Fun English Learning, Inovasi MGMP Bahasa Inggris SMP jadi Magnet Siswa di Edu Expo 2025 

GRESIK,1minute.id – Edu Expo 2025 Dinas Pendidikan Gresik berakhir pada Rabu, 26 November 2025. Meski hanya sehari, pameran pendidikan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) itu berlangsung semarak. 

Ribuan siswa dan guru tumplek-blek di gedung berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik itu. Diantara stan yang paling ramai, antara lain, stan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMP Kabupaten Gresik. Di stan ini, siswa bisa bermain games petualangan melalui laptop, tablet maupun gawai berbahasa Inggris. 

Namanya, Fun English Learning. Fun English Learning adalah pembelajaran dengan metode-metode kreatif agar peserta didik tidak bosan. Pembelajaran menyenangkan itu melalui permainan, antara lain, Fun English Quest. Peserta didik mendapatkan challenge menyelesaikan permainan petualangan dengan menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris. Challenge pun berjenjang. Permainan itu, ternyata meningkatkan minat, motivasi dan kepercayaan diri anak dalam berbahasa Inggris.

Menurut Ketua MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Gresik Misri Astutik, Fun English Learning itu, muncul setelah anggota MGMP Bahasa Inggris yang memiliki anggota sebanyak 150-an guru PNS, PPPK maupun honorer mencermati adanya kecenderungan menurunnya minat literasi Bahasa Inggris siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Swasta di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.

Anak-anak jenjang SMP dan sederajat lebih suka bermain gadget. “Kita izinkan anak untuk pegang hp, tetapi yaitu tadi kita belokkan ke arah yang positif, kita juga melayani kebutuhan anak-anak untuk bermain. Bermainnya ini kita masukkan materi-materi bahasa Inggris,” kata Waka Kurikulum UPT SMP Negeri 31 Gresik pada Kamis, 27 November 2025.

Fun English Quest, misalnya. Games petualangan berbasis website, bisa juga offline yang memberikan tantangan pertanyaan kepada anak untuk menyelesaikan. Siswa karena senang tidak akan merasakan games advanture itu adalah bagian dari materi pembelajaran bahasa Inggris. “Materi games advanture disiapkan oleh guru sesuai dengan tema pembelajaran,” jelas Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.

Misri Astutik yang juga anggota Tim Pembina dan Penilai Sekolah Adiwiyata Kabupaten Gresik itu optimistis inovasi pembelajaran itu bisa menaikkan minat, kepercayaan diri siswa untuk belajar Bahasa Inggris. Belajar Bahasa Inggris itu menyenangkan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kepada guru yang terus berinovasi sehingga kegiatan belajar mengajar menyenangkan. Pendidikan di Gresik, katanya, harus menyenangkan dan berorientasi pada nilai, karakter, dan kualitas pembelajaran. Ia pun mengenang pada tahun 2022, di masa kepemimpinan periode pertama, dimana Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Gresik telah menerapkan kebijakan baca tulis Al-Quran sebagai muatan lokal di sekolah negeri.

“Tahun 2022 saya menginstruksikan bahwa baca tulis Quran menjadi muatan lokal di sekolah negeri. Alhamdulillah hari ini kita semua melihat hasilnya. Sudah tidak ada lagi anak SD dan SMP negeri di Gresik yang tidak bisa mengaji,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani.(yad)

Fun English Learning, Inovasi MGMP Bahasa Inggris SMP jadi Magnet Siswa di Edu Expo 2025  Selengkapnya

TKD 2026 Mengalami Penyesuaian, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Komitmen Pemkab, Pendidikan tetap Prioritas 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmen pemerintah dalam bidang pendidikan tetap menjadi prioritas, meski transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat berkurang lebih dari Rp 0,5 triliun. 

“Meski terjadi penyesuaian TKD secara nasional, hak-hak guru tetap menjadi prioritas,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani saat menghadiri Semarak Peringatan Hari Guru Nasional di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Rabu, 26 November 2025. “Yang berkaitan dengan guru, Insya Allah tahun 2026 aman. Kami akan terus memprioritaskan hak-hak guru,” imbuhnya dan mendapatkan aplaus dari para guru.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu, terus mendorong para guru untuk berinovasi sehingga kegiatan belajar mengajar menyenangkan. Pendidikan di Gresik, katanya, harus menyenangkan dan berorientasi pada nilai, karakter, dan kualitas pembelajaran. Ia pun mengenang pada tahun 2022, di masa kepemimpinan periode pertama, dimana Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Gresik telah menerapkan kebijakan baca tulis Al-Quran sebagai muatan lokal di sekolah negeri.

