66 Rumah di Ujungpangkah Diterjang Angin Lesus, Bupati Gresik Tinjau Lokasi dan Serahkan Bantuan

GRESIK,1minute.id – Angin lesus menerjang Desa Kepatang Lor dan Desa Glatik di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sebanyak 66 rumah rusak akibat bencana angin puting beliung itu.

Kabar bencana itu pun sampai ketelingah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mendatangi lokasi korban bencana angin itu pada Sabtu, 14 Desember 2024.

Kholidin, salah satu korban bencana angin ribut mengaku terharu disambangi Gus Yani sambil membawa bantuan kepada warga terdampak bencana angin itu.

Warga Desa Glatik berusia 38 tahun itu pun menyatakan terima kasih. 

“Terima kasih pak bupati. Dan mudah-mudahan bagi semua pihak yang membantu, diberikan rezeki yang lebih barokah oleh Allah SWT,” tutur Kholidin.

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani datang dengan didampingi Kepala Satuan Pelaksana atau Satlak Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Gresik Sukardi, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman atau CKPKP Ida Lailatussa’diyah dan Camat Ujungpangkah Shofwan Hadi. Mereka disambut hangat masyarakat. 

Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik kemudian meninjau langsung sejumlah rumah warga korban angin lesus. Gus Yani juga berdialog dengan para korban dan memberikan bantuan berupa uang tunai, paket sembako, kasur lipat matras, terpal, lauk pauk dan biskuit. Hal ini untuk membantu pemulihan masyarakat yang terdampak. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa prihatin dengan musibah yang menimpa warga Desa Glatik dan Desa Ketapang Lor Kecamatan Ujungpangkah Gresik. Ia menyampaikan, bantuan ini sebagai bentuk komitmen untuk memberikan semangat dan dukungan langsung kepada masyarakat.

“Kami hadir langsung bersama dinas terkait, Muspika dan perangkat desa untuk memastikan penanganan pasca bencana berjalan baik. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Pihaknya juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, termasuk keterlibatan Muspika Ujungpangkah dan perangkat desa dalam membantu perbaikan. “Setelah kejadian, masyarakat bersama-sama langsung memperbaiki atap rumah yang rusak. Ini menunjukkan kekompakan yang luar biasa,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan. Menurutnya, intensitas curah hujan dan potensi bencana seperti puting beliung bisa saja masih terjadi di wilayah Gresik. 

“Kami berharap masyarakat Gresik, khususnya yang berada di daerah rawan, tetap siaga. Bila ada pepohonan besar di sekitar rumah, jangan ditebang namun dipangkas untuk mengurangi risiko,” pesan Gus Yani. (yad)

66 Rumah di Ujungpangkah Diterjang Angin Lesus, Bupati Gresik Tinjau Lokasi dan Serahkan Bantuan Selengkapnya

Tim Damkar Gercep, Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik : Pabrik yang Terbakar, Tidak Mengganggu Operasional dan Aktivitas Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Asap hitam itu membumbung tinggi. Dalam video amatir asap hitam itu berasal dari pabrik NPK PT Petrokimia Gresik. Kebakaran terjadi sekitar pukul.09.45 WIB. Tim tanggap darurat, pemadam kebakaran berhasil memadamkan amuk si jago di pabrik berlokasi di Jalan Gubernur Suryo, Keleruhan Tlogopojok, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur sekitar pukul 10.20 WIB atau selama 35 menitan.

Tidak korban dalam musibah kebakaran ini. Kini, penyebab terbakarnya pabrik NPK itu masih dilakukan penyelidikan.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Adityo Wibowo membenarkan kejadian kebakaran tersebut “Memang benar adanya (kebakaran, Red), namun langsung padam dalam hitungan menit. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, ini tidak mengganggu operasional, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar perusahaan,” ujar Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Adityo Wibowo pada Jumat, 13 Desember 2024.

Ia menjelaskan, asap mulai terlihat pada pukul 9.43 WIB dan padam pada pukul 10.20 WIB. Kecepatan ini tentunya hasil kinerja dari tim PMK Petrokimia Gresik yang dengan sigap bergerak untuk memadamkan api dengan mengerahkan dua mobil pemadam. Satu di antaranya adalah mobil Bronto Skylift.

