Besok, 5 Komisioner baru KPU Gresik Dilantik.

GRESIK,1minute.id – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia atau KPU RI merilis hasil penetapan calon anggota KPU terpilih di 36 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, diantaranya, Kabupaten Gresik. 

Pengumuman penetapan anggota komisioner penyelenggara pemilu periode 2024-2029 diteken oleh Ketua KPU RI Hasyim Asy’Ari pada Rabu, 12 Juni 2024 itu bernomor 70/SDM.12-Pu/04/2024.

Siapa saja lima anggota komisioner KPU Gresik anyar itu, yakni Ahmad Bashiron, Akhmad Taufik, Andri Agus Susilo, Kholyatul Mudznibah dan Zuhri Firdaus. Artinya, empat anggota komisioner adalah wajah baru, dan satu wajah lama yakni Kholyatul Mudznibah.

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia berencana akan melantik mereka pada Jumat besok, 14 Juni 2024. 

Tugas mereka terdekat adalah meneruskan tahapan Pemilihan Bupati atau Pilbup Gresik. Pilbup 2024 ini, diprediksi ada tiga calon yang bakal ikut kontestasi. Tiga kandidat itu adalah Fandi Akhmad Yani, inkumben Bupati Gresik ; dr Asluchul Alif, Ketua DPC Gerindra Gresik dan Syahrul Munir, ketua Fraksi PKB DPRD Gresik. (yad)

Besok, 5 Komisioner baru KPU Gresik Dilantik. Selengkapnya

DPP PKB Usung Cabup Gresik dari Internal Partai, Syahrul Munir

GRESIK,1minute.id –  Teka-teki siapa Calon Bupati Gresik dari Partai Kebangkitan Bangsa akhirnya terjawab. Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa atau DPP PKB memutuskan mengusung calon bupati dari internal partai dalam kontestasi Pilbup Gresik 2024.

Calon internal itu adalah Syahrul Munir, ketua Fraksi PKB DPRD Gresik. Surat Rekomendasi Calon Bupati Gresik diserahkan Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi kepada Bacabup Syahrul Munir di Kantor DPC PKB Gresik di Jalan R.A Kartini, Gresik pada Rabu, 12 Juni 2024.

Rekomendasi ini memupus harapan dua kandidat lainnya yang ikut penjaringan melalui PKB Gresik. Dua kandidat lainnya adalah Fandi Akhmad Yani, inkumben Bupati Gresik dan dr Asluchul Alif, Ketua DPC Gerindra Gresik. 

Rekomendasi untuk ketua Fraksi PKB DPRD Gresik itu, setelah sebelumnya menggelar Uji Kompetensi dan Kelayakan atau UKK dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB yang dilakukan oleh pengurus DPP PKB terhadap tiga bakal calon bupati atau Bacabup Gresik. 

“Berdasarkan SK nomor 30114/DPP/01/VI/2024, DPP PKB secara resmi menetapkan Syahrul Munir sebagai Calon Bupati Gresik periode 2024-2029,” ujar Bendahara DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi pada Rabu, 12 Juni 2024.

Ia menjelaskan, keputusan ini diambil setelah DPP PKB menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan terhadap tiga bacabup yang mendaftar. Yakni, Fandi Akhmad Yani, dr Asluchul Alif dan Syahrul Munir.

“Setelah melalui berbagai pertimbangan. Akhirnya DPP menetapkan Syahrul Munir sebagai Calom Bupati,” kata Fauzan Fuadi.

Menurutnya, keputusan ini sifatnya final. Tidak boleh lagi seluruh kader merasa ragu. semuanya harus solid untuk memenangkan Syahrul Munir.

“Kami akan mengawasi seluruh prosesnya. Kalau ada kader yang tidak mendukung keputusan ini maka akan kami tindak tegas,” kata Fauzan Fuadi.

Ia menambahkan, DPP PKB berpesan kepada seluruh kader untuk kompak dan solid untuk memenangkan Syahrul Munir.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Siapapun lawannya kalau PKB Gresik kompak. Insya Allah kita bisa memenangkan Pilkada 2024,” pungkasnya.

