Apindo Gresik Tolak UMSK 2025, Berikut Daftar UMSK 10 Kabupaten/Kota di Jawa Timur

GRESIK,1minute.id –  Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Gresik menolak keputusan Gubernur Jawa Timur terkait kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten UMSK 2025. Kenaikan UMSK sebesar 11,82 persen dari Upah Minimum Kabupaten UMK dianggap terlalu tinggi dan tidak realistis.

Sekretaris Apindo Gresik Ngadi, menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil tanpa kajian mendalam dan berpotensi memberikan dampak buruk bagi dunia usaha di Gresik.

“Kami keberatan karena UMSK ini tidak melalui kesepakatan di Dewan Pengupahan atau usulan resmi dari Bupati. Kenaikan yang terlalu tinggi ini sulit diterapkan,” ujar Ngadi kepada wartawan pada Jumat, 20 Desember 2024..

Menurut Ngadi, kebijakan ini akan membebani pelaku usaha dan mengancam keberlangsungan bisnis di wilayah Gresik. Ia mengingatkan bahwa dampak paling nyata dari kenaikan upah yang terlalu tinggi adalah pengurangan jam kerja hingga potensi pemutusan hubungan kerja atau PHK.

“Ini bukan hanya soal angka. Jika beban perusahaan semakin berat, yang terkena imbas adalah pekerja dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan,” tambahnya.

Meski begitu, Apindo Gresik menyatakan masih dapat menerima kenaikan UMK 2025 sebesar 5 persen, meskipun jauh di atas usulan awal mereka sebesar 1,39 persen.

Sementara itu, Ketua Klinik Hukum Apindo Gresik Ichwansa, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap keputusan ini. Apindo akan segera mengajukan audiensi dengan Gubernur Jawa Timur untuk meminta penjelasan terkait dasar kenaikan UMSK tersebut.

“Jika audiensi tidak diindahkan, kami akan berkirim surat keberatan kepada Gubernur Jawa Timur dan Kementerian Dalam Negeri, bahkan mempertimbangkan langkah hukum sebagai upaya terakhir,” tegas Ichwansa.

Ichwansa juga mendesak pemerintah untuk segera mengkaji ulang kebijakan ini dengan melibatkan seluruh pihak terkait agar kebijakan upah yang dihasilkan lebih adil dan realistis.

“Kami ingin memastikan kebijakan ini tidak hanya menguntungkan satu pihak, tetapi juga dapat diterapkan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan iklim investasi dan lapangan kerja,” harapnya. Ichwansah menambahkan Apindo Gresik mengingatkan pentingnya stabilitas dunia usaha untuk menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, kebijakan upah yang terlalu tinggi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, mengurangi daya tarik investasi, dan mempersempit lapangan kerja.”Dunia usaha membutuhkan kebijakan yang seimbang agar bonus demografi tidak berubah menjadi bencana ekonomi,” pungkasnya.

Dengan polemik ini, Apindo Gresik berharap pemerintah segera memberikan solusi yang adil dan tepat demi menjaga keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk diketahui, PJ Gubernur Jatim Adhy Karyono telah menetapkan Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 100.3.3.1/776/KPTS/013/2024 tentang Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2025.

Dalam putusan itu, UMSK ditetapkan untuk 10 Kabupaten/Kota yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Tuban, Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Banyuwangi, dan Bangkalan. (yad)

Berikut Daftar UMSK di 10 Kabupaten/ Kota di Jawa Timur.

1. Kota Surabaya Rp 5.284.267

2. Gresik Rp 5.190.952

3. Sidoarjo Rp 5.187.094

4. Kabupaten Pasuruan Rp 5.183.238

5. Kabupaten Mojokerto Rp 5.171.668

6. Kabupaten Malang Rp 3.784.509

7. Tuban Rp 3.248.676

8. Banyuwangi Rp 2.992.798

9. Kabupaten Madiun Rp 2.556.342

10. Bangkalan Rp 2.541.459. (yad)

Apindo Gresik Tolak UMSK 2025, Berikut Daftar UMSK 10 Kabupaten/Kota di Jawa Timur Selengkapnya

Bupati Gresik Dorong Apindo Ikut Mendongkrak Investasi dan Mengentas Kemiskinan 

GRESIK,1minute.id – Pengurus Apindo DPK Gresik hasil Musyawarah Kabupaten (Muskab) Apindo DPK Gresik dilantik pada Jumat, 1 April 2022. Pengukuhan dan pelantikan dilakukan Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur Eddy Widjanarko di Hotel Aston Inn dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah serta Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Kepengurusan Apindo hasil Musyawarah Kabupaten (Muskab) Apindo kali pertama ini diharapkan bisa membawa angin segar bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Yakni, investasi meningkatkan, dan tingkat pengangguran berkurang. 

