Piutang PBB Capai Rp 271,1 Miliar, Pemkab Gresik Bentuk Juru Sita Pajak

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik kini memiliki petugas juru sita pajak daerah. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji kepada 17  petugas juru sita dilakukan di ruang Mandala Bhakti Praja kantor Bupati Gresik pada Kamis, 8.Mei 2025.

Acara tersebut di hadiri oleh Plt Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftachul Rachman, serta Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau BPPKAD Gresik Andhy Hendro Wijaya.

Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam pengelolaan keuangan daerah, karena untuk kali pertama Pemkab Gresik memiliki jajaran Jurusita Pajak Daerah secara resmi.

Para jurusita ini akan menjadi ujung tombak dalam menegakkan kewajiban perpajakan, khususnya dalam menangani tunggakan pajak yang selama ini menjadi beban menahun.

Plt Bupati Gresik Asluchul Alif mengingatkan kepada puluhan juru sita melakukan pendekatan humanis dan komunikatif dalam pelaksanaan tugas para jurusita.

“Kita harus ingat bahwa yang kita tagih ini adalah warga kita sendiri. Maka, pendekatan yang dilakukan harus tetap mengedepankan etika, empati, dan komunikasi yang baik. Penegakan kewajiban pajak bukan berarti mengesampingkan sisi kemanusiaan,” ujarnya.

Saat ini, piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Gresik tercatat mencapai Rp 271,1 miliar. Dengan hadirnya jurusita, diharapkan penyelesaian piutang ini dapat dilakukan secara bertahap, terukur, dan progresif.

“Jangan hanya berhenti pada pelantikan. Saya ingin melihat progres nyata dari waktu ke waktu. Setiap langkah harus berdampak, dan setiap proses harus membawa kita lebih dekat pada penyelesaian piutang pajak yang sudah lama menjadi persoalan,” tegas dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif.

Sebagai dasar hukum pelaksanaan, Pemkab Gresik telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengelolaan piutang di teken pada 2024. Dalam proses penyusunan kebijakan ini, BPPKAD Gresik juga melakukan studi tiru ke Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah itu, ke-17 Jurusita Pajak Daerah menjalani pelatihan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

Menurut Kepala BPPKAD Gresik Andhy Hendro Wijaya, pelantikan ini merupakan langkah awal dari proses panjang yang bertujuan pada cleansing piutang pajak secara menyeluruh. Lokus pelaksanaan perdana akan difokuskan di wilayah desa mulai Juni 2025.

“Dengan hadirnya Jurusita Pajak Daerah, kita berharap terjadi peningkatan efektivitas dalam penagihan. Langkah ini juga menjadi bagian dari reformasi fiskal daerah untuk menyelesaikan masalah piutang di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (,yad)

Piutang PBB Capai Rp 271,1 Miliar, Pemkab Gresik Bentuk Juru Sita Pajak Selengkapnya

TMMD Wujud Sinergi TNI dan Pemkab Gresik Percepat Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional 

GRESIK,1minute.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun 2025 dipusatkan di Desa Banter,  Kecamatan Benjeng resmi dibuka pada Selasa, 6 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam rangka mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal.

Upacara pembukaan dihadiri oleh Plt. Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Staf Korem 084 Kolonel Inf. Nico Reza Hardiman Dipura, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Saleh Rahanar, Forkopimda, serta perwakilan instansi terkait.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah”.  Program ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan di Kabupaten Gresik.

“Melalui TMMD ke-124 ini, kita bersama-sama mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional di wilayah Kabupaten Gresik. Program ini tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga aspek non-fisik yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

TMMD ke-124 akan berlangsung mulai 6 Mei hingga 4 Juni 2025 dengan dua sasaran utama, yakni pekerjaan  fisik dan non-fisik. Sasaran pekerjaan fisik meliputi pembangunan infrastruktur seperti Jalan Usaha Tani (JUT), Tembok Penahan Tanah (TPT), perbaikan jalan lingkungan, serta pembangunan drainase. Selain itu, terdapat program unggulan seperti ketahanan pangan, pertanian terpadu, pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH), penyediaan sanitasi (MCK), penurunan angka stunting, penanaman pohon, dan rehabilitasi tempat ibadah.

Di sisi lain, sasaran non-fisik mencakup penyuluhan bela negara, hukum, kewirausahaan, kesehatan, pemberdayaan PKK, perlindungan perempuan dan anak, serta layanan KB dan donor darah.

