Bupati Gresik Dorong Dapur SPPG Jadi Pelopor Pemilahan Sampah untuk Jaga Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan pembinaan kepada puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Senin, 8 Juni 2026. 

Kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kabupaten Gresik 2026 di Ruang  Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik ini, dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik Janoe Tegoeh Prasetijo, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifudin, Kepala SPPG dan Mitra se Kabupaten Gresik.

Pada kesempatan itu, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani menekankan kualitas operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekaligus memastikan pengelolaan sampah dan air limbah domestik berjalan sesuai standar regulasi nasional. 

Langkah ini diambil guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak menimbulkan masalah pencemaran lingkungan baru di tengah masyarakat. 

“Program MBG bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang sehat, aman dan berkelanjutan. Karena itu, selain aspek kualitas pangan kualitas pengolahan sampah dari sumber (SPPG,Red) sebelum ke TPST (tempat pembuangan sampah terpadu) juga harus menjadi perhatian utama,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Menurutnya, selain menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat pihaknya juga menyinggung Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan kualitas air sebagai tiga titik krusial yang harus dipenuhi setiap operasional SPPG. 

“Terkait SLHS kita masih ada 93, diperlukan komunikasi dua arah untuk SPPG dalam pengelolaan sampah di masing masing wilayah. Mungkin masih kesulitan untuk wilayah utara karena masih belum ada TPST. Jika wilayah selatan sudah ada TPST di Menganti dan Kedamean, maka diperlukan MoU antara DLH dan SPPG sehingga ada Implementasi,” harapnya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut dirancang dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi lingkungan. “Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penyediaan makanan bergizi tidak hanya menyehatkan anak-anak. Tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan sekitar, hingga menjadi pelopor budaya kebersihan lingkungan bagi SPPG,” imbuhnya. 

Bupati Yani juga mendorong SPPG untuk memanfaatkan potensi komoditas yang ada di masing masing SPPG untuk menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Ia berharap potensi tersebut bisa dimanfaatkan oleh setiap SPPG dalam pemenuhan program MBG. “Karena Kabupaten Gresik bukan tempat penghasil buah, maka Pemkab Gresik siap mensubsidi transportasi bagi SPPG dalam pemenuhan gizi program MBG,” terangnya.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini terbangun budaya pengelolaan sampah yang baik kepada seluruh SPPG di Kabupaten Gresik. Serta terwujud sinergi antara pemerintah daerah dengan SPPG dalam mewujudkan Gresik yang bersih, sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Dorong Dapur SPPG Jadi Pelopor Pemilahan Sampah untuk Jaga Lingkungan Selengkapnya

3 Hari, 3 Kejadian Kebakaran di Gresik, Penyebabnya Diduga Cuaca hingga Human Error 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak tiga kejadian kebakaran dalam dua hari belakangan ini di Kabupaten Gresik pada Jumat sampai dengan Minggu, 6-7 Juni 2026. Penyebabnya, diduga kuat karena cuaca musim kemarau dan human error. Untung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Kali pertama, serbuk kayu milik PT. Multi Pratama Wijaya di Jalan Kepatihan Industri, Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti pada Jumat, 5 Juni 2026 sekitar pukul 12.31 WIB. Serbuk kayu mengering dan menyerupai bukit itu tiba-tiba terbakar. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono berdasarkan keterangan dari Ardian selaku HRD PT. Multi Pratama Wijaya melihat  api dari serbuk kayu yang berada di tanah diperkirakan karena cuaca yang sangat panas dan dilokasi sangat kering sehingga menyebabkan timbulkan percikan api. “Kemudian api merambat ke tumpukan serbuk kayu dan menjadi besar,” ujar Suyono.

Kebakaran kali kedua, adalah alang-alang di Jalan Mayjen Sungkono, Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas. Lahan seluas lapangan bola voli hangus karena di lahap api pada Sabtu, 14.10 WIB. Penyebabnya, kata Suyono diduga human error. Ia menceritakan, siang ada seorang warga membakar sampah. 

