Pertama di Gresik, UPT SMP Negeri 2 Gresik Raih SKK Paripurna Nasional 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik meraih predikat Sekolah Siaga Kependudukan (SKK) Paripurna. Sekolah yang berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik ini, menjadi pioner untuk satuan pendidikan jenjang SMP di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang mendapatkan predikat tertinggi yang disematkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), dulu bernama, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu.

Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah satuan pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga ke dalam mata pelajaran atau kurikulum, ekstrakurikuler serta budaya sekolah. Program ini bertujuan membentuk generasi muda yang sadar isu kependudukan, berperilaku sehat dan berencana sejak dini.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menceritakan, pihaknya bersama tim SKK sekolah melakukan studi tiru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik. Selanjutnya, melakukan workshop penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Terintegrasi SSK. 

“Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KBPPPA) Gresik, kami ikut asesmen monitoring dan evaluasi SSK. Alhamdulillah berkat kerja keras TIM sekolah kita meraih predikat paripurna,” ujar Salim melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 3 Februari 2026.

Implementasi yang telah dilakukan oleh Spenda Gresik adalah mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam materi pembelajaran. Di Spenda Gresik, kegiatan yang dilakukan, antara lain, pelatihan, seminar dan workshop tentang isu kependudukan bagi Guru, TU dan murid ; Kegiatan ekstrakurikuler, Duta Genre, Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) yakni sudut baca yang terkait dengan isu kependudukan dan proyek komunitas yang berfokus pada sekolah Aman Nyaman dan Menyenangkan.

“Dengan demikian, SSK dapat membantu murid menjadi warga negara yang peduli dan bertanggung jawab terhadap isu kependudukan,” ujar Salim. Data yang didapat wartawan  1minute.id ,  ada tiga satuan pendidikan di Kabupaten Gresik yang masuk kategori SKK Paripurna. Tiga sekolah itu, adalah SMA Negeri 1 Kedamean; MAN 1 Gresik dan UPT SMP Negeri 2 Gresik. “Insya Allah di Hari Kependudukan piagam akan diterimakan,” kata Salim. Hari Kependudukan Nasional biasanya diperingati bersamaan dengan Hari Populasi Sedunia yang diperingati setiap 11 Juli. (yad)

Pertama di Gresik, UPT SMP Negeri 2 Gresik Raih SKK Paripurna Nasional  Selengkapnya

Tradisi Jelang HPN, PWI Gresik Kolaborasi Lintas Sektor Lakukan Penghijauan di Bantaran Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik melakukan penanaman ratusan pohon produktif di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Senin, 2 Februari 2026. Aksi nyata pelestarian lingkungan hasil kolaborasi lintas sektor dari instansi pemerintah dan perusahaan di Kota Industri, sebutan lain, KabupatenGresik.

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono mengatakan, kegiatan penanaman pohon bertajuk “Satu Pohon Sejuta Manfaat” ini rutin digelar PWI Gresik setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Pihaknya berkomitmen menjadi bagian dari solusi konkret dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan.

Pada kegiatan tahun ini, sebanyak 400 pohon produktif ditanam. Terdiri dari mangga, nangka, jambu air, jambu kristal, dan alpukat. Pemilihan pohon produktif tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat mitigasi bencana alam di kawasan rawan banjir, tetapi juga sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah.

“Penanaman pohon ini menjadi agenda rutin PWI Gresik setiap tahun, sebagai rangkaian peringatan Hari Pers Nasional dan HUT PWI. Tidak hanya menulis saja, kita juga turut andil dalam langkah kecil menjaga lingkungan. Mudah-mudahan bermanfaat untuk lingkungan,” kata Deni.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak. PWI Gresik menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh, antara lain Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Kecamatan Cerme, Desa Jono.

Juga kepada.manajemen perusahaan, PT Freeport Indonesia, SKK Migas Jabanusa, PGN Saka, Petronas, Prima Energi Baweran, PT Smelting, Bank Jatim, PT Petrokimia Gresik, PT Indospring Tbk, PT PLN Nusantara Power UP Gresik, PT Cargill Indonesia, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT BKMS/JIIPE Gresik, serta Aston Gresik.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, langkah nyata PWI Gresik ini selaras dengan program prioritas pemerintah daerah dalam Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam penanggulangan banjir Kali Lamong sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Tentu yang pertama, kami menyampaikan apresiasi atas inisiasi penanaman pohon yang rutin dilakukan PWI Gresik setiap tahun. Tahun lalu di Ngargosari, sebelumnya di daerah lain juga. Artinya PWI Gresik istiqomah, mendukung kesinambungan dalam menjaga lingkungan dengan penanaman pohon. Setiap pohon yang ditanam akan men-support oksigen di Gresik,” tandasnya.

