Siswa Spring School PT Indospring Tbk bersama SMK PGRI 1 Gresik mulai Pembelajaran Budaya Kerja, Robotika dan Mekatronik 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 36 siswa Spring School PT Indospring Tbk bersama SMK PGRI 1 Gresik mulai mengikuti pembelajaran pada Sabtu, 14 Februari 2026. Opening Ceremony Spring School dibuka oleh Direktur PT Indospring Tbk Bob Budiono di Aula Sekolah. 

Peresmian dilakukan secara sederhana namun penuh haru. Diawali pemasangan atribut secara simbolis. Kemudian, puluhan siswa kelas X itu sungkem dan minta doa kepada orang tua masing-masing agar bisa lancar dalam proses belajar di Spring School ini. 

Siswa Spring School ini merupakan siswa terbaik, hasil dari penjaringan lebih dari 700 siswa di SMK PGRI 1 Gresik. Seleksi berjenjang dilakukan oleh sekolah dan manajemen perusahaan penghasil pegas terbesar di Asia Tenggara yang berpusat di Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

Di Spring School PT Indospring ini, siswa akan mendapatkan pembelajaran budaya kerja di industri hingga penggunaan teknologi yang up to date di industri pegas ini selama 3 tahun sejak di kelas X. 

Direktur PT Indospring Tbk Bob Budiono mengatakan, sejak 2013 manajemen PT Indospring berkolaborasi dengan SMK PGRI 1 Gresik membuka Indospring Class bagi siswa kelas XII. Pada 2025, kelas Indospring telah memiliki 15 angkatan. “Tahun ini, kita naikkan menjadi Spring School mulai kelas X,” kata Bob Budiono. 

Selama 3 tahun siswa di Spring School akan mendapatkan pendidikan hard skill dan soft skill. Termasuk budaya kerja di lingkungan industri serta teknologi robotik dan mekatronik. “Materi pembelajaran nanti disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang,” kata Bob Budiono juga menjadi sebagai Direktur Spring School PT Indospring Tbk ini. 

Dengan pendidikan selama 3 tahun, Bob Budiono berharap ketika lulus nanti, siswa Spring School bisa siap kerja di industri. “Kami ingin jadi center excellence. Kenalkan dunia robot dan lainnya kepada siswa,” tegas Bob Budiono.

Opening Ceremony Spring School dihadiri oleh Dian Oktaviana, Kepala Seksi Sekolah Menengah Kejuruan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik,  Juyana, Wakil Ketua Bidang SDM dan Ketenagakerjaan Kadin Gresik dan Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy. Serta para wali murid siswa kelas Indospring.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI Gresik Arief Susanto menyebut Spring School adalah kelas istimewa. Sebab, bisa lolos seleksi masuk Spring School ini, siswa kelas X menjalani seleksi ketat. 

Tahap pertama, diikuti sebanyak 700 lebih siswa kelas X. Guru melakukan seleksi menyaring menjadi 200 siswa. Tahap berikutnya, manajemen PT Indospring, perusahaan pegas terbesar di Asia Tenggara menjaring 70 siswa kemudian disaring lagi menjadi 36 siswa. 

“Jadi siswa Spring School PT Indospring ini adalah anak-anak yang memiliki kompetensi yang baik,” ujarnya. Meski kelas istimewa, biaya pendidikan tetap sama dengan siswa kelas X lainnya. Bahkan ada 7 dari 36 siswa Spring School yang gratis. Mereka anak yatim piatu dan duafa. “Tolong belajar sungguh-sungguh jangan sekali kali melanggar,” katanya.