Terik matahari, dan hembusan angin lidah api merembet membakar alang-alang. Berbagai upaya dilakukan oleh warga untuk memadamkan api. Tapi, belum bisa memadamkan bara api yang membasar. “Seorang warga melaporkan kejadian ke call center 112 Pemkab Gresik karena khawatir api merembet ke rumah warga,” terang Suyono. 

Dan, kali ketiga rumput ilalang di lahan kosong di Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru Metro Park CBD Jalan Jakarta, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar pada Minggu, 7 Juni 2026 pukul 17.04 WIB. Pelapornya Siswo, security perumahan. Kepala Dinas Damkamat Gresik Suyono meminta kepada seluruh masyarakat di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik untuk tidak membakar sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan karena musim kemarau berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

3 Hari, 3 Kejadian Kebakaran di Gresik, Penyebabnya Diduga Cuaca hingga Human Error  Selengkapnya

Damkamat Gresik Evakuasi Anak 2 Tahun Terkunci dan Menangis dalam Kamar Tidur Kosan 

GRESIK,1minute.id – Nyonya Fanny panik. Hatinya nderedek. Sebab, Fathan, anak semata wayang hampir 2 jam menangis. Bocah dua tahun ini menangis karena terkunci dari dalam kamar tidur rumah kos di Jalan Kramat Inggil, Kelurahan Kramat Inggil, Kecamatan/ Kabupaten Gresik pada Kamis, 4 Juni 2026.

Selama hampir 2 jam, Fathan terkunci dalam kamar kos tersebut. Fanny, ibu satu anak itu akhirnya meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik untuk melakukan evakuasi. Menurut Kepala Dinas Damkamat Gresik Suyono, pihaknya menerima laporan anak terkunci dalam tidur dari Ny. Fanny, orang tua Fathan sekitar pukul 12.14 WIB.

“Anak sudah terkunci di dalam kamar selama 2 jam,” kata Suyono pada Kamis, 4 Juni 2026. Pihaknya menerjunkan sebanyak 7 personel untuk melakukan evakuasi. Tim rescue tiba di tempat kejadian sekitar pukul 12.30 WIB. Saat tiba di lantai 2 rumah kos-kosan, anak Fathan masih terdengar menangis. 

Proses rescue membutuhkan waktu selama 15 menit untuk membuka paksa pintu dengan menggunakan peralatan linggis. “Terima kasih Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Gresik,” ujar Ny Fanny sambil mengendong anaknya yang masih menangis. 

Dinas Damkamat Gresik telah melakukan evakuasi sebanyak 17 kejadian selama Juni 2026. Sehari, bila di rata-rata sebanyak 4 kejadian petugas melakukan tindakan penyelamatan warga kota Santri,sebutan lain, Kabupaten Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Damkamat Gresik Evakuasi Anak 2 Tahun Terkunci dan Menangis dalam Kamar Tidur Kosan  Selengkapnya

Pemkab dan DPRD Gresik Sepakat Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur JPD, Anggarkan Rp 2,8 Triliun 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan Jalan Poros Desa (JPD) di Kabupaten Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pembangunan jalan poros desa kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah, terutama setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan yang memperkuat peran pemerintah daerah dalam penyelenggaraan dan pembinaan jalan desa.

“Kalau dulu pemerintah desa masih dimungkinkan melakukan perawatan melalui dana desa maupun bantuan keuangan desa, sekarang pemerintah kabupaten memiliki peran yang lebih besar dalam penanganan jalan poros desa,” jelas Bupati Fandi Akhmad Yani dalam Dialog Publik bertema Sinergi DPRD Gresik dan Komunitas Wartawan Grissee dalam Mengawal Jalan Poros Desa  di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Selasa,  2 Juni 2026.

Dialog ini dihadiri oleh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti, para camat, kepala desa, serta insan media di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.

Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan  tantangan pembangunan JPD cukup besar di tengah keterbatasan fiskal daerah. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama DPRD telah menyatukan visi untuk menjadikan pembangunan jalan poros desa sebagai prioritas pembangunan pada 2026 hingga 2027.

“Alhamdulillah, kami dan DPRD memiliki pandangan yang sama. Fokus pembangunan diarahkan pada jalan poros desa. Setelah dipetakan bersama Dinas PU, hampir seluruh kecamatan memang membutuhkan penanganan prioritas,” katanya.

