Pos Pam Pelabuhan Gresik Dilengkapi CCTV dan Radar Pergerakan Kapal Real-Time

GRESIK,1minute.id – Arus mudik lebaran di jalur laut di Pelabuhan Gresik belum terasa. Diperkirakan puncak mudik tujuan Pulau Bawean terjadi pada 18 Maret 2026 bersama libur panjang Aparatur Sipil Negara maupun pegawai BUMN.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan Pos Pengamanan (Pos Pam) di kawasan Pelabuhan Gresik pada Jumat, 13 Maret 2026.

Ia didampingi Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik Capt. Herbert Elisa Paruntungan Marpaung, serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Gresik. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana pengamanan dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang memanfaatkan transportasi laut selama masa mudik.

Pelabuhan Gresik sendiri diperkuat oleh personel gabungan dari berbagai unsur, di antaranya Polri dan Kamladu, KSOP bersama petugas keamanan Pelindo, tim kesehatan, serta dukungan dari para cadet taruna dan anggota Pramuka. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan pelayanan maksimal, baik dari sisi pengamanan, kesehatan, maupun informasi kepada para pemudik.

Kepala KSOP Gresik Capt. Herbert Elisa Paruntungan Marpaung menjelaskan bahwa Pos Pam Pelabuhan kini telah dilengkapi dengan dukungan teknologi pemantauan modern. Fasilitas tersebut meliputi jaringan CCTV pelabuhan yang terintegrasi serta peta radar lalu lintas laut yang mampu memantau pergerakan kapal secara real-time.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan keamanan di titik-titik vital transportasi, khususnya pelabuhan yang menjadi salah satu jalur mobilitas masyarakat saat mudik.

“Kami ingin memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat benar-benar terjamin. Personel gabungan harus selalu siaga, baik dalam pengamanan maupun pelayanan kesehatan serta penyediaan informasi bagi para pemudik,” tegasnya.

Hingga peninjauan selesai dilaksanakan, situasi di kawasan Pelabuhan Gresik terpantau aman dan kondusif. Koordinasi antarpetugas dari berbagai instansi juga berjalan dengan baik, sehingga diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik laut tahun 2026. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pos Pam Pelabuhan Gresik Dilengkapi CCTV dan Radar Pergerakan Kapal Real-Time Selengkapnya

12 Hari Operasi Pekat, Polres Gresik Amankan 85 Tersangka, Ini Hasilnya!

GRESIK,1minute.id – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Semeru 2026 berakhir 8 Maret 2026 lalu. Selama 12 hari, mulai 25 Februari sampai dengan 8 Maret 2026. Selama dua pekan itu, Kepolisian Resor Gresik dan jajaran telah berhasil mengamankan 85 tersangka. 

“Selama 12 hari Operasi Penyakit Masyarakat, kami menangani sebanyak 78 kasus dengan 85 tersangka,” tegas Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat Konferensi Pers di Mapolres Gresik pada Kamis, 12 Maret 2026.

Barang bukti yang diamankan, antara lain, 2 kilogram bahan peledak (handak) alias serbuk  petasan ; 12,73 gram sabu-sabu, 521 botol minuman keras (miras) atau minuman beralkohol (mihol) ; 462 botol arak serta uang tunai Rp 2,8 juta. Kemudian, 3.211 butir obat keras pil warna putih berlogo LL alias Pil Koplo.

Polres Gresik berkomitmen untuk terus menindak tegas berbagai bentuk penyakit masyarakat guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah Kabupaten Gresik.

“Operasi ini merupakan upaya kami menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya menjaga kesucian bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” tegas alumnus Akpol 2007 itu.

Dari sejumlah pengungkapan tersebut, polisi juga menyita berbagai barang bukti yang cukup signifikan. Pada kasus perjudian dan kejahatan umum, petugas mengamankan 25 unit telepon seluler, uang tunai sebesar Rp2.888.000, satu bilah parang, serta akses ke empat akun situs judi online.

Selain itu, dalam penindakan terhadap peredaran bahan peledak ilegal, polisi menyita 2 kilogram serbuk petasan yang diduga akan diedarkan menjelang Ramadan.

Sementara dari pengungkapan kasus narkotika, aparat mengamankan 12,732 gram sabu, 4,86 gram ganja, serta 3.211 butir pil koplo berlogo “LL”. Petugas juga menemukan sejumlah alat hisap berupa bong dan pipet kaca yang digunakan oleh para pelaku.

