Tok…! Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik 2023 Disahkan Aklamasi oleh DPRD Gresik

GRESIK,1minute.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Gresik secara aklamasi mengesahkan Peraturan Daerah atau Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik tahun anggaran 2023.

Pengesahan dilakukan melalui rapat paripurna yang dihadiri 34 dari 50 anggota DPRD Gresik pada Sabtu 20 Juli 2024. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri agenda penting itu.  Ada dua agenda rapat paripurna untuk kali terakhir bagi anggota DPRD masa periode 2019-2024 ini. 

Agenda pertama adalah penyampaian laporan badan anggaran terkait pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik 2023. Agenda kedua adalah rapat palipurna Pengambilan Keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik tahun anggaran 2023. Kedua kegiatan itu dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dengan didampingi Wakil Ketua DPRD Gresik Nursaidah. Dua wakil ketua lainnya yakni Achmad Nurhamim dan Mujid Riduan tidak bisa hadir.

Rapat dimulai dengan penyampaian laporan Badan Anggaran atau Banggar DPRD Gresik yang dibacakan oleh Faqih Usman. Faqih Usman menjlentrehkan proses pembahasan yang dilakukan secara maraton oleh badan anggaran atau Banggar DPRD Gresik bersama dengan tim anggaran eksekutif itu. Pembahasan membutuhkan waktu selama sebulan, mulai Juni 2024 hingga 20 Juli 2024.

Hasil pembahasan, banggar memberikan enam rekomendasi kepada eksekutif. Diantaranya, bidang pendapatan yang terlalu of3nsif sehingga mengakibatkan tidak tercapainya target pendapatan ; perencanaan program kegiatan,  sub kegiatan perangkat daerah masih belum mencerminkan kebutuhan daerah sehingga diperlukan adanya analisis perencanaan mulai di tingkat kabupaten, Kecamatan hingga perangkat desa.

Terkait kewajiban yang harus dibayarkan kepada APBD 2023 harus semuanya direalisasikan pada tahun 2024 dengan anggaran yang telah disepakati ; ritme realisasi belanja daerah harus diserasikan dengan pendapatan daerah setiap triwulan agar bisa dikendalikan. Dan, rekomendasi terakhir adalah hal-hal yang menjadi catatan dalam pembahasan di badan anggaran dan komisi-komisi dimasukkan menjadi lampiran dalam peraturan daerah. 

Setelah penyampaian laporan badan anggaran, kemudian dilanjutkan paripurna pengambilan keputusan pengesahan ranperda menjadi perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik 2023. Suasana ruang rapat mendadak memanas. Sejumlah anggota DPRD Gresik melakukan interupsi kepada pimpinan sidang. 

Suberi, Ketua Fraksi Partai Demokrat itu mempersoalkan tentang jumlah anggota DPRD Gresik yang hadir di ruang rapat paripurna itu. Menurut Suberi, pengambilan keputusan harus dihadiri 3/4 anggota DPRD Gresik yang berjumlah 50 anggota itu. “Mohon ketua cek kembali kehadiran anggota DPRD Gresik,” kata Suberi. 

Faqih Usman, anggota lainnya menyampaikan, persetujuan dalam rapat paripurna adalah 2/3 dari anggota. Ia pun meminta pimpinan rapat untuk melanjutkan sidang pengambilan keputusan. Moh Syafik A.M, fraksi PKB sepekat dengan pendapat Faqih Usman yang dari Partai Amanat Nasional itu. 

Abdul Qodir, pimpinan sidang paripurna yang juga Ketua DPRD Gresik itu kemudian meminta kepada Sekretaris Dewan atau Sekwan DPRD Gresik Mokh Najikh menghitung kehadiran anggota. Berdasarkan absensi yang ada paripurna dihadiri 34 dari 50 anggota DPRD Gresik. Berdasarkan absensi kehadiran anggota lebih dari 2/3 anggota.