“Teknologi yang dimiliki Bronto Skylift membantu tim PMK mempercepat pemadaman. Mobil ini cukup modern dan mumpuni untuk berbagai medan. Mobil Bronto Skylift mampu memadamkan api di ketinggian 32 meter,” terang Adit, sapaan akrab, Adityo Wibowo.

Ia juga mengungkapkan, keberhasilan pemadaman tersebut tidak lepas dari peran Srikandi Damkar (Pemadam Kebakaran) Petrokimia Gresik. Menurutnya Srikandi Damkar sangat berkontribusi dalam mempercepat proses pemadaman sehingga tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa.

Lebih lanjut Adit juga kembali memastikan bahwa kebakaran ini tidak akan mengganggu operasional perusahaan dalam menyediakan layanan solusi agroindustri. Operasional pabrik NPK berjalan seperti biasa.

“Stakeholder pertanian tidak perlu khawatir, kami memastikan kejadian ini tidak mengganggu tugas kami dalam rangka menyediakan pupuk untuk Indonesia,” tegasnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung pemadaman kebakaran ini. “Kami juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena kebakaran ini sudah kami atasi,” tutup Adit. (yad)

Tim Damkar Gercep, Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik : Pabrik yang Terbakar, Tidak Mengganggu Operasional dan Aktivitas Masyarakat Selengkapnya

Usai Diprotes Warga, Manajemen SJA, Pabrik Tepung Ikan, akan Melakukan Evaluasi Berkala

GRESIK,1minute.id – Bau tidak sedap yang diduga keluar dari cerobong pabrik tepung ikan, PT Sais Jaya Abadi membuat sebagian warga Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur protes pada Rabu, 4 Desember 2024.

Warga yang protes polusi bau itu mendatangi balai desa setempat sambil membawa sejumlah poster. Puluhan warga itu meminta agar pabrik tepung ikan dapat meminimalisir limbah. Sehingga bau tidak sedap itu dapat dikurangi.

Setelah melakukan orasi, Kepala Desa Sumberame Sueb Wahyudi mengajak warga dan pihak manajemen PT Sais Jaya Abadi atau SJA untuk bareng. Mediasi yang dihadiri oleh Camat, Kades Sumberejo, Polsek Wringinanom, serta 5 orang perwakilan dari warga dan dari pihak perusahaan juga di hadiri legal hukum dari perusahaan mendapatkan pengawalan dari Polres Gresik dan Polsek Wringinanom.

Dalam mediasi itu, warga menuntut agar perusahaan memperbaiki  polusi bau produksi, warga juga meminta 70 persen pekerja wajib dari warga sekitar perusahaan, dana CSR dibagikan kepada seluruh dusun (4 dusun) masing-masing senilai Rp 500 ribu per bulan, meminimalisir pengolahan limbah cair, sebelum proses perbaikan limbah polusi bau perusahan diminta agar tidak melakukan produksi.

Salah satu warga mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan tentang adanya perusahaan yang berdiri di desanya. Namun limbah udara yang baunya menyengat bisa diminimalisir.

“Kami meminta agar perusahaan segera melakukan evaluasi pembangunan blower udara supaya bisa minimalisir bau. Perusahaan harus menerima keluhan masyarakat, demi kebaikan perusahaan dan warga,” ujarnya pada Rabu, 4 Desember 2024.

Kades Sumberame Sueb Wahyudi mengatakan, bahwa kedatangan warga ke balai desa untuk memprotes PT. Sais Jaya Abadi yang memproduksi tepung ikan atas limbah polusi bau yang ditimbulkan.

“Alhamdulillah mediasi antara warga dengan perusahaan menghasilkan titik temu. Perusahaan akan mengevaluasi polusi udara yang menyebabkan bau menyengat,” ujar Kades Sueb.

Sueb melanjutkan, di Desa Sumberame banyak perusahan yang berdiri. Namun, ketika warga melakukan protes perusahaan langsung meresponnya. Pihaknya, berharap hal serupa dilakukan oleh PT. Sais Jaya Abadi.

“Mudah-mudahan keluhan warga segera ditindaklanjuti oleh perusahaan. Kami tidak mempermasalahkan adanya perusahaan di desa kami. Namun jangan sampai menggangu masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, PT Sais Jaya Abadi melalui legal hukumnya dari Kantor Hukum Welem Mintarja and Partner mengatakan bahwa tuntutan warga akan segera dilakukan evaluasi.

