Pergaulan Bebas Pada Remaja

Oleh : Nerina Khulud*

MASA remaja merupakan periode yang sangat vital, penuh tantangan, dan rawan, karena jika seseorang tidak melewati masa remajanya dengan baik, dapat berakibat pada kesulitan dalam perjalanan hidup di masa yang akan datang.

Sebaliknya, apabila masa remaja dijalani dengan penuh prestasi, melibatkan kegiatan yang produktif dan berhasil, sebagai persiapan untuk tahapan kehidupan selanjutnya, maka ada peluang besar untuk meraih kesuksesan dalam perjalanan hidupnya. 

Pada fase ini, emosi remaja seringkali tidak stabil dan mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Untuk itu, keberadaan dukungan dan arahan dari orang tua menjadi sangat esensial agar mereka dapat melalui fase pencarian identitas dengan orientasi yang lebih positif. 

Secara lebih luas, pergaulan bebas juga dapat dijelaskan sebagai tindakan perbuatan yang melanggar norma-norma sosial dan syariat. Di Indonesia, nilai dan norma-norma ini didasarkan pada budaya, suku, agama, dan jenis gender, yang membatasi perilaku dan sikap sesuai dengan norma aturan yang berlaku dalam kehidupan disekitar atau sosial. 

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Irwan pada tahun 2018, pergaulan bebas dapat disebut sebagai tindakan interaksi antarindividu atau antarkelompok yang melampaui batasan-batasan yang diharapkan, kewajiban, prasyarat, aturan, dan hati nurani.

Pergaulan bebas pun dapat diinterpretasikan  dengan suatu tindakan menyeleweng yang kerap kali berseberangan norma-norma syariat maupun norma kesopanan. Pergaulan bebas seringkali dikaitkan dengan aktivitas ‘‘dugem‘‘ (Dunia Gemerlap), yang secara umum dikenal sebagai tempat di mana penggunaan narkoba sering terjadi. Fenomena ini juga sering terkait dengan praktik seks bebas, yang dapat menyebabkan penyebaran HIV/AIDS. 

Pada periode ini, peran orang tua memiliki signifikansi yang besar dalam upaya mencegah anak-anak dari terlibat dalam lingkungan sosial yang tidak positif. Periode remaja menandai transisi dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan, di mana individu secara aktif mengeksplorasi dan mencari identitas diri, seringkali mengikuti perilaku orang yang mereka kagumi, mengikuti tren terkini, dan dipengaruhi oleh apa yang mereka alami sehari-hari. 

Oleh karena itu, bagi dosen/guru, orang tua, dan kawasan sekitar kita memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengaruh positif dalam kehidupan mereka. Dengan memberikan dukungan yang positif, kita dapat membantu mereka menjadi remaja yang bisa menjadi kebanggaan orang tua, bahkan menjadi generasi bangsa yang unggul, dengan dampak positif yang berkelanjutan dalam kehidupan mereka di masa depan.

Remaja mengakui bahwa tujuan utama mereka dalam mencari hiburan adalah untuk mengatasi stres, meredakan kecemasan, dan menghilangkan perasaan yang mengganggu ketenangan batin mereka. Ini menunjukkan bahwa kegiatan hiburan menjadi cara mereka untuk mencari keseimbangan dan ketenangan di tengah-tengah tekanan dan tuntutan kehidupan sehari-hari. 

Berbagai elemen yang dapat memicu pergaulan bebas pada remaja, sebagaimana ditegaskan oleh Anwar, Martunis, Fajriani (2019), melibatkan sejumlah faktor.

Redupnya taraf pendidikan dalam lingkungan keluarga, adanya keadaan keluarga yang terpecah (broken home), situasi ekonomi keluarga yang kurang menguntungkan, kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai agama, penyalahgunaan internet, pengaruh dari lingkungan sekitar, kurangnya kontrol diri, dan gaya hidup, merupakan elemen-elemen utama yang mampu memicu pergaulan bebas di tengah remaja. 

Semua faktor ini memiliki keterkaitan yang erat dan dapat memberikan sumbangan terhadap munculnya perilaku pergaulan bebas pada remaja.

A. Faktor Internal

Faktor internal merupakan elemen yang timbul dari dorongan dan aspirasi individu itu sendiri. Kepribadian seseorang dapat dipengaruhi oleh beragam faktor, menekankan pentingnya pembentukan karakter, watak, dan pendidikan karakter.

1) Aspek perkembangan alat seksual (biologis)

Modifikasi pada organ seksual (biologis) menjadi salah satu petunjuk perubahan pada remaja yang dapat diamati secara eksternal, sehingga transformasi ini dapat terlihat secara visual oleh orang lain.

Konsep ini sejalan dengan pandangan Purwoko yang menekankan bahwa perilaku menyimpang pada remaja dapat dipengaruhi oleh kualitas pribadi remaja, masuk kepada ketidakseimbangan dalam perkembangan emosional, hambatan dalam pembentukan hati nurani, dan kekurangan dalam mengelola waktu luang.

2) Aspek Motivasi Fase Remaja

Merupakan segmen waktu di mana suatu individu menghadapi realitas kehidupan dan mengalami transisi dari fase anak-anak menuju remaja, yang kemudian berlanjut hingga kedewasaan.

B. Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah elemen yang berasal dari lingkungan eksternal individu dan memiliki potensi mendorong remaja untuk terlibat dalam pergaulan bebas. Dua aspek yang memengaruhi hal ini melibatkan:

1) Aspek Keluarga

Komunikasi dalam lingkup keluarga sangatlah penting, terutama antara orang tua dan anak remaja. Melalui komunikasi, orang tua dapat memahami keinginan dan harapan anak remaja, menciptakan saling pengertian, serta memberikan dukungan dalam menghadapi berbagai persoalan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membuka jalur komunikasi dengan anak remaja agar dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan.