Tak hanya itu, dalam operasi yang sama, polisi juga menertibkan peredaran minuman keras ilegal dengan menyita 462 botol arak dan 521 botol miras berbagai merek yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Diakhir kegiatan dilakukan pemusnahan ratusan botol miras hasil operasi pekat semeru 2026. Polres Gresik menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk penyakit masyarakat guna menjaga ketertiban wilayah, terutama selama bulan Ramadan.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian. “Masyarakat dapat segera melapor melalui Call Center 110 atau melalui layanan Lapor Kapolres Gresik (Cak Rama) di nomor 0811-8800-2006,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

12 Hari Operasi Pekat, Polres Gresik Amankan 85 Tersangka, Ini Hasilnya! Selengkapnya

Polantas Gresik Goes to Pondok Pesantren, Edukasi Santri Tertib Berlalu Lintas 

GRESIK,1minute.id – Upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini terus digencarkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik. Caranya, di antaranya melalui program “Polantas Menyapa: Police Goes to Pondok Pesantren”. 

Anggota Satlantas menyambangi para santri di Pondok Pesantren Salafiyyah Nurul ‘Ulum, Kabupaten Gresik pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan yang digelar di aula utama pesantren tersebut diikuti ratusan santriwan dan santriwati yang tampak antusias menyimak materi edukasi keselamatan berlalu lintas.

Sosialisasi dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi Anggoro, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Dalam penyampaiannya, Ipda Andreas menekankan bahwa kesadaran akan keselamatan berkendara harus dibangun sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda. Para santri diberikan materi mengenai aturan dasar berlalu lintas, etika berkendara, hingga pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar nasional.

“Keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga kesadaran setiap pengguna jalan. Kami berharap para santri dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekitarnya,” ujar Ipda Andreas di sela kegiatan.

Menurutnya, langkah preventif melalui edukasi menjadi salah satu strategi penting untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih kerap melibatkan usia produktif, termasuk pelajar dan santri.

Selain memberikan edukasi, Satlantas Polres Gresik juga menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan keagamaan dengan menyerahkan bantuan sejumlah Al-Qur’an kepada pengurus Pondok Pesantren Salafiyyah Nurul ‘Ulum.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis kepolisian untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya kalangan pesantren.

“Melalui program ini kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai mitra masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui kegiatan Police Goes to Pondok Pesantren ini, para santri dapat menjadi duta keselamatan berlalu lintas yang mampu menularkan budaya disiplin berkendara di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dengan terjalinnya sinergi antara kepolisian dan kalangan pesantren, diharapkan tercipta kesadaran kolektif untuk mewujudkan wilayah Kabupaten Gresik yang aman, tertib, dan berkeselamatan di jalan raya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polantas Gresik Goes to Pondok Pesantren, Edukasi Santri Tertib Berlalu Lintas  Selengkapnya

Kapolres Gresik Sidak Kesiapan Senpi Dinas Anggota, Jaga Kamtibmas Kondusif Jelang Idul Fitri

GRESIK,1minute.id – Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah memasuki malam 20 Ramadan pada Senin, 9 Maret 2026. Lebaran Idul Fitri tinggal hitungan jari. Polres Gresik memperketat pengawasan internal dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap kesiapan senjata api (senpi) dinas milik personel.

Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan operasional aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Gresik seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri.  

Pemeriksaan yang dipimpin oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan jajaran Seksi Profesi Pengamanan (Sipropam) bersama Bagian Logistik Polres Gresik tersebut menyasar puluhan senjata api dinas, baik laras pendek maupun laras panjang, yang dipegang oleh personel Polres hingga jajaran Polsek.

Dalam kegiatan ini, setiap anggota yang memegang senjata api diwajibkan menunjukkan senpi dinas beserta kelengkapan administrasinya untuk dilakukan pengecekan secara menyeluruh.

Pengecekan dilakukan secara detail dan menyentuh berbagai aspek penting guna memastikan senjata api berada dalam kondisi siap pakai serta digunakan sesuai prosedur. Beberapa komponen yang diperiksa antara lain kondisi fisik senjata, kelengkapan amunisi, serta legalitas administrasi kepemilikan.

Petugas memeriksa kebersihan senjata serta memastikan seluruh mekanisme berfungsi dengan baik agar tidak menimbulkan kendala saat digunakan. Selain itu, jumlah dan kelayakan amunisi turut dihitung dan dicocokkan dengan data inventaris.

