Pererat Silaturahmi dan Harmoni, SIG Memberikan Bantuan Sembako hingga THR Guru TPQ di Gresik

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memberikan beragam bantuan kepada masyarakat mulai dari sembako, santunan anak yatim dan duafa, hingga sarana ibadah. 

Berbagi dan mempererat silaturahmi menjadi pilihan manajemen dalam menyemarakkan Bulan Suci Ramadan 1446 H di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh General Manager of CSR SIG, Edy Saraya di Masjid Manbaul Falah, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Senin pekan lalu, 17 Maret 2025.

Sebanyak 430 warga yang berasal dari 6 kelurahan/desa, meliputi Desa Sidorukun, Desa Kramat Inggil, Desa Segoromadu, Kelurahan Sidomoro, Kelurahan Singosari, dan Kelurahan Gending menerima bantuan berupa, yakni,  60 paket sembako dan tunjangan hari raya bagi 60 guru TPQ ; santunan dan peralatan sekolah bagi 170 anak yatim, serta 200 paket sembako dan tunjangan hari raya bagi penyandang disabilitas. 

Bantuan juga diberikan kepada 8 masjid dan musala di Kecamatan Kebomas, Gresik dan Manyar, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Ramadan dan Idulfitri.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat wilayah operasional Perusahaan, sehingga tercipta keharmonisan yang menjadi energi bagi Perusahaan untuk maju dan berkembang. 

“Dengan berbagi, SIG menyampaikan niat tulus kami untuk hadir dan memberikan banyak manfaat dan keberkahan bagi kita semua, khususnya kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan saat Ramadan dan menjelang Idulfitri,” kata Vita Mahreyni.

Kepala TPQ Mujahadah di Kecamatan Gresik Nur Qona’ah, menyampaikan rasa syukur terima kasih kepada SIG karena telah berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh rahmat ini. 

Warga Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik berusia 66 tahun ini mengaku telah mengabdi selama 40 tahun untuk TPQ Mujahadah yang berada di sekitar Perusahaan dan selama itu pula SIG selalu memberikan perhatian dan banyak manfaat baik untuk para guru maupun untuk sarana dan prasarana TPQ.

“Alhamdulillah, selama 40 tahun saya mengabdi, TPQ kami tidak pernah lepas dari perhatian SIG. Tidak hanya memberikan tunjangan bagi para guru, tapi juga ikut serta dalam membangun dan renovasi TPQ Mujahadah. Terima kasih SIG, mudah-mudahan ke depannya SIG semakin sukses dan jaya agar selalu bisa menebar manfaat untuk orang banyak tidak hanya di bulan Ramadan, khususnya bagi warga Gresik,” ujar Nur Qona’ah.

Hal senada disampaikan oleh Takmir Masjid Manbaul Falah, Bambang Trimono, 47 tahun. Pihaknya mengaku berencana menggunakan bantuan dari SIG ini untuk mengoptimalkan kegiatan keagamaan selama Ramadan, seperti buka puasa dan sahur bersama, tausiah agama, kajian rutin, tadarus, hingga kegiatan sosial seperti pembagian takjil.

“Alhamdulillah SIG senantiasa menaruh kepedulian pada warga sekitar Perusahaan, terutama di bulan Ramadan 1446 H ini kami bisa lebih optimal dalam menjalankan kegiatan keagamaan di Masjid. Semoga SIG semakin sukses, baik dalam kinerja bisnis maupun sosial, sehingga dapat memberikan manfaat lebih luas lagi untuk masyarakat,” ujar Bambang Trimono. (yad) 

Pererat Silaturahmi dan Harmoni, SIG Memberikan Bantuan Sembako hingga THR Guru TPQ di Gresik Selengkapnya

Maleman Selawe, Pemkab Gresik Gelar Munajat 1000 Al Ikhlas 

Tradisi Ramadan di Bukit Giri dengan Kuliner Khas Ketupat Ketheg. 

GRESIK,1minute.id – Maleman Salawe.atau Malam 24 Ramadan di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Tahun ini, Malam 25 Ramadan bertepatan pada 24 Maret 2025. Tradisi Maleman Ramadan yang juga ditunggu warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Bila malem 23 Ramadan ada Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Tradisi Sanggring Kolak Ayam, kuliner langka sejak Kanjeng Sunan Dalem, anak Sunan Giri ini memasuki 5 abad. Sanggring Kolak Ayam, kuliner yang dimasak hanya setahun sekali. Kokinya semuanya laki-laki. 

Nah, malem Salawe Ramadan di puncak Bukit Giri ada kuliner khas yang patut dibawa pulang untuk oleh-oleh yakni Ketupat Ketheg. Ribuan jemaah tumplek-blek ke Sunan Giri. Sebab, memasuki fase sepuluh hari ketiga yakni 10 hari terakhir Ramadan ada banyak keutamaan dengan melakukan iktikaf, shalat malam, membaca Al Quran, zikir, dan bersedekah serta memperbanyak doa lainnya untuk meraih malam kemuliaan yakni Lailatul Qadar di Masjid dan Makam Sunan Giri, Waliyullah di Bukit Giri.

