Mensos Gus Ipul : Badan Gizi Nasional Support Makan Bergizi untuk Siswa SRMA 37 Gresik Boarding School 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 75 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik tidak perlu khawatir asupan gizi. Sebab, Badan Gizi Nasional (BGN) akan me support kebutuhan gizi siswa sekolah rakyat yang masuk kategori keluarga miskin tersebut. 

Sehingga, siswa yang bersekolah di sekolah rakyat hanya fokus pada belajar…belajar…dan belajar. Karena pemerintah memenuhi semua kebutuhan siswa, mulai seragam, alat tulis, laptop, asrama hingga makan sehari 3 kali. 

“Cek Kesehatan Gratis, Setelah itu nanti juga ada proses pemenuhan gizi yang akan ditangani oleh Badan Gizi Nasional (BGN), masuk bagian dari program makan bergizi gratis,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat adalah program prioritas nasional yang terintegrasi dengan kebijakan unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Cek Kesehatan Gratis dan Makan Bergizi Gratis. Pemeriksaan kesehatan dikelola oleh Kementerian Kesehatan, sedangkan pemenuhan gizi siswa menjadi tanggung jawab BGN.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik dimulai pada 5 Agustus. Di dua hari pertama, seluruh siswa menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi fisik dan mental mereka. Hasilnya akan digunakan guru dan kepala sekolah sebagai dasar menyusun pendekatan belajar yang tepat

Kegiatan Belajar Mengajar di SRMA 37 Gresik dimulai Senin, 4 Agustus 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin yang melaunching dan jemput siswa di gerbang sekolah. Siswa Sekolah Rakyat berkonsep asrama atau boarding school.

“Alhamdulillah nanti dengan hasil cek kesehatan itu, kepala sekolah dan guru tahu tentang kondisi fisik dan mental daripada seluruh siswa sekolah rakyat,” ujar Gus Ipul, sapaan,  Syaifullah Yusuf.

Ia menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan. Pemerintah mengusung pendekatan menyeluruh, yang mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, dan pemberdayaan keluarga secara terintegrasi. 

Bagian penting dari pendekatan ini adalah pemberdayaan orang tua. Mereka akan mendapatkan pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, hingga renovasi rumah tidak layak huni. “Ada semacam pemberdayaan untuk orang tuanya. Jadi anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, tentu masuk bagian dari program-program pemberdayaan pemerintah, seperti bantuan modal usaha, kemudian kursus-kursus keterampilan supaya mereka bisa bekerja atau membuka usaha sendiri,” kata Gus Ipul.

Setiap siswa mendapatkan delapan setel seragam lengkap, serta mengikuti kurikulum setara sekolah formal. Selain itu, mereka juga dibekali pendidikan karakter dan keterampilan hidup, agar siap menghadapi tantangan masa depan. “Jadi sama ini nanti ada sekolah formal dan ada pendidikan karakter. Karena proses pendidikannya disini 24 jam,” tegas Gus Ipul. (yad)

Mensos Gus Ipul : Badan Gizi Nasional Support Makan Bergizi untuk Siswa SRMA 37 Gresik Boarding School  Selengkapnya

Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan 

GRESIK,1minute.id – Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf bersama Wamensos Agus Jabo Priyono meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik yang berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Gus Ipul, sapaan akrab, Syaifullah Yusuf disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Mereka kemudian meninjau ruang kelas, kamar asrama, ruang guru hingga ruang makan siswa. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kunjungan Mensos dan Wamensos ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan inisiatif pendidikan ini dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Menurutnya, program ini bertujuan menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan, dari keluarga desil 1.

“Meski persiapannya hanya dilakukan dalam waktu enam bulan, namun kami yakin program ini akan sukses. Pemkab Gresik telah melakukan pendekatan bonding antara guru, kepala sekolah, dan seluruh pihak terkait, mengingat banyak tenaga pendidik yang baru pertama kali bergabung SRMA,” terang magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Ia menjelaskan pemilihan Sidayu didasari pertimbangan efektivitas. Sebelumnya, fasilitas di wilayah tersebut dinilai kurang optimal karena berdekatan dengan SMP Negeri lain. Kemudian dilakukan pengelompokan, siswa SMPN 30 Gresik diarahkan ke SMPN 6 Gresik, sehingga fasilitas di SMPN 30 bisa dimanfaatkan untuk sekolah rakyat. 

“Informasi ini kami sampaikan ke Kementerian Sosial, dan alhamdulillah mendapat respon positif. Mudah mudahan SRMA 37 Gresik menjadi model pendidikan inklusif yang mampu memberi kesempatan lebih luas bagi generasi muda dari keluarga tidak mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik,” harap Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani. 

