718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 718 mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya melakukan program Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-7 di Kabupaten Gresik. 

Program KKN-BBK UNAIR 2026 mengusung tema Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama hampir satu bulan, mulai 6 Januari hingga 2 Februari 2026, di empat kecamatan, yakni Bungah, Sidayu, Kebomas, dan Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap program KKN-BBK mampu mendorong kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial mahasiswa di tengah masyarakat. “Kami berharap program-program KKN-BBK selaras dengan isu strategis dan prioritas pembangunan Kabupaten Gresik tahun 2026, sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 6 Januari 2026

Sementara itu, Ketua Badan Penjamin Mutu Universitas Airlangga Surabaya Nurul Barizah, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik yang secara konsisten memberikan ruang bagi UNAIR untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kami optimistis mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Gresik,” ungkapnya.

Nurul Barizah juga berpesan kepada seluruh peserta KKN-BBK agar memanfaatkan waktu pengabdian dengan sebaik-baiknya, menghormati norma dan nilai masyarakat setempat, serta menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater. “Tiga hal utama yang perlu dipegang mahasiswa adalah belajar dan berbaur dengan masyarakat, berkontribusi secara aktif, serta menaati seluruh aturan dan norma yang berlaku,” pungkasnya. (yad)

718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Aniaya Korban dengan Sajam , Enam Diduga Anggota Gangster Diringkus Satreskrim Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik mengamankan enam anggota Geng Motor. Mereka diamankan karena diduga melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan korban luka-luka. 

Enam gengster itu berinisial MWM ; MSA, FI ; PDPP ; ADAR dan MSM. Usia belasan tahun. Semuanya warga Kabupaten Gresik.  Sedangkan, korban kegaganasan gengster yakni Eka Adi Pradana, 22 tahun. Ia warga Desa Sukodadi, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Korban dikeroyok para gengster di Jalan Raya Lowayu, perbatasan Desa Petiyin Tunggal, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala masing-masing sepanjang 8 sentimeter dan 5 sentimeter yang diduga akibat serangan benda tajam.

“Kami sudah mengamankan enam orang. Mereka masih berstatus saksi, saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap otak pelaku dan pelaku lain yang terlibat,” tegas Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya di Mapolres Gresik pada Selasa, 6 Januari 2026.

Polisi mengaku sudah mengantongi identitas para pelaku lainnya sehingga menghimbau untuk menyerahkan diri. Kasatreskrim menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menuntaskan kasus ini hingga tuntas. “Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat. Polres Gresik tidak akan memberi ruang bagi aksi gangster yang meresahkan masyarakat. Lebih baik menyerahkan diri daripada kami tangkap,” tegas perwira tiga balok di pundak itu.

Selain enam pemuda itu, anggota Satreskrim Polres Gresik juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa enam unit handphone berbagai merek, satu unit sepeda motor Honda Beat warna silver, serta satu unit sepeda motor Honda CRF warna hitam. Seluruh barang bukti kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Gresik mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana yang terjadi. Jika mengetahui atau melihat adanya tindak pidana, masyarakat bisa langsung melapor ke kantor polisi terdekat, menghubungi call center 110, atau hotline Lapor Cak Roma di 0811-8800-2006. (yad)

Aniaya Korban dengan Sajam , Enam Diduga Anggota Gangster Diringkus Satreskrim Polres Gresik  Selengkapnya

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengambil sumpah dan melantik 55 kepala sekolah serta 21 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Januari 2026.

Puluha kepala sekolah yang dilantik, terdiri dari 53 kepala Sekolah Dasar (SD) dan 2 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan kepala sekolah ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025, yang menggantikan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Penerapan regulasi tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang terjadi di sejumlah satuan pendidikan. Kondisi kekosongan kepala sekolah ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga diperlukan percepatan pengisian jabatan melalui mekanisme berbasis merit.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa seluruh kepala sekolah dan pejabat fungsional yang dilantik telah melalui proses seleksi yang komprehensif, mulai dari manajemen talenta, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak. Selain itu, aspek jarak tempat tinggal dengan lokasi kerja juga menjadi pertimbangan dalam penempatan.

