresik optimis bahwa Gresik dapat menjadi contoh kota industri yang maju, berbudaya, dan berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia. (*/yad)

Refleksi 73 Tahun, PII Gresik Dukung Visi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk Mewujudkan “Gresik Mendunia 2045” Selengkapnya

Petrokimia Gresik Sinergi DLH Gresik Tanam Ribuan Bibit Mangrove di PRPM Bungah

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyerahkan 5.300 bibit mangrove kepada Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik.

Bantuan ribuan bibit mangrove untuk peringatan “Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025” ini ditanam di Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare yang berada di Desa Tanjungwidoro, Kecamatan Bungah, Gresik, Jawa Timur sebagai upaya perusahaan mendukung dekarbonisasi dan mencegah abrasi pantai untuk menyelamatkan ekosistem laut dan pesisir. 

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menegaskan, bahwa Petrokimia Gresik yang merupakan perusahaan berwawasan lingkungan yang tidak hanya memiliki kesadaran untuk meminimalisasi dampak lingkungan dari kegiatan operasional, tapi juga berkontribusi bagi pelestarian lingkungan. Dimana dukungan kali ini direalisasikan melalui program forestasi mangrove untuk dekarbonisasi dan mencegah abarasi pantai.

“Penanaman ini diharapkan mampu menjadi langkah kecil bagi Petrokimia Gresik untuk mendukung program rehabilitasi hutan mangrove sebagaimana yang telah menjadi target pemerintah Indonesia untuk dapat merecovery hutan mangrove seluas 600.000 Ha. Melalui kegiatan ini pula diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan hidup demi memberikan solusi atas permasalahan perubahan iklim yang saat ini sedang terjadi,” ujar Dwi Satriyo.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia yakni mencapai 3,3 juta Ha atau 20% dari total hutan mangrove di dunia. Sayangnya kini hutan mangrove di Indonesia terus mengalami degradasi lahan.

Menurut data National Geographic Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 50 persen wilayah hutan mangrove musnah. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa 80 persen hutan mangrove di Pulau Jawa sudah mengalami kerusakan. Badan Restorasi Mangrove dan Gambut menyatakan sebanyak 700.000 Ha hutan mangrove mengalami deforestasi.

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bersinergi bersama menyelesaikan permasalahan mangrove dengan mengembalikan luasan lahan hutan mangrove yang rusak demi adaptasi perubahan iklim dan kehidupan yang berkelanjutan,” tandas Dwi Satriyo.

Dalam penanaman mangrove kali ini, tambahnya, Petrokimia Gresik bekolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, khususnya melalui DLH. Program ini sekaligus bentuk dukungan perusahaan dalam rangka menyukseskan program Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Asluchul Alif, dimana salah satu poinnya adalah “Pesona Gresik” yaitu pengembangan industri hijau.

Terakhir, Dwi Satriyo mengungkapkan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini juga dilaksanakan dengan bersih-bersih pesisir pantai PRPM Mengare. Kegiatan ini dilaksanakan oleh generasi muda Petrokimia Gresik sebagai upaya perusahaan meningkatkan kesadaran lingkungan para karyawan. 

“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat serta dapat menunjang kehidupan bumi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Gresik, Sri Subaidah yang hadir dalam acara mengapresiasi kegiatan kolaborasi yang diinisiasi Petrokimia Gresik. Disampaikannya, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dibutuhkan kerja sama dari berbagai stakeholder.

“Kami berharap aksi ini tidak hanya berhenti di sini tetapi bisa berkelanjutan untuk mempromosikan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mendorong tindakan nyata dalam pelestarian alam,” ujar Sri Suaidah. (yad)

Petrokimia Gresik Sinergi DLH Gresik Tanam Ribuan Bibit Mangrove di PRPM Bungah Selengkapnya

Nakhoda KSOP Gresik Berganti, Ini Capaian Kinerja Hotman Siagian

GRESIK,1minute.id – Nakhoda Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan atau KSOP kelas II Gresik berganti dari  Hotman Siagian kepada Capt. Herbert Elisa Paruntungan Marpaung. 