2) Aspek Pergaulan Bagi remaja

Adanya sahabat memiliki peran yang sangat penting dan kerap dianggap sebagai suatu kebutuhan esensial. Dorongan untuk membina hubungan persahabatan dan membentuk kelompok teman sebaya bisa diartikan sebagai usaha untuk tidak sepenuhnya tergantung pada orang dewasa atau sebagai bentuk interaksi sosial yang dinamis. Jika remaja terlibat dalam kelompok teman sebaya yang berpengaruh buruk, hal tersebut dapat mendorong mereka keperilaku yang tidak diinginkan. 

Media massa, melibatkan tv, koran, telepon genggam, dan web internet, sering kali diartikan secara keliru oleh kelompok remaja dalam rutinitas keseharian mereka pergaulan remaja pada masa kini menimbulkan keprihatinan, terutama dengan meningkatnya pergaulan bebas yang berpengaruh pada perilaku hubungan seks bebas. (*)

Artikel Ditulis Oleh :

Nerina Khulud, Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prodi Antropologi

Pergaulan Bebas Pada Remaja Selengkapnya

Muncul Tren Kebaya Korean Style Memicu Keresahan Warganet

BELAKANGAN ini, dunia fashion di Indoensia kembali di gemparkan dengan kemunculan tren baru yang disebut “Kebaya Korean Style”. Tren tersebut muncul di platform TikTok Shop, di mana beberapa penjual mencoba menjual kebaya modern dengan menyebutnya sebagai “Kebaya Korean Style” untuk menarik minat penggemar budaya Korea Selatan yang semakin banyak di Indonesia. 

Namun, sebutan ini memicu keresahan di kalangan warganet yang mempertanyakan keaslian dan relevansi nama tersebut. TikTok Shop telah menjadi platform populer untuk berbagai jenis produk, karena memiliki banyak penawaran seperti diskon yang besar-besaran, sistem pembelian buy one get one untuk beberapa produk tertentu dan masih banyak lagi. 

Melihat peluang besar tersebut penjual berusaha menarik perhatian mereka dengan menawarkan kebaya modern yang diberi label “Kebaya Korean Style”. Meskipun secara desain kebaya ini adalah kebaya modern yang menggabungkan elemen tradisional dengan sentuhan masa kini, penjual menambahkan embel- embel “Korean” untuk meningkatkan daya tarik fans K-pop dan drama korea.

Penggunaan nama “Kebaya Korean Style” ini memicu reaksi beragam dari warganet. Sebagaian menyambut postif inovasi ini, menganggapnya sebagai upaya kreatif untuk membuat kebaya lebih populer di kalangan generasi muda yang mengidolakan budaya korea. 

Mereka berpendapat bahwa penambahan unsur korea pada kebaya modern dapat membuatnya lebih menarik dengan tren fashion saat ini. Namun, kritik keras juga datang dari banyak warganet yang merasa bahwa penamaan tersebut tidak tepat dan menyesatkan. Mereka berpendapat bahwa kebaya adalah pakaian tradisional Indonesia yang sudah memiliki nilai dan identitas yang kuat. 

Menambahkan label “Korean” dianggap merendahkan dan merusak esensi kebaya itu sendiri. Banyak yang beranggapan bahwa tidak perlu menambah unsur asing untuk membuat kebaya terlihat modern dan menarik.Berikut beberapa tanggapan yang muncul pada kolom komentar konten TikTok

1. “Tapi orang sini nyebutnya pake unsur “kebaya” jadi kesannya mengubah bentuk kebaya”

2. “Malah bagus kebaya aslinya gaksih daripada yang di model-model gitu”

3. “Apalah ada kebaya Korea juga” (Tanggapan tersebut menegaskan mengapa harus ada unsur penamaan dalam kebaya tersebut”

4. “Ihhh lucu bangettt pengen beli”

5. “Menyala kakk!!” (Tanggapan tersebut bermaksud menyukai dengan adanya Kebaya Korean Style)

Pada dasarnya, kebaya modern adalah hasil evolusi dari kebaya tradisional yang disesuaikan dengan tren fashion masa kini. Kebaya modern biasanya memiliki desain yang sederhana, menggunakan bahan yang lebih ringan, dan sering kali memiliki warna-warna pastel yang lembut. 

Sebutan-sebutan “Kebaya Korean Style” sebenarnya hanya strategi pemasaran yang bertujuan menarik perhatian penggemar budaya Korea. Tidak ada elemen spesifik dari pakaian tradisioanal Korea. Beberapa sebutan lainya yang muncul seperti kebaya crop top, yang sebenarnya adalah pakain adat tradisonal Myanmar. 

Sebutan tersebut semata-mata digunakan untuk menciptakan asosiasi dengan suatu yang sedang populer dan digemari banyak orang. Hal inilah yang memicu keresahan di kalangan warganet. Karena sebutan tersebut tidak sesuai dan hanya digunakan untuk kepentingan komersial.

Kemunculan, “Kebaya Korean Style” di TikTok Shop telah memicu berbagai reaksi warganet. Meskipun upaya ini mungkin bertujuan untuk menarik pasar yang lebih luas, banyak yang meresa penamaan tersebut tidak tepat dan merusak esensi kebaya sebagi pakaian tradisoanal Indonesia. Kritik ini menunjukan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian budaya.