Washil menyebut, 5 ribu hektar di wilayah perkotaan sudah menjadi kawasan industri. Untuk itu, penanaman pohon ini menjadi sangat penting untuk mendukung kebutuhan oksigen bagi Kota Gresik. “Sekali lagi saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PWI Gresik, perusahaan dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Jono Asrun menyampaikan terima kasih karena penanaman pohon PWI Gresik tahun 2026 ini dipusatkan di Desa Jono. Daerah yang berada di bantaran Sungai Kali Lamong dan berada di bayang-bayang banjir setiap tahun.

“Untuk diketahui, 3/4 wilayah kami dikelilingi Kali Lamong. Dengan adanya penanaman pohon ini, mudah-mudahan bermanfaat khususnya untuk penguatan tanggul Desa Jono, meminimalisir tanggul jebol akibat luapan Kali Lamong,” tukas Asrun.

Asrun bercerita, tanggul Desa Jono pernah jebol dan mengakibatkan permukiman warga tergenang 2 minggu. “Itu bukan waktu yang sebentar, efeknya banyak. Warga banyak yang sakit dan mobilitas terganggu,” tandasnya. “Untuk itu, saya atas nama warga Desa Jono menghaturkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak dalam penanaman pohon di desa kami,” sambung Asrun memungkasi.

Acara penanaman pohon dihadiri Wakapolres Gresik Kompol Sabdha Purusha, Kasdim 0817 Mayor Inf. Siari, Forkopimcam Cerme, PKDI Cerme, dan perwakilan dari perusahaan-perusahaan. Hal ini menunjukkan aksi nyata penghijauan lingkungan berbasis kolaborasi.

Mengutip Meta AI, sebatang pohon dapat menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis, yang menggunakan energi dari sinar matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.

Jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebatang pohon dapat bervariasi tergantung pada jenis pohon, ukuran, dan kondisi lingkungan. Namun, berikut adalah beberapa perkiraan tentang jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon:

– Sebatang pohon yang berusia 1 tahun dapat menghasilkan sekitar 10-20 kilogram oksigen per tahun.

– Sebatang pohon yang berusia 10 tahun dapat menghasilkan sekitar 100-200 kilogram oksigen per tahun.

– Sebuah pohon yang berusia 50 tahun dapat menghasilkan sekitar 1.000-2.000 kilogram oksigen per tahun.

Dalam satu hari, sebatang pohon dapat menghasilkan sekitar 2-5 kilogram oksigen. Jadi, jika kita asumsikan bahwa sebatang pohon dapat menghasilkan 3 kilogram oksigen per hari, maka dalam satu tahun, pohon tersebut dapat menghasilkan sekitar 1.095 kilogram oksigen.

Namun, perlu diingat bahwa jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebatang pohon juga tergantung pada faktor-faktor lain seperti intensitas sinar matahari, suhu, kelembaban, dan ketersediaan nutrisi. Oleh karena itu, angka-angka di atas hanya merupakan perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan.

Dalam konteks ini, sebatang pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari, tergantung pada jumlah oksigen yang dihasilkan dan kebutuhan oksigen manusia. Namun, perlu diingat bahwa pohon tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga memiliki banyak manfaat lain seperti menyediakan makanan, tempat tinggal, dan perlindungan dari erosi.

Bila PWI Gresik menanam 400 pohon dan semua hidup, telah menyediakan oksigen  sekitar 1.600 orang. Karena setiap pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari. Yuk kita tanam pohon. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Tradisi Jelang HPN, PWI Gresik Kolaborasi Lintas Sektor Lakukan Penghijauan di Bantaran Kali Lamong Selengkapnya

Pertama di Gresik, Kancabdin Gresik Resmikan Gedung Research Center dan Student Center Smamio GKB  

GRESIK,1minute.id – SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB kini memiliki gedung Research Center dan Student Center. Gedung itu diresmikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik Eko Agus Surandfi pada Kamis, 22 Januari 2026.