“Apakah Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik tahun anggaran 2023 dan seluruh lampiran dapat disetujui dapat ditetapkan sebagai perda. Apakah saudara setuju?” kata Qodir dan dijawab aklamasi setuju.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kepada anggota DPRD Gresik. “Terimakasih dan Saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas pemahaman, dan kerjasama dukungan dari ketua, Wakil Ketua dan seluruh anggota DPRD Gresik,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. 

Untuk diketahui, pada laporan pelaksanaan APBD 2023 yang telah dibacakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani defisitnya sebesar Rp 2,24 miliar. Realisasi Pendapatan 2023 sebesar Rp 3.416.390.957.965,09. Sedangkan, realisasi belanja daerah (Desember 2023) sebesar Rp 3.418.637.235.920,96. Namun, terdapat beban kewajiban pemerintah pada tahun anggaran 2023 mencapai Rp 281 miliar. (yad)

Tok…! Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik 2023 Disahkan Aklamasi oleh DPRD Gresik Selengkapnya

Hari Pertama Bertugas, AKBP Arief Kurniawan Silaturahmi dengan Bupati Gresik Ini yang Dibahas!

GRESIK,1minute.id – Kapolres GresikAKBP Arief Kurniawan memulai aktivitas hari pertama berdinas melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 19 Juli 2024.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyambut langsung kedatangan mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya itu. Pertemuan berlangsung gayeng. Salah satu topik yang dibahas adalah terkait menjaga sistem keamanan dan ketertiban masyarakat (siskamtibmas) di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Kapolres Arief menyampaikan beberapa hal terkait situasi kamtibmas di Gresik, termasuk beberapa potensi gangguan yang perlu diantisipasi. Kapolres juga menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menjaga kondusifitas wilayah.

“Diharapkan dengan sinergitas yang kuat, Gresik dapat menjadi daerah yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya,” kata AKBP Arief Kurniawan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  mengapresiasi sinergitas yang selama ini terjalin antara Polres Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik. 

Gus Yani sapaan akrab Fandi Akhmad Yani juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan tantangan yang dihadapi Gresik, seperti Pilkada yang akan segera digelar dan potensi masalah ketenagakerjaan akibat peralihan dari tenaga manusia ke mesin.

“Tantangan paling dekat adalah Pilkada, termasuk masalah yang menyangkut Tenaga Kerja yang perlu mendapatkan perhatian karena peralihan tenaga manusia diganti mesin akan berdampak pada PHK,” ujar Bupati Gresik.

Gus Yani berharap dengan silaturahmi dan komunikasi yang terjalin dengan baik antara Polres Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik, berbagai tantangan tersebut dapat dihadapi dengan bersama-sama. Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Gresik untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya. (yad)

Hari Pertama Bertugas, AKBP Arief Kurniawan Silaturahmi dengan Bupati Gresik Ini yang Dibahas! Selengkapnya

Pemkab Gresik Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah. Ini Tujuannya!

GRESIK,1minute.id – Gerakan Aksi Bergizi di sekolah dimulai di UPT SMP Negeri 17 Gresik pada Jumat, 19 Juli 2024. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang datang langsung ke sekolah berada di Jalan Kalimantan, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru atau GKB, Kecamatan Manyar, Gresik itu.

Gerakan meminum suplemen penambah darah yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan atau Dispendik Gresik ini diikuti seluruh siswa kelas VII. Jumlahnya 282 siswa. Pada kesempatan itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani juga membagikan kain seragam gratis untuk siswa baru.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Gerakan Aksi Gizi adalah program Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik untuk menurunkan angka stunting. Aksi Gizi dengan mengkonsumsi suplemen penambah darah sangat baik untuk anak-anak. 

“Remaja perempuan harus tahu fungsi dari meminum tablet tambah darah. Ini merupakan program dari Pemkab Gresik untuk menurunkan angka stunting. Jadi harus beneran di minum, jangan di buang,” tutur Gus Yani didampingi Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto dan Kabid SMP Syifaul Qulub. 