Usai menerima SK Rekomendasi tahap I, Bacabup Syahrul Munir mengaku sangat bersyukur. Pihaknya berharap dengan adanya rekomendasi ini, DPC PKB Gresik dan jajaran bisa kompak bareng-bareng memenangkan Pilkada.

“Setelah menerima SK Rekomendasi ini, kami akan langsung tancap gas untuk melakukan sosialisasi dan menjalin komunikasi dengan partai lain,” ujar Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik itu. (yad)

DPP PKB Usung Cabup Gresik dari Internal Partai, Syahrul Munir Selengkapnya

Hanya Seorang Manusia Silver Terjaring Razia URC Pol PP Gresik 

GRESIK,1minute.id – Manusia silver itu lemas. Ia hanya bisa tertunduk ketika di giring ke mobil patroli milik Satuan Polisi Pamong Praja atau Pol PP Gresik pada Senin malam, 10 Juni 2024. 

Petugas yang sudah mengantisipasi menghadang di dalam perkampungan di Jalan A.Yani atau Kelurahan Sukorame, Kecamatan / Kabupaten Gresik membuat manusia berlumur cat warna silver itu menyerah. Tidak ada perlawanan ketika diajak naik mobil patroli itu.

“Kami berhasil amankan seorang Silverstone, yang sedang minta minta di perlimaan Sukorame atau Proliman Petro beserta uang hasil minta minta miliknya,” kata Kasat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Selasa, 11 Juni 2024

Razia yang dilakukan oleh Unit Reaksi Cepat atau URC Pol PP Gresik dilakukan secara serentak di sejumlah tempat yang ditengarai tempat berkumpul para pengamen, pengemis dan lainnya. Diantaranya, simpang 5 Sukorame atau Perlimaan Petro ; Simpang Tiga GKB, Simpang Tiga Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, Kecamatan Kebomas; Exit Tol Kebomas, Tugu Selamat Datang Gresik, dan Simpang Empat Sentolang.

Razia ini membuat para pengamen, pengemis di setiap lampu setopan atau traffic light ini kelabakan. Mereka kabur menyelamatkan diri. 

“Anggota kami juga memberikan teguran simpatik kepada para pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar,” terang Sinaga. (yad)

Hanya Seorang Manusia Silver Terjaring Razia URC Pol PP Gresik  Selengkapnya

Lulus 100 Persen, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Dapat Pembekalan Akhir untuk Membahagiakan Ortu. Begini Caranya!

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik itu semringah. Sebab, mereka telah dinyatakan lulus. Pengumuman kelulusan dilakukan secara online melalui website sekolah pada Senin, 10 Juni 2024 sekitar pukul 10.00 WIB.Mereka pun bersyukur. 

Sehari pascapengemumuman kelulusan, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu, mengumpulkan mereka di halaman sekolah di Jalan KH Kholil Gresik itu pada Selasa, 11 Juni 2024.

Sebanyak 252 siswa kelas IX yang baru lulus  berkumpul untuk mendapatkan pembekalan akhir dari sekolah dengan menghadirkan Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Kota Gresik Iptu Suharto.

Pada kesempatan itu, Iptu Suharto, memberikan wejangan kepada siswa yang baru lulus itu. Suharto mengatakan siswa wajib bisa membahagiakan orang tuanya dengan cara fokus untuk mencapai cita-cita dan menjaga diri dari pergaulan yang negatif. “Perbanyak ibadah dan doa guna mendukung tercapainya sukses kelak,” kata polisi dengan dua balok di pundak itu.

Polisi berpenampilan santun itu pun mengingatkan kembali terkait himbauan sekolah kepada siswa yang baru lulus tersebut bila menginginkan orang tua bahagia. “Menjaga kamtibmas.Bila siswa melanggar maka akan di proses sesuai peraturan dan tata tertib yang berlaku,” katanya meningkatkan. 

Lalu, apa himbauan dari sekolah kepada siswa yang baru lulus itu? Yaitu, siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret ;  Siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi konvoi ; Siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan serta mengganggu ketertiban umum.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menyatakan rasa terima kasihnya kepada Kepolisian Sektor Kota Gresik. “Alhamdulillah terima kasih kepada pak Kapolsek Gresik kota Iptu Suharto atas kesediaanya hadir memberikan pengarahan kepada siswa ini wujud kerja sama yang baik terjalin antara sekolah dan kepolisian,” kata Salim.