Program TMMD ke-124 melibatkan TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya akselerasi pembangunan yang berkelanjutan, khususnya di wilayah-wilayah yang masih tertinggal.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-124 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Banter. Hasil pembangunan ini perlu dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kemajuan bersama,” tambah dokter Alif-sapaan- Asluchul Alif. (yad) 

TMMD Wujud Sinergi TNI dan Pemkab Gresik Percepat Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional  Selengkapnya

260 dari 2.139 Calon Jemaah Haji asal Gresik Berangkat ke Tanah Suci

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 260 calon jemaah haji atsu CJH asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur berangkat ke tanah suci pada Senin, 5 Mei 2025. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang memberangkatkan ratusan CJH tergabung dalam kelompok terbang atau kloter 14 dan 15. Mereka diberangkatkan dari Stadion Gelora Joko Samudro atau G-JOS yang berada di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

Wabup Gresik Asluchul Alif mengucapkan selamat kepada seluruh jemaah yang berangkat menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Ia menyampaikan bahwa kesempatan berhaji merupakan nikmat dan anugerah luar biasa karena menjadi tamu Allah.

“Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jaga lisan dan perilaku, bersihkan hati dan jiwa, niatkan sepenuhnya untuk beribadah. Banyak-banyak bersyukur dan jaga kesehatan,”  pesannya.

Ia mengingatkan bahwa keberangkatan ke Tanah Suci bukan hanya untuk menunaikan ibadah semata, tetapi juga membawa nama baik daerah dan bangsa. Oleh karena itu, ia mengimbau jemaah haji untuk menjaga etika, menaati peraturan, serta melaksanakan seluruh rangkaian ibadah secara tertib dan khusyuk.

“Saya berharap seluruh jamaah asal Kabupaten Gresik kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat serta meraih predikat haji yang mabrur. Lebih dari itu, semoga para jamaah dapat menjadi suri teladan dalam pelaksanaan ibadah bagi jamaah dari daerah lain,” tutur dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif. 

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama atau Kemenag Kabupaten Gresik Pardi, dalam laporannya menyebutkan bahwa total calon jemaah haji asal Gresik yang berangkat ke tanah suci tahun ini terdiri dari 2.112 orang, mutasi masuk 138 orang , mutasi keluar 133 orang, PHD 14 orang, pembina ibadah 6 orang, ketua kloter 5 orang dengan jumlah total 2.139 jemaah. 

Jemaah ini berangkat dua gelombang dari embarkasi Juanda, Surabaya,  yakni gelombang pertama tergabung dalam kloter 4, 10, 14, dan 15. Sedangkan, gelombang kedua, untuk kloter 73 dan 95. (yad)

260 dari 2.139 Calon Jemaah Haji asal Gresik Berangkat ke Tanah Suci Selengkapnya

Wilmar & Pemkab Gresik Kolaborasi Tanam Seribu Mangrove di Pesisir Karangkiring 

,GRESIK,1minute.id – Kawasan Wisata Mangrove Karangkiring lebih riuh dari biasanya pada Sabtu, 3 Mei 2025. Ratusan orang berkumpul di kawasan eduwisata berada di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Mereka berkumpul untuk menanam seribu bibit pohon mangrove jenis Rhizophora mucronata itu. Penanaman ribuan pohon mangrove itu hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dengan Wilmar Nabati Indonesia. 

Penanaman pohon ini untuk memperingati Hari Bumi 2025 ini bagian dari pelaksanaan program 100 hari Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif. Penanaman pohon di pesisir pantai itu dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Hadir dalam kegiatan peduli lingkungan itu, Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia Ridwan Brandes Nainggolan, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik Sri Subaidah. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT Wilmar atas kepedulian dan kontribusinya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Gresik. Ia menegaskan sebagai wilayah industri sekaligus pesisir, Gresik sangat membutuhkan langkah-langkah strategis seperti penanaman mangrove.

“Mangrove tidak hanya penting untuk mengurangi abrasi, tapi juga memiliki kapasitas menyerap karbon empat sampai lima kali lebih besar dari hutan tropis daratan. Ini menjadi solusi nyata untuk menurunkan emisi karbon di wilayah kita,” ujar dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif.

