Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan 

GRESIK,1minute.id – Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf bersama Wamensos Agus Jabo Priyono meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik yang berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Gus Ipul, sapaan akrab, Syaifullah Yusuf disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Mereka kemudian meninjau ruang kelas, kamar asrama, ruang guru hingga ruang makan siswa. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kunjungan Mensos dan Wamensos ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan inisiatif pendidikan ini dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Menurutnya, program ini bertujuan menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan, dari keluarga desil 1.

“Meski persiapannya hanya dilakukan dalam waktu enam bulan, namun kami yakin program ini akan sukses. Pemkab Gresik telah melakukan pendekatan bonding antara guru, kepala sekolah, dan seluruh pihak terkait, mengingat banyak tenaga pendidik yang baru pertama kali bergabung SRMA,” terang magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Ia menjelaskan pemilihan Sidayu didasari pertimbangan efektivitas. Sebelumnya, fasilitas di wilayah tersebut dinilai kurang optimal karena berdekatan dengan SMP Negeri lain. Kemudian dilakukan pengelompokan, siswa SMPN 30 Gresik diarahkan ke SMPN 6 Gresik, sehingga fasilitas di SMPN 30 bisa dimanfaatkan untuk sekolah rakyat. 

“Informasi ini kami sampaikan ke Kementerian Sosial, dan alhamdulillah mendapat respon positif. Mudah mudahan SRMA 37 Gresik menjadi model pendidikan inklusif yang mampu memberi kesempatan lebih luas bagi generasi muda dari keluarga tidak mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik,” harap Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani. 

Mensos Syaifullah Yusuf  menyampaikan, SRMA 37 Gresik merupakan salah satu dari banyak Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Selain itu diperlukan persiapan matang agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan optimal. 

Salah satu aspek krusial dalam persiapan ini adalah survei lahan. Kementerian menargetkan lahan minimal 5 hektar untuk setiap sekolah, dengan rekomendasi ideal 6 hektar agar dapat menampung hingga 1.000 siswa serta fasilitas asrama dan perumahan guru “Lahan yang luas sangat penting untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana yang memadai,” kata Gus Ipul, sapaan, Syaifullah Yusuf. 

Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat memiliki tiga tujuan, yaitu percepatan pengentasan kemiskinan, memuliakan wong cilik, serta memberikan harapan kepada warga miskin dan miskin ekstrem.” Anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang setara dengan anak-anak lain,” ujarnya. 

Gus Ipul menyebut, Sekolah Rakyat menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi emas 2045 dari anak-anak kurang mampu. Menurutnya, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo untuk pemerataan pendidikan dari keluarga miskin bisa melanjutkan di Sekolah Rakyat.

Kehadiran program Sekolah Rakyat, lanjut gus Ipul, diharapkan dapat mencetak generasi emas yang berkualitas dengan memiliki pendidikan yang baik. Sehingga dapat memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, Sekolah Rakyat ada tiga kunci gagasan Presiden Prabowo, yakni pertama memuliakan wong cilik atau memuliakan kaum dhuafa yang kurang beruntung dan belum tercover proses pembangunan.

Kedua, kata Mensos, menjangkau yang belum terjangkau dengan banyaknya saudara yang belum dan tidak sekolah serta berpotensi putus sekolah. Diperkirakan anak usia sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA sekitar 3 juta anak lebih tidak sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah.

“Karena itu, Sekolah Rakyat dapat menjangkau yang belum terjangkau bagi anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah,” ujar Mensos Syaifullah Yusuf.

Pihaknya juga mengatakan kunci ketiga Sekolah Rakyat, yakni memungkinkan yang tidak mungkin karena banyak anak putus harapan, karena tak menyadari orang tuanya tak mampu menyekolahkan anaknya. Dengan Sekolah Rakyat tentu memberikan harapan dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang baik.

“Untuk itu, memungkinkan yang tidak mungkin bagi anak-anak bisa diterima di Sekolah Rakyat,” jelasnya. Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat di Gresik, Mensos Syaifullah Yusuf menyempatkan berdialog langsung dengan guru, siswa, serta wali asrama Sekolah Rakyat.

Dalam forum terbuka ini, para siswa dan guru diberi kesempatan menyampaikan cerita dan harapan mereka. SRMA 37 Gresik oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin pada Senin, 4 Agustus 2025. Peresmian menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) di SRMA 37 Gresik Boarding School. 

