Bupati Gresik Resmikan SPPG Hibrid, Kolaborasi Pemkab Gresik, Petrokimia Gresik dan Yayasan PPNU Trate

GRESIK,1minute.id –  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertambah. SPPG baru itu bernama SPPG Hibrid. Lokasinya di lingkungan Yayasan Perguruan Pendidikan Nahdlatul Ulama (PPNU) Trate di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan SPPG Hibrid, hasil kolaborasi antara Pemkab Gresik, Yayasan PPNU Trate, dan CSR PT Petrokimia Gresik yang menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 20 Oktober 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada PT Petrokimia Gresik yang telah berperan aktif dalam pembangunan dapur gizi hibrid di Gresik. “Hari ini adalah hari yang kita tunggu bersama. Terima kasih kepada PT Petrokimia Gresik yang telah memberikan perhatian luar biasa terhadap program prioritas Presiden melalui CSR-nya,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

“Kehadiran dapur hibrid ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan industri untuk menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas,” lanjut Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Ia menjelaskan bahwa makna hibrid dalam SPPG ini bukan sekadar nama, melainkan filosofi dari kolaborasi lintas sektor dan inovasi tata kelola. “SPPG Hibrid hadir sebagai bentuk transformasi kantin sekolah menjadi dapur gizi. Dapur ini dibangun di dalam lingkungan pendidikan, tanpa menghapus peran kantin yang sudah ada. Justru ditingkatkan menjadi ruang penyedia gizi yang terintegrasi,” jelasnya.

Menurutnya, model ini memperpendek rantai penyediaan makanan bergizi sehingga anak-anak mendapatkan asupan sehat langsung di tempat belajar. Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dibanding kuantitas dalam penyediaan makanan.

“SPPG jangan hanya berorientasi pada jumlah. Fokus kita adalah pada kualitas gizi. Pastikan setiap menu yang disajikan benar-benar sehat, aman, dan memenuhi kebutuhan anak-anak. Kepala desa dan Lurah bisa ikut menjadi mitra dalam pendampingan, sementara puskesmas harus rutin melakukan pengawasan agar tidak timbul masalah di kemudian hari,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Kepada pengelola dapur SPPG yang berasal dari pegawai kantin sekolah, Bupati Yani juga menitip pesan, yakni untuk selalu menjaga kebersihan dan standar sanitasi. “Kualitas makanan yang baik hanya bisa dihasilkan dari dapur yang bersih dan tertib,” tambahnya.

Ia juga berharap adanya sinergi antara SPPG dan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sehingga kebutuhan bahan baku dan logistik dapat terpenuhi secara mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Yayasan PPNU Trate Elvi Wahyudi menjelaskan, SPPG Dapur Hibrid dibangun melalui pendampingan Pemkab Gresik dan dukungan CSR dari PT Petrokimia Gresik dengan nilai investasi sekitar Rp 1,3 miliar. Pembangunan dilakukan sejak Juli hingga Oktober 2025 dengan memanfaatkan fasilitas kantin sekolah yang disulap menjadi dapur gizi terstandar.

“SPPG Dapur Hibrid ini melayani 3.059 murid di lingkungan Yayasan PPNU Trate, terdiri dari MINU Trate Putra (576 murid), MINU Trate Putri (641 murid), SDNU 1 Trate (707 murid), SDNU 2 Trate (53 murid), MTs NU Trate (404 murid), dan SMK NU Trate (678 murid),” jelas Wahyudi.

Ia menambahkan, dapur ini telah memperoleh sertifikat air higienis dan sanitasi dari Dinas Lingkungan Hidup, sertifikat penjamah makanan dari Dinas Kesehatan, serta sertifikat laik higiene dan sanitasi dari Dinas Kesehatan  Gresik. “Semua standar kami penuhi agar makanan yang dihasilkan tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan bergizi,” pungkasnya. (yad)

Bupati Gresik Resmikan SPPG Hibrid, Kolaborasi Pemkab Gresik, Petrokimia Gresik dan Yayasan PPNU Trate Selengkapnya

Ribuan Jemaah Majelis Taklim Alya’ Ikuti Tabligh Akbar dan Maulidurrosul SAW 

GRESIK,1minute.id – Ribuan jemaah menghadiri Tabligh Akbar dan Maulidurrosul Muhammad SAW di Kompleks Perumahan Alam Bukit Raya, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas  Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Sabtu malam, 18 Oktober 2025.