Nurul Haromaini Ali menambahkan, manfaat minum tablet tambah darah dapat mengatasi risiko anemia. “Minum tablet tambah darah dapat mengurangi risiko anemia atau kekurangan darah. Ciri-ciri anemia yaitu mudah mengantuk, munculnya rasa malas, dan badan cepat lemas,” jelas istri Bupati Fandi Akhmad Yani ini.

Ada empat poin dalam naskah komitmen bersama dalam rangka penurunan angka stunting dengan implementasi Germas melalui Aksi Bergizi di Sekolah. Yakni, Kami siap dan patuh sarapan dan minum satu butir tablet tambah darah bersama di sekolah setiap satu minggu ; Kami siap dan patuh penuhi gizi seimbang dengan makan protein hewani, sayur dan buah ; Kami siap melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari dan kami siap mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Seperti sebuah semboyan : Mens sana in corpore sano (Latin) artinya adalah “Jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat.” Maksudnya jika jiwa seseorang sehat, maka tubuhnya akan sehat juga. (yad)

Pemkab Gresik Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah. Ini Tujuannya! Selengkapnya

Bata Interlock SIG Jadi Solusi Membangun Rumah Lebih Cepat, Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya PT Semen Padang menghadirkan inovasi produk bata interlock, untuk solusi pembangunan rumah yang lebih cepat, ekonomis, estetis, dan ramah lingkungan.

Bata interlock merupakan produk hasil applied research dengan mekanisme kerja bata yang saling mengunci antar balok seperti sistem lego. Penggunaan bata interlock memberikan banyak keuntungan dibandingkan material konvensional dalam pembangunan rumah, karena lebih efisien dalam penggunaan material dan lebih mudah dalam pengaplikasian.

Durasi konstruksi pembangunan rumah menggunakan bata interlock juga lebih cepat daripada bata biasa karena tidak memerlukan proses perendaman bata, penyediaan kotak cetak pengecoran atau bekisting, aplikasi bahan perekat atau spesi di setiap lapis bata, serta penambahan plester dan acian.

Bata interlock memberikan tampilan modern dan mampu mengondisikan udara dalam ruangan menjadi lebih sejuk karena mampu melepaskan panas yang terisolasi dalam ruangan. 

Bata interlock juga telah dinyatakan ramah gempa untuk wilayah dengan tingkat seismisitas tinggi (KDS D) berdasarkan Uji Siklik dinding 2D di Balai Besar Sarana dan Bangunan Gedung Dirjen Bina Teknik Permukiman dan Perumahan.

Direktur Bisnis dan Pemasaran SIG Subhan mengatakan, bata interlock adalah solusi untuk menghasilkan bangunan yang kokoh dan estetis sesuai keinginan, dengan cara yang lebih cepat, biaya yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Bata interlock sangat cocok digunakan pada berbagai proyek pembangunan perumahan, termasuk mendukung upaya percepatan pemenuhan backlog perumahan.

”Kehadiran produk bata interlock ini semakin memperkaya portofolio produk dan solusi bahan bangunan SIG yang ramah lingkungan karena diproduksi menggunakan semen hijau dengan emisi karbon lebih rendah, serta telah memenuhi standar mutu SNI 03-0349-1989 tentang Bata Beton Pasangan Dinding,” kata Subhan.

Pengembangan bata interlock dimulai sejak 2019 melalui kolaborasi Unit Bisnis Inkubasi Non Semen PT Semen Padang dengan Departemen Research & Development SIG, dan dilanjutkan dengan proses inkubasi bisnis sejak 2023 oleh Unit Bisnis Inkubasi Non Semen PT Semen Padang. 

Produk inovatif ini telah digunakan di lebih dari 100 unit rumah pada sejumlah proyek di Sumatera Barat dan Jambi, di antaranya Perumahan Sulthan Residence di Kabupaten Pasaman Barat, Perumahan Griya Madani di Kota Padang, Sumatera Barat. 

Inovasi ini dapat mendukung percepatan pengurangan angka backlog kepemilikan rumah di Indonesia, yang menurut Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023 menunjukkan angka sebesar 9,9 juta unit, dengan 26,9 juta rumah tangga tidak memiliki akses terhadap hunian yang layak.