Jalan Sunan Giri mulai simpang empat Kebomas mulai Senin, 24 Maret 2025 pukul 16.00 WIB di tutup untuk semua kendaraan bermotor, roda 2 maupun roda 4. Jemaah harus jalan kaki sejauh lebih kurang 2 kilometer. Jalannya menanjak. Sepanjang jalan itu, ratusan pedagang membuka lapak untuk berjualan. 

Ada yang berjualan kuliner, mainan anak-anak hingga pakaian untuk persiapan Idul Fitri. Sepanjang jalan riuh, bagai pasar malam. Sesak lautan manusia. Sementara di kompleks masjid dan makam Sunan Giri juga nyaris sama. Ribuan orang silih berganti datang untuk ngalap berkah. Salat, berzikir dan berdoa.

Pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik menggelar live streaming Malam Salawe Munajat 1.000 Al Ikhlas. Acara dimulai salat Isya, tarawih lalu dilanjutkan bermunajat pembacaan 1.000 Surat Al Ikhlas di Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri. Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif dijadwalkan hadir langsung. 

Ketupat Ketheg 

Penjual Ketupat ketheg di perkirakan wisata religi Sunan Giri (FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Pada malem Selawe di Bukit Giri, memiliki kuliner khas yakni ketupat ketheg. Kurang afdal bila malam selawe tidak mencicipi atau membawa oleh-oleh kuliner khas Giri itu. Apalagi, jajanan khas itu, mudah ditemukan. Biasanya penjual kuliner khas Giri membuka lapak mereka mulai tangga menuju masjid Sunan Giri. Atau pusat kuliner yang berada di dekat masjid Sunan Giri dengan makam Sunan Giri. Harganya pun terjangkau. 

Ketupat ketheg ini, rasanya gurih, asin bila disantap parutan kelapa. Ada juga yang makan dengan diolesi gula aren. Heemmmm lezat. Bagi para penjual Ketupat ketheg malam selawe momentum yang paling ditunggu. Karena ribuan jemaah bagai air terus mengalir ke masjid dan makam Sunan Giri. Mulai sore hari hingga badal Subuh, keesokan harinya.  Sholihah, salah satu penjual Ketupat ketheg menceritakan setiap malem selawe jajanan laris manis. “Bagi kami dan.pedagang lainnya malam selawe momentum yang paling ditunggu karena puncak tamu yang datang ke Sunan Giri untuk ngalap berkah. Berharap malam seribu bulan,” katanya. 

Bahan Langka, Ketupat Ketheg Nyaris Punah

Seorang pedagang ketupat ketheg menceritakan, beberapa tahun terakhir pedagang kesulitan untuk mendapatkan bahan utama pembuatan ketupat ketheg. Bahan utama itu, adalah air endapan minyak mentah, masyarakat setempat menyebutnya, air lanthung. Sebelum tahun 2000-an, air lanthung mudah didapatkan. Karena sumur minyak tua peninggalan Belanda banyak ditemukan di halaman rumah atau lahan milik warga, antara lain, di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas. 

Seiring berjalan waktu, keberadaan sumur minyak tua peninggalan Belanda itu telah ditutup oleh pemerintah setempat, sehingga warga sekitar mengambil air ketheg di wilayah Gunung Anyar. Penjual Ketupat ketheg tetap memburu air lanthung adalah salah satu bahan utama dalam mengolah ketheg. “Air lanthung yang bisa memberikan rasa gurih dan asin di setiap irisan makanan ketupat ketheg itu,” kata seorang penjual Ketupat ketheg. 

Selain memberikan sensasi rasa gurih dan asin yang alami, air lanthung atau endapan minyak mentah yang berwarna kehijau kehitaman itu juga merubah warna bungkus ketupat dari bahan dasar daun gebang menjadi agak kuning keemasan dan mengkilat sehingga terlihat khas. “Bungkus ketupat ketheg ini berbeda dengan ketupat pada umumnya,” tegasnya. Solikhah, menjelaskan proses membuat ketupat ketheg sama seperti membuat ketupat pada umumnya, yakni perlu disiapkan anyaman berbentuk ketupat, kemudian direndam di dalam air sumur ketheg.

Isi dari kupat ketheg bukan berasal dari beras biasa, melainkan beras ketan yang dicuci menggunakan sumur ketheg hingga beberapa kali. Proses pencucian menggunakan air ketheg tidak bisa langsung dilakukan, karena air yang baru diambil dari sumur minyak tua kondisinya masih keruh sehingga perlu diendapkan selama tujuh hari, agar menjadi jernih dan terlihat bersih saat digunakan untuk memasak.

