Gerak Cepat Quick Wins Kapolri, Polres Gresik Ringkus DC Pinjol Ilegal di Lampung

GRESIK, 1minute.id – Komitmen Quick Wins Kapolri soal pemberantasan pinjol ilegal dibuktikan Polres Gresik. Seorang debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) abal-abal berinisial S (29) ditangkap di Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Lampung.

S ditangkap atas kasus pemerasan melalui media elektronik dengan ancaman penyebaran data pribadi. Satu rekan S berinisial A kini ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Viral beberapa hari lalu ada korban datang ke Polsek Manyar saat kami kunjungan, langsung kami tindaklanjuti. Alhamdulillah bisa terungkap dalam waktu singkat, uang sudah dikembalikan ke korban,” ujar Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution di Mapolres Gresik, Rabu, 14 Oktober 2026.

Ramadhan menegaskan, pengungkapan ini merupakan atensi 100 hari kerja Quick Wins Kapolri dalam penanganan penipuan digital dan pinjol ilegal. “Kami berkomitmen akan serius menangani laporan serupa,” kata alumnus Akpol 2006 itu.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo menjelaskan, tersangka ditangkap di lokasi saat melancarkan aksinya. “Saat penangkapan ada yang melarikan diri, kami tetapkan DPO,” ujar Prasetyo.

Peras Korban Pakai Foto Vulgar Edit KTP

Kasus ini terbongkar berkat keberanian korban berinisial BPS, warga Kecamatan Manyar. Pada 22 September 2026, BPS mendapat teror WhatsApp dari beberapa nomor yang mengaku DC pinjol.

Awalnya BPS ditagih Rp 1,6 juta dari aplikasi Pinjam Amanah yang belum jatuh tempo. Karena takut, ia membayar lunas.

Tak berhenti, pelaku kembali menagih Rp 2,9 juta mengatasnamakan aplikasi Dana Dompet. Padahal BPS tak pernah meminjam di aplikasi tersebut. Pelaku memberi waktu 10 menit dan mengancam menyebar data pribadi.

Karena takut, BPS transfer Rp 2,9 juta via virtual account. Pelaku kembali meminta Rp 3,4 juta lewat VA berbeda. Korban menolak.

Pelaku kemudian mengirim gambar editan: foto korban masuk daftar DPO lengkap dengan foto KTP, serta foto KTP korban yang digabungkan dengan konten pornografi. Ketakutan, BPS melapor ke Polres Gresik. Polisi menyita dua unit handphone milik tersangka.

Bermodus Kelompok, Raup Rp 60 Juta Per Bulan

Hasil penyidikan, S mengaku bekerja dalam kelompok terorganisir. Ada peran pemberi perintah, penagih, hingga pemeras. Data korban berupa foto KTP dan wajah didapat dari AG (DPO).

“Data diduga diperoleh dari sebuah situs berbahasa Mandarin yang memuat data nasabah sejumlah aplikasi pinjol ilegal,” ungkap Prasetyo.

S mengaku beraksi sejak Desember 2025 dengan target 5 orang per hari dan meraup Rp 30 juta hingga Rp 60 juta per bulan. Polisi masih mengembangkan kasus untuk membongkar aliran dana dan sumber data pribadi. Atas perbuatannya, tersangka terancam 6 tahun penjara dan/atau denda kategori V.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengembalikan utuh uang Rp 2,9 juta milik korban. “Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Kapolres dan jajaran Polres Gresik yang cepat dan sigap menangani kasus ini. Uang sudah saya terima utuh,” ucap BPS.

Polres Gresik mengimbau warga tidak panik jika mendapat tagihan dari nomor tak dikenal. Cek tagihan hanya lewat aplikasi resmi, pastikan pinjol legal dan terdaftar di OJK. Jangan asal memberikan foto KTP dan wajah.

Jika diteror, jangan hapus bukti percakapan dan segera lapor ke 110 atau Lapor Cak Rama 081188002006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Gerak Cepat Quick Wins Kapolri, Polres Gresik Ringkus DC Pinjol Ilegal di Lampung Selengkapnya

Kapolres Gresik Kembalikan Motor Curian ke Korban Gratis, Residivis Curanmor Ditembak

GRESIK,1minute.id – Sepak terjang duo residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial SH, 24 tahun dan MP, 23, tahun terhenti sementara waktu. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik memberikan hadiah timah kepada terduga pelaku curanmor yang beraksi di enam tempat kejadian perkara (TKP) itu. Semuanya di wilayah hukum Polres Gresik.

“Mereka ketika ditangkap melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur,” kata Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat konferensi pers di Mapolres Gresik pada Selasa, 29 September 2026.

