Membanggakan! SMPN 2 Gresik Satu-satunya di Gresik Lolos 30 Sekolah Energi Berdikari Pertamina se-Indonesia

GRESIK, 1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik atau SPENDAGRES terpilih sebagai Sekolah Energi Berdikari (SEB). Satu-satunya di Kota Santri, Kabupaten Gresik. Satu dari 30 sekolah di Indonesia.

Capaian ini membanggakan dunia pendidikan. Bagi civitas UPT SMP Negeri 2 Gresik, terpilih sebagai SEB yang diinisiasi Pertamina merupakan sebuah kepercayaan sekaligus kesempatan untuk memperkuat komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Program ini sejalan dengan semangat SPENDAGRES untuk tidak hanya mencetak murid yang cerdas secara akademik, tetapi juga peduli lingkungan, mampu berpikir kritis dan kreatif, serta memiliki keterampilan menghadapi tantangan masa depan.

Pada Rabu, 21 Oktober 2026, tim Universitas Pertamina hadir langsung ke sekolah yang berlokasi di Jalan KH Kholil Gresik untuk kunjungan awal dan pengenalan program SEB. Kegiatan tersebut dihadiri dosen Universitas Pertamina, Bob Adyari dan Zahra Akbari A.

Rombongan disambut langsung Kepala SPENDAGRES, Mohammad Salim.

Menurut Salim, Sekolah Energi Berdikari merupakan program yang diarahkan untuk membangun pengetahuan, keterampilan, kepedulian, dan aksi nyata generasi muda di bidang lingkungan, energi, teknologi, serta keberlanjutan.

Melalui program ini, pembelajaran tidak berhenti pada teori di dalam kelas. “Siswa akan diajak mengamati, mencoba, mengolah, menciptakan, dan menerapkan solusi secara langsung di lingkungan sekolah,” kata Salim.

Program SEB dirancang melalui beberapa tahapan, mulai dari asesmen berbasis kondisi sekolah, sosialisasi SEB, pembentukan komunitas lingkungan (KCL), edukasi STEM, implementasi infrastruktur teknologi, pelatihan guru, proyek inovasi murid di bidang lingkungan, monitoring, hingga evaluasi.

Salah satu daya tarik utama adalah implementasi infrastruktur teknologi lingkungan. “SPENDAGRES berkesempatan mengembangkan berbagai inovasi, di antaranya panel surya atau PLTS, coding lingkungan, laboratorium kimia lingkungan, smart eco garden, smart water, biopori, smart waste bin, serta smart eco school untuk mendukung penghematan energi, khususnya penggunaan cahaya di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Menariknya, program ini juga memberikan kesempatan bagi satu murid untuk menjadi Green Warrior. Murid terpilih akan mendapatkan pembinaan sekaligus berkesempatan memperoleh beasiswa. Kehadiran Green Warrior diharapkan menjadi penggerak dan teladan dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah.

“Dari sekolah, untuk bumi. Dari ide sederhana, menjadi aksi nyata. UPT SMP Negeri 2 Gresik siap menjadi bagian dari generasi yang belajar, bergerak, dan berdampak untuk murid,” tegas Salim. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Membanggakan! SMPN 2 Gresik Satu-satunya di Gresik Lolos 30 Sekolah Energi Berdikari Pertamina se-Indonesia Selengkapnya

Bos Family Bakery Bagi Kiat Sukses Bisnis di SMPN 1 Gresik

GRESIK, 1minute.id – UPT SMP Negeri 1 Gresik (Spensa) menghadirkan program ORASI (Orang Tua Sumber Inspirasi). Narasumbernya Moh. Tajuddin, CEO Family Bakery yang juga Kepala Rekam Medik Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini dipusatkan di halaman sekolah, Jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Para siswa belajar langsung dari perjalanan, pengalaman, dan kisah inspiratif tokoh yang telah berkarya di bidangnya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan murid dapat memperluas wawasan, menumbuhkan semangat belajar, membangun motivasi, serta berani bermimpi dan mempersiapkan masa depan yang gemilang,” kata Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik, Beri Avita Prasetiya.

Ia berpesan agar seluruh siswa serius menyimak kisah inspiratif dari salah satu wali murid yang sukses tersebut.

Dalam kesempatan itu, Tajuddin membagikan kiat sukses membangun usaha Family Bakery. Menurutnya, kesuksesan itu merupakan perpaduan antara strategi bisnis cerdas, kekuatan spiritual, dan restu orang tua.

