GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi lembaga pendidikan di kabupaten Gresik. Dinas Pendidikan atau Dispendik Gresik akan mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah atau Bosda 2023 pekan depan.
Kepala Dispendik Gresik S. Hariyanto mengatakan, lembaga penerima kekurangan penyaluran dana BOSDA untuk SD/MI sebanyak 441 lembaga dan SMP/MTs ada 236 lembaga.
“Kekurangan penyaluran BOSDA tahun 2023 dipastikan cair minggu depan,” kata S. Hariyanto kepada wartawan pada Jumat, 8 November 2024.
Dijelaskan S. Hariyanto, pencairan BOSDA ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Gresik nomor 420/1170/HK/437.12/2024 tentang lembaga penerima kekurangan penyaluran dana BOSDA untuk SD/MI di Kabupaten Gresik tahun anggaran 2023.
Sedangkan untuk SMP/MTs berdasarkan SK Bupati Gresik nomor : 420/ 1171 /HK/437.12/2024 tentang lembaga penerima kekurangan penyaluran dana BOSDA untuk SMP/MTs di kabupaten gresik tahun anggaran 2023.
“Mulai daftar nama lembaga, alamat dan rincian dana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SK Bupati ini,” jelasnya.
Ia menjelentrehkan besaran dana BOSDA untuk SD/MI dan SMP/MTs masing-masing sebesar Rp. 16.626.120.000. Total sebesar Rp 32.352.240.000 yang merupakan bentuk komitmen Kepala Daerah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik.
“Ini komitmen program Nawa Karsa untuk menanggulangi anak-anak yang tidak sekolah atau anak yang putus sekolah, agar bisa memajukan dunia pendidikan dan berpihak pada lembaga pendidikan,” terangnya.
Ditambahkan S. Hariyanto, penyaluran kepada lembaga penerima kekurangan dana BOSDA juga sebagai upaya mewujudkan program Nawa Karsa Gresik Cerdas untuk mensejahterakan para guru dan tenaga kependidikan.
“Termasuk meningkatkan kualitas SDM para guru dan tenaga kependidikan. Apalagi bulan November ini adalah bulannya para guru. Semoga penyaluran ini menambah spirit guru dalam memajukan pendidikan di Gresik,” pungkasnya.(yad)
JAKARTA,1minute.id – Program BRI Fellowship Journalism 2025 kembali dibuka. Dewan Pers mengapresiasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli yang memasuki tahun keenam ini.
Program yang bertujuan memberikan kesempatan kepada insan jurnalis untuk meraih beasiswa pendidikan pascasarjana atau Strata 2 (S2).
Wakil Ketua Dewan Pers Muhamad Agung Dharmajaya menyambut baik program yang berkelanjutan ini untuk meningkatkan kompetensi jurnalis di Indonesia.
“Harapannya ini menambah keilmuan rekan-rekan jurnalis. Semakin profesional dalam membuat karya jurnalistik. Memberikan informasi yang berkualitas, benar dan baik,” kata Agung pada Senin, 4 November 2024.
Dia mengatakan, jenjang pendidikan yang lebih baik akan berdampak pada karier para jurnalis. Memberikan peluang untuk berkompetisi, meningkatkan kompetensi dan berprestasi. Ujungnya, iklim media di Indonesia semakin sehat terkait pemberitaan.
“Apa yang dilakukan BRI dalam kurun 5 tahun ini menjadi langkah konkret kepedulian. Harapannya teman-teman BUMN yang lain ke depan juga punya kepedulian yang sama,” tutur Agung.
Pada kesempatan terpisah Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa BRI Fellowship Journalism adalah program komprehensif yang melibatkan jurnalis dengan berbagai tahapan kegiatan seperti training, pembelajaran singkat tentang dunia jasa keuangan dan selanjutnya berkesempatan mendapatkan beasiswa dari BRI Peduli untuk melanjutkan studi di jenjang Strata 2 (S2).
“Kami berharap program ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dapat membantu para jurnalis meraih pendidikan yang lebih tinggi sehingga bisa meningkatkan kualitas jurnalisme di Indonesia,” ungkap Hendy.
Program ini telah dilaksanakan 5 kali, dan BRI Fellowship Journalism 2025 merupakan pelaksanaan yang ke-6. Agung mengatakan bahwa dalam program ini BRI bekerja sama dengan Dewan Pers. Beasiswa S2 dari BRI ini ditujukan untuk jurnalis yang masih aktif di media yang sudah diverifikasi Dewan Pers dan memiliki Sertifikat Kompetensi sebagai Wartawan Muda.
Pembukaan pendaftaran BRI Fellowship Journalism ini berlangsung hingga 30 November 2024. Adapun informasi dan syarat pendaftaran program BRI Fellowship Journalism ini dapat diakses melalui website resmi BRI: https://bri.co.id/fellowshipjournalism (yad)
GRESIK,1minute.id – Seminar Internasional Marosim Ijazah Khat mengusung tema “Transformasi Khat di Era Digital” di gelar oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya di Gedung Stundent Center UINSA Surabaya terasa lebih semarak.