Taligh akbar yang diinisiasi oleh Jemaah Alya’ yang diasuh oleh KH Abdul Rouf Sirojuddin yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Ilmi Wassuluk ini menghadirkan penceramah Habib Mustofa bin Muhammad bin Alaydrus, Tuban. Sejak pagi, jemaah dan santri mulai mendatangi majelis taklim yang dipusatkan di halaman masjid Baitul Islah itu. 

Khataman Alquran di mulai Badal Subuh hingga menjelang Salat Asar. Puncak acara Tabligh Akbar dimulai Badal Isya. Ribuan jemaah memadati halaman masjid hingga ke jalan raya di kompleks perumahan itu. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan jemaah Alya serta para habib, kiai, ulama dan jajaran forum koordinasi pimpinan kecematan (Forkopimcam) Kebomas.  Dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Diba’. Jemaah mayoritas memakai busana dan kopyah warna putih menyemut. Seakan membentuk lautan manusia. Mereka duduk bersila dan bersalawat. Membuat hati terasa sejuk. 

Sebelum acara inti Tabligh Akbar, KH. Abdul Rouf Sirojuddin, Ketua Majelis Taklim Alya’ dan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ilmi Wassuluk, Gresik menyampaikan sering kita diingatkan oleh para habib, para ulama dan para kiai terkait menanamkan rasa mahabbah (Rasa Cinta) didalam diri kita kepada orang lain dan Allah SWT.

” Semoga orang yang memiliki rasa Mahabbah akan berkumpul dengan orang yang dicintai,” tuturnya. Dalam tausiyah, Habib Mustofa bin Muhammad bin Alaydrus dari Tuban dalam tausiyahnya menyampaikan Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam menjaga rasa cinta kepada umatnya tercermin dalam sikapnya yang lemah lembut, mendoakan umatnya tanpa henti, dan selalu mengutamakan kepentingan umat di atas segalanya.

KHUSYUK : Ribuan jemaah Alya’ yang diasuh oleh KH Abdul Rouf Sirojuddin, Ketua Majelis Taklim Alya ‘juga Pengasuh Ponpes Darul Ilmi Wassuluk dalam Tabligh Akbar dan Maulidurrosul Muhammad SAW di halaman Masjid Baitul Ishlah pada Sabtu malam, 18 Oktober 2025 (Foto: Istimewa)

“Beliau menunjukkan cinta melalui syafaat di akhirat, kasih sayang yang melampaui batas, dan teladan akhlak mulia untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling tolong-menolong,” tuturnya.

Ditambahkan Habib Mustofa, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan yang sempurna bagi kebangkitan umat. Cinta kepada Rasul dan Allah merupakan kewajiban yang harus diamalkan. “Dengan cinta kepada Rasul, maka kita akan bersama beliau di akhirat nanti dan bukti cinta yang paling sederhana seringnya bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.

Sementara itu diakhir acara, Ketua panitia Tabligh Akbar Na’im Ubaidillah mengatakan, Tabligh Akbar dan Maulidurrosul Muhammad SAW adalah kegiatan pertama yang diadakan oleh Majelis Alya’ dengan tema “Mencintai Nabi Dengan Cara Meneladani Kehidupan Nabi”. Sebagai penceramah Habib Mustofa bin Muhammad Alaydrus.