“Tahun 2022 saya menginstruksikan bahwa baca tulis Quran menjadi muatan lokal di sekolah negeri. Alhamdulillah hari ini kita semua melihat hasilnya. Sudah tidak ada lagi anak SD dan SMP negeri di Gresik yang tidak bisa mengaji,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S.Hariyanto menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Bupati Fandi Akhmad Yani dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Sejumlah capaian strategis telah terwujud, di antaranya 2.086 tenaga PPPK dan 670 PPPK paruh waktu yang telah diangkat, sehingga total mencapai 2.756 guru.

Pemkab Gresik juga memberikan insentif bagi 3.206 guru PAUD non-sertifikasi, serta alokasi anggaran hampir Rp 30 miliar untuk guru swasta, masing-masing sebesar Rp7,2 juta per tahun yang disalurkan langsung ke rekening guru.

Selain itu, Pemkab juga memberikan Penghargaan Pelaksanaan Program Pendidikan Inklusi Hatiku Padamu kepada Kecamatan Menganti untuk kategori Inklusif Transformatif, Kecamatan Bungah untuk kategori Inklusif Dedikatif, serta Kecamatan Gresik untuk kategori Inklusif Kolaboratif.

Serta, peningkatan layanan pendidikan, Pemkab Gresik terus memperbaiki sarana prasarana sekolah. Tahun 2025 mendatang ditargetkan hanya tersisa 9 persen ruang kelas yang rusak atau sekitar 760 ruang kelas, sementara 91 persen atau 8.324 ruang kelas sudah dalam kondisi baik

Sementara itu, kegiatan Semarak Peringatan Hari Guru Nasional  berlangsung semarak. Gedung WEP dipadati siswa dan guru Se-Kabupaten Gresik. Diawali dengan Khatmil Quran seribu penghafal quran dari kelas Tahfidz. Lalu, pemberian penghargaan kepada Guru Berprestasi.  

Yakni, Siti Chomsiyah dari UPT SDN 145 Gresik dengan prestasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif Kepala SD ; Mufarrochah (TK Muslimat NU 7 Pongangan) dengan prestasi Lomba Cipta Alat Permainan Edukatif ; Satria Yudha Prakosa (UPT SDN 35 Gresik) sebagai Duta Pemuda Kreatif Jawa Timur, dan Andi Herawanto (UPT SDN 45 Gresik) selaku Pelopor Komunitas Guru Pendidikan Dasar (Dikdas).

Berikutnya,Ahmad Nur Hadi (UPT SDN 125 Gresik) dengan prestasi Inovasi Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial, serta Nur Khomsidah (UPT SDN 149 Gresik) dengan prestasi Menulis 750 Kata. (yad)

TKD 2026 Mengalami Penyesuaian, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Komitmen Pemkab, Pendidikan tetap Prioritas  Selengkapnya

Wabup Gresik Tegaskan Kelompok Perempuan Memperoleh Akses yang Sama Program Pemerintah 

GRESIK,1minute.id – Aktivis perempuan di Gresik menggelar Forum Diskusi Kelompok Perempuan bertema “Sinergi Perempuan dalam Mewujudkan Pembangunan Inklusif”. Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ini digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 25 November 2025.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis di setiap lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan seluruh organisasi perempuan dapat mengakses program-program yang ada, baik program daerah maupun nasional.

“Semua organisasi perempuan di Gresik harus bisa mengakses program yang disediakan pemerintah. Baik itu program pemberdayaan, sosial, kesehatan, hingga program nasional. Kita ingin perempuan terlibat dan mendapatkan manfaat yang setara,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Terkait layanan kesehatan, Ia kembali mengingatkan bahwa Pemkab Gresik telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC). Masyarakat tidak perlu bingung mengenai kartu BPJS. “Cukup bawa KTP atau KK, sudah bisa mendapatkan layanan. Ini harus terus disampaikan kepada masyarakat kita,” ujarnya.