“Dari air inilah ada rasa khas makanan ini, dan yang membedakan dengan menu ketupat biasa yang disajikan dengan opor ayam. Dan menu ketupat ini mampu bertahan hingga lebih dari 15 hari lamanya meski tanpa bahan pengawet kimiawi,” ucapnya.Penasaran ayo ngalap berkah Maleman Salawe nang Sunan Giri. (chusnul cahyadi/1minute.id)

Maleman Selawe, Pemkab Gresik Gelar Munajat 1000 Al Ikhlas  Selengkapnya

Wabup Gresik dan Ketua DPRD Gresik Nikmati Lezatnya Takjil Sanggring Kolak Ayam

500 Tahun Sanggring Kolak Ayam, Kuliner Langka, Dimasak Setahun Sekali di Maleman 23 Ramadan 

GRESIK,1minute.id – Ribuan jemaah menyemut di halaman. masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno,  Kecamatan Manyar,  Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Maret 2025. Mereka yang datang untuk ngalap berkah malam 23 Ramadan 1446 hijriah. Menu tradisi adalah Sanggring Kolak Ayam yang tahun ini memasuki genap 500 tahun alias 5 Abad. Sebanyak 3.500 bungkus sanggring Kolak Ayam yang disediakan oleh panitia untuk takjik buka puasa. 

Tampak hadir di Semarak 5 Abad Sanggring Kolak Ayam ini, antara lain,  Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif,  Ketua DPRD gresik M. Syahrur Munir,  Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. Kemudian, Asisten III Setda Gresik Misbahul Munir, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Saifuddin Ghozal. Mereka tampak menikmati menu langka yakni Sanggring Kolak Ayam, yang dimasak setahun sekali dengan koki semuanya adalah kaum Adam itu. 

Perayaan Semarak 5 Abad Sanggring Kolak Ayam semakin meriah dan khidmat karena dengan kegiatan pengajian akbar dengan qorik internasional, Sayyid Zulfikar Asy Syaibani, dengan KH Anwar Zahid dari Bojonegoro. Pada 2019, Sanggring Kolak Ayam telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau WBTB. Wabup Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa Sanggring Kolak Ayam merupakan tradis yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai kuliner warisan leluhur, hidangan ini juga diyakini memiliki khasiat sebagai obat.

“Sanggring berarti raja yang sedang sakit. Dahulu, kolak ayam ini dibuat sebagai obat bagi Sunan Dalem saat menyebarkan syiar Islam di Desa Gumeno. Semoga dengan keberkahan beliau, kita semua senantiasa diberi kesehatan dan dijauhkan dari segala penyakit,” ujar dr. Alif-sapaan akrab-Asluchul Alif saat menghadiri acara Semarak 5 Abad Sanggring di Desa Gumeno pada Sabtu, 22 Maret 2025.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, lanjutnya, berkomitmen untuk terus melestarikan Sanggring Kolak Ayam Gumeno yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Pemkab akan berupaya mengembangkan dan memperkenalkan tradisi ini kepada masyarakat luas. “Tahun depan, kami akan memberikan dukungan penuh, baik dari segi anggaran maupun fasilitasi lainnya, agar tradisi ini semakin berkembang dan dikenal lebih luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sanggring Kolak Ayam, Didik Wahyudi, mengungkapkan bahwa tahun ini panitia menyiapkan lebih dari 3.500 porsi kolak ayam yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Jumlah ini menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah perayaan Sanggring. “Untuk memasaknya, kami menggunakan bahan dalam jumlah besar, termasuk 279 ekor ayam kampung, 740 kg gula merah, 600 butir kelapa, 250 kg bawang daun, 60 kg jinten bubuk, dan 1.400 liter air,” jelas Didik.

Lebih lanjut, Didik menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kuliner, tetapi juga bentuk pelestarian budaya dan syiar Islam. Peringatan 500 tahun Kolak Ayam diharapkan menjadi momentum bersejarah yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan nilai spiritual. “Tradisi ini terus dijalankan setiap malam ke-23 Ramadan sebagai wujud rasa syukur dan doa untuk kesehatan serta keberkahan. Karena memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat, kami ingin terus melestarikannya agar tidak hilang ditelan zaman,” tambahnya.

Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem bernama lengkap Syekh Maulana Zaenal Abidin, berdakwah di Desa Gumeno pada 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri (Sunan Maulana Ainul Yaqin) ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit.

Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit). Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem. 

Dalam mimpi itu beliau mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.

Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00 WIB. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya. (chusnul cahyadi/*)

Wabup Gresik dan Ketua DPRD Gresik Nikmati Lezatnya Takjil Sanggring Kolak Ayam Selengkapnya

5 Abad Sanggring Kolak Ayam Gumeno

Tradisi Maleman Ramadan di Gresik. Di Masak Hanya Sekali Setahun, Juru Masak Semua Lelaki, Dinyakini Bisa Menjadi Obat Segala Penyakit 

GRESIK,1minute.id – Bulan suci Ramadan telah memasuki sepuluh hari ketiga atau likuran atau maleman. Apa saja event maleman Ramadan itu? 

Malam telulikur atau 23 Ramadan ada tradisi Kolak Ayam, Sanggring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar. Seperti apa tradisi itu ?