Ia menegaskan pembangunan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan yang paling mendesak, terutama pada ruas jalan dengan mobilitas tinggi. “Kami tidak bisa menghitung satu ruas jalan secara keseluruhan tanpa melihat kondisi detail di lapangan. Mana yang rusak berat dan mana yang rusak sedang harus dipetakan agar kemampuan fiskal daerah benar-benar efektif,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Yani juga mencontohkan pembangunan Jalan Menganti yang sebelumnya dianggap sulit direalisasikan, tetapi kini mulai menunjukkan hasil nyata.

“Kadang kita takut dengan bayang-bayang sendiri. Kalau dulu Jalan Menganti tidak mulai dibangun, mungkin sampai hari ini hasilnya belum terlihat. Namun, ketika dicicil dan dimulai sedikit demi sedikit, ternyata manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Ia berharap pembangunan jalan poros desa dapat terus berjalan hingga tuntas pada akhir masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Gresik Syahrul Munir menegaskan bahwa DPRD dan pemerintah daerah telah menyelaraskan arah pembangunan agar fokus pada persoalan prioritas, termasuk jalan poros desa.

“Kami berharap media dapat terus menghadirkan informasi yang faktual dan objektif sehingga masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh terkait pembangunan daerah,” ujar Syahrul.

Menurutnya, tantangan terbesar pembangunan JPD adalah keterbatasan anggaran dan besarnya kebutuhan penanganan di lapangan. “Total kebutuhan penanganan jalan poros desa diperkirakan mencapai Rp2,8 triliun. Karena itu, yang paling penting adalah menentukan prioritas pembangunan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti perlunya menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat desa. “Dulu masyarakat desa terbiasa bergotong royong memperbaiki jalan. Sekarang, ketika ada jalan rusak, langsung direkam dan diviralkan. Semangat gotong royong ini harus mulai kita hidupkan kembali,” katanya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab dan DPRD Gresik Sepakat Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur JPD, Anggarkan Rp 2,8 Triliun  Selengkapnya

Pemkab Gresik Perluas Program Bunda Puspa di 80 Desa, Percepat Penurunan Angka Stunting dan Kemiskinan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik memperluas jangkauan Program Bantuan untuk Pemberdayaan Perempuan Usaha dan Pendidikan Anak (Bunda Puspa) pada tahun 2026.

Salah satu program Nawa Karsa Gresik Seger ini sebelumnya hanya menyasar 24 Desa menjadi 80 desa di delapan kecamatan ini sebagai upaya mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menegaskan bahwa Bunda Puspa merupakan salah satu instrumen strategis Pemkab Gresik dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan peran perempuan.

“Program Bunda Puspa merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan keluarga maupun pembangunan daerah,” ujarnya saat membuka kegiatan pembekalan bagi Tim Pelaksana Kegiatan Bunda Puspa yang digelar di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik pada Selasa,  2 Juni 2026.

Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan perempuan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Karena itu, seluruh tim pelaksana diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan program di tingkat desa dan kelurahan.

“Jika ibu-ibunya kuat, maka desa dan kelurahan tersebut akan menjadi kuat. Saya berharap outcome dari program ini dapat dimaksimalkan dengan baik oleh seluruh tim pelaksana di lapangan,” ungkapnya.

Sekda Washil menjelaskan, terdapat enam outcome utama yang menjadi target pelaksanaan Program Bunda Puspa yakni peningkatan pendapatan keluarga ;  pengurangan jumlah keluarga miskin ; dan peningkatan kualitas pendidikan anak. Berikutnya, perbaikan gizi dan kesehatan keluarga ; kemandirian perempuan sebagai kepala keluarga, serta penguatan jejaring sosial dan budaya gotong royong.

Untuk mencapai target tersebut, program ini tidak hanya berfokus pada pendampingan sosial. Bunda Puspa juga memberikan pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, pendampingan pemasaran produk, hingga fasilitasi akses permodalan dan koperasi guna memperkuat ekonomi keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menyampaikan bahwa Program Bunda Puspa telah berjalan sejak tahun 2022.