Gus Ipul menambahkan, untuk mengetahui fisik dan mental siswa akan diadakan rutin cek kesehatan gratis. Selain itu ada pemberdayaan untuk orang tua siswa seperti modal usaha atau kursus usaha hingga tempat tinggal melalui program bedah rumah. “Program seperti Sekolah Rakyat dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi fokus dalam upaya pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (yad)

Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan  Selengkapnya

Stand Up Paddle Jatim Mendominasi di Fornas VIII 2025, Ali Yusa : Olahraga SUP Potensi Dongkrak PAD Rp 2 Triliun 

LOMBOK,1minute.id – Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII 2025  di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat telah berakhir.  Provinsi Jawa Timur menunjukkan dominasinya di cabang olahraga Stand Up Paddle (SUP) dengan rebut  2 Medali Emas ; 3 Medali Perak dan 4 Medali Perunggu.

Keberhasilan ini memperkuat posisi Jawa Timur sebagai provinsi unggulan dalam olahraga air rekreasi. Tak hanya unggul dalam jumlah medali, namun juga dalam konsistensi performa para atlet di berbagai kategori, dari junior hingga open.

“Ini adalah hasil dari latihan, semangat, dan kerja keras seluruh tim. Kami bangga bisa membawa pulang prestasi ini untuk Jawa Timur,” ujar manager kontingen Jawa Timur Ali Yusa kepada 1minute.id pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Dengan pencapaian ini, ia berujar Jawa Timur resmi menjadi Juara Umum Stand Up Paddle di Fornas VIII 2025, sekaligus membawa harapan baru untuk pengembangan olahraga air di wilayah timur Indonesia.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU Olahraga) telah membuka peluang bagi pengembangan olahraga di Indonesia, termasuk Stand Up Paddle (SUP). Olahraga ini tidak hanya meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi baru melalui pariwisata olahraga dan industri pendukungnya. 

Dengan memanfaatkan potensi alam Indonesia yang kaya akan pantai dan danau, SUP dapat menjadi salah satu kegiatan yang mendukung pembangunan ekonomi lokal dan nasional.

Pengembangan SUP juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti Tujuan ke-3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), Tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan ke-14 (Hidup di Bawah Air). “Melalui SUP, masyarakat dapat menikmati aktivitas fisik yang menyenangkan sambil melestarikan lingkungan alam. Selain itu, SUP juga dapat menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan air,” kata Dewan Pendidikan Jawa Timur itu.

Pengembangan SUP tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan pelestarian lingkungan.”Saya melihat pemprov kurang bijak dalam melaksanakan amanah uu ini, terlebih pada potensi olah raga SUP ini yang secara potensi ekonomi bisa mendongkrak PAD Jatim hingga Rp 2 triliun,” kata lelaki yang sedang menyelesaikan program doktoral ini. (yad) 

Berikut Perolehan Medali Jawa Timur:

1. Medali Emas 

• Alexandria Sarashinta Setyaning Adi — Adventure Junior Putri

 • Fakhriya Laksana Jayyida — Challenge Junior Putri

 • Fakhriya Laksana Jayyida — Adventure Junior Putri 

2. Medali Perak

 • Fakhriya Laksana Jayyida — Adventure Junior Putri (medali ini ditetapkan untuk Alexandria, sementara Fakhriya perak)

 • Ernida Apta Lailatus Syifa — Adventure Open Putri

 • Ernida Apta Lailatus Syifa — Challenge Open Putri

3. Medali Perunggu 

 • Tazahira Fuad — Adventure Junior Putri

 • Tazahira Fuad — Challenge Junior Putri

 • Francisca Ali Norwi — Adventure Open Putri

 • Francisca Ali Norwi — Challenge Open Putri. 

Stand Up Paddle Jatim Mendominasi di Fornas VIII 2025, Ali Yusa : Olahraga SUP Potensi Dongkrak PAD Rp 2 Triliun  Selengkapnya

Empat Pelajar Gresik Berjaya di Ajang Matematika Internasional di Singapura, Arfan, Siswa MI Nurul Ulum Raih Medali Perak 

GRESIK,1minute.id – Empat pelajar sekolah dasar asal Gresik mengharamkan nama Indonesia dikancah internasional. Mereka berhasil membawa medali di ajang 21th IMC International Mathematics Contest 2025 di Singapura. 

Empat bocah brilian itu, adalah Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi, meraih Medali Perak ; Aransha Hafizh Firmansyah (Medali Perak) ; Davina Azqiara Pramesti (Medali Perunggu) dan Usaid Abdurrahman Nasrullah (Merit Award). Mereka berasal dari sekolah berbeda, antara lain, MI Nurul Ulum, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, ; SD IT Al Ibrah dan SD Muhammadiyah Manyar.