“Saat ini, Family Bakery telah memiliki empat cabang di Gresik, Surabaya, dan Lamongan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kesuksesan sangat dipengaruhi oleh pola pikir. Pola pikir itu bukan sekadar soal angka, melainkan menekankan tiga hal penting. Pertama, Solusi Nyata: menyediakan roti sehat dan halal untuk keluarga. Kedua, Dampak Positif: memberdayakan warga sekitar Gresik. Ketiga, Keberkahan: usaha yang membawa ketenangan jiwa.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan dua sayap kesuksesan, yakni Ikhtiar Bumi dan Ikhtiar Langit.

Ikhtiar Bumi diwujudkan melalui inovasi resep, pelayanan prima, dan strategi pemasaran. Hal yang perlu diperhatikan adalah integritas tinggi dengan kualitas bahan baku tanpa kompromi, semangat belajar dengan terus mengevaluasi resep dan tren pasar, serta niat kebaikan untuk melayani pelanggan bak keluarga sendiri.

Hal itu disampaikan oleh Cendekiawan Muslim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik tersebut.

Sementara Ikhtiar Langit mengandalkan kekuatan spiritual, doa, dan sedekah. Karena hasil akhir mutlak milik Sang Maha Pemberi Rezeki.

Ia pun membagikan tips sukses: mengawali pagi dengan salat Duha sebelum membuka toko, sedekah rutin melalui program Jumat Berkah untuk melapangkan jalan, dan mengutamakan keberkahan di atas segalanya.

“Resep seenak apa pun, bisnis akan sulit mengembang tanpa ragi restu orang tua. Rida Ilahi terletak pada rida orang tua,” tandas Kaji Tajuddin, sapaan akrab Moh. Tajuddin.

Di akhir kegiatan, ia membeberkan formula pengusaha paripurna: Cerdas Akal dengan strategi tajam dan kualitas terjaga, Bersih Spiritual dengan ibadah konsisten dan sedekah rutin, serta Berbakti dengan memuliakan ayah dan ibu. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Bos Family Bakery Bagi Kiat Sukses Bisnis di SMPN 1 Gresik Selengkapnya

Pemkab Gresik Perkuat Sekolah Rakyat, Biayai Bimbel Ruangguru hingga Guru Ngaji dari APBD

GRESIK,1minute.id – Fasilitas Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Gresik semakin komplit. Tak hanya akses pendidikan formal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan dukungan bimbingan belajar bersama Ruangguru dan pendampingan mengaji yang dibiayai melalui APBD.

Dukungan tersebut merupakan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif, dalam memperluas kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik, Ummi Khoiroh, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat sebagai upaya penanggulangan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan kolaborasi pusat dan daerah.

“Pemkab Gresik sangat mendukung program luar biasa dari Presiden Prabowo, yaitu Sekolah Rakyat. Kami berharap keberadaannya dapat diterima luas karena ini salah satu upaya pemberantasan kemiskinan melalui jalur pendidikan,” ujar Ummi di Kantor Dinsos Gresik, Jumat, 9 Oktober 2026.

Siapkan Siswa Hadapi TKA dan SNBT

Salah satu dukungan diwujudkan melalui program Smart School bersama Ruangguru. Saat ini diikuti 75 siswa kelas XI untuk persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan penguatan akademik sebagai bekal melanjutkan pendidikan.

Siswa mengikuti sesi pembelajaran 90 menit bersama master teacher Ruangguru. Setiap sesi dilengkapi pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman.

Jadwal belajar setiap Selasa dan Rabu pukul 19.00-20.30 WIB serta Jumat pukul 10.00-11.30 WIB.

Selain itu, siswa memperoleh akses premium Ruang Belajar jenjang SMA dan materi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Fasilitasnya meliputi video pembelajaran, latihan soal beserta pembahasan, serta fitur ADAPTO.

Siswa juga mendapat akses tes minat dan bakat premium untuk mengenali potensi diri, minat terhadap mata pelajaran dalam Kurikulum Merdeka, serta pilihan program studi di perguruan tinggi.

Saat ini pendampingan masih untuk kelas XI. Ke depan, Pemkab mengupayakan perluasan ke kelas XII agar persiapan lebih terarah.

