Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Lantik Mujiani, PAW Kepala Desa Laban, Menganti Jlenterehkan Rencana Program Infrastruktur Jalan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik dan mengambil sumpah Mujiani sebagai Kepala Desa Laban, Kecamatan Menganti di Balai Desa Laban pada Minggu, 5 April 2026. Pelantikan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) untuk masa jabatan 2026-2027 ini menjadi bagian dari kebijakan khusus yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menekankan bahwa menjadi kepala desa membutuhkan kekuatan, kesabaran, dan komitmen dalam melayani masyarakat. “Menjadi kepala desa itu harus kuat dan sabar. Tidak mudah. Tapi karena sudah dilantik dan diambil sumpahnya, saya berharap Ibu Mujiani bisa mendorong Desa Laban semakin sukses dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani juga mengajak seluruh elemen desa, termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, dan tokoh masyarakat, untuk memberikan dukungan penuh kepada kepala desa yang baru dilantik. Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada pejabat kepala desa sebelumnya, Hadi Purwanto, yang telah menjalankan tugas selama masa transisi.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu menjelentrehkan rencana strategis pembangunan infrastruktur di wilayah Menganti, khususnya peningkatan akses jalan Desa Laban. Ia menargetkan pelebaran jalan utama dari dua jalur menjadi empat jalur guna mendukung konektivitas dengan wilayah Kota Surabaya.

“Ini bukan untuk kepentingan bupati, tapi untuk kepentingan masyarakat Menganti secara keseluruhan. Jalan harus lebih lebar, tidak macet, dan tidak banjir,” ujarnya.

Rencana tersebut mencakup pengembangan jalan sepanjang kurang lebih 13 kilometer yang menghubungkan Laban hingga perbatasan Surabaya. Proyek ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun secara bertahap.

Tak hanya itu, pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Gresik juga mengalokasikan pembangunan 22 titik jalan poros desa (JPD) melalui APBD, dengan potensi penambahan hingga 10 titik melalui perubahan anggaran. “Kalau jalan kabupaten dan jalan desa ditata bersama, insyaallah kemacetan dan banjir bisa teratasi,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari integrasi transportasi, Bupati Yani juga membuka peluang konektivitas dengan layanan transportasi publik Trans Jatim, sehingga masyarakat dapat beralih ke moda transportasi yang lebih efisien.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik Abu Hassan, menyampaikan bahwa Desa Laban merupakan satu dari empat desa di Gresik yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Dalam Negeri untuk melaksanakan pemilihan kepala desa di tengah masih berlakunya moratorium Pilkades.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Desa Laban, sehingga pelaksanaan pemilihan antar waktu beberapa waktu lalu dapat berjalan kondusif. Masa jabatan Ibu Kepala Desa terpilih adalah 1 tahun 6 bulan terhitung sejak hari ini,” ujarnya. Ia juga berharap Mujiani dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa Desa Laban menjadi lebih maju.

“Semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan mampu membawa Desa Laban menjadi lebih baik,” tambahnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Lantik Mujiani, PAW Kepala Desa Laban, Menganti Jlenterehkan Rencana Program Infrastruktur Jalan Selengkapnya

Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia & Gubernur Samarkand Ziarah ke Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, Bupati Gresik : Gresik jadi Tujuan Ziarah Religi Dunia

GRESIK,1minute.id – Duta Besar Uzbekistan di Indonesia Oybek Eshonov melakukan ziarah ke makan waliyullah, Syekh Maulana Malik Ibrahim pada Ahad, 5 April 2026. Bupati Gresik Fandi Akhmad mendampingi langsung rombongan kedubes itu.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan sejarah, budaya, dan spiritual antara Indonesia-Uzbekistan. Ini sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang ziarah religi, pertukaran keilmuan Islam, serta pengembangan ekonomi. 

“Kami menyambut baik kunjungan ini dan berharap Gresik semakin dikenal sebagai tujuan ziarah religi dunia,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani  memperkenalkan kuliner khas daerah, di antaranya nasi krawu, pudak, serta minuman tradisional legen, sebagai bagian dari promosi kekayaan budaya lokal kepada rombongan Uzbekistan.