Peresmian gedung itu menjadi tonggak penguatan budaya akademik dan pengembangan karakter di sekolah.  “Diresmikannya Research Center dan Student Center diharapkan menjadi tonggak penguatan budaya akademik dan pengembangan karakter di sekolah,” ungkap Ulyatun Nikmah, Kepala Smamio dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Peresmian ini bertepatan dengan Milad ke-11 Smamio ini mengusung tema “Green Growth, Bright Future”. Milad tahun ini menyoroti perjalanan sekolah dalam menghadirkan inovasi, prestasi, dan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan inspiratif yang melibatkan alumni, siswa, dan mitra strategis dan peresmian ini menjadi simbol komitmen lembaga dalam peningkatan kualitas sarana pendidikan.

Peresmian gedung riset yang pertama di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini ditandai dengan seremoni peresmian digital yang dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik Eko Agus Surandfi  didampingi Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal PWM Jawa Timur Prof Khozin , Ketua PDM Kabupaten Gresik Muhammad Thoha Mahsun serta kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Ulyatun Nikmah ini menjadi tonggak penguatan budaya akademik dan pengembangan karakter di sekolah dan sebagai dukungan penuh bagi siswa dalam menjalankan aktivitas organisasi IPM dengan menyediakan fasilitas terbaik untuk mendukung kegiatan akademik dan nonakademik.

Research Center dan Student Center ini dirancang dengan konsep modern dan multifungsi. Beberapa fasilitas yang tersedia meliputi: laboratorium dan riset, ruang organisasi sekolah seperti IPM, KM3, dan HW, sekaligus ruang pembinaan kepemimpinan, ruang diskusi. Fasilitas ini diharapkan mampu mendukung berbagai kegiatan mahasiswa, mulai dari kegiatan organisasi, pelatihan, hingga kegiatan santai yang mempererat hubungan antarwarga sekolah.

Research Center diharapkan mampu melahirkan karya riset yang inovatif serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Sementara itu, Student Center menjadi pusat organisasi sekolah seperti IPM, KM3, dan HW, sekaligus ruang pembinaan kepemimpinan, kreativitas, dan karakter siswa melalui kegiatan yang positif dan kolaboratif. 

Sekolah berharap dapat mencetak generasi yang berilmu, berkarakter kuat, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan serta bersaing di tingkat global.(*/yad)

Penulis: Yanita Intan Sariani

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pertama di Gresik, Kancabdin Gresik Resmikan Gedung Research Center dan Student Center Smamio GKB   Selengkapnya
Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Ulyatun Nikmah bersama Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Malang, Prof. Rosa Andrie Asmara dalam MoU pengembangan karier dan masa depan siswa setelah lulus sekolah di Polinema Malang, 13 Januari 2026 (Foto : smamio untuk 1minute.id)

SMAMIO Gresik Jalin Kerjasama dengan Polinema, Dukung Karier Lulusan

GRESIK,1minute.id – SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) menandatanganani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema). MoU dua institusi pendidikan ini sebagai upaya memperkuat dukungan terhadap pengembangan karier dan masa depan siswa setelah lulus sekolah dilakukan pada Selasa, 13 Januari 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis sekolah dalam memperluas jejaring pendidikan dan membuka wawasan siswa terhadap berbagai pilihan studi lanjutan, khususnya di bidang vokasi dan terapan. Melalui MoU ini, diharapkan terjalin sinergi yang saling menguatkan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Politeknik Negeri Malang, manajemen SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, serta guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan dialog terbuka mengenai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.

Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menyiapkan lulusan yang memiliki arah karier yang jelas. “Kerja sama dengan Politeknik Negeri Malang ini kami harapkan dapat membuka wawasan siswa tentang pendidikan vokasi dan dunia kerja, sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih konkret mengenai pilihan studi dan karier setelah lulus,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya bertugas mengantarkan siswa lulus, tetapi juga mendampingi mereka dalam merancang masa depan. “Kami ingin siswa mampu mengenali potensi diri, minat, dan bakatnya, serta mendapatkan pendampingan yang tepat sesuai dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Malang, Prof. Rosa Andrie Asmara, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik dalam membangun kolaborasi pendidikan yang berorientasi pada masa depan siswa.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk sinergi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi vokasi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap siswa mendapatkan pemahaman lebih awal mengenai dunia pendidikan terapan dan peluang karier yang dapat mereka tempuh,” ungkapnya.