Mensos Syaifullah Yusuf  menyampaikan, SRMA 37 Gresik merupakan salah satu dari banyak Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Selain itu diperlukan persiapan matang agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan optimal. 

Salah satu aspek krusial dalam persiapan ini adalah survei lahan. Kementerian menargetkan lahan minimal 5 hektar untuk setiap sekolah, dengan rekomendasi ideal 6 hektar agar dapat menampung hingga 1.000 siswa serta fasilitas asrama dan perumahan guru “Lahan yang luas sangat penting untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana yang memadai,” kata Gus Ipul, sapaan, Syaifullah Yusuf. 

Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat memiliki tiga tujuan, yaitu percepatan pengentasan kemiskinan, memuliakan wong cilik, serta memberikan harapan kepada warga miskin dan miskin ekstrem.” Anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang setara dengan anak-anak lain,” ujarnya. 

Gus Ipul menyebut, Sekolah Rakyat menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi emas 2045 dari anak-anak kurang mampu. Menurutnya, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo untuk pemerataan pendidikan dari keluarga miskin bisa melanjutkan di Sekolah Rakyat.

Kehadiran program Sekolah Rakyat, lanjut gus Ipul, diharapkan dapat mencetak generasi emas yang berkualitas dengan memiliki pendidikan yang baik. Sehingga dapat memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, Sekolah Rakyat ada tiga kunci gagasan Presiden Prabowo, yakni pertama memuliakan wong cilik atau memuliakan kaum dhuafa yang kurang beruntung dan belum tercover proses pembangunan.

Kedua, kata Mensos, menjangkau yang belum terjangkau dengan banyaknya saudara yang belum dan tidak sekolah serta berpotensi putus sekolah. Diperkirakan anak usia sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA sekitar 3 juta anak lebih tidak sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah.

“Karena itu, Sekolah Rakyat dapat menjangkau yang belum terjangkau bagi anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah,” ujar Mensos Syaifullah Yusuf.

Pihaknya juga mengatakan kunci ketiga Sekolah Rakyat, yakni memungkinkan yang tidak mungkin karena banyak anak putus harapan, karena tak menyadari orang tuanya tak mampu menyekolahkan anaknya. Dengan Sekolah Rakyat tentu memberikan harapan dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang baik.

“Untuk itu, memungkinkan yang tidak mungkin bagi anak-anak bisa diterima di Sekolah Rakyat,” jelasnya. Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat di Gresik, Mensos Syaifullah Yusuf menyempatkan berdialog langsung dengan guru, siswa, serta wali asrama Sekolah Rakyat.

Dalam forum terbuka ini, para siswa dan guru diberi kesempatan menyampaikan cerita dan harapan mereka. SRMA 37 Gresik oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin pada Senin, 4 Agustus 2025. Peresmian menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) di SRMA 37 Gresik Boarding School. 

Gus Ipul menambahkan, untuk mengetahui fisik dan mental siswa akan diadakan rutin cek kesehatan gratis. Selain itu ada pemberdayaan untuk orang tua siswa seperti modal usaha atau kursus usaha hingga tempat tinggal melalui program bedah rumah. “Program seperti Sekolah Rakyat dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi fokus dalam upaya pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (yad)

Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan  Selengkapnya

SIG dan Asatu Realty Property Group Dukung Pemerintah Wujudkan 3 Juta Rumah 

GRESIK,1minute.id – Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) untuk mendukung program 3 juta rumah kembali ditunjukkan melalui kerja sama dengan Asatu Realty Property Group dalam pembangunan perumahan Graha Asatu Puncak di Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. SIG dan Asatu Realty Property Group akan membangun sebanyak ± 500 unit rumah beragam tipe menggunakan produk bata interlock presisi dalam sembilan klaster.

Kerja sama antara SIG dan Asatu Realty Property Group ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama oleh Direktur Keterbukaan Publik, Transparansi, dan Akuntabilitas, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Brigjen Pol. Julisa Kusumowardono bersama Direktur Sales & Marketing SIG, Dicky Saelan di perumahan Graha Asatu Puncak pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Bata interlock presisi merupakan produk turunan semen hijau SIG dengan mekanisme kerja bata yang saling mengunci antar balok seperti sistem mainan bongkar pasang. Penggunaan bata interlock presisi memberikan banyak keuntungan dibandingkan material konvensional dalam pembangunan rumah.

Keuntungan memakai bata interlock antara lain, lebih efisien dalam penggunaan material, dan durasi konstruksi lebih cepat dan telah dibuktikan dalam pembangunan contoh hunian tapak ramah lingkungan tipe 36 di IKN dalam waktu 15 hari. 

Produk turunan semen hijau SIG ini juga tahan gempa dan api, serta memberikan tampilan modern dan mampu mengondisikan udara dalam ruangan menjadi lebih sejuk.