Hotman mendapat amanah baru sebagai Kepala KSOP Sampit, Kalimantan Tengah. Sedangkan,  Herbert, sebelumnya menjabat kepala KSOP Benoa, Bali. Pisah sambut pejabat struktural di Kementerian Perhubungan Laut itu dilaksanakan di Gedung Nasional Indonesia atau GNI Gresik di Jalan Pahlawan, Gresik pada Kamis, 22 Mei 2025.

Hotman menjabat sebagai KSOP Gresik selama 2,4 tahun. Sejumlah prestasi telah diraih oleh Hotman. Antara lain,  Peringkat Satu Satker Tercepat dan Akurat Dalam Penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban Periode 2023 Kategori 5 Miliar s.d. 15 Miliar pada Anugerah Penghargaan Satker Terbaik Tahun 2023 .

Kemudian, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kantor KSOP Kelas II Gresik Tahun 2023 berhasil mencapai Rp. 63.783.244.802 atau 102% sehingga melebihi target yang telah ditetapkan pada tahun 2023 ; Pelabuhan Gresik masuk 10 Besar dari 46 Pelabuhan meraih Rapor Hijau dari Strategi Nasional Pencegahan Korupsi atau Stranas-PK atas layanan kepelabuhanan di Pelabuhan Gresik pada B15 tahun 2024 dan B 21 dari Stranas PK dan sebagai pilot project.

“Semua itu, bisa kami laksanakan berkat sinergi dan kolaborasi dengan semua stakeholder,” kata Hotman dalam sambutannya pada Kamis, 22 Mei 2025. Selama 28 bulan menjabat sebagai KOSP Gresik, wajah Pelabuhan Gresik yang legendaris semakin ciamik. Hotman melakukan Penataan dan Perbaikan Kantor, Peningkatan Layanan, Pembangunan Maritim Command Center (MCC) dalam mendukung terciptanya pelayanan prima.

Pada 2023, melakukan penataan penataan dan pembinaan pada usaha Pelayaran Rakyat (Pelra). “Kami melakukan penataan dan pembinaan layanan terhadap kinerja pelayanan kapal dan barang yang berdampak pada peningkatan volume kunjungan kapal dan arus bongkar muat barang kapal Pelayaran Rakyat (Pelra) yang berdampak pada peningkatan PNBP,” terangnya. 

Dan, di era Hotman ini, tenaga kerja bongkar muat atau TKBM mendapatkan perhatian lebih.  Hotman bersama PT Pelindo III Gresik membangun tempat istirahat bagi TKBM di Pelabuhan Rakyat maupun Pelabuhan Umum.  “Inisiatif ini di dorong sebagai bentuk wujud kepedulian kita sebagai Penyelenggara Pelabuhan terhadap kesejahteraan Saudara kita (para pekerja/buruh di pelabuhan) yang selama ini menjadi garda terdepan dan bagian yang tak terpisahkan dari ekosistem pelabuhan Gresik,” kata Hotman. 

Ia pun optimistis pengganti dirinya bisa menjadikan pelayanan kepelabuhan Gresik semakin baik. “Kapten Helbert ini,  senior saya,” katanya. Pisah sambut ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Indonesia Cabang Gresik Sutopo serta masyarakat maritim lainnya. (yad) q

Nakhoda KSOP Gresik Berganti, Ini Capaian Kinerja Hotman Siagian Selengkapnya

Smelter Freeport Beroperasi Lebih Cepat, Target Produksi 100 Persen Desember 2025 

GRESIK,1minute.id –  PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali beroperasi. Chairman of the Board FreeportMcMoRan Richard C. Adkerson dan Presiden & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk bersama Presiden Direktur PTFI Tony Wenas turun langsung ke Gresik guna memastikan kelancaran mulai beroperasinya Smelter.

“Kedatangan pimpinan FCX ini adalah untuk memastikan Smelter PTFI mulai beroperasi kembali dengan baik setelah kejadian kahar pada 14 Oktober 2024,” kata Tony. Ia menjelaskan saat ini smelter sudah mulai beroperasi dan akan menghasilkan katoda tembaga pada minggu ke-4 bulan Juni. “Setelah dimasukkan konsentrat, diolah di furnace menjadi anoda tembaga, kemudian dibawa ke electrorefinery untuk menjadi katoda tembaga,” terang Tony.