Acara ini di hadiri sekitar 1.600 jamaah terdiri dari warga dan seluruh Jamaah Alya di halaman Masjid Baitul Ishlah, Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Kecamatan Kebomas, Gresik. “Harapan ke depan Majelis Alya’ dapat terus berperan dalam menjaga dan menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Terus ikut menyebarkan ajaran Islam yang damai dan penuh kasih sayang. Mempererat ukhuwah Islamiyah antar warga,” pungksanya. (yad)

Ribuan Jemaah Majelis Taklim Alya’ Ikuti Tabligh Akbar dan Maulidurrosul SAW  Selengkapnya

Tim Voli Putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia Cetak Hattrick di Liga Divisi Utama Livoli 2025

MAGETAN,1minute.id – Tim bola voli putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia (PGPI) berhasil mempertahankan gelar juara Livoli 2025. Dalam laga final Tim binaan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mengandaskan mimpi tim voli TNI AU Electric Putri dengan skor 3-0 yang dihelat di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Sabtu malam, 18 Oktober 2025.

Keberhasilan tim binaan Petrokimia Gresik itu dalam kompetisi di Divisi Utama diraih selama tiga tahun berturut-turut alias Hattrick. Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob usai menyaksikan laga grand final, mengapresiasi prestasi Mediol Yoku dan kawan-kawan karena berhasil mempertahankan gelar juara di kompetisi antarklub kasta pertama Indonesia yang diselenggarakan dalam Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) ini. 

Gelar ini merupakan gelar keempat yang diraih tim bola voli binaan Petrokimia Gresik di Livoli Divisi Utama. Dan, selama tiga tahun berturut-turut mulai dari 2023, 2024, dan 2025 ini. “Alhamdulilah kontribusi aktif Petrokimia Gresik dalam memajukan cabang olahraga bola voli berbuah prestasi. Prestasi ini tentunya akan meningkatkan motivasi Petrokimia Gresik untuk memajukan voli di tanah air dan cabang-cabang olahraga raga lainnya,” ujar Daconi.

Petrokimia Gresik melalui pembinaan atlet voli banyak menyumbangkan atlet-atlet putri berprestasi di tingkat nasional. Selain itu juga banyak menyelenggarakan event-event bergengsi baik tingkat nasional maupun internasional sebagai upaya untuk membangun prestasi pevoli tanah air.

“Petrokimia Gresik akan terus berkontribusi untuk kemajuan Indonesia baik dalam mencapai swasembada pangan, sosial kemasyarakatan, maupun pemuda dan olahraga. Kami berkomitmen semakin maju Petrokimia Gresik, semakin besar pula kebermanfaatan perusahaan bagi masyarakat,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua PBV Petrokimia Gresik Iwan Febrianto menambahkan, Petrokimia Gresik sudah lebih dari dua dekade aktif dalam pembinaan atlet bola voli di Indonesia. Hingga saat ini Petrokimia Gresik konsisten dalam memajukan cabang olahraga voli di Indonesia.

“Mulai tahun 2002, Petrokimia Gresik telah membina olahraga voli melalui penyediaan fasilitas lengkap untuk para atlet, termasuk mess tempat tinggal, konsumsi yang menunjang, venue latihan yang memadai, jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja, uang saku pembinaan, reward, hingga apparel,” ungkap Iwan singkat.

Sementara itu, melalui kemenangan ini, PGPI terus menunjukkan dominasinya di olahraga voli Indonesia, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu tim voli putri terbaik di dalam negeri. Dalam Livoli Divisi Utama, PGPI meraih kemenangan sempurna atau tidak terkalahkan dari putaran reguler hingga grand final, atau dari 11 laga secara keseluruhan.

Di pertandingan final, tim besutan Ayub Hidayat tampil penuh percaya diri, mampu memberikan performa terbaiknya. PGPI berhasil mengalahkan tim TNI AU Electric Putri dengan skor 3-0 (25-16, 25-22, 25-12).

Sempat tertinggal di set awal, GPPI berhasil menyamakan skor 8-8, dan unggul dengan skor akhir set pertama 25-16. Pada set kedua berlangsung cukup seru, GPPI unggul, namun kemudian disamai skornya 4-4 dan kejar-kejaran skor. Set 2 ditutup dengan kemenangan GPPI dengan skor 25-22. Sementara kemenangan set ketiga diraih GPPI dengan skor 25-12.

Kemenangan ini semakin lengkap dengan dinobatkannya pemain PGPI, Mediol Yoku sebagai Most Valuable Player (MVP) sekaligus Best Outside-Hitter, kemudian Geofanny Eka sebagai Best Middle Blocker dan Ajeng Nur C. sebagai Best Setter.