Rofi Eka Shanty, perwakilan International Relations Imam Bukhari Center yang menjembatani kerja sama Indonesia-Uzbekistan menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menyambungkan kembali sanad atau hubungan keluarga para tokoh besar Islam.

“Hari ini kami mendampingi Gubernur Samarkand, untuk bertemu dengan Bupati Gresik dalam rangka menyambungkan sanad antara Maulana Malik Ibrahim dengan Bahauddin Sogarji (Shaghir), yang makamnya berada di Samarkand,” ujarnya.

Ia menambahkan, kunjungan ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya terdapat pengakuan internasional terhadap silsilah dan sejarah Maulana Malik Ibrahim. Tidak hanya itu, keterkaitan tersebut juga mencakup tokoh-tokoh besar lainnya seperti Sunan Ampel, Syekh Jumadil Kubro, serta Ibrahim As-Samarqandi, yang memiliki hubungan langsung dengan Syekh As-Sogarji (Shaghir) di Uzbekistan.

Sebagai bentuk penguatan kajian sejarah, rombongan Uzbekistan juga menyerahkan sebuah buku yang memuat silsilah tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. Buku tersebut saat ini tersedia dalam bahasa Uzbek dan tengah dalam proses penerjemahan ke bahasa Inggris dan Indonesia.

“Harapannya, dengan adanya hubungan saudara ini, masyarakat Gresik dapat berkunjung ke Uzbekistan. Begitu juga sebaliknya, Uzbekistan dapat turut berkontribusi dalam revitalisasi serta memperkaya khazanah keilmuan dan pemahaman sejarah para Wali,” tambah Rofi.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, juga dibahas potensi kerja sama ekonomi antara Gresik dan Samarkand. Gubernur Samarkand Adiz Muzafarovich Boboyev, menunjukkan ketertarikan terhadap potensi manufaktur Gresik, khususnya dalam pengolahan tembaga dan emas yang selama ini menjadi komoditas ekspor.

Gubernur Samarkand bahkan mengundang Bupati Gresik untuk berkunjung ke Samarkand. Tidak hanya dalam rangka ziarah ke leluhur Maulana Malik Ibrahim, tetapi juga untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Kunjungan tersebut diharapkan dapat melibatkan para pelaku usaha dan industri dari Gresik guna menjajaki kolaborasi serta pertukaran informasi terkait potensi kedua wilayah.

Rombongan yang hadir dalam kunjungan ini terdiri dari Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Muzafarovich Boboyev, Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov, serta pengelola Makam Rukhabad di Samarkand, yang merupakan lokasi dimakamkannya ayah Maulana Malik Ibrahim.

Turut hadir pula sejumlah perwakilan travel agency dari Uzbekistan yang tengah menjajaki peluang kerja sama dengan operator umrah dan pariwisata di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka jalur kunjungan dua arah antara kedua negara.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol penguatan hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang besar dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran keilmuan antara Gresik dan Samarkand. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia & Gubernur Samarkand Ziarah ke Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, Bupati Gresik : Gresik jadi Tujuan Ziarah Religi Dunia Selengkapnya

Rembuk Akur Menuju Gresik Maju Bersama Wabup, Perkuat Standar dan Sinergi Pelaksanaan MBG

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar Rembuk Akur Menuju Gresik Maju bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 2 April 2026.

Forum ini menjadi ruang konsolidasi lintas pihak untuk menyamakan standar sekaligus memperkuat sinergi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan. Peserta Rembuk Akur ini, adalah Mitra, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) serta jurnalis.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menegaskan bahwa Rembuk Akur dirancang sebagai forum diskusi dua arah yang terbuka, guna memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap arah dan standar pelaksanaan MBG. “Ini bukan sekadar forum penyampaian, tapi ruang bersama untuk menyamakan persepsi. Pemerintah daerah, mitra, SPPG, hingga pengawas harus berada dalam satu frekuensi,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia menyebutkan, sebanyak 132 dapur SPPG telah berdiri di Kabupaten Gresik. Rinciannya, 112 dapur telah beroperasi dan 20 dapur proses operasi. Ia  menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mengawal program prioritas nasional tersebut.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa mengumpulkan mitra, SPPG, korwil, Komisi IV, serta teman-teman wartawan. Ini menjadi ruang interaksi dan kerja sama agar program MBG bisa berjalan dengan baik dan dipahami masyarakat secara utuh,” imbuhnya.