Seminar yang diinisiasi oleh Ikatan Qori’ Qori’ah Mahasiswa (IQMA) UINSA Surabaya ini semarak karena menghadirkan dua pembicara, yaitu, Abdur Rouf Hasbullah, Penggagas Metode Abajadun Hamidiyah dari Indonesia dan Syeikh Belaid Hamidi, International Master of Calligraphy dari Maroko.
Selain seminar internasional itu, panitia IQMA UINSA Surabaya juga menggelar pameran Kaligrafi Klasik. Ada puluhan kaligrafi yang dipamerkan. Diantaranya, kaligrafi berjudul “Hanya Dirimu Semata” dan “Nur Muhammad”. Dua kaligrafi itu karya Muhammad Riyanto. Riyanto adalah pelukis Kaligrafi yang tinggal di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Dua goresan tangan lelaki berusia 49 tahun ini lah semakin menambah semarak dan menjadi daya tarik mahasiswa dan beberapa masyarakat yang mengikuti acara seminar internasional itu. Riyanto adalah pelukis Kaligrafi yang sedang naik daun. Sejumlah karyanya menjadi koleksi tokoh nasional dan dari Kuala Lumpur, Malaysia beberapa waktu yang lalu.
Riyanto, pelukis kaligrafi aliran surealisme tinggal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini berbeda dengan pelukis kaligrafi lainnya. Riyanto, tumbuh di keluarga pelukis. Ayahnya seorang pelukis kaligrafi kaca. Pamannya juga berkecimpung di bidang melukis. Ia mengikuti jejak ayah dan pamannya menjadi seorang pelukis kaligrafi. Ia memulai pameran sejak 1991. Karya-karya kaligrafi yang mengkritisi kondisi sosial masyarakat.
Syeikh Belaid Hamidi dari Maroko itu memuji karya Riyanto. Syeikh Belaid Hamidih, melihat dua karya Riyanto di hari pertama pameran pada Jumat, 25 Oktober 2024. Acara berlangsung sampai hari ini, Sabtu, 26 Oktober 2024.
‘Kaligrafi berjudul Nur Muhammad, mixed media ini pernah Saya ikutkan di Pameran Kaligrafi Nasional di MTQ Nasional 2024 di Samarinda beberapa waktu lalu,” ujar Riyanto pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Riyanto merasa bangga karena karya kaligrafi mendapatkan apresiasi dari maestro kaligrafi Internasional Syeikh Belaid Hamidy di Student Center UIN Sunan Ampel Surabaya .
Menurut Riyanto, “Kolaborasi pameran kaligrafi klasik naskah dan kaligrafi kontemporer modern 3-D kali ini adalah kali pertama di Indonesia, semoga kedepan lebih bagus lagi,” ujar bapak 3 anak ini.
Untuk diketahui Seminar Internasional Marosim Ijazah Khat mengusung tema “Transformasi Khat di Era Digital” digelar dua hari, Jumat-Sabtu, 25-26 Oktober 2024 hari ini masih berlangsung tashih koreksi dan penilaian. Hari pertama, ada dua pembicara, yaitu Abdur Rouf Hasbullah Mpd.I, Penggagas Metode Abajadun Hamidiyah dari Indonesia dan Syeikh Belaid Hamidy Internasional Master of Calligraphy dari Maroko.
Moderator seminar itu adalah Ustad Athoilah Mpd.I Khattat yang fasih bahasa Arab, pernah belajar langsung dan mendapat sanad (ijazah) langsung dari Syeikh Belaid Hamidy Maroko. Athoilah adalah pendiri sekolah kaligrafi atau Sakal Jombang. Tempat belajar kaligrafi Khat yang bersanad di Jombang. “Ustad Athoilah, ini pendiri Sakal Jombang bersanad di Jombang dan Dewan Hakim Provinsi Jatim di bidang Khat,” terang Muhammad Riyanto yang juga pengurus Jamiyyatul Qurra’ wal Huffazh atau JQH dan LPTQ Kota Surabaya, Jawa Timur ini. (yad)
GRESIK,1minute.id – Rizka Meylinda kembali masuk UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik pada Rabu, 9 Oktober 2024. Sarjana Hubungan Internasional ini ke lembaga satuan pendidikan dipimpin Mohammad Salim itu bukan untuk reuni.
Tapi, alumnus Spenda 2009 itu datang untuk memberikan penyuluhan dalam seminar Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagi generasi Z alias Gen-Z di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu.
Rizka yang kini bekerja di Badan Narkotika Nasional Kabupaten atau BNNK Gresik itu seakan menjadi role model bagi siswa yang sukses. Sebanyak 789 siswa kelas VII hingga IX Spenda Gresik terlihat antusias mendengarkan paparan senior mereka itu.