Menurutnya, perluasan program pada tahun 2026 dilakukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap manfaat Bunda Puspa. Jika sebelumnya program hanya dilaksanakan di satu desa pada masing-masing kecamatan, tahun ini cakupannya diperluas menjadi 10 desa di setiap kecamatan atau total 80 desa di delapan kecamatan.

“Selama empat tahun pelaksanaan, Program Bunda Puspa baru menjangkau 24 desa. Tahun ini kami memperluas sasaran agar semakin banyak perempuan dan keluarga yang memperoleh manfaat dari program ini,” jelasnya.

Titik menambahkan, Bunda Puspa memiliki dua komponen utama, yakni pembelajaran umum dan pemberdayaan ekonomi. Materi pembelajaran mencakup konsep gender, perlindungan anak, ketahanan keluarga, peran perempuan dalam pembangunan desa, hingga kewirausahaan. Sementara pada aspek pemberdayaan ekonomi, peserta memperoleh pelatihan dan pendampingan usaha sesuai potensi yang dimiliki.

“Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan pembangunan desa,” tegasnya.

Melalui sinergi antara Dinas KBPPPA, pemerintah desa dan kelurahan, organisasi perempuan, dunia usaha, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, Pemkab Gresik optimistis Program Bunda Puspa akan semakin memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.

Selain mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan dan stunting, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG), serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gresik. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Perluas Program Bunda Puspa di 80 Desa, Percepat Penurunan Angka Stunting dan Kemiskinan Selengkapnya

Nila Yani Apresiasi Launching Komunitas Gowes dan Pasar Ahad di Ecopark Desa Randuagung

GRESIK,1minute.id – Ratusan warga Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik tumblek-blek di Pasar Ahad di Kawasan EcoPark Desa Randuagung pada Ahad, 31 Mei 2026. 

Mereka datang untuk menikmati kuliner tempo doeloe alias Jajanan Jadul bersama Nila Yani Hardiyanti, anggota Komisi VII DPR RI serta kominutas gowes. 

Mbak Nila, begitu biasa disapa,menghadiri acara Peluncuran Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul itu bersama Kepala Desa Randuagung Khambali, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, komunitas pesepeda. Acara pun berlangsung meriah. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pelestarian kuliner tradisional.

Dalam kesempatan tersebut Nila Yani Hardiyanti menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Desa Randuagung yang mampu memadukan olahraga, pelestarian budaya kuliner, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu kegiatan yang positif.

“Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul ini bukan hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi, tetapi juga wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal serta menjaga keberlangsungan jajanan tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa,” ujar Mbak Nila sapaan akrab, Nila Yani Hardiyanti.

“Dengan diresmikannya Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul, Ecopark Desa Randuagung diharapkan semakin berkembang sebagai pusat aktivitas masyarakat, destinasi wisata edukatif, serta ruang promosi bagi produk-produk UMKM lokal,” imbuh legislator PDI-P yang merupakan putri daerah Randuagung, Kebomas ini.

Sementara itu, Kepala Desa Randuagung Kebomas Khambali menyampaikan bahwa Pasar Ahad Jajanan Jadul akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan pada pekan kedua di kawasan Ecopark Desa Randuagung. Kegiatan ini diharapkan menjadi destinasi wisata desa yang menarik bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya.

Berbagai jajanan tradisional khas Nusantara ditampilkan dalam pasar tersebut, mulai dari cenil, klepon, lupis, putu, kue cucur, hingga aneka makanan dan minuman tradisional lainnya yang mengundang nostalgia bagi para pengunjung.

“Selain menikmati sajian kuliner, masyarakat juga mengikuti kegiatan gowes bersama yang menempuh rute mengelilingi wilayah desa dan kawasan sekitar. Kegiatan ini menjadi simbol semangat kebersamaan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” terangnya penuh semangat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Nila Yani Apresiasi Launching Komunitas Gowes dan Pasar Ahad di Ecopark Desa Randuagung Selengkapnya

Kali ke-11, Gresik Raih WTP, Bupati Gresik : Hasil Kerja seluruh Perangkat Daerah

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. 