Adapun roaster tim juara ini yaitu Mediol Yoku, Putri Agustin, Ajeng Nur C, Shella Bernadetha, Nandita Ayu, Nabila Purwita, Dhea Cahya P, Geofanny Eka, Bela Sabrina, Siti Romadhani, Amelia Dwi S, Dinda Ayu, Khoirun Nisa, Malika Aurora.

Head Coach PGPI Ayub Hidayat menjelaskan bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras banyak pihak. Menurutnya, dukungan supporter yang datang ke Magetan juga menjadi penambah semangat bagi timnya untuk bermain agresif dan solid.

“Alhamdulillah, kami bisa kembali merebut gelar juara. Saya berharap prestasi ini tidak membuat atlet kami berpuas diri, karena saya berharap prestasi ini bisa dipertahanan di ajang berikutnya dan ditingkatkan di kompetisi lebih tinggi lagi,” ujarnya singkat. (yad)

Tim Voli Putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia Cetak Hattrick di Liga Divisi Utama Livoli 2025 Selengkapnya

Forkopimda FC Tundukkan GU All Star, Skor 6:3

GRESIK,1minute.id –  Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, menghadiri langsung Grand Opening Akbar Arena Mini Soccer di kompleks Apartemen Icon Mall Gresik pada Jumat malam, 17 Oktober 2025.

Di acara yang juga dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati dr. Asluchul Alif, Dandim 0817 Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Ketua DPRD Muhammad Syahrul Munir, Ketua HIPMI Nur Ahmad Yani, Owner Akbar Arena Roro Devi Twins Ramadhina, Kadis Parekrafbudpora Saifudin Gozali, Camat Kebomas Tri Joko Efendi, Ketua MUI KH. Ainur Rofiq Toyyib, dan Ketua KONI Anis Ambiyo Putri ini, ikut membangun semangat kebersamaan melalui ajakan menjaga sportivitas dan persatuan komunitas sepak bola di Gresik.

Owner Akbar Arena Roro Devy Twins Ramadhina dalam sambutannya menyampaikan komitmennya menjadikan Akbar Arena sebagai ruang kolaborasi olahraga dan kebersamaan masyarakat.

“Kami berharap lapangan ini tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga ruang baru untuk menjalin silaturahmi dan kerukunan antar warga Gresik. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Akbar Arena,” ucapnya.

Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani juga memberikan apresiasi atas lahirnya fasilitas olahraga tersebut. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, kami menyampaikan selamat atas peresmian Akbar Arena. Semoga tempat ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus motivasi untuk menjadikan olahraga, khususnya sepak bola,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani ini.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa Polres Gresik siap memberi dukungan penuh terhadap kegiatan positif masyarakat. “Kami dari Polres Gresik menyambut baik kehadiran Akbar Arena sebagai sarana olahraga dan pemersatu masyarakat. Sepak bola bukan hanya tentang kompetisi semata, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi,” tegas alumnus Akpol 2006 itu.

Sebagai simbol peresmian, dilakukan penandaan pembukaan lapangan dengan penempatan bola di tengah lapangan, dilanjutkan pertandingan persahabatan Forkopimda FC melawan GU All Star. Laga berlangsung meriah dengan skor akhir 6-3 untuk kemenangan Forkopimda FC. (yad)

Forkopimda FC Tundukkan GU All Star, Skor 6:3 Selengkapnya

Pengedar dan Perantara SS asal Gresik Dibekuk, Sita 3,96 Gram

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik menangkap dua orang terduga pengedar sabu-sabu. Mereka berinisial AF, 48, warga Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik, dan A. ZM, 49, warga Jalan Sindujoyo, Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik.

Dari dua maniak narkoba itu, AKP Ahmad Yani,  Kasat Resnarkoba Polres Gresik menyita barang bukti sabu-sabu berat timbang 3.969 gram. Barang haram itu, siap untuk diedarkan. Penangkapan keduanya dilakukan sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Desa Pekelingan. Dari hasil penggerebekan, petugas menemukan 12 plastik klip berisi kristal putih diduga sabu. Total keseluruhan narkotika jenis shabu yang disita dengan berat timbang 3.969 gram.

Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lain, satu kotak rokok berisi 12 paket sabu. Delapan potongan kertas pembungkus. Satu dompet berisi uang tunai Rp 200 ribu, timbangan elektrik, dan plastik klip kosong. Satu sekop kecil dari sedotan. Dua unit handphone masing-masing merk Samsung dan Realme. Satu kartu ATM BNI atas nama tersangka Abdullah Fathoni.

Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani menjelaskan, penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas memastikan bahwa kedua pelaku memang terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu.

“Saat dilakukan penggeledahan, kedua tersangka kedapatan menyimpan dan menguasai 12 paket sabu siap edar. Barang bukti kemudian kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar AKP Ahmad Yani pada Jumat, 17 Oktober 2025. 

Ia menambahkan, kedua pelaku diduga kuat sebagai penjual dan perantara dalam jual beli narkotika golongan I jenis sabu.

“Keduanya dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya. Lebih lanjut, AKP Ahmad Yani mengimbau masyarakat agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan berani melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan di lingkungannya.

Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. Bila mengetahui ada aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke polisi melalui hotline ‘Lapor Cak Roma’ di nomor 0811-8800-2006 atau datang langsung ke kantor polisi terdekat,” pungkasnya. (yad)

Pengedar dan Perantara SS asal Gresik Dibekuk, Sita 3,96 Gram Selengkapnya

Jaga Lumbung Pangan, Kota Industri Gresik Operasikan 220 HIPPA Kelola Jaringan Irigasi seluas 14 Ribu Ha 

GRESIK,1minute.id – Sejumlah petani berkumpul di ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik sehari menjelang peringatan Hari Pangan Sedunia 2025.

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap 16 Oktober. Kehadiran petani, anggota Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) untuk mengikuti pembinaan yang diinisiasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Wabup Asluchul Alif menyatakan, Gresik meski menyandang julukan Kota Industri. Akan tetapi, sektor pertanian menjadi perhatian serius. Sebab, justru dari sawah dan irigasilah ketahanan pangan negeri ini bertumpu.

“Hari ini panjenengan hadir, silakan menyampaikan uneg-uneg yang ada. Sampaikan, nanti kita perbaiki. Gresik potensi pertaniannya sangat tinggi, kota industri, tapi pertanian kita tetap nomor lima. Ketahanan pangan yang diminta Presiden agar bisa terpenuhi memerlukan irigasi yang optimal,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah kabupaten tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan petani, desa, hingga kelembagaan seperti HIPPA menjadi kunci. “Kita membutuhkan keadaan nyata di lapangan. Tidak mungkin Pemkab Gresik bekerja sendiri, karena kita memerlukan kolaborasi dengan panjenengan semua,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti, dalam laporannya menyebutkan saat ini ada 220 HIPPA di Gresik yang mengelola jaringan irigasi seluas hampir 14.000 hektare. Dari angka itu, sebagian HIPPA sudah mandiri, bahkan ada yang pernah meraih penghargaan nasional.

“Air adalah jantung pertanian. Infrastruktur irigasi tidak akan berfungsi tanpa partisipasi petani yang aktif. Karena itu pembinaan seperti ini penting untuk memperkuat kapasitas HIPPA agar petani bisa semakin berdaya,” jelasnya.

Kabupaten Gresik memang dikenal sebagai kota industri. Namun peran pertanian tetap menjadi sektor vital. Karenanya acara pembinaan HIPPA ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian program pemerintah, tapi juga ruang bertukar pengalaman. Para pengurus HIPPA dari delapan kecamatan hadir, membawa cerita sekaligus bertukar pikiran agar sistem irigasi bisa lebih baik. (yad)

Jaga Lumbung Pangan, Kota Industri Gresik Operasikan 220 HIPPA Kelola Jaringan Irigasi seluas 14 Ribu Ha  Selengkapnya

Pengurus KIPAN Dikukuhkan, Wabup Gresik : Terus Bergerak Edukasi Warga Bahaya Narkoba 

GRESIK,1minute.id – Semakin banyak generasi alias Gen Z di Gresik yang peduli antinarkoba. Bahkan, mereka telah membentuk wadah sendiri. Namanya Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN). 