Ia juga mengenalkan tentang jenis dan bahaya narkoba kepada adik-adik juniornya itu. Pengenalan jenis dilakukan dengan harapan peaerta didik tidak mudah terkecoh. “Penyuluh juga memberikan tata cara menghindari narkoba,” terang Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim dalam keterangan tertulisnya yang diterima 1minute.id pada Rabu, 9 Oktober 2024.
FOTO BARENG : Pembicara seminar penguatan Pelajar Pancasila Rizka Meylinda, staf BNNK Gresik (tengah) bersama panitia seminar di UPT SMP Negeri 2 Gresik foto bareng usai acara pada Rabu, 9 Oktober 2024 ( Foto : Spenda Gresik untuk 1minute.id)
Salim melanjutkan, seminar Selamatkan Generasi Z dari Narkoba adalah bagian dari gelar karya proyek penguatan profil pelajar Pancasila. “Bangun Jiwa Raganya. Siap menjadi Remaja Tangguh Berkarakter,” kata Salim yang juga penulis itu.
Seminar ini, ia melanjutkan, bekerja sama dengan pihak BNNK Gresik. Menurutnya, penanaman karakter dan religius di sekolah dan keluarga sangat membantu peserta didik dalam membentengi diri dari pengaruh buruk narkoba. “Diharapkan orang tua dapat menjaga putra putrinya agar mengawasi lingkungan bermain mereka,” imbuhnya.
Sebelumnya, sekolah “zero waste” dan pelapor Kantin Halal itu menjadi lokus penilaian Adipura 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atah KLHK itu mewakili unsur sekolah SMP di Kabupaten Gresik. Pada 2025 ini, Spenda Gresik akan mengikuti event bergengsi yakni penilaian Ecogreen School. (yad)
GRESIK,1minute.id – Rahmad Arif Junaidi terlihat semringah. Siswa kelas XI SMK PGRI 1 Gresik lolos seleksi Indospring Class. Kelas pilihan angkatan X / 2024 ini diikuti 24 siswa.
Kuliah perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class dimulai pada Sabtu, 28 September 2024 ini dihadiri jajaran manajemen PT indospring Tbk, di antaranya, Direktur Indospring Tbk Bob Budioo, dan Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy. Serta para wali murid siswa kelas Indospring.
Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto menyampaikan, bahwa siswa yang terpilih dalam program lndospring Class, merupakan siswa terbaik, hasil dari penjaringan lebih dari 742 siswa di SMK PGRI 1 Gresik.
“Hanya 24 siswa yang berhasil lolos seleksi ketat berdasarkan berbagai kategori,” ujar Arief Susanto pada Sabtu, 28 September 2024. Indospring Class, lanjutmya merupakan kesempatan emas bagi kalian. “Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah ada di depan mata,” pesan Arief kepada para siswa yang didampingi orang tuanya untuk mengikuti kuliah perdana Indospring Class ini.
Arief berharap program ini bisa menjadi batu loncatan bagi para siswa untuk mencapai kesuksesan di dunia kerja. “Hal ini, sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa kini, “tandasnya.
Indospring Class di SMK PGRI 1 Gresik memasuki tahun kesebalas. Sempat terhenti satu tahun karena wabah Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Tahun ini, memasuki angkatan ke-X. Semua siswa lulusan Indospring Class ini telah bekerja di sejumlah industri di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Industri BUMN maupun perusahaan multinasional.
Sebab, selama setahun mereka sekolah mendapatkan pendidikan yang disesuaikan kebutuhan industri. Pendidikan hard skill dan soft skill. Termasuk budaya kerja di lingkungan industri. Sehingga, siswa yang lolos Indospring Class, memiliki kesempatan besar untuk bisa bekerja di industri alias satu tiket telah dikantongi untuk bekerja setelah lulus nanti.
KULIAH PERDANA : Wali murid dan siswa mengikuti seremonial kuliah Perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class di ruang pertemuan SMK PGRI 1 Gresik pada Sabtu, 28 September 2024 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)
Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono menekankan pentingnya link and match antara dunia pendidikan dan industri. Ia menjelaskan bahwa kelas industri ini dirancang agar para siswa tidak hanya siap dilatih, tetapi juga siap bekerja.
“Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi PT Indospring Tbk. dalam meningkatkan keterampilan siswa agar siap terjun ke dunia industri,” ujarnya.
Bob Budiono menambahkan bahwa program ini tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan teknis, tetapi juga soft skill dan budaya kerja industri. “Prinsip 5R (Ringkas, Resik, Rapi, Rajin, Rawat) menjadi acuan dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan aman,” ujarnya.