Ia melanjutkan tahun ini seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 252 siswa lulus seratus persen. “Semoga mereka diterima dan berprestasi di sekolah SMA atau SMK yang diinginkan,” lanjut Salim dan disambut ucapan amin secara serentak oleh seluruh siswa. (yad)

Lulus 100 Persen, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Dapat Pembekalan Akhir untuk Membahagiakan Ortu. Begini Caranya! Selengkapnya

Fajar Izzul dan Salsa Erikha, Duta GenRe Gresik 2024, Ning Nurul : Tugas Para Duta Genre Dimulai

GRESIK,1minute.id – Fajar Izzul dan Salsa Erikha, dinobatkan sebagai Duta GenRen Gresik 2024. Grand final ajang pencarian bakat Generasi Berencana atau GenRe dihelat di Gedung Nasional Indonesia atau GNI pada Sabtu malam, 8 Juni 2024.

Menurut Bunda GenRe Gresik Nurul Haromaini Ali atau Ning Nurul, acara ini bertujuan menjaring dan mencari anak-anak muda yang berbakat.

“Setelah acara apresiasi selesai, bukan berarti tugas kalian selesai. Justru setelah grand final ini tugas para Duta Genre dimulai. Nantinya, anda memberikan pengaruh yang baik untuk remaja di Kabupaten Gresik,” jelas istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.

Ia mengaku sangat prihatin terhadap para remaja yang identik dengan kegiatan konotasi negatif. Dia berharap, para remaja GenRe dapat merangkul, bukan menggurui.

“Ada pepatah yang mengatakan bahwa padi yang dipanen tidak ditanam kemarin sore. Tetapi padi yang ditanam ini telah melalui proses yang luar biasa, artinya untuk mencapai tujuan perlu berproses. Saya percaya finalis yang saat ini telah terpilih, merupakah buah dari proses yang telah dilalui,” tutur Ning Nurul yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik itu.

Pemilihan Duta GenRe 2024 diprakarsai oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik. Ada ratusan peserta mengikuti dalam ajang pencarian bakat. 

Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati mengatakan, program GenRe yaitu mensosialisasikan tentang kesehatan reproduksi remaja, life skill, penyiapan program berkeluarga, serta kependudukan dan pembangunan keluarga. 

“Tidak hanya untuk menjauhi pernikahan dini, seks pranikah, dan napza. Tetapi program GenRe saat ini ada tambahan yaitu stop pernikahan dini dan stop stunting,” jelasnya.

Dijelaskan, Grand Final diikuti 10 pasang finalis putra dan putri yang lolos seleksi. Mereka telah melalui beberapa tahapan sejak Maret lalu. Seleksi itu di antaranya, tes administrasi, wawancara, prakarantina, karantina, hingga grand final malam ini. (yad)

Duta GenRe Gresik 2024

1. Juara I  : Fajar Izzul dan Salsa Erikha

2. Juara II : Akbar Albaihaqi dan Azriela Alfasya

3. Juara III : Jabbir Danadyaksa dan Naura Khansa.

Duta GenRe Tervaforit : Muhammad Ramadhan (Kecamatan Gresik) dan Clarisaa Naila (Kebomas)

Duta Persahabatan : Fawwas Firdaus (Kebomas) dan Shinta Rahmah (Manyar)

Duta Berbakat GenRe :  Muhammad Dimas Amirullah (Gresik) dan Jocelyn Maurika (Gresik)

Fajar Izzul dan Salsa Erikha, Duta GenRe Gresik 2024, Ning Nurul : Tugas Para Duta Genre Dimulai Selengkapnya

Dialog Nasiomal Ekonomi Hijau di Trenggalek, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Gaungkan Motto ‘Gresik Lestari, Menanam sampai Mati

GRESIK,1minute.id – Dialog nasional bertajuk Ekonomi Hijau Pembangunan Rendah Karbon dihelat di Pendapa Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada Sabtu, 2024.

Dialog mengusung tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Daerah” itu untuk memperingati HUT ke-24 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia atau Apkasi. 

