Tembus 6,59 Juta Ton, Petrokimia Gresik Topang Ketahanan Pangan Nasional

GRESIK, 1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), mencatatkan total produksi pupuk dan nonpupuk sebesar 6,59 juta ton hingga September 2026. Capaian tersebut memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung ketersediaan pupuk bagi petani sekaligus bahan kimia dasar untuk industri nasional.

Dari total produksi tersebut, lebih dari 4 juta ton merupakan produk pupuk yang berperan penting mendukung produktivitas pertanian nasional. Sementara produksi bahan kimia dasar dan nonpupuk mencapai hampir 2,5 juta ton untuk menunjang kebutuhan industri.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, di Gresik pada Selasa, 27 Oktober 2026, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga produktivitas untuk dua sektor strategis nasional, yakni pertanian dan industri.

“Capaian produksi ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan besarnya tanggung jawab Petrokimia Gresik dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan industri. Di sektor pertanian, kami berperan menyediakan pupuk untuk menunjang produktivitas petani. Sementara melalui produksi bahan kimia dasar dan nonpupuk, kami turut mendukung keberlangsungan berbagai aktivitas industri nasional,” ujar Daconi.

Langkah tersebut diperkuat inovasi internal, salah satunya GIO FILTER 1B yang dikembangkan di Pabrik Amoniak 1B. Melalui penambahan Molecular Dryer Filter 154-LC, inovasi ini berhasil menekan kehilangan potensi produksi (loss product) amoniak dari sebelumnya 13.409,21 ton menjadi nol. Inovasi tersebut juga mendorong peningkatan produksi harian dari 1.970,21 ton menjadi 2.000 ton, dengan efisiensi biaya mencapai Rp9,5 miliar.

Di sektor pertanian, Petrokimia Gresik memperkuat sinergi dengan Pupuk Indonesia Grup untuk mendukung kesiapan menghadapi musim tanam Oktober–Maret. Koordinasi dilakukan untuk menjaga keselarasan kapasitas produksi, ketersediaan stok, dan kebutuhan penyaluran pupuk bersubsidi.

“Memasuki musim tanam, ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting yang mendukung aktivitas petani. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi bersama Pupuk Indonesia Grup agar kesiapan produksi selaras dengan kebutuhan penyaluran,” jelasnya.

Daconi menegaskan capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan produktivitas melalui penguatan operasional dan inovasi.

Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak lepas dari upaya peningkatan keandalan operasional, efisiensi, serta efektivitas proses produksi. Optimalisasi pabrik terus dilakukan untuk menjaga produktivitas sekaligus memastikan kesiapan memenuhi kebutuhan secara berkelanjutan.

“Pertanian yang produktif dan industri yang berdaya saing sama-sama membutuhkan dukungan pasokan yang berkelanjutan. Inilah kontribusi nyata yang ingin terus kami perkuat untuk Indonesia,” tutupnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tembus 6,59 Juta Ton, Petrokimia Gresik Topang Ketahanan Pangan Nasional Selengkapnya

Lepas 187 Atlet POPDA dan PEPARPEDA Jatim 2026, Bupati Yani Targetkan Gresik Naik Peringkat

GRESIK, 1minute.id – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, melepas keberangkatan 187 atlet dan ofisial yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur Tahun 2026.

Pelepasan kontingen dilaksanakan di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Selasa, 27 Oktober 2026. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober – 11 November 2026 di Kota Surabaya dan Kabupaten Ngawi.

Kontingen Kabupaten Gresik akan berkompetisi pada 22 cabang olahraga (cabor) POPDA dan 3 cabor PEPARPEDA dengan mengusung moto “Satu Semangat Berjuta Kegembiraan” dan tema “Bertanding dalam Sportivitas Menuju Prestasi Dunia”.

Bupati Yani menyampaikan bahwa perjuangan para atlet membutuhkan komitmen bersama, baik atlet maupun ofisial, agar pembinaan olahraga di Kabupaten Gresik menghasilkan prestasi terbaik.