Menurutnya, kerja sama ini juga menjadi bagian dari komitmen Politeknik Negeri Malang dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi dalam berbagai program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa, sekolah, dan dunia pendidikan secara luas,” tambahnya.

Melalui MoU ini, kedua institusi sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif, seperti pengenalan dunia perguruan tinggi vokasi, pendampingan karier siswa, kegiatan edukatif, serta penguatan kompetensi siswa yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dengan adanya kerja sama ini, SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik berharap dapat terus menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi pengembangan diri siswa, sekaligus memperkuat peran sekolah dalam membimbing peserta didik menuju masa depan yang lebih terarah dan berdaya saing. (*/yad)

Penulis : Dwanda Putra  Editor: Chusnul Cahyadi 

SMAMIO Gresik Jalin Kerjasama dengan Polinema, Dukung Karier Lulusan Selengkapnya
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam doa (foto: istimewa untuk 1minute.id)

Ziarah Makam Waliyullah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution : Refleksi Spiritual, Mempererat Sinergitas

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan roadshow ziarah ke makam waliyullah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Ziarah yang dilakukan bersamaan memperingati Isra Mikraj ini diawali dengan Salat Subuh berjamaah di Masjid Jamik Gresik ini diikuti oleh pejabat utama (PJU) Polres Gresik, di antaranya Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, serta para Kapolsek jajaran.

Alumnus akpol 2007 itu terlihat khusyuk. Tradisi  Menjunjung tinggi nilai spiritualitas serta menghormati jasa para penyebar agama Islam di tanah Jawa. Usai melaksanakan ibadah, AKBP Ramadhan beserta rombongan melanjutkan kegiatan ziarah ke Makam Habib Abu Bakar dan Habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assegaf dalam kompleks masjid Jamik yang berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu.

Didampingi Habib Achmad Ismail bin Abdullah Al-Habsy, rombongan memanjatkan doa bersama dan melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama. Pada pukul 05.30 WIB, rombongan bergerak menuju Makam Sunan Giri, Syekh Maulana Ainul Yaqin di Bukit Giri, Kecamatan Kebomas.

Mereka disambut oleh Ketua Yayasan Makam Sunan Giri Izuddin Sodik dan Pembina Yayasan Aziz Zawahir. Dalam kesempatan tersebut, AKBP Ramadhan Nasution berdialog sekaligus mendengarkan ulasan sejarah perjuangan Sunan Giri dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. 

Kapolres kemudian melaksanakan doa dan tabur bunga di pusara salah satu Wali Songo tersebut. “Kegiatan ziarah ini merupakan wujud penghormatan serta doa kami kepada para leluhur dan tokoh agama yang telah berjuang luar biasa dalam menyebarkan agama Islam, khususnya di wilayah Gresik,” ujar AKBP Ramadhan Nasution pada Jumat, 16 Januari 2026.

Ziarah dilanjutkan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim yang berada di pusat Kota Gresik, Didampingi juru kunci Habib Husein Syahab dan Ketua Yayasan Taufik Haris, rombongan kembali memanjatkan doa bersama dengan penuh kekhusyukan.

Kegiatan ziarah ini tidak hanya menjadi sarana refleksi spiritual, tetapi juga momentum untuk mempererat sinergitas antara Polres Gresik dengan para tokoh agama serta pengelola kawasan wisata religi di Kabupaten Gresik. Diharapkan, nilai-nilai keteladanan dan perjuangan para pendahulu dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polres Gresik dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Ziarah Makam Waliyullah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution : Refleksi Spiritual, Mempererat Sinergitas Selengkapnya

Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta para tenaga pendidik (Tendik) mengubah cara mengajar matematika agar lebih menyenangkan. Pelajaran matematika tidak menakutkan lagi bagi sebagian siswa.

“Yang sedang kita pikirkan adalah bagaimana matematika bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan. Saya hanya menitipkan satu pesan penting, yakni kejujuran,” ujar Wabup Asluchul Alif saat membuka pelatihan guru di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 12 Januari 2026.