Ngaji 5 Kali Sepekan Dibiayai APBD

Dukungan Pemkab juga mencakup pendampingan keagamaan bagi seluruh siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Kegiatan mengaji dilaksanakan lima kali sepekan dengan dukungan guru mengaji, pengajar tahfiz Al-Qur’an, dan imam masjid. Pembiayaannya bersumber dari APBD Gresik. Dinsos juga menyediakan khatib salat Jumat yang kompeten.

Ummi menambahkan, komitmen Pemkab juga diwujudkan melalui penyediaan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Raci Tengah. Pemkab melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjangkau calon siswa dari keluarga desil 1 dan 2 melalui kunjungan door to door.

Tiga Bidang Pendidikan

Kepala Sekolah Rakyat Gresik, Rangga Pratama, mengatakan program pendidikan mencakup tiga bidang utama, yakni akademik, kesiswaan, dan keasramaan. Selain belajar bersama Ruangguru, siswa juga mengikuti ekstrakurikuler untuk pembinaan prestasi.

“Program bersama Ruangguru ini diinisiasi Pemkab Gresik untuk meningkatkan kompetensi siswa, mempersiapkan TKA, serta mendukung mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Kami harap potensi anak dapat dipetakan sejak dini,” ungkap Rangga.

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gresik dibangun dengan anggaran sekitar Rp 250 miliar. Tahun ajaran 2026/2027 menerima 270 siswa baru, terdiri 90 siswa SD, 90 SMP, dan 90 SMA. Total 405 siswa, termasuk 75 siswa lama dan 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan. Untuk jenjang SMA, pembelajaran saat ini baru untuk kelas X dan XI. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Perkuat Sekolah Rakyat, Biayai Bimbel Ruangguru hingga Guru Ngaji dari APBD Selengkapnya

Yuuuk Pulang Kampung, Reuni SMAN Gresik 79-80-81 Penuh Kehangatan dan Nostalgia

GRESIK, 1minute.id – Suasana penuh kebersamaan dan nostalgia mewarnai reuni temu kangen alumni SMAN Gresik angkatan 79-80-81 yang digelar Sabtu pagi, 3 Oktober 2026.

Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Jalan Kalimantan GKB, Gresik ini menjadi momen spesial bagi para peserta untuk menjalin tali silaturahmi setelah lebih dari empat dekade berpisah. 

Selain menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat persaudaraan antar alumni serta mengenang masa-masa saat bersekolah di SMAN Klorak, sebutan sekolah saat itu karena lingkungan sekolah masih berpagar tanaman klorak.

Dengan mengangkat tema “Yuuuk Pulang Kampung”, acara berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, apalagi saat guest star Farhan tampil energik, acara semakin meriah.

Hudi Soeyanto dalam sambutannya menyampaikan, terselenggaranya reuni ini adalah hasil kolaborasi dan kekompakan seluruh alumni yang tergabung dalam jejaring alumni 79-80-81. Dukungan moril dan materiil dari para alumni membuat acara bisa terselenggara dengan sukses dan meriah.

“Tingkat kehadiran alumni yang mencapai 85 persen membuktikan bahwa semangat silaturahmi dan kebersamaan di antara alumni masih sangat kuat,” ujar alumni 1979 ini.

Udik Soetarto, salah satu panitia mengaku, reuni ini menjadi ajang untuk mengenang masa-masa indah saat masih berseragam putih coklat khaki, sekaligus mempererat hubungan antar alumni serta memberikan penghormatan kepada para guru yang telah berjasa membimbing hingga menjadi pribadi yang sukses.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh guru atas kesabaran, ketekunan dan dedikasi dalam mendidik kami hingga seperti ini,” kata Udik didampingi Humas Ari Wahjoedi yang alumni 1981.

Sementara itu salah satu guru yang hadir, Halimatus Sa’diyah menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para alumni yang mampu menyelenggarakan acara dengan penuh kekeluargaan dan nuansa kebersamaan.

“Melihat semangat dan solidaritas alumni, sungguh membanggakan. Apalagi kepedulian mereka terhadap almamater dan guru, menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur yang kami tanamkan dahulu masih melekat kuat,” ungkap Bu Halimah, sapaan akrabnya. 

Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menginspirasi angkatan lainnya untuk terus menjaga silaturahmi dan rasa cinta terhadap almamater serta para guru.

Aunur Rofiq, selaku penasihat panitia menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh alumni yang telah hadir. Ia juga menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada para guru.