Dalam mengatasi backlog perumahan, Kementerian PUPR telah menetapkan konsep pembangunan hunian berimbang di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hunian berimbang adalah kebijakan yang mewajibkan pengembang, selaku badan hukum yang melakukan pembangunan perumahan, untuk mengembangkan hunian dengan komposisi seimbang antara rumah mewah, menengah, dan sederhana.

Penyelenggaraan perumahan berimbang merupakan salah satu dari sembilan pokok perubahan terhadap UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Otorita IKN (OIKN) berkewajiban menyediakan hunian di IKN yang memungkinkan jumlah populasi IKN untuk terus meningkat setiap tahunnya. 

Dalam revisi UU IKN ini ditambahkan pasal yang mengatur tentang penyelenggaraan hunian secara spesifik yaitu pada pengembang perumahan di seluruh Indonesia bisa memenuhi aturan wajib hunian berimbang dengan menyediakannya di IKN dalam periode tertentu dan bentuk yang ditentukan oleh OIKN dengan memperhatikan Rencana Detail Tata Ruang IKN.

Lebih lanjut, Subhan menyampaikan, bata interlock dari SIG memenuhi kriteria pembangunan rumah di IKN yang mengusung konsep sustainable and smart city karena dibuat menggunakan produk semen hijau dengan waktu pengerjaan yang lebih cepat sehingga biaya konstruksi menjadi lebih efisien, serta didukung dengan tampilan yang modern. 

”SIG siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan proyek pembangunan perumahan dan permukiman, baik di IKN maupun daerah lain. Sebagai perusahaan BUMN, SIG berkomitmen untuk terus berkontribusi dan menjadi bagian dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Subhan. (yad)

Bata Interlock SIG Jadi Solusi Membangun Rumah Lebih Cepat, Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan Selengkapnya

Petrokimia Gresik Berbagi, Becak Gresik Nyaman dan Ramah Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 520 abang becak berkumpul di halaman gedung Sarana Olah Raga atau SOR Tridharma Petrokimia Gresik pada Jumat, 19 Juli 2024.

Ratusan pengayuh becak dari berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang mengais rezeki di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini berkumpul memenuhi undangan dari Petrokimia Gresik. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu menggelar acara Berbagi Berkah bersama Abang Becak untuk memeriahkan rangkaian HUT ke-52 tahun. 

Para pengayuh becak pun semringah, karena mengawali aktivitas pagi mendapatkan bingkisan uang, nasi kotak dan handuk. Lebih spesial lagi, aktivitas sosial itu dihadiri oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi dan Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo.

Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, ada tiga tujuan manajemen mengundang para abang becak yang mangkal sekitar perusahaan. Pertama, katanya, saling mendoakan. “Alhamdulillah, Petrokimia Gresik tetap eksis serta maju dan berkembang. Mohon doanya,” kata Dwi Satriyo Annurogo dalam sambutannya.

Tujuan kedua, lanjutnya, untuk silaturahmi. “Alhamdulillah sekarang bisa silaturahmi dengan bapak. Dan, saya bersyukur semua yang undang (520 abang becak) hadir,” tutur Dwi Satriyo Annurogo. Dan, tujuan ketiga adalah berbagi. “Karena abang becak bagian dari kami. Berada di lingkungan perusahaan,” katanya. 

Pada kesempatan itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi juga mendoakan semua pengayu becak menjadi pribadi sukses.  “Semoga sehat, rezeki lancar,” kata mantan Dirut Petrokimia Gresik itu.

Rahmad Pribadi dan Dwi Satriyo Annurogo kemudian menemui ratusan pengayuh becak yang duduk di becaknya masing-masing itu “Bos” perusahaan pupuk itu ikut naik becak. “Nyaman,” kata Rahmat Pribadi. Ia pun mengapresiasi profesi para pengayuh becak ini. Sebab, para abang becak ini tetap “setia” mengayuh. “Becak disini sangat unik. Sebagian ada menggunakan motor (bentor alias becak motor),” katanya. 