Kawasan ini, Ia melanjutkan, memiliki potensi besar sebagai ruang edukasi lingkungan sekaligus destinasi ekowisata berbasis komunitas yang mendukung ekonomi lokal. “Saya sangat menikmati suasana kawasan wisata mangrove Karangkiring,” katanya. 

Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menambahkan, bahwa penanaman mangrove ini tidak hanya kegiatan simbolik, tetapi juga bagian dari strategi besar Pemkab Gresik dalam menekan emisi gas rumah kaca melalui pendekatan berbasis ekosistem.

“Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari kontribusi nyata terhadap target penurunan emisi gas rumah kaca, khususnya dari sektor blue carbon. Ini sejalan dengan Nawa Kars, khususnya pilar Pesona Gresik yang mendorong pengembangan dan revitalisasi ekowisata,” ujarnya.

Penanaman mangrove ini melibatkan sebanyak 111 orang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk unsur pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lokal. Berdasarkan data Aksara 2024, potensi penurunan emisi dari penanaman mangrove di Kabupaten Gresik tercatat sebesar 2.311.054 ton CO₂ ekuivalen, dari total estimasi emisi sebesar 10,2 miliar ton CO₂ ekuivalen. Angka ini menunjukkan betapa strategisnya langkah rehabilitasi kawasan pesisir untuk keberlanjutan lingkungan.

Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia Ridwan Brandes Nainggolan, mengungkapkan bahwa PT Wilmar merasa bangga atas kolaborasi berbagai pihak yang memungkinkan kegiatan ini dapat terwujud. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen PT Wilmar dalam mendukung pelestarian lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

“Sejak tahun 2016, PT Wilmar telah menanam sekitar 10 ribu pohon mangrove dan berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan ini secara berkelanjutan setiap tahunnya,” ungkapnya. (yad)

Wilmar & Pemkab Gresik Kolaborasi Tanam Seribu Mangrove di Pesisir Karangkiring  Selengkapnya

May Day Kondusif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Apresiasi Buruh Jaga Iklim Investasi 

GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Industri Gresik berlangsung kondusif pada Kamis, 1 Mei 2025.

Ribuan buruh yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja/Serikat Buruh (Sekber DPC SP/SB) Gresik menyampaikan aspirasi mereka melalui aksi damai yang di akhiri dengan tasyakuran bersama dan pembagian doorprize di Stadion Gelora Joko Samudro atau G-JOS.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir berbaur dengan para pekerja. Polres Gresik menyiagakan 427 personel untuk pengamanan aksi damai Peringatan Hari Buruh itu.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kedewasaan para buruh dalam menyuarakan aspirasi secara damai dan tertib. “Hidup bekerja! Kalian luar biasa,” ucap Mantan Kasubdit 4/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya ini dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan meriah dari para buruh.

Alumnus Akpol 2006 itu menilai, pelaksanaan May Day di Gresik tahun ini menjadi contoh positif dari sinergi antara aparat keamanan, para pekerja, dan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa pendekatan humanis dalam pengamanan menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.

Bupati Gresik Fandi Achmad Yani juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kebebasan berserikat dan menyuarakan aspirasi di lingkungan kerja. “Inilah hari kebebasan, hari menyuarakan kesejahteraan dan keadilan di lingkungan kerja,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Lebih lanjut, Bupati mengapresiasi sikap dewasa para buruh Gresik yang tidak hanya memperjuangkan hak-hak pekerja, namun juga mendukung iklim investasi yang sehat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai hal ini sebagai bentuk kolaborasi strategis yang mencerminkan kemajuan demokrasi di Gresik.

Salah satu aspirasi utama yang disuarakan adalah pembentukan Satgas PHK nasional. Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik merespons cepat dengan menyatakan komitmennya untuk merancang sistem antisipatif terhadap potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Di antaranya adalah penyusunan anggaran cadangan serta skema subsidi bagi industri terdampak krisis. “Kami tidak ingin industri berhenti. Kami ingin semua tetap berjalan, pekerja tetap bekerja, dan kesejahteraan tetap terjaga,” tegas Fandi Akhmad Yani. (yad)

May Day Kondusif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Apresiasi Buruh Jaga Iklim Investasi  Selengkapnya

Delegasi Universitas Melbourne, Australia Kunjungan Sekolah Anak Kebutuhan Khusus di Gresik