IMC adalah ajang kompetesi anak-anak berotak encer dalam bidang matematika yang digelar sejak 2005. Ada ratusan lembaga atau institusi pendidikan di seluruh dunia yang ambil bagian dalam event tahunan bermarkas di Singapura itu. Ratusan lembaga pendidikan atau sekolah diantaranya, Singapore Tourism Board (STB) – Education Services Division ;  National University Singapore (NUS) High School of Mathematics and Science ; Jetwings Institution ;  ISS International School of Singapore ; Sekolah Olimpiade Matematika Hong Kong ; Klinik Pendidikan MIPA (Indonesia). 

Berikutnya, Persatuan Pelatih Matematika (Filipina) ; Sekolah Kota Montessori India ;  Asosiasi Komunikasi Matematika Internasional (Taiwan) ; Sistem Olimpiade Matematika E (Malaysia) ; Asosiasi Identifikasi Matematika Internasional (Selatan Korea), Akademi Pratabong (Thailand), Simbol Matematika (Iran) dan lainnya. 

Untuk bisa lolos di ajang ini, mereka harus menjalani seleksi ketat. Didik Wahyudi, ayah Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi menceritakan seleksi dilakukan secara berjenjang mulai tingkat sekolah atau Kabupaten, Provinsi hingga nasional. Indonesia mengirimkan 110 anak diajang bergengsi itu. 

“Mereka yang terbaik di tingkat nasional yang bisa mewakili Indonesia di ajang tersebut,” terang Wahyudi ketika dikonfirmasi 1minute.id pada Selasa, 5 Agustus 2025. Seleksi berjenjang membutuhkan waktu yang lama. “Anak Saya (Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi) waktu ikut kompetisi itu masih kelas 2. Sekarang naik di kelas 3,” terangnya.

Dalam final kompetisi Matematika, peserta harus menjawab 18 soal dalam kurun waktu 90 menit. Arfan Bocil, sapaan, Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi berhasil menjawab 17 soal. “Soal yang diberikan sangat sulit. Arfan yang sering ikut kompetisi baru sekali itu menemukan soal begitu sulit,” kata Wahyudi menirukan  ucapan anaknya itu. 

Karena itu, Arfan hanya menargetkan bisa bisa meraih perunggu. ‘Medali Perunggu saja sudah senang. Tapi, Arfan bisa meraih medali perak. Bangga!,” katanya.  Siapa Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi yang biasa disapa Arfan Bocil ? 

Arfan adalah anak nomor 2 dari 3 bersaudara pasangan Didik Wahyudi dan Lilik Muafiyah. Arfan, siswa kelas III MI Nurul Ulum, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Bocah berotak encer dan jago matematika ini langganan juara kelas di sekolah. 

Didik Wahyudi menceritakan, Arfan senang matematika sejak sebelum masuk sekolah dasar. “Di TK, Arfan sudah hafal perkalian. Ngelontok,” ujarnya sambil tersenyum. Bila  sebagian anak-anak pelajar matematika adalah momok. Arfan sebaliknya. Matematika adalah bagai makanan setiap harinya. “Setiap hari Arfan belajar matematika, meski hanya satu jam. Liburan pun tetap belajar matematika,” katanya.  

Hebatnya lagi, Arfan tidak mendatangkan guru khusus matematika. “Saya yang ngajarinya,” ujarnya. Kerja keras Arfan dengan bimbingan langsung orang tua akhirnya bisa mengharumkan nama orang tua, sekolah, Gresik dan Indonesia. 

Arfan bukan satu-satunya anak berotak encer yang jago matematika di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Arfan bsgaikan fonomena gunung es. Terbukti, tiga pelajar Gresik lainnya, juga bisa meraih prestasi gemilang di ajang internasional itu. (yad)

Empat Pelajar Gresik Berjaya di Ajang Matematika Internasional di Singapura, Arfan, Siswa MI Nurul Ulum Raih Medali Perak  Selengkapnya

KBM SRMA 37 Gresik Dimulai, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sambut Siswa di Gerbang  Sekolah

GRESIK,1minute.id – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik resmi di mulai hari ini, Senin, 4 Agustus 2025. Seluruh siswa, sebanyak 75 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel) diantar oleh orang tua, kepala desa tempat tinggal siswa masing-masing. Serta didampingi Camat. Para orang membawa bekal baju ganti untuk anak mereka. 

Siswa SRMA 37 Gresik menempati gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik yang telah dilakukan revitalisasi. Mulai ruang kelas, guru, kantin, laboratorium hingga asrama. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin menyambut kedatangan siswa di depan gerbang sekolah berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

SRMA adalah program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memutus rantai kemiskinan. SRMA berkonsep boarding school. Siswa menginap di asrama gratis. Semua kebutuhan mereka seperti, makan sehari 3 kali, seragam sekolah,  pelengkapan sekolah hingga laptop disiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial. 