Pada akhirnya, kebaya baik dalam bentuk tradisional dan modern, adalah simbol identitas budaya Indonesia yang harus dijaga dan dihormati. Dengan tetap menghormati nilai- nilai budaya asli dan mempromosikan kebaya dengan cara yang tepat, kita dapat memastikan bahwa kebaya tetap menjadi bagian seluruh dari warisan budaya Indonesia yang kuat dan berkelanjutan. (*)

Artikel Ditulis Oleh: 

Shakila Nailarahma Nuravananda, mahasiswa  Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Antropologi 

Muncul Tren Kebaya Korean Style Memicu Keresahan Warganet Selengkapnya

Pentingnya Aware Terhadap Stres Bagi Anak Rantau

DI era globalisasi, banyak pelajar yang meninggalkan kampung halamannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga mengharuskan mereka untuk tinggal di luar kampung halaman atau daerah dalam jangka waktu tertentu untuk menyelesaikan pendidikannya. 

Banyak pelajar Indonesia di luar Pulau Jawa yang memilih melanjutkan studi di beberapa universitas di Pulau Jawa. Hal ini disebabkan adanya anggapan dari berbagai kalangan bahwa perguruan tinggi di Pulau Jawa memiliki kualitas yang cukup dibandingkan dengan perguruan tinggi di luar Pulau Jawa. 

Salah satu faktor mendasar yang mempengaruhi kualitas suatu perguruan tinggi adalah sarana dan prasarana yang dimilikinya. Contoh perubahan yang mungkin terjadi adalah peningkatan interaksi individu dengan teman sebaya dari latar belakang berbeda. Perubahan tersebut antara lain perpisahan dengan orang tua, tuntutan hidup mandiri, dan penyesuaian diri dengan teman baru yang berbeda latar belakang. 

Stres adalah emosi yang biasa kita rasakan ketika kita berada di bawah tekanan, kewalahan, atau kesulitan menghadapi suatu situasi. Dalam batas tertentu, stres dapat memberikan efek positif dan memotivasi Anda untuk mencapai tujuan seperti ujian atau berbicara di depan umum. Stres adalah emosi yang biasa Anda rasakan ketika Anda berada di bawah tekanan, kewalahan, atau kesulitan menghadapi suatu situasi. 

Dalam batas tertentu, stres dapat memberikan efek positif dan memotivasi Anda untuk mencapai tujuan. Banyak pelajar Indonesia di luar Pulau Jawa yang memilih kuliah di beberapa universitas di Pulau Jawa. Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa perguruan tinggi di Pulau Jawa mempunyai kualitas yang cukup dibandingkan dengan perguruan tinggi di luar Pulau Jawa. 

Contoh perubahan yang mungkin terjadi adalah individu mengalami lebih banyak interaksi dengan teman sebaya dari latar belakang berbeda. Mahasiswa yang merantau dan juga jauh dari orang tua ataupun keluarga dekat cenderung akan menghadapi tekanan psikologis. Dan permasalahan yang terjadi pada mahasiswa rantau tentunya akan jauh lebih berat dari mahasiswa bukan rantau. 

Hal ini dikarenakan mahasiswa rantau dihadapkan pada berbagai perbedaan dalam segala aspek kehidupan, seperti perbedaan gaya hidup, adat istiadat, dan bahasa yang tentunya tidak sama dengan tempat asal mahasiswa rantau dan juga permasalahan – permasalahan lain yang terjadi baik faktor akademik maupun non akademik yang mana dapat menyebabkan tekanan psikologis pada mahasiswa rantau.

Perbedaan mendasar yang terjadi ketika mahasiswa rantau yang berasal dari pulau Jawa saat ia mengalami stres yaitu ada beberapa dari individu yang mengambil jalan pintas untuk pulang kerumah apabila jarak ke daerah asal masih dapat dijangkau, sedangkan mahasiswa rantau yang berasal dari luar pulau Jawa kesulitan untuk pulang ke tempat tinggal asalnya karena jarak yang jauh sehingga hal tersebut membuat mahasiswa rantau yang berasal dari luar pulau Jawa harus menghadapi segala problematika yang terjadi di lingkungan tempat tinggal barunya. 

Demi terciptanya kesehatan jiwa pada mahasiswa rantau mereka harus menjaga komunikasi yang baik kepada orangtua, karena komunikasi yang baik akan menimbulkan hubungan yang baik dengan orangtua, dan dukungan dari orangtualah yang akan menjadikan mental dan jiwa kita sehat sehingga kita dapat terhindar dari stres.

Karena sesungguhnya dukungan dari orangtua lebih baik daripada dukungan dari teman dekat. Dengan demikian terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi atau mencegah terjadinya stres, yaitu:

1. Aware terhadap Stres

Aware terhadap stres berarti mampu mengenali tanda-tanda dari keberadaan situasi stres. Bagi sebagian orang tanda-tanda tersebut dapat berupa perasaan sangat lelah, lekas marah atau perasaan gelisah. Pada sebagian orang yang muncul adalah sikap cepat menyerang atau menarik diri dari orang lain. Itu sebabnya kita harus lebih peka. Ketika mental kita mulai memberi alarm bahwa ia sedang tidak baik-baik, sebaiknya kita segera mengambil tindakan karena stres akan menyebabkan penurunan kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh akan rawan terserang berbagai penyakit.

2. Melakukan Time Out

Saat keadaan memanas, time out akan memberi kesempatan untuk melakukan cooling down. Langkah ini juga berguna untuk mencegah melakukan tindakan yang dapat disesali kemudian. Istirahat dapat meningkatkan kemampuan untuk berpikir logis, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. 

Istirahat memberi waktu pada otak untuk memproses, mengkonsolidasikan, dan menyimpan informasi yang telah dipelajari. Meluangkan waktu untuk merenung dapat menginspirasi diri untuk melihat melampaui kebutuhan sendiri. Istirahat dapat mendorong untuk mencoba aktivitas bermakna yang melampaui kehidupan sendiri.

3. Mencari Dukungan

Dukungan sosial sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Secara keseluruhan, tampak bahwa dukungan sosial yang positif dan berkualitas tinggi dapat meningkatkan ketahanan terhadap stres, dan dapat membantu melindungi terhadap perkembangan psikopatologi terkait trauma. 