Menurutnya, pembelajaran yang jujur, baik dalam proses mengajar maupun menilai, menjadi fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan. Tanpa itu, target peningkatan hasil belajar hanya akan menjadi angka di atas kertas.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan guru bertajuk Pembelajaran Diferensiasi dan Motivasi Siswa ala Jepang yang digelar pada selama 3 hari, 12–14 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti 321 guru SD dan SMP se-Kabupaten Gresik, serta dihadiri Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga  Prof. Biyanto.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mengajarkan konsep matematika secara inovatif dan menyenangkan. Guru didorong keluar dari pola pembelajaran yang kaku, menuju pendekatan yang lebih kontekstual dan ramah bagi siswa. “Pelatihan ini memperkuat numerasi guru sekaligus mensosialisasikan pembelajaran ala Jepang. Tujuannya jelas, menyiapkan peserta didik menghadapi TKA April 2026,” kata Hariyanto.

Ia menyebutkan, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA sederajat tahun 2025 secara nasional menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia tercatat 57,39, Matematika 37,23, dan Bahasa Inggris 26,71. “Angka ini menjadi peringatan serius. Karena itu, kami berharap di Gresik tidak ada lagi nilai TKA di bawah 5 untuk SD dan SMP pada April mendatang. Target minimal Matematika 6,00 dan Bahasa Indonesia 7,00,” tegasnya.

Sejumlah langkah antisipatif telah dijalankan. Untuk penguatan Bahasa Inggris, Pemkab Gresik bekerja sama dengan Kampung Inggris Pare melalui pilot project di SDN 4 Petrokimia Gresik dan SMP Plus Jauharul Maknuun Sidayu. Di sekolah tersebut, ekosistem Bahasa Inggris telah dibangun, melibatkan tenaga tata usaha, siswa, hingga petugas kebersihan.

Sementara untuk matematika, pendekatan pembelajaran ala Jepang dipilih agar siswa terbiasa bernalar, memahami konsep, dan menikmati proses belajar. Pemkab Gresik menargetkan peningkatan nilai TKA berjalan konsisten dan mampu menembus 10 besar tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pelatihan ini terlaksana melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Gresik dengan dukungan program CSR dari PT Petrokimia Gresik sebagai bagian dari komitmen memperkuat kualitas pendidikan daerah. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan Selengkapnya

Membangun Sinergi, Menyatukan Aksi  Raker Foskam SMA-MA Jatim

PACITAN,1minute.id – Forum Silaturahmi dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) SMA dan MA Muhammadiyah se-Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) di MA Muhammadiyah 1 Pacitan. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, 6 – 7 Januari 2026 mengusung tema “Building Synergy for Outstanding Muhammadiyah Education”.

Rapat kerja ini diikuti oleh 30 pengurus Foskam yang terdiri dari para kepala sekolah Muhammadiyah jenjang SMA dan MA dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarpimpinan sekolah serta merumuskan program kerja strategis guna meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan Muhammadiyah. 

Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai agenda penting, antara lain, penguatan kolaborasi antarsekolah, peningkatan kualitas manajemen sekolah, serta pengembangan program unggulan yang selaras dengan visi pendidikan Muhammadiyah. Diskusi berlangsung secara aktif dan konstruktif, mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur.

Melalui Rapat Kerja ini, Foskam diharapkan mampu menghasilkan rumusan program yang aplikatif dan berkelanjutan, sehingga dapat mendorong terwujudnya pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

Kegiatan kali ini berlangsung dalam suasana yang berbeda dan menyenangkan. Bertempat di lingkungan sekolah yang asri di pinggir sungai, kegiatan raker terasa lebih sejuk, nyaman, dan kondusif untuk berdiskusi serta merumuskan program kerja.

Ketua Foskam Mukhlasin menegaskan bahwa Rapat Kerja ini menjadi wadah strategis untuk membangun sinergi antarsekolah Muhammadiyah.

“Tema membangun sinergi sekolah Muhammadiyah bukan sekadar slogan, tetapi komitmen bersama untuk saling menguatkan, berbagi praktik baik, dan bergerak searah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan sinergi yang solid, sekolah Muhammadiyah akan semakin unggul dan berdaya saing,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Ahad, 11 Januari 2026.

Panitia penyelenggara kegiatan Raker menyampaikan bahwa persiapan dan pelaksanaan berjalan lancar berkat kerja sama seluruh tim.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Kami berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif agar seluruh peserta dapat fokus berdiskusi dan merumuskan program kerja. Selain itu, lokasi yang asri di pinggir sungai memberikan energi positif bagi peserta sehingga rapat kerja dapat berlangsung produktif dan penuh inspirasi,” jelas Sekretaris Foskam Jatim Ulyatun Nikmah.