Lembaga baru itu diketuai oleh Tri Juliansyah. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengukuhkan pengurus KIPAN Gresik di Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Jalan Pahlawan, Gresik pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Wabup Gresik Asluchul Alif mengingatkan kepada pengurus KIPAN 2025-2029 yang baru dikukuhkan memegang teguh amanah agar menjadi langkah nyata untuk memperkuat peran pemuda Gresik dalam melawan ancaman penyalahgunaan narkoba di daerah. “Selamat kepada pengurus KIPAN yang baru dilantik,” ujar dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif. 

Ia mengutip data Badan Narkotika Nasional (BNN) 2025 jumlah penyalahgunaan Narkoba di Indonesia mencapai 3,3 juta orang. “Jumlah itu  sekitar 1,73 persen dari penduduk usia produktif,” tegasnya. 

Angka ini, lanjutnya, memperlihatkan bahwa peredaran gelap narkoba masih marak dan terus mencari celah di berbagai lapisan masyarakat. Bahayanya bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan keluarga, pendidikan, dan tatanan sosial. Fenomena ini menuntut kerja sama semua pihak untuk memperkuat benteng moral, terutama di kalangan pemuda.

Peredaran narkoba di Jawa Timur membuat miris. Cukup mengkhawatirkan. Pada medio 2025 aparat kepolisian berhasil mengungkap lebih dari 3 ribu kasus barkoba dengan hampir 4 ribu tersangka. Jumlah barang bukti yang disita mencapai puluhan kilogram sabu-sabu dan ribuan pil terlarang.

Ia menyebutkan berdasarkan data dari BNN Provinsi Jatim terdapat sedikitnya 25 desa yang masuk kategori zona merah narkoba. Dan lebih dari seratus desa dalam kategori waspada. Sementara di Kabupaten Gresik, hasil Operasi Tumpas Semeru Narkoba 2025 menunjukkan adanya 150 kasus penyalahgunaan narkoba dengan ratusan pelaku.

“Sebagian besar berusia muda. Dalam kurun dua pekan, operasi Polres Gresik berhasil mengamankan 20 tersangka, 37,854 gram sabu, dan 843 butir pil dobel L dari 16 kasus berbeda. Data ini memberi gambaran jelas bahwa ancaman narkoba sudah berada di tengah-tengah kita,” tegasnya.

Wabup Alif berharap, kehadiran KIPAN Kabupaten Gresik menjadi langkah nyata dan strategis dalam memperkuat barisan pemuda untuk ikut serta dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Organisasi ini tidak boleh berhenti hanya di seremonial pelantikan saja, tetapi benar-benar bergerak aktif di lapangan.

Diakhir sambutan dokter Alif berpesan kepada pengurus KIPAN yang baru dilantik. Pertama, jadikan KIPAN sebagai ruang pengabdian dan pembelajaran. Kedua, jaga kekompakan dan soliditas organisasi agar mampu bergerak secara terarah dan berkelanjutan. Ketiga, teruslah menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah, BNN, sekolah, kampus, serta organisasi kepemudaan lainnya.

Terakhir, jangan pernah lelah untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan bahasa anak muda zaman sekarang. Memerangi narkoba bukan pekerjaan satu instansi saja. Pemerintah, aparat hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat harus bahu-membahu.

“Pemkab Gresik berkomitmen penuh mendukung setiap gerakan positif yang diinisiasi oleh pemuda, termasuk KIPAN. Kita ingin melahirkan generasi muda Gresik yang sehat, produktif, dan berdaya saing yang mampu menjadi agen perubahan menuju Gresik Bersinar (Bersih Narkoba),” pungkasnya. (yad)

Pengurus KIPAN Dikukuhkan, Wabup Gresik : Terus Bergerak Edukasi Warga Bahaya Narkoba  Selengkapnya

Pol PP Gresik Razia Warkop Berpramusaji Perempuan, Sita Puluhan Botol Mihol

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik kembali melakukan razia minuman beralkohol (mihol) atau minuman kerad (miras) di sejumlah warung atau kafe di Jalan Tambang di Kabupaten Gresik pada Rabu malam. 15 Oktober 2025. 

