Berkebaya, Bawaslu dan KPI Gresik Gelar Apel Hari Kesaktian Pancasila di Pulau Cisiu

GRESIK,1minute.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) bersama Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Gresik menggelar Apel Pemantau Pemilu memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Apel yang mengusung tema “Kesaktian Perempuan sebagai Pemantau Pemilu di Akar Rumput Menuju Zero Money Politik dalam Mewujudkan Pemilu yang Bersih dan Berwibawa” ini pusatkan Hutan Mangrove, Pulau Cisiu, Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. 

Peserta apel semua perempuan dan memakai kebaya. Ratusan anggota KPI Gresik yang berasal dari kelompok disabilitas, istri nelayan, lansia, petani, lansia hingga perempuan lintas profesi sangat antusias dalam apel Hari Kesaktian Pancasila ini.

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen perempuan dalam mengawal proses demokrasi, khususnya dalam pencegahan praktik politik uang yang berpotensi merusak integritas pemilu. Rofaatul Hidayah, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Gresik menegaskan pentingnya peran perempuan di akar rumput sebagai garda terdepan pengawasan partisipatif.

“Perempuan memiliki kesaktian dalam menjaga nilai kejujuran dan integritas. Dengan keterlibatan aktif perempuan, kita berharap lahirnya pemilu yang lebih bersih, bermartabat, dan bebas dari praktik politik uang,” ujar Rofaatul.

Melalui apel ini, KPI Gresik bersama Bawaslu berkomitmen memperkuat kolaborasi untuk mendorong pengawasan partisipatif yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga cita-cita pemilu yang jujur, adil, dan berwibawa dapat terwujud. (yad)

Berkebaya, Bawaslu dan KPI Gresik Gelar Apel Hari Kesaktian Pancasila di Pulau Cisiu Selengkapnya

Riyanto, Pameran Aksara di Perpusnas Jakarta, Pajang Kaligrafi Walisongo Transportation Padukan AI

GRESIK,1minute.id – Muhammad Riyanto mengikuti pameran di Gedung Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan No.11 Jakarta Pusat. Pameran yang diikuti pelukis kaligrafi tinggal di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini untuk memperingati Hari Aksara International. 

Karya Riyanto terpajang di pameran  bertemakan “AKSARA Contemporary Art Exhibition by Jakarta Illustration Visual Art” ini, setelah lolos kurasi. Tidak banyak pelukis yang bisa memamerkan karya ajang yang berlangsung mulai digelar 15 sampai Selasa, 30 September 2025 ini. Selain Riyanto yang alumnus Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Al-slamiyah asuhan KH. Muhammad Bashori Mansyur, Tambak Osowilangun, Surabaya ini. Ada sejumlah pelukis lainnya. Antara lain, Ghanyleo; Jono Sugiartono; Syais Paindow ; Firmina Mikael; dan Natasha Laksmana.

“Ini pameran skala Nasional Saya, mas!” kata Riyanto melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 30 September 2025. Dalam pmeran ini, pernah belajar kaligrafi di KH.M Faiz Abdur Razaq, Khattat International dari Bangil itu memamerkan karya berjudul “Walisongo Transportation”.  Karya Riyanto pun menjadi magnet bagi penggemar kaligrafi nasional maupun pengunjung lainnya. 

Sebab, karya Riyanto, selain memadukan teknik kaligrafi dengan imajinasi Out of the Box, yakni mengintegrasikan moda transportasi darat dan laut penyebar Agama Islam di Indonesia dengan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI). Dalam video yang diterima 1minute.id berdurasi 1 menit, 3 detik itu, terlihat ada kapal pesiar, kereta api bawah tanah, mobil dan perahu serta para peziarah yang selalu bergerak ke makam-makam Waliyullah itu. 

“Masih menggunakan AI, mas! Jadi bisa gerak lukisannya,” ujar Riyanto yang pernah menjadi dewan juri cabang Khat di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur di Jember 2025 ini.  Riyanto, seniman lukis kaligrafi yang sedang naik daun.