“Pada prinsipnya perusahaan akan melakukan upaya terbaik untuk masyarakat Desa Sumberame, salah satunya akan evaluasi terkait polusi bau dan limbah air,” tegas Welem Mintarja.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini perusahaan sudah melakukan kerjasama dengan vendor terkait inovasi polusi bau menyengat yang disebabkan proses produksi. Yaitu, akan membangun ruang khusus untuk menampung polusi udara dengan cara direduksi menjadi air. Harapannya, polusi udara dapat diminimalisir. “Saat ini pembangunan masih proses pengerjaan, diperkirakan kurang lebih satu bulan lagi selesai,” jelasnya.

Masih menurutnya, terkait dengan pengolaaan limbah cair yang saat ini di indikasi kurang maksimal. Perusahaan akan terus melakukan evaluasi, sehingga kedepan perusahan akan membuat tampungan yang lebih besar atas limbah air dan di proses sesuai standar baku mutu.

“Untuk semua tuntutan warga, perusahaan akan memenuhi tuntutan semaksimal mungkin sehingga perusahaan akan tetap operasional dan tidak berdampak kepada masyarakat,” ujarnya.

Terkait legalisasi perusahaan, kata Welem, perusahaan sudah mematuhi aturan yang diterapkan pemerintah, baik legalitas perizinan, pengelolaan limbah, hingga memberikan uang kompensasi maupun CSR ke masing-masing dusun. Untuk uang kompensasi berupa CSR sudah diberikan.

“Perusahaan sudah melakukan uji lab secara independen, dan hasilnya sudah keluar dan sesuai standar baku mutu. PT Sais Jaya Abadi akan terus melakukan pembenahan dan evaluasi jika memang ada masukan yang perlu diperbaiki,” pungkasnya. (yad)

Usai Diprotes Warga, Manajemen SJA, Pabrik Tepung Ikan, akan Melakukan Evaluasi Berkala Selengkapnya

Tim Elang Relawan BRI Peduli Salurkan Bantuan Korban Erupsi Gunung Lewatobi Laki Laki

LARANTUKA,1minute.id – PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk atau BRI melalui aktivitas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menyalurkan bantuan kepada korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Satuan tugas bencana Tim Elang Relawan BRI serta insan BRIlian (pekerja BRI) melalui Unit Kerja Boru Kantor Cabang BRI Larantuka yang menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana gunung meletus tersebut.

Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur meletus pada Senin, 4 November 2024. Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pukul 10.20 WIB, korban meninggal dunia letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur sebanyak 10 orang, dimana enam orang diantaranya berhasil diidentifikasi oleh petugas.

Menurut Kapusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Abdul Muhari, total populasi warga terdampak, kata , sebanyak 10.295 jiwa yang tersebar di dua kecamatan yakni Wulanggitan dan Ile Bura.

BRI melalui aktivitas TJSL BRI Peduli merespon kejadian bencana alam tersebut dan bahu membahu membantu warga yang terdampak. Berbagai bantuan diberikan berupa penyaluran ratusan paket makanan cepat saji, air mineral, perlengkapan bayi, dan lain lain.

Bantuan tersebut disalurkan oleh satuan tugas bencana Tim Elang Relawan BRI serta insan BRIlian (pekerja BRI) melalui Unit Kerja Boru Kantor Cabang BRI Larantuka yang berlokasi terdekat dengan wilayah bencana.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengatakan gerak cepat penyaluran bantuan kepada korban bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki merupakan wujud kepedulian BRI terhadap warga yang terdampak. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban para korban.

“Kami terus bekerja sama dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk bahu membahu meringankan beban masyarakat terdampak,” tambahnya.

BRI juga bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bersinergi dalam menyalurkan bantuan kepada korban bencana sebagai upaya meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan pasca bencana.

“Kami pastikan BRI selalu aktif dan bergerak cepat menyalurkan berbagai bantuan bagi warga terdampak bencana yang melanda beberapa wilayah di Indonesia. Hal tersebut merupakan bentuk kepedulian dan ketulusan BRI kepada masyarakat agar dapat segera pulih dari dampak bencana alam”, jelasnya.

