Jaga Lumbung Pangan, Kota Industri Gresik Operasikan 220 HIPPA Kelola Jaringan Irigasi seluas 14 Ribu Ha 

GRESIK,1minute.id – Sejumlah petani berkumpul di ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik sehari menjelang peringatan Hari Pangan Sedunia 2025.

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap 16 Oktober. Kehadiran petani, anggota Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) untuk mengikuti pembinaan yang diinisiasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Wabup Asluchul Alif menyatakan, Gresik meski menyandang julukan Kota Industri. Akan tetapi, sektor pertanian menjadi perhatian serius. Sebab, justru dari sawah dan irigasilah ketahanan pangan negeri ini bertumpu.

“Hari ini panjenengan hadir, silakan menyampaikan uneg-uneg yang ada. Sampaikan, nanti kita perbaiki. Gresik potensi pertaniannya sangat tinggi, kota industri, tapi pertanian kita tetap nomor lima. Ketahanan pangan yang diminta Presiden agar bisa terpenuhi memerlukan irigasi yang optimal,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah kabupaten tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan petani, desa, hingga kelembagaan seperti HIPPA menjadi kunci. “Kita membutuhkan keadaan nyata di lapangan. Tidak mungkin Pemkab Gresik bekerja sendiri, karena kita memerlukan kolaborasi dengan panjenengan semua,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti, dalam laporannya menyebutkan saat ini ada 220 HIPPA di Gresik yang mengelola jaringan irigasi seluas hampir 14.000 hektare. Dari angka itu, sebagian HIPPA sudah mandiri, bahkan ada yang pernah meraih penghargaan nasional.

“Air adalah jantung pertanian. Infrastruktur irigasi tidak akan berfungsi tanpa partisipasi petani yang aktif. Karena itu pembinaan seperti ini penting untuk memperkuat kapasitas HIPPA agar petani bisa semakin berdaya,” jelasnya.

Kabupaten Gresik memang dikenal sebagai kota industri. Namun peran pertanian tetap menjadi sektor vital. Karenanya acara pembinaan HIPPA ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian program pemerintah, tapi juga ruang bertukar pengalaman. Para pengurus HIPPA dari delapan kecamatan hadir, membawa cerita sekaligus bertukar pikiran agar sistem irigasi bisa lebih baik. (yad)

Jaga Lumbung Pangan, Kota Industri Gresik Operasikan 220 HIPPA Kelola Jaringan Irigasi seluas 14 Ribu Ha  Selengkapnya

Pengurus KIPAN Dikukuhkan, Wabup Gresik : Terus Bergerak Edukasi Warga Bahaya Narkoba 

GRESIK,1minute.id – Semakin banyak generasi alias Gen Z di Gresik yang peduli antinarkoba. Bahkan, mereka telah membentuk wadah sendiri. Namanya Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN). 

Lembaga baru itu diketuai oleh Tri Juliansyah. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengukuhkan pengurus KIPAN Gresik di Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Jalan Pahlawan, Gresik pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Wabup Gresik Asluchul Alif mengingatkan kepada pengurus KIPAN 2025-2029 yang baru dikukuhkan memegang teguh amanah agar menjadi langkah nyata untuk memperkuat peran pemuda Gresik dalam melawan ancaman penyalahgunaan narkoba di daerah. “Selamat kepada pengurus KIPAN yang baru dilantik,” ujar dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif. 

Ia mengutip data Badan Narkotika Nasional (BNN) 2025 jumlah penyalahgunaan Narkoba di Indonesia mencapai 3,3 juta orang. “Jumlah itu  sekitar 1,73 persen dari penduduk usia produktif,” tegasnya. 

Angka ini, lanjutnya, memperlihatkan bahwa peredaran gelap narkoba masih marak dan terus mencari celah di berbagai lapisan masyarakat. Bahayanya bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan keluarga, pendidikan, dan tatanan sosial. Fenomena ini menuntut kerja sama semua pihak untuk memperkuat benteng moral, terutama di kalangan pemuda.