Beberapa karyanya pernah dipamerkan di beberapa negara. Sejumlah lukisan Riyanto telah dikoleksi sejumlah tokoh di Indonesia. Diantaranya, lukisan berjudul Ikan Bandeng menjadi koleksi Presiden Joko Widodo. Ada juga yang dikoleksi mantan ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj, KH.Afifudin Dimyati, putra KH.Dimyati Romli sekaligus pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Peterongan Jombang dan KH. Muammar ZA, qori International dari Indonesia. Riyanto mengaku belajar kaligrafi dari Ustadz Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan tersebut. (yad)

Riyanto, Pameran Aksara di Perpusnas Jakarta, Pajang Kaligrafi Walisongo Transportation Padukan AI Selengkapnya

Dua Siswa asal Gresik Sabet Medali Perunggu OSN 2025 di Jakarta, Fadhil Bidang IPS & Fikri, Bidang Matematika 

GRESIK,1minute.id- Dua pelajar Gresik berhasil merebut medali Perunggu di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025. Dua siswa berotak encer itu, adalah Fadhil Hisyam, siswa Kelas VIII UPT SMP Negeri 1 Gresik. Fadhil meraih perunggu untuk bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Di bidang matematika,  perunggu diraih oleh Muhammad Fikri Rahmansyah, siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) Gresik Kota Baru (GKB).

OSN yang berlangsung di Jakarta pada 21–27 September 2025 itu diikuti ribuan pelajar terbaik dari seluruh Indonesia. Setelah melalui seleksi berlapis mulai dari sekolah, kabupaten hingga provinsi. Fadhil dan Fikri, terpilih mewakili Jawa Timur. Keduanya pun sukses menembus panggung nasional. 

Fikri, sapaan, Muhammad Fikri Rahmansyah dikenal jago matematika sejak sekolah dasar. Bagi sebagian besar, matematika adalah momok. Namun, Fikri  Matematika bagaikan “sarapan” setiap harinya. 

Pada final OSN yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 21-27 September 2025, Fikri “melahap” semua materi dengan lancar.

“Materi geometri menjadi tantangan terberat, tetapi Alhamdulillah bisa dilalui berkat latihan intensif setiap hari,” ujar Fikri dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Senin, 30 September 2025.

Guru pembimbingnya, Khotimatul Khusna, menceritakan bahwa Fikri berlatih sekitar lima jam per hari menjelang lomba. “Ketekunannya luar biasa. Fikri tidak mudah menyerah meski menghadapi soal-soal yang sulit,” ungkapnya.

Kerja keras dan ketekunan dalam belajar akhirnya berbuah manis. Keberhasilan Fikri membawa pulang medali Perunggu  disambut penuh rasa syukur oleh Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto. “Prestasi Fikri bukan hanya kebanggaan sekolah, tetapi juga mengharumkan nama Gresik. Semoga menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi,” tuturnya.

Selain medali perunggu, Fikri juga menerima uang pembinaan sebesar Rp 5 juta dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Bagi Spemdalas, pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, pembinaan yang konsisten, dan doa dapat membawa hasil gemilang. Harapannya, Fikri dan siswa-siswa lain terus menorehkan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Melansir dari laman Pusat Prestasi Nasional, Kemendikdasmen OSN 2025 terbagi menjadi tiga bidang studi, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Matematika. Untuk bidang IPA diikuti sebanyak 2.332 siswa ; IPS 2.236 siswa dan Bidang Matematika 2.331 siswa. (yad)

Dua Siswa asal Gresik Sabet Medali Perunggu OSN 2025 di Jakarta, Fadhil Bidang IPS & Fikri, Bidang Matematika  Selengkapnya

INTHERVAL, Inovasi Insan Petrokimia Gresika Bisa Optimalkan Gas Buang Pabrik jadi Energi Alternatif 

GRESIK,1minute.id – Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melalui inovasi “INTHERVAL” (Integrated Thermal Valorization System for Fuel Recovery in Process Boilers) berhasil mengubah gas buang pabrik menjadi sumber energi alternatif. 

Inovasi inipun mendapatkan penghargaan Rintisan Teknologi (Rintek) untuk kategori Teknologi Proses Industri Manufaktur dari Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, sebagai industri yang memiliki 36 pabrik tentu tidak bisa terlepas dari dampak lingkungan. Inovasi INTHERVAL merupakan solusi untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari pabrik di Petrokimia Gresik dan sekaligus mengubahnya menjadi produk bernilai tambah.

“Teknologi hijau ini juga menjadi komitmen perusahaan untuk menunjang suksesnya program Pemerintah Net Zero Emission (NZE) yang dipercepat di tahun 2050,” demikian disampaikan Daconi saat di Gresik, Jawa Timur pada Senin, 29 September 2025.

Ia menjelaskan, melalui inovasi INTHERVAL, perusahaan mampu mengonversi gas buangan pabrik menjadi bahan bakar proses boiler. Selama ini, gas sisa yang masih mengandung komponen bernilai kalor tinggi dibuang tanpa pemanfaatan lebih lanjut.