Dukungan bisa berasal dari keluarga, pasangan, maupun teman terdekat, maka dari itu mulailah bangun hubungan yang baik dengan sekitar kita karena mereka pasti akan penjadi mendukung kita saat mengatasi stres.

4. Menangis

Mungkin bagi beberapa orang menangis bukanlah hal yang tepat dilakukan untuk mengurangi stres. Tetapi nyatanya dengan mengekspresikan emosi melalui tangisan, tekanan dan frustrasi yang mengganggu dapat mereda secara perlahan, dan tubuh menjadi lebih santai, dan dengan menangis, seseorang dapat merasa lega dan perasaannya menjadi lebih baik.

5. Berkonsultasi kepada Psikiater

Apabila 4 langkah diatas telah dilakukan tetapi stres tidak kunjung mereda, maka tingkatan stresnya sudah diatas rata-rata, jadi perlu penanganan khusus yang bisa dilakukan dengan berkonsultasi kepada psikiater. Depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, dan lain sebagainya bisa membuatmu kualahan sendiri jika tidak tertangani. 

Dengan berkonsultasi kepada psikiater maka permasalahan stress dapat ditangani dengan baik. Jadi tidak menutup kemungkinan bahwa semua orang mungkin saja sekarang sedang dalam keadaan stres, maka dari itu segera kenalilah gejala stres sebelum stres tersebut menjadi semakin parah. 

Perlu ditekankan disini, stres tidak selamanya membuat orang menjadi tidak waras sehingga terpaksa harus berada di rumah sakit jiwa. karena stres mempunyai beberapa tingkatan. Jadi jangan merasa putus asa saat mengalami stres karena berbagai tingkatan stres pasti ada solusi terbaik dalam mengatasinya asalkan kita mau berusaha. (*)

Artikel Ditulis oleh:

Egydea Amanda Mauluna, Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (FISIP), Jurusan Antropologi

Pentingnya Aware Terhadap Stres Bagi Anak Rantau Selengkapnya

Kehidupan Di Era Globalisasi

Pendahuluan

DARI banyaknya kalangan, yang paling banyak mengikuti arus globalisasi adalah kalangan remaja dan generasi Z. Prensky (2001) mengemukakan bahwa Generasi Z adalah kelompok yang tumbuh sebagai digital native, sangat akrab dengan penggunaan teknologi, seolah-olah telah menjadi bagian bawaan sejak lahir. 

Generasi Z menunjukkan sifat-sifat  inovatif, terbiasa terhadap teknologi, konservatif, dan memiliki kemampuan yang bertanggung jawab, sehingga mereka tidak pernah terlepas dari keterkaitan dengan internet. 

Perbedaan yang paling mencolok dalam karakteristik generasi X, Y, dan Z termanifestasi pada penguasaan mereka terhadap informasi dan teknologi. 

Generasi Z, yang lahir di era di mana akses internet telah menjadi unsur kultural global, memandang informasi dan teknologi sebagai bagian esensial dari kehidupan mereka. Krisis moral dan identitas yang masih berlanjut hingga saat ini tak dapat dilepaskan dari praktik kekuasaan pada masa lampau yang mengabaikan pentingnya pengembangan moralitas dan karakter bangsa secara holistik. 

Contoh dari krisis moral dan identitas itu sendiri dapat di lihat dari banyaknya pelajar–pelajar di Indonesia yang melakukan tawuran, balapan liar, mabuk–mabukan dan kurangnya rasa toleransi sesama hingga mereka melakukan tindakan kriminal seperti mereka melakukan bullying, mencuri bahkan tidak sedikit dari mereka sampai melakukan tindakan pembunuhan. 

Oleh karena itu, implementasi pendidikan karakter sebagai langkah untuk membentuk  karakteristik dan identitas menjadi suatu keharusan yang perlu diadopsi di tengah dinamika globalisasi. 

Anak-anak usia sekolah, yang sering disebut sebagai generasi ‘‘kids zaman now,‘‘ yang lahir dan tumbuh di tengah suatu era globalisasi, memerlukan pendekatan yang lebih mendalam dalam pengelolaannya. 

Hal ini disebabkan oleh kemudahan generasi ini dalam menerima pengaruh dari teman sebaya dan lingkungan sekitar, ditambah dengan keterbukaan informasi yang tidak terbatas di era ini. Oleh karena itu, tidak tepat apabila pola asuh yang diterapkan hanya mengikuti tradisi turun temurun dari orang tua.

Pentingnya bagi konselor atau guru BK untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan baik hardware maupun software yang digunakan dalam pelaksanaan konseling daring. 

Oleh karena itu, diharapkan konselor memiliki pemahaman yang komprehensif, nilai-nilai yang sesuai, dan sikap yang menjadi pedoman dalam menangani konseli yang menghadapi berbagai isu terkait dengan dampak teknologi informasi. 

Tidak hanya itu kita juga perlu diupayakan Pemantapan Karakter Generasi Milenial melalui Pembinaan Karakter untuk Mengantisipasi Dampak Era Globalisasi. 

Supaya menyiapkan generasi muda yang milenial untuk menghadapi perubahan global, langkah serius dari pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan ukuran sektor pendidikan sangat krusial, agar hasilnya dapat terasa dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negeri. 

Kesiapan yang disiapkan negara bagi generasi milenial menghadang dan menjamak era globalisasi dapat dilakukan melalui pelaksanaan program pendidikan karakter yang terstruktur dan terukur.

Pembahasan 

Banyak sekali anak muda yang putus sekolah akibat dari beberapa dampak yang mereka alami, namun dengan adanya kemajuan teknologi ini membuat anak muda semakin mudah dalam mengakses berbagai macam informasi. Salah satu aspek positifnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang menjadi kunci daya saing di era globalisasi ini. 