Dwi Satriyo Annurogo yang berada disampaikan Rahmat Pribadi menimpalo becak Gresik turut menjaga lingkungan. “Becak ramah lingkungan,” katanya. Pada kesempatan itu, Rahmad Pribadi menggunakan smartphone didampingi  Dwi Satriyo Annurogo menyempatkan siara langsung. “Saya sangat gembira hari ini karena biaa bersama abang becak di Gresik,” katanya.

Ratusan pengayuh becak yang beroperasi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini berasal dari berbagai Kabupaten/kota di Jawa Timur. Mereka menekuni profesi mbecak sudah puluhan tahun. Suhadak, misalnya. Kakek satu cucu berusia 57 tahun ini membecak sejak 1988. “Saya biasanya mangkal di Pasar Gresik,” kata Suhadak yang mengaku asal Tuban itu.

Selama 33 tahun mbecak, bapak empat anak itu terlihat bugar. Hampir setiap hari, Suhadak rata-rata menempuh jarak 20-an kilometer untuk mengantar penumpang. “Sehari kadang dapat 80 ribu, 50 ribu bahkan hanya 20 ribu,” katanya. Karena itu, ia mengaku senang mendapatkan berkah Petrokimia Gresik Berbagi ini. “Ini tadi saya dikasih 200 ribu,” katanya sambil tersenyum bahagia. (yad)

Petrokimia Gresik Berbagi, Becak Gresik Nyaman dan Ramah Lingkungan Selengkapnya

Satu Lagi, Rumah TPS-3R Desa di Kabupaten Gresik Beroperasi, Ini Lokasinya 

GRESIK,1minute.id – Rumah Tempat Pengolahan Sampah di Kabupaten Gresik bertambah satu lagi. Terbaru yakni tempat pengolahan sampah reduce, reuse dan recycle atau TPS3R Manyarejo Kampung Indonesia. 

TPS3R di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu berdiri hasil kolaborasi Pemkab Gresik dengan SKK Migas dan Petronas Indonesia. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan beroperasinya TPS3R itu pada Selasa, 16 Juli 2024.

Sebelumnya, telah beroperasi TPS3R Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah berkapasitas 4 ton per hari. Lalu, TPS3R Petiken, Kecamatan Driyorejo berkapasitas 12 ton per hari. Bila setiap desa bisa memiliki TPS3R, persoalan sampah rumah tangga akan bisa teratasi. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, isu kelestarian alam sudah menjadi isu global. Ia mengajak masyarakat Gresik memiliki komitmen bersama dalam menjaga lingkungan di sekitar. “Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah namun juga seluruh lapisan masyarakat pun ikut berperan serta menjaga daerah masing-masing,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 16 Juli 2024

Gus Yani mengingatkan, jika pada 2022 Kabupaten Gresik mendapatkan capaian tertinggi dalam kebersihan Kota/Kabupaten dengan meraih Piala Adipura. Piala Adipura ini diberikan pada 2023. Capaian ini, imbuhnya, menjadi bukti kerja sama dan tanggung jawab antara pemerintah daerah dengan masyarakat Gresik dalam penanganan akan kebersihan lingkungan.

Program ini sejalan dengan program 9 Nawakarsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Yang salahsatunya adalah Gresik Lestari. Untuk itu, Gus Yani meminta di setiap desa memiliki TPS-3R. Ini penting karena program ini dapat memilah sampah terlebih dahulu di setiap desanya sebelum sampah yang tidak bisa diolah dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

TPS-3R adalah sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos. Inovasi ini dinilai lebih efektif dan efesien. Hasil pengolahan sampah organik berupa kompos digunakan untuk pupuk tanaman hias dan herbal yang ditanam di lahan sekitar TPS3R serta sebagian bisa untuk dijual.