BILA Anda belum pernah merasakan Kolak Ayam datang dan buka bersama di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada malam 23 Ramadan atau Sabtu, 22 Maret 2025. Tahun ini, tradisi turun temurun itu genap memasuki 500 tahun, mulai 946 hijriah sampai 1446 hijriah itu. Tahun Sanggring Kolak Ayam Gumeno diperkirakan lebih semarak. 

Panitia menyiapkan berbagai kegiatan untuk menyemarakkan 5 Abad tradisi Sanggring Kolak Ayam dengan tagline 500 tahun #Bersama Kita Lestarikan. Antara lain, ziarah ke makam Waliyullah yakni Syekh Maulana Malik Ibrahim ; Sunan Giri ; Sunan Drajat dab Sunan Dalem. Ada juga Festival Albanjari. 

Pada puncaknya, pada malam 23 Ramadan atau 22 Maret 2025 mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai ada pengajian Akbar dengan qorik internasional, Sayyid Zulfikar Asy Syaibani, dengan KH Anwar Zahid dari Bojonegoro. 

Serangkaian acara itu, diperkirakan akan menyedot perhatian masyarakat sehingga panitia menyediakan menu Sanggring untuk takjil yang lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Ketua Panitia Semarak Sanggring 500 Tahun Didik Wahyudi, panitia memotong 260 ekor ayam ;  740 kg gula merah ;; 600 butir kelapa ; 250 kg bawang daun ; 60 kg jinten bubuk dan 1.400 liter air.

“Kami menyediakan takjil gratis 3.500 bungkus Sanggring,” kata Didik Wahyudi, Ketua panitia Semarak Sanggring 500 Tahun pada Jumat, 21 Maret 2025.

Sebagi ilustrasi tahun lalu, panitia memotong lebih dari 250 ekor ayam. Ratusan ekor ayam kampung pilihan untuk takjil sekitar 2.500 bungkus. Ratusan ekor ayam kampung ini di masak oleh “koki-koki” hebat dan semuanya berjenis kelamin laki-laki nantinya distribusi kepada masyarakat desa setempat juga sebagaian untuk berbuka puasa bersama bagi warga luar desa. 

Pada 2019, Sanggring Kolak Ayam Gumeno ini, tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda atau WBTb Indonesia.  

Sanggring Kolak Ayam? Sanggring adalah masakan berkuah yang berbahan utama daging ayam yang dimasak dengan cara khusus. Cara khusus yakni kolak dengan campuran rempah-rempah disuguhkan untuk menu berbuka puasa. Semua jamaah. Dan, masyarakat setempat. 

Bagi masyarakat setempat menyakini mengonsumsi kolak ayam yang dimasak oleh juru masak semuannya laki-laki ini bisa mengobati segala jenis penyakit. Uniknya lagi, wadah kolak ini bukan baskom. Tapi, masyarakat desa setempat membawa wadah ember. Untuk kuah dan ramuan rempah atau Sanggring.

Mengutip dari buku “Grissee Kota Bandar” Kolak ayam atau Sanggring, tradisi ratusan tahun ini telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2019. Kolak ayam Desa Gumeno rasanya gurih legit dengan isian ayam kampung di dalamnya. Makanan inilah yang menjadi ikon tradisi ini. Awalnya, kolak ayam berfungsi sebagai obat. 

Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem bernama lengkap Syekh Maulana Zaenal Abidin, berdakwah di Desa Gumeno pada 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri (Sunan Maulana Ainul Yaqin) ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit.

Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit). Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem. 

Dalam mimpi itu beliau mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.

Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00 WIB. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya. (chusnul cahyadi/*)

5 Abad Sanggring Kolak Ayam Gumeno Selengkapnya

Google Indonesia Nyatakan UPT SMP Negeri 2 Gresik Lulus sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik reami menyandang predikat Kandidat Sekolah Rujukan Google atau SKRG pada Kamis, 20 Maret 2025. Status itu disematkan setelah 15 guru termasuk Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim dinyatakan lulus uji kompetensi.

Kado manis bagi guru, tenaga pendidik atau tendik, siswa dan para wali murid di lembaga pendidikan berada di Jalan KH Kholil, Gresik karena bertepatan dengan penutupan program Spendagres Love Ramadhan dan Memperingati Nuzulul Quran.

Pelaksanakan google meet bersama dengan tim interview dari pihak Google Indonesia dipusatkan di ruang Kepala UPT SMP Negeri Gresik Mohammad Salim. Semua guru berjumlah 14 orang, masing-masing menggunkan chromebook dan satu unit televisi alias smart TV berukuran 42 inci.

Sebanyak tiga orang dari perwakilan Google yakni Ahmad Fikri Dzulfikar, Ary Rachmah, dan Dimas Prasetia menguji semua para guru tersebut. Materi ujian daring itu meliputi presenstasi kepala sekolah tentang aksi nyata praktik pelaksanaan pembelajaran Goggle for Education di kelas dan uji praktik langsung oleh guru yang diwakili Widi Yoga, guru Teknologi, Informasi dan Komunikasi atau TIK dan Titien, guru Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS. 