“Kita membutuhkan komitmen dari para atlet dan ofisial untuk mendukung prestasi olahraga Kabupaten Gresik. Kami terus mendoakan agar seluruh atlet diberikan kemudahan, kesehatan, dan kekuatan selama berkompetisi di luar daerah,” ujar Bupati Yani.

Ia berpesan agar para atlet senantiasa menjaga nama baik daerah, kesehatan, serta kedisiplinan selama pertandingan.

“Selamat bertanding dan berjuang untuk para atlet Kabupaten Gresik. Bawa nama baik Kabupaten Gresik, jaga kesehatan selama di sana, dan jangan lupa disiplin waktu,” pesannya.

Bupati Yani berharap kontingen Gresik mampu meningkatkan capaian prestasi dari periode sebelumnya, atau setidaknya mempertahankan posisi yang telah diraih.

Pada POPDA XIV dan PEPARPEDA II Jatim 2024, Kabupaten Gresik berhasil menduduki peringkat keempat dengan raihan 21 medali emas, 20 perak, dan 15 perunggu.

“Semoga Kabupaten Gresik dapat meningkatkan peringkat dari periode sebelumnya, atau minimal mempertahankan prestasi yang sudah diraih,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik, Saifudin Ghozali, menjelaskan bahwa atlet yang diberangkatkan telah melalui proses verifikasi dan seleksi ketat.

“Para atlet yang diberangkatkan ini sudah melalui tahapan verifikasi dan seleksi yang luar biasa. Atlet yang kita kirim merupakan mereka yang memiliki potensi meraih medali,” terangnya.

Kontingen Gresik menargetkan minimal mempertahankan posisi keempat. Reward bagi atlet berprestasi pun telah disiapkan sejak awal tahun sebagai bentuk apresiasi.

Pelepasan ditandai dengan penyematan atribut kepada perwakilan atlet oleh Bupati Gresik sebagai simbol pemberangkatan.

Ajang dua tahunan ini menjadi media evaluasi pembinaan olahraga pelajar se-Jawa Timur sekaligus menjaring bibit atlet berbakat untuk tingkat yang lebih tinggi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lepas 187 Atlet POPDA dan PEPARPEDA Jatim 2026, Bupati Yani Targetkan Gresik Naik Peringkat Selengkapnya

Bupati Yani Dorong UMKM Kuliner Gresik Naik Kelas Lewat Sertifikasi BNSP

GRESIK, 1minute.id – Antusiasme pelaku usaha kuliner bisa naik kelas mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Sub Sektor Kuliner Skema Okupasi Cook sangat tinggi. 

Sebanyak 50 UMKM yang daftar. Namun, kuota yang tersedia “hanya” 25 yang bisa mengikuti pelatihan yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik.

Pelatihan dan Sertifikasi BNSP dihelat di Hotel Horison Gresik berlangsung tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 27–29 Oktober 2026.

Program ini menjadi upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan ekonomi kreatif sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik, Nuri Mardiana, saat membuka kegiatan menyampaikan pesan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, agar peserta memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi.

Menurutnya, sektor kuliner memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi kreatif. Namun, kemampuan mengolah makanan perlu diimbangi dengan pemahaman keamanan pangan, kebersihan, efisiensi kerja, serta pelayanan profesional.

“Rasa yang enak saja tidak cukup. Pelaku industri kuliner juga dituntut menguasai standar keamanan pangan, higienitas, efisiensi kerja, hingga pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sertifikat kompetensi menjadi pengakuan atas kemampuan seseorang sesuai standar nasional. Hal tersebut dapat menjadi modal bagi tenaga kerja yang ingin memasuki industri formal maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis kuliner secara mandiri.

Kepala Disparekrafbudpor Gresik, Saifudin Ghozali, menjelaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi BNSP merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas SDM ekonomi kreatif.

“Harapan kami, sertifikasi ini bermanfaat bagi peserta dan mampu meningkatkan nilai usaha yang sudah dijalankan. Karena itu, kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan sampai selesai dan menjalani uji kompetensi dengan baik,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh materi dari Muchammad Chilmi. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Ricke Mayumi, juga memberikan materi terkait dukungan terhadap pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Pelatihan berlangsung dalam dua tahap. Hari pertama diisi materi pengantar dan teori. Hari kedua pendalaman materi dan praktik. Hari ketiga pelaksanaan uji kompetensi meliputi ujian tertulis serta ujian lisan dan praktik.