Sementara itu, Presiden Direktur Petronas Indonesia Yuzaini MD Yusof menyampaikan, beberapa program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta lingkungan seperti program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan usaha membatik, penanaman bibit mangrove, serta pembangunan rumah TPS-3R yang menjadi fasilitas pengolahan sampah.

“Didirikannya Rumah TPS-3R ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat setempat terkait pengolahan sampah untuk dijadikan produk yang mempunyai nilai ekonomi. Selain itu, program ini diharapkan dapat mendukung target pemerintah untuk mencapai Indonesia Bersih Sampah 2025,” tutur Yuzaini.

Sementara itu, pembudidayaan maggot yang terintegrasi menjadi salah satu program utama untuk Rumah TPS-3R. Maggot merupakan media penting untuk penguraian sampah organik sehingga dapat di proses lebih lanjut menjadi kompos dan juga dapat dijadikan pakan ternak ayam dan kambing.

Tidak hanya itu, Rumah TPS-3R juga dilengkapi dengan lahan pekarangan yang dimanfaatkan untuk penanaman tanaman obat keluarga atau Toga. (yad)

Satu Lagi, Rumah TPS-3R Desa di Kabupaten Gresik Beroperasi, Ini Lokasinya  Selengkapnya

AKBP Arief Kurniawan Jabat Kapolres Gresik

GRESIK,1minute.id – Tongkat komando Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Gresik berpindah. Pejabat baru yang menggantikan AKBP Adhitya Panji Anom adalah AKBP Arief Kurniawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya.

Aditya Panji Anom menempati posisi baru sebagai Waka Polresta Malang Kota. Serah terima jabatan atau sertijab dilaksanakan di Gedung Mahameru Mapolda Jatim pada Rabu, 17 Juli 2024. Selain sertijab Kapolres Gresik ada 31 pejabat dan Kapolres jajaran Polda Jatim yang berganti posisi. 

Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto yang memimpin langsung sertijab 32 pejabat dan Kapolres jajaran Polda Jatim itu.

Irjen Pol Imam Sugianto menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri. Hal ini dilakukan untuk penyegaran, promosi, serta penempatan personel di berbagai wilayah dan tugas.

“Para pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dengan tugas barunya dan memberikan kontribusi terbaik bagi Polri,” kata Imam Sugianto yang juga pernah menjabat sebagai Kapolres Gresik itu.

Jenderal dua bintang di pundak itu juga berpesan kepada seluruh personel Polri untuk selalu menjaga profesionalisme dan meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat.

Sertijab sebanyak 32 Pejabat Polda Jatim dan Kapolres di jajaran, termasuk Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom diangkat dalam jabatan baru sebagai Waka Polresta Malang Kota. Sedangkan posisi Kapolres Gresik digantikan oleh AKBP Arief Kurniawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya.

Mutasi ini juga mengantarkan dua perwira tinggi Polri di Jawa Timur naik pangkat dari Kombes menjadi Brigjen, yaitu; Brigjen Pol. Totok Suharyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Jatim, kini menjadi Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri. Brigjen Pol. Erwinn Zainul Hakim yang sebelumnya menjabat sebagai Kabiddokkes Polda Jatim, kini menjadi Wakarumkit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri.(yad)

AKBP Arief Kurniawan Jabat Kapolres Gresik Selengkapnya

MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah

GRESIK,1minute.id – Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama atau MTs NU Tratee Gresik kini memiliki kelas internasional. Kelas internasional pertama untuk sekolah madrasah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi kebijakan sekolah berlokasi di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. “Bangga dengan MTs NU Tratee Gresik,” kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah saat melakukan pemantauan Masa Taaruf Siswa Madrasah atau Matsama alias Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada Selasa, 16 Juli 2024.

