Ini Sosok Martina Ayu, Ratu Triathlon asal Gresik yang Borong 7 Medali di SEA Games Thailand 2025

GRESIK,1minute.id – Ajang SEA Games Thailand 2025 telah usai. Indonesia menempati posisi kedua dengan memperoleh 91 medali emas. Posisi puncak diraih tuan rumah, Thailand dengan 233 emas.

Dari 91 medali emas yang diraih Indonesia, sebanyak 5 emas disumbang oleh Martina Ayu Pratiwi. Atlet triathlon asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini tampil luar biasa dengan menyumbangkan 7 medali untuk Indonesia, terdiri dari 5 medali emas dan 2 medali perak. Ia pun sebagai salah satu atlet paling bersinar di ajang SEA Games Thailand 2025.

Atlet berusia 21 tahun ini bahkan dinobatkan sebagai atlet triathlon terproduktif di SEA Games 2025. Berkat pencapaiannya, Martina kini dijuluki “Ratu Triathlon asal Gresik.” Tak banyak yang tahu, Martina sebenarnya hampir meninggalkan dunia olahraga. Saat masih duduk di bangku SMA, ia sempat berniat berhenti sebagai atlet renang.

Namun titik balik terjadi pada Juli 2022, saat pelatih renangnya menawarkan Martina untuk beralih ke cabang olahraga triathlon. “Waktu itu saya merasa tertantang karena triathlon punya tiga cabor. Dari situ saya tertarik dan akhirnya pindah ke triathlon pada Juli 2022,” ujar Martina.

Keputusan itu menjadi awal perjalanan emasnya. Perjalanan Martina menuju SEA Games 2025 tak instan. Sejak awal tahun, ia sudah masuk program persiapan intensif bersama tim Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Selama tiga bulan, Martina dan tim menjalani latihan berat di Bangka Belitung. “Kami latihan tidak peduli cuaca panas, hujan, angin, capek, dan nervous, semua kami lewati bersama,” tuturnya.

Kini, Martina melanjutkan latihan di Pasir Putih, Situbondo, meski ia mengakui Gresik tetap menjadi tempat penuh kenangan karena sejak kelas 4 SD hingga lulus SMA ia berlatih di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Martina sudah diberi tahu akan tampil di 7 nomor lomba. Dari tujuh nomor itu, ia menetapkan satu target utama. “Target pribadi saya hanya satu, medali emas di nomor triathlon individual karena itu nomor paling bergengsi di SEA Games,” jelasnya.

Target itu sukses terwujud. Setelah SEA Games, Martina langsung memasang target lebih tinggi. “Target utama saya tahun 2026 adalah Asian Games. Selain itu, saya ingin memperbaiki world ranking agar peluang tampil di Olimpiade Los Angeles 2028 semakin besar,” katanya.

Ia berharap pencapaiannya di SEA Games ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju panggung dunia. Berikut prestasi  Martina di SEA Games Thailand 2025, yakni 5 emas, Triathlon Individual Putri ; Aquathlon Estafet Putri; Aquathlon Estafet Campuran ; Duathlon Estafet Putri dan Duathlon Estafet Campuran. Kemudian 2  medali perak yakni Triathlon Estafet Putri dan Triathlon Estafet Campuran. (yad)

Ini Sosok Martina Ayu, Ratu Triathlon asal Gresik yang Borong 7 Medali di SEA Games Thailand 2025 Selengkapnya

Bikin Bangga Gresik, Nurul Sabet 4 Medali Emas, dan Pecahkan Rekor Gaya Punggung 200 Meter

GRESIK,1minute.id – Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX berakhir Jumat besok,15 Oktober 2021. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyempatkan hadir ajang olahraga bergengsi di tanah air itu. Kehadiran Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah ke Papua untuk memberikan suntikan semangat kepada para atlet asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang sedang berlaga membela kontingen Jawa Timur. 

PON ke-XX Papua ini, Gresik mengirimkan 31 atlet dan 13 official. Mereka berlaga di 15 cabang olahraga (Cabor). Diantaranya, Panjat Tebing, Sepak Takraw dan Renang. Di tiga cabor itu, atlet Gresik menyumbang medali emas untuk Jatim. “Mereka generasi milenial yang membanggakan bagi Gresik,”puji Bu Min. 

Atlet asal Gresik yang berlaga di PON ke-XX Papua itu diantaranya, kakak beradik Fitria Hartani dan Kharisma Ragil Rakasiwi. Keduanya atlet panjat tebing ini sukses meraih medali di nomor boulder perorangan putri pada Selasa, 5 Oktober 2021 sore. Fitria Hartani meraih emas dan Kharisma Ragil Rakasiwi meraih perak. 

Di cabor renang ada Nurul Fajar Fitriati. Nah, Wabup Aminatun Habibah menyaksikan langsung perjuangan atlet binaan Petrokimia Gresik asal Pekauman, Gresik itu memecahkan rekor gaya punggung 200 meter dengan catatan waktu 2 menit 19,78 detik, menggeser rekor sebelumnya yang dibuat Yessy V. Yosaputra dengan waktu 2 menit 20,70 detik saat PON ke-19. 

Nurul menyabet tiga medali emas di nomor lainnya. Sehingga, Nurul memborong 4 medali emas di PON ke-XX Papua 2021 ini. Bu Min  mendapat kehormatan untuk memberikan medali pemenang cabang olahraga renang itu.”Saya bangga sekali menyaksikan perjuangan atlet-atlet kita ini di PON,”ungkap Bu Min.

Ia menambahkan para atlet ini selain merupakan kebanggaan masyarakat Gresik, juga bisa menjadi suatu role model bagi pemuda. Gen-Z ini. “Bagaimana mereka tekun berlatih, tidak pantang menyerah dan terus berjuang untuk yang terbaik, ini suatu hal yang wajib di contoh,” tambahnya. (yad)

Bikin Bangga Gresik, Nurul Sabet 4 Medali Emas, dan Pecahkan Rekor Gaya Punggung 200 Meter Selengkapnya