Kegiatan Raker ini menjadi momentum memperkuat sinergi dan ukhuwah antar kepala sekolah Muhammadiyah. Semoga seluruh program Foskam periode tahun 2026-2027 yang telah dirumuskan membawa keberkahan, kemajuan pendidikan, dan manfaat sinergitas bagi civitas akademika. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Membangun Sinergi, Menyatukan Aksi  Raker Foskam SMA-MA Jatim Selengkapnya

Delapan Warga SMP Muhammadiyah 12 GKB Lolos Seleksi Nasional, SUMM akan Jalani Pembinaan Sekolah Unggulan 

GRESIK,1minute.id – Delapan warga SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik lolos seleksi nasional, Guru dan Siswa Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM). Seleksi diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor, sebuah lembaga nasional yang konsisten melahirkan inovasi pendidikan sains dan matematika di Indonesia.

Pengumuman kelulusan disampaikan pada 28 Desember 2025 melalui laman resmi  https://www.read1kpmseikhlasnya.com/. Keberhasilan ini menegaskan komitmen SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik dalam mengembangkan pendidikan berbasis keunggulan MIPA, karakter, dan prestasi akademik berdaya saing nasional.

Seleksi SUMM jenjang SMP tahun ini, diikuti ratusan guru dan siswa SMP dari berbagai daerah di Indonesia. Proses seleksi yang ketat. Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 22 guru SMP dinyatakan lolos secara nasional. Sementara pada kategori siswa, tercatat 112 siswa SMP berhasil lolos seleksi dan terpilih sebagai peserta program Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah.

Pada 27 Januari 2026 guru dan siswa terpilih dari SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik dijadwalkan akan berangkat ke Bogor untuk mengikuti rangkaian program pembinaan, pendampingan intensif, serta penguatan kompetensi dalam ekosistem Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah.

Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik Yugo Triawanto menyampaikan bahwa capaian ini bukan hanya prestasi, tetapi juga amanah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. “Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara guru, siswa, dan dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi tingkat nasional. Kami ingin menjadi sekolah yang unggul dalam sains, namun tetap kuat dalam karakter dan nilai keislaman,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima 1minute.id pada Jumat, 9 Januari 2026.

Program SUMM dikenal sebagai ajang seleksi dan pembinaan bergengsi di lingkungan Muhammadiyah yang bertujuan menyiapkan guru inspiratif dan siswa berprestasi agar mampu bersaing di level nasional hingga global. Dalam seleksi tersebut, dua guru terbaik SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik yang  dinyatakan lolos, yakni Khotimatul Khusnah dan Nur Wahyu Bagus Saputra. Keduanya akan mengikuti rangkaian program penguatan kompetensi guru unggulan MIPA Muhammadiyah bersama guru-guru terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.

Capaian ini semakin menegaskan posisi,  SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik  sebagai sekolah Islam unggulan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, inovatif dalam pembelajaran, dan konsisten mencetak generasi berprestasi berlandaskan ilmu dan iman. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Delapan Warga SMP Muhammadiyah 12 GKB Lolos Seleksi Nasional, SUMM akan Jalani Pembinaan Sekolah Unggulan  Selengkapnya

Kerja Keras dan Kedisiplinan Pocil Mugeb Berbuah Penghargaan dari Polres Gresik

GRESIK,1minute.id – Kallea Almaira Farisha, berdiri di tengah upacara kehormatan bersama delegasi Polisi Cilik (Pocil) Polsek jajaran Polres Gresik di halaman Mapolres Gresik pada Jumat, 9 Januari 2026.

Komandan pleton Pocil SD Muhammadiyah GKB (Mugeb) Gresik itu mengikuti apel pagi untuk mewakili Polisi Cilik (Pocil) SD Muhammadiyah GKB Gresik (Mugeb Primary School) menerima penghargaan dari Polres Gresik. Pocil Mugeb menerima penghargaan Juara 1 Lomba Polisi Cilik Kapolres Cup, mewakili Pocil Polsek Kebomas.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. Momen ini menjadi pengakuan atas kerja keras dan kedisiplinan Pocil Mugeb yang mampu tampil unggul di ajang Kapolres Cup.