Ia mengatakan beroperasinya kembali Smelter PTFI pada pekan ketiga bulan Mei ini adalah sebuah capaian yang sangat baik dan merupakan bukti nyata resiliensi perusahaan dalam mengatasi berbagai tantangan serta melaksanakan komitmen terhadap hilirisasi. “Produksi smelter sebetulnya akan dimulai pekan ketiga bulan Juni. Namun pada perkembangannya, proses perbaikan dapat diselesaikan lebih cepat,” tegas Tony.

PTFI menggunakan pesawat-pesawat kargo berbadan lebar untuk mempercepat pengiriman material dari luar negeri. Antara lain Boeing 747 dan tiga kali perjalanan Antonov-AN124 dengan total lebih dari 300 ton.

Tony menambahkan, perusahaan melakukan berbagai upaya maksimal di antaranya mengerahkan tenaga kerja sekitar 2.000 orang untuk perbaikan dengan skema kerja dua sif dan fokus pada perbaikan, pengadaan, konstruksi dan instalasi. 

“Dengan memprioritaskan keselamatan, kami berupaya maksimal agar perbaikan dan commissioning smelter selesai lebih cepat dan efisien. Setiap tahap kami lakukan dengan sangat hati-hati dan penuh perhitungan agar smelter secepatnya kembali berproduksi,” kata Tony.

Saat ini, Smelter PTFI telah beroperasi kembali dan akan memasuki fase ramp-up, yaitu kapasitas produksi yang meningkat secara bertahap dari 40% hingga mencapai produksi penuh 100% pada  Desember 2025. “Akselerasi perbaikan dan produksi smelter ini menjadi bukti nyata PTFI sebagai perusahaan tambang terintegrasi dari hulu hingga hilir yang mendukung penuh program hilirisasi sumber daya mineral yang ditetapkan pemerintah sekaligus komitmen terhadap Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK),” katanya. 

Tony menegaskan kembali beroperasinya Smelter PTFI ini menjadi langkah strategis yang tidak hanya mendukung kemandirian industri dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di pasar global. “Sebagai bagian dari visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, PTFI berkomitmen untuk terus berkontribusi dan memberikan nilai tambah bagi bangsa dan negara,” katanya. (yad)

Smelter Freeport Beroperasi Lebih Cepat, Target Produksi 100 Persen Desember 2025  Selengkapnya

SIG Pasok Semen Khusus untuk Proyek Tol Padang–Sicincin, Tol Pertama di Sumatra Barat

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) turut berkontribusi dalam pembangunan Jalan Tol Padang–Sicincin di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Jalan Tol Padang-Sicincin itu merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Padang–Pekanbaru. Jalan tol yang membentang sejauh 36,6 km ini merupakan jalan tol pertama di Provinsi Sumatra Barat yang melintasi 5 kecamatan dan 15 nagari di Kabupaten Padang Pariaman. Hingga Maret 2025, SIG telah memasok 88 ribu ton bahan bangunan untuk pembangunan Jalan Tol Padang–Sicincin tersebut.

Tol Padang–Sicincin menjadi proyek infrastruktur strategis yang tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sumatra Barat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran jalan tol ini mampu memangkas waktu tempuh antara Padang dan Sicincin menjadi hanya 30 menit dari sebelumnya sekitar 1,5 jam melalui jalan nasional. 

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni, mengatakan SIG sebagai perusahaan bahan bangunan terbesar di Indonesia turut bangga dapat berkontribusi dalam pembangunan Tol Padang–Sicincin yang tidak hanya membantu mempercepat konektivitas antara Provinsi Sumatra Barat dan Riau, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa, mempercepat mobilitas masyarakat, serta membuka akses baru ke sentra-sentra produksi lokal dan pariwisata. 

“Tol Padang–Sicincin dapat menjadi katalis bagi investasi baru di sektor logistik, perdagangan, dan pariwisata, sehingga memperkuat daya saing daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatra Barat secara berkelanjutan. Kontribusi SIG dalam proyek ini merupakan bukti kepercayaan yang tinggi dari para pemangku kepentingan terhadap kualitas produk SIG,” kata Vita Mahreyni.

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Jalan Tol Padang–Sicincin menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah karena termasuk dalam perubahan peraturan terbaru mengenai PSN, yaitu Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2024 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatra.