Direktur Keterbukaan Publik, Transparansi, dan Akuntabilitas, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Brigjen Pol. Julisa Kusumowardono mengapresiasi kerja sama SIG dengan Asatu Realty Property Group dalam pembangunan perumahan Graha Asatu Puncak. Kerja sama ini dinilai sebagai dukungan terhadap pemerintah dalam pembangunan 3 juta rumah. Apalagi, proyek ini dibangun menggunakan produk inovatif bata interlock presisi dari SIG yang memiliki banyak keunggulan.

”Kerja sama Ini merupakan gambaran dari gotong royong bersama dalam mewujudkan perumahan untuk rakyat. Ini adalah solusi perumahan yang bisa menjadi percontohan bagi yang lain. Apa yang digagas oleh SIG dan Asatu Realty Property Group untuk membangun rumah berkualitas dan berkelanjutan bagi rakyat harus kita dukung bersama,” kata Brigjen Pol. Julisa Kusumowardono.

Direktur Sales & Marketing SIG Dicky Saelan mengatakan, perwujudan program 3 juta rumah membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang memiliki kesamaan visi untuk membangun rumah yang berkualitas, layak dan terjangkau, serta memenuhi aspek keamanan. Kesamaan visi ini kembali mempertemukan SIG dengan Asatu Realty Property Group untuk berkolaborasi dalam pembangunan  perumahan Graha Asatu Puncak.

”Melalui produk bata interlock presisi, SIG memastikan masyarakat dapat memiliki rumah yang nyaman dan aman, lebih tahan terhadap gempa dan api, serta ramah lingkungan. Ini adalah keunggulan yang kami harapkan dapat dinikmati oleh semua kalangan, sekaligus bentuk dukungan untuk pencapaian 3 juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Dicky Saelan.

Sementara itu, Direktur Utama Asatu Realty Property Group Joko Santosa menyampaikan rasa bangga dapat bermitra dengan SIG. Menurutnya, Asatu Realty Property Group adalah pionir dalam pembangunan rumah dengan bata interlock presisi di Pulau Jawa. Pembangunan Graha Asatu Puncak, merupakan proyek ketiga yang menggunakan bata interlock presisi menyusul kesuksesan proyek sebelumnya di Kendal, Jawa Tengah dan Bandung Barat, Jawa Barat.

Pada proyek perumahan Bumi Svarga Asri, SIG memasok bata interlock presisi untuk membangun sebanyak 250 unit rumah di Kendal, Jawa Tengah, yang menjadi hunian percontohan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) hijau pertama di Indonesia. Setelah itu, SIG kembali memasok bata interlock presisi pada proyek perumahan Hannan Permai Rendeh sebanyak 250 unit di Bandung Barat, Jawa Barat. Dalam waktu dekat, SIG juga akan mendukung Asatu Realty Property Group dengan memasok produk yang sama untuk membangun rumah di Agung Podomoro Land.

“Alhamdulillah, kolaborasi dengan SIG semakin solid. Konsumen juga mengakui bahwa rumah bata interlock presisi sejuk saat siang hari, hangat pada malam hari, dan kedap suara. Ke depan, kami akan membangun seluruh unit dengan bata interlock presisi karena mutunya bagus, waktu konstruksinya cepat, dan biayanya murah. Kami berharap semoga kemitraan dengan SIG dapat terus berlanjut,” ujar Joko Santosa. (yad)

SIG dan Asatu Realty Property Group Dukung Pemerintah Wujudkan 3 Juta Rumah  Selengkapnya

Polantas Polres Gresik Kobarkan Semangat Nasionalisme dengan Bagikan Bendera dan PIN Merah Putih

GRESIK,1minute.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menggelar kegiatan bertajuk Polantas Menyapa pada Selasa, 5 Agustus 2025. Kegiatan untuk menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dengan mengusung tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” ini bertujuan menanamkan semangat kemerdekaan dan nasionalisme di kalangan masyarakat, khususnya para pengguna jalan.

Kegiatan dilakukan secara maraton itu di awali di simpang empat depan Superindo GKB, dilanjutkan di Kantor Samsat Gresik sebagai bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas bernuansa kemerdekaan. 

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas AKP Rizki menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. “Pemasangan bendera dan pembagian pin Merah Putih ini adalah simbol bahwa semangat kemerdekaan harus terus hidup di hati masyarakat. Persatuan adalah kunci menuju Indonesia yang sejahtera dan maju,” ujarnya.

Dalam aksi simpatik tersebut, petugas membagikan bendera dan pin Merah Putih kepada para pengendara, pejalan kaki, hingga anak-anak yang berada di sekitar lokasi. Langkah ini menjadi bagian dari edukasi kebangsaan serta penanaman nilai cinta Tanah Air sejak usia dini.