“Panjenengan semua terpilih sesuai dengan hasil manajemen talenta dan nilai uji kompetensi yang sudah memenuhi syarat. Tapi saya juga melihat latar belakang pendidikan serta jarak rumah dengan tempat tugas. Kami tidak ingin jarak penempatan menjadi alasan menurunnya integritas dan kinerja,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Ia berpesan agar mengelola sekolah secara profesional dan akuntabel, baik dalam pengelolaan administrasi maupun pengelolaan anggaran pendidikan, seperti bantuan operasional sekolah daerah maupun nasional (BOSDAdan BOSNAS). Selain itu, juga mengistruksikan membangun kerja sama yang solid antara kepala sekolah dan para guru guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Titip sekolah ini menjadi sekolah ramah anak. Tidak ada bullying, tidak ada radikalisme. Mudah-mudahan Bapak-Ibu menjadi guru yang terus dicintai oleh murid-muridnya,” pesan Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak lima peserta dari Pulau Bawean turut dilantik secara daring sebagai bentuk pemerataan pelayanan serta efisiensi pelaksanaan pemerintahan.

Sebagai penutup, Bupati Yani menyampaikan bahwa kepala sekolah yang telah menjabat selama dua periode atau kurang lebih delapan tahun akan segera didorong untuk mengikuti uji sertifikasi pengawas. Kebijakan ini bertujuan untuk membuka ruang regenerasi dan pengembangan karier di bidang pendidikan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme Selengkapnya

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu Pamitan serta Doakan Anggota Sehat dan Sukses

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard pamitan. Alumnus Akpol 2006 itu bakal menduduki posisi baru di Devisi Propam Mabes Polri. Apel pagi hari ini, Senin, 5 Januari 2026 diperkirakan menjadi apel kali terakhir yang dipimpin oleh AKBP Rovan.

Di hadapan seluruh peserta apel yang  terdiri  Waka Polres, pejabat utama (PJU), para Kapolsek, personel Bintara, serta ASN Polres Gresik, perwira dengan dua melati yang pernah menjabat sebagai Kasubdit 4/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya itu mengungkapkan bahwa apel tersebut kemungkinan menjadi yang terakhir baginya sebagai Kapolres Gresik, seiring berakhirnya masa pengabdian di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.

Ia pun menyampaikan sejumlah arahan  kepada seluruh jajaran. “Rekan-rekan harus benar-benar menjaga kesehatan. Sempatkan berolahraga, minimal jalan kaki satu jam. Tubuh yang sehat adalah modal utama untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ujar Perwira dua melati di pundak yang sempat mengikuti pendidikan The FBI National Academy di Quantico, Virginia, Amerika ini.

Tak lupa, Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta kerja keras seluruh personel selama kurang lebih satu tahun masa kepemimpinannya.  Ia berharap capaian kinerja dan kualitas pelayanan yang telah dibangun bersama dapat terus dijaga dan ditingkatkan, demi marwah institusi Polri dari tingkat Polsek hingga Polres.

Kapolres yang dikenal dekat dan humanis ini juga menegaskan bahwa berakhirnya masa jabatan tidak berarti terputusnya hubungan silaturahmi. Ia membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi seluruh anggota, khususnya yang suatu waktu berada di Jakarta.

“Rekan-rekan semua sudah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan karier saya. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga, kapan pun dan di mana pun kita berada,” tutur perwira yang pernah menjadi  Delegasi Federal Bureau of Investigation atau FBI Asia 23rd Pasific Conference yang digelar di Malaysia ini.

Menjelang akhir arahan, suasana semakin terasa haru saat AKBP Rovan menyampaikan permohonan maaf secara pribadi maupun kedinasan atas segala kekurangan selama memimpin Polres Gresik. Ia juga menyampaikan bahwa bersama sang istri, dirinya dijadwalkan akan resmi berpamitan pada pekan mendatang.