Catur menambahkan bahwa saat ini layanan perbankan pada Unit Kerja Boru tidak dapat beroperasi sehingga masyarakat dianjurkan untuk bisa mendapatkan layanan ke Unit Talibura yang terdekat dengan lokasi bencana. Masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan perbankan melalui super app BRImo serta dapat bertransaksi pada AgenBRILink terdekat di wilayah yang aman. (yad)

Tim Elang Relawan BRI Peduli Salurkan Bantuan Korban Erupsi Gunung Lewatobi Laki Laki Selengkapnya

8 Jam Diamuk Si Jago Merah, Pabrik Kayu di Gresik Ludes Terbakar, Atap Bangunan pun Ambruk

GRESIK,1minute.id – Pabrik kayu, PT Kayu Multiguna Indonesia atau KMGI ludes terbakar. Kebakaran yang menghanguskan isi dan meluluhlantakkan bangunan pabrik berlokasi di di Jalan Segoromadu, Kekurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terjadi  pada Sabtu, 26 Oktober 2024 sekitar pukul 20.00 WB.

Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik bersama sejumlah perusahaan membutuhkan waktu lebih dari 8 jam untuk menjinakkan amuk si jago merah. Api baru bisa dipadamkan oleh pada Ahad, 27 Oktober 2024 pukul 04.00 WIB. 

Informasi yang dihimpun, Sabtu, 26 Oktober 2024 sekitar pukul 20.00 WIB, Galinggi Raha,  bergegas lari menuju pos satpam. Dengan nafas ngos-ngosan karyawan bagian Assembling Lab Lem Plywood PT KMGI melaporkan kepada Suktikno, satpam di perusahaan kayu. “Ruang Laboratorium Lem Plywood terbakar, pak!,” kata Galinggi Raha kepada Sutikno. 

Laporan Gilingga Raha membuat Sutikno kaget. Ia pun bergegas menuju tempat kejadian kebakaran atau TKK. Namun, langkah Sutikno terhenti. Sebab, api sudah membesar. Tiup angin malam dan material yang ada di ruang Laboratorium Lem Plywood mudah terbakar sehingga api cepat membesar. Sutikno kemudian meminta bantuan Dinas Damkarmat Gresik. Dua unit mobil pemadam dan dua unit mobil suplai air menuju ke TKK yang berada di Jalan Kapt Darmo Sugondo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Kebakaran hebat pabrik kayu itu membuat langit di radius 1 kilometer dari lokasi kebakaran berwarna kemerahan. 

Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono mengatakan,  petugas kami masih melakukan pemadaman mulai tadi malam hingga pukul 04.00 WIB. “Saat ini juga masih dilakukan pembasahan di lokasi,” ujarnya. Ditambahkan Suyono menjelaskan dalam kejadian kebakaran tidak ada korban jiwa. (yad)

8 Jam Diamuk Si Jago Merah, Pabrik Kayu di Gresik Ludes Terbakar, Atap Bangunan pun Ambruk Selengkapnya

Anjing Piaraan Galak, Petugas Rescue Damkarmat Gresik Butuh 3 Jam Evakuasi Korban ke Rumah Sakit

GRESIK,1minute.id – Rumah pagar besi setinggi 2 meter di Kompleks Perumahan Mars no 4 Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur mendadak riuh pada Sabtu, 19 Oktober 2024.

Sekitar pukul 17.43 WIB sebanyak empat anggota tim rescue dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik mendatangi rumah milik Debina, 55 tahun itu. Beberapa menit kemudian satu unit ambulans juga darang. Kedatangan tim rescue dan ambulans membuat warga perumahan kaget. Mereka pun penasaran. Belakangan diketahui, kedatangan petugas gabungan itu untuk melakukan evakuasi pemilik rumah dan hewan piaraannya.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono, sekitar pukul 17.21 WIB, petugas command center, 112 Gresik menerima laporan ada orang sakit. Pelapornya adalah Gatot, ketua Rukun Tetangga setempat. Dalam laporan itu disebutkan, Debina, pemilik rumah sudah hampir dua minggu tidak keluar rumah. Diduga sakit. Akan tetapi, warga tidak takut masuk rumah karena dijaga seekor anjing helder. 

“Tim rescue bersama ambulans diberangkatkan menuju lokasi. Sekitar pukul 17.43 WIB tim rescue tiba,” terang Suyono dalam keterangan tertulis di grup Whatsapp atau WAG pada Sabtu, 19 Oktober 2024. Ketika tim rescue membuka pagar, anjing yang menjaga nyonya pemilik rumah menggongong. 