Wabup Alif mengajak kelompok perempuan untuk bersinergi dalam menyelesaikan persoalan sosial di Gresik. Ia menyampaikan data bahwa mulai Januari hingga November 2025 terdapat 1.350 kasus perceraian. Penyebabnya, antara lain, faktor utama ekonomi, kemudian judi, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kondisi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap ketahanan keluarga, kesejahteraan anak, dan stabilitas sosial.

“Kelompok perempuan memiliki kekuatan besar dalam edukasi dan pemberdayaan keluarga. Karena itu, mari bersama pemerintah menangani persoalan sosial ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gresik Shinta Puspitasari menguraikan materi tentang pentingnya sinergi perempuan dalam memperkuat pembangunan inklusif.

Pembangunan inklusif harus memastikan semua warga. Termasuk kelompok anak, difabel, perempuan, lansia, dan kelompok rentan lainnya, memiliki hak yang sama dalam mengakses manfaat pembangunan.

“Sinergi membuka jalan bagi peluang yang lebih setara. Kelompok perempuan memiliki pengalaman besar dalam pemberdayaan masyarakat. Kolaborasilah yang mempercepat tercapainya inklusivitas,” ujar dokter Shinta, sapaan, istri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ini. (yad)

Wabup Gresik Tegaskan Kelompok Perempuan Memperoleh Akses yang Sama Program Pemerintah  Selengkapnya

Pegawai Setkab Gresik Jalani Pelatihan dan Pembinaan, Sekda : Tinggalkan Budaya Kerja Bertele-tele

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 73 pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda).Gresik menjalani Pelatihan dan Pembinaan. Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam arahannya menegaskan bahwa PNS dan PPPK adalah support sistem utama dalam memberi layanan terbaik kepada masyarakat maupun kepada pimpinan daerah. Aparatur di lingkungan Setda juga harus hadir sebagai tim yang solid, responsif, dan memiliki standar kerja yang tinggi.

Ia mengingatkan kembali pentingnya disiplin ASN sebagaimana diatur dalam PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Disiplin, merupakan dasar integritas dan kualitas kerja seorang aparatur.

“ASN memiliki peran sebagai pelayan masyarakat. Kita harus memastikan bahwa pelayanan berjalan dengan baik dan profesional. Disiplin adalah hal pertama yang harus dijaga, karena dari situlah integritas dan kualitas pelayanan akan terlihat,” tegasnya.

Tinggalkan budaya kerja bertele-tele dan mulai menerapkan pola kerja yang lebih produktif dan terukur. Para pegawai harus memiliki kemampuan adaptif terhadap dinamika pemerintahan yang sangat cepat. Setiap hari mereka bersinggungan dengan dokumen strategis, protokol pimpinan, hingga koordinasi lintas-OPD yang membutuhkan ketelitian, ketepatan, dan kecepatan respon. 

Karena itu, pembinaan seperti ini penting untuk membentuk pola kerja yang lebih rapi dan terstruktur.

Dalam kegiatan pelatihan dan pembinaan ini, pegawai yang terdiri dari 37 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 36 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ini mendapat materi yang dirancang untuk meningkatkan profesionalitas aparatur. Di antaranya Disiplin PNS, Komunikasi dalam Pelayanan Publik, Public Speaking, Service Excellence, Table Manner, serta Etika dan Kepribadian. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari di kantor Bupati Gresik. (yad)

Pegawai Setkab Gresik Jalani Pelatihan dan Pembinaan, Sekda : Tinggalkan Budaya Kerja Bertele-tele Selengkapnya

Tekad Wujudkan Desa “Bersinar”, Pemdes Laban Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba 

GRESIK,1minute.id – Pemerintahan Desa (Pemdes) Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik menggelar sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Balai Dese setempat pada Senin, 24 November 2025.

Tekad mereka menjadikan Desa Bersinar alias Desa Bersih dari Narkoba. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik ini diikuti perangkat desa, karang taruna, tokoh masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Menganti Siti Choni berlangsung selama hampir dua jam.