Google meet ini berlangsung lebih kurang 2 jam. “Alhamdulillah, semua tim interview dari pihak Google Indonesia menyatakan lulus menuju KSRG,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim usai acara pada Kamis, 20 Maret 2025. Dalam video berdurasi 0,43 detik yang diterima oleh wartawan 1minute.id terlihat semua guru menyambut suka cita. “Alhamdulillah, wah bisa buka bersama kita,” celetuk para guru dengan semringah.

KBM : Siswa kelas VIII UPT SMP Negeri 2 Gresik dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan Chromebook setelah ditetapkan sebagai SKRG . ( Foto : spenda Gresik untuk 1minute.id)

Setelah dinyatakan lulus oleh Google Indonesia Jakarta menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google atau KSRG. Sertifikat dan plakat KSRG akan dikirimkan oleh Google Indonesia diperkirakan tiba setelah Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi. “Dengan predikat ini, Spenda Gresik bisa menjadi rujukan sekolah lain di Indonesia untuk studi tiru,” tegas Salim. 

Untuk diketahui, UPT SMP Negeri 2 Gresik, sebagai pioner dan satu-satunya satuan pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menyandang label Kandidat Sekolah Rujukan Google atau KSRG. Status ini, menjadikan sekolah berlokasi di Jalan K.H. Kholil, Kelurahan Kebungson, Kecamatan / Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini mendapatkan bantuan alias pinjam pakai 30 unit chromebook dari Hello Indonesia untuk pembelajaran.

Serah terima puluhan unit laptop yang menggunakan sistem operasi ChromeOS yang dikembangkan oleh Google itu secara simbolis diserahkan oleh Rose Wanodya, Perwakilan Google Indonesia  kepada M. Syahrul Munir, Ketua DPRD Gresik untuk selanjutnya digunakan oleh UPT SMPN 2 Gresik sebagai sarana pembelajaran Google for education oleh peserta didik pada Selasa, 4 Maret 2025.

Sejak saat itu, siswa kelas VIII Spenda Gresik dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan Chromebook. Siswa sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. (yad)

Google Indonesia Nyatakan UPT SMP Negeri 2 Gresik Lulus sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google Selengkapnya

Pemkab Gresik Luncurkan Kemilau Hatiku Padamu, Program Antar Jemput ABK

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik merealisasikan janjinya menyediakan mobil antarjemput anak berkebutuhan khusus atau ABK. Pada Senin, 18 Maret 2025, program antar-jemput inklusi guna mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus resmi diluncurkan.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang melaunching program itu di UPT Layanan Pendidikan ABK. Acara dihadiri Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S.Hariyanto, perwakilan Dewan Pendidikan Gresik serta manajemen Bank Jatim. 

Wabup Asluchul Alif dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pendidikan inklusi, termasuk kepala sekolah, guru pendamping, dan orang tua siswa. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen seratus hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif dalam mendukung pendidikan inklusi.

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang terpilih dalam Pilbup Gresik pada November 2024 lalu. Mereka dilantik di Istana Negara di Jakarta oleh Presiden R.I Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. 

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan inklusi yang lebih baik, mulai dari penyediaan tenaga pendidik dan pendamping khusus hingga layanan antar-jemput sekolah gratis bagi siswa berkebutuhan khusus,” ujar dokter Alif-sapaan akrab- Asluchul Alif.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada Guru Pembimbing Khusus atau GPK agar tetap sabar dan penuh dedikasi dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat kembali ke sekolah masing-masing dengan lebih siap.

“Saya titipkan anak-anak berkebutuhan khusus ini kepada Ibu dan bapak guru semua. Dengan program ini, mereka diharapkan memperoleh akses pendidikan yang lebih baik dan merata, sesuai dengan visi Pemkab Gresik dalam menciptakan pendidikan inklusif bagi seluruh masyarakat,” tambah mantan Wakil Ketua DPRD Gresik itu.

Ditempat sama, Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto, menegaskan bahwa Pemkab Gresik memiliki komitmen kuat dalam memberikan layanan pendidikan prima bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kami telah meluncurkan program ‘Kemilau Hatiku Padamu’ sebagai bagian dari program seratus hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Program ini bertujuan untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak berkebutuhan khusus melalui pelatihan dan pendampingan intensif,” jelas Hariyanto.

Saat ini, ia menyebutkan, terdapat 129 Guru Pembimbing Khusus (GPK) yang telah mengikuti pelatihan intensif dari Dinas Pendidikan Gresik. Program ini juga telah mencatatkan 454 anak berkebutuhan khusus yang terdaftar sebagai penerima manfaat.