Petugas memutuskan, harus menjinakkan dan mengevakuasi anjing pemilk rumah terlebih dahulu. Setelah melalui berbagai cara selama 3 jam tepatnya, pukul 20.43 WIB petugas akhirnya bisa mengevakuasi pemilik rumah. “Evakuasi korban lama karena anjing penjaga galak,” kata mantan Asisten bidang Pemerintahan Sekratariat Daerah Gresik itu.

Menurut keterangan tetangga, Debina tinggal seorang diri. Selama ini, kebutuhan Debina kerap dibantu oleh para tetangga perumahan. Namun, selama 2 minggu terakhir, warga tidak pernah melihat Debina keluar rumah. Warga pun curiga pemilik rumah sakit. Akan tetapi, warga tidak bisa masuk kerumah Debina karena dijaga anjing helder yang galak. Apalagi selama 2 minggu anjing itu tidak mendapatkan makanan karena pemilik rumah sedang tergolek sakit. Warga pun meminta bantuan petugas melalui command center 112 Pemkab Gresik. (yad)

Anjing Piaraan Galak, Petugas Rescue Damkarmat Gresik Butuh 3 Jam Evakuasi Korban ke Rumah Sakit Selengkapnya

Potensi Mencemari Pantai, Mahasiswa dan Nelayan Pulau Bawean, Gresik Tolak Tambak Udang

GRESIK,1minute.id – Air pantai perbatasan Desa Kepuh Legundi dan Desa Sidogedung Batu, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terlihat bening. Airnya berwarna biru. Sesekali terdengar deburan ombak. Suasana pantai yang masih “perawan” yang asri dan alami itu terancam sulit ditemukan lagi.

Sebab, di dekat pantai itu dikabarkan akan berdiri tambak udang. Luasnya 3 hektar. Air pantai pun berpotensi tercemar bila ada aktivitas budidaya tambak di sekitar pantai tersebut. Kondisi itu, membuat puluhan mahasiswa dan nelayan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik resah. 

Massa gabungan yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Nelayan (AMMAN) menggelar unjukrasa pada Rabu, 16 Oktober 2024. Ada tiga tuntutan yang mereka suarakan. Yakni, Menolak terjadinya tambak udang sampai kapanpun ; Mengecam sikap pemimpin yang telah ikut mengesahkan izin dan berada pada pihak pengelola tambak udang dan Mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap tambak udang yang dinilai merusak ekosistem laut setempat. 

Sekitar pukul 09.00WIB, massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Nelayan (AMMAN) tiba sebuah pantai yang berbatasan antara Desa Desa Kepuh Legundi dan Desa Sidogedung Batu, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Mereka kemudian melakukan orasi secara bergantian sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak Tambang Udang”. 

Koordinator AMMAN Maqduratul Marifah, penolakan terhadap tambak udang karena merugikan nelayan dan masyarakat sekitar lokasi. “Proyek itu diduga telah menagabaikan dampak negatifnya terhadap lingkungan,” kata Dira-sapaan-Maqduratul Marifah dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Rabu, 16 Oktober 2024. 

Aksi penolakan proyek udang ini kali kedua dilakukan oleh warga Pulau Bawean. Tambak udang yang akan dibangun di Sidogedungbatu. Selain khawatir pencemaran lingkungan, proyek udang itu juga dikhawatirkan memicu konfilk horisontal antara masyarakat nelayan dan petambak. Karena itu, Amman mendesak proyek tambak udang agar dihentikan. (yad)

Potensi Mencemari Pantai, Mahasiswa dan Nelayan Pulau Bawean, Gresik Tolak Tambak Udang Selengkapnya

Warga Mengare, Gresik Tuntut JIIPE dan Freeport Indonesia Rekrut 60 Persen Tenaga Kerja Lokal

GRESIK,1minute.id – Ratusan warga Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ngeluruk Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE dan PT Freeport Indonesia pada Selasa, 15 Oktober 2024. Ratusan warga berada di ring #1 itu menggelar demonstrasi untuk menuntut pekerjaan di perusahaan smelter single line terbesar di dunia itu.

