TPA Ngipik Terhubung: Dari 250 Kubik Sampah Harian Jadi Energi
GRESIK, 1minute.id – TPA Ngipik di Jalan Prof. Moh. Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, adalah TPA terbesar di Kota Industri, Kabupaten Gresik. Saban hari, 250 hingga 300 meter kubik sampah rumah tangga dibuang ke kawasan industri ini. Bertahun-tahun, tumpukan menggunung menjadi beban.
Pada Kamis, 29 Februari 2024, Pemkab Gresik meresmikan TPST Belahanrejo, Kecamatan Kedamean untuk menampung sampah rumah tangga dari Kecamatan Kedamean, Wringinanom, dan Driyorejo, yang sebelumnya dibuang di TPA Ngipik. Kedua lokasi telah dilengkapi mesin RDF.
“Mesin RDF ini sudah diinstal di TPA Ngipik, dan hari ini bisa kita saksikan bersama sudah siap beroperasi juga di TPST Belahanrejo. Dengan mesin ini berkapasitas 2,5 ton/jam ini, sampah yang masuk bisa diolah dan menghasilkan 8 ton olahan RDF setiap harinya,” jelas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada 29 Februari 2024.
Dua tahun kemudian, pada 24 Februari 2026, Bupati Gresik meresmikan pengoperasian TPST Ngipik dengan mesin Mining Landfill berkapasitas 25 ton/jam. Metode pertama di Kota Industri ini membongkar sampah lama yang menumpuk lebih dari 10 tahun, mencacah, dan mengolahnya menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) — bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk Pabrik Semen Indonesia di Tuban.




Dari sistem manual berkarung goni menjadi sistem pilah industri dengan keranjang biru yang tercatat. Dari mengolah sampah baru menjadi membongkar sejarah sampah 10 tahun. Sampah Gresik yang terdata di Ngipik dan Belahanrejo kini terhubung menjadi energi yang tumbuh dan terjaga rantai pasoknya hingga ke Tuban. Inilah wajah Terhubung, Tumbuh, Terjaga. (yad)
Editor : Chusnul Cahyadi
TPA Ngipik Terhubung: Dari 250 Kubik Sampah Harian Jadi Energi Selengkapnya