Daconi mencontohkan, gas buangan yang mengandung hidrogen dan metana, sebelumnya dibuang sebagai limbah, sekarang bisa digunakan kembali sebagai sumber energi. Melalui penerapan inovasi ini, energy losses yang sebelumnya mencapai 5.340 Millions of British Thermal Units (MMBTU) setiap bulan berhasil ditekan menjadi hanya 51 MMBTU per bulan, mencatatkan pengurangan sebesar 99 persen dari pemborosan energi.

“Optimalisasi gas buangan ini dilakukan pada Package Boiler dan Waste Heat Boiler, menjadikan limbah sebagai energi alternatif. Inovasi ini mampu memberi nilai tambah pada limbah, menghemat biaya energi, serta menekan dampak lingkungan dan mengurangi energy losses,” ujar Daconi.

Ia pun memastikan inovasi efisiensi energi yang serupa akan diimplementasikan di unit lain di Petrokimia Gresik. Dengan demikian, manfaat yang didapatkan dari inovasi ini semakin besar lagi dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Daconi juga memastikan siap berkolaborasi dengan sektor industri lain untuk pemanfaatan limbah menjadi energi.

“Inovasi INTHERVAL menjadi bukti kepeloporan Petrokimia Gresik dalam inovasi berkelanjutan untuk mewujudkan swasembada pangan nasional sesuai cita-cita Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita,” pungkas Daconi.

Sementara itu, penghargaan Rintek merupakan bentuk konkret dukungan Pemerintah kepada pelaku industri untuk meningkatkan penguasaan teknologi, termasuk dalam teknologi industri berbasis lingkungan. Adapun peningkatan teknologi industri akan membuat industri nasional mampu bersaing di pasar dalam negeri maupun internasional. (yad)

INTHERVAL, Inovasi Insan Petrokimia Gresika Bisa Optimalkan Gas Buang Pabrik jadi Energi Alternatif  Selengkapnya

Dua Film Karya Sineas Gresik Movie Diputar di IWAFF Australia

GRESIK,1minute.id – Dua film karya Gresik Movie diputar di hadapan publik Australia Barat melalui rangkaian Indonesia – Western Australia Film Festival (IWAFF) 2025. Dua film pendek yang di sutradarai oleh Irvan Akbar itu berjudul “Gemintang” dan “Salah Melihat Jalan Surga”.

Dua film itu resmi diputar pada Sabtu, 27 September 2025 ini menjadi wadah penting untuk mempertemukan film pendek Jawa Timur dengan penonton internasional, sekaligus memperluas ruang apresiasi terhadap sinema Indonesia.

IWAFF merupakan agenda tahunan yang lahir pada 2024 atas kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan mitra di Australia Barat. Tujuannya adalah mempromosikan budaya dan bahasa Indonesia lewat medium film pendek, sekaligus mempererat hubungan Sister State/Province antara Jawa Timur dan Australia Barat.

Pada 2025, IWAFF diselenggarakan di dua lokasi bergengsi: Luna on SX Fremantle (berkolaborasi dengan Totally Lit Fremantle Festival) pada 27 September – 1 Oktober 2025, serta The Backlot Perth pada 2 – 4 Oktober 2025. Sebanyak 33 film pendek karya sineas Jawa Timur ditayangkan, hasil kurasi Pemerintah Daerah serta Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memfasilitasi keberangkatan lima komunitas film, yaitu Gresik Movie ; Raya Media Creative ; Boomcraft Production, Sinema Mbatu Adem ; dan Paringart Cinema.

Bagi Gresik Movie, kesempatan tampil di IWAFF bukan hanya tentang pemutaran film, tetapi juga tentang mengabarkan geliat perfilman Gresik ke dunia internasional. “Festival adalah titik temu antara film dan penonton. Melalui IWAFF 2025, publik Australia Barat, khususnya Perth, dapat melihat wajah Jawa Timur dalam kemasan sinema dengan beragam visual dan gagasan,” ungkap Irfan Akbar, sutradara Gemintang yang turut hadir di Perth.

Selain Gemintang dan Salah Melihat Jalan Surga, Film Gresik yang lain juga diputar dalam IWAFF 2025, seperti Cahaya produksi Nyala Jingga, serta Jelajah Senja, Aura, dan Pemuda Utara yang Merawat Cahaya dengan Cinta produksi Fonemik. Kehadiran karya-karya ini menegaskan bahwa Gresik menjadi salah satu simpul penting dalam ekosistem perfilman Jawa Timur.