Peredaran narkoba di Jawa Timur membuat miris. Cukup mengkhawatirkan. Pada medio 2025 aparat kepolisian berhasil mengungkap lebih dari 3 ribu kasus barkoba dengan hampir 4 ribu tersangka. Jumlah barang bukti yang disita mencapai puluhan kilogram sabu-sabu dan ribuan pil terlarang.

Ia menyebutkan berdasarkan data dari BNN Provinsi Jatim terdapat sedikitnya 25 desa yang masuk kategori zona merah narkoba. Dan lebih dari seratus desa dalam kategori waspada. Sementara di Kabupaten Gresik, hasil Operasi Tumpas Semeru Narkoba 2025 menunjukkan adanya 150 kasus penyalahgunaan narkoba dengan ratusan pelaku.

“Sebagian besar berusia muda. Dalam kurun dua pekan, operasi Polres Gresik berhasil mengamankan 20 tersangka, 37,854 gram sabu, dan 843 butir pil dobel L dari 16 kasus berbeda. Data ini memberi gambaran jelas bahwa ancaman narkoba sudah berada di tengah-tengah kita,” tegasnya.

Wabup Alif berharap, kehadiran KIPAN Kabupaten Gresik menjadi langkah nyata dan strategis dalam memperkuat barisan pemuda untuk ikut serta dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Organisasi ini tidak boleh berhenti hanya di seremonial pelantikan saja, tetapi benar-benar bergerak aktif di lapangan.

Diakhir sambutan dokter Alif berpesan kepada pengurus KIPAN yang baru dilantik. Pertama, jadikan KIPAN sebagai ruang pengabdian dan pembelajaran. Kedua, jaga kekompakan dan soliditas organisasi agar mampu bergerak secara terarah dan berkelanjutan. Ketiga, teruslah menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah, BNN, sekolah, kampus, serta organisasi kepemudaan lainnya.

Terakhir, jangan pernah lelah untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan bahasa anak muda zaman sekarang. Memerangi narkoba bukan pekerjaan satu instansi saja. Pemerintah, aparat hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat harus bahu-membahu.

“Pemkab Gresik berkomitmen penuh mendukung setiap gerakan positif yang diinisiasi oleh pemuda, termasuk KIPAN. Kita ingin melahirkan generasi muda Gresik yang sehat, produktif, dan berdaya saing yang mampu menjadi agen perubahan menuju Gresik Bersinar (Bersih Narkoba),” pungkasnya. (yad)

Pengurus KIPAN Dikukuhkan, Wabup Gresik : Terus Bergerak Edukasi Warga Bahaya Narkoba  Selengkapnya

Pol PP Gresik Razia Warkop Berpramusaji Perempuan, Sita Puluhan Botol Mihol

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik kembali melakukan razia minuman beralkohol (mihol) atau minuman kerad (miras) di sejumlah warung atau kafe di Jalan Tambang di Kabupaten Gresik pada Rabu malam. 15 Oktober 2025. 

Hasilnya? Puluhan botol mihol berbagai merek disita oleh aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) itu. Puluhan botol itu disita dari warung kopi (warkop) Portal dan Warkop Station. Para pemilik warkop terancam dijerat dengan Perda 15/2002 jo Perda 19 /2004 tentang Larangan Peredaran minuman keras serta Perda 22/2022 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat (Trantibum). 

 “Selain menyita barang bukti minuman keras, sebanyak enam pramusaji kami periksa,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Warkop atau kafe tumbuh bak jamur di musim hujan. Di tengarai ada sejumlah warkop yang menyediakan fasilitas karaoke dengan pramusaji perempuan menyediakan minuman beralkohol (mihol). Di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik telah melarang adanya peredaran mihol sejak 2002.

Puluhan bahkan mungkin ratusan kali dalam dua dekade ini, aparat Pol PP Gresik maupun Kepolisian Resor (Polres) Gresik melakukan razia. Akan tetapi, masih ada saja warkop atau kafe mokong yang menyediakan mihol. Tentu secara sembunyi-sembunyi alias kucing-kucingan dengan aparat. 