Tantangan masuk industri semakin berat. Hanya anak-anak yang terbaik yang bisa masuk dunia industri. Bob Budiono pun memberikan tips bagi siswa agar bisa bekerja di industri. “Jangan begadang, main hp berlebihan, jujur, dan tidak merokok,” tegasnya.
Sementara itu, Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy menegaskan bahwa program ini diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia lokal sehingga masyarakat Gresik mampu bersaing di daerahnya sendiri.
“Kami berharap program ini menjadi kesempatan emas bagi siswa dalam mencapai kesuksesan di dunia kerja, ” tandasnya. Ia melanjutkan bahwa program Indospring Class bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing di dunia industri.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan industri dalam membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. “Kami berharap melalui kelas industri ini, para siswa dapat berkembang menjadi sumber daya manusia yang siap pakai dan mampu bersaing, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.
Dengan adanya program ini, lanjutnya, pihaknya ingin memastikan bahwa masyarakat Gresik tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam dunia industri. “Kelas industri diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia di Gresik. Sehingga, masyarakat Gresik tidak hanya menjadi penonton di daerahnya,” tegas Dias yang arek asli Gresik ini.
Jupri, salah satu wali murid yang hadir di kuliah perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada putranya untuk mengikuti program Indospring Class. Ia berharap program ini dapat menjadi jalan bagi anaknya dan siswa lainnya untuk mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
“Saya sangat berterima kasih kepada SMK PGRI 1 Gresik dan PT Indospring atas program ini. Saya berharap anak-anak kami bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan menjadi lulusan yang siap kerja dan berdaya saing tinggi,” ujar wali murid dari siswa bernama Rahmad Arif Junaidi ini. (yad)
GRESIK,1minute.id – Husna Sabila Jannati Kusuma masih berusia 7 tahun. Talenta bocah kelas I SD Negeri 4 Petrokimia Gresik ini luar biasa untuk anak seumurannya. Husna penuh percaya diri menggelar pameran tunggal goresan tangannya alias melukis di Galery Merah Putih, Balai Pemuda di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.
Sebanyak 14 karya anak kedua dari pasangan Cahyo Kusumo dan Anita Hidayati ini dipamerkan di Kompleks Alun-alun Surabaya mulai 21-27 September 2024. Tema lukisan seputar tentang dunia Husna yakni dunia kesehariannya mulai dari kehidupan dalam rumahnya di Gresik, lingkungan sekolahnya, tempat kerja ayahnya, sekolah tempat Ibunya mengajar, juga suasana tempat tinggal neneknya di Dieng Wonosobo, Jawa Tengah.
Semua goresan tangan dilakukan di media cat akrilik dan gouache di atas kanvas. Tentu ukurannya bervariasi. Terbesar ukuran 100 x100 Cm dan yang terkecil 50×50 Cm. Semua karya Husna itu telah lolos kurasi, seorang kurator bernama Arik S. Wartono, pendiri dan pembina Sanggar Lukis DAUN Gresik, tempat Husna belajar melukis.
Pameran tunggal Husna ini, rangkaian perayaan 20 tahun Sanggar DAUN (2004-2024). Menurut Arik S. Wartono, karya lukis Husna ini berdasarkan pengalaman pribadi sang pelukis. Ia mencontohkan Husna melakukan studi wisata ke Gunung Bromo bersama teman-temannya ketika masih di TK Insanuz Ziyan, Kebomas, Kabupaten Gresik. Selain itu, goresan tangan mungil Husna adalah imajinasi tentang dunia satwa misalnya Singa, Jerapah, Cumi-cumi, Kerang dan lain-lain oleh Kusuma Husna ditampilkan dalam gaya kanak-kanak yang naif sekaligus unik. Semua karya dikerjakan selama 2024. “Pameran ini dipersiapkan selama 1 tahun terakhir,” terang Arik S. Wartono pada 1minute.id pada Sabtu, 21 September 2024.
Dalam visualisasi setiap ide dan gagasannya ke dalam kanvas, terang Arik S. Wartono, Husna sebenarnya tidak melukis apa yang ia lihat. “Justru ia melukis tentang apa yang ia ketahui,” imbuhnya sambil mencontohkan karya lukis tentang singa. Dalam itu, detail anatomi satwa singa tidak penting baginya, bahkan bentuk singa bisa bercampur dengan imajinasi yang berkembang dalam pikiran Husna.
Juga ketika Husna melukis tentang dunia tempat kerja ayahnya yang bekerja di Rumah Sakit Petrokimia Gresik, gedung rumah sakit dan mobil ambulans yang tervisual dalam karyanya bisa jadi samabsekali tidak mirip dengan apa yang ia lihat hampir setiap hari. Husna tidak perduli dengan bentuk fisiknya, bahkan sekalipun ia melihat fotonya. Karena Husna memang melukis semua itu berdasarkan apa yang ia tahu tentang objek yang dilukisnya, yang tentu saja lekat bercampur dengan imajinasi yang berkembang dalam pikirannya.