Salah satu peserta, Elia, 48, pelaku UMKM olahan ikan bandeng asal Ujungpangkah, mengaku bersyukur terpilih mengikuti program tersebut.

“Alhamdulillah, lebih dari 50 orang yang mendaftar, saya terpilih menjadi salah satu dari 25 peserta. Harapannya, saya bisa mendapatkan ilmu untuk mengembangkan usaha dan memperoleh sertifikasi BNSP,” ungkap Elia. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Yani Dorong UMKM Kuliner Gresik Naik Kelas Lewat Sertifikasi BNSP Selengkapnya

Kejar Data Akurat, Pemkab Gresik Gandeng TNI-Polri untuk Perlinsos Digital

GRESIK, 1minute.id – Pemkab Gresik melalui Dinas Sosial mempercepat pendataan kemiskinan lewat Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk 300 personel TNI-Polri digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Senin, 26 Oktober 2026.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, Perlinsos Digital untuk menyatukan data kemiskinan yang selama ini berbeda antara BPS, desa, dan DTKS.

Data BPS mencatat angka kemiskinan Gresik 9,95 persen atau sekitar 130 ribu jiwa. Verifikasi tingkat desa sekitar 140 ribu jiwa, sementara data desil 1-4 di DTKS mencapai 500 ribu jiwa.

“Perbedaan data ini jadi alasan kita percepat Perlinsos Digital. Kita ingin data terhubung dan terverifikasi, agar bantuan lebih tepat sasaran,” ujar Wabup Alif.

Sistem ini akan menghubungkan data lintas kementerian dan lembaga untuk menilai kelayakan penerima bantuan secara objektif. Pemkab menargetkan 442.390 Kepala Keluarga (KK) di Gresik terdaftar di sistem Perlinsos Digital. Ia meminta agen tidak hanya fokus pada warga miskin yang sudah diketahui, tapi mendorong semua KK untuk mendaftar.

“Pendaftaran tidak otomatis jadi penerima bantuan. Kelayakan tetap ditentukan sistem dan verifikasi,” jelasnya. Aktivitas agen akan dipantau lewat portal per kecamatan. Peserta juga didorong aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui Disdukcapil.

Kasat Binmas Polres Gresik AKP M. Nur Setyabudi yang mewakili Kapolres menekankan pentingnya akurasi data, edukasi ke masyarakat, serta pengawasan untuk cegah penyalahgunaan data dan pungli. Agen diminta humanis, berkeadilan, dan menjaga netralitas.

Bimtek menghadirkan Kadinsos Umi Khoiroh dan Kadis Dukcapil Muhammad Hari Syawaludin sebagai pemateri. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kejar Data Akurat, Pemkab Gresik Gandeng TNI-Polri untuk Perlinsos Digital Selengkapnya

Gus Yani Kukuhkan 3.500 Anggota ASLINMAS Gresik, Tak Hanya Jaga Keamanan Tapi Juga Kepedulian Sosial

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali membangkitkan peran Linmas melalui Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS).

Sebanyak 3.500 anggota mengikuti Apel Akbar dan pelantikan pengurus DPC ASLINMAS Kabupaten Gresik periode 2026-2031 di Stadion Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Senin, 26 Oktober 2026.

Apel dipimpin langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Gus Yani menegaskan, ASLINMAS bukan hanya penjaga keamanan, tapi garda terdepan kepedulian sosial.

“Keberadaan ASLINMAS diharapkan tidak hanya dirasakan ketika masyarakat menghadapi gangguan, tetapi juga ketika mereka membutuhkan pendampingan untuk keluar dari kesulitan,” tegas Gus Yani.

Ia meminta anggota ASLINMAS aktif mengenali warga yang kesulitan ekonomi dan akses pelayanan dasar, lalu menghubungkan mereka dengan pemerintah desa, kelurahan, dan perangkat daerah terkait.