Tidak kalah penting, masa berlaku Surat Izin Memegang Senjata Api (SIMSA) juga diperiksa guna memastikan setiap personel yang memegang senjata telah memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan internal yang rutin dilakukan guna menjaga profesionalisme anggota di lapangan.

“Pengecekan ini adalah bentuk pengawasan internal yang ketat. Kami ingin memastikan seluruh senjata api dalam kondisi baik serta personel yang memegangnya tertib secara administrasi,” ujarnya di sela kegiatan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, operasi kepolisian terpusat yang digelar setiap tahun untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri.

Melalui pemeriksaan ini, Polres Gresik tidak hanya memastikan kesiapan alat material (almat), tetapi juga menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab personel dalam penggunaan senjata api dinas.

Pengawasan tersebut diharapkan mampu meminimalisir potensi pelanggaran, mencegah penyalahgunaan senjata api, serta memastikan penggunaan kekuatan oleh aparat tetap terukur dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dengan kondisi senjata yang terawat dan personel yang disiplin, Polres Gresik menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat sehingga perayaan Idulfitri di Kabupaten Gresik dapat berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.(*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Sidak Kesiapan Senpi Dinas Anggota, Jaga Kamtibmas Kondusif Jelang Idul Fitri Selengkapnya

Satlantas Polres Gresik Gelar Layanan SIM Keliling Ramadan, Ngabuburit Takjil, Pulang Bawa Surat Izin Mengemudi

GRESIK,1minute.id – Ada suasana berbeda di pelataran Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik menjelang buka puasa. Ratusan warga dari berbagai Kecamatan ngabuburit layanan SIM Keliling Ramadan yang digelar oleh Satlantas Polres Gresik.

Program bertajuk “SIM Keliling Ramadhan dan Bagi Takjil” ini menghadirkan pelayanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi warga yang tengah menjalani aktivitas ngabuburit. Layanan tersebut berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak sempat mengurus SIM pada jam kerja pagi hari.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inovasi pelayanan kepolisian yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan. “Kami ingin memastikan kewajiban administrasi berkendara masyarakat tetap terpenuhi dengan cara yang lebih santai dan bernuansa ibadah. Selama Ramadan, layanan SIM Keliling kami geser ke sore hari berbarengan dengan waktu ngabuburit,” ujarnya pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Menurutnya, selain memudahkan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana mendekatkan Polri dengan warga melalui pelayanan yang humanis. Tak hanya menghadirkan layanan administrasi, personel Satlantas Polres Gresik juga membagikan paket takjil gratis kepada para pemohon SIM serta pengendara yang melintas di sekitar area masjid.

Aksi berbagi ini menambah kehangatan suasana Ramadan, sekaligus mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Kehadiran bus SIM Keliling tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Banyak yang merasa terbantu karena dapat mengurus perpanjangan SIM sambil menunggu waktu berbuka puasa.

“Sangat membantu sekali. Tidak perlu izin kantor pagi-pagi, sambil menunggu buka puasa bisa sekalian mengurus SIM dan bahkan mendapat takjil. Terima kasih Polres Gresik,” ungkap salah seorang warga yang memanfaatkan layanan tersebut.

Satlantas Polres Gresik juga mengimbau masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini untuk memantau jadwal operasional SIM Keliling Ramadan melalui akun media sosial resmi mereka, sehingga dapat mengetahui lokasi dan waktu pelayanan berikutnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Satlantas Polres Gresik Gelar Layanan SIM Keliling Ramadan, Ngabuburit Takjil, Pulang Bawa Surat Izin Mengemudi Selengkapnya

Polres Gresik Amankan Pemuda 19 Tahun asal Trenggalek Bawa 2 Kilogram Serbuk Petasan

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik mengamankan seorang pemuda berinisial HDP, 19 tahun di Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti. Pemuda asal Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek diamankan oleh unit Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Gresik karena diduga mengedarkan serbuk petasan. Beratnya, 2 kilogram. 

Operasi penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan ini berawal dari laporan masyarakat pada Sabtu malam, 28 Februari 2026 yang menyebutkan adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran serbuk petasan di wilayah Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Selatan Unit Resmob Polres Gresik segera melakukan penyelidikan di lapangan. Setelah melakukan pengintaian dan penyisiran di sekitar lokasi, petugas mendeteksi keberadaan pelaku di salah satu warung kopi di Desa Pelemwatu. Pada Minggu, 1 Maret 2026 sekitar pukul 01.30 WIB petugas langsung melakukan penyergapan. “Tersangka kami amankan saat berada di warung kopi,” tegas Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya.