Melalui akses lebih luas terhadap informasi, teknologi, dan budaya dari berbagai belahan dunia, manusia dapat mengasah keterampilan, pengetahuan, dan wawasan mereka secara lebih holistik. 

Dengan demikian, individu dapat lebih siap dan mampu beradaptasi serta bersaing dalam dunia yang terus berubah ini. Di sisi positif, globalisasi mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memungkinkan pertukaran pengetahuan dan keahlian yang mendukung daya saing di era global. 

Namun, tidak dapat diabaikan bahwa dampak negatif juga muncul seiring dengan interaksi dan arus globalisasi yang pesat. Dalam sektor pendidikan, globalisasi bisa memberikan akses lebih luas terhadap informasi dan metode pembelajaran baru, tetapi sekaligus menimbulkan tantangan terkait keberlanjutan budaya lokal dan identitas nasional. 

Dalam dimensi sosial dan budaya, interaksi lintas budaya dapat memperkaya keragaman, namun juga menimbulkan ketidakpastian dan pergeseran nilai-nilai tradisional. 

Transportasi yang semakin terhubung dan perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan akses, namun juga membawa tantangan terhadap privasi dan keamanan data. 

Terakhir, dalam konteks pertahanan dan keamanan, globalisasi dapat meningkatkan kerjasama untuk mengatasi tantangan bersama, tetapi juga membawa risiko terhadap stabilitas global.

Oleh karena itu, manajemen dampak globalisasi menjadi kunci untuk memastikan bahwa keuntungan yang diperoleh dapat diseimbangkan dengan risiko yang muncul.

Globalisasi juga memberikan dampak positif di bidang agama dengan meningkatnya pemahaman dan kualitas beribadah. Oleh karena itu, manajemen dampak globalisasi yang cermat menjadi kunci untuk memastikan bahwa manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan.

Dampak negatif globalisasi mencakup peningkatan ketergantungan terhadap perusahaan multinasional, yang dapat memunculkan kesenjangan sosial dalam sektor ekonomi. 

Selain itu, fenomena peniruan budaya atau gaya hidup dari negara lain, bahkan jika tidak sesuai dengan norma lokal, dapat menimbulkan ketidakharmonisan di masyarakat dalam konteks sosial dan budaya. 

Peningkatan jumlah kecelakaan, terutama disebabkan oleh penggunaan yang lebih banyak dari alat transportasi, menjadi salah satu dampak negatif dalam sektor transportasi. 

Peningkatan tuntutan masyarakat terhadap pemerintah, bahkan dengan cara yang anarkis, dapat mengancam stabilitas negara dalam konteks pertahanan dan keamanan. Kemajuan yang dicapai oleh para pemuda dalam mendukung pembangunan negara menjadi suatu harapan yang besar. 

Dalam konteks memperkuat dan mengukuhkan progres era globalisasi, generasi muda perlu membangun dan mengasah jiwa kepemimpinan mereka agar dapat menghadapi dinamika yang terus berkembang. 

“Oleh karena itu, pembangunan kepemimpinan yang kokoh di kalangan generasi muda menjadi suatu keharusan dalam menyongsong perubahan globalisasi yang kompleks.”

Sebagai penerus bangsa, generasi muda diharapkan dapat merealisasikan cita-cita dan tujuan negara dengan menjadi agen perubahan dan agen pengawasan sosial, menjaga kestabilan dan kemajuan masyarakat. 

Untuk menjaga ketahanan dalam perubahan zaman, generasi muda perlu dibina agar dapat mempertahankan jiwa kepemimpinan, kecerdasan, semangat, keterampilan, dan kemampuan yang diperlukan. Generasi muda masa kini, terdampak oleh gelombang globalisasi, tampaknya menghadapi dampak negatif, termasuk kesulitan memfilter budaya yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila. 

Saat ini, jarang terlihat generasi muda menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bahkan ada yang acuh tak acuh terhadap aturan yang terkandung di dalamnya. Di tengah kemajuan era ini, Pancasila nampaknya kehilangan peran sebagai landasan bertindak dalam berbagai aspek kehidupan.

Fakta ini menandakan bahwa remaja membutuhkan upaya serius untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi dalam mencari identitas diri. Pancasila, sebagai ideologi, memegang peranan strategis dalam membangun kesejahteraan bangsa Indonesia. 

Menghadapi perubahan zaman, perlunya kembali mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai pilar utama untuk memandu perilaku dan pengambilan keputusan dalam bingkai nilai kebangsaan. (*)

Artikel Ditulis Oleh :

Andhini Hanza Azzahra, Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas: Ilmu sosial dan Ilmu Politik, Jurusan : Antropologi 

Kehidupan Di Era Globalisasi Selengkapnya

Cegah dan Tangkal Narkoba Di Lingkungan Sekolah, Bupati Gresik: Wajib Jauhi Narkoba, Tidak Ada Negosiasi

GRESIK,1minute.id – Ratusan pelajar setingkat sekolah menengah atas atau SMA sederajat berkumpul di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Selasa, 21 Mei 2024.

Mereka berasal dari sepuluh kota/kabupaten di Jawa Timur. Mereka datang ke kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini untuk menghindari Sosialisasi Membangun Daya Cegah dan Daya Tangkal Penyalagunaan Narkoba Di Lingkungan Sekolah dan Pesantren. Acara itu diselenggarakan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnakoba) Polda Jatim di bawah komando Kombes Pol Robert Da Costa itu.

Kegiatan itu bertujuan untuk mengajak pelajar dan masyarakat agar hidup sehat serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Selain itu juga waspada terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Dalam kesempatan ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani wanti-wanti meminta kepada generasi (gen) Z untuk menjauhi narkoba agar tidak salah jalan.