Bahkan ketika Husna menggambarkan tentang suasana bermain bersama teman-teman barunya di Sekolah Dasar (SD) atau teman lamanya saat masih Taman Kanan-kanak (TK), ia lebih berpijak pada ingatannya sekaligus semua yang ia rasakan dalam persahabatan, detail fisik teman-temannya menjadi tidak penting, sebab yang lebih penting baginya adalah suasana batin yang ia rasakan dan lekat dalam ingatannya.
Metode melukis seperti ini, katanya, khas anak-anak yang sudah mulai keluar dari periode “coreng-moreng yang diberi nama”.
Dan yang paling menarik dari karya-karya Kusuma Husna selain bentuk (form) aneka objek yang unik, ekplorasi teknik melukis yang ia kembangkan juga cukup beragam. Mulai dari teknik aquarel dengan media akrilik dan qouache yang encer dicampur banyak air sapuan-sapuan warna tipis sehingga menghasilkan warna yang transparan.
Teknik opaque terutama dengan media cat akrilik yang tidak banyak dicampur dengan air atau bahkan cat langsung dari tubenya, dengan goresan tebal sehingga menghasilkan warna yang pekat dan padat.
Beberapa bagian dalam karya Husna juga cukup beragam dalam teknik visualisasi objek, antara goresan tebal-tipis langsung menggunakan kuas, bervasiasi dengan goresan outline tebal warna hitam menggunakan kuas maupun spidol.
Eksplorasi teknik ini tentu bisa terus dikembangkan dengan banyak variasi lainnya misalnya teknik kolase, eksplorasi teksture, cat semprot dan banyak ragam teknik melukis yang bisa dicoba untuk eksplorasi keragakan teknik melukis. (yad)
GRESIK,1minute.id– Rembug Akur kembali dihelat oleh Pemerintah Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 21 September 2024. Gelaran kali kedua yang diinisiasi oleh Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat atau Bakohumas Gresik dipusatkan di hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik atau UMG ini bertajuk “Rembug Akur dan Mimbar Mahasiswa : Gresik Kerja, Gresik Daulat Industri”.
Dialog yang menghadirkan ratusan mahasuswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM dari berbagai kampus serta para pemuda di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini berlangsung seru. Ada tiga narasumber yang hadir yakni Bupati Fandi Akhmad Yani ; Rektor UMG Nadhirotul Laily serta Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.
Kabupaten Gresik yang memiliki luas wilayah 1.194 kilometer persegi. Nilai investasi tren terus naik. Ribuan pabrik beroperasi. Kini, ada pabrik smelter terbesar di dunia beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus, Java Integreted Industrian and Port Estate atau KEK JIIPE di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Upah minimum kabupaten atau UMK Gresik 2024 sebesar Rp 4.642.031 perbulan atau tertinggi nomor dua di Jawa Timur.
Berbagai “keistimewaan” itu, Gresik di mata para pencari kerja Gresik bagai gadis bertubuh lencir, berkulit kuning dan berhidung mancung. Pencari kerja berbondong-bondong untuk menikmati “madunya”.
“Apakah BEM siap diubah?” tanya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengawali mimbarnya. “Berubah seperti apa?” tanya peserta. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tampil memakai sarung, baju koko warna putih, berkopyah hitam serta sepatu dengan lugas mengatakan perubahan yang diinginkan menjadi lebih baik.
Caranya, mahasiswa harus aktif belajar, berorganisasi dan meningkatkan kompetensi. Gus Yani memberikan teladan kepada mahasiswa dan pemuda lainnya. Ditengah kesibukan sebagai orang nomor satu-julukan lain-Bupati Gresik tetap belajar. “Saya saat ini juga mahasiswa sedang menempuh program S-3 (doktoral, Red),” katanya mendapatkan tepuk sorak peserta yang memenuhi Hall Sang Pencerah. Gus Yani sarjana Ekonomi dan Magister Mitigasi Bencana dari Universitas Airlangga Surabaya.
Gus Yani menyampaikan bahwa Pemkab Gresik telah menyiapkan rencana jangka, menengah, panjang untuk mengoptimalkan Sumber Daya Manusia atau SDM yang memadai untuk kebutuhan penyerapan industri. Masyarakat Gresik di usia produktif, bisa menambah kemampuan dan keterampilan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja.
Selain pelatihan, Pemkab juga sudah menyiapkan kebijakan untuk mematangkan instrumen pengembangan SDM tersebut dengan menekankan aspek integrasi antara budaya, industri dan masyarakat.
“Tantangan kita semakin besar. Dengan percepatan kemajuan teknologi, tugas kita menyiapkan keterampilan semaksimal mungkin. termasuk ketrampilan bahasa asing,” ujar Gus Yani.
“Kami mengajak pada seluruh anak-anak muda yang ada di kabupaten Gresik siap berubah, Kalau tidak kita siapakan hari ini akan menjadi masalah yang besar,” lanjutnya.