Arief melanjutkan untuk pembelajaran siswa Spring School ini, sekolah telah membeli dua unit robot karena nanti ada mekatronik. “Ini gurunya masih belajar.  Saya datangkan guru dari luar. Selain itu, sekolah juga telah pesan 3 unit robotik dari luar negeri,” tegasnya. Ia berharap kelak siswa Spring School PT Indospring Tbk ini bisa menjadi siswa bisa dibanggakan orang  tua dan sekolah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Siswa Spring School PT Indospring Tbk bersama SMK PGRI 1 Gresik mulai Pembelajaran Budaya Kerja, Robotika dan Mekatronik  Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik, Sekolah Negeri Pertama Raih Predikat Sekolah PAIS Berkarakter dari Kemenag 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) menjadi Sekolah Piloting PAIS (Pendidikan Agama Islam Sekolah) Berkarakter di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik pada Jumat, 13 Februari 2026.

Sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim ini, adalah satu-satunya sekolah negeri jenjang SMP yang menjadi program percontohan dari Kantor Kementerian Agama (Kemanag) Jawa Timur 2026 untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah umum.

Launching Sekolah Piloting PAIS Berkarakter disambut suka cita tenaga pendidik, siswa dan orang wali siswa. Mereka tumplek-blek di halaman sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik.

Kepala Seksi PAIS Kemenag Gresik Ahmad Yahya mengatakan peresmian program PAIS berkarakter untuk UPT SMP Negeri 2 Gresik ini sudah sangat pas. “Spenda sudah menerapkan kegiatan rutin keagamaan diantaranya TBTQ, Tahfidz, Hotmil dan tadarus Qur’an pagi jam ke Nol, Sholat duha, Duhur, literasi Al Quran dan penanaman Akhlaq mulia dengan penerapan Fiqhun nisa’,” kata Ahmad Yahya.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri  2 Gresik Mohammad Salim mengucapkan terima kasih kepada Kemenag Gresik atas penunjukan Spenda Gresik sebagai Sekolah Piloting PAIS Berkarakter. UPt SMP Negeri pertama yang mendapatkan predikat sebagai Sekolah Berkarakter Keislaman di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

“Saya sangat berterima kasih kepada kenenag yang telah memilih Spenda sebagai piloting Sekolah PAIS berkarakter Tingkat Jawa Timur 2026. Semoga program ini mampu memberikan kontribusi terhadap kualitas pembelajaran dan meningkatkan mutu lulusan yang berakhlaq karimah amin,” kata Salim.

Komite Sekolah H. Ubaidilah satali tiga uang dengan Salim. “Saya atas nama  komite sekolah sangat apresiasi terhadap kualitas layanan sekolah dimana untuk pembentukan karakter saat ini sangat dibutuhkan untuk membentengi generasi muda agar tidak tergerus oleh zaman,” ujarnya. 

Ketua OSIS SMP Negeri  2 Gresik Nabila mengaku sangat senang dan bangga dengan program ini karena dapat meningkatkan pengalaman belajar agama di sekolah negeri tapi mirip pondok pesantren. “Semoga lulusan Spenda menjadi manusia yang taat beragama dan membahagiakan orang tuanya kelak,” katanya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

UPT SMP Negeri 2 Gresik, Sekolah Negeri Pertama Raih Predikat Sekolah PAIS Berkarakter dari Kemenag  Selengkapnya

Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Bupati dan Forkopimda Gresik Gelar Aksi Bersih Pantai Delegan dari Sampah Plastik 

GRESIK1minute.id –  Pantai Delegan menjadi center poin aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik pada Jumat, 6 Februari 2026.

Bersih-bersih pantai dari.sampah plastik dan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari salah satu destinasi wisata alam favorit di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Zam Zam Ikhwan, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dan ratusan peserta lainnya membuat wisata alam dengan pasir putih berada di Desa Delegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik ini lebih riuh. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang kemudian direspon melalui komitmen bersama Forkopimda dan seluruh perangkat daerah di Kabupaten Gresik. 