Pada tahap pertama, sebanyak 100 anak akan dijemput setiap dua minggu sekali menggunakan mobil bantuan dari CSR Bank Jatim. “Kami berharap dalam waktu tiga bulan ke depan, anak-anak ini dapat kembali ke sekolah asal mereka setelah mendapatkan dukungan yang optimal,” pungkas Hariyanto. (yad)

Pemkab Gresik Luncurkan Kemilau Hatiku Padamu, Program Antar Jemput ABK Selengkapnya

Pertama di Gresik, Yayasan Gang Sebelah Gelar Teater Di Rooftop Rumah Heritage Kemasan, Background Langit, Asap Cerobong Pabrik

GRESIK,1minute.id – Yayasan Gang Sebelah menggelar pertunjukkan teater di atas Rooftop pada Senin malam, 16 Maret 2025. Rooftop yang dijadikan panggung itu rumah dua lantai yang telah berusia 120 tahun milik Sualoka.Hub yang berada di kampung Kemasan.

Pertunjukkan teater diatas rooftop ini kali pertama di Gresik. Ada sensasi yang berbeda bagi para pemain dan penggemar teater di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Apalagi, background pementasan atmosfer langit di Gresik Kota Lama yang penuh cerobong industri yang menjulang dan mengeluarkan asap warna putih. 

Di tengah pertunjukkan yang dimainkan oleh kelompok teater Kendati Chaos, yang disutradarai oleh Choiruz Zaman, menampilkan naskah berjudul “Aku Ingin Menyebut Laut dengan Huruf Kapital di Depannya”, sebuah naskah karya dari Shohifur Ridho’i itu hujan turun. 

Pementasan berhenti sesaat lalu dilanjutkan lagi dengan pemain dan penonton memakai jas hujan yang disediakan oleh penyelenggara. Pementasan teater diatas rooptof ini rangkaian dari program pameran “The Jumping City” yang diselenggarahkan oleh Yayasan Gang Sebelah. 

Pertunjukan ini merupakan Sebuah eksplorasi tentang ingatan, laut, dan kehidupan yang terus bergulir di tengah kegelisahan. Membicarakan laut yang tinggal ingatan—laut yang lungkrah, tak lagi asin, hanya pahit.

Pertunjukan ini juga menghadirkan pendekatan yang unik dalam penempatan penonton duduk di kursi—layaknya kafe atau warung kopi—yang berada di tengah, sementara para aktor-aktornya bergerak dan beraksi mengelilingi mereka. 

Seperti Damar kurung, cerita yang membingkai cahaya. Dengan konsep ini, pertunjukan seperti membongkar batas antara pemain dan penonton, menciptakan pengalaman yang lebih dekat dan intim. Setiap ekspresi wajah, gerakan tubuh, hingga perubahan nada suara para aktor dapat dirasakan lebih intens oleh penonton, seolah-olah mereka bukan hanya menyaksikan, tetapi juga menjadi bagian dari cerita yang sedang berlangsung. 

“Teater ini merupakan refleksi dari realitas di Gresik serta aktivitas yang kita jalani sehari-hari,” kata Sutradara Choiruz Zaman dalam sesi bincang santai usai pementasan. 

Pertunjukan ini pun mendapat respon baik dari penonton. “Dari pertunjukan ini saya merasakan adanya luapan emosi seperti amarah dan kekecewaan, serta menangkap gambaran hiruk-pikuk kehidupan di Gresik yang tergambarkan dalam pementasan. Hal ini dianggap sebagai bentuk kritik tersirat terhadap kondisi lingkungan, khususnya terkait alam dan laut di kota ini,” ujar Harry Koko Priutama, salah satu penonton.

Para aktor pun mengungkapkan pendapat mereka tentang apa yang mereka rasakan saat berperan, ada yang merasa bahwa sangat relate dangan apa yang ia rasakan di Gresik ini dan ada yang merasa bahwa pertunjukan ini mencerminkan kondisi Gresik yang penuh dengan polusi dan suhu yang panas, sehingga mereka merasa sangat terhubung dengan cerita yang disampaikan.

Melalui pertunjukan ini, Yayasan Gang Sebelah tidak hanya mendistribusikan hiburan semata, tetapi juga sebuah tawaran ruang yang membuka kemungkinan baru dalam seni pertunjukan di Indonesia. Teater di atas rooftop bukan hanya tentang lokasi yang tidak biasa, tetapi juga tentang bagaimana ruang dapat mempengaruhi pengalaman, makna, dan resonansi sebuah cerita. (yad)

Pertama di Gresik, Yayasan Gang Sebelah Gelar Teater Di Rooftop Rumah Heritage Kemasan, Background Langit, Asap Cerobong Pabrik Selengkapnya

Presiden Prabowo Resmikan 17 Stadion Standar FIFA, Salah satunya Stadion G-JOS Gresik

GRESIK,1minute.id –  Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meresmikan 17 stadion standar FIFA di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Senin, 17 Maret 2025. 

Di anatara 17 stadion yang diresmikan itu adalah Stadion Gelora Joko Samudro atau G-JOS. Stadion yang berada di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini menjadi home base tim sepakbola kebanggaan warga Gresik dan Ultras Gresik, kelompok suporter pendukung Gresik United. Sayangnya, pada kompetesi 2025/2026, Gresik United turun kasta ke liga III Indonesia. 