“Setelah empat dekade, akhirnya kita bisa berkumpul kembali. Ini bukan hanya reuni biasa, tapi juga ajang penghargaan atas jasa guru-guru kita tercinta,” pungkas Cak Nung, panggilan akrabnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Yuuuk Pulang Kampung, Reuni SMAN Gresik 79-80-81 Penuh Kehangatan dan Nostalgia Selengkapnya

Bupati Gresik Perkuat Pola Asuh Sekolah Rakyat, Dorong Kedisiplinan dan Pemberdayaan Keluarga

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong penguatan pola pengasuhan dan pendampingan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu.

Hal tersebut disampaikan saat membuka diskusi pembinaan dan penguatan kelembagaan bersama jajaran pengelola SRT 1 Gresik pada Selasa, 29 September 2026.

Diskusi tersebut membahas sejumlah aspek penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari penguatan pendidikan, pola pengasuhan, pendampingan peserta didik, hingga pemberdayaan keluarga. 

Bupati yang akrab disapa Gus Yani mengatakan, keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, tidak hanya sekolah, tetapi juga wali asuh, pengasuh asrama, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta keluarga peserta didik.

“Alhamdulillah kita bisa bertemu dalam rangka koordinasi segala urusan yang ada di Sekolah Rakyat, khususnya yang ada di Gresik. Kita diskusikan terkait manajemen, problem, dan persoalannya untuk kita carikan solusi segera agar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Yani.

Menurutnya,  proses adaptasi peserta didik terhadap lingkungan sekolah dan kehidupan berasrama membutuhkan pendekatan yang tepat karena setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan pendampingan berbeda.

“Kita upayakan bisa kembali dengan berbagai pendekatan. Kita coba pendekatan segera dan tetap menentukan batas waktu,” imbuh Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Selain pendidikan, Gus Yani  menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kedisiplinan melalui kebiasaan sehari-hari.  “Kedisiplinan yang bagus itu dimulai dari hal-hal sepele, seperti waktu makan, kerajinan dalam menjaga barangnya, dan kebiasaan sehari-hari. Pola asuh juga bisa disesuaikan, agar ada kedisiplinan yang baik,” ungkapnya. 

Ia meminta seluruh unsur pendamping memastikan lingkungan Sekolah Rakyat tetap aman,  nyaman dan mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik, Ummi Khoiroh menjelaskan, Sekolah Rakyat mengedepankan konsep kesetaraan dan pemberdayaan secara menyeluruh.

“Konsep Sekolah Rakyat ini adalah kesetaraan. Anak-anak kita sekolahkan, rumahnya kita berdayakan, dan orang tuanya juga kita berdayakan. Jadi, pendampingannya tidak hanya kepada anak, tetapi juga kepada keluarganya,” ujarnya.

Pendampingan dilakukan terpadu dengan melibatkan guru, pengasuh asrama, wali asuh, serta pendamping PKH. Pendampingan tidak berhenti pada peserta didik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan keluarga.

Dalam diskusi, pengelola asrama juga menyampaikan masukan terkait penguatan sumber daya pendamping, layanan kesehatan, serta sarana transportasi untuk peserta didik.

Di sisi lain, Pemkab Gresik mendorong pemberdayaan keluarga peserta didik melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pendamping PKH dapat mengusulkan keluarga peserta didik yang memenuhi kriteria untuk mendapat dukungan tersebut.

“Teman-teman pendamping PKH bisa mengusulkan dan merekomendasikan penerima RTLH dari keluarga siswa yang memang layak mendapatkan. Ini membuktikan Sekolah Rakyat juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Gus Yani. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Perkuat Pola Asuh Sekolah Rakyat, Dorong Kedisiplinan dan Pemberdayaan Keluarga Selengkapnya

Dikukuhkan Bupati, 11 Unsur di Dewan Pendidikan Gresik Siap Perkuat Mutu Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengukuhkan pengurus Dewan Pendidikan Gresik di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Senin, 28 September 2026.

Di bawah kepemimpinan Sururi sebagai ketua, dewan diisi 11 orang dari latar belakang beragam – mulai dari organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, PGRI, pengawas sekolah, dunia usaha dan industri, hingga tokoh perempuan. Keberagaman ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi dan menyerap aspirasi pendidikan.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menegaskan, tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks sehingga pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

“Dewan Pendidikan ini menjadi bagian penting dalam upaya kita meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik. Kita ingin guru-guru semakin berkualitas, begitu juga dengan anak-anak kita,” kata Gus Yani.

