Ranking #1, Lomba Agustusan di UPT SMP Negeri 2 Gresik Semakin Seru

GRESIK,1minute.id – Kemeriahan peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya di setiap kampung. Bahkan, perlombaan di satuan pendidikan pun tidak kalah meriah. Di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik, misalnya. 

Lomba Agustusan di sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu memadukan unsur games dan pengetahuan sejarah. Nama perlombaan adalah Ranking #1. Lomba diikuti 48 siswa, perwakilan kelas. Peserta perwakilan adalah siswa yang dianggap memiliki pengetahuan sejarah yang menonjol di kelas masing-masing. Peserta adalah usulan siswa dan wali kelas masing-masing.

Dalam lomba ini, panitia membacakan pertanyaan hanya sekali. Jumlahnya ada 100 pertanyaan. Pertanyaan tentang sejarah Indonesia atau sejarah lokal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Pertanyaan diantaranya : “Bapak Proklamator Kemerdekaan adalah Ir Soekarno dan M.Hatta. Benar atau salah ; Kampung Kemasan berada di Kelurahan Kebungson, Gresik. benar atau salah”.

Peserta hanya menjawab benar atau salah. Jawaban benar atau salah disediakan oleh panitia lomba berupa tulisan di atas kertas ukuran kuarto dengan cara diangkat. 

Mirip lomba cerdas cermat, tapi lomba Agustusan peserta tidak berdiri alias duduk bersila. Siswa lainnya memberikan support kepada perwakilan kelas masing-masing. Seru banget!

“Lomba Ranking #1 untuk megedukasi agar siswa mengingat kembali pengetahuan sejarah perjuangan bangsa dan arti kemerdekaan,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Mohammad Salim pada Jumat, 16 Agustus 2024. Sistem perlombaannya menggunakan sistem gugur. “Bagi yang salah mengangkat kertas jawabannya tereleminasi,” imbuhnya. 

Salim melanjutkan, kegiatan lomba Agustusan di mulai sejak Selasa hingga Jumat, 13-16 Agustus 2024. Jens perlombaan yakni Kebersihan kelas ; Kerapian berseragam ; senam P5 . “Untuk lomba tradisional diantaranya estafet karet, sepak bola corong, dan ditutup dengan lomba memasukkan paku dalam botol khusus guru,” jelas Salim.

Puncak acara jalan sehat menelusuri sejarah tapak tilas heritage Bandar Grissee, kota lama Kebungson – Kampung Arab –  Alon-alun –  Bandar Grissee dan finish di sekolah. “Alhamdulillah lomba agustusan tahun ini lebih semarak berjalan lancar siswa dan guru spenda bahagia dan menyenangkan semoga menjadi edukasi dan teladan kepahlawanan untuk peserta didik,” pungkasnya. (yad)

Ranking #1, Lomba Agustusan di UPT SMP Negeri 2 Gresik Semakin Seru Selengkapnya

Perwakilan Melbourne University Apresiasi Inovasi Anak Kebutuhan Khusus, Wabup Gresik :  Gresik Jajaki Kolaborasi dengan Melbourne

GRESIK,1minute.id – Unit Pelaksana Teknis  Resource Center atau UPT RC Gresik kedatangan tamu istimewa. Tamu itu berasa dari Komisi Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian atau Komda PGPKT) Jawa Timur bersama Pengajar Audiologi dan Patologi Wicara dari Melbourne University Christopher Waterworth.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyambut langsung tamu ingin meninjau langsung kinerja dan program inovatif yang telah dikembangkan oleh UPT RC Gresik yang berlokasi di Jalan Proklamasi, Gresik itu.

Selain itu, kunjungan itu juga menjajaki potensi kolaborasi dalam bidang pendidikan dan kesehatan yang dapat memberikan manfaat positif bagi anak-anak berkebutuhan khusus atau ABK di Kabupaten Gresik.