Selain itu, adanya Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK banyak potensi yang perlu diserap. Tidak hanya terkait penyerapan tenaga kerja saja. Ada peluang lain seperti penyediaan logistik, Makan dan minuman atau mamin bagi pekerja. Hal itu, sudah diformulasikan Pemkab Gresik, untuk kemanfaatan masyarakat lokal melalui kerja sama dengan sektor UMKM lokal.
“Jadi tidak hanya soal tenaga kerja saja. Ekonomi kultur masyarakat juga harus disiapkan. Seperti mendorong produksi petambak Bandeng sebagai produk lokal. Itu menjadi satu ekositem yang mendukung adanya KEK,” jelasnya.
Ia juga meminta kepada seluruh stokeholder, termasuk Perguruan Tinggi, ikut mendorong menyiapkan SDM lokal yang kompeten siap bekerja sesuai kebutuhan industri, misal jurusan yang berkaitan dengan keterampilan teknik mesin. Pada 2025, Pemkab Gresik akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar. Anggaran itu, akan digunakan oleh Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Gresik memberikan pelatihan kepada anak-anak usia produktif di Gresik. Sebab, pelatihan keterampilan bersertifikasi sangat dibutuhkan. “Anggaran untuk penamping anak Gresik,” tegasnya.
FOTO BARENG MAHASISWA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (baju putih berkopyah) , Rektor UMG Nadhirotul Laily foto bersama usai Rembug Akur dan Mimbar Mahasiswa di Hall Sang Pencerah UMG pada Sabtu malam, 21 September 2024 (Foto : chusnul cahyadi /1munute.id)
Sementara itu, Rektor UMG Nadhirotul Lailly, menyampaikan, bahwa Kabupaten Gresik merupakan kota strategis yang punya keunggulan sebagai kota industri. “Ada ribuan industri mikro hingga multinasional,” kata Nadhirotul.
Namun menurutnya, keunggulan tersebut juga tidak lepas dari tantangan, yakni bagaimana potensi tersebut bisa berdaulat. Bisa dimanfaatkan masyarakat lokal, terutama generasi Z.
Untuk itu, Ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi. “Jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang),” kata Laila. Mahasiswa Gresik bisa punya empati sosial dan peran di komunitas masyarakat. Karena dunia pendidikan menurutnya masih belum cukup untuk mengasah soft skill ketika masuk ke dunia kerja. “Tidak bisa dipungkiri dunia mahasiswa tidak cukup, butuh soft skill untuk menjadi modal di dunia kerja,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menyampaikan konsep Gresik kedepan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD dengan slogan “Gresik Emas yang Mendunia”. Slogan tersebut mengingat Kabupaten Gresik kedepan akan menjadi tumpuan ekonomi Jawa Timur. “Salah satu yang kita siapkan yakni bahasa Asing, Bahasa Inggris dan Mandarin,” jelasnya.
Washil menerangkan, bahwa, Pemkab Gresik juga, sudah membuat regulasi yang mengakomodir kepentingan masyarakat lokal. Setidaknya ada 2 komponen regulasi, pertama, terkait penyertaan kemitraan UMKM, kedua regulaasi ketenagakerjaan yang mewajibkan perusaahaan untuk penyerapan warga lokal Gresikk 60 persen. “Sudah ada regulasi. Jadi tinggal kita manfaatkan untuk masuk,” jelasnya.
Lebih lanjut Washil, membeberkan, jika KEK di Manyar akan semakin banyak investor, industri yang masuk. Itu akan menambah peluang penyerapan tenaga kerja lokal. “Ada industri baru nanti. Ada industri tembaga dan timah yang masuk. Ini bisa menambah peluang,” bebernya. (yad/adv)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Gresik kembali menggelontorkan beasiswa produktif kepada generasi atau Gen-Z.
Beasiswa sebanyak 76 mahasiswa ini menegaskan kembali komitmen Pemkab Gresik dalam mendukung pendidikan generasi muda di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik.
Beasiswa produktif dalam acara pendistribusian dan pembinaan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Ruang Pertemuan Durung Bawean, Kompleks Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 17 September 2024.
Dalam program ini, mahasiswa penerima beasiswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mahasiswa internal dan eksternal. Rinciannya, sebanyak 37 mahasiswa internal adalah mereka yang berasal dari Kabupaten Gresik dan menempuh studi di perguruan tinggi yang berada di wilayah Kabupaten Gresik. Sedangkan 39 mahasiswa eksternal adalah mahasiswa asal Kabupaten Gresik yang berkuliah di perguruan tinggi luar wilayah Kabupaten Gresik.