Kegiatan itu mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan pengendara. Apalagi polisi yang memberikan bandara dan pin dengan cara santun dan senyum sehingga menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa menghargai jasa pahlawan tidak hanya dilakukan lewat upacara, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Polantas Gresik berkomitmen untuk terus hadir, tidak hanya sebagai pengayom lalu lintas, tetapi juga sebagai penggerak semangat nasionalisme demi Indonesia yang lebih maju. (yad)

Polantas Polres Gresik Kobarkan Semangat Nasionalisme dengan Bagikan Bendera dan PIN Merah Putih Selengkapnya

Bersama BAZNAS, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Siap Kawal Langkah Mustahik Menuju Muzzaki 

GRESIK,1minute.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Gresik bersama BAZNAS Pusat dan Jawa Timur menyalurkan bantuan kepada masyarakat pra sejahtera pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang membagikan secara simbolis kepada mustahik di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bantuan yang bisa diberikan bisa mengangkat derajat mustahik menjadi muzzaki.

Mustahik adalah kelompok orang yang berhak menerima zakat karena kondisi ekonomi dan sosial mereka yang membutuhkan  bantuan.  Sedangkan, muzakki adalah orang yang memenuhi syarat untuk mengeluarkan zakat.

“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dari Baznas RI dan Baznas Jawa Timur untuk Kabupaten Gresik. Tapi perhatian ini harus kita balas dengan upaya bersama. Jangan ada lagi pola pikir mau menjadi mustahik terus-menerus. Kita harus tumbuh, berubah, dan kelak menjadi muzakki,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Hadir dalam kegiatan pendistribusian bantuan ini antara lain, Pimpinan BAZNAS RI Kolonel (Purn.) Nur Chamdani, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jatim Muhammad Zakki, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman.

Pemerintah Kabupaten Gresik, Ia melanjutkan, juga sedang menyiapkan skema distribusi bantuan langsung tunai (BLT) melalui sistem uang digital. Melalui sistem ini, penggunaan dana akan bisa dipantau, apakah betul digunakan untuk kebutuhan pendidikan atau justru untuk konsumsi berisiko bahkan judi online.

“Kalau ditemukan penyalahgunaan, bantuannya akan kami evaluasi. Bahkan bisa dihentikan di periode berikutnya,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Dalam kegiatan yang berlabel Pendistrubusian Program Gresik Cerdas “1000 Beasiswa Pelajar” meliputi Mahasiswa, Bantuan Perbaikan Rumah, Bantuan Alat Kerja dan Bantuan Ternak ini, Baznas Gresik fokus pada tiga sektor utama yakni pendidikan, ekonomi dan sosial.  

Di bidang pendidikan, disalurkan beasiswa pendidikan dasar hingga menengah kepada 720 siswa sekolah dasar, 320 siswa sekolah menengah pertama, dan 100 siswa sekolah menengah atas. Total 1.140 siswa tersebut menerima dukungan langsung dari zakat yang dikelola BAZNAS Gresik.

Untuk jenjang perguruan tinggi, BAZNAS Gresik juga menyalurkan beasiswa kepada 145 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari 82 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di Gresik dan 63 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di luar daerah.

Selain itu, BAZNAS Gresik juga menyalurkan bantuan alat kerja dan rombong untuk pelaku usaha kecil, dengan total nilai Rp 763 juta. Program bantuan ekonomi produktif ini, tak lain bertujuan untuk mengangkat kualitas hidup mustahik.

Sedangkan, bantuan BAZNAS Jawa Timur berupa perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) senilai total Rp 100 juta dan program peternakan sebesar Rp 75 juta. 

BAZNAS Pusatmenyalurkan program khusus ke wilayah selatan Gresik berupa: Microfinance berbasis desa, Microfinance berbasis masjid, Balai Ternak, BAZNAS Auto, hingga Z-Mart. Keseluruhan bantuan yang diberikan BAZNAS RI tersebut mencapai Rp1,86 miliar.