Untuk memastikan kekuatan dan keandalan konstruksi Jalan Tol Padang-Sicincin dalam jangka panjang, SIG melalui anak usahanya yakni PT Semen Padang memasok semen UltraPro yang memiliki banyak keunggulan: mudah diaplikasikan, waktu kering optimal, kuat lentur yang lebih baik, dan hasil akhir dengan kekuatan maksimal. 

UltraPro sangat sesuai dengan kebutuhan konstruksi jalan tol, bendungan, landasan pesawat terbang, dan struktur bangunan lain yang membutuhkan kuat tekan awal dan akhir yang tinggi.

Lebih lanjut Vita Mahreyni menegaskan bahwa SIG, dengan dukungan fasilitas produksi dan distribusi terluas di Indonesia, siap mendukung pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. “Kami menjamin kelancaran pasokan bahan bangunan untuk menyukseskan pelaksanaan proyek dengan kualitas dan kuantitas produk yang terjaga,” tutup Vita Mahreyni. (yad)

SIG Pasok Semen Khusus untuk Proyek Tol Padang–Sicincin, Tol Pertama di Sumatra Barat Selengkapnya

Jamin Kualitas Pupuk bersubsidi hingga ke Petani, Petrokimia Gresik Luncurkan Program Smart Bagging Ecosystem 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menciptakan Smart Bagging Ecosystem di unit Warehouse & Bagging. 

Fasilitas yang memanfaatkan teknologi modern seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) ini diluncurkan langsung oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, di Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, pengantongan menjadi tahapan yang cukup vital bagi penyaluran pupuk bersubsidi untuk petani di seluruh Indonesia. Proses ini menjamin kualitas pupuk bersubsidi hingga di tangan petani.

“Pemerintah telah melakukan banyak perbaikan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi, serta menyederhanakan regulasi sehingga proses distribusi semakin baik lagi. Tentu hal tersebut harus didukung dengan optimalisasi dari proses penyediaan bahan baku, produksi, pengantongan, hingga distribusi sehingga kelancaran distribusi dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar Dwi Satriyo.

Dalam Smart Bagging Ecosystem, tambahnya, Petrokimia Gresik mengoptimalkan teknologi, sehingga memiliki fitur-fitur yang modern. Antara lain Early Warning System (EWS) yang dirancang dengan memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan quality control dalam line pengantongan pupuk. Sistem ini secara real-time juga mendeteksi kesesuaian kode pada bag pupuk dengan standar quality.

“Jika terjadi ketidaksesuaian atau kesalahan kode produk, sistem akan memberikan notifikasi kepada operator untuk dilakukan koreksi,” jelas Dwi Satriyo.

Untuk memastikan kualitas pengantongan, Smart Bagging Ecosystem juga dilengkapi dengan fitur Smart Stitch Detection yang dirancang untuk memantau kualitas jahitan karung. Sistem yang menggunakan teknologi AI ini akan mengirim peringatan kepada operator apabila terjadi ketidaksesuaian jahitan sehingga segera dilakukan tindakan korektif.

Berikutnya, Smart Bagging System juga dilengkapi Smart Color Fertilizer yang disematkan untuk memantau kualitas dan konsistensi warna pupuk di area pengantongan. Fitur ini menggunakan sensor atau kamera berbasis teknologi image processing untuk memastikan warna pupuk sesuai standar. 

Smart Bagging Ecosystem juga dilengkapi dengan teknologi yang mampu mendukung operator, pekerja bongkar muat, dan driver untuk senantiasa disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), yaitu melalui deteksi dan peringatan yang memanfaatkan teknologi AI terhadap kesesuaian penerapan APD. Fitur tersebut antara lain AI Enhanced Monitoring System dan Smart Robo Safety.

“Petrokimia Gresik akan senantiasa terus berinovasi untuk mendukung kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi. Smart Bagging Ecosystem sekaligus upaya nyata Petrokimia Gresik beradaptasi dalam menghadapi industri 5.0,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Jamin Kualitas Pupuk bersubsidi hingga ke Petani, Petrokimia Gresik Luncurkan Program Smart Bagging Ecosystem  Selengkapnya

SIG dan BRIN Kembangkan Beton Hijau Tahan Sulfat dan Klorida, Percepatan Infrastruktur Kawasan Pesisir dan Laut

GRESIK,1minute.id – aPT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan Penandatanganan Kerja Sama Pengembangan Beton Hijau untuk Infrastruktur Kawasan Pesisir dan Laut.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Operasi SIG Reni Wulandari dan Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Teguh Muttaqie di Gedung The East, Jakarta pada pekan lalu.