“Ini menegaskan bahwa isu kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir dan laut bukan lagi hal kecil. Melainkan prioritas nasional yang harus kita dukung secara nyata di daerah,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga menekankan, bahwa kebersihan lingkungan wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pengelola, melainkan tanggung jawab bersama. “Lingkungan yang bersih akan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisata secara berkelanjutan,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Pihaknya menambahkan, Pantai Dalegan merupakan merupakan salah satu ikon wisata Kabupaten Gresik. Menurut dirinya, tempat ini bukan hanya destinasi rekreasi, tetapi juga sumber penghidupan masyarakat serta wajah daerah yang dilihat oleh pengunjung.  “2Jika lingkungannya bersih, masyarakat sehat, wisata berkembang dan ekonomi bergerak. Sebaliknya, jika kita abai dampaknya akan kembali kepada kita semua,” tuturnya. 

Ia memastikan pengelolaan sampah laut yang terbawa ke pesisir tetap terkendali agar kawasan wisata tetap asri. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan. “Saya berharap, gerakan seperti ini terus berlanjut, dan menjadi kebiasaan rutin. Sehingga Gresik benar benar dikenal sebagai kabupaten yang bersih, sehat dan nyaman,” harap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Lebih lanjut, Gus Yani mengungkapkan selain tempat wisata, agenda ini juga sebagai silaturahmi dan aksi mulia yang bisa diagendakan secara rutin. Bisa dilaksanakan di wisata religi, Alun-alun maupun tempat ibadah dan tempat umum lainnya dalam menjaga kelestarian yang banyak dampaknya terhadap masyarakat. 

“Pariwisata bukan hanya soal keindahan alam, tapi juga soal kenyamanan, keamanan, dan kebersihan lingkungan. Aksi hari ini harus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah budaya dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, aksi bersih pantai ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga ikon pariwisata Kabupaten Gresik agar tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi pengunjung.

“Fokus kami hari ini adalah menjaga kebersihan Pantai Delegan sebagai salah satu destinasi unggulan Gresik. Lingkungan yang bersih bukan hanya soal kenyamanan wisatawan, tetapi juga tentang menjaga ekosistem pesisir agar tetap lestari,” ujarnya di sela kegiatan.

Selain membersihkan sampah plastik, petugas gabungan juga mengangkat limbah domestik yang berpotensi merusak ekosistem laut dan mempercepat abrasi pantai. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke laut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Bupati dan Forkopimda Gresik Gelar Aksi Bersih Pantai Delegan dari Sampah Plastik  Selengkapnya

Smamio GKB Gresik Gelar Supercamp UTBK 2026, Ready in Mind, Solid in Team

GRESIK,1minute.id – SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik menggelar kegiatan Supercamp UTBK 2026 dengan mengusung tema “Ready in Mind, Solid in Team”. Kegiatan ini dilaksanakan di Blessing Hills, Trawas, Kabupaten Mojokerto selama dua hari, Selasa dan Rabu, 3-4 Februari 2026.

Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa kelas XII dengan didampingi 11 guru pendamping. Suasana udara sejuk khas pegunungan Trawas menyelimuti rangkaian kegiatan, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan. 

Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan. Mereka merasa lebih semangat karena mengerjakan soal ujian tulis berbasis komputer (UTBK) di luar kelas dan di luar lingkungan sekolah. “Belajar UTBK di alam terbuka itu seru dan tidak membosankan. Kami jadi lebih fokus, rileks, dan termotivasi untuk menghadapi UTBK nanti,” kata salah siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dr. Anis Shofatun, menyampaikan bahwa Supercamp UTBK ini dirancang sebagai bentuk persiapan komprehensif bagi siswa dalam menghadapi UTBK yang akan berlangsung pada April 2026. “Kegiatan Supercamp ini untuk mempersiapkan siswa menghadapi UTBK bulan April 2026 baik secara akademik, mental, dan spiritual,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemantapan UTBK dalam Supercamp dikemas secara menarik dan interaktif. Beberapa kegiatan unggulan antara lain UTBK Escape Roomdan Battle of Brain, yang dipadukan dengan pelaksanaan pretest dan posttest. “Hal ini bertujuan untuk melihat posisi kemampuan mereka saat ini, materi apa yang masih lemah dan bagian mana yang sudah kuat. Sehingga dalam dua bulan ke depan menuju SNBT, sekolah dapat memberikan treatment yang tepat,” lanjutnya.