Siswa yang bisa sekolah di SRMA ini, berasal dari desil 1dan 2 atau kelompok rumah tangga miskin dan rentan miskin. Dengan pendidikan yang mereka tempuh diharapkan bisa memutus mata rantai kemiskinan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mempersiapkan sekolah ini dalam waktu enam bulan. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar, antara lain, Ruang Guru untuk penguatan akademik siswa, terutama dalam bidang Matematika dan Bahasa Inggris.

Selain, dua bidang studi tersebut, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani berharap siswa juga bisa mahir di bahasa arab. Sehingga kelak, mereka bisa melanjutkan kuliah di universitas ternama, Al Azhar, Kairo, antara lain. “Kami ingin lulusan Sekolah Rakyat bisa tembus universitas ternama, baik nasional maupun internasional,” ujar magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

LAUNCHING: (kiri-kanan) Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin dan Kepala SRMA 37 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta dalam acara launching SRMA 37 Gresik pada Senin, 4 Agustus 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ia pun menitipkan pesan kepada orang tua siswa agar tidak sering menjenguk anak mereka agar memberi ruang kemandirian. “Jangan satu minggu sekali dijenguk. Bagaimana kalau tiga bulan sekali. Biarkan mereka tumbuh mandiri di sekolah ini,” kata Gus Yani. 

Ia pun memberikan motivasi kepada semua siswa untuk mengejar cita-cita dari sekolah rakyat. “Wujudkan cita-cita mulai dari sini,” haramnya.

Bupati Fandi Akhmad Yani juga  menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden RI, atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gresik untuk mengimplementasikan program Sekolah Rakyat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden karena Gresik ditunjuk untuk bisa mengimplementasikan Sekolah Rakyat. Kami melihat Sekolah Rakyat ini merupakan cara efektif untuk memuliakan masyarakat prasejahtera. Tujuannya untuk memutus rantai kemiskinan pada keluarga prasejahtera,” ujar Bupati Yani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin mengatakan, sekolah rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan memuliakan wong cilik. Selain itu, hadirnya sekolah rakyat untuk menjangkau yang tidak terjangkau. “Sekolah rakyat ini dengan respon yang luar biasa dari Pak Bupati Gresik anak-anak yang tadinya tidak mampu atau tidak bisa mendapatkan akses pembentukan hari ini bisa terjadi ini luar biasa,” katanya. 

SRMA 37 Gresik diharapkan mewujudkan mimpi anak-anak bisa terwujud. Saat menyapa siswa di kelas mereka, siswa mulai berani mengungkapkan cita-cita. Mereka ada bercita-cita menjadi arsitektur, guru, polisi , tentara hingga pengusaha muda. “Tiga lagi, Saya akan menjemput adik-adik yang luar biasa ini,” tegasnya. 

Agus Zainal Arifin pun memberikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mewujudkan komitmen pendidikan inklusif. “Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Gresik yang bersungguh-sungguh dalam menyukseskan Sekolah Rakyat. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga keberpihakan sosial yang nyata,” ungkapnya.

Seluruh infrastruktur penunjang pendidikan dan asrama telah siap ditempati. Gedung, sarana belajar, kamar asrama, fasilitas MCK, hingga dapur umum disiapkan dalam waktu enam bulan, dengan pengawasan langsung dari Pemkab Gresik. Tidak hanya itu, para siswa akan mendapatkan dukungan penuh fasilitas dan bantuan dari Kementerian Sosial, sebagai bagian dari jaminan kesejahteraan pendidikan.

Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta, menjelaskan bahwa para guru akan menjalani proses matrikulasi selama 2-3 bulan. Ini untuk mempersiapkan pendekatan belajar yang adaptif.

“Selama masa awal, siswa akan mengikuti program pengenalan yang menyenangkan dengan tema seperti perundungan dan anti intoleransi, agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan asrama,” jelas Rangga.

Selama dua minggu ke depan, siswa SRMA 37 Gresik akan menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Masa MPLS ini diharapkan seluruh siswa berjumlah 75 anak terbagi dalam tiga rombongan belajar bisa mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah, guru dan yang lainnya.  

Sementara itu, Saadah, salah satu orang tua siswa bersyukur anaknya bisa masuk SRMA 37 Gresik. “Saya sangat senang. Sekolah bagus. Dan, semua biaya pendidikan juga gratis,” ujar orang tua dari siswa bernama Novita asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun ini. (yad)

KBM SRMA 37 Gresik Dimulai, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sambut Siswa di Gerbang  Sekolah Selengkapnya

Aksi Solidaritas Palestina Menggema di Pondok Pesantren Refah Islami 

GRESIK,1minute.id – Suara Farhat memecah kesunyian. Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Refah Islami itu melakukan “Teaterikal Free Palestine”, dengan membacakan puisi yang membuat wali santri trenyuh.