Dalam upaya menjaga kualitas program, Pemkab Gresik telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang berperan dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan di lapangan. Satgas ini juga memiliki kewenangan memberikan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap dapur yang tidak memenuhi standar. Kantor Satgas MBG berada di lantai 1 Kantor Bupati Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

“Kalau sudah sesuai, kita apresiasi. Tapi kalau tidak, bisa kita rekomendasikan untuk evaluasi bahkan penutupan. Ini bagian dari komitmen menjaga standar,” tegasnya.

Seiring dinamika kebijakan nasional, Wabup Alif menekankan bahwa pelaksanaan MBG kini berfokus pada penguatan kualitas secara menyeluruh.

“Tidak hanya jumlah dapur, tapi kualitas makanan, tata kelola keuangan, hingga manajemen operasional. Ini uang negara, sehingga harus dikelola secara akuntabel dan sesuai aturan,” imbuhnya.

Sejumlah standar utama yang ditekankan meliputi kepatuhan terhadap harga bahan pangan, pemenuhan standar gizi, higienitas dan keamanan pangan, hingga pengelolaan limbah. Dalam hal ini, Pemkab Gresik juga membuka ruang kolaborasi bagi dapur yang belum memiliki fasilitas pengolahan limbah memadai.

“Pemerintah daerah hadir untuk mendampingi. Yang penting, seluruh proses tetap memenuhi standar dan tidak berdampak pada lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifuddin, menegaskan bahwa DPRD menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan. Namun demikian, ia menekankan bahwa pengawasan dilakukan dengan semangat perbaikan bersama. “Kami berbicara berdasarkan data di lapangan. Tapi semangatnya adalah solusi, bagaimana program ini bisa berjalan lebih baik,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Ia mengungkapkan, salah satu tantangan utama adalah masih lemahnya komunikasi antar unsur pelaksana di tingkat dapur, yakni Kepala SPPG, mitra, tim akuntansi, dan agen. “Empat unsur ini adalah kunci. Kalau komunikasinya tidak baik, maka pelaksanaan di lapangan juga akan bermasalah,” tegasnya.

Selain itu, kepatuhan terhadap petunjuk teknis juga menjadi perhatian. Ia mencontohkan masih adanya ketidaksamaan dalam penerapan standar menu di lapangan, yang menunjukkan perlunya penguatan pengawasan di tingkat wilayah. “Standar sudah jelas, tinggal bagaimana ini dijalankan secara konsisten oleh seluruh pihak,” imbuhnya.

Zaifuddin juga menyoroti pentingnya respons cepat terhadap aduan masyarakat, seiring tingginya dinamika informasi di ruang publik. “Masyarakat sekarang sangat kritis. Maka komunikasi harus dibangun dengan baik, termasuk melalui media sosial,” ujarnya.

Di sisi teknis, Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Gresik Syahrir Mujib, menjelaskan bahwa pelaksanaan program mengacu pada regulasi dan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional, dengan cakupan penerima manfaat yang luas, mulai dari peserta didik hingga kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Program ini tidak hanya menyasar siswa, tapi juga kelompok rentan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah tantangan di lapangan, di antaranya perbedaan harga bahan baku antar wilayah, khususnya di kawasan kepulauan, yang berdampak pada keseragaman kualitas menu. Selain itu, tingkat konsumsi ikan yang masih rendah, keterbatasan SDM, serta kurangnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme distribusi turut menjadi perhatian.

“Kurangnya informasi sering memicu perbandingan antar dapur. Maka transparansi dan komunikasi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Wakil Bupati Gresik kembali menegaskan bahwa penguatan standar akan terus diiringi dengan pengawasan yang konsisten di lapangan, termasuk dalam pemenuhan aspek higienitas dan sanitasi.

Ia menyebut, setiap dapur MBG wajib memenuhi standar laik higienis sanitasi (SLHS) maksimal tiga bulan sejak mulai beroperasi. Jika tidak terpenuhi, maka akan dikenakan sanksi tegas berupa penghentian sementara operasional.