“Jauhi narkoba itu wajib tidak ada negosiasi apa pun itu jenis narkobanya,” tegas Gus Yani. Orang nomor satu di Kota Santri ini  juga menginginkan supaya diadakan tes urine berkala di lingkungan sekolah. 

Hal ini dilakukan agar bisa mengetahui apakah di sekeliling lingkungan sekolah terdapat penyalahgunaan narkoba, agar kemudian bisa diselematkan.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Aditya Panji Anom menginstruksikan jajarannya untuk menggencarkan program lawan narkoba. Baik pencegahan maupun penegakan hukum. Kapolres juga mendukung penuh melalui anggaran khusus sebagai wujud tanggung jawab dan kasih sayang bagi generasi emas muda Jawa Timur.

“Kegiatan ini semoga bisa menyelamatkan generasi muda kita generasi bangsa kita menuju generasi emas dengan generasi muda dan prestasi tanpa narkoba,” ujarnya. (yad)

Cegah dan Tangkal Narkoba Di Lingkungan Sekolah, Bupati Gresik: Wajib Jauhi Narkoba, Tidak Ada Negosiasi Selengkapnya

PG Inspiration Day, Dwi Satriyo Annurogo :  Setiap Mimpi Langkah Awal Menuju Kesuksesan

GRESIK,1minute.id – “Bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang,” kata Ir. Soekarno. 

Nah, menjelang HUT ke-52 Tahun, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melalui program “PG Inspiration Day” mendorong generasi penerus bangsa usia Sekolah Dasar (SD) untuk berani bermimpi demi terciptanya SDM unggul di Kabupaten Gresik. 

Program yang akan dilaksanakan di lima SD dan dua Sekolah Luar Biasa (SLB) ini dibuka oleh Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-52 Petrokimia Gresik Ari Primantara, mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo di hadapan 90 siswa UPT SD Negeri 4 Petrokimia Gresik di Icon Mall, beberapa waktu lalu.

Terpisah, Dwi Satriyo menyampaikan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, sekolah dan para guru. Pendidikan adalah gerakan mencerdaskan bangsa dan harus dilakukan oleh semua pihak, termasuk Petrokimia Gresik. 

Program PG Inspiration Day ini adalah salah satu bentuk kepedulian perusahaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di Gresik, sehingga sejak dini mereka berani bermimpi dan berupaya untuk menggapainya.

“Kami percaya bahwa setiap mimpi adalah langkah awal menuju kesuksesan. Kami berharap anak-anak yang mengikuti kegiatan ini bisa terus belajar dan berinovasi,” kata Dwi Satriyo Annurogo. 

“Kami memotivasi mereka agar tidak pernah takut untuk bermimpi besar, karena mimpi-mimpi itulah yang akan membawa mereka menuju masa depan yang cemerlang,” imbuhnya.

Terakhir Dwi Satriyo menambahkan, Petrokimia Gresik dalam menjalankan operasional bisnisnya tidak hanya berupaya menghasilkan produk pupuk dan bahan kimia berkualitas untuk kemajuan pertanian dan ketahanan pangan nasional, tapi juga ingin berkontribusi lebih untuk masyarakat. Salah satunya melalui PG Inspiration Day ini untuk bidang pendidikan.

“Petrokimia Gresik selalu berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” tegas Dwi Satriyo. “Nah, PG Inspiration Day ini juga menjadi salah satu media bagi kami untuk menanamkan komitmen tersebut kepada generasi penerus perusahaan, sehingga kedepan manfaat yang diberikan perusahaan akan semakin besar lagi di masa-masa yang akan datang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ari Primantara menjelaskan, PG Inspiration Day merupakan bagian dari program “Petrokimia Gresik Mengajar” yang telah dijalankan Petrokimia Gresik tiap tahun di beberapa sekolah di Gresik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian HUT Ke-52 Petrokimia Gresik.

PG Inspiration Day tahun ini mengusung bertema “Sehari Berbagi Mimpi, Selamanya Menginspirasi” dikemas semakin menarik.

Seperti pada saat kick off hari ini, tambah Ari, ditampilkan dalam bentuk drama teatrikal yang diperankan oleh relawan Insan Petrokimia Gresik dengan memerankan profesi atau bidang masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen bagi Insan Petrokimia Gresik memperingati Hari Buruh Nasional.

“Setiap tokoh dalam drama memberikan gambaran kegiatan terkait dengan profesi yang mereka jalani. Di dalamnya juga disisipkan motivasi untuk para siswa, tentunya dengan kemasan yang menyenangkan agar mereka lebih giat lagi dalam mewujudkan cita-citanya,” tandas Ari.

Ari memastikan, kegiatan ini berjalan berkelanjutan. Rencananya akan digelar di lima SD dan dua SLB yang ada di sekitar perusahaan dengan melibatkan generasi milenial di Petrokimia Gresik.

“Anak-anak adalah masa depan bangsa dan negara. Mereka semua akan mendapatkan materi dari para profesional yang akan berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang dapat membantu anak-anak dalam meraih mimpi,” jelasnya. (yad)

PG Inspiration Day, Dwi Satriyo Annurogo :  Setiap Mimpi Langkah Awal Menuju Kesuksesan Selengkapnya

Jumat Religi, Siswa dan Guru Spenda Gresik Berdoa Bersama untuk Calon Jemaah Haji

GRESIK,1minute.id – Ada pembiasaan yang patut mendapatkan apresiasi di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik. Namanya, Jumat Religi. 

Ratusan siswa di sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik berkumpul di halaman sekolah pada Jumat, 17 Mei 2024. Mereka duduk bersila untuk doa bersama. Untuk Jumat Religi tadi pagi, doa bersama untuk pemberangkatan calon jemaah haji atau CJH 2024. Ada lima orang keluarga besar Spenda yang akan menunaikan rukun Islam kelima itu.