Razia mihol yang dilakukan oleh Sat Pol PP Gresik pada Rabu malam memperkuat tengara adanya peredaran mihol itu. “Untuk pramusaji yang diamankan setelah dilakukan identifikasi identitas akan kami lakukan pembinaan,” kata Sinaga. “Pramusaji mayoritas bukan anak Gresik,” imbuhnya. (yad)

Pol PP Gresik Razia Warkop Berpramusaji Perempuan, Sita Puluhan Botol Mihol Selengkapnya

Selamatkan Anak PMI dari Generasi Tanpa Identitas, Bupati Gresik Teken MoU dengan KBRI Malaysia

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia pada Selasa, 14 Oktober 2025. MoU itu diteken oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Duta Besar (Dubes) RI untuk Malaysia Hermono di Kantor KBRI Kuala Lumpur.

Kesepakatan ini menjadi langkah nyata Pemkab Gresik untuk memastikan perlindungan hukum dan pemenuhan hak anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gresik, terutama terkait identitas dan akses pendidikan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menekankan bahwa inti dari MoU ini adalah memastikan anak-anak pekerja migran memiliki identitas hukum yang jelas.

“Anak-anak kita harus difasilitasi tentang asal usulnya. Jika salah satu orang tuanya warga Gresik, maka mereka berhak atas identitas yang lengkap. Tanpa dokumen, mereka akan menjadi stateless, tidak bisa sekolah, bahkan tidak mendapatkan jaminan kesehatan. Padahal pendidikan adalah jalan utama untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Menurutnya, tanpa identitas anak-anak tidak akan bisa mengenyam pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, sehingga cita-cita mereka bisa terhenti. “Kita ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan masa depannya hanya karena status administratif. Orang tua mereka adalah pahlawan devisa, maka sudah menjadi tanggung jawab kita memberi perhatian penuh kepada anak-anak tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, MoU ini sekaligus menandai komitmen Pemkab Gresik untuk menghadirkan kebijakan dan layanan publik yang melindungi anak pekerja migran. “Alhamdulillah MoU ini bisa terlaksana. Semoga menjadi awal kebaikan, bukan hanya untuk masyarakat Gresik, tapi juga dapat diperluas ke tingkat provinsi hingga nasional,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa perlindungan anak pekerja migran bukan hanya soal administrasi kependudukan, melainkan juga strategi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang. Dengan identitas yang sah, anak-anak dapat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan yang layak, sekaligus kesempatan untuk menggapai cita-cita mereka. 

“Kita sedang memastikan tidak ada satu pun anak Gresik yang tertinggal dari peradaban hanya karena masalah identitas,” jelas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia menyebutkan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa pemerintah daerah tidak bisa menutup mata terhadap persoalan globalisasi tenaga kerja. Banyak warga Gresik yang menjadi pekerja migran, dan pemerintah daerah memiliki kewajiban moral sekaligus amanat konstitusi untuk hadir melindungi hak dasar warganya.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono, menyambut baik langkah Pemkab Gresik yang disebutnya sebagai terobosan penting dari pemerintah daerah. Menurutnya, inisiatif seperti ini harus menjadi contoh bagi daerah lain karena banyak anak pekerja migran di Malaysia yang belum tersentuh akses pendidikan.

Ia mengungkapkan, kondisi anak-anak pekerja migran di Malaysia cukup beragam. Di wilayah Malaysia Timur (Sabah dan Serawak), kerja sama dengan pemerintah sudah terjalin sehingga memungkinkan hadirnya guru dan fasilitas pendidikan. Sementara di Semenanjung Malaysia, dukungan lebih banyak lahir dari masyarakat melalui sanggar belajar.

“Awalnya hanya ada tiga sanggar, sekarang sudah berkembang menjadi 78 sanggar belajar dengan lebih dari 2.600 murid. Itu semua hasil gotong royong masyarakat, CSR perusahaan, dan partisipasi perguruan tinggi,” jelas Hermono.