“Sejak dapur mulai berjalan, ada batas waktu tiga bulan untuk memenuhi SLHS. Kalau tidak terpenuhi, pasti disuspensi. Ini bagian dari penegakan standar agar kualitas program tetap terjaga,” tegasnya.

Wabup Alif menambahkan, kebijakan tersebut telah diterapkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh dapur MBG di Gresik berjalan sesuai ketentuan. “Kita tidak mencari siapa yang salah. Tapi kita semua wajib berjalan benar. Dengan standar yang kuat dan sinergi yang solid, kita optimistis seluruh dapur MBG di Gresik bisa berjalan optimal,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Rembuk Akur Menuju Gresik Maju Bersama Wabup, Perkuat Standar dan Sinergi Pelaksanaan MBG Selengkapnya

Peringati Hari Peduli Autisme Sedunia, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Pemkab Pastikan Kesetaraan Tanpa Diskriminasi

GRESIK,1minute.id – UPT Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (LPABK) Dinas Pendidikan Gresik menggelar peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia di Auditorium Gressmall Gresik pada Kamis, 2 April 2026.

Tema yang diusung “Akses Nyata Gerakan Kesetaraan Anak Spektrum Autisme” (ANGKASA) dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik Eko Agus Suwandi, Kepala Dispendik Gresik S. Hariyanto.

Kemudian, General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun, General Manager Aston Gresik Hotel & Conference Center Paminta Nugraha, serta Kepala UPT LPABK Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Renyta Yuniarti Ningtyas. 

Peringatan ini menjadi momentum aksi mengubah fokus dari sekadar berkesadaran menuju penerimaan, penghargaan, dan pemberdayaan penyandang autisme di masyarakat di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  Hari Peduli Autisme Sedunia yang diperingati setiap tanggal 2 April menjadi momen yang luar biasa. Ini dalam upaya menyuarakan hak dan memberi ruang kesetaraan bagi para penyandang autisme dan disabilitas dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Kita memastikan bahwa semua anak dan orang dewasa dengan autisme di Gresik memiliki kedudukan dan hak yang sama untuk dapat menjalani kehidupan yang utuh dan bermakna di tengah masyarakat tanpa diskriminasi,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, peringatan Hari Peduli Autisme ini untuk mendukung hak kesetaraan dan kesejahteraan penyandang disabilitas, termasuk disabilitas intelektual dan disabilitas perkembangan. “Semoga kegiatan hari ini menambah pengalaman dan keseruan anak-anak, serta membangkitkan rasa percaya diri dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya. 

“Saya berharap seluruh orang tua yang hadir dalam kegiatan ini tetap semangat, bisa memberikan kesempatan yang sama pada anak-anak kita dalam kondisi apa pun tanpa diskriminasi,” imbuhnya. 

Ia juga menekankan beberapa poin penting terkait penanganan dan inklusi penyandang autisme. Pertama, perhatian terhadap lingkungan sosial artinya tidak ada penerimaan tanpa syarat yang menjadi poin penting bagi anak-anak yang lain pada umumnya. Maka ini yang terus kita dorong agar menuju Kabupaten Gresik yang inklusif.

Kedua, medis dan terapi.  Kabupaten Gresik sudah mempunyai ini bagi masyarakat Gresik yang membutuhkan, mudah-mudahan ini terus konsisten dan berkelanjutan. Ketiga adalah keluarga. Keluarga punya peran penting dalam memberikan perhatian yang lebih untuk anak-anak kita yang istimewa ini dengan penuh kesabaran.

“Sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan yang setara salah satunya terdapat 72 TKPD (tenaga kerja penyandang disabilitas). Di mana 36 di antaranya melalui penempatan oleh Disnaker, dengan rincian TKPD asal Gresik yang bekerja di instansi pemerintah 15 orang, BUMN dan BUMD 11 orang, dan perusahaan swasta 46 orang,” terang Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dikatakan, pemerintah terus mendorong memberikan kesempatan untuk anak-anak istimewa ini. Tercatat di Disnaker ada 11 perusahaan yang sudah mewujudkan kesempatan, mudah-mudahan ada kepedulian yang bertambah dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Gresik.