Kelas internasional ini, lanjutnya, akan membuat siswa lulusan madrasah di MTs NU Tratee Gresik ini memiliki ilmu lebih. “Adanya kelas Internasional ini, siswa akan bisa tiga bahasa. Bisa bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” kata Wabup perempuan berlatar pendidik ini. “Seluruh murid Madrasah Insya Allah jadi anak hebat. Menguasai agama dan ilmu umum,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MTs NU Trate Gresik Nduk Muslikhah mengatakan, pihak membuka kelas internasional setelah melakukan studi tiru di sekolah di Sidoarjo. “Dan kelas internasional ini pertama untuk sekolah Madrasah di Kabupaten Gresik,” kata Nduk Muslikhah. 

Antusiasme wali murid untuk memasukkan anak di kelas internasional sangat tinggi. “Tahun ini, kami baru buka satu kelas internasional. Dan, terisi penuh. 28 siswa,” katanya. Dalam tahun ajaran baru 2024-2025 ini, animo orang tua untuk menyekolahkan anak di MTs NU Trate Gresik cukup tinggi. “Tahun ini kami menerima siswa bsru 144 siswa.Ditengah gempuran zonasi. Alhamdulillah 5 kelas,” tegas Nduk Muslikhah.

Dibukanya kelas internasional ini, kini wali murid bisa memiliki alternatif pilihan. “Diakhir kelulusan nanti anak-anak akan dilakukan cek poin berada di level berapa,” katanya. (yad)

MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah Selengkapnya

Pantau MPLS Hari Kedua, Wabup Gresik Motivasi Siswa Sekolah Swasta

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS memasuki hari kedua pada Senin, 16 Juli 2024. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah kembali melakukan pemantauan kegiatan tahun ajaran baru itu.

Hari pertama, Wabup berlatar pendidik memantau kegiatan MPLS di SD dan SMP negeri di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Pada hari kedua ini, wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini memantau MPLS di sekolah swasta. Yakni TK/KB Adyaksa XXXIII Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama atau NU Tratee di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. 

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah mengaku puas kegiatan MPLS yang sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik maupun Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. 

Wabup Aminatun Habibah kali pertama mengunjungi TK Adhyaksa Gresik. Pada tahun ajaran baru 2024-2025 di taman kanak-kanak dibawah naungan Ikatan Adyaksa Darmarkarini atau IAD Gresik yang diketuai oleh Noviva Nana Riana ini menerima 44 anak. Kedatangan Bu Min disambut hangat puluhan bocah yang lucu dan menggemaskan itu.

Wabup Aminatun Habibah melakukan interaksi dengan para guru, serta memberikan arahan terkait pentingnya pendidikan sejak usia dini. Tidak hanya itu, Bu Min juga mengajak anak-anak bernyanyi dan berfoto bersama.

MPLS di TK Adhyaksa diisi dengan berbagai kegiatan menarik yang dirancang untuk mengenalkan anak-anak pada lingkungan sekolah mereka. “Siapa yang masih ditunggui oleh mama ke sekolah,” tanya Wabup Aminatun Habibah. Sebagaian anak mengacungkan jari telunjuknya. 

Pengakuan polos anak-anak itu membuat Bu Min tersenyum. Celotehan anak-anak membuat suasana MPLS sangat menyenangkan. Apalagi, kegiatan hari kedua itu menyenangkan. Kegiatan ini meliputi pengenalan ruang kelas, perkenalan dengan teman-teman baru, serta berbagai permainan edukatif yang bertujuan mengembangkan kreativitas dan kemampuan sosial anak.

Selepas itu, Wabup Aminatun Habibah melanjutkan kunjungannya di MTs NU Tratee Gresik. Disini istilah MPLS yang jamak dipakai, diganti menjadi Matsama (Masa Taaruf Siswa Madrasah). Dihadapan siswa baru dan para guru, Bu Min menyampaikan pentingnya Matsama sebagai tahap awal bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, teman-teman, serta para guru.

“Matsama bukan hanya ajang perkenalan, tetapi juga sebagai pondasi awal dalam menumbuhkan karakter dan semangat belajar siswa,” ujar Bu Min.