Ia menekankan, peningkatan mutu harus menyentuh akademik sekaligus pembentukan karakter. Anak-anak Gresik ditargetkan unggul dalam bahasa asing dan matematika tanpa tercerabut dari akar budaya.

“Gresik ini kota santri. Karena itu harus kokoh spiritualnya, tetapi juga tetap jago matematika, jago bahasa. Ini menjadi tantangan dan pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.

Ia berharap Dewan Pendidikan dapat menjadi mitra pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan (Dispendik) dalam membahas berbagai persoalan pendidikan. Komposisi anggota yang berasal dari sejumlah unsur dinilai dapat memperkaya sudut pandang dalam merumuskan solusi.

“Ini PR Dewan Pendidikan yang bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, DPRD dan berbagai pihak. Kita perlu duduk bersama untuk melihat apa yang paling dibutuhkan pendidikan Gresik,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Gus Yani berharap dewan menjadi mitra strategis Pemkab, Dinas Pendidikan, dan DPRD untuk merumuskan solusi. Salah satu fokusnya adalah memastikan tidak ada anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal melalui program Jaketku (Kejar Paketku).

Di tengah efisiensi fiskal Transfer ke Daerah (TKD), Pemkab Gresik memastikan program prioritas pendidikan tetap berjalan. Bantuan Operasional Daerah (BOSDA) dan insentif guru PAUD hingga TK diupayakan terjaga sampai 2027.

“Di tengah efisiensi, kita harus menentukan mana yang benar-benar super prioritas. Belanja yang bisa dikurangi kita kurangi, sehingga anggaran tetap bisa diarahkan ke hal-hal prioritas, termasuk pendidikan,” kata alumnus Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan dukungan sarana prasarana, baik untuk sekolah negeri yang ditopang APBD maupun sekolah swasta melalui pengelolaan hibah yang terukur dan transparan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Gresik Sururi menyatakan siap menjalankan amanah dengan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya.

“Keberagaman ini menjadi modal bagi kami untuk menampung aspirasi dan mencari solusi pendidikan,” kata Sururi.

Menurutnya, dialog tidak harus selalu formal. Ruang diskusi yang cair diyakini bisa melahirkan gagasan baru untuk kemajuan pendidikan Gresik.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter di tengah perkembangan teknologi. Sekolah, kata dia, tidak hanya menjadi ruang pengetahuan, tetapi juga tempat membangun kemampuan sosial, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.

Susunan Dewan Pendidikan Kabupaten Gresik 2026-2031:

Ketua: Sururi; Sekretaris: Saiful Kirom; Bendahara: A. Syifaul Qulub; Anggota: Mabrur Ajmain, Noor Amiruddin, Sutrisno, Sujiati, Fauzi, Nur Cholis, Suhartini, dan M. Arfan Muammar. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Dikukuhkan Bupati, 11 Unsur di Dewan Pendidikan Gresik Siap Perkuat Mutu Pendidikan Selengkapnya

Komitmen Rp1,77 Miliar hingga 2030, 17 Mahasiswa Gresik Terima Beasiswa BESTRO Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Gresik melalui program Beasiswa Petrokimia Gresik (BESTRO) jenjang S1/D4. 

Tahun ini, sebanyak 17 mahasiswa berprestasi terpilih sebagai penerima BESTRO setelah melalui proses seleksi yang semakin komprehensif.

Penandatanganan surat perjanjian BESTRO S1/D4 tahun penerimaan 2026 dilaksanakan di Gedung Diklat Petrokimia Gresik pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan dihadiri para penerima beasiswa beserta orang tua.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus mempersiapkan generasi unggul masa depan. Melalui BESTRO, Petrokimia Gresik tidak hanya memberikan dukungan biaya pendidikan, tetapi juga mendorong pengembangan generasi muda yang kompeten, berkarakter dan memiliki daya juang.

“BESTRO merupakan bagian dari komitmen Petrokimia Gresik untuk memperluas kesempatan generasi muda Gresik dalam mengenyam pendidikan tinggi. Kesempatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, ketangguhan, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Daconi.

Melalui program BESTRO, Petrokimia Gresik memberikan dukungan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku bulanan, serta program pengembangan soft skill. Untuk penerimaan tahun 2026, total komitmen bantuan BESTRO hingga para penerima menyelesaikan pendidikan pada 2030 mencapai Rp1,77 miliar atau Rp1.774.350.000.