Lebih dari sekadar tontonan, IWAFF adalah panggung diplomasi budaya. Film-film yang diputar tidak hanya memperkenalkan cerita lokal, tetapi juga membuka ruang dialog lintas negara tentang identitas, bahasa, dan tradisi. “Pendistribusian film pendek ke luar negeri bukan hanya mengenalkan potensi lokal, tetapi juga menjadi medium diplomasi. Semoga ke depan semakin banyak film dari Gresik yang menemukan penontonnya hingga ke mancanegara,” tutup Irfan Akbar.

Seperti diberitakan sebelumnya, film Gemintang berdurasi 12 menit pernah diputar perdana dengan 20 film pendek berbahasa daerah lainnya di Jogjakarta pada Minggu, 29 November 2020 malam. 

Pemutaran film berdurasi 12 menit itu sekaligus launching Festif kerjabareng dengan JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival). Film tersebut masuk dalam fasilitas Ide Sinema Kreatif (Festif) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) 2020.

Film Gemintang menceritakan tentang dua orang anak yang mendapat tugas dari gurunya untuk menggambar bintang. Namun kesulitan sebab ketika ingin melihat bentuknya, langit di Gresik sedang dirundung mendung saat malam. Film ini diperankan oleh M. Baidlowie Azhari (sebagai Budi) dan Qaireen Khansa P. (Sebagai Kejora). (yad)

Dua Film Karya Sineas Gresik Movie Diputar di IWAFF Australia Selengkapnya

Perdana, 969 Siswa UPT SMP Negeri 1 Gresik Menikmati Program MBG 

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 1 Gresik bisa menikmati menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 29 September 2025. MGB kali pertama sejak program nasional itu digulirkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif hadir langsung pelaksanaan perdana program MBG. Dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto serta Kabid Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Dinas Pendidikan Gresik A. Syifaul Qulub. 

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik (Spensagres) Beri Avita Prasetiya serta seluruh siswa mulai kelas VIII sampai IX yang berjumlah 969 anak. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyatakan, bahwa program MBG merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. “Pemerintah daerah mendukung penuh program ini. Kami berharap, dengan adanya makanan bergizi setiap hari di sekolah, siswa dapat belajar lebih fokus, semangat, dan tentunya lebih sehat,” ujar dokter Alif. 

Untuk mendukung kelancaran distribusi MBG, Pemkab Gresik telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas mengawasi pelaksanaan di sekolah-sekolah penerima manfaat. “Sepuluh hari lalu kami sudah membentuk tim Satgas. Kami minta sekolah dan dapur MBG menjalin komunikasi yang baik, agar makanan bisa langsung di konsumsi siswa saat tiba di sekolah. Tidak boleh ada penundaan,” tegasnya.

Zahra, siswa kelas IX mengaku senang dengan adanya program ini. “Senang bisa dapat makan gratis. Jadi bisa menghemat uang jajan,” ungkapnya singkat. Dengan dimulainya program MBG di SMP Negeri 1 Gresik, diharapkan sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Gresik segera menyusul. Pemerintah daerah menargetkan agar manfaat program ini dapat dirasakan secara merata oleh seluruh pelajar di Indonesia.  (yad)

Perdana, 969 Siswa UPT SMP Negeri 1 Gresik Menikmati Program MBG  Selengkapnya

Gubes UINSA Surabaya Apresiasi Karya Muhammad Riyanto, Dewan Hakim Cabang Khat MTQ XXXI Jember 

GRESIK,1minute.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur di Jember telah berakhir. Kafilah Kabupaten Gresik meraih juara umum dalam perhelatan dua tahunan yang ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jatim Adhy Karyono itu.

Pada MTQ tahun ini dipusatkan di Gelora Olah Raga Pusat Kegiatan Pemuda Seni dan Olah Raga (PKPSO) Jember ini, untuk kali pertama di Indonesia diadakan Pameran Seni Kaligrafi Al-Quran Dewan Hakim MTQ XXXI Jember. Tokoh masyarakat, ulama, akademisi dan masyarakat penggemar Kaligrafi pun memberikan apresiasi. 

MTQ XXXI Jember ini pun memberikan kesan mendalam bagi kafilah maupun dewan hakim yang akan sulit terlupakan. Kafilah Gresik, misalnya. Setelah sewindu paceklik juara, di MTQ XXXI Jawa Timur bisa merebut juara umum. Prestasi yang membanggakan bagi Kafilah dan masyarakat di Kota Santri, sebutan lain,  Kabupaten Gresik. 