“Anak-anak ini harus didampingi sesuai keterampilan maupun potensi yang dimiliki untuk prestasinya di masa depan. Karena anak-anak ini adalah harapan yang perlu dukungan kita semua,” pungkasnya.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang peringatan, tetapi juga sarana edukasi, ekspresi, dan unjuk bakat bagi anak-anak dari berbagai sekolah reguler dan SLB se-Kabupaten Gresik. Dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA terlibat aktif dalam berbagai lomba, pentas seni, maupun pelatihan. Mereka tampil penuh semangat dan antusias, menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya dan berprestasi.(*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Peringati Hari Peduli Autisme Sedunia, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Pemkab Pastikan Kesetaraan Tanpa Diskriminasi Selengkapnya

Dukung Efisiensi Energi, Pemkab Gresik Segera Terapkan WFH setiap Jumat

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik segera melakukan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, kebijakan itu diharapkan berdampak pada efisiensi struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

“Tujuan pemerintah pusat menerapkan WFH sehari dalam sepekan adalah untuk penghematan anggaran. Terutama di tengah lonjakan harga energi,” ungkap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani 

usai menghadiri Hari Peduli Autisme Sedunia di Gressmall Gresik pada Kamis, 2 April 2026.

Menurutnya, kebijakan WFH dinilai sebagai langkah strategis, dalam upaya efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak di tengah dinamika kondisi global. Termasuk dampak konflik di Kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi sektor energi.

Ditanya mengenai Surat Edaran (SE) terkait skema WFH, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani menegaskan sudah menyiapkan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis). Pihaknya, menambahkan penerapan WFH di lingkungan Pemkab Gresik tetap akan mengikuti kebijakan pusat yang mulai berlaku per 1 April. 

“Pelaksanan WFH kemungkinan akan dimulai minggu depan tiap hari Jumat. Ada beberapa OPD tidak disarankan untuk WFH bagi sektor pelayanan publik yang membutuhkan kehadiran langsung, seperti tenaga kesehatan rumah sakit maupun Puskesmas,” tutur magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Selain WFH, Ia juga menyoroti kebijakan penghematan energi lain, seperti imbauan bersepeda ke kantor. Dengan penekanan pada efisiensi yang terukur, bupati berharap kebijakan WFH bisa juga sebagai instrumen strategis dalam menjaga ketahanan fiskal daerah. 

“Dalam dua bulan kedepan setidaknya ada penghematan biaya operasional 50 persen yang nantinya akan kita bahas bersama sama dengan DPRD. Pada PAPBD kita kembalikan untuk masyarakat yang terdampak, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun pasar murah,” tandas mantan Ketua DPRD Gresik ini (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Dukung Efisiensi Energi, Pemkab Gresik Segera Terapkan WFH setiap Jumat Selengkapnya

Wabup Gresik Dorong Lulusan UMG Jadi Wirausahawan, Ciptakan Peluang Kerja

GRESIK,1minute.id –  Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, mengajak para lulusan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) untuk berani menjadi wirausahawan dan mengambil peran di tengah tantangan global yang semakin dinamis. 

Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Wisuda ke-48 UMG di Gedung Graha Kartini Gresik pada Rabu, 2 April 2026. Sebanyak 593 wisudawan dari jenjang Diploma 3 hingga Strata 2 atau magister resmi dikukuhkan. 

Menurut Wabup Alif, momen ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk menentukan arah hidup dan memberi manfaat bagi sekitar. “Wisuda bukan garis akhir, tetapi awal untuk melangkah lebih berani dan berdampak,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia mengingatkan, dunia saat ini sedang menghadapi banyak tantangan mulai dari ketidakpastian ekonomi global hingga perubahan teknologi yang sangat cepat. Namun di balik itu, menurutnya selalu ada peluang bagi mereka yang mau melihat dan berani mengambil langkah.

Karena itu, ia mendorong para lulusan untuk tidak hanya berpikir mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang. Ia menyebut Gresik memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, mulai dari sektor industri, perikanan, UMKM, hingga usaha berbasis digital.

