HASIL MK : (dua dari kanan) Moch Munif Ridhwan, ketua BBHAR DPC PDI-Perjuangan Gresik bersama pengurus lainnya menyerahkan hasil MK terkait TNI dan Polri Netral dalam Pilkada ke kantor Bawaslu Gresik pada Selasa, 19 November 2024 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pengurus DPC PDI-Perjuangan Gresik Serahkan Putusan MK yakni TNI-Polri Wajib Netral ke Bawaslu 

GRESIK1minute.id – Sebanyak lima orang pengurus Dewan Pimpinan Cabang atau DPC PDI-Perjuangan Gresik mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Gresik pada Selasa, 19 November 2024. 

Kedatangan fungsionaris partai banteng moncong putih itu bukan untuk melaporkan dugaan pelanggaran pemilu. Akan tetapi, kedatangan mereka untuk menyampaikan putusan judicial review Mahkamah Konstitusi terkait netralitas  TNI dan Polri.

Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Serentak dihelat pada Rabu, 27 November 2024. Menjelang hari H coblosan Mahkamah Konstitusi telah mengabulkan permohonan judicial review terkait netralitas TNI/Polri.

Nah, lima pengurus DPC PDI-Perjuangan Gresik mendatangi kantor Bawaslu di Jalan Panglima Sudirman, Gresik, Jawa Timur untuk menyampaikan hasil judicial review MK tersebut. Lima pengurus DPC PDI-Perjuangan Gresik hanya ditemui staf. Sebab, semua anggota komisioner Bawaslu sedang melakukan kegiatan di luar, cek kesehatan. 

“Tadi kata staf Bawaslu mengatakan komisioner lagi ada cek kesehatan atau suntik vitamin. Mungkin biar kinerja Bawaslu lebih giat lagi, dan kuat dalam menghadapi Pilkada ini,” ujar Moch Munif Ridhwan, Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat atau BBHAR DPC PDI Perjuangan Gresik kepada wartawan pada Selasa, 19 November 2024.

Anggota Bawaslu Gresik periode 2023-2028 yakni Ketua Achmad Nadhori, dan empat anggotanya yakni Robbah Khunaifih, Koordinator Divisi SDM, organisasi dan Diklat ; Rozikin, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi ; Habibur Rohman, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat serta Rofa’atul Hidayah, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa.

Munif mengatakan, kedatangannya ke Kantor Bawaslu Gresik untuk menyampaikan hasil judicial review MK terkait netralitas TNI/Polri. Dalam putusan MK nomor 136 frasa judicial review di Pasal 188 UU lama , frasa yang mendapatkan sanksi ASN, Lurah dan Kepala Desa. “Dalam judicial review ini, ada tambahan frasa dari MK yang lebih rinci terkait netralitas ada tambahan TNI/Polri wajib bersikap netral,” tegasnya. 

Dalam putusan MK itu, ia melanjutkan, juga ada sanksi pidana bagi ASN, TNI, Polri yang tidak netral alias cawe-cawe dalam pemilihan kepala daerah. Sanksi pidana minimal 1 bulan dan maksimal 6 bulan. Atau denda minimal Rp 600 ribu dan paling banyak Rp 6 juta.

“Jadi tujuan kita ke Bawaslu untuk menyampaikan putusan MK tersebut,” ujarnya. Ia berharap, dalam Pilkada serentak yang kurang hitungan jari ini, aparatur sipil negara hingga TNI dan Polri bersikap netral. 

Adakah indikasi TNI dan Polri di Pilkada Gresik tidak netral? Munif dengan tegas menyatakan, aparat masih berada on the track. “Alhamdulilah di Kabupaten Gresik masih belum ada,” tegasnya. (yad)

Pengurus DPC PDI-Perjuangan Gresik Serahkan Putusan MK yakni TNI-Polri Wajib Netral ke Bawaslu  Selengkapnya

Siagakan 2.260 Personil Gabungan Amankan Pemilihan Bupati Gresik

GRESIK, 1minute.id – Tahapan pemilihan bupati (Pilbup) terus bergulir. Saat ini, dua pasangan calon (Paslon) sedang berkampanye untuk memikat hati calon pemilih. Sementara itu, Polres Gresik mematangkan kesiapan pengamanan coblosan 9 Desember 2020. 

Sebanyak 2.260 personel gabungan terdiri dari TNI, Polri dan Linmas. Nah, untuk mengetahui kesiapan Polres Gresik melakukan pengamanan pesta demokrasi itu, Waka Polda Jatin Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo melakukan kunjungan kerja ke Polres Gresik, Rabu 30 September 2020. 

Sekitar pukul 15.00, Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo tiba di Mapolres GresikJenderal bintang satu itu disambut langsung Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama pejabat utama (PJU) Polres Gresik. Mereka kemudian menuju Aula Parama Satwika 98. Selama 1,5 jam dilakukan di lantai dua gedung sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Gresik itu.

Waka Polda Jatim Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan, kedatangannya untuk melihat kesiapan Polres Gresik dalam pelaksanaan pengamanan Pilbup Gresik. “Karena kesiapan ini wujud tanggung jawab kita dalam melayani masyarakat,”ujar Brigjend Slamet Heru.

Pilbup tahun ini, tambahnya, berbeda karena digelar pada masa pandemi korona dan negara dalam kondisi resesi ekonomi. “Karena situasi Covid saat ini sangat berpengaruh dalam setiap tahapan . Maka dalam masa kampanye tetap mengutamakan protokol kesehatan,”tegas Brigjend Slamet Hadi. Polri harus ikut berperan dalam penurunan kasus Covid-19. “Jangan sampai ikut meningkatkan kasus Covid – 19,”katanya. 

PROKES : Kapolres Gresik AKBP Arif Fitrianto menerima kunjungan rombong dari Polda Jatim di Mapolres Gresik ( Foto Humas Polres Gresik)

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan, Polres Gresik mendapatkan hibah dana pengamanan Pilbup 2020 sebesar Rp 5 miliar. “Untuk pengamanan di kota diutamakan di Kantor KPU, Kantor Bawaslu dan rumah pasangan calon,”jelas alumnus Akpol 2001 itu.

Dalam waktu dekat, tambah Kapolres Arief, Polres akan laksanakan simulasi dan persiapan pengamanan dalam pelaksanaan Pilkada. “Untuk pengaman pilbup ini  akan terjunkan 2.260 personil gabungan Polri, TNI dan linmas,”ungkapnya. (*)

Siagakan 2.260 Personil Gabungan Amankan Pemilihan Bupati Gresik Selengkapnya