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, di tengah persaingan ketat, SIG senantiasa menjaga komitmen dalam memproduksi bahan bangunan ramah lingkungan yang merupakan bagian dari upaya dekarbonisasi yang konsisten dijalankan oleh Perusahaan. 

Melalui penggunaan bahan baku dan bahan bakar alternatif, efisiensi energi, hingga penggunaan energi terbarukan, saat ini semen hijau SIG lebih rendah emisi karbon hingga 38% dibandingkan semen konvensional. Setelah berhasil memproduksi semen hijau untuk kawasan pesisir, kerja sama dengan BRIN ini mewujudkan intensi SIG untuk memperluas pengembangan dalam produksi beton hijau untuk kawasan pesisir.

“Kami telah berkolaborasi dengan BRIN untuk berbagai kegiatan penelitian terapan, dan saat ini kami kembali bekerja sama dalam pengembangan beton hijau untuk mendukung pembangunan infrastruktur kawasan pesisir dan laut. Semoga ikhtiar ini dapat mendukung program pembangunan pemerintah melalui penggunaan produk yang andal dan ramah lingkungan,” kata Donny Arsal.

Produk bahan bangunan rendah karbon semakin dibutuhkan dalam urgensi penanganan dampak perubahan iklim dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Hal ini pun sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan pengembangan infrastruktur.

Di lingkungan ekstrem seperti kawasan pesisir dan laut, struktur beton berisiko lebih mudah keropos. Kerja sama antara SIG dan BRIN bertujuan untuk menghasilkan beton dengan ketahanan tinggi terhadap sulfat, termasuk gelombang, pasang surut, dan korosi akibat ion klorida. 

Beton ini akan memiliki formulasi khusus untuk lingkungan laut dengan peningkatan kepadatan, daya tahan dan masa layan beton, sehingga mengurangi biaya perawatan dan kokoh dalam jangka panjang. 

Sementara itu, Direktur Operasi SIG Reni Wulandari menyampaikan, dalam riset ini SIG bersama BRIN akan mengembangkan produk beton hijau yang memiliki ketahanan tinggi di lingkungan ekstrem seperti kawasan pesisir dengan memperhatikan aspek infrastruktur pesisir dan kekhususan bahan baku yang dipakai, sehingga lebih unggul dari beton konvensional. Selain berkualitas tinggi, beton hasil pengembangan ini juga lebih ramah lingkungan karena menggunakan material rendah karbon.

“Kami berharap hasil riset ini menjadi solusi atas kebutuhan konstruksi di daerah-daerah pesisir, terutama yang telah mengalami peningkatan level permukaan air. Karena itu, kami menggandeng BRIN untuk mengakselerasi dengan riset menyeluruh untuk menghasilkan produk beton berkualitas tinggi tetapi tetap memperhatikan aspek keberlanjutan,” kata Reni Wulandari.

Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN Cuk Supriyadi Ali Nandar menyambut baik inisiatif SIG untuk berkolaborasi dalam pengembangan beton hijau untuk infrastruktur di kawasan pesisir dan laut. Beton hijau ini diharapkan lebih ramah lingkungan dibandingkan beton konvensional karena lebih rendah emisi, diproduksi dengan energi yang lebih efisien, namun tetap berkualitas tinggi.

“BRIN dan SIG memiliki kesamaan visi untuk memajukan bangsa dan negara. Indonesia adalah negara kepulauan, maka kerja sama ini menjadi kontribusi untuk melindungi pantai-pantai dari abrasi dengan memberi lapis lindung. Bersama SIG, BRIN akan membuat lapis lindung menggunakan teknologi beton yang ramah lingkungan tanpa mengesampingkan kualitas dan sesuai dengan peruntukan di wilayah Indonesia,” kata Cuk Supriyadi Ali Nandar.  

Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN Teguh Muttaqie menjelaskan, dalam kerja sama ini BRIN dan SIG akan memformulasikan material baru, contohnya waste material seperti fly ash dan slag nikel, dalam komposisi beton hijau sehingga tercipta desain baru yang dapat digunakan untuk proyek tanggul, infrastruktur pelabuhan dan kawasan pesisir lainnya.