“UPT Resource Center Gresik telah menunjukkan berbagai inovasi dan komitmen yang luar biasa dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak kita yang berkebutuhan khusus. Kami berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun internasional,”harap Wabup Aminatun Habibah pada Selasa, 6 Agustus 2024.

Wakil Bupati berlatar pendidik itu, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam pendidikan inklusif. Hal ini dibuktikan dengan telah berdirinya tiga UPT Resource Center di Kabupaten Gresik untuk mengakomodir layanan pendidikan dan kesehatan pada anak berkebutuhan khusus.

“Pak bupati (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Red) juga sudah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM dan Infrastruktur UPT Resource Center. Disini, semua dinas terkait akan turun dan memberikan layanan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Kabupaten Gresik,” tegas wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini.

Perwakilan dari Melbourne University terlihat antusias pendekatan kreatif dan inklusif dalam penyediaan sumber daya pendidikan di RC Gresik. Bu Min-sapaan akrab- Wabup Gresik Aminatun Habibah berharap pertemuan dapat membuka jalan bagi kerja sama akademik dan penelitian yang lebih mendalam antara Gresik dan Melbourne.

“Kedatangan kami kesini bermaksud untuk bertemu anak-anak spesial di UPT Resource Center Gresik dan melihat bagaimana pendidikan mereka. Dengan begitu, kami bisa melihat lebih dalam apa saja yang anak-anak ini butuhkan guna mendukung pendidikan yang sudah ada saat ini. Ini juga dalam rangka membangun konektivitas, dan mempererat hubungan antara Indonesia dan Australia,” terang Waterworth.

Menurutnya, pendidikan anak berkebutuhan khusus utamanya terkait penderita gangguan pendengaran merupakan isu yang ditemukan di banyak negara berkembang. Namun, patut di apresiasi bahwa di negara-negara ini terdapat kelompok-kelompok yang memiliki kepedulian terhadap isu tersebut.

“Disini kami melihat dari tahap deteksi gangguan pendengaran pada anak, edukasi pada masyarakat, hingga bagaimana pendidikan anak-anak tersebut. Dari situ kami akan mengembangkan inovasi-inovasi kedepan dan mengkaji bantuan seperti apa yang bisa kami berikan terkait kebutuhan anak-anak tersebut,” ujarnya.

UPT Resource Center merupakan memudahkan akses untuk anak berkebutuhan khusus untuk medapatkan layanan terpadu. Mulai dari kesehatan, hingga pendidikan. Saat ini UPT Resource Center Gresik terdapat di tiga tempat, yakni di Kecamatan Gresik, Kecamatan Wringinanom dan Pulau Bawean berjarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan kabupaten Gresik. (yad)

Perwakilan Melbourne University Apresiasi Inovasi Anak Kebutuhan Khusus, Wabup Gresik :  Gresik Jajaki Kolaborasi dengan Melbourne Selengkapnya

Di Forum Internasional, Wabup Aminatun Habibah Menjlentrehkan Mimpi Besar Ekonomi Hijau dan Halal di Kabupaten Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik memiliki mimpi besar. Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini menargetkan menjadi “The World Global Hub of Halal Products”.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika menjadi pembicara dalam seminar International Conference On Business Economics, Enterpreneurship, And Social Science atau ICBEESS di Fakultas  Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Gresik atau UMG pada Kamis, 1 Agustus 2024.

Dalam seminar itu, Wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memaparkan pandangan Pemkab Gresik  terkait ekonomi hijau dan halal, serta bagaimana dampaknya dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.

Dalam paparannya, Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan pendekatan hijau dan halal sebagai strategi utama dalam pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gresik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya inisiasi dalam pembentukan Kawasan Industri Halal (KIH).

Menurutnya, KIH merupakan area yang di desain dengan sistem dan fasilitas untuk pengembangan industri yang memproduksi berbagai produk halal sesuai prinsip syariat. Klaster ini akan dilengkapi dengan infrastruktur halal yang menjadi satu ekosistem penghasil produk halal, mulai dari hulu sampai hilir.