Mereka menagih janji pengelola kawasan dan perusahaan smelter untuk merekrut 60 persen tenaga kerja lokal sesuai dengan Peraturan Daerah atau Perda 7/2022 tentang Penyelenggaraan Tenaga Kerja. Di perda itu, perusahaan diwajibkan merekrut 60 persen tenaga lokal dan 1 persen penyandang disabilitas.

Ratusan warga itu masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus Java Integreted Industrial and Port Estate atau KEK JIIPE, tempat perusahaan pengolahan konsetrat tembaga hingga 1,7 juta ton, dan emas itu beroperasi melalui jalur darat dan laut. Massa dari jalur darat menggendarai sepeda motor melewati jalan “tikus”. Namun, massa hanya sampai di gate-1 karena dihadang barikade keamanan kawasan dan aparat kepolisian.

Sedang, demonstran jalur laut dengan naik puluhan perahu motor. Berhenti di sekitar pelabuhan internasional kemudian naik kedaratan. Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah spanduk. Antara lain, berbunyi : ” Buat apa Dibangun Pabrik Pengolah Emas, Kalo Kita Tetap Susah Beli Beras!!!’. 

Abdul Amin, salah seorang pendemo,  menyampaikan, tuntutan masyarakat Mengare komplek utamanya adalah lapangan pekerjaan. Janji pihak kawasan sebanyak 60 persen untuk warga lokal belum terealisasi.

“Kami ingin menyampaikan aspirasi terkait ketenagakerjaan yang pernah dijanjikan oleh pihak kawasan (KEK JIIPE). Janji 60 persen penyerapan tenaga kerja sejauh ini belum terealisasi,” kata Abdul Amin.

Koordinator aksi Abdul Wahab Sya’roni setali tiga uang dengan Amin menyebut, pembangunan kawasan JIIPE sangat terdampak bagi warga Mengare Komplek yang keseharian bekerja sebagai nelayan dan petambak. Mereka yang terdampak sedianya diprioritaskan bekerja di Smelter PTFI yang sudah mulai beroperasi.

“Kami menuntut hak-hak kita sebagai warga Mengare disejahterakan terkait adanya PT Freeport ini. Banyak orang beranggapan sebagai warga lokal terutama berada di ring satu penyerapan tenaga kerja sangat besar. Tapi sampai saat ini belum kami rasakan,” ungkapnya.

Roni berharap, dengan adanya aksi demonstarasi ini akan ada mediasi dan solusi yang disepakati bersama. Namun, bila mediasi tidak tercapai kesepakatan, maka tidak menutupkemungkinan warga akan menggelar demo kembali dengan massa yang lebh besar.

“Ketika aspirasi yang kita sampaikan ke pihak kawasan dan PT Freeport tidak dikabulkan, maka kita akan bawa massa yang lebih besar lagi. Kita buktikan bahwasanya kalau kita ini warga lokal yang kompak,” pungkasnya.

Terpisah, VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia Katri Krisnati  mengatakan, PTFI senantiasa memantuhi ketentuan dari Pemprov Jatim dan Kabupaten Gresik mengenai prioritas tenaga kerja dari desa sekitar Smelter yang telah memenuhi kualifikasi dan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan. 

“PTFI terbuka kepada setiap perusahaan lokal yang ingin bekerja sama dan berkontribusi dalam operasional Smelter dengan melewati proses kualifikasi, verifikasi, dan evaluasi,” kata Katri Krisnati  melalui pesan WhatsApp Grup pada Selasa, 15 Oktober 2024. (yad)

Warga Mengare, Gresik Tuntut JIIPE dan Freeport Indonesia Rekrut 60 Persen Tenaga Kerja Lokal Selengkapnya

Presdir PTFI Jamin Fasilitas Smelter yang Terbakar Aman bagi Kesehatan dan Lingkungan 

GRESIK,1minute.id – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia atau PTFI Tony Wenas akhirnya angkat bicara terkait kebakaran unit Asam Sulfat smelter PT Freeport Indonesia di kawasan KEK JIPPE, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Senin, 14 Oktober 2024.

Dalam unggahan video di Grup WhatsApp atau WAG, Tony Wenas menyatakan api telah berhasil dipadamkan. Lokasi yang terbakar, katanya, tempat pemisahan gas bersih atau Gas Cleaning Plant di Smelter PT Freeport Indonesia. Fasilitas yang terbakar itu, terangnya, memiliki berperan penting operasional yang ramah lingkungan. 