Kepala SD Muhammadiyah GKB Gresik, Fony Libriastuti, menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diterima dalam upacara tersebut. “Diterimanya penghargaan ini dalam upacara resmi bersama anggota Polres dan warga berprestasi adalah kehormatan besar bagi anak-anak kami. Ini membuktikan bahwa pembinaan karakter sejak dini memiliki nilai yang luar biasa.” ujar Fony, sapaan akrab, Fony Libriastuti.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Pocil Mugeb merupakan hasil kolaborasi banyak pihak dan berharap momen hari ini menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus menanamkan disiplin dan tanggung jawab. 

Penghargaan itu bukan sekadar simbol kemenangan lomba. Ia menjadi cerita tentang anak-anak yang belajar nilai disiplin dan tanggung jawab di ruang yang sama dengan para aparat dan warga berprestasi. Dari halaman Polres Gresik, Pocil Mugeb pulang membawa piala, pengalaman, dan kenangan tentang hari ketika langkah kecil mereka dihargai dalam upacara penuh kehormatan.

Sementara itu, Kallea Almaira Farisha mengaku berdiri di tengah upacara kehormatan bersama delegasi Pocil Polsek lain pada hari ini menjadi pengalaman yang membekas. “Saya bangga dan terharu bisa menerima penghargaan mewakili teman-teman Pocil Mugeb. Ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk semua teman Pocil Mugeb yang sudah berlatih bersama,” tutur Kallea.

Ia menyampaikan bahwa kekompakan dan disiplin adalah kunci utama hingga akhirnya mereka bisa berdiri di tengah upacara penghargaan hari ini. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Kerja Keras dan Kedisiplinan Pocil Mugeb Berbuah Penghargaan dari Polres Gresik Selengkapnya

PWI Gresik Gelar Pelatihan Publik Speaking dan Lomba Voice Over untuk Pelajar SMA se-Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Ratusan pelajar SMA sederajat mengikuti Pelatihan Public Speaking dan Lomba Voice Over di Aula Ainul Yaqin Kantor Dinas Pendidikan Gresik pada Rabu, 7 Januari 2026.  Antusiasme peserta pelatihan sehari itu dihelat oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik dan PT Freeport Indonesia (PTFI) sangat tinggi. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiyono mengatakan, pelatihan dan lomba digelar dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI 2026. “Lomba ini sengaja digelar juga karena kami melihat potensi pelajar di Gresik sangat bagus dalam publik speaking sehingga PWI Gresik mendukung potensi itu,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mengeksplorasi potensi yang dimiliki dalam diri pelajar, sehingga dapat dikembangkan di kemudian hari secara pribadi maupun secara kelembagaan atau sekolah. “Pelatihan dan lomba ini diharapkan bisa mendapatkan manfaat, karena kita ingin mengedukasi. Karena fungsi pers tak hanya soal berita, tapi juga soal edukasi,” tegasnya.

Plt Dinas Kominfo Gresik Johar Gunawan mengapresiasi pelatihan dan lomba yang diinisiasi oleh PWI Gresik itu. “Kegiatan yang bagus ini diharapkan ada tindak lanjutnya, agar ada progress dan kita semua bisa memantaunya,” jelasnya.

Ia juga mendorong adanya ekstrakulikuler di sekolah di bidang public speaking atau pelatihan conten creator. “Bisa memanfaatkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), di tingkat kabupaten bisa mendidik seperti tingkat SMP. Dan untuk pematerinya bisa diisi oleh PWI Gresik,” ungkapnya.

Dengan adanya pelatihan public speaking dan lomba voice over ini, pihaknya berharap ada kegiatan lanjutan dari PWI Gresik dengan dinas terkait untuk menggelar pelatihan-pelatihan lainnya dalam hal mendidik pelajar. “Nanti bisa komunikasi dengan Dispendik atau Cabang Dinas seperti menggelar pelatihan jurnalistik, sehingga potensi-potensi bisa dimanfaatkan oleh pelajar dan juga pihak sekolah,” tandasnya.

Pelatihan ini dimentori oleh Dr. Herma Retno Prabayanti, seorang ahli public speaking yang telah memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam melatih public speaking, mantan jurnalis dan sekarang merupakan salah satu dosen di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan teknik-teknik berbicara di depan publik, termasuk bagaimana mengatasi rasa takut, mengatur suara, dan membuat presentasi yang efektif. (yad)

PWI Gresik Gelar Pelatihan Publik Speaking dan Lomba Voice Over untuk Pelajar SMA se-Kabupaten Gresik Selengkapnya