Pj Kepala Desa Laban Hadi Purwanto mengatakan, penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan masa depan bangsa. Narkoba bagaikan fenomena gunung es yang memiliki dampak semakin besar. “Dan, fenomena dapat membahayakan siapa saja, termasuk warga di desa kita,” kata Hadi Purwanto pada Senin, 24 November 2025.

Penyalahgunaan narkoba tidak hanya menghancurkan individu, tetapi juga memicu masalah sosial, kesehatan, dan keamanan di tengah masyarakat. “Kita tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan ini. Perlu adanya sinergi dan kerja sama dari semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga orang tua, untuk bersama-sama memerangi narkoba,” ujar Hadi yang juga Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Menganti ini.

Ia melanjutkan kegiatan sosialisasi adalah langkah awal yang sangat strategis. Sebab,  melalui acara ini, bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba dari aspek kesehatan, hukum, dan dampaknya bagi kehidupan.

“Saya berharap, seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan tertib dan menyimak materi yang akan disampaikan oleh narasumber dengan saksama. Jangan ragu untuk bertanya dan berdiskusi, karena pengetahuan yang kita dapat hari ini akan menjadi bekal berharga untuk melindungi keluarga dan lingkungan kita,” katanya. 

Ia pun mengajak semua stakeholder untuk merapatkan barisan memerangi penyebaran narkoba. “Mari kita rapatkan barisan. Jadikanlah diri kita sebagai agen perubahan, sebagai kader anti narkoba, yang bisa memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar,” tegasnya. Ia berharap hasil sosialisasi bisa menjadi virus positif bagi masyarakat di Desa Laban. 

“Sampaikan pengetahuan yang Anda dapatkan kepada keluarga, tetangga, dan teman-teman, terutama kepada generasi muda. Agar Desa kita Bersinar. Desa Bersih dari Narkoba,” tegasnya. (yad)

Tekad Wujudkan Desa “Bersinar”, Pemdes Laban Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba  Selengkapnya

Resmob Polres Gresik Bekuk Pemuda Hobi Nyeleneh Fantasi Seksual dengan Pakaian Dalam Wanita asal Lamongan

GRESIK,1minute.id – Pemuda berinisial RAS ini memiliki hobi nyeleneh. Pemuda asal Lamongan itu dikabarkan kerap mencuri pakaian dalam, seperti celana dalam atau bra. Pakaian dalam itu digunakan untuk berfantasi liar. 

Kini, pemuda 27 tahun harus menanggung hobi nyeleneh itu. Ia ditangkap oleh Tim Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Gresik. Penangkapan RAS dipimpin langsung oleh Kanit Resmob Polres Gresik Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan. “Pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 16.10 WIB, kami mengamankan pelaku di Jalan Raya Ambeng-Ambeng, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik,” ujar Kanit Resmob Polres Gresik Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan melalui siaran pers pada Senin, 24 November 2025.

Dalam pemeriksaan awal, RAS mengakui bahwa dirinya mencuri bra milik korban berinisial DAS di wilayah Randuagung, Kebomas. Ia juga mengaku bahwa aksinya dilakukan karena dorongan fantasi seksual dan barang-barang hasil curian disimpan di kamar rumahnya.

Aksi pencurian terjadi pada Sabtu, 8 November 2025 sekitar pukul 12.30 WIB. Saat mengecek jemuran, korban menemukan salah satu pakaian dalamnya hilang. Setelah meminta rekaman CCTV tetangga, terlihat seorang pria berjaket hitam, berhelm putih, dan mengendarai Honda Scoopy merah marun mengambil pakaian tersebut. Korban melaporkan ke Polres Gresik. 

Kanit Resmob Polres Gresik Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan memimpin langsung serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari pemanggilan saksi, pengumpulan keterangan warga, hingga analisa rekaman CCTV. Dari hasil penelusuran, tim menemukan nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku. Kendaraan tersebut diketahui digunakan oleh seorang pria bernama RAS, 27, warga Kabupaten Lamongan.