“Gresik ini bukan hanya tempat tinggal, tapi juga ladang peluang. Tinggal bagaimana kita mau melihat dan memanfaatkannya,” ungkapnya.

Selain peluang, ia juga menekankan pentingnya karakter dalam menjalani dunia usaha. Menurutnya, sikap pantang menyerah, disiplin, dan empati menjadi bekal utama agar bisa bertahan dan berkembang. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berupaya membuka ruang bagi tumbuhnya wirausaha muda. Bentuk dukungan tersebut mulai dari pelatihan, akses permodalan, hingga kemudahan perizinan usaha. “Kami ingin lulusan UMG bisa menjadi penggerak ekonomi di Gresik,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik Khoirul Anwar, menyampaikan bahwa wisuda ke-48 ini merupakan momentum penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap kerja. Ia menambahkan, para lulusan juga diharapkan mampu berkontribusi dan beradaptasi di tengah perubahan zaman.

“UMG berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja maupun wirausaha,” ujarnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Dorong Lulusan UMG Jadi Wirausahawan, Ciptakan Peluang Kerja Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Dorong Pelaku Usaha Kecantikan Inovatif, Adaptif dan Pertahanan Kearifan Lokal

GRESIK,1minute.id – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tiara Kusuma (Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia) Kabupaten Gresik dikukuhkan pada Rabu, 1 April 2026.  Pelantikan pengurus yang diketuai oleh Yuni Rini Agustina, biasa disapa, Yuni Tiara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Asluchul Alif mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah dalam organisasi bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk merangkul seluruh anggota dan mendorong kemajuan bersama. “Ini bukan hanya tentang posisi, tetapi bagaimana membawa organisasi menjadi solid dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Menghadapi kondisi ekonomi yang dinamis, Wabup Alif mengingatkan para pelaku usaha kecantikan untuk tidak bersikap pasif. Ia menekankan pentingnya inovasi serta kemampuan beradaptasi dengan tren yang terus berkembang, tanpa meninggalkan kekuatan nilai-nilai lokal.

“Sebagai pengusaha, kita diuji oleh ketidakpastian. Kuncinya ada pada keberanian berinovasi dan kecepatan membaca tren. Namun, riasan tradisional seperti Jawa, Madura, hingga Makassar tetap memiliki pasar tersendiri. Ini harus dikelola dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dalam pengembangan usaha. Wabup Alif mendorong pelaku usaha, khususnya generasi senior, untuk berkolaborasi dengan generasi muda dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.

Lebih lanjut, Wabup Alif menyampaikan Pemerintah Kabupaten Gresik telah menghadirkan layanan digital berbasis kecerdasan buatan melalui “Go-WA” di nomor 0812-1788-9986. Layanan ini memungkinkan masyarakat mengakses berbagai informasi publik dengan mudah.

“Melalui Go-WA, masyarakat bisa mendapatkan informasi mulai dari lowongan kerja, layanan BPJS, hingga perizinan hanya dengan mengirim pesan ‘halo’. Kami berharap data Tiara Kusuma dapat segera terintegrasi agar Pemkab bisa ikut mempromosikan usaha para anggota,” terangnya.

Menutup sambutannya, Wabup Alif berpesan agar pelaku usaha kecantikan di Gresik senantiasa menjaga kualitas layanan dan kepercayaan pelanggan. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan merupakan aset utama dalam dunia usaha.

“Jaga kepercayaan pelanggan. Jangan sampai ada kasus seperti uang muka yang tidak jelas. Pemerintah melalui dinas terkait seperti KBPPA akan terus hadir melalui pelatihan dan pemberdayaan, namun keberhasilan tetap ditentukan oleh kerja keras dan komitmen masing-masing,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Asluchul Alif Dorong Pelaku Usaha Kecantikan Inovatif, Adaptif dan Pertahanan Kearifan Lokal Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Bekali Tiga Isu Penting bagi Duta GenRe untuk Sukses

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan pembekalan kepada 20 finalis Duta Generasi Berencana (Genre) di Rumah Dinas Bupati Gresik pada Selasa, 31 Maret 2026. 

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati, serta Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani.