GRESIK,1minute.id –  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus atau ABK Gresik menerima kunjungan delegasi dari Universitas Melbourne, Australia pada  Rabu, 30 April2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari kerja sama internasional di bidang pendidikan inklusif yang telah terjalin sejak 2012.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S. Hariyanto, Dosen Kedokteran Universitas Airlangga dr. Nyilo Purnami, serta Kepala UPT Renyta Yuniarti bersama tim manajemen, guru, dan staf pendukung. Dari pihak Universitas Melbourne hadir Dosen Audiologi Dani Tomlin, Chris, serta Dosen Fisioterapi Aiden Smart.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi sekaligus meninjau secara langsung berbagai inovasi dan pendekatan kreatif yang diterapkan oleh UPT ABKdalam mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus di Gresik.

Dalam sesi diskusi, Asluchul Alif menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk terus memberikan dukungan, termasuk peningkatan fasilitas dan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak. Ia juga menyoroti dampak penggunaan gawai terhadap perkembangan bahasa dan proses pembelajaran anak.

“Ke depan, beberapa fasilitas akan dilengkapi untuk mendukung kinerja UPT. Selain itu, kita juga harus mewaspadai dampak penggunaan gawai yang cukup besar terhadap perkembangan bahasa anak-anak. Bahasa yang mereka serap dari gadget sering kali tidak sesuai dengan konteks keseharian,” ujar dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif.

Sementara itu, Dani Tomlin menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru dan staf UPT ABK dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Ia juga menyatakan ketertarikan pihaknya untuk mengirim mahasiswa guna melakukan penelitian dan praktik lapangan di UPT dibawah naungan Dinas Pendidikan Gresik tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat serta kerja luar biasa para guru dan staf. Kami juga tertarik mengirim mahasiswa kami agar mereka dapat menerapkan konsep pembelajaran yang telah mereka pelajari di sini,” tuturnya.

Usai sesi diskusi, rombongan diajak meninjau secara langsung fasilitas dan program pembelajaran di UPT ABK yang berada di Jalan Proklamasi, Gresik itu. Fasilitas yang dikunjungi antara lain,  terapi, asesmen, hingga kegiatan belajar yang berbasis kebutuhan individu. (yad)

Delegasi Universitas Melbourne, Australia Kunjungan Sekolah Anak Kebutuhan Khusus di Gresik Selengkapnya

Ada Peleton Khusus Bumil di Pelatihan PBB Ratusan CPNS di Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 474 Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS di Pemerintahan Kabupaten atau Pemkab Gresik menjalani pembinaan fisik. Pembinaan peraturan baris berbaris atau PBB ini diinisiasi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Gresik.

Kepala BKPSDM Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo mengatakan pembinaan mental dan fisik sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada para ASN. “Sebagai ASN, kita harus siap menghadapi berbagai tantangan, baik di dalam maupun di luar ruangan. Pengabdian sejati juga tercermin dari kesiapan melayani di lapangan, seperti yang dilakukan oleh Satpol PP, Damkar, dan instansi lainnya,” ujar Agung Endro pada Rabu, 30 April 2025.

Selain kesehatan mental dan fisik, imbuhnya, integritas harus selalu diutamakan, serta loyalitas dijunjung tinggi dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. “Saya berharap melalui kegiatan ini, para peserta mampu memberikan kontribusi nyata dan positif di lingkungan OPD masing-masing, dengan mengimplementasikan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab dalam setiap tugas yang diemban,” tambahnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan latihan baris-berbaris dan lari sebanyak tiga putaran sebagai bagian dari tes kedisiplinan. Latihan ini dipandu langsung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan berlangsung tertib. Kegiatan ditutup dengan sesi pendinginan (cooling down) yang didampingi oleh petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Menariknya, panitia juga menyediakan peleton khusus bagi ibu hamil atau Bumil, peserta dengan kondisi kesehatan tertentu, dan penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian terhadap keberagaman kondisi fisik peserta.

Melalui kegiatan ini, BKPSDM berharap dapat membentuk karakter ASN yang disiplin, tangguh, dan siap menjalankan tugas pelayanan publik dengan semangat pengabdian. (yad)

Ada Peleton Khusus Bumil di Pelatihan PBB Ratusan CPNS di Gresik Selengkapnya

Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-XXIX tahun 2025 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 28 April 2025.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Muhammad Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan tema peringatan Hari Otda ke-29 tahun ini, yaitu “Sinergi Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045.” 