Kegiatan outdoor learning dengan nuansa alam yang menyejukkan ini diharapkan mampu meningkatkan daya nalar siswa serta membuat mereka semakin familiar dengan pola soal UTBK. “Dengan suasana yang berbeda, siswa diharapkan lebih rileks namun tetap fokus dalam belajar,” pungkas Dr. Anis. (yad)

Penulis : Fitri Dewi Sundari | Editor: Chusnul Cahyadi 

Smamio GKB Gresik Gelar Supercamp UTBK 2026, Ready in Mind, Solid in Team Selengkapnya

Pertama di Gresik, UPT SMP Negeri 2 Gresik Raih SKK Paripurna Nasional 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik meraih predikat Sekolah Siaga Kependudukan (SKK) Paripurna. Sekolah yang berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik ini, menjadi pioner untuk satuan pendidikan jenjang SMP di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang mendapatkan predikat tertinggi yang disematkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), dulu bernama, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu.

Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah satuan pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga ke dalam mata pelajaran atau kurikulum, ekstrakurikuler serta budaya sekolah. Program ini bertujuan membentuk generasi muda yang sadar isu kependudukan, berperilaku sehat dan berencana sejak dini.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menceritakan, pihaknya bersama tim SKK sekolah melakukan studi tiru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik. Selanjutnya, melakukan workshop penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Terintegrasi SSK. 

“Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KBPPPA) Gresik, kami ikut asesmen monitoring dan evaluasi SSK. Alhamdulillah berkat kerja keras TIM sekolah kita meraih predikat paripurna,” ujar Salim melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 3 Februari 2026.

Implementasi yang telah dilakukan oleh Spenda Gresik adalah mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam materi pembelajaran. Di Spenda Gresik, kegiatan yang dilakukan, antara lain, pelatihan, seminar dan workshop tentang isu kependudukan bagi Guru, TU dan murid ; Kegiatan ekstrakurikuler, Duta Genre, Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) yakni sudut baca yang terkait dengan isu kependudukan dan proyek komunitas yang berfokus pada sekolah Aman Nyaman dan Menyenangkan.

“Dengan demikian, SSK dapat membantu murid menjadi warga negara yang peduli dan bertanggung jawab terhadap isu kependudukan,” ujar Salim. Data yang didapat wartawan  1minute.id ,  ada tiga satuan pendidikan di Kabupaten Gresik yang masuk kategori SKK Paripurna. Tiga sekolah itu, adalah SMA Negeri 1 Kedamean; MAN 1 Gresik dan UPT SMP Negeri 2 Gresik. “Insya Allah di Hari Kependudukan piagam akan diterimakan,” kata Salim. Hari Kependudukan Nasional biasanya diperingati bersamaan dengan Hari Populasi Sedunia yang diperingati setiap 11 Juli. (yad)

Pertama di Gresik, UPT SMP Negeri 2 Gresik Raih SKK Paripurna Nasional  Selengkapnya

Tradisi Jelang HPN, PWI Gresik Kolaborasi Lintas Sektor Lakukan Penghijauan di Bantaran Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik melakukan penanaman ratusan pohon produktif di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Senin, 2 Februari 2026. Aksi nyata pelestarian lingkungan hasil kolaborasi lintas sektor dari instansi pemerintah dan perusahaan di Kota Industri, sebutan lain, KabupatenGresik.

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono mengatakan, kegiatan penanaman pohon bertajuk “Satu Pohon Sejuta Manfaat” ini rutin digelar PWI Gresik setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Pihaknya berkomitmen menjadi bagian dari solusi konkret dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan.

Pada kegiatan tahun ini, sebanyak 400 pohon produktif ditanam. Terdiri dari mangga, nangka, jambu air, jambu kristal, dan alpukat. Pemilihan pohon produktif tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat mitigasi bencana alam di kawasan rawan banjir, tetapi juga sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah.