Dari tangan tersangka, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran bahan peledak ilegal. Barang bukti tersebut antara lain 2 kilogram serbuk petasan siap edar, satu unit telepon seluler Redmi Note 10S warna biru yang diduga digunakan untuk transaksi, serta satu unit sepeda motor Honda Megapro warna hitam dengan nomor polisi AG-2954-YZ yang digunakan sebagai sarana transportasi.

Tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Gresik untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain dalam peredaran bahan peledak tersebut.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 306 KUHP terkait kepemilikan dan peredaran bahan peledak ilegal,” tambahnya.

Polres Gresik juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitarnya.

Untuk pengaduan terkait kejahatan, kecelakaan lalu lintas, maupun gangguan kamtibmas, masyarakat dapat menghubungi Call Center 110 yang beroperasi selama 24 jam secara gratis. Selain itu, laporan juga dapat disampaikan melalui layanan “Cak Rama” Polres Gresik di nomor 0811-8800-2006 melalui WhatsApp maupun telepon. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polres Gresik Amankan Pemuda 19 Tahun asal Trenggalek Bawa 2 Kilogram Serbuk Petasan Selengkapnya

Tim SAR Gabungan Temukan Penumpang Kapal Dharma Ferry VII yang Jatuh di Laut Gresik

GRESIK,1minute.id – Kerja keras tim SAR gabungan melakukan pencarian penumpang Kapal Motor (KM) Dharma Ferry VII yang dilaporkan jatuh ke laut pada Senin, 2 Maret 2026 akhirnya membuahkan hasil.

Korban ditemukan kondisi meninggal dunia di sekitar perairan Pelabuhan Maspion, Gresik pada Rabu, 4 Maret 2026 sekitar pukul 10.12 WIB. Korban bernama Muslich, 37, asal Desa Sengkut, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. 

“Jenazah ditemukan mengambang di depan Pelabuhan Maspion. Berdasarkan koordinasi dan identifikasi awal terkait pakaian yang dikenakan, diduga kuat ini adalah korban yang jatuh dari kapal pada 2 Maret lalu,” ujar Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardhita pada Rabu, 4 Maret 2026.

Pada Senin, 2 Maret 2026 seorang penumpang kapal motor (KM) Dharma Ferry VII dilaporkan jatuh ke laut alias Man Over Board (MOB). Saat itu, melintasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Tim gabungan Sat Polairud Polres Gresik, Ditpolairud Polda Jatim, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI Angkatan Laut, serta Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) melakukan pencarian. 

Untuk mempercepat proses pencarian, tim membagi wilayah penyisiran menjadi tiga sektor utama. Sisi Selat Madura disisir oleh Basarnas, jalur tengah dipantau armada KPLP, sementara sisi utara, meliputi area Pelabuhan Petrokimia, Maspion, Jasatama hingga Semen Gresik menjadi fokus Satpolairud Polres Gresik bersama Ditpolairud Polda Jatim.

Sekitar pukul 10.12 WIB, setelah hampir dua jam penyisiran di hari ketiga pada Rabu, 4 Maret 2026, petugas melihat sosok jenazah mengambang di perairan depan Pelabuhan Maspion. Tim kemudian mendekat dan memastikan temuan tersebut adalah korban yang selama ini dicari.

Berdasarkan manivest penumpang kapal korban diketahui bernama Muslich, 37, wiraswasta asal Desa Sengkut, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardhita menyampaikan bahwa ciri-ciri fisik dan pakaian pada jenazah yang ditemukan identik dengan laporan korban yang jatuh dari KM Dharma Ferry VII.

Jenazah dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk proses Visum et Repertum (VER).

Proses identifikasi lebih lanjut dilakukan oleh Tim Inafis Polres Gresik guna memastikan identitas secara resmi. Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan agen kapal Dharma Ferry VII untuk menghubungi keluarga korban di Nganjuk.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Polres Gresik menghimbau seluruh operator kapal dan penumpang untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi standar keselamatan pelayaran guna mencegah insiden serupa terulang kembali. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tim SAR Gabungan Temukan Penumpang Kapal Dharma Ferry VII yang Jatuh di Laut Gresik Selengkapnya

Emak-emak di Gresik Gagalkan Curanmor, Pelaku sempat Kabur Naik Trailer 

GRESIK,1minute.id – Warung Pink di Jalan Raya Duduksampeyan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan disatroni  maling pada Selasa, 3 Maret 2026. Namun, aksi pencurian sepeda motor (curanmor) berhasil digagalkan warga.