Sebagai penutup, AKBP Rovan memanjatkan doa terbaik untuk seluruh keluarga besar Polres Gresik agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kesuksesan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Saya mendoakan semoga tahun ini menjadi tahun terbaik bagi rekan-rekan semua. Diberikan kesehatan, panjang umur, kesuksesan dalam tugas, dan semoga seluruh anggota Polres Gresik dijauhkan dari segala bentuk pelanggaran,” pungkasnya.  (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu Pamitan serta Doakan Anggota Sehat dan Sukses Selengkapnya

Gubernur Jatim Khofifah bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Naik TransJatim Nikmati Eduwisata Berbasis Literasi Digital

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi Gresik Universal Science (GUS) pada Minggu, 4 Januari 2026.

Kunjungan di hari libur ini, Khofifah bersama cucu didampingi Fandi Akhmad Yani naik TransJatim. Rombongan berangkat dari Terminal Bunder, Gresik.  Perjalanan menuju destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital, Gresik Universal Science yang berada di Kompleks Islamic Center berlokasi di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang selama lebih kurang 45 menit.

Kunjungan ini menjadi simbol dukungan terhadap transportasi publik, sekaligus penguatan destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital di Kabupaten Gresik. Gresik Universal Science sendiri telah di soft launching secara oleh Bupati Gresik pada 24 Desember 2025, bertepatan dengan libur panjang pelajar. Sejak dibuka untuk publik, GUS tercatat telah dikunjungi ribuan masyarakat dari berbagai daerah, terutama pelajar dan keluarga.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas hadirnya GUS sebagai wisata literasi digital yang menampilkan kekayaan daerah secara komprehensif. Ia menilai GUS tidak hanya menyuguhkan budaya, tetapi juga potensi tiap kecamatan, mulai dari kuliner hingga mata pencaharian masyarakatnya.

“Potensi yang ditampilkan di sini sangat lengkap. Bukan hanya budaya, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya. Ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain untuk memperkenalkan jejak sejarah dan budayanya masing-masing,” puji Khofifah.

Gubernur Khofifah juga berpesan kepada masyarakat yang berkunjung agar ikut menjaga fasilitas GUS. Menurutnya, keberadaan GUS sangat strategis dalam memperkuat literasi masyarakat dengan pendekatan yang relevan dengan kebiasaan generasi saat ini.

“Yang menarik, GUS mengintegrasikan literasi dengan audio visual. Kita tahu masyarakat belakangan lebih suka mendengar daripada membaca. Dengan strategi ini, masyarakat tetap memperoleh pengetahuan sekaligus meningkatkan taraf literasi,” tambahnya.

Salah satu ruang yang mendapat perhatian khusus dari Gubernur Khofifah adalah Ruang Damarkurung, yang menampilkan instalasi karya maestro seni Damarkurung, almarhumah Masmundari. Instalasi tersebut dinilai tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat nilai sejarah dan budaya lokal.

“Ruang Damarkurung ini luar biasa. Dengan instalasi yang kuat dan menarik, saya berharap bisa memantik ketertarikan generasi muda dan melahirkan talenta-talenta baru penerus Mbah Masmundari,” ujarnya. Terkait aksesibilitas, Gubernur Khofifah menilai lokasi GUS sangat mudah dijangkau karena terintegrasi dengan rute Bus TransJatim. Konektivitas ini dinilai mendukung GUS sebagai destinasi edukasi yang inklusif dan ramah bagi masyarakat luas

Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa GUS dirancang sebagai wisata edukasi dan literasi digital yang mendorong pengunjung untuk menikmati setiap ruang secara perlahan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru saat berkunjung, sehingga pesan sejarah dan budaya Gresik dapat terserap secara utuh.