Di depan wali santri, ia seakan membakar semangat untuk peduli Palestina.”Tak ada nilai kemerdekaan di negara Indonesia ini tanpa kepedulian dan perjuangan kita untuk Kemerdekaan Palestina,” kata Ananda Farhat dalam puisinya pada Ahad, 3 Agustus 2025.

Ustadz Miqdar Qur’any, Lc. menceritakan penderitaan warga Palestina yang seakan tidak pernah terhenti. “Yang hanya ada dua pilihan, mati sekarang atau mati perlahan karena kelaparan,” katanya. 

Dengan nada bergetar, ia mengetuk hati  para wali santri untuk tergerak peduli dan berinfaq, bersedekah untuk Palestina. “Jika kita masih belum tergerak hati kita untuk peduli dengan berinfaq untuk saudara kita di Palestina, maka apakah kita masih bisa disebut manusia?” ujarnya dengan nada tanya.

Diikuti seluruh wali santri berinfaq, bersedekah yang terbanyak dan terbaik untuk Palestina. Para santri dan seluruh warga Refah Islami bersemangat bersedekah untuk Palestina. Diakhiri dengan lantunan lagu “We will not go done”. Aksi peduli Palestina itu, terkumpul dana sebesar Rp. 37.079.000 yang langsung diserahkan kepada Dompet Qur’an untuk disampaikan kepada warga Palestina. 

“Kami sampaikan jazaakumullah khairan kepada seluruh ustadz/ustadzah, santri dan wali santri Pesantren Refah Islami atas kepeduliannya kepada saudara kita di Palestina,” ucap Mudir Pondok Pesantren Refah Islami KH. Farid Dhofir. (yad)

Aksi Solidaritas Palestina Menggema di Pondok Pesantren Refah Islami  Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Genap 66 Tahun, HUT Dirayakan Sederhana, Karangan Bunga diganti Ucapan Video

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) genap berusia 66 tahun pada 1 Agustus 2025. Spendagres berdiri 1 Agustus 1959. Meski digelar sederhana acara tetap meraih dan khitmad.

Untuk merayakan ulang tahun sekolah itu ratusan siswa di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik masuk lebih bagi, yakni pukul 06.00 WIB. Guru dan tenaga pendidik (tendik) memakai busana muslim bernuansa putih. Sedangkan, siswa muslim berbusana muslim warna bebas. Mereka tidak lupa membawa bekal makan dan minuman wadah tumbler dari rumah mereka masing-masing. 

Badal Subuh, siswa kelas tahfid mulai membaca ayat suci Alquran atau Khotmil Quran kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk kesuksesan sekolah, guru, siswa dan alumninya 

Doa bersama dilakukan secara lesehan dengan menggelar tikar di halaman sekolah dan dilanjutkan dengan success story alias cerita inspirasi dari para alumni, antara lain, Muhammad Ainul Yaqin, alumni 2005 kini menjadi anggota DPRD Gresik dan Cici, seorang pengusaha. 

Alumni merasa bangga dan kagum kepada almamaternya. Prestasi sekolah antara lain, sekolah zero waste, Kandidat sekolah Rujukan Google (KSRG), Kantin Halal, dan Eco Green School. Kantin Halal dan SKRG, adalah pioner di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Saya takjub dengan Spenda sangat pesat perkembangan nya baik pembelajaran dan teknologi yang ada serta banyak inovasi,” kata Ainul Yaqin.

Kepada UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, ulang tahun digelar sederhana untuk efisiensi dan edukasi bahwa Ultah tidak harus pesta. ” Tahun ini ucapan karangan bunga diminimalisir diganti dengan ucapan lewat video karena sekolah zero waste bebas sampah dari karangan bunga,” kata Mohammad Salim. 

Ia melanjutkan, untuk makan bersama, semua siswa berjumlah 765 anak membawa bekal yang dibawa dari rumah sebagai aksi bergizi sehat yang digagas bersama Puskesmas Alun-alun Gresik. 

Sejarah SMP Negeri 2 Gresik

Melansir dari berbagai sumber, SMP Negeri 2 Gresik berdiri pada 1 Agustus 1959. Awalnya sekolah berasa di Jalan KH.Kholil Gresik ini merupakan bagian dari Holland Indische School (HIS) pada masa penjajahan Belanda. Kemudian, menjadi SMP Negeri 1 Gresik setelah Kemerdekaan. 