“Penanaman pohon ini menjadi agenda rutin PWI Gresik setiap tahun, sebagai rangkaian peringatan Hari Pers Nasional dan HUT PWI. Tidak hanya menulis saja, kita juga turut andil dalam langkah kecil menjaga lingkungan. Mudah-mudahan bermanfaat untuk lingkungan,” kata Deni.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak. PWI Gresik menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh, antara lain Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Kecamatan Cerme, Desa Jono.

Juga kepada.manajemen perusahaan, PT Freeport Indonesia, SKK Migas Jabanusa, PGN Saka, Petronas, Prima Energi Baweran, PT Smelting, Bank Jatim, PT Petrokimia Gresik, PT Indospring Tbk, PT PLN Nusantara Power UP Gresik, PT Cargill Indonesia, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT BKMS/JIIPE Gresik, serta Aston Gresik.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, langkah nyata PWI Gresik ini selaras dengan program prioritas pemerintah daerah dalam Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam penanggulangan banjir Kali Lamong sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Tentu yang pertama, kami menyampaikan apresiasi atas inisiasi penanaman pohon yang rutin dilakukan PWI Gresik setiap tahun. Tahun lalu di Ngargosari, sebelumnya di daerah lain juga. Artinya PWI Gresik istiqomah, mendukung kesinambungan dalam menjaga lingkungan dengan penanaman pohon. Setiap pohon yang ditanam akan men-support oksigen di Gresik,” tandasnya.

Washil menyebut, 5 ribu hektar di wilayah perkotaan sudah menjadi kawasan industri. Untuk itu, penanaman pohon ini menjadi sangat penting untuk mendukung kebutuhan oksigen bagi Kota Gresik. “Sekali lagi saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PWI Gresik, perusahaan dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Jono Asrun menyampaikan terima kasih karena penanaman pohon PWI Gresik tahun 2026 ini dipusatkan di Desa Jono. Daerah yang berada di bantaran Sungai Kali Lamong dan berada di bayang-bayang banjir setiap tahun.

“Untuk diketahui, 3/4 wilayah kami dikelilingi Kali Lamong. Dengan adanya penanaman pohon ini, mudah-mudahan bermanfaat khususnya untuk penguatan tanggul Desa Jono, meminimalisir tanggul jebol akibat luapan Kali Lamong,” tukas Asrun.

Asrun bercerita, tanggul Desa Jono pernah jebol dan mengakibatkan permukiman warga tergenang 2 minggu. “Itu bukan waktu yang sebentar, efeknya banyak. Warga banyak yang sakit dan mobilitas terganggu,” tandasnya. “Untuk itu, saya atas nama warga Desa Jono menghaturkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak dalam penanaman pohon di desa kami,” sambung Asrun memungkasi.

Acara penanaman pohon dihadiri Wakapolres Gresik Kompol Sabdha Purusha, Kasdim 0817 Mayor Inf. Siari, Forkopimcam Cerme, PKDI Cerme, dan perwakilan dari perusahaan-perusahaan. Hal ini menunjukkan aksi nyata penghijauan lingkungan berbasis kolaborasi.

Mengutip Meta AI, sebatang pohon dapat menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis, yang menggunakan energi dari sinar matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.

Jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebatang pohon dapat bervariasi tergantung pada jenis pohon, ukuran, dan kondisi lingkungan. Namun, berikut adalah beberapa perkiraan tentang jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon:

– Sebatang pohon yang berusia 1 tahun dapat menghasilkan sekitar 10-20 kilogram oksigen per tahun.

– Sebatang pohon yang berusia 10 tahun dapat menghasilkan sekitar 100-200 kilogram oksigen per tahun.

– Sebuah pohon yang berusia 50 tahun dapat menghasilkan sekitar 1.000-2.000 kilogram oksigen per tahun.

Dalam satu hari, sebatang pohon dapat menghasilkan sekitar 2-5 kilogram oksigen. Jadi, jika kita asumsikan bahwa sebatang pohon dapat menghasilkan 3 kilogram oksigen per hari, maka dalam satu tahun, pohon tersebut dapat menghasilkan sekitar 1.095 kilogram oksigen.