Tiga arahan utama Bupati untuk ASLINMAS, yakni Tingkatkan disiplin dan profesionalisme ; Kedepankan sikap humanis dan kepedulian sosial dan Perkuat sinergi dan kesiapsiagaan dengan Pemda, TNI-Polri, kejaksaan, dunia usaha, dan tokoh masyarakat.

Dalam apel tersebut, Mochamad Choirul Rizal dilantik sebagai Ketua DPC ASLINMAS Gresik 2026-2031. Didampingi Kurnia Suryandi sebagai Wakil Ketua I Bidang Operasional dan Zainul Arifin Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Masyarakat. Sekretaris dijabat Agustin Halomoan Sinaga dan Bendahara Nieffa Indra Lesmana.

Pelantikan ditandai pembacaan SK, pengucapan ikrar, dan penyerahan bendera pataka dari Bupati kepada Ketua DPC terpilih. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Gus Yani Kukuhkan 3.500 Anggota ASLINMAS Gresik, Tak Hanya Jaga Keamanan Tapi Juga Kepedulian Sosial Selengkapnya

Bupati Yani Hadiri Puncak Hari Santri 2026 Fatayat NU Gresik di GNI

GRESIK, 1minute.id – Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 digelar Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Gresik di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan kemandirian kader, pemberdayaan desa, dan kolaborasi pelayanan masyarakat.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kiprah Fatayat NU yang terus berkhidmat bagi masyarakat. Ia berharap semangat pengabdian kader NU tetap tulus dan ikhlas.

“Di momen Hari Santri ini, mudah-mudahan kita semua diberi kesehatan dan terus berkhidmat. Semoga niat kita menjadi kader NU, baik Fatayat, Ansor, Muslimat, IPNU, IPPNU, dan lainnya, senantiasa tulus dan ikhlas membantu sesama,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Yani juga menyoroti peran pemerintah desa yang membuka ruang bagi kemandirian Fatayat hingga tingkat ranting.

“Di tengah keterbatasan anggaran desa, pemerintah desa tetap memberi ruang luar biasa bagi kemandirian Fatayat NU hingga ranting. Ketika Fatayat di desa diberi ruang, kesempatan berkarya, dan bisa bersinergi dengan pemerintah desa, ini luar biasa,” ungkapnya.

Ia menyampaikan terima kasih atas gerak cepat kader Fatayat dalam perlindungan sosial di Kabupaten Gresik.

“Hampir rata-rata kader Fatayat telah menjadi relawan perlindungan sosial. Ini bentuk pengabdian sukarela yang tidak digaji,” tuturnya.

Dukungan kemandirian ekonomi juga diwujudkan melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI untuk Fatayat NU Gresik. Bantuan tersebut selanjutnya dikelola Desa Mojopuro, Kecamatan Balongpanggang.

“Bantuan alsintan ini keputusan dari Menteri Pertanian. Tolong dijaga dan dirawat, semoga bisa memberikan manfaat,” pesan Bupati Yani.

Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik KH. Mulyadi menegaskan kemandirian adalah prinsip penting NU, meliputi kemandirian akidah, jamaah, ekonomi, dan kebangsaan.

Semangat itu tercermin dalam penghargaan Desa Sahabat PC Fatayat NU Gresik sebagai apresiasi bagi desa pendukung penguatan kader di ranting. Penilaian meliputi kaderisasi, penguatan kelembagaan, advokasi, data dan informasi, serta kajian dan digitalisasi.

Enam desa terbaik menerima penghargaan:

Juara 1: Ranting Banyutengah

Juara 2: Ranting Bungah

Juara 3: Ranting Tanggulangin

Harapan 1: Ranting Lowayu

Harapan 2: Ranting Cerme Kidul

Harapan 3: Ranting Peganden

Rangkaian acara diisi deklarasi Ruang Bersama Indonesia hasil kolaborasi dengan Dinas KBPPPA Gresik, serta penandatanganan MoU dengan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik.