Hampir semua bupati se-Indonesia hadir, diantaranya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ada empat narasumber yakni, Bupati Gorontalo, Prof Nelson Pomalingo sekaligus berbagi pengalaman sebagai best practice, Prof Juniati Gunawan, Heru Gunawan, dan Bupati Trenggalek yang juga Wakil Ketua Apkasi Mochamad Nur Arifin. Serta, peneliti terkait emisi karbon dari Taiwan  He Haoze.

Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani mengungkapkan banyak insight yang didapatkan dari narasumber dalam forum tersebut. Salah satunya adalah tentang bagaimana pentingnya pembangunan yang ramah lingkungan, di tengah ancaman krisis global.

“Kita ketahui, Kabupaten Gresik menjadi tujuan investasi dimana banyak industri skala besar yang masuk di Kabupaten Gresik. Namun, komitmen kami terus menjaga kelestarian lingkungan seperti yang kita programkan dalam Nawa Karsa yakni Gresik Lestari,” ungkap Gus Yani didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah usai acara kepada wartawan pada Sabtu, 8 Juni 2024.

Ia memaparkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup terus melakukan pemantauan kadar emisi karbon serta kualitas udara di Kabupaten Gresik dan mendorong untuk memperbanyak ruang terbuka hijau atau RTH di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

“Kita terus dorong Dinas Lingkungan Hidup untuk membuka ruang terbuka hijau. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membangun hutan kota di area G-JOS (Gelora Joko Samudro. Ini bentuk komitmen kita bersama dalan menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Gresik. Kita juga terus gaungkan motto ‘Gresik Lestari, menanam sampai mati’,” pungkasnya.

Ditempat sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik sudah memiliki alat pemantau kualitas udara secara realtime. Selain itu, sudah dilakukan juga pemantauan terkait perkembangan emisi karbon.

“Karenanya, dalam berbagai kesempatan saya tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman pohon melalui program Satu Jiwa Satu Pohon (Sajisapo). Kami berharap dengan penambahan pohon akan mengurangi efek gas rumah kaca,” harapnya. 

Terkait kondisi Kabupaten Gresik saat ini, berdasarkan pengamatan yang sudah dilakukan Sri Subaidah mengungkapkan bahwa kondisi karbon di Kabupaten Gresik masih di bawah baku mutu, yang artinya kualitas udaranya masih baik. (yad)

Dialog Nasiomal Ekonomi Hijau di Trenggalek, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Gaungkan Motto ‘Gresik Lestari, Menanam sampai Mati Selengkapnya

Bakar Kotoran Hewan, Rumah di Ujungpangkah Terbakar

GRESIK,1minute.id – Dua kejadian kebakaran mewarnai Kabupaten Gresik. Di Desa Domas, Kecamatan Menganti  rumah milik M.Syafii terbakar. Kebakaran yang terjadi Jumat, 7 Juni 2024 pukul 21.00 WIB ini diduga dipicu pemilik rumah mematikan kompor gas.

Kebakaran berikutnya terjadi di rumah Suparlan, 60, di Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Sabtu dini hari, 8 Juni 2024. Rumah korban terbakar ditengarai pembakaran kotoran hewan yang tidak diawasi sehingga melahap rumah.

Dua kejadian itu, tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian ditaksir jutaan rupiah. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono meminta kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. 

Sebab, kondisi cuaca sedang kemarau. Sehingga rawan menimbulkan kebakaran. “Jangan bakar sampah sembarangan. Apalagi tidak diawasi karena rawan terjadinya kebakaran,” tegas Suyono pada Ahad, 8 Juni 2024.

Peringatan mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Gresik karena sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Gresik itu diduga karens human error alias kelalaian. Ia mencontohkan kebakaran di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Kejadian yang mengakibatkan 10 ekor kambing terpanggang dan tempat jemur ikan ludes diduga berawal pembakaran sampah untuk mengusir nyamuk. Karena lokasi di dekat pesisir pantai, hembusan angin merembet ke kandang kambing dan tempat menjemur ikan. 