Ketua BAZNAS Gresik M. Mujib, menegaskan bahwa seluruh pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dilakukan dengan transparansi berbasis digital. Aplikasi yang dikembangkan BAZNAS Pusat memungkinkan kontrol langsung dari pusat hingga ke daerah. “Ini bagian dari komitmen kami. Karena itu, selama empat tahun berturut-turut, BAZNAS Gresik mendapat penghargaan dari BAZNAS RI,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan BAZNAS  mendapat sambutan positif oleh masyarakat. Nurhayati Rosdiana, salah satu mahasiswi Institut Al-Azhar Menganti penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya. “Saya dapat Rp1,5 juta per semester untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ini sangat membantu, tapi masih banyak teman saya yang belum dapat. Semoga penerimanya bisa ditambah,” ujar mahasiswi asal Driyorejo itu. (yad)

Bersama BAZNAS, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Siap Kawal Langkah Mustahik Menuju Muzzaki  Selengkapnya

Stand Up Paddle Jatim Mendominasi di Fornas VIII 2025, Ali Yusa : Olahraga SUP Potensi Dongkrak PAD Rp 2 Triliun 

LOMBOK,1minute.id – Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII 2025  di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat telah berakhir.  Provinsi Jawa Timur menunjukkan dominasinya di cabang olahraga Stand Up Paddle (SUP) dengan rebut  2 Medali Emas ; 3 Medali Perak dan 4 Medali Perunggu.

Keberhasilan ini memperkuat posisi Jawa Timur sebagai provinsi unggulan dalam olahraga air rekreasi. Tak hanya unggul dalam jumlah medali, namun juga dalam konsistensi performa para atlet di berbagai kategori, dari junior hingga open.

“Ini adalah hasil dari latihan, semangat, dan kerja keras seluruh tim. Kami bangga bisa membawa pulang prestasi ini untuk Jawa Timur,” ujar manager kontingen Jawa Timur Ali Yusa kepada 1minute.id pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Dengan pencapaian ini, ia berujar Jawa Timur resmi menjadi Juara Umum Stand Up Paddle di Fornas VIII 2025, sekaligus membawa harapan baru untuk pengembangan olahraga air di wilayah timur Indonesia.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU Olahraga) telah membuka peluang bagi pengembangan olahraga di Indonesia, termasuk Stand Up Paddle (SUP). Olahraga ini tidak hanya meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi baru melalui pariwisata olahraga dan industri pendukungnya. 

Dengan memanfaatkan potensi alam Indonesia yang kaya akan pantai dan danau, SUP dapat menjadi salah satu kegiatan yang mendukung pembangunan ekonomi lokal dan nasional.

Pengembangan SUP juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti Tujuan ke-3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), Tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan ke-14 (Hidup di Bawah Air). “Melalui SUP, masyarakat dapat menikmati aktivitas fisik yang menyenangkan sambil melestarikan lingkungan alam. Selain itu, SUP juga dapat menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan air,” kata Dewan Pendidikan Jawa Timur itu.

Pengembangan SUP tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan pelestarian lingkungan.”Saya melihat pemprov kurang bijak dalam melaksanakan amanah uu ini, terlebih pada potensi olah raga SUP ini yang secara potensi ekonomi bisa mendongkrak PAD Jatim hingga Rp 2 triliun,” kata lelaki yang sedang menyelesaikan program doktoral ini. (yad) 

Berikut Perolehan Medali Jawa Timur:

1. Medali Emas 

• Alexandria Sarashinta Setyaning Adi — Adventure Junior Putri

 • Fakhriya Laksana Jayyida — Challenge Junior Putri

 • Fakhriya Laksana Jayyida — Adventure Junior Putri 

2. Medali Perak

 • Fakhriya Laksana Jayyida — Adventure Junior Putri (medali ini ditetapkan untuk Alexandria, sementara Fakhriya perak)

 • Ernida Apta Lailatus Syifa — Adventure Open Putri

 • Ernida Apta Lailatus Syifa — Challenge Open Putri

3. Medali Perunggu 

 • Tazahira Fuad — Adventure Junior Putri

 • Tazahira Fuad — Challenge Junior Putri

 • Francisca Ali Norwi — Adventure Open Putri

 • Francisca Ali Norwi — Challenge Open Putri. 

Stand Up Paddle Jatim Mendominasi di Fornas VIII 2025, Ali Yusa : Olahraga SUP Potensi Dongkrak PAD Rp 2 Triliun  Selengkapnya

Empat Pelajar Gresik Berjaya di Ajang Matematika Internasional di Singapura, Arfan, Siswa MI Nurul Ulum Raih Medali Perak 

GRESIK,1minute.id – Empat pelajar sekolah dasar asal Gresik mengharamkan nama Indonesia dikancah internasional. Mereka berhasil membawa medali di ajang 21th IMC International Mathematics Contest 2025 di Singapura. 

Empat bocah brilian itu, adalah Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi, meraih Medali Perak ; Aransha Hafizh Firmansyah (Medali Perak) ; Davina Azqiara Pramesti (Medali Perunggu) dan Usaid Abdurrahman Nasrullah (Merit Award). Mereka berasal dari sekolah berbeda, antara lain, MI Nurul Ulum, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, ; SD IT Al Ibrah dan SD Muhammadiyah Manyar.