Namun, perlu diingat bahwa jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebatang pohon juga tergantung pada faktor-faktor lain seperti intensitas sinar matahari, suhu, kelembaban, dan ketersediaan nutrisi. Oleh karena itu, angka-angka di atas hanya merupakan perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan.

Dalam konteks ini, sebatang pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari, tergantung pada jumlah oksigen yang dihasilkan dan kebutuhan oksigen manusia. Namun, perlu diingat bahwa pohon tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga memiliki banyak manfaat lain seperti menyediakan makanan, tempat tinggal, dan perlindungan dari erosi.

Bila PWI Gresik menanam 400 pohon dan semua hidup, telah menyediakan oksigen  sekitar 1.600 orang. Karena setiap pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari. Yuk kita tanam pohon. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Tradisi Jelang HPN, PWI Gresik Kolaborasi Lintas Sektor Lakukan Penghijauan di Bantaran Kali Lamong Selengkapnya

Pertama di Gresik, Kancabdin Gresik Resmikan Gedung Research Center dan Student Center Smamio GKB  

GRESIK,1minute.id – SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB kini memiliki gedung Research Center dan Student Center. Gedung itu diresmikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik Eko Agus Surandfi pada Kamis, 22 Januari 2026.

Peresmian gedung itu menjadi tonggak penguatan budaya akademik dan pengembangan karakter di sekolah.  “Diresmikannya Research Center dan Student Center diharapkan menjadi tonggak penguatan budaya akademik dan pengembangan karakter di sekolah,” ungkap Ulyatun Nikmah, Kepala Smamio dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Peresmian ini bertepatan dengan Milad ke-11 Smamio ini mengusung tema “Green Growth, Bright Future”. Milad tahun ini menyoroti perjalanan sekolah dalam menghadirkan inovasi, prestasi, dan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan inspiratif yang melibatkan alumni, siswa, dan mitra strategis dan peresmian ini menjadi simbol komitmen lembaga dalam peningkatan kualitas sarana pendidikan.

Peresmian gedung riset yang pertama di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini ditandai dengan seremoni peresmian digital yang dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik Eko Agus Surandfi  didampingi Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal PWM Jawa Timur Prof Khozin , Ketua PDM Kabupaten Gresik Muhammad Thoha Mahsun serta kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Ulyatun Nikmah ini menjadi tonggak penguatan budaya akademik dan pengembangan karakter di sekolah dan sebagai dukungan penuh bagi siswa dalam menjalankan aktivitas organisasi IPM dengan menyediakan fasilitas terbaik untuk mendukung kegiatan akademik dan nonakademik.

Research Center dan Student Center ini dirancang dengan konsep modern dan multifungsi. Beberapa fasilitas yang tersedia meliputi: laboratorium dan riset, ruang organisasi sekolah seperti IPM, KM3, dan HW, sekaligus ruang pembinaan kepemimpinan, ruang diskusi. Fasilitas ini diharapkan mampu mendukung berbagai kegiatan mahasiswa, mulai dari kegiatan organisasi, pelatihan, hingga kegiatan santai yang mempererat hubungan antarwarga sekolah.

Research Center diharapkan mampu melahirkan karya riset yang inovatif serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Sementara itu, Student Center menjadi pusat organisasi sekolah seperti IPM, KM3, dan HW, sekaligus ruang pembinaan kepemimpinan, kreativitas, dan karakter siswa melalui kegiatan yang positif dan kolaboratif. 