Hasilnya? Puluhan botol mihol berbagai merek disita oleh aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) itu. Puluhan botol itu disita dari warung kopi (warkop) Portal dan Warkop Station. Para pemilik warkop terancam dijerat dengan Perda 15/2002 jo Perda 19 /2004 tentang Larangan Peredaran minuman keras serta Perda 22/2022 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat (Trantibum). 

 “Selain menyita barang bukti minuman keras, sebanyak enam pramusaji kami periksa,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Warkop atau kafe tumbuh bak jamur di musim hujan. Di tengarai ada sejumlah warkop yang menyediakan fasilitas karaoke dengan pramusaji perempuan menyediakan minuman beralkohol (mihol). Di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik telah melarang adanya peredaran mihol sejak 2002.

Puluhan bahkan mungkin ratusan kali dalam dua dekade ini, aparat Pol PP Gresik maupun Kepolisian Resor (Polres) Gresik melakukan razia. Akan tetapi, masih ada saja warkop atau kafe mokong yang menyediakan mihol. Tentu secara sembunyi-sembunyi alias kucing-kucingan dengan aparat. 

Razia mihol yang dilakukan oleh Sat Pol PP Gresik pada Rabu malam memperkuat tengara adanya peredaran mihol itu. “Untuk pramusaji yang diamankan setelah dilakukan identifikasi identitas akan kami lakukan pembinaan,” kata Sinaga. “Pramusaji mayoritas bukan anak Gresik,” imbuhnya. (yad)

Pol PP Gresik Razia Warkop Berpramusaji Perempuan, Sita Puluhan Botol Mihol Selengkapnya

Aipda Bambang, Anggota Satlantas Polres Gresik Kawal Ambulans Sirine Rusak, Selamatkan Pasien Kritis

GRESIK,1minute.id – Mobil ambulans membawa pasien kritis terjebak kemacetan di ruas jalan pantai utara (Pantura) Gresik pada Rabu, 15 Oktober 2025. 

Sopir ambulans panik. Pasalnya, sirene ambulans mati. Hanya lampu rotator yang menyala. Beruntung, ada motor patroli Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik yang berada di sekitar lokasi. “Sirinenya rusak, Pak. Kami sedang bawa pasien darurat ke Rumah Sakit Semen,” ujar sopir itu kepada Aipda Bambang Kurniawan.

Anggota Satlantas Polres Gresik itu kemudian memberikan pengawalan. Motor gede (moge) yang di kendarai Aipta Bambang menyalahkan sirene motor patroli untuk membuka jalan sehingga memberi ruang mobil ambulans melaju.

Dengan kecepatan terkendali, Aipda Bambang mengawal ambulans menembus kepadatan lalu lintas sore hari. Kendaraan lain menepi, memberikan jalan, memahami bahwa setiap detik berarti bagi nyawa di dalam ambulans itu.

Sesampainya di Rumah Sakit Semen Gresik, pasien langsung ditangani oleh tim medis. “Terima kasih kepada Bapak Polisi Satlantas Polres Gresik atas pengawalannya. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak,” ucap salah satu keluarga pasien dengan mata berkaca-kaca. Menanggapi ucapan itu, Aipda Bambang hanya tersenyum. “Sudah tugas kami, Bu,” katanya singkat. 

Sementara Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna menyampaikan, aksi cepat dan tulus itu menjadi bukti bahwa di balik seragam, ada sisi kemanusiaan yang selalu siaga. Di jalanan yang bising dan sibuk, Aipda Bambang menunjukkan arti sebenarnya dari motto “Polisi hadir untuk masyarakat.” (yad)

Aipda Bambang, Anggota Satlantas Polres Gresik Kawal Ambulans Sirine Rusak, Selamatkan Pasien Kritis Selengkapnya

Selamatkan Anak PMI dari Generasi Tanpa Identitas, Bupati Gresik Teken MoU dengan KBRI Malaysia

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia pada Selasa, 14 Oktober 2025. MoU itu diteken oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Duta Besar (Dubes) RI untuk Malaysia Hermono di Kantor KBRI Kuala Lumpur.