Polres Gresik turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu rekaman CCTV saat pelaku melakukan pencurian, satu unit sepeda motor Honda Scoopy gress rakitan 2025 nopol S-3523-JDC, satu helm warna putih, satu jaket hoodie warna hitam, satu sandal selop hitam–putih, satu bra warna merah hitam, satu bra warna merah marun, satu bra warna abu-abu. Pelaku dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kanit Resmob Polres Gresik Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menjemur pakaian, terutama pakaian dalam yang bersifat privasi. Jika memungkinkan, jemurlah di area tertutup atau di dalam rumah agar tidak memberikan peluang bagi pelaku kejahatan,” tegasnya.

Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan atau mencurigai kejadian serupa melalui hotline “Lapor Cak Roma” di nomor 0811-8800-2006 atau langsung mendatangi kantor kepolisian terdekat. (yad)

Resmob Polres Gresik Bekuk Pemuda Hobi Nyeleneh Fantasi Seksual dengan Pakaian Dalam Wanita asal Lamongan Selengkapnya

Urai Banjir Perkotaan, Dinas CKPKP Gresik Bongkar Bangunan Rumah Warga di Kramat Langon yang Makan Saluran Air

GRESIK,1minute.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mengurai penyebab banjir kota. Wabil khusus di kawasan heritage, Kampung Arab. Saluran air di kawasan itu kerap meluber ketika hujan.

Padahal, Pemkab Gresik telah melakukan revitalisasi saluran air dan bersih-bersih Kali yang berada di kawasan heritage itu. Antara lain, Kali Kramat Langon, Desa Gapurosukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Hampir seminggu, petugas dari Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik melakukan penyisiran. 

Hasilnya? Petugas CKPKP Gresik menemukan adanya saluran air bottleneck. Penyebab, terjadinya penyempitan Kali akibat termakan bangunan rumah warga setempat. Dinas CKPKP Gresik kemudian membongkar bangunan rumah permanen itu.

Kepala Dinas CKPKP Gresik Ida Lailatus Sa’diyah ketika dikonfirmasi membenarkan pembongkaran rumah seorang warga di Jalan Kramat Langon, Desa Gapurosukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. 

Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, saluran air yang semestinya lebar 3 meter kini tersisa 60 centimeter. “Saluran air termakan bangunan rumah selebar lebih dari 2 meteran,” katanya dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Senin, 24 November 2025. 

Sebelum dilakukan pembongkaran bangunan, kata Ida, pihaknya sesuai arahan dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk melakukan pendekatan persuasif dan humanis kepada pemilik bangunan rumah. Melalui pendekatan persuasif Dinas CKPKP Gresik bersama Camat, Pemerintah Desa (Pemdes) Gapurosukolilo dan pemilik rumah mengakui kesalahan. 

Pada Jumat, 21 November 2025, pemilik rumah membuat surat pernyataan tidak keberatan bangunan rumah dibongkar. Selain, pemilik rumah juga tidak menuntut ganti rugi dalam pembongkaran bangunan rumah. “Karena pemilik rumah sudah menyatakan tidak keberatan dan tidak menuntut ganti rugi, bangunan rumah itu kami lakukan pembongkaran,” tegasnya. 

Bagaimana dengan pembangunam plengsengan Kali-nya? Ida mengatakan, pembangunan plengsengan akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik. “Pembangunan plengsengan nanti akan dibangun oleh Pemkab Gresik melalui DPU,” ujarnya. (yad)

Urai Banjir Perkotaan, Dinas CKPKP Gresik Bongkar Bangunan Rumah Warga di Kramat Langon yang Makan Saluran Air Selengkapnya

Pemkab Gresik Bangun Gedung Sekolah Rakyat baru Lebih Modern, ada Fasilitas Mini Soccer, RTH hingga Bozem

GRESK,1minute.id – Siswa Sekolah Rakyat Menengah  Atas (SRMA) 30 Gresik bakal memiliki gedung anyar. Lokasinya di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Gedung baru itu akan lebih megah, nyaman dan modern bila dibandingkan gedung  yang berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu. Fasilitas juga bakal lebih komplet. Selain ruang kelas, asrama siswa putra, putri dan guru, laboratorium, masjid, kantin. Gedung sekolah rakyat (SR) akan dilengkapi fasilitas lapangan basket, mini soccer hingga ruang terbuka hijau (RTH). 

Semua fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. 

Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, persiapan pembangunan telah dilakukan melalui rapat koordinasi sebagai langkah awal sebelum proyek dimulai.

Ia menjelaskan bahwa gedung SR akan berdiri di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. Di dalamnya, akan dibangun 26 jenis bangunan yang dirancang untuk menunjang seluruh kebutuhan kegiatan belajar dan pengembangan siswa.

Fasilitas yang tersedia mencakup 36 ruang kelas, laboratorium, klinik, hingga gedung olahraga yang lengkap seperti lapangan basket, mini soccer, dan jogging track.

“Selain itu ada juga taman ruang terbuka hijau (RTH),” kata Ida Lailatus Sa’diyah dikonfirmasi pada Minggu, 23 November 2025. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di kawasan tersebut juga akan dibangun tempat ibadah hingga bozem.

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memiliki komitmen untuk terus meningkatkan fasilitas pendidikan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Persiapan pembangunan telah dilakukan melalui rapat koordinasi sebagai langkah awal sebelum proyek dimulai. “Seluruh fasilitas ini akan menunjang para siswa, dan bahkan akan lebih lengkap dibandingkan SRMA Mriyunan,” kata Ida Lailatus Sa’diyah. 

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  terus berupaya meningkatkan fasilitas pendidikan. Pembangunan akan dilakukan pada Desember 2025. Targetnya, gedung SR baru ini sudah harus bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026.

Untuk diketahui, kegiatan belajar mengajar di SMRA 30 Gresik menempati gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik. Sebanyak 75 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel). Sebelumnya, Pemkab Gresik melakukan revitalisasi gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik itu. 

Bila pembangunan gedung baru sekolah rakyat di Deaa Raci Tengah kelar, pemkab Gresik akan gedung tersebut sebagai panti lansia. Selain halaman luas, fasilitas juga bagus. (yad)

Pemkab Gresik Bangun Gedung Sekolah Rakyat baru Lebih Modern, ada Fasilitas Mini Soccer, RTH hingga Bozem Selengkapnya

2 Jam Tim Pecinta Alam MTs Ma’arif Sidomukti & EH Gresik Beraksi Cabut 7 Kilogram Paku di Batang Pohon

GRESIK,1minute.id – Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif Sidomukti bersama komunitas Earth & Human (EH) Gresik melakukan aksi razia paku yang menancap pada batang pohon di sepanjang Jalan Sunan Giri pada Ahad, 23 November 2025.

Aksi peduli lingkungan dengan cara mencabut paku, staples maupun tali tampar yang “menyiksa” puluhan batang pohon itu dilakukan untuk memperingati Hari Pohon Sedunia yang diperingati setiap 21 November itu.

Sejak pagi puluhan relawan yang mayoritas kaum hawa itu berkeliling menyusuri jalur Jalan Sunan Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik tersebut. Mereka sambil membawa tang, sarung tangan, dan kantong sampah. Mereka mencabut satu per satu paku, staples, dan benda-benda logam lain yang tertancap di batang pohon.

Ketua EH Gresik M.Zubaidi menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa pohon adalah makhluk hidup yang perlu dijaga. “Memaku pohon akan berdampak terhadap keseimbangan lingkungan. Seperti membuat Kambium pohon rusak, pohon rentan terserang penyakit, bahkan akhirnya mati. Pohon dapat lebih cepat keropos dan yang paling parah berpotensi rapuh dan bisa sewaktu-waktu tumbang, itu bisa membahayakan pengguna jalan,” ujarnya pada Ahad, 23 November 2025.

Hanya dalam waktu dua jam, puluhan relawan peduli lingkungan itu mendapatkan paku sebesar 7 kilogram paku. “Semua paku itu  menancap di pohon-pohon,’’ kata Adrian, salah seorang pembina Pecinta Alam MTs Ma’arif Sidomukti, Gresik.

“Seluruh paku dan benda logam yang berhasil dicabut kemudian dikumpulkan lalu dijual, selanjutnya uangnya dibelikan bibit pohon yang akan dibagikan ke masyarakat sekitar. Sebagai bentuk kampanye tentang cinta lingkungan, Kami ingin menanamkan kepedulian sejak dini. Anak-anak tidak hanya tahu teori, tetapi juga terjun langsung melakukan aksi nyata,” jelasnya.