Sekolah berharap dapat mencetak generasi yang berilmu, berkarakter kuat, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan serta bersaing di tingkat global.(*/yad)

Penulis: Yanita Intan Sariani

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pertama di Gresik, Kancabdin Gresik Resmikan Gedung Research Center dan Student Center Smamio GKB   Selengkapnya
Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Ulyatun Nikmah bersama Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Malang, Prof. Rosa Andrie Asmara dalam MoU pengembangan karier dan masa depan siswa setelah lulus sekolah di Polinema Malang, 13 Januari 2026 (Foto : smamio untuk 1minute.id)

SMAMIO Gresik Jalin Kerjasama dengan Polinema, Dukung Karier Lulusan

GRESIK,1minute.id – SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) menandatanganani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema). MoU dua institusi pendidikan ini sebagai upaya memperkuat dukungan terhadap pengembangan karier dan masa depan siswa setelah lulus sekolah dilakukan pada Selasa, 13 Januari 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis sekolah dalam memperluas jejaring pendidikan dan membuka wawasan siswa terhadap berbagai pilihan studi lanjutan, khususnya di bidang vokasi dan terapan. Melalui MoU ini, diharapkan terjalin sinergi yang saling menguatkan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Politeknik Negeri Malang, manajemen SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, serta guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan dialog terbuka mengenai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.

Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menyiapkan lulusan yang memiliki arah karier yang jelas. “Kerja sama dengan Politeknik Negeri Malang ini kami harapkan dapat membuka wawasan siswa tentang pendidikan vokasi dan dunia kerja, sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih konkret mengenai pilihan studi dan karier setelah lulus,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya bertugas mengantarkan siswa lulus, tetapi juga mendampingi mereka dalam merancang masa depan. “Kami ingin siswa mampu mengenali potensi diri, minat, dan bakatnya, serta mendapatkan pendampingan yang tepat sesuai dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Malang, Prof. Rosa Andrie Asmara, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik dalam membangun kolaborasi pendidikan yang berorientasi pada masa depan siswa.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk sinergi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi vokasi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap siswa mendapatkan pemahaman lebih awal mengenai dunia pendidikan terapan dan peluang karier yang dapat mereka tempuh,” ungkapnya.

Menurutnya, kerja sama ini juga menjadi bagian dari komitmen Politeknik Negeri Malang dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi dalam berbagai program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa, sekolah, dan dunia pendidikan secara luas,” tambahnya.

Melalui MoU ini, kedua institusi sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif, seperti pengenalan dunia perguruan tinggi vokasi, pendampingan karier siswa, kegiatan edukatif, serta penguatan kompetensi siswa yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dengan adanya kerja sama ini, SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik berharap dapat terus menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi pengembangan diri siswa, sekaligus memperkuat peran sekolah dalam membimbing peserta didik menuju masa depan yang lebih terarah dan berdaya saing. (*/yad)

Penulis : Dwanda Putra  Editor: Chusnul Cahyadi 

SMAMIO Gresik Jalin Kerjasama dengan Polinema, Dukung Karier Lulusan Selengkapnya
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam doa (foto: istimewa untuk 1minute.id)

Ziarah Makam Waliyullah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution : Refleksi Spiritual, Mempererat Sinergitas

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan roadshow ziarah ke makam waliyullah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Ziarah yang dilakukan bersamaan memperingati Isra Mikraj ini diawali dengan Salat Subuh berjamaah di Masjid Jamik Gresik ini diikuti oleh pejabat utama (PJU) Polres Gresik, di antaranya Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, serta para Kapolsek jajaran.

Alumnus akpol 2007 itu terlihat khusyuk. Tradisi  Menjunjung tinggi nilai spiritualitas serta menghormati jasa para penyebar agama Islam di tanah Jawa. Usai melaksanakan ibadah, AKBP Ramadhan beserta rombongan melanjutkan kegiatan ziarah ke Makam Habib Abu Bakar dan Habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assegaf dalam kompleks masjid Jamik yang berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu.

Didampingi Habib Achmad Ismail bin Abdullah Al-Habsy, rombongan memanjatkan doa bersama dan melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama. Pada pukul 05.30 WIB, rombongan bergerak menuju Makam Sunan Giri, Syekh Maulana Ainul Yaqin di Bukit Giri, Kecamatan Kebomas.

Mereka disambut oleh Ketua Yayasan Makam Sunan Giri Izuddin Sodik dan Pembina Yayasan Aziz Zawahir. Dalam kesempatan tersebut, AKBP Ramadhan Nasution berdialog sekaligus mendengarkan ulasan sejarah perjuangan Sunan Giri dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. 