Hermono menegaskan bahwa kunci perlindungan pekerja migran memang berada di pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan UU Nomor 18 Tahun 2017. Karena itu, langkah Pemkab Gresik disebutnya sebagai model yang harus diperluas. “Apa yang dilakukan Bupati Gresik (Fandi Akhmad Yani) adalah pionir. Kita tidak ingin ada satu generasi yang tersingkirkan hanya karena mereka adalah anak pekerja migran. MoU ini harus menjadi contoh agar lebih banyak kepala daerah peduli dan berkomitmen,” pungkasnya. (yad)

Selamatkan Anak PMI dari Generasi Tanpa Identitas, Bupati Gresik Teken MoU dengan KBRI Malaysia Selengkapnya

Dua Kafe Pinggir Rel Kerata Api Jalan Kapten Darmo Sugondo, Gresik Ludes Terbakar

GRESIK,1minute.id – Dua kafe pinggir rel kereta api di Jalan Kapten Darmo Sugondo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik ludes terbakar pada Sabtu pagi, 11 Oktober 2025. Dua kafe adalah kafe Arjuna milik Amin dan kafe Prima milik Jamil. 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kali ke-19 pada bulan Oktober 2025 ini. Dugaan awal kebakaran dipicu konsleting listrik.  Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono, mengatakan, berdasarkan keterangan Ima dan Isma, penjaga kafe Prima kebakaran bermula dari bangunan sebelah kafe tempat mereka bekerja. 

Pagi itu, sekitar pukul 05.21 WIB. Kedua perempuan pramusaji di kafe milik Jamil itu melihat api di samping bangunan kafe tempatnya bekerja. “Bangunan itu sedang tahap renovasi,” kata Suyono pada Sabtu, 12 Oktober 2025. 

Karena bangunan semi permanen alias berbahan papan kayu sehingga lidah api cepat membesar dan merembet ke kafe lainnya. Sebanyak delapan personel Damkar Pemkab Gresik dengan kekuatan satu unit mobil damkar dan dua unit mobil suplai air dan dibantu oleh Damkar PT Wilmar Nabati Indonesia melakukan pemadaman. 

Mereka berbagi tugas melokalisir amuk api dengan melakukan penyemprotan bangunan sebelah. Petugas lainnya melakukan pemadaman api di titik lokasi. Upaya petugas berhasil memadamkan amuk si jago merah. “Dua bangunan kafe yang tidak bisa terselamatkan. Terbakar,” tegas Suyono. 

Upaya petugas damkar melakukan pemadaman sempat terhenti sekitar 7 menit karena kereta api jurusan ke Stasiun Indro, Gresik lewat. Di sepanjang Jalan Kapten Darmo Sugondo ini atau dekat rel kereta api banyak bangunan semi permanen berdiri. Sebagian besar, bangunan itu untuk warung kopi atau kafe. (yad)

Dua Kafe Pinggir Rel Kerata Api Jalan Kapten Darmo Sugondo, Gresik Ludes Terbakar Selengkapnya

Pertama, Posyandu ILP Sedap Malam Duduksampeyan Berikan Layanan Semua Siklus Kehidupan

GRESIK,1minute.id – Angka stunting di Kabupaten Gresik menunjukkan tren menurun. Pemkab Gresik terus berupaya menurunkan angka stunting hingga satu digit. Sejumlah kegiatan dilaksanakan untuk mencapai target itu. Diantaranya, melakukan Pembinaan Posyandu dan Pelacakan Stunting di Balai Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Kegiatan itu dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gresik yang juga Ketua Pembina Posyandu Nurul Haromaini Ali ; Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dr. Shinta Puspitasari, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah serta para istri Forkopimda Kabupaten Gresik. Rombongan kali pertama meninjau kegiatan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Sedap Malam yang menerapkan sistem lima meja posyandu.

Mereka meninjau tempat pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan, pelayanan kesehatan, serta penyuluhan.  Di posyandu  ILP Sedap Malam ini memberikan layanan kesehatan terpadu bagi seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, usia sekolah, remaja, hingga lansia.