“Beton konvensional membutuhkan banyak energi yang berdampak pada perubahan iklim. Saya yakin SIG memiliki strategi dan inisiatif untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, dengan menerapkan teknologi bersih dan hijau. Sinergi ini menjadi langkah nyata untuk menyongsong masa depan yang lebih rendah karbon, lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Teguh Muttaqie. (yad)

SIG dan BRIN Kembangkan Beton Hijau Tahan Sulfat dan Klorida, Percepatan Infrastruktur Kawasan Pesisir dan Laut Selengkapnya

Perkuat Penjualan Ekspor, SIG Kebut Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban, Jawa Timur

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatat volume penjualan kuartal I/2025 sebanyak 8,57 juta ton dengan pendapatan tercatat sebesar Rp 7,65 triliun. 

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, industri semen domestik mengalami kontraksi pada kuartal I tahun 2025, baik pada segmen semen kantong (retail) maupun curah (bulk).

Kondisi ini berdampak pada penurunan volume penjualan dan pendapatan SIG. Namun demikian, SIG berhasil mencatatkan peningkatan pada penjualan kawasan regional sebesar 13,8% year-on-year (yoy).

Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan tercatat 1,2% lebih rendah yoy menjadi Rp 6,09 triliun. Di saat bersamaan, SIG mampu menekan biaya operasional 2,6% lebih rendah yoy menjadi Rp 1,26 triliun. Biaya keuangan bersih juga tercatat lebih rendah 30,7% yoy menjadi Rp 179 miliar sejalan dengan saldo utang berbunga yang lebih rendah. 

“Strategi SIG untuk menggarap peluang di pasar regional terbukti berhasil menyumbang penjualan sebanyak 2,37 juta ton semen atau naik 13,8% yoy di tengah ketatnya persaingan pasar retail,” kata Vita Mahreyni.

Vita Mahreyni menambahkan, untuk mendorong pertumbuhan kinerja, SIG akan meningkatkan fokus pada segmen retail melalui strategi yang lebih fokus pada kondisi tiap-tiap daerah. SIG juga terus menjaga kepemimpinan dalam industri dengan menghadirkan portofolio semen hijau dan produk turunannya yang inovatif dan ramah lingkungan. 

Salah satunya adalah bata interlock presisi yang cocok untuk mendukung program 3 juta rumah dari pemerintah dalam rangka menyediakan hunian berkualitas, terjangkau, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

SIG juga akan memaksimalkan pasar ekspor sebagai langkah strategis untuk mendongkrak penjualan. Saat ini, SIG tengah merampungkan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Pabrik Tuban, Jawa Timur sebagai landasan penting untuk memaksimalkan peluang di pasar ekspor. 

Proyek kerja sama antara SIG, melalui anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dengan Taiheiyo Cement Corporation itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekspor, terutama semen tipe khusus ke pasar internasional, khususnya Amerika Serikat. 

Dengan kapasitas ekspor hingga 1 juta ton semen per tahun, proyek ini akan menjadi tonggak penting tidak hanya dalam memperkuat kapasitas distribusi, tetapi juga berkontribusi terhadap daya saing pasar ekspor dan memperkuat jaringan distribusi global Perusahaan.

”SIG siap melayani pasar internasional dengan membawa produk kebanggaan anak bangsa ke kancah dunia. Tidak hanya untuk mengatasi tantangan pasar domestik yang semakin kompetitif serta kondisi oversupply, ekspansi bisnis ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa SIG mampu bersaing dengan produsen semen global,” ujar Vita Mahreyni. 

Kinerja keuangan melaporkan kinerja keuangan konsolidasian pada kuartal I/2025 sebagai berikut: 

Volume penjualan sebanyak 8,57 juta ton ; Pendapatan tercatat sebesar Rp7,65 triliun ; Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 6,09 triliun ; EBITDA tercatat sebesar Rp 1,09 triliun ; Laba sebelum pajak sebesar Rp 102 miliar dan Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 43 miliar. (yad)

Perkuat Penjualan Ekspor, SIG Kebut Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban, Jawa Timur Selengkapnya

Dwi Satriyo Annurogo : Petrokimia Gresik Dukung Hilirisasi Sulfur untuk Kemandirian Industri Kimia


GRESIK,1minute.id – konferensi internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2025 di helat di Bali, beberapa waktu lalu. Dalam konferensi internasional itu,  Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, menjadi salah satu pembicaranya.