SMP Negeri 1 Gresik kemudian pindah menempati gedung baru di  Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. Bangunan bekas SMP Negeri 1 Gresik menjadi SMP Negeri 2 Gresik. Dalam pengamatan wartawan 1minute.id , gedung utama Spendagres masih mempertahankan arsitektur Kolonial Belanda. Ciri khasnya, antara lain, pintu dan jendela berukuran besar. Plafon gedung juga tinggi sehingga terasa adem. 

Gedung arsitektur Kolonial Belanda tersebut difungsikan sebagai ruang kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Genap 66 Tahun, HUT Dirayakan Sederhana, Karangan Bunga diganti Ucapan Video Selengkapnya

Green Team SMABOM Studi Tiru  Kantin Halal dan Zero Waste ke UPT SMP Negeri 2 Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak lima guru SMA Negeri 1 Kebomas (SMABOM) melakukan studi tiru ke UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Rabu, 30 Juli 2025. Lima guru tergabung Green Team SMABOM itu belajar tentang  Kantin Halal dan Zero Waste yang diterapkan di sekolah berada berlokasi di Jalan KH. Kholil, Gresik. 

Kantin Halal di Spenda adalah pioner di lembaga pendidikan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik karena telah mengatongi sertifikat halal dikeluarkan oleh Komite Fatwa Produk Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Kementerian Agama (Kemenag) itu tertanggal 20 Juni 2023. Selain sertifikat halal, kantin sekolah juga telah mengantongi nomor induk berusaha (NIB).Sedangkan, Zero Waste telah diterapkan di sekolah penyandang Adiwiyata tersebut. 

Rombongan Green Team SMABOM yang dipimpin oleh M.Alil Himah, guru Sarana dan Prasarana disambut oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim. Dalam ruang pertemuan, mendapatkan pemaparan sekolah bersih dan kantin halal dari Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda.

“Kami terharu, karena SMABOM melakukan studi tiru ke sekolah kami. SMABOM bermitra dengan Spenda,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 30 Juli 2025. Dalam studi tiru ini, Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda menjlentrehkan bagaimana sekolah membiasakan siswa dan guru untuk mengurangi sampah di kantin dengan menerapkan praktik pengelolaan sampah yang efektif.

Beberapa langkah yang dilakukan oleh Spenda, antara lain, Mengurangi Penggunaan Plastik sekali pakai dengan mengganti peralatan makan sekali pakai dengan alternatif ramah lingkungan, seperti wadah makanan stainless steel atau botol minum reusable.

Berikutnya, Mengelola Sampah dengan memisahkan  sampah organik dan anorganik, dan siapkan tempat sampah terpisah di kantin. Sampah organik dapat diolah menjadi biogas atau kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang. Langkah berikutnya,  Menerapkan Sistem Pengembalian Wadah yakni siswa dapat mengambil makanan dalam wadah khusus dan mengembalikannya ke kantin setelah selesai makan.

Menggunakan Wadah Makanan yang Dapat Digunakan Berulang*: Kantin dapat menyediakan makanan dalam wadah besar dan siswa dapat membawa wadah mereka sendiri untuk mengambil makanan.

Berikutnya, Menghemat Energi dan Air yakni memasang poster edukatif tentang pentingnya menghemat energi dan air, serta matikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan.

“Program Zero Waste Kantin di UPT SMP Negeri 2 Gresik, di mana kantin sekolah telah menerapkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan Meniadakan penggunaan plastik sekali pakai. Mereka juga menyediakan air minum sehat dan menggalakkan siswa untuk membawa botol minum sendiri,” terang Salim. (yad)

Green Team SMABOM Studi Tiru  Kantin Halal dan Zero Waste ke UPT SMP Negeri 2 Gresik  Selengkapnya

Bupati Gresik Gedung Sekolah Rakyat Gresik Memenuhi Standar dan Siap Beroperasi

GRESIK,1minute.id – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Gresik dijadwalkan dimulai awal Agustus 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa gedung Sekolah Rakyat (SR) Gresik telah memenuhi standar dan siap beroperasi. 

“Pengecekan kelengkapan ini penting untuk memastikan semua fasilitas dan kebutuhan siswa telah siap sebelum mereka menempati asrama. Ini menjadi bagian dari persiapan untuk dimulainya kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani saat meninjau progres renovasi gedung eks UPT SMPN 30 Gresik yang bakal digunakan untuk SR Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu pada Selasa, 29 Juli 2025. 

Ia menyatakan bahwa kesiapan fisik bangunan SR tersebut sangat layak dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, seluruh fasilitas telah dipersiapkan dengan baik, termasuk pembagian ruang kelas dan asrama bagi siswa laki-laki dan perempuan demi meningkatkan kenyamanan.