Daconi menambahkan, tantangan generasi muda semakin kompleks sehingga pendidikan perlu diiringi dengan penguatan karakter dan kompetensi. Karena itu, seleksi BESTRO 2026 dilakukan secara lebih komprehensif melalui penyempurnaan persyaratan administrasi dan sistem pembobotan, serta pelibatan institusi kredibel dan independen dalam asesmen psikologi.

“Beasiswa ini diharapkan benar-benar menjadi jembatan bagi generasi muda Gresik untuk meraih masa depan yang lebih baik. Manfaatnya diharapkan tidak berhenti pada penerima beasiswa, tetapi juga dapat dirasakan oleh keluarga, masyarakat, bahkan bangsa,” jelasnya.

Hingga 2026, total penerima BESTRO S1/D4 telah mencapai 214 mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 152 penerima telah menyelesaikan pendidikan, meraih gelar sarjana, dan mulai meniti karier maupun berkarya di tengah masyarakat.

Menurut Daconi, keberlanjutan BESTRO menjadi bagian dari investasi jangka panjang Petrokimia Gresik dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat sekitar perusahaan.

“Para penerima BESTRO diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk terus meningkatkan prestasi, menjaga integritas, dan mengembangkan kemampuan agar nantinya mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu penerima BESTRO S1 tahun 2026, Syela Priscilla Krisdiansih, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengaku antusias karena program tersebut tidak hanya memberikan dukungan biaya pendidikan, tetapi juga membekali penerima dengan program pengembangan soft skill.

“Beasiswa ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan membuktikan diri melalui berbagai prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Kami berharap Petrokimia Gresik semakin maju sehingga semakin banyak generasi muda yang mendapatkan manfaat dari BESTRO pada tahun-tahun mendatang,” ujar Syela. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Komitmen Rp1,77 Miliar hingga 2030, 17 Mahasiswa Gresik Terima Beasiswa BESTRO Petrokimia Gresik Selengkapnya

“Kesiapsiagaan Itu Keren”, BPBD Gresik Ajari Siswa Spenda Gresik Hadapi Bencana

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) mengikuti penyuluhan Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Alam pada Senin, 14 September 2026. 

Pematerinya, FX Driatmiko Herlambang, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Seluruh civitas akademika, mulai guru dan sisw kelas VII sampai kelas IX terlihat antusias mengikuti pembelajaran tentang Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Alam untuk Siswa yang dipusatkan di halaman sekolah di Jalan KH Kholil Gresik ini.

Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik rawan bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi ada bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca, air atau iklim ekstrem seperti curah hujan tinggi, banjir dan angin puting beliung. Bencana alam seperti gempa bumi, kali terakhir terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024. Gempa magnitudo hingga 6,5 mengguncang wilayah Tuban-Pulau Bawean.

FX Driatmiko Herlambang mengatakan, Kabupaten Gresik dan Jawa Timur tergolong rawan bencana seperti gempa bumi, banjir dan rob, angin puting beliung , kebakaran dan tsunami. Mitigasi bencana sangat penting dilakukan. 

Ada tiga tahapan yang dijelentrehkan oleh Miko, panggilan akrab, F.X Driatmiko Herlambang, tanggap bencana ini. Pertama, sebelum bencana yakni kenali bahaya seperti jalur evakuasi di sekolah atau rumah, titik kumpul aman seperti lapangan, jauh dari gedung dan pohon. Kemudian, siapkan tas siaga bencana di sekolah & rumah.

“Isinya: Air mineral, makanan ringan, obat pribadi, senter, peluit, masker, jas hujan, powerbank, fotokopi KTP/KK, uang tunai,” katanya. Berikutnya, latihan seperti simulasi gempa, evakuasi kebakaran dan Hafalkan nomor penting yakni 112, 119, 110.

Saat terjadi bencana atau tanggap, katanya, tetap tenang, lindungi diri dan cari tempat aman. Ia mencontohkan bencana gempa : jongkok, berlindung di bawah meja dan pegang kaki meja. Bencana banjir : naik ke tempat tinggi, matikan arus listrik dan jangan lewat jembatan. Bagaimana dengan bencana kebakaran: Merangkak, tutup hidung pakai kain basah ; cari jalur evakuasi, jangan pakai lift dan kumpul di titik kumpul.