Pelaku berinisial FR, 38, warga Semampir, Kota Surabaya akhirnya diamankan setelah upaya melarikan diri dengan cara nekat melompat ke atas truk trailer yang sedang berjalan. Kini, FR menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Duduksampeyan. 

“Benar, telah terjadi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor pada Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB di depan Warung Pink, Desa Tambakrejo. Terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini dalam proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Duduksampeyan AKP Bakri. 

Menurut keterangan korban Titik Fidyawati, 42, kepada polisi sekitar pukul 07.30 WIB memarkir Honda Beat rakitan 2022 di depan warung pink di Jalan Raya Duduksampeyan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan. Perempuan 42 tahun bergegas masuk. Kunci motor tetap menempel.

Sekitar pukul 08.30 WIB, saksi Epi Deriyanti, 55, pemilik warung, keluar untuk mengambil barang belanjaan dan melihat sepeda motor korban sudah dinaiki orang tak dikenal dengan kondisi mesin menyala

“Saksi langsung berusaha menggagalkan aksi pelaku dengan memegang setang dan bagian belakang motor sambil berteriak maling. Namun saksi terseret sekitar tiga meter dan sempat tertindih sepeda motor hingga mengalami memar di pergelangan kaki kiri,” jelas Kapolsek AKP Bakri. 

Pelaku kemudian melarikan diri ke arah barat atau arah Lamongan dan dikejar saksi lainnya, Afandi, 50, warga Duduksampeyan. Dalam upaya kabur, pelaku nekat melompat ke atas truk trailer yang sedang melintas dan bersembunyi di sela antara kabin dan muatan.

Saksi kedua ikut melompat ke atas truk tersebut. Pelaku akhirnya terjatuh dan berhasil diamankan warga yang turut membantu pengejaran.

Warga kemudian menghubungi Polsek Duduksampeyan. Petugas yang datang ke lokasi langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat lengkap dengan kunci kontak dan STNK asli.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp 15 juta. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 476 KUHP dan atau Pasal 479 KUHP tentang tindak pidana pencurian. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi | Gambar : ilustrasi Meta AI

Emak-emak di Gresik Gagalkan Curanmor, Pelaku sempat Kabur Naik Trailer  Selengkapnya

Lagi, Polres Gresik Razia Mihol di Warung Remang sepanjang Raya Romoo, Manyar 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar razia peredaran minuman beralkohol atau minuman keras di sejumlah warung remang-remang pada Minggu malam, 1 Maret 2026. 

Dalam razia di sepanjang Jalan Raya Romoo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu, polisi menyita puluhan botol mihol. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan.

Saat melaksanakan patroli rutin, petugas mencurigai sebuah warung yang masih beroperasi hingga larut malam dengan aktivitas tidak biasa. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, petugas menemukan belasan botol miras berbagai merek yang disembunyikan secara rapi di dalam kamar tempat peristirahatan pramusaji.

Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan seorang perempuan berinisial MP beserta puluhan barang bukti Arak Bali, Atlas, Kawa-Kawa, Anggur Merah, Api, Guinness, dan Arak Tuban.

Seluruh barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Gresik untuk proses lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku digelandang ke Mapolres Gresik untuk menjalani proses Tindak Pidana Ringan (Tipiring). 

Kepolisian menegaskan akan menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, khususnya selama bulan suci. Kasat Samapta Polres Gresik, AKP Satriyono, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran miras di wilayah hukumnya, terlebih di bulan Ramadan.

“Kami mengimbau kepada pemilik warung maupun tempat hiburan untuk menghormati bulan suci Ramadan. Kami tidak segan-segan melakukan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku bagi siapa saja yang masih nekat menjual miras atau mengganggu ketertiban umum,” tegasnya.

Polres Gresik juga membuka layanan pengaduan masyarakat melalui hotline 110. Selain itu, masyarakat dapat melaporkan gangguan kamtibmas, tindak kejahatan, maupun kecelakaan lalu lintas melalui nomor Laporcakrama 0811-8800-2006.