“Dari ruang kelas, semua komponen seperti bangku, meja, papan tulis, dan kipas angin sudah lengkap. Selain itu, asrama putra maupun putri masing-masing telah dilengkapi fasilitas tempat tidur, kamar mandi, toilet, serta jemuran dalam kondisi baik dan bersih,” terangnya.

Selain aspek akademik, mantan Ketua DPRD Gresik itu, juga menyiapkan kegiatan non-akademik untuk siswa Sekolah Rakyat. Ini dilakukan guna memberikan pendidikan yang lebih holistik bagi siswa, termasuk pengembangan keterampilan hidup dan karakter, agar dapat mencetak lulusan yang unggul dan bertalenta.

“Untuk menunjang itu semua, Pemkab Gresik nantinya juga menyediakan bimbingan belajar (bimbel) bahasa asing, matematika, atau pelajaran lainnya. Selain itu, kami akan melibatkan guru ngaji setempat untuk mendorong anak-anak menjadi tahfidz Al-Qur’an, juga pelatih olahraga bagi siswa yang bercita-cita masuk TNI dan Polri, hingga menyediakan kelas seni dan musik,” beber magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Ia melanjutkan, saat ini Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik siap menampung 75 siswa kelas X SMA dalam tiga rombongan belajar (rombel), khususnya anak-anak dari keluarga prasejahtera kategori Desil 1. Pemkab Gresik, ujarnya, akan terus mengawal Sekolah Rakyat yang merupakan program prioritas Presiden kedelapan Indonesia Prabowo Subianto. Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian Sosial, dan Kementerian PUPR atas dukungan dan kepercayaan kepada Pemkab Gresik. Ini akan menjadi harapan baru bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas,” tandasnya. Dalam peninjauan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi  Wakil Bupati Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

 Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto, Plt Kepala Dinas Kominfo Johar Gunawan, Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh, Forkopimcam Sidayu, serta Kepala Sekolah, Pengawas, dan Guru Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik. (yad)

Bupati Gresik Gedung Sekolah Rakyat Gresik Memenuhi Standar dan Siap Beroperasi Selengkapnya

Petrokimia Gresik Berikan Beasiswa Petani Muda, Daconi Khotob : Pertanian Memiliki Masa Depan yang Cerah

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia membagikan beasiswa Petani Muda kepada 50 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan rumpun pertanian. Setiap siswa mendapatkan beasiswa Rp 6 juta. 

Penerima beasiswa khusus siswa kelas XII itu berasal dari 28 lembaga pendidikan memiliki akreditasi A di Jawa Timur. Mereka adalah perwakilan pelajar berprestasi yang dikirim oleh pihak sekolah, dan telah melewati proses seleksi yang terdiri dari seleksi administrasi, penulisan esai, dan ujian kemampuan dasar secara daring. Setiap peserta menerima uang pendidikan sebesar Rp 500.000 per bulan selama setahun, atau total Rp 6 juta.

Menurut Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan jumlah petani. “Dengan memberikan stimulus kepada generasi muda, paling tidak memotivasi mereka bahwa pertanian itu memiliki masa depan yang cerah,” ujarnya.

Beasiswa ini merupakan program rutin yang dijalankan perusahaan selama empat tahun terakhir. Total ada 200 beasiswa yang disalurkan sejak program ini diinisiasi tahun 2022. Beasiswa ini disalurkan dalam rangka meningkatkan minat anak muda pada bidang agripreneur dan pertanian modern. “Program ini sekaligus strategi Petrokimia Gresik dalam mendukung Pemerintah untuk regenerasi petani di tanah air dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional berkelanjutan,” kata Daconi.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  memberikan apresiasi atas program Beasiswa Petani Muda yang disalurkan untuk pelajar SMK pertanian. “Kaderisasi merupakan kunci kemajuan negara, termasuk sektor pertanian. Kita terus mendorong adanyanya program beasiswa ini untuk menjadikan pertanian semakin maju dan modern untuk produktivitas semakin optimal,” ujarnya saat menghadiri Petro Agrifood Expo 2025. 