Lima CJH itu adalah Bambang Budiono beserta istri, Tri Anjar Pratiwi, Muslikh dan istrinya, Siti Anisah dan Agus Salim, suami dari Ning Khoiriyah. Bambang Budiono, guru dan Muslik adalah Tata Usaha di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Sedangkan, Agus Salim adalah suami dari guru di Spenda Gresik. Lima keluarga besar Spenda itu tergabung dalam kelompok terbang atau kloter 80 dan 81 yang akan terbang ke tanah Suci pada 2 Juni 2024 nanti. 

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, kegiatan Jumat Religi dengan tema Resepsi Pemberangkatan Calon Jemaah Haji digelar dalam rangka praktik baik pembelajaran untuk para peserta didik bahwa sebagai muslim memiliki kewajiban melaksanakan rukun islam kelima yakni Ibadah Haji.

SPENDA : Guru dan TU UPT SMP Negeri 2 Gresik atau Spenda Gresik yang akan menunaikan ibadah haji pada Jumat, 17 Mei 2024 ( Foto : Spenda Gresik untuk 1minute.id)

“Jumat Religi tadi pagi tentang rukun Islam kelima yakni Ibadah Haji,” kata Salim pada Jumat, 17 Mei 2024. Gelaran resepsi dan doa bersama untuk CJH ini, membuat Bambang Budiono terharu. “Mewakili calon haji mengucapkan terimakasih atas penghormatan yang diberikan dalam bentuk acara doa bersama semoga diberikan kemudahan dan kelancaran,” ucap Bambang Budiono.

Sebelumnya, Spenda Gresik yang memiliki kelas Tahfidz menerima kunjungan 15 guru dan tenaga kependidikan atau tendik UPT SMPN 28 Gresik. Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala UPT SMP Negeri 28 Gresik Mahmudiono itu untuk melakukan studi tiru  program yang ada di Spenda. 

Menurut Mohammad Salim, kunjungan dari SMP Negeri 28 Gresik ini adalah bersinergi untuk menyerap penerapan program Spenda terutama terkait digitalisasi sekolah yang sedang ngetren yaitu Absensi scan face, perpustakaan digital , literasi digital, kantin sehat dan jurnal mengajar guru digital serta program Tahfidz. (yad)

Jumat Religi, Siswa dan Guru Spenda Gresik Berdoa Bersama untuk Calon Jemaah Haji Selengkapnya

MTQ ke-XXXI Dibuka Bupati Gresik, Ditutup Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Tuan Rumah Pertahankan Juara Umum

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah atau Bu Min menutup secara resmi hajatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXXI tingkat Kabupaten Gresik pada Ahad malam, 12 Mei 2024. 

Kecamatan Bungah berhasil mempertahankan sebagai juara umum kompetisi tahunan yang tahun ini dipusatkan di Lapangan Gambus, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik itu. MTQ ke-XXXI dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Jumat malam, 10 Mei 2024.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengucapkan syukur gelaran MTQ Ke-XXXI tingkat Kabupaten di Kecamatan Bungah berjalan sukses dan lancar. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk kepada sekolah-sekolah yang bersedia di tempati untuk lomba dan penginapan para kafilah. Sehingga acara MTQ ini berjalan sukses,” ucapnya.

Ia menilai, bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari aspek penyelenggaraan dan prestasi kejuaraan yang diperoleh saja. Tetapi bagaimana semua pihak mengambil hikmah dan mendapat nilai tambah dalam peningkatan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ esensinya adalah bagaimana Alquran digunakan sebagai syiar melalui lomba. Alhamdulillah di lapangan Gembus gelaran MTQ terlihat sangat meriah. Selain itu ada multiplier effect yaitu, menghidupkan UMKM di Kecamatan Bungah,” kata Wabup perempuan berlatar pendidik itu.

Pihaknya, mewakili Pemerintah Kabupaten atau Gresik mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia, baik panitia lokal maupun tingkat kabupaten dan seluruh pihak atas sumbangsih dan usahanya. Sehingga penyelenggaraan MTQ ke-XXXI tahun 2024 di Kecamatan Bungah dapat berjalan lancar dan sukses.

“Selamat kepada para juara. Saya berpesan jangan jumawa, teruslah berlatih, mengembangkan potensi diri untuk menghadapi MTQ tingkat provinsi bahkan nasional nanti,” pesan Bu Min. Tampak hadir dalam acara penutupan tersebut adalah Kepala Kantor Kementerian Agama atau Kemenag Gresik Moh Ersat, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, anggota DPRD Gresik Noto Utomo serta para kepala organisasi perangkat daerah. 

Dalam MTQ ke-XXXI yang diikuti 668 kafilah ini terdapat tujuh cabang yang dilombakan, yakni Tilawah Al Qur’an ; Hifdhil Qur’an ; Tafsir Al Qur’an ; Fahmil Qur’an (MFQ) ; Syarhil Qur’an (MSQ) ; Khot Al Qur’an (MKQ) dan Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an (KTIQ).  

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Kecamatan Bungah sekaligus tuan rumah MTQ ke-XXXI tingkat Kabupaten Gresik berhasil mempertahankan sebagai juara umum. Sedangkan peringkat pertama diraih oleh Kecamatan Ujungpangkah, runner up Kecamatan Manyar, peringkat ketiga Kecamatan Panceng, peringkat keempat dan lima masing-masing Kecamatan Dukun dan Kecamatan Sidayu. (yad)

MTQ ke-XXXI Dibuka Bupati Gresik, Ditutup Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Tuan Rumah Pertahankan Juara Umum Selengkapnya

MTQ XXXI Resmi Dibuka,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: MTQ Media Pengembangan Kompetensi Diri, Kesuksesan Dunia dan Akhirat

GRESIK,1minute.id – Musabaqoh Tilawatil Qur’an atau MTQ Tingkat Kabupaten Gresik resmi dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani pada Jumat malam, 10 Mei 2024. 