IMC adalah ajang kompetesi anak-anak berotak encer dalam bidang matematika yang digelar sejak 2005. Ada ratusan lembaga atau institusi pendidikan di seluruh dunia yang ambil bagian dalam event tahunan bermarkas di Singapura itu. Ratusan lembaga pendidikan atau sekolah diantaranya, Singapore Tourism Board (STB) – Education Services Division ;  National University Singapore (NUS) High School of Mathematics and Science ; Jetwings Institution ;  ISS International School of Singapore ; Sekolah Olimpiade Matematika Hong Kong ; Klinik Pendidikan MIPA (Indonesia). 

Berikutnya, Persatuan Pelatih Matematika (Filipina) ; Sekolah Kota Montessori India ;  Asosiasi Komunikasi Matematika Internasional (Taiwan) ; Sistem Olimpiade Matematika E (Malaysia) ; Asosiasi Identifikasi Matematika Internasional (Selatan Korea), Akademi Pratabong (Thailand), Simbol Matematika (Iran) dan lainnya. 

Untuk bisa lolos di ajang ini, mereka harus menjalani seleksi ketat. Didik Wahyudi, ayah Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi menceritakan seleksi dilakukan secara berjenjang mulai tingkat sekolah atau Kabupaten, Provinsi hingga nasional. Indonesia mengirimkan 110 anak diajang bergengsi itu. 

“Mereka yang terbaik di tingkat nasional yang bisa mewakili Indonesia di ajang tersebut,” terang Wahyudi ketika dikonfirmasi 1minute.id pada Selasa, 5 Agustus 2025. Seleksi berjenjang membutuhkan waktu yang lama. “Anak Saya (Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi) waktu ikut kompetisi itu masih kelas 2. Sekarang naik di kelas 3,” terangnya.

Dalam final kompetisi Matematika, peserta harus menjawab 18 soal dalam kurun waktu 90 menit. Arfan Bocil, sapaan, Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi berhasil menjawab 17 soal. “Soal yang diberikan sangat sulit. Arfan yang sering ikut kompetisi baru sekali itu menemukan soal begitu sulit,” kata Wahyudi menirukan  ucapan anaknya itu. 

Karena itu, Arfan hanya menargetkan bisa bisa meraih perunggu. ‘Medali Perunggu saja sudah senang. Tapi, Arfan bisa meraih medali perak. Bangga!,” katanya.  Siapa Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi yang biasa disapa Arfan Bocil ? 

Arfan adalah anak nomor 2 dari 3 bersaudara pasangan Didik Wahyudi dan Lilik Muafiyah. Arfan, siswa kelas III MI Nurul Ulum, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Bocah berotak encer dan jago matematika ini langganan juara kelas di sekolah. 

Didik Wahyudi menceritakan, Arfan senang matematika sejak sebelum masuk sekolah dasar. “Di TK, Arfan sudah hafal perkalian. Ngelontok,” ujarnya sambil tersenyum. Bila  sebagian anak-anak pelajar matematika adalah momok. Arfan sebaliknya. Matematika adalah bagai makanan setiap harinya. “Setiap hari Arfan belajar matematika, meski hanya satu jam. Liburan pun tetap belajar matematika,” katanya.  

Hebatnya lagi, Arfan tidak mendatangkan guru khusus matematika. “Saya yang ngajarinya,” ujarnya. Kerja keras Arfan dengan bimbingan langsung orang tua akhirnya bisa mengharumkan nama orang tua, sekolah, Gresik dan Indonesia. 

Arfan bukan satu-satunya anak berotak encer yang jago matematika di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Arfan bsgaikan fonomena gunung es. Terbukti, tiga pelajar Gresik lainnya, juga bisa meraih prestasi gemilang di ajang internasional itu. (yad)

Empat Pelajar Gresik Berjaya di Ajang Matematika Internasional di Singapura, Arfan, Siswa MI Nurul Ulum Raih Medali Perak  Selengkapnya

Pantau Progres Revitalisasi Pembangunan Pasar Sidayu, Bupati Gresik Ingatkan Standar, Kualitas dan Tepat Waktu

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak revitalisasi pembangunan Pasar Sidayu pada Senin, 4 Agustus 2025. Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta pihak rekanan atau kontraktor untuk dapat melaksanakan pekerjaan pembangunan UPT Pasar Sidayu sesuai dengan standar, berkualitas dan tepat waktu. Sesuai dengan perencanaan pelaksanaan kegiatan.

Selain memastikan aspek teknis pembangunan, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini juga berharap keberadaan UPT Pasar Sidayu atau Pasar Pahing memberikan tempat berjualan yang lebih layak bagi para pedagang. Sekaligus menyediakan fasilitas berbelanja yang nyaman dan aman bagi masyarakat. 