PAE 2025 di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik digelar selama tiga hari, mulai Jumat 25 Juli 2025 hingga Minggu, 27 Juli 2025. Petik buah dan sayuran kegiatan ini paling ditunggu-tunggu masyarakat Gresik dan sekitarnya di gelar pada Minggu, 27 Juli 2025. (yad)

Petrokimia Gresik Berikan Beasiswa Petani Muda, Daconi Khotob : Pertanian Memiliki Masa Depan yang Cerah Selengkapnya

Petro Agrifood Expo, Sensasi Petik Buah dan Sayuran di Kota Santri, Magnet bagi Generasi Muda

GRESIK,1minute.id – Ribuan buah melon di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik itu ludes dalam waktu 30 menit. Buah berwarna kuning keemasan yang ranum itu menjadi buruan warga di ajang Petro Agrifood Expo (PAE) 2025 yang berakhir pada Ahad, 27 Juli 2025. PAE berlangsung mulai Jumat, 25 Juli 2025. Saking antusiasnya sehingga panitia membatasi setiap warga maksimal bisa membeli dua buah melon. Orang tua, remaja hingga anak-anak pun merasakan sensasi yang berbeda. Mereka senang bisa menikmati buah segar dari hasil memetik sendiri di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Bagi Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, PAE menjadi media bagi perusahaan dalam memberikan customer experience untuk masyarakat melalui petik buah dan sayuran, sehingga menjadi magnet bagi generasi muda untuk turut mengembangkan sektor pertanian.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa, PAE merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) perusahaan yang tiap tahunnya ditunggu-tunggu masyarakat, begitu juga di momen HUT Ke-53 Petrokimia tahun ini. Pengunjung tidak hanya bisa berbelanja produk unggulan pertanian tapi bisa memperoleh customer experience di bidang pertanian.

PETIK BUAH : Pengunjung memetik melon di PAE 2025 Buncob Petrokimia Gresik pada Minggu, 27 Juli 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Pengunjung paling favorit mengikuti agenda petik buah melon dan aneka sayuran yang ada di Buncob. Selain itu juga berbelanja hasil pertanian unggulan dan produk olahannya di stan bazar yang disediakan. Kegiatan ini sangat jarang ditemukan di wilayah perkotaan seperti di Gresik,” ujar Daconi.pada Minggu, 27 Juli 2025.

PAE diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkenalkan hasil-hasil kegiatan riset yang telah dilakukan Petrokimia Gresik kepada masyarakat Gresik dan petani. Kegiatan riset di Petrokimia Gresik meliputi inovasi dan pengembangan varian jenis pupuk anorganik, organik, hayati, dan teknologi pertanian maupun sektor agribisnis.

Dalam tiga hari PAE, Petrokimia Gresik membuka kesempatan bagi masyarakat Gresik untuk mengenal Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Grup serta perkembangan dunia pertanian. Ada sebanyak 57 stan bazar meramaikan kegiatan ini, terdiri dari Pupuk Indonesia Group, perusahaan swasta yang bergerak di bidang agribisnis, produk unggulan dari petani binaan Petrokimia Gresik, Dinas Pertanian, dan entitas Petrokimia Gresik Group.

“Semua negara pasti memiliki kebutuhan pangan. Teknologi semaju apapun, pangan menjadi dasar. Mudah-mudahan PAE mengedukasi masyarakat, sehingga ke depannya pertanian kita semakin maju lagi,” ujar Daconi. Dengan terselenggaranya kegiatan PAE ini, tambah Daconi, diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi para praktisi dunia pertanian, baik di hulu, on farm, maupun hilir. “Kami juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi ajang pertukaran informasi tentang teknologi dalam bidang pertanian, dan agrifood pada umumnya,” tandas Daconi.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut baik PAE ini. Dan kegiatan ini paling ditunggu-tunggu masyarakat Gresik. Ia juga memberikan apresiasi atas program Beasiswa Petani Muda yang disalurkan untuk pelajar SMK pertanian. “Kaderisasi merupakan kunci kemajuan negara, termasuk sektor pertanian. Kita terus mendorong adanyanya program beasiswa ini untuk menjadikan pertanian semakin maju dan modern untuk produktivitas semakin optimal,” ujarnya saat menghadiri PAE.

Bagaimana antusiasme warga di PAE 2025? Marfuah terlihat begitu semangat memanen sayuran. Bagi nenek 82 tahun asal Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik itu memanen sayuran dan buah-buahan di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik suatu pengalaman baru yang menyenangkan.

Sekitar pukul 06.00 WIB, nenek Marfuah bersama anak, menantu dan cucu pintu masuk PAE tahun ini. Marfuah, satu dari ratusan warga di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik dan warga Kabupaten lain, antara lain, Lamongan, Surabaya, Mojokerto dan Sidoarjo yang “menyerbu” penutupan PAE 2025. “Baru sekali ini bisa ikut petik buah dan sayuran. Remen! (Senang), ” kata Marfuah di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik di event Petrokimia Agri Food (PAE) pada Minggu, 27 Juli 2025. (yad)

Petro Agrifood Expo, Sensasi Petik Buah dan Sayuran di Kota Santri, Magnet bagi Generasi Muda Selengkapnya