Program beasiswa produktif ini sudah berjalan sejak 2023. BAZNAS Gresik berkolaborasi dengan Baitul Maal wa Tamwil atau BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur telah menyalurkan beasiswa kepada 66 mahasiswa, yang terdiri dari 43 mahasiswa internal dan 23 mahasiswa eksternal. Dengan demikian, dalam dua tahun terakhir, BAZNAS Gresik telah menyalurkan beasiswa produktif sebanyak 142 mahasiswa.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BAZNAS Gresik dan BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur atas perannya dalam mendukung pendidikan generasi muda Gresik. Selain memberikan apresiasi kedua lembaga tersebut, Wabup berlatar pendidik ini memberikan motivasi kepada para penerima beasiswa produktif tersebut.
Bu Min-sapaan akrab-Wabup Aminatun Habibah berpesan kepada para mahasiswa penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, menjadikan pendidikan sebagai landasan untuk masa depan yang lebih baik, dan terus berfokus pada peningkatan prestasi akademik maupun non akademik.
PEDULI PENDIDIKAN : Wasil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama mahasiswa penerima beasiswa produktif dari Baznas dan BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 17 September. 2024 ( Foto : istimewa)
“Beasiswa ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan dan investasi dari masyarakat Gresik melalui BAZNAS dan BMT Mandiri Sejahtera. Kalian semua adalah harapan masa depan Gresik. Saya berharap, dengan beasiswa ini, kalian bisa terus mengembangkan diri, baik dalam bidang akademik maupun non akademik,” ujar Bu Min.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan mengharapkan para penerima beasiswa produktif BAZNAS tidak hanya menjadi tenaga kerja yang siap pakai, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi bagi pembangunan ekonomi di Kabupaten Gresik.
“Kita tidak hanya membutuhkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga pemikir dan pelaku yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. Saya yakin, dengan ilmu dan keterampilan yang kalian peroleh, kalian bisa memberi dampak positif, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas,” tambahnya.
Sebagai informasi, beasiswa produktif yang diberikan oleh BAZNAS Gresik merupakan dukungan finansial untuk membantu mahasiswa asal Gresik guna menyelesaikan pendidikan mereka dengan lebih fokus tanpa harus terbebani biaya. Mahasiswa internal, yang berkuliah di universitas dalam wilayah Gresik, menerima beasiswa sebesar Rp 1,5 juta per semester, sedangkan mahasiswa eksternal, yang berkuliah di universitas luar wilayah Gresik, mendapatkan Rp 2 juta per semester.
Beasiswa ini diberikan untuk jangka waktu maksimal delapan semester atau empat tahun masa studi, tergantung dari perkembangan akademik penerima beasiswa.
Pada 2024, total anggaran yang didistribusikan melalui program ini mencapai Rp 244 juta. Beasiswa produktif ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan dan memotivasi para mahasiswa untuk terus berprestasi di bidang akademik dan non akademik.
Program beasiswa produktif BAZNAS Gresik merupakan salah satu wujud nyata dari pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.
Ketua BAZNAS Gresik Muhammad Mujib, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga lebih banyak mahasiswa yang terbantu untuk menyelesaikan pendidikannya dan mencapai prestasi yang lebih tinggi.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda Gresik agar mereka dapat meraih pendidikan tinggi dan menjadi bagian dari pembangunan daerah. Dengan kolaborasi yang baik ini, kami optimis bisa mencetak SDM unggul yang dapat memberikan manfaat luas,” ujar Najib.
Program beasiswa produktif ini juga mencerminkan sinergi positif antara pemerintah daerah Kabupaten Gresik, BAZNAS Gresik, dan BMT Mandiri Sejahtera dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Diharapkan, program beasiswa ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa bantuan biaya pendidikan, tetapi juga berdampak jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Isabell Roses baru berumur 13 tahun. Bagi anak seusia Isabell yang generasi z alias Gen-Z itu, mayoritas lebih menyukai main gedget. Tapi, bocah kelahiran 31 Juli 2011 ini berbeda. Isabell lebih memilih untuk corat-coret alias melukis di atas kanvas.
Lukisan Isabell yang memiliki teknik realis bukan gedung yang menjulang ke angkasa yang banyak tersebar di Kota Metropolis, Surabaya. Isabell memilih melukis budaya lawas nusantara. Orang memasak menggunakan kompor kayu, kerapan sapi, main egrang dan lainnya. Selain kerapan sapi, kebudayaan lawas nusantara itu nyaris punah.
Penasaran akan goresan tangan Isabell Rose, penikmat lukis bisa menyaksikan langsung di Galeri Merah Putih, kompleks Balai Pemuda Alun-alun Surabaya mulai Ahad besok, 8 September 2024. Gratis!
“Pemeran akan buka mula Minggu sore pukul 4,” ujar Arik S. Wartono, kurator juga pendiri Sanggar Daun, tempat Isabell Roses belajar melukis kepada 1minute.id pada Sabtu, 7 September 2024.