“UPT Pasar Sidayu siap jadi pasar berkelas, dimana para pedagang dapat berjualan dengan nyaman dan masyarakat senang belanja ke sini karena nyaman, bagus dan harganya juga tetap terjangkau,” ujar Gus Yani usai meresmikan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu pada Senin, 4 Agustus 2025. 

Ia mengatakan proses pembangunan ini melibatkan kolaborasi pemerintah, badan usaha, warga pedagang, para pembeli, aparat setempat dan warga masyarakat sekitar. Pembangunan Pasar Sidayu menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

“Selain meningkatkan geliat ekonomi juga menciptakan pasar yang tidak hanya modern, tetapi juga ramah lingkungan dan aman bagi semua penggunanya, ” tandasnya. 

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik Mu’anan menambahkan, eevitalisasi pasar Sidayu sudah mencapai 1,6 persen. “Alhamdulillah pembangunan/revitalisasi pasar Sidayu sesuai sesuai jadwal/time schedule. Pembangunan yang dimulai 10 Juli 2025 progresnya sudah mencapai 1,6 persen,” ungkapnya.

“Total stan yang dibangun dari DAK Fisik APBN 2025 sejumlah 413 stan dari total 538 stan. Semoga kedepan dilancarkan sampai dengan selesai kontrak pembangunan tanggal 15 Desember 2025,” ia melanjutkan. 

Seperti diberitakan, pasar Sidayu ludes terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022. Sebanyak 259 dari 527 kios di Pasar Sidayu ludes terbakar. Kerugian Ditaksir miliaran rupiah.

Musibah yang dialami ratusan pedagang yang membuka lapak yang dibangun pada masa Kolonial Belanda itu menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Pasar Sidayu yang memiliki nilai historis tinggi. Konon dibangun di masa kejayaan Kanjeng Sepuh, Adipati Sidayu yang makamnya di kompleks Masjid Jamik Sidayu yang lokasi sisi barat dari Alun-alun Sidayu itu. (yad)

Pantau Progres Revitalisasi Pembangunan Pasar Sidayu, Bupati Gresik Ingatkan Standar, Kualitas dan Tepat Waktu Selengkapnya

Diduga Ilegal, Polres Gresik Tetapkan Pemilik Tambang Galian C Tersangka 

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik menetapkan AI, warga Kecamatan Bungah, sebagai pemilik sekaligus penanggung jawab aktivitas tambang galian C tanpa izin sebagai tersangka. 

Penetapan lelaki 48 tahun itu, setelah penyidik dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sedikitnya enam orang dan melakukan penyitaan barang bukti pada Kamis, 31 Juli 2025.

“Sudah kami tetapkan satu orang tersangka berinisial AI, yang bertanggung jawab atas aktivitas penambangan ilegal tersebut,” tegas Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz kepada wartawan di Mapolres Gresik pada Senin, 4 Agustus 2025. 

Tersangka dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar.

Aktivitas penambangan di Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik ini dikeluhkan oleh masyarakat. Pada Kamis, 31 Juli 2025, polisi mendatangi lokasi dan mengamankan enam orang di lokasi kejadian untuk dimintai keterangan di Mapolres Gresik. Enam orang tersebut adalah berinisial AI, 48, pemilik usaha tambang galian C ; AY, 25, operator ekskavator asal Lamongan; MAM ,18 , warga Kenjeran, Surabaya yang berperan sebagai ceker; serta tiga sopir truk, yakni AR, 21, warga Bungah, R, 52, dan ES, 58, warga Rengel, Tuban.

Polisi juga menyita tiga unit truk diesel, satu unit ekskavator, tiga bendel surat jalan, satu buku rekap pengangkutan, dan satu kunci ekskavator. Mereka melakukan aktivitas penambangan galian C ditengarai tidak memiliki izin alias ilegal. (yad)

Diduga Ilegal, Polres Gresik Tetapkan Pemilik Tambang Galian C Tersangka  Selengkapnya

KBM SRMA 37 Gresik Dimulai, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sambut Siswa di Gerbang  Sekolah

GRESIK,1minute.id – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik resmi di mulai hari ini, Senin, 4 Agustus 2025. Seluruh siswa, sebanyak 75 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel) diantar oleh orang tua, kepala desa tempat tinggal siswa masing-masing. Serta didampingi Camat. Para orang membawa bekal baju ganti untuk anak mereka. 

Siswa SRMA 37 Gresik menempati gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik yang telah dilakukan revitalisasi. Mulai ruang kelas, guru, kantin, laboratorium hingga asrama. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin menyambut kedatangan siswa di depan gerbang sekolah berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

SRMA adalah program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memutus rantai kemiskinan. SRMA berkonsep boarding school. Siswa menginap di asrama gratis. Semua kebutuhan mereka seperti, makan sehari 3 kali, seragam sekolah,  pelengkapan sekolah hingga laptop disiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial. 