“Dan, tadi pagi di Ujungpangkah, rumah warga terbakar karena ada membakar kotoran hewan tidak diawasi merembet rumah warga,” ujarnya. Kejadian kebakaran itu menambah panjang jumlah kebakaran di Kabupaten Gresik. “Sampai hari ini (Sabtu) ada 8 kejadian kebakaran,” ujarnya. (yad)

Bakar Kotoran Hewan, Rumah di Ujungpangkah Terbakar Selengkapnya

Bullying Verbal yang Dialami oleh Remaja

Oleh : Audina Absari *

KASUS bullying yang terjadi akhir-akhir ini sangat menghawatirkan. Tidak hanya dikalangan orang dewasa, tetapi sudah masuk pada ranah remaja. Menurut Komnas HAM (Hak Asasi Manusia) menyatakan bahwa bullying adalah sebagai suatu bentuk kekerasan fisik dan psikologis berjangka Panjang yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri dalam situasi ada hasrat untuk melukai atau menakuti orang atau membuat orang tertekan, trauma atau depresi dan tidak berdaya. 

Kebiasaan pengeroyokan sebagai bentuk main hakim sendiri dalam menyelesaikan pertikaian atau konflik juga tampak sangat kuat di kalangan pelajar. Salah satu jenis bullying yang sering kali dilakukan yaitu bullying verbal. Bullying verbal yang sering terjadi di kalangan remaja saat ini menjadi fenomena sosial yang sangat meresahkan. 

Bullying verbal adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh suatu individu kepada individu tertentu dengan menggunakan kata-kata kasar, ancaman, celaan, ataupun ejekan secara sengaja dan berulang. Hal ini menyebabkan kebanyakan dari korban bullying verbal cenderung mengalami dampak psikologis dan perlu adanya penanganan yang serius kepada korban agar korban tidak mengalami trauma yang akan menyebabkan terjadinya hal yang tidak diinginkan kedepannya.

Perlu sekali adanya arahan-arahan baik nantinya yang akan merubah sikap remaja tersebut. Pentingnya pendidikan yang diberikan oleh para guru yang ada di sekolah, karena sekolah merupakan ladang ilmu bagi siswa sebagai tempat belajar. 

Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 yang menyatakan bahwa “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. 

Akan tetapi, terkadang sekolah menjadi tempat yang menakutkan bagi peserta didik disebabkan karena penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh temannya sendiri yaitu tindakan bullying.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Wibowo (2021), bullying tidak juga hanya dilakukan dengan kekerasan, melainkan bisa juga dilakukan dengan mengejek, memaki, menghakimi dan menggosipi orang lain. Beberapa korban bullying memiliki karakter yang berbeda dengan yang lainnya, seperti selalu cemas, tidak percaya diri, dan memiliki kemampuan bersosialisasi yang kurang. 

Siswa mempunyai hak untuk mendapat pendidikan dalam lingkungan yang aman dan bebas dari rasa takut. Pengelola Sekolah dan pihak lain yang bertanggung jawab dalam penyelengaraan pendidikan mempunyai tugas untuk melindungi siswa dari intimidasi, penyerangan, kekerasan atau gangguan. Tindakan bullying mengakibatkan konsentrasi siswa berkurang, kehilangan percaya diri, stres dan sakit hati, trauma berkepanjangan, membalas bullying, merasa tidak berguna, kasar dan dendam, berbohong dan takut kesekolah.

Menurut Komnas HAM menyatakan bahwa bullying adalah sebagai suatu bentuk kekerasan fisik dan psikologis berjangka panjang yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri dalam situasi ada hasrat untuk melukai atau menakuti orang atau membuat orang tertekan, trauma atau depresi dan tidak berdaya. Kebiasaan pengeroyokan sebagai bentuk main hakim sendiri dalam menyelesaikan pertikaian atau konflik juga tampak sangat kuat di kalangan pelajar.

Dari data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Oktober 2023, kasus kekerasan terhadap anak adalah sebanyak 1.478 kasus, dengan rincian kasus terbanyak adalah anak korban kejahatan seksual sebanyak 615 kasus, anak korban kekerasan fisik/psikis sebanyak 303 kasus, anak berkonflik hukum sebanyak 126 kasus, dan anak korban eksploitasi ekonomi/seksual sebanyak 55 kasus.