Sedang bagi dewan hakim, di MTQ XXXI Jawa Timur di Jember ini untuk kali pertama Dewan Hakim bisa mengekspresikan karya hebat mereka dihadapan para Kafilah yang berasal dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Serta, para pencinta seni kaligrafi di Indonesia.

Dewan Hakim MTQ XXXI Jawa Timur yang memamerkan adikarya mereka, antara lain, Shahryanshah,  Khattat dari Turki ; KH. Misbahul Munir ; Gus Imron Fathoni ; Anwar Syamsudin ; Lukman Hakim ; dan Midzhar Ahsan . Kemudian, Muhammad Sholahuddin ; K. Muh Khafidz ; A. Ma’ruf Zulfa ; Nur Fadilah ; K.H. Syamsul Huda, Dewan Pengawas ; Gus Robert Nasrulla, Dewan Hakim Musabaqah Khattil Quran (MKQ) Nasional serta Muhammad Riyanto.

Muhammad Riyanto, salah satu anggota Dewan Hakim Cabang Khat di MTQ XXXI Jember 2025 yang tinggal di Gresik, yang ikut dalam pameran “Karya Seni Kaligrafi Alquran Dewan Hakim MTQ XXXI Jawa Timur” Jember ini. 

“Pameran terapresiasi dengan bagus mas! Karena semua dewan hakim mengikuti Pameran Seni Kaligrafi Alquran bisa menghadirkan karya-karya yang memang belum pernah dihadirkan. Dan ini event pertama kali mugkin di Indonesia event MTQ bersamaan dengan pameran karya dewan hakimnya,” kata Riyanto melalui pesan WhatsApp pada Ahad, 21 September 2025.

PAMERAN KALIGRAFI ALQURAN ,: Pelukis kaligrafi juga Dewan Hakim Cabang Khat MTQ XXXI Jatim Muhammad Riyanto (kanan) bersama KH. Misbahul Munir di depan karya Shahryanshah, khattah dari Turki (Foto: Muhammad Riyanto untuk 1minute.id)

Karya kaligrafi yang ditampilkan oleh para dewan hakim , antara lain, kaligrafi model naskah, dekoratif, kontemporer. Kemudian, Digital, Mushaf, Lukisan dan Kontemporer 3D. “Model kaligrafi lukisan dan Kontemporer 3D, ada karya Diwani Jali Musalsal karya Shahryanshah dari Turki dan Saya,” kata pelukis kaligrafi yang alumnus Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Al-Islamiyah asuhan KH Muhammad Bashori Mansyur, Tambak Osowilangun, Surabaya ini.

Karya luar biasa dari dewan hakim Cabang Khat ini, mendapatkan apresiasi dari para tokohyang menyempatkan menikmati pameran kaligrafi di event MTQ XXXI Jawa Timur di Jember yang berlangsung mulai 13 September 2025 itu, diantaranya, Prof. Dr. KH. Zahro, Ketua Dewan Hakim MTQ XXXI di Jember ; Prof. Dr.H. Abdul Kadir Riyadi; KH.Zawawi Imron ; KH.Syamsul Huda ; KH Abdul Chamid Abdullah Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jatim. Serta, DR. KH. A. Mustain Syafi’ie, Pengasuh Ponpes MQ Tebuireng, Jombang.

Dalam sebuah unggahan video yang diterima 1minute.id dari Riyanto, Kiai A. Mustain Syafi’ie, bersyukur bisa melihat keindahan karya kaligrafi dari dewan hakim dengan indah menulis Alquran. “Jamalah , bisa mengekspresikan jamalah kalamullah sekaligus mengekspresikan Allah itu sendiri. Jadi sampeyan ini berindah-indah lewat kaligrafi sampeyan, itu kaligrafinya Gusti Allah. Tidak sama dengan yang lain. Meski ada goresan pena, spesial kalamullah. Mudah-mudahan Allah meridhahi yang bagus. Katanya Gusti Allah itu indah dan menyukai yang indah. Dan, sampeyan mengambil yang indah dari khat sampeyan,” ujar Kiai A. Mustain Syafi’ie dalam video berdurasi 1 menit, 01 detik itu.

Prof. Dr. Abdul Kadir Riyadi, Guru Besar Bidang Ilmu Filsafat Tasawuf dari Universitas Islam Sunan Ampel (UINSA) Surabaya juga memberikan apresiasi karya Riyanto dan anggota dewan hakim lainnya di MTQ XXXI Jawa Timur di Jember ini.

Apresiasi dari tokoh akademisi dan ulama ini membuat, Riyanto, seniman kaligrafi yang belajar kaligrafi dari KH.M. Faiz Abdur Razaq, Khattat International dari Bangil ini untuk terus belajar dan menghadirkan karya seni kaligrafi yang terbaik untuk masyarakat.