Kedua pelaku curanmor asal Surabaya itu ditangkap di Jalan Usman Sadar, Gresik pukul 13.30 WIB. Mereka beraksi di sebuah minimarket waralaba di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas pukul 10.30 WIB. 3 jam pascaberaksi.

“Penangkapan terhadap kedua terduga pelaku tidak lebih dari 24 jam,” imbuh AKBP Ramadhan didampingi Kasatreskrim AKP Mohammad Prasetyo dan Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza.

Barang bukti yang diamankan, yakni : delapan mata kunci, dua kunci L, satu magnet, satu kunci pas ring, tiga kunci motor yang diduga palsu, satu unit Honda Beat milik Amelia, satu unit Honda Beat Street yang digunakan sebagai sarana, dua telepon seluler, jaket, topi, helm, serta rekaman CCTV.

Hasil pengembangan, keduanya mengaku beraksi di enam tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Gresik, yakni:

1. Minimarket Randuagung – Honda Beat hitam

2. Minimarket depan Kecamatan Kebomas – Honda Scoopy abu-abu

3. Toko di Jalan Sunan Giri, Kebomas – Honda Scoopy putih

4. Minimarket Jalan Jawa, GKB – Honda Beat merah-hitam

5. Toko elektronik Jalan Panglima Sudirman – Honda Beat abu-abu

6. Toko roti GKB – Honda Vario hitam

Lima dari enam motor hasil curian diduga telah dijual. “Kami terus melakukan pengembangan untuk mencari motor para korban tersebut,” tegas AKBP Ramadhan Nasution. 

Satu motor milik korban Amelia berhasil diamankan dan langsung dikembalikan.

Amelia menceritakan motornya raib saat belanja di minimarket Jalan Wahidin pada Jumat, 26 September 2026, sekitar pukul 10.50 WIB. Padahal stang sudah terkunci dan lubang kunci tertutup. Hanya 20 menit ditinggal, motornya hilang.

“Saya tidak menyangka polisi bisa cepat menangkap pelakunya dan menemukan motor saya. Terima kasih Polres Gresik,” ujar Amelia.

Ia pun mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepolisian. “Terimakasih Polres Gresik sudah berhasil dengan cepat menangkap pelaku dan menemukan motor saya dan mohon hati hati dalam parkir ganda Karena saya juga saya kunci tapi masih berhasil dicuri, semoga Polres Gresik dalam keadaan kesehatan,” tegasnya.

Polisi Kembalikan 4 Motor Korban Lain

Selain kasus tersebut, Kapolres juga mengembalikan empat sepeda motor hasil ungkap kasus curanmor lain di wilayah Balongpanggang, Kedamean, Panceng, dan Kebomas kepada pemiliknya secara gratis.

“Kami Asnan, Khoirul, Masyidul, Mohamad Shodiq mengucapkan terimakasih jajaran kepolisian resor Gresik sudah berhasil dan sukses menangkap pelaku serta mengembalikan motor kami. Alhamdulillah kendaraan kami bisa digunakan untuk kerja, sepeda motor dikembalikan secara gratis,” katanya. 

Kapolres mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat parkir di tempat umum. “Masyarakat yang memarkirkan kendaraan di tempat umum diharapkan memastikan kendaraan telah dikunci dengan baik dan tidak meninggalkan barang berharga,” kata alumnus Akpol 2006 itu.

Jika menjadi korban atau mengetahui tindak curanmor, warga diminta segera melapor ke hotline 110 atau Lapor Kapolres Gresik (Cak Rama) di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Kembalikan Motor Curian ke Korban Gratis, Residivis Curanmor Ditembak Selengkapnya

Sebulan Tak Bisa Narik, Driver Ojol di Gresik Dapat Kursi Roda dan Warung dari Kapolres

GRESIK,1minute.id – Kepedulian itu datang pada Rabu, 16 September 2026.  Menjelang HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyambangi rumah Hasim, 54, pengemudi ojek online yang sebulan terakhir tak bisa bekerja.

Hasim mengalami kecelakaan hebat pada 12 Agustus 2026 di simpang empat Exit Tol Dahanrejo, Kebomas. Benturan itu melukai berat tangan dan kaki kanannya. Hampir sebulan, ia harus kontrol medis dua kali seminggu. Dokter memprediksi ia baru bisa berjalan lagi tiga bulan ke depan.

Selama ini ia beraktivitas dengan kursi roda sewaan.

Sebagai tulang punggung tunggal, musibah itu melumpuhkan ekonomi keluarganya. Istrinya tidak bekerja, anak sulungnya baru lulus kuliah dan masih menganggur, sementara si bungsu masih di pondok pesantren.

Kisah Hasim sampai ke telinga Kapolres dari dua rekannya sesama driver, Rifai dan Rasyid, dalam acara silaturahmi ojol.