Sedangkan sepanjang Januari sampai dengan Desember 2022, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatatkan jumlah perempuan korban kekerasan yang melaporkan kasusnya dan ditangani adalah sebesar 32.687 dengan rincian 25.053 korban.

Bullying verbal pada remaja rata-rata dialami dalam bentuk cemooh yang dilontarkan oleh temannya. Pelaku yang melakukan tindakan bullying ini mungkin saja hanya menganggap hal itu sepele hanya untuk bercanda dan bersenang-senang saja. Tetapi bagi korban yang menerima perlakuan ini tidak bisa dijadikan candaan. 

Karena setiap orang memiliki pemikiran yang tidak sama dan kondisi mental yang berbeda-beda pula. Hal ini bisa saja menimbulkan dampak yang serius bagi korban. 

Dengan cemoohan yang diterimanya itu, korban akan susah untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan menjadi orang yang cenderung pendiam. Korban akan merasa selalu salah saat melakukan sesuatu. Sehingga hal tersebut akan menjadi beban pikiran bagi korban.

Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan tindakan bullying verbal :

1.  Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang yang menyebabkan tindakan bullying itu bisa terjadi. Lingkungan keluarga yang buruk misalnya orang tua yang sering bertengkar dan melakukan tindakan agresif didepan anak akan mendorong anak mereka untuk melakukan tindakan bullying kepada orang-orang yang ada disekitarnya. 

Selain itu, adanya komunikasi atau hubungan yang buruk antara orang tua dan anak juga menjadi faktor perlakuan bullying dapat terjadi. Hal tersebut dikarenakan anak akan merasa kurang kasih sayang yang didapat dari orang tuanya sehingga dia akan menjadi anak yang selalu ingin diperhatikan dan ingin dimengerti oleh orang yang ada disekitarnya, dan jika keinginaannya itu tidak diperhatiakan/ tidak dituruti, maka anak tersebut bisa saja melakukan tindakan bullying tersebut.

2.  Pengaruh Teman Sebaya

Adanya mengaruh dari teman sebaya menjadi faktor yang sering kali terjadi kepada seseorang untuk melakukan tindakan bullying. Dorongan atau ajakan dari teman sebaya terutama teman yang tidak baik menjadikan seseorang tersebut berani karena mereka merasa kuat yang tentunya akan membentuk suatu kelompok, dimana mereka akan bersama-sama merasa berkuasa pada suatu lingkungan. Tentunya mereka bisa saja melakukan tindakan bullying kepada teman yang dianggap posisinya dibawah mereka.

3.  Pengalaman Kekerasan

Dengan adaya riwayat/ pengalaman kekerasan yang pernah dirasakan oleh seseorang akan menjadikan orang tersebut melakukan tindakan bullying kepada orang lainnya karena dia merasa orang lain harus merasakan apa yang dia rasakan juga. (*)

Artikel Ditulis Oleh :

Audina Absari, Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Antropologi. 

Bullying Verbal yang Dialami oleh Remaja Selengkapnya

Libatkan 95 Persen Karyawan, Petromanji Ciptakan Nilai Tambah Rp 381 Miliar

GRESIK,1minute.id – Inovasi Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia tahun 2024 mampu menciptakan nilai tambah atau value creation sebesar Rp 381,1 miliar bagi perusahaan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dalam pembukaan “Innovation Award” Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) Ke-XXXVIII di Gresik, Jawa Timur, Rabu (4/6/2024).

Dwi Satriyo menyampaikan adanya peningkatan value creation tahun ini sebesar 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana inovasi tahun lalu menghasilkan nilai tambah sebesar Rp277,9 miliar.

“Peningkatan value creation ini menjadi indikator jika kualitas inovasi di Petrokimia Gresik semakin baik. Selain itu juga didukung keterlibatan karyawan yang semakin tinggi dalam inovasi. Ini menjadi bukti jika inovasi mampu menjadikan Petrokimia Gresik semakin kompetitif,” ujar Dwi Satriyo.

Ia mengungkapkan, keterlibatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam inovasi tahun ini sebesar 95 persen karyawan. Peran aktif karyawan ini juga lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 91 persen.