Melalui momentum HSN 2026, Fatayat NU Gresik diharapkan semakin memperkuat peran kader perempuan dalam pemberdayaan desa dan perlindungan sosial. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Bupati Yani Hadiri Puncak Hari Santri 2026 Fatayat NU Gresik di GNI Selengkapnya

Rakernas IV Punguan Silauraja Indonesia di Surabaya, Perkuat Persatuan Marga dan Ekonomi Kreatif Menuju Indonesia Emas 2045

SURABAYA, 1minute.id – Perkumpulan Punguan Silauraja Indonesia yang menaungi empat marga besar keturunan Silauraja, yakni Malau, Manik, Ambarita, dan Gurning, menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV di Hotel Tunjungan Surabaya pada Jumat hingga Minggu. 23-25 Oktober 2026.

Rakernas dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Dalam sambutannya, Emil menyampaikan kebanggaan atas kontribusi marga Silauraja dalam pembangunan di Jawa Timur.

“Selamat datang di Surabaya kepada semua peserta Rakernas yang datang dari seluruh Indonesia. Terima kasih kepada Punguan Silauraja Indonesia yang sudah ikut berkontribusi dalam pembangunan Jawa Timur,” ujar Emil Dardak di hadapan peserta pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Rakernas IV mengusung tema “Sada Lulu Anak Sisada Lulu Boru dalam Membangun Ekonomi Kreatif Silauraja Menuju Indonesia Emas 2045.”

Ketua Panitia Rakernas IV, Prof. Raja Olan Saut Gurning, yang juga Ketua DPD Jawa Timur, menyebut Surabaya dipilih sebagai tuan rumah karena merepresentasikan semangat kepahlawanan dan keberagaman.

“Surabaya dipilih karena semangat kepahlawanan dan keberagamannya merepresentasikan semangat persatuan kami. Ini bukan hanya rapat kerja, tapi temu kangen keluarga besar Silauraja dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Ketua Umum DPP Punguan Silauraja Indonesia, Daslan Malau, didampingi Sekretaris Umum Enos Manik, menegaskan Rakernas menjadi momentum evaluasi dan penyusunan program kerja baru. Rakernas dihadiri DPP, DPD se-Indonesia, Dewan Penasehat, Pengawas, Kehormatan, dan Pakar tingkat nasional, serta utusan dari setiap marga Malau, Manik, Ambarita, dan Gurning.

“Rakernas ini untuk mempererat tali silaturahmi antar pimpinan daerah, mengevaluasi program kerja, menyusun program baru, serta memperkuat struktur organisasi dan membahas isu-isu aktual terkait Punguan Silauraja, masyarakat Batak, dan bangsa,” pungkas Daslan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Rakernas IV Punguan Silauraja Indonesia di Surabaya, Perkuat Persatuan Marga dan Ekonomi Kreatif Menuju Indonesia Emas 2045 Selengkapnya

Ngobrol Bareng Warga Tebaloan, Kapolres Gresik Titip Pesan Waspada Curanmor dan Narkoba

GRESIK, 1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menggelar Safari Jumat dan Rembuk Desa di Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi warga terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Safari Jumat diawali di Masjid Baitussalam, Desa Tebaloan. Di hadapan jamaah, Kapolres menyampaikan pesan Kamtibmas, salah satunya kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang marak di Gresik.

Ia mengimbau warga untuk lebih berhati-hati menjaga kendaraan dan barang pribadi, serta menggunakan kunci ganda sebagai langkah antisipasi.

Selain curanmor, Kapolres juga mengingatkan orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak untuk mencegah pergaulan negatif dan penyalahgunaan narkotika.

“Waspadai lingkungan sekitar dan awasi anak-anak. Kami mengimbau para orang tua agar memberikan perhatian serta pengawasan agar anak-anak tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Usai Salat Jumat, Kapolres memberikan santunan untuk Masjid Baitussalam yang diterima Ketua Takmir, Ustaz HM Ilham Shohib. Rombongan kemudian silaturahmi ke kediaman Ustaz Ilham sebelum menuju Balai Desa Tebaloan untuk Rembuk Desa.