Merespons cepat, AKBP Ramadhan Nasution bersama Kasat Lantas AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie langsung turun ke rumah Hasim.

Di sana, Kapolres melihat toko kelontong kecil di depan rumah Hasim kosong melompong. Tak ada modal untuk mengisinya.

Tak hanya memberikan kursi roda baru, Kapolres juga mengerahkan satu mobil van berisi penuh barang dagangan untuk mengisi rak-rak toko yang kosong.

“Selain kursi roda, kami bantu modal jualan dalam bentuk barang. Harapannya selama masa pemulihan, Pak Hasim tetap punya usaha produktif dari rumah untuk kebutuhan keluarga,” tegas AKBP Ramadhan Nasution.

Bagi Hasim, bantuan itu bukan sekadar barang. Itu adalah napas baru untuk tetap menghidupi keluarga di tengah kaki yang belum bisa menapak.(yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sebulan Tak Bisa Narik, Driver Ojol di Gresik Dapat Kursi Roda dan Warung dari Kapolres Selengkapnya

Kapolres Gresik Pimpin Sertijab PJU, mulai Waka Polres dan Kapolsek, 14 Personel Bergeser 

GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi, rotasi dan promosi di markas Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali bergerak. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama (PJU) dan Kapolsek jajaran di Ruang Rupatama SAR Polres Gresik pada Rabu, 2 September 2026.

Rotasi jabatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolda Jawa Timur tertanggal 31 Juli 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Jatim. Pergeseran ini juga menjadi bagian dari penataan organisasi seiring adanya peningkatan tipe Polres Sumenep dan Polres Tuban menjadi Polresta.

Dalam mutasi kali ini, sebanyak 14 personel mengalami pergeseran, terdiri dari delapan personel mutasi masuk, empat personel mutasi keluar, dan dua personel yang mengalami pergeseran internal di lingkungan Polres Gresik.

Sejumlah pejabat baru yang bergabung di Polres Gresik antara lain Kompol Rizki Santoso, yang dipercaya mengemban tugas sebagai Wakapolres Gresik setelah sebelumnya menjabat Wakapolres Ngawi.

Kemudian AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie, dipercaya sebagai Kasatlantas Polres Gresik, serta AKP Mohammad Prasetyo, sebagai Kasatreskrim Polres Gresik. Keduanya sebelumnya bertugas sebagai Kasatlantas Polres Tuban dan Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Sementara itu, posisi Kapolsek Bungah kini dijabat Iptu Masdar Auzan, sedangkan Kapolsek Gresik Kota dipercayakan kepada Iptu Muhammad Syahrir Husain, Keduanya sebelumnya merupakan Pama Polda Jatim dan lulusan STIK PTIK ke-83.

Selain itu, Ipda Muhammad Khalifah Nasif, Iptu Adi Atmaja Mahardika dan Iptu Gavra Pedra Gianyar, mendapat penugasan sebagai Pama Polres Gresik setelah sebelumnya berdinas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Di sisi lain, empat personel meninggalkan Polres Gresik untuk mengemban tugas baru. Mereka yakni Kompol Shabda Purusha Putra, yang dipercaya sebagai Kabagbinopsnal Ditressiber Polda Jatim, AKP Nur Arifin, sebagai Ps. Kasigar Subditgakkum Ditlantas Polda Jatim, AKP Arya Widjaya, sebagai Ps. Kasatreskrim Polresta Tuban, serta AKP Muhamad Kevin Ramadhan, sebagai Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota.

Untuk pergeseran internal, Kompol Slamet Priyono, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Dukun, kini dipercaya sebagai Analis Kebijakan Pertama Bidang SDM Polres Gresik. Sementara AKP Suhari, bergeser dari Kapolsek Bungah menjadi Kapolsek Dukun.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Selain sebagai penyegaran, kebijakan tersebut juga menjadi sarana pembinaan karier personel sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Mutasi merupakan hal yang biasa dan dinamis dalam organisasi Polri. Ini bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Kapolres juga berpesan kepada para pejabat yang baru agar segera beradaptasi dengan lingkungan dan tanggung jawab yang baru. Setiap pejabat diharapkan mampu melanjutkan program yang telah berjalan serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis dan responsif.

Sementara kepada pejabat yang meninggalkan Polres Gresik, AKBP Ramadhan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas di wilayah hukum Polres Gresik.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polres Gresik. Semoga sukses di tempat penugasan yang baru dan terus memberikan pengabdian terbaik kepada institusi dan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan adanya rotasi tersebut, Polres Gresik diharapkan semakin solid dan mampu meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kabupaten Gresik. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Pimpin Sertijab PJU, mulai Waka Polres dan Kapolsek, 14 Personel Bergeser  Selengkapnya