Ketua DPP Apindo Jawa Timur Eddy Widjanarko mengatakan, bagai gadis cantik yang banyak dilirik para investor. Bila saat ini, investasi ke Gresik masih berada di 8 besar terbaik di Indonesia. “Gresik bakal menjadi industri masa depan. Saya percaya Gresik menjadi terbaik di Jawa Timur,”kata Eddy Widjanarko pada sambutannya. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengharapkan pengurus Apindo Gresik mendorong meningkatkan produktifitas di lingkungan kerja dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Sebab, angka pengangguran di Kabupaten Gresik masih tinggi. “Sekitar 8 persen,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. Padahal, Kabupaten Gresik masuk 8 besar nasional terkait investasi. 

Penurunan angka pengangguran menjadi tugas bersama dengan Apindo dan organisasi profesi lainnya. “Berharap kepada Apindo menbranding Kabupaten Gresik menjadi Kabupaten yang tumbuh subur investasi dengan harapan bisa menurunkan angka pengangguran,”kata Sarjana Ekonomi Unair Surabaya itu. Caranya? Meningkatkan pendidikan. 

Peningkatan pendidikan formal maupun non formal.  Pendidikan formal melalui pendidikan vokasi. Sedangkan non formal menjadi fasilitator pelatihan kerja. “Pendidikan menjadi kunci penurunan angka pengangguran,”tegas Bupati Gresik berusia 37 tahun itu.
Ketua Apindo Gresik Alfan Wahyuddin mengatakan, pihaknya mendukung harapan pemerintah Kabupaten Gresik mendorong Apindo ikut mengurangi angka pengangguran.

Apindo, katanya, telah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan sejumlah sekolah menengah kejujuran (SMK) di Kabupaten Gresik. Tujuan adalah memberikan pendidikan vokasi yang link and match kebutuhan industri. Nantinya kami akan memfasilitasi siswa-siswa untuk melakukan program kerja lapangan (PKL). “Semua anggota Apindo diharapkan tidak boleh menolak siswa untuk PKL,”ujar Alfan yang juga CEO Asuka Grup itu. 

Pengukuhan pengurus Apindo ini diawali pemberian santunan yatim-piatu dan diakhiri penyerahan piagam penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada 76 perusahaan. Penghargaan itu diserahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah dan Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman secara bergantian. (yad)

Bupati Gresik Dorong Apindo Ikut Mendongkrak Investasi dan Mengentas Kemiskinan  Selengkapnya

Alfan Wahyuddin  : Apindo Akan Lebih Modern, Digitalisasi dan Transparan

GRESIK,1minute.id – Alfan Wahyuddin, nakhoda baru Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik. CEO Asuka Grup itu meraih suara mayoritas, 50 dari 84 suara anggota yang memiliki hak pilih dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Apindo DPK Gresik di Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik pada 16 Februari 2022.

Sedangkan, tiga calon lainnya yakni Brigjend Pol F.X. Sumarno 8 suara ; Tri Andhi Suprihartono 17 suara dan Ichwansjah 6 suara. Tidak sah 3 suara serta 11 anggota tidak menggunakan hak pilih. Total 95 bukan 94 hak suara seperti diberitakan sebelumnya. 

Tri Andhi Suprihartono adalah inkumben dua periode di asosiasi para pengusaha di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Apa saja yang bakal dilakukan oleh ketua terpilih, Alfan Wahyuddin? Sebelum proses pencoblosan dengan sistem drive thru untuk menghindari kerumunan pemilih, Alfan Wahyuddin kepada wartawan mengatakan pihaknya akan menjalin hubungan lebih harmonis dengan tiga pilar yakni pemerintah, pengusaha dan pekerja. “Yang lebih penting lagi, Apindo kedepan lebih punya marwah dan martabat sebuah organisasi pengusaha yang besar di Gresik,”kata Alfan.