Aksi cabut paku ini juga bertujuan menjaga kualitas udara di wilayah Gresik. Pohon yang rusak akibat paku memiliki kemampuan lebih rendah dalam memproduksi oksigen. Jika kondisi ini dibiarkan, keseimbangan lingkungan pun terancam.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar. Pohon bukan papan reklame. Ia pancarkan jauh lebih penting yaitu oksigen yang kita hirup setiap hari daripada sinyal wifi. Oksigen menberi manfaat besar bagi kehidupan kita,” tutup Caramel, salah satu relawan EH Gresik.

Melalui kegiatan ini, MTs Ma’arif Sidomukti dan EH Gresik kembali menegaskan komitmen mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat pohon sebagai penyangga kehidupan. (yad)

2 Jam Tim Pecinta Alam MTs Ma’arif Sidomukti & EH Gresik Beraksi Cabut 7 Kilogram Paku di Batang Pohon Selengkapnya

Pertama, MUI Gresik Gelar Festival Film : Sinergi Dakwah & Seni. Ini Jawaranya!

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menggelar Awarding, Screening, dan Bincang Film di Aula Kantor MUI Gresik pada Sabtu, 22 November 2025.

Pemberian penghargaan yang  diselenggarakan oleh Komisi Seni, Budaya Islam, dan Remaja MUI Gresik kepada  peserta Festival Film Pendek MUI Gresik. Festival Film kali pertama para sineas muda di Indonesia dengan tema Sinergi Dakwah & Seni” dalam Mengembangkan dan Melestarikan Kearifan Lokal. Lomba dimulai 10 Agustus sampai 10 November 2025. 

Setelah proses panjang, dewan juri memutuskan dan menetapkan juara  pertama yakni Irama Lama yang Kembali – Mochammad Mauludin Habibulloh – Sinergi Risalah ; Juara kedua Hadza min Fadli Robbi – Lailatul Khumairoh – SMK Al Hadi dan juara ketiga Suwung (Sunyi yang berbicara) – Verga Sahara Pramestal – Komunitas Kreatif Kedungrukem.

Wakil Ketua Umum MUI Gresik Prof. Abdul Chalik menyampaikan bahwa kesenian merupakan sesuatu yang lintas batas bahkan lintas etnis. “Ud’u ila sabili robbika bil hikmati wal mau’idhotil hasanah. Bahwa berdakwah itu harus dengan hikmah, sehingga bisa diterima masyarakat, dan kesenian menjadi salah satu jalan hikmahnya,” kata Prof. Chalik.

Ia melanjutkan, bahwa dakwah dengan seni sudah dipraktikkan oleh para wali dalam masa awal penyebaran agama Islam di Nusantara, dan terbukti dapat diterima masyarakat dengan baik hingga saat ini. “Terakhir, kami juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta Festival Film MUI Gresik, terlebih juga kepada Komisi Seni, yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan maksimal,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Seni, Budaya Islam dan Remaja Hj. Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi kepada para peserta Festival Film MUI Gresik 2025 ini. “Alhamdulillah, pada gelaran pertama Festival Film MUI Gresik ini, diikuti 40 peserta, yang terdiri dari 10 peserta dari Gresik dan 30 peserta dari seluruh Indonesia,” katanya.

Bu Uyun, sapaan akrabnya, juga menyampaikan selamat kepada para pemenang, dan berharap festival ini menjadi awal nyata generasi muda mensyiarkan dakwah dengan film. “Selamat kepada para pemenang, dan untuk yang belum berkesempatan menjadi juara jangan patah arah, dan mari tetap menggairahkan dakwah Islam melalui seni, yang salah satunya dengan film,” ujarnya.

Ketua MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib menutup kegiatan tersebut dengan kesan dan pesan sekaligus Doa Berkah. “Luar biasa, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Seluruh Film yang ditayangkan penuh pesan moral dan menjadi media dakwah. Semoga membawa keberkahan untuk kita semua,” ucap Kiai Rofiq sapaan akrabnya. (yad)

Pertama, MUI Gresik Gelar Festival Film : Sinergi Dakwah & Seni. Ini Jawaranya! Selengkapnya