Pembukaan MTQ ke-XXXI ini dipusatkan di lapangan Gambus, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik ini diikuti sebanyak 660 kafilah berasal dari perwakilan 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. 16 di Gresik Daratan dan 2 di kepulauan yakni Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean. Dua kecamatan di Pulau Bawean itu tetap mengirimkan kafilah mereka meski mereka baru tertimpah musibah gempa bumi yang saat ini masih tahap rehabilitasi.

Ada tujuh cabang yang dilombakan dalam MTQ yang dihadiri diantaranya Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik M. Ersat, Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi ini. 

Tujuh cabang itu, yakni Tilawah Al Qur’an ; Hifdhil Qur’an ; Tafsir Al Qur’an ; Fahmil Qur’an (MFQ) ; Syarhil Qur’an (MSQ) ; Khot Al Qur’an (MKQ) dan Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an (KTIQ). Ratusan kafilah itu akan berebut menjadi yang terbaik di MTQ yang digelar selama 3 hari, 10-12 Mei 2024 ini.

Dalam sambutannya, Gus Yani menekankan pentingnya Musabaqah Tilawatil Qur’an atau MTQ sebagai media pengembangan kompetensi diri yang mengarah pada kesuksesan dunia dan akhirat. MTQ, imbuhnya, bukan hanya sekedar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memahami Al Qur’an. 

Selain itu, Bupati juga menyoroti partisipasi berbagai lembaga, termasuk TNI, Polri, dan Universitas Negeri dalam MTQ. “Saya sangat bangga melihat semua kelembagaan di NKRI, termasuk TNI dan Polri, serta Universitas favorit membuka diri untuk mencari sumber daya melalui hafalan Al-Qur’an. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana MTQ telah menjadi spirit dan semangat masyarakat Kabupaten Gresik,” kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

BUKA MTQ : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala Kemenag Gresik Moh Ersat menabuh bedug dalam pembukaan MTQ XXXI Kabupaten Gresik di Kecamatan Bungah pada Jumat malam, 10 Mei 2024 ( Foto: istimewa untuk 1minute.id)

Menurut Fandi Akhmad Yani, pengembangan kompetensi melalui hafalan Al-Qur’an tidak hanya memperkaya pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter yang kuat, disiplin, dan bertanggung jawab. 

“Saya berharap melalui MTQ ini, kita semua dapat terus memperkuat nilai-nilai keagamaan serta menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” harapGus Yani. Usai memberikan sambutan, Fandi Akhmad Yani yang malam itu memakai sarung dipandu dengan hem warna krem dirangkapi dengan jas warna senada dan memakai dan kopyah secara simbolis membuka kegiatan MTQ XXXI Tingkat Kabupaten Gresik di Kecamatan Bungah dengan menabuh bedug. 

Sementara itu, Camat Bungah Moh. Izzul Muttaqin menyampaikan rasa syukur karena Gelaran Akbar MTQ XXXI di Kecamatan Bungah berjalan sukses dan lancar.

“Bismillah, semoga mulai pembukaan hingga penutupan MTQ XXXI, Kecamatan Bungah bisa menjadi Tuan Rumah yang baik dan seluruh rangkaian acara berlangsung sukses dan lancar. Dan tentunya membawa berkah bagi kita semua,” ungkapnya dengan nada penuh syukur. (yad)

MTQ XXXI Resmi Dibuka,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: MTQ Media Pengembangan Kompetensi Diri, Kesuksesan Dunia dan Akhirat Selengkapnya

Guru Up Date Ilmu, Wabup Gresik : Anak Lebih Pintar, Cita-cita Guru

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah atau Bu Min mengajak keluarga besar dunia pendidikan untuk banyak bersyukur. Bentuk rasa syukur bisa terus melakukan up date ilmu pengetahuan. 

“Bentuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita, adalah dengan terus menambah ilmu untuk menjadikan anak-anak kita semakin berilmu,” kata Bu Min saat menghadiri Nada dan Dakwah dalam rangka Halal bihalal bersama Tutur Irama Grup KH KH. Abdul Muttholib atau Kiai Kerah Sakti dari Sidoarjo di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Senin, 6 Mei 2024.

Acara tersebut menghadirkan ratusan guru, kepala sekolah, pengawas, dan penilik yang tergabung dalam keluarga besar Dinas Pendidikan Wilayah Kerja (Wilker) IV dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ini mengusung tema “Sucikan Hati Menjalin Silaturahim bersama Menuju Pribadi yang Lebih Baik”.

“Anak lebih pintar daripada gurunya itu memang cita-cita kita sebagai guru, namun bukan berarti kita tidak berusaha untuk mengikuti perkembangan zaman,” imbuh Wakil Bupati Perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu. 

Upaya mengupdate ilmu pengetahuan tersebut bagi wabup suatu kewajiban bagi guru ditengah pesatnya perkembangan zaman. Ia bercerita ditengah padatnya jadwal masih menyempatkan diri untuk membaca. 

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S.Hariyanto menyampaikan berbagai pencapaian yang diraih dinas pendidikan di tahun 2023. Capaian tersebut, di antaranya meraih predikat sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah atau SAKIP AA yang mana merupakan tertinggi nilai SAKIP yang diperoleh Dinas Pendidikan.

“Selain itu, capaian penilaian Ombudsman yang diraih dinas pendidikan juga semakin membaik. Kita menargetkan di tahun 2024 ini kita mendapatkan predikat Sangat Baik dalam penilaian Ombudsman,” kata S. Hariyanto. (yad)

Guru Up Date Ilmu, Wabup Gresik : Anak Lebih Pintar, Cita-cita Guru Selengkapnya