“Tenang saja, tidak usah buru-buru saat berkunjung di GUS. Masyarakat bisa benar-benar menikmati literasi yang ada. Setiap ruangan idealnya sekitar 10 menit, supaya suguhan tentang sejarah dan budaya Gresik bisa dinikmati dengan maksimal,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Gubernur Jatim Khofifah bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Naik TransJatim Nikmati Eduwisata Berbasis Literasi Digital Selengkapnya

Gus Yani :  Program Kerja IPNU-IPPNU Harus Berdampak Positif kepada Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Dewan Pimpinan Wilayah melantik pengurus PC IPNU dan PC IPPNU Gresik masa bakti 2025-2027 di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Minggu, 4 Januari 2026. 

Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang dinakhodai oleh M. Fatkur Rohman dan kepemimpinan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama dipercayakan kepada Aminatus Sholihah ini dihadiri antara lain Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menekankan pentingnya peran IPNU dan IPPNU sebagai kaderisasi bagi generasi muda Nahdlatul Ulama. Menurutnya,  pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemkab Gresik dengan IPNU dan IPPNU, dalam upaya bersama membangun masa depan Gresik yang lebih baik.

“Silakan menyusun raker apa yang menjadi tantangan saat ini, tidak hanya pemerintah, sektor swasta saat ini semuanya punya tantangan yang berbeda. Maka IPNU-IPPNU harus belajar apa yang harus bisa kita perbuat untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia pun mengajak pengurus baru untuk belajar dan bergerak baik dalam menyusun program yang akan dimasukkan dalam agenda dinas. Menurutnya, IPNU-IPPNU adalah pelajar yang punya daya pikir dan intelektual yang tajam dan meminta IPNU-IPPNU belajar dari desa, kecamatan, sampai kabupaten.

“Adik-adik bisa mengikuti mulai dari Musrenbang desa yang akan saya tunggu di Musrenbang kabupaten, apa yang menjadi usulan dari program sampai ada output di masyarakat, baik kegiatan sosial, pendidikan, maupun program lainnya,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gus Yani juga berpesan agar pengurus terus mengasah kemampuan, seperti keterampilan belajar teknologi, mengembangkan kreativitas, dan membangun kerja sama tim, sebagai bekal berharga di masa depan. “IPNU-IPPNU harus lebih dekat dengan lingkungan sekitar, seperti sekolah dan desa. Dengarkan teman-teman yang membutuhkan, berikan yang terbaik sesuai kemampuan. Peran kecil dapat membawa perubahan besar,” pungkas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Di tempat yang sama, Ketua PW IPNU Jawa Timur Muhammad Rafli Rifki Reza menambahkan, pelantikan yang mengangkat tema “Future Starts Here, Empower, Educate, Elevate”. Future Starts Here yang berarti masa depan dimulai, pelantikan ini sebagai awal langkah perubahan dan kemajuan. Empower yang berarti organisasi berkomitmen untuk memberdayakan kader agar memiliki kemampuan, karakter, dan kepercayaan diri sebagai pelajar NU.

Educate yang berarti kader dibekali pendidikan, pengetahuan, dan nilai Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) untuk berkembang secara intelektual dan spiritual. Elevate berarti setelah diberdayakan dan dididik, kader diharapkan mampu naik level dan berkontribusi nyata bagi organisasi, masyarakat, dan bangsa.

“Secara singkat tema ini mencerminkan proses mencetak kader unggul yang siap untuk memimpin masa depan melalui pendidikan, pemberdayaan, dan kualitas diri,” tegasnya.

Lebih lanjut pihaknya menambahkan, tema ini dilambangkan dengan ikan bandeng yang didesainu melompat ke atas, melambangkan keberanian untuk siap melangkah dan bergerak. Gradasi warna kuning keemasan melambangkan cahaya ilmu dan kejernihan dalam berpikir.

“Langkah tegap menyongsong masa depan, tradisi dijaga prestasi dikedepankan, IPNU-IPPNU terus di garis terdepan, pelajar NU unggul berkarakter dan berkemajuan. Terima kasih kepada Forkopimda Gresik, PCNU, MUI, maupun organisasi kepemudaan di Kabupaten Gresik atas dukungan dan dukungannya,” tandasnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Gus Yani :  Program Kerja IPNU-IPPNU Harus Berdampak Positif kepada Masyarakat Selengkapnya

Ambles dan Longsor Disparekrafbudpora Gresik Tutup Jogging Track Kompleks Stadion G-JOS

GRESIK,1minute.id – Fasilitas jogging track di kompleks Stadion Gelora Samudro (G-JOS) ditutup sejak Sabtu, 3 Januari 2026. Disparekrafbudpora Gresik menutup lintasan yang berfungsi untuk berlari santai atau mlaku-mlaku itu ambles. 