“Pameran seni kaligrafi karya Dewan Hakim MTQ ini di MTQ nasional belum pernah ada,” tegas Riyanto yang karya banyak di koleksi tokoh penting di Indonesia ini, seperti Presiden ketujuh Indonesia Joko Widodo ; mantan ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj, KH.Afifudin Dimyati, putra KH.Dimyati Romli sekaligus pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Peterongan Jombang dan KH. Muammar ZA, qori International dari Indonesia ini. (yad)

Gubes UINSA Surabaya Apresiasi Karya Muhammad Riyanto, Dewan Hakim Cabang Khat MTQ XXXI Jember  Selengkapnya

Lagi, FKIP UMG Berikan Pendampingan Literasi & Numerasi Pembelajaran Mendalam Guru SMP di Kabupaten Gresik 

GRESIK,1minute.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Pendampingan Literasi dan Numerasi berbasis Pembelajaran Mendalam bagi sekolah menengah di Kabupaten Gresik. 

Program ini berlangsung dari Agustus hingga November 2025 dan menyasar beberapa sekolah dengan capaian literasi dan numerasi yang masih perlu ditingkatkan, sekaligus memperkuat kompetensi guru dan membangun budaya belajar yang inovatif.

Kegiatan pendampingan dilakukan oleh tim pengabdi yang terdiri dari Dekan FKIP UMG Dr. Nur Fauziyah, Wakil Rektor I UMG Dr. Slamet Asari dan Ketua Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Nirwanto Ma’ruf dibantu dua mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika, Achmad Syauqi Al Munawwir dan Muhammad Muchlisin. 

Tim ini membimbing guru-guru dari sekolah sasaran melalui workshop, pelatihan, dan implementasi lesson study secara bertahap. Guru dibimbing menyusun modul ajar yang menguatkan literasi dan numerasi, mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata siswa, serta memanfaatkan sumber belajar yang beragam. 

Selain itu, program ini juga mendorong kolaborasi antara sekolah, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan perguruan tinggi, sehingga tercipta jejaring pembelajaran yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, guru tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis tentang literasi, numerasi, dan pembelajaran mendalam, tetapi juga praktik langsung dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual. Pelaksanaan lesson study memberikan kesempatan bagi guru untuk melakukan refleksi bersama, berbagi pengalaman, serta memperbaiki strategi pembelajaran secara kolaboratif.

Dr. Nur Fauziyah menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran mendalam bagi siswa. “Pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Guru juga dibimbing untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa,” ujarnya.

Selain meningkatkan kompetensi guru, program ini membangun komunitas belajar yang solid. Guru terbiasa merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara kolegial, sehingga praktik berbagi pengalaman dan praktik baik dapat terus berlangsung bahkan setelah program selesai.

Program ini juga menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan dasar dan menengah secara praktis. Melalui pendampingan berkelanjutan, FKIP UMG membantu sekolah mengembangkan strategi penguatan literasi dan numerasi yang efektif, sekaligus membentuk budaya kolaboratif di kalangan guru dan staf sekolah.

FKIP UMG berharap model pendampingan ini dapat direplikasi di sekolah menengah lain, baik di Gresik maupun wilayah lain di Indonesia. Dengan penguatan kapasitas guru, pengembangan komunitas belajar, dan kolaborasi berkelanjutan, kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik diharapkan meningkat,. (yad)

Lagi, FKIP UMG Berikan Pendampingan Literasi & Numerasi Pembelajaran Mendalam Guru SMP di Kabupaten Gresik  Selengkapnya

Kafilah Gresik Sabet Juara Umum MTQ XXXI Jatim, Ungguli Sidoarjo dan Tuan Rumah Jember

GRESIK,1minute.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur resmi ditutup pada Sabtu malam, 19 September 2025. Kabupaten Gresik meraih juara umum. Kafilah Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik memperoleh 132 poin.

Poin itu mengungguli Kabupaten Sidoarjo (113 poin) dan tuan rumah Jember (97 poin). Dalam perhelatan yang diikuti 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur ini, Gresik tampil dengan kekuatan 85 orang yang terdiri dari 56 peserta utama, 12 pembina, 7 pendamping, dan 10 official. Mereka turun di berbagai cabang, mulai dari Tilawah, Hifzh, Tafsir, Fahm, Syarhil, Khath, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Capaian ini merupakan bukti nyata bahwa Kabupaten Gresik adalah gudang hafiz di Jawa Timur. “Alhamdulillah, kemenangan ini adalah buah dari kerja keras peserta, pembina, dan doa masyarakat Gresik. Juara umum ini bukan hanya soal piala, melainkan bukti bahwa Gresik tetap menjadi gudang kafilah Qur’ani di Jawa Timur,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani yang hadir di acara penutupan tersebut. 