Capaian ini menjadi opini WTP ke-11 yang diraih Kabupaten Gresik secara berturut-turut, sekaligus menandai lebih dari satu dekade konsistensi dalam menjaga tata kelola keuangan daerah di tengah pertumbuhan industri dan pembangunan yang terus bergerak.

Opini tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur Yuan Candra Djaisin kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Kantor BPK Perwakilan Jawa Timur, Sidoarjo pada Jumat, 29 Mei 2026. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa capaian WTP ke-11 berturut-turut merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik di tengah dinamika pembangunan daerah yang terus berkembang.

“Capaian ini bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan setiap rekomendasi hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti secara optimal.

Di tengah laju pembangunan, meningkatnya kebutuhan pelayanan publik, hingga pertumbuhan kawasan industri dan investasi, Kabupaten Gresik mampu mempertahankan kualitas pengelolaan keuangan secara berkelanjutan.

Di balik kali kesebelas opini WTP tersebut, terdapat berbagai upaya pembenahan yang terus dilakukan pemerintah daerah. Mulai dari penguatan sistem pengendalian internal, penataan aset daerah, percepatan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan, hingga peningkatan disiplin rekonsiliasi keuangan antarperangkat daerah.

Perlahan, tata kelola keuangan tidak lagi dipandang sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja birokrasi yang menuntut ketelitian, transparansi, dan akuntabilitas.

Sebagai salah satu daerah industri dan tujuan investasi utama di Jawa Timur, tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan yang akuntabel dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik maupun dunia usaha terhadap Kabupaten Gresik.

Kepala BPK Perwakilan Jawa Timur Yuan Candra Djaisin, menyampaikan bahwa penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Tahun 2025 merupakan amanat konstitusi yang harus diselesaikan tepat waktu. Seluruh pemerintah daerah, ungkapnya, telah menyampaikan laporan keuangan sekitar dua bulan sebelumnya untuk dilakukan pemeriksaan oleh BPK.

Meski pelaksanaan penyerahan dilakukan di tengah hari libur nasional, BPK tetap memastikan seluruh proses pemeriksaan selesai sesuai tenggat waktu. “Harusnya batas akhirnya 31 Mei. Karena bertepatan dengan libur, maka hari ini kita laksanakan agar tetap tepat waktu. Alhamdulillah seluruh proses pemeriksaan dapat kami selesaikan,” ujar Yuan.

Menurut Yuan, hasil pemeriksaan BPK berupa opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan pemerintah daerah. Opini tertinggi yang diberikan BPK adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), disusul Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Tidak Wajar, dan Disclaimer atau tidak memberikan pendapat.

“Opini WTP itu menilai kewajaran penyajian laporan keuangan. Jadi apabila terdapat kasus yang tidak berkaitan langsung dengan penyajian laporan keuangan, maka hal tersebut tidak otomatis memengaruhi opini,” jelasnya.

Ia juga menyinggung sejumlah operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi di Jawa Timur sepanjang 2026. Menurutnya, berbagai kasus tersebut menjadi pengingat bagi BPK untuk terus memperkuat kualitas audit dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi fraud dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Yuan menambahkan, proses penetapan opini di BPK dilakukan secara berlapis dan tidak bergantung pada satu orang pengambil keputusan. Untuk entitas berisiko tinggi, hasil pemeriksaan bahkan harus melalui mekanisme cross review antarperwakilan BPK di berbagai provinsi guna memastikan independensi dan objektivitas pemeriksaan.

“Jadi bukan keputusan satu orang. Ada review internal dan cross review antarwilayah untuk memastikan independensi dan objektivitas pemeriksaan,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan atas LKPD Tahun 2025, BPK Perwakilan Jawa Timur menyimpulkan bahwa seluruh 33 pemerintah daerah di Jawa Timur yang hadir dalam penyerahan LHP tahun ini berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Meski demikian, Yuan mengingatkan bahwa capaian tersebut harus dipertahankan melalui tata kelola yang baik dan akuntabel pada tahun-tahun berikutnya. “Seperti yang pernah disampaikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, WTP bukanlah prestasi, melainkan kewajiban. Justru mempertahankannya yang tidak mudah,” katanya.