Siswa yang bisa sekolah di SRMA ini, berasal dari desil 1dan 2 atau kelompok rumah tangga miskin dan rentan miskin. Dengan pendidikan yang mereka tempuh diharapkan bisa memutus mata rantai kemiskinan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mempersiapkan sekolah ini dalam waktu enam bulan. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar, antara lain, Ruang Guru untuk penguatan akademik siswa, terutama dalam bidang Matematika dan Bahasa Inggris.

Selain, dua bidang studi tersebut, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani berharap siswa juga bisa mahir di bahasa arab. Sehingga kelak, mereka bisa melanjutkan kuliah di universitas ternama, Al Azhar, Kairo, antara lain. “Kami ingin lulusan Sekolah Rakyat bisa tembus universitas ternama, baik nasional maupun internasional,” ujar magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

LAUNCHING: (kiri-kanan) Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin dan Kepala SRMA 37 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta dalam acara launching SRMA 37 Gresik pada Senin, 4 Agustus 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ia pun menitipkan pesan kepada orang tua siswa agar tidak sering menjenguk anak mereka agar memberi ruang kemandirian. “Jangan satu minggu sekali dijenguk. Bagaimana kalau tiga bulan sekali. Biarkan mereka tumbuh mandiri di sekolah ini,” kata Gus Yani. 

Ia pun memberikan motivasi kepada semua siswa untuk mengejar cita-cita dari sekolah rakyat. “Wujudkan cita-cita mulai dari sini,” haramnya.

Bupati Fandi Akhmad Yani juga  menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden RI, atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gresik untuk mengimplementasikan program Sekolah Rakyat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden karena Gresik ditunjuk untuk bisa mengimplementasikan Sekolah Rakyat. Kami melihat Sekolah Rakyat ini merupakan cara efektif untuk memuliakan masyarakat prasejahtera. Tujuannya untuk memutus rantai kemiskinan pada keluarga prasejahtera,” ujar Bupati Yani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin mengatakan, sekolah rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan memuliakan wong cilik. Selain itu, hadirnya sekolah rakyat untuk menjangkau yang tidak terjangkau. “Sekolah rakyat ini dengan respon yang luar biasa dari Pak Bupati Gresik anak-anak yang tadinya tidak mampu atau tidak bisa mendapatkan akses pembentukan hari ini bisa terjadi ini luar biasa,” katanya. 

SRMA 37 Gresik diharapkan mewujudkan mimpi anak-anak bisa terwujud. Saat menyapa siswa di kelas mereka, siswa mulai berani mengungkapkan cita-cita. Mereka ada bercita-cita menjadi arsitektur, guru, polisi , tentara hingga pengusaha muda. “Tiga lagi, Saya akan menjemput adik-adik yang luar biasa ini,” tegasnya. 

Agus Zainal Arifin pun memberikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mewujudkan komitmen pendidikan inklusif. “Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Gresik yang bersungguh-sungguh dalam menyukseskan Sekolah Rakyat. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga keberpihakan sosial yang nyata,” ungkapnya.

Seluruh infrastruktur penunjang pendidikan dan asrama telah siap ditempati. Gedung, sarana belajar, kamar asrama, fasilitas MCK, hingga dapur umum disiapkan dalam waktu enam bulan, dengan pengawasan langsung dari Pemkab Gresik. Tidak hanya itu, para siswa akan mendapatkan dukungan penuh fasilitas dan bantuan dari Kementerian Sosial, sebagai bagian dari jaminan kesejahteraan pendidikan.

Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta, menjelaskan bahwa para guru akan menjalani proses matrikulasi selama 2-3 bulan. Ini untuk mempersiapkan pendekatan belajar yang adaptif.

“Selama masa awal, siswa akan mengikuti program pengenalan yang menyenangkan dengan tema seperti perundungan dan anti intoleransi, agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan asrama,” jelas Rangga.

Selama dua minggu ke depan, siswa SRMA 37 Gresik akan menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Masa MPLS ini diharapkan seluruh siswa berjumlah 75 anak terbagi dalam tiga rombongan belajar bisa mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah, guru dan yang lainnya.  

Sementara itu, Saadah, salah satu orang tua siswa bersyukur anaknya bisa masuk SRMA 37 Gresik. “Saya sangat senang. Sekolah bagus. Dan, semua biaya pendidikan juga gratis,” ujar orang tua dari siswa bernama Novita asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun ini. (yad)

KBM SRMA 37 Gresik Dimulai, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sambut Siswa di Gerbang  Sekolah Selengkapnya