Peran aktif karyawan ini juga terlihat dari jumlah gugus inovasi yang terlibat. Tahun ini ada sebanyak 1.943 gugus inovasi berkompetisi dalam inovasi. Jumlah ini meningkat 22 persen jika dibandingkan dengan gugus inovasi tahun sebelumnya yang hanya 1.599 gugus inovasi.

Daya saing perusahaan juga didukung oleh inovasi di lingkup Petrokimia Gresik Group dan Yayasan Petrokimia Gresik. Ada sebanyak 20 gugus inovasi terbaik yang turut berkompetisi dalam KIPG tahun ini.

“Kami mengapresiasi keterlibatan gugus inovasi dari anak perusahan. Ini menjadi bukti jika inovasi sudah menjadi budaya di lingkungan Petrokimia Gresik Group dan Yayasan Petrokimia Gresik. Seluruh karyawan menyadari jika inovasi mampu meningkatkan daya saing perusahaan,” tandas Dwi Satriyo.

Pelaksanaan KIPG tahun ini mengangkat konsep “Petromanji”. Manji sendiri adalah akronim dari Majunya Karyawan Jelajah Inovasi. Konsep ini terinspirasi dari film “Jumanji” yang menceritakan tentang petualangan penuh tantangan.

“Inovasi terlahir dari adanya semangat dan kemauan untuk mencoba hal-hal baru, berani melangkah, menyelesaikan berbagai tantangan dengan hal baru,” tandasnya.

Terakhir ia menambahkan, tantangan yang dihadapi perusahaan ke depan akan semakin besar. Kondisi persaingan pasar juga semakin kompetitif dan adanya sistem baru yang mengharuskan Petrokimia Gresik adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat. Dan inovasi adalah solusi yang harus dijalankan untuk keberlanjutan perusahaan.

“Inovasi adalah keharusan di dunia yang semakin kompetitif. Dan yang menjadi pembeda antara leader dan follower adalah inovasi. Inovasi di Petrokimia Gresik sudah menjadi DNA dan budaya. Sudah 38 tahun kita menggelar konvensi inovasi ini. Dampak akhirnya akan memberikan kontribusi positif dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional,” pungkas Dwi Satriyo. (yad)

Libatkan 95 Persen Karyawan, Petromanji Ciptakan Nilai Tambah Rp 381 Miliar Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Wacanakan Memberikan Tunjangan Akhir Jabatan Kades

GRESIK,1minute.id  – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjajaki kemungkinan pemberian tunjangan akhir masa jabatan bagi para kepala desa. 

Menurut Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani, pemberian tunjangan itu sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas pengabdian kepala desa. Namun, Ia menegaskan bahwa hal tersebut masih akan didalami regulasinya oleh dinas-dinas terkait.

“Kita akan cari peraturan yang memungkinkan kepala desa bisa mendapatkan tunjangan akhir masa jabatan, sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas pengabdiannya. Kajian ini akan dibahas lebih lanjut dengan dinas terkait seperti PMD, Bappeda, Staf Ahli dan BPKAD,” terang Bupati Fandi Akhmad Yani ketika memberikan SK Perpanjangan Masa Jabatan 306 Kepala Desa di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro pada Rabu, 5 Juni 2024.

Penyerahan SK Perpanjangan Masa Jabatan Kades ini, menjadi bagian dalam puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK 2024. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan diharapkan makin eratnya kolaborasi yang apik antara kepala desa dengan PKK.

Penyerahan SK ini tindak lanjut dari revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang telah disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024. Dengan adanya undang-undang yang baru, masa jabatan kepala desa akan bertambah dari yang sebelumnya 6 tahun menjadi 8 tahun. Maksimal 2 periode. 

Perubahan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi kepala desa dalam merealisasikan program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

“Saya mengikuti perkembangam terkait hal ini dari awal. Dari sini, saya menemukan fakta bahwa problematika di tingkat desa tidak mudah dalam penyelesaiannya paskapemilihan kepala desa,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Karenanya, lewat perpanjangan masa jabatan ini diharapkan para kepala desa dapat melanjutkan program-program pembangunan yang telah direncanakan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, kepala desa diharapkan juga dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Wacanakan Memberikan Tunjangan Akhir Jabatan Kades Selengkapnya