Berikutnya, dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah balita dengan diagnosis stunting. Dalam kunjungan tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus penjemputan menuju posyandu untuk mendapatkan layanan lanjutan. Rangkaian kegiatan ini juga disertai dengan pemberian sembako dan makanan tambahan bagi keluarga sasaran.

Ketua Pembina Posyandu Kecamatan Duduksampeyan dr. Syifa menjelaskan, bahwa di wilayahnya terdapat 58 posyandu dengan 360 kader aktif. Sementara di Desa Samirplapan ada tiga posyandu dengan 20 kader. Ia juga menyampaikan posisi angka stunting Kecamatan Duduksampeyan di Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Pembina Posyandu Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali menegaskan bahwa Posyandu ILP merupakan wujud inovasi layanan yang menyentuh seluruh siklus kehidupan. “Posyandu ILP ini artinya posyandu digunakan untuk semua siklus kehidupan, tidak hanya untuk ibu dan bayi saja, tetapi semuanya terintegrasi mulai dari bayi, ibu hamil, balita, remaja hingga lansia,” jelas Nung Nurul, sapaan akrab, Nurul Haromaini Ali ini.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rencana penguatan posyandu lintas sektor di tahun mendatang. “Tahun depan kita memiliki PR yang cukup besar. Pada tahun 2026, kita akan bergerak terkait Posyandu 6 SMP, yang artinya posyandu bukan milik teman-teman kesehatan saja, tetapi juga melibatkan enam bidang lainnya, yaitu Kesehatan, Sosial, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, serta Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas),” ungkap istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu.

Peran aktif masyarakat dan sinergi lintas sektor dapat semakin memperkuat Pemkab Gresik mewujudkan generasi bebas stunting, menuju Gresik yang lebih sehat dan sejahtera.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SDGI), prevelensi stunting secara nasional turun. Pada 2023, angka 21,5 persen menjadi 19,8 persen pada 2024. Sedangkan, angka stunting di Jawa Timur juga menunjukkan tren menurun menjadi 14,7 persen pada 2024. Sementara di Kabupaten Gresik mengalami penurunan dari 15,4 persen pada 2023 menjadi 15,2 persen pada 2024. (yad)

Pertama, Posyandu ILP Sedap Malam Duduksampeyan Berikan Layanan Semua Siklus Kehidupan Selengkapnya

TKD Pemkab Gresik Berpotensi Dipangkas Rp 571 Miliar, Bupati Gresik Jamin Pelayanan Masyarakat Prioritas 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berpotensi kehilangan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 571 miliar pada 2026. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmennya bahwa belanja yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Pemangkasan TKD yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) dilakukan oleh pemerintah pusat kepada semua Kabupaten/Kota di Indonesia. Nah, wacana yang berkembang TKD ke Pemkab Gresik dipangkas sebesar Rp 571 miliar. 

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, komitmennya bahwa belanja yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Harapan kami, pemangkasan anggaran TKD itu bisa dievaluasi kembali. Meski demikian Pemerintah Kabupaten Gresik sudah ada persiapan, yakni merasionalisasi kembali belanja. Belanja yang berkaitan langsung dengan masyarakat itu menjadi poin utama,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani usai meresmikan Musala di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Dikatakan, anggaran belanja Pemkab yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti infrastruktur dan kesehatan, akan tetap dikawal. “Infrastruktur akan kami evaluasi mana yang benar-benar bisa mengungkit ekonomi masyarakat. Begitu juga dengan target Universal Health Coverage (UHC) tetap kami kawal agar masyarakat bisa merasakan manfaat nyata,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Sebaliknya, belanja yang bersifat umum dan seremonial akan dievaluasi. Pemerataan infrastruktur tetap berjalan, namun lebih selektif berdasarkan manfaat yang dihasilkan. “Kami pastikan pembangunan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat tidak akan terhenti.” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Gresik juga memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menutup potensi kekurangan akibat pemangkasan. Optimalisasi pajak daerah, pengelolaan aset dan inovasi pelayanan publik disiapkan agar pembangunan dan pelayanan masyarakat terus berlanjut.