Tebing sekitar arena jogging track juga longsor panjang sekitar 70 meter, tinggi 4 meter dan lebar 14 meter. Penutupan fasilitas umum dilakukan untuk keamanan warga. Sebab, tanah sekitar masih labil. “Mohon maaf, tidak boleh beraktivitas disini,” kata petugas itu dengan ramah pada Minggu pagi, 4 Januari 2026.

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar 200 meter dari lokasi jogging track yang ambles itu telah dipasang pita plastik warna kuning kombinasi hitam. Pita plastik itu bertuliskan BPBD Jawa Timur. Sejumlah warga yang hendak mlaku-mlaku Minggu pagi pun kecele. Karena petugas Kompleks Stadion G-JOS yang berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik melarang. 

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaifudin Ghozali membenarkan penutup jogging track di kompleks Stadion G-JOS itu. “Longsor, mas!” kata Ghozali dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Minggu, 4 Januari 2026.

Sebulan terakhir hampir saban hari Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik diguyur hujan. Pada Jumat, 2 Januari 2025 hujan deras membuat sebagian tanah di bekas gunung Legis yang digunakan untuk fasilitas jogging track itu ambles. Dinding tanah di luar Stadion G-JOS longsor. Disparekrafbudpora belum bisa memastikan kapan fasilitas olahraga dan rekreasi bagi masyarakat kembali dibuka. (yad)

Ambles dan Longsor Disparekrafbudpora Gresik Tutup Jogging Track Kompleks Stadion G-JOS Selengkapnya

Pesona Pantai Tanjung Gaang, Pulau Bawean, Air Bening & Batu Cadasnya Menyerupai Dinosaurus 

EMPAT wisatawan domestik (wisdom) tersesat di Pantai Tanjung Ghe’eng atau Gaang di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Kamis, 1 Januari 2026. Tim gabungan dari Polsek Sangkapura, Koramil dan Perangkat Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura berhasil melakukan evakuasi warga  Kompleks Perumahan Surya Regency, Gedangan, Sidoarjo itu.

Seperti apa Pantai Tanjung Gaang itu? Wartawan 1minute.id sempat mengunjungi pantai Tanjung Ghe’eng pada 29 Juli 2021. Saat itu, bersama dengan tujuh orang termasuk pemandu wisata pemuda setempat. Kami menyewa Jhukong (perahu bersayap khas Bawean). 

Pantai Tanjung Gaang, destinasi wisata ini belum tersentuh modernisasi. Masih “perawan”. Lokasinya di Dusun Somor-somor, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Kami tertarik mengunjungi destinasi ini karena mendapatkan informasi menjadi salah satu spot terbaik Sunset di Pulau Putri, sebutan lain, Pulau Bawean. 

Rombongan tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Perjalanan menggunakan Jhukong lebih kurang 45 menit. Benar juga. Destinasi satu ini menyajikan pemandangan alam yang eksotis. Biota laut bisa diintip dari atas perahu. Berbagai jenis ikan warna-warna bisa dinikmati dengan mata telanjang. Beberapa teman juga sempat menikmati rumput laut disana. 

Bagi penghobi snorkeling atau diving akan sangat dimanjakan dengan kekayaan laut hasil ciptaan Sang Kholiq iniq. Tapi, harus membawa peralatan sendiri karena belum ada tempat persewaan alat untuk menyelam. Karena Tanjung Gaang, Bawean bukan seperti destinasi Bangsring Underwater di Banyuwangi. Sebab, pantai Tanjung Gaang, masih perawan. “Apik seru!” seru seorang teman. 