Dwi Satriyo menegaskan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia sebagai salah satu pengolah sulfur di Indonesia berkomitmen memperkuat hilirisasi untuk mendukung kemandirian industri kimia nasional dan kemajuan pertanian di dalam negeri. 

Ia menyampaikan bahwa, permintaan sulfur di Indonesia terus meningkat. Bertambahnya  demand ini sejalan dengan pertumbuhan sektor pertanian, ekspansi industri logam dan mineral, serta ketergantungan tinggi terhadap impor karena terbatasnya pasokan sulfur domestik.

“Di antara banyak bahan baku, sulfur tampak sebagai komponen yang kecil secara visual – namun dampaknya sangat besar terhadap keberlangsungan proses produksi bagi Petrokimia Gresik,” ujar Dwi Satriyo seraya menunjuk diagram konektivitas proses bahan baku di Petrokimia Gresik.

Sulfur menjadi bahan baku penting di industri pupuk. Sulfur diolah menjadi asam sulfat, yang merupakan komponen kunci untuk poduksi phosphoric acid, yang selanjutnya menjadi basis untuk pupuk fosfat, termasuk NPK Phonska, pupuk fosfat, kalium sulfat, dan amonium sulfat yang semuanya vital untuk sektor pertanian.

“Khusus untuk asam sulfat, Petrokimia Gresik mengoperasikan fasilitas dengan kapasitas 1,8 juta ton per tahun. Kapasitas ini menjadikan Petrokimia Gresik sebagai salah satu produsen asam sulfat terbesar di Indonesia,” ujar Dwi Satriyo.

Dijelaskannya, sulfur adalah unsur hara makro esensial yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Kekurangan sulfur dapat menyebabkan gejala klorosis pada daun muda, pertumbuhan terhambat, dan kematangan yang tertunda.

Adapun fungsi utama sulfur pada tanaman dapat meningkatkan pembentukan klorofil, sehingga mendukung proses fotosintesis; Membantu pembentukan protein dan enzim, komponen penting dalam metabolisme tanaman.

Sulfur juga mampu meningkatkan efisiensi nitrogen, sehingga pemanfaatan pupuk nitrogen menjadi lebih optimal; Meningkatkan ketahanan terhadap stres, baik stres abiotik maupun biotik; Memperkuat aroma dan rasa tanaman, terutama pada tanaman hortikultura seperti bawang dan sayuran daun.

“Dengan peran vital tersebut, ketersediaan sulfur dalam tanah perlu dijaga, baik melalui pemupukan yang tepat maupun pengelolaan lahan yang baik,'” tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hilirisasi sulfur tidak hanya bermanfaat bagi kemajuan pertanian di Indonesia, tapi juga mendorong kemandirian industri kimia nasional. Sulfur dioptimalkan Petrokimia Gresik sebagai bahan baku pembuatan gypsum dan purified gypsum yang mendukung industri semen.

Sulfur juga diolah Petrokimia Gresik untuk mendukung pengembangan produk kimia bernilai tambah Methyl Ester Sulfonate (MES) sebagai surfaktan hijau untuk industri minyak dan gas (migas), serta deterjen. Sulfur juga menjadi bahan baku Dissodium Sulphate yang digunakan dalam industri kertas, tekstil, dan pulp.

Dikatakan Dwi Satriyo, Petrokimia Gresik menjadi pelopor dalam produksi green surfactant berbasis MES, yang ramah lingkungan dan mendukung hilirisasi berbasis sulfur. Proses ini menunjukkan bagaimana sulfur, yang tampak sederhana, menghubungkan sektor pertanian dan industri secara strategis.

“Petrokimia Gresik berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan sulfur. Komitmen ini menjadi dukungan nyata Petrokimia Gresik dalam mewujudkan kemajuan pertanian Indonesia dan juga kemandirian industri nasional,” pungkasnya. (yad) 

Dwi Satriyo Annurogo : Petrokimia Gresik Dukung Hilirisasi Sulfur untuk Kemandirian Industri Kimia Selengkapnya