“Rasionalisasi bukan berarti memangkas hak masyarakat, tetapi memastikan setiap rupiah dipakai untuk program yang berdampak nyata bagi warga Gresik,” pungkas mantan Ketua DPRD Gresik itu. (yad)

TKD Pemkab Gresik Berpotensi Dipangkas Rp 571 Miliar, Bupati Gresik Jamin Pelayanan Masyarakat Prioritas  Selengkapnya

Polres Gresik Sinergi Lintas Instansi Tanam Jagung di Lahan Seluas 2,8 Hektar di Desa Surowiti 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik dan Polsek jajaran melaksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV sekaligus Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri di Desa Surowiti, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Kegiatan yang menjadi bagian dari program nasional Polri dalam memperkuat ketahanan pangan dan terhubung langsung melalui Zoom Meeting dengan acara utama yang dipimpin oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kabupaten Tangerang.

Dalam arahannya, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi kepada Polri atas peran aktifnya dalam mendukung sektor pertanian. “Cara kerja seperti ini harus kita lanjutkan dan tingkatkan untuk mewujudkan cita-cita Bapak Presiden, yaitu swasembada pangan. Ini kerja bersama lintas instansi,” tegas Wapres.

Kegiatan di Gresik dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, bersama pejabat utama Polres Gresik. Turut hadir Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko AninditoPutro, perwakilan Bulog Cabang Surabaya, serta pimpinan Ponpes Madinatul Ilmi Surowiti.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Gresik AKBP Rovan menegaskan komitmen Polres Gresik dalam mendukung program nasional ketahanan pangan dengan menyiapkan lahan seluas 2,8 hektar di Desa Surowiti untuk penanaman jagung.

“Kami menanam di atas lahan seluas 2,8 hektar dengan dukungan bibit jagung sebanyak 15 kilogram dan pupuk masing-masing 200 kilogram Urea serta 200 kilogram NPK. Ini merupakan bentuk nyata dukungan kami terhadap program Swasembada Pangan Tahun 2025 yang dicanangkan Bapak Presiden,” ujar alumnus Akpol 2006 itu. (yad)

Polres Gresik Sinergi Lintas Instansi Tanam Jagung di Lahan Seluas 2,8 Hektar di Desa Surowiti  Selengkapnya

Zikky & Yohara, Wakil Gresik di Ajang Duta Lalu Lintas Mahameru Polda Jatim 2025

GRESIK,1minute.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik memiliki Duta Lalu Lintas baru. Duta Lalu Lintas 2025 itu, yakni Muhammad Zikky Karamy dan Yohara Kayzabrina Pinky.

Mereka berhasil menyisikan puluhan finalis lainnya yang dihelat di Sualoka.Hub, Kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu lalu, 4 Oktober 2025.

Sualoka.Hub, ruang kreatif Yayasan Gang Sebelah yang menaungi komintas Gresik Movie. Sedangkan, Kampung Kemasan, salah satu destinasi wisata heritage yang berada Gresik Kota Lama (GKL). 

Menurut panitia Pemilihan Duta Lalu Lintas Polres Gresik 2025,  lokasi tersebut dipilih untuk memperkenalkan kearifan lokal serta nilai-nilai budaya Gresik kepada para peserta. Diharapkan, pemahaman ini akan memperkaya wawasan mereka dalam membawa misi keselamatan lalu lintas di tingkat Polda Jatim nantinya.

Ajang pemilihan tahun ini diikuti oleh pelajar dan mahasiswa berprestasi dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kabupaten Gresik. Menariknya, sebagian besar peserta merupakan alumni ajang bergengsi seperti Cak & Yuk Gresik, Duta Genre Gresik, serta Duta SMA. Kompetisi berlangsung ketat. 

Para finalis diuji melalui serangkaian tahapan penilaian, mulai dari pengetahuan hukum lalu lintas, analisis permasalahan riil di lapangan, hingga kemampuan menawarkan solusi konkret yang dapat diterapkan di masyarakat.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro menyampaikan, bahwa ajang ini bukan sekadar kontes penampilan, tetapi wadah untuk melahirkan generasi muda peduli keselamatan berkendara. “Kami ingin Duta Lalu Lintas bukan hanya menjadi simbol atau penerima tamu semata, melainkan mampu berperan aktif dalam menggerakkan masyarakat menuju budaya tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Proses seleksi dilakukan secara objektif dengan melibatkan tiga unsur juri: Perwakilan Kepolisian, menilai aspek pengetahuan dan pemahaman hukum lalu lintas.