Tema ini menjadi refleksi pentingnya hubungan yang harmonis dan konstruktif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyongsong masa depan Indonesia, yakni menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa kita bisa menjadi bangsa yang maju, mandiri, dan berdaulat, dengan keunggulan di bidang ekonomi, teknologi, pendidikan, dan kebudayaan, serta masyarakat yang adil, makmur, dan berakhlak mulia,” ujar dokter Alif-sapaan- Asluchul Alif.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, terutama jajaran pemerintah daerah di seluruh Indonesia, untuk memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. 

Wabup menekankan pentingnya menjadikan otonomi daerah sebagai sarana percepatan pemerataan pembangunan, memperkuat integrasi nasional, serta meningkatkan daya saing daerah untuk mendukung kemajuan bangsa secara keseluruhan.

Selain itu, Wabup menegaskan beberapa hal strategis yang harus menjadi perhatian utama bagi seluruh pihak di tingkat pusat maupun daerah, guna menyelaraskan langkah dalam implementasi kebijakan nasional. Hal-hal tersebut antara lain adalah mewujudkan swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, bebas dari korupsi, serta melayani masyarakat dengan integritas.

Pengembangan kewirausahaan yang dapat membuka lapangan kerja, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau, serta pelaksanaan reformasi birokrasi dan penegakan hukum juga menjadi bagian penting yang disoroti dalam sambutan tersebut.

Dalam sambutan Menteri Dalam Negeri yang dibacakan Wabup, ditekankan pula bahwa kapasitas dari masing-masing tingkatan pemerintahan menjadi faktor kunci dalam melaksanakan otonomi daerah secara efektif. 

Untuk itu, Wabup menekankan prioritas dalam penguatan sumber daya manusia aparatur melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi, kerja sama dengan perguruan tinggi, serta pemberian beasiswa. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas keuangan daerah melalui optimalisasi pendapatan asli daerah, penyusunan APBD berbasis kinerja, dan pembukaan akses pembiayaan alternatif melalui kerja sama dengan perbankan.

Tak kalah penting, penguatan kelembagaan dan tata kelola pemerintahan juga menjadi fokus dengan mendorong reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan publik, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas.

“Sekali lagi, saya ucapkan selamat Hari Otonomi Daerah ke-29 tahun 2025. Semoga semangat otonomi daerah senantiasa menjadi motor penggerak terwujudnya pemerintahan yang lebih baik, pelayanan publik yang lebih prima, dan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata di seluruh pelosok Nusantara,” pungkasnya. (yad)

Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045 Selengkapnya

Pemkab Gresik Tanggung Biaya Pendirian Koperasi Desa Merah Putih se- Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 239 unit koperasi desa atau kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Gresik segera dalam proses pengesahan badan hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi atau Menkumham Republik Indonesia. 

Pemkab Gresik gerak cepat dengan menanggung semua biaya pendirian koperasi Merah Putih itu. Biaya pendirian ratusan koperasi itu diurus oleh 37 Notaris Pencatat Akta Koperasi atau NPAK ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Gresik 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat dan responsif dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden terkait penguatan koperasi.

“Kami tancap gas merealisasikan pembentukan Koperasi Merah Putih secara serentak di seluruh pelosok desa dan kelurahan. Ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah gerakan ekonomi akar rumput yang bertujuan menggali potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Gresik,” tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani di forum rapat koordinasi daerah atau Rakorda Pendirian Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan Se-Kabupaten Gresik di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Jumat, 25 April 2025.

Lebih lanjut, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para camat, kepala desa, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta semua pihak yang telah bahu-membahu mendampingi proses pembentukan koperasi ini. Semangat kolaborasi dan gotong royong yang kita saksikan hari ini adalah cerminan optimisme Gresik dalam membangun fondasi ekonomi desa yang kuat melalui koperasi,” katanya.

Keberhasilan monumental ini bukanlah hasil dari upaya sesaat. Pemerintah Kabupaten Gresik telah menerbitkan panduan teknis komprehensif melalui Surat Bupati Nomor 197 Tahun 2025, yang dilengkapi dengan template administrasi standar untuk mempermudah tahapan pendirian koperasi. 