Apindo, katanya, harus mewakili  1.600 lebih perusahaan di Gresik. Saat ini, baru 10 persen menjadi anggota Apindo Gresik. “Saya terpilih sebagai ketua Apindo maka jumlah anggota harus di tingkatkan. Lebih dari yang ada sekarang,”katanya. 

Kedua, keberpihakan asosiasi terhadap kepentingan perusahaan. Saat ini,  banyak perusahaan dalam kondisi sulit karena pandemi Covid-19 memasuki tahun kedua ini. Bahkan, katanya, ada yang tidak produksi faktor lain. Seperti kesulitan masalah keuangan dan sebagainya. ” (Anggota) akan kita ayomi , kita akan melakukan pendampingan sehingga bisa tumbuh kembali sehingga bisa mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Gresik,”ujarnya. 

Berikutnya adalah masalah transparasi dalam organisasi. Karena transparan itu penting. Adanya transparansi muncul adanya trust.  Adanya kepercayaan akan mendapatkan dukungan dari anggota dan mungkin yang akan mendaftar sebagai anggota Apindo. 

“Dengan adanya transparasi yang selama ini kurang mendapatkan manfaat akan merasa senang bergabung dengan Apindo,”harapnya. Selain itu, Alfan berjanji akan membangun komunikasi yang baik dengan pekerja yang ada di Gresik. “Kita akan kerjasama dengan pemerintah. Khusus dalam pelatihan, training, serifikasi. Kebetulan Pemkab Gresik saat ini lagi menggagas berdirinya rumah vokasi. Dengan ada vokasi akan tercipta link and macht,”terangnya. 

Rumah vokasi ini menjadi nanti media pendidikan akan dilakukan sejenis magang di perusahaan. “Ini akan kami inisiasi menjadi program unggulan,”tegasnya. Program terakhir adalah akan membuat  portal website yang aktif sehingga seluruh anggota bisa mencari apa pun di website tersebut. Kegiatan maupun program Apindo. Nantinya, bisa dugunakan untuk orang mencari kerja. 

“Sekarang orang mencari kerja di website orang lain. Ini kah parah. Sementara websitenya pengusaha tidak punya. Bila saya terpilih digitalisasi semua pengurus dan anggota bisa mengakses websitenya Apindo,”janji Alfan. Seperti diberitakan, Muskab perdana Apindo DPK Gresik ini dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup perempuan pertama itu berharap Apindo bisa menjadi mitra dan bersinergi untuk mengurangi angka pengangguran di Gresik. Saat ini, angka pengangguran masih dua digit, tepatnya 12,9 persen. 

Sebelumnya , Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dihadapan perwakilan perusahaan di Pudak Galeri mengatakan tingginya angka pengangguran saat ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh stakeholder. Ia meminta untuk adanya kolaborasi dan koordinasi yang intens. “Ini merupakan tanggungjawab bersama, artinya tidak hanya pemerintah saja yang dituntut menyelesaikan persoalan yang ada saat ini, namun juga stakeholder dan unsur terkait untuk bisa saling kolaborasi,”katanya. 

Disisi lain, Gus Yani menegaskan bagi investor yang ingin mendirikan perusahaan di Gresik, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah penyerapan tenaga kerja lokal. “Kedepan Saya ingin memastikan bahwa investor yang ingin mendirikan perusahaan di Gresik, maka masyarakat lokal harus diutamakan. Namun apabila tidak sanggup memenuhi, maka pemerintah akan mengambil sikap tegas sesuai dengan kewenangan kami,”tegasnya. 

“Dan Saya tekankan, ini bukan warning, namun saya selaku pemerintah daerah mengajak kepada perushaaan-perusahaan untuk mempunyai sikap peduli pengurangan pengangguran di Kabupaten Gresik,”imbuhnya dengan nada serius. Ia berharap bagaimana pemerintah  juga pemangku kepentingan serta perusahaaan mempunyai kepedulian serta memberi manfaat yang terbaik bagi masyarakat Gresik. (yad)

Alfan Wahyuddin  : Apindo Akan Lebih Modern, Digitalisasi dan Transparan Selengkapnya