Tahapan sesudah bencana yakni pemulihan. Apa yang harus dilakukan. Pertama, Cek diri sendiri dan teman. Apakah ada yang luka? ; Jangan langsung pulang. Tunggu informasi resmi dari BPBD/Guru ; Waspada bahaya susulan* – Gempa susulan, kabel listrik putus,  bangunan roboh, berikutnya bantu sesuai kemampuan. “Bisa jadi relawan kecil: bagi air, hibur teman,” ujarnya. 

Pada kesempatan itu, Miko memberikan apresiasi kepada sekolah karena berinisiatif membentengi diri dengan ilmu pengetahuan bencana ini modal dasar untuk usaha awal dalam menghadapi bencana yang kita tidak tau kapan itu terjadi. “Ilmu yang diterima hari ini hendaknya disampaikan pada keluarga dirumah, tetangga maupun teman agar bermanfaat untuk sesama,” ujarnya. 

Mengapa? Sebab, kita tidak  bisa cegah bencana, tapi kita bisa cegah jadi korban.  

“Kesiapsiagaan itu keren,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, ilmu tentang siaga bencana diajarkan kepada siswa Spenda sangat berguna untuk anak-anak dan keluarga mereka yang nantinya akan menjadi bagian dari ikhtiar jika terjadi bencana. “terima kasih BPBD Gresik yang telah merespon cepat kebutuhan sekokah ditengah maraknya isu bencana gempa, sunami dan gunung meletus akhir akhir ini,” kata Salim (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

“Kesiapsiagaan Itu Keren”, BPBD Gresik Ajari Siswa Spenda Gresik Hadapi Bencana Selengkapnya

Wabup Gresik Lepas Tim Robotik Bawah Air, Siti Busyro UMG, Finalis Kontes Kapal Indonesia Nasional ke Bengkalis, Riau

GRESIK,1minute.id – Tim Siti Busyro, Finalis Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berangkat menuju Bengkalis, Riau pada Kamis, 10 September 2026. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melepas Tim Siti Busyro dari Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan, Fakultas Teknik UMG ini dari kantor Bupati Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

KKI Nasional ke-12 ini  diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dit Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek)

Wabup Asluchul Alif mengapresiasi Tim Siti Busyro UMG yang berhasil menembus babak final Kontes Kapal Indonesia. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa kualitas pemuda dan iklim akademis di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mampu bersaing di kancah nasional, khususnya dalam penguasaan teknologi maritim dan robotika bawah air. 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya berharap prestasi ini dapat menjadi pemantik motivasi bagi generasi muda lainnya di Gresik untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama daerah,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Wabup Alif berpesan kepada Tim Siti Busyro untuk selalu menjaga kekompakan tim dan saling mendukung satu sama lain di sepanjang jalannya kompetisi. Menurutnya, harmoni dan soliditas antar anggota adalah kunci utama dalam menghadapi tekanan kompetisi tingkat nasional. 

“Keberhasilan menembus babak final ini memiliki nilai tersendiri buat adik-adik karena nantinya akan bersaing langsung dengan jajaran universitas bonafit dan ternama di Indonesia. Saya berharap agar seluruh anggota tim tetap semangat, tidak merasa minder, dan selalu menjaga fokus demi membawa pulang hasil terbaik,” tuturnya.

“Selain itu, jaga sportifitas karena kalian membawa nama almamater Universitas Muhammadiyah Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik di kancah Nasional,” Ia melanjutkan.

Di tempat sama, Rektor UMG Khoirul Anwar mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Dikatakan pelepasan ini menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap inovasi teknologi maritim oleh generasi muda Gresik. Selain itu, mendorong untuk menjadi program unggulan dalam produk salah satunya robotik bawah air yang saat ini akan mengikuti kontes di Kabupaten Bengkalis Riau. 

“Tim Siti Busyro akan bertanding pada kategori Remotely Operated Vehicle (ROV). ROV ini merupakan teknologi bagaimana kapal bisa menyelam dengan keseimbangan dan kembali ke permukaan,” terangnya. 

Pihaknya menambahkan, kompetitor dalam babak final nanti dinilai cukup berat. Hal itu karena di antara para finalis itu ada kompetitor dari 18 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 5 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). PTN di antaranya, Institut Teknologi 10 Nopember  Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

Sedangkan, PTS antara lain, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). “Ini merupakan mailstone penting dalam mewujudkan Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan UM Gresik sebagai pusat pengembangan robotik bawah air,” ungkap Khoirul Anwar.