Raihan juara umum tahun ini melanjutkan tradisi panjang Gresik dalam ajang MTQ Jawa Timur. Kali terakhir, kafilah Gresik merebut juara umum pada 2017. Sebelumnya, 2013 dan 2025.  Pada 2021, prestasi kafilah Gresik sempat turun ke posisi empat dan 2023 raih prestasi perseorangan. Setelah satu windu, Kabupaten Gresik sukses menjadi juara umum. 

Fandi Akhmad Yani menegaskan, prestasi ini akan menjadi dorongan bagi Pemkab Gresik untuk terus memperluas pembinaan Qur’ani sejak dini. “Kami ingin generasi muda Gresik tumbuh dengan cinta Al-Qur’an dan siap berprestasi tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga di tingkat nasional,” tegas suami Nurul Haromaini Ali ini. (yad)

Kafilah Gresik Sabet Juara Umum MTQ XXXI Jatim, Ungguli Sidoarjo dan Tuan Rumah Jember Selengkapnya

7 Langkah Dapat di Ambil Pemkot dan Pemprov Jatim dalam Mendampingi Masyarakat Pesisir Penolak SWL

oleh : Ali Yusa*

PEMERINTAH  Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memegang peran krusial dalam menanggapi aspirasi masyarakat pesisir yang menolak proyek Surabaya Waterfront Land (SWL). 

Alih-alih mengabaikan dan cenderung lepas tangan, seharusnya  beberapa langkah strategis Pemkot  Surabaya dan Pemprov Jatim dapat  mendampingi masyarakat dalam menyuarakan penolakan mereka, serta mencari solusi yang lebih berkelanjutan. Pendekatan ini harus berlandaskan pada prinsip pembangunan partisipatif dan keadilan lingkungan dengan merujuk pada  SDG’s dan Total Economic Value, ke tujuh langkah tersebut adalah.

1. Inisiasi Dialog Multistakeholder

Langkah awal yang paling efektif adalah menginisiasi dialog yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (multistakeholder), termasuk perwakilan masyarakat pesisir, akademisi, organisasi lingkungan, pihak swasta, dan tentunya pemerintah daerah sendiri. Dialog ini bukan sekadar forum komunikasi, melainkan wahana untuk berbagi informasi secara transparan dan membangun pemahaman bersama. 

Pemerintah bisa memfasilitasi pertemuan rutin untuk mendengarkan langsung kekhawatiran masyarakat, seperti hilangnya mata pencaharian, kerusakan ekosistem, dan dislokasi sosial. Dengan begitu, pemerintah akan memiliki gambaran utuh tentang dampak negatif proyek ini dari perspektif yang paling terdampak dan bukan berasal dari developer (pengembang).

2. Penyusunan Kajian Dampak Independen

Pemerintah perlu memfasilitasi dan menggunakan hasil kajian dampak lingkungan (Amdal) yang independen dan kredibel. Seringkali, kajian Amdal yang disiapkan oleh pihak pengembang cenderung bias dan tidak mencerminkan dampak riil di lapangan. Pemerintah bisa bekerja sama dengan universitas lokal atau lembaga penelitian independen untuk melakukan kajian ulang yang komprehensif mengenai dampak ekologis dan sosial-ekonomi proyek SWL. 

Kajian ini harus mencakup analisis nilai ekonomi total (Total Economic Value – TEV) dari ekosistem pesisir yang ada, termasuk nilai jasa lingkungan (Ecosystem Services) seperti perlindungan pantai dan penyediaan habitat perikanan. Data ilmiah yang kuat dari kajian ini dapat menjadi bukti tak terbantahkan untuk meyakinkan pemerintah bahwa manfaat ekonomi jangka pendek proyek tidak sebanding dengan kerugian jangka panjangnya.

Sayangnya Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim tidak ada upaya meski sudah mengetahui dukungan yang datang terhadap penolakan ini semakin gencar dan restu penolakan dari Komisi IV DPR RI sudah ada.