EKSOTIS: Batu karang di Pantai Tanjung Gaang di Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean yang menyerupai Dinosaurus (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Batu karang yang melindungi kami dari sengatan matahari itu seperti marmer. Bentuknya, sangat eksotis. Bentuknya pun aneka ragam. Bahkan, ada yang menyerupai dinosaurus. Foto-foto Tanjung Gaang bisa dinikmati di buku berjudul Grissee Kota Bandar cetakan ke-2 karya Chusnul Cahyadi yang juga wartawan media online, 1minute.id ini.

Setelah berendam dan menikmati biota laut. Kami kemudian kembali naik Jhukong menuju sebuah pantai masih di Desa Kumalasa. Pantai itu salah satu akses menuju puncak batu karang untuk menikmati Sunset yang menurut warga setempat salah satu spot terindah Sunset di Pulau Bawean itu. Akses jalan menuju puncak batu karang tidak mudah. Sebab, Beberapa batu karang ujungnya juga runcing. Sehingga harus ekstrahati-hati. Semua perjalanan itu, terbayar lunas karena pemandangan membuat mata seakan enggan berkedip karena begitu memesona. (Chusnul Cahyadi)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pesona Pantai Tanjung Gaang, Pulau Bawean, Air Bening & Batu Cadasnya Menyerupai Dinosaurus  Selengkapnya

Tim Gabungan Selamatkan Empat Wisatawan Domestik asal Sidoarjo Tersesat Pantai Tanjung Ghe’eng, Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat wisatawan asal Sidoarjo yang tersesat di jalur hutan dan perbukitan dari objek wisata Tanjung Ghe’en, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik berhasil diselamatkan.

Wisatawan domestik yakni Rudianto ; Djoko Priantoro; Mikhael Brave dan Gavriel Bright. Mereka diduga satu keluarga yang tinggal di Perum Surya Regency, Gedangan, Sidoarjo itu bisa diselamatkan oleh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Sangkapura dan Perangkat Desa Kumalasa.

Petugas membutuhkan waktu lebih dari 2 jam untuk proses evakuasi wisdom. Sebab, medan lokasi hutan dan perbukitan batu padas. Tim harus menyusuri jalur perbukitan dan hutan dengan berjalan kaki. Karena jalu menuju Tanjung Ghe’eng tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Tidak penerangan lampu serta sinyal komunikasi juga tidak bisa menjangkau lokasi kejadian.

“Medannya cukup berat dan gelap. Akhirnya empat wisatawan itu berhasil kami temukan di pinggir pantai,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza pada Jumat, 2 Januari 2026. 

Menurut Iptu Hepi, keempat wisatawan yang seluruhnya laki-laki, terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak. Mereka dilaporkan tersesat saat perjalanan pulang menjelang malam. Dari keterangan para wisatawan, mereka tersesat karena kemalaman dan salah mengambil jalur, yang justru membawa mereka kembali ke arah pantai. 

Salah seorang wisatawan kemudian meminta pertolongan melalui layanan darurat 110 Polres Gresik. Laporan Masuk sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Desa Kumalasa Idham Cholik, mengungkapkan bahwa informasi awal diterimanya dari Polsek Sangkapura setelah adanya laporan masuk melalui call center 110 Polres Gresik. “Sekitar pukul 18.00 WIB saya mendapat laporan dari kepolisian bersama Koramil. Kami langsung bergerak bersama warga untuk melakukan pencarian,” ujar Cholik.

“Mereka mengira jalur itu jalan pulang, tapi justru kembali ke pantai. Akhirnya salah satu dari mereka berteriak minta tolong, dan suaranya terdengar oleh tim pencari,” jelas Kholik. Setelah sumber suara diketahui, tim langsung mengarah ke lokasi dan menemukan keempat wisatawan dalam keadaan selamat tanpa luka serius.  Selanjutnya mereka dievakuasi dan diistirahatkan di sekitar wilayah Kecamatan Sangkapura.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sangkapura Aipda Wijiono membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut salah satu wisatawan sempat menghubungi layanan darurat 110 Polres Gresik untuk meminta pertolongan. “Benar, ada laporan masuk melalui 110. Alhamdulillah, seluruh wisatawan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Wijiono.