Dalam arahannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan peran strategis Duta Genre dalam menyosialisasikan edukasi kepada remaja agar terhindar dari perilaku berisiko, seperti pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza).

“Tiga hal tersebut menjadi perhatian khusus kami. Jika tidak dicegah, dapat berdampak pada masa depan generasi muda,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia pun mendorong para finalis untuk terus mengembangkan diri dan memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif. “Fokus pada apa yang harus dikerjakan saat ini, yaitu belajar dan terus meningkatkan kapasitas diri,” ungkap magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Forum Duta Genre merupakan wadah bagi remaja untuk membentuk karakter yang sehat, tangguh, dan bertanggung jawab.

“Jadilah teladan dan inspirasi bagi remaja lainnya. Menjadi Duta Genre bukan sekadar gelar, tetapi tanggung jawab untuk menyampaikan pesan positif kepada masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, para finalis diharapkan mampu memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai generasi unggul, serta memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya remaja, dalam mencegah perilaku berisiko dan membangun masa depan yang lebih baik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Bekali Tiga Isu Penting bagi Duta GenRe untuk Sukses Selengkapnya

2026 : 230 ASN Pemkab Gresik Purnatugas, Wabup Asluchul Alif  : Masa Purna Tugas bukan Akhir Perjalanan, tapi …

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 230 pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Gresik memasuki masa pensiun. Ratusan aparatur negeri sipil (ASN) memasuki masa purnatugas pada periode Mei hingga Desember 2026. 

Sebelum memasuki masa purna tugas mereka dibekali berbagai materi untuk mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun di ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 31 Maret 2026. Bimbingan Teknis Purna Tugas PNS dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menghadirkan pemateri antara lain Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Akhmad Jazuli. 

Dalam sambutannya, Asluchul Alif menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Ia mengajak para peserta untuk memandang masa purna tugas bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan sebagai awal dari fase kehidupan yang baru.

“Purna tugas bukan berarti berhenti berkarya. Justru ini saatnya kembali lebih dekat dengan keluarga dan tetap berkontribusi di tengah masyarakat, dengan bekal pengalaman yang luar biasa selama menjadi ASN,” ungkap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi panjang para PNS yang telah mengabdikan diri untuk masyarakat dan pembangunan Kabupaten Gresik. Menurutnya, setiap pengabdian yang telah diberikan menjadi bagian penting dari perjalanan kemajuan daerah.

Lebih lanjut, Ia mengingatkan pentingnya mempersiapkan masa pensiun secara matang, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga kesiapan mental, kesehatan, dan rencana aktivitas ke depan agar tetap produktif dan bahagia. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

2026 : 230 ASN Pemkab Gresik Purnatugas, Wabup Asluchul Alif  : Masa Purna Tugas bukan Akhir Perjalanan, tapi … Selengkapnya

Kemensos dan Pemkab Gresik Sosialisasilan DTSEN, Bansos Akurat dan Tepat Sasaran

GRESIK,1minute.id – Kementerian Sosial RI berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyosialisasikan penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sosialisasi ini bertujuan memastikan bantuan sosial (Bansos) tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan.

Mengusung tema “Kolaborasi Program Prioritas Presiden Dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi”, kegiatan tersebut digelar di Gedung Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 30,  Maret 2026.  

Sosialisasi dilakukan langsung oleh Mensos Saifullah Yusuf. Kehadiran Gus Ipul, sapaan, Saifullah Yusuf disambut Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif serta Forkopimda Gresik dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Gresik. 

Hadir pula Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih, kepala desa/lurah, operator data desa/kelurahan, serta para SDM pilar-pilar sosial se-Kabupaten Gresik, pendamping PKH, TKSK, serta TAGANA.

Dalam sambutannya, Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya pengakhiran ego sektoral data sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Menurutnya, mulai tahun 2025, data kemiskinan dipusatkan pada satu pintu yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan disajikan dalam peringkat desil 1 sampai 10.

Ia mengatakan bahwa data kemiskinan bersifat dinamis. Sehingga perlu pemutakhiran secara terus-menerus melalui berbagai saluran, baik jalur formal maupun partisipasi masyarakat. “Bupati, Wakil Bupati Gresik, hingga para pendamping dan operator SIKS-NG desa/kelurahan harus memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan data yang lebih akurat,” ungkapnya.