3. Memperkuat Kerangka Hukum dan Regulasi

Pemerintah Kota dan Provinsi harus meninjau kembali izin-izin yang telah diterbitkan untuk proyek SWL, khususnya yang terkait dengan zonasi dan tata ruang. Jika ditemukan ketidaksesuaian atau pelanggaran, pemerintah harus berani mencabut izin tersebut. Hal ini sejalan dengan prinsip good governance dan penegakan hukum yang adil. 

Selain itu, pemerintah dapat mengadopsi regulasi yang lebih ketat untuk perlindungan kawasan pesisir yang bernilai ekologis tinggi, seperti mangrove dan padang lamun. Langkah ini akan memberikan dasar hukum yang kuat bagi penolakan proyek serupa di masa depan dan menunjukkan komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan. Terlebih proyek SWL ini sudah tidak masuk ke Proyek Strategis Nasional (PSN) di era Presiden Prabowo Presiden.

4. Optimalisasi Peran Dinas Terkait

Dinas terkait, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Sosial, harus diaktifkan untuk menjadi pendamping teknis dan advokat bagi masyarakat pesisir. Dinas Kelautan dan Perikanan, misalnya, bisa menyediakan data perikanan tangkap yang valid dan menunjukkan ketergantungan nelayan pada ekosistem pesisir. 

Dinas Lingkungan Hidup dapat menyajikan data tentang kualitas air dan kesehatan ekosistem mangrove. Sementara itu, Dinas Sosial dapat mengkaji dampak sosial dan potensi konflik yang muncul akibat proyek ini. Kolaborasi antardinas ini akan menciptakan sinergi yang kuat dalam mendukung argumen masyarakat, sangat di sayangkan lagi lagi Pemkot Surabaya dan Pemprov Jawa Timur hingga kini masih diam.

5. Memanfaatkan Dukungan Komisi IV DPR RI

Pemerintah daerah harus proaktif menindaklanjuti rekomendasi dari Komisi IV DPR RI yang telah menyetujui penolakan masyarakat. Dukungan dari lembaga legislatif pusat ini merupakan modal politik yang sangat besar. Pemerintah bisa mengadakan pertemuan bersama dengan Komisi IV DPR RI untuk membahas langkah-langkah konkret yang harus diambil. Tindakan ini tidak hanya menunjukkan responsivitas pemerintah terhadap aspirasi publik, tetapi juga memanfaatkan momentum politik yang ada untuk menekan pihak-pihak yang berkepentingan.

6. Edukasi Publik dan Peningkatan Kesadaran

Pemerintah dapat “berperan aktif dalam mengedukasi Masyarakat” tentang pentingnya ekosistem pesisir. Kampanye publik yang menjelaskan nilai-nilai ekologis dan ekonomi non-pasar dari mangrove dan padang lamun dapat mengubah persepsi masyarakat dari “lahan kosong” menjadi “aset berharga.” 

Peningkatan kesadaran publik ini akan membangun dukungan yang lebih luas untuk penolakan proyek SWL dan memperkuat posisi tawar masyarakat pesisir, karena ini bukan hanya persoalan Masyarakat pesisir namun persoalan warga kota Surabaya dan Masyarakat Jawa Timur. Hal ini juga dapat menciptakan tekanan sosial bagi pemerintah untuk mengambil tindakan tegas.

7. Mencari Alternatif Pembangunan Berkelanjutan

Daripada hanya fokus pada penolakan, pemerintah harus juga mencari dan menawarkan alternatif pembangunan yang lebih berkelanjutan. Contohnya, pengembangan pariwisata berbasis ekowisata di kawasan mangrove atau pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan dengan nilai tambah produk olahan laut. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak anti-pembangunan, tetapi pro-pembangunan yang ramah lingkungan dan inklusif.

Menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of Cleaner Production, pendekatan ini telah terbukti efektif dalam mempromosikan pembangunan ekonomi lokal tanpa mengorbankan lingkungan.

Kesimpulan

Peran aktif Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat dibutuhkan untuk mendampingi masyarakat pesisir dalam menolak proyek Surabaya Waterfront Land. Dengan menginisiasi dialog, melakukan kajian independen, menegakkan regulasi, mengoptimalkan peran dinas, memanfaatkan dukungan politik, dan mencari alternatif pembangunan, pemerintah dapat menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Langkah-langkah ini tidak hanya akan melindungi hak-hak masyarakat dan lingkungan, tetapi juga akan memperkuat kredibilitas pemerintah di mata publik. (*)

(Mahasiswa Program Doktoral FPIK Univ Brawijaya, Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia Jawa Timur)

7 Langkah Dapat di Ambil Pemkot dan Pemprov Jatim dalam Mendampingi Masyarakat Pesisir Penolak SWL Selengkapnya