Kapolres kemudian melaksanakan doa dan tabur bunga di pusara salah satu Wali Songo tersebut. “Kegiatan ziarah ini merupakan wujud penghormatan serta doa kami kepada para leluhur dan tokoh agama yang telah berjuang luar biasa dalam menyebarkan agama Islam, khususnya di wilayah Gresik,” ujar AKBP Ramadhan Nasution pada Jumat, 16 Januari 2026.

Ziarah dilanjutkan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim yang berada di pusat Kota Gresik, Didampingi juru kunci Habib Husein Syahab dan Ketua Yayasan Taufik Haris, rombongan kembali memanjatkan doa bersama dengan penuh kekhusyukan.

Kegiatan ziarah ini tidak hanya menjadi sarana refleksi spiritual, tetapi juga momentum untuk mempererat sinergitas antara Polres Gresik dengan para tokoh agama serta pengelola kawasan wisata religi di Kabupaten Gresik. Diharapkan, nilai-nilai keteladanan dan perjuangan para pendahulu dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polres Gresik dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Ziarah Makam Waliyullah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution : Refleksi Spiritual, Mempererat Sinergitas Selengkapnya

Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta para tenaga pendidik (Tendik) mengubah cara mengajar matematika agar lebih menyenangkan. Pelajaran matematika tidak menakutkan lagi bagi sebagian siswa.

“Yang sedang kita pikirkan adalah bagaimana matematika bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan. Saya hanya menitipkan satu pesan penting, yakni kejujuran,” ujar Wabup Asluchul Alif saat membuka pelatihan guru di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 12 Januari 2026.

Menurutnya, pembelajaran yang jujur, baik dalam proses mengajar maupun menilai, menjadi fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan. Tanpa itu, target peningkatan hasil belajar hanya akan menjadi angka di atas kertas.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan guru bertajuk Pembelajaran Diferensiasi dan Motivasi Siswa ala Jepang yang digelar pada selama 3 hari, 12–14 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti 321 guru SD dan SMP se-Kabupaten Gresik, serta dihadiri Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga  Prof. Biyanto.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mengajarkan konsep matematika secara inovatif dan menyenangkan. Guru didorong keluar dari pola pembelajaran yang kaku, menuju pendekatan yang lebih kontekstual dan ramah bagi siswa. “Pelatihan ini memperkuat numerasi guru sekaligus mensosialisasikan pembelajaran ala Jepang. Tujuannya jelas, menyiapkan peserta didik menghadapi TKA April 2026,” kata Hariyanto.

Ia menyebutkan, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA sederajat tahun 2025 secara nasional menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia tercatat 57,39, Matematika 37,23, dan Bahasa Inggris 26,71. “Angka ini menjadi peringatan serius. Karena itu, kami berharap di Gresik tidak ada lagi nilai TKA di bawah 5 untuk SD dan SMP pada April mendatang. Target minimal Matematika 6,00 dan Bahasa Indonesia 7,00,” tegasnya.

Sejumlah langkah antisipatif telah dijalankan. Untuk penguatan Bahasa Inggris, Pemkab Gresik bekerja sama dengan Kampung Inggris Pare melalui pilot project di SDN 4 Petrokimia Gresik dan SMP Plus Jauharul Maknuun Sidayu. Di sekolah tersebut, ekosistem Bahasa Inggris telah dibangun, melibatkan tenaga tata usaha, siswa, hingga petugas kebersihan.

Sementara untuk matematika, pendekatan pembelajaran ala Jepang dipilih agar siswa terbiasa bernalar, memahami konsep, dan menikmati proses belajar. Pemkab Gresik menargetkan peningkatan nilai TKA berjalan konsisten dan mampu menembus 10 besar tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pelatihan ini terlaksana melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Gresik dengan dukungan program CSR dari PT Petrokimia Gresik sebagai bagian dari komitmen memperkuat kualitas pendidikan daerah. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan Selengkapnya