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perbaikan dan pembangunan stadion ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan fasilitas olahraga di Indonesia.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, hari ini, Senin, 17 Maret 2025, saya resmikan renovasi dan pembangunan 17 stadion di Indonesia. Semoga stadion-stadion ini dapat menjadi pusat pembinaan atlet, tempat lahirnya talenta olahraga, serta ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dan berkumpul,” ujar Presiden Prabowo.

Seremonial peresmian ini juga diikuti secara daring. Di stadion G-JOS dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, didampingi Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (CKPKP), Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, dan Kepemudaan Olahraga (Parekrafbudpora) Gresik, Saifudin Ghozali, serta Ketua KONI Gresik, Anis Ambiyo Putri. Serta, manajemen Gresik United.

Sebagai salah satu stadion yang mengalami renovasi dalam proyek nasional ini, Stadion G-JOS kini dilengkapi dengan berbagai peningkatan fasilitas. Lingkup pekerjaan renovasi mencakup perbaikan lantai, pengecatan rangka atap tribun, serta pembangunan ruang siaran (broadcast) dan fasilitas Video Assistant Referee (VAR).

Usai direnovasi, Stadion Gelora Joko Samudro memiliki kapasitas 22.272 kursi dan semakin siap menjadi tuan rumah berbagai pertandingan olahraga, baik di tingkat regional maupun nasional. Fasilitas ini didukung dengan kapasitas area parkir yang mampu menampung 322 mobil, 432 motor, dan 43 bus.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Stadion Gelora Joko Samudro tidak hanya akan difungsikan sebagai venue pertandingan, tetapi juga sebagai sport center yang terbuka untuk umum. Hal ini sejalan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Gresik No. 8 Tahun 2023, yang mengatur penggunaan Stadion Gelora Joko Samudro sebagai fasilitas publik.

Ke depan, stadion ini akan dilengkapi dengan jogging track, hutan kota, wall climbing, dan arena skateboard, menjadikannya sebagai pusat olahraga dan rekreasi yang dapat dinikmati seluruh masyarakat Gresik.

“Stadion Gelora Joko Samudro bukan hanya milik atlet atau klub sepak bola, tetapi juga menjadi ruang publik bagi masyarakat yang ingin berolahraga atau sekadar menikmati suasana hijau di kawasan ini,” ungkap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menyampaikan bahwa dengan selesainya revitalisasi G-JOS, masyarakat kini dapat menikmati berbagai fasilitas modern untuk kegiatan olahraga, rekreasi, dan berbagai acara lainnya.

“Renovasi ini bukan hanya tentang memperbaiki fasilitas, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat Gresik untuk aktif bergerak, berolahraga, dan membangun kebersamaan. Kami berharap stadion ini bisa menjadi wadah bagi lahirnya atlet-atlet berbakat dari Gresik, sekaligus menjadi ruang terbuka yang nyaman bagi semua warga,” ujar Wabup Alif. (yad)

Berikut daftar 17 stadion berstandar FIFA yang diresmikan oleh Presiden Prabowo : 

1. Stadion Bumi Sriwijaya, Kota Palembang

2. Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang

3. Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor

4. Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi

5. Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi

6. Stadion Gelora bandung Lautan Api, Kabupaten Bandung

7. Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman

8. Stadion Jatidiri, Kota Semarang

9. Stadion Gelora Joko Samudro, Kabupaten Gresik

10. Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang

11. Stadion Surajaya, Kabupaten Lamongan

12. Stadion Gelora Delta, Kabupaten Sidoarjo

13. Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan

14. Gelora Bumi Kartini, Kabupaten Jepara

15. Stadion Demang Lehman, Kabupaten Banjar

16. Stadion Segiri, Samarinda

17. Stadion B.J. Habibie, Kota Parepare. 

Presiden Prabowo Resmikan 17 Stadion Standar FIFA, Salah satunya Stadion G-JOS Gresik Selengkapnya

Waspada Dampak Gerhana Bulan Total, Bisa Picu Banjir Rob Pesisir Gresik

GRESIK,1minute.id – Gerhana Bulan Total bakal terjadi Jumat besok, 14 Maret 2025. Akan tetapi, fonomena alam itu tidak bisa diamati secara utuh dari seluruh Indonesia.

Wilayah yang paling beruntung adalah Indonesia bagian timur, meskipun  masyarakat hanya dapat melihat fase akhir dari gerhana itu. “Di seluruh Jawa Timur termasuk di Gresik gerhana bulan total tidak bisa diamati,” kata Sekretaris Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama atau LFNU Gresik Angga Purwancara dikonfirmasi 1minute.id pada Kamis malam, 13 Maret 2025.