Turut hadir dalam penyerahan LHP tersebut Ketua DPRD Kabupaten Gresik Syahrul Munir, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, serta Inspektur Kabupaten Gresik Achmad Hadi. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Kali ke-11, Gresik Raih WTP, Bupati Gresik : Hasil Kerja seluruh Perangkat Daerah Selengkapnya

Diduga Stres, Sapi Kurban di Manyar, Gresik Terpaksa Ditembak Bius

GRESIK,1minute.id – Jemaah masjid Al Ihsan di Jalan Kayu, Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik heboh. Pasalnya, salah satu sapi kurban ngamuk. Tali pengikat lepas, sapi pun ucul

Sapi itu ngamuk ditengarai mengalami stres. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menembak bius sapi stres tersebut. 

Berdasarkan keterangan dari Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik pada Selasa malam, 26 Mei 2026 alias malam Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi menerima pengadaan melalui callcenter AKAS 112 Gresik. Pelapor adalah Sining, warga Kompleks PPI meminta bantuan menangkap seekor sapi yang lepas dari pengikat talinya. 

“Tali pengikat sapi lepas sejak Selasa siang. Sampai malam hari warga kesulitan menangkapnya,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Rabu, 27 Mei 2026. Sapi itu dibeli dari peternak asal Lamongan. Pemilik ternak juga sudah didatangkan tapi tetap tidak bisa menjinakkan sapi tersebut. 

Hingga badal Salat Isya, sapi berwarna coklat itu belum bisa dijinakkan oleh jemaah maupun warga setempat. Warga akhirnya angkat tangan. Pada Selasa malam, sekitar pukul 19.19 WIB sebanyak tujuh personel Damkar melakukan upaya penyelamatan. Namun, gagal. Sapi terus ngamuk. Melihat kondisi itu, petugas rescue Damkarmat Gresik melakukan koordinasi dengan BKSDA untuk membantu menembak bius sapi tersebut. Sekitar pukul 21.30 WIB, obat bius hewan datang dari Dinas Peternakan Lamongan datang personil dan pihak BKSDA standby dilokasi. 

Proses penembakkan bius sapi diawasi langsung oleh dr Rajendra dari Dinas Peternakan Lamongan. “Proses penembakkan obat bius sampai beberapa kali ke sapi yang lepas dan alhamdulillah akhirnya sapi pun lemas dan berhasil ditangkap personil dan warga,” terang Suyono. Proses rescue kelar pada Rabu dini hari, pukul 00.27 WIB. Pagi hari sapi kurban itu bangun dan bugar akhirnya disembelih. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Diduga Stres, Sapi Kurban di Manyar, Gresik Terpaksa Ditembak Bius Selengkapnya

Bupati Gresik : Rokok Ilegal Rampas Hak Pendidikan dan Layanan Kesehatan Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa peredaran rokok ilegal tidak hanya melanggar hukum. Namun juga berdampak langsung terhadap berkurangnya anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Rokok ilegal ini menjadi musuh bersama kita. Dampaknya bukan hanya kepada negara, tetapi juga merampas hak-hak masyarakat, termasuk anggaran beasiswa bagi adik-adik kita,” tegas Fandi Akhmad Yani saat membuka Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Cukai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Hotel Horison Gresik pada Selasa, 26 Mei 2026.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber di antaranya, Kepala Unit Intel Kejaksaan Negeri Gresik R.A. Nur Rizky, Kepala Seksi penyuluhan dan informasi Bea Cukai Gresik Eko Rudi Hartono, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Gresik Riyanto Hadi Saputro, serta Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu Polres Gresik Iptu Komang Andhika Haditya Prabu.

Berkolaborasi dengan kantor Bea Cukai dan Dinas Satpol PP Kabupaten Gresik, sosialisasi kali ini menggandeng Kelompok Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) dan Purna Paskibraka. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi kepada generasi muda terkait bahaya peredaran rokok ilegal.

Ia melanjutkan maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai, penggunaan pita cukai palsu, hingga pemanfaatan pita cukai bekas yang kini kian berani dilakukan secara terang-terangan.

Menurutnya, tingginya peredaran rokok ilegal akan berdampak pada berkurangnya penerimaan negara dan daerah. Padahal, penerimaan tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan publik.