“Fungsinya untuk membersihkan gas SO2 yang keluar dari proses purnish untuk membakar konsentrat yang dapat dikonversi menjadi asam sulfat yang dapat dimanfaatkan antara lain untuk bahan baku pupuk dan lainnya,” terang Tony Wenas dalam video berdurasi 3 menit, 19 detik itu. 

Ia mengatakan, pada awal 2024 telah melakukan semua tahapan komisioning. Dan beberapa kali melakukan tahapan trial and error mulai Juni sampai September 2024 lalu. “Namun, yang terjadi ini (kebakaran) adalah musibah dan menyesali kejadian itu,” ujarnya.

Saat ini, manajamen PTFI sedang sedang melakukan review kembali seluruh proses agar tidak terulang kembali di seluruh wilayah kerja smelter. Review dilakukan dengan bekerjasama dengan Chiyoda sebagai ICP kontraktor, para ahli baik dari Freeport Indonesia, Freeport McMoran dan para konsultan.

Terkait dengan kebakaran tab tim tanggap darurat PT Freeport dengan sejumlah lembaga dan perusahaan sekitar smelter telah berusaha keras untuk mengatasi kebakaran tersebut. “Kami memastikan seluruh karyawan aman dan tidak ada yang cedera dan tidak ada dampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Selain melakukan review menyeluruh, manajemen PTFI juga akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran dan melakukan asesmen terhadap kerusakan yang terjadi dengan harapan di kemudian hari tidak terjadi lagi. “Mengucapkan seluruh pihak yang telah mendukung dalam proses pemadaman api. Terutama Pemkab Gresik, Kota Surabaya dan Pemprov Jatim serta perusahaan yang ada di Gresik,” katanya.

Seperti diberitakan, unit asam sulfat smelter PTFI terbakar dan diaertai adanya ledakan pada Senin, 14 Oktober 2024 sekitar pukul 17.45 WIB. Kobaran api dan asap hitam terlihat dari radius 2 kilometer. Petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Gresik, Kota Surabaya, PT Petrokimia Gresik serta sejumlah perusahaan berhasil memadamkan korban api setelah 3 jam kemudian. Atau sekitar pukul 20.45 WIB.

Dalam unggahan video lainnya, pascakebakaran smelter single line terbesar di dunia yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 23 September 2024, tampak lengang. Di sekitar lokasi kebakaran dipasang pita plastik warna merah dan hitam. Tidak terlihat adanya pekerja yang berlalu lalang. (yad)

Presdir PTFI Jamin Fasilitas Smelter yang Terbakar Aman bagi Kesehatan dan Lingkungan  Selengkapnya

Pabrik Asam Sulfat Smelter Freeport Indonesia di Gresik Terbakar

GRESIK1minute.id – Pabrik asam sulfat smelter PT Freeport Indonesia terbakar pada Senin sore, 14 Oktober 2024. Asap hitam akibat terbakarnya pabrik yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integreted Industrial and Port Estate atau KEK JIPPE di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terlihat hingga radius 2 kilometer.

Dalam video yang beredar di sejumlah  WhatApps Grup atau WAG kebakaran terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Dalam video terdengar suara ledakan cukup keras. Ledakan itu membuat sejumlah pekerja panik. Pekerja yang memakai seragam lapangan atau wearpack yang populer dengan sebutan katelpak bergegas dievakuasi menggunakan bus menuju tempat aman. 

VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia atah PTFI Katri Krisnati membenarkan adanya kejadian kebakaran di Pabrik Asam Sulfat Smelti PTFI. Tim tanggap darurat PTFI bergerak cepat menangani dan sedang berusaha memadamkan api tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Keselamatan para karyawan merupakan prioritas kami,” kata Katri Krisnati melalui pesan WAG pada Senin, 14 Oktober 2024.

Kebakaran pabrik asam sulfat smelter PTFI ini terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Pabrik ini diresmikan oleh Presiden Joko Wudodo atau Jokowi pada 23 September 2024. Pabrik smelter terbesar di dunia direncanakan berproduksi secara penuh akhir Desember 2024 mendatang. (yad)

Pabrik Asam Sulfat Smelter Freeport Indonesia di Gresik Terbakar Selengkapnya