Tim Siti Busyro UMG berangkat ke ajang nasional ini melalui jalur darat. Rombongan berjumlah 13 orang. Rinciannya, 10 mahasiswa, 2 dosen pendamping dan 1 orang tua mahasiswa Politeknik Bengkalis asal Surabaya. Mereka naik mobil niaga serta kendaraan angkutan serba guna Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. 

Turut menyaksikan pemberangkatan anak-anak muda ke Bengkalis, Riau yakni Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik Awang Djohan Bachtiar, Kepada Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan selaku Ketua Tim Hadi Suroso, Dekan Fakultas Teknik UMG Misbah serta Tim ROV Siti Busyro UM Gresik.

Koordinator Lapangan (korlap) Yusa Ali mengatakan, perjalanan bakal ditempuh selama 3 hari. ” Mohon doanya semua lancar, selamat dan bisa mengharumkan nama UMG dan Kabupaten Gresik,” kata Yusa Ali yang juga Dosen Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan UMG ini ketika dikonfirmasi wartawan 1minute.id pada Kamis, 10 September 2026. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Lepas Tim Robotik Bawah Air, Siti Busyro UMG, Finalis Kontes Kapal Indonesia Nasional ke Bengkalis, Riau Selengkapnya

Kemenag Gresik Launching UPT SMP Negeri 2 Gresik jadi Duta SRC Gresik di Jawa Timur

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) ditetapkan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik sebagai School Religious Culture (SRC). Sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim ini menjadi sekolah menengah pertama negeri yang menjadi duta di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik menuju tingkat Provinsi Jawa Timur. 

Launching SRC dilakukan oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik M.Ali Faiq di halaman sekolah di Jalan KH. Kholil, Gresik pada Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam launching itu, Kepala Kemenag Gresik didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Islam (PAIS) Ahmad Yahya dan Kasi Pendidikan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Budi Prasetyo.

Peserta launching SRC perwakilan pengurus kelas, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Kelompok Cinta Lingkungan (KCL), Pramuka Garuda, Duta Lingkungan, Duta Literasi, Duta Moderasi, Duta Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Duta Sekolah Ramah Anak (SRA), Duta Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), dan Suporter. Mereka ini yang nantinya  bertugas menjadi motor penggerak program SRC di Spenda.

School Religious Culture (Sekolah Religius Culture/SRC) adalah program pembiasaan nilai-nilai agama yang dijadikan bagian dari kebijakan, kurikulum, dan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Program ini diinisiasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik demi membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia.

Kepala Kemenag Gresik M.Ali Faiq memberikan apresiasi inisiatif UPT SMP Negeri 2 Gresik melaunching SRC. “Saya bangga kepada UPT SMPN 2 Gresik yang berinisiatif melaunching SRC semoga diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam menciptakan sekolah Aman Nyaman dan religius dan semoga sukses mewakili Kabupaten Gresik di Tingkat Jawa Timur,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik menirukan ucapan dari Kepala Kemenag Gresik M.Ali Faiq.

Mohammad Salim mengatakan, SRC ini program yang terbaru dari sekian program sekolah yang penting untuk satu sama lain saling mendukung menciptakan lingkungan belajar yang unggul berdasarkan nilai agama. 

Sementara itu, Ketua OSIS UPT SMP Negeri 2 Gresik Nabila berharap program SRC mampu meningkatkan kualitas dan kesadaran semua murid untuk membiasakan hidup yang agamis di sekolah dan di rumah. 

Launching SRC ini, menambah panjang predikat yang diraih UPT SMP Negeri 2 Gresik. Sekolah yang menempati gedung heritage di Jalan KH Kholil, Gresik ini telah ditetapkan pioner sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (SKRG) ; Sekolah Kantin Halal dari Kemenag ; Sekolah Zero Waste dan Februari 2026 UPT SMP Negeri 2 Gresik meraih predikat sebagai Sekolah Siaga Kependudukan atau SKK Klasifikasi Paripurna Nasional. Capaian itu, UPT SMP Negeri 2 Gresik menjadikannya sekolah pertama di Kabupaten Gresik yang mencapai prestasi tersebut. Pada 17 Agustus 2026, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan penghargaan kepada Mohammad Salim pada momen upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kemenag Gresik Launching UPT SMP Negeri 2 Gresik jadi Duta SRC Gresik di Jawa Timur Selengkapnya