Pada fase puncak gerhana bulan total, kata Angga, hanya dapat disaksikan secara jelas dari ; Amerika Utara dan Selatan ; Afrika bagian barat ; Eropa bagian barat Asia bagian timur ; Australia bagian timur.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, gerhana bulan total memiliki dampak terhadap kondisi alam, terutama di wilayah pesisir. BMKG memperkirakan, gerhana bulan total ini dapat menyebabkan kenaikkan ketinggian air laut yang berpotensi memicu banjir pesisir atau banjir rob.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, di Kabupaten Gresik ada beberapa desa yang masuk kategori rawan banjir rob. Desa tersebut, antara lain, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas ; Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar ; Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah dan Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.

Berdasarkan laman dinsos.jatimprov.go.id, fonomena supermoon pada 18 November 2024 lalu, telah mengakibatkan banjir rob di tiga desa secara bersamaan. 

Menurut laporan Tagana Dinas Sosial Kabupaten Gresik, banjir rob ini mengakibatkan genangan air di beberapa lokasi, salah satunya Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, 10 rumah terdampak dengan genangan setinggi 5–10 cm. Jalan desa sepanjang 250 meter tergenang.

Kemudian di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, 50 rumah terdampak dengan genangan setinggi 10–20 cm dan jalan desa sepanjang 600 meter tergenang. Serta Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah yang jalan desanya tergenang sepanjang 400 meter. (yad)

Waspada Dampak Gerhana Bulan Total, Bisa Picu Banjir Rob Pesisir Gresik Selengkapnya

Siswa SDN 385 Gresik Ikuti Ngaji Konservasi Penyu yang Terancam Punah di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 60 siswa UPT SDN 385 Gresik di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur mengikuti “Ngaji Konservasi Penyu” pada Kamis, 13 Maret 2025. 

Acara yang diinisiasi oleh Perkumpulan Konservasi Bawean, Masyarakat Adat Bawean atau MAB ini juga dihadiri perwakilan Koperasi Raksa Bhumi, tokoh masyarakat atau Tomas serta para guru di desa setempat. Desa Tanjungori jadi pusat kegiatan karena sekolah tersebut jaraknya dekat dengan habitat penyu yang terancam punah itu.

Dalam sosialisasi itu, para siswa sekolah dasar itu diajak ikut menjaga atau melestarikabln habitat penyu yang ada di pesisir pantai di Pulau Bawean itu. “Ayo Selamatkan Penyu”, begitu bunyi poster yang dibentangkan bocah-bocah belasan tahun yang memakai sarung, baju muslim dan kopyah di depan halaman UPT SDN 385 Gresik itu.

Bagaimana cara menyelamatkan penyu? Antara lain, elarang ejhual belikan (dilarang menjualbekikan) telur penyu.

Apa sanksinya? Pelaku perdagangan penyu, baik penjual maupun pembeli dapat dikenakan hukuman penjara selama 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak, tentang pentingnya pelestarian penyu, salah satu hewan laut yang terancam punah.

Kepala UPT SDN 385 Gresik Ana Setiawati mengatakan, bahwa dengan adanya sosialisasi dan edukasi sejak dini terkait penyu dapat membawa dampak positif terhadap masyarakat yang belum tahu, dan menjadikan perkembangan penyu yang ada di Bawean lebih baik.

“Alhamdulillah anak-anak yang mengikuti sosialisasi tersebut sangat antusias dan mengerti bahwa hewan penyu merupakan hewan yang dilindungi dan siapa yang akan mengambilnya akan kena sanksi berupa penjara 5 tahun,” ujar Ana Setiawati.

TELUR & ANAK PENYU : Penyu, hewan laut yang dilindungi yqng nyaris punah di perairan Pulau Bawean ( foto : istimewa)

“Kegiatan ini sekaligus membangun karakter anak-anak sejak dini terhadap kepedulian terhadap keanekaragaman hayati,”ujar Hidayatun Rosita, guru kelas V UPT SDN 385 Gresik.

Sementara itu, Kabid Penelitian, Pendidikan, Pelatihan , Pengembangan SDM dan Inovasi Perkumpulan Konservasi Bawean, Yusra mengatakan, edukasi sejak dini sangat penting untuk menanamkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dan menjadikan bekal karakter terhadap anak-anak kedepannya dalam menjaga lingkungan dan ekosistem laut.

“Penyu merupakan salah satu hewan yang dilindungi oleh undang-undang. Namun, populasinya terus menurun akibat berbagai faktor, seperti perburuan telur, perdagangan ilegal, dan pencemaran habitat penyu dan lingkungan,” ujar Yusra.

Sedangkan, Ahen, tokoh Masyarakat Adat Bawean (MAB), mengatakan tujuannya adalah agar sejak dini anak-anak sudah mengerti apa itu Konservasi, terutama tentang keberadaan penyu yang kini terancam punah. “Ramadan momentum ngaji Konservasi terutama habitat penyu bertelur dan bulan penuh berkah bagi manusia dan alam,” ujar Ahen. (yad)

Siswa SDN 385 Gresik Ikuti Ngaji Konservasi Penyu yang Terancam Punah di Pulau Bawean Selengkapnya