“Dengan adanya KIH, Kabupaten Gresik menargetkan KIH menjadi The World Global Hub of Halal Products,” kata doktor Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Surabaya atau Unesa itu.

Dalam seminar itu, Wabup berlatar pendidik itu mengangkat judul “The Rising of Halal Industry, Sustainability, and Green Economy”. Selain Bu Min, konferensi ICBEESS tahun ini menghadirkan berbagai narasumber dari dalam dan luar negeri. Antara lain Dr. Indro Kirono dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Gresik ; Prof. Faishal Mahmoud Adam Ibrahim dari University of the Holy Qur’an and Islamic Sciences ; Prof Said Abdel ‘Ai dari Al Azhar University, Mesir, dan Dr. Dante Baiardo C. Vianna Jr. dari University of Algarve, Portugal.

Para ahli itu berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang ekonomi, kewirausahaan, dan ilmu sosial. Semuanya membawa komitmen yang sama, yakni untuk menciptakan masa depan yang lebih baik melalui pendekatan yang inovatif lewat ekonomi hijau dan halal, serta berkelanjutan

“Kami percaya bahwa konsep hijau dan halal bukan hanya sebuah tren, tetapi merupakan kebutuhan mendasar untuk mencapai keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan,” ujar Bu Min.

Tidak hanya itu, dalam KIH Gresik tersebut juga akan dibentuk elemen ekosistem halal di antaranya terkait produk halal, sertifikasi halal, keuangan syariah, pariwisata halal, pendidikan dan kesadaran, serta logistik dan distribusi halal.

“Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari forum internasional ini, dan kami berharap dapat terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gresik,” imbuhnya. 

Sebagai informasi, International Conference on Business Economics, Entrepreneurship, and Social Sciences (ICBEESS) adalah konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Gresik. Konferensi ini bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran ide dan pengalaman antara akademisi, peneliti, dan praktisi dalam bidang ekonomi, kewirausahaan, dan ilmu sosial. (yad)

Di Forum Internasional, Wabup Aminatun Habibah Menjlentrehkan Mimpi Besar Ekonomi Hijau dan Halal di Kabupaten Gresik  Selengkapnya

Puncak HAN, Dua Literasi Edukasi Digital, Inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Jadi Magnet Siswa

GRESIK,1minute.id – Belasan siswa UPT SDN Setiabudi Gresik terlihat antusias memeloti komputer tablet. Didampingi petugas dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau Perpusda Gresik mereka belajar tentang anotomi tubuh.

Sementara siswa lainnya, belajar tentang tata surya. Siswa yang kebanyakan anak Tionghoa  di sekolah “Bhineka Tunggal Ika” di Jalan Setibudi, Gresik itu.

Tangan-tangan lentik bocah beberapa kali terlihat menyentuh layar komputer tablet yang diletakkan di meja sambil duduk lesehan di lantai kayu di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP itu. 

Gedung dengan  arsitektur atap berbentuk rumah Keong itu dipenuhi ratusan anak. Mereka siswa Pendidikan Anak Usia Dini dan sekolah dasar negeri dan swasta. Mereka tumplek-blek di WEP yang berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik itu untuk menghadiri pucak Peringatan Hari Anak Nasional atau HAN 2024 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan atau Dispendik Gresik pada Rabu, 31 Juli 2024.

Di Kabupaten Gresik, HAN tahun ini mengusung tema “Anak Merdeka dari Kekerasan, Perkawinan Anak, Pekerja Anak dan Stunting menuju Gresik Inklusif”. Acara yang melibatkan 836 siswa itu dihadiri antara lain Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua Bunda Puspa Gresik Nurul Haromaini Ali, Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto serta para kepala PAUD hingga SMP Negeri dan Swasta. 

Nah, permainan edukasi digital yang dimainkan puluhan siswa, diantaranya dari UPT SDN Setiabudi Gresik itu di sediakan oleh Dinas Perpustakaan dan Keatsiapan Gresik. 

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Raharjo ada dua jenis permainan edukasi digital hasil inovasi yang dibawah ke puncak HAN 2024. Dua inovasi itu adalah Literasi Grafis ke Digital Grafis dan Literasi Edukasi Digital. Inovasi literasi edukasi digital ini baru 4 bulan diperkenalkan kepada siswa. “Di era digital, anak-anak generasi Z dan Alpha sangat senang dengan games. Nah, kami mengenalkan permainan yang ada edukasinya,” ujar Budi Raharjo pada Rabu, 31 Juli 2024.

BELAJAR TATA SURYA: Siswa UPT SDN Setia Budi, Gresik ketika belajar Literasi Edukasi Digital, Inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik pada Peringatan HAN 2024 di WEP Gresik pada Rabu, 31 Juli 2024 ( FOTO : chusnul cahyadi/1minute.id)

Literasi Grafis ke Digital Grafis, kata Budi Raharjo, anak diajak mewarnai ikan dan menulis namanya diatas buku gambar. Gambar itu kemudian di scan. “Melalui aplikasi, gambar ikan yang sudah di scanner itu bisa bergerak-gerak di sebuah akuarium. Dan, ada nama mereka. Anak-anak senang,” kata mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika atau Kominfo Gresik ini.

Sedangkan, inovasi kedua adalah Literasi Edukasi Digital. Di literasi edukasi digital ini, jelas Budi Raharjo, anak-anak dikenalkan beberapa ilmu pengetahuan. Diantaranya, Tata Surya dan Anatomi tubuh manusia. “Di Literasi Edukasi digital ini kami masih punya 10 pengetahuan dan games edukasi,” ujar mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja atau Kadisnaker Gresik ini.

Pengenalan Literasi Edukasi Digital untuk meningkatkan minat baca anak. “Karena era digital, anak-anak bisa main games yang tetap memiliki edukasi,” katanya. (yad)

Puncak HAN, Dua Literasi Edukasi Digital, Inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Jadi Magnet Siswa Selengkapnya

Revitalisasi Gedung Sekolah Pascagempa Bumi Bawean Rampung, Siswa Semringah 

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa di empat  sekolah dasar negeri atau SDN di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik bisa tersenyum. Mereka semringah karena bisa berkumpul dan belajar bersama dengan teman-temannya di sekolah.

Sebab, revitalisasi gedung sekolah pascagempa dengan kekuatan 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024 lalu telah selesai. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan langsung 4 gedung SD Negeri yang sempat mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi itu pada Sabtu, 27 Juli 2024.

Empat gedung sekolah yang kelar revitalisasi itu adalah Unit Pelaksana Teknis atau UPT SDN 332 ; 333 ; 338 serta 387. Peresmian pascarevitalisasi itu di pusatkan di halaman UPT SDN halaman UPT SDN 332 Gresik di Desa Dekatagung, Kecamatan Sangkapura.

Senyum menghiasi di wajah bocah-bocah di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean karena bahagia. Tidak terlihat lagi perasaan trauma akibat gempa bumi. Bupati Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani pun semringah. 

Gus Yani menyampaikan rasa prihatin atas kejadian gempa di Bawean. Ia menuturkan pascapemulihan gempa akan terus bergerak cepat dan bersinergi bersama dalam membangun Bawean bangkit.

“Tentu kami sangat prihatin bencana alam ini cukup membuat kami yang berada di Gresik mengalami prihatin. Tetapi pascapemulihan kami berusaha dan akan terus bergerak cepat serta bersinergi bersama dengan pemerintah pusat dan provinsi,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu  juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang turut serta dalam menuntaskan pembangunan 4 gedung UPT SD Negeri ini. Sehingga terdapat peningkatan murid yang cukup signifikan dan dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kami menyaksikan pembangunan gedung telah tuntas. Dan dapat digunakan proses belajar mengajar. Alhamdulillah pembangunan gedung baru ini dapat meningkatkan antusias murid untuk mendaftar hingga lebih dari 200%. Terimakasih pemerintah pusat, provinsi dan stakeholder yang terus bersinergi bersama. Mudah-mudahan tempat ini dapat digunakan kembali untuk belajar dan mengajar untuk anak-anak,” pungkas Ketua DPRD Gresik periode 2019-2020 itu. 

Di tempat yang sama, Kepala UPT SDN 322 Gresik Ahmad Yani menceritakan kejadian gempa 6,5 magnitudo itu merobohkan gedung sekolah yang dia pimpin. Akibat gempa gempa ini aktivitas belajar mengajar terganggu. Sehingga pembelajaran dilaksanakan melalui online dan jemput bola ke rumah orangtua siswa atau home schooling.

“Ketika gempa terjadi di Hari Jumat, sebelum duhur dan sekitar pukul 03.00 WIB, saya benar-benar kaget ketika melihat bangunan sekolah runtuh,” katanya. Ahmad Yani memutuskan aktivitas belajar dilakukan melalui daring. “Bagi orang tua murid yang belum bisa daring maka kami fasilitasi dengan melakukan jemput bola ke rumah siswa untuk mengajar. Dan alhamdulillah kami sangat senang sekali berkat revitalisasi bangunan gedung ini banyak siswa siswi yang mendaftar ke sekolah, anak anak dapat bersekolah kembali dan ruangan sudah bisa dimanfaatkan,” jelas Ahmad Yani.

Revitalisasi Gedung Sekolah Pascagempa Bumi Bawean Rampung, Siswa Semringah  Selengkapnya

Insan Petrokimia Gresik Berbagi Mimpi di 7 Sekolah Dasar di Gresik

GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Anak Nasional 2024 terasa berbeda di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Di momen HAN yang diperingati setiap 23 Juli itu, insan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali berbagi mimpi dan inspirasi untuk terciptanya generasi unggul sekitar perusahaan. 

Program bertajuk “PG Inspiration Day” ini sekaligus menjadi kontribusi sosial Insan Petrokimia Gresik di Hari Ulang Tahun atau HUT ke-52 perusahaan.

PG Inspiration Day digelar di lima sekolah dasar negeri. Antara lain Unit Pelaksana Teknis (UPT) SDN 64 Gresik, UPT SDN 108 Gresik, dan UPT SDN 95 Gresik yang dilaksanakan pada Kamis, 25 Juli 2024. Sebelumnya, Insan Petrokimia Gresik juga berbagi mimpi dan inspirasi di UPT SDN 275 Gresik dan UPT SDN 276 Gresik pada Selasa, 23 Juli 2024.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa pendidikan menjadi salah satu fokus dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan oleh Petrokimia Gresik, disamping pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta kelestarian lingkungan. 

Petrokimia Gresik berkomitmen mendukung pemerintah mencetak generasi unggul yang tangguh menghadapi tantangan di masa mendatang melalui sejumlah program TJSL perusahaan.

“52 tahun Petrokimia Gresik bisa berkontribusi untuk kemajuan pertanian Indonesia, kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional tidak terlepas dari SDM unggul yang ada di perusahaan. Karena itu, Petrokimia Gresik berkomitmen mendukung terciptanya generasi unggul untuk masa depan Indonesia lebih maju,” ujar Dwi Satriyo pada Jumat, 26 Juli 2024.

Dwi Satriyo menambahkan jika program ini akan dijalankan Petrokimia Gresik secara berkelanjutan tiap tahun. Harapannya semakin banyak pelajar yang merasakan manfaatnya dalam program ini.

“Pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, sekolah, guru dan orangtua. Petrokimia Gresik juga terus berkomitmen mendukung terciptanya generasi unggul Indonesia tidak hanya melalui beasiswa, tapi juga melalui inspirasi agar anak-anak berani bermimpi dan meraih cita-citanya,” pungkas Dwi Satriyo.

Sementara itu, Ketua HUT Ke-52 Petrokimia Gresik Ari Primantara menambahkan, melalui program PG Inspiration Day ini Insan Petrokimia Gresik ingin sehari berbagi mimpi, selamanya menginspirasi. Kegiatan ini diharapkan memberikan inspirasi kepada para siswa untuk terus bermimpi dan berusaha meraih cita-cita mereka.

“Di hadapan pelajar SD, kami Insan Petrokimia Gresik mengajarkan seputar profesi yang ada di dunia kerja, khususnya disesuaikan dengan bidang yang ada di Petrokimia Gresik, seperti di laboratorium, K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), dan lainnya. Pengenalan ini kami kemas dengan menarik tentunya,” tandas Ari.

Tahun ini, lanjutnya, PG Inspiration Day menyasar tujuh sekolah, dan dua diantaranya adalah Sekolah Luar Biasa (SLB) yang juga menjadi perhatian perusahaan. Adapun di pekan ini, PG Inspiration Day melibatkan 70 Insan Petrokimia Gresik sebagai pengajar dan menginspirasi siswa-siswi yang ada di sekolah. (yad)

Insan Petrokimia Gresik Berbagi Mimpi di 7 Sekolah Dasar di Gresik Selengkapnya

Pemkab Gresik Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah. Ini Tujuannya!

GRESIK,1minute.id – Gerakan Aksi Bergizi di sekolah dimulai di UPT SMP Negeri 17 Gresik pada Jumat, 19 Juli 2024. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang datang langsung ke sekolah berada di Jalan Kalimantan, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru atau GKB, Kecamatan Manyar, Gresik itu.

Gerakan meminum suplemen penambah darah yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan atau Dispendik Gresik ini diikuti seluruh siswa kelas VII. Jumlahnya 282 siswa. Pada kesempatan itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani juga membagikan kain seragam gratis untuk siswa baru.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Gerakan Aksi Gizi adalah program Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik untuk menurunkan angka stunting. Aksi Gizi dengan mengkonsumsi suplemen penambah darah sangat baik untuk anak-anak. 

“Remaja perempuan harus tahu fungsi dari meminum tablet tambah darah. Ini merupakan program dari Pemkab Gresik untuk menurunkan angka stunting. Jadi harus beneran di minum, jangan di buang,” tutur Gus Yani didampingi Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto dan Kabid SMP Syifaul Qulub. 

Nurul Haromaini Ali menambahkan, manfaat minum tablet tambah darah dapat mengatasi risiko anemia. “Minum tablet tambah darah dapat mengurangi risiko anemia atau kekurangan darah. Ciri-ciri anemia yaitu mudah mengantuk, munculnya rasa malas, dan badan cepat lemas,” jelas istri Bupati Fandi Akhmad Yani ini.

Ada empat poin dalam naskah komitmen bersama dalam rangka penurunan angka stunting dengan implementasi Germas melalui Aksi Bergizi di Sekolah. Yakni, Kami siap dan patuh sarapan dan minum satu butir tablet tambah darah bersama di sekolah setiap satu minggu ; Kami siap dan patuh penuhi gizi seimbang dengan makan protein hewani, sayur dan buah ; Kami siap melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari dan kami siap mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Seperti sebuah semboyan : Mens sana in corpore sano (Latin) artinya adalah “Jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat.” Maksudnya jika jiwa seseorang sehat, maka tubuhnya akan sehat juga. (yad)

Pemkab Gresik Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah. Ini Tujuannya! Selengkapnya

MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah

GRESIK,1minute.id – Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama atau MTs NU Tratee Gresik kini memiliki kelas internasional. Kelas internasional pertama untuk sekolah madrasah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi kebijakan sekolah berlokasi di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. “Bangga dengan MTs NU Tratee Gresik,” kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah saat melakukan pemantauan Masa Taaruf Siswa Madrasah atau Matsama alias Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada Selasa, 16 Juli 2024.

Kelas internasional ini, lanjutnya, akan membuat siswa lulusan madrasah di MTs NU Tratee Gresik ini memiliki ilmu lebih. “Adanya kelas Internasional ini, siswa akan bisa tiga bahasa. Bisa bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” kata Wabup perempuan berlatar pendidik ini. “Seluruh murid Madrasah Insya Allah jadi anak hebat. Menguasai agama dan ilmu umum,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MTs NU Trate Gresik Nduk Muslikhah mengatakan, pihak membuka kelas internasional setelah melakukan studi tiru di sekolah di Sidoarjo. “Dan kelas internasional ini pertama untuk sekolah Madrasah di Kabupaten Gresik,” kata Nduk Muslikhah. 

Antusiasme wali murid untuk memasukkan anak di kelas internasional sangat tinggi. “Tahun ini, kami baru buka satu kelas internasional. Dan, terisi penuh. 28 siswa,” katanya. Dalam tahun ajaran baru 2024-2025 ini, animo orang tua untuk menyekolahkan anak di MTs NU Trate Gresik cukup tinggi. “Tahun ini kami menerima siswa bsru 144 siswa.Ditengah gempuran zonasi. Alhamdulillah 5 kelas,” tegas Nduk Muslikhah.

Dibukanya kelas internasional ini, kini wali murid bisa memiliki alternatif pilihan. “Diakhir kelulusan nanti anak-anak akan dilakukan cek poin berada di level berapa,” katanya. (yad)

MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah Selengkapnya

Pantau MPLS Hari Kedua, Wabup Gresik Motivasi Siswa Sekolah Swasta

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS memasuki hari kedua pada Senin, 16 Juli 2024. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah kembali melakukan pemantauan kegiatan tahun ajaran baru itu.

Hari pertama, Wabup berlatar pendidik memantau kegiatan MPLS di SD dan SMP negeri di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Pada hari kedua ini, wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini memantau MPLS di sekolah swasta. Yakni TK/KB Adyaksa XXXIII Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama atau NU Tratee di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. 

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah mengaku puas kegiatan MPLS yang sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik maupun Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. 

Wabup Aminatun Habibah kali pertama mengunjungi TK Adhyaksa Gresik. Pada tahun ajaran baru 2024-2025 di taman kanak-kanak dibawah naungan Ikatan Adyaksa Darmarkarini atau IAD Gresik yang diketuai oleh Noviva Nana Riana ini menerima 44 anak. Kedatangan Bu Min disambut hangat puluhan bocah yang lucu dan menggemaskan itu.

Wabup Aminatun Habibah melakukan interaksi dengan para guru, serta memberikan arahan terkait pentingnya pendidikan sejak usia dini. Tidak hanya itu, Bu Min juga mengajak anak-anak bernyanyi dan berfoto bersama.

MPLS di TK Adhyaksa diisi dengan berbagai kegiatan menarik yang dirancang untuk mengenalkan anak-anak pada lingkungan sekolah mereka. “Siapa yang masih ditunggui oleh mama ke sekolah,” tanya Wabup Aminatun Habibah. Sebagaian anak mengacungkan jari telunjuknya. 

Pengakuan polos anak-anak itu membuat Bu Min tersenyum. Celotehan anak-anak membuat suasana MPLS sangat menyenangkan. Apalagi, kegiatan hari kedua itu menyenangkan. Kegiatan ini meliputi pengenalan ruang kelas, perkenalan dengan teman-teman baru, serta berbagai permainan edukatif yang bertujuan mengembangkan kreativitas dan kemampuan sosial anak.

Selepas itu, Wabup Aminatun Habibah melanjutkan kunjungannya di MTs NU Tratee Gresik. Disini istilah MPLS yang jamak dipakai, diganti menjadi Matsama (Masa Taaruf Siswa Madrasah). Dihadapan siswa baru dan para guru, Bu Min menyampaikan pentingnya Matsama sebagai tahap awal bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, teman-teman, serta para guru.

“Matsama bukan hanya ajang perkenalan, tetapi juga sebagai pondasi awal dalam menumbuhkan karakter dan semangat belajar siswa,” ujar Bu Min.

Tidak lupa, Bu Min juga menekankan pentingnya kesadaran akan sekolah yang ramah lingkungan dan juga ramah terhadap anak. “Kita ingin memastikan juga tentang pentingnya kesadaran akan sekolah yang ramah lingkungan dan sekolah yang ramah terhadap anak. Kita harapkan tidak ada bullying yang terjadi di lingkungan sekolah,” tegas Bu Min. 

Dalam pemantauan MPLS hari kedua ini, Bu Min didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dispendik Gresik Syifaul Qulub, Kasi Penma Kemenag Gresik Masfufah, Ketua MKKS SMP Negeri Gresik Beri Avita Prasetya serta kepala MTs NU Tratee Nduk Muslikhah.

Sementara itu, Kepala Yayasan PPNU Tratee Elvi Wahyudi, menyambut baik kunjungan Bu Min dan mengungkapkan bahwa kegiatan Matsama di sekolahnya telah dipersiapkan dengan baik untuk menyambut para siswa baru. “Tahun MTs NU Tratee Gresik membuka kelas ICP (international class programme),” kata Wahyudi. (yad)

Pantau MPLS Hari Kedua, Wabup Gresik Motivasi Siswa Sekolah Swasta Selengkapnya

Hari Pertama MPLS, Spenda Gresik Kenalkan Keunggulan sebagai Sekolah Zero Waste 

GRESIK,1minute.id – “Saya selaku wali murid menyerahkan anak saya untuk di bimbing dengan pendidikan di SMPN 2 Gresik ini. Harapan menjadi anak yang berakhkak mulia kelak, ilmunya dapat menjadi modal di masa depannya,” kata seorang wali murid kelas VII UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik.

“Semoga Spenda menjadi sekolah idaman masyarakat Gresik berprestasi dan sukses,” imbuhnya dan diamini oleh ratusan siswa peserta upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS pada Senin, 15 Juli 2024.

Hari ini, semua siswa jenjang SD hingga SMA sederajat mulai masuk sekolah. Siswa baru selama 3 hari, mulai 15 hingga 17 Juli 2024 melaksanakan MPLS dimulai pukul 07.00 WIB. Semua satuan pendidikan di jenjang SMP telah mempersiapkan secara matang untuk menyambut siswa didik baru. Sekolah  berlomba memberikan kesan baik dan menyenangkan kepada anak-anak yang baru lulus di sekolah dasar itu. Mereka masih memakai seragam sekolah dasar masing-masing. Penuh warna. Tampak wajah mereka penuh senyum bahagia.

Sekolah juga mengenalkan “keistimewaan” sekolah masing-masing. Di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik, misalnya. Sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik mengusung tema ” Masa Pengenalan Sekolah yang Menyenangkan melalui aktifitas kreatif pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah”. 

“Kegiatan hari pertama (MPLS) siswa dikenakan dengan program unggulan sekolah, guru, KBM yang menarik, serta lingkungan sekolah yang aman nyaman dan menyenangkan,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Senin, 15 Juli 2024.

Keunggulan sekolah, antara lain adalah sekolah zero waste, kantin halal, sekolah ramah anak. Sekolah zero waste, kata Mohammad Salim, mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dalam acara Nawa Karsa Award 2024, Gresik Lestari yang gelar oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik pada Rabu, 10 Juli 2024. 

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kepada Mohammad Salim. “Nawa Karsa Award, Gresik Lestari,  kami menyebut 4 penghargaan bergengsi diantaranya sebagai Sekolah Zero waste, juara 1 konten tiktok , juara 2 pameran inovasi produk lingkungan dan juara 3 konten Instagram,” terang Salim.

Bagaimana dengan siswa kelas VIII dan IX ? Salim mengatakan, selama masa MPLS tetap masuk sekolah. “Bagi kelas 8 dan 9 selama MPLS diadakan kegiatan PBB (peraturan baris berbaris) yang di latih oleh Kepolisian Gresik bertempat di halaman  Mapolsek Gresik Kota di  Jalan Basuki Rahmat,” terangnya. (yad)

Hari Pertama MPLS, Spenda Gresik Kenalkan Keunggulan sebagai Sekolah Zero Waste  Selengkapnya