Diketahui, Tanjung Ghe’eng berjarak sekitar lima kilometer dari permukiman warga, dengan akses berupa jalan naik turun, medan terjal, dikelilingi hutan lindung, serta kondisi sinyal komunikasi yang tidak stabil, sehingga rawan bagi wisatawan yang berkunjung tanpa pendamping atau penerangan memadai.

Wartawan 1minute.id mengunjungi Tanjung Ghe’eng pada 29 Juli 2021 sempat mengunjungi destinasi wisata Tanjung Ghe’eng. Saat itu, bersama enam orang termasuk pemandu wisata asal Bawean dengan naik Jhukong (perahu bersayap khas Bawean). Selama hampir 45 menit perjalanan. 

Tanjung Ghe’eng, destinasi wisata yang masih perawan. Air jernih sehingga biota laut bisa dilihat dari atas perahu. Selain itu, batu cadas yang menjulang diatas permukaan laut beberapa mirip hewan zaman purba, Dinosaurus. Atas bukit batu cadas itu, salah satu spot terbaik untuk menikmati Sunset di Pulau Putri. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Tim Gabungan Selamatkan Empat Wisatawan Domestik asal Sidoarjo Tersesat Pantai Tanjung Ghe’eng, Pulau Bawean  Selengkapnya

Polairud Polres Gresik Amankan Tiga Kapal Nelayan Gunakan Jaring Trawl

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Gresik mengamankan tiga kapal motor nelayan (KMN) menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan jenis jaring trawl di Perairan Karang Jamuan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Ketiga kapal yang diamankan masing-masing adalah KMN Semangat, KMN Alif Ba Tsa, dan KMN Jati Jaya. Penindakan dilakukan setelah petugas menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas penangkapan ikan yang mencurigakan di wilayah perairan tersebut.

Informasi awal diterima Sat Polairud Polres Gresik pada Senin, 29 Desember 2025 sekitar pukul 05.00 WIB menerima laporan ada nelayan menggunakan alat tangkap jaring trawl alias pukat harimau. Menindaklanjuti laporan itu, tim yang dipimpin Aiptu Pudji bersama tujuh personel lainnya segera bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 06.30 WIB, petugas mendapati ketiga kapal tengah mengoperasikan jaring trawl di perairan Karang Jamuang. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa alat tangkap yang digunakan melanggar ketentuan perundang-undangan karena berpotensi merusak ekosistem laut.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga unit kapal, tiga set jaring trawl dengan panjang sekitar 40 meter dan lebar 7 meter, enam buah blabak atau papan pembuka jaring, tiga utas tali tampar sepanjang 40 meter, serta hasil tangkapan laut berupa enam drum berisi ikan glomo, udang, dan ikan kiper. Seluruh barang bukti beserta para nahkoda kapal langsung diamankan ke Mako Satpolairud Polres Gresik untuk kepentingan penyidikan.

Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita, menegaskan bahwa penggunaan jaring trawl sangat merugikan lingkungan laut karena dapat merusak terumbu karang dan mengganggu kelestarian biota laut. “Penggunaan jaring trawl jelas dilarang. Saat ini ketiga kapal beserta nahkodanya telah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut. Penanganan perkara ini juga akan kami koordinasikan dengan Dinas Perikanan setempat,” tegasnya.

Para pelaku terancam dijerat Pasal 85 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan.

Polres Gresik mengimbau seluruh nelayan agar mematuhi aturan penggunaan alat tangkap yang legal dan ramah lingkungan demi menjaga kelestarian sumber daya laut. Masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga keamanan wilayah perairan dengan melaporkan aktivitas mencurigakan melalui Call Center Polri 110 (24 jam) atau layanan pengaduan Lapor Cak Roma di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polairud Polres Gresik Amankan Tiga Kapal Nelayan Gunakan Jaring Trawl Selengkapnya