Dalam forum Rembuk Desa bersama pemerintah desa, BPD, dan tokoh masyarakat, dibahas sejumlah persoalan warga termasuk pelayanan pemerintahan desa.

Kapolres meminta warga menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang berlaku dan tetap menjaga kondusivitas.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar tetap menjaga situasi keamanan dan Kamtibmas. Sampaikanlah aspirasi, kritik, dan keluhan secara sejuk, tertib, dan tidak terprovokasi oleh aksi main hakim sendiri atau tindakan yang melanggar hukum,” tegasnya.

Ia menegaskan, kepolisian hadir untuk mengayomi, menjaga ketertiban, serta memastikan penyelesaian persoalan berlangsung aman dan kondusif. Ia juga mengajak warga Tebaloan menjaga kekompakan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik.

Untuk laporan cepat terkait tindak pidana, warga dapat menghubungi hotline 110 atau Lapor Cak Roma di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Ngobrol Bareng Warga Tebaloan, Kapolres Gresik Titip Pesan Waspada Curanmor dan Narkoba Selengkapnya

356 Koperasi Merah Putih di Gresik Sudah Berbadan Hukum, 259 Gerai Rampung

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Kamis, 22 Oktober 2026.

Rakor ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian pembangunan gerai, memastikan kesiapan operasional, serta menyusun tindak lanjut yang terukur.

Rakor dihadiri Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf. Fadly Subur Karamaha, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik, camat, dan kepala desa se-Kabupaten Gresik.

Berdasarkan data, Kabupaten Gresik memiliki 356 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah berbadan hukum, terdiri dari 330 koperasi desa dan 26 koperasi kelurahan.

Perkembangan pembangunan per 19 Oktober 2026, sebanyak 259 gerai selesai dibangun, 6 gerai dalam pengerjaan, dan 91 gerai belum dibangun. Capaian ini meningkat dibanding data per 14 September 2026 yang mencatat 256 gerai selesai.

Untuk memastikan kesiapan operasional, sebanyak 190 KDKMP ditetapkan sebagai sasaran verifikasi dan validasi. Penetapan mengacu pada data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES) serta rekomendasi lokasi siap verifikasi oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).

Wakil Bupati dr. Asluchul Alif mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembentukan dan pengembangan Koperasi Merah Putih.

Menurutnya, rakor ini menjadi momentum menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar program strategis nasional berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.

“Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, Koperasi Merah Putih merupakan instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi desa dan kelurahan, memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Di Gresik, 356 koperasi sudah berbadan hukum,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia menegaskan, 356 koperasi berbadan hukum adalah modal awal. Namun keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah koperasi dan bangunan gerai, melainkan kemampuan beroperasi optimal, menjalankan usaha produktif, dan memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat.

Wabup Alif juga menyoroti peran manajer Koperasi Merah Putih sebagai penggerak utama operasional. Manajer dituntut profesional, mampu mengidentifikasi potensi ekonomi wilayah, menyusun strategi usaha, membangun kemitraan, serta mengelola bisnis secara terencana dan akuntabel.

Selain profesionalisme manajer, sinergi antara manajer, pengurus, dan pengawas menjadi faktor penting untuk memastikan tata kelola berjalan baik.

“Harapannya masing-masing pihak menjalankan tugas dan kewenangannya secara proporsional, sekaligus mendorong inovasi dan pengembangan usaha yang memberi nilai tambah,” ujar Wabup Alif.

Melalui rakor ini, Pemkab mendorong percepatan operasionalisasi lewat penyelesaian pembangunan gerai, verifikasi dan validasi kesiapan lokasi, serta penguatan tata kelola dan pengelolaan usaha.

Ke depan, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di Gresik, meningkatkan kesejahteraan, menjadi wadah pengembangan produk unggulan desa/kelurahan, memperluas akses pasar UMKM, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

356 Koperasi Merah Putih di Gresik Sudah Berbadan Hukum, 259 Gerai Rampung Selengkapnya

Wabup Gresik Luncurkan GEMMA KIA, Dorong Optimalisasi Buku Kesehatan Ibu Anak

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik meluncurkan program GEMMA KIA di Hotel Aston Gresik, Kamis, 22 Oktober 2026.