Intinya, ia melanjutkan, elemen-elemen strategis seperti RT, RW, kepala desa, Dinas Sosial, hingga BPS di daerah harus bersinergi di bawah koordinasi Bupati. Hasil pemutakhiran data dari tingkat desa ini nantinya akan dibawa ke Jakarta untuk diolah dan disajikan setiap tiga bulan sekali dalam bentuk pemeringkatan desil 1 sampai 10.

“Langkah ini merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan serta pemberian perlindungan sosial yang tepat sasaran,” tegas Gus Ipul.

Dikatakan, data ini bersifat sangat dinamis, dan data itu setiap hari bisa berubah, karena setiap hari ada yang meninggal dan ada yang melahirkan. Tugas kita di daerah adalah membantu pemutakhiran data secara faktual di lapangan, lalu mengirimkannya ke BPS. Hasil olah data ini akan disajikan setiap 3 bulan sekali.

“Dengan data yang akurat, kita menghindari kesalahan sasaran yang bisa menjadi temuan di masa depan,” ujar Gus Ipul saat memberikan paparan secara detail.

Selain jalur formal melalui Musyawarah Desa (Musdes), Gus Ipul membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat melalui kanal partisipasi. Jika masyarakat menemukan ketidaksesuaian bantuan seperti penerima yang memiliki aset mewah, mereka dapat melaporkan melalui saluran resmi melalui Aplikasi Cek Bansos: melalui fitur “Usul” dan “Sanggah”; Command Center Kemensos: kontak 171 atau 021-171 (layanan 24 jam); WhatsApp Center Kemensos Lapor Bansos: 08877 171 171.

Mewakili Bupati Gresik, Wakil Bupati Asluchul Alif dalam sambutannya menyampaikan, upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Gresik menunjukkan tren yang positif. Persentase penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 0,37 persen poin dari 10,32 persen pada Maret 2024 menjadi 9,95 persen pada Maret 2025.

“Artinya jumlah penduduk miskin di Kabupaten Gresik sejumlah 131.807 jiwa. Sementara menurut pendataan riil kami melalui Aplikasi Gresik Soya sebanyak 142.107 jiwa,” terang dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif. 

Sementara itu, berdasarkan aplikasi SIKS-NG jumlah penduduk Kabupaten Gresik yang berada pada desil 1 sampai 4 tercatat sebanyak 541.714 jiwa dengan rincian desil 1 : 163.725 jiwa, desil 2 : 164.469 jiwa, desil 3 : 117.139 jiwa, desil 4 : 96.381 jiwa. Dari data tersebut yang saat ini menerima bantuan sosial sebagai berikut: PKH 55.300 KPM, sembako (BPNT) 82.258 KPM, dan PBIJK 610.294 jiwa.

“Jadi yang menerima bansos baru 25,39 persen dari total desil 1 sampai 4. Masih ada 404.156 (74,61%) jiwa yang belum mendapatkan bantuan sosial,” ujarnya.

Wabup Alif menjelaskan, terkait dengan pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik saat ini jumlah siswa tetap utuh sebanyak 75 siswa tanpa adanya yang mengundurkan diri. Seluruh orang tua siswa juga telah menerima bantuan modal usaha sesuai dengan kebutuhan dan minat masing-masing.

“Progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen yang ada di Desa Raci Tengah hingga saat ini mencapai 27,36 persen. Mohon doa dan dukungannya semoga pembangunan SR tersebut bisa terlaksana sesuai target sehingga bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026–2027,” harapnya.

Tidak hanya itu, dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga melihat langsung penampilan siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 dan penampilan paduan suara pilar-pilar sosial Kabupaten Gresik serta mengajak dialog Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik untuk mengetahui perkembangannya. Selain itu, juga ada bantuan kewirausahaan bagi 75 orang tua siswa SRMA 37 Gresik dengan total nilai bantuan Rp391.853.366. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi

Kemensos dan Pemkab Gresik Sosialisasilan DTSEN, Bansos Akurat dan Tepat Sasaran Selengkapnya