Duta Lalu Lintas tahun sebelumnya, menilai penampilan, kepribadian, dan kemampuan komunikasi. Perwakilan Masyarakat Umum, menilai sejauh mana peserta memahami serta mampu memberikan solusi atas persoalan lalu lintas di lingkungannya.

Setelah melalui tahap presentasi dan wawancara, dewan juri akhirnya menetapkan Muhammad Zikky Karamy sebagai Juara 1 Putra dan Yohara Kayzabrina Pinky sebagai Juara 1 Putri. Keduanya akan mewakili Kabupaten Gresik dalam ajang Duta Lalu Lintas Mahameru Polda Jatim 2025.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Rizki Julianda Putera Buna, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta serta dukungan penuh bagi para pemenang.

“Selamat kepada para duta terpilih. Kami berharap mereka mampu membawa nama baik Gresik di tingkat Jawa Timur dan menjadi penggerak keselamatan berlalu lintas di masyarakat,” tutur AKP Rizki.

Ia menambahkan bahwa ide dan inovasi yang disampaikan para pemenang sangat relevan dengan kondisi di lapangan. Karena itu, pihaknya akan mendorong implementasi gagasan tersebut dalam berbagai program edukasi lalu lintas di sekolah dan komunitas.

“Teruslah belajar, sebarkan semangat tertib berlalu lintas, dan jadilah pahlawan keselamatan di jalan raya,” pesannya.

Melalui ajang ini, Satlantas Polres Gresik berharap Duta Lalu Lintas 2025 dapat menjadi mitra aktif Polri dalam mengedukasi masyarakat demi terwujudnya Gresik yang Selamat, Tertib, dan Berbudaya Lalu Lintas. (yad)

Zikky & Yohara, Wakil Gresik di Ajang Duta Lalu Lintas Mahameru Polda Jatim 2025 Selengkapnya

Rumah yang Disewa untuk Gudang Indomarco di Driyorejo Ludes Terbakar

GRESIK,1minute.id – Sebuah rumah yang digunakan sebagai gudang oleh Indomarco di Jalan Semeru, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik ludes terbakar pada Ahad, 5 Oktober 2025.

Hampir isi gudang di bangunan dua lantai itu terbakar. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) membutuhkan waktu lebih 5 jam untuk menjinakkan api. Kebakaran kali pertama dilaporkan pukul 10.40 WIB. Petugas Damkar gabungan dari Dinas  Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik dibantu Damkar Kota Surabaya dan PT Agrindo pulang pukul 17.36 WIB. 

Dugaan sementara, kebakaran gudang dua lantai dipicur korsleting. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono, pihaknya kali pertama menerima laporan kebakaran rumah milik Haji Asmadi di Jalan Semeru, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik sekitar pukul 10.40 WIB.

Tim pemadam dari Posko Driyorejo tiba di lokasi sekitar pukul 10.46 WIB. Kemudian, disusul tim Damkar posko Kecamatan Menganti, dan Damkar PT Agrindo. “Ketika tim damkar tiba, bangunan lantai dua sudah terbakar,” ujar Suyono pada Ahad, 5 Oktober 2025.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah warga, bangunan rumah dua lantai itu milik H. Asmadi yang di sewa oleh Indomarco untuk difungsikan sebagai gudang penyimpanan kebutuhan pokok dan sehari-hari dengan konsep waralaba. Saat kejadian, tidak ada aktivitas. “Karena waktu libur kerja membuat tempat tersebut luput dari pengawasan pegawai yang bekerja,” ujar mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran keenam di bulan Oktober 2025 ini. (yad)

Rumah yang Disewa untuk Gudang Indomarco di Driyorejo Ludes Terbakar Selengkapnya