Program ini diluncurkan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif bersamaan dengan seminar yang dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Ketua Pokja Bunda PAUD, kepala OPD terkait, kepala puskesmas se-Kabupaten Gresik, kader kesehatan, Bunda PAUD, guru PAUD, dan perwakilan organisasi profesi.

GEMMA KIA atau Gerakan Mengisi dan Memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Asluchul Alif menegaskan komitmen Pemkab meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Ia menyebut angka kematian ibu pada 2026 masih meningkat dibanding 2025, sementara prevalensi stunting belum menunjukkan penurunan signifikan.

“Upaya ini membutuhkan kerja bersama dan keterlibatan seluruh pihak agar hasilnya semakin optimal,” ujar dokter Alif, sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, lebih dari 98 persen ibu hamil di Gresik telah memiliki Buku KIA yang dibagikan gratis melalui puskesmas. Capaian itu harus diimbangi dengan pemanfaatan optimal oleh ibu hamil, ibu balita, keluarga, kader, dan tenaga kesehatan.

“Buku KIA bukan sekadar buku yang harus dimiliki, tetapi menjadi panduan penting untuk memahami kondisi kesehatan ibu dan anak, mengenali tanda bahaya, serta memantau tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Menurutnya, Buku KIA memuat edukasi sekaligus menjadi sarana pencatatan. Ibu hamil dan ibu balita perlu membaca, memahami, dan mengisi informasi terkait kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Suami dan keluarga juga harus dilibatkan.

Keterlibatan kader kesehatan dan guru PAUD dinilai penting untuk memperkuat edukasi dan pemantauan. Keduanya diharapkan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dalam pendampingan, pencatatan, dan stimulasi tumbuh kembang anak.

“Melalui GEMMA KIA, kader kesehatan, guru PAUD, dan tenaga kesehatan harus memperkuat kolaborasi. Pendampingan dan edukasi berkelanjutan sangat penting,” tegasnya.

Pengisian Buku KIA yang konsisten dapat membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda bahaya kehamilan dan risiko gangguan kesehatan anak, sehingga penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat.

Untuk mendukung kegawatdaruratan, Pemkab Gresik juga menyediakan layanan panggilan darurat 112, termasuk untuk kondisi darurat ibu dan anak.

“Saya berharap GEMMA KIA tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama yang diterapkan konsisten di masyarakat. Tujuannya menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prevalensi stunting,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menyampaikan tren kematian ibu dan bayi belum menunjukkan penurunan signifikan. Hingga Oktober 2026, kematian ibu tercatat 16 kasus, meningkat dari 11 kasus pada 2025.

“Kondisi ini menjadi perhatian serius. Diperlukan penguatan pencegahan melalui keterlibatan seluruh pihak,” ujarnya.

Kepemilikan Buku KIA di Gresik memang sudah 98 persen, namun pengisian dan pemanfaatannya belum optimal.

“Buku KIA bukan sekadar catatan, tetapi instrumen penting untuk memantau kondisi ibu dan anak, mengenali tanda bahaya sejak dini, serta mendukung pengambilan keputusan pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Melalui GEMMA KIA, Dinkes mengajak komitmen bersama memastikan Buku KIA diisi lengkap dan dimanfaatkan berkelanjutan. Kegiatannya meliputi komitmen pengisian lengkap oleh ibu hamil, ibu balita, kader, guru PAUD, dan nakes, pemberian notifikasi tanda bahaya kehamilan dan nifas oleh kader, penyampaian nomor panggilan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta pemberian penandaan Anak Pra Sekolah (APRAS) Paripurna.

“Keberhasilan GEMMA KIA tidak hanya diukur dari tingginya kepemilikan, tetapi dari kelengkapan pengisian dan pemanfaatan sehari-hari,” ungkapnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Luncurkan GEMMA KIA, Dorong Optimalisasi Buku Kesehatan Ibu Anak Selengkapnya