Sebagai bentuk komitmen menjaga kondusivitas wilayah, Polres Gresik akan terus melakukan penyisiran dan patroli rutin di berbagai titik rawan guna memastikan suasana Ramadan tetap aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lagi, Polres Gresik Razia Mihol di Warung Remang sepanjang Raya Romoo, Manyar  Selengkapnya

Happy Ending, Warga Dua Desa Sepakat Damai, Sepakat Jogo Gresik Kondusif 

GRESIK,1minute.id – Kondisi kesehatan Wahyu Agung Pratama membaik. Pemuda 24 tahun asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng ini, satu dari dua korban penusukan yang dilakukan oleh terduga berinisial S, 45, asal Paciran, Lamongan pada Jumat, 27 Februari 2026 dini hari.

Pelaku S mengakui perbuatannya. Namun, ia mengaku tidak memiliki target seseorang. Pelaku pun menyesali perbuatannya. Apalagi, ia mendapatkan kabar rumah di Paciran, Lamongan dibakar oleh massa. 

Pada Sabtu malam, 28 Februari 2026 hingga Minggu pagi, 1 Maret 2026, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin langsung proses mediasi warga dua desa yakni Desa Campurejo dan Desa Banyutengah yang sempat bersitegang yang di picu aktivitas Patrol Sahur itu.

Mediasi dilakukan di balai Desa Banyutengah itu dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, jajaran pejabat utama Polres Gresik, Camat Panceng Muhammad Sampurno, Babinsa, serta tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda dari kedua desa berlangsung hingga waktu sahur tiba. 

Hasil ? Warga dua desa sepakat untuk damai alias happy ending.  

Dalam arahannya, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution menyayangkan terjadinya gesekan antarwarga yang sempat memicu keresahan. Ia menegaskan kepolisian telah bertindak cepat dengan mengamankan pelaku sebagai bentuk komitmen penegakan hukum yang tegas dan profesional.

“Polri tidak ada apa-apanya tanpa dukungan masyarakat. Kami berharap perwakilan warga yang hadir malam ini dapat mengendalikan warganya masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Kapolres Ramadhan. 

Ia juga menyoroti maraknya isu provokatif serta ajakan balas dendam yang beredar melalui media sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, demi menjaga stabilitas keamanan bersama.

Langkah mediasi yang dipimpin Kapolres Gresik tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terpeliharanya kerukunan dan stabilitas kamtibmas di wilayah Kecamatan Panceng secara berkelanjutan.

Sementara itu, pascaperdamaian warga dua desa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama Forkopimda lainnya membesuk korban Wahyu Agung Pratama, 24 tahun di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Ahad, 1 Maret 2026. 

Setelah dua hari menjalani perawatan intensif di Ruang Cempaka rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Gresik itu, kondisi Wahyu membaik. Ia mulai bisa beraktivitas makan tanpa bantuan dari infus. Rasa nyeri akibat tusukan juga mulai mereda. 

“Alhamdulillah berdasarkan laporan dokter yang menangani di rumah sakit, kondisinya membaik. Kemarin belum bisa makan kemudian masih dipasang infus. Tapi hari ini sudah bisa membaik dan bisa makan normal,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Jika dalam satu hingga dua hari ke depan kondisi terus membaik, imbuhnya, maka perawatan dapat dilanjutkan secara rawat jalan. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini mengajak untuk menjaga situasi Kabupaten Gresik tetap aman dan kondusif, apalagi selama bulan suci Ramadan.

“Kami mengajak kepada seluruh warga untuk menjaga kondusivitas kondisinya bulan suci Ramadan sangat tidak baik ketika ada peristiwa yang seperti ini. Kita harus menahan diri,  boleh melakukan kegiatan yang positif asalkan tidak mengganggu antarsesama. Dan yang paling penting adalah menjaga kondusivitas orang beribadah biar bisa mendapatkan rasa aman,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Kesehatan Korban Membaik

Dari sisi medis, dokter RSUD Ibnu Sina Gresik, dr. Agung Kusumanegara, menjelaskan bahwa korban diterima pada waktu subuh dan langsung dilakukan stabilisasi. “Terdapat luka terbuka di bagian perut. Hari itu juga kami lakukan pembersihan dan perbaikan lapis demi lapis mulai dari otot, fasia sampai kulit,” jelasnya.

Pada hari pertama pascaoperasi, pasien sudah mulai duduk dan menerima asupan makanan secara bertahap. Jika tidak ada komplikasi dalam satu hingga dua hari ke depan, kondisi pasien diperkirakan semakin membaik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Happy Ending, Warga Dua Desa Sepakat Damai, Sepakat Jogo Gresik Kondusif  Selengkapnya