Ia menjelaskan bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program pelayanan publik. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial.

Kepala Satpol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga menjelaskan bahwa sepanjang  2025, pihaknya bersama Bea Cukai Gresik telah memusnahkan 9,8 juta batang rokok ilegal. Total kerugian negara akibat temuan tersebut sebesar Rp 9,6 miliar. 

Pada 2026, total keseluruhan temuan pada periode April hingga Mei 2026, berjumlah hampir enam juta batang rokok ilegal. “Seluruh barang bukti tersebut saat ini diamankan oleh pihak Bea Cukai Gresik dengan pendampingan penuh dari Satpol PP,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Ia menambahkan, alokasi DBHCHT untuk penegakan hukum dibatasi maksimal 10 persen. Sebagian besar anggaran justru digunakan untuk kepentingan masyarakat, terutama sektor kesehatan dan bantuan sosial. “Dana DBHCHT banyak dimanfaatkan untuk pembiayaan program JKN, pengadaan alat kesehatan, bantuan sosial, hingga pelatihan kerja melalui Disnaker. Karena itu, pemberantasan rokok ilegal menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik : Rokok Ilegal Rampas Hak Pendidikan dan Layanan Kesehatan Masyarakat Selengkapnya

Presiden Prabowo Kurban Sapi 1,14 Ton di Gresik, Polres Gresik Salurkan Bantuan 15 Ekor Sapi, 76 Ekor Kambing

GRESIK,1minute.id –  Seekor sapi milik Presiden Prabowo Subianto bakal disembelih di Masjid Nusantara di Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Gresik. Sapi milik peternakan bernama Teguh Budi Slamet, warga Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik itu memiliki berat 1 ton,14 kilogram. 

Menurut Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindhito Putro, sapi kurban milik Presiden Prabowo masuk lima besar terberat di Indonesia. “Permintaan dari sekretariat Presiden, minimal berat sapi 800 kilogram, tapi sapi milik peternakan Wringinanom ini memiliki berat 1 ton, 140 kilogram. Kabar terberat nomor 3 di Indonesia,” kata Eko Anindhito Putro usai membuka Festival Qurban, Grissee 1K di kawasan Heritage, Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ditempat terpisah, Polres Gresik pada Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi menyalurkan sebanyak 15 ekor sapi dan 76 ekor kambing. Puluhan hewan kurban untuk didistribusikan kepada pondok pesantren, masjid, musala, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat hingga insan pers di Kabupaten Gresik. 

Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan upaya mempererat sinergi antara Polri dengan masyarakat. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan Polres Gresik menyalurkan hewan kurban kepada sejumlah lembaga, pondok pesantren, masjid, musholla, instansi, hingga kelompok masyarakat.

“Melalui momentum Idul Adha ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan manfaat kepada masyarakat. Kurban bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Momentum Idul Adha ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, namun juga sarana memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas antara Polri dengan masyarakat. Melalui penyaluran hewan kurban, Polres Gresik berharap keberkahan Idul Adha dapat dirasakan lebih luas serta semakin mempererat sinergitas dalam menjaga keamanan dan keharmonisan sosial di Kabupaten Gresik.

“Kami berharap keberkahan Idul Adha ini bisa dirasakan bersama dan semakin mempererat sinergitas dalam menjaga keamanan serta keharmonisan sosial di Kabupaten Gresik,” tambahnya.

Sementara, Ketua MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib, menyampaikan apresiasi dan doa atas penyaluran hewan kurban yang dilakukan Polres Gresik. Ia mengungkapkan rasa syukur serta berharap ibadah kurban tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang membawa keberkahan.

“Alhamdulillah, semoga hewan kurban ini sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan menjadi wasilah bagi Kapolres Gresik untuk mendapatkan tambahan keberkahan serta kemudahan dalam mengemban amanah. Kami juga berharap Kabupaten Gresik semakin kondusif, aman, dan masyarakatnya senantiasa hidup rukun,” ujar KH Ainur Rofiq Thoyyib. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Presiden Prabowo Kurban Sapi 1,14 Ton di Gresik, Polres Gresik Salurkan Bantuan 15 Ekor Sapi, 76 Ekor Kambing Selengkapnya