Tidak lupa, Bu Min juga menekankan pentingnya kesadaran akan sekolah yang ramah lingkungan dan juga ramah terhadap anak. “Kita ingin memastikan juga tentang pentingnya kesadaran akan sekolah yang ramah lingkungan dan sekolah yang ramah terhadap anak. Kita harapkan tidak ada bullying yang terjadi di lingkungan sekolah,” tegas Bu Min. 

Dalam pemantauan MPLS hari kedua ini, Bu Min didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dispendik Gresik Syifaul Qulub, Kasi Penma Kemenag Gresik Masfufah, Ketua MKKS SMP Negeri Gresik Beri Avita Prasetya serta kepala MTs NU Tratee Nduk Muslikhah.

Sementara itu, Kepala Yayasan PPNU Tratee Elvi Wahyudi, menyambut baik kunjungan Bu Min dan mengungkapkan bahwa kegiatan Matsama di sekolahnya telah dipersiapkan dengan baik untuk menyambut para siswa baru. “Tahun MTs NU Tratee Gresik membuka kelas ICP (international class programme),” kata Wahyudi. (yad)

Pantau MPLS Hari Kedua, Wabup Gresik Motivasi Siswa Sekolah Swasta Selengkapnya

Hari Pertama MPLS, Spenda Gresik Kenalkan Keunggulan sebagai Sekolah Zero Waste 

GRESIK,1minute.id – “Saya selaku wali murid menyerahkan anak saya untuk di bimbing dengan pendidikan di SMPN 2 Gresik ini. Harapan menjadi anak yang berakhkak mulia kelak, ilmunya dapat menjadi modal di masa depannya,” kata seorang wali murid kelas VII UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik.

“Semoga Spenda menjadi sekolah idaman masyarakat Gresik berprestasi dan sukses,” imbuhnya dan diamini oleh ratusan siswa peserta upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS pada Senin, 15 Juli 2024.

Hari ini, semua siswa jenjang SD hingga SMA sederajat mulai masuk sekolah. Siswa baru selama 3 hari, mulai 15 hingga 17 Juli 2024 melaksanakan MPLS dimulai pukul 07.00 WIB. Semua satuan pendidikan di jenjang SMP telah mempersiapkan secara matang untuk menyambut siswa didik baru. Sekolah  berlomba memberikan kesan baik dan menyenangkan kepada anak-anak yang baru lulus di sekolah dasar itu. Mereka masih memakai seragam sekolah dasar masing-masing. Penuh warna. Tampak wajah mereka penuh senyum bahagia.

Sekolah juga mengenalkan “keistimewaan” sekolah masing-masing. Di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik, misalnya. Sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik mengusung tema ” Masa Pengenalan Sekolah yang Menyenangkan melalui aktifitas kreatif pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah”. 

“Kegiatan hari pertama (MPLS) siswa dikenakan dengan program unggulan sekolah, guru, KBM yang menarik, serta lingkungan sekolah yang aman nyaman dan menyenangkan,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Senin, 15 Juli 2024.

Keunggulan sekolah, antara lain adalah sekolah zero waste, kantin halal, sekolah ramah anak. Sekolah zero waste, kata Mohammad Salim, mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dalam acara Nawa Karsa Award 2024, Gresik Lestari yang gelar oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik pada Rabu, 10 Juli 2024. 

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kepada Mohammad Salim. “Nawa Karsa Award, Gresik Lestari,  kami menyebut 4 penghargaan bergengsi diantaranya sebagai Sekolah Zero waste, juara 1 konten tiktok , juara 2 pameran inovasi produk lingkungan dan juara 3 konten Instagram,” terang Salim.

Bagaimana dengan siswa kelas VIII dan IX ? Salim mengatakan, selama masa MPLS tetap masuk sekolah. “Bagi kelas 8 dan 9 selama MPLS diadakan kegiatan PBB (peraturan baris berbaris) yang di latih oleh Kepolisian Gresik bertempat di halaman  Mapolsek Gresik Kota di  Jalan Basuki Rahmat,” terangnya. (yad)

Hari Pertama MPLS, Spenda Gresik Kenalkan Keunggulan sebagai Sekolah Zero Waste  Selengkapnya