Kesepakatan ini menjadi langkah nyata Pemkab Gresik untuk memastikan perlindungan hukum dan pemenuhan hak anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gresik, terutama terkait identitas dan akses pendidikan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menekankan bahwa inti dari MoU ini adalah memastikan anak-anak pekerja migran memiliki identitas hukum yang jelas.

“Anak-anak kita harus difasilitasi tentang asal usulnya. Jika salah satu orang tuanya warga Gresik, maka mereka berhak atas identitas yang lengkap. Tanpa dokumen, mereka akan menjadi stateless, tidak bisa sekolah, bahkan tidak mendapatkan jaminan kesehatan. Padahal pendidikan adalah jalan utama untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Menurutnya, tanpa identitas anak-anak tidak akan bisa mengenyam pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, sehingga cita-cita mereka bisa terhenti. “Kita ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan masa depannya hanya karena status administratif. Orang tua mereka adalah pahlawan devisa, maka sudah menjadi tanggung jawab kita memberi perhatian penuh kepada anak-anak tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, MoU ini sekaligus menandai komitmen Pemkab Gresik untuk menghadirkan kebijakan dan layanan publik yang melindungi anak pekerja migran. “Alhamdulillah MoU ini bisa terlaksana. Semoga menjadi awal kebaikan, bukan hanya untuk masyarakat Gresik, tapi juga dapat diperluas ke tingkat provinsi hingga nasional,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa perlindungan anak pekerja migran bukan hanya soal administrasi kependudukan, melainkan juga strategi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang. Dengan identitas yang sah, anak-anak dapat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan yang layak, sekaligus kesempatan untuk menggapai cita-cita mereka. 

“Kita sedang memastikan tidak ada satu pun anak Gresik yang tertinggal dari peradaban hanya karena masalah identitas,” jelas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia menyebutkan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa pemerintah daerah tidak bisa menutup mata terhadap persoalan globalisasi tenaga kerja. Banyak warga Gresik yang menjadi pekerja migran, dan pemerintah daerah memiliki kewajiban moral sekaligus amanat konstitusi untuk hadir melindungi hak dasar warganya.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono, menyambut baik langkah Pemkab Gresik yang disebutnya sebagai terobosan penting dari pemerintah daerah. Menurutnya, inisiatif seperti ini harus menjadi contoh bagi daerah lain karena banyak anak pekerja migran di Malaysia yang belum tersentuh akses pendidikan.

Ia mengungkapkan, kondisi anak-anak pekerja migran di Malaysia cukup beragam. Di wilayah Malaysia Timur (Sabah dan Serawak), kerja sama dengan pemerintah sudah terjalin sehingga memungkinkan hadirnya guru dan fasilitas pendidikan. Sementara di Semenanjung Malaysia, dukungan lebih banyak lahir dari masyarakat melalui sanggar belajar.

“Awalnya hanya ada tiga sanggar, sekarang sudah berkembang menjadi 78 sanggar belajar dengan lebih dari 2.600 murid. Itu semua hasil gotong royong masyarakat, CSR perusahaan, dan partisipasi perguruan tinggi,” jelas Hermono.

Hermono menegaskan bahwa kunci perlindungan pekerja migran memang berada di pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan UU Nomor 18 Tahun 2017. Karena itu, langkah Pemkab Gresik disebutnya sebagai model yang harus diperluas. “Apa yang dilakukan Bupati Gresik (Fandi Akhmad Yani) adalah pionir. Kita tidak ingin ada satu generasi yang tersingkirkan hanya karena mereka adalah anak pekerja migran. MoU ini harus menjadi contoh agar lebih banyak kepala daerah peduli dan berkomitmen,” pungkasnya. (yad)

Selamatkan Anak PMI dari Generasi Tanpa Identitas, Bupati Gresik Teken MoU dengan KBRI Malaysia Selengkapnya