Sebagai wujud komitmen penuh, seluruh biaya pengajuan badan hukum koperasi untuk 330 desa dan 26 kelurahan ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik. Pada Rakorda Pendirian Koperasi Merah Putih itu, sebanyak 239 desa/kelurahan telah mengajukan pendirian koperasi dan dilayani 37 notaris.  Jumlah sekitar 67 persen dari target 356 desa/kelurahan. 

Seperti diberitakan pengajuan pendirian koperasi merah putih massal yang diinisiasi oleh Pemkab Gresik ini, menurut staf ahli Menteri Koperasi UKM Rudi Wijaya sebuah fonomena baru dan terbanyak di Indonesia. “Setahu saya (pembentukan dan pendaftaran koperasi terbanyak) pertama di Indonesia,” ujar Staf Ahli dari Kementerian Koperasi RI Rudi Wijaya ketika menjadi pembicara dalam acara tersebut pada Jumat, 25 April 2025.

“Yang sudah dilakukan oleh Pemkab Gresik bisa menjadi tonggak sejarah dan saya berharap bisa diikuti oleh desa-desa lainnya di Indonesia,” katanya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, turut menambahkan perspektif penting dalam kesempatan tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih bukanlah untuk berkompetisi dengan koperasi yang telah eksis, melainkan untuk memperkuat keseluruhan ekosistem perkoperasian di Gresik.

“Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ini diharapkan dapat menjadi pilar penyangga dan memberikan dukungan bagi koperasi-koperasi yang sudah ada. Anggota koperasi wanita, KUD, maupun koperasi petani tetap memiliki peluang untuk bergabung. Bahkan, KDMP berpotensi berperan sebagai local lender dan menjalin kemitraan strategis melalui joint venture untuk membentuk unit usaha bersama, seperti unit penggilingan gabah,” jelas Wakil Bupati Alif.

Ditempat sama, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan atau Koperindag Gresik  Darmawan mengungkapkan pihaknya 

berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta para camat untuk mengawal secara intensif setiap musyawarah desa (musdes) dan rapat pendirian koperasi.

Pendampingan dilakukan melalui berbagai metode, baik pertemuan tatap muka langsung maupun melalui platform telekonferensi. Untuk mempercepat proses legalisasi, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menggandeng 37 Notaris Pencatat Akta Koperasi (NPAK) yang secara strategis ditugaskan mendampingi setiap kecamatan.

Dengan keberhasilan membentuk 239 koperasi dalam waktu singkat, Kabupaten Gresik semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir nasional dalam gerakan pemberdayaan ekonomi desa berbasis koperasi. Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan seluruh proses pembentukan koperasi dapat diselesaikan 100% pada pekan pertama Mei 2025, sebelum pengesahan badan hukum secara final dilakukan pada bulan Juni mendatang. (yad)

Pemkab Gresik Tanggung Biaya Pendirian Koperasi Desa Merah Putih se- Gresik Selengkapnya

Meriah, Pekan Kebudayaan Gresik Pertama di Islamic Center 

GRESIK,1minute.id – Pekan Kebudayaan Daerah atau PKD Gresik resmi ditutup oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. PKD selama 3 hari, mulai 24-26 April 2025 ini dihelat di Islamic Center di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang. 

PKD kali pertama yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga atau  Disparekrafbudpora Gresik upaya pelestarian dan promosi budaya lokal berlangsung meriah.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan PKD 2025 merupakan bentuk nyata dari pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan budaya daerah yang menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Acara ini merupakan wujud dari pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan budaya daerah yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. Beragam kegiatan dihadirkan dalam acara ini, di antaranya, Lomba Invitasi Dolanan Rakyat dan Lomba Hadrah Al-Banjari, yang diharapkan dapat memperkuat rasa cinta masyarakat terhadap warisan budaya lokal.

Kepala Disparekrafbudpora Gresik Saifudin Ghozali, menambahkan bahwa dalam rangkaian kegiatan PKD 2025, juga telah berhasil disusun Peta Budaya Kabupaten Gresik serta dibahas rancangan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Kemajuan Kebudayaan Daerah.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap Pekan Kebudayaan Daerah dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan menampilkan lebih banyak kekayaan budaya lokal, sehingga dapat memperkuat identitas budaya serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestariannya.  (yad)

Meriah, Pekan Kebudayaan Gresik Pertama di Islamic Center  Selengkapnya