Sebanyak 18 lukisan karya Isabell Roses yang dipajang hingga 13 September 2024 nanti. Puluhan karya lukisan menggunakan media cat air dan akrilik di atas kanvas ukuran terbesar 142 x 92 cm, dam terkecil berukuran 34×33 cm. Sebagian besar dikerjakan dalam teknik realis dan lukisan naif khas anak-anak. Dengan tema permainan anak zaman dulu, tradisi lokal Indonesia khususnya masyarakat Jawa dan Madura, serta dogeng rakyat.
“Karya-karya yang dipamerkan dikerjakan mulai tahun 2020 hingga yang terbaru tahun 2024,” terang Arik S. Wartono. Pameran ini, sekaligus menandai perayaan 20 tahun Sanggar DAUN periode 2004 – 2024. (yad)
GRESIK,1minute.id– Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Kabupaten Gresik. Di era disrupsi minat baca pelajar di Indonesia. Perpustakaan UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik mendapatkan Penghargaan dari Perpustakaan Nasional atau Perpusnas Republik Indonesia.
Penghargaan diberikan karena perpustakaan sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu karena konsistensinya dalam meningkatkan mutu pelayanan yang nyaman dan menyenangkan kepada peserta didik serta layanan inovasi literasi berbasis digital.
Sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh Perwakilan Perpustakaan Nasional atau Perpusnas Muhammad Bagus Amrulloh kepada Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Rabu, 4 September 2024.
Saat menerima penghargaan dari Perpusnas itu, Mohammad Salim didampingi oleh didampingi Yunita Rahma, Kepala Perpustakaan Pusaka ilmu Spenda Gresik disaksikan oleh tiga orang dari Perpusda Gresik yakni Pustakawan Ahli Muda Neny susanti ; Penyuluh Perpustakaan Waheda Apriliana dan Pengolah Data Hernowo Setiawan.
“Alhamdulillah Spenda turut urun dalam proses mendukung tercapainya Nawa Karsa Bupati, Gresik Cerdas melalui inovasi perpustakaan berkat kerjasama yang kompak guru karyawan dan dukungan kuat komite sekokah,” kata Mohammad Salim kepada 1minute.id pada Rabu, 4 September 2024.
Sertifikat penghargaan dari Perpusnas yang bersinergi dengan PT Indekstat Konsultan Indonesia sebagai peneliti lapang dalam pengumpulan data kajian perpustakaan Indonesia 2024 bagai oase bagi dunia pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
Perpustakaan Spenda Gresik berada di lantai dasar sangat strategis. Ruangnya berpendingin sehingga pengunjung terasa nyaman. Interior wallpaper rumah Gajah Mungkur yang ikonik. Rumah yang di bangun oleh almarhum Haji Djaelan, pengusaha penyamakan kulit pada 1898.
Di perpustakaan sekolah terdapat ribuan buku bacaan yang bisa para peserta didik maupun tenaga pendidik. Data yang didapat 1minute.id, koleksi buku di perpustakaan sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim berjumlah 3.241 judul buku. Rinciannya, 790 buku fiksi, non fiksi 2.451 judul.
Salim mengatakan, UPT SMP Negeri 2 Gresik terpilih menjadi sampel dalam survei Kondisi Perpustakaan Umum dan Sekolah atau KPUS tingkat erpustakaan Sekolah Menengah Pertama atau SMP.
“Perpustakaan Spenda yang berakreditasi A sejak tahun 2021 dan mendapatkan penghargaan Juara 1 Perpustakaan sekolah se-Kabupaten Gresik pada tahun 2019,” terang guru yang menghobi nulis buku sejarah dan pelajaran agama ini.
Salim mengatakan, jumlah kunjungan siswa mencapai 1.200-an per pekan. Senin sampai Jumat. Karena sekolah libur Sabtu dan Minggu. “Kunjungan siswa dan guru perpekan 1200-an , ketertarikan siswa ke perpustakaan baca novel, komik buku dan olah raga,” terang penulis artikel di sejumlah media ini.
Untuk meningkatkan minat baca atau luterasi, jelasnya, sekolah memberikan reward kepada siswa rajin ke perpustakaan. “Reward kami berikan setiap memperingati Hari Buku atau Hari Perpustakaan,” katanya.
Hari Buku Nasional diperingati setiap 25 April. Sedangkan, Hari Perpustakaan Nasional diperingati setiap 17 Mei. Saat ini, imbuhnya, perpustakaan juga digunakan untuk pembelajaran digitalisasi. “Karena ruangan nyaman,” tegasnya.
Pascamenerima penghargaan dari Perpustakaan Nasional, Spenda yang telah mendeklarasikan sebagai sekolah zero waste dan kantin halal itu sedang berfokus pada penilaian Adipura Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK Jakarta “Semoga ini juga catatan baik untuk prestasi Gresik